Daily Devotion

Kamis, 3 November 2016

Daily Devotion - www.gbijunction.org

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Coba perhatikan kembali ayat ayat diatas, perkataan yg keras dari Yesus yg sangat bertolak belakang dgn ajaran orang-orang Farisi, telah dikatakan oleh murid murid-murid Yesus bahwa perkataan perkataan tsb bisa menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi tsb. Kenapa bisa menjadi batu sandungan? Sebab perkataan Yesus tsb akan mematahkan pandangan agamawi yg selama ini mereka pegang erat erat dan ajarkan didlm rumah rumah ibadah. Seakan akan 'kekudusan' itu bisa dibeli... bisa dikerjakan sendiri... jika benar demikian, maka kita sesungguhnya tdk memerlukan Tuhan, sebab kita bisa kudus hanya dgn makan makanan tertentu, pakai pakaian tertentu, melakukan hal hal tertentu, bukankah itu yg diajarkan agama? Sebaliknya Kristus menekankan dgn sangat tegas bahwa kekudusan itu adalah pekerjaan Roh Kudus didlm diri manusia, kemudian Roh Kudus mulai melatih kita utk berkata kata benar... bersikap benar dan bertindak benar.

dibuat pada : 2016-11-02 15:07:37

Rabu, 2 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Agama & dunia berusaha utk mendatangkan 'rasa nyaman' tanpa pernah menangani masalah yg sesungguhnya. Ketika kita sakit, yg paling mudah adalah makan 'obat penghalang rasa nyeri atau pain killer', tapi apakah obat pain killer bisa mengobati rasa sakit sebenarnya? Justru kebalikannya, pain killer akan membuat tubuh menjadi tdk peka terhadap rasa sakit, dan bahkan akan menambah sakit penyakit lain kedlm tubuh kita. Ketika kita susah dan kehilangan damai sejahtera, dunia akan menawarkan serentetan hiburan yg akan membuat kita lupa utk sementara waktu, namun akhirnya kita menjadi sangat tdk mampu utk berdiri teguh dlm menghadapi masalah masalah di hidup ini,... bukankah itu yg narkoba, perjudian, pelacuran dan alkohol tawarkan? Apakah semua itu dpt menyelesaikan masalah yg kita hadapi? Sama sekali tidak! Justru semua itu akan menambah beban dan masalah baru. Itulah bedanya solusi duniawi dgn solusi Firman Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan utk menangani bagian dlm, isi kharakter orang tsb, kemudian setelah kharakternya, manusia batiniahnya dipulihkan, maka aliran aliran yg keluar dari padanya, spt perkataan, sikap, tindakan dll semua itu akan mencerminkan isi yg sesungguhnya.

dibuat pada : 2016-11-01 18:16:56

Selasa, 1 November 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Pengudusan yg Tuhan kerjakan didlm diri orang percaya dimulai dari hati orang tsb, dari dlm kemudian tumpah atau termanifestasi keluar, bukan dari luar masuk ke dlm. Namun perkataan atau buah bibir kita seharusnya akan menjadi satu barometer atau satu petunjuk yg akurat akan isi hati kita. Kitab Yakobus 3:2 mengatakan: "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya." kesempurnaan satu pribadi ditunjukan oleh perkataan bibirnya. Kita mungkin saja bisa bersandiwara utk sementara waktu atau utk saat saat tertentu, tapi kita tdk mungkin dpt selamanya bersandiwara. Satu kali, apa yg ada didlm hati kita, isi kharakter kita akan tumpah melalui perkataan bibir kita, entah itu perkataan kotor atau najis... entah itu perkataan dolak dalik atau kebohongan... atau bahkan perkataan penyesatan atau fitnahan yg sangat jahat,... itu hanyalah sekedar luapan dari dlm hati orang tsb.

dibuat pada : 2016-10-31 18:43:00

Senin, 31 Oktober 2016

Matius 15:11-12
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
Hidup yg kudus adalah hidup yg dipisahkan, yg berjalan sesuai dgn rencana Tuhan sendiri, bukan berdasarkan apa yg dunia lakukan. Jika anak anak Tuhan rela utk dituntun masuk ke dlm hidup yg dikuduskan, maka kita harus rela utk di ajar hidup tdk sama atau tdk serupa spt yg dunia kerjakan. Cara berfikir yg berbeda, cara bertindak dan sikap hidup yg berbeda, dgn terus melangkah spt yg Kristus kerjakan. Dlm hal ini, pola pandang anak anak Tuhan akan sangat sangat berbeda. Satu contoh, dunia bahkan agama akan beranggapan bahwa kekudusan itu ditentukan dari 'apa yg MASUK ke dlm mulut', sebaliknya Yesus mengajarkan dan menegaskan bahwa kekudusan ditentukan oleh 'apa yg KELUAR dari dlm mulut'. Dptkah saudara melihat perbedaan yg sangat mendasar ini? Dunia dan agama mengatur apa yg boleh dan tdk boleh dimakan, kapan harus makan apa dan bagaimana... semua itu dianggap akan membawa kekudusan bagi pribadi tsb, sekalipun semua itu baik, tapi itu tdk akan membawa pengudusan bagi hidup kita.

dibuat pada : 2016-10-31 00:39:29

Jumat, 28 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Sekali lagi renungkan ayat diatas,... perjalanan melewati padang gurun ternyata adalah perjalanan yg harus kita lalui atas kehendak TUHAN! Saudara dengar itu? Atas kehendak TUHAN... Kita mengerti bahwa Tuhan yg adalah Bapa yg baik, yg telah mengambil keputusan dan kehendak-Nya adalah agar kita berjalan 'melewati padang gurun', melewati banyak tekanan dan kesulitan... ketika saya mengantar anak saya utk disuntik immunisasi, itu bukan kehendak anak saya, itu kehendak saya sbg bapanya... namun anak saya yg merasakan kesakitan tsb... sebaliknya saya spt tersenyum puas dan berusaha menghibur anak kecil tsb... Kenapa saya kesakitan namun papah tersenyum? Kenapa saya harus dibawa ke tempat spt ini? Mungkin itulah pertanyaan pertanyaan anak saya... anak itu tdk mampu memahami yg ada di pikiran bapanya, tapi sbg anak, dia tetap tenang dan berserah kpd sang ayah... itulah juga yg Bapa Surgawi inginkan dari kita. Tetap tenang dan percaya saja kpd kehendak Bapa Surgawi ketika tangan-Nya menuntun kita masuk melewati padang gurun.

dibuat pada : 2016-10-27 20:05:06

Kamis, 27 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Seringkali memang bukan tekanan dan kesulitan yg akan menghancurkan kharakter seseorang, namun keberhasilan dan kesuksesan lah yg sering dpt menjadi batu sandungan utk kita mencapai rencana Tuhan atas kita. Tekanan dan kesulitan justru akan menjadi satu alat utk mencungkil semua kerikil dan batu batu tajam didlm lubuk hati kita yg dpt menggagalkan pembentukan tangan Tuhan atas kita spt tangan seorang penjunan yg membentuk dan menekan tanah liat ditangan-nya, tekanan dan remasan dilakukan bukan hanya utk melembutkan tanah tsb, tapi juga utk mencungkil batu batu kecil yg mungkin masih ada ditanah liat tsb agar dlm process pembentukannya, tanah liat tsb tdk mengalami kehancuran fatal.

Jgn kecewa dan khawatir ketika Bapamu sedang memimpin hidupmu melewati padang gurun... Dia tdk pernah tinggalkanmu. Tetap tinggal tenang dlm tangan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-26 18:19:44

Rabu, 26 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Yg Tuhan harapkan dari 'peristiwa padang gurun' yg harus kita lalui adalah agar kita belajar utk rendah hati, yaitu dgn cara menunjukan kpd kita keadaan hati kita yg sesungguhnya, dan melihat, dari kesemuanya ini, apakah kita masih tetap berani utk berpegang kpd Firman Tuhan atau justru kita memilih utk melanggar-Nya. Jika melewati tekanan dan kesulitan hidup, kita masih tetap berani mempertahankan kebenaran Firman Tuhan, maka hati kita akan belajar utk mengandalkan Tuhan diatas kepintaran atau hikmat kita sendiri. Kita akan belajar mengakui kedaulatan dan kemaha kuasaan Tuhan yg bekerja lewat segala perkara. Dgn demikian, ketika Tuhan dan kebenaran Firman-Nya kita tempatkan diposisi yg terkemuka dan terdepan, maka otomatis diri kita sendiri akan berada diposisi yg jauh dibawah otoritas Tuhan,... itulah cara kita merendahkan diri dihadapan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-25 19:11:44

Selasa, 25 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Coba perhatikan kembali cara Tuhan yg terus menerus, tanpa mengenal lelah utk mengarahkan, menuntut dan mendorong kita utk mencapai rencana agung Tuhan di ayat diatas. Ada waktu waktu dimana kita sengaja dituntun Tuhan berjalan masuk dan melewati 'padang gurun'. Bahkan sepanjang umur hidup manusia kita akan sering kali dibawa keluar masuk peristiwa spt padang gurun yg akan menggali dan mengungkapkan apa yg ada didlm dasar hati kita agar kita sendiri dpt belajar dan mengetahui isi hati kita sendiri. Coba lihat kembali ayat ini: "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..." Kadang justru peristiwa padang gurun-lah yg akan membuat kita sadar tentang betapa rapuhnya kharakter kita, betapa kita perlu utk dibentuk oleh tangan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-24 19:30:29

Senin, 24 Oktober 2016

Ulangan 8:2
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak..."

Hidup adalah serentetan perjalanan yg panjang utk mencapai tujuan Tuhan didlm kita. Namun seringkali kekerasan hati kita sendirilah yg telah berkali kali mencoba menggagalkan rencana besar Tuhan didlm diri kita,... kita lebih memilih utk mengerjakan kemauan dan rencana kita sendiri, kita sering lebih memilih apa yg menurut kita baik dan menyenangkan, sehingga kita berkali kali menemukan kegagalan dan tdk sedikit yg mengalami kehancuran. Tuhan ijinkan semua itu terjadi sebab kpd masing masing kita ada 'kehendak bebas' yg sudah Tuhan serahkan utk menjadi pilihan kita masing masing. Tuhan tdk pernah memaksa siapapun utk mengikuti kehendak-Nya, namun jika hati kita rela dan taat, barulah saat itu kehendak Tuhan akan menuntun langkah-langkah hidup kita menuju kpd rencana agung-Nya Tuhan. Bagaimana agar kita selalu dpt menjaga hati yg rela utk dipimpin berjalan sesuai dgn rencana dan tuntunan Tuhan? Pastikan hatimu dan hatiku selalu berpegang kpd perintah perintah Firman Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-23 19:12:49

Jumat, 21 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Hidup dan menikmati hidup yg bebas dari roh perbudakan akan menjaga hati kita tetap murni dihadapan Tuhan. Lebih jauh lagi akan membuat hidup kita bisa berdampak bagi orang banyak, sebab bukan hanya pekerjaan atau menikmati kesukaan apa yg baik dan berguna bagi diri kita sendiri yg memuliakan nama Tuhan, tapi apa yg tdk membuat kita diperhamba oleh apapun yg tetap menjadikan Tuhan sbg satu satunya Allah bagi kita, sebab apa yg memperhamba kita adalah tuhan bagi kita. Diperhamba artinya diperintah dan terikat oleh yg memperhamba tsb. Seorang yg diperhamba oleh nafsu sex akan terus menerus mengikuti keinginan dagingnya dan tdk bisa terlepas dari padanya. Sebaliknya seorang hamba Tuhan tdk akan bisa atau tdk akan bersedia utk melangkah berjalan diluar kebenaran Firman Tuhan, sebab dia terikat, tertawan oleh-Nya, sama spt Paulus yg bersaksi: "...Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ.." (Kisah Para Rasul 20:22).

dibuat pada : 2016-10-20 18:40:08

Kamis, 20 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Lebih jauh lagi Firman Tuhan diatas mengajak semua anak Tuhan utk bukan hanya hidup berlandaskan apa yg halal dan berguna, tapi lebih jauh lagi, Firman Tuhan diatas mengajak dan mengajar anak anak Tuhan utk bergerak, menikmati dan melakukan segala sesuatu tanpa diperhamba oleh suatu apapun. Dlm hal ini, bukan masalah boleh atau tdk boleh, bukan baik atau tdk baik dlm menikmati berkat yg Tuhan berikan kpd kita, tapi lebih kpd apakah kenikmatan tsb akan memperbudak saya atau tdk. Bekerja dan mencari nafkah itu baik dan memang seharusnya dilakukan oleh anak anak Tuhan, tapi ada orang orang tertentu yg begitu ter-obsesi oleh pekerjaan dan pengejaran keuntungan, dlm bahasa English ada istilah 'workoholic' utk menerangkan orang yg diperbudak oleh pekerjaan dan pengejaran akan keuntungan, sama spt alcoholic  utk orang yg kecanduan alchohol. Makan itu baik, tapi ada orang yg diperhamba oleh perutnya sendiri. Inilah yg Firman Tuhan ajarkan kpd kita hari ini, adakah kesukaan dan kebiasaan kita yg selama ini kita kerjakan yg sesungguhnya sedang memperbudak hidup kita?

dibuat pada : 2016-10-19 18:56:00

Rabu, 19 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Seperti keputusan kita, demikianlah juga nilai atau value yg ada didlm batiniah kita. Hal yg sama juga benar dlm menunjukan nilai satu pribadi bagi kita. Jika satu orang customer atau client yg penting yg membawa begitu banyak keuntungan kpd usaha kita, maka sulit utk dibayangkan bahwa kita tdk akan meluangkan waktu utk client atau customer tsb. Dgn siapa engkau banyak menghabiskan waktu, demikianlah susunan prioritas individu individu tsb didlm dirimu... Lalu bagaimana dgn posisi Tuhan didlm hidupmu? Apakah Dia valuable? Apakah Tuhan itu bernilai bagimu? Sederhana saja utk dipastikan, coba lihat agenda mu sehari hari? Adakah waktu waktu khusus yg engkau sediakan utk Dia? Adakah waktu waktu special, spt diawal hari sebelum memulai segala galanya, atau diakhir hari, setelah mengakhiri hari harimu,... adakah engkau memiliki waktu waktu tsb bagi TUHAN? Bagi banyak orang percaya, ternyata Tuhan tdk memiliki nilai penting di hatinya, sebab yg mereka kerjakan hanyalah sekedar agamawi, berdoa sebelum makan, berdoa sebelum tidur, ibadah setiap hari hari tertentu dan lain sebagainya... itu tdk salah, tapi itu agama, itu mungkin saja halal atau kosher, tapi belum tentu berguna.

dibuat pada : 2016-10-18 18:38:32