Daily Devotion

Rabu, 7 Desember 2016

1 Korintus 11:23-24
"...Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Malam itu, Kristus bukan saja memecah mecahkan roti, Dia juga membungkuk utk mencuci kaki para murid-murid-Nya... Dia masih sempat menasehati dan menguatkan murid-murid-Nya... dari mana kekuatan yg begitu luar biasa itu Dia dptkan? Kadang sbg hamba Tuhan sekalipun, ada masa masa dimana saya menjadi lemah dan hampir putus harapan... tapi justru dlm keadaan yg spt itu, saya tetap harus diperhadapkan kpd jemaat jemaat Tuhan yg memerlukan kekuatan dan pengharapan... sejujurnya saya sering bertanya kpd diri sendiri dan kpd Tuhan, bagaimana mungkin saya harus menghibur orang sedangkan hati saya sendiri terluka dan perlu penghiburan? Kadang saya harus mendoakan dan membantu jemaat yg lemah dan sedang kesusahan, tapi darimanakah kekuatan utk saya bisa mendoakan dan membantu orang yg susah ketika saya sendiri sedang susah? Pada saat saat terjepit spt itulah saya teringat apa yg Yesus lakukan dan katakan pada perjamuan makan terakhir... ketika tertekan, Dia menghibur... ketika susah Dia mengucap syukur.

dibuat pada : 2016-12-06 18:56:32

Selasa, 6 Desember 2016

1 Korintus 11:23-24
"...Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Ketika Kristus yg hendak disalibkan, dlm tekanan yg begitu berat sampai sampai tdk dpt dibayangkan sebagai manusia,... namun masih bisa 'mengucap syukur' bahkan melayani murid murid-murid-Nya, padahal sejujurnya, jika ada waktu waktu dimana Dia perlu dilayani, itulah saatnya yg paling sangat Dia butuhkan utk dilayani... Jika ada saat dimana Tuhan kita perlu dihiburkan, saat itulah sebenarnya waktu yg tepat yg paling Dia butuhkan utk diri-Nya dihiburkan, tapi justru Dia menghibur... Kemudian Dia berkata "...perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Kita orang Kristen menyangka selama ini bahwa pernyataan Kristus ini menuntut kita utk melakukan ritual perjamuan kudus dan dgn cara itulah, kita lakukan sbg peringatan akan Tuhan atau utk mengingat ingat Tuhan... memang tdk salah, tapi coba renungkan,... mungkinkah yg Tuhan maksudkan adalah : ucapkanlah syukur dlm tekanan berat sekalipun... layani ketika engkau paling butuh utk dilayani... hiburlah orang lain ketika engkau sangat perlu utk dihiburkan... lakukan semua itu sbg peringatan akan Aku...? Mungkinkah itu cara kita mengingat ingat akan Tuhan spt yg Dia sendiri sudah kerjakan?

dibuat pada : 2016-12-05 18:11:28

Senin, 5 Desember 2016

1 Korintus 11:23-24
"...Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Coba saudara bayangkan dan renungkan kembali ayat ayat diatas,... ini adalah perkataan Yesus kpd murid murid-Nya didlm perjamuan makan malam terakhir Dia dibumi...hari berikutnya Dia akan diserahkan utk mati dikayu salib... kapan saudara mendengar kata 'ucapan syukur' dan 'tekanan yg begitu berat sampai tubuh yg dipecah pecah' ada dlm satu kalimat yg sama? Sama spt anak kecil atau balita dgn cancer adalah 2 hal yg tdk seharusnya ada bersamaan... atau kematian dan sorak sorak juga 2 perkara yg tdk sepantasnya berjalan bersama sama... Namun dlm hal ini, Yesus sendiri menyatakan 'ucapan syukur' dan 'tubuh yg dipecah pecah' dlm satu pernyataan... Itulah Allah kita, itulah sifat atau kharakter Illahi... didlm keadaan yg sama sekali tdk pantas utk bersyukur, justru Dia bersyukur... ketika seharusnya Dia dilayani, justru Dia melayani.

dibuat pada : 2016-12-04 18:34:11

Jumat, 2 Desember 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Sekarang kita mengenal bahwa keselamatan, masa depan, hari esok, makanan dan minuman, bahkan sakit penyakit kita semua telah ditaklukkan dibawah kaki-Nya... Itulah pengharapan yg paling menyegarkan bagi kita orang percaya... sebab TUHAN yg kita sembah adalah Allah yg memerintah atas hidup kita dan Dia yg menguasai kita adalah Allah yg berdaulat dan sudah menaklukkan segala sesuatu dibawah kaki-Nya. Itulah sebabnya bagi anak anak Tuhan yg setia dan hidup benar, tdk ada alasan utk kita menjadi takut dan khawatir... Belajarlah utk bersyukur dan berserah... biarkan tangan Tuhan menuntun langkah langkah hidup kita dgn Firman-Nya yg penuh kuasa. Hidup kita menjadi aman didlm Dia...

dibuat pada : 2016-12-01 19:11:21

Kamis, 1 Desember 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Hal lain yg sering menjadi sumber kekhawatiran manusia adalah sakit penyakit... bukankah Firman Tuhan didlm 1 Petrus 2:24 berkata: "... Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." Jadi salah satu yg Kristus sudah taklukan yg termaksud didlm 'segala sesuatu' adalah sakit penyakit kita. Salah satu nama yg melukiskan Tuhan kita adalah 'Jehovah Rappah atau Allah yg menyembuhkan', sebab didlm Dia ada kuasa yg mengalir kesembuhan... Namun sejujurnya, dlm hal ini sering terjadi penyesatan yg keliru, manusia sering hidup seenaknya saja tanpa batas, dgn tubuhnya sendiri, manusia telah menyia nyiakan kesehatan yg Tuhan berikan... bahkan tdk sedikit anak anak Tuhan yg berdoa dihadapan makanan penuh sakit penyakit dgn berkata: 'Tuhan sucikan makanan ini, bebaskan dari kolestrol dan sakit penyakit..' itulah doa orang rakus yg menyalah gunakan kebenaran Firman Tuhan utk dirinya sendiri.

dibuat pada : 2016-11-30 18:42:21

Rabu, 30 November 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Hal lain yg sering menjadi Pusat kekhawatiran manusia, bahkan orang percaya sekalipun adalah kebutuhan utk kelangsungan hidup... apa yg akan kami makan, pakai dan dimana kami bisa tinggal... Tdk salah bahwa sbg orang percayapun, kita memikirkan dan memerlukan kebutuhan kebutuhan tsb... bagaimana anak anak bisa tetap sekolah... darimana kita dpt cukup dana utk membayar kebutuhan sehari hari... Semua hal hal tsb telah memaksa manusia utk bekerja membanting tulang tanpa kenal lelah... bahkan sering terlalu berlebihan... tapi coba dengarkan Firman Tuhan ini : Mazmur 127:2 "...Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur...." kpd siapakah roti itu diberikan? Kpd yg dicintai-Nya pada waktu dia sedang beristirahat... Bagi orang percaya yg sadar akan kebenaran ini, dia akan menikmati istirahat pada waktu beristirahat, namun saat spt itupun dipakai Tuhan utk memberkati dan mencukupi kebutuhan kita yaitu orang orang yg dicintai-Nya, yg hidup didlm cinta-Nya.

dibuat pada : 2016-11-29 17:52:39

Selasa, 29 November 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Salah satu dari segala sesuatu yg sudah ditaklukkan dibawah kaki Kristus adalah masa depan. Tdk seorangpun yg punya pikiran sehat yg tdk pernah cemas atau khawatir tentang hari esok atau masa depan... Milik siapakah masa depan itu? Apakah betul bahwa masa depan yg baik atau hari esok itu hanya milik anak anak orang kaya? Atau milik orang berpendidikan tinggi, atau milik mereka yg beruntung dgn talenta spectacular atau wajah yg menarik atau koneksi yg luas? Perhatikan perkataan Firman Tuhan di Amsal 23:17-18 ini: "...Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang...." Sejujurnya kadang bagi saya sendiripun, sering terlintaskan didlm pikiran saya bahwa betapa mujur masa depan orang orang tertentu yg jauh lebih beruntung dari yg lainnya, tapi ternyata justru bagi orang yg takut akan Tuhan lah yg memiliki masa depan dan yg tdk akan putus harapan... beruntunglah jika engkau hidup takut akan Tuhan.

dibuat pada : 2016-11-28 20:11:51

Senin, 28 November 2016

Ibrani 2:8
"...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya."

Kadang, sama spt pemahaman anak anak Tuhan lainnya, saya berfikir bahwa kematian Kristus di kayu salib adalah urusan keselamatan semata, atau urusan jaminan Surga setelah kematian... Tentu hal itu benar, tapi coba perhatikan ayat diatas sekali lagi, terutama perkataan ini: "...segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya..." Jadi dgn demikian, adakah sesuatu yg tdk takluk kpd Tuhan kita Yesus Kristus yg sudah menang atas maut? Sama sekali tdk ada! Firman Tuhan diatas dgn tegas mengatakan, segala sesuatu telah ditaklukkan dibawah kaki Tuhan! Jika demikian, perlukah ada sesuatu yg dpt menakutkan atau menghawatirkan kita? Adakah sesuatu yg harus kita kerjakan sendiri sebab doa dan campur tangan Tuhan tdk mampu mengatasinya? Bersyukurlah sebab segala sesuatu ada di bawah kaki Tuhan kita!

dibuat pada : 2016-11-27 19:06:11

Jumat, 25 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Sekali lagi perhatikan ayat ayat diatas, sikap hati yg menolak Tuhan sbg Raja yg berdaulat penuh atas hidup kita, telah dilukiskan dgn satu sikap yg disebut sbg 'membenci Dia'. Sederhana sekali, ketika seseorang menerima kedaulatan Tuhan sbg Tuhan dan Raja atas hidupnya, sesungguhnya dia sedang menunjukan sikap yg mengasihi Dia, menerima Dia sbg Tuhan dan Raja, namun sebaliknya, ketika manusia menolak Dia sbg Tuhan dan Raja, kita sedang membenci Dia melalui penolakan kita sendiri. Buktinya sangat jelas, ketika kita menerima Dia sbg Tuhan, maka kita mengakui Dia sbg pemilik hidup kita, my Lord... Dan jika Dia adalah Raja atas kita, maka Dia adalah penguasa yg berdaulat penuh atas hidup kita, my King... Raja berhak mengatur langkah langkah hidup kita... Tuhan berhak memiliki seluruh aspek hidup kita, sehingga hidup kita diarahkan utk berjalan kpd tujuan Dia sendiri.. adakah hidupmu berjalan ke arah tujuan-Nya? Tujuan Tuhan adalah kita hidup menjadi semakin serupa dgn Dia, sempurna spt Tuhan adalah sempurna.

dibuat pada : 2016-11-24 19:46:50

Kamis, 24 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Jika kita sadar dan jujur bahwa semua modal yg kita gunakan utk hidup atau utk 'berdagang' berasal dari 10 mina yg kita terima dari Tuhan yg adalah Raja kita, maka kita tdk perlu secara terpaksa utk berlaku setia dan jujur dlm menghormati hak Raja... bukan hanya persepuluhan dan persembahan khusus yg menjadi hak hak Raja, tapi juga penghormatan akan keputusan ataupun titah titah raja, spt itulah hidup orang orang yg menghormati Allahnya sbg Rajanya. Jika kita hidup dgn menghormati titah titah atau Firman Tuhan sbg titah Raja kita, maka kita sesungguhnya sedang menerima Dia sbg Raja atas hidup kita, namun sebaliknya juga benar, jika kita terus menerus secara sadar dan sengaja menolak Firman - Nya, maka sesungguhnya kita sama spt orang orang sebangsa yg dilukiskan di Lukas 19, "...yg membenci Dia, dan berkata: ... Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

dibuat pada : 2016-11-23 19:17:55

Rabu, 23 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Spt kita tahu, Lord atau Tuhan berarti 'pemilik', sedangkan King atau raja berarti 'penguasa'. Benarkah Dia penguasa yg mengatur hidup kita? Sebab jika tdk demikian, sesungguhnya kita sedang membenci dan menolak Dia sbg raja atas kita. Kenapa manusia pada umumnya menolak raja yg berdaulat atas hidupnya? Pertama tama karena mereka tdk mau diatur atau mau mengatur hidupnya sendiri... kedua karena mereka tdk mau mengembalikan 'hak hak raja' yg telah menyerahkan 10 mina kepada mereka yg boleh mereka gunakan utk berdagang. Dlm hal ini, kita mengenal yg disebut persepuluhan dan persembahan khusus yg menjadi milik raja. Alkitab dgn jelas dan tegas menyatakan kebenaran ini, manusia disebut melakukan penipuan kpd Allah dlm hal ini. Kitab Maleakhi 3:8 berkata: "Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!..."

Jgn tolak Dia sbg raja kita dan berlakulah jujur dlm mengembalikan bagian Raja kita.

dibuat pada : 2016-11-22 20:13:12

Selasa, 22 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Jika kita memperhatikan sungguh sungguh perumpamaan yg Yesus sampaikan di Lukas 19 diatas, maka kita akan dpt memahami bahwa sesungguhnya yg dimaksud dgn 'seorang bangsawan' yg berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan sbg raja adalah Kristus sendiri. Yesus Kristus lah yg kembali ke Surga utk dinobatkan sbg raja yg berdaulat sebab Dia telah mengalahkan maut dan iblis, Dia telah merampas segala kunci alam maut dgn mengalahkan iblis di kayu salib... semua kita mengetahui kebenaran tsb, namun yg menjadi sorotan pada kesempatan ini adalah, justru orang orang sebangsanya, yg telah menerima kepercayaan atas 10 uang mina, yg bisa digunakan utk keperluan berdagang oleh mereka, justru membenci Dia dgn berkata: "...Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..." Jika kita berlaku jujur, bukankah kekuatan, kepintaran, hikmat dan bahkan berkat berkat yg kita kita gunakan utk berdagang adalah '10 mina yg kita terima dari Dia?' tapi kenapa banyak dari kita yg menolak Dia sbg raja?

dibuat pada : 2016-11-21 19:50:56