Daily Devotion

Senin, 2 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Apa hubungan-nya takut akan Tuhan dgn tdk mengeraskan hati? Ternyata takut akan Tuhan dibangun dari hati yg dibiasakan lembut atau kelamah lembutan. Jika seseorang ingin membangun dan menumbuhkan 'takut akan Tuhan' didlm hatinya, langkah awal yg sangat sederhana adalah dgn belajar melembutkan hatinya sendiri. Amsal 3:7 mengajarkan: "Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;.." Inilah kelemah lembutan,... tdk menganggap diri sendiri bijak, melainkan selalu siap utk dituntun, dibentuk, dan diarahkan, dgn kata lain, kerendahan hati dan kelemah lembutan adalah bahan Baku dasar utk menjadi takut akan Tuhan, teachable, bisa diajar. Orang yg teachable atau yg takut akan Tuhan itulah yg akan berbahagia, sebab dia akan terhindar dari banyak malapetaka. Orang yg takut akan Tuhan bisa keliru dan salah bertindak, tapi dia selalu siap utk ditegur, diarahkan dan diajar, itulah sebabnya kondisi hatinya yg bisa diajar, teachable, akan menghindari dirinya sendiri dari banyak malapetaka.

dibuat pada : 2016-05-01 19:21:57

Jumat, 29 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Sekarang kita mengerti bahwa mempercayai Tuhan ketika semua baik itu tdk-lah sulit, namun tetap percaya ketika keadaan kita tdk baik itu membutuhkan iman. Di kitab 1 Samuel 30, kita menemukan keadaan yg sangat mendesak yg menghimpit Daud,... disatu sisi, Ziglag telah dibakar oleh Amalek musuk Israel dan istri istri serta anak anak mereka ditawan oleh Amalek, disisi lain, rakyat begitu kecewa dan hendak melempari Daud dgn batu, atau dgn kata lain, rakyat melemparkan semua kesalahan kpd Daud. Jika Daud bergerak, belum tentu dia berhasil dan jika tdk berhasil rakyat akan benar benar merajam dia sementara Daud sendiri sedang merana menangisi istri dan anak anaknya yg ditawan oleh Amalek,... namun jika dia tdk bergerak apa apa, hampir hampir pasti Daud akan dirajam hidup hidup oleh rakyatnya sendiri. Dlm keadaan terjepit dan sangat tertekan, Daud memilih utk 'menguatkan kepercayaan-nya kpd Tuhan Allah-nya' dgn cara berdoa dan bertanya kpd Tuhan...‎ itulah iman... Kapan terlahir kali engkau berdoa utk bertanya kehendak dan tuntunan Tuhan? Bukan sekedar minta ini atau minta itu... percayalah kpd Tuhan Allahmu dlm keadaan terdesak sekalipun.

dibuat pada : 2016-04-28 19:13:52

Kamis, 28 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."‎Sulit utk percaya apalagi bersandar kpd Tuhan dgn segenap hati ketika keadaan disekeliling kita tdk menguntungkan utk percaya. Sebagian dari kita sering merasa kita lebih berhikmat dari Tuhan sehingga kita berfikir tdk bisa tetap percaya, kita harus segera mengambil tindakan, kita harus menolong diri kita sendiri, bukankah itu yg dilakukan Elimelekh dan Naomi, ketika terjadi kelaparan di tanah Bethlehem Yehuda, tanpa perlu percaya kpd Tuhan, bahkan tanpa perlu bertanya kpd Tuhan, Elimelekh langsung membawa Naomi istrinya dan kedua anaknya ketanah Moab (Ruth 1:1-...) Maksud hati mencari yg lebih baik, malah mendapatkan malapetaka, kelaparan terjadi di Bethlehem Yehuda, dan Elimelekh beserta keluarganya lari ke Moab, justru di Moab Elimelekh dan ke dua anaknya mati, dimana ada makanan justru mereka mati,... Mengertikah saudara akan hal ini? Merasa lebih tahu dan lebih berhikmat dari pada Tuhan sehingga tdk perlu mencari Tuhan telah membuat begitu banyak anak anak Tuhan hancur. Belajarlah utk percaya dan tdk bersandar kpd pengertianmu sendiri.

dibuat pada : 2016-04-27 19:32:14

Rabu, 27 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Ada waktunya dimana kehidupan ini akan membawa kita kpd satu kenyataan dimana kedaulatan Tuhan sedang terjadi, tdk ada yg dpt kita ubah lagi. Saat spt itu, kedewasaan seseorang akan sangat nyata. Ada yg memilih utk merengek rengek dgn kedok 'berseru seru kpd Tuhan, berdoa dgn sungguh hati', memang tdk salah utk berdoa dgn kesungguhan hati, namun tdk selamanya hal spt itu baik dan membangun. Satu kali Daud menangis dan berpuasa dihadapan Tuhan karena anaknya sakit, namun kemudian anaknya mati, dan inilah yg terjadi:  "...Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!" Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku." (2 Samuel 12:21-23) Dari jawaban Daud ini kita bisa belajar bahwa ada saat dimana kita diperhadapkan kpd satu tapal batas dimana kedaulatan Tuhan telah turun, pada saat spt itu, yg paling bijaksana adalah berserah dan bersyukur kpd kedaulatan Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-26 16:28:33

Selasa, 26 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Kadang sbg manusia, kita bisa saja, bahkan mungkin sering kali menghadapi perkara yg memang tdk dapat kita ubah sama sekali, itulah saat dimana kita perlu benar benar belajar utk berserah dan bukan mencoba utk me-reka reka jalan kita sendiri, sebab semakin kita berusaha utk merancang rancangan kita sendiri, semakin hancur keadaan kita akhirnya. Dapatkah kita mempercayai Tuhan utk hari esok anak anak kita? Sejujurnya, terkadang saya sendiri sering takut utk membayangkan apakah saya akan terus mampu membiayai sekolah anak anak saya? Bagaimana kalau ini atau itu terjadi? Memang sebenarnya 'rasa takut' bukanlah hal yg salah, namun bisa sangat melenceng bila tdk ditanggapi dgn benar. Cara menanggapi rasa takut yg salah adalah dgn menjadi khawatir apalagi kemudian diikuti dgn tindakan tindakan yg tdk sesuai dgn Firman Tuhan. Cara yg tepat utk menanggapi rasa takut adalah dgn semakin mengandalkan Tuhan dan dgn semakin tekun melakukan Firman-Nya. Jadi ketika rasa takut akan masa depan anak anak saya terlintas dipikiran saya, saya sempatkan waktu utk berdoa dan minta tuntunan Tuhan karena saya tdk bisa dan takut berjalan sendirian. Hal spt itu akan banyak mengajarkan saya utk rendah hati dan mengandalkan Tuhan lebih lagi.

dibuat pada : 2016-04-25 19:40:14

Senin, 25 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Ada begitu banyak orang, termaksud anak anak Tuhan yg puluhan tahun keluar masuk gereja, bahkan melayani Tuhan juga, namun mereka membuat ayat ayat Firman sendiri, seperti: Johnny 3:1 yg berkata: 'Tuhan hanya menolong mereka yg menolong dirinya sendiri; atau kesalahan dan dosa kita dapat dilunasi dgn persembahan atau pelayanan; atau mengakui kesalahan dan dosa itu adalah tanda kelemahan dan kehancuran...' Sebenarnya pandangan pandangan pribadi spt itu yg sering mengambil alih dan melampaui kebenaran Firman Tuhan akan menghancurkan diri kita sendiri, padahal Tuhan hanya sekedar minta kpd kita utk percaya saja kpd Dia, spt Firman yg barusan kita baca:  "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Sederhana sekali, namun ketika kita diperhadapkan kpd masalah dihidup ini, natur manusiawi kita cenderung utk tdk mau utk percaya dan tdk bersandar kpd pengertian kita sendiri, sehingga kita membuat berbagai bagai kesalahan yg menjerumuskan diri kita sendiri.

dibuat pada : 2016-04-24 19:46:43

Jumat, 22 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku Akan Bersyukur Kepada-Mu Dengan Hati Jujur, Apabila Aku Belajar Hukum-hukum-Mu Yang Adil. Aku Akan Berpegang Pada Ketetapan-ketetapan-Mu, Janganlah Tinggalkan Aku Sama Sekali..." Kita Hanya Akan Mampu Bersyukur Dgn Jujur Ketika Kita Siap Dan Bersedia Utk Belajar Hukum Keadilan Tuhan. Mengenal Firman Tuhan Dgn Benar Akan Membuat Hati Kita Sadar Bahwa Sejujurnya Hanyalah Anugrah Tuhan Semata Yg Membuat Kita Dilayakan Dihadapan-Nya. Dgn Demikian, Kitapun Dpt Berdoa Spt Doa Daud Ini Dibagian Akhir Ayat 8, "...Aku Akan Berpegang Pada Ketetapan-ketetapan-Mu, Janganlah Tinggalkan Aku Sama Sekali..." Bukankah Itu Juga Yg Menjadi Doa Musa Kpd Tuhan, Agar Jgn Sekali Kali Dia Dan Israel Ditinggalkan Tuhan, Sekalipun Tuhan Berjanji Utk Tetap Memberikan Tanah Perjanjian, Tapi Tanpa Penyertaan Tuhan. Mulailah Tiap Tiap Hari Dgn Doa Permohonan Agar Hati Kita Di Condongkan Utk Tetap Berpegang Kpd Firman Tuhan Dan Berpegang Kpd Ketetapan-ketetapan-Nya, Maka Sepanjang Hidupmu Engkau Akan Mengalami Penyertaan Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-21 20:27:25

Kamis, 21 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..." Inilah satu kebenaran yg perlu kita ingat baik baik, semakin kita menyelidiki Firman Tuhan dan memahaminya, justru kita akan semakin merasakan bahwa kita memang tdk layak sama sekali utk menerima kebajikan Tuhan, semua itu terjadi karena anugrah Tuhan semata... hati kita secara jujur akan berkata, itulah kebaikan dan perkenanan Tuhan semata... tapi kenapa orang Farisi yg sebenarnya pakar akan hukum hukum Tuhan justru tdk mampu menemukan kebenaran Tuhan dari semua itu? Perhatikan lagi doa orang Farisi di injil Lukas18:10-12 : "...Orang Farisi itu berdiri & berdoa dlm hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kpd-Mu, karena aku tdk sama spt semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga spt pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku..." doa doanya berpusat dan bertitik tolak kpd dirinya sendiri sekalipun itu disebut doa, '...karena aku tdk sama...aku bukan ini atau itu...aku begini atau begitu...' lalu dimana ucapan syukur kpd Tuhan? Jika itu ucapan syukur kpd Tuhan, seharusnya dia berkata spt Daud: Mazmur 136:1 "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

dibuat pada : 2016-04-20 21:25:32

Rabu, 20 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..." Jadi apa yg dimaksud dgn 'bersyukur dgn hati jujur?' Coba perhatikan ayat ayat ini: Lukas 18:10-12 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah utk berdoa; yg seorang adalah Farisi & yg lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri & berdoa dlm hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kpd-Mu, karena aku tdk sama spt semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga spt pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku..."‎ Sepintas orang Farisi tadi sedang 'bersyukur' didlm doa doanya, namun apakah itu dari hati yg jujur? Bukankah itu lebih serupa dgn menyombongkan diri dan membanggakan diri sendiri, sekalipun judulnya 'bersyukur'? Spt itukah pengucapan syukur dari hati yg jujur? Ucapan syukur dari hati yg jujur adalah yg mengagungkan Tuhan tanpa meninggikan diri sendiri atau membeberkan prestasi yg sudah kita capai. Belajarlah bersyukur dgn hati yg jujur dgn hanya memuliakan nama Tuhan sendiri.

dibuat pada : 2016-04-19 21:03:28

Selasa, 19 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..."Daud memahami sungguh kebenaran ini, tdk ada hal baik yg dia temukan dari dirinya sendiri, tdk ada kelebihan apapun yg dia lakukan dibandingkan dgn orang lain, juga jika dibandingkan dgn musuh musuh-nya yg selalu ingin menghancurkan hidupnya. Semakin Daud menggali hukum hukum Tuhan semakin sadar dia bahwa bukan karena dirinya sendiri dia dibawa Tuhan sejauh itu. Disitulah Daud menemukan anugrah Tuhan yg besar, semua dosa dan kesalahannya tdk diperhitungkan oleh Tuhan, sebab jika tdk demikian, maka dosa dosanya akan jauh melebihi semua kebaikan yg pernah dia lakukan... Sebaliknya ucapan syukur yg tdk jujur sebenarnya hanyalah sekedar pamer kebenaran diri sendiri dan kehebatan yg sudah dia lakukan sebelumnya. Adakah mulutmu bersyukur dgn jujur?  Kitab Ibrani 13:15 mengajarkan: "...Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.‎ Jadi jelas yg disebut ucapan syukur harus keluar dari hati yg jujur, yaitu yg hanya memuliakan nama Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-18 18:42:51

Senin, 18 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..."
Satu tanda yg nyata dan pasti apakah seseorang sudah memahami kebenaran Firman Tuhan atau hukum hukum Tuhan yg adil adalah, ada ucapan syukur dari hati yg jujur yg kita ungkapan. Tuhan kita Yesus Kristus yg menyatakan Diri-Nya didlm Alkitab yg kita kenal adalah Allah yg bertindak sbg hakim yg adil, namun Dia juga Allah yg penuh kasih. Pada umumnya, keadilan dan kasih atau cinta tdk akan berjalan berdampingan, sebab jika kasih atau cinta diberikan, maka keadilan harus dikorbankan. Namun berbeda dgn apa yg Yesus lakukan dikayu salib, kasih dan keadilan sama sama dilaksanakan, dan demi utk itu, Dia sendiri rela menjadi tumbalnya, menjadi korban yg membayar harga keadilan tsb. Itulah yg membuat orang percaya bisa bersyukur dgn hati yg jujur, sebab kita sadar bahwa bukan karena kebaikan dan hasil usaha kita, maka kita boleh diselamatkan, semua adalah anugrah Tuhan semata.

dibuat pada : 2016-04-17 19:26:28

Jumat, 15 April 2016

Mazmur 19:2
"... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Sekarang kita mengerti bahwa orang yg hatinya lembut akan dpt melihat sidik jari Tuhan disetiap perkara didlm hidup mereka, akan sangat mudah utk mereka dapat mendeteksi detak jantung-Nya Tuhan, sebab orang spt itu selalu menjaga hati yg lembut dan tulus murni, sekalipun mungkin mereka kecewa atau tdk mengerti rencana Tuhan. Mzm 73 menceritakan tentang Asaf yg cemburu terhadap orang fasik yg justru menjadi gemuk dan diberkati, sedangkan Asaf sendiri kurus kering dan menanggung banyak sengsara... Pada akhir dari Mzm 73 tsb, akhirnya Asaf dpt melihat dan memahami satu karya Allah yg begitu sempurna. Apa bedanya Asaf dgn orang lain? Kenapa banyak juga orang yg kecewa dan tdk dpt memahami Tuhan, akhirnya hancur dan justru tambah kecewa? Bedanya ada di ayat 1 dari Mazmur 73, coba perhatikan: "...Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm 73:1)"‎ Hati yg tulus yg dipertahankan Asaf telah menjadi penolong yg memampukan Asaf utk melihat Tuhan didlm kekecewaan sekalipun. Peliharalah hati yg tulus dihadapan Allahmu, agar kita mampu melihat sidik jari Tuhan dan mampu mendengar detak jantung-Nya.

dibuat pada : 2016-04-14 20:00:46