Daily Devotion

Rabu, 11 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak."
Pengenalan akan Allah adalah satu dari ketujuh Roh Allah yg dilukiskan di dalam Yesaya 11, sama spt roh takut akan Tuhan, menunjukan kharakter Tuhan sendiri. Dlm hal ini, kharakter Illahi tdk diterima sama spt kita menerima karunia Roh Kudus yg adalah pemberian Allah sendiri bagi kita. Kharakter Illahi memerlukan kerelaan dan kesungguhan hati kita utk mengejarnya. Coba perhatikan beberapa ayat ayat ini: Ibrani 12:14 "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan...." Kekudusan adalah kharakter Allah, kitalah yg harus mengejarnya, harus ada usaha utk mengejarnya, ada yg harus ditanggalkan. Lihat lagi ayat yg lain ini: 2 Timotius 2:22 "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni..." Keadilan, kesetiaan, kasih, semua itu adalah kharakter Tuhan, harus ada upaya dan kerelaan dari diri kita sendiri utk mengejarnya. Demikian juga dgn pengenalan akan Allah, semakin kita intim bergaul dan mencintai Firman-Nya, semakin kita menjadi kuat.

dibuat pada : 2016-05-10 20:07:00

Selasa, 10 Mei 2016

Daniel 11:32 "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Ingat siapa Thomas? Murid Tuhan yg selama tiga setengah tahun hidup melayani dan berjalan bersama Yesus... tiap tiap hari Thomas makan dan tinggal bersama Yesus. Thomas berkali kali melihat Yesus melakukan mujizat ajaib didepan mata-nya. Ternyata mujizat dan tanda ajaib sekalipun tdk merupakan jaminan bahwa pengenalan Thomas akan Kristus itu benar... Thomas memang mengenal Kristus, tapi dia kenal Yesus sbg nabi, sebagai guru yg baik, sebagai Anak Manusia yg mampu melakukan perkara ajaib, tapi bukan sbg Tuhan. Itulah sebabnya ketika Yesus mati dikayu salib, imannya mulai goyah,... Thomas mulai meragukan apakah hidupnya akan menemukan gang buntu atau tdk akan ada lagi harapan bagi masa depannya. Ketika Thomas tdk lagi dapat melihat masa depan bersama Kristus yg sudah mati, dia mulai kembali ke hidup yg lama, kembali utk pergi menangkap ikan (Yoh 21). Harapan akan masa depan mulai pudar, dan itulah juga yg bisa terjadi bagi kita orang percaya, jika kita tdk mengenal Allah kita dgn benar,... jika kita tdk mengenal Yesus sbg Tuhan dan Allah kita. Barulah setelah Thomas bertemu dgn Yesus yg sudah bangkit dan yg membuka tangan-Nya utk Thomas menyucukan jarinya di tangan Yesus, kemudian Thomas berkata: 'Ya Tuhan ku,... ya Allahku!' Sejak hari itu, Thomas tdk takut dan ragu ragu lagi, sebab dia telah menemukan Allahnya.

dibuat pada : 2016-05-09 19:37:39

Senin, 9 Mei 2016

Daniel 11:32
"...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." 
Ada masa masa didlm kehidupan orang percaya sekalipun, dimana kita akan mengalami tekanan dan masalah yg begitu berat... Tdk ada pengecualian sekalipun kita orang percaya, sekalipun kita hidup benar dihadapan Tuhan, tetap ada waktu waktu dimana kitapun harus melewati badai tekanan dan masalah kehidupan... Tekanan hidup tdk akan mengubah seseorang, dari buruk menjadi baik atau sebaliknya, dari baik menjadi buruk... sebaliknya, tekanan hidup hanyalah akan mengungkapkan 'isi kharakter kita yg sesungguhnya'! Jika saudara dan saya adalah seorang yg benar benar mengenal pribadi Allah kita, maka melewati badai hidup seperti apapun, kita akan tetap kuat, akan mampu bertahan. Lihat sekali lagi ayat diatas: "...tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak."(Daniel 11:32b). Sebaliknya jika selama ini engkau tdk benar benar mengenal Kristus sbg Tuhan mu, maka melewati tekanan dan malapetaka, isi kharakter kita akan terlihat jelas. Panik dan hilang harapan adalah ciri ciri orang yg tdk sungguh sungguh mengenal Dia sbg Allahnya, sebaliknya orang yg mengenal Tuhan akan tetap tenang dan penuh pengharapan.

dibuat pada : 2016-05-08 19:39:58

Jumat, 6 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Sekarang kita telah belajar kebenaran bahwa orang yg mau hidup takut akan Tuhan memulai perjalanan hidupnya dgn membangun hati yg lemah lembut, sehingga kelembutan hati mereka telah menghindari diri mereka sendiri dari kehancuran yg hebat. Dgn demikian, kelemah lembutan dan kerendahan hati adalah syarat utama utk memiliki hati yg bisa diajar, yg teachable. Semakin teachable hatimu, semakin mudah utk Roh Kudus dan orang lain berbicara kpd hidup kita. Kadang suara teguran Tuhan spt angin sepoi sepoi basa, namun jika hatimu lembut, teguran sederhana spt itupun akan mampu engkau deteksi... Sebaliknya jika hatimu keras, semakin keras, bahkan malapetaka yg besar sekalipun tdk akan mampu menyadarkan hati dan pendirianmu... pernahkah saudara melihat atau bertemu dgn orang yg degil spt itu? Apa reaksimu? Reaksi orang orang pada umumnya adalah 'beranjak dan menjauh!' Itulah malapetaka!!! Tdk ada lagi orang yg bersedia utk membangun kita, sebab hati kita begitu keras dan degil. Belajarlah utk melembutkan hati.

dibuat pada : 2016-05-05 17:36:55

Kamis, 5 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Imam Eli adalah seorang hamba Tuhan yg sangat berhasil, dia mencapai posisi yg paling tinggi didlm jabatan Imamat ditengah tengah bangsa Israel. Namun akhirnya imam Eli mengalami malapetaka yg sangat hebat, kehancuran total dialaminya. Kenapa Tuhan biarkan imam Eli hancur? Tdkkah ada pengampunan mengingat jasa jasanya sbg seorang imam besar atas umat Tuhan? Kenapa dia harus hancur bersamaan dgn ke dua anak anaknya yg juga melayani Tuhan di rumah Tuhan? Kenapa seakan Roh Tuhan tdk mengejar utk memulihkan dan menyadarkan imam Eli sebelum dia hancur? Sesungguhnya tdk lah demikian, 1 Samuel 3 menceritakan bagaimana Samuel yg masih kecil sudah mendapatkan pesan Tuhan akan apa yg Tuhan akan kerjakan atas keluarga imam Eli yg sangat dasyat dan akan membuat orang merinding mendengarnya. Namun tahukah saudara apa respond imam Eli saat itu? Seakan dia tdk terlalu ambil perduli dgn peringatan Tuhan... setelah lewat sekian lama, juga tdk dilukiskan bagaimana imam Eli merubah sikapnya terhadap kedurhakaan anak anaknya. Imam Eli memiliki kesempatan utk berubah dan bertobat, namun sikap hati yg tdk mau diajar, un-teachable, telah membawa kehancuran bagi hidupnya dan bangsanya. Pastikan kita memiliki hati yg teachable!

dibuat pada : 2016-05-04 17:36:49

Rabu, 4 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Alkitab penuh dgn pelajaran pelajaran yg sangat berguna dan yg dgn jelas memberikan tuntunan dan arahan yg berharga. Firaun adalah seorang pemimpin yg sangat bebal dan tdk teachable, berkali kali dia mendapatkan teguran bahkan hardikan, namun hatinya tetap mengeras, sampai satu ketika dia hancur total, dan bukan hanya dia, orang orang disekitarnya-pun juga ikut dihancurkan. Secara career dan kekayaan, Firaun adalah orang yg berhasil, orang yg success, dia mencapai posisi yg tertinggi di Mesir, dia memiliki kekayaan yg sangat melimpah, tapi Firaun bukanlah seorang yg teachable, yg bisa diajar. Akibat dari kedegilan hatinya sendiri, semua kekayaan dan keberhasilannya menjadi sia sia dan terkubur bersama dgn kehancurannya sendiri. Seharusnya Firaun bisa menjadi alat Tuhan utk memuliakan Tuhan dgn semua keberhasilannya, namun karena tdk adanya hati yg siap diajar, yg teachable, keberhasilan dan kekayaannya justru telah menjadi jerat bagi dirinya sendiri. Belajarlah utk memiliki hati yg bisa dan siap utk diajar.

dibuat pada : 2016-05-03 19:23:52

Selasa, 3 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Satu kali saya diperhadapkan oleh satu pertanyaan, apakah bedanya hidup yg berhasil atau sukses dgn hidup yg bernilai, berdampak? Bukankah jika kita ingin berdampak maka kita harus terlebih dahulu menjadi sukses? Hidup yg berhasil atau hidup suksess adalah hidup yg menambah nilai kepada diri kita sendiri, sebaliknya, hidup yg berdampak adalah hidup yg menambah nilai kepada orang lain. Jadi sama sekali tdk ada hubungan-nya antara orang sukses atau berhasil dgn orang yg hidupnya berdampak. Ada begitu banyak orang luar biasa yg telah mencapai kesuksesan didlm hidupnya, namun berakhir sia sia. Keberhasilannya di area area tertentu, justru telah menjadi batu sandungan utk dirinya sendiri. Kenapa seorang spt Elvis Presley harus merasa 'kesepian'? Padahal dia sangat terkenal dan sangat dikagumi banyak orang... orang orang berani membayar harga mahal sekali hanya utk bisa bertemu dgn dia, mendengarkan dia bernyanyi atau sekedar berfoto dgn-nya... bagaimana mungkin orang spt itu bisa menjadi sangat sangat 'kesepian'? Demikian juga alasan yg sama dgn Merilyn Monroe, Amy Winehouse, Michael Jackson Robin Williams, etc, bagaimana orang orang sukses dan terkenal spt itu bisa merasakan kesepian yg akut, depresi yg berat? Sebab mereka sukses bukan berdampak.

dibuat pada : 2016-05-02 13:34:13

Senin, 2 Mei 2016

Amsal 28:14 "...Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka."
Apa hubungan-nya takut akan Tuhan dgn tdk mengeraskan hati? Ternyata takut akan Tuhan dibangun dari hati yg dibiasakan lembut atau kelamah lembutan. Jika seseorang ingin membangun dan menumbuhkan 'takut akan Tuhan' didlm hatinya, langkah awal yg sangat sederhana adalah dgn belajar melembutkan hatinya sendiri. Amsal 3:7 mengajarkan: "Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;.." Inilah kelemah lembutan,... tdk menganggap diri sendiri bijak, melainkan selalu siap utk dituntun, dibentuk, dan diarahkan, dgn kata lain, kerendahan hati dan kelemah lembutan adalah bahan Baku dasar utk menjadi takut akan Tuhan, teachable, bisa diajar. Orang yg teachable atau yg takut akan Tuhan itulah yg akan berbahagia, sebab dia akan terhindar dari banyak malapetaka. Orang yg takut akan Tuhan bisa keliru dan salah bertindak, tapi dia selalu siap utk ditegur, diarahkan dan diajar, itulah sebabnya kondisi hatinya yg bisa diajar, teachable, akan menghindari dirinya sendiri dari banyak malapetaka.

dibuat pada : 2016-05-01 19:21:57

Jumat, 29 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Sekarang kita mengerti bahwa mempercayai Tuhan ketika semua baik itu tdk-lah sulit, namun tetap percaya ketika keadaan kita tdk baik itu membutuhkan iman. Di kitab 1 Samuel 30, kita menemukan keadaan yg sangat mendesak yg menghimpit Daud,... disatu sisi, Ziglag telah dibakar oleh Amalek musuk Israel dan istri istri serta anak anak mereka ditawan oleh Amalek, disisi lain, rakyat begitu kecewa dan hendak melempari Daud dgn batu, atau dgn kata lain, rakyat melemparkan semua kesalahan kpd Daud. Jika Daud bergerak, belum tentu dia berhasil dan jika tdk berhasil rakyat akan benar benar merajam dia sementara Daud sendiri sedang merana menangisi istri dan anak anaknya yg ditawan oleh Amalek,... namun jika dia tdk bergerak apa apa, hampir hampir pasti Daud akan dirajam hidup hidup oleh rakyatnya sendiri. Dlm keadaan terjepit dan sangat tertekan, Daud memilih utk 'menguatkan kepercayaan-nya kpd Tuhan Allah-nya' dgn cara berdoa dan bertanya kpd Tuhan...‎ itulah iman... Kapan terlahir kali engkau berdoa utk bertanya kehendak dan tuntunan Tuhan? Bukan sekedar minta ini atau minta itu... percayalah kpd Tuhan Allahmu dlm keadaan terdesak sekalipun.

dibuat pada : 2016-04-28 19:13:52

Kamis, 28 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."‎Sulit utk percaya apalagi bersandar kpd Tuhan dgn segenap hati ketika keadaan disekeliling kita tdk menguntungkan utk percaya. Sebagian dari kita sering merasa kita lebih berhikmat dari Tuhan sehingga kita berfikir tdk bisa tetap percaya, kita harus segera mengambil tindakan, kita harus menolong diri kita sendiri, bukankah itu yg dilakukan Elimelekh dan Naomi, ketika terjadi kelaparan di tanah Bethlehem Yehuda, tanpa perlu percaya kpd Tuhan, bahkan tanpa perlu bertanya kpd Tuhan, Elimelekh langsung membawa Naomi istrinya dan kedua anaknya ketanah Moab (Ruth 1:1-...) Maksud hati mencari yg lebih baik, malah mendapatkan malapetaka, kelaparan terjadi di Bethlehem Yehuda, dan Elimelekh beserta keluarganya lari ke Moab, justru di Moab Elimelekh dan ke dua anaknya mati, dimana ada makanan justru mereka mati,... Mengertikah saudara akan hal ini? Merasa lebih tahu dan lebih berhikmat dari pada Tuhan sehingga tdk perlu mencari Tuhan telah membuat begitu banyak anak anak Tuhan hancur. Belajarlah utk percaya dan tdk bersandar kpd pengertianmu sendiri.

dibuat pada : 2016-04-27 19:32:14

Rabu, 27 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Ada waktunya dimana kehidupan ini akan membawa kita kpd satu kenyataan dimana kedaulatan Tuhan sedang terjadi, tdk ada yg dpt kita ubah lagi. Saat spt itu, kedewasaan seseorang akan sangat nyata. Ada yg memilih utk merengek rengek dgn kedok 'berseru seru kpd Tuhan, berdoa dgn sungguh hati', memang tdk salah utk berdoa dgn kesungguhan hati, namun tdk selamanya hal spt itu baik dan membangun. Satu kali Daud menangis dan berpuasa dihadapan Tuhan karena anaknya sakit, namun kemudian anaknya mati, dan inilah yg terjadi:  "...Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!" Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku." (2 Samuel 12:21-23) Dari jawaban Daud ini kita bisa belajar bahwa ada saat dimana kita diperhadapkan kpd satu tapal batas dimana kedaulatan Tuhan telah turun, pada saat spt itu, yg paling bijaksana adalah berserah dan bersyukur kpd kedaulatan Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-26 16:28:33

Selasa, 26 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Kadang sbg manusia, kita bisa saja, bahkan mungkin sering kali menghadapi perkara yg memang tdk dapat kita ubah sama sekali, itulah saat dimana kita perlu benar benar belajar utk berserah dan bukan mencoba utk me-reka reka jalan kita sendiri, sebab semakin kita berusaha utk merancang rancangan kita sendiri, semakin hancur keadaan kita akhirnya. Dapatkah kita mempercayai Tuhan utk hari esok anak anak kita? Sejujurnya, terkadang saya sendiri sering takut utk membayangkan apakah saya akan terus mampu membiayai sekolah anak anak saya? Bagaimana kalau ini atau itu terjadi? Memang sebenarnya 'rasa takut' bukanlah hal yg salah, namun bisa sangat melenceng bila tdk ditanggapi dgn benar. Cara menanggapi rasa takut yg salah adalah dgn menjadi khawatir apalagi kemudian diikuti dgn tindakan tindakan yg tdk sesuai dgn Firman Tuhan. Cara yg tepat utk menanggapi rasa takut adalah dgn semakin mengandalkan Tuhan dan dgn semakin tekun melakukan Firman-Nya. Jadi ketika rasa takut akan masa depan anak anak saya terlintas dipikiran saya, saya sempatkan waktu utk berdoa dan minta tuntunan Tuhan karena saya tdk bisa dan takut berjalan sendirian. Hal spt itu akan banyak mengajarkan saya utk rendah hati dan mengandalkan Tuhan lebih lagi.

dibuat pada : 2016-04-25 19:40:14