Daily Devotion

Senin 29 Januari 2018

Shalom....
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya..."

Seorang jurnalis pada perang dunia ke dua yang bernama Arthur Hays Sulzsberger dari New York Times yang meliput jalannya perang dunia ke dua di Eropa selalu mengalami kecemasan dan tekanan batin yang sangat mendalam sehingga dia menemukan dirinya sulit sekali untuk bisa tertidur apalagi terlelap, sebab selalu saja dibayang bayangi oleh ketakutan dan kecemasan yg sangat mendalam. Sampai kemudian dia mendengar satu lagu hymne kuno yang berkata:

Lead kindly light... tuntun aku ya terang...

Keep Thou my feet... jaga-lah langkah ku...

I do not ask to see the distance scene... aku tidak minta untuk melihat jarak jauh.

One step enough for me... hanya satu langkah bagiku saja sudah cukup...

Saudaraku, Tuhan juga tidak akan menunjukan jarak yang terlalu jauh bagimu, Dia tidak menjanjikan Lampu sorot untuk menerangi kakimu, tapi Dia menjanjikan pelita bagi kakimu... Berharap dan berdoa untuk anugrah untuk hari ini, kasih karunia pada waktu yang dibutuhkan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-28 23:27:39

Jumat 26 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Ingat kisah Yusuf yang diperdayakan dan dibuang oleh saudara-saudaranya sendiri untuk dijadikan budak ditanah Mesir, secara manusia, hubungan keluarga, hubungan saudara bersaudara yang ada diantara anak anak Yakub dengan Yusuf akan hancur selamanya... Bagaimana tidak, Yusuf telah diperdayakan... Yusuf telah dihianati oleh saudara-saudaranya sendiri... masa depan Yusuf dihancurkan oleh saudara-saudaranya... Tahukah saudara apa dan bagaimana permulaan dari pemulihan hubungan diantara saudara bersaudara itu terjadi? Ketika saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli gandum karena masa kelaparan yang sangat hebat, mereka berkata demikian di Kejadian 42:11 "Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai." Kemudian Yusuf menguji kejujuran mereka dengan meminta mereka membawa satu saudara termuda mereka yaitu Benjamin. Apakah benar demikian? Apakah kali ini mereka rela dan berani melindungi bahkan mati demi saudaranya? Kejujuran mereka diuji... ketika ditemukan benar demikian, hubungan mereka dipulihkan sampai saat ini. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-25 23:18:00

Kamis 25 Januari 2018

Shalom....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Bukan hanya ketulusan yang menjadi landasan untuk hidup dalam damai dengan orang lain, kejujuran juga mutlak dibutuhkan jika kita hendak hidup dalam damai dengan orang lain. Tidak akan mungkin hubungan diatara manusia dengan manusia lainnya akan diwarnai dengan kedamaian apabila diantara mereka tidak terjadi kejujuran yang sesungguhnya. Percekcokan diantara suami istri sering terjadi akibat tidak adanya kejujuran diantara mereka... Hubungan kerjasama diantara 2 atau lebih anak-anak Tuhan sekalipun tidak mungkin terjalin dengan damai sejahtera apabila kerjasama tersebut tidak dilandasi oleh kejujuran yang benar. Melalui kejujuran yang tulus dan benar inilah hubungan diantara manusia bisa terjalin dengan damai sejahtera. Bangunlah hubungan dengan dasar ketulusan hati dan kejujuran, maka engkau akan menemukan damai sejahtera yang abadi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-24 23:32:34

Rabu 24 Januari 2018

Shalom....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Kejadian 20 menceritakan tentang Abimelekh yang hampir-hampir hendak mengambil Sarah istri Abraham sebagai istrinya, sebab Abraham telah memberikan informasi yang salah dan menyesatkan... Malam itu, ketulusan hati nurani Abimelekh telah memampukan suara TUHAN bekerja di dalam hatinya lewat mimpi, Tuhan hendak membunuh Abimelekh jika saja dia akan tetap melakukan apa yang menjadi niat hatinya, dan Abimelekh bertanya kepada Tuhan kenapa Tuhan hendak membunuh dirinya yang dengan tulus mengerjakan semua itu. Dalam hal itu, Tuhan menjawab di Kejadian 20:6 "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia..." Ketulusan bukan hanya telah menyelamatkan nyawa Abimelekh, tapi juga telah mencegah perceraian dan perkelahian atau permusuhan antara dirinya dengan Abraham. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-23 22:54:36

Selasa 23 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Seperti apa sebenarnya orang yang suka damai itu? Hal-hal apa yang mengidentifikasikan seseorang yang disebut sebagai orang yang suka damai? Apakah berarti total pasrah dan bersikap seperti orang yang bodoh yang bisa terus menerus dipermainkan? Coba perhatikan kembali ayat di atas, "...Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..." Orang yang suka damai pertama-tama adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan inilah yang menjadi pusat kendali langkah-langkah hidup orang benar. Tanpa hati yang tulus, tidak perduli siapa yang benar atau salah, pasti akan terjadi keretakan dan perselisihan. Yusuf suami Maria, sesuai Firman Tuhan disebut sebagai seorang yang tulus hati, ketika dia mengetahui bahwa tunangannya Maria sudah hamil bukan karena berhubungan dengannya, maka secara diam-diam Yusuf bermaksud untuk menceraikannya, tapi ketulusan hatinya telah memampukan Tuhan untuk berbicara di dalam hati nuraninya lewat mimpi untuk tidak melakukan hal tersebut, sehingga Raja Damai itu bisa lahir... Kedamaian selalu lahir lewat hati yang tulus. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-22 21:59:54

Senin 22 Januari 2018

Shalom.....
Mazmur 37:37 "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan..."

Kita berfikir dan mengerti bahwa pendidikan yang baik adalah jaminan untuk memiliki masa depan yang ceriah... atau kekayaan orang tua, usaha atau perusahaan milik orang tua adalah jaminan untuk masa depan yang baik.Benarkah demikian? Ternyata hal tersebut tidak 100% benar, sebab sesungguhnya masa depan ada pada yang suka damai, bukan orang-orang yang pendidikannya sangat baik atau yang hartanya melimpah ruah. Orang-orang yang suka damai akan selalu membawa kesejukan dan rasa tentram bukan hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi orang lain disekitarnya. Pendidikan para tua-tua Yahudi dan para ahli-ahli Taurat saat itu jauh lebih tinggi dari pada Yesus... kekayaan dan pengaruh political mereka juga jauh lebih luas dari pada Yesus sendiri,... tapi berapa banyak dari pengaruh mereka yang tersebar luas sampai saat ini dibandingkan dgn pengaruh Injil Kristus? Sebab Yesus cinta damai, Dia disebut sebagai raja Damai. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-21 23:06:00

Jumat 19 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap, "Sekarang kita memahami mengapa Tuhan memakai orang seperti Koresh, sekalipun bukan keturunan orang Yahudi yang berasal dari Yakub atau Israel, tapi ketulusan hatinya yang siap mengerjakan banyak perkara bukan karena bayaran atau keuntungan, juga tidak dipengaruhi oleh suap. Dengan menjaga sikap hati yang tulus dihadapan Tuhan inilah yang memampukan Koresh memahami rencana agung Tuhan bahkan menggenapi-Nya. Tuhan pasti tidak akan salah memilih pribadi yang bisa dipakai untuk pekerjaan dan kemuliaan-Nya. Hari ini, ketika kita bercermin kepada hati kita sendiri, adakah Dia temukan hatimu dan hatiku seperti Koresh, yang rela bergerak bukan karena keuntungan atau tidak terpengaruh karena suap? Tuhan mencari hati-hati yang demikian. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-18 21:41:11

Kamis 18 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, seperti Aku membuka pintu-pintu di depannya dan suoaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap," 

Perkataan dan pola pikir yg berkata 'tidak ada yang gratis' ini sebenarnya berakar dari hilangnya satu gaya hidup yang tidak mengenal kata 'memperhambakan diri sendiri atau hilangnya mental atau kharakter serventhood'. Semua kerjaan yang kita lakukan selalu diukur dan didasari oleh berapa keuntungan bagi saya? Apa yang akan saya terima dan dapatkan? Jika tidak dijaga benar, maka hal ini akan berdampak dan masuk juga ke dalam pemerintahan dan gereja Tuhan. Kita mensyukuri atas anugrah Tuhan bagi para pemimpin yang bersih dan tulus yang Tuhan tetapkan di atas kita di dalam pemerintahan bangsa ini. Terus berdoa bagi mereka sebab jika Tuhan tetapkan para pemimpin yang bersih dan jujur, maka bangsa ini akan bertumbuh dan menjadi berkat dimana mana. Demikian juga gereja dan pelayan pelayan Tuhan, jika tidak ada kharakter yang rela untuk memperhambakan diri sendiri, maka gereja dan pelayanan hamba-hamba Tuhan akan menjadi sandungan bagi orang lain. Have a blessed day, GBU  

dibuat pada : 2018-01-17 22:58:21

Rabu 17 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang ysng Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap," 

Kenapa satu sifat kharakter Koresh yang tidak mau menerima suap dan rela bekerja tanpa bayaran harus sengaja dituliskan oleh Firman Tuhan yang diucapkan Yesaya untuk melukiskan siapa Koresh yang dipakai Tuhan sedemikian rupa? Sifat ini sangat sangat langka hari-hari ini... Manusia pada umumnya mengerjakan segala sesuatu dengan pola pikir 'apa untungnya buat saya'... Pola pikir ini bahkan masuk ke dalam gereja Tuhan. Milton Friedman‎ peraih Nobel prize dibidang ilmu Ekonomi merangkumkan bahwa jika dia harus melukiskan arti 'ekonomi' dengan satu kalimat, maka kalimat itu adalah 'there is no free lunch atau tidak ada makan siang yang gratis', itulah arti kata ekonomi. Hal itu juga masuk dan mempengaruhi pola pikir masyarakat pada umumnya, termasuk di dalam pelayanan dan di dalam gereja, tidak ada yang gratis... melayani harus melihat imbalan apa yang akan saya terima, inilah yang telah merusak kharakter bangsa ini. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-16 23:12:50

Selasa 16 Januari 2018

Shalom.....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kpd orang yg Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tdk tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap,"

Inilah yang harus menjadi pergumulan kita sebagai anak anak bangsa ini. Berdoalah untuk para pemimpin bangsa ini, untuk para pemimpin rohani, para tokoh tokoh masyarakat yang terpandang di bangsa ini, jika saja Tuhan bangkitkan orang-orang sederhana namun yang jujur dalam hal keuangan, maka bangsa ini akan kokoh, gereja akan kuat, masyarakat dan penduduknya akan hidup dengan penuh damai sejahtera dan kemakmuran, sebab para pemimpin yang dipercayakan Tuhan adalah orang-orang jujur yg tidak mau menerima bayaran dan suap! Orang-orang yang bisa berlaku dan hidup bersih serta jujur dalam hal keuangan lah yang akan dapat dipercaya mengelola uang Tuhan untuk kepentingan dan kemuliaan nama TUHAN. Koresh raja Persia, sekalipun dia bukan anak Abraham, namun hatinya jauh lebih melekat kepada Tuhan dari pada orang-orang Yahudi sekalipun, sehingga Tuhan bangkitkan Koresh untuk rencana Agung-Nya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-16 02:25:05

Senin 15 Januari 2018

Shalom....
Yesaya 45:1, 13 "Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya & melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup,... Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku & yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran & tanpa suap,"

Koresh adalah seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, yang tangan kanannya dipegang Tuhan, dan dengan demikian Tuhan menundukkan bangsa-bangsa didepannya, semua pintu pintu dibukakan Tuhan dihadapan-nya. Koresh bahkan dipakai Tuhan untuk maksud penyelamatan, dan dipakai untuk membangun kota Tuhan. Semua itu dikerjakan Tuhan bagi Koresh. Anehnya, Koresh bukanlah salah satu orang Ibrani atau orang yang berasal dari bangsa Israel. Koresh adalah raja Persia, raja dari bangsa yang sebenarnya bukan berasal dari keturunan Abraham yang dipilih Tuhan, tapi Koresh hidup benar dan sangat diangkat tinggi oleh TUHAN. Tuhan mempercayakan Koresh dengan kekayaan dan kehormatan begitu luar biasa, melakukan rencana Tuhan untuk menguasai keuangan dunia pada waktu itu. Apa rahasia kekayaan Koresh? Ayat 13 diatas menegaskan, Koresh melakukan semua itu tanpa bayaran dan tanpa menerima suap. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-14 23:28:58

Jumat 12 Januari 2018

Shalom...
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Hidup berjalan bersama dengann Tuhan bukan berarti kita harus berdoa seharian, ada berada di dalam gereja sepanjang hari, tapi tetap mengerjakan hidup kita sehari hari, tetap bekerja bagi yang bekerja, tetap melayani suami dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga bagi ibu-ibu rumah tangga, tetap sekolah dan kuliah dengan rajin bagi para pelajar... namun semua itu dikerjakan dengan hati yang tertuju dan terpaut kepada Tuhan dan mengerjakan semua itu selaras dan sesuai dengan Firman Tuhan. Sekalipun demikian, kita tentu masih saja bisa jatuh dan berbuat kesalahan, tapi berjalan bersama dengan Tuhan akan menjaga hati kita untuk tetap jujur dan rela untuk disempurnakan lewat teguran Firman-Nya, lewat nasehat nasehat sesama anak-anak Tuhan di dalam fellowship bersama orang-orang beriman. Itulah rahasia berjalan bersama dengan Tuhan. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2018-01-11 21:39:00