Daily Devotion

Jumat 01November 2017

Shalom......
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Tidak ada yang kekal selain Tuhan sendiri. Terkadang kita menganggap kita mencari TUHAN, namun sesungguhnya belum tentu Tuhan yang kita cari, manusia sering kali hanya sekedar mencari simbol simbol tentang Tuhan... Pengejaran akan simbol simbol agamawi tidak akan pernah membawa perubahan kharakter sama sekali, itu sebabnya orang-orang agamawi bisa bahkan lebih jahat dan menjadi batu sandungan bagi orang lain, sebab orang lain akan berfikir bahwa jika seseorang yang kenal Tuhan dan melayani Tuhan saja bisa begitu jahat, apalagi Tuhan-nya.... Ingat, bukan tentara Romawi yang tidak kenal Tuhan yang mengadili Kristus, sebab bahkan Pilatus berkata dia tidak menemukan kesalahan apapun pada Kristus, tapi para tua-tua Yahudi, para imam, para pemimpin agama lah yang telah mengadili dan menyeret Kristus ke atas kayu Salib... Pesan Tuhan hari ini buat semua kita, carilah Tuhan, bukan yang berbau-bau Tuhan...

Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-12-01 00:11:12

Kamis 30 November 2017

Shalom....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Di Gilgal bangsa Israel mengalami peneguhan Tuhan untuk melakukan 'sunat' secara daging. Sekali lagi, di posisi ini, anak-anak Tuhan akan mengalami pengalaman pengalaman agamawi, dan pengalaman agamawi ini belum tentu atau bukan berarti itu adalah pengalaman Rohani, sebab itu 2 hal yang sangat berbeda. Pengalaman agamawi seprti sunat jasmani yang terjadi di Gilgal ternyata tidak membawa bangsa itu menjadi bangsa yang hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan. Tindakan-tindakan agamawi yang sekedar merupakan ritual ritual agama tidak akan secara otomatis menjadikan kita sebagai orang-orang yang mencari wajah Tuhan. Ada begitu banyak tindakan kejahatan, perbuatan kenajisan atau keserakahan yang dilakukan atas nama 'kegiatan kegiatan agamawi', bahkan di dalam gereja sekalipun. Semua perbuatan-perbuatan kedagingan yang mengatas namakan agama itulah yang Tuhan hardik secara keras melalui nabi Amos ini, sebab banyak orang kecewa dan terpuruk ke dalam berbagai bagai dosa sekalipun sudah bekerja keras mencari Betel atau Gilgal yang belum tentu Tuhan. Carilah Tuhan dan kebenaran-Nya... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-30 00:06:23

Rabu 29 November 2017

Shalom.....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Beth-El atau Rumah TUHAN juga bisa berbicara tentang segala macam kegiatan ritual agamawi yang terjadi di dalam-nya... Segala pernak pernik, tindak tanduk agamawi sering kali hanya sekedar membuat kita 'merasa senang' atau 'merasa dikuatkan kembali' setelah kita keluar dari sana... Tentu hal itu tidak salah, tapi bukan itu tujuan ibadah. Tujuan ibadah adalah mempermuliakan Tuhan... merendahkan diri sendiri sehingga Tuhan menjadi semakin berkuasa atas hidup kita. Namun bahayanya, hal-hal ini sudah banyak hilang dari dalam gereja... Banyak gereja menjadi terlalu sibuk untuk membuat jemaat merasa nyaman, merasa sukacita, merasa lebih baik... tapi berubah atau tidak berubah hidup dan kharakternya, itu bukan persoalan... Inilah yang harus kita pegang benar-benar, setiap pribadi yang mengalami perjumpaan Illahi, hidupnya pasti berubah, kharakternya semakin serupa dengan Dia, itulah tandanya kita mencari TUHAN. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-28 22:38:34

Selasa 28 November 2017

Shalom....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Sebagai orang percaya yang dari minggu ke minggu keluar masuk gereja, yang dari waktu ke waktu ikut ibadah ini dan itu, tentu kita akan berkata, '...saya selalu cari Tuhan...' Apakah benar demikian? Apakah pasti jaminan jika saya keluar masuk rumah TUHAN maka itu artinya saya selalu mencari TUHAN? Coba lihat kembali ayat-ayat di atas, terutama ayat 5: "Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." Apa arti Betel? Betel atau Beth-El adalah Beth-Elohim atau Rumah Allah, Bait Allah. Tapi jika begitu, kenapa Firman Tuhan lewat nabi Amos berkata: 'jangan kamu mencari Betel?' Sebab sering kali, bahkan sejak jaman nabi Amos sekalipun, banyak orang-orang yang pergi ke Rumah TUHAN tapi bukan mencari TUHAN. Bagaimana dengan kita? Ketika saya pergi ke Rumah TUHAN, apakah benar saya mencari TUHAN disana? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-27 20:19:50

Senin 27 November 2017

Shalom.....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."

Perkataan Firman Tuhan yang diucapkan oleh nabi Amos di atas seharusnya menjadi cermin untuk masing-masing kita melihat dan mengoreksi ketulusan pengiringan kita akan TUHAN. Manusia hanya akan hidup ketika manusia mencari TUHAN, dan hanya mencari TUHAN sendiri... bukan yang lainnya. Ketika kami sekeluarga pergi makan di luar dan berdoa bersama sebelum makan, jika itu giliran mamah saya yang pimpin doa, dia selalu seperti latah berkata begini menutup doanya: "...hanya di dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama TUHAN Yesus Kristus, tidak ada yabg lain... Amien" Awalnya, saya menemukan hal itu seperti latah dan agak janggal kedengarannya, sebab saya tidak pernah mendengar seseorang mengakhiri doa doanya dengan perkataan 'tidak ada yang lain...' selain doa mamah saya. Tapi sebenarnya masing-masing kita perlu juga untuk melihat dan bertanya kepada diri kita sendiri, benarkah yang saya cari itu TUHAN dan tidak ada yabg lain? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-26 22:13:34

Jumat 24 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Ada satu pribadi yang sangat menonjol di dalam Kisah kerajaan Media Persia, seorang gadis berkebangsaan Yahudi, tapi kemudian mendapatkan penghormatan yang sangat tinggi di Persia, menjadi ratu bagi raja Ahasyweros,namanya Ester. Ester bukanlah pribadi yang sangat menonjol, latar belakang keluarga nya pun tidak menarik. Ester diangkat anak oleh Mordekhai yang masih family dengan Ester, karena Ester adalah seorang anak yatim-piatu... tidak ada yang istimewa, tidak ada yang menonjol dari Ester, dia bahkan sangat merendah, cenderung minder dan boleh dikatakan kampungan... ketika para gadis diberi kesempatan untuk masuk satu kali saja kehadapan raja dan boleh memilih mengenakan pakaian dan perhiasan apa saja, Ester sama sekali tidak mengenal perhiasan dan pakaian mahal mahal tersebut, sehingga dia tidak bisa memilih... kemudian dia serahkan pilihan tersebut kepada Hegai kepala penjaga para gadis, namun justru itulah yang membuat Ester diangkat tinggi... dihormati dan dijadikan ratu bagi raja Ahasyweros... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-11-23 23:00:50

Kamis 23 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Ayat di atas tidak sekedar menyatakan kepada kita tentang tuntutan atau suara keras yang hikmat perkatakan, tapi kemudian dinyatakan juga bahwa bukan saja hikmat itu bersuara keras mengajarkan kita untuk hidup takut akan Tuhan, tapi juga menyatakan bahwa : "...kerendahan hati itu mendahului kehormatan" Kebudayaan yang ada dimasyarakat kita hari-hari ini bukanlah kebudayaan yang menonjolkan atau mendorong kita untuk menjadi 'rendah hati' untuk mendapatkan penghormatan, sebaliknya, kita hidup di dalam satu kebudayaan yang sangat menitik beratkan untuk berani 'unjuk gigi', dengan demikian, jika kita berhasil unjuk gigi atau membuktikan 'siapa saya', maka saya akan dihormati. Bukanlah demikian suara hikmat yang dari Tuhan, justru suara hikmat Tuhan akan mengajarkan kita merendahkan diri sendiri agar dengan demikian, penghormatan akan kita dapatkan. Have a blessed day, GBU 

dibuat pada : 2017-11-22 22:45:42

Rabu 22 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Coba perhatikan dan renungkan sekali lagi, sebelum kita mampu dan sepantasnya menggunakan hikmat untuk mengajar orang lain, coba lihat sekali lagi tujuan hikmat itu sendiri: "Takut akan TUHAN adalah perintah dari suara hikmat..." Pertama-tama, hikmat itu bertujuan dan bermanfaat untuk mengajar diri kita sendiri untuk hidup di dalam takut akan Tuhan. Inilah tujuan utama dari hikmat, bukan untuk orang lain terlebih dahulu... Inilah juga yang tampaknya menjadi penyebab utama mengapa Salomo yang begitu penuh dengan hikmat, tapi akhir hidupnya menjadi hancur berantakan, sampai-sampai dia sendiri tidak memperdulikan perintah dari suara hikmat yang berseru seru di dalam hatinya sendiri... keinginannya untuk menikmati kecantikan istri-istrinya dan para gundik gundiknya itu lebih kuat dan lebih dominan dari pada suara hikmat yang mengajarkannya untuk hidup dengan penuh takut akan Tuhan. Sebaliknya Salomo sibuk mengajar, menyatakan hikmat, tapi lupa mendengarkan sura hikmat itu sendiri... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-21 22:46:58

Selasa 21 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Hikmat yang dari Tuhan, sekali lagi akan bersuara untuk mengajar dan mendorong diri kita sendiri untuk hidup dgn takut akan Tuhan, membawa kita untuk semakin dekat dengan Tuhan, sebab takut akan Tuhan akan membawa manusia semakin mendekat kepada Tuhan, bukan malah menjauhi Tuhan (Keluaran 20:20 - 21). Sebaliknya jika itu bukan hikmat Tuhan, maka semua itu hanyalah dikerjakan untuk menyesatkan dan membawa kita justru semakin jauh dari Tuhan. Perhatikan perkataan Yesus tentang nabi nabi dan Mesias palsu: ‎Markus 13:22 "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan." Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan menggunakan perkataan yang sepertinya perkataan hikmat, tapi akibatnya justru akan membuat orang semakin jauh dari Tuhan, bukan semakin dekat dengan Tuhan. Itulah cara membedakan suara hikmat... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-20 20:21:25

Senin 20 November 2017

Shalom......
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Perkataan Firman Tuhan dari Kitab Amsal di atas lebih tepat bila dikatakan: "Takut akan TUHAN adalah perintah dari suara hikmat..." Akibat dari berkuasa-nya hikmat Tuhan di dalam diri seseorang, maka suara perintah atau didikan dari hikmat tersebut adalah mendorong dan mengajarkan kita untuk hidup dengan takut akan TUHAN. Hikmat bukan sekedar tahu bagaimana harus berhasil, atau pengetahuan untuk bisa menang, tapi hikmat itu akan mengajar dan mengarahkan hati dan pikiran kita untuk bisa membedakan mana kehendak Tuhan, mana yang berkenan kepada-Nya dan mana yang melukai hati-Nya... ketika Salomo di dalam 1 Raja-raja 3 diberi kesempatan untuk meminta sesuatu dari Tuhan, dia tidak minta kekayaan atau kemewahan, tapi dia meminta dari Tuhan untuk diberi hati yang faham menimbang perkara,... yang dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat,... maka kemudian Tuhan memberikan hikmat kepada Salomo, sebab hanya hikmat Tuhan itulah yang akan mengajar bahkan memerintahkan kita untuk hidup takut akan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-19 22:11:57

Jumat 17 November 2017

Shalom.....
Amsal 9:1 "Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,..."

Rumah tangga yang dibangun dengan hikmat akan selalu terjaga dari segala kemungkinan untuk hancur. Abimelekh di dalam Kejadian 20 hampir hampir mengulurkan tangannya untuk mengambil Sarah istri Abraham untuk diambil menjadi istrinya. Firman Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa karena ada 'takut akan Tuhan' sebagai tiang yang dibangun di dalam hidup Abimelekh, maka Tuhan hadir untuk mencegah dia untuk berbuat dosa... Dengan demikian, Abimelekh tidak harus menghadapi hidup rumah tangga yang hancur dan menjadi batu sandungan. Iblis berusaha untuk menghancurkan seluruh aspek dari hidup Ayub, namun karena 'takut akan Tuhan' Itu tegak berdiri sebagai pilar dihidupnya, maka yang sudah hancur berantakan-pun bisa Tuhan pulihkan bahkan dilipat gandakan... itulah hikmat....Have a blessed weekend GBU

dibuat pada : 2017-11-16 21:17:34

Kamis 16 November 2017

Shalom....
Amsal 9:1 "Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,..."

Sesuatu yang dibangun di atas hikmat, maka kita akan melihat warna atau aroma-aroma ini: 1. disitu akan ditemukan hadirat Roh Allah, dan dimana Roh Allah ada, maka akan ada damai sejahtera... 2. Roh hikmat dan 3. Roh Pengertian akan membawa jalan keluar, selalu ada jalan keluar bagi setiap masalah yang dihadapi di dlm rumah tangga atau usaha atau pelayanan yang dibangun di atas hikmat... Kita juga akan menemukan 4. Roh Nasehat dan 5. Roh Keperkasaan, dan hal ini akan membuat anak-anak Tuhan selalu tangguh dan sigap menghadapi hari esok, tidak pernah takut akan tantangan dan hari depan, selalu ada nasehat dan keperkasaan untuk menanggung segala perkara. Semua yang dikerjakan akan nyata jelas adanya 6. Roh pengenalan akan Tuhan dan 7. Roh takut akan Tuhan, yang membuat focus hidupnya tidak bergeser dari Tuhan dan untuk kemuliaan nama TUHAN... itulah aroma dari rumah tangga atau usaha dan pelayanan yang dibangun diatas hikmat. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-15 22:24:46