Daily Devotion

Senin, 25 April 2016

Amsal 3:5 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."Ada begitu banyak orang, termaksud anak anak Tuhan yg puluhan tahun keluar masuk gereja, bahkan melayani Tuhan juga, namun mereka membuat ayat ayat Firman sendiri, seperti: Johnny 3:1 yg berkata: 'Tuhan hanya menolong mereka yg menolong dirinya sendiri; atau kesalahan dan dosa kita dapat dilunasi dgn persembahan atau pelayanan; atau mengakui kesalahan dan dosa itu adalah tanda kelemahan dan kehancuran...' Sebenarnya pandangan pandangan pribadi spt itu yg sering mengambil alih dan melampaui kebenaran Firman Tuhan akan menghancurkan diri kita sendiri, padahal Tuhan hanya sekedar minta kpd kita utk percaya saja kpd Dia, spt Firman yg barusan kita baca:  "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Sederhana sekali, namun ketika kita diperhadapkan kpd masalah dihidup ini, natur manusiawi kita cenderung utk tdk mau utk percaya dan tdk bersandar kpd pengertian kita sendiri, sehingga kita membuat berbagai bagai kesalahan yg menjerumuskan diri kita sendiri.

dibuat pada : 2016-04-24 19:46:43

Jumat, 22 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku Akan Bersyukur Kepada-Mu Dengan Hati Jujur, Apabila Aku Belajar Hukum-hukum-Mu Yang Adil. Aku Akan Berpegang Pada Ketetapan-ketetapan-Mu, Janganlah Tinggalkan Aku Sama Sekali..." Kita Hanya Akan Mampu Bersyukur Dgn Jujur Ketika Kita Siap Dan Bersedia Utk Belajar Hukum Keadilan Tuhan. Mengenal Firman Tuhan Dgn Benar Akan Membuat Hati Kita Sadar Bahwa Sejujurnya Hanyalah Anugrah Tuhan Semata Yg Membuat Kita Dilayakan Dihadapan-Nya. Dgn Demikian, Kitapun Dpt Berdoa Spt Doa Daud Ini Dibagian Akhir Ayat 8, "...Aku Akan Berpegang Pada Ketetapan-ketetapan-Mu, Janganlah Tinggalkan Aku Sama Sekali..." Bukankah Itu Juga Yg Menjadi Doa Musa Kpd Tuhan, Agar Jgn Sekali Kali Dia Dan Israel Ditinggalkan Tuhan, Sekalipun Tuhan Berjanji Utk Tetap Memberikan Tanah Perjanjian, Tapi Tanpa Penyertaan Tuhan. Mulailah Tiap Tiap Hari Dgn Doa Permohonan Agar Hati Kita Di Condongkan Utk Tetap Berpegang Kpd Firman Tuhan Dan Berpegang Kpd Ketetapan-ketetapan-Nya, Maka Sepanjang Hidupmu Engkau Akan Mengalami Penyertaan Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-21 20:27:25

Kamis, 21 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..." Inilah satu kebenaran yg perlu kita ingat baik baik, semakin kita menyelidiki Firman Tuhan dan memahaminya, justru kita akan semakin merasakan bahwa kita memang tdk layak sama sekali utk menerima kebajikan Tuhan, semua itu terjadi karena anugrah Tuhan semata... hati kita secara jujur akan berkata, itulah kebaikan dan perkenanan Tuhan semata... tapi kenapa orang Farisi yg sebenarnya pakar akan hukum hukum Tuhan justru tdk mampu menemukan kebenaran Tuhan dari semua itu? Perhatikan lagi doa orang Farisi di injil Lukas18:10-12 : "...Orang Farisi itu berdiri & berdoa dlm hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kpd-Mu, karena aku tdk sama spt semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga spt pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku..." doa doanya berpusat dan bertitik tolak kpd dirinya sendiri sekalipun itu disebut doa, '...karena aku tdk sama...aku bukan ini atau itu...aku begini atau begitu...' lalu dimana ucapan syukur kpd Tuhan? Jika itu ucapan syukur kpd Tuhan, seharusnya dia berkata spt Daud: Mazmur 136:1 "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

dibuat pada : 2016-04-20 21:25:32

Rabu, 20 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..." Jadi apa yg dimaksud dgn 'bersyukur dgn hati jujur?' Coba perhatikan ayat ayat ini: Lukas 18:10-12 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah utk berdoa; yg seorang adalah Farisi & yg lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri & berdoa dlm hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kpd-Mu, karena aku tdk sama spt semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga spt pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku..."‎ Sepintas orang Farisi tadi sedang 'bersyukur' didlm doa doanya, namun apakah itu dari hati yg jujur? Bukankah itu lebih serupa dgn menyombongkan diri dan membanggakan diri sendiri, sekalipun judulnya 'bersyukur'? Spt itukah pengucapan syukur dari hati yg jujur? Ucapan syukur dari hati yg jujur adalah yg mengagungkan Tuhan tanpa meninggikan diri sendiri atau membeberkan prestasi yg sudah kita capai. Belajarlah bersyukur dgn hati yg jujur dgn hanya memuliakan nama Tuhan sendiri.

dibuat pada : 2016-04-19 21:03:28

Selasa, 19 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..."Daud memahami sungguh kebenaran ini, tdk ada hal baik yg dia temukan dari dirinya sendiri, tdk ada kelebihan apapun yg dia lakukan dibandingkan dgn orang lain, juga jika dibandingkan dgn musuh musuh-nya yg selalu ingin menghancurkan hidupnya. Semakin Daud menggali hukum hukum Tuhan semakin sadar dia bahwa bukan karena dirinya sendiri dia dibawa Tuhan sejauh itu. Disitulah Daud menemukan anugrah Tuhan yg besar, semua dosa dan kesalahannya tdk diperhitungkan oleh Tuhan, sebab jika tdk demikian, maka dosa dosanya akan jauh melebihi semua kebaikan yg pernah dia lakukan... Sebaliknya ucapan syukur yg tdk jujur sebenarnya hanyalah sekedar pamer kebenaran diri sendiri dan kehebatan yg sudah dia lakukan sebelumnya. Adakah mulutmu bersyukur dgn jujur?  Kitab Ibrani 13:15 mengajarkan: "...Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.‎ Jadi jelas yg disebut ucapan syukur harus keluar dari hati yg jujur, yaitu yg hanya memuliakan nama Tuhan.

dibuat pada : 2016-04-18 18:42:51

Senin, 18 April 2016

Mazmur 119:7-8 "...Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..."
Satu tanda yg nyata dan pasti apakah seseorang sudah memahami kebenaran Firman Tuhan atau hukum hukum Tuhan yg adil adalah, ada ucapan syukur dari hati yg jujur yg kita ungkapan. Tuhan kita Yesus Kristus yg menyatakan Diri-Nya didlm Alkitab yg kita kenal adalah Allah yg bertindak sbg hakim yg adil, namun Dia juga Allah yg penuh kasih. Pada umumnya, keadilan dan kasih atau cinta tdk akan berjalan berdampingan, sebab jika kasih atau cinta diberikan, maka keadilan harus dikorbankan. Namun berbeda dgn apa yg Yesus lakukan dikayu salib, kasih dan keadilan sama sama dilaksanakan, dan demi utk itu, Dia sendiri rela menjadi tumbalnya, menjadi korban yg membayar harga keadilan tsb. Itulah yg membuat orang percaya bisa bersyukur dgn hati yg jujur, sebab kita sadar bahwa bukan karena kebaikan dan hasil usaha kita, maka kita boleh diselamatkan, semua adalah anugrah Tuhan semata.

dibuat pada : 2016-04-17 19:26:28

Jumat, 15 April 2016

Mazmur 19:2
"... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Sekarang kita mengerti bahwa orang yg hatinya lembut akan dpt melihat sidik jari Tuhan disetiap perkara didlm hidup mereka, akan sangat mudah utk mereka dapat mendeteksi detak jantung-Nya Tuhan, sebab orang spt itu selalu menjaga hati yg lembut dan tulus murni, sekalipun mungkin mereka kecewa atau tdk mengerti rencana Tuhan. Mzm 73 menceritakan tentang Asaf yg cemburu terhadap orang fasik yg justru menjadi gemuk dan diberkati, sedangkan Asaf sendiri kurus kering dan menanggung banyak sengsara... Pada akhir dari Mzm 73 tsb, akhirnya Asaf dpt melihat dan memahami satu karya Allah yg begitu sempurna. Apa bedanya Asaf dgn orang lain? Kenapa banyak juga orang yg kecewa dan tdk dpt memahami Tuhan, akhirnya hancur dan justru tambah kecewa? Bedanya ada di ayat 1 dari Mazmur 73, coba perhatikan: "...Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm 73:1)"‎ Hati yg tulus yg dipertahankan Asaf telah menjadi penolong yg memampukan Asaf utk melihat Tuhan didlm kekecewaan sekalipun. Peliharalah hati yg tulus dihadapan Allahmu, agar kita mampu melihat sidik jari Tuhan dan mampu mendengar detak jantung-Nya.

dibuat pada : 2016-04-14 20:00:46

Kamis, 14 April 2016

Mazmur 19:2
"... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Dapatkah kita melihat suami atau istri kita, anak anak kita kemudian mengenali sang Pencipta mereka? Bukankah dgn jelas Alkitab berkata bahwa mereka diciptakan sesuai dgn peta dan teladan-Nya Allah, sesuai dgn rupa dan kharakter-Nya Allah sendiri? Jika kita masih belum mampu melihat semua itu, mungkin masalahnya ada didiri kita sendiri. Mulailah memandang keluarga kita spt Tuhan memandang mereka, ada rupa Tuhan didlm diri anak anak kita, juga suami dan istri kita. Mereka bukan musuh kita, tapi orang orang yg Tuhan titipkan bagi kita utk dicintai, didukung dan dibangun. Sekalipun mungkin kita menemukan sifat sifat yg salah dan menjengkelkan dari mereka, itu bukan alasan utk memusuhi dan menghakimi mereka. Sama spt Daud yg melihat langit dan cakrawala lalu melihat kemuliaan Allah dari semua itu, apakah langit selalu cerah dlm pandangan Daud? Atau cakrawala selalu indah dan penuh kesejukan? Disinilah letak perbedaan dari pola pandang yg benar dan keliru, kita bukan sekedar melihat yg sesaat tapi kebenaran dibalik yg sesaat tadi. Jika itu pandanganmu, sekalipun anak istri atau suamimu tdk melukiskan wajah Tuhan, tapi tetap kita mampu melihat kemuliaan TUHAN didiri mereka.

dibuat pada : 2016-04-13 19:46:33

Rabu, 13 April 2016

Mazmur 19:2 "... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Satu ketika, Yesus ditanya oleh sekelompok orang orang Farisi, apakah diperbolehkan utk membayar pajak kpd kaisar? Perhatikan kemudian jawaban Yesus kpd mereka: ‎"Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 
Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi." (Mat 22:19-22) Jawaban Yesus seakan membingungkan, terutama pada bagian terakhir...'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.' Utk menjawab bahwa karena ada gambar kaisar di mata uang tsb, maka itulah bukti bahwa ada bagian atau milik kaisar yg harus diberikan kpd kaisar, namun Yesus tdk berhenti disitu, Dia juga katakan "...‎dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." seharusnya ada pertanyaan lanjutan, yaitu 'apa yg wajib diberikan kpd Allah?' jika hal itu yg dipertanyakan lagi oleh mereka, maka mereka akan menemukan rahasia kebenaran ini, 'gambar dan rupa siapa yg ada padamu? Bukankah kita diciptakan sesuai dgn gambar dan rupa Allah?...berikanlah hidupmu kpd Dia.

dibuat pada : 2016-04-12 19:34:49

Selasa, 12 April 2016

Mazmur 19:2
"... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Henry Nouwen, seorang Professor di Harvard University, seorang yg awalnya menyebut dirinya 'atheist atau tdk percaya kpd Tuhan', pada satu kesempatan mengunjungi museum lukisan dan perhatiannya terpaku ketika dia melihat lukisan karya Rembrandt yg berjudul 'the return of the prodigal son - kembalinya anak yg terhilang'. Lukisan ini berbicara begitu kuat di hati prof Henry Nouwen, dia terpaku selama 3 jam dan hatinya melihat cinta Tuhan di Alam nyata. Setelah pulang, dia menyerahkan hidupnya bagi Kristus dan mengundurkan diri sbg professor di Harvard lalu menyerahkan hidupnya utk melayani Tuhan. Ribuan orang lewat dan melihat lukisan Rembrandt tsb setiap tahunnya, namun kenapa hanya Henry Nouwen yg mengalami jamahan Tuhan hanya karena melihat lukisan tsb? Bukankah sama spt yg banyak kita ketahui, Ribuan bahkan jutaan orang keluar masuk gereja namun mengapa hanya sebagian yg sungguh sungguh menyerahkan hidupnya bagi TUHAN? Masalahnya ada di hati kita sendiri, jika hatimu mau dilembutkan, maka engkau akan melihat sidik sidik jari Tuhan disetiap perkara didlm hidupmu dan engkaupun dpt bersyukur.

dibuat pada : 2016-04-11 19:40:35

Senin, 11 April 2016

Mazmur 19:2 "... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Ada satu lukisan yg sebenarnya sederhana, lukisan seorang anak gadis kecil yg memegang tangan Yesus yg berlubang,.. kemudian ada tulisan di bagian bawah lukisan tsb: '...what happened to your hands?...- apa yg terjadi dgn tanganmu...'
Dapatkah saudara merenungkan perkataan tsb dgn hati yg penuh pemahaman? Pelukis tsb mengundang masing masing kita utk memberikan sendiri jawaban terhadap pertanyaan gadis kecil tadi. Kira kira apa jawaban mu kpd pertanyaan tsb? Dapatkah saudara melihat sesuatu kemudian dlm hal yg sama, engkau melihat kemuliaan Allahmu? Bukankah lukisan berbicara sangat banyak dan dalam tentang sang pelukisnya? Bukankah karya cipta berbicara begitu jauh tentang sang penciptanya? Bagaimana dgn karya ciptaan Tuhan yg ada disekitar kita, bisakah engkau melihat sidik jari Tuhan yg melekat di semua ciptaan tsb? Jika hatimu dan hatiku spt Daud, maka kita akan mampu melihat kemuliaan Tuhan setiap kali kita bangun pagi melihat pohon pohon, cakrawala, melihat burung diudara atau melihat istri disampingmu sendiri.

dibuat pada : 2016-04-10 19:38:10

Jumat, 8 April 2016

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Jika setiap rumah tangga memiliki pandangan yg benar tentang satu sama lain, sama spt Kristus yg memandang benar tentang kesalahan orang orang Yahudi yg menyalibkan mereka, maka kita akan lebih mudah utk melepaskan pengampunan. Terlalu banyak kesaksian orang orang yg begitu jahat namun masih dpt diubahkan oleh kuasa doa yg benar. Kisah Rasul 7 menceritakan bagaimana Stefanus mati dirajam oleh pemimpin agama Yahudi, dan sebelum menghembuskan nafas terakhir, Stefanus masih sempat berdoa memohon pengampunan bagi mereka yg telah membunuhnya. Paulus yg dahulu disebut Saulus ada disitu, dia bahkan menjadi penggerak dari penganiayaan yg dialami oleh Stefanus. Begitu Stefanus mati di Kisah Rasul 7, ayat berikutnya menyatakan bagaimana Saulus mulai lebih gencar mengejar dan menganiaya para murid murid Tuhan yg lain... Namun Kisah Rasul 8 bukan akhir dari catatan hidup para Rasul, doa yg diucapkan Stefanus menjadi spt anak panah yg masih bergerak menembus semua selubung yg ada sekalipun Stefanus sudah lama mati, sampai satu ketika, anak panah tsb mampu merobek selaput yg membutakan mata Saulus, kemudian dia menjadi Rasul yg meneruskan perjuangan Stefanus, bahkan lebih dasyat lagi. Para ayah, jgn berhenti berdoa & mengampuni anak anakmu, istri istri, tetap berdoa dan ampuni suamimu, maka rumah tanggamu akan menjadi manis spt cinta mula mula.

dibuat pada : 2016-04-07 22:11:13