Daily Devotion

Selasa, 22 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."
Pergaulan yg merusak, bukan hanya bisa mempengaruhi cara berfikir dan kebiasaan kita, namun kebiasaan buruk yg tercipta melalui pergaulan yg salah dpt menjerat bahkan menjadi 'berkuasa' atas kita. Bukan rahasia lagi dimana dosa dosa yg merusak dan mengikat atau yg biasa kita kenal sbg 'kecanduan' itu dimulai dari coba coba, lalu sungkan sama teman, akhirnya tdk mampu kita lepaskan... para perokok, peminum, pemain perempuan, pecandu narkoba, bukankah semua mereka memiliki komunitas yg justru mendorong dan menjaga agar mereka tetap ada di dlm dosa kecanduan tsb? Saya mengenal beberapa anak anak muda yg terikat dgn obat obatan terkadang, process kesembuhan mereka sangat susah payah, yg satu hal utama yg harus mereka putuskan sebelum pulih total adalah 'putus hubungan sama sekali dgn teman teman lamanya'! Dgn demikian, benarlah perkataan Firman Tuhan yg menjadi doa Daud ini: Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."

dibuat pada : 2016-03-21 19:17:24

Senin, 21 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."
Didlm perjalanan hidup setiap orang, benarkah perkataan ini, 'dgn siapa engkau bergaul, spt itu jugalah engkau akan bertumbuh'. Itulah sebabnya bagian pertama dari Kitab Mazmur mengajarkan kita akan kebenaran ini:
Mazmur 1:1 "...Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,..."Namun, apakah salah memiliki banyak teman? Bukankah Yesus sendiri makan sehidangan dgn pemungut cukai, dgn orang orang berdosa, bahkan menjadi sahabat bagi perempuan sundal? Bagaimana kita dpt memahami perbedaan antara kitab Mazmur 1:1 dgn apa yg Yesus sendiri lakukan?. Secara sederhana, jika engkau sungguh sungguh yakin bahwa iman-mu dan keteguhan hatimu jauh melebihi siapapun atau setara spt Kristus, silahkan bergaul dgn semua orang orang tsb, sebab engkau tdk akan terpengaruh dgn mereka, sebaliknya, merekalah yg akan engkau pengaruhi, namun benarkah demikian? Beranikah seorang hamba Tuhan sehebat apapun berkata, saya pasti tdk akan goyah dan terpengaruh? Sebaliknya, karena semua kita itu sadar akan kelemahan kita sendiri, dengarkan nasehat Firman Tuhan ini:
Matius 26:41 "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.", bahkan doa Bapa Kami sendiri mengajarkan: '...janganlah membawa kami kedlm pencobaan... jadilah bijaksana, hindari pergaulan yg merusak!

dibuat pada : 2016-03-20 19:27:54

Jumat, 18 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari." Kita sudah belajar mengenali akan betapa rentannya hati kita akan dosa dosa yg bahkan tdk kita sadari. Lebih lagi bahkan dosa dosa terselubung itu bisa menjadi sumber penyesatan kpd diri kita sendiri. Jgn anggap remeh mulut yg sering menyembur nyemburkan kesombongan atau membesar besarkan diri sendiri, sebab itulah yg terjadi atas Lucifer sebelum dia jatuh! Jgn anggap remeh mulut yg sering mengucapkan perkataan kotor atau perkataan bergenit genit, seakan akan lucu dan menghibur, itulah bukti betapa angkuhnya dan najisnya hati kita, jgn anggap remeh mulut yg sering berkata merendahkan suku atau golongan tertentu, sebab itulah bukti kebencian yg mulai membusuk,  jika semua itu tdk cepat cepat dibereskan, kebusukan tsb akan menghancurkan rumah tangga kita, bahkan hidup kita sendiri. Tuhan memperlengkapi kita dgn tanda tanda kondisi hati kita melalui perkataan mulut kita, dan jika kita jujur dan rendah hati, kita masih bisa dipulihkan. Mulailah membiasakan diri utk menganalisa kembali perkataan ‎perkataan kita sendiri, mintalah istri dan suami kita utk jujur mengoreksi perkataan kita, milikilah 2 atau 3 orang sahabat yg menjadi soul-mates atau belahan jiwa yg berani berkata, 'kamu kedengaran angkuh... kamu mulai genit... atau kamu terlalu penuh penghakiman, atau terlalu prejudice atau membenci satu pribadi atau satu golongan tertentu... Dgn demikian, kharaktermu bisa dipulihkan, jiwamu diselamatkan!

dibuat pada : 2016-03-18 22:59:10

Kamis, 17 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Lebih Berbahaya Lagi, Ternyata Dosa Yg Tdk Kita Sadari, Jika Tdk Segera Di Putuskan, Akan Bertumbuh Spt Cancer Dan Akibatnya Hal Tsb Dpt Menghancurkan Hidup Kita Seluruhnya. Coba Perhatikan Kembali Perkataan Mazmur Daud Diatas:  "Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Ternyata Dosa Yg Tdk Kita Sadari, Pada Saatnya Akan Bertumbuh Menjadi Cikal Bakal Penyesatan! Benar, Menjadi Dasar Penyesatan. Tahun 60 An, Dimulai Dari Satu Pengajaran Yg Benar, David Berg Yg Kemudian Dikenal Sbg David Moses, Bertumbuh Kemudian Menjadi Pemimpin Dari Satu Secte Yg Kita Kenal Dgn Sebutan COG (children Of God). Dlm Secte Tsb, David Moses Mengajarkan Begitu Banyak Penyesatan, Termaksud Hidup Komunal, Sex Bebas Diantara Para Pengikutnya, Mendewakan Dirinya Dsb. Sesungguhnya, Benih Benih Kebusukan Tsb Sudah Lama Tercium Dan Terdeteksi Ketika David Berg Masih Hidup Sbg Seorang Hamba Tuhan Yg Benar Dan Berjalan Sesuai Firman Tuhan. Dlm Banyak Kesempatan, Rekan Rekan Sepelayanannya Mengingat Bagaimana David Moses Terkadang Terbesit Perkataan Perkataan Kenajisan Yg Sebenarnya Tdk Pantas Diucapkan Seorang Hamba Tuhan, Ada Juga Kalanya Perkataan Yg Terlalu Membesarkan Diri Sendiri Atau Keangkuhan Seakan Akan Dia Ingin Merasakan Menjadi 'spt Tuhan '. Jika Saja David Moses Atau Orang Disekitarnya Berani Utk Terang Terangan Berbicara Dgn Dia Utk Menyadarkan Akan Betapa Bahayanya Kebusukan Hatinya Yg Dimanifestasikan Melalui Perkataan Mulutnya, Saya Percaya Masih Ada Jalan Keluar Utk Memulihkan Dirinya.

dibuat pada : 2016-03-18 22:57:32

Rabu, 16 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Sama Spt Isi Perut Kita Akan Tercium Melalui Nafas Yg Keluar Dari Mulut Kita, Demikianlah Isi Hati Kita, Sepandai Pandainya Kita Bersandiwara, Akan Dtg Saatnya, Dimana Tanpa Dirancang Rancang, Tanpa Di Scenariokan, Mulut Kita Akan Tiba Tiba Saja Mengucapkan Perkataan Yg Melukiskan Keadaan Hati Kita Yg Sesungguhnya. Lama Kelamaan, Bersandiwara Itu Melelahkan, Kita Tdk Akan Terus Menerus Mampu Bersandiwara Dgn Berkata Kata Manis Dan Seakan Akan Baik. Perkataan Mulut Kita Akan Satu Ketika Mengucapkan Isi Hati Kita Yg Sesungguhnya... Pernahkah Saudara Sadar Dan Terkejut Akan Perkataanmu Sendiri? Kenapa Saya Bisa Berkata Spt Itu? Entah Itu Perkataan Marah Yg Keluar Secara Spontan, Atau Perkataan Hujatan Yg Sangat Sangat Nyelekit Dan Sangat Menyakiti Hati Orang Lain, Atau Mungkin Perkataan Kebencian Terhadap Satu Suku Atau Satu Kelompok Orang Tertentu? Sesungguh Sungguhnya, Itulah Yg Tuhan Kerjakan Utk Menunjukan Kpd Dirimu Sendiri Akan Betapa Bobroknya Isi Hatimu. Jika Saja Kita Mau Melembutkan Hati Kita Sendiri, Dgn Mengevaluasi Dari Waktu Ke Waktu Perkataan Mulut Kita, Maka Kita Akan Dibuat Mengerti Akan 'dosa Tersembunyi Yg Tdk Kita Sadari' Dan Membawa Dosa Tsb Ke Kaki Tuhan Dlm Doa Dan Per'tobatan Kita.

dibuat pada : 2016-03-18 22:55:52

Selasa, 15 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."
Ketika badan kita mulai terasa kurang fit, hidung spt sedikit tersumbat, suhu badan mulai meningkat, kita mengetahui bahwa itu merupakan tanda tanda awal dari satu penyakit flu atau panas dalam. Ketika ada beberapa lampu di dustboard mobil kita yg menyala, seharusnya kita dapat memahami bahwa ada satu atau lebih bagian dari kendaraan kita yg salah atau rusak. Jika mobil kita bahkan tubuh kita sendiri dapat memberikan tanda tanda yg memberikan signal akan masalah yg ada pada tubuh kita atau mobil kita, tdk-kah seharusnya juga ada tanda tanda yg dpt memberikan indikasi akan kondisi hati kita yg sesungguhnya? Alkitab berkata demikian: Lukas 6:45 "Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." Jadi sesungguhnya, Tuhan sudah memperlengkapi kita dgn tanda tanda yg memberikan signal tentang keadaan hati kita yg sesungguhnya, sama spt lampu lampu di dustboard mobil, yaitu perkataan yg keluar dari mulut kita, spt itulah kondisi hati kita yg sesungguhnya.

dibuat pada : 2016-03-18 22:54:26

Senin, 14 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Didlm Diri Setiap Kita, Ada Dosa Yg Kita Sendiri Tdk Pernah Menyadarinya. Ada Perkara Perkara Jahat Yg Sangat Mendukakan Hati Tuhan Yg Hidup Didlm Setiap Manusia, Hanya Saja Kita Sendiri Tdk Pernah Menyadarinya. Daud Didlm Salah Satu Mazmurnya Diatas Berdoa Spt Demikian: '...Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari..' Ketika Daud Diingatkan Kpd Kebobrokan Kharakternya Dimasa Lalu, Dia Sadar Bahwa Ada Begitu Banyak Dosa Yg Menjijikan Namun Tumbuh Subur Didlm Dirinya. Sbg Contoh, Ketika Melihat Istri Uria Tetangganya Yg Juga Salah Seorang Prajuritnya Yg Berjuang & Rela Mati Bagi Dirinya, Daud Bisa Bisanya Tanpa Pikir Panjang Mengambil Wanita Tsb, Batsyeba, Lalu Merampasnya Sbg Miliknya Sendiri, Dan Demi Menutupi Kesalahannya, Daud Rela Membunuh Uria Suami Batsyeba Dan Mengambil Batsyeba Sbg Miliknya Sendiri. Apakah Secara Sadar Daud Memang Manusia Yg Rakus Dan Serakah, Penuh Kebengisan Dan Nafsu Biadab? Ternyata Setelah Di Ceritakan Kisah Kejahatan Seorang Kaya Yg Merampas Anak Domba Milik Tetangganya Yg Hanya Satu Satunya Oleh Nabi Natan, Hati Daud Begitu Marah Atas Melakukan Orang Kaya Tsb, Dia Tdk Sadar Sampai Natan Berkata: 'engkaulah Orangnya,... Tdkkah Cukupkah Istri Istrimu, Sampai Istri Uriapun Engkau Rampas?' Saat Itu Daud Langsung Tersungkur Dan Sadar Akan Betapa Bobroknya Kharakternya. Itulah Sebabnya Dia Memahami, Ada Dosa Yg Tersembunyi Yg Tdk Dia Sadari Dan Utk Hal Itu, Daud Perlu Tuhan.

dibuat pada : 2016-03-15 10:35:33

Jumat, 11 Maret 2016

1 Petrus 4:8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. "
Kadang cara yg terbaik utk menutupi kesalahan saudaramu adalah dgn tdk perlu tahu sama sekali apa kesalahannya. Inilah yg dilakukan oleh Sem dan Yafet, anak anak Nuh, setelah diberi khabar oleh Ham saudaranya tentang ketelanjangan ayah mereka Nuh, Sem dan Yafet memilih utk berjalan mundur dgn kain agar tdk perlu melihat ketelanjangan ayahnya. Sering kali memang telinga kita lebih condong kpd hal hal yg negative atau gossip, condong utk mau tahu urusan yg sebenarnya sama sekali bukan urusan kita, sehingga akhirnya kitapun tdk mampu menjaga atau menutupi kesalahan saudara kita. Bahkan lebih jahat lagi, yg belum tentu terbukti kesalahan saudara kita saja, sudah sulit utk dibendung, lebih sering justru di sebarkan berita berita busuk spt itu, akibatnya, saudara kita menjadi lebih tertekan lagi karena dirajam utk mati sekalian oleh perkataan perkataan kita. Ada kalanya kitapun akan berada diposisi spt Nuh atau spt wanita yg berdosa, entah karena kesalahan kita sendiri atau bukan,... setiap kita satu ketika akan memerlukan kasih yg membalut, menutup nutupi dosa dan pelanggaran, mulailah dgn memberikan kasih itu kpd yg lain sejak sekarang.

dibuat pada : 2016-03-11 15:22:30

Kamis, 10 Maret 2016

1 Petrus 4:8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. "
Bagi setiap kita yg menyatakan diri sbg anak anak Tuhan, kebenaran ini seharusnya menjadi tolak ukur apakah sungguh bahwa ‎kita memang ada di dlm kasih Tuhan, yaitu jika kita 'saling mengasihi' dan hal itu dibuktikan dgn 'menutupi banyak sekali dosa..' Didlm Injil Yohanes 8, Yesus diperhadapkan dgn seorang wanita yg tertangkap bawah telah berzinah. Orang banyak termaksud para ahli taurat menuntut kematian-nya dgn merajamnya sesuai peraturan Musa. Setelah melepaskan wanita tsb dari tuntutan hukuman mati, dgn mengatakan 'siapa yg tdk berdosa, biarlah dia yg pertama tama melemparkan batu kpd wanita ini...', kemudian Yesus berpaling kpd wanita itu dan berkata 'pulang dan jgn berbuat dosa lagi.' Yesus tdk pernah menggembar gemborkan dosa wanita tsb, sekalipun Dia tahu bahwa wanita itu telah berdosa. Bukan berarti Yesus sangat toleransi terhadap dosa, namun Dia tdk merasa perlu utk membeberkan kesalahan wanita tsb, Dia hanya berpesan, 'pulang dan jgn berbuat dosa lagi'. Tdk banyak diceritakan apa yg terjadi dgn wanita tsb, namun satu kali, menjelang kematian-Nya, ketika Yesus sedang duduk makan, dtg lah seorang wanita yg memecahkan satu buli buli minyak Narwastu murni dan menuangkannya kekepala dan kaki Yesus, serta menyekanya dgn rambutnya, sesuatu yg paling berharga baginya. Membeberkan aib atau kesalahan orang tdk akan membawa orang tsb kpd pertobatan, sebaliknya, kasih yg telah Yesus tunjukan dgn membalut dan menutupi dosa, telah membuat wanita tsb merasa diterima, martabatnya dikembalikan.

dibuat pada : 2016-03-11 15:14:48

Rabu 9, Maret 2016

1 Petrus 4:8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. "
Satu ketika, saya terbang pulang dari Singapore dan sore itu, saya harus sampai dirumah tepat waktu karena sudah ada janji dinner dgn istri dan anak anak, itu adalah satu hari yg istimewa bagi kami. Saya sampai di counter check in 2 menit sesudah counter check in seharusnya ditutup, SQ adalah salah satu penerbangan yg sangat ketat dlm hal ini. Penjaga counter tsb berkata 'menurut peraturan, kami tdk boleh menerima penumpang lagi...' Saya kemudian berkata: 'tolonglah, ini hari yg special buat saya dan istri, maafkan saya terlambat 2 menit,... saya tdk menuntut keadilan, yg saya butuhkan adalah grace atau anugrah, kalau saya naik dgn penerbangan yg berikutnya, saya pasti terlambat...' Bukankah setiap kita juga membutuhkan grace - anugrah...? Apa bedanya grace dgn keadilan? Grace itu hadiah tanpa mempertimbangkan rasa keadilan. Bukankah grace itulah yg Tuhan berlakukan bagi kita? Secara hukum, kita patut dihukum mati, tapi grace berkata lain, grace berkata : 'Bapa,... jgn tanggungan dosa ini ke atas mereka!...' Sebaliknya justru kita-lah yg sering kali mencoba membatalkan grace atas saudara kita, dgn cara bagaimana? Dgn cara terus menerus menuntut dan menggembor gemborkan kesalahan saudara kita yg sudah ditutupi oleh grace... Kasih tdk demikian, kasih menutupi banyak sekali dosa...

dibuat pada : 2016-03-10 09:13:03

Selasa, 8 Maret 2016

1 Petrus 4:8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. "
‎Setiap manusia punya masa lalu yg kelam, sebagian begitu kotornya, sebagian sangat memalukan, atau sekedar kebodohan belaka dari sebagian lagi. Sebejat apapun masa lalu manusia, semua manusia berharap halaman kelam dimasa lalu mereka tdk lagi dibeberkan, sekalipun bukan bermaksud menutup nutupi, tapi itu kenyataan dari hasrat setiap manusia. Itulah sebabnya setiap manusia perlu Tuhan dan bertemu dgn Dia, sebab Alkitab berkata: "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya" (Roma 4:7). Itulah yg dicari dan dikejar setiap manusia, 'kebahagiaan' dan kebahagiaan yg sejati adalah jika dosa dan pelanggaranmu diampuni dan ditutupi. Melalui setiap orang percayalah manifestasi dari kebenaran kasih yg menutupi pelanggaran ini terjadi, dan didlm rumah Tuhan juga didlm rumah tangga orang percaya-lah kebenaran ini dipraktekan. Jika tdk demikian, atau jika didlm rumah Tuhan, didlm rumah tangga orang percaya tdk ditemukan dosa dan pelanggaran yg ditutupi, bagaimana mungkin orang lain bisa bertemu Tuhan disana? Sekali lagi, kasih bukan masalah 'keeping score', kalau salah sekali saya lupakan, dua kali saya ampuni, tapi jgn coba coba sampai 3 kali,... saya akan get even, atau balas dendam. Diluar Tuhan manusia berfikir dan bertindak demikian, tapi didlm Tuhan, warna yg ada adalah kasih, dan "...kasih menutupi banyak sekali dosa."

dibuat pada : 2016-03-08 08:48:39

Senin, 7 Maret 2016

1 Petrus 4:8 "Tetapi Yang Terutama: Kasihilah Sungguh-sungguh Seorang Akan Yang Lain, Sebab Kasih Menutupi Banyak Sekali Dosa. "
Tanda Yg Paling Nyata Dari Murid Murid Kristus Adalah Jika Kita Sesama Murid Kristus Saling Mengasihi (Yoh 13:35), Sebab Jika Tdk Demikian, Kita Hanyalah Sekedar Menjadi 'orang Beragama', Yg Belum Tentu Memiliki Kristus Didlm Diri Kita, Sebab ‎1 Yohanes 4:12 Berkata: "... Jika Kita Saling Mengasihi, Allah Tetap Di Dalam Kita, Dan Kasih-Nya Sempurna Di Dalam Kita." Namun Bagaimana Dpt Dipastikan Bahwa Kita Benar Benar Saling Mengasihi? Apakah Dgn Cara Kita Berbagi? Atau Menerima Satu Sama Lain, Atau Mungkin Saling Membangun? Semua Itu Benar, Namun Ada Satu Perkara Yg Berkali Kali Dikatakan Didlm Firman Tuhan Tentang Attribute Atau Ciri Ciri Dari Kasih Yaitu "...kasih Menutupi Banyak Sekali Dosa. ". Kasih Bukan Ilmu Pasti Yg Dpt Dipelajari Dgn Berkata: Jika Ini Terjadi,... Maka Itu Akan Terjadi. Jika Kamu Melayaniku, Maka Aku Mengasihimu, Jika Kamu Memberi Aku, Maka Aku Akan Mengasihimu,...  kasih Bukan Tentang Hubungan Sebab Akibat, Kadang Kala Kasih Itu Tdk Masuk Akal, Sebab Kasih Itu Berasal Dari Allah Sendiri. Bukti Yg Paling Nyata Dari Kasih Adalah 'menutupi Banyak Dosa...'. Hanya Orang Gila Atau Suami Yg Sudah Kehilangan Kasih-nya Kpd Istrinya Yg Akan Pergi Kesana Kemari Membeberkan Kebusukan Istrinya. Anak Anak Yg Mengasihi Orang Tuanya Tdk Akan Bersaksi Melawan Orang Tuanya Sendiri, Sekalipun Orangtuanya Pernah Salah, Kasih Tdk Akan Rela Mencibirkan Bibir Utk Membeberkan Kesalahan Atau Dosa Apapun Dari Orang Yg Kita Kasihi. Jika Demikian, Benarkah Engkau Mengasihi Saudaramu?

dibuat pada : 2016-03-08 06:10:59