Daily Devotion

Senin, 28 November 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Kadang, sama spt pemahaman anak anak Tuhan lainnya, saya berfikir bahwa kematian Kristus di kayu salib adalah urusan keselamatan semata, atau urusan jaminan Surga setelah kematian... Tentu hal itu benar, tapi coba perhatikan ayat diatas sekali lagi, terutama perkataan ini: "...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya..." Jadi dgn demikian, adakah sesuatu yg tdk takluk kpd Tuhan kita Yesus Kristus yg sudah menang atas maut? Sama sekali tdk ada! Firman Tuhan diatas dgn tegas mengatakan, segala sesuatu telah ditaklukkan dibawah kaki Tuhan! Jika demikian, perlukah ada sesuatu yg dpt menakutkan atau menghawatirkan kita? Adakah sesuatu yg harus kita kerjakan sendiri sebab doa dan campur tangan Tuhan tdk mampu mengatasinya? Bersyukurlah sebab segala sesuatu ada di bawah kaki Tuhan kita!

dibuat pada : 2016-11-27 19:06:11

Jumat, 25 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Sekali lagi perhatikan ayat ayat diatas, sikap hati yg menolak Tuhan sbg Raja yg berdaulat penuh atas hidup kita, telah dilukiskan dgn satu sikap yg disebut sbg 'membenci Dia'. Sederhana sekali, ketika seseorang menerima kedaulatan Tuhan sbg Tuhan dan Raja atas hidupnya, sesungguhnya dia sedang menunjukan sikap yg mengasihi Dia, menerima Dia sbg Tuhan dan Raja, namun sebaliknya, ketika manusia menolak Dia sbg Tuhan dan Raja, kita sedang membenci Dia melalui penolakan kita sendiri. Buktinya sangat jelas, ketika kita menerima Dia sbg Tuhan, maka kita mengakui Dia sbg pemilik hidup kita, my Lord... Dan jika Dia adalah Raja atas kita, maka Dia adalah penguasa yg berdaulat penuh atas hidup kita, my King... Raja berhak mengatur langkah langkah hidup kita... Tuhan berhak memiliki seluruh aspek hidup kita, sehingga hidup kita diarahkan utk berjalan kpd tujuan Dia sendiri.. adakah hidupmu berjalan ke arah tujuan-Nya? Tujuan Tuhan adalah kita hidup menjadi semakin serupa dgn Dia, sempurna spt Tuhan adalah sempurna.

dibuat pada : 2016-11-24 19:46:50

Kamis, 24 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Jika kita sadar dan jujur bahwa semua modal yg kita gunakan utk hidup atau utk 'berdagang' berasal dari 10 mina yg kita terima dari Tuhan yg adalah Raja kita, maka kita tdk perlu secara terpaksa utk berlaku setia dan jujur dlm menghormati hak Raja... bukan hanya persepuluhan dan persembahan khusus yg menjadi hak hak Raja, tapi juga penghormatan akan keputusan ataupun titah titah raja, spt itulah hidup orang orang yg menghormati Allahnya sbg Rajanya. Jika kita hidup dgn menghormati titah titah atau Firman Tuhan sbg titah Raja kita, maka kita sesungguhnya sedang menerima Dia sbg Raja atas hidup kita, namun sebaliknya juga benar, jika kita terus menerus secara sadar dan sengaja menolak Firman - Nya, maka sesungguhnya kita sama spt orang orang sebangsa yg dilukiskan di Lukas 19, "...yg membenci Dia, dan berkata: ... Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

dibuat pada : 2016-11-23 19:17:55

Rabu, 23 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Spt kita tahu, Lord atau Tuhan berarti 'pemilik', sedangkan King atau raja berarti 'penguasa'. Benarkah Dia penguasa yg mengatur hidup kita? Sebab jika tdk demikian, sesungguhnya kita sedang membenci dan menolak Dia sbg raja atas kita. Kenapa manusia pada umumnya menolak raja yg berdaulat atas hidupnya? Pertama tama karena mereka tdk mau diatur atau mau mengatur hidupnya sendiri... kedua karena mereka tdk mau mengembalikan 'hak hak raja' yg telah menyerahkan 10 mina kepada mereka yg boleh mereka gunakan utk berdagang. Dlm hal ini, kita mengenal yg disebut persepuluhan dan persembahan khusus yg menjadi milik raja. Alkitab dgn jelas dan tegas menyatakan kebenaran ini, manusia disebut melakukan penipuan kpd Allah dlm hal ini. Kitab Maleakhi 3:8 berkata: "Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!..."

Jgn tolak Dia sbg raja kita dan berlakulah jujur dlm mengembalikan bagian Raja kita.

dibuat pada : 2016-11-22 20:13:12

Selasa, 22 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Jika kita memperhatikan sungguh sungguh perumpamaan yg Yesus sampaikan di Lukas 19 diatas, maka kita akan dpt memahami bahwa sesungguhnya yg dimaksud dgn 'seorang bangsawan' yg berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan sbg raja adalah Kristus sendiri. Yesus Kristus lah yg kembali ke Surga utk dinobatkan sbg raja yg berdaulat sebab Dia telah mengalahkan maut dan iblis, Dia telah merampas segala kunci alam maut dgn mengalahkan iblis di kayu salib... semua kita mengetahui kebenaran tsb, namun yg menjadi sorotan pada kesempatan ini adalah, justru orang orang sebangsanya, yg telah menerima kepercayaan atas 10 uang mina, yg bisa digunakan utk keperluan berdagang oleh mereka, justru membenci Dia dgn berkata: "...Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..." Jika kita berlaku jujur, bukankah kekuatan, kepintaran, hikmat dan bahkan berkat berkat yg kita kita gunakan utk berdagang adalah '10 mina yg kita terima dari Dia?' tapi kenapa banyak dari kita yg menolak Dia sbg raja?

dibuat pada : 2016-11-21 19:50:56

Senin, 21 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Cuplikan kisah diatas dikisahkan dlm salah satu perumpamaan yg Yesus katakan kpd murid-murid-Nya ketika Yesus sedang mengajarkan tentang kerajaan Allah dan arti dosa. Dosa sesungguhnya di dasari oleh satu perkara, yaitu penolakan akan Tuhan. Coba perhatikan perkataan orang orang sebangsa yg membenci sang bangsawan yg sebenarnya adalah pemilik sejati dari uang uang mina tsb: '...Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami...' Inilah lukisan dosa yg paling sempurna, yaitu ketika manusia menolak Kristus sbg 'Tuhan dan Raja' mereka. Tuhan atau Lord berarti 'pemilik', sedangkan Raja atau King berarti 'penguasa atau Pemerintah yg berdaulat penuh'. Ketika manusia menolak Tuhan sbg pemilik hidupnya, maka hidupnya secara otomatis dimiliki oleh pribadi lain, entah dirinya sendiri atau iblis atau hal hal lain... demikian juga ketika yg menjadi raja atau penguasa yg berdaulat atas kita bukan Tuhan, maka kita diperintah oleh diri kita sendiri.

dibuat pada : 2016-11-20 22:29:18

Jumat, 18 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Inilah panggilan atau tujuan hidup manusia, yaitu kita dipanggil utk hidup kudus dihadapan Tuhan... Ketika Tuhan menetapkan panggilan dan rencana-Nya kpd Abraham, inilah yg Tuhan katakan: Kejadian 17:1 "Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela."

Ketika Tuhan berbicara dgn Abram sebelum namanya diganti Abraham dan sebelum Tuhan menyatakan janji janjiNya, yg pertama tama Tuhan tegaskan kpd Abram adalah: 'hiduplah dgn tdk bercela dihadapapan-Ku kata Tuhan...' itulah yg disebut sbg hidup yg kudus. Ketika Abram menerima panggilan Tuhan, yg pertama tama Tuhan tuntun Abram adalah berjalan utk hidup berkenan dihadapan Tuhan, hidup yg dipisahkan dari cara hidup yg lama, itulah juga yg Dia mau bagi saudara dan saya.

dibuat pada : 2016-11-17 17:55:22

Kamis, 17 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Panggilan Allah atas pengudusan kita sesungguhnya berarti bahwa Tuhan mau agar kita hidup berbeda atau tdk sama spt gaya hidup orang yg tdk mengenal TUHAN. Ketika manusia menolak utk hidup berbeda atau tdk sama dgn orang dunia, maka sesungguhnya bukan saja mereka menolak utk hidup didlm kekudusan Tuhan, tapi Tuhan sendirilah yg telah mereka tolak. Ketika Israel meminta raja melalui Samuel, inilah yg dicatat Alkitab:

1 Samuel 8:4-5, 7 "Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka dtg kpd Samuel di Rama & berkata kpd-nya: "Engkau sudah tua & anak-anakmu tdk hidup spt engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami utk memerintah kami, spt pada segala bangsa-bangsa lain." TUHAN berfirman kpd Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dlm segala hal yg dikatakan mereka kpd-mu, sebab bukan engkau yg mereka tolak, tetapi Akulah yg mereka tolak, spy jgn Aku menjadi raja atas mereka..." ingat, tuntutan mereka adalah, spy kami sama spt yg lain... & dgn cara itu, mereka sedang menolak Tuhan.

dibuat pada : 2016-11-16 18:39:38

Rabu, 16 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus." 

Tuhan Yesus berbicara satu ketika tentang hukum yg pertama dan yg terutama, kemudian Dia menambahkan hukum yg kedua yg sama dgn yg pertama, yaitu mengasihi sesama spt diri kita sendiri. Orang orang Farisi yg mendengar hal tsb, mencoba utk menjebak Yesus dgn bertanya, 'siapakah sesama kita?' maksudnya apakah sesama orang Yahudi? Yg satu derajad dgn mereka? Sama sama memiliki status social yg sebading? Atau sekeluarga sendiri?... dlm hal inilah Yesus menjawab dgn memberikan 3 contoh orang yg melihat seorang yg sedang jatuh dan terluka (kemungkinan orang Yahudi yg terluka, sebab dia turun dari Yerusalem)... lalu ada 3 orang yg melihat, seorang imam (jabatan tertinggi didlm rumah Allah bagi orang Yahudi), seorang Lewi (orang yg ditentukan atau dikarunia Tuhan sejak semula utk mewarisi jabatan, atau warisan besar tertentu, atau karunia besar tertentu), dan terakhir orang Samaria (tdk ada embel embel apapun dan tdk ada yg bisa dibanggakan sedikitpun), namun yg menolong agar yg terluka tdk tercemar justru yg tdk punya apa apa,... Dialah orang Samaria yg melakukan kebenaran Firman Tuhan.

dibuat pada : 2016-11-15 18:15:10

Selasa, 15 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Ketika seseorang melakukan dosa apapun, pada umumnya dosa itu dilakukan dan merusak dirinya sendiri... beberapa dari kita yg membiasakan diri mencuri, kita membawa dosa dan kecemaran bagi diri kita sendiri... yg membunuh, kita melumurkan darah kpd tangan kita sendiri... atau yg memfitnah, berkata tdk jujur, kita sedang mencemarkan bibir kita dan hati kita sendiri. Namun dosa percabulan akan menobatkan orang lain juga jatuh ke dlm dosa. Ada pribahasa yg berkata, 'it takes two to tango', atau diperlukan 2 orang yg menari tango, spt itulah dosa percabulan, dua duanya terseret jatuh kedlmnya. Berhati hati dgn dosa yg satu ini, sebab kecemarannya akan berdampak begitu jauh didlm hidup seseorang.

dibuat pada : 2016-11-14 19:14:39

Senin, 14 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Didlm perjalanan hidup yg dituntun Tuhan, perjalanan menuju kesempurnaan, setiap anak anak Tuhan perlu dgn sungguh sungguh memahami bahwa TUHAN mau agar kita dapat belajar utk hidup didlm kekudusan. Kesempurnaan yg Tuhan rindukan dari setiap anak anak Tuhan adalah sama spt Kristus yg sempurna, yg tdk tercemar oleh ketidak kudusan. Dua bagian yg di lukiskan didlm ayat ayat diatas yg Tuhan tuntut dari setiap anak anak Tuhan, pertama tama adalah ada kita sendiri menjauhi pencemaran atau percabulan, demi utk menjaga kekudusan kita dihadapan Tuhan. Kedua kitapun wajib menjaga ada saudara saudara kita tdk sampai dicemarkan atau jatuh kedlm dosa kecemaran, hanya karena kita tdk memperdulikan mereka, apalagi jika kita sendiri yg mencemarkan mereka.

dibuat pada : 2016-11-13 18:02:58

Jumat, 11 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Memang jauh lebih mudah utk sekedar berdoa bagi orang lain yg sedang susah... karena tdk membutuhkan keterlibatan diri kita pribadi secara langsung... bahkan memberikan donasi dlm bentuk uang sekalipun jauh lebih mudah dari pada menyalurkan keperduliaan. Tapi utk memenuhi hukum kedua, yaitu mengasihi sesama spt dirimu sendiri, Firman Tuhan diatas menegaskan bahwa kita perlu bergerak lebih dari sekedar itu, yaitu sampai: '...Stoop down and reach out to those who are oppressed... membungkuk dan mengulurkan tangan utk menolong mereka yg tertindas'. Diperlukan kerendahan hati utk berani membungkuk... diperlukan kelembutan hati utk membungkuk dan mensejajarkan diri kita dgn orang yg sedang tertindas... dibutuhkan keberanian utk rela mengulurkan tangan dan menolong mereka yg sedang tertindas... tapi itulah cara menggenapi hukum Kristus. Belajarlah utk melihat sekeliling kita dan hidup dgn menggenapi hukum Kristus, sebab kita sendiri juga akan sampai disatu kesempatan dimana pertolongan dan bantuan orang lain akan sangat berarti dan sangat kita butuhkan.

dibuat pada : 2016-11-10 18:45:05