Daily Devotion

Kamis, 13 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada kesempatan lain, yg dicatat di Bilangan 20, Musa juga sekali lagi sempat lepas amarahnya, kali ini Musa marah bukan dgn merusak buatan tangan Tuhan,... Musa tdk memaksa bangsa umat Tuhan utk minum air bercampur gilingan emas, Musa hanya memukul batu... hanya itu saja, tapi justru kali ini, Alkitab dgn tegas menuliskan respond Tuhan terhadap kemarahan Musa, coba perhatikan: "...Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." (Bilangan 20:12). Kenapa kali ini utk tindakan yg sangat sederhana, tdk melukai siapapun, tapi justru utk hal sederhana ini, Tuhan menghardik dan menyatakan bahwa amarah Musa sbg dosa. Apa bedanya? Sebab kali ini, Musa bergerak diluar ketaatan... Tuhan tdk pernah memerintahkan Musa utk memukul batu tsb, Tuhan hanya berkata, bicara.. minta air kpd batu tsb... tapi karena kecewa yg begitu berat... beban menanggung kedegilan hati bangsa itu, maka Musa lepas control dan menjadi marah. Amarah Musa kali ini bukan hanya berjalan diluar ketaatan, tapi juga karena frustrasi akan keadaan yg dia hadapi. Memang manusiawi, tapi tdk menghormati Tuhan, itulah marah yg mendatangkan dosa.

dibuat pada : 2016-10-12 19:21:33

Rabu, 12 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Dlm kesempatan lain, Musa sedang berada diatas gunung Sinai bersama Tuhan utk menerima kedua loh batu yg bertuliskan sepuluh perintah Allah. Namun bangsa Israel dikaki gunung, dibawah pimpinan Harun telah berontak melawan Allah Israel dgn melacurkan diri mereka dlm penyembahan kpd anak lembu emas buatan tangan Harun. Alkitab mencatat hal ini: "... Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar." & ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel..." (Keluaran 32:18-20). Musa bukan hanya meluap amarahnya, dia bahkan melemparkan kedua loh batu yg Tuhan telah ukir dgn jari Tuhan sendiri, dilemparkannya dikaki gunung, lalu anak lembu tuangan tsb digiling dan dipaksa minum bangsa itu dari gilingan emas bercampur air, sehingga mati begitu bayak orang dari bangsa itu, tapi tdk sekalipun Musa ditegur atau dihardik oleh TUHAN karena amarah yg meluap luap sampai telah menghancurkan loh batu buatan tangan Tuhan sendiri, kenapa begitu? Sebab Musa tetap berjalan didlm ketaatan dan hormat akan Tuhan, bukan demi kepentingan dirinya sendiri.

dibuat pada : 2016-10-11 19:52:42

Selasa, 11 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada saat sebelum Tuhan menurunkan tulah yg ke sepuluh kpd bangsa Mesir, yaitu kematian anak sulung di bangsa itu, Musa utk terakhir kalinya berbicara kpd Firaun,.. coba perhatikan sikap Musa saat itu: "..Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir....Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala..." (Keluaran 11:4 & 8). Musa keluar dari hadapan Firaun dan meninggalkan Firaun dgn marah yg bernyala nyala, bukan hanya marah, tapi marah yg bernyala nyala. Tahukah saudara, sekalipun Musa keluar dgn amarah yg menyala-nyala, namun tdk sekalipun Tuhan menegur Musa atau menghardik Musa karena dia telah menjadi marah. Tdk sekalipun dikatakan bahwa Musa telah berdosa akibat amarah yg meluap luap tsb,... kenapa demikian? Sebab Musa tdk marah utk kepentingannya sendiri... Musa membela kekudusan Tuhan dan merasa kecewa akan kedegilan hati Firaun,... seakan akan Musa dpt melihat apa yg akan terjadi bagi Firaun dan bagi bangsa Mesir... berapa banyak anak anak sulung akan mati sia sia, hanya karena seorang Firaun yg degil hatinya, itulah latar belakang amarah Musa.

dibuat pada : 2016-10-10 21:14:28

Senin, 10 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Mungkinkah seorang manusia menjadi marah namun tdk berbuat dosa?

Jika tdk mungkin, tapi kenapa perkataan ini ditulis didlm Firman Tuhan? Bahkan bukan hanya 1 kali ini saja, tapi juga di kitab Efesus, di dlm salah satu surat Paulus kpd jemaat di Efesus, kembali perkataan Firman Tuhan ini dipertegas: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu"  (Efesus 4:26),... jadi bagaimana jika hal itu tdk mungkin tapi sampai 2 kali Firman Tuhan menegaskan hal ini? Tapi jika itu mungkin, bagaimana bisa terjadi, sebab jika kita marah didlm hati saja, maka bukankah itu sudah merupakan dosa didlm hati? Bukankah Yesus sendiri mengatakan: "...Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu..." (Matius 5:23-24). Inilah rahasia yg perlu kita perhatikan, spt apakah marah yg tdk mendatangkan dosa, yg intinya adalah karena apa kita marah? Utk kepentingan siapa kita marah?

dibuat pada : 2016-10-09 20:27:20

Jumat, 7 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Sama spt Ayub yg akhirnya mampu bergembira sekalipun dlm tekanan, setelah Ayub mengenal kharakter Allah secara benar, yaitu Tuhan yg berdaulat penuh, dan Ayub juga tahu bahwa Dia adalah Allah yg baik, Bapa yg penuh kasih, maka dgn tenang dan penuh sukacita Ayub dpt menyerahkan hidupnya ke dlm tangan Tuhan ketika dia harus berjalan didlm badai. Perhatikan perkataan Ayub ini: Ayub 42:1-5 "...Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 

Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 

Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau..." Dari mulut Ayub sendiri dia berkata: 'tdk ada rencana-Mu yang gagal! ' itulah Allah yg berdaulat! Tapi Dia juga Bapa yg baik, kombinasi keduanya adalah cukup bagi Ayub utk bersyukur melewati ujian, itulah juga modal menghadapi ujian bagi kita.

dibuat pada : 2016-10-06 14:58:45

Kamis, 6 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Yg sangat sulit utk dihidupi dari kebenaran Firman Tuhan diatas adalah: bukan hanya kita diminta utk menghadapi semua kesulitan dan tekanan didlm hidup ini yg akan berfungsi sbg ujian bagi hidup kita, namun kita juga diminta utk menghadapinya dgn 'bergembira'. Coba bayangkan bagaimanakah mungkin seorang yg sedang mengalami tekanan dan kesulitan besar, terutama jika hal itu bukan diakibatkan oleh kesalahan atau dosanya sendiri, spt Ayub misalnya,... bagaimana mungkin kita dpt bergembira menghadapi semua hal tsb? Bahkan Ayub sendiri, seorang yg begitu saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatanpun, tdk mampu menghadapi semua ujian dan tekanan hidupnya dgn bergembira. Tdk kah mustahil bahwa seorang manusia dpt bergembira menghadapi tekanan hidup yg adalah ujian sekalipun? Masalahnya Ayub tdk mengerti bahwa itu ujian... sampai pada akhirnya, ketika Ayub mengerti kharakter Tuhan secara benar, bahwa Dia Allah yg bukan hanya berdaulat, tapi juga adil, kemudian Ayub mencabut perkataannya dan menyerahkan kendali hidupnya kpd Tuhan, dan pertolongan Tuhan menjadi nyata dihidupnya.

dibuat pada : 2016-10-05 18:33:32

Rabu, 5 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Saya teringat ketika anak saya masih sangat kecil, dia harus menghadapi ujian piano seorang diri. Dia harus masuk ruang ujian piano sendirian, namun saya mengantar dan dari luar tuangan, saya mencoba mengintip dan mengamat amati, mendoakan, mendorong agar anak tsb berhasil didlm ujian-nya. Itulah juga yg terjadi dgn kita ketika kita diharuskan menghadapi ujian, kita akan dibiarkan berjalan seakan akan sendirian, namun sesungguhnya kita tdk ditinggalkan, mata Bapa di Surga terus mengamat amati kita, mendorong dan mengharapkan keberhasilan kita,... Roh Kudus terus mengingatkan kita akan penyertaan-Nya senantiasa didlm setiap langkah hidup kita. Kita tdk ditinggalkan-Nya! Sebab TUHAN adalah Bapa yg baik, yg tdk akan berpaling meninggalkan anak anak-Nya sendirian. Namun tentu, utk bisa naik ke level yg berikutnya, kita harus menghadapi ujian itu sendiri, tdk seorangpun diijinkan mengerjakannya bagi kita, sebab tujuan dari semua itu adalah menambah nilai dihidup kita. Hadapi saja semua itu dgn hati yg tenang dan sabar, Tuhan menyertaimu.

dibuat pada : 2016-10-04 20:40:48

Selasa, 4 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Ujian yg harus dihadapi oleh setiap orang akan meningkatkan nilai seseorang. Seorang mahasiswa akan selamanya menjadi mahasiswa abadi apabila dia tdk berani melangkah utk masuk ke ruang ujian, dan mempertahankan desertasi-nya. Sebaliknya, jika dia sudah mempersiapkan diri, menguasai dirinya dgn tenang, utk sedikit waktu saja, dia akan berubah dari seorang mahasiswa menjadi seorang sarjana. Nilai pribadi tsb akan berbeda total, ada pengakuan dari negara akan qualifikasi yg sudah dia raih. Demikian halnya dgn anak anak Tuhan, jika kita bersedia utk melangkah dan berpindah dari satu posisi ke posisi yg berikut, ke level yg lebih maju lagi, maka nilai pribadi tsb akan berubah. Dgn demikian, ujian yg Tuhan ijinkan terjadi didlm hidup kita, itu hanya sesaat saja waktunya dan tujuannya adalah menambah nilai didlm hidup kita, jadi tetaplah bersabar dan hadapi dgn percaya penuh kpd kedaulatan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-03 19:44:15

Senin, 3 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.‎ - NIV: ‎ In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."
Sebenarnya terjemahan yg lebih tepat adalah : '...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai ujian' dan bukan pencobaan, sebab tujuan dari pada ujian adalah utk meningkatkan nilai dan qualitas kita, sedangkan pencobaan adalah utk menyudutkan dan menjatuhkan kita. Ingat Yesus di cobai bukan diuji oleh iblis, sebab tujuan iblis melalui cobaan adalah utk menjatuhkan Yesus, sebaliknya, Yakobus 1:13 mengatakan: "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun..." Namun demikian, semua dukacita dan penderitaan akibat ujian sekalipun, tdk mudah utk dilewati, tdk nyaman utk siapapun. Ujian membuat anak anak stress dan tdk bisa bersenang senang spt anak anak lainnya, ujian membuat mahasiswa kehilangan waktu utk berkencan... tapi jgn takut, semua itu hanya sementara saja.

dibuat pada : 2016-10-02 20:45:43

Jumat, 30 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN - Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Pada akhirnya, kepercayaan kita kpd Tuhan Allah kita akan diuji melalui posisi dimana kita berdiri. Jika hanya karena takut kehilangan keuntungan, maka kita tdk berani berlaku benar, sesungguhnya kita tdk benar benar percaya kpd Tuhan, atau jika demi satu kenikmatan, kita sengaja mengabaikan kebenaran Firman Tuhan, maka kita tdk benar benar percaya kpd Tuhan. Sebab sungguhkah kita percaya kpd Dia namun kita tdk mempercayai Firman-Nya? Sebaliknya jika kita berani melakukan yg benar sekalipun rugi atau kehilangan sesuatu, sebenarnya kita sedang membuktikan iman percaya kita yg berdiri teguh, yg tdk tergoyahkan.
Sesungguhnya bahkan nyawa kita sendiri tdk dpt menjadi penghalang akan cinta kita akan kebenaran Tuhan. Kristus memberitahukan harga utk mengikut Dia demikian: "...Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya...." (Matius 10:39)

dibuat pada : 2016-09-29 19:54:49

Kamis, 29 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN - Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Ketika anak anak Tuhan memutuskan utk hidup benar, menghidupi kebenaran secara seutuhnya, maka hidup yg benar itu akan menjadi spt korban yg disembelih, yg darahnya tercurah dan ketika dibakar, bau daging yg terbakar akan menimbulkan bau bauan yg menyukakan hati Tuhan. Bukankah hal itu benar adanya?, sebab jika kita sungguh sungguh berani melangkah utk menghidupi kebenaran, maka kedagingan kita akan tersembelih, akan terbakar habis, namun justru itulah yg menyukakan hati Tuhan, ketika kedagingan kita semakin merosot, semakin tdk terlihat, sebaliknya, hati Tuhan akan semakin disukakan. Kebenaran yg dikerjakan dan di junjung tinggi itulah yg disebut sbg 'korban kebenaran' yg disebut oleh pemazmur di Mazmur 4:5. Berkata benar itu sering merugikan... berlaku benar sering dipandang sbg kebodohan... berpihak kpd kebenaran itu tdk menyenangkan, tapi semua itu menyukakan hati Tuhan. Bakarlah korban kebenaran dgn berkata benar, berlaku benar dan berpihak kpd yg benar.

dibuat pada : 2016-09-28 19:23:43

Rabu, 28 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN -Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Kitab Imamat berkali kali menuliskan apa yg Tuhan rasakan ketika Dia mencium bau harum dari satu korban bakaran,... contohnya: di Imamat 2:2, inilah aturan utk para imam imam: "Lalu korban itu harus dibawanya kepada anak-anak Harun, imam-imam itu. Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN." Kenapa korban itu menimbulkan bau harum bagi TUHAN? Apakah Tuhan menyukai daging spt manusia? Apakah Tuhan makan daging korban bakaran? Bukankah Tuhan sendiri di Mazmur 50 berkata: "...Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? (Mazmur 50:12-13). Jadi Tuhan menyukai bau korban yg dibakar utk mengajarkan kpd kita bahwa persembahan yg benar adalah yg spt korban yg dibakar, termaksud korban kebenaran.

dibuat pada : 2016-09-27 20:46:43