Daily Devotion

Jumat, 17 Juni 2016

Ayub 39:13-17 "Dgn riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak & bulu itu menaruh kasih sayang? Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, & dibiarkannya menjadi panas di dlm pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dpt terpijak kaki, & diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, karena Allah tdk memberikannya hikmat, & tdk membagikan pengertian kpd-nya." 

Pada akhirnya, burung unta akan menemukan anak anak yg telah Dia lahirkan, menjadi sia sia... itulah kehancuran rumah tangga. Tdk sedikit orang tua yg menangis dgn menggigil atau mengertakkan gigi ketika bercerita tentang anak anaknya... hancur total hidup anak anak mereka, dan ketika itu terjadi ketika kita sudah terlalu tua utk melakukan apa apa, bukankah itu malapetaka besar? Hari ini, mari kita berubah dan bertobat! Jgn ulangi kebodohan burung unta!!! Kita dipanggil bukan utk menjadi burung unta, hiduplah dgn penuh tanggung jawab dan sangat hati hati... jgn lagi lakukan kebodohan kebodohan... jgn bermalas malasan dan bersenang senang dgn menghambur hamburkan uang yg Tuhan percayakan kpd kita, tapi hematlah dan sisihkan utk kehidupan anak anak kita. Bantu anak anak kita utk meraih cita citanya dan masa depannya... itulah kharakter rajawali, kharakter mu yg engkau terima dari Bapa mu yg di Surga.

dibuat pada : 2016-06-16 20:25:47

Kamis´╝î16 Juni 2016

Ayub 39:13-17 "Dgn riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak & bulu itu menaruh kasih sayang? Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, & dibiarkannya menjadi panas di dlm pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dpt terpijak kaki, & diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, karena Allah tdk memberikannya hikmat, & tdk membagikan pengertian kpd-nya." 

Kebodohan para orang tua bukan saja dlm bentuk ketidak perdulian, tapi juga dlm bentuk 'kekerasan!' lihat kembali apa yg dilakukan oleh burung unta: '...Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli,..' Didiklah anak anak, namun bukan dgn kekerasan, jika anak anak kita salah, tegurlah dia, namun jgn permalukan mereka, jgn sakiti hatinya... jika kita telah salah, jgn ragu ragu utk minta maaf kpd anak anak kita sendiri... itulah hikmat! Berhenti utk hidup spt burung unta, sebab burung unta hanya akan melahirkan burung unta, yg tdk akan pernah terbang apalagi terbang tinggi. Jika engkau rindu melihat anak anakmu satu kali nanti terbang tinggi spt rajawali, berhenti berlaku spt burung unta, rawat dan didiklah anak anak kita utk menjadi rajawali bukan burung unta yg bersenang senang sendiri tanpa memperdulikan tanggung jawabnya.

dibuat pada : 2016-06-15 19:20:37

Rabu, 15 Juni 2016

Ayub 39:13-17 "Dgn riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak & bulu itu menaruh kasih sayang? Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, & dibiarkannya menjadi panas di dlm pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dpt terpijak kaki, & diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, karena Allah tdk memberikannya hikmat, & tdk membagikan pengertian kpd-nya." 

Hampir semua kejahatan atau kekerasan yg terjadi pada anak anak muda itu diakibatkan atau dimulai dari dlm rumah tangga yg hancur, dimana papah tdk berfungsi sbg papah apalagi imam, sehingga anak anak belajar kharakter dari orang lain... mamah lebih suka bersolek dan menghambur hamburkan uang utk dirinya sendiri dari pada utk kebutuhan anak anak, maka kadang anak anak harus hidup spt pengemis dan mengharapkan belas kasihan orang lain, atau bekerja dan tdk punya harapan atau masa depan... tdk ada waktu dan keterbukaan didlm rumah tangga, sehingga anak anak hidup dgn diinjak injak atau dikuasai binatang binatang liar, dikuasai oleh para Bandar, para penghasut atau kuasa kuasa jahat...namun anehnya, orang tua orang tua spt itu mengepak kepakan sayapnya dgn gembira dan rasa lega... Di luar maupun didlm gereja... padahal anak anak merana karena hidup terinjak injak. Para orang tua, mintalah hikmat dan pengertian yg benar, berjuanglah utk anak anak kita sendiri!

dibuat pada : 2016-06-14 16:23:00

Selasa, 14 Juni 2016

Ayub 39:13-17
"Dgn riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak & bulu itu menaruh kasih sayang? Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, & dibiarkannya menjadi panas di dlm pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dpt terpijak kaki, & diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, karena Allah tdk memberikannya hikmat, & tdk membagikan pengertian kpd-nya." 

Kepada para orang tua yg berfikir bahwa tugas kita akan selesai pada saat kita melahirkan anak anak, pikirkanlah kembali... mintalah hikmat dan pengertian yg dari Tuhan, sebab tugas kita yg terrendah sbg orang tua adalah 'melahirkan anak anak' namun setelah itu, ada tugas utk memelihara dan memberi makan anak anak yg Tuhan percayakan kpd kita, mendidik dan mengajarkannya utk bisa tumbuh dan menjadi dewasa, utk bisa mengenal Pencipta-nya dgn benar... itulah tugas tugas para orang tua.

Jika setiap orang tua memiliki hikmat dan pengertian yg benar spt itu, maka tdk akan ada 'burung burung unta' di komunitas kita, di dlm gereja atau di bangsa ini. Tdk akan ada 'anak anak yg diinjak injak oleh binatang binatang liar' spt anak anak burung unta di masyarakat kita. Binatang binatang liar berbicara tentang kenajisan, kekerasan, kejahatan, kedurhakaan, dan semua bentuk bentuk dosa. Jika saja semua orang tua yg memiliki anak anak sadar betul posisi dan tugasnya dihadapan Sang Pencipta, bukan sekedar mengerti hak haknya sbg warga negara atau anggota gereja, maka anak anak kita akan terselamatkan dari injak injak binatang liar.

dibuat pada : 2016-06-13 18:15:32

Senin, 13 Juni 2016

Ayub 39:13-17
"Dgn riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak & bulu itu menaruh kasih sayang? Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, & dibiarkannya menjadi panas di dlm pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dpt terpijak kaki, & diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dgn keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tdk peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, karena Allah tdk memberikannya hikmat, & tdk membagikan pengertian kpd-nya."
Perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas, sebab dari kebenaran Firman Tuhan diatas yg keluar dari mulut Ayub, kita mengerti bahwa 'kegirangan' atau bahkan mungkin 'kelegaan' yg spt burung unta yg berkepak-kepak namun tanpa memperdulikan 'tanggung jawabnya' adalah tindakan bodoh yg tanpa hikmat dan pengertian dari Tuhan. Dlm hal ini, jelaslah bahwa tanggung jawab seharusnya menduduki posisi yg lebih tinggi daripada sekedar 'kesenangan atau kelegaan yg semu'. Burung unta tanpa hikmat dan pengertian yg benar yg Tuhan berikan, berfikir bahwa setelah dia meletakan telur telurnya dibawah pasir, maka selesailah sudah tugasnya sbg orang tua. Dari pada mengerami telur telurnya spt burung rajawali apalagi memelihara dan memberi makan, kemudian satu hari kelak, melatih anak anaknya utk terbang, burung unta memilih utk mengepak ngepakan sayapnya dan bergembira ria, cari kesenangan dan cari nyaman sendiri. Itulah perbuatan bodoh yg tanpa hikmat dari Tuhan.

dibuat pada : 2016-06-12 18:37:25

Jumat, 10 Juni 2016

Daily Devotion - www.gbijunction.org

Matius 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Kebenaran Firman Tuhan bagi hati yg lembut akan seperti mutiara yg berharga, namun bagi hati yg keras, akan mengundang kemarahan bahkan pribadi yg keras hati tsb bisa berbalik dan menyerang orang lain atau bahkan menggunakan kebenaran Firman Tuhan utk mencaci maki dan mencemoohkan Tuhan sendiri. Ingat berkali kali para ahli taurat dan orang orang Farisi bertanya kpd Yesus 'hanya utk mencobai Dia' dan yg akan digunakan mereka utk menyerang Kristus sendiri... itulah hati hati yg keras, yg tdk mungkin dapat dijamah oleh Firman itu sendiri. Petrus melukiskan keadaan nabi nabi dan guru guru palsu pada jaman akhir dgn kondisi spt ini: "...Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. 

Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."  (2 Petrus 2:20-22). Keadaan yg dilukiskan Petrus bagi kita yg mengenal kebenaran namun terus menerus menajiskan-Nya adalah satu keadaan yg sangat fatal dan berbahaya. Lembutkanlah hati kita & lakukanlah kebenaran. Have a blessed weekend, GBU.

dibuat pada : 2016-06-09 20:07:42

Kamis, 9 Juni 2016

Matius 7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Bukan hanya anjing yg menjilat muntahnya sendiri, babi adalah binatang yg tdk bisa menghargai arti kekudusan, dan nilai sebuah mutiara. Babi sebersih apapun dari luarnya, jika dalam hatinya itu masih babi, selalu akan kembali kepada kumbangannya. Inilah gambaran orang Kristen yg sekedar tampak baik diluar, bersih diluar, namun hatinya tetap kotor. Jika ini kondisi saudara, tdklah terlalu aneh jika engkau bolak balik jatuh didosa yg itu itu lagi. Dulu penipu, setelah kenal Tuhan, sesama anak Tuhan ditipu... lalu menjadi pelayan Tuhan, bahkan Tuhan pun ditipu. Berapa banyak hamba hamba Tuhan menggunakan Firman Tuhan utk kepentingan pribadinya sendiri. Berhati hatilah dgn kondisi 'babi' yg hatinya degil yg selalu kembali lagi kpd dosa dosa lama. Kondisi spt ini tdk akan mungkin dpt menghargai nilai sebuah mutiara. Tahukah saudara apa arti mutiara? Mutiara adalah barang berharga yg dibentuk akibat kesakitan dan airmata yg berlaku sekian lama didlm seekor tiram, sebutir pasir yg menyakitkan, dibalut dgn airmata sekian lama, sampai akhirnya barulah mutiara itu bisa dibentuk, itulah yg disebut penyangkalan diri. Anak Tuhan yg tdk rela membayar harga melaui penyangkalan diri, akan menginjak injak mutiara spt babi.

dibuat pada : 2016-06-08 18:34:19

Rabu, 8 Juni 2016

Matius 7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Kekudusan tdk akan dpt diterima oleh hati yg dolak dalik, yg penuh dgn kebohongan (spt anjing yg menjilat kembali muntahnya), sebab pada porosnya, hati yg dolak dalik, yg penuh dgn kebohongan, hanya terfocus kpd kepentingan diri sendiri. Sebab kekudusan dan kebohongan adalah dua hal yg bertolak belakang, yg tdk mungkin berjalan bergandengan tangan. Terhadap janji-Nya kpd Daud, Tuhan dgn tegas berkata: 

Mazmur 89:35 "...Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong..." sekali lagi, ketika Tuhan berkata 'demi kekudusan', tdk mungkin ada kebohongan didlm-nya. Namun sifat kharakter spt anjing yg kembali ke muntahnya, yg berani kembali menjilat perkataannya sendiri, tdk mungkin dpt menerima 'kekudusan'. Mulailah perhatikan perkataan perkataan yg keluar dari mulut kita sendiri, jika penuh dgn kebohongan & suka berdalih, Sadarlah, sesungguhnya kekudusan Tuhan - lah yg sedang engkau tolak. Sebelum hatimu mengeras, segeralah berlaku jujur dgn perkataanmu sendiri. Ingat Firaun yg berkali kali berbohong kpd Musa dan Harun terhadap kesepakatan yg dia buat sendiri, pada akhirnya hatinya benar benar dibuat menjadi keras, dan kehancuran menjadi bagian-nya. Jaga lidah kita dari perkataan dusta!

dibuat pada : 2016-06-07 16:06:44

Selasa, 7 Juni 2016

Matius 7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Kedua macam kharakter yg sangat merusak tubuh Kristus, merusak bahkan komunitas gereja Tuhan adalah sifat kembali kpd muntah spt anjing, atau dolak dalik, dan kebohongan, juga kharakter bebal atau degil spt babi yg tdk bisa diajar, selalu ingin kembali lagi kpd kehidupan lama. Coba renungkan sebentar, hal ini berlaku bagi semua orang, terutama saya dan para hamba Tuhan yg melayani mimbar. Jika didlm diri saya ada sifat kharakter yg tdk bisa dipegang perkataannya, berapa banyak kehancuran bisa terjadi? Berapa banyak anak anak Tuhan akan saya adu domba dgn perkataan saya yg dolak dalik? Bahkan, betapa nama Tuhan akan dinajiskan dan diinjak injak oleh orang dunia yg tdk kenal Tuhan sebab mereka melihat, mendengar dan mengalami penipuan akibat kebohongan kebohongan yg saya kerjakan sbg hamba Tuhan, atau yg anak Tuhan perkatakan? Mimbar dan posisi kita sbg anak Tuhan atau hamba Tuhan telah disalah gunakan utk mengeruk kekayaan bagi diri sendiri, mendapatkan keuntungan dan demi kepentingan pribadi, bukankah itu banyak kita temukan baik didlm gereja, di dunia business, maupun dunia politik, menjual nama Tuhan demi kepentingan pribadi dan keuntungan, kita halalkan semua kebohongan, kemudian jika terjebak, kita putar balikan perkataan, bukankah itu spt anjing yg menjilat muntahnya sendiri? Tinggalkan sifat spt itu, sebab barang yg kudus tdk utk anjing, mutiara bukan utk babi.

dibuat pada : 2016-06-06 18:32:42

Senin, 6 Juni 2016

Matius 7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Selama ini saya memahami perkataan Firman Tuhan yg Yesus katakan diatas itu ditujukan bagi kita para pemberita Firman Tuhan utk tdk membuang buang waktu utk mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kpd orang orang yg tergolong spt anjing atau babi,... namun pagi ini ketika saya merenungkan kembali Firman Tuhan diatas, saya menemukan justru sebaliknya, sayalah yg seringkali menjadi spt anjing atau babi, sehingga bukan hanya Firman Tuhan itu tdk memiliki kuasa apapun bagi kita, tapi bahkan kita begitu merendahkan bahkan menginjak injak kebenaran Firman Tuhan. Coba renungkan sebentar, bukankah kita sering melakukan hal demikian? Anjing dan babi adalah dua binatang najis yg sering digunakan didlm Alkitab, perhatikan ayat ini: 2 Petrus 2:22 "...Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."  Sifat atau kharakter buruk yg dilukiskan oleh anjing adalah 'orang yg menjilat kembali perkataan-nya, atau yg tdk bisa dipegang perkataannya' (anjing kembali ke muntahnya), sedangkan babi adalah 'orang yg bebal yg selalu kembali ke hidup yg kotor, hidup yg lama' (babi mandi kembali ke kubangannya). Itulah dua sisi kedegilan yg tdk akan pernah mampu menghargai kebenaran Firman Tuhan.

dibuat pada : 2016-06-05 18:13:53

Jumat, 3 Juni 2016

Mazmur 139:7-12 "Ke mana aku dpt pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dpt lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dgn sayap fajar, & membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, & tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, & terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tdk menggelapkan bagi-Mu, & malam menjadi terang spt siang; kegelapan sama spt terang. "

Lola Moses adalah seorang keturunan Yahudi yg hidup pada perang dunia ke 2, Lola dan keluarganya diseret keluar dari rumah mereka di Polandia utk dipekerjakan di camp konsentrasi Jerman. Kadang, Lola bercerita, mereka harus berdiri spt hewan diatas truck dan dipindahkan dlm dinginnya cuaca musim dingin di Eropa tanpa cukup baju hangat... para tawanan itu mencoba utk melindungi satu sama lain dgn para pria dibagian paling luar, para wanita didlmnya dan anak anak yg paling tegah... Mereka berdempet dempetan dan berpelukan utk menghangatkan satu sama lain... Lola bersaksi bahwa yg membuat dia bisa tetap hidup adalah karena ayahnya selalu pasang badan dan berusaha menjaga dia dlm perjalanan panjang... ayahnya selalu berpesan 'aku disini,... jgn takut...'. Saudaraku, Bapa mu yg disurga hari ini berpesan sekali lagi, 'jangan takut... Aku menyertaimu sampai kesusahan jaman...love Jesus'. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2016-06-02 18:22:52

Kamis, 2 Juni 2016

Mazmur 139:7-12 "Ke mana aku dpt pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dpt lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dgn sayap fajar, & membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, & tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, & terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tdk menggelapkan bagi-Mu, & malam menjadi terang spt siang; kegelapan sama spt terang. "

Pemahaman akan kemaha hadiran Tuhan yg selalu hadir karena keperdulian-Nya dan cinta-Nya kpd kita akan membuat kita menjadi anak anak Tuhan yg tenang dan penuh kedamaian, sekalipun dlm kesulitan dan bahaya. Daud berkali kali harus berjalan melewati bahaya, tdk sedikit waktu Daud harus menghadapi pedang dan kejaran orang orang yg menginginkan nyawanya, tapi Daud tetap bisa berjalan melewati semua bahaya maut tsb, Daud bahkan bisa bersaksi tentang penyertaan Tuhan atasnya. Didlm Mazmur 23 Daud mengatakan: "...TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku...Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku..." (Mazmur 23:1 &4) Bahkan melewati lembah kekekalan atau lembah bayang bayang maut, melewati peristiwa genting yg hampir hampir merebut nyawanya sekalipun, Daud tdk takut bahaya... sebab Tuhan menyertai dia.

dibuat pada : 2016-06-01 19:21:55