Daily Devotion

Senin, 21 November 2016

Lukas 19:12-14
"...Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yg jauh utk dinobatkan menjadi raja di situ & setelah itu baru kembali. Ia memanggil 10 orang hambanya & memberikan 10 mina kpd mereka, katanya: Pakailah ini utk berdagang sampai aku dtg kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia utk mengatakan: Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami..."

Cuplikan kisah diatas dikisahkan dlm salah satu perumpamaan yg Yesus katakan kpd murid-murid-Nya ketika Yesus sedang mengajarkan tentang kerajaan Allah dan arti dosa. Dosa sesungguhnya di dasari oleh satu perkara, yaitu penolakan akan Tuhan. Coba perhatikan perkataan orang orang sebangsa yg membenci sang bangsawan yg sebenarnya adalah pemilik sejati dari uang uang mina tsb: '...Kami tdk mau orang ini menjadi raja atas kami...' Inilah lukisan dosa yg paling sempurna, yaitu ketika manusia menolak Kristus sbg 'Tuhan dan Raja' mereka. Tuhan atau Lord berarti 'pemilik', sedangkan Raja atau King berarti 'penguasa atau Pemerintah yg berdaulat penuh'. Ketika manusia menolak Tuhan sbg pemilik hidupnya, maka hidupnya secara otomatis dimiliki oleh pribadi lain, entah dirinya sendiri atau iblis atau hal hal lain... demikian juga ketika yg menjadi raja atau penguasa yg berdaulat atas kita bukan Tuhan, maka kita diperintah oleh diri kita sendiri.

dibuat pada : 2016-11-20 22:29:18

Jumat, 18 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Inilah panggilan atau tujuan hidup manusia, yaitu kita dipanggil utk hidup kudus dihadapan Tuhan... Ketika Tuhan menetapkan panggilan dan rencana-Nya kpd Abraham, inilah yg Tuhan katakan: Kejadian 17:1 "Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela."

Ketika Tuhan berbicara dgn Abram sebelum namanya diganti Abraham dan sebelum Tuhan menyatakan janji janjiNya, yg pertama tama Tuhan tegaskan kpd Abram adalah: 'hiduplah dgn tdk bercela dihadapapan-Ku kata Tuhan...' itulah yg disebut sbg hidup yg kudus. Ketika Abram menerima panggilan Tuhan, yg pertama tama Tuhan tuntun Abram adalah berjalan utk hidup berkenan dihadapan Tuhan, hidup yg dipisahkan dari cara hidup yg lama, itulah juga yg Dia mau bagi saudara dan saya.

dibuat pada : 2016-11-17 17:55:22

Kamis, 17 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Panggilan Allah atas pengudusan kita sesungguhnya berarti bahwa Tuhan mau agar kita hidup berbeda atau tdk sama spt gaya hidup orang yg tdk mengenal TUHAN. Ketika manusia menolak utk hidup berbeda atau tdk sama dgn orang dunia, maka sesungguhnya bukan saja mereka menolak utk hidup didlm kekudusan Tuhan, tapi Tuhan sendirilah yg telah mereka tolak. Ketika Israel meminta raja melalui Samuel, inilah yg dicatat Alkitab:

1 Samuel 8:4-5, 7 "Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka dtg kpd Samuel di Rama & berkata kpd-nya: "Engkau sudah tua & anak-anakmu tdk hidup spt engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami utk memerintah kami, spt pada segala bangsa-bangsa lain." TUHAN berfirman kpd Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dlm segala hal yg dikatakan mereka kpd-mu, sebab bukan engkau yg mereka tolak, tetapi Akulah yg mereka tolak, spy jgn Aku menjadi raja atas mereka..." ingat, tuntutan mereka adalah, spy kami sama spt yg lain... & dgn cara itu, mereka sedang menolak Tuhan.

dibuat pada : 2016-11-16 18:39:38

Rabu, 16 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus." 

Tuhan Yesus berbicara satu ketika tentang hukum yg pertama dan yg terutama, kemudian Dia menambahkan hukum yg kedua yg sama dgn yg pertama, yaitu mengasihi sesama spt diri kita sendiri. Orang orang Farisi yg mendengar hal tsb, mencoba utk menjebak Yesus dgn bertanya, 'siapakah sesama kita?' maksudnya apakah sesama orang Yahudi? Yg satu derajad dgn mereka? Sama sama memiliki status social yg sebading? Atau sekeluarga sendiri?... dlm hal inilah Yesus menjawab dgn memberikan 3 contoh orang yg melihat seorang yg sedang jatuh dan terluka (kemungkinan orang Yahudi yg terluka, sebab dia turun dari Yerusalem)... lalu ada 3 orang yg melihat, seorang imam (jabatan tertinggi didlm rumah Allah bagi orang Yahudi), seorang Lewi (orang yg ditentukan atau dikarunia Tuhan sejak semula utk mewarisi jabatan, atau warisan besar tertentu, atau karunia besar tertentu), dan terakhir orang Samaria (tdk ada embel embel apapun dan tdk ada yg bisa dibanggakan sedikitpun), namun yg menolong agar yg terluka tdk tercemar justru yg tdk punya apa apa,... Dialah orang Samaria yg melakukan kebenaran Firman Tuhan.

dibuat pada : 2016-11-15 18:15:10

Selasa, 15 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Ketika seseorang melakukan dosa apapun, pada umumnya dosa itu dilakukan dan merusak dirinya sendiri... beberapa dari kita yg membiasakan diri mencuri, kita membawa dosa dan kecemaran bagi diri kita sendiri... yg membunuh, kita melumurkan darah kpd tangan kita sendiri... atau yg memfitnah, berkata tdk jujur, kita sedang mencemarkan bibir kita dan hati kita sendiri. Namun dosa percabulan akan menobatkan orang lain juga jatuh ke dlm dosa. Ada pribahasa yg berkata, 'it takes two to tango', atau diperlukan 2 orang yg menari tango, spt itulah dosa percabulan, dua duanya terseret jatuh kedlmnya. Berhati hati dgn dosa yg satu ini, sebab kecemarannya akan berdampak begitu jauh didlm hidup seseorang.

dibuat pada : 2016-11-14 19:14:39

Senin, 14 November 2016

1 Tesalonika 4:3, 6-7
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, & spy dlm hal-hal ini orang jgn memperlakukan saudaranya dgn tdk baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, spt yg telah kami katakan & tegaskan dahulu kpd-mu. Allah memanggil kita bukan utk melakukan apa yg cemar, melainkan apa yg kudus."

Didlm perjalanan hidup yg dituntun Tuhan, perjalanan menuju kesempurnaan, setiap anak anak Tuhan perlu dgn sungguh sungguh memahami bahwa TUHAN mau agar kita dapat belajar utk hidup didlm kekudusan. Kesempurnaan yg Tuhan rindukan dari setiap anak anak Tuhan adalah sama spt Kristus yg sempurna, yg tdk tercemar oleh ketidak kudusan. Dua bagian yg di lukiskan didlm ayat ayat diatas yg Tuhan tuntut dari setiap anak anak Tuhan, pertama tama adalah ada kita sendiri menjauhi pencemaran atau percabulan, demi utk menjaga kekudusan kita dihadapan Tuhan. Kedua kitapun wajib menjaga ada saudara saudara kita tdk sampai dicemarkan atau jatuh kedlm dosa kecemaran, hanya karena kita tdk memperdulikan mereka, apalagi jika kita sendiri yg mencemarkan mereka.

dibuat pada : 2016-11-13 18:02:58

Jumat, 11 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Memang jauh lebih mudah utk sekedar berdoa bagi orang lain yg sedang susah... karena tdk membutuhkan keterlibatan diri kita pribadi secara langsung... bahkan memberikan donasi dlm bentuk uang sekalipun jauh lebih mudah dari pada menyalurkan keperduliaan. Tapi utk memenuhi hukum kedua, yaitu mengasihi sesama spt dirimu sendiri, Firman Tuhan diatas menegaskan bahwa kita perlu bergerak lebih dari sekedar itu, yaitu sampai: '...Stoop down and reach out to those who are oppressed... membungkuk dan mengulurkan tangan utk menolong mereka yg tertindas'. Diperlukan kerendahan hati utk berani membungkuk... diperlukan kelembutan hati utk membungkuk dan mensejajarkan diri kita dgn orang yg sedang tertindas... dibutuhkan keberanian utk rela mengulurkan tangan dan menolong mereka yg sedang tertindas... tapi itulah cara menggenapi hukum Kristus. Belajarlah utk melihat sekeliling kita dan hidup dgn menggenapi hukum Kristus, sebab kita sendiri juga akan sampai disatu kesempatan dimana pertolongan dan bantuan orang lain akan sangat berarti dan sangat kita butuhkan.

dibuat pada : 2016-11-10 18:45:05

Kamis, 10 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Perhatian dan keperdulian kita kpd salah seorang saudara yg sedang susah atau yg sedang menghadapi krisis didlm hidupnya adalah spt dupa yg harum dihadapan Tuhan. Seringkali hanya sekedar hadir diantara saudara  yg sedang susah, itu saja sudah merupakan penghiburan yg sangat menyejukan... Namun sesungguhnya, itulah cara kita melakukan dan memenuhi hukum Kristus. Ingat, ketika Kristus menjelaskan hukum pertama dan terutama, yaitu hukum kasih, yg padanya tergantung semua kitab para nabi, ahli taurat tsb bertanya lebih jauh lagi, tapi siapakah sesamamu manusia itu? Saat itulah, kisah orang Samaria yg murah hati (the good Samaritan) mulai diceritakan,... yaitu tentang keperdulian seorang Samaria yg murah hati, yg membungkuk, mengulurkan tangannya dan memberi pertolongan kpd yg sedang susah yg sekarat,... bukankah itu yg dilukiskan oleh ayat diatas didlm the Message Bible?  '...Stoop down and reach out to those who are oppressed... membungkuk dan ulurkanlah tangan utk menolong mereka yg tertindas'

dibuat pada : 2016-11-09 18:20:51

Rabu, 9 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Coba perhatikan kembali ayat diatas, terutama pada bagian terakhir, '...demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus...' Hukum Kristus yg mana yg dipenuhi? Didlm Lukas 10:27, Yesus menjawab pertanyaan seorang ahli taurat: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  

Hukum 'mengasihi sesama' itulah yg dipenuhi yg telah Kristus katakan dan yg dimaksud oleh Paulus ketika dia berbicara kpd jemaat di Galatia. Terutama bukan sekedar saling bertolong-tolongan atau saling menanggung beban, tapi terutama bagi mereka yg sedang mengalami tekanan. Coba perhatikan terjemahan dari The Message Bible utk ayat ini:

"...Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law - membukuklah dan hampiri mereka yg sedang tertekan. Berbagilah dgn beban mereka, sebab dgn cara demikianlah engkau memenuhi hukum Kristus"

dibuat pada : 2016-11-08 18:58:22

Selasa, 8 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Beberapa tahun yg lalu, Rick Warren, penulis buku purpose driven life, satu buku Kristen yg sangat populer beberapa tahun lalu, mengalami musibah atau crisis didlm rumah tangganya... anaknya yg paling bungsu, Matthew Warren yg sakit mental, memutuskan utk mengakhiri hidupnya sendiri, sebab beban dan rasa sakit yg terlalu berat baginya. Ketika mendengar kejadian tsb, bisa saudara bayangkan apa yg dialami suami istri Rick and Kay Warren saat itu... berdoa mereka sudah biasa, namun hari hari itu tekanan karena kehilangan tdk dpt dilukiskan oleh kata kata... menangis utk pergumulan jemaat sudah biasa mereka lakukan, tapi hari hari itu, air mata spt sudah tdk ada lagi yg bisa diteteskan... tubuh lelah pikiran kalud, dimana Tuhan dlm kesemuanya ini? Kenapa seorang hamba Tuhan yg hidup berkenan dihadapan Tuhan sekalipun harus berjalan lewat lembah yg kelam? Saat saat itu, ada beberapa saudara yg dtg... duduk diam... menangis bersama Rick dan Kay Warren... bahkan sahabat sahabat tsb menolak utk pulang, mereka tidur di sofa, tidur di lantai menemai suami istri yg sedang berjalan lewat lembah kekelaman...

dibuat pada : 2016-11-07 17:04:24

Senin, 7 November 2016

Galatia 6:2
"...Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. - The Message: Stoop down and reach out to those who are oppressed. Share their burdens, and so complete Christ’s law..."

Setiap pribadi akan mengalami saat saat dimana kita tdk bisa menolak atau mengelak, yaitu masa masa crisis yg harus dia hadapi... entah itu crisis didlm usaha dan pekerjaan (perekonomian), atau crisis didlm kesehatan, atau mungkin juga dlm hal hubungan rumah tangga. Saat saat mengalami keadaan crisis spt demikian itulah saat dimana kita benar benar merasakan perlunya memiliki seorang sahabat atau saudara seiman. Dlm keadaan spt inilah dimana kehadiran seorang sahabat itu jauh lebih berguna dari segala macam nasehat dan hadiah yg mewah mewah sekalipun... Seringkali kedalaman kasih dan keperdulian kita sbg seorang anak Tuhan dibuktikan dari kerelaan hati kita utk menunjukan keperdulian kita kpd sahabat dan saudara yg sedang mengalami crisis spt itu... Jika kita memahami kebenaran ini, maka adalah satu hak istimewa bagi kita utk menunjukan keperdulian kita kpd sesama yg sedang mengalami kesusahan... kadang hal itu hanya sekedar kunjungan... atau pelukan... atau tepukan dipundak...

dibuat pada : 2016-11-06 17:11:05

Jumat, 4 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Belajarlah utk berjalan didlm tuntunan rencana Tuhan yg ajaib... siap sedialah utk selalu dgn rendah hati menerima teguran Tuhan, ketika Tuhan tunjukan kpd kita betapa masih ada 'nada nada sumbang, kebohongan, atau mungkin bau busuk' yg keluar dari perkataan bibir kita... Jika kita mau selalu dgn jujur dan rendah hati melihat atau bercermin kpd diri kita sendiri, lalu membawa semua kekurangan kekurangan tsb dibawah kaki Tuhan, maka Tabib yg Ajaib itu mampu memberi kita hati yg baru, yg murni dan berkenan kpd-Nya, sehingga kita dpt dipakai utk memuliakan nama Tuhan. Cara yg terbaik utk hidup rendah hati dan bercermin spt ini adalah dgn mengajak dan meminta orang lain, sahabat, soul-mates utk mengoreksi kita... utk menegur kita dgn jujur ketika mereka melihat dan menemukan perkataan sumbang dan bau busuk keluar dari bibir kita. Sebab seringkali kita tdk mampu mengoreksi diri kita sendiri,... biarkan Tuhan dan orang lain yg mengoreksi kita.

dibuat pada : 2016-11-03 13:22:04