Daily Devotion

Rabu, 26 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Yg Tuhan harapkan dari 'peristiwa padang gurun' yg harus kita lalui adalah agar kita belajar utk rendah hati, yaitu dgn cara menunjukan kpd kita keadaan hati kita yg sesungguhnya, dan melihat, dari kesemuanya ini, apakah kita masih tetap berani utk berpegang kpd Firman Tuhan atau justru kita memilih utk melanggar-Nya. Jika melewati tekanan dan kesulitan hidup, kita masih tetap berani mempertahankan kebenaran Firman Tuhan, maka hati kita akan belajar utk mengandalkan Tuhan diatas kepintaran atau hikmat kita sendiri. Kita akan belajar mengakui kedaulatan dan kemaha kuasaan Tuhan yg bekerja lewat segala perkara. Dgn demikian, ketika Tuhan dan kebenaran Firman-Nya kita tempatkan diposisi yg terkemuka dan terdepan, maka otomatis diri kita sendiri akan berada diposisi yg jauh dibawah otoritas Tuhan,... itulah cara kita merendahkan diri dihadapan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-25 19:11:44

Selasa, 25 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Coba perhatikan kembali cara Tuhan yg terus menerus, tanpa mengenal lelah utk mengarahkan, menuntut dan mendorong kita utk mencapai rencana agung Tuhan di ayat diatas. Ada waktu waktu dimana kita sengaja dituntun Tuhan berjalan masuk dan melewati 'padang gurun'. Bahkan sepanjang umur hidup manusia kita akan sering kali dibawa keluar masuk peristiwa spt padang gurun yg akan menggali dan mengungkapkan apa yg ada didlm dasar hati kita agar kita sendiri dpt belajar dan mengetahui isi hati kita sendiri. Coba lihat kembali ayat ini: "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..." Kadang justru peristiwa padang gurun-lah yg akan membuat kita sadar tentang betapa rapuhnya kharakter kita, betapa kita perlu utk dibentuk oleh tangan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-24 19:30:29

Senin, 24 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Hidup adalah serentetan perjalanan yg panjang utk mencapai tujuan Tuhan didlm kita. Namun seringkali kekerasan hati kita sendirilah yg telah berkali kali mencoba menggagalkan rencana besar Tuhan didlm diri kita,... kita lebih memilih utk mengerjakan kemauan dan rencana kita sendiri, kita sering lebih memilih apa yg menurut kita baik dan menyenangkan, sehingga kita berkali kali menemukan kegagalan dan tdk sedikit yg mengalami kehancuran. Tuhan ijinkan semua itu terjadi sebab kpd masing masing kita ada 'kehendak bebas' yg sudah Tuhan serahkan utk menjadi pilihan kita masing masing. Tuhan tdk pernah memaksa siapapun utk mengikuti kehendak-Nya, namun jika hati kita rela dan taat, barulah saat itu kehendak Tuhan akan menuntun langkah-langkah hidup kita menuju kpd rencana agung-Nya Tuhan. Bagaimana agar kita selalu dpt menjaga hati yg rela utk dipimpin berjalan sesuai dgn rencana dan tuntunan Tuhan? Pastikan hatimu dan hatiku selalu berpegang kpd perintah perintah Firman Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-23 19:12:49

Jumat, 21 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Hidup dan menikmati hidup yg bebas dari roh perbudakan akan menjaga hati kita tetap murni dihadapan Tuhan. Lebih jauh lagi akan membuat hidup kita bisa berdampak bagi orang banyak, sebab bukan hanya pekerjaan atau menikmati kesukaan apa yg baik dan berguna bagi diri kita sendiri yg memuliakan nama Tuhan, tapi apa yg tdk membuat kita diperhamba oleh apapun yg tetap menjadikan Tuhan sbg satu satunya Allah bagi kita, sebab apa yg memperhamba kita adalah tuhan bagi kita. Diperhamba artinya diperintah dan terikat oleh yg memperhamba tsb. Seorang yg diperhamba oleh nafsu sex akan terus menerus mengikuti keinginan dagingnya dan tdk bisa terlepas dari padanya. Sebaliknya seorang hamba Tuhan tdk akan bisa atau tdk akan bersedia utk melangkah berjalan diluar kebenaran Firman Tuhan, sebab dia terikat, tertawan oleh-Nya, sama spt Paulus yg bersaksi: "...Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ.." (Kisah Para Rasul 20:22).

dibuat pada : 2016-10-20 18:40:08

Kamis, 20 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Lebih jauh lagi Firman Tuhan diatas mengajak semua anak Tuhan utk bukan hanya hidup berlandaskan apa yg halal dan berguna, tapi lebih jauh lagi, Firman Tuhan diatas mengajak dan mengajar anak anak Tuhan utk bergerak, menikmati dan melakukan segala sesuatu tanpa diperhamba oleh suatu apapun. Dlm hal ini, bukan masalah boleh atau tdk boleh, bukan baik atau tdk baik dlm menikmati berkat yg Tuhan berikan kpd kita, tapi lebih kpd apakah kenikmatan tsb akan memperbudak saya atau tdk. Bekerja dan mencari nafkah itu baik dan memang seharusnya dilakukan oleh anak anak Tuhan, tapi ada orang orang tertentu yg begitu ter-obsesi oleh pekerjaan dan pengejaran keuntungan, dlm bahasa English ada istilah 'workoholic' utk menerangkan orang yg diperbudak oleh pekerjaan dan pengejaran akan keuntungan, sama spt alcoholic  utk orang yg kecanduan alchohol. Makan itu baik, tapi ada orang yg diperhamba oleh perutnya sendiri. Inilah yg Firman Tuhan ajarkan kpd kita hari ini, adakah kesukaan dan kebiasaan kita yg selama ini kita kerjakan yg sesungguhnya sedang memperbudak hidup kita?

dibuat pada : 2016-10-19 18:56:00

Rabu, 19 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Seperti keputusan kita, demikianlah juga nilai atau value yg ada didlm batiniah kita. Hal yg sama juga benar dlm menunjukan nilai satu pribadi bagi kita. Jika satu orang customer atau client yg penting yg membawa begitu banyak keuntungan kpd usaha kita, maka sulit utk dibayangkan bahwa kita tdk akan meluangkan waktu utk client atau customer tsb. Dgn siapa engkau banyak menghabiskan waktu, demikianlah susunan prioritas individu individu tsb didlm dirimu... Lalu bagaimana dgn posisi Tuhan didlm hidupmu? Apakah Dia valuable? Apakah Tuhan itu bernilai bagimu? Sederhana saja utk dipastikan, coba lihat agenda mu sehari hari? Adakah waktu waktu khusus yg engkau sediakan utk Dia? Adakah waktu waktu special, spt diawal hari sebelum memulai segala galanya, atau diakhir hari, setelah mengakhiri hari harimu,... adakah engkau memiliki waktu waktu tsb bagi TUHAN? Bagi banyak orang percaya, ternyata Tuhan tdk memiliki nilai penting di hatinya, sebab yg mereka kerjakan hanyalah sekedar agamawi, berdoa sebelum makan, berdoa sebelum tidur, ibadah setiap hari hari tertentu dan lain sebagainya... itu tdk salah, tapi itu agama, itu mungkin saja halal atau kosher, tapi belum tentu berguna.

dibuat pada : 2016-10-18 18:38:32

Selasa, 18 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Sering kali kita sendiri tdk sadar akan nilai nilai atau value yg kita miliki didlm diri kita, namun jika kita berani jujur dan terbuka, sesungguhnya setiap keputusan yg kita ambil, keputusan keputusan itu akan merefleksikan nilai nilai yg ada didlm kita. Setiap pribadi memiliki jumlah waktu yg sama, satu hari 24 jam, tapi cara kita menghabiskan waktu waktu tsb berbeda antara yg satu dgn yg lainnya. Ada yg meluangkan begitu banyak waktu utk memenuhi kesenangan dirinya sendiri (pleasure), ada yg meluangkan begitu banyak waktu utk bekerja dan lain sebagainya. Jika kita berani mengevaluasi hidup kita sendiri, jumlah waktu waktu yg kita alokasikan didlm kehidupan kita sehari hari akan menunjuk dan menyatakan nilai nilai hidup kita sendiri. Jika saudara adalah pribadi yg menaruh nilai yg tinggi akan keluargamu, pasti ada cukup waktu yg akan engkau alokasikan utk keluargamu,... jika engkau adalah pribadi yg mau bertumbuh dan berkembang, pasti ada waktu waktu utk belajar, membaca, berlatih yg engkau sediakan didlm waktu waktumu. Spt itulah hidupmu?

dibuat pada : 2016-10-17 20:56:40

Senin, 17 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Agama akan berupaya mengatur perkara perkara yg kita lakukan diluar tubuh utk menentukan atau memberikan perasaan yg baik dan nyaman, 'feeling good'  tentang diri sendiri, spt: apa yg kita makan, kapan dan bagaimana berdoa, berapa sering, pakaian apa yg boleh dan tdk boleh digunakan, dll. Dgn melakukan semua hal tsb, kita akan merasa sudah baik karena sudah menggenapi tuntutan agama. Sebaliknya Firman Tuhan diatas menegaskan dan membawa kita utk masuk lebih dlm lagi kpd kesempurnaan rencana Tuhan. Coba perhatikan apa yg 1 Korintus 6 : 12 diatas katakan: "...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna..." Agama akan menyatakan 'itu halal, jadi sah sah saja utk dimakan dan dinikmati...' Mungkin saja benar demikian, tapi apakah itu berguna? Dlm hal inilah kita akan belajar mengenali 'value atau nilai luhur' yg ada didlm diri kita sendiri. Bukan masalah boleh atau tdk boleh, halal atau tdk halal, tapi apakah itu berguna atau bermanfaat? Dan bagi siapa hal itu bermanfaat? Coba belajar bertanya kpd diri kita sendiri setiap kali saudara dan saya akan mengambil satu keputusan.

dibuat pada : 2016-10-16 20:01:49

Jumat, 14 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Saudaraku, pelajaran penting bagi semua kita, termaksud bagi saya, sbg manusia biasa, kita bisa saja kecewa, frustrasi, geregetan atau merasa tdk mendapatkan perlakuan yg adil dan benar... mungkin dari keluarga kita sendiri, atau dari atasan atau guru atau dari siapapun, tapi ingat baik baik, jgn sampai kita meluap marah akibat luapan frustrasi atau kekecewaan tsb, sebab itu adalah dosa! Amarah yg demikian ditujukan hanya utk membela diri sendiri, bukan membela kekudusan Tuhan atau utk menghormati Tuhan. Sebaliknya, amarah yg tdk mendatangkan dosa adalah amarah yg murni membela kekudusan TUHAN... namun kenyataannya, manusia termaksud saya sendiri, jauh lebih sering lepas amarah karena kepentingan saya terusik, karena merasa direndahkan dan kurang dihormati, amarah karena frustrasi dan kecewa.... yg spt itu, semua itu adalah amarah manusiawi, dan itu mendatangkan dosa! Peganglah Firman Tuhan ini baik baik: Yakobus 1:19-21 "...Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

dibuat pada : 2016-10-13 19:24:30

Kamis, 13 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada kesempatan lain, yg dicatat di Bilangan 20, Musa juga sekali lagi sempat lepas amarahnya, kali ini Musa marah bukan dgn merusak buatan tangan Tuhan,... Musa tdk memaksa bangsa umat Tuhan utk minum air bercampur gilingan emas, Musa hanya memukul batu... hanya itu saja, tapi justru kali ini, Alkitab dgn tegas menuliskan respond Tuhan terhadap kemarahan Musa, coba perhatikan: "...Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." (Bilangan 20:12). Kenapa kali ini utk tindakan yg sangat sederhana, tdk melukai siapapun, tapi justru utk hal sederhana ini, Tuhan menghardik dan menyatakan bahwa amarah Musa sbg dosa. Apa bedanya? Sebab kali ini, Musa bergerak diluar ketaatan... Tuhan tdk pernah memerintahkan Musa utk memukul batu tsb, Tuhan hanya berkata, bicara.. minta air kpd batu tsb... tapi karena kecewa yg begitu berat... beban menanggung kedegilan hati bangsa itu, maka Musa lepas control dan menjadi marah. Amarah Musa kali ini bukan hanya berjalan diluar ketaatan, tapi juga karena frustrasi akan keadaan yg dia hadapi. Memang manusiawi, tapi tdk menghormati Tuhan, itulah marah yg mendatangkan dosa.

dibuat pada : 2016-10-12 19:21:33

Rabu, 12 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Dlm kesempatan lain, Musa sedang berada diatas gunung Sinai bersama Tuhan utk menerima kedua loh batu yg bertuliskan sepuluh perintah Allah. Namun bangsa Israel dikaki gunung, dibawah pimpinan Harun telah berontak melawan Allah Israel dgn melacurkan diri mereka dlm penyembahan kpd anak lembu emas buatan tangan Harun. Alkitab mencatat hal ini: "... Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar." & ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel..." (Keluaran 32:18-20). Musa bukan hanya meluap amarahnya, dia bahkan melemparkan kedua loh batu yg Tuhan telah ukir dgn jari Tuhan sendiri, dilemparkannya dikaki gunung, lalu anak lembu tuangan tsb digiling dan dipaksa minum bangsa itu dari gilingan emas bercampur air, sehingga mati begitu bayak orang dari bangsa itu, tapi tdk sekalipun Musa ditegur atau dihardik oleh TUHAN karena amarah yg meluap luap sampai telah menghancurkan loh batu buatan tangan Tuhan sendiri, kenapa begitu? Sebab Musa tetap berjalan didlm ketaatan dan hormat akan Tuhan, bukan demi kepentingan dirinya sendiri.

dibuat pada : 2016-10-11 19:52:42

Selasa, 11 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada saat sebelum Tuhan menurunkan tulah yg ke sepuluh kpd bangsa Mesir, yaitu kematian anak sulung di bangsa itu, Musa utk terakhir kalinya berbicara kpd Firaun,.. coba perhatikan sikap Musa saat itu: "..Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir....Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala..." (Keluaran 11:4 & 8). Musa keluar dari hadapan Firaun dan meninggalkan Firaun dgn marah yg bernyala nyala, bukan hanya marah, tapi marah yg bernyala nyala. Tahukah saudara, sekalipun Musa keluar dgn amarah yg menyala-nyala, namun tdk sekalipun Tuhan menegur Musa atau menghardik Musa karena dia telah menjadi marah. Tdk sekalipun dikatakan bahwa Musa telah berdosa akibat amarah yg meluap luap tsb,... kenapa demikian? Sebab Musa tdk marah utk kepentingannya sendiri... Musa membela kekudusan Tuhan dan merasa kecewa akan kedegilan hati Firaun,... seakan akan Musa dpt melihat apa yg akan terjadi bagi Firaun dan bagi bangsa Mesir... berapa banyak anak anak sulung akan mati sia sia, hanya karena seorang Firaun yg degil hatinya, itulah latar belakang amarah Musa.

dibuat pada : 2016-10-10 21:14:28