Daily Devotion

Selasa, 18 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Sering kali kita sendiri tdk sadar akan nilai nilai atau value yg kita miliki didlm diri kita, namun jika kita berani jujur dan terbuka, sesungguhnya setiap keputusan yg kita ambil, keputusan keputusan itu akan merefleksikan nilai nilai yg ada didlm kita. Setiap pribadi memiliki jumlah waktu yg sama, satu hari 24 jam, tapi cara kita menghabiskan waktu waktu tsb berbeda antara yg satu dgn yg lainnya. Ada yg meluangkan begitu banyak waktu utk memenuhi kesenangan dirinya sendiri (pleasure), ada yg meluangkan begitu banyak waktu utk bekerja dan lain sebagainya. Jika kita berani mengevaluasi hidup kita sendiri, jumlah waktu waktu yg kita alokasikan didlm kehidupan kita sehari hari akan menunjuk dan menyatakan nilai nilai hidup kita sendiri. Jika saudara adalah pribadi yg menaruh nilai yg tinggi akan keluargamu, pasti ada cukup waktu yg akan engkau alokasikan utk keluargamu,... jika engkau adalah pribadi yg mau bertumbuh dan berkembang, pasti ada waktu waktu utk belajar, membaca, berlatih yg engkau sediakan didlm waktu waktumu. Spt itulah hidupmu?

dibuat pada : 2016-10-17 20:56:40

Senin, 17 Oktober 2016

1 Korintus 6:12
"...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun..."

Agama akan berupaya mengatur perkara perkara yg kita lakukan diluar tubuh utk menentukan atau memberikan perasaan yg baik dan nyaman, 'feeling good'  tentang diri sendiri, spt: apa yg kita makan, kapan dan bagaimana berdoa, berapa sering, pakaian apa yg boleh dan tdk boleh digunakan, dll. Dgn melakukan semua hal tsb, kita akan merasa sudah baik karena sudah menggenapi tuntutan agama. Sebaliknya Firman Tuhan diatas menegaskan dan membawa kita utk masuk lebih dlm lagi kpd kesempurnaan rencana Tuhan. Coba perhatikan apa yg 1 Korintus 6 : 12 diatas katakan: "...Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna..." Agama akan menyatakan 'itu halal, jadi sah sah saja utk dimakan dan dinikmati...' Mungkin saja benar demikian, tapi apakah itu berguna? Dlm hal inilah kita akan belajar mengenali 'value atau nilai luhur' yg ada didlm diri kita sendiri. Bukan masalah boleh atau tdk boleh, halal atau tdk halal, tapi apakah itu berguna atau bermanfaat? Dan bagi siapa hal itu bermanfaat? Coba belajar bertanya kpd diri kita sendiri setiap kali saudara dan saya akan mengambil satu keputusan.

dibuat pada : 2016-10-16 20:01:49

Jumat, 14 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Saudaraku, pelajaran penting bagi semua kita, termaksud bagi saya, sbg manusia biasa, kita bisa saja kecewa, frustrasi, geregetan atau merasa tdk mendapatkan perlakuan yg adil dan benar... mungkin dari keluarga kita sendiri, atau dari atasan atau guru atau dari siapapun, tapi ingat baik baik, jgn sampai kita meluap marah akibat luapan frustrasi atau kekecewaan tsb, sebab itu adalah dosa! Amarah yg demikian ditujukan hanya utk membela diri sendiri, bukan membela kekudusan Tuhan atau utk menghormati Tuhan. Sebaliknya, amarah yg tdk mendatangkan dosa adalah amarah yg murni membela kekudusan TUHAN... namun kenyataannya, manusia termaksud saya sendiri, jauh lebih sering lepas amarah karena kepentingan saya terusik, karena merasa direndahkan dan kurang dihormati, amarah karena frustrasi dan kecewa.... yg spt itu, semua itu adalah amarah manusiawi, dan itu mendatangkan dosa! Peganglah Firman Tuhan ini baik baik: Yakobus 1:19-21 "...Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

dibuat pada : 2016-10-13 19:24:30

Kamis, 13 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada kesempatan lain, yg dicatat di Bilangan 20, Musa juga sekali lagi sempat lepas amarahnya, kali ini Musa marah bukan dgn merusak buatan tangan Tuhan,... Musa tdk memaksa bangsa umat Tuhan utk minum air bercampur gilingan emas, Musa hanya memukul batu... hanya itu saja, tapi justru kali ini, Alkitab dgn tegas menuliskan respond Tuhan terhadap kemarahan Musa, coba perhatikan: "...Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." (Bilangan 20:12). Kenapa kali ini utk tindakan yg sangat sederhana, tdk melukai siapapun, tapi justru utk hal sederhana ini, Tuhan menghardik dan menyatakan bahwa amarah Musa sbg dosa. Apa bedanya? Sebab kali ini, Musa bergerak diluar ketaatan... Tuhan tdk pernah memerintahkan Musa utk memukul batu tsb, Tuhan hanya berkata, bicara.. minta air kpd batu tsb... tapi karena kecewa yg begitu berat... beban menanggung kedegilan hati bangsa itu, maka Musa lepas control dan menjadi marah. Amarah Musa kali ini bukan hanya berjalan diluar ketaatan, tapi juga karena frustrasi akan keadaan yg dia hadapi. Memang manusiawi, tapi tdk menghormati Tuhan, itulah marah yg mendatangkan dosa.

dibuat pada : 2016-10-12 19:21:33

Rabu, 12 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Dlm kesempatan lain, Musa sedang berada diatas gunung Sinai bersama Tuhan utk menerima kedua loh batu yg bertuliskan sepuluh perintah Allah. Namun bangsa Israel dikaki gunung, dibawah pimpinan Harun telah berontak melawan Allah Israel dgn melacurkan diri mereka dlm penyembahan kpd anak lembu emas buatan tangan Harun. Alkitab mencatat hal ini: "... Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar." & ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel..." (Keluaran 32:18-20). Musa bukan hanya meluap amarahnya, dia bahkan melemparkan kedua loh batu yg Tuhan telah ukir dgn jari Tuhan sendiri, dilemparkannya dikaki gunung, lalu anak lembu tuangan tsb digiling dan dipaksa minum bangsa itu dari gilingan emas bercampur air, sehingga mati begitu bayak orang dari bangsa itu, tapi tdk sekalipun Musa ditegur atau dihardik oleh TUHAN karena amarah yg meluap luap sampai telah menghancurkan loh batu buatan tangan Tuhan sendiri, kenapa begitu? Sebab Musa tetap berjalan didlm ketaatan dan hormat akan Tuhan, bukan demi kepentingan dirinya sendiri.

dibuat pada : 2016-10-11 19:52:42

Selasa, 11 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Pada saat sebelum Tuhan menurunkan tulah yg ke sepuluh kpd bangsa Mesir, yaitu kematian anak sulung di bangsa itu, Musa utk terakhir kalinya berbicara kpd Firaun,.. coba perhatikan sikap Musa saat itu: "..Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir....Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala..." (Keluaran 11:4 & 8). Musa keluar dari hadapan Firaun dan meninggalkan Firaun dgn marah yg bernyala nyala, bukan hanya marah, tapi marah yg bernyala nyala. Tahukah saudara, sekalipun Musa keluar dgn amarah yg menyala-nyala, namun tdk sekalipun Tuhan menegur Musa atau menghardik Musa karena dia telah menjadi marah. Tdk sekalipun dikatakan bahwa Musa telah berdosa akibat amarah yg meluap luap tsb,... kenapa demikian? Sebab Musa tdk marah utk kepentingannya sendiri... Musa membela kekudusan Tuhan dan merasa kecewa akan kedegilan hati Firaun,... seakan akan Musa dpt melihat apa yg akan terjadi bagi Firaun dan bagi bangsa Mesir... berapa banyak anak anak sulung akan mati sia sia, hanya karena seorang Firaun yg degil hatinya, itulah latar belakang amarah Musa.

dibuat pada : 2016-10-10 21:14:28

Senin, 10 Oktober 2016

Mazmur 4:5
"... Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam..."

Mungkinkah seorang manusia menjadi marah namun tdk berbuat dosa?

Jika tdk mungkin, tapi kenapa perkataan ini ditulis didlm Firman Tuhan? Bahkan bukan hanya 1 kali ini saja, tapi juga di kitab Efesus, di dlm salah satu surat Paulus kpd jemaat di Efesus, kembali perkataan Firman Tuhan ini dipertegas: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu"  (Efesus 4:26),... jadi bagaimana jika hal itu tdk mungkin tapi sampai 2 kali Firman Tuhan menegaskan hal ini? Tapi jika itu mungkin, bagaimana bisa terjadi, sebab jika kita marah didlm hati saja, maka bukankah itu sudah merupakan dosa didlm hati? Bukankah Yesus sendiri mengatakan: "...Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu..." (Matius 5:23-24). Inilah rahasia yg perlu kita perhatikan, spt apakah marah yg tdk mendatangkan dosa, yg intinya adalah karena apa kita marah? Utk kepentingan siapa kita marah?

dibuat pada : 2016-10-09 20:27:20

Jumat, 7 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Sama spt Ayub yg akhirnya mampu bergembira sekalipun dlm tekanan, setelah Ayub mengenal kharakter Allah secara benar, yaitu Tuhan yg berdaulat penuh, dan Ayub juga tahu bahwa Dia adalah Allah yg baik, Bapa yg penuh kasih, maka dgn tenang dan penuh sukacita Ayub dpt menyerahkan hidupnya ke dlm tangan Tuhan ketika dia harus berjalan didlm badai. Perhatikan perkataan Ayub ini: Ayub 42:1-5 "...Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 

Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 

Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau..." Dari mulut Ayub sendiri dia berkata: 'tdk ada rencana-Mu yang gagal! ' itulah Allah yg berdaulat! Tapi Dia juga Bapa yg baik, kombinasi keduanya adalah cukup bagi Ayub utk bersyukur melewati ujian, itulah juga modal menghadapi ujian bagi kita.

dibuat pada : 2016-10-06 14:58:45

Kamis, 6 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Yg sangat sulit utk dihidupi dari kebenaran Firman Tuhan diatas adalah: bukan hanya kita diminta utk menghadapi semua kesulitan dan tekanan didlm hidup ini yg akan berfungsi sbg ujian bagi hidup kita, namun kita juga diminta utk menghadapinya dgn 'bergembira'. Coba bayangkan bagaimanakah mungkin seorang yg sedang mengalami tekanan dan kesulitan besar, terutama jika hal itu bukan diakibatkan oleh kesalahan atau dosanya sendiri, spt Ayub misalnya,... bagaimana mungkin kita dpt bergembira menghadapi semua hal tsb? Bahkan Ayub sendiri, seorang yg begitu saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatanpun, tdk mampu menghadapi semua ujian dan tekanan hidupnya dgn bergembira. Tdk kah mustahil bahwa seorang manusia dpt bergembira menghadapi tekanan hidup yg adalah ujian sekalipun? Masalahnya Ayub tdk mengerti bahwa itu ujian... sampai pada akhirnya, ketika Ayub mengerti kharakter Tuhan secara benar, bahwa Dia Allah yg bukan hanya berdaulat, tapi juga adil, kemudian Ayub mencabut perkataannya dan menyerahkan kendali hidupnya kpd Tuhan, dan pertolongan Tuhan menjadi nyata dihidupnya.

dibuat pada : 2016-10-05 18:33:32

Rabu, 5 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Saya teringat ketika anak saya masih sangat kecil, dia harus menghadapi ujian piano seorang diri. Dia harus masuk ruang ujian piano sendirian, namun saya mengantar dan dari luar tuangan, saya mencoba mengintip dan mengamat amati, mendoakan, mendorong agar anak tsb berhasil didlm ujian-nya. Itulah juga yg terjadi dgn kita ketika kita diharuskan menghadapi ujian, kita akan dibiarkan berjalan seakan akan sendirian, namun sesungguhnya kita tdk ditinggalkan, mata Bapa di Surga terus mengamat amati kita, mendorong dan mengharapkan keberhasilan kita,... Roh Kudus terus mengingatkan kita akan penyertaan-Nya senantiasa didlm setiap langkah hidup kita. Kita tdk ditinggalkan-Nya! Sebab TUHAN adalah Bapa yg baik, yg tdk akan berpaling meninggalkan anak anak-Nya sendirian. Namun tentu, utk bisa naik ke level yg berikutnya, kita harus menghadapi ujian itu sendiri, tdk seorangpun diijinkan mengerjakannya bagi kita, sebab tujuan dari semua itu adalah menambah nilai dihidup kita. Hadapi saja semua itu dgn hati yg tenang dan sabar, Tuhan menyertaimu.

dibuat pada : 2016-10-04 20:40:48

Selasa, 4 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. - NIV: In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."

Ujian yg harus dihadapi oleh setiap orang akan meningkatkan nilai seseorang. Seorang mahasiswa akan selamanya menjadi mahasiswa abadi apabila dia tdk berani melangkah utk masuk ke ruang ujian, dan mempertahankan desertasi-nya. Sebaliknya, jika dia sudah mempersiapkan diri, menguasai dirinya dgn tenang, utk sedikit waktu saja, dia akan berubah dari seorang mahasiswa menjadi seorang sarjana. Nilai pribadi tsb akan berbeda total, ada pengakuan dari negara akan qualifikasi yg sudah dia raih. Demikian halnya dgn anak anak Tuhan, jika kita bersedia utk melangkah dan berpindah dari satu posisi ke posisi yg berikut, ke level yg lebih maju lagi, maka nilai pribadi tsb akan berubah. Dgn demikian, ujian yg Tuhan ijinkan terjadi didlm hidup kita, itu hanya sesaat saja waktunya dan tujuannya adalah menambah nilai didlm hidup kita, jadi tetaplah bersabar dan hadapi dgn percaya penuh kpd kedaulatan Tuhan.

dibuat pada : 2016-10-03 19:44:15

Senin, 3 Oktober 2016

1 Petrus 1:6
"...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.‎ - NIV: ‎ In all this you greatly rejoice, though now for a little while you may have had to suffer grief in all kinds of trials..."
Sebenarnya terjemahan yg lebih tepat adalah : '...Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai ujian' dan bukan pencobaan, sebab tujuan dari pada ujian adalah utk meningkatkan nilai dan qualitas kita, sedangkan pencobaan adalah utk menyudutkan dan menjatuhkan kita. Ingat Yesus di cobai bukan diuji oleh iblis, sebab tujuan iblis melalui cobaan adalah utk menjatuhkan Yesus, sebaliknya, Yakobus 1:13 mengatakan: "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun..." Namun demikian, semua dukacita dan penderitaan akibat ujian sekalipun, tdk mudah utk dilewati, tdk nyaman utk siapapun. Ujian membuat anak anak stress dan tdk bisa bersenang senang spt anak anak lainnya, ujian membuat mahasiswa kehilangan waktu utk berkencan... tapi jgn takut, semua itu hanya sementara saja.

dibuat pada : 2016-10-02 20:45:43