Daily Devotion

Rabu 05 April 2017

Shalom
Ulangan 17:18-20 "...Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yg ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yg harus ada di sampingnya & haruslah ia membacanya seumur hidupnya utk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dgn berpegang pada segala isi hukum & ketetapan ini utk dilakukannya, spy jgn ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, spy jgn ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia & anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."
Bagaimana cara seorang manusia bisa belajar utk hidup dgn takut akan Tuhan? Kitab Ulangan dgn jelas menyatakan bahwa dgn membiarkan seluruh panca indra-nya menerima Firman Tuhan yg mengalir tsb, maka takut akan Tuhan akan terus bertumbuh didlm hatinya... telinganya haruslah mendengarkan kebenaran Firman Tuhan yg dibacakan,... matanya melihat tulisan Firman tsb... hatinya merasakan-Nya dan pikirannya merenungkan-Nya... Itulah cara kita belajar utk hidup takut akan Tuhan... Ada kekuatan penciptaan didlm kebenaran Firman Tuhan yg kita ucapkan dan kita dengarkan... Firman itu spt benih yg ditanamkan dihati kita, semakin hari semakin bertumbuh dan akar akarnya semakin mencengkram sampai menguasai seluruh pola pikir dan perasaan kita, sedemikianlah akhirnya kitapun mampu berpegang kpd segala isi Firman tsb sama spt akar pohon yg mencengkram tanah dimana pohon tsb bertumbuh. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-04-04 21:22:02

Selasa,04 April 2017

Shalommmm
Ulangan 17:18-20 "...Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yg ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yg harus ada di sampingnya & haruslah ia membacanya seumur hidupnya utk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dgn berpegang pada segala isi hukum & ketetapan ini utk dilakukannya, spy jgn ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, spy jgn ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia & anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."
Sekalipun benar spt yg Yeremia 32:39 katakan bahwa takut akan TUHAN adalah karya Roh Kudus didlm diri orang percaya yg telah mendapatkan hati yg baru utk bisa menerima hati yg takut akan Tuhan, namun seberapa jauh rasa Takut akan Tuhan berkuasa dan menguasai hidup seseorang, hal itu tergantung dari seberapa jauh orang tsb memberikan keleluasaan bagi Roh Kudus utk mengembangkan dan menanamkan rasa takut akan Tuhan didlm diri seseorang. Itulah yg Firman Tuhan di kitab Ulangan 17 ajarkan bahwa bahkan seorang raja, seorang pemimpin ketika dia duduk di bangku kepemimpinan-nya, dia harus terus menerus belajar utk hidup dgn takut akan Tuhan dgn berpegang kpd isi dan ketetapan Firman Tuhan itu sendiri. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-04-03 20:19:09

Senin 03 April 2017

Shalom.......
Ulangan 17:18-20 "...Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yg ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yg harus ada di sampingnya & haruslah ia membacanya seumur hidupnya utk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dgn berpegang pada segala isi hukum & ketetapan ini utk dilakukannya, spy jgn ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, spy jgn ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia & anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."
Perhatikan dan baca kembali ayat ayat diatas dgn perlahan lahan... kemudian bandingkan dgn ayat dibawah ini: Yeremia 32:39 "...Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kpd-Ku sepanjang masa utk kebaikan mereka & anak-anak mereka yg dtg kemudian." Jadi mana yg benar tentang takut akan TUHAN, apakah itu karya Tuhan semata didlm diri kita spt yg Yeremia 32:39 katakan dimana akibat dari satu 'hati baru' yg Tuhan berikan, maka umat-Nya menjadi takut akan Tuhan sepanjang masa,... atau spt yg Musa sampaikan di Ulangan 17, dimana takut akan Tuhan itu merupakan satu process yg kita harus belajar utk mendapatkannya? Disinilah letak kebenaran yg perlu kita fahami. Takut akan Tuhan spt yg Firman Tuhan di Yesaya 11 katakan adalah satu bagian dari ke tujuh Roh Allah yg ada pada Yesus, bahkan ditegaskan kembali bahwa kesukaan atau kesenangan Yesus ada 'takut akan Tuhan'. Sama spt Roh Kudus didlm diri manusia yg merupakan kasih karunia Tuhan bagi kita, maka kitapun menerima-Nya, tapi Roh Kudus yg sudah kita terima perlu dijaga dan dirawat dgn benar, diberi tempat yg terbaik agar berkuasa total atas hidup kita, demikianlah takut akan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-04-02 22:19:55

Jumat 31 Maret 2017

Matius 9:28-31 "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu..."
Inilah pelajaran berharga bagi kita gereja-Nya, Tuhan memerlukan tangan tangan kita utk menjamah hati orang lain yg sedang susah utk menyatakan bukan hanya mujizat tapi cinta Tuhan kpd mereka... Tuhan mencari tangan tangan yg rela Dia pakai utk menjamah yg susah, menuntun yg sedang tergelincir dan jatuh... bersediakah tanganmu dipakai-Nya? Mungkin sesederhana tangan tangan yg menuliskan sms atau mengangkat telephone utk menghubungi saudaramu yg susah utk menanyakan keadaan mereka dan mendoakannya... atau mungkin tangan tangan yg melayani suami dgn membuatkan secangkir kopi panas, atau yg meringankan beban istri, membelai belai kepala anak anak, atau membantu orang lain... semua hal hal kecil dan sederhana tsb akan menjadi tangan yg menjamah dan menyerukan yg susah dan yg berkenan berat.... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-03-31 19:36:20

Kamis 30 Maret 2017

Shalom
Matius 9:28-31 "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu..."
Kembali kpd perenungan kita kemarin, Kejadian yg ditulis di Matius 8 ketika Yesus berhadapan dgn seorang yg terkena kusta, seakan bahkan tdk ada perkataan tentang 'iman' orang kusta tsb yg disebutkan didlm Injil Matius, orang kusta tsb hanya berkata: 'Tuhan jika Engkau mau.... Tuhan dpt mentahirkan aku...' Lalu Yesus berkata, Aku mau jadilah tahir dan Dia menjamah orang kusta tsb... Saya percaya orang kusta tsb pasti sangat percaya dan beriman kpd Yesus, itu sebab nya dia berkata: 'jika Engkau mau...' Jadi semua ditentukan oleh kedaulatan Tuhan sendiri, tapi sekali lagi yg menarik disini adalah, kenapa Yesus harus mengulurkan tangan-Nya menjamah si kusta? Bukankah kusta itu najis dan seorang imam atau seorang nabi atau orang terhormat tdk boleh menyentuh yg najis? Kenapa Yesus harus mengambil resiko & bersusah susah melakukan hal tsb menjamah yg najis? Melalui peristiwa demi peristiwa yg ditulis ke 4 Injil, kita dpt belajar hati-Nya Tuhan,... Dia selalu siap utk mengulurkan tangan-Nya utk menolong, inilah kharakter-Nya. Jika itu kharakter Tuhan kita, tdk kah seharusnya kitapun memiliki kharakter yg demikian? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-30 03:29:54

Rabu 29 Maret 2017

Shalom......
Matius 9:28-31 "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu..."
Integritas yg bisa kita lihat dan buktikan dari hidup Yesus adalah, bukan hanya kita dpt menemukan kegerakan yg mengalir didlm hati-Nya, tapi juga seluruh tubuh-Nya bergerak ke arah yg sama spt yg hati-Nya rasakan... itulah kharakter yg teramat indah yg kita temukan didlm keempat Injil yg bersaksi tentang Yesus... Didlm kesempatan lain, ketika berhadapan dgn orang kusta, Matius mencatat demikian: Matius 8:2-3 "Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia & berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dpt mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu & berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya..." Sekarang bukan hanya orang buta yg Dia jamah, tapi terhadap orang kusta-pun, Dia bukan hanya mengucapkan Firman yg penuh kuasa, tapi mengulurkan tangan-Nya utk mendatangkan mujizat kesembuhan, bukankah itu luar biasa? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-28 22:11:55

Selasa 28 Maret 2017

Shalom....
Matius 9:28-31 "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu..."
Satu perkara penting dari pribadi Yesus yg kita perlu renungkan dan dapat belajar mengenali isi hati-Nya adalah, tangan-Nya selalu siap menjadi alat utk mendatangkan rencana agung Bapa Surgawi... seluruh hidup-Nya selalu bergerak menggenapi kehendak Bapa. Dia bisa saja berkata kpd orang buta tadi 'imanmu telah menyembuhkanmu...', lalu pergi berjalan utk menyelesaikan semua urusan dan tugas pelayanan-Nya yg sangat padat... tapi bukan spt itu yg Yesus lakukan, Dia justru berhenti dan menyempatkan waktu utk mengulurkan tangan-Nya demi menjamah mata orang buta tsb... bukankah itu perbuatan yg sangat indah dan mulia yg Yesus lakukan utk diajarkan kpd kita gereja-Nya? Seandainya lebih banyak lagi anak anak Tuhan yg memahami hati Yesus spt demikian dan rela mengambil langkah spt yg Yesus lakukan, maka kita akan lebih banyak menyaksikan ucapan syukur dan penginjilan yg bergerak begitu cepat spt yg dilakukan oleh kedua orang buta tsb... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-27 19:09:27

Senin, 27 Maret 2017

Shalom.....
Matius 9:28-31 "Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu..."
Kita tahu bahwa Yesus-lah, didlm kisah orang buta yg dicelikan matanya diatas, yg telah melakukan mujizat dgn mencelikan mata orang buta tsb... Namun sebenarnya apa yg menjadi penyebab dicelikannya mata orang buta tsb. Jika kita membaca ayat ayat diatas dgn hati hati, kita akan menemukan bahkan sesuai dgn perkataan Yesus sendiri diayat 29 & 30: "...Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."Maka meleklah mata mereka..." Bukankah semua kita akan setuju bahwa iman orang buta tsb-lah yg telah mencelikan matanya sendiri... Hal itu memang benar demikian, tapi yg menarik utk kita perhatikan dari pribadi Yesus adalah, mengapa jika hanya iman orang buta tsb yg memegang peranan penting, kenapa Yesus harus 'menjamah mata mereka'?... jika iman itu sendiri bisa bergerak dan melakukan mujizat, mengapa jamahan tangan Yesus harus dituliskan didlm peristiwa tsb diatas sbg pelajaran penting buat kita? Ternyata iman dan jamahan Tuhan harus bergerak bersama sama utk mendatangkan mujizat. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-26 19:06:38

Jumat, 24 Maret 2017

Ayub 42:17 "...Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur - ...So Job died, being old and full of days (KJV)"
Jgn tertipu dgn kata 'melayani orang lain', sebab ada banyak orang yg hidup melayani orang lain, tapi belum tentu dgn kehendak Tuhan. Ada banyak perusahaan perusahaan yg bergerak dibidang 'service industry', mereka juga melayani orang lain, tapi belum tentu dgn kehendak Tuhan... yg sering ditemukan justru banyak yg melayani orang lain dgn kehendak pribadi atau utk kepentingan pribadi atau keuntungan. Ketika kita berani hidup melayani orang lain dgn kehendak Tuhan, maka kita mungkin saja menerima berkat berkat jasmani, tapi bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai akibat dari pelayanan kita, sebagai akibat dari kebaikan Tuhan... bukankah Daud sendiri bersaksi '...dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, namun tdk pernah ku temukan orang benar kekurangan atau anak cucunya meminta-minta roti...' bukankah itu bukti berkat bagi orang-orang benar? Hidup orang-orang benar tsb tdk akan mengalami kekosongan, tapi hidup mereka menjadi penuh, bahkan melimpah keluar... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-03-23 23:29:00

Kamis, 23 Maret 2017

Shalom.......
Ayub 42:17 "...Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur - ...So Job died, being old and full of days (KJV)"
Perhatikan satu tulisan Paulus tentang Daud di Kisah Para Rasul 13:36 (a), "...Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya,..." KJV menerangkan lebih tepat dgn tulisan demikian: "For David, after he had served his own generation by the will of God, fell on sleep - Sebab bagi Daud, setelah dia melayani generasinya dgn kehendak Tuhan, lalu dia tertidur (mati)..." itulah mati pada saat hari harinya telah penuh, yaitu dgn melayani generasi dimana dia hidup dgn kehendak Allah... Dari serentetan kesaksian kesaksian hidup orang-orang yg mengalami hari hari yg penuh, kita bisa menarik kesimpulan bahwa hidup yg penuh adalah hidup yg melayani orang lain dgn kehendak Allah. Jelas bukan sekedar sukses atau berhasil menurut pola pikir dunia, atau berhasil meraih sesuatu prestasi atau kekayaan, atau kekayaan hanya utk menyenangkan diri sendiri atau keserakahannya sendiri. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-22 22:56:32

Rabu,22 Maret 2017

Shalom....
Ayub 42:17 "...Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur - ...So Job died, being old and full of days (KJV)"
Sama spt Abraham, Ishak dan semua pahlawan iman pada jaman jaman mereka, Ayub telah menyelesaikan perjalanan hidupnya sbg seorang yg hidup dan mati ketika hari harinya telah penuh, "...So Job died, being old and full of days (KJV)" Apa sebenarnya yg Ayub kerjakan utk mengisi hari hari hidupnya sebelum dia mati dan menggenapi hari-hari yg penuh? Coba perhatikan sedikit kesaksian Ayub tentang hidupnya sendiri : Ayub 29:12-16 "...Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya; aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria; aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban; aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh; aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki..." Secara sederhana-nya, Ayub telah hidup utk menggenapi tujuan Tuhan utk menjadi berkat dan saluran berkat bagi generasi dimana Ayub hidup... itulah arti hidup yg menggenapi rencana Tuhan, sehingga hari-hari nya menjadi penuh. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-21 22:14:42

Selasa,21 Maret 2017

Shalom....
Ayub 42:17 "...Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur - ...So Job died, being old and full of days (KJV)"
Jadi spt apakah yg disebut sbg menjadi tua dan penuh hari-hari-nya? Itulah hidup yg terarah utk menggenapi tujuan yg sudah Tuhan tetapkan atas hidup kita. Kita akan mengalami dan menghadapi pilihan pilihan didlm hidup ini, akankah kita memilih utk mengerjakan ini atau itu? Apakah kita akan memilih utk mengambil jalan ini atau jalan itu... semua pilihan pilihan tsb akan menentukan apakah hari-hari kita akan menjadi penuh atau sia sia... Hari hari yg penuh sama sekali tdk ada hubungan-nya dgn menjadi sukses menurut ukuran dunia. Sbg seorang raja, Salomo sukses luar biasa... Salomo berhikmat melebihi semua raja raja... Perekonomian pada jaman Salomo begitu luar biasa majunya... seluruh rakyat hidup berkelimpahan... tapi pada akhir hidupnya, Salomo meratapi hidupnya yg penuh dgn kesia siaan... bahkan dia sendiri sebut sbg 'usaha menjaring angin'... kekosongan luar biasa, sebab kenikmatan lebih dikejar daripada kehendak Tuhan baginya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-21 01:19:32