Daily Devotion

Kamis 4 Januari 2018

Shalom....
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Pembawa berita damai sejahtera haruslah menjadi pribadi yang setia untuk membawa berita. Mengapa harus setia? Sebab berita damai sejahtera itu membutuhkan kesabaran, pengampunan, dan melupakan ysng sudah lalu, itulah sebabnya berita damai sejahtera itu harus dikerjakan dengan setia. Kehadiran Yesus di bumi ditandai dengan pengajaran yang sulit diterima akal sehat, bayangkan, Dia berkata di Matius 5:39 "...Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu." Apa sebenarnya makna dari perkataan ini? Ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri? Itulah satu pola pikir anak-anak Tuhan yang rela dan siap untuk disakiti 2 kali. Seringkali kita tidak suka atau sangat membatasi diri untuk rela disakiti lebih dari sekali, bahkan kita anggap sebagai satu kebodohan untuk disakiti 2 kali, tapi jika kita rindu untuk menjadi pembawa berita damai yang setia, kita perlu rela disakiti lebih dari sekali. Renungkan kebenaran ini... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-04 00:30:21

Rabu 03 Januari 2018

Shalom....
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Kesetiaan kita untuk membawa khabar damai sejahtera inilah yang sungguh menyukakan hati Allah. Bukankah Dia sendiri yang berkata di Matius 5:9 "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah..." Dengan demikian, julukan bagi kita anak-anak Tuhan sebagai 'anak-anak Allah' hanya berlaku bagi kita apabila kita dengan setia membawa berita damai sejahtera... itulah tugas kita sebagai anak-anak kerajaan Surga. Kehadiran setiap anak-anak Tuhan di setiap tempat di dalam hidupnya seharusnya disitu juga kita membawa berita damai sejahtera. Bukti rumah tangga yang diberkati Tuhan adalah adanya damai sejahtera di dalam rumah tangga tersebut, demikian juga di dalam satu usaha, satu masyarakat, bahkan satu bangsa. Hanya rumah tangga yang penuh damai sejahtera-lah yang dapat terus-menerus menikmati berkat dan perlindungan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-02 23:13:37

Selasa 02 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
2 Timotius 3:15-16 "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran..."

Happy new year 2018...
Tahun yang baru adalah saat yang tepat untuk membuat satu "New Year Resolution", sudahkah saudara memiliki satu resolusi baru untuk hidupmu di tahun baru ini?

Beberapa orang berkata, resolusi saya ditahun 2018 ini adalah :
- saya mau turun 15 kg berat badan saya...
Ada juga yg berkata: 
- saya akan berhenti merokok...
Atau yang lain berkata:
- saya akan belajar bahasa Mandarin tahun ini...

Semua ini mungkin saja tidak salah, tapi coba saya usulkan satu resolusi tahun baru ini, yang mana hal ini akan menjadi satu senjata pamungkas untuk memahami arti dan tujuan hidupmu, memampukanmu untuk mendeteksi rencana dan siasat iblis atau musuh-musuh... dan merubah kharaktermu sekaligus. Semua hal itu engkau akan terima dgn sekedar melakukan satu kebiasaan baru ini, dan ini harus menjadi New Year Resolution bagi kita masing-masing, yaitu:

BERTEKUNLAH MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN TIAP-TIAP HARI!!!

Sesederhana itu. para ahli pendeteksi uang palsu atau counterfeiting itu dilatih selama lebih dari 6 bulan, dan tiap tiap hari, mereka hanya meraba, mencium, memperhatikan, meneliti uang uang Dollar yang asli. Mereka memperhatikan warnanya, bentuk gambar-gambarnya, baunya, merasakan sentuhannya dijari jari mereka, itulah kerja mereka selama 6 bulan lebih, hanya itu, hanya tekun memperhatikan, merasa, mencium, mungkin menjilat yang asli....

Setelah lewat 6 bulan, mereka berdiri dihadapan satu conveyor atau belt yang berjalan dimana ada uang uang Dollar yang lewat didepan mereka... beberapa lembar dari Dollar Dollar tersebut sengaja dicampurkan dengan Dollar yang palsu... tapi lebih dari 98%, mereka berhasil mencurigai yang palsu...
Yang ini,... kok warnanya agak aneh...
Yang ini,... gambarnya kurang sreg di mata...
Oh kalau yang ini,... kok dirabanya agak janggal...

Semua itu mereka dapat kerjakan hanya karena mereka bertekun dan tiap tiap hari memperhatikan yg asli, sehingga ketika yang palsu lewat, panca indra mereka sudah terlatih menolak yang palsu.

Jangan kira penyesatan akan datang dari mesjid-mesjid atau dari wihara atau kuil-kuil Hindu... penyesatan akan datang dari atas mimbar gereja, lewat para hamba-hamba Tuhan yang luar biasa... mampukah saudara sebagai jemaat Tuhan mendeteksi ketika engkau mendengar suara dari mimbar yang sebenarnya bukan suara Tuhan? Bagaimana mungkin saudara mampu jika engkau sendiri tidak mengenal suara Allahmu yang sesungguhnya...

Sebagai gembala sidang, saya sangat merindukan dan berdoa sungguh-sungguh agar saudara semua tanpa terkecuali, mampu tanpa diarahkan oleh gembala, untuk mendeteksi suara gembala Agung kita yaitu Yesus Kristus sendiri. Semua itu hanya akan engkau dapatkan jika engkau punya waktu waktu khusus menyelidiki Firman Tuhan yang benar!

Luangkan waktu untuk melihat dan enjoy cuplikan video di satu farm di‎ Fjeld Gard, Herestua, Norwegia ini... Kenalkah engkau suara Gemba-mu?

Happy new year 2018
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-01 23:26:15

Senin 01 Januari 2018

Shalom
Amsal 25:13 "...Seperti Sejuk Salju Di Musim Panen, Demikianlah Pesuruh Yang Setia Bagi Orang-orang Yang Menyuruhnya. Ia Menyegarkan Hati Tuan-tuannya."

"Pesuruh Yg Setia" Yang Disebutkan Didalam Amsal 25 Diatas Sebenarnya Lebih Tepat Diterjemahankan Oleh King James Sebagai "faithful Messenger" Atau Pembawa Berita Yang Setia. Bagi Dia Yang Memiliki Berita Itu Sendiri, kesetiaan Sang Pembawa Berita Itu Salju Dimusim Panen, Menghembuskan Angin Segar Bagi Hati Sang Pemilik Berita Itu Sendiri. Sesungguhnya, Bagi Setiap Kita Yang Sudah Diselamatkan Dan Telah Menerima Penebusan Dan Pengampunan Dosa, Setiap Kita Adalah "pesuruh atau Pembawa Berita Tersebut", Dan Jika Kita Rela Untuk Berlaku Setia Dalam Membawakan Berita Yang Tuhan Titipkan Kepada Kita, Maka Kita Akan Menyukakan Hati Sang Pemilik Berita, Yaitu Sesuatu Yang Menyegarkan Hati Tuhan. Bukan Seberapa Baik Kita Menyampaikan Berita Tersebut Atau seberapa Fasih Lidah Kita Ketika Sedang Menyampaikan Berita Tersebut, Tapi Berapa Setia Kita, Itulah Yang Menyukakan Hati Sang Pemilik Berita. Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2018-01-01 01:11:03

Jumat 29 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Kehidupan anak-anak Tuhan yang berkenan kepada Tuhan adalah bukan sekedar hidup ibadahnya yang benar, tapi hidupnya itu sendiri benar... Hidup yang benar adalah hidup yang juga benar diluar waktu atau acara ritual ibadah, sebab pada umumnya, manusia agamawi akan tampil benar hanya pada waktu waktu ibadah. Hal yang paling menonjol dari kehidupan ibadah adalah korban yang tidak disertai kebenaran dan keadilan. Ketika kita sekedar melakukan atau memberi korban, siapapun dan apapun alasannya, akan sangat mudah untuk menarik pujian dan pengagungan dari orang lain atas apa yang kita kerjakan, sehingga seringkali hal ini dikerjakan orang bukan keluar dari hati yang murni karena kasih. Pada waktu anak anak, kita menceritakan kepahlawanan Robin Hood yang luar biasa, yang merampok orang-orang kaya dan menebarkan harta bagi orang miskin, mungkin itu dianggap sebagai korban yang baik hati, tapi apakah hal itu benar? Belajarlah untuk hidup benar dan adil, maka akibat luapan kebenaran dan keadilan yang hidup dihati kita, hidup kita rela untuk mempersembahkan korban. Have a blessed weekend, GBU

 

dibuat pada : 2017-12-28 23:34:35

Kamis 28 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Tidak sedikit orang-orang percaya yang mengerjakan yang persis sama seperti yang Yudas Iskariot juga lakukan, ketika mereka tersingkap kesalahan dan dosanya, jika mereka tidak melakukan seperti yang Adam dan Hawa kerjakan, yaitu menunjuk atau menyalahkan orang lain yang menurut pendapat-nya telah berdosa atau bersalah lebih dari pada diri mereka sendiri, hal kedua yang paling sering dilakukan orang percaya adalah mencoba untuk menebus atau lebih tepatnya, menutupi kesalahan dan dosanya dengan 'membayar harganya atau membayarnya dengan sesuatu' kepada rumah TUHAN. Hal itu bisa dalam bentuk persembahan, active beribadah, atau pelayanan, atau hal hal rohani lainnya. Dengan demikian, bukankah kita kembali kepada kekelaman masa suram gereja di masa dulu, ketika gereja menjadi begitu sesatnya sampai sampai memperjual belikan 'surat pengampunan dosa'? Sekali lagi, Tuhan lebih berkenan kepada kebenaran dan keadilan dari pada korban... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-27 23:47:51

Rabu 27 Desember 2017

Shalom...
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Hal lain yang sering dilakukan oleh manusia yang bahkan sudah menjadi kebiasaan dan sangat merusak hubungan kita dengan Tuhan adalah dengan 'berkorban' ketika dosa kita terungkap, atau dengan kata lain yang lebih vulgar, mencoba menyogok Tuhan dengan korban dan persembahan kita. Ingat apa yang terjadi dengan Yudas Iskariot? ‎Matius 27:3-5 "...Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, & berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri..."Pertobatan Yudas ditandai dengan Yudas 'melemparkan uang hasil curiannya ke dalam Bait Allah. Yudas berfikir, itulah cara yang tepat untuk dia lakukan, dia berfikir dengan membayar korban, semua kesalahan menjadi selesai. Sebaliknya Firman Tuhan katakan: "Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban." Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-27 00:17:31

Selasa 26 Desember 2017

Shalom....
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Sejak pertama kali dosa masuk kedalam dunia, dosa itu tidak ditanggapi dengan pengakuan bersalah apalagi pertobatan yan dimulai dengan permintaan maaf, justru apa yang terjadi? Bagi Adam, dia berkata: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (Kej 3:12), lalu ketika Hawa ditanya, Hawa menjawab: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kej 3:13)

Hanya ular yang tidak ditanya, tapi langsung dikutuk. Sudah sejak manusia pertama jatuh kedalam dosa, manusia selalu mencari pembenaran untuk dirinya sendiri dengan membeberkan kesalahan orang lain yang dianggap lebih berdosa dari pada dirinya sendiri. Dengan cara demikian, dosa tidak akan pernah menemukan penyelesaiannya, tapi sekedar melemparkan kesalahan kepada orang lain. Sebaliknya, jika kita mau belajar untuk hidup benar dihadapan Tuhan, belajarlah untuk membiarkan Tuhan yang menguji hati kita, dan membenarkan kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-25 23:26:06

Senin 25 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Membenarkan diri sendiri adalah sifat dan kebiasaan manusia untuk menutup-nutupi kesalahan-nya sendiri. Tidak perlu diajarkan, bahkan sejak kecil sekalipun, kita sudah fasih untuk berbohong atau mengalihkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain. Kebiasaan yang sering kita temukan diantara para koruptor yang tertangkap dan dipenjarakan, mereka berusaha membela diri sendiri dengan cara bersaksi untuk menyatakan kesalahan orang lain. Hal ini dibenarkan oleh hukum, contohnya, General Michael Flynn yang sedang diinterogasi oleh special counsel Robert Mueller dengan beberapa dakwaan korupsi dan kejahatan kriminalitas lainnya, Flynn terancam hukuman penjara 60 tahun jika semua tuntutan special counsel dapat dibuktikan, akhirnya Flynn memutuskan untuk berkolaborasi dengan jaksa penggugat tersebut dengan bersedia bersaksi secara terbuka yang mungkin akan membeberkan kesalahan orang-orang diatasnya, yang kemungkinan besar akan membawa kejatuhan president Donald Trump. Untuk itu Flynn akan mendapatkan keringanan hukuman hanya sebatas 6 sampai 12 bulan kurungan. Apakah tindakan Flynn itu benar? Secara hukum benar, tapi apakah dia lakukan atas dasar berbuat benar dan dengan hati nurani yang mulia? Belum tentu,... sebab jika tanpa imbalan pengurangan hukuman, apakah mungkin dia mau tetap bersaksi yang benar? Itulah makna : "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati..." Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-25 02:17:48

Jumat 22 Desember 2017

Shalom...
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Pemerintahan Kristus sebagai Tuhan dan Raja di hidup manusia menandai datangnya Natal dihati kita secara pribadi. Pemerintahan-Nya akan ditandai dengan keajaiban, keperkasaan, dan kedamaian dan semua itu ada di dalam kekekalan... Yesaya menubuatkan lambang pemerintahan Kristus diatas bahu-Nya demikian: ‎"...Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: PenasihatAjaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yes 9:6). Hari ini, jika sungguh Kristus itu sudah lahir dihidup kita, adakah lambang atau tanda tanda itu menyertai hidup kita? Keajaiban Tuhan,... Keperkasaan atau kekuatan dan teguh utk bertahan dlm keadaan apapun,... kedamaian yang terus menerus... semua itu warna dari pemerintahan Kristus yg permulaan pemerintahan-Nya sudah sejak purbakala, dan sekarang hidup di hidupmu dan hidupku...

Merry Christmas, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-21 21:13:49

Kamis 21Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Tuhan Allah kita yang menjadi Juru selamat kita bukan hanya akan datang memerintah nanti pada akhir jaman, tapi nubuatan kitab Mikha dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahan Tuhan kita itu sudah dimulai sejak purbakala, sejak pada awal pertama sekali, sebab Mikha menubuatkan bahwa "...dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Kebenaran ini menegaskan dan memberi kita kepastian bahwa bagi kita orang-orang percaya, sudah seharusnyalah kita tidak perlu takut dan tawar hati, sebab hidupmu ada dibawah pemerintahan Tuhan yang maha adil dan dasyat... Jika pada jaman pemerintahan Salomo saja semua rakyat hidup dengan makmur, sebab Saloma sangat kaya raya, dan pada jaman Daud seluruh Israel hidup dengan aman, sebab Daud itu seorang pahlawan yang gagah perkasa, dan pada jaman Samuel, semua rakyat Israel hidup dengan damai, apalagi jika kita hidup di bawah pimpinan Tuhan, semua kedamaian, kemakmuran dan keamanan adalah bagian kita, sebab Raja kita itu adalah Raja Damai ysng gagah perkasa dan maha kaya... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-20 23:20:40

Rabu 20 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi Engkau, Hai Betlehem Efrata, Hai Yang Terkecil Di Antara Kaum-kaum Yehuda, Dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, sejak Dahulu Kala."

Tuhan Allah Kita Yang Menjadi Juru Selamat Kita Bukan Hanya Akan Datang Memerintah Nanti Pada Akhir Jaman, Tapi Nubuatan Kitab Mikha Dengan Tegas Menyatakan Bahwa Pemerintahan Tuhan Kita Itu Sudah Dimulai Sejak purbakala, Sejak Pada Awal Pertama Sekali, Sebab Mikha Menubuatkan Bahwa "...dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, Sejak Dahulu Kala." Kebenaran Ini Menegaskan Dan Memberi Kita Kepastian bahwa Bagi Kita Orang-orang Percaya, Sudah Seharusnyalah Kita Tidak Perlu Takut Dan Tawar Hati, Sebab Hidupmu Ada Dibawah Pemerintahan Tuhan Yang Maha Adil Dan Dasyat... Jika Pada Jaman Pemerintahan Salomo Saja Semua Rakyat Hidup Dengan Makmur, Sebab Saloma Sangat kaya Raya, Dan Pada Jaman Daud Seluruh Israel Hidup Dengan Aman, Sebab Daud Itu Seorang Pahlawan Yang Gagah Perkasa, Dan Pada Jaman Samuel, Semua Rakyat Israel Hidup Dengan Damai, Apalagi Jika Kita Hidup Di Bawah Pimpinan Tuhan, Semua Kedamaian, Kemakmuran Dan Keamanan adalah Bagian Kita, Sebab Raja Kita Itu Adalah Raja Damai Ysng Gagah Perkasa Dan Maha Kaya... Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-12-20 22:43:03