Daily Devotion

Rabu 07 Februari 2018

Shalom....
Lukas 22:27 "...Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..."

Sikap hati seorang hamba adalah apa yang sebenarnya Yesus rindu untuk contohkan bagi setiap kita, pribadi yang telah diselamatkan-Nya. Yesus sebagai Sang Pencipta, pemilik segala yang ada, namun tetap memilih tempat yang terendah, yaitu diposisi sebagai seorang hamba, berada diantara para hamba dan para pelayan,.. sebab itulah pola kepemimpinan Yesus ebagai seorang servant leader, pemimpin yang melayani, yang menghambakan diri sendiri. Terkadang kita salah menempatkan diri sendiri, kita pikir dengan semakin terhormat dan tingginya sanjungan yang kita terima, semakin berkenan-nya kita dihadapan Tuhan. Sederhananya, banyak hamba-hamba Tuhan menyetarakan antara perkenanan Tuhan dengan berkat-berkat yang kita terima. Kebenaran ini sesungguhnya telah menegaskan kepada setiap kita dimana posisi Tuhan berada, dimana hati-Nya berada, yaitu diantara hati hati pelayan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-06 23:16:06

Selasa 06 Februari 2018

Shalom....
Lukas 22:27 "...Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..."

Bagian terakhir dari ayat di atas berkata: "... and you will find Me among the servants - dan engkau akan menemukan Aku diantara para pelayan..." Perkataan Yesus ini bukan hanya berbicara kepada para murid-murid-Nya hari itu, tapi juga mengajarkan sesuatu yg sangat penting dan berarti bagi kita semua. Dimanakah kita akan menemukan Tuhan? Menemukan hati-Nya? Tuhan ada diantara para pelayan... disitulah engkau juga akan menemukan hati-Nya. Ditempat yang rendah, yang tidak terpandang, justru disitulah Tuhan akan kita temukan. Jika demikian, masihkah kita menganggap rendah mereka yang ditempat rendah? Bukankah Yesus sendiri menyatakan dengan tegas dimana Dia akan kita temukan,... Relakan hatimu untuk melangkah ke tempat yang tidak terpandang sekalipun. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-05 21:56:38

Senin 05 Februari 2018

Shalom...
Lukas 22:27 "...Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..."

Ketika sedang dalam satu perjamuan makan bersama sama dengan murid-murid-Nya, terjadilah satu percakapan diantara para murid-murid tentang siapakah yang terbesar diantara mereka?... ini adalah satu pertanyaan yang keluar dari dasar hati manusia secara wajar. Semua orang ingin menjadi yang terdepan, menjadi yang terbaik dan terbesar. Beberapa orang bahkan begitu terobsesinya dengan keinginan untuk menjadi besar dan bahkan menjadi yang terbesar. Tapi sebaliknya, pola dan gayakepemimpinan Kristus adalah seperti yang Dia sendiri katakan diatas: "...Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan..." Dari semua bangku bangku terhormat yang biasa menjadi incaran manusia... Yesus justru menyatakan bahwa diri-Nya ada ditengah tengah para pelayan, bukan dibangku yang terhormat, sebab Dia adalah pemimpin yang melayani, a servant leader. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-05 02:37:29

Jumat 02 Februari 2018

Shalom....
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Kita mengerti sekarang bahwa setiap manusia sangat membutuhkan kasih karunia Tuhan, terutama pada saat saat yang paling kita butuhkan, justru disaat itulah kasih karunia Allah dilimpahkan atas kita. Bersyukurlah dan pegang kebenaran ini baik baik, bagimu dan bagiku ada Grace in time of needs... ada kasih karunia pada saat kita paling membutuhkan-Nya. Itulah jaminan dan janji Tuhan, dgn bermodalkan kebenaran tersebut, hadapilah hari hari kita dengan tenang dan berjalan dengan teguh, sebab kita tahu Tuhan menyertai kita dan kasih karunia-Nya dinyatakan pada saat dibutuhkan. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-02-02 02:27:01

Kamis 01Februari 2018

Shalom...
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Perjalanan kisah hidup Yunus adalah satu contoh yang sangat meneguhkan kebenaran ini. Yunus sengaja berjalan meninggalkan perintah TUHAN untuk pergi kepada bangsa Niniwe untuk menyatakan isi hati Tuhan. Sengaja Yunus malah memilih jalan tujuan lain, yaitu jauh ke Tarsis. Ditengah pemberontakannya, Yunus diperhadapkan kepada angin gelombang yang sangat dasyat dan hampir-hampir menenggelamkan kapal yang dia tumpangi. Setelah dilemparkan ke laut dan ditelan oleh ikan besar, Yunus berdoa dan minta kasih karunia Tuhan disaat dia sangat membutuhkan-Nya... Tuhan kemudian menjawab Yunus dengan kasih karunia yang tepat saat dia butuhkan, Grace in time of need... Kemudian setelah penduduk Niniwe bertobat, Yunus menjadi kesal dan pergi ke arah Timur kota Niniwe. Pada saat itu, hari sangat panas terik, dan Tuhan menjawab Yunus dengan kasih karunia saat dibutuhkan, Tuhan tumbuhkan sebuah pohon jarak untuk meneduhi Yunus... Setelah pohon jarak itu mati, Tuhan mengajar Yunus, jika bagi Yunus, kasih karunia saat dibutuhkan itu sesuatu yang luar biasa, tidak kah hal itu juga sama bagi penduduk kota Niniwe?... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-01 01:30:16

Rabu 31 Januari 2018

Shalom....
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Sejujurnya, satu kebenaran inilah yang membuat kaki saya tetap siap dan mampu berjalan sekalipun menghadapi begitu banyak masalah dan tekanan hidup pada waktu yang sangat menekan, sebab saya tahu bukan hanya ada hari esok, tapi juga ada hari ini dengan grace atau kasih karunia yang tersedia pada saat saya sangat membutuhkannya... Bukankah hal itu luar biasa? Pada saat saat berat dan penuh tekanan, pada saat tidak ada yang dapat menolong, pada saat seperti nya tidak ada jalan keluar, bukankah semua kita sangat membutuhkan kasih karunia Tuhan lebih dari segalanya?... Justru itulah yang Tuhan janjikan, anugrah pada saat sangat dibutuhkan... ketika Wanita yang tertangkap basah diseret dan dilemparkan kehadapan Yesus, dia sangat tertekan, sangat terhina, tidak ada yang pantas dibenarkan dari dirinya, tapi justru pada saat itulah, dia menemukan grace... Grace in time of need... kasih karunia pada saat dibutuhkan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-30 22:02:21

Selasa 30 Januari 2018

Shalom...
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Sama seperti ‎Arthur Hays Sulzsberger dari New York Times yang menemukan damai sejahtera ketika dia sadar bahwa yang sangat dia butuhkan adalah anugrah, grace untuk waktu dimana kita sangat membutuhkan-nya, dan itu jugalah yang Firman Tuhan d iatas janjikan, "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..." Dalam bahasa lain disebutkan "... so that we may obtain mercy and find grace to help us in our time of need." Grace in time of need - anugrah pada saat dibutuhkan... Bukankah kebenaran itu saja sangat menguatkan dan cukup untuk kita bisa tidur dengan tenang, tidak terbuai kedalam kesusahan dan tekanan yang kita hadapi?... tenanglah, sebab Allahmu berjanji engkau akan menemukan Grace in time of need, kasih karunia pada saat dibutuhkan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-29 23:32:35

Senin 29 Januari 2018

Shalom....
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Seorang jurnalis pada perang dunia ke dua yang bernama Arthur Hays Sulzsberger dari New York Times yang meliput jalannya perang dunia ke dua di Eropa selalu mengalami kecemasan dan tekanan batin yang sangat mendalam sehingga dia menemukan dirinya sulit sekali untuk bisa tertidur apalagi terlelap, sebab selalu saja dibayang bayangi oleh ketakutan dan kecemasan yg sangat mendalam. Sampai kemudian dia mendengar satu lagu hymne kuno yang berkata:

Lead kindly light... tuntun aku ya terang...

Keep Thou my feet... jaga-lah langkah ku...

I do not ask to see the distance scene... aku tidak minta untuk melihat jarak jauh.

One step enough for me... hanya satu langkah bagiku saja sudah cukup...

Saudaraku, Tuhan juga tidak akan menunjukan jarak yang terlalu jauh bagimu, Dia tidak menjanjikan Lampu sorot untuk menerangi kakimu, tapi Dia menjanjikan pelita bagi kakimu... Berharap dan berdoa untuk anugrah untuk hari ini, kasih karunia pada waktu yang dibutuhkan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-28 23:27:39

Jumat 26 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Ingat kisah Yusuf yang diperdayakan dan dibuang oleh saudara-saudaranya sendiri untuk dijadikan budak ditanah Mesir, secara manusia, hubungan keluarga, hubungan saudara bersaudara yang ada diantara anak anak Yakub dengan Yusuf akan hancur selamanya... Bagaimana tidak, Yusuf telah diperdayakan... Yusuf telah dihianati oleh saudara-saudaranya sendiri... masa depan Yusuf dihancurkan oleh saudara-saudaranya... Tahukah saudara apa dan bagaimana permulaan dari pemulihan hubungan diantara saudara bersaudara itu terjadi? Ketika saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli gandum karena masa kelaparan yang sangat hebat, mereka berkata demikian di Kejadian 42:11 "Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai." Kemudian Yusuf menguji kejujuran mereka dengan meminta mereka membawa satu saudara termuda mereka yaitu Benjamin. Apakah benar demikian? Apakah kali ini mereka rela dan berani melindungi bahkan mati demi saudaranya? Kejujuran mereka diuji... ketika ditemukan benar demikian, hubungan mereka dipulihkan sampai saat ini. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-25 23:18:00

Kamis 25 Januari 2018

Shalom....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Bukan hanya ketulusan yang menjadi landasan untuk hidup dalam damai dengan orang lain, kejujuran juga mutlak dibutuhkan jika kita hendak hidup dalam damai dengan orang lain. Tidak akan mungkin hubungan diatara manusia dengan manusia lainnya akan diwarnai dengan kedamaian apabila diantara mereka tidak terjadi kejujuran yang sesungguhnya. Percekcokan diantara suami istri sering terjadi akibat tidak adanya kejujuran diantara mereka... Hubungan kerjasama diantara 2 atau lebih anak-anak Tuhan sekalipun tidak mungkin terjalin dengan damai sejahtera apabila kerjasama tersebut tidak dilandasi oleh kejujuran yang benar. Melalui kejujuran yang tulus dan benar inilah hubungan diantara manusia bisa terjalin dengan damai sejahtera. Bangunlah hubungan dengan dasar ketulusan hati dan kejujuran, maka engkau akan menemukan damai sejahtera yang abadi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-24 23:32:34

Rabu 24 Januari 2018

Shalom....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Kejadian 20 menceritakan tentang Abimelekh yang hampir-hampir hendak mengambil Sarah istri Abraham sebagai istrinya, sebab Abraham telah memberikan informasi yang salah dan menyesatkan... Malam itu, ketulusan hati nurani Abimelekh telah memampukan suara TUHAN bekerja di dalam hatinya lewat mimpi, Tuhan hendak membunuh Abimelekh jika saja dia akan tetap melakukan apa yang menjadi niat hatinya, dan Abimelekh bertanya kepada Tuhan kenapa Tuhan hendak membunuh dirinya yang dengan tulus mengerjakan semua itu. Dalam hal itu, Tuhan menjawab di Kejadian 20:6 "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia..." Ketulusan bukan hanya telah menyelamatkan nyawa Abimelekh, tapi juga telah mencegah perceraian dan perkelahian atau permusuhan antara dirinya dengan Abraham. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-23 22:54:36

Selasa 23 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Seperti apa sebenarnya orang yang suka damai itu? Hal-hal apa yang mengidentifikasikan seseorang yang disebut sebagai orang yang suka damai? Apakah berarti total pasrah dan bersikap seperti orang yang bodoh yang bisa terus menerus dipermainkan? Coba perhatikan kembali ayat di atas, "...Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..." Orang yang suka damai pertama-tama adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan inilah yang menjadi pusat kendali langkah-langkah hidup orang benar. Tanpa hati yang tulus, tidak perduli siapa yang benar atau salah, pasti akan terjadi keretakan dan perselisihan. Yusuf suami Maria, sesuai Firman Tuhan disebut sebagai seorang yang tulus hati, ketika dia mengetahui bahwa tunangannya Maria sudah hamil bukan karena berhubungan dengannya, maka secara diam-diam Yusuf bermaksud untuk menceraikannya, tapi ketulusan hatinya telah memampukan Tuhan untuk berbicara di dalam hati nuraninya lewat mimpi untuk tidak melakukan hal tersebut, sehingga Raja Damai itu bisa lahir... Kedamaian selalu lahir lewat hati yang tulus. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-22 21:59:54