Daily Devotion

Selasa 20 Maret 2018

Petrus 3:7 "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang."

Alkitab adalah satu kitab atau buku yang paling banyak dan paling serius menyatakan akan betapa pentingnya bagi para suami untuk hidup dengan penuh hormat kepada istrinya yang Tuhan berikan kepadanya. Sikap yang menghormati istri, disebutkan sebagai 'teman pewaris', sesuai dengan apa yang Firman Tuhan ajarkan adalah sama seperti satu account yang dibuat atas nama joint account, dimana tanda tangan dari keduanya mutlak dibutuhkan untuk mencairkan dana yang ada di account bank tersebut. Semua janji dan kasih karunia yang Tuhan janjikan dan akan berikan didalam hidup kita harus dan hanya akan terjadi apabila seorang suami hidup dengan tetap menghormati istrinya yang sah yang Tuhan tempatkan disisinya. Tidak akan pernah ada seorang suami yang tetap diberkati Tuhan atau tetap hidup dalam penyertaan dan pengurapan Tuhan jika suami itu tidak lagi bersedia untuk hidup dengan penuh hormat kepada istrinya sendiri. Sikap yg meremehkan atau bahkan melecehkan istri kita sendiri itu bukan sikap yang berkenan dihadapan Tuhan... Hiduplah dengan penuh hormat kepada istri kita masing-masing. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-20 00:56:01

Senin 19 Maret 2018

Shalom...
1 Petrus 3:7 "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang."

Ada satu ketetapan Tuhan yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap suami. Kita boleh saja sangat diurapi Tuhan, atau sangat ber-talenta untuk melakukan banyak tanda tanda heran dan ajaib, namun ketika kita tdk hidup dengan menghormati istri yang Tuhan tempatkan disisi kita, maka doa kita akan terhalang. Jgn anggap remeh tindakan yang tidak menghormati istri yang Tuhan tempatkan bagi kita. Jika kita memperhatikan apa yang‎ Yesaya 59:1-2 tuliskan, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." Kita akan memahami bahwa jika seorang suami tidak hidup dengan menghormati istrinya, dia sedang melakukan kejahatan! Jadi sesungguhnya, sikap yg tidak menghormati istri kita adalah bentuk kejahatan yang membuat Tuhan menyembunyikan Diri-Nya dari kita... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-18 23:27:46

Jumat 16 Maret 2018

Shalom ...
Mazmur 127:1-2 "Nyanyian Ziarah Salomo. Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, Sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya; Jikalau Bukan TUHAN Yang Mengawal Kota, Sia-sialah Pengawal Berjaga-jaga.
Sia-sialah Kamu Bangun Pagi-pagi Dan Duduk-duduk Sampai Jauh Malam, Dan Makan Roti Yang Diperoleh Dengan Susah Payah — Sebab Ia Memberikannya Kepada Yang Dicintai-Nya Pada Waktu Tidur..."

Hidup Yang Dibangun Berdasarkan Kekuatan Kita Atau Kekuatan Jiwa Kita Sendiri Adalah Hidup Yang Sia-sia, Sebab Pikiran Kita Terbatas, Perasaan Kita Bisa Menipu, Bahkan Kehendak Kitapun Sering Keliru. Ketika Abraham Mempersilahkan Lot Untuk Menentukan Kemana Dia Akan Pergi, Inilah Yang Firman Tuhan Tuliskan:‎ Kejadian 13:10 "Lalu Lot Melayangkan Pandangnya Dan Dilihatnyalah, Bahwa Seluruh Lembah Yordan Banyak Airnya, SEPERTI TAMAN TUHAN, Seperti Tanah Mesir, Sampai Ke Zoar. — Hal Itu Terjadi Sebelum TUHAN Memusnahkan Sodom Dan Gomora. —"‎ Apa Yang Dilihat Dan Dipikiran Lot Tentang Lembah Yordan, Apa Yang Dia Rasakan, Semua Itu Seperti Taman Tuhan,... Betapa Menyesatkannya Pikiran Dan Perasaan Kita! Semua Yang Lot Pilih Menjadi Sia Sia Yang Hancur Sama Sekali, Sebaliknya Abraham, Dia Biarkan Hati Nuraninya Yang Dituntun Tuhan Untuk Memilih, Dan Dia Masuk Kedalam Tanah Kanaan, Tanah Perjanjian. Have A Blessed Weekend, GBU

dibuat pada : 2018-03-15 22:59:16

Kamis 15 Maret 2018

Shalom....
Mazmur 127:1-2 "Nyanyian Ziarah Salomo. Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, Sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya; Jikalau Bukan TUHAN Yang Mengawal Kota, Sia-sialah Pengawal Berjaga-jaga.
Sia-sialah Kamu Bangun Pagi-pagi Dan Duduk-duduk Sampai Jauh Malam, Dan Makan Roti Yang Diperoleh Dengan Susah Payah — Sebab Ia Memberikannya Kepada Yang Dicintai-Nya Pada Waktu Tidur..."

Ketika Manusia Mau Belajar Untuk Melakukan Perkara Perkara Didalam Hidupnya Bersama Dengan Tuhan, Kita Akan Dituntun Untuk Berjalan Dengan Mengandalkan Hati Nuraninya Yang Murni, Bukan Sekedar Kekuatan Jiwanya, Dimana Pada Umumnya, Sebagian Besar Manusia Akan Berjalan Dan Menentukan Pilihan Pilihan Hidupnya Berdasarkan 3 Aspek Jiwanya, Yaitu Pikirannya Sendiri, Perasaan Atau Emosinya, Dan Kehendaknya Sendiri. Jika Roh Manusia Itu Menjadi Lemah Dan Hati Nuraninya Tidak Lagi Berfungsi Dengan Benar, Maka Jiwa Lah Yang Akan Banyak Menentukan. Pada Saat Yang Demikian, Manusia Tidak Menjadi Jauh Berbeda Dengan Binatang, Yang Berjalan Kian Kemari Ditentukan Oleh Jiwanya, Yaitu Oleh Rasa Lapar - Atau Perasaannya..., Atau Oleh Jalan Jalan Yang Dia Tahu Itu Biasa Dia Lalui - Atau Mengandalkan Daya Pikir-nya, Atau Sekedar Semaunya Saja Atau Kehendaknya Sendiri... Sebab Pada Binatang Tidak Ada Roh Dimana Didalamnya Ada Hati Nurani. Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2018-03-14 23:04:22

Rabu 14 Maret 2018

Mazmur 127:1-2 "Nyanyian Ziarah5 Salomo. Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, Sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya; Jikalau Bukan TUHAN Yang Mengawal Kota, Sia-sialah Pengawal Berjaga-jaga.
Sia-sialah Kamu Bangun Pagi-pagi Dan Duduk-duduk Sampai Jauh Malam, Dan Makan Roti Yang Diperoleh Dengan Susah Payah — Sebab Ia Memberikannya Kepada Yang Dicintai-Nya Pada Waktu Tidur..."
Firman Tuhan Diatas Bukan Berarti Bahwa Kita Tidak Perlu Mengerjakan Apa Apa, Atau Sama Sekali Tidak Perlu Melakukan Apapun, Tapi Inilah Yang Perlu Kita Perhatikan Baik Baik; Ada Satu Pribahasa Yang Sangat Memberkati Saya, Saya Tidak Tahu Siapa Yang Menulisnya, Berkata Begini: "there Is Only One Life, And Soon Will Pass, Only What Is Done For God Will Last... - Hanya Ada 1 Hidup, Dan Sebentar Akan Berlalu, Hanya Apa Yang Dikerjakan Bagi TUHAN Yang Kekal..." Inilah Pandangan Yang Benar. Banyak Perkara Bisa Saudara Dan Saya Kerjakan Tanpa Tuhan, Tapi Jika Kita Mau Mengerjakan Sesuatu Yang Memiliki Nilai Nilai Kekekalan, Saudara Dan Saya Hanya Dapat Melakukan Semua Itu Jika Dikerjakan Bagi Dan Bersama Sama Tuhan. Bagaimana Saya Dapat Membedakan Apakah Saya Mengerjakan Hal Ini Dan Hal Itu Bersama Tuhan? Sederhana Saja, Untuk Kepentingan Siapakah Engkau Melakukan Semua Itu? Jika Engkau Dapat Secara Jujur Menjawabnya, Engkau Dapat Mengerti Apakah Tuhan Bekerja Bersama Sama Mu Dalam Hal Itu.Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2018-03-13 22:09:15

Selasa 13 Maret 2018

Mazmur 127:1-2 "Nyanyian Ziarah Salomo. Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, Sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya; Jikalau Bukan TUHAN Yang Mengawal Kota, Sia-sialah Pengawal Berjaga-jaga.
Sia-sialah Kamu Bangun Pagi-pagi Dan Duduk-duduk Sampai Jauh Malam, Dan Makan Roti Yang Diperoleh Dengan Susah Payah — Sebab Ia Memberikannya Kepada Yang Dicintai-Nya Pada Waktu Tidur..."

Hidup Yang Sia Sia Bukan Karena Menerima Serba Sedikit, Tapi Karena Kita Berjalan Dan Bekerja Sendirian Tanpa Tuhan. Semua Yang Besar Dan Luar Biasa Sekalipun Yang Dibangun Tanpa Tuhan Adalah Kesia-siaan... Coba Renungkan Sebentar Tokoh Tokoh Hebat Yang Mencapai Titik Puncak Dalam Career Hidupnya, Apa Yang Terjadi Dengan Mereka? Elvis Presley, Michael Jackson, Emmy Winehouse, Bahkan Mike Tyson Dan Masih Banyak Lagi... Bagaimana Mungkin Mereka Bisa Meresa Kesepian? Padahal Dahulu Orang Berani Bayar Mahal Utk Bisa Bertemu Mereka... Tiap-tiap Waktu Ada Saja Orang Yang Berani Bayar Mahal Untuk Bisa Sekedar Duduk Bersama Tokoh Tokoh Terkenal Ini... Sebagian Besar Dari Mereka Mati Over Dosis Karena Kesepian... Sebagian Lagi Sampai Jatuh Miskin Dan Berhutang Untuk Membiayai Kebutuhan Keluarga... Benarlah Perkataan Firman Tuhan Diatas, "Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, Sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya; Jikalau Bukan TUHAN Yang Mengawal Kota, Sia-sialah Pengawal Berjaga-jaga..." Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2018-03-13 00:32:37

Senin 12 Maret 2018

Shalom...
Mazmur 127:1-2 "Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur..."

Pada masa tuanya, Salomo belajar satu hikmat kebenaran bahwa sesuatu yang begitu melimpah yang ada pada jaman Salomo, ternyata bisa habis sia sia hanya dalam 1 generasi saja... Anak Salomo, Rehabeam, sampai harus memaksa meningkatkan pajak yang begitu berat dan menekan rakyat demi untuk memenuhi kemewahan hidup yang dia pertahankan... Bagaimana sesuatu yang begitu banyak dapat habis dalam waktu yang begitu singkat? Inilah rangkuman jawaban yang Salomo berikan setelah dia memandang dan melihat hidupnya yang sudah sudah.... "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur..." Jangan sampai engkau menemukan hidupmu sia sia... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-11 22:34:59

Jumat 09 Maret 2018

Shalom...
Roma 13:7 "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat..."

Coba perhatikan kembali kebenaran Firman Tuhan diatas, pajak dan cukai adalah 2 hal yang kita bayarkan kepada authoritas atau pemerintah sebagai warga negara tertentu. Dalam konteks yang sama, takut dan hormat adalah 2 perkara yang kita serahkan kepada Tuhan secara bersamaan dgn tidak dapat dipisah pisahkan. Seorang anak Tuhan yang hidup takut akan Tuhan, dia pasti hidup dengan penuh hormat akan Tuhan, sebab hormat akan Tuhan dan takut akan Tuhan adalah dua sisi mata coin yang tidak terpisahkan satu sama lain. Itulah yang harus dibayar layaknya hutang kepada Tuhan... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-03-09 02:35:01

Kamis 8 Maret 2018

Shalom...
Roma 13:7 "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat..."

Inilah pemahaman penting yang harus dimengerti dan di hidupi oleh setiap anak anak Tuhan yang rindu melakukan kebenaran Firman Tuhan. Kita hanya dapat belajar untuk menghormati Tuhan jika kita rela untuk belajar menghormati manusia lain yang memang Tuhan tempatkan untuk menerima penghormatan tersebut. Ingat sekali lagi, hormat itu bukan upah, tapi hutang yang harus dibayar. Ada authoritas yang Tuhan tempatkan diatas kita, setuju atau tidak setuju, kita tetap wajib menghormati authoritas tersebut sama seperti hutang pajak dan hutang cukai yang harus dibayarkan. Sebagai anak-anak Tuhan, hidup dengan memberi hormat kepada orang lain adalah cara yang Tuhan kerjakan didalam diri kita agar supaya kita-pun dapat belajar untuk menghormati Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-08 01:24:14

Rabu 7 Maret 2018

Shalom...
Roma 13:7 "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat..."
Jika kita menjadi satu warga negara di satu negara, entah pemerintahannya itu busuk atau tidak, perampok atau melegakan keadilan dan kebenaran, maka tetap saja sebagai warga negara kita wajib untuk membayar pajak. Jika kita mengimport barang barang dari luar negeri, apakah petugas bea cukai nya itu maling atau orang jujur, tetap saja kita wajib untuk membayar hutang bea cukai sesuai denga aturan yang berlaku. Tapi mengapa kita memahami hormat dengan pengertian atau pemahaman yang berbeda? Kita sering beranggapan atau berpendapat bahwa 'hormat' itu adalah upah yang pantas diberikan kepada mereka yang memang pantas untuk dihormati dan jika mereka tidak pantas untuk dihormati, maka kita akan menahan hormat darinya... Inilah pandangan yang keliru! Firman Tuhan di Keluaran 20:12 mengatakan: "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu..." Tidak diberi penjelasan sama sekali ayah ibu yg seperti apa yang pantas dihormati,... sebab hormat itu bukan upah, tapi hormat itu hutang yang harus dibayar!

dibuat pada : 2018-03-06 23:42:05

Selasa 06 Maret 2018

Shalom....
Roma 13:7 "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat..."
Firman Tuhan menuliskan atau menyejajarkan cara kita memandang hutang terhadap pajak dan cukai sama seperti kita seharusnya memandang hutang terhadap 'rasa takut' dan hutang 'hormat'. Inilah satu kebenaran Firman Tuhan yang hanya bisa kita terima jika‎ kita mau belajar melembutkan hati untuk belajar kebenaran dan Firman Tuhan. Selama ini, saya memahami kata hormat dengan keliru. Saya berfikir hormat itu sama seperti kepercayaan, dimana seseorang berhak menerima kepercayaan atau rasa percaya dari saya apabila orang tersebut memang telah membuktikan dirinya untuk pantas atau bisa dipercaya. Jadi saya menganggap kepercayaan itu adalah satu upah bukan satu hadiah, itu sebabnya manusia harus membuktikan dirinya sudah dapat dipercaya barulah kita akan menaruh percaya kepada orang tersebut. Saya menganggap hormat itu juga upah, saya bisa menghormati satu pribadi karena dia layak atau pantas untuk dihormati... tapi itu sama sekali tidak benar dan tidak alkitabiah! Hormat itu bukan upah, tapi hutang kita kepada mereka yang memang berhak atas hormat kita! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-06 01:22:50

Senin 5 Maret 2018

Shalom ...
Roma 13:7 "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat..."

Ayat diatas, jika kita perhatikan dari ISVN Bible, bagian awalnya ditulis
Kan demikian: ‎Romans 13:7 (ISVN) "Pay everyone whatever you owe them..." Yang ditekankan disini adalah 'membayar seperti kita membayar hutang, bukan sekedar memberi secara sukarela, dan inilah kebenaran Firman Tuhan yang akan merubah paradigma kita, termaksud paradigma saya selama ini. Apa apa saja yang harus kita bayar seperti layaknya seorang yang harus membayar hutang dan berhak menerima pembayaran tersebut? Ke 4 hal inilah yang harus dibayar: pajak kepada yang berhak menerima pajak, cukai kepada yang berhak menerima cukai, takut kepada yang berhak menerima takut, dan hormat kepada yang berhak menerima hormat... itulah ke 4 perkara yang kita semua berhutang atasnya. Jika kita pikirkan, memang benarlah demikian, contohnya, pajak itu disebut di accounting sebagai 'hutang pajak' bukan sebagai sumbangan pajak, sebab itu wajib dibayarkan, demikian halnya cukai, rasa takut dan hormat. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-05 01:04:25