Daily Devotion

Jumat 23 Februari 2018

Shalom....
1Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Jika seseorang menghormati Tuhan, maka dia juga akan menaruh rasa hormat kepada apa yang Tuhan sedang kerjakan. Hanya perkara kecil dan sederhana seperti-nya jika kita melihat dan membayangkan apa yang telah dilakukan oleh Mikhal, namun sesungguhnya dihadapan Tuhan hal itu bukan perkara sederhana. Kitab 2 Samuel 6 menceritakan Uza yang mengulurkan tangan-nya untuk menyelamatkan tabut Allah yang tergelincir yang diusung oleh lembu lembu, dan perbuatan Uza telah membuat dia mati dibunuh Tuhan saat itu. Apa salah Uza? Bukankah wajar jika dia mencoba menyelamatkan Tabut Allah yang hampir tergelincir? Masalahnya adalah karena Uza tidak menaruh hormat akan Tuhan, dia menganggap hadirat Tuhan adalah sesuatu yang biasa dan tidak perlu dihormati, itulah yang harus dijaga dari hati setiap anak-anak Tuhan, hormat akan Tuhan! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-23 00:45:44

Kamis 22 Februari 2018

Shalom...
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Ada satu peristiwa kepahlawanan Mikhal yang dituliskan di 1 Samuel 19, dimana saat itu Daud suami Mikhal sedang dikejar kejar oleh Saul untuk dibunuh. Malam itu tentara Saul sudah diberi tugas untuk mengamat amati Daud, dan keesokan paginya, Daud akan dibunuh. Mikhal sang istri berusaha menasehati dan menolong nyawa suaminya, Daud diminta untuk melarikan dan menyelamatkan diri malam itu juga dengan keluar dari jendela kamar. Akibatnya, nyawa Daud dapat diselamatkan Bukankah kepahlawanan Mikhal ini luar biasa? Dia seorang yang berbudi, seorang wanita yang bijak yang menyelamatkan nyawa suaminya, menolong dan mendukung suaminya... Jika dalam konteks kita sehari hari, inilah dia figure seorang wanita bijak yang luar biasa. Sekalipun demikian, hormat akan Tuhan itu tidak bisa digantikan dengan perbuatan baik kita, sama seperti keselamatan yang kita peroleh lewat penebusan darah Kristus tidak akan dapat digantikan dengan amal sedekah kita. Hormat akan Tuhan itu mutlak, dan menghormati orang yang Tuhan urapi itu juga mutlak... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-22 02:41:04

Rabu 21 Februari 2018

Shalom....
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Samuel menuliskan tentang peristiwa itu dengan sedikit lebih lengkap, demikian: 2 Samuel 6:21-23 "Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari,

bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." 

Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..." Apa hubungan-nya bahwa Mikhal binti Saul memandang rendah Daud dengan dia tidak mendapat anak sampai hari matinya? Anak adalah buah dari pernikahan, dari satu hubungan, kondisi Mikhal yang tidak mau merendahkan diri bahkan dengan memandang rendah orang yang memuliakan Tuhan telah membuat hidupnya tidak bisa berbuah dan menghasilkan apa-apa yang baik... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-20 22:48:57

Selasa 20 Februari 2018

Shalom....
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Mikhal istri Daud adalah juga anak dari raja Saul. Tidak banyak diceritakan latar belakang Mikhal, tapi yang diterangkan dengan jelas adalah Mikhal istri Daud memandang Daud suaminya dengan rendah karena Daud melompat-lompat dan menari-nari dihadapan Tabut Perjanjian TUHAN. Inilah yang perlu kita mengerti, ketika kita memandang rendah atau tidak menaruh hormat kepada seseorang yang sedang menghormati Tuhan, hal itu sama seperti kita memandang rendah Tuhan sendiri. Menghormati Tuhan tidak hanya dalam bentuk atau dengan cara melakukan ibadah-ibadah keagamaan dengan khusuk, tapi melakukan Firman Tuhan dengan benar termaksud menghormati Tuhan di dalam diri orang-orang yang Tuhan tempatkan di atas kita atau menghormati orang-orang yang Tuhan urapi. Ketika Mikhal memandang rendah Daud, dia bukan hanya merendahkan Daud, tapi juga Tuhan yang dipermuliakan oleh Daud. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-19 22:03:38

Senin 19 Februari 2018

Shalom...
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Dalam minggu ini, melalui Daily Devotion, kita akan belajar dan merenungkan arti kata 'hormat'. Sejak kecil, anak-anak kita diajarkan untuk memahami kata 'hormat' dan mengabdikan-nya di dalam kehidupannya sehari hari. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua, menghormati guru-guru mereka disekolah, kemudian semakin dewasa, mereka diajar untuk menghormati waktu, dan semakin dewasa lagi, mereka diajar untuk menghormati ikat janji atau komitment. Anak-anak yang tidak memahami sungguh kata hormat tidak akan menjadi pribadi yg berguna dimasa depannya. Terkadang ada banyak orang tua yang lupa menanamkan betapa pentingnya kata hormat itu di berikan kepada Tuhan, sebab kemungkinan besar, kitapun tidak menghormati Tuhan sehingga tidak merasa perlu menanamkan rasa hormat akan TUHAN kepada anak-anak kita. Belajar dan ajari anak-anak kita untuk menghormati Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-19 00:23:54

Jumat 16 Februari 2018

Shalom
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Inilah sebenarnya kehidupan kekristenan kita. Kekristenan bukanlah sekedar ilmu pengetahuan atau seberapa banyak ritual ritual agamawi yang kita kerjakan. Kekristenan itu adalah iman kepada Kristus Yesus yang melangkah melakukan Firman-Nya. Ada seorang anak kecil yang pergi ke sungai untuk belajar mendayung dengan ayahnya. Disitu sudah tersedia satu perahu dengan dua dayung, satu disisi kiri dan satu disisi kanan perahu tersebut. Satu papan dayung bertuliskan 'iman', dan yang satu lagi bertuliskan 'action atau tindakan'. Sang anak bertanya, apa maksudnya? Lalu sang ayah menaiki perahu tersebut dengan anaknya dan mulai mendayung maju dengan satu dayung iman saja, kapal berjalan berputar dan kembali ketempat yang tepat sama seperti pada waktu mereka menaiki perahu tersebut, kemudian sang ayah mendayung lagi dengan papan dayung action dan kapal itu berputar lagi kearah yang berlawanan, tapi kembali ke tempat yang sama juga. Iman harus bergerak bersamaan dengan tindakan, sehingga akan maju bergerak... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-02-16 00:55:33

Kamis 15 Februari 2018

Shalom.....
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 

Mujizat pertama yang dibuat Yesus ketika Dia berada di muka bumi adalah mujizat di pernikahan di Kana. Saat itu Dia merubah air menjadi anggur.

Pernahkah saudara memperhatikan, kapan air itu berubah menjadi anggur? Bukan ketika ke enam tempayan pelayan itu diisi penuh dengan air, bukan juga ketika air itu dicedok oleh para pelayan-pelayan, juga bukan ketika air itu dibawa kepada pemimpin pesta, tapi ketika air itu di kecap oleh pemimpin pesta, barulah saat itu mujizat terjadi. Diperlukan iman yang bergerak dan bertindak untuk merubah air menjadi anggur. Pelayan-pelayan telah taat mengisi tempayan perbudakan diluar rumah pesta... para juru minum juga telah taat mengambil air dari tempayan untuk membasuh kaki dan dibawa di dalam gelas anggur untuk dihidangkan, barulah ketika air itu dikecap, mujizat terjadi... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-15 01:45:41

Rabu 14 Februari 2018

Shalom.....
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 

Pada kenyatan dihari-hari terakhir ini, ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang memahami iman dengan pengertian yang keliru, yaitu iman tidak harus bergerak bersama-sama dengan tindakan atau disertai dengan perbuatan... Seharusnya iman itu berfungsi sebagai catalyst atau penggerak dari perbuatan atau tindakan atau langkah iman. Sebaliknya hari-hari ini lebih banyak anak-anak Tuhan yang memahami iman sebagai pengganti dari perbuatan, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk melangkah seperti jeritan seorang murid yang berkata: 'ajar kami melangkah...'Ketika melihat satu perkara, kebanyakan anak-anak Tuhan akan berkata, ok, kita berdoa saja... atau mereka duduk membicarakan hal tersebut, namun tidak pernah keluar untuk melangkah. Inilah bukti iman yang menggantikan perbuatan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-13 23:27:46

Selasa 13 Februari 2018

Shalom....
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Pertumbuhan kharakter anak-anak Tuhan akan terjadi ketika kita berani untuk melangkah di dalam iman percaya kita, bukan sekedar mengerti dan memahami Firman Tuhan. Jeritan hati seorang murid adalah jeritan yang berkata 'ajar kami untuk mulai melangkah,...' Apa kerinduan dan masalahmu yang menghambat pertumbuhan Kekristenan kita? Apakah itu kemalasan?... apakah mungkin karena engkau tidak memiliki kemampuan untuk berdoa, atau untuk melakukan Firman-Nya?... mulailah berdoa... mulailah melangkah untuk melakukan Firman-Nya, sebab tidak ada cara lain yang lebih mujarab dan ampuh dari pada melangkah dengan iman. Iman yang berani untuk mulai melangkah dan bertindak adalah iman yang hidup, dan hanya iman yang hidup itulah yang dapat menggerakkan dan mendatangkan mujizat Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-13 00:23:32

Senin 12 Februari 2018

Shalom...
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 

Inilah satu permohonan dari hati seorang murid, tidak disebutkan siapakah murid yang berkata kepada Yesus saat itu, tapi isi perkataannya dituliskan dengan jelas: "...Tuhan, ajarlah kami berdoa,..." Pernyataan ini benar dikatakan demikian adanya dan bukan karena salah terjemahan, sebab biasanya yang kita mengerti adalah perkataan atau permohonan yang berkata: 'Tuhan ajarkan kami cara berdoa... atau ajarkan kami methoda untuk berdoa...' Tapi jeritan hati seorang murid dengan jelas berkata: 'Tuhan ajarkan kami berdoa', sebab memang inilah masalah yang dihadapi banyak anak-anak Tuhan. Kita penuh dengan methoda dan ilmu pengetahuan. Kita tahu banyak tentang Tuhan tapi belum tentu kita mengenal TUHAN. Kita tahu cara-cara yang paling baik untuk berdoa, tapi kita tidak berdoa. Hati seorang murid itu berkata: 'Tuhan ajarlah kami berdoa,...' supaya kita betul betul melangkah. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-12 02:05:28

Jumat 09 Februari 2018

Shalom.....
Lukas 22:27 "...Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..."

Hampir semua anak-anak Tuhan tahu dan sadar bahwa semua kita benar benar perlu memiliki hati seorang hamba, tapi pada kenyataannya seringkali berbeda. Test yang benar tentang apakah kita sungguh-sungguh benar memiliki hati seorang hamba atau tidak adalah ketika kita diperlakukan seperti seorang hamba... Reaksi kita saat itu akan jelas menyatakan apakah hati kita adalah hati seorang hamba, ketika kita diperlakukan seperti seorang hamba... Ketika kita tidak dihiraukan... ketika kita direndahkan, bahkan dipermalukan, itulah yang sering dikerjakan oleh para tuan pemilik budak pada waktu itu... budak itu tidak berarti apa-apa, dapat diperlakukan seperti binatang. Bukan berarti Firman Tuhan menyetujui untuk kita memperlakukan orang lain seperti itu, tapi terkadang hal itu bisa saja terjadi, bagaimana reaksi kita ketika kita dipersalahkan sekalipun tidak bersalah? Itulah hati hamba... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-02-08 23:09:44

Kamis 08 Februari 2018

Shalom....
Lukas 22:27 "...Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..."

Inilah rahasia kepemimpinan dan kebesaran Kristus. Dia datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Ketika Dia dalam perjamuan makan terakhir, Dia tahu betul bahwa besok Dia akan diserahkan untuk disesah... dipukuli... Dan kemudian di Salibkan... Malam itu sebenarnya sebagai seorang manusia, jika ada waktu dimana Dia paling butuh untuk dilayani dan di hiburkan, maka waktu itu adalah malam itu... Ketika Dia paling membutuhkan untuk dilayani, Dia justru melayani... Yohanes 13:4-5, 14 "...Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" Itulah warna kepemimpinan Yesus, melayani... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-07 23:10:00