Daily Devotion

Jumat, 11 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Memang jauh lebih mudah utk sekedar berdoa bagi orang lain yg sedang susah... karena tdk membutuhkan keterlibatan diri kita pribadi secara langsung... bahkan memberikan donasi dlm bentuk uang sekalipun jauh lebih mudah dari pada menyalurkan keperduliaan. Tapi utk memenuhi hukum kedua, yaitu mengasihi sesama spt dirimu sendiri, Firman Tuhan diatas menegaskan bahwa kita perlu bergerak lebih dari sekedar itu, yaitu sampai: '...Stoop down and reach out to those who are oppressed... membungkuk dan mengulurkan tangan utk menolong mereka yg tertindas'. Diperlukan kerendahan hati utk berani membungkuk... diperlukan kelembutan hati utk membungkuk dan mensejajarkan diri kita dgn orang yg sedang tertindas... dibutuhkan keberanian utk rela mengulurkan tangan dan menolong mereka yg sedang tertindas... tapi itulah cara menggenapi hukum Kristus. Belajarlah utk melihat sekeliling kita dan hidup dgn menggenapi hukum Kristus, sebab kita sendiri juga akan sampai disatu kesempatan dimana pertolongan dan bantuan orang lain akan sangat berarti dan sangat kita butuhkan.

dibuat pada : 2016-11-10 18:45:05

Kamis, 10 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Perhatian dan keperdulian kita kpd salah seorang saudara yg sedang susah atau yg sedang menghadapi krisis didlm hidupnya adalah spt dupa yg harum dihadapan Tuhan. Seringkali hanya sekedar hadir diantara saudara  yg sedang susah, itu saja sudah merupakan penghiburan yg sangat menyejukan... Namun sesungguhnya, itulah cara kita melakukan dan memenuhi hukum Kristus. Ingat, ketika Kristus menjelaskan hukum pertama dan terutama, yaitu hukum kasih, yg padanya tergantung semua kitab para nabi, ahli taurat tsb bertanya lebih jauh lagi, tapi siapakah sesamamu manusia itu? Saat itulah, kisah orang Samaria yg murah hati (the good Samaritan) mulai diceritakan,... yaitu tentang keperdulian seorang Samaria yg murah hati, yg membungkuk, mengulurkan tangannya dan memberi pertolongan kpd yg sedang susah yg sekarat,... bukankah itu yg dilukiskan oleh ayat diatas didlm the Message Bible?  '...Stoop down and reach out to those who are oppressed... membungkuk dan ulurkanlah tangan utk menolong mereka yg tertindas'

dibuat pada : 2016-11-09 18:20:51

Rabu, 9 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Coba perhatikan kembali ayat diatas, terutama pada bagian terakhir, '...demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus...' Hukum Kristus yg mana yg dipenuhi? Didlm Lukas 10:27, Yesus menjawab pertanyaan seorang ahli taurat: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  

Hukum 'mengasihi sesama' itulah yg dipenuhi yg telah Kristus katakan dan yg dimaksud oleh Paulus ketika dia berbicara kpd jemaat di Galatia. Terutama bukan sekedar saling bertolong-tolongan atau saling menanggung beban, tapi terutama bagi mereka yg sedang mengalami tekanan. Coba perhatikan terjemahan dari The Message Bible utk ayat ini:

"...Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law - membukuklah dan hampiri mereka yg sedang tertekan. Berbagilah dgn beban mereka, sebab dgn cara demikianlah engkau memenuhi hukum Kristus"

dibuat pada : 2016-11-08 18:58:22

Selasa, 8 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Beberapa tahun yg lalu, Rick Warren, penulis buku purpose driven life, satu buku Kristen yg sangat populer beberapa tahun lalu, mengalami musibah atau crisis didlm rumah tangganya... anaknya yg paling bungsu, Matthew Warren yg sakit mental, memutuskan utk mengakhiri hidupnya sendiri, sebab beban dan rasa sakit yg terlalu berat baginya. Ketika mendengar kejadian tsb, bisa saudara bayangkan apa yg dialami suami istri Rick and Kay Warren saat itu... berdoa mereka sudah biasa, namun hari hari itu tekanan karena kehilangan tdk dpt dilukiskan oleh kata kata... menangis utk pergumulan jemaat sudah biasa mereka lakukan, tapi hari hari itu, air mata spt sudah tdk ada lagi yg bisa diteteskan... tubuh lelah pikiran kalud, dimana Tuhan dlm kesemuanya ini? Kenapa seorang hamba Tuhan yg hidup berkenan dihadapan Tuhan sekalipun harus berjalan lewat lembah yg kelam? Saat saat itu, ada beberapa saudara yg dtg... duduk diam... menangis bersama Rick dan Kay Warren... bahkan sahabat sahabat tsb menolak utk pulang, mereka tidur di sofa, tidur di lantai menemai suami istri yg sedang berjalan lewat lembah kekelaman...

dibuat pada : 2016-11-07 17:04:24

Senin, 7 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Setiap pribadi akan mengalami saat saat dimana kita tdk bisa menolak atau mengelak, yaitu masa masa crisis yg harus dia hadapi... entah itu crisis didlm usaha dan pekerjaan (perekonomian), atau crisis didlm kesehatan, atau mungkin juga dlm hal hubungan rumah tangga. Saat saat mengalami keadaan crisis spt demikian itulah saat dimana kita benar benar merasakan perlunya memiliki seorang sahabat atau saudara seiman. Dlm keadaan spt inilah dimana kehadiran seorang sahabat itu jauh lebih berguna dari segala macam nasehat dan hadiah yg mewah mewah sekalipun... Seringkali kedalaman kasih dan keperdulian kita sbg seorang anak Tuhan dibuktikan dari kerelaan hati kita utk menunjukan keperdulian kita kpd sahabat dan saudara yg sedang mengalami crisis spt itu... Jika kita memahami kebenaran ini, maka adalah satu hak istimewa bagi kita utk menunjukan keperdulian kita kpd sesama yg sedang mengalami kesusahan... kadang hal itu hanya sekedar kunjungan... atau pelukan... atau tepukan dipundak...

dibuat pada : 2016-11-06 17:11:05

Jumat, 4 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Belajarlah utk berjalan didlm tuntunan rencana Tuhan yg ajaib... siap sedialah utk selalu dgn rendah hati menerima teguran Tuhan, ketika Tuhan tunjukan kpd kita betapa masih ada 'nada nada sumbang, kebohongan, atau mungkin bau busuk' yg keluar dari perkataan bibir kita... Jika kita mau selalu dgn jujur dan rendah hati melihat atau bercermin kpd diri kita sendiri, lalu membawa semua kekurangan kekurangan tsb dibawah kaki Tuhan, maka Tabib yg Ajaib itu mampu memberi kita hati yg baru, yg murni dan berkenan kpd-Nya, sehingga kita dpt dipakai utk memuliakan nama Tuhan. Cara yg terbaik utk hidup rendah hati dan bercermin spt ini adalah dgn mengajak dan meminta orang lain, sahabat, soul-mates utk mengoreksi kita... utk menegur kita dgn jujur ketika mereka melihat dan menemukan perkataan sumbang dan bau busuk keluar dari bibir kita. Sebab seringkali kita tdk mampu mengoreksi diri kita sendiri,... biarkan Tuhan dan orang lain yg mengoreksi kita.

dibuat pada : 2016-11-03 13:22:04

Kamis, 3 November 2016

Daily Devotion - www.gbijunction.org

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Coba perhatikan kembali ayat ayat diatas, perkataan yg keras dari Yesus yg sangat bertolak belakang dgn ajaran orang-orang Farisi, telah dikatakan oleh murid murid-murid Yesus bahwa perkataan perkataan tsb bisa menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi tsb. Kenapa bisa menjadi batu sandungan? Sebab perkataan Yesus tsb akan mematahkan pandangan agamawi yg selama ini mereka pegang erat erat dan ajarkan didlm rumah rumah ibadah. Seakan akan 'kekudusan' itu bisa dibeli... bisa dikerjakan sendiri... jika benar demikian, maka kita sesungguhnya tdk memerlukan Tuhan, sebab kita bisa kudus hanya dgn makan makanan tertentu, pakai pakaian tertentu, melakukan hal hal tertentu, bukankah itu yg diajarkan agama? Sebaliknya Kristus menekankan dgn sangat tegas bahwa kekudusan itu adalah pekerjaan Roh Kudus didlm diri manusia, kemudian Roh Kudus mulai melatih kita utk berkata kata benar... bersikap benar dan bertindak benar.

dibuat pada : 2016-11-02 15:07:37

Rabu, 2 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Agama & dunia berusaha utk mendatangkan 'rasa nyaman' tanpa pernah menangani masalah yg sesungguhnya. Ketika kita sakit, yg paling mudah adalah makan 'obat penghalang rasa nyeri atau pain killer', tapi apakah obat pain killer bisa mengobati rasa sakit sebenarnya? Justru kebalikannya, pain killer akan membuat tubuh menjadi tdk peka terhadap rasa sakit, dan bahkan akan menambah sakit penyakit lain kedlm tubuh kita. Ketika kita susah dan kehilangan damai sejahtera, dunia akan menawarkan serentetan hiburan yg akan membuat kita lupa utk sementara waktu, namun akhirnya kita menjadi sangat tdk mampu utk berdiri teguh dlm menghadapi masalah masalah di hidup ini,... bukankah itu yg narkoba, perjudian, pelacuran dan alkohol tawarkan? Apakah semua itu dpt menyelesaikan masalah yg kita hadapi? Sama sekali tidak! Justru semua itu akan menambah beban dan masalah baru. Itulah bedanya solusi duniawi dgn solusi Firman Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan utk menangani bagian dlm, isi kharakter orang tsb, kemudian setelah kharakternya, manusia batiniahnya dipulihkan, maka aliran aliran yg keluar dari padanya, spt perkataan, sikap, tindakan dll semua itu akan mencerminkan isi yg sesungguhnya.

dibuat pada : 2016-11-01 18:16:56

Selasa, 1 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Pengudusan yg Tuhan kerjakan didlm diri orang percaya dimulai dari hati orang tsb, dari dlm kemudian tumpah atau termanifestasi keluar, bukan dari luar masuk ke dlm. Namun perkataan atau buah bibir kita seharusnya akan menjadi satu barometer atau satu petunjuk yg akurat akan isi hati kita. Kitab Yakobus 3:2 mengatakan: "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya." kesempurnaan satu pribadi ditunjukan oleh perkataan bibirnya. Kita mungkin saja bisa bersandiwara utk sementara waktu atau utk saat saat tertentu, tapi kita tdk mungkin dpt selamanya bersandiwara. Satu kali, apa yg ada didlm hati kita, isi kharakter kita akan tumpah melalui perkataan bibir kita, entah itu perkataan kotor atau najis... entah itu perkataan dolak dalik atau kebohongan... atau bahkan perkataan penyesatan atau fitnahan yg sangat jahat,... itu hanyalah sekedar luapan dari dlm hati orang tsb.

dibuat pada : 2016-10-31 18:43:00

Senin, 31 Oktober 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Hidup yg kudus adalah hidup yg dipisahkan, yg berjalan sesuai dgn rencana Tuhan sendiri, bukan berdasarkan apa yg dunia lakukan. Jika anak anak Tuhan rela utk dituntun masuk ke dlm hidup yg dikuduskan, maka kita harus rela utk di ajar hidup tdk sama atau tdk serupa spt yg dunia kerjakan. Cara berfikir yg berbeda, cara bertindak dan sikap hidup yg berbeda, dgn terus melangkah spt yg Kristus kerjakan. Dlm hal ini, pola pandang anak anak Tuhan akan sangat sangat berbeda. Satu contoh, dunia bahkan agama akan beranggapan bahwa kekudusan itu ditentukan dari 'apa yg MASUK ke dlm mulut', sebaliknya Yesus mengajarkan dan menegaskan bahwa kekudusan ditentukan oleh 'apa yg KELUAR dari dlm mulut'. Dptkah saudara melihat perbedaan yg sangat mendasar ini? Dunia dan agama mengatur apa yg boleh dan tdk boleh dimakan, kapan harus makan apa dan bagaimana... semua itu dianggap akan membawa kekudusan bagi pribadi tsb, sekalipun semua itu baik, tapi itu tdk akan membawa pengudusan bagi hidup kita.

dibuat pada : 2016-10-31 00:39:29

Jumat, 28 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Sekali lagi renungkan ayat diatas,... perjalanan melewati padang gurun ternyata adalah perjalanan yg harus kita lalui atas kehendak TUHAN! Saudara dengar itu? Atas kehendak TUHAN... Kita mengerti bahwa Tuhan yg adalah Bapa yg baik, yg telah mengambil keputusan dan kehendak-Nya adalah agar kita berjalan 'melewati padang gurun', melewati banyak tekanan dan kesulitan... ketika saya mengantar anak saya utk disuntik immunisasi, itu bukan kehendak anak saya, itu kehendak saya sbg bapanya... namun anak saya yg merasakan kesakitan tsb... sebaliknya saya spt tersenyum puas dan berusaha menghibur anak kecil tsb... Kenapa saya kesakitan namun papah tersenyum? Kenapa saya harus dibawa ke tempat spt ini? Mungkin itulah pertanyaan pertanyaan anak saya... anak itu tdk mampu memahami yg ada di pikiran bapanya, tapi sbg anak, dia tetap tenang dan berserah kpd sang ayah... itulah juga yg Bapa Surgawi inginkan dari kita. Tetap tenang dan percaya saja kpd kehendak Bapa Surgawi ketika tangan-Nya menuntun kita masuk melewati padang gurun.

dibuat pada : 2016-10-27 20:05:06

Kamis, 27 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Seringkali memang bukan tekanan dan kesulitan yg akan menghancurkan kharakter seseorang, namun keberhasilan dan kesuksesan lah yg sering dpt menjadi batu sandungan utk kita mencapai rencana Tuhan atas kita. Tekanan dan kesulitan justru akan menjadi satu alat utk mencungkil semua kerikil dan batu batu tajam didlm lubuk hati kita yg dpt menggagalkan pembentukan tangan Tuhan atas kita spt tangan seorang penjunan yg membentuk dan menekan tanah liat ditangan-nya, tekanan dan remasan dilakukan bukan hanya utk melembutkan tanah tsb, tapi juga utk mencungkil batu batu kecil yg mungkin masih ada ditanah liat tsb agar dlm process pembentukannya, tanah liat tsb tdk mengalami kehancuran fatal.

Jgn kecewa dan khawatir ketika Bapamu sedang memimpin hidupmu melewati padang gurun... Dia tdk pernah tinggalkanmu. Tetap tinggal tenang dlm tangan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-26 18:19:44