Daily Devotion

Selasa, 5 Juli 2016

Lukas 4:25-27 "...Aku Berkata Kepadamu, Dan Kata-Ku Ini Benar: Pada Zaman Elia Terdapat Banyak Perempuan Janda Di Israel Ketika Langit Tertutup Selamoa Tiga Tahun Dan Enam Bulan Dan Ketika Bahaya Kelaparan Yang Hebat Menimpa Seluruh Negeri. Tetapi Elia Diutus Bukan Kepada Salah Seorang Dari Mereka, Melainkan Kepada Seorang Perempuan Janda Di Sarfat, Di Tanah Sidon. & Pada Zaman Nabi Elisa Banyak Orang Kusta Di Israel Dan Tidak Ada Seorang Pun Dari Mereka Yang Ditahirkan, Selain Dari Pada Naaman, Orang Siria Itu."

Benarlah Perkataan Ini, 'what You Appreciate,... Will Appreciate...- Apa Yg Engkau Hargai,... Akan Meningkat Nilainya...' Sesuatu Atau Seseorang Yg Tdk Kita Hargai, Tdk Akan Mungkin Mampu Mendatangkan Nilai Nilai Bagi Kita. Jika Engkau Ingin Melihat Anak Anakmu Membawa Nilai Nilai Luhur Yg Positif, Jika Engkau Ingin Melihat Istrimu Spt Pohon Anggur Yg Manis Dan Subur Didlm Rumahmu, Atau Anak Anakmu Spt Tunas Pohon Zaitun Disekeliling Mejamu, Mulailah Dgn Menghargai Mereka... Sebab Apa Yg Kita Hormati Dan Haggai, Akan Menjadi Berharga Bagi Kita. Demikian Juga Akan Karya Karya Mujizat Tuhan,... Jika Ada Hormat Akan Tuhan Didlm Hati Kita, Didlm Pikiran Kita, Maka Hormat Akan Tuhan Itu Akan Mengaktifkan Atau Memberikan Ruangan Bagi Karya Tangan Tuhan Utk Bekerja.

dibuat pada : 2016-07-04 19:23:30

Senin, 4 Juli 2016

Lukas 4:25-27 "...Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. & pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Bukankah Tuhan mengasihi Israel? Tapi mengapa justru pada zaman Elia dan Elisa mujizat Tuhan justru terjadi bukan atas bangsa Israel, melainkan akan bangsa bangsa lain? Apa yg membuat mujizat itu terjadi? Bukankah seharusnya mujizat mujizat itu akan jauh lebih banyak terjadi atas Israel, umat pilihan Tuhan? Jika kita melihat satu ayat sebelum ayat 25 diatas, yaitu di Lukas 4:24 "...Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. ..", baru kemudian Yesus menyatakan bahwa mujizat tdk terjadi diantara orang Israel pada zaman Elia maupun Elisa, sebab mereka tdk 'menghargai atau menghormati Tuhan!' Coba lihat sekali lagi ayat 24 barusan, karena tdk adanya hormat dan penghargaan akan Tuhan, maka mujizat tdk dpt terjadi di sana, sebaliknya jika kita bersedia menghargai dan menghormati Tuhan, maka karya tangan Tuhan mampu bekerja diantara kita.

dibuat pada : 2016-07-04 19:22:26

Jumat, 1 Juli 2016

1 Timotius 6:11-12 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi..."

Sekarang kita mengerti bahwa pertandingan iman yg benar adalah yg mengarah dan mengejar kharakter Illahi spt keadilan, kesetiaan, kasih, kesabaran, kelembutan, dll dan yg upah akhirnya adalah merebut hidup yg kekal. Jadi bukan sekedar meminta minta berkat, minta kaya raya, kalau sakit minta sembuh dan berputar putar di sekitar keinginan jasmani itu itu saja... Itulah sesungguhnya panggilan kita, dgn demikian saudara dan saya akan menggenapi kebenaran dan menghidupi hidup sbg 'manusia Allah', yg sama spt Kristus berjalan sbg manusia, tapi memiliki pandangan dan focus hidup yg ada di pikiran Allah. Pertajam iman kita mulai sekarang... iman yg Tuhan berikan bagi kita bukan sekedar utk membuat kita menjadi pengemis yg merengek rengek minta diberkati... tapi meratap dan berseru seru utk minta diubahkan dan diprocess Tuhan,... disempurnakan utk menyukakan hati Bapa di Surga.

dibuat pada : 2016-07-01 09:05:02

Kamis, 30 Juni 2016

1 Timotius 6:11-12 "Tetapi Engkau Hai Manusia Allah, Jauhilah Semuanya Itu, Kejarlah Keadilan, Ibadah, Kesetiaan, Kasih, Kesabaran Dan Kelembutan.

Bertandinglah Dalam Pertandingan Iman Yang Benar Dan Rebutlah Hidup Yang Kekal. Untuk Itulah Engkau Telah Dipanggil Dan Telah Engkau Ikrarkan Ikrar Yang Benar Di Depan Banyak Saksi..."

Jadi Sekarang Kita Mengenal Bahwa Pertandingan Iman Yg Benar Adalah Yg Berjuang Utk Merebut Nilai Nilai Kekekalan, Bukan Sekedar Supaya Menjadi Lebih Kaya Raya, Lebih Suksess, Lebih Kuat Dll. Itulah Yg Selama Tiga Setengah Tahun Diperjuangkan Oleh Yesus... Tapi Sayangnya Hari Hari Ini Jauh Lebih Banyak Gereja Dan Anak Anak Tuhan Yg Salah Mengarahkan Focus Perjuangan Iman-nya... Jika Kita Dibuat Menjadi Lebih Kaya, Nilai Kekekalan Apa Yg Kita Dapatkan Dari Semua Itu? Kadang Justru Kegagalan Menjadi Sarana Yg Sangat Baik Yg Tuhan Kerjakan Utk Mengembalikan Kita Kpd Focus Yg Benar Dan Utk Membangun Kharakter Illahi Didlm Kita. Coba Renungkan Dan Lihat Kembali, Keadilan, Kesabaran, Kelemah Lembutan Dan Kesetiaan Spt Yg Dikatakan Pada Ayat Diatas, Bukankah Semua Itu Hanya Akan Terbukti Ketika Masalah Terjadi?, Pada Saat Tekanan Dirasakan, Goncangan Terjadi Yg Membutuhkan Iman Utk Keluar Dari Semua Itu, Itulah Sarana Tuhan Utk Mengukir Kharakter Illahi Didiri Kita.

dibuat pada : 2016-06-29 19:58:47

Rabu, 29 Juni 2016

1 Timotius 6:11-12 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi..."

Ketika Paulus mengajarkan Timotius yg muda utk memahami makna bertanding didlm pertandingan iman yg benar, Paulus mengajarkan yg perlu dikejar adalah '...keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan...' Bukankah hal itu berbeda dgn arti 'iman' yg kita kenal selama ini? Kita berdoa dgn iman utk mendapatkan berkat berkat jasmani... jika sakit, kita berdoa utk disembuhkan, ketika kekurangan, kita beriman utk berkelimpahan,... Semua itu tdk salah, tapi bukan itu tujuan iman kita... coba perhatikan kitab Ibrani 12:2 ini: "...Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." Imam yg dibawa kpd kesempurnaan Kristus adalah tekun memikul salib... itulah penyangkalan diri utk mendapatkan kharakter Kristus.

dibuat pada : 2016-06-28 19:10:47

Selasa, 28 Juni 2016

1 Timotius 6:11-12 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi..."

Coba simak sekali lagi, mengapa Paulus harus menegaskan kata kata 'pertandingan iman yg benar,... dan rebutlah hidup yg kekal?' Jika dikatakan 'pertandingan iman yg benar' apakah ada 'pertandingan iman yg tdk benar'? Ternyata sejak jaman Paulus sekalipun, ada sebagian orang Kristen yg menyebut diri orang percaya, melakukan peraturan agamawi dgn setia, berdoa dan mempersembahkan korban korban bagi Tuhan, bahkan percaya dan mengimani kemaha kuasaan Tuhan, namun ternyata 'iman percaya tsb tdk benar!'. Didlm kisah Rasul 8, ada seorang mantan tukang sihir yg bernama Simon, yg masih belum dipulihkan sungguh sungguh hidupnya, mencoba utk 'membeli karunia Roh Kudus' dari para Rasul, kemudian Petrus dgn tegas menghardik Simon karena kesesatannya tsb. Simon ingin menggunakan karunia karunia tsb utk mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Bukankah hari hari ini juga ada begitu banyak anak anak Tuhan yg menggunakan iman-nya (salah satu karunia Roh Kudus) utk kepentingan diri sendiri, bukan utk 'merebut hidup yg kekal?' bagaimana dgn kita?

dibuat pada : 2016-06-27 20:21:11

Senin, 27 Juni 2016

1 Timotius 6:11-12 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi..."

Ada dua hari penting yg masing masing kita miliki, yg kedua bahkan lebih penting dari yg pertama, namun sayangnya, sebagian besar orang tdk pernah mengalami hari terpenting atau hari penting kedua tsb. Yg pertama adalah hari dimana kita dilahirkan, dan yg kedua adalah hari dimana kita menemukan alasan kenapa yg pertama terjadi,... atau utk tujuan apa hari yg pertama terjadi... Perhatikan bagian terakhir dari ayat diatas, '...Untuk itulah engkau telah dipanggil...' Inilah yg sangat penting utk kita renungkan dan perjuangkan, sebab setelah kita menemukan tujuan atau alasan mengapa kita hidup dan utk apa sebenarnya kita ada, hidup kita tdk akan lagi sia sia. Jika kita perhatikan ayat sebelumnya diatas, Paulus dgn tegas menerangkan kpd Timotius anaknya bahwa 'memperjuangkan pertandingan iman yg benar' adalah tujuan panggilan hidup kita. Jika kita menyadari kebenaran ini, maka perjuangan dlm pertandingan iman yg benar bukanlah sekedar acara ibadah, ritual ritual agamawi yg mungkin biasa kita kenal, tapi jauh lebih mulia dari semua itu, sebab itulah tujuan panggilan hidup kita.

dibuat pada : 2016-06-26 20:29:38

Jumat, 24 Juni 2016

Mazmur 25:21 "...Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."

Berjalan di kawal oleh kejujuran dan ketulusan membutuhkan penyangkalan diri. Kadang kita akan dibuat menjadi rugi, jika mau berkata jujur... tdk mendapatkan apa apa, bahkan bisa saja menjadi rugi,... dlm hal tsb lah akan terbukti siapa atau apa yg mengawal kita. Dlm process-nya, perjalanan yg dikawal oleh kejujuran dan ketulusan adalah perjalanan memikul salib dan mengikut Tuhan, sebab bukankah Firman Tuhan di dlm  Matius 16:24 menyatakan: "...Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku..." Mulailah melatih diri sendiri utk berjalan didlm ketulusan, yaitu mengerjakan pekerjaan dan pelayanan kita tanpa niat terselubung, dgn sejujurnya, sekalipun hal tsb mengandung resiko, dgn demikian, engkau membuktikan kpd dirimu sendiri bahwa engkau sedang menanti nantikan dan berharap kpd Tuhan.

dibuat pada : 2016-06-23 18:38:07

Kamis, 23 Juni 2016

Mazmur 25:21 "...Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."

Dengan keberadaan kita sbg manusia, tdk mungkin kita dpt menjalani hidup yg tulus, sebab nature dosa begitu kental didlm diri kita. Sebagai satu contoh, kata 'cinta' yg kita kenal, penuh dgn keterbatasan, karena pemahaman kita akan cinta itu diwarnai dgn ketidak tulusan dan ke-egoisan. Seandainya saja saya berkata kpd seseorang 'aku mencintaimu...' kemudian orang tsb menolak cinta saya, saya akan kecewa, sebab saya 'kehilangan sesuatu', sebaliknya jika Tuhan berkata kpd kita, 'Aku mencintaimu...' kemudian kita menolak cinta Tuhan tsb, Tuhan-pun kecewa, tapi itu karena 'kita kehilangan sesuatu, bukan Tuhan yg kehilangan sesuatu' yg menjadi dasar Dia kecewa dan sedih. Mengapa hal tsb menjadi berbeda, padahal sama sama kata 'cinta' yg kita gunakan? Sebab ukuran cinta Tuhan adalah 'Agape', itulah cinta yg tertinggi dan termulia, dimana didalamnya ada nuansa 'ketulusan'. Jika kita memperhatikan seluruh aspek kehidupan kita, jelas bahwa kejujuran dan ketulusan akan selalu mewarnai kehidupan orang orang yg menanti nantikan Tuhan.

dibuat pada : 2016-06-22 20:11:24

Rabu, 22 Juni 2016

Mazmur 25:21 "...Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."

Sekali lagi perhatikan ayat diatas dlm the Amplified Bible Version: "Let integrity and uprightness preserve me, for I wait for and expect You. - Biarlah kiranya ketulusan/integritas dan kejujuran melindungi atau menjaga aku, sebab aku menanti nantikan dan mengharapkan Tuhan..." Ketulusan dituliskan dgn kata 'integritas' artinya tdk ada yg bertentangan antara yg diluar dan yg didlm hati, tdk ada yg tersembunyi, tdk ada niat terselubung... atau tdk ada sandiwara. Inilah yg susah dilakukan, bukankah kita semua sudah terbiasa bersandiwara? Didlm berdagang, kita pasang mulut manis, kita rayu rayu pembeli, kita besar besarkan nilai harga barang dagangan kita,... jika spt itu gaya hidup orang percaya, dptkah kita juga berkata dgn jujur bahwa kita mengharapkan Tuhan didlm usaha kita? Kejujuran dan ketulusan itulah yg seharusnya yg menjaga dan mengawal, menjadi tanda yg membedakan gaya hidup orang yg menantikan Tuhan dan mengharap harapkan Dia  atau sama sekali tdk.

dibuat pada : 2016-06-21 19:22:03

Selasa, 21 Juni 2016

Mazmur 25:21 "...Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."
Semua orang percaya sadar betul akan perlunya pertolongan Tuhan didlm setiap aspek dari hidupnya. Kita para pengusaha, tdk jemu jemu berdoa agar Tuhan memberkati usaha kita. Kita berharap bahkan mengimani akan pertolongan Tuhan bagi usaha kita. Namun hari ini kita mengerti melalui Firman Tuhan ini, bahwa iman tanpa perbuatan pada dasarnya mati. Bukti dari ada atau tdk adanya iman pada kita adalah tindakan kita. Dlm hal yg sama, bukti bahwa kita mengharapkan campur tangan Tuhan, mengimani akan pertolongan Tuhan adalah jika hidup kita berjalan didlm ketulusan dan kejujuran. Mungkinkah kuasa supra natural Tuhan bekerja atas usaha kita, jika kita sendiri menjalankan usaha tsb dgn cara yg tdk jujur? Dapatkah seorang suami atau seorang istri mengharapkan kehadiran Tuhan didlm rumah tangga mereka jika cinta diantara keduanya dilakukan dgn tdk tulus, dgn maksud maksud terselubung? Bahkan didlm satu gereja-pun, tempat ibadah, dimana seharusnya itu adalah tempat utk memuliakan Tuhan, jika orang orang didlmnya berani berkata bahwa kita menanti nantikan akan Tuhan dan berharap kpd Nya, namun tdk ada ketulusan dan kejujuran didlmnya, mungkinkah Tuhan hadir disitu? Apapun mereknya, caranya memuji muji Tuhan, jika tdk ada ketulusan dan kejujuran, kita tdk sedang mengharapkan Tuhan disitu.

dibuat pada : 2016-06-20 20:31:37

Senin, 20 Juni 2016

Mazmur 25:21 "...Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau."

Amplified Bible menuliskan ayat diatas sbb: "Let integrity and uprightness preserve me, for I wait for and expect You. - Biarlah kiranya ketulusan/integritas dan kejujuran melindungi atau menjaga aku, sebab aku menanti nantikan dan mengharapkan Tuhan..." Satu ayat diatas akan menjelaskan secara sempurna dan bisa kita gunakan utk menguji diri kita sendiri, apakah betul saya itu sedang menjalankan hidup yg menanti nantikan Tuhan dan mengharapkan Tuhan. Didlm pekerjaan atau usaha saya, jika saya betul betul mengharapkan pertolongan Tuhan, maka ketulusan dan kejujuran akan mengawal saya... didlm rumah tangga kita, jika kita sungguh sungguh menanti nantikan Tuhan dan mengharapkan campur tangan Tuhan, maka kehidupan rumah tangga kita akan diwarnai oleh ketulusan dan kejujuran... Pemerintahan satu bangsa atau satu wilayah yg berani mendeklarasikan bahwa bangsa atau wilayah tsb mengharapkan pertolongan dan campur tangan Tuhan, bahkan menyebut Tuhan sbg asas dasar bangsa tsb, maka sudah seharusnyalah seluruh kepemimpinan bangsa tsb berjalan didlm ketulusan dan kejujuran... Jika tdk demikian, maka semua itu hanyalah sandiwara. Ritual ritual agamawi mungkin saja bisa tetap dilakukan, tapi tdk ada Tuhan didlm nya, sebab tdk ada ketulusan dan kejujuran.

dibuat pada : 2016-06-19 19:28:37