Daily Devotion

Jumat, 26 Agustus 2016

Mazmur 17:15
"Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

Coba periksa jiwa kita sendiri, adakah kita merasa kosong? atau putus harapan? Letih dan tdk bersemangat? Jika hal hal demikian yg saudara alami, terlepas dari berapa besar masalah yg sedang engkau hadapi, mulailah utk lebih teratur utk memandang wajah Tuhan, yaitu dgn membaca, menyelidiki kebenaran Firman Tuhan setiap hari, maka jiwamu akan mendapatkan kepuasan. Sekalipun masalah tdk tiba tiba berlaku, tapi kita akan memperoleh kekuatan utk mengatasi masalah yg Tuhan ijinkan terjadi... Perlahan Roh Kudus akan mengajarkan kita kebiasaan kebiasaan dan tabiat yg buruk yg masih kita pelihara,... dan jika Tuhan ingatkan hal itu, lembutkan hatimu utk siap meninggalkan cara hidup yg lama dan siap utk dipimpin ke arah yg Tuhan mau.

dibuat pada : 2016-08-25 12:09:44

Kamis, 25 Agustus 2016

Mazmur 17:15
"Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

Daud memberikan satu pelajaran yg sangat berharga buat semua anak anak Tuhan tentang posisi dan keadaan hati manusia, perhatikan sekali lagi, yg membuat Daud puas adalah ketika dia bangun setelah semalaman memandang wajah Tuhan... setelah semalaman hati dan pikirannya merenungkan kebenaran Firman Tuhan, dan itulah yg membuat Daud puas pada pagi hari. Tdk ada satupun didunia yg dpt memberikan kepuasan kpd hati manusia... kekayaan tdk akan memuaskan hati manusia. John D Rockefeller, orang paling kaya di America pada jalannya, ketika ditanya seorang wartawan, berapa banyak uang lagi yg engkau inginkan sampai engkau merasa cukup? Jawab Rockefeller, 'just a little bit more... sedikit lagi saja...' Bagaimana kalau sudah bertambah sedikit? Rockefeller akan sekali lagi berkata: 'sedikit lagi...' Manusia tdk akan pernah puas... berapapun banyaknya yg engkau miliki, kita tdk akan pernah dipuaskan dgn semua hal itu. Kekayaan juga tdk akan pernah memuaskan kita, hanya Tuhan sendirilah yg dpt memuaskan kita, itulah kesaksian Daud, "....pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

dibuat pada : 2016-08-24 19:20:31

Rabu, 24 Agustus 2016

Mazmur 17:15
"Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

Inilah rahasia perubahan kharakter yg dpt terjadi didlm diri seseorang, sifat sifat kedagingan akan dibuat tdk berdaya dan mati ketika kita rela dgn tekun membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, itulah cara kita memandang wajah Allah, sebab Firman Tuhan itu adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1). Adakah kita memiliki waktu waktu yg khusus dan tetap utk menyelidiki dan merenungkan Firman Tuhan? Kemudian adakah hati kita dgn rela menerima kebenaran Firman Tuhan tsb? Sebab didlm Firman-Nya ada pengajaran, ada teguran, ada kasih mesra, ada penghiburan dan kekuatan,... jika hatimu dan hatiku haus akan kebenaran Firman Tuhan tsb,

Jika hati kita rela menerima isi kebenaran tsb, maka kebenaran Firman Tuhan tsb akan mengajarkan kita hal hal yg harus kita tinggalkan, kebiasaan kebiasaan lama yg harus kita tinggalkan, memberikan kekuatan utk dpt melakukannya, bangkit kembali ketika kita jatuh dan menghiburkan kita ketika kita susah. Relakan hatimu utk menerima kebenaran Firman-Nya dan lembutkan hatimu ketika teguran-Nya melalui Firman-Nya engkau terima.

dibuat pada : 2016-08-23 20:47:56

Selasa, 23 Agustus 2016

Mazmur 17:15
"Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

Tapi bagaimana manusia spt juga Daud dpt dgn terus menerus memandang wajah Tuhan dan dipuaskan? Kapan Daud 'turun naik' ke Surga utk memandang wajah Tuhan? Coba perhatikan ayat ini: Kisah Para Rasul 17:11 "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian..." Apa yg terjadi dgn orang orang Yahudi di Berea? Kenapa hati mereka 'lebih baik' dari pada orang Yahudi di Tesalonika? Jawabannya adalah karena menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dgn rela hati. Bukankah Yoh 1:1 berkata: "...Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Ternyata rahasianya adalah, dgn menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dgn hati yg rela, kita sedang memandang wajah Tuhan yg adalah Firman itu sendiri, dan hal itulah yg membuat sifat sifat kedagingan kita merosot dan mati. Itu jugalah yg dilakukan Daud, bukankah Mazmur Daud berkata: "Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN..." (Mazmur 27:8)

dibuat pada : 2016-08-22 19:38:41

Senin, 22 Agustus 2016

Mazmur 17:15
"Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu..."

Coba perhatikan kesaksian Daud sekali lagi, didlm kebenaran Daud memandang wajah Tuhan, dan hal itu telah memuaskan hati Daud. Namun jika kita perhatikan sungguh sungguh, bukankah Tuhan sendiri berkata didlm Firman-Nya kpd Musa di dlm Keluaran 33:20 bahwa: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup." Jadi bagaimana mungkin Daud dpt memandang wajah Allah dan menjadi puas, bahkan seharusnya utk tetap hidup saja tdk mungkin setelah memandang wajah Tuhan spt yg Tuhan katakan kpd Musa di Keluaran 33:20? Disinilah rahasia kebenaran Firman Tuhan yg perlu kita renungkan bersama. Memang benar spt yg Tuhan katakan kpd Musa, 'tdk seorangpun yg dpt memandang wajah Tuhan dan tetap hidup...' Inilah bagian dari sifat sifat kedagingan kita yg akan mati ketika kita memandang wajah Tuhan. Tdk akan mungkin keduanya akan berjalan bersamaan, 'tetap melihat wajah Tuhan' dan 'tetap hidup sifat sifat kedagingan kita', pasti salah satu hanya dibuat seolah olah demikian atau biasa kita kenal dgn sebutan 'sandiwara'. Sebab jika kita sungguh sungguh memandang wajah Allah, sifat sifat kedagingan itu akan gugur dan mati!

dibuat pada : 2016-08-21 22:34:38

Jumat, 19 Agustus 2016

2 Raja-raja 20:1
"...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. - Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV)..."

Sesungguhnya, perkataan Tuhan kpd Hizkia berlaku juga bagi setiap kita. Semua manusia akan satu kali kelak mencapai atau mengalami kematian, namun sebelum kematian itu terjadi, ada satu tugas dan tanggung jawab bagi setiap kita, terutama bagi para kepala keluarga utk 'menata kembali, perbaharui rumah tangga kita masing masing dgn benar dan teratur...' itulah tugas mulia yg Tuhan percayakan kpd para orang tua, terutama para ayah di bumi. Rumah tangga rumah tangga yg dipulihkan, anak anak yg dikembalikan kpd rencana mulia Illahi adalah perkara besar yg ada didlm pikiran Tuhan. Karya penciptaan Tuhan dimulai dgn membangun satu lembaga rumah tangga yg benar yg berada didlm tuntunan dan tata tertib yg Tuhan sendiri telah nyatakan... semua boleh, tapi yg satu ini jgn dilanggar,... justru batasan itupun dilanggar... kemudian Perjanjian lama ditutup dgn pesan bahwa TUHAN akan mengirim roh Elia agar mengembalikan hati bapa bapa kpd anak anaknya dan sebaliknya,... itulah pemulihan rumah tangga... perjanjian baru dimulai dgn mujizat pertama didlm rumah pesta pernikahan dan ditutup dgn kisah pesta pernikahan Anak Domba dgn gereja-Nya... seluruh warna didlm Alkitab adalah perjalanan rumah tangga yg dipulihkan, sebab itulah hatinya Tuhan, namun itu justru yg diabaikan Hizkia... bagaimana dgn rumah tangga kita? Jgn sepelekan rumah tangga, bawa semua anak anak kita kpd Tuhan, tata kembali rumah tangga masing masing.

dibuat pada : 2016-08-18 18:52:05

Kamis, 18 Agustus 2016

2 Raja-raja 20:1
"...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. - Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV)..."

Sesungguhnya apa yg dilakukan Hizkia sering juga dilakukan oleh anak anak Tuhan, karena focus kita lebih ditujukan kpd keuntungan dan berkat berkat semata. Bayangkan seandainya Hizkia adalah Lazarus sang pengemis, sangat kecil kemungkinannya bagi Hizkia utk memaksa Tuhan agar diperpanjang umurnya? Hidup didlm berkat berkat jasmani itu memang nikmat, namun terkadang kenikmatan tsb dpt membelokan focus kita dari berjalan kearah rencana Tuhan. Hizkia bahkan 'lupa' atau tdk mengindahkan sama sekali apa yg Tuhan katakan. Perhatikan sekali lagi apa yg Tuhan katakan kpd Hizkia melalui Yesaya: 'set your house in order - Tata kembali, perbaharui rumah tanggamu dgn benar dan teratur', sama sekali tdk diceritakan bagaimana Hizkia menata kembali atau memperbaharui rumah tangganya... justru dia berseru seru utk memperpanjang umurnya. Focus Hizkia telah begitu jauh bergeser karena semua kemegahan dan kemewahan yg dia nikmati sbg raja Yehuda. Berhati hatilah agar tujuan hidup kita tdk diselewengkan oleh kemewahan dan kekayaan dunia.

dibuat pada : 2016-08-17 16:57:37

Rabu, 17 Agustus 2016

2 Raja-raja 20:1
"...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. - Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV)..."

Tuhan melalui Yesaya berpesan kpd Hizkia:  'set your house in order - Tata kembali, perbaharui rumah tanggamu dgn benar dan teratur', namun Hizkia menolak utk mati, dia bergumul minta diperpanjang, namun anehnya, justru rumah tangganya tdk diperbaharui... dlm masa perpanjangan umur selama 15 tahun tsb, lahirlah seorang anak bernama Manasye bagi Hizkia, yg akhirnya menggantikan Hizkia sbg raja Yehuda.

Tahukah saudara apa yg dilakukan Manasye? Ini yg dicatat Alkitab: 2 Raja-raja 21:1-2, 6, 11 "Manasye berumur 12 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 55 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem....

Ia melakukan apa yg jahat di mata TUHAN, sesuai dgn perbuatan keji bangsa-bangsa yg telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.  

Bahkan, ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal & telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah & para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yg jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya. Oleh karena Manasye, raja Yehuda, telah melakukan kekejian-kekejian ini, berbuat jahat lebih dari pada segala yg telah dilakukan oleh orang Amori yg mendahului dia, & dgn berhala-berhalanya ia telah mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula.."

Karena Hizkia justru tdk menata dgn benar rumah tangganya, anaknya Manasye tumbuh menjadi pribadi yg melawan Tuhan yg lahir dlm tempo perpanjangan umurnya.

dibuat pada : 2016-08-17 01:18:06

Selasa, 16 Agustus 2016

2 Raja-raja 20:1
"...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. - Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV)..."

Coba perhatikan kembali apa yg Tuhan melalui Yesaya katakan kpd Hizkia didlm terjemahan King James: "Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV) - perbaharui, tata dgn benar rumah tanggamu, sebab engkau akan mati..." Bukankah sesungguhnya kebenaran Firman Tuhan tsb berlaku juga bukan hanya bagi Hizkia, tapi juga bagi semua kita? Bukankah semua kita juga satu kali nanti akan mati? Jika semua kita sedang menuju kepada garis akhir yaitu kematian yg tdk kita sendiri ketahui kapan waktunya, adakah persiapan yg teramat penting yg Tuhan ingatkan bagi kita sebelum kita mati? Tentu ada, sama spt pesan-Nya kpd Hizkia: 'set your house in order - Tata kembali, perbaharui rumah tanggamu dgn benar dan teratur'! Saudaraku, sudahkah rumah tanggamu ditata dgn benar dan teratur? Bagaimana dgn hidupmu sbg pekerja? Sudahkah engkau bekerja dgn benar dan teratur? Adakah istri dan anak anakmu didlm rumah tanggamu hidup dgn benar dan teratur? Adakah hari hatimu tertata rapih dan teratur? Sebab itulah yg Bapa Surgawi mau ingatkan bagi kita semua hari ini.

dibuat pada : 2016-08-15 18:13:21

Senin, 15 Agustus 2016

2 Raja-raja 20:1
"...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. - Set your house in order, for you shall die; you shall not recover (KJV)..."

Hizkia adalah seorang raja Yehuda yg hidup benar dihadapan Tuhan. Sekalipun dia hidup benar, ada kelemahan yg Tuhan ingin perbaiki dari hidup Hizkia, sama spt semua orang, hidup satu kali akan berakhir, ada yg berakhir tiba tiba tanpa sakit penyakit, ada yg harus melewati process sakit kadang cukup panjang. Apapun bentuknya, setiap manusia harus sadar bahwa satu kali nanti, kita akan mengakhiri perjalanan hidup ini dan pergi menghadap Sang Pencipta utk memberi pertanggungan jawab. Bila hal itu terjadi atas kita, sudahkah kita siap? Hampir semua orang akan berusaha memperjuangkan dgn sekuat tenaga dan semaksimal mungkin utk 'memperpanjang umur' dibumi, sebelum akhirnya kembali kepada Sang Pencipta utk mempertanggung jawabkan hidup kita di hadapan-Nya. Tdk hanya orang percaya, kaya miskin, tua muda, semua orang akan berusaha utk mempertahankan dan memperjuangkan perpanjangan umur dibumi, terutama jika hidup kita tergolong menyenangkan dibumi, namun begitu banyak yg lupa bahwa hidup itu harus dipertanggung jawabkan satu kali kelak.

dibuat pada : 2016-08-14 20:15:18

Jumat, 12 Agustus 2016

1 Korintus 12:7
"...Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.... The Message Bible : Each person is given something to do that shows who God is..."

Sekarang kita sadar dan memahami bahwa kita perlu menemukan karunia, talenta dan berkat berkat yg ada pada kita yg telah kita terima dari Tuhan. Kerjakan semua itu dgn penuh tanggung jawab, dan permuliakan Tuhan dgn cara mengerjakan bagian kita masing masing yg akan memberkati orang lain, sehingga pada akhirnya kita akan menunjukan siapakah Tuhan kpd orang lain. Jika engkau seorang ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yg benar dan penuh sopan, layani suami dan anak anak, dan jika ada talenta lain yg Tuhan berikan, entah itu kemampuan kemampuan khusus, lakukan itu utk menunjukan siapakah Tuhan... Jika engkau seorang suami, bekerjalah sungguh sungguh, beri nafkah sepenuhnya bagi istri dan anak anakmu, dan jika ada kemampuan kemampuan yg lain, permuliakan Tuhan dgn hal hal tsb? Tolong dan bantu orang lain.... Anak anak, belajarlah sungguh sungguh, hormati orang tuamu, bantu mereka semaksimal mungkin, layani Tuhan dan orang lain agar mereka melihat siapakah Tuhan melalui apa yg engkau kerjakan.

dibuat pada : 2016-08-11 19:47:51

Kamis, 11 Agustus 2016

1 Korintus 12:7
"...Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.... The Message Bible : Each person is given something to do that shows who God is..."

Aspek kedua dari ayat sederhana diatas adalah: 'masing masing kita bertanggung jawab utk bukan hanya mengerjakan atau melipat gandakan talenta, karunia atau berkat berkat yg telah kita terima dari Tuhan bagi diri kita sendiri, namun terlebih penting adalah bagi orang lain, agar dgn demikian, kita dpt menunjukan siapakah Tuhan kpd orang lain.' Jika kita termaksud orang yg egois, kikir dan hanya perduli kpd diri sendiri, kita tdk akan mungkin mampu melakukan kebenaran Firman Tuhan ini. Pada intinya, ada bagian milik orang lain yg Tuhan titipkan di hidup kita, jika kita tdk sadar dan percaya akan hal itu, kebenaran Firman Tuhan diatas utk 'menunjukan siapakah Tuhan ' tdk akan mungkin dikerjakan. Talenta dan karunia yg ada pada kita, bahkan berkat berkat yg ada pada kita, itu bukan sekedar utk menghibur diri atau berbangga diri, memanjakan diri sendiri, apalagi sekedar utk memperkaya diri sendiri, namun utk kepentingan orang lain juga. Satu kali Yesus memberikan perintah yg sangat tegas demikian: Matius 10:8 "...Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma..." Ada karunia, talenta, atau berkat berkat yg diperjual belikan oleh anak anak Tuhan, bagaimanakah mungkin kita dpt menunjukan siapakah Tuhan ketika kita berhitung 'untung rugi' dgn berkat berkat, karunia, dan talenta yg Tuhan berikan?

dibuat pada : 2016-08-10 19:39:10