Daily Devotion

Rabu, 18 Mei 2016

Yakobus 3:3-4 "Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi..."
Kembali kpd Kejadian 6, ketika Tuhan memutuskan utk mengajarkan gereja-Nya akan betapa pentingnya menyerahkan kendali hidup kita kpd Tuhan, hidup yg rusak yg mengakibatkan bumi menjadi rusak adalah karena penduduknya menjalankan hidup yg rusak... utk memulai kembali generasi yg mau hidup benar dihadapan Tuhan, yg bersedia menjalankan hidup yg tdk rusak, Tuhan memerintahkan Nuh utk membangun bahtera tanpa kemudi, sebab justru disitulah masalah utamanya. Tuhan mau mengendalikan langsung hidup dari satu keturunan yg akan menjalani hidup yg benar dan tdk rusak, dan Tuhan sendirilah yg harus mengendalikan umat yg bersedia utk hidup benar. Namun manusia selalu cenderung utk memberontak, pada jaman Samuel, umat Israel menuntut utk minta seorang raja, padahal saat itu, Tuhan mau memerintah sbg raja atas umat-Nya,... Pemberontakan selalu membawa kehancuran, belajarlah utk bisa dikendalikan. Apa apa saja yg harus bisa dikendalikan? keinginan dan kebanggaan diri sendiri, belajarlah utk siap dikendalikan dlm hal hal tsb, tundukan keinginan dan kebanggaan diri sendiri dibawah Firman Tuhan, jika hal tsb bertabrakan, pasti keinginanmu atau rasa bangga kpd diri sendirimu itu keliru, itulah cara memberikan kendali hidup kita kpd Tuhan.

dibuat pada : 2016-05-17 18:09:40

Selasa, 17 Mei 2016

Yakobus 3:3-4 "Kita Mengenakan Kekang Pada Mulut Kuda, Sehingga Ia Menuruti Kehendak Kita, Dengan Jalan Demikian Kita Dapat Juga Mengendalikan Seluruh Tubuhnya.
Dan Lihat Saja Kapal-kapal, Walaupun Amat Besar Dan Digerakkan Oleh Angin Keras, Namun Dapat Dikendalikan Oleh Kemudi Yang Amat Kecil Menurut Kehendak Jurumudi..."
Ketika Tuhan Memerintahkan Nuh Utk Membangun Bahtera Yg Tujuannya Adalah Tuhan Mau Memulai Kembali Satu Generasi Yg Akan Hidup Benar Dan Taat Kpd Tuhan Sendiri. Inilah Yg Alkitab Tuliskan: Kejadian 6:12-13 "Allah Menilik Bumi Itu Dan Sungguhlah Rusak Benar, Sebab Semua Manusia Menjalankan Hidup Yang Rusak Di Bumi. Berfirmanlah Allah Kepada Nuh: "Aku Telah Memutuskan Untuk Mengakhiri Hidup Segala Makhluk, Sebab Bumi Telah Penuh Dengan Kekerasan Oleh Mereka, Jadi Aku Akan Memusnahkan Mereka Bersama-sama Dengan Bumi." Pada Waktu Itu, Bumi Menjadi Rusak Karena Penduduknya Menjalankan Hidup Yg Rusak, Itulah Alasan Mengapa Tuhan Mau Memulai Kembali Satu Keturunan Yg Baru, Keturunan Yg Mau Hidup Dgn Menjalankan Hidup Yg Benar Bukan Hidup Yg Rusak Yg Mengakibatkan Bumi Menjadi Rusak. Lalu Apa Yg Tuhan Lakukan? Tuhan Memerintahkan Nuh Utk Membuat Bahtera, Dgn Di Design Langsung Oleh Tuhan, Ukuran Panjangnya, Tingginya, Lebarnya, Bahkan Bahan Bakunya Dan Ruang Ruangnya, Semua Diperinci Oleh Tuhan Sendiri. Namun Satu Hal Seakan Terlupakan, Justru Hal Terpenting Yaitu Kendali Atau Kemudi Dari Bahtera Tsb Bahkan Tdk Disebutkan, Sebab Tuhan Mau Mengajarkan Nuh Agar Tuhan Sendiri Yg Memegang Kemudi Tsb.

dibuat pada : 2016-05-16 12:40:25

Senin, 16 Mei 2016

Yakobus 3:3-4 "Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi..."
Salah satu hal yg sangat penting dlm process pendewasaan rohani seorang percaya adalah 'kerelaan utk menyerahkan kendali' hidup kita kpd tuntunan Roh Kudus. Sepertinya hal ini sederhana, namun sesungguhnya hal ini tdk mudah, sebab yg membuat hal ini sulit adalah ego dan kedegilan diri kita sendiri. Banyak anak anak Tuhan yg menyebut diri sbg seorang percaya, namun memegang erat erat kemudi hidupnya sendiri. Kita hanya mampu dipakai Tuhan menjadi pribadi spt yg Dia rindukan, jika kita bersedia utk menyerahkan kendali hidup kita kpd tuntunan Roh Kudus, tanpa penyerahan tsb, hidup kekristenan kita hanyalah sekedar sandiwara.

Melepaskan kendali, tdk lagi duduk dikursi yg melakukan kontrol adalah hal yg paling sulit yg bisa dilakukan manusia, sebab secara naluri, kita selalu ingin memegang kendali hidup kita sendiri. Ketika manusia berani melepaskan kendali hidupnya sendiri kpd Tuhan, saat itu jugalah sesungguhnya kita menganggap Dia sbg Tuhan yg berdaulat.

dibuat pada : 2016-05-15 19:21:21

Jumat, 13 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Orang yg mengenal Allah-nya dgn benar, bukan hanya akan tetap kuat, namun ketika dia jatuh atau tertekan, dia akan bangkit kembali dan tdk tetap jatuh tertekan. Amsal 24:16 mengatakan: "... Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." Apakah saudara melihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik yg dilukiskan oleh kitab Amsal? Mereka sama sama bisa jatuh,... mereka sama sama bisa tertekan, tapi akibat setelah tekanan dan kejatuhan tsb akan sangat berbeda, orang benar sekalipun jatuh tujuh kali, namun tekanan dan kejatuhan tsb tdk membuatnya hancur, sebaliknya dia akan tetap kuat dan bangkit kembali, itulah kekuatan utk 'bertindak'. Sebaliknya orang fasik juga bisa jatuh, namun kejatuhan dan tekanan tsb akan membuat orang fasik roboh dan hancur. Lalu apa yg membuat perbedaan tsb terjadi? Sebab orang benar mengenal Allahnya itu hidup dan memegang hari esok, itulah sebabnya dia tdk akan tinggal tergeletak, Tuhan yg ada didlm diri orang benar tsb akan membangkitkan dia utk tetap kuat dan bangkit kembali, utk bertindak lagi.

dibuat pada : 2016-05-12 21:22:14

Kamis, 12 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Ayub adalah satu pribadi yg ditulis didlm Alkitab yg sangat luar biasa. Mungkin dari semua orang yg dituliskan namanya didlm Alkitab yg mengalami tekanan, tekanan dan penderitaan yg Ayub alami lebih besar dibandingkan dgn semua yg lain. Tapi kenapa Ayub bisa bertahan dan tetap kuat? Sebab Ayub mengenal siapa Tuhan dan Allahnya. Ketika semua tekanan dan penderitaan terjadi, inilah yg keluar dari mulut Ayub: Ayub 1:21  "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!..." kitab Amsal mengatakan: "...Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul." (Amsal 30:33) Jika hidupmu penuh dgn Tuhan, maka ketika engkau diperas dgn begitu kuatnya, yg keluar adalah Tuhan atau aroma Tuhan, kharakter Tuhan. Ada begitu banyak anak anak Tuhan yg keluar masuk gereja, bahkan sibuk melayani, tapi ketika menghadapi tekanan, yg keluar dari dirinya adalah hal hal yg sama sekali bukan Tuhan, tdk ada aroma dan butir butir kharakter Illahi yg keluar akibat tekanan. Jika engkau benar benar mengenal Allahmu, saat menghadapi tekanan, yg terjadi bukanlah keputus asaan atau persungutan,... melainkan hati yg tetap kuat dan pengucapan syukur.

dibuat pada : 2016-05-11 20:01:37

Rabu, 11 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak."
Pengenalan akan Allah adalah satu dari ketujuh Roh Allah yg dilukiskan di dalam Yesaya 11, sama spt roh takut akan Tuhan, menunjukan kharakter Tuhan sendiri. Dlm hal ini, kharakter Illahi tdk diterima sama spt kita menerima karunia Roh Kudus yg adalah pemberian Allah sendiri bagi kita. Kharakter Illahi memerlukan kerelaan dan kesungguhan hati kita utk mengejarnya. Coba perhatikan beberapa ayat ayat ini: Ibrani 12:14 "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan...." Kekudusan adalah kharakter Allah, kitalah yg harus mengejarnya, harus ada usaha utk mengejarnya, ada yg harus ditanggalkan. Lihat lagi ayat yg lain ini: 2 Timotius 2:22 "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni..." Keadilan, kesetiaan, kasih, semua itu adalah kharakter Tuhan, harus ada upaya dan kerelaan dari diri kita sendiri utk mengejarnya. Demikian juga dgn pengenalan akan Allah, semakin kita intim bergaul dan mencintai Firman-Nya, semakin kita menjadi kuat.

dibuat pada : 2016-05-10 20:07:00

Selasa, 10 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Ingat siapa Thomas? Murid Tuhan yg selama tiga setengah tahun hidup melayani dan berjalan bersama Yesus... tiap tiap hari Thomas makan dan tinggal bersama Yesus. Thomas berkali kali melihat Yesus melakukan mujizat ajaib didepan mata-nya. Ternyata mujizat dan tanda ajaib sekalipun tdk merupakan jaminan bahwa pengenalan Thomas akan Kristus itu benar... Thomas memang mengenal Kristus, tapi dia kenal Yesus sbg nabi, sebagai guru yg baik, sebagai Anak Manusia yg mampu melakukan perkara ajaib, tapi bukan sbg Tuhan. Itulah sebabnya ketika Yesus mati dikayu salib, imannya mulai goyah,... Thomas mulai meragukan apakah hidupnya akan menemukan gang buntu atau tdk akan ada lagi harapan bagi masa depannya. Ketika Thomas tdk lagi dapat melihat masa depan bersama Kristus yg sudah mati, dia mulai kembali ke hidup yg lama, kembali utk pergi menangkap ikan (Yoh 21). Harapan akan masa depan mulai pudar, dan itulah juga yg bisa terjadi bagi kita orang percaya, jika kita tdk mengenal Allah kita dgn benar,... jika kita tdk mengenal Yesus sbg Tuhan dan Allah kita. Barulah setelah Thomas bertemu dgn Yesus yg sudah bangkit dan yg membuka tangan-Nya utk Thomas menyucukan jarinya di tangan Yesus, kemudian Thomas berkata: 'Ya Tuhan ku,... ya Allahku!' Sejak hari itu, Thomas tdk takut dan ragu ragu lagi, sebab dia telah menemukan Allahnya.

dibuat pada : 2016-05-09 19:37:39

Senin, 9 Mei 2016

Daniel 11:32
"...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Ada masa masa didlm kehidupan orang percaya sekalipun, dimana kita akan mengalami tekanan dan masalah yg begitu berat... Tdk ada pengecualian sekalipun kita orang percaya, sekalipun kita hidup benar dihadapan Tuhan, tetap ada waktu waktu dimana kitapun harus melewati badai tekanan dan masalah kehidupan... Tekanan hidup tdk akan mengubah seseorang, dari buruk menjadi baik atau sebaliknya, dari baik menjadi buruk... sebaliknya, tekanan hidup hanyalah akan mengungkapkan 'isi kharakter kita yg sesungguhnya'! Jika saudara dan saya adalah seorang yg benar benar mengenal pribadi Allah kita, maka melewati badai hidup seperti apapun, kita akan tetap kuat, akan mampu bertahan. Lihat sekali lagi ayat diatas: "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak."(Daniel 11:32b). Sebaliknya jika selama ini engkau tdk benar benar mengenal Kristus sbg Tuhan mu, maka melewati tekanan dan malapetaka, isi kharakter kita akan terlihat jelas. Panik dan hilang harapan adalah ciri ciri orang yg tdk sungguh sungguh mengenal Dia sbg Allahnya, sebaliknya orang yg mengenal Tuhan akan tetap tenang dan penuh pengharapan.

dibuat pada : 2016-05-08 19:39:58

Jumat, 6 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Sekarang kita telah belajar kebenaran bahwa orang yg mau hidup takut akan Tuhan memulai perjalanan hidupnya dgn membangun hati yg lemah lembut, sehingga kelembutan hati mereka telah menghindari diri mereka sendiri dari kehancuran yg hebat. Dgn demikian, kelemah lembutan dan kerendahan hati adalah syarat utama utk memiliki hati yg bisa diajar, yg teachable. Semakin teachable hatimu, semakin mudah utk Roh Kudus dan orang lain berbicara kpd hidup kita. Kadang suara teguran Tuhan spt angin sepoi sepoi basa, namun jika hatimu lembut, teguran sederhana spt itupun akan mampu engkau deteksi... Sebaliknya jika hatimu keras, semakin keras, bahkan malapetaka yg besar sekalipun tdk akan mampu menyadarkan hati dan pendirianmu... pernahkah saudara melihat atau bertemu dgn orang yg degil spt itu? Apa reaksimu? Reaksi orang orang pada umumnya adalah 'beranjak dan menjauh!' Itulah malapetaka!!! Tdk ada lagi orang yg bersedia utk membangun kita, sebab hati kita begitu keras dan degil. Belajarlah utk melembutkan hati.

dibuat pada : 2016-05-05 17:36:55

Kamis, 5 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Imam Eli adalah seorang hamba Tuhan yg sangat berhasil, dia mencapai posisi yg paling tinggi didlm jabatan Imamat ditengah tengah bangsa Israel. Namun akhirnya imam Eli mengalami malapetaka yg sangat hebat, kehancuran total dialaminya. Kenapa Tuhan biarkan imam Eli hancur? Tdkkah ada pengampunan mengingat jasa jasanya sbg seorang imam besar atas umat Tuhan? Kenapa dia harus hancur bersamaan dgn ke dua anak anaknya yg juga melayani Tuhan di rumah Tuhan? Kenapa seakan Roh Tuhan tdk mengejar utk memulihkan dan menyadarkan imam Eli sebelum dia hancur? Sesungguhnya tdk lah demikian, 1 Samuel 3 menceritakan bagaimana Samuel yg masih kecil sudah mendapatkan pesan Tuhan akan apa yg Tuhan akan kerjakan atas keluarga imam Eli yg sangat dasyat dan akan membuat orang merinding mendengarnya. Namun tahukah saudara apa respond imam Eli saat itu? Seakan dia tdk terlalu ambil perduli dgn peringatan Tuhan... setelah lewat sekian lama, juga tdk dilukiskan bagaimana imam Eli merubah sikapnya terhadap kedurhakaan anak anaknya. Imam Eli memiliki kesempatan utk berubah dan bertobat, namun sikap hati yg tdk mau diajar, un-teachable, telah membawa kehancuran bagi hidupnya dan bangsanya. Pastikan kita memiliki hati yg teachable!

dibuat pada : 2016-05-04 17:36:49

Rabu, 4 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Alkitab penuh dgn pelajaran pelajaran yg sangat berguna dan yg dgn jelas memberikan tuntunan dan arahan yg berharga. Firaun adalah seorang pemimpin yg sangat bebal dan tdk teachable, berkali kali dia mendapatkan teguran bahkan hardikan, namun hatinya tetap mengeras, sampai satu ketika dia hancur total, dan bukan hanya dia, orang orang disekitarnya-pun juga ikut dihancurkan. Secara career dan kekayaan, Firaun adalah orang yg berhasil, orang yg success, dia mencapai posisi yg tertinggi di Mesir, dia memiliki kekayaan yg sangat melimpah, tapi Firaun bukanlah seorang yg teachable, yg bisa diajar. Akibat dari kedegilan hatinya sendiri, semua kekayaan dan keberhasilannya menjadi sia sia dan terkubur bersama dgn kehancurannya sendiri. Seharusnya Firaun bisa menjadi alat Tuhan utk memuliakan Tuhan dgn semua keberhasilannya, namun karena tdk adanya hati yg siap diajar, yg teachable, keberhasilan dan kekayaannya justru telah menjadi jerat bagi dirinya sendiri. Belajarlah utk memiliki hati yg bisa dan siap utk diajar.

dibuat pada : 2016-05-03 19:23:52

Selasa, 3 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Satu kali saya diperhadapkan oleh satu pertanyaan, apakah bedanya hidup yg berhasil atau sukses dgn hidup yg bernilai, berdampak? Bukankah jika kita ingin berdampak maka kita harus terlebih dahulu menjadi sukses? Hidup yg berhasil atau hidup suksess adalah hidup yg menambah nilai kepada diri kita sendiri, sebaliknya, hidup yg berdampak adalah hidup yg menambah nilai kepada orang lain. Jadi sama sekali tdk ada hubungan-nya antara orang sukses atau berhasil dgn orang yg hidupnya berdampak. Ada begitu banyak orang luar biasa yg telah mencapai kesuksesan didlm hidupnya, namun berakhir sia sia. Keberhasilannya di area area tertentu, justru telah menjadi batu sandungan utk dirinya sendiri. Kenapa seorang spt Elvis Presley harus merasa 'kesepian'? Padahal dia sangat terkenal dan sangat dikagumi banyak orang... orang orang berani membayar harga mahal sekali hanya utk bisa bertemu dgn dia, mendengarkan dia bernyanyi atau sekedar berfoto dgn-nya... bagaimana mungkin orang spt itu bisa menjadi sangat sangat 'kesepian'? Demikian juga alasan yg sama dgn Merilyn Monroe, Amy Winehouse, Michael Jackson Robin Williams, etc, bagaimana orang orang sukses dan terkenal spt itu bisa merasakan kesepian yg akut, depresi yg berat? Sebab mereka sukses bukan berdampak.

dibuat pada : 2016-05-02 13:34:13