Daily Devotion

Selasa, 12 April 2016

Mazmur 19:2
"... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Henry Nouwen, seorang Professor di Harvard University, seorang yg awalnya menyebut dirinya 'atheist atau tdk percaya kpd Tuhan', pada satu kesempatan mengunjungi museum lukisan dan perhatiannya terpaku ketika dia melihat lukisan karya Rembrandt yg berjudul 'the return of the prodigal son - kembalinya anak yg terhilang'. Lukisan ini berbicara begitu kuat di hati prof Henry Nouwen, dia terpaku selama 3 jam dan hatinya melihat cinta Tuhan di Alam nyata. Setelah pulang, dia menyerahkan hidupnya bagi Kristus dan mengundurkan diri sbg professor di Harvard lalu menyerahkan hidupnya utk melayani Tuhan. Ribuan orang lewat dan melihat lukisan Rembrandt tsb setiap tahunnya, namun kenapa hanya Henry Nouwen yg mengalami jamahan Tuhan hanya karena melihat lukisan tsb? Bukankah sama spt yg banyak kita ketahui, Ribuan bahkan jutaan orang keluar masuk gereja namun mengapa hanya sebagian yg sungguh sungguh menyerahkan hidupnya bagi TUHAN? Masalahnya ada di hati kita sendiri, jika hatimu mau dilembutkan, maka engkau akan melihat sidik sidik jari Tuhan disetiap perkara didlm hidupmu dan engkaupun dpt bersyukur.

dibuat pada : 2016-04-11 19:40:35

Senin, 11 April 2016

Mazmur 19:2 "... Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;"
Ada satu lukisan yg sebenarnya sederhana, lukisan seorang anak gadis kecil yg memegang tangan Yesus yg berlubang,.. kemudian ada tulisan di bagian bawah lukisan tsb: '...what happened to your hands?...- apa yg terjadi dgn tanganmu...'
Dapatkah saudara merenungkan perkataan tsb dgn hati yg penuh pemahaman? Pelukis tsb mengundang masing masing kita utk memberikan sendiri jawaban terhadap pertanyaan gadis kecil tadi. Kira kira apa jawaban mu kpd pertanyaan tsb? Dapatkah saudara melihat sesuatu kemudian dlm hal yg sama, engkau melihat kemuliaan Allahmu? Bukankah lukisan berbicara sangat banyak dan dalam tentang sang pelukisnya? Bukankah karya cipta berbicara begitu jauh tentang sang penciptanya? Bagaimana dgn karya ciptaan Tuhan yg ada disekitar kita, bisakah engkau melihat sidik jari Tuhan yg melekat di semua ciptaan tsb? Jika hatimu dan hatiku spt Daud, maka kita akan mampu melihat kemuliaan Tuhan setiap kali kita bangun pagi melihat pohon pohon, cakrawala, melihat burung diudara atau melihat istri disampingmu sendiri.

dibuat pada : 2016-04-10 19:38:10

Jumat, 8 April 2016

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Jika setiap rumah tangga memiliki pandangan yg benar tentang satu sama lain, sama spt Kristus yg memandang benar tentang kesalahan orang orang Yahudi yg menyalibkan mereka, maka kita akan lebih mudah utk melepaskan pengampunan. Terlalu banyak kesaksian orang orang yg begitu jahat namun masih dpt diubahkan oleh kuasa doa yg benar. Kisah Rasul 7 menceritakan bagaimana Stefanus mati dirajam oleh pemimpin agama Yahudi, dan sebelum menghembuskan nafas terakhir, Stefanus masih sempat berdoa memohon pengampunan bagi mereka yg telah membunuhnya. Paulus yg dahulu disebut Saulus ada disitu, dia bahkan menjadi penggerak dari penganiayaan yg dialami oleh Stefanus. Begitu Stefanus mati di Kisah Rasul 7, ayat berikutnya menyatakan bagaimana Saulus mulai lebih gencar mengejar dan menganiaya para murid murid Tuhan yg lain... Namun Kisah Rasul 8 bukan akhir dari catatan hidup para Rasul, doa yg diucapkan Stefanus menjadi spt anak panah yg masih bergerak menembus semua selubung yg ada sekalipun Stefanus sudah lama mati, sampai satu ketika, anak panah tsb mampu merobek selaput yg membutakan mata Saulus, kemudian dia menjadi Rasul yg meneruskan perjuangan Stefanus, bahkan lebih dasyat lagi. Para ayah, jgn berhenti berdoa & mengampuni anak anakmu, istri istri, tetap berdoa dan ampuni suamimu, maka rumah tanggamu akan menjadi manis spt cinta mula mula.

dibuat pada : 2016-04-07 22:11:13

Kamis, 7 April 2016

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Bayangkan sekarang tentang suamimu, istrimu, anak anakmu atau sahabatmu yg telah berbuat jahat kpdmu,.... sekarang kita tahu bahwa masalah mereka bukanlah sekedar dosa atau kesalahan mereka, namun selubung yg telah membutakan pikiran dan hati nurani mereka, sehingga mereka tdk ada takut akan Allah... suamimu bukan masalahmu, anak anakmu bukan musuhmu, tapi dosa yg menyelubungi pikiran dan hati nurani merekalah yg seharusnya kita perangi... Adakah hal itu menjadi beban doa mu tiap tiap hari? Jgn musuhi anak anakmu atau suamimu, mereka bukan musuhmu, tapi iblislah musuhmu, iblislah yg telah membutakan mata pikiran dan hati nurani mereka, perangi itu didlm doa doa mu setiap hari. Selanjutnya, diwaktu waktu yg ada, gunakan kesempatan utk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kpd orang orang yg engkau kasihi, sebab ada daya cipta yg luar biasa dari kebenaran Firman Tuhan yg kita ucapkan, termaksud mengucapkan pengampunan, bukankah Alkitab berkata di Yohanes 20:23: "...Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

dibuat pada : 2016-04-06 19:19:05

Rabu, 6 April 2014

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Lalu bagaimana kita dpt memiliki hati dan pengampunan yg spt Kristus yg melepaskan pengampunan yg begitu mulia dari atas kayu salib? Jawabannya adalah, kitapun harus tergantung di kayu salib itu! A.W. Tozer melukiskan 3 ciri ciri orang yg tergantung di kayu salib:
1. Pandangan mereka hanya tertuju ke satu arah...
2. Mereka tdk mungkin dpt berputar balik atau berbalik arah...
3. Mereka tdk lagi punya rencana pribadi, hidupnya hanya mengikuti garis yg sudah ditetapkan bagi mereka...
Itulah cara kita utk bisa mengampuni spt Kristus mengampuni dari atas kayu salib. Orang yg pandangannya tertuju hanya ke satu arah, yaitu ke depan, kpd satu tujuan, yaitu menjadi serupa spt Kristus, maka kita akan mudah mengampuni orang lain. Kedua, orang yg tdk dpt berputar balik artinya berdirinya sudah teguh, tdk ada keragu raguan, tdk mungkin mengingkari Cinta Tuhan nya, maka dia tdk akan mudah digoyahkan oleh sakit hati dan kekecewaan, sehingga dgn demikian dia akan mudah melepaskan pengampunan. Ketiga, ketika tdk ada lagi agenda pribadi, tdk ada maksud terselubung, kita akan mudah melepaskan pengampunan. Adakah engkau sedang terus tergantung di kayu salib agar bisa mengampuni spt Kristus mengampuni?

dibuat pada : 2016-04-05 18:25:03

Selasa, 5 April 2016

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Jika standard saya utk mengampuni orang lain adalah sama spt Kristus mengampuni kita orang berdosa yg berdosa dgn alasan: '...sebab mereka tdk tahu apa yg telah mereka perbuat', bagaimana hal itu mungkin? Bukankah itu nyaris merupakan 'pemikiran yg gila'? Coba kita belajar dari kedalaman hati Kristus dan pengampunan yg keluar dari tahta Allah di kayu salib. Perhatikan kebenaran ini, cara pandang Tuhan terhadap orang yg berdosa adalah, mereka berdosa karena: ‎"...orang-orang yang tidak percaya itu, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah..." (2 Kor 4:4), itulah sebabnya Yesus berkata: '...sebab mereka tdk tahu apa yg telah mereka perbuat...' Dgn demikian, jika setiap kita memiliki pikiran dan pandangan yg sama spt Kristus, melihat kesalahan dan orang berdosa dgn hati yg lembut, yg penuh belas kasihan, sebab mereka buta dan berbuat dosa akibat dibutakan oleh selubung ilah ilah zaman ini, dan itulah sebabnya mereka tdk dpt melihat cahaya kemuliaan Kristus atau kebenaran Firman Tuhan. Bayangkan apa yg akan terjadi jika semua kita dpt memiliki dan memahami kedalaman Cinta Tuhan sama spt Cinta yg mengalir dari atas kayu Salib,... mengampuni orang lain sama spt pengampunan yg keluar dari atas kayu salib, bukankah hidup semua anak anak Tuhan menjadi sangat luar biasa?

dibuat pada : 2016-04-04 20:59:30

Senin, 4 April 2016

Lukas 23:34 ...Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Coba perhatikan dan renungkan kembali perkataan Yesus diatas kayu salib kpd Bapa-Nya sebelum Dia menghembuskan nafas yg terakhir, dan jika perkataan atau pengampunan yg sama dituntut dari kita manusia, bagaimana hal itu mungkin? Coba lihat sekali lagi perkataan Yesus: '... ampuni mereka, sebab mereka tdk tahu apa yg mereka perbuat...' Betulkah mereka tdk tahu apa yg mereka perbuat? Tdk kah mata mereka melihat bahwa Yesus tdk pernah berbuat salah apa apa... tdk kah telingga mereka mendengar semua perkataan Kristus bahkan ketika Dia menggeliat geliat dikayu salib sekalipun? Lalu bagaimana mungkin Yesus bisa berkata: '...sebab mereka tdk tahu apa yg mereka perbuat?' Bukankah mereka tahu persis apa yg telah mereka perbuat? Jika hal yg sama terjadi bagi kita, tanpa kesalahan kita sendiri, kita di hianati, di peralat, dirugikan dan perlakukan dgn tdk adil, bagaimana mungkin kita sbg manusia biasa bisa berdoa: 'ampuni dia, sebab dia tdk tahu apa yg dia telah perbuat?' Belajarlah dari Kristus, biarkan hati-Nya menjadi bagian dari hatimu.

dibuat pada : 2016-04-03 19:08:39

Jumat, 1 April 2016

Lukas 9:53 "Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem." Sering kita mendengar kata kata: 'kuburkan kebencian, matikan kebencian, dan lupakan semua itu...' Masalahnya hal itu tdk bisa dilakukan, kita tdk bisa dgn semudah itu menguburkan kebencian dan melupakannya, sebab tanpa diingat ingatpun, kita akan tetap teringat. Lalu bagaimana kita seharusnya bertindak? Perhatikan : 1 Petrus 3:9-10 "...janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu..." Dgn kata lain, inilah yg disebut dgn kelemah lembutan, atau 'power under control - kekuasaan yg dpt dikendalikan'. Itulah cara kita mematikan kebencian, setiap kali kita diingatkan baik sengaja atau tdk sengaja kpd kesalahan saudara kita yg telah menipu, memperalat dan menghancurkan hidup kita, sesegera mungkin kita harus mendoakan dan mengharapkan yg baik baginya, ambil kesempatan utk menyapanya dan memberkati dia, berbuat baik kpdnya. Dgn kata lain, menentang kata hati kita sendiri. Hati kita maunya mengutuki dan mencaci maki dia, dan kita mungkin saja memiliki kemampuan atau kebiasaan itu, tapi kita justru mendoakan dan memberkati dia, semakin lama bukan kata hati kita yg kita turuti, namun kebenaran Firman Tuhan lah yg kita ikuti.

dibuat pada : 2016-03-31 19:28:08

Kamis, 31 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi Orang-orang Samaria Itu Tidak Mau Menerima Dia, Karena Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem." Hal Kedua Yg Kita Bisa Dptkan Dari Penolakan Orang Orang Samaria Terhadap Perjalanan Yesus Ke Yerusalem Adalah, Perhatikan Ayat Ini: Yohanes 4:9 "Maka Kata Perempuan Samaria Itu Kepada-Nya: "Masakan Engkau, Seorang Yahudi, Minta Minum Kepadaku, Seorang Samaria?" (Sebab Orang Yahudi Tidak Bergaul Dengan Orang Samaria.) Orang Orang Samaria Yg Adalah Hasil Kawin Campur Antara Orang Yahudi Dan Bangsa Lain, Dan Mereka Itu Tdk Pernah Mau Bercampur Dgn Orang Orang Yahudi Yg Tinggal Di Yerusalem. Kebencian Diantara Mereka (antara Orang Samaria Dan Orang Yahudi) Terus Menerus Dipertahankan Sedemikian Rupa, Sampai Sampai Kebencian Tsb Telah Membuat Beberapa Orang Samaria Harus 'menolak Kristus'! Perhatikan Kebenaran Ini, Jgn Pernah Membiarkan Hatimu Dan Hatiku Dikuasai Oleh Kebencian. Kebencian Itu Spt Sampah Yg Membusuk, Semakin Lama Disimpan Akan Semakin Membusuk Dan Membuat Yg Lainnya Juga Membusuk. Satu Apple Busuk Yg Dicampur Didlm Satu Keranjang Yg Sama Dgn Apple Apple Baik Yg Lain, Dan Dibiarkan Spt Itu, Akan Membuat Semua Apple Disitu Segera Juga Membusuk. Kebusukan Itu Menular Dan Menjalar Spt Cancer, Jgn Pelihara Kebusukan Yg Diakibatkan Dari Kebencian. Hatimu Dan Hatiku Bukanlah Wadah Yg Dirancang Utk Menampung Kebencian, Lepaskan Dan Buang Jauh Jauh Kebencian... Supaya Engkau Tdk Harus Menolak Kristus.

dibuat pada : 2016-03-30 19:03:23

Rabu, 30 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem."‎ Mudah bagi kita utk berkata saya cinta Tuhan pada saat semua terasa baik, pada saat mata kita melihat tanda tanda heran dan ajaib yg Tuhan buat didlm hidup kita,... namun tdk akan selamanya demikian, pendewasaan kekristenan akan terbukti dimana saat kita mengalami ketidak enakan, kekurangan, dan kesakitan, namun ketika kita masih tetap bisa berkata: 'saya tetap ikut Tuhan...' Hal sederhana didlm pertumbuhan kekristenan kita adalah, akan ada kharakter Illahi yg harus semakin bertumbuh dan kedagingan yg harus semakin diperangi dan dimatikan, namun kenyataannya, ada terlalu banyak orang percaya yg tdk pernah memiliki tekad dan kesadaran utk memupuk pertumbuhan kharakter Illahi tsb dan mematikan kedagingan. Bagi saudara dan saya, perjalanan kekristenan kitapun akan pada satu ketika harus berjalan ke arah Yerusalem, kearah kematian daging, tdk akan ada jalan lain, kedagingan mu dan kedaginganku harus diperangi dan dimatikan, semakin disangkali, dan sesungguhnya hal itu tdk nyaman bagi kita, sebab itu merugikan kita. Coba renungkan tentang kelemahan kelemahan daging kita,.. ada beberapa dari kita yg sangat rakus akan uang, begitu rakusnya sampai kita rela menipu dan memperalat atau memanfaatkan orang lain demi uang, sangkali kerakusan tsb, bertindak sebaliknya dgn berani membantu dan memberi buat orang lain, menolong orang lain, itulah perjalanan mu menuju Yerusalem.

dibuat pada : 2016-03-29 19:39:25

Selasa, 29 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem." Perjalanan hidup orang percaya kadang harus berjalan menuju kpd 'kesengsaraan', dan naluri setiap orang akan cenderung utk menghindari atau menjauhi 'kesengsaraan'. Bukankah itu yg terjadi bagi orang orang percaya di Samaria, mereka tahu siapa Yesus, mereka telah melihat perbuatan tangan-Nya, mereka melihat mujizat dan tanda tanda ajaib yg Yesus perbuat, namun ketika sampai kpd satu kebenaran bahwa Yesus yg mereka terima sbg Tuhan, akan berjalan menuju ke Yerusalem, hanya sekedar utk diadili dan di hukum mati di kayu salib (Matius 20:17-18), bukankah hanya utk tujuan itulah Yesus pergi ke Yerusalem? Maka orang orang Samaria memilih utk 'tdk mau menerima Dia...' Kebenaran yg sama akan menjadi titik penentu didlm perjalanan hidup kekristenan saudara dan saya, mungkin selama ini engkau mengalami 'air yg tenang dan padang rumput yg hijau', tapi tdk akan selamanya demikian, akan dtg waktunya dimana Yesus yg kita ikuti dan sembah, akan berjalan menuju Yerusalem, hanya sekedar utk menderita... Dgn demikian, perjalanan kekristenan saudara dan sayapun akan dibawa masuk menuju Yerusalem, menuju kpd kayu Salib... pada saat itulah, kemurnian kasihmu kpd Allahmu akan terlihat nyata, akankah engkau tetap setia mengiring Tuhan mu menuju Yerusalem ataukah engkau akan menolak Dia spt orang orang Samaria?

dibuat pada : 2016-03-28 21:10:53

Senin, 28 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi Orang-orang Samaria Itu Tidak Mau Menerima Dia, Karena Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem."‎Coba Renungkan Sekali Lagi Ayat Diatas, Seakan Sangat Sederhana, Hanya Karena Yesus Memutuskan Utk Meneruskan Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem, Orang Orang Samaria Memilih Utk Tdk Lagi Mau Menerima Kristus.‎ Apa Yg Akan Terjadi Bagi Yesus Di Yerusalem? Kenapa Hanya Karena Dia Memilih Utk Meneruskan Perjalanan-Nya Ke Yerusalem, Orang Orang Samaria Itu Menolak Dia? Perhatikan Apa Yg Yesus Sendiri Katakan Kpd Murid Murid-Nya: ‎Matius 20:17-18 "Ketika Yesus Akan Pergi Ke Yerusalem, Ia Memanggil Kedua Belas Murid-Nya Tersendiri Dan Berkata Kepada Mereka Di Tengah Jalan:
"Sekarang Kita Pergi Ke Yerusalem Dan Anak Manusia Akan Diserahkan Kepada Imam-imam Kepala Dan Ahli-ahli Taurat, Dan Mereka Akan Menjatuhi Dia Hukuman Mati..." Perjalanan Yesus Menuju Yerusalem Ternyata Hanyalah Sekedar Utk Menggenapi Kehendak Bapa Utk Mati Di Kayu Salib,... Utk Menderita... Kebenaran Itu Tdk Populer Bagi Banyak Orang, Sekalipun Mereka Telah Melihat Begitu Banyak Tanda Tanda Mujizat Yg Yesus Perbuat, Mendengar Begitu Banyak Firman Tuhan, Namun Ketika Diperhadapkan Kpd Kebenaran Bahwa Kristus Yg Mereka Ikuti Akan Berjalan Menuju Kpd 'penderitaan', Mereka Memilih Utk Tdk Lagi Mau Menerima Dia.

dibuat pada : 2016-03-27 18:41:59