Daily Devotion

Jumat 02 Maret 2018

Shalom ...
Yesaya 40:8 "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

‎Firman Allah yang kekal dan tidak berkesudahan itulah pribadi Allah sendiri. Jika kita rela menerima ke-absolutan Firman Allah apa adanya, maka barulah saat itu kita akan dapat memahami dan melihat kuasa yang bekerja didalam-Nya. Pada Firman Allah ada kuasa penciptaan,... ingat bumi dan langit serta segala isinya terjadi dan boleh ada hanya karena Firman Allah,... karya karya mujizat yang Yesus kerjakan semua karena Firman Allah,... bahkan perubahan kharakter pada diri manusia itu terjadi hanya karena Firman Allah, sebab pada-Nya ada karya penciptaan. Lihat apa yang terjadi bagi jemaat di Berea: Kisah Para Rasul 17:11 "...Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." Kenalilah kuasa yg ada pada Firman Tuhan... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-03-02 00:11:15

Kamis 01 Maret 2018

Shalom...
Yesaya 40:8 "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Seorang filosofer atheist yang dahulunya adalah seorang siswa sekolah seminary atau sekolah Alkitab, Friedrich W Nietzsche menulis satu buku berjudul 'God is dead in the 19 century'. Bagaimana mungkin seorang yang mengenal Firman Tuhan sejak masa kanak kanannya, bahkan sempat masuk ke dalam satu sekolah Alkitab dengan tujuan utk melayani Firman itu sendiri, justru berbalik dan melawan Firman sedemikian rupa... Benarkah Tuhan sudah mati di abad ke 19? Karena tekanan yang dilihat dan dihadapi di hidupnya, Nietzsche tidak dapat memahami lagi akan keutuhan Firman Tuhan,... betapa banyaknya penumpahan darah saat itu, dan betapa banyaknya kesusahan dan kesulitan, dan bagaimana dapat dikatakan bahwa Firman Tuhan itu hidup jika kehidupan itu sendiri tidak bersaksi demikian? Diperlukan satu percaya total akan Firman Tuhan jika kita mau melihat kuasa-Nya bekerja,... lewat kesusahan dan tekanan sekalipun, Dia akan memberikan kita jalan keluar (1 Kor 10:13). Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-03-01 00:19:48

Rabu 28 Pebruari 2018

Shalom...
Yesaya 40:8 "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

Pemahaman yang benar akan Firman Tuhan itu harus bertitik tolak dari keabadian dan kekekalan yang ada pada-Nya. Inilah sifat absolute yang ada pada Firman Tuhan yang mengatasi semua hal lain yang ada di hidup ini. Keadaan dan masalah yang kita hadapi tidak akan pernah dapat membatalkan kebenaran Firman Tuhan, dan hanya apabila kita siap menerima keutuhan Firman Tuhan seperti inilah, maka Firman Tuhan itu akan menjadi hidup dan berkuasa bagi kita, sama seperti apa yang Yesaya nubuatan diatas: "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." Kebenaran Firman Tuhan tidak akan menjadi kering seperti rumput atau mati dan tidak berdaya lagi, juga Firman Tuhan tidak akan menjadi layu atau ketinggalan jaman atau menjadi tidak relevant lagi seperti bunga yang sudah layu. Kenyataan yang banyak saya temukan didalam pelayanan saya pribadi, ada begitu banyak orang-orang percaya yang menemukan Firman Tuhan itu sudah tidak relevant atau tidak berdaya kuasa lagi di hidup mereka,...mengapa demikian? Sebab kita tidak sungguh-sungguh menerima Firman Tuhan itu sebagau mana adanya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-28 01:20:51

27 Pebruari 2018

Shalom...
Yesaya 40:8 "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Yesaya menegaskan akan keabadian dan kekekalan Firman Tuhan yang diperbandingkan dengan rumput dan bunga bunga, sebab rumput akan satu kali menjadi kering dan tidak dapat bertahan, demikian juga dengan bunga bunga, keindahannya akan pudar dan menjadi layu satu ketika, namun Firman Tuhan itu kekal dan tetap relevant, tetap berlaku untuk selama-lamanya, tidak terbatas oleh waktu dan keadaan, atau tidak berubah karena situasi apapun. Pemahaman ini sangat penting, sebab ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang merasa bahwa dengan situasi hidup yang sedang dia hadapi saat ini, maka Firman Tuhan itu tidak lagi relevant untuk diikuti. Hal sederhana contohnya, ketika Firman Tuhan berkata: "Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel..." (Mal 2:16), saya sering menemukan beberapa anak anak Tuhan yang bahkan sudah melayani Tuhan berkata, suami atau istri saya itu pantas untuk diceraikan, sebab dia sudah terlalu menyakitkan saya... Benarkah Firman Tuhan itu tidak lagi berlaku untuk masalahmu? Tidak mampukah Tuhan bertindak saat seperti ini? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-27 02:27:35

Senin 26 Pebruari 2018

Shalom...
Yesaya 40:8 "....Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

Prinsip yang benar untuk melihat dan memandang Firman Tuhan itu adalah sebagai 'Perintah atau Commandments' dari Tuhan, bukan sebagai usulan atau wejangan - suggestion dari Tuhan, itu sebabnya Firman Tuhan disebut di kitab kitab Musa sebagai the Ten commandments bukan Ten Suggestion! Perkataan commend atau order atau perintah itu paling dimengerti oleh seorang prajurit militer. Semua prajurit militer harus memahami dan mengerti betul bahkan dapat menghidupi arti dari sebuah pernyataan 'order atau direct commend, perintah langsung... Ketaatan total dari seorang prajurit terhadap perintah yang dikeluarkan oleh atasan-nya itu tidak dapan dan tidak mungkin dilanggar, selama dia masih ingin menjadi seorang prajurit. Bagaimana dengan saudara dan saya? Adakah engkau dan saya memahami Firman Tuhan itu sebagai perintah atas kita atau sekedar sebuah usulan? Karena pemahaman yang keliru akan hal ini dapat merubah total jalan dan arah hidup kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-25 23:50:09

Jumat 23 Februari 2018

Shalom....
1Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Jika seseorang menghormati Tuhan, maka dia juga akan menaruh rasa hormat kepada apa yang Tuhan sedang kerjakan. Hanya perkara kecil dan sederhana seperti-nya jika kita melihat dan membayangkan apa yang telah dilakukan oleh Mikhal, namun sesungguhnya dihadapan Tuhan hal itu bukan perkara sederhana. Kitab 2 Samuel 6 menceritakan Uza yang mengulurkan tangan-nya untuk menyelamatkan tabut Allah yang tergelincir yang diusung oleh lembu lembu, dan perbuatan Uza telah membuat dia mati dibunuh Tuhan saat itu. Apa salah Uza? Bukankah wajar jika dia mencoba menyelamatkan Tabut Allah yang hampir tergelincir? Masalahnya adalah karena Uza tidak menaruh hormat akan Tuhan, dia menganggap hadirat Tuhan adalah sesuatu yang biasa dan tidak perlu dihormati, itulah yang harus dijaga dari hati setiap anak-anak Tuhan, hormat akan Tuhan! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-23 00:45:44

Kamis 22 Februari 2018

Shalom...
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Ada satu peristiwa kepahlawanan Mikhal yang dituliskan di 1 Samuel 19, dimana saat itu Daud suami Mikhal sedang dikejar kejar oleh Saul untuk dibunuh. Malam itu tentara Saul sudah diberi tugas untuk mengamat amati Daud, dan keesokan paginya, Daud akan dibunuh. Mikhal sang istri berusaha menasehati dan menolong nyawa suaminya, Daud diminta untuk melarikan dan menyelamatkan diri malam itu juga dengan keluar dari jendela kamar. Akibatnya, nyawa Daud dapat diselamatkan Bukankah kepahlawanan Mikhal ini luar biasa? Dia seorang yang berbudi, seorang wanita yang bijak yang menyelamatkan nyawa suaminya, menolong dan mendukung suaminya... Jika dalam konteks kita sehari hari, inilah dia figure seorang wanita bijak yang luar biasa. Sekalipun demikian, hormat akan Tuhan itu tidak bisa digantikan dengan perbuatan baik kita, sama seperti keselamatan yang kita peroleh lewat penebusan darah Kristus tidak akan dapat digantikan dengan amal sedekah kita. Hormat akan Tuhan itu mutlak, dan menghormati orang yang Tuhan urapi itu juga mutlak... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-22 02:41:04

Rabu 21 Februari 2018

Shalom....
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Samuel menuliskan tentang peristiwa itu dengan sedikit lebih lengkap, demikian: 2 Samuel 6:21-23 "Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari,

bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." 

Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..." Apa hubungan-nya bahwa Mikhal binti Saul memandang rendah Daud dengan dia tidak mendapat anak sampai hari matinya? Anak adalah buah dari pernikahan, dari satu hubungan, kondisi Mikhal yang tidak mau merendahkan diri bahkan dengan memandang rendah orang yang memuliakan Tuhan telah membuat hidupnya tidak bisa berbuah dan menghasilkan apa-apa yang baik... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-20 22:48:57

Selasa 20 Februari 2018

Shalom....
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Mikhal istri Daud adalah juga anak dari raja Saul. Tidak banyak diceritakan latar belakang Mikhal, tapi yang diterangkan dengan jelas adalah Mikhal istri Daud memandang Daud suaminya dengan rendah karena Daud melompat-lompat dan menari-nari dihadapan Tabut Perjanjian TUHAN. Inilah yang perlu kita mengerti, ketika kita memandang rendah atau tidak menaruh hormat kepada seseorang yang sedang menghormati Tuhan, hal itu sama seperti kita memandang rendah Tuhan sendiri. Menghormati Tuhan tidak hanya dalam bentuk atau dengan cara melakukan ibadah-ibadah keagamaan dengan khusuk, tapi melakukan Firman Tuhan dengan benar termaksud menghormati Tuhan di dalam diri orang-orang yang Tuhan tempatkan di atas kita atau menghormati orang-orang yang Tuhan urapi. Ketika Mikhal memandang rendah Daud, dia bukan hanya merendahkan Daud, tapi juga Tuhan yang dipermuliakan oleh Daud. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-19 22:03:38

Senin 19 Februari 2018

Shalom...
1 Tawarikh 15:29 "Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..."

Dalam minggu ini, melalui Daily Devotion, kita akan belajar dan merenungkan arti kata 'hormat'. Sejak kecil, anak-anak kita diajarkan untuk memahami kata 'hormat' dan mengabdikan-nya di dalam kehidupannya sehari hari. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua, menghormati guru-guru mereka disekolah, kemudian semakin dewasa, mereka diajar untuk menghormati waktu, dan semakin dewasa lagi, mereka diajar untuk menghormati ikat janji atau komitment. Anak-anak yang tidak memahami sungguh kata hormat tidak akan menjadi pribadi yg berguna dimasa depannya. Terkadang ada banyak orang tua yang lupa menanamkan betapa pentingnya kata hormat itu di berikan kepada Tuhan, sebab kemungkinan besar, kitapun tidak menghormati Tuhan sehingga tidak merasa perlu menanamkan rasa hormat akan TUHAN kepada anak-anak kita. Belajar dan ajari anak-anak kita untuk menghormati Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-19 00:23:54

Jumat 16 Februari 2018

Shalom
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Inilah sebenarnya kehidupan kekristenan kita. Kekristenan bukanlah sekedar ilmu pengetahuan atau seberapa banyak ritual ritual agamawi yang kita kerjakan. Kekristenan itu adalah iman kepada Kristus Yesus yang melangkah melakukan Firman-Nya. Ada seorang anak kecil yang pergi ke sungai untuk belajar mendayung dengan ayahnya. Disitu sudah tersedia satu perahu dengan dua dayung, satu disisi kiri dan satu disisi kanan perahu tersebut. Satu papan dayung bertuliskan 'iman', dan yang satu lagi bertuliskan 'action atau tindakan'. Sang anak bertanya, apa maksudnya? Lalu sang ayah menaiki perahu tersebut dengan anaknya dan mulai mendayung maju dengan satu dayung iman saja, kapal berjalan berputar dan kembali ketempat yang tepat sama seperti pada waktu mereka menaiki perahu tersebut, kemudian sang ayah mendayung lagi dengan papan dayung action dan kapal itu berputar lagi kearah yang berlawanan, tapi kembali ke tempat yang sama juga. Iman harus bergerak bersamaan dengan tindakan, sehingga akan maju bergerak... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-02-16 00:55:33

Kamis 15 Februari 2018

Shalom.....
Lukas 11:1 "...Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 

Mujizat pertama yang dibuat Yesus ketika Dia berada di muka bumi adalah mujizat di pernikahan di Kana. Saat itu Dia merubah air menjadi anggur.

Pernahkah saudara memperhatikan, kapan air itu berubah menjadi anggur? Bukan ketika ke enam tempayan pelayan itu diisi penuh dengan air, bukan juga ketika air itu dicedok oleh para pelayan-pelayan, juga bukan ketika air itu dibawa kepada pemimpin pesta, tapi ketika air itu di kecap oleh pemimpin pesta, barulah saat itu mujizat terjadi. Diperlukan iman yang bergerak dan bertindak untuk merubah air menjadi anggur. Pelayan-pelayan telah taat mengisi tempayan perbudakan diluar rumah pesta... para juru minum juga telah taat mengambil air dari tempayan untuk membasuh kaki dan dibawa di dalam gelas anggur untuk dihidangkan, barulah ketika air itu dikecap, mujizat terjadi... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-02-15 01:45:41