Daily Devotion

Senin,20Maret 2017

Shalom.....
Ayub 42:17 "...Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur - ...So Job died, being old and full of days (KJV)"
Menjadi tua adalah adalah process natural... cukup makan tidur, satu ketika engkau akan menemukan dirimu menjadi tua...bahkan tdk perlu melakukan apapun, engkau tetap bisa menjadi tua lalu mati... namun mencapai umur dan hari hari yg penuh, itu perlu perjuangan. Saya memperhatikan ada serentetan pahlawan pahlawan iman yg hidup, menua, lalu mati, namun mereka tdk mati begitu saja, mereka mati pada saat ketika tahun tahun atau hari harinya menjadi penuh, contohnya: Tentang Abraham,: "... lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya - Then Abraham,...died in a good old age, an old man, and full of years" (Kejadian 25:8). Tentang Ishak,: "...Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur,(KJV: 'being old and full of days', maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia." (Kejadian 35:29) Dan masih banyak lagi,... orang orang ini, para pahlawan iman, bukan hanya menjadi tua dan mati, tapi catatan hidup mereka menuliskan bahwa mereka mati pada saat hari hari mereka telah penuh... full of years atau full of days. Spt itulah hidup yg mencapai tujuannya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-19 20:48:26

Jumat,17 Maret 2017

Yakobus 4:8 "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Pertanyaan sederhana yg saya miliki, bagaimana saya dpt mendekat kpd Allah, sedangkan saya sendiri tdk bisa melihat Tuhan secara kasat mata? Perhatikan kembali ayat diatas, "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!" Tahirkan tangan berbicara tentang menjaga perbuatan kita benar dan kudus, tapi hal itu bisa saja dilakukan oleh orang-orang agamawi, tanpa sikap hati yg murni. Itulah sebabnya Yakobus 4:8 tdk berhenti di situ, lebih jauh dikatakan '... Dan sucikanlah hatimu...' Bagaimana kita menyucikan hati kita? Suci atau murni adalah sesuatu yg tdk terkontaminasi atau tdk tercampur... Firman Tuhan diatas mengajarkan kita utk tdk mendua hati demi menjaga kesucian hati kita. Seorang suami atau istri yg mencintai 2 wanita atau 2 pria sesungguhnya, jika dia berani jujur, dia tdk sedang mencintai seorangpun diantara keduanya... dia hanya mencintai dirinya sendiri. Jika kita mau menjaga hati yg suci, jgnlah mendua hati... Kasihi Allahmu dgn segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan-mu, itulah cara mendekat kpd Allah. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-03-16 21:14:22

Kamis, 16 Maret 2017

Shalom.....
Yakobus 4:8 "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Keputusan kita utk mendekat dan memiliki hubungan yg intim dgn Tuhan telah membuat Tuhan sendiri juga mendekat dan mencurahkan kasih setia-Nya kpd kita. Hal ini sama sekali tdk ada hubungan-nya dgn jabatan atau posisi kerohanian seseorang, justru saudara akan menemukan serentetan orang-orang sederhana yg bukan nabi, bukan imam, bukan pelayan di dlm bait Allah, namun mereka lah yg memiliki hubungan yg paling intim dgn Tuhan yg dilukiskan didlm Alkitab. Siapakah Henokh? Henokh bukan nabi, dia bukan imam, riwayat hidup Henokh bahkan hanya dituliskan beberapa ayat saja di Alkitab, tapi Henokh bergaul karib dgn Tuhan selama 300 tahun dan kemudian Henokh diangkat Tuhan hidup hidup... Apa Jasa Henokh sehingga dia menjadi satu dari segelintir manusia yg diangkat Tuhan hidup hidup? Sederhana saja, Sebab Henokh memilih utk mendekat dan bergaul karib dgn Tuhan. Siapakah Ayub? Ayub bukan nabi atau hamba Tuhan yg luar biasa... atas kehendaknya sendiri, Ayub memilih utk mendekat dan bergaul karib dgn Tuhan. Perhatikan perkataannya sendiri: Ayub 29:1-4 "Maka Ayub melanjutkan uraiannya: "Ah, kiranya aku spt dlm bulan-bulan yg silam, spt pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, & di bawah terang-Nya aku berjalan dlm gelap; spt ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dgn aku di dalam kemahku;" Keputusan kita sendirilah yg menentukan utk dekat atau jauh dari Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-16 01:44:45

Rabu, 15 Maret 2017

Shalom.......
Yakobus 4:8 "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Masih ingatkah saudara akan perumpamaan tentang anak yg terhilang? Apa yg membedakan 'uang mina yg hilang, domba yg hilang dan anak yg hilang?' Mengapa dlm peristiwa uang mina maupun domba yg hilang, pribadi yg memiliki uang mina dan domba tsb-lah yg pergi mencari yg hilang, namun pada peristiwa anak yg hilang, justru sang bapa hanya duduk menantikan anak yg hilang utk kembali... Pada saat anak yg terhilang tsb telah mengambil langkah utk kembali utk mendekat kpd bapanya, maka bapapun berdiri dan berlari mendapatkannya... Perbedaannya terletak pada siapa yg dapat mengambil keputusan? Uang dan domba yg hilang tdk dpt mengenali mengapa mereka terhilang, mereka tdk memiliki kekuasaan utk mengambil keputusan, sehingga dlm hal inilah, sang pemilik pergi mencari yg hilang... tapi dlm hal anak yg hilang, keputusan-nya sendirilah yg telah membawa langkahnya utk pergi... tapi ketika hatinya berbalik mendekat, maka dgn segala kekuatan, sang bapa berlari mendekati bahkan memeluk anak yg sudah lama hilang. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-14 21:12:33

Selasa,14 Maret 2017

Yakobus 4:8 "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Jadi spt apakah yg Firman Tuhan katakan? Perhatikan ayat diatas sekali lagi, "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu..." Keputusan mu dan keputusan ku sendirilah yg akan menentukan apakah engkau akan memiliki hubungan yg dekat atau intim dgn Tuhan atau sebaliknya... Dekat atau jauhnya hubungan seseorang dgn Tuhan itu ditentukan oleh keputusan-nya sendiri... jika kita mau mendekat kpd Tuhan, maka Tuhan juga akan mendekat kpd kita... bukankah hal itu sesuai dgn apa yg Firman Tuhan di Kisah Para Rasul 10:34 katakan: "Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang...." Tuhan menghargai setiap keputusan yg benar dari anak anak-Nya, Bapa selalu rindu agar kita tdk menjauh melainkan mendekat kpd-Nya, sebab itulah rahasia keintiman yg akan kita bangun dgn Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-14 01:13:45

Senin,13 Maret 2017

Shaloooomm....
Yakobus 4:8 "... Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Satu kebenaran dari Firman Tuhan ini meneguhkan dan telah menjadi jawaban buat begitu banyak pertanyaan pertanyaan yg sering muncul dipikiran manusia, 'apakah Tuhan sudah sejak semula menentukan siapa siapa sajakah yg akan menerima warisan Surgawi yg begitu luar biasa, bahkan yg akan diselamatkan dan siapa siapa saja yg akan terhempas dan terhilang utk selamanya...' Pandangan diatas menegaskan dan melandaskan semua keputusan Tuhan atas manusia satu dan keputusan lain atas manusia lainnya sbg yg kita kenal dgn "kedaulatan Tuhan". Dgn mengandalkan atau mendasarkan hidup sesuai dgn pandangan spt itu, masuk akal jika manusia tdk perlu 'bersungguh sungguh mencari dan belajar mengenal juga hidup takut akan Tuhan, toh pada akhirnya semua akan terjadi berdasarkan keputusan kedaulatan Tuhan sendiri... Jika Tuhan sudah memutuskan si A utk diselamatkan dan menerima warisan Surgawi, maka seburuk apapun hidupnya, si A akan tetap diselamatkan, atau si B yg ditentukan utk binasa, sekalipun dia berusaha hidup benar dan takut akan Tuhan, maka si B pasti binasa... benarkah pandangan spt itu? Sesuaikah dgn Firman Tuhan? Sama sekali tidak benar! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-13 01:03:54

Jumat,10 Maret 2017

Matius 14:34-36 "Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kpd-Nya. Mereka memohon spy diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. & semua orang yg menjamah-Nya menjadi sembuh."
Orang banyak yg ada di Genesaret telah mengenal siapa Yesus bagi diri mereka... iman yg sama yg mengalir dan berdenyut dijantung wanita pendarahan yg sakit selama 12 tahun yg dituliskan di Matius 9, juga mengalir didarah dan berdenyut di jantung orang-orang yg di Genesaret... itulah sebabnya dengan 'iman yg sama' yg hidup di hati 'orang-orang yg berbeda' menghasilkan mujizat yg sama! Perhatikan sekali lagi ayat 39 diatas: "....Maka semua orang yang sakit dibawa kpd-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. & semua orang yg menjamah-Nya menjadi sembuh." Saudara lihat itu, bukan sebagian atau sebagian besar, tapi 'SEMUA' disembuhkan!!! Inilah bukti bahwa TUHAN tdk pilih kasih, Tuhan tdk memandang muka, tapi berdasarkan iman percayamu yg bertopang kpd Kristus, engkau mengalami pertolongan-Nya... Apa yg Tuhan buat bagi Musa, Abraham, Daud, Yusuf dan semua tokoh tokoh iman, juga akan Tuhan buat bagimu, asal hatimu benar-benar tertuju dan terpaut kepadaNya... Have a blessed day GBU

dibuat pada : 2017-03-09 20:48:55

Kamis, 09 Maret 2017

Shalom.....
Matius 14:34-36 "Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kpd-Nya. Mereka memohon spy diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. & semua orang yg menjamah-Nya menjadi sembuh."
Apakah keliru atau salah jika kita meniru apa yg dikerjakan oleh para pahlawan iman didlm Firman Tuhan sbg tindakan iman kita? Bukankah Firman Tuhan sendiri mengajarkan agar tindakan kepahlawanan para pahlawan iman, para leluhur kita dimasa lalu, para nenek moyang kita bangsa Israel menjadi contoh yg harus kita tiru? Keluaran 12 mengajarkan Israel utk meneruskan perayaan Paskah yg dilakukan turun temurun dgn makan roti tdk beragi, sampai hari ini.. Keluaran 13 mengajarkan kita utk mempersembahkan korban buah sulung sbg bentuk pengucapan syukur kpd Tuhan sampai hari ini... Bukankah semua itupun kita tiru dan kita kerjakan, jadi salahkah meniru tindakan tindakan yg dikerjakan oleh para pahlawan iman sebelum kita? Sama sekali tdk salah, bahkan sudah seharusnyalah demikian, tapi yg terpenting adalah pemahaman mengapa kita mengerjakan semua itu, itulah pengenalan akan Tuhan... Jika kita mengerjakannya karena didorong oleh takut dan hormat akan Tuhan, maka berkat berkat yg sama akan juga kita alamai, sebaliknya, jika kita sekedar meniru tindakan tindakan tsb, maka itu semua hanyalah ritual agama. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-08 19:03:14

Rabu, 08 Maret 2017

Shalom....
Matius 14:34-36 "Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kpd-Nya. Mereka memohon spy diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. & semua orang yg menjamah-Nya menjadi sembuh."
Pengenalan akan Tuhan itu jauh lebih utama daripada sekedar 'meniru' apa yg orang lain lakukan... tanpa pengenalan akan Tuhan dgn benar, maka penyesatan penyesatan akan sangat mudah terjadi dan tumbuh subur diantara anak anak Tuhan. Perhatikan doa Paulus yg diajarkan kpd jemaat jemaat Tuhan di Filipi: Filipi 3:10 "...Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya," Pengenalan akan Tuhan yg benar akan memampukan kita utk memahami kehendak Bapa yg kemudian mengarahkan dan mengendalikan keinginan keinginan kita utk bergerak seirama dgn kehendak Bapa... hingga pada akhirnya, kita pun akan semakin diubahkan menjadi serupa dgn Dia...barulah pada saat itu kita akan melihat mujizat-mujizat besar terjadi didlm hidup kita yg disertai Tuhan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-07 18:15:00

Selasa, 07 Maret2017

Matius 14:34-36 "Setibanya Di Seberang Mereka Mendarat Di Genesaret. Ketika Yesus Dikenal Oleh Orang-orang Di Tempat Itu, Mereka Memberitahukannya Ke Seluruh Daerah Itu. Maka Semua Orang Yang Sakit Dibawa Kpd-Nya. Mereka Memohon Spy Diperkenankan Menjamah Jumbai Jubah-Nya. & Semua Orang Yg Menjamah-Nya Menjadi Sembuh."
Jika Orang Banyak Yg Ada Di Genesaret Mengalami Mujizat Yg Besar Dgn Cara 'meniru' Apa Yg Wanita Pendarahan Itu Lakukan, Apakah Itu Saja Cukup Utk Mendatangkan Mujizat Di Dlm Hidup Kita? Coba Perhatikan Ayat 34 Diatas, "Setibanya Di Seberang Mereka Mendarat Di Genesaret. Ketika Yesus Dikenal Oleh Orang-orang Di Tempat Itu,..." Inilah Kunci Yg Sangat Penting...' Yesus Dikenal Oleh Orang-orang Ditempat Itu...' Mujizat Tuhan Terjadi Bukan Sekedar Karena Kita 'meniru' Tindakan Atau Perbuatan Seseorang... Tapi Lebih Dikarenakan Apakah Kita Mengenal TUHAN Atau Tdk... Itulah Yg Harus Kita Fahami. Ada Sekelompok Anak Anak Tuhan Yg 'meniru' Tindakan Tindakan Prophetic Yg Dilakukan Didlm Alkitab Atau Bahkan Yg Tdk Dituliskan Didlm Alkitab Sekalipun, Dgn Tujuan Ingin Mendapatkan Mujizat-mujizat... Contohnya, Jika Yosua Mengelilingi Tembok Yerikho 7 Kali, Maka Saya Akan Mengelilingi Satu Wilayah Atau Property Yg Saya Inginkan Utk Diri Saya Sendiri, Tanpa Mengenal Kehendak Tuhan... Itulah Yg Disebut Meniru Tanpa Pemahaman Yg Benar.
Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-03-06 17:41:23

Senin, 06Maret 2017

Shalom...
Matius 14:34-36 "Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kpd-Nya. Mereka memohon spy diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. & semua orang yg menjamah-Nya menjadi sembuh."
Kita sering mendengar bahwa cara kerja yg Tuhan lakukan kpd satu orang tdk berarti akan selalu sama dgn apa yg Tuhan akan dapat kerjakan kpd orang lain. Itulah pemaham yg sering kita dengar... Memang benar bahwa Tuhan punya sejuta cara utk menolong dan memulihkan hidup kita, tapi coba perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas,... ada beberapa hal yg saya lihat janggal,... Kenapa orang banyak yg ada di Genesaret membawa banyak orang sakit dan memohon satu permohonan yg tdk lazim, yaitu utk diijinkan atau diperkenankan utk menjamah jumbai jubah Jesus... dari mana mereka memiliki ide utk menjamah jembai jubah Yesus bagi orang-orang saki, dan orang sakit itu akan sembuh? Jika kita perhatikan, tdk jauh dari tempat itu, beberapa waktu yg lalu, tepatnya peristiwa yg dicatat di Matius 9 (hanya beberapa ayat sebelum kisah di Matius 14 ini), ada seorang wanita yg berhasil mengejutkan orang banyak dan menahan langkah Yesus, wanita yg disembuhkan dari pendarahan selama 12 tahun hanya karena menjamah ujung jumbai jubah Yesus... itulah yg memberi mereka pelajaran. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-03-05 18:33:52

Jumat, 03 Maret 2017

Yesaya 50:4-5 "..Tuhan ALLAH telah memberikan kpd-ku lidah seorang murid, spy dgn perkataan aku dpt memberi semangat baru kpd orang yg letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku utk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, & aku tdk memberontak, tdk berpaling ke belakang."
Sekarang kita memahami, menjadi seorang murid itu dimulai dari sikap hati yg rela diajar, teachable... kemudian bertumbuh dgn telinga yg dipertajam pagi demi pagi,... Tuhan sendiri akan terus menerus mempertajam pendengaran seorang murid, sebab jika kita mau dipakai utk berbicara yg memuliakan Tuhan dan menguatkan orang lain, maka pertama tama kita harus belajar utk mendengar... Seorang pemimpin yg arif dan bijaksana bukanlah seorang yg pandai berbicara tapi mahir dan peka utk mendengar... ada keluhan dari orang-orang yg dipimpinnya, ada masukan masukan utk difahami agar mengambil keputusan dgn bijaksana, semua dimulai dgn mendengar dgn baik... barulah kemudian lidah kita akan dilatih utk mengucapkan perkataan perkataan yg membangun, yg memberi semangat yg baru, dan yg memberi jawaban bagi kesulitan orang lain. Belajarlah spt seorang murid... Have a blessed weekend

dibuat pada : 2017-03-02 16:26:33