Daily Devotion

Rabu, 28 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN -Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Kitab Imamat berkali kali menuliskan apa yg Tuhan rasakan ketika Dia mencium bau harum dari satu korban bakaran,... contohnya: di Imamat 2:2, inilah aturan utk para imam imam: "Lalu korban itu harus dibawanya kepada anak-anak Harun, imam-imam itu. Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN." Kenapa korban itu menimbulkan bau harum bagi TUHAN? Apakah Tuhan menyukai daging spt manusia? Apakah Tuhan makan daging korban bakaran? Bukankah Tuhan sendiri di Mazmur 50 berkata: "...Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? (Mazmur 50:12-13). Jadi Tuhan menyukai bau korban yg dibakar utk mengajarkan kpd kita bahwa persembahan yg benar adalah yg spt korban yg dibakar, termaksud korban kebenaran.

dibuat pada : 2016-09-27 20:46:43

Selasa, 27 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN -Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Harga diri dan kesombongan kita sering berbicara jauh lebih kuat dibandingkan dgn suara kebenaran. Suara harga diri dan kesombongan terlihat dari nafas yg keluar dari mulut kita ketika kita telah jatuh ke dlm dosa atau kesalahan. Kedagingan kita selalu berontak dan berusaha membela diri dgn berkata atau menerangkan : orang lain lebih berdosa dari kita... atau saya begini karena dia begitu... atau kamu juga pernah salah... atau beribu ribu alasan yg bisa kita katakan utk membela diri. Dlm semua hal tsb, 'korban kebenaran' tdk lah disembelih dan dipersembahkan. Pembelaan diri hanyalah akan memperpanjang serentetan bukti bukti kebusukan yg ada di diri kita sendiri. Memang itu sifat manusiawi dari semua kita. Kita cenderung utk menjaga image dan penampilan kita. Kalau diam dan terima salah atau terima teguran, maka kedagingan manusia akan merasa diinjak injak, tapi sesungguhnya, korban kebenaran itulah yg berbau harum dihadapan Tuhan dan yg menyukakan hati Tuhan.

dibuat pada : 2016-09-26 20:40:39

Senin, 26 September 2016

Mazmur 4:5
"...Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN - Offer the sacrifices of righteousness, and put your trust in the Lord..."
Mari kita renungkan sebentar apa yg Daud katakan didlm salah satu mazmurnya:, terjemahan yg lebih tepat adalah: "...Persembahkanlah korban yang kebenaran dan percayalah kepada TUHAN..." Mengapa Daud berkata 'korban kebenaran?' selama ini kita mengenal 'korban bakaran, korban pujian, korban ucapan syukur dll, tapi jarang sekali Firman Tuhan mengajarkan agar umat Tuhan mempersembahkan 'korban kebenaran'. Ternyata kebenaran, sama seperti korban korban lainnya, mengandung rasa sakit utk dipersembahkan. Kadang kita harus menanggung rasa malu jika kita mau berkata kebenaran... kadang kita akan kehilangan keuntungan atau persahabatan jika kita berani berkata atau berbuat kebenaran, sebab kebenaran bukanlah product murahan atau sesuatu yg ringan utk dikerjakan. Itulah sebabnya Firman Tuhan diatas menyebut 'kebenaran' sbg korban yg harus dipersembahkan kpd Tuhan, demi nama TUHAN, utk hormat dan kemuliaan bagi nama TUHAN, sama spt korban bakaran yg disembelih, dikuliti, dan dibakar habis diatas mezbah.

dibuat pada : 2016-09-25 20:48:40

Jumat, 23 September 2016

Mazmur 19:12
"...Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."

Kita membutuhkan orang lain utk menyadarkan kita akan hal hal yg tdk kita sadari. Namun seringkali kekerasan hati kitalah yg telah menahan suara teguran yg Tuhan nyatakan melalui banyak perkara atau melalui orang lain. 

Seringkali sebaliknya, hati yg keras tdk akan sadar, atau jika sudah sadar sekalipun, seringkali sudah terlalu terlambat. Sebelum Nebukadnezar jatuh dan dicampakan, Tuhan sudah terlebih dahulu memberikan mimpi kpdnya yg tujuannya sbg peringatan akan keangkuhan hatinya, bahkan Daniel sudah memperingatkan dia akan hal tsb utk jgn sampai hal tsb spt yg dimimpikan sungguh terjadi kpdnya... namun Nebukadnezar mengabaikan semua nasehat dan peringatan tsb, sehingga dia pada akhirnya harus direndahkan sedemikian rupa. Ketika Tuhan mengingatkan Nebukadnezar, kemudian Daniel mengingatkan dia kembali, kekerasan hati Nebukadnezar itulah yg menghancurkan dia pada akhirnya... Doa spt pemazmur yg berkata 'Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari...', hanya akan menjadi kenyataan jika hati kita lembut, mau diarahkan oleh suara atau tangan Tuhan melalui hidup orang lain.

dibuat pada : 2016-09-22 19:47:36

Kamis, 22 September 2016

Mazmur 19:12
"...Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."

Musuh yg tdk terlihat adalah sama spt dosa yg tdk kita sadari. Kita memerlukan bantuan orang lain utk menyadarkan diri kita sendiri. Berkali kali Daud jatuh ke dlm dosa dosa ini, ketika dia berzinah dgn Betsyeba dan membunuh suaminya, dimana hati nurani Daud? Tdk kah dia sadar bahwa perbuatan spt itu adalah dosa yg jahat? Daud baru sadar ketika nabi Nathan dtg dan menegurnya dgn tegas. Ketika keangkuhannya utk berbangga akan jumlah tentaranya yg besar dan dasyat, tidakkah Daud sadar bahwa itu adalah dosa yg meragukan dan meremehkan Tuhan? Daud hanya sadar ketika nabi Gad dan Yoab panglimanya menegur dia akan keangkuhan yg terkandung di hatinya. Daud terhindar dari begitu banyak dosa yg tdk dia sadari, sebab dia dikelilingi oleh orang orang yg takut akan Tuhan, hamba hamba Tuhan yg berani dgn tegas dan terang terangan menegur dia, juga karena Daud memelihara hati yg rendah, yg rela ditegur, sehingga teguran teguran tsb menjadi spt cangkul yg mencungkil bongkahan bongkahan batu dan kerikil yg tersembunyi didlm tanah, agar tanah itu siap ditanami.

dibuat pada : 2016-09-21 19:38:03

Rabu, 21 September 2016

Mazmur 19:12
"...Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."

Tuhan tahu yg perkara yg terselubung, yg tdk terlihat atau terdeteksi sekalipun. Hal lain yg sering menjadi 'dosa terselubung' yg sering tdk kita sadari adalah niat busuk atau motivasi yg keliru. Sering bahkan kita sendiri tdk sadar akan motivasi terselubung yg ada di hati kita. Daud didlm salah satu mazmurnya berkata demikian: Mazmur 44:20-21 "Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!" Menadahkan tangan spt yg Daud katakan adalah sikap meminta berkat atau meminta pertolongan. Tanpa disadarinya, Daud merasakan ada waktu dimana dia juga kadang bisa atau sempat 'menadahkan tangan kpd allah lain', dan itu diakuinya sbg tindakan melupakan Allah yg benar. Itulah dosa terselubung yg Daud sendiri akui, sekalipun kadang tdk dia sadari. Kita memerlukan koreksi dan teguran Tuhan utk mengungkapkan motivasi motivasi yg salah.

dibuat pada : 2016-09-20 21:00:32

Selasa, 20 September 2016

Mazmur 19:12
"...Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."

Sama spt dlm peperangan jasmani, musuh penyesatan atau dosa yg sangat fatal itu adalah musuh yg kita sadari. Adakah musuh yg menyerang kita dan tdk pernah kita sadari? Adakah dosa didlm diri kita namun tdk kita sadari? Itulah dosa 'keangkuhan'. Berbeda dgn dosa dosa yg lain, dosa keangkuhan itu sering jarang dpt dideteksi. Dosa perselingkuhan mudah terlihat, pendirian, pembunuhan, dll semua mudah terdeteksi dan pelakunyapun tahu persis bahwa dia sudah jatuh ke dlm dosa. Namun dosa kesombongan sering bahkan tdk disadari oleh pelakunya sendiri. Kita sering tdk sadar bahwa kita angkuh atau sombong, seringkali bahkan orang lain yg lebih peka daripada diri kita sendiri. Daud sampai harus bergumul utk minta pertolongan Tuhan agar dia dibebaskan dari dosa yg tdk dia sadari itu, sebab keangkuhan akan terasa spt biasa saja setelah sekian lama mencengkram hati kita.

dibuat pada : 2016-09-19 19:19:20

Senin, 19 September 2016

Mazmur 19:12
"...Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."
‎Daud seorang pemazmur yg begitu intim dgn Tuhan melihat satu bentuk penyesatan yg sangat berbahaya dan mematikan, sedemikian berbahayanya dan mematikannya, sebab penyesat itu tdk terlihat dan terselubung sangat rapih. Pada zaman. Dinasty Qin, ketika emperor Qin Shihuang bersama dgn tentaranya, rakyat jelata dan seluruh lapisan masyarakyat China sadar akan pentingnya memproteksi negara tirai bambu dari serangan musuh, mereka mulai membangun salah satu bangunan yg menjadi satu dari 7 keajaiban dunia, yaitu tembok raksasa di China. Tujuan utama dibangunnya tembok raksasa di China adalah utk menjaga negara tsb dari serangan musuh yg kuat dan dasyat. Beberapa waktu setelah tembok tsb berdiri teguh, ternyata musuh masuk dgn cara menyogok penjaga pintu kecil yg ada disana. Sejarah mencatat bahwa musuh yg tdk terlihat, sebab itu berasal dari dalam sendiri, itulah yg telah menjebol masuk tembok yg kokoh berdiri.

dibuat pada : 2016-09-18 18:59:54

Jumat, 16 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Sekarang kita memahami bahwa hidup orang benar adalah hidup yg melakukan kebenaran Firman Tuhan secara utuh, dan jika Firman Tuhan kita lakukan secara utuh dan benar, janji Tuhan akan menjadi jaminan buat kita semua. Secara sederhana, setiap anak anak Tuhan perlu memahami kebenaran Firman Tuhan secara utuh dan benar, barulah kita akan mengalami janji janji Firman Tuhan itu didlm hidup kita. Bagi kita yg selalu kekurangan, mungkinkah hidup kita terlalu boros? Bukankah Firman Tuhan di Amsal 21:20 berkata: "Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya..." Berkat Tuhan sudah mengalir, namun mungkin saja kita sendirilah yg tdk menjadi pengelola berkat tsb dgn benar sesuai Firman Tuhan. Pertama kali saya pergi ke Manhattan New York bersama seorang teman, saya bertanya kpd teman tsb apa kesan yg dia dptkan di Manhattan New York? Teman saya berkata: 'saya melihat begitu banyak barang yg indah indah, namun tdk saya butuhkan di hidup ini'... Perkataan itu tepat dan benar, sebab jika kita jujur, apakah semua yg kita beli adalah barang barang yg kita butuhkan? Akibatnya ada begitu banyak anak anak Tuhan yg meminta minta karena tdk menjadi pengelola berkat Tuhan yg arif dan bijaksana.

dibuat pada : 2016-09-15 20:49:11

Kamis, 15 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Ayat Firman Tuhan diatas seharusnya bisa juga menjadi pedoman bagi hidup semua orang percaya, jika kita sungguh sungguh hidup benar dihadapan Tuhan, seharusnyalah hidup kita tdk akan pernah ditinggalkan Tuhan, Tuhan yg adalah Immanuel akan selalu menyertai hidup orang percaya, benarkah demikian hidupmu dan hidupku? Jika demikian, maka anak cucu kita tdk akan kekurangan sampai harus meminta minta roti... bahkan anak cucu orang benar akan hidup menjadi berkat buat banyak orang. Hidup orang benar adlah hidup yg melakukan kebenaran Firman Tuhan, jika engkau sudah hidup tdk mencuri, tdk berzinah, tdk ini tdk itu, tapi engkau bermalas malasan, tdk bekerja dgn giat dan rajin, mungkinkah itu disebut hidup orang benar? Firman Tuhan sebaliknya mengajarkan orang benar utk bekerja giat dan rajin sehingga tdk perlu meminta minta roti, sebaliknya akan menjadi berkat bagi banyak orang. Oleh karena itu, adakah engkau dan saya telah hidup melakukan kebenaran Firman Tuhan sbg orang benar.

dibuat pada : 2016-09-14 18:55:32

Rabu, 14 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Firman Tuhan diatas tdk menyatakan bahwa orang benar harus kaya raya, namun Firman Tuhan diatas menekankan bahwa hidup orang benar tdk akan ditinggalkan, bahkan anak cucunya tdk akan meminta minta roti... sebaliknya orang benar akan terus menjadi berkat, juga anak cucu orang benar akan tetap menjadi berkat. Itulah janji Tuhan bagi semua kita yg berani hidup benar dan berjalan sesuai dgn rencana besar Tuhan. Bukankah itu juga yg dinubuatkan oleh Yeremia didlm Yeremia 29:11 yg berkata: "...Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Betapa luar biasanya hidup yg berjalan sesuai dgn rencana agung Bapa Surgawi, sebab engkau tdk akan ditinggalkan!

dibuat pada : 2016-09-13 19:16:49

Selasa, 13 September 2016

Mazmur 37: 25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Orang benar tdk akan pernah ditinggalkan Tuhan, bukankah itu luar biasa? Jaminan apa lagi yg lebih menarik daripada perkataan Firman Tuhan bahwa bagi kita, orang orang yg dibenarkan sehingga layak disebut sbg orang benar? Bagi orang benar yg hidupnya sesuai dgn rencana Tuhan, kita tdk akan mengalami kekurangan, bahkan orang benar akan hidup berlimpah dan menjadi berkat bagi orang lain... ia bahkan akan selalu menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman. Inilah kebenaran yg harus benar benar kita fahami dan alami, jika saudara dan saya hidup benar, hidup sesuai dgn rencana Tuhan, mungkinkah kita harus kekurangan atau meminta minta atau meminjam? Firman Tuhan dgn jelas berkata bahwa hidup orang benar akan menjadi berkat buat orang lain, bukan menjadi benalu atau menjadi beban bagi orang lain. Dgn demikian, hidup orang benar tdk akan mempermalukan Bapa di Surga.

dibuat pada : 2016-09-12 21:07:28