Daily Devotion

Senin 22 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Kita berfikir dan mengerti bahwa pendidikan yang baik adalah jaminan untuk memiliki masa depan yang ceriah... atau kekayaan orang tua, usaha atau perusahaan milik orang tua adalah jaminan untuk masa depan yang baik.Benarkah demikian? Ternyata hal tersebut tidak 100% benar, sebab sesungguhnya masa depan ada pada yang suka damai, bukan orang-orang yang pendidikannya sangat baik atau yang hartanya melimpah ruah. Orang-orang yang suka damai akan selalu membawa kesejukan dan rasa tentram bukan hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi orang lain disekitarnya. Pendidikan para tua-tua Yahudi dan para ahli-ahli Taurat saat itu jauh lebih tinggi dari pada Yesus... kekayaan dan pengaruh political mereka juga jauh lebih luas dari pada Yesus sendiri,... tapi berapa banyak dari pengaruh mereka yang tersebar luas sampai saat ini dibandingkan dgn pengaruh Injil Kristus? Sebab Yesus cinta damai, Dia disebut sebagai raja Damai. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-21 23:06:00

Jumat 19 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap, "Sekarang kita memahami mengapa Tuhan memakai orang seperti Koresh, sekalipun bukan keturunan orang Yahudi yang berasal dari Yakub atau Israel, tapi ketulusan hatinya yang siap mengerjakan banyak perkara bukan karena bayaran atau keuntungan, juga tidak dipengaruhi oleh suap. Dengan menjaga sikap hati yang tulus dihadapan Tuhan inilah yang memampukan Koresh memahami rencana agung Tuhan bahkan menggenapi-Nya. Tuhan pasti tidak akan salah memilih pribadi yang bisa dipakai untuk pekerjaan dan kemuliaan-Nya. Hari ini, ketika kita bercermin kepada hati kita sendiri, adakah Dia temukan hatimu dan hatiku seperti Koresh, yang rela bergerak bukan karena keuntungan atau tidak terpengaruh karena suap? Tuhan mencari hati-hati yang demikian. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-18 21:41:11

Kamis 18 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, seperti Aku membuka pintu-pintu di depannya dan suoaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap," 

Perkataan dan pola pikir yg berkata 'tidak ada yang gratis' ini sebenarnya berakar dari hilangnya satu gaya hidup yang tidak mengenal kata 'memperhambakan diri sendiri atau hilangnya mental atau kharakter serventhood'. Semua kerjaan yang kita lakukan selalu diukur dan didasari oleh berapa keuntungan bagi saya? Apa yang akan saya terima dan dapatkan? Jika tidak dijaga benar, maka hal ini akan berdampak dan masuk juga ke dalam pemerintahan dan gereja Tuhan. Kita mensyukuri atas anugrah Tuhan bagi para pemimpin yang bersih dan tulus yang Tuhan tetapkan di atas kita di dalam pemerintahan bangsa ini. Terus berdoa bagi mereka sebab jika Tuhan tetapkan para pemimpin yang bersih dan jujur, maka bangsa ini akan bertumbuh dan menjadi berkat dimana mana. Demikian juga gereja dan pelayan pelayan Tuhan, jika tidak ada kharakter yang rela untuk memperhambakan diri sendiri, maka gereja dan pelayanan hamba-hamba Tuhan akan menjadi sandungan bagi orang lain. Have a blessed day, GBU  

dibuat pada : 2018-01-17 22:58:21

Rabu 17 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang ysng Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap," 

Kenapa satu sifat kharakter Koresh yang tidak mau menerima suap dan rela bekerja tanpa bayaran harus sengaja dituliskan oleh Firman Tuhan yang diucapkan Yesaya untuk melukiskan siapa Koresh yang dipakai Tuhan sedemikian rupa? Sifat ini sangat sangat langka hari-hari ini... Manusia pada umumnya mengerjakan segala sesuatu dengan pola pikir 'apa untungnya buat saya'... Pola pikir ini bahkan masuk ke dalam gereja Tuhan. Milton Friedman‎ peraih Nobel prize dibidang ilmu Ekonomi merangkumkan bahwa jika dia harus melukiskan arti 'ekonomi' dengan satu kalimat, maka kalimat itu adalah 'there is no free lunch atau tidak ada makan siang yang gratis', itulah arti kata ekonomi. Hal itu juga masuk dan mempengaruhi pola pikir masyarakat pada umumnya, termasuk di dalam pelayanan dan di dalam gereja, tidak ada yang gratis... melayani harus melihat imbalan apa yang akan saya terima, inilah yang telah merusak kharakter bangsa ini. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-16 23:12:50

Selasa 16 Januari 2018

Shalom.....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kpd orang yg Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tdk tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap,"

Inilah yang harus menjadi pergumulan kita sebagai anak anak bangsa ini. Berdoalah untuk para pemimpin bangsa ini, untuk para pemimpin rohani, para tokoh tokoh masyarakat yang terpandang di bangsa ini, jika saja Tuhan bangkitkan orang-orang sederhana namun yang jujur dalam hal keuangan, maka bangsa ini akan kokoh, gereja akan kuat, masyarakat dan penduduknya akan hidup dengan penuh damai sejahtera dan kemakmuran, sebab para pemimpin yang dipercayakan Tuhan adalah orang-orang jujur yg tidak mau menerima bayaran dan suap! Orang-orang yang bisa berlaku dan hidup bersih serta jujur dalam hal keuangan lah yang akan dapat dipercaya mengelola uang Tuhan untuk kepentingan dan kemuliaan nama TUHAN. Koresh raja Persia, sekalipun dia bukan anak Abraham, namun hatinya jauh lebih melekat kepada Tuhan dari pada orang-orang Yahudi sekalipun, sehingga Tuhan bangkitkan Koresh untuk rencana Agung-Nya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-16 02:25:05

Senin 15 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap,"

Koresh adalah seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, yang tangan kanannya dipegang Tuhan, dan dengan demikian Tuhan menundukkan bangsa-bangsa didepannya, semua pintu pintu dibukakan Tuhan dihadapan-nya. Koresh bahkan dipakai Tuhan untuk maksud penyelamatan, dan dipakai untuk membangun kota Tuhan. Semua itu dikerjakan Tuhan bagi Koresh. Anehnya, Koresh bukanlah salah satu orang Ibrani atau orang yang berasal dari bangsa Israel. Koresh adalah raja Persia, raja dari bangsa yang sebenarnya bukan berasal dari keturunan Abraham yang dipilih Tuhan, tapi Koresh hidup benar dan sangat diangkat tinggi oleh TUHAN. Tuhan mempercayakan Koresh dengan kekayaan dan kehormatan begitu luar biasa, melakukan rencana Tuhan untuk menguasai keuangan dunia pada waktu itu. Apa rahasia kekayaan Koresh? Ayat 13 diatas menegaskan, Koresh melakukan semua itu tanpa bayaran dan tanpa menerima suap. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-14 23:28:58

Jumat 12 Januari 2018

Shalom...
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Hidup berjalan bersama dengann Tuhan bukan berarti kita harus berdoa seharian, ada berada di dalam gereja sepanjang hari, tapi tetap mengerjakan hidup kita sehari hari, tetap bekerja bagi yang bekerja, tetap melayani suami dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga bagi ibu-ibu rumah tangga, tetap sekolah dan kuliah dengan rajin bagi para pelajar... namun semua itu dikerjakan dengan hati yang tertuju dan terpaut kepada Tuhan dan mengerjakan semua itu selaras dan sesuai dengan Firman Tuhan. Sekalipun demikian, kita tentu masih saja bisa jatuh dan berbuat kesalahan, tapi berjalan bersama dengan Tuhan akan menjaga hati kita untuk tetap jujur dan rela untuk disempurnakan lewat teguran Firman-Nya, lewat nasehat nasehat sesama anak-anak Tuhan di dalam fellowship bersama orang-orang beriman. Itulah rahasia berjalan bersama dengan Tuhan. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-11 21:39:00

Kamis 11Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Bagaimana mungkin seorang manusia biasa yang hidup dibumi, namun dapat hidup dengan tidak bercela dihadapan Tuhan? Inilah satu rahasia kebenaran yang perlu sama-sama kita perhatikan dan renungkan. Ketika manusia rela untuk hidup dan berjalan atau menjalani hidupnya bersama-sama dengan Tuhan, saat itulah manusia akan mengalami keadaan yang dibalut atau dibenarkan di dalam kesempurnaan Allah sendiri. Ada satu kesempatan yang dilukiskan di Keluaran 33, dimana Musa rindu untuk melihat wajahTuhan, tapi Tuhan ber Firman bahwa tidak seorangpun yang pernah melihat Tuhan dan tetap hidup... Namun demikian, Tuhan berkata begini: 'ada satu tempat dekat dengan KU,' dan di tempat itu Musa tiba-tiba bisa melihat Tuhan dan tetap hidup... Mengapa demikian? Karena Musa berjalan didekat Tuhan, ditempat itu tiba-tiba Musa yang tidak sempurna, yang seharusnya mati karena melihat Tuhan, namun terbalut oleh kebenaran dan kesempurnaan Tuhan sehingga dapat tetap hidup. Itulah rahasia berjalan bersama dengan Tuhan, dimana kebenaran Tuhan membalut manusia yang tidak sempurna sehingga yang terlihat adalah kesempurnaan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-10 22:50:56

Rabu 10 Januari 2018

Shalom...
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Berjalan dan hidup dihadapan Tuhan ini dasar yang berbeda dengan apa yang agama pada umumnya ajarkan dan harapkan. Agama menuntut pengikutnya untuk mati atas nama agama, Tuhan Allah Israel sebaliknya menuntut umat-Nya untuk hidup dihadapan-Nya... Bukan hanya hidup, tapi hidup dan berjalan dihadapan-Nya dengan tidak bercela. Hidup dan berjalan dihadapan Tuhan itulah satu process kehidupan sehari hari, bukan sekedar satu acara ritual keagamaan. Hidup dan berjalan dihadapan Tuhan itu berbicara tentang kharakter yang ditampilkan dihadapan-Nya dan dihadapan orang lain, berbicara tentang kehidupan sehari hari, berbicara tentang tingkah laku dan perangai kita, cara kita memperlakukan sesama, perkataan dan tutur bahasa kita, semua hal itu adalah bagian dari pada hidup dan berjalan dihadapan Tuhan, dan itulah yang Tuhan tuntut dari pada kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-09 23:56:36

Selasa 09 Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Coba lihat dan renungkan sungguh-sungguh apa isi Perjanjian Kekal yang Tuhan tuntut dari kita umat kesayangan-Nya, "...hiduplah atau berjalanlah dihadapan-KU dengan tidak bercela..." Jika kita sungguh-sungguh memperhatikan perkataan Tuhan kepada Abraham ini, disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar antara Kekristenan atau Judeo Christianity dengan semua agama-agama yang ada... Bukan ritual-ritual agama yang Tuhan tuntut dari Abraham dan keturunannya, bukan acara acara ibadah yang Dia minta, bukan juga perbuatan baik ini itu atau sedekah, bukan semedi atau bertapa berjam-jam atau yang mungkin jika kita rohanikan, berdoa berjam jam yang Tuhan harapkan... tapi justru Tuhan menuntut keturunan Abraham untuk hidup dan berjalan di hadapan-Nya dengan tidak bercela... itulah yang Tuhan mau kita kerjakan. Kekristenan adalah pola dan gaya hidup dihadapan Tuhan dengan tidak bercela, bukan sekedar acara agamawi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-08 22:54:56

Senin 08 Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Pertama kali Tuhan hendak membangun satu bangsa, satu umat kepunyaan-Nya sendiri, umat kesayangan-Nya, Dia memilih Abraham sebagai benih untuk dibangunNya menjadi bangsa pilihan tersebut, itulah cikal bakal bangsa Israel. Terhadap bangsa ini, Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan mengadakan satu perjanjian kekal, sehingga akibat dari perjanjian kekal yang Tuhan rancangkan dan bangun sendiri, umat-Nya akan hidup di dalam keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Apa yang harus dikerjakan oleh umat-Nya sesuai dengan isi perjanjian kekal tersebut atau the everlasting covenant? Inilah ysng Tuhan minta dari kita: "...hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela"!, bahkan KJV lebih tegas lagi mengatakan: "...walk before Me, and be thou perfect...atau hidup dan berjalan-lah dihadapan KU, dan jadilah sempurna..." Mungkinkah manusia berlaku demikian? Mungkinkah kita dapat berjalan dengan berlaku tidak bercela atau sempurna dihadapan-Nya? Mungkin!, bahkan pasti demikian, jika Perjanjian Kekal Tuhan berlaku dalam hidupmu. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-07 23:03:34

Jumat 05 Januari 2018

Shalom
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Pembawa berita damai sejahtera yang setia adalah pribadi yang rela untuk mengampuni lebih dari satu kali. Coba renungkan apa sebenarnya maksud perkataan Yesus di Matius 18:21-22 ini: "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Bukankah hal ini sesungguhnya meneguhkan apa yang Dia katakan sebelumnya, "Jika pipi kananmu ditampar, berikan juga pipi kirimu" atau dengan kata lain, jangan takut untuk dilukai ke dua kalinya, jangan takut untuk disakiti kembali...tapi dengan setia dan terus menerus membawa kabar damai sejahtera. Inilah yang hanya Kristus didalam diri manusia yang dikuasai Roh Kudus yang dapat mengerjakan hal ini. Untuk menggenapi kebenaran ini, kita membutuhkan kesetiaan yang Roh Kudus mulai bangun dan kerjakan didalam hidup kita, saat itulah kita mendatangkan kesukaan bagi Tuhan. Have a blessed weekend, GBU ‎

dibuat pada : 2018-01-05 00:11:05