Daily Devotion

Rabu, 17 Februari 2016

1 Korintus 13:1, 4  "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing....‎Kasih itu tidak cemburu..." Sebagai bagian dari anggota tubuh Kristus, satu satunya tali pengikat yg mempererat persatuan diantara kita adalah kasih, sebab tanpa kasih, persatuan yg ada, kalau toh itu ada, hanyalah semu dan sementara adanya. Tubuh Kristus mutlak harus diwarnai oleh kasih, jika tdk demikian, maka hancurlah tubuh Kristus. Alkitab membuat satu penekanan yg sangat tegas tentang kriteria 'tubuh Kristus', yaitu: ‎1 Korintus 12:26 "Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita." Spt itulah tubuh Kristus, jika satu anggota sedang susah, yg lain akan merasakan kesusahan tsb, jika satu bersuka, yg lain akan ikut bersukacita... spt demikiankah saudara dan saya? Jika tdk demikian, yg ada pasti adalah iri hati. Pada iri hati tdk akan ada 'rasa senasib' spt yg Paulus lukiskan kpd jemaat di Korintus, sebaliknya, kasih atau cinta akan dapat merasakan penderitaan dan kesukaan orang lain, sebab kita satu tubuh.

dibuat pada : 2016-02-24 05:04:33

Selasa, 16 Februari 2016

1 Korintus 13:1, 4  "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing....‎Kasih itu tidak cemburu..." Kenapa Alkitab berkata bahwa 'kasih itu tdk cemburu' utk melukiskan kasih yg harus di miliki oleh orang percaya, bukankah wajar utk cemburu? Bahkan Tuhan sendiri adalah Allah yg cemburu: (Keluaran 34:14 )  "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu..." Sesungguhnya kata yg lebih tepat utk dipakai dlm kalimat ini adalah 'kasih itu tdk iri hati' sebab itulah terjemahan yg lebih tepat utk melukiskan kasih yg dituliskan Paulus kpd jemaat di Korintus ini. Jika betul kita mengasihi Tuhan atau juga orang lain, pasti didlm kasih tdk ada keiri hatian. Sebaliknya kita justru akan sangat bersuka cita ketika hal hal baik, keberhasilan, kemujuran, berkat berkat dialami oleh orang yg kita kasihi. Seperti demikiankah kasih kita kpd sesama, ketika orang lain dipakai Tuhan lebih dasyat dari diri kita sendiri, dapatkah kita berkata secara jujur 'puji Tuhan!, saya bangga akan orang tsb yg dipakai Tuhan secara luar biasa...' Ketika usaha toko sebelah begitu ramai dan diberkati, dpt kah kita secara jujur mensyukuri kebaikan Tuhan tsb? Jika ada kasih, pasti kita bisa, sebab kasih itu tdk iri hati.

dibuat pada : 2016-02-24 04:58:06

Senin, 15 Februari 2016

Korintus 13:1, 4  "Sekalipun Aku Dapat Berkata-kata Dengan Semua Bahasa Manusia Dan Bahasa Malaikat, Tetapi Jika Aku Tidak Mempunyai Kasih, Aku Sama Dengan Gong Yang Berkumandang Dan Canang Yang Gemerincing....‎Kasih Itu Tidak Cemburu..." Kita Telah Sama Sama Belajar Bagaimana Arti 'cinta' Yg Sebenarnya, Bagaimana Umat Tuhan Dituntut Utk Mengasihi Tuhan Dgn Segenap Hati, Segenap Jiwa Dan Dgn Segenap Kekuatan Mereka, & Dgn Kasih Yg Sama, Kita Mengasihi Sesama. Sekalipun Bukan Sesuatu Yg Terlalu Rumit, Namun Cinta Atau Kasih Yg Benar Bukanlah Murahan, Jelas Tdk Semudah Mengatakannya. Paulus Kpd Jemaat Di Korintus Menegaskan Arti 'kasih Atau Cinta' Secara Benar. Dari Kebenaran Tsb, Sungguhkah Saya Dpt Dgn Jujur Berkata Bahwa Saya Mencintai Tuhan? Sungguhkah Saya Juga Mengasihi Yg Tuhan Kasihi? Beberapa Tahun Lalu Ada Seorang Jemaat Yg Bercerita Kpd Saya Tentang Satu Gereja Yg Begitu Diurapi Tuhan, Pelayanan Mereka Berdampak Luar Biasa, Semua Pribadi Sangat Diberkati Disitu...Sayapun Pasti Akan Sangat Diberkati Jika Saya Ada Di Tempat Itu, Tapi Bukannya Hati Saya Bersyukur Dan Mengagumi Karya Tuhan Disitu, Saya Justru Tdk Mengalami Apa Apa, Bahkan Timbul Iri Di Hati Saya Yg Berharap Bahwa Semua Itu Seharusnya Juga Terjadi Di Gereja Dimana Saya Beribadah... Dlm Kesempatan Lain, Saya Melihat Usaha Saudara Saya Di Berkati Luar Biasa, Saya Terkagum Kagum, Namun Terbesit Didlm Hati Dan Pikiran Saya, Kenapa Bukan Usaha Saya Yg Diberkati Sedemikian Rupa?... Atau Ketika Saya Mendengar Ke Pintaran Anak Teman Saya, Sambil Terkesima Saya Bergumam, Kenapa Bukan Anak Saya Yg Spt Itu? Pertanyaan Pertanyaan Kpd Diri Sendiri Secara Jujur Spt Ini, Dpt Kah Itu Dikatakan Saya Memiliki Kasih, Sedangkan Firman Tuhan Berkata Bahwa: "‎Kasih Itu Tidak Cemburu..."

dibuat pada : 2016-02-24 04:41:51

Kamis, 4 Februari 2016

Ayub 31:26-28 "jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya, sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya, maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari..." Ayub dgn tegas dan gamblang berkata bahwa cinta-ku kpd Tuhan Allahku telah kuingkari jika saja 'sense of wonder' atau kekaguman ku telah beranjak kpd yg lain. Dari kebenaran ini kita bisa belajar bahwa cinta itu bisa pudar bukan karena kurang romantis atau kurang saling memuji, sekalipun semua hal tu baik dan tdk ada salahnya, namun cinta itu dimulai dari dlm hati, itulah yg harus dijaga benar benar. Alkitab mengajarkan di kitab Amsal 4:23 "...Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Hidup dan matinya cinta kita bertitik tolak didlm hati, itulah yg harus kita jaga, dan itulah juga yg dikatakan oleh Ayub. Jika ada butir butir sense of wonder atau kekaguman terhadap yg lain, yg sesungguhnya dimulai dari bergesernya posisi hati kita, maka sesungguhnya cinta Ayub kpd Tuhannya telah dia ingkari...Masihkah kekaguman-mu terarah kdp Tuhan sendiri? Jika posisi kekaguman kita telah bergeser, dibuktikan dgn begitu terpikatnya kita terhadap yg lain, hati hatilah, keterpikatan itu akan menjadi penyembahanmu.

dibuat pada : 2016-02-05 05:32:08

Rabu, 3 Februari 2016

Ayub 31:26-28 "jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya, sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya, maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari..." Setiap manusia memiliki satu hasrat atau kerinduan utk 'menyembah' sesuatu atau satu pribadi, entah itu Tuhan yg benar, atau 'agama' yg kita sembah dgn pernak perniknya, atau satu sosok pribadi spt Hitler yg disembah oleh anggota NAZI pada waktu itu, atau hobby, kesenangan, bahkan kekayaan, intinya hati manusia selalu berhasrat utk 'menyembah satu pribadi atau lebih atau sesuatu'. Penyembahan kpd satu pribadi tdk dicapai tiba tiba, itu adalah perjalanan yg panjang melalui satu process, dan process menuju 'penyembahan' selalu dimulai dari kekaguman, sense of wonder. Coba ingat ingat kembali saat kita berpacaran dahulu, atau baru berkenalan, awalnya si dia begitu 'mengagumkan', selalu teringat ingat, semua gerak geriknya begitu mempesona, lama lama kita menemukan hati kita mulai 'terpikat' olehnya, kemudian keterpikatan tsb sampai kpd pernikahan kudus. Dlm sumpah pernikahan kudus menurut Tata krama bahasa English kuno, calon suami istri itu sebenarnya berkata: '...with my body, I thee worship, dgn tubuhku, aku menyembah engkau...' Dgn demikian, sang istri dpt 'menuntut' kematian tubuh suaminya jika tubuh suami tsb digunakan utk pencemaran pernikahan diantara mereka atau utk berselingkuh, itulah arti penyembahan yg mana processnya dimulai dari kekaguman. Siapakah atau apakah yg sedang engkau kagumi?

dibuat pada : 2016-02-05 05:26:51

Never Walk Alone

Salah satu klub sepakbola terkenal dari Inggris, Liverpool, memiliki slogan yang berbunyi: “You will never walk alone”. Tidak jelas alasan pemilihan slogan itu. Yang pasti, slogan ini punya makna yang luar biasa. Slogan ini seakan memberikan kekuatan, semangat, dan kepastian bahwa seberat apa pun beban yang dihadapi, sekuat apa pun badai yang dilalui, sesusah apa pun persoalan yang mesti diselesaikan, tidak ada seorang pun yang akan berjalan sendiri sebab ada orang lain yang akan menyertainya.

dibuat pada : 2016-02-03 04:02:29

Selasa, 2 Februari 2016

Ayub 31:26-28 "jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya, sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya, maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari..." Kekaguman kita kpd Tuhan bisa diartikan sbg 'sense of wonder atau rasa kagum', dan jika sense of wonder itu hilang atau bergeser kpd yg lain, itulah tanda tanda cinta mulai memudar. Ayub dgn tegas berkata: "jikalau aku pernah memandang matahari, ketika ia bersinar, dan bulan, yang beredar dengan indahnya, sehingga diam-diam hatiku terpikat, dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya, maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari..." Apakah salah utk mengagumi keindahan matahari? Apakah salah mengagumi sesuatu atau satu sosok pribadi lain? Memang tdk salah, tapi sering kali 'kekaguman' jika terus dipelihara, akan bergerak kearah 'keterpikatan', itulah sebabnya Ayub berkata '...secara diam-diam hatiku terpikat...' dan bahkan lebih dalam lagi, keterpikatan akan bertumbuh menjadi 'penyembahan', sebenarnya itulah terjemahan yg tepat utk kata kata '...dan menyampaikan kecupan tangan kepadanya...(and worshiped them on the sly - menyembahnya dgn diam diam) '.. The Message Bible menuliskan begini: ‎'...Was I ever so awed by the sun’s brilliance and moved by the moon’s beauty that I let myself become seduced by them and worshiped them on the sly...' Jadi kita tahu, kekaguman akan bertumbuh menjadi keterpikatan, yg akhirnya akan menjadi penyembahan. Jgn tunggu sampai hatimu menyembah yg bukan Tuhan, waspadai kekaguman kpd yg bukan Tuhan

dibuat pada : 2016-02-02 12:09:27