Daily Devotion

Selasa, 13 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Orang benar tdk akan pernah ditinggalkan Tuhan, bukankah itu luar biasa? Jaminan apa lagi yg lebih menarik daripada perkataan Firman Tuhan bahwa bagi kita, orang orang yg dibenarkan sehingga layak disebut sbg orang benar? Bagi orang benar yg hidupnya sesuai dgn rencana Tuhan, kita tdk akan mengalami kekurangan, bahkan orang benar akan hidup berlimpah dan menjadi berkat bagi orang lain... ia bahkan akan selalu menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman. Inilah kebenaran yg harus benar benar kita fahami dan alami, jika saudara dan saya hidup benar, hidup sesuai dgn rencana Tuhan, mungkinkah kita harus kekurangan atau meminta minta atau meminjam? Firman Tuhan dgn jelas berkata bahwa hidup orang benar akan menjadi berkat buat orang lain, bukan menjadi benalu atau menjadi beban bagi orang lain. Dgn demikian, hidup orang benar tdk akan mempermalukan Bapa di Surga.

dibuat pada : 2016-09-12 21:07:28

Senin, 12 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"‎Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."
Minggu lalu kita telah melihat dan merenungkan ayat 23 & 24 dari Mazmur 37 ini, dimana orang yg hidupnya  berkenan kpd Tuhan, sekalipun dia bisa jatuh, namun tdk akan hancur, sebab ada tangan Tuhan yg selalu menopangnya. Lebih jauh, coba perhatikan janji Tuhan bagi kita yg bersedia hidup sesuai dgn rencana Tuhan, orang yg demikian disebut sbg 'orang benar'! Jadi orang benar bukanlah orang yg tdk bersalah, sebab tdk ada seorangpun yg tdk bersalah, semua kita lahir dlm dosa, mewarisi dosa, dan memiliki kecenderungan dosa. Alkitab dgn tegas berkata: "...Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal;..." (Yakobus 3:2). Tdk ada yg benar sama sekali didlm diri kita, namun Firman Tuhan menyatakan bahwa orang yg hidup sesuai dgn rencana Tuhan, yg berkenan kpd-Nya, disebut sbg orang benar. Kita dibenarkan sesuai dgn penebusan Kristus bagi kita, itulah yg Firman Tuhan katakan tentang identitas kita. Itulah identitas baru bagi kita yg rela utk hidup sesuai dgn peta jalan hidup yg Tuhan sudah tetapkan bagi kita, yaitu hidup yg sesuai dgn 'peta dan teladannya Allah'.

dibuat pada : 2016-09-11 21:47:48

Jumat, 9 September 2016

Mazmur 37:23-24
"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 

apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya..."

Jadi sekarang kita tahu, topangan tangan Tuhan hanya berlaku bagi mereka yg hati nuraninya siap dan mampu menangkap signal suara Tuhan yg sedang berbicara ketika manusia itu jatuh, agar dgn demikian, mereka tdk sampai tergeletak. Ingat, didlm Kejadian 20, Abimelekh hampir hampir jatuh ke dlm dosa karena hendak menghampiri istri Abraham, namun melalui mimpi, Tuhan mencegah dan suara Tuhan itu ditangkap oleh hati nurani Abimelekh yg tulus dan murni, sebaliknya, didlm Bilangan 22-24, Bileam seorang nabi Tuhan telah berkali kali mendengar teguran Tuhan, namun dia mengeraskan hatinya yg degil, sehingga Dia harus hancur total dan binasa... Jadi ingatlah, bagi kita, ada rencana besar Tuhan yg akan menjadi blue print dari hidup kita kedepan, dan sekalipun kita tersandung atau jatuh, kita tdk akan tergeletak, sebab tangan-Nya menopang kita dgn cara kadang menegur... kadang mengingatkan... kadang harus sedikit menekan... pastikan hatimu lembut agar engkau mampu menangkap isi hati-Nya.

dibuat pada : 2016-09-08 22:32:54

Kamis, 8 September 2016

Mazmur 37:23-24
"TUHAN Menetapkan Langkah-langkah Orang Yang Hidupnya Berkenan Kepada-Nya; 

Apabila Ia Jatuh, Tidaklah Sampai Tergeletak, Sebab TUHAN Menopang Tangannya..."

Mungkinkah Orang Yg Hidup Berkenan Kpd Tuhan Sekalipun, Tdk Pernah Jatuh Atau Berdosa? Tdk Mungkin! Tapi Satu Hal Yg Mungkin, Sebab Firman Tuhan Menjaminnya, Yaitu Sekalipun Jatuh, Orang Yg Hidup Berkenan Kpd Tuhan Tdk Akan Tergeletak! Ingat Daud, Berkali Kali Dia Jatuh, Tapi Apakah Dia Hancur? Tdk Demikian, Sebab Hatinya Berkenan Kpd Tuhan,... Selalu Ada Saja Cara Tuhan Utk Menegur Dan Mengoreksi Kita... Suara-Nya Selalu Dtg Sekalipun Dgn Begitu Lembut Utk Menegur Agar Kita Tdk Sampai Jatuh Tergeletak. Pastikan Hati Kita Selalu Dlm Posisi Yg Siap Ditegur Dan Siap Diajar! Lembutkan Hati Kita Terhadap Suara Teguran Tuhan, Pelihara Selalu Hati Nurani Yg Murni Dan Tetap Hidup, Sebab Itulah Penyeimbang Dari Kehendak Bebas Yg Tuhan Berikan! Jgn Biarkan Diri Kita Dgn Getol Mengembar Gemborkan 'kehendak Bebas' Tapi Lupa Memelihara Hati Nurani Yg Murni. Hari Hari Ini, Dunia Dgn Gigihnya Berjuang Utk Membela Perbuatan Jahat Dan Mesum Apa Saja Atas Nama Hak Asasi Manusia! Namun Manusia Lupa Utk Menggalang Dan Menghidupkan 'hati Nurani' Yg Murni, Sehingga Apa Untungnya Memiliki Semua Hak Hak Bebas Namun Membawa Kpd Kebiasaan?

dibuat pada : 2016-09-08 01:21:32

Rabu, 7 September 2016

Mazmur 37:23-24
"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 

apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya..."

Pernahkah saudara pikirkan, jika Tuhan tdk menghendaki Adam dan Hawa melanggar Firman-Nya, mengapa Dia memberi satu perintah atau larangan yg bisa dilanggar dgn mudah oleh manusia? Juga mengapa pohon itu tdk ditanam saja diatas awan awan sehingga tdk mungkin dijangkau manusia? Seandainya saudara dan saya memberi peringatan kpd anak anak kita yg masih kecil utk jgn bermain dgn pisau, mungkinkah bapa yg waras menempatkan pisau itu ditempat sembarangan yg mudah dijangkau anak anak? Tapi mengapa Tuhan lakukan hal tsb? Sebagai bapa yg waraspun, kita sadar bahwa tdk selamanya anak itu dpt di incubasi seterusnya,... ada waktunya anak itu harus menerima tekanan virus dan pengaruh dari luar yg jahat, utk hal itulah, anak tsb perlu di immunisasi utk mampu bertahan. Spt itulah Bapa disurga, Dia mau agar kita siap dgn hati yg jujur dan terbuka utk menerima kebenaran Firman-Nya dgn rela hati. Gunakan kehendak bebas yg engkau miliki utk menerima Firman TUHAN dgn kebenaran-Nya secara utuh sbg penyembahan kita.

dibuat pada : 2016-09-06 16:14:00

Selasa, 6 September 2016

Mazmur 37:23-24
"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 

apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya..."

Jadi sebenarnya masalahnya bukan terletak kpd apakah Tuhan pilih kasih atau tdk... apakah benar bahwa TUHAN menentukan yg satu utk diselamatkan sedangkan yg lain ditetapkan utk binasa... tapi jelas masalahnya adalah karena ketika Tuhan menciptakan manusia, ada satu yg disebut 'free will atau kehendak bebas' yg dimiliki oleh manusia. Kehendak bebas inilah yg tdk akan memaksa kita utk harus ikut rencana Tuhan, tapi kerelaan hati kita mutlak diperlukan utk menentukan utk mengambil keputusan apa dan suara siapa yg akan kita ikuti, itulah free will atau kehendak bebas yg dimiliki manusia. Hanya jika kita menggunakan kehendak bebas kita sendiri utk berjalan sesuai dgn rencana Tuhan lah yg akan menjadikan hidup kita berkenan kpd-Nya. Bukankah Tuhan sungguh sungguh memilih dan membesarkan Saul? Tapi kenapa dia hancur pada akhirnya? Sebab hatinya memilih utk berjalan keluar dari rencana Tuhan, sehingga dia harus hancur... Kehendak bebasnya telah memilih... Haruskah kita juga hancur? Mengapa harus mengeraskan hati? Bertobat dan belajarlah utk hidup benar dimasa masa kedepan.

dibuat pada : 2016-09-05 19:31:13

Senin, 5 September 2016

Mazmur 37:23-24
"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 

apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya..."

Ada blue print atau jalur jalan hidup manusia yg sudah diatur oleh Tuhan pencipta langit dan bumi. Jika benar demikian, mengapa ada orang yg akhir hidupnya hancur dan binasa? Apakah itu juga kehendak Tuhan? Jika itu kehendak Tuhan, maka Tuhan itu adalah Allah yg tdk adil, yg pilih kasih, yg kpd seseorang Dia menghendaki keselamatan dan kpd yg lain Dia menghendaki kebiasaan, benarkah demikian? Coba lihat perkataan Firman Tuhan akan kehendak Dia: 1 Timotius 2:3-5 "...Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yg menghendaki spy semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,..." Dgn jelas Firman Tuhan berkata bahwa kehendak Tuhan adalah 'keselamatan bagi semua orang!' Injil Yohanes 3:16 sekali lagi menegaskan: '...barang siapa (artinya siapa saja,.. semuanya) yg percaya kpd Nya,... tdk perlu binasa!' Jelas bahwa Tuhan menghendaki keselamatan bagi semua, tapi mengapa ada yg keluar dan binasa? Perhatikan sekali lagi ayat 23 di Mazmur 37 diatas: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;..." Adakah kita hidup berkenan kpd-Nya? Sebab disitulah perbedaan hidup orang yg sesuai dgn rencana Tuhan atau yg berjalan diluar rencana Tuhan.  

dibuat pada : 2016-09-04 19:52:21

Jumat, 2 September 2016

Yohanes 4:39
"...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Sekali lagi coba perhatikan alasan mengapa orang banyak dari kota Samaria dtg dan menjadi percaya kpd Yesus? Karena wanita Samaria itu berkata: "Ia (Yesus) mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat..." Bayangkan satu kota bisa dtg dan percaya kpd Yesus bukan oleh KKR besar, bukan oleh seminar seminar atau oleh serentetan acara rohani akbar, tapi oleh karena satu orang berdosa yg membuka dirinya bahwa dia telah bertemu dgn Yesus yg menyatakan kpdnya tentang dosa dosanya... Inilah yg menjadi 'thema kotbah' wanita Samaria tsb. The Message Bible menuliskan dari perkataan Wanita Samaria tadi: “He knew all about the things I did. He knows me inside and out! - Dia tahu semua yg aku pernah lakukan... Dia mengenal aku dalam dan luar." Perkataan sederhana itu telah merubah dan membawa gelombang pertobatan bagi seluruh kota Samaria, apa hebatnya perkataan tsb? Perkataan Wanita Samaria yg menjadi kesaksian hidupnya adalah kesaksian yg jujur, terbuka dan tdk mencari kemuliaan diri sendiri... seandainya semua kita memahami 

Kebenaran ini, kesaksian yg memenangkan jiwa bukanlah kotbah yg hebat atau mujizat yg dasyat, tapi kesaksian hidup yg jujur, terbuka, dan memuliakan Tuhan sendiri.

dibuat pada : 2016-09-01 19:51:15

Kamis, 1 September 2016

Yohanes 4:39
"...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Satu tanda yg nyata bahwa seseorang sudah dipulihkan dari dosa atau masa lalu yg kelam adalah, dosa itu tdk lagi menimbulkan rasa sakit atau rasa malu. Luka yg sudah sembuh tdk akan berasa sakit lagi jika tersentuh, demikian juga dgn hati kita, ada luka atau dosa di masa lalu... jika dosa itu sudah sembuh, kita tdk akan merasa sensitif lagi terhadap hal hal tsb. Sebaliknya, jika luka itu belum pulih, kita akan berusaha utk membalutnya, menutup nutupi agar tdk tersentuh... jika ada orang yg masih kita benci dan jika orang lain menyebut nyebut tentang orang yg kita benci tsb, reaksi kita akan menjadi sangat sensitif dan bahkan bisa emosional. Jika kita masih hidup dlm perzinahan dan ketika kita mendengar kotbah 'jgn berzinah' kita akan bereaksi menolak Firman Tuhan tsb... itu manusiawi, jadi dosa dan luka luka itu harus dipulihkan terlebih dahulu. Pemulihan terhadap luka batin atau dosa dosa hanya didptkan didlm penebusan Kristus dikayu salib. Ketika wanita Samaria tsb telah berjumpa dgn juru selamat nya, hidupnya dipulihkan, sebab dia telah minum dari air hidup yg adalah Tuhan sendiri, dan dia telah pulih, tdk haus lagi atau tdk malu lagi.

dibuat pada : 2016-08-31 19:24:55

Rabu, 31 Agustus 2016

Yohanes 4:39
"...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Respond kita terhadap teguran dari suara kebenaran seringkali menyakitkan dan tdk sedikit yg menimbulkan rasa malu, tapi itulah kebenaran! Ketika kita menanggapi teguran dari suara kebenaran dgn sikap hati yg benar dan positif, maka bukan hanya diri kita sendiri yg akan tertolong, tapi kitapun akan dipakai dgn cara yg sama utk menolong banyak orang... Bayangkan seandainya wanita Samaria tsb tersinggung dan marah kpd Yesus ketika Yesus berkata kpdnya ketika perempuan itu berkata:  "...Aku tidak mempunyai suami." Lalu Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." (Yoh 4:17-18) Coba bayangkan dan tempatkan diri kita sbg wanita Samaria, yg adalah pelacur atau yg hidup dgn 5 laki laki, kita sudah berusaha menyembunyikan diri agar tdk terlihat orang, apalagi diketahui noda dosa dosa kita, tiba tiba spt petir ditengah hari bolong, Yesus tahu semuanya dan berkata dgn terang terangan akan dosa kita, kira kira apa respond kita? Lebih jauh lagi, mungkinkah kita akan keliling kota dan berkata kpd semua orang bahwa Yesus sudah membeberkan semua dosa dosa saya? Tdkkah seharusnya saya malu dan berusaha menutup nutupi hal tsb? Tapi kenapa justru tdk demikian dgn wanita tsb? Jawabannya sebab dosanya sudah benar benar hilang dan dihapuskan, sehingga tdk ada lagi rasa malu!

dibuat pada : 2016-08-30 18:54:46

Selasa, 30 Agustus 2016

Yohanes 4:39
"...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Sekali lagi, dosa yg ditelanjangi, kesalahan yg dibukakan itu memalukan dan tdk mudah utk kita terima. Sbg gembala, ada beberapa kali kesempatan saya harus menegur kesalahan seseorang tanpa dipoles poles dan hal itu sangat sangat sulit utk bisa diterima oleh orang tsb. Pada umumnya kesalahan atau dosa yg dikatakan secara gamblang kpd orang yg melakukannya akan menimbulkan amarah sbg reaksi rasa malu, kemudian dia akan menutup diri bahwa dia telah dipermalukan langsung tanpa tedeng aling aling sekalipun hanya berdua dgn orang yg menegurnya. Wanita Samaria itu justru berbeda, justru 'teguran' atau hardikan Yesus yg telah Yesus katakan kpd dirinya itulah yg menjadi sumber inspirasi sbg kesaksian pertobatannya... wanita Samaria tsb keliling kota menyatakan apa yg sudah Yesus lakukan, membeberkan apa yg Yesus katakan tentang perbuatan wanita tsb, yaitu telah menelanjangi dosanya dan justru itulah yg menjadi titik balik dihidupnya. Wanita itu mengalami perjumpaan Illahi dgn Kristus secara pribadi,... sekarang Yesus adalah Mesias bagi wanita itu dan dia berjalan keliling kota menyebarkan berita tsb, HALLELUJAH! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2016-08-29 19:43:34

Senin, 29 Agustus 2016

Yohanes 4:39
"...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
Ayat diatas adalah bagian daripada kisah wanita Samaria yg bertemu dgn Yesus ketika dia sedang menimba air pada siang hari di sumur di Sikhar. Saat itu, Yesus tanpa tedeng aling aling menyatakan apa apa yg sudah dikerjakan wanita Samaria tsb, sebenarnya hal yg memalukan, sebab dia hidup dgn lima laki laki dan semuanya bukan suaminya... Kemungkinan besar wanita tsb adalah pelacur yg dipelihara oleh 5 laki laki sbg wanita penghibur. Disinilah letak perbedaan antara orang orang yg sudah mengalami 'perjumpaan Illahi' atau sekedar 'beragama' yg bolak balik keluar masuk gereja bahkan melayani didlm gereja Tuhan sekalipun. Perhatikan apa yg menjadi 'kesaksian' atau 'kotbah yg diceritakan' oleh wanita Samaria tsb kpd penduduk kota Samaria: Yohanes 4:39 berkata : "...Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." Justru kebusukan dan dosa dosa wanita tsb yg di nyatakan Yesus kpd wanita tsb itulah yg menjadi kesaksiannya dan yg membuat dia mengalami perjumpaan Illahi dgn Tuhan.

dibuat pada : 2016-08-28 17:26:19