Daily Devotion

Selasa, 14 Februari 2017

Kisah Para Rasul 7:20-23
"Pada waktu itulah Musa lahir &  ia elok di mata Allah. 3 bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya. Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya & menyuruh mengasuhnya spt anaknya sendiri. & Musa dididik dlm segala hikmat orang Mesir, & ia berkuasa dlm perkataan & perbuatannya. Pada waktu ia berumur 40 tahun, timbullah keinginan dlm hatinya utk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel...."

Coba renungkan dan tempatkan diri saudara sbg Musa,...Musa selama ini hidup di dlm istana Firaun, menikmati semua kemegahan dan kekayaan terbaik yg ada diseluruh bumi, yaitu di dlm istana Firaun, raja Mesir, sbg salah seorang anak Firaun... semua yg terbaik dari yg terbaik dinikmati Musa sehari hari, pendidikan yg terbaik yg ada diseluruh bumi saat itu, kemegahan, kehormatan, dan pelayanan dari hamba hamba Firaun adalah gaya hidup Musa sehari hari...tiba tiba,... spt a wake up call, didlm hati Musa timbul satu keinginan utk pergi mengunjungi sanak saudaranya yg menderita di perkemahan budak budak Ibrani ditanah Mesir. Kenapa Musa tiba tiba bisa teringat kpd sanak saudaranya di tanah perbudakan di Mesir? Bukankah jauh lebih nyaman dan menyenangkan utk tdk berpikir sama sekali kpd 'tanah perbudakan saudara saudaranya'? Kehidupan saudara saudaranya di tanah perbudakan di Mesir itu jauh lebih menderita dan sangat tdk menyenangkan dibandingkan dgn tetap saja di istana Firaun, tapi itlah cara Tuhan mengingatkan kita akan tujuan Tuhan di hidup kita, dgn mengusik kenyamanan kita.

dibuat pada : 2017-02-13 19:02:35

Senin, 13 Februari 2017

Kisah Para Rasul 7:20-23
"Pada waktu itulah Musa lahir &  ia elok di mata Allah. 3 bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya. Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya & menyuruh mengasuhnya spt anaknya sendiri. & Musa dididik dlm segala hikmat orang Mesir, & ia berkuasa dlm perkataan & perbuatannya. Pada waktu ia berumur 40 tahun, timbullah keinginan dlm hatinya utk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel...."

Setiap manusia perlu menemukan tujuan hidup kita masing masing... Secara umum, memang benar kita hidup utk menyenangkan hati Tuhan, utk menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita, tapi tahukah saudara rencana Tuhan atas hidupmu secara pribadi, yg hanya berlaku utk dirimu sendiri, yg telah Tuhan tetapkan melalui rencana agung-Nya tsb bagimu dan bagiku? Sesungguhnya memang setiap manusia lahir ke dunia ini dgn satu tujuan Tuhan, dan seringkali, banyak perkara telah membelokan diri kita dari tujuan Tuhan tsb, spt kekayaan dunia,... kesulitan hidup,... ambisi pribadi, atau banyak hal lainnya... Cara Tuhan utk mengingatkan kita akan tujuan Tuhan didlm hidup kita, seringkali sangat sederhana. Dlm hidup Musa, Tuhan mengingatkan Musa akan tujuan Tuhan baginya melalui 'keinginan atau hasrat didlm hatinya...' itulah yg Tuhan kerjakan bagi Musa.

dibuat pada : 2017-02-12 18:57:04

Jumat, 10 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."
Ada 2 kesempatan dimana Bapa menyatakan dgn terang terangan akan isi hati-Nya tentang Yesus, bahwa Bapa sangat berkenan kpd Yesus dan hal itu disaksikan banyak orang... Yg pertama ketika Yesus dgn rendah hati turun lembah yg terendah dibumi, ke sungai Yordan utk dibabtis oleh Yohanes pembabtis. Utk hal itu sendiri, Yohanes Pembabtis sudah berkata, 'akulah yg harus dibabtis oleh-Nya...' tapi Yesus tetap dgn rendah hati meminta utk digenapi hal itu, Dia merendahkan Diri-Nya, kemudian Bapa berkata 'kpd-Nya Aku berkenan... dengarkanlah Dia...' Kedua adalah ketika Yesus selesai mengajarkan kebenaran ini: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23).... kemudian diatas gunung Bapa menyatakan 'Aku berkenan kpd-Nya...'. Kerendahan hati akan menarik perkenanan Bapa atas kita, tapi utk hal itu ada harga yg harus kita bayar, kita sendirilah yg harus belajar utk menyangkal diri dan memikul salib yg Tuhan tetapkan atasnya, dgn begitu kita akan belajar utk merendahkan diri dan berkenan kpd-Nya.

dibuat pada : 2017-02-09 18:34:09

Kamis, 9 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."
Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Coba simak sekali lagi ayat diatas, "...Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa." Bagaimana mungkin Firman Tuhan yg baru saja kita baca berkata: 'takut akan Tuhan,... agar kamu jgn berbuat dosa..' Apa yg membuat takut akan Allah begitu dasyat-nya sampai sampai membuat kita utk tdk berbuat dosa? Takut akan Tuhan akan berfungsi spt magnet yg akan menarik kita mendekat kpd Tuhan yg adalah terang... ketika terang itu hadir, maka secara otomatis gelap itu akan hilang... keterpikatan kita kpd dosa akan perlahan lahan sirna didlm terang kekudusan Tuhan... itulah penyebab mengapa Firman Tuhan diatas melalui Musa berkata: 'takutlah akan Tuhan, agar kamu jgn berbuat dosa...'

dibuat pada : 2017-02-08 19:09:14

Rabu, 8 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Inilah satu prinsip kebenaran akan takut akan Tuhan yg perlu kita mengerti, manusia justru akan dibuat takut dan sangat tertekan ketika harus berada jauh dari Tuhan... Takut akan Tuhan disamping mengajar manusia utk menghormati Tuhan, tapi tetap akan membawa manusia utk mendekat dan terus mendekat kpd Tuhan, sebab takut akan Tuhan akan memberikan kita pengenalan akan siapa kharakter Allah yg sesungguhnya. Tuhan bukan saja Allah yg dasyat dan perkasa, tapi juga Bapa yg baik dan lemah lembut... Jika Dia Bapa kita, masakan Dia akan terus menerus menghukum dan menghancurkan kita? Didlm ketegasan dan kekudusan-Nya, Dia juga Allah yg penuh kasih... Didlm pengajaran atau disiplin yg Dia berikan, tapi Dia juga Bapa yg murah hati... belajarlah utk selalu hidup dlm takut akan Tuhan.

dibuat pada : 2017-02-07 17:49:35

Selasa, 7 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Saat Tuhan hadir dgn kedaulatan-Nya, Israel takut dan gemetar, mereka berdiri jauh jauh dan tdk mau mendekat... sebaliknya perhatikan apa yg Musa lakukan di ayat 21 diatas: "Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Mengapa bisa begitu bertolak belakang? Padahal Musa dan bangsa itu sama sama melihat kedasyatan Tuhan... pada waktu yg sama... ditempat yg sama... tapi mengapa Israel lari dan menjauhi Tuhan sementara Musa malah '...mendekati embun yg kelam dimana Allah ada...' Israel menjauhi Tuhan karena takut, sebaliknya Musa malah mendekati Tuhan, dan itu disebut Musa sbg 'takut akan Tuhan '. Perhatikan sungguh sungguh kebenaran ini. Takut atau scared of God, spt seorang yg ketakutan itu diakibatkan oelh karena dosa yg membuat manusia menjauhi Tuhan (ingat kisah Adam dan Hawa yg bersembunyi menjauhi Tuhan setelah jatuh dlm dosa), sebaliknya takut akan Tuhan membuat kita makin dekat dgn Tuhan.

dibuat pada : 2017-02-06 18:44:48

Senin, 6 Februari 2017

Keluaran 20:20-21
"...Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. " Coba perhatikan kisah dari perkataan Musa ini secara utuh agar kita memahami latar belakang perkataan Musa ini: Kel 20:18-21 "Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi & gunung berasap. Maka bangsa itu takut & gemetar & mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kpd Musa: "Engkaulah berbicara dgn kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi jgnlah Allah berbicara dgn kami, nanti kami mati."

Tetapi Musa berkata kpd bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dgn maksud spy takut akan Dia ada padamu, agar kamu jgn berbuat dosa."

Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. "... Tuhan handir dihadapan umat-Nya dgn kedasyatan dan kepribadian-Nya, namun hal itu justru mendatangkan ketakutan yg sangat besar diantara umat Tuhan, apa yg membuat manusia takut dan lari dari Tuhan?... dosa...

dibuat pada : 2017-02-05 18:52:01

Jumat, 3 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Ada 2 kesempatan dimana Bapa menyatakan dgn terang terangan akan isi hati-Nya tentang Yesus, bahwa Bapa sangat berkenan kpd Yesus dan hal itu disaksikan banyak orang... Yg pertama ketika Yesus dgn rendah hati turun lembah yg terendah dibumi, ke sungai Yordan utk dibabtis oleh Yohanes pembabtis. Utk hal itu sendiri, Yohanes Pembabtis sudah berkata, 'akulah yg harus dibabtis oleh-Nya...' tapi Yesus tetap dgn rendah hati meminta utk digenapi hal itu, Dia merendahkan Diri-Nya, kemudian Bapa berkata 'kpd-Nya Aku berkenan... dengarkanlah Dia...' Kedua adalah ketika Yesus selesai mengajarkan kebenaran ini: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23).... kemudian diatas gunung Bapa menyatakan 'Aku berkenan kpd-Nya...'. Kerendahan hati akan menarik perkenanan Bapa atas kita, tapi utk hal itu ada harga yg harus kita bayar, kita sendirilah yg harus belajar utk menyangkal diri dan memikul salib yg Tuhan tetapkan atasnya, dgn begitu kita akan belajar utk merendahkan diri dan berkenan kpd-Nya. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-02-02 18:53:27

Kamis, 2 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Satu qualitas kerendahan hati inilah yg sangat menentukan apakah seseorang bisa atau tdk bisa dipakai Tuhan utk menggenapi rencana-Nya yg besar dan agung... Tuhan tdk terlalu sulit utk memberikan 'kemampuan tambahan' kpd kita utk mampu mengerjakan perkara besar yg Dia rencanakan didlm kita, Tuhan bisa dgn mudah menambahkan hikmat, talenta dan karunia karunia hebat utk mampu menggenapi rencana agung-Nya, namun satu syarat penting yg mutlak harus dimiliki oleh setiap pribadi yg akan dipakai Tuhan adalah 'kerendahan hati' dan kerendahan hati ini bukan karunia yg Tuhan berikan, tapi terbentuk lewat process dan penyangkalan diri. Tdk pernah didlm Firman Tuhan dimana Tuhan mengajarkan kita utk minta kerendahan hati, tapi berkali kali kitalah yg diminta utk merendahkan hati kita sendiri... barulah mahkota keselamatan itu menjadi bagian kita.

dibuat pada : 2017-02-01 18:36:27

Rabu, 1 Februari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Kerendahan hati adalah satu sebab utama kepada siapa mahkota keselamatan yg Tuhan berikan itu akan mengalir. Tanpa kerendahan hati, manusia tdk mungkin dpt menerima keselamatan yg Tuhan berikan. Didlm Injil Lukas 18: 9 - 14 menceritakan tentang 2 pribadi yg masuk kedlm rumah TUHAN utk berdoa, yg satu orang Farisi, seorang ahli taurat yg tahu seluruh hukum hukum Taurat TUHAN, dia berdiri dan berdoa begini: "...Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku." Sedangkan yg lain adalah penuntut cukai yg berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berdoa begini: "...Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." kemudian Yesus mengatakan bahwa sipemungut cukai-lah yg menerima mahkota keselamatan, pulang sbg orang yg dibenarkan, sebab kerendahan hatinya telah menggerakkan hati Tuhan.

dibuat pada : 2017-01-31 18:58:17

Selasa, 31 Januari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."

Perkenanan Tuhan itu spt Mahkota yg diberikan, bukan spt upah hasil kerja keras manusia. Inilah letak pemahaman yg sangat mendasar tentang keselamatan bagi kita orang percaya didlm Kristus. Mahkota adalah sesuatu yg raja berikan kpd putra mahkota-nya sbg bukti perkenanan raja atas anaknya. Dgn Mahkota dikepalanya, seorang putra Mahkota berhak utk memerintah sejajar dgn tahta ayahnya sebelumnya. Bagi kita orang percaya yg telah ditebus, keselamatan itulah Mahkota bagian kita. Wahyu 20 : 4&6 menerangkan bagi kitalah, yg akan didudukan sbg raja memerintah bersama dgn Kristus Raja Surga. Perkenanan Tuhan turun atas orang-orang yg diselamatkan, yaitu mereka yg hidup dgn rendah hati. Yg sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan, kita tdk sanggup menyelamatkan diri kita sendiri. Belajarlah utk hidup dgn rendah hati dihadapan-Nya.

dibuat pada : 2017-01-30 18:22:57

Senin, 30 Januari 2017

Mazmur 149:4
"...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan."
Sama spt seorang bapa yg selalu berkenan kpd anak-anaknya, demikianlah Tuhan selalu berkenan kpd umat-Nya. Tapi siapakah yg layak disebut umat-Nya? Coba perhatikan kembali ayat diatas: '...Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.' Mahkota perkenanan Tuhan, yaitu keselamatan hanya ada pada orang yg rendah hati. Kenapa 'kerendahan hati' ini menjadi begitu penting utk menentukan apakah perkenanan Tuhan itu berlaku atau tdk bagi kita? Sebab tanpa kerendahan hati, pada dasarnya kita tdk membutuhkan keselamatan. Orang yg tdk memiliki kerendahan hati percaya bahwa mereka bisa atau sanggup membeli atau memperoleh keselamatannya sendiri dan tdk memerlukan Tuhan. Perkenanan Tuhan hanya ada pada umat-Nya, yaitu orang-orang yg rendah hati.

dibuat pada : 2017-01-29 20:34:16