Daily Devotion

Rabu, 8 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Inilah satu prinsip kebenaran akan takut akan Tuhan yg perlu kita mengerti, manusia justru akan dibuat takut dan sangat tertekan ketika harus berada jauh dari Tuhan... Takut akan Tuhan disamping mengajar manusia utk menghormati Tuhan, tapi tetap akan membawa manusia utk mendekat dan terus mendekat kpd Tuhan, sebab takut akan Tuhan akan memberikan kita pengenalan akan siapa kharakter Allah yg sesungguhnya. Tuhan bukan saja Allah yg dasyat dan perkasa, tapi juga Bapa yg baik dan lemah lembut... Jika Dia Bapa kita, masakan Dia akan terus menerus menghukum dan menghancurkan kita? Didlm ketegasan dan kekudusan-Nya, Dia juga Allah yg penuh kasih... Didlm pengajaran atau disiplin yg Dia berikan, tapi Dia juga Bapa yg murah hati... belajarlah utk selalu hidup dlm takut akan Tuhan.

dibuat pada : 2017-02-07 17:49:35

Selasa, 7 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Saat Tuhan hadir dgn kedaulatan-Nya, Israel takut dan gemetar, mereka berdiri jauh jauh dan tdk mau mendekat... sebaliknya perhatikan apa yg Musa lakukan di ayat 21 diatas: "Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Mengapa bisa begitu bertolak belakang? Padahal Musa dan bangsa itu sama sama melihat kedasyatan Tuhan... pada waktu yg sama... ditempat yg sama... tapi mengapa Israel lari dan menjauhi Tuhan sementara Musa malah '...mendekati embun yg kelam dimana Allah ada...' Israel menjauhi Tuhan karena takut, sebaliknya Musa malah mendekati Tuhan, dan itu disebut Musa sbg 'takut akan Tuhan '. Perhatikan sungguh sungguh kebenaran ini. Takut atau scared of God, spt seorang yg ketakutan itu diakibatkan oelh karena dosa yg membuat manusia menjauhi Tuhan (ingat kisah Adam dan Hawa yg bersembunyi menjauhi Tuhan setelah jatuh dlm dosa), sebaliknya takut akan Tuhan membuat kita makin dekat dgn Tuhan.

dibuat pada : 2017-02-06 18:44:48

Senin, 6 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Coba perhatikan kisah dari perkataan Musa ini secara utuh agar kita memahami latar belakang perkataan Musa ini: Kel 20:18-21 "Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi & gunung berasap. Maka bangsa itu takut & gemetar & mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kpd Musa: "Engkaulah berbicara dgn kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi jgnlah Allah berbicara dgn kami, nanti kami mati."

Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. "... Tuhan handir dihadapan umat-Nya dgn kedasyatan dan kepribadian-Nya, namun hal itu justru mendatangkan ketakutan yg sangat besar diantara umat Tuhan, apa yg membuat manusia takut dan lari dari Tuhan?... dosa...

dibuat pada : 2017-02-05 18:52:01

Jumat, 3 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Ada 2 kesempatan dimana Bapa menyatakan dgn terang terangan akan isi hati-Nya tentang Yesus, bahwa Bapa sangat berkenan kpd Yesus dan hal itu disaksikan banyak orang... Yg pertama ketika Yesus dgn rendah hati turun lembah yg terendah dibumi, ke sungai Yordan utk dibabtis oleh Yohanes pembabtis. Utk hal itu sendiri, Yohanes Pembabtis sudah berkata, 'akulah yg harus dibabtis oleh-Nya...' tapi Yesus tetap dgn rendah hati meminta utk digenapi hal itu, Dia merendahkan Diri-Nya, kemudian Bapa berkata 'kpd-Nya Aku berkenan... dengarkanlah Dia...' Kedua adalah ketika Yesus selesai mengajarkan kebenaran ini: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23).... kemudian diatas gunung Bapa menyatakan 'Aku berkenan kpd-Nya...'. Kerendahan hati akan menarik perkenanan Bapa atas kita, tapi utk hal itu ada harga yg harus kita bayar, kita sendirilah yg harus belajar utk menyangkal diri dan memikul salib yg Tuhan tetapkan atasnya, dgn begitu kita akan belajar utk merendahkan diri dan berkenan kpd-Nya. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-02-02 18:53:27

Kamis, 2 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Satu qualitas kerendahan hati inilah yg sangat menentukan apakah seseorang bisa atau tdk bisa dipakai Tuhan utk menggenapi rencana-Nya yg besar dan agung... Tuhan tdk terlalu sulit utk memberikan 'kemampuan tambahan' kpd kita utk mampu mengerjakan perkara besar yg Dia rencanakan didlm kita, Tuhan bisa dgn mudah menambahkan hikmat, talenta dan karunia karunia hebat utk mampu menggenapi rencana agung-Nya, namun satu syarat penting yg mutlak harus dimiliki oleh setiap pribadi yg akan dipakai Tuhan adalah 'kerendahan hati' dan kerendahan hati ini bukan karunia yg Tuhan berikan, tapi terbentuk lewat process dan penyangkalan diri. Tdk pernah didlm Firman Tuhan dimana Tuhan mengajarkan kita utk minta kerendahan hati, tapi berkali kali kitalah yg diminta utk merendahkan hati kita sendiri... barulah mahkota keselamatan itu menjadi bagian kita.

dibuat pada : 2017-02-01 18:36:27

Rabu, 1 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Kerendahan hati adalah satu sebab utama kepada siapa mahkota keselamatan yg Tuhan berikan itu akan mengalir. Tanpa kerendahan hati, manusia tdk mungkin dpt menerima keselamatan yg Tuhan berikan. Didlm Injil Lukas 18: 9 - 14 menceritakan tentang 2 pribadi yg masuk kedlm rumah TUHAN utk berdoa, yg satu orang Farisi, seorang ahli taurat yg tahu seluruh hukum hukum Taurat TUHAN, dia berdiri dan berdoa begini: "...Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku." Sedangkan yg lain adalah penuntut cukai yg berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berdoa begini: "...Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." kemudian Yesus mengatakan bahwa sipemungut cukai-lah yg menerima mahkota keselamatan, pulang sbg orang yg dibenarkan, sebab kerendahan hatinya telah menggerakkan hati Tuhan.

dibuat pada : 2017-01-31 18:58:17

Selasa, 31 Januari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Perkenanan Tuhan itu spt Mahkota yg diberikan, bukan spt upah hasil kerja keras manusia. Inilah letak pemahaman yg sangat mendasar tentang keselamatan bagi kita orang percaya didlm Kristus. Mahkota adalah sesuatu yg raja berikan kpd putra mahkota-nya sbg bukti perkenanan raja atas anaknya. Dgn Mahkota dikepalanya, seorang putra Mahkota berhak utk memerintah sejajar dgn tahta ayahnya sebelumnya. Bagi kita orang percaya yg telah ditebus, keselamatan itulah Mahkota bagian kita. Wahyu 20 : 4&6 menerangkan bagi kitalah, yg akan didudukan sbg raja memerintah bersama dgn Kristus Raja Surga. Perkenanan Tuhan turun atas orang-orang yg diselamatkan, yaitu mereka yg hidup dgn rendah hati. Yg sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita tdk sanggup menyelamatkan diri kita sendiri. Belajarlah utk hidup dgn rendah hati dihadapan-Nya.

dibuat pada : 2017-01-30 18:22:57

Senin, 30 Januari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."
Sama spt seorang bapa yg selalu berkenan kpd anak-anaknya, demikianlah Tuhan selalu berkenan kpd umat-Nya. Tapi siapakah yg layak disebut umat-Nya? Coba perhatikan kembali ayat diatas: '...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.' Mahkota perkenanan Tuhan, yaitu keselamatan hanya ada pada orang yg rendah hati. Kenapa 'kerendahan hati' ini menjadi begitu penting utk menentukan apakah perkenanan Tuhan itu berlaku atau tdk bagi kita? Sebab tanpa kerendahan hati, pada dasarnya kita tdk membutuhkan keselamatan. Orang yg tdk memiliki kerendahan hati percaya bahwa mereka bisa atau sanggup membeli atau memperoleh keselamatannya sendiri dan tdk memerlukan Tuhan. Perkenanan Tuhan hanya ada pada umat-Nya, yaitu orang-orang yg rendah hati.

dibuat pada : 2017-01-29 20:34:16

Jumat, 27 Januari 2017

2 Korintus 13:11
"...Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"

Ketika ketiga hal yg sudah kita lihat tadi menjadi tekad kita utk kita kerjakan, yaitu berani dgn rendah hati utk menerima nasihat, bersedia utk hidup sehati sepikir, dan hidup dlm damai sejahtera, maka ....'Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!' Itulah janji Tuhan, dan penyertaan Tuhan itu akan membawa dan menuntun kita menuju kpd kesempurnaan... Dlm perjalanan tsb kita bisa gagal, tapi nasehat Firman Tuhan akan mendorong kita utk maju lagi... kita bisa tersandung dan bahkan jatuh, istri, suami, anak anak dan saudara saudara seiman kita akan menopang dan membangkitkan kita lagi... kita bisa mengalami perbedaan pendapat dgn orang lain tapi tekad utk hidup didlm damai sejahtera akan mendorong kita utk tetap terikat didlm satu kesatuan, itulah damai sejahtera Allah yg menyertai hidup kita.

dibuat pada : 2017-01-26 19:03:38

Kamis, 26 Januari 2017

2 Korintus 13:11
"...Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"

Bagian ketiga yg juga teramat penting adalah 'hiduplah dlm damai sejahtera...' Semua orang sejujurnya rindu dan sangat mengharapkan hidup dlm damai sejahtera, tapi seringkali, secara tdk sadar, kita justru menghancurkan 'damai sejahtera' tsb. Bukankah Paulus juga mengajarkan di suratnya di 2 Timotius 2:23-24, yaitu : "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar,..." Bagaimana mungkin kita dpt hidup dgn damai sejahtera jika hati dan pikiran kita yg sempit dan egois selalu mencari cari persoalan yg bodoh dan tdk perlu? Rumah tangga yg selalu ribut karena perkara sepele menunjukan kekerdilan suami istri tsb... hal hal kecil yg tdk berarti sama sekali menjadi sumber pertengkaran dan perselisihan, didlm gereja yg selalu terjadi keributan dan perdebatan, adakah hal itu berguna? Justru semua itu sering merusak damai sejahtera dan kerukunan. Belajarlah utk hidup dlm damai sejahtera.

dibuat pada : 2017-01-25 18:47:39

Rabu, 25 Januari 2017

2 Korintus 13:11
"...Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"

Bahan dasar kedua yg dibutuhkan utk disempurnakan yg diajarkan oleh Firman Tuhan diatas adalah: '...Sehati sepikirlah kamu!!!'. Inilah perkara yg tdk mudah utk dikerjakan oleh siapapun, terutama oleh orang sombong... Motto orang sombong adalah ingin menjadi 'Numero Uno - number one - nomor satu'. Sejak kanak kanak kita disiapkan dan diajar utk menjadi 'juara 1', kita hanya mau membeli kecap 'nomor 1', kita cari beras dari 'bibit unggul'... semua disekeliling kita diarahkan utk menjadi yg pertama dan yg terutama, sehingga dgn mental spt ini, sulit sekali bagi kita utk bisa tunduk dan menerima orang lain yg dipakai Tuhan utk hal hal tertentu yg lebih dari kita, sebab alam bawah sadar kita mengatakan 'sayalah yg harus menjadi numero uno!' Utk dpt hidup sehati sepikir, nomor satu atau nomor 7 bukan masalah, yg penting kita tetap sehati... tujuannya sama dan kita bisa berjuang utk kebersamaan tsb. Banyak orang mau dan siap utk memimpin tapi tdk siap utk dipimpin. Belajarlah utk melembutkan hati kita agar kita bisa sehati dan sepikir.

dibuat pada : 2017-01-24 17:49:24

Selasa, 24 Januari 2017

2 Korintus 13:11
"...Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"

Bagaimana cara kita mengusahakan diri kita agar sempurna? Apa yg harus kita kerjakan? Coba simak kembali Firman Tuhan diatas, "...Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku!..." Hal pertama yg yg paling penting utk dikerjakan oleh anak anak Tuhan yg ingin disempurnakan adalah: 'Terimalah segala nasihat Firman Tuhan!!!' itulah yg spt-nya sederhana namun tdk mudah utk dilakukan... diperlukan kerendahan hati utk mau diajar apalagi mau menerima pengajaran dan nasihat... hanya orang orang yg memiliki sikap hati spt inilah,hati yg  teachable, yg dpt dgn rendah hati menerima nasihat, bisa ditegur dan bisa diarahkan, dibentuk yg dpt disempurnakan. Selama kita selalu merasa benar dan paling tahu, kita tdk perlu siapapun bahkan terhadap TUHAN sekali-pun, kita tdk memerlukan Dia, sebab kita sudah benar dan sudah tahu segalanya... adakah hatimu teachable? Itu bahan dasar utama utk berjalan menuju kesempurnaan.

dibuat pada : 2017-01-23 18:31:01