Daily Devotion

Selasa 19 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi Engkau, Hai Betlehem Efrata, Hai Yang Terkecil Di Antara Kaum-kaum Yehuda, Dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, sejak Dahulu Kala."

Kedaulatan Tuhan Untuk Menentukan Keputusan Keputusana-Nya Sesungguhnya Semua Itu Menunjuk Kepada Kharakter-Nya Yang Sangat Luar Biasa. Kenapa Tuhan Tidak Memilih Babelonian Yang Megah Dan Menjulang?... Atau Kota kota Di Roma Yang Begitu Luar Biasa, Bukankah Waktu Itu Kejayaan Romawi-lah Yang Memerintah Hampir Seluruh Muka Bumi,... Atau Mungkin Dari Athena Kota Grika Yang Penuh Dengan Hikmat-hikmat Para Philosopher, Tapi Justru Tuhan Memilih Yang Terkecil, Yang Tidak Terpandang Sama sekali, Yaitu Betlehem Efrata... Semua Itu Menunjukan Kepada Kharakter Dan Kepribadian Allah Kita. Tuhan Sering Justru Memakai Pribadi Pribadi Yang Dianggap Kecil Dan Tidak Berarti, Pribadi Yang Lemah Dan Tidak Berdaya, Sebab Justru Tuhan Senang Dengan Kerendahan Hati Pribadi Yang Hendak Dia Pakai Untuk Kemuliaan Nama-Nya. Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-12-18 23:04:41

Senin 18 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Minggu-minggu ini seluruh anak-anak Tuhan diseluruh dunia merayakan hari Kelahiran Juruselamat kita Yesus Kristus di bumi. Sesungguhnya melalui satu peristiwa ini saja, kita menemukan bahwa ke-Ilahian Kristus itu sungguh terbukti. Tidak satu figure pemimpin agamapun yang seperti Yesus Tuhan kita. Jauh sebelum Dia dilahirkan, nubuatan demi nubuatan yang saling meneguhkan telah dinyatakan oleh para nabi nabi dari jaman yang berbeda tentang apa yang Bapa Surgawi akan kerjakan untuk menyempurnakan karya penyelamatan bagi umat-Nya yang telah Dia ciptakan. Bahkan kota dimana Dia akan dilahirkan pun sudah ditetapkan..."hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel..." Semua peristiwa sejarah yang sungguh terjadi itu sebenarnya sekedar meneguhkan dan menggenapi semua nubuatan-nubuatan tentang Kristus Juruselamat kita. Hallelujah, have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-17 22:10:36

Jumat 15 Desember 2017

Shalom.....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Memberi diri untuk tidak bosan-bosannya dinasehati oleh kebenaran apapun apalagi oleh Firman Tuhan, bukanlah hal yang mudah. Kadang orang tua memberi nasehat yang diulang-ulang berkali-kali, sampai kita menjadi hafal betul akan perkataan dan nasehatnya, atau cerita ceritanya... sebagai anak, kita bisa bosan mendengarnya, sayapun juga mengalami dan merasakan hal tersebut. Tapi sebagai orang tua, sayapun kembali melakukan hal yang sama seperti yang orang tua saya lakukan. Apakah hal itu salah dan keliru? Sama sekali tidak, justru memang nasehat dan didikan itu harus dikerjakan dan dikatakan berulang ulang, sama seperti yang Tuhan ajarkan kepada Israel lewat Musa di Ulangan 6:6-7:  "...Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun..." Kita sendirilah yang harus belajar rendah hati utk menerima nasehat kebenaran itu sekalipun hal itu disampaikan berulang-ulang... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-12-15 00:42:01

Kamis 14 Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Pengajaran tentang kasih karunia yang terlalu menyepelekan arti dan nilai kasih karunia Allah itu telah merusak begitu banyak kharakter dan mental anak-anak Tuhan. Seakan akan karena dikatakan bahwa Kasih karunia Allah itu tidak bisa dibatalkan oleh sebab apapun, tidak perlu atau sama sekali tidak ada yang bisa kita gereja-Nya kerjakan untuk menerima dan meresponi kasih karunia Allah. Sesungguhnya, pengajaran seperti itu sama sekali tidak berlandaskan Firman Tuhan secara seutuhnya, sebab Kasih Karunia Allah memang berlaku bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8), ketika kita tidak berdaya untuk menyelamatkan diri kita sendiri, tapi kasih karunia Allah itu bisa saja disia siakan oleh beberapa orang yang terlalu menganggap sepele dan tidak berharga kasih karunia-Nya (2 Korintus6:1). Bagaimanakah kita dapat menyia-nyiakan Kasih Karunia Allah? Ketika Dia sebagai Bapa mulai mendidik dan mengajar kita anak-anak-Nya, tapi kita buang dan lemparkan dan sama sekali tidak mengubris didikan Bapa, maka itulah cara kita menyia-nyiakan Kasih karunia Allah. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-14 00:10:24

Rabu 13 Desember 2017

Shalom.....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Inilah yang menjadi satu peringatan keras bagi setiap kita anak-anak Tuhan. Jika ada satu perkara yang membuat Tuhan tidak mampu bekerja, itulah hati yang tidak teachable, hati yang keras dan angkuh... Didlm hati yang demikian, tangan Tuhan tidak mungkin mampu bekerja, sehingga Tuhan sebagai Bapa bagi orang percaya tidak pernah terjadi,... sebab jika Dia itu Bapa, maka pembapaan akan selalu berjalan bergandengan tangan dengan didikan, teguran, arahan, bukan sekedar belaian dan sanjungan... Satu kali karena begitu beratnya beban yang ada dihati Tuhan, Dia berkata: "...Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu?..." (Maleakhi 1:6.a) Benarkah Tuhan itu Bapa kita? Benarkah kita ini anak-Nya? Sebab jika benar kita ini anak-anak-Nya, maka kitapun pasti akan menerima teguran dan didikan Firman Tuhan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-12 22:29:49

Selasa 12 Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Hubungan yang terjadi antara anak dan bapa adalah hubungan yang selalu disertai dengan kata 'didikan'. Tidak pernah terjadi pembapaan tanpa didikan. Didikan hanya bisa terjadi apabila ada kerelaan hati yang mau menerima didikan itu sendiri, itulah yang disebut 'teachable spirit atau teachable heart'. Tanpa jiwa dan hati yang rela menerima didikan, tidak akan mungkin terjadi pembapaan. Sesungguhnya, inilah yang dapat membuat kekristenan itu bisa bertumbuh...dan kharakter kita bisa disempurnakan. Tanpa memiliki hati yang teachable, Tuhan akan dibuat seperti tidak berdaya sama sekali untuk mengubahkan atau memulihkan hidup kita. Kembali kepada kisah perjalanan hidup Firaun, sekalipun dia sudah berkali kali melihat mujizat dan menerima peringatan Tuhan, tapi hatinya tidak teachable, dia tidak bisa diajar, maka Tuhan sendiri berkata demikian kepada Musa: ‎"Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat..." (Kel 3:20). Israel memang akhirnya dibiarkan pergi, tapi kekerasan hati dan keangkuhan Firaun telah membuat dirinya sendiri hancur dan tidak bisa dipulihkan lagi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-12 00:20:19

Senin 11Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Jika ada satu perkara yang membuat tangan Tuhan benar-benar terikat dan dibuat tidak berdaya untuk mengubahkan hidup seseorang, maka saya percaya hal itu adalah kekerasan hati seseorang. Jika seseorang anak Tuhan ingin mengalami hidup yang dipulihkan, sesungguhnya hal itu sangatlah sederhana bagi TUHAN, tapi seringkali keangkuhan hati kita menahan dan bahkan menolak Roh Kudus untuk dapat bekerja di dalam hidup kita... Seberapa banyak mujizat dan tanda-tanda ajaib sekalipun yang boleh hadir didepan mata kita, sedikitpun semua tanda ajaib dan mujizat itu tidak akan pernah mampu mengubah hati manusia, kecuali dirinya sendiri yang melembutkan hati, kemudian barulah Roh Kudus bisa bekerja secara sempurna di dalam hidup kita... Jika mujizat dan tanda ajaib bisa mengubah hidup seseorang, saya percaya seharusnya-lah Firaun sudah lama bertobat dan membiarkan umat-Tuhan pergi beribadah kepada Tuhan, tapi sebab Firaun mengeraskan hati, itulah yang mendatangkan malapetaka. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-10 23:30:08

Jumat 08 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Di dalam kitab Imamat, ada satu pernyataan Tuhan yang sangat jarang kedengarannya, coba perhatikan:‎ Imamat 19:29 "...Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum..." Coba renungkan sekali lagi, apa hubungan-nya ketika seorang ayah, dalam hal ini seorang imam, sekalipun dia telah berdosa besar dengan menjadikan anak gadisnya sebagai perempuan sundal, lalu apa yang membuat hingga sampai negri dimana mereka tinggal menjadi negri yang penuh dengan kemesuman? Sebab ketika manusia itu berdosa, maka tanah dimana dia berpijak juga menjadi tercemar... Para imam terutama, pertahankanlah hidup kekudusan, agar tanah dimana engkau dan keluargamu hidup tidak tercemar. Have a blessed weekend, GBU 

dibuat pada : 2017-12-07 23:43:03

Kamis 07 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kĸekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Sama seperti Adam ketika seorang kepala rumah tangga jatuh ke dalam dosa, dosa itu bukan hanya berakibat bagi dirinya sendiri yang tercela dan menerima hukuman, tapi tanah dimana dia berpijak turut menjadi terkutuk. Akibatnya bukan hanya dirinya sendiri yang mengalami akibat dari pada dosa ysng dia perbuat, tapi seluruh keluarga-nya juga mengalami akibatnya. Dipundak kita para kepala keluarga, ada hak istimewa untuk menentukan berkat atau kutuk, tapi hak istimewa itu selalu berjalan bersamaan dengan tanggung jawab yang harus kita kerjakan dengan benar dan bisa mempengaruhi seluruh keluarga kita. Ada begitu banyak istri dan anak-anak yang mengalami tekanan dan penderitaan akibat kesalahan suami dan ayah mereka. Itulah satu pelajaran penting untuk kita perhatikan, lingkungan dimana kita berada itu sangat dipengaruhi oleh apa yang kita kerjakan. Rumah tangga kita, tempat usaha kita, gereja lokal bahkan masyarakat dimana kita berada sangat ditentukan oleh apa yang kita sendiri kerjakan... Jadilah berkat agar tanah dimana engkau berpijak diberkati. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-06 23:36:40

Rabu 06 Desember 2017

Shalom.....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Berdasarkan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita lihat sejauh ini, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa berkat atau kutuk yang akan terjadi diatas tanah dimana kita berpijak itu tergantung kepada kita sendiri.Kitalah yang menentukan apakah berkat Tuhan akan turun keatas tanah dimana kita berpijak atau kutuk keatas kita. Ingat apa yang Musa juga katakan kepada bangsa Israel setelah Musa membeberkan serentetan janji janji berkat maupun janji kutuk? Inilah yang Musa katakan: "Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau,.." (Ulangan 30:1) Dari kebenaran FirmanTuhan ini, kita memahami bahwa dipundak kita bukan hanya ada tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan, tapi juga ada hak istimewa untuk memilih berkat atau kutuk. Jika kita menjalani tanggung jawab hidup kita sesuai dgn apa yang Tuhan katakan, maka semua berkat berkat yang Tuhan janjikan menjadi bagian hidupmu... Hallelujah! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-05 22:44:30

Selasa 05 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Bagi kita orang-orang percaya yg sudah menerima penebusan Tuhan, jangan anggap remeh hidup yang engkau jalani ini. Pada pundakmu ada beban tanggung jawab untuk menjalani pemerintahan atau kekuasaan untuk memerintah atas dominion yang Tuhan percayakan kepada masing-masing kita. Dominion yang paling sederhana atau wilayah kekuasaan yang paling sederhana yang Tuhan titipkan kepada masing-masing kita adalah rumah dimana kita hidup, lingkungan dimana kita bermasyarakat, dan tempat bekerja dimana kita mencari makan. Itulah dominion atau wilayah kekuasaan kita masing-masing. Apa yang harus saudara dan saya kerjakan diatas wilayah kekuasaan tersebut? Perhatikan pesan Tuhan kepada Adam atau manusia:

"...Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej1:28) Pada pundak kita ada wibawa kekuasaan spt layaknya seorang raja diwilayahnya.

Jika seorang raja memerintah dengan adil, maka makmurlah bangsanya, tapi jika tidak, hancurlah bangsanya... bagaimana dengan wilah kekuasaanmu? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-04 23:11:04

Senin 04 Desember 2017

Shalom.....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Perhatikan satu kebenaran yang terjadi pada jaman Nuh, ketika manusia yang hidup diatas tanah pada jaman itu menjalani hidup yang rusak, hidup yang penuh dosa, maka akibat-nya, tanah atau bumi dimana manusia itu berpijak menjadi rusak. Hal itu sama persis seprti keadaan manusia 10 generasi sebelumnya, yaitu manusia pertama. Pada jaman Adam, ketika Adam jatuh dalam dosa, Tuhan ber-Firman demikian : ‎"Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu..." (Kej 3:17) Tanah menjadi terkutuk sehingga manusia harus dengan bersusah payah bekerja mencari rezekinya akibat dosa yang dikerjakan manusia di atas tanah tersebut. Bagaimana dengan tanah ditempat kita berpijak? Adakah tanah tersebut diberkati atau dikutuk? Tergantung bagaimana manusia yang hidup di atasnya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-03 23:09:46