Daily Devotion

Rabu 15 November 2017

Shalom....
Amsal 9:1 "Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,..."

Ketika sesuatu yang bernilai dan berharga dibangun diatas hikmat, maka kita akan melihat tujuh tiang tiangnya yang akan ditegakkan, dan itulah ketujuh Roh Allah yang dinubuatkan oleh kitab wahyu di beberapa kali kesempatan di dalam kitab Wahyu. Kemudian kitab Yesaya 11:1-2 menubuatkan tentang Yesus yang di dalam-Nya memiliki ke tujuh Roh Allah tersebut: "...Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN..." Itulah tiang tiang yang akan ditegakkan ketika hikmat yang dari Tuhan itu mulai membangun sesuatu yang g berharga dan bernilai... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-14 22:21:22

Selasa 14 November 2017

Shalom.....
Amsal 9:1 "Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,..."

Hikmat itu membangun, bukan meruntuhkan dan menghancurkan. Seseorang yang hidup dan masa depannya berhasil, sangat ditentukan apakah dia sedang membangun atau menghancurkan?... Anak-anak muda yang terlibat kesia siaan seperti narkoba, pergaulan bebas, bahkan kemalasan adalah anak-anak muda yang sedang menghancurkan masa depannya sendiri, bukan sedang membangun satu masa depan yang baik. Jadi semua itu ditentukan dengan ada atau tidak adanya hikmat pada kita, dan jika kita sungguh-sungguh mau membangun sesuatu yang berharga, apapun itu, baik rumah tangga, career, masa depan, hari esok, atau satu usaha atau bahkan satu pelayanan, atau apapun juga yang berharga, maka hikmat itu haruslah menjadi fondasi-nya, dan permulaan dari pada hikmat adalah takut akan TUHAN. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-13 18:36:10

Senin 13 November 2017

Shalom....
Amsal 9:1 "Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,..."

Hikmat yang awal permulaannya ialah 'takut akan Tuhan' seperti yang ‎ kitab Amsal 9:10 katakan: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.", hikmat itu diibaratkan seperti seseorang yang sedang membangun rumah. Hikmat yang benar itu membangun, bukan meruntuhkan rumahnya sendiri. Ada banyak orang yang menyangka dirinya berhikmat, tapi pada kenyataannya, dia sedang terus menerus meruntuhkan dan menghancurkan rumahnya sendiri, bukan membangun nya. Coba perhatikan pertama tama didlm rumah tangga kita masing masing, jika benar hikmat yg menjadi landasan utama dari sebuah rumah tangga, maka pasti suami-istri itu akan sama sama membangun rumah tangga-nya dan bukan saling meruntuhkannya. Seperti itukah di dalam rumah kita? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-13 00:08:02

Jumat 10 November 2017

Shalom.....
Amsal 3:5-6 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Betapa berbahagianya manusia yang jalan jalan hidupnya diluruskan Tuhan... betapa luar biasanya hidup ini jika tangan Tuhan sendiri memaksakan segala sesuatu dengan kekuatan kuasa-Nya utk meluruskan jalan jalan hidup kita. Berkali kali manusia yang hadir di hidup Yusuf berusaha menggagalkan dan menghancurkan hidup Yusuf... saudara-saudaranya menjualnya sebagai budak... istri Potifar memfitnahnya... Potifar menjebloskannya kedlm penjara... pegawai minum raja melupakannya, tapi Tuhan tidak pernah melupakan Yusuf... sebaliknya Tuhan justru meluruskan jalan jalan hidup Yusuf... Rencana-Nya justru digenapi lewat semua rencana rencana kehancuran dan kegagalan yang dikerjakan manusia. Bukankah TUHAN juga mampu melakukan hal yang sama di dalam hidup kita? Percayalah ‎kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-11-09 22:21:23

Kamis 09 November 2017

Shalom....
Amsal 3:5-6 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Kemudian Tuhan akan mengajar dan membimbing kita untuk 'mengakui Tuhan di dalam segala tingkah laku kita...' Orang yang mengakui Tuhan di dalam segala tingkah laku hidupnya akan jelas menunjukan kharakter Tuhan lewat perkataan dan perbuatannya setiap hari. Bukan berarti engkau harus sempurna terlebih dahulu, tetapi orang yang mau mengakui Tuhan di dalam setiap tingkah laku hidupnya akan berjalan seirama dengan langkah kaki Tuhan, kemana Tuhan menuntunnya, kesitulah dia akan bergerak. Ada begitu banyak kesempatan untuk menyatakan kemuliaan TUHAN setiap hari, namun sering kali kita gagal meresponi pergerakan rencana Tuhan sebab kita sendiri lebih banyak bersandar kepada pengertian dan pikiran sendiri, itulah yang membuat kita gagal untuk mengakui Tuhan, dan orang lainpun gagal melihat Tuhan melalui hidup kita... mengakui Tuhan sederhananya adalah melakukan apa yang Tuhan lakukan, relakah kita berbuat demikian? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-08 22:36:34

Rabu 08 November 2017

Shalom....
Amsal 3:5-6 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Berbeda dengan Yosafat, Yerobeam sebenarnya tidak pernah mendapatkan tekanan atau tantangan apapun, namun di dalam pikirannya sendiri, Dia merasa takut kalau-kalau posisinya sebagai raja Israel bisa tergeser karena umat Tuhan yang terus menerus berjalan kembali ketanah Yehuda, ke Bait Allah di Yehuda untuk menyembah Tuhan disana. Rasa takut untuk kehilangan kekuasaan yang sudah Tuhan janjikan dan genapi telah membuat Yerobeam kehilangan rasa percayanya dan sama sekali tidak mau bersandar kepada janji Tuhan sendiri... Sebaliknya, Yerobeam malah merancangkan rencana yang menyesatkan bangsa Israel dengan membuat 2 anak lembu emas di Betel dan di Dan. Sesungguhnya, seandainya saja Yosafat mau berdiam diri saja dan membiarkan janji janji Tuhan digenapi dengan caranya Tuhan sendiri, saya terlalu percaya bahwa Yosafat akan muncul di dalam sejarah sebagai seorang yang luar biasa, yang dari padanya Tuhan membangun satu keturunan yang begitu besar sama seperti Daud tuannya... Itulah artinya tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-08 00:14:23

Selasa 07 November 2017

Shalom.....
Amsal 3:5-6 "...Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Adakalanya kita akan menghadapi saat saat terjepit dan sekalipun semua usaha sudah kita kerjakan, ada jalan buntu yang harus kita hadapi didepan kita... Saat-saat seperti itulah diperlukan kepercayaan kepada Tuhan yang lebih dalam lagi...‎ Memang terkadang sederhana sekali, kita hanya perlu 'berdiam diri saja' dan membiarkan tangan Tuhan yang bekerja... Ada waktu dimana Yosafat menghadapi 3 bangsa sekaligus, yaitu bani Amon, bani Moab dan bani Meunim yang ingin membumi hanguskan umat-Nya di dalam lembah yang disebut lembah Yosafat. Keadaan betul betul terjepit, saat itu 2 Tawarikh 20:12 menceritakan demikian: "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." Pernyataan Yosafat utk total berserah inilah yang mendatangkan kekuatan dan hikmat Tuhan yang membebaskan umat-Nya saat itu. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-06 21:47:38

Senin 06 November 2017

Shalom....
Amsal 3:5-6 "...Percayalah Kepada TUHAN Dengan Segenap Hatimu, Dan Janganlah Bersandar Kepada Pengertianmu Sendiri. 

Akuilah Dia Dalam Segala Lakumu, Maka Ia Akan Meluruskan Jalanmu."

‎Mudah Sekali Untuk Kita Menyatakan Bahwa Kita Sungguh Percaya Kepada Tuhan Dengan Segenap Hati Pada Saat Kepercayaan Kita Tidak Ditempatkan Diposisi Yang Sedang Diuji, Namun Ketika Keadaan Hidup Kita Sungguh-sungguh menjadi Sangat Sulit Untuk Tetap Percaya Kepada Tuhan,... Ketika Semua Keadaan Dan Kenyataan Yang Kita Hadapi Menjadi Sangat Merugikan Dan Bahkan Berbahaya Untuk Tetap Percaya Kepada Tuhan,... Saat Seperti Itulah Kepercayaan Kita Akan Ditempatkan Di Posisi Ujian. Manusia Pada Umumnya Akan Semaksimal Mungkin Menempatkan Kemampuannya Terlebih Dahulu Dari Semua Yang Lain Ketika Berada Di Dalam Posisi Terjepit, Dan Tentu Hal Itu Tidak Salah, Asal Saja Semua Yang Dia Kerjakan Itu Selaras Dengan Firman Tuhan Dan Yang Tidak Merugikan Orang Lain. Namun Tidak Jarang Pola Pikir Dan Usaha Manusia Itu Jelas-jelas Bertentangan Dengan Firman Tuhan, Saat Itulah Akan Nyata Apakah Kita Sungguh Percaya Kepada Tuhan Atau Bersandar Kepada Pengertian Kita Sendiri... Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-11-05 19:37:16

Jumat 03 November 2017

Shalom.....
Amsal 30:24, 28 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ....
cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja..."

Keberanian untuk berlari dan mendaki ke atas gunung batu atau membawa semua perkara dan keinginan, Kerinduan kita kepada Tuhan di dalam doa-doa itulah yang akan mengajar hati kita untuk siap menerima kehendak Tuhan. Bukankah Firman Tuhan di Filipi 4:6 mengajarkan kita demikian? "...Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Disinilah perbedaan antara perkataan philosophy kosong seorang motivator atau Firman Tuhan, para motivator mengajarkan manusia untuk mengejar semua perkara sekehendak hatimu sendiri, tanpa perlu unsur Tuhan disitu,... bekerja sungguh-sungguh, berusaha sebaik mungkin, dan tanpa menyebut pentingnya untuk mengandalkan kekuatan Tuhan yang adalah Gunung Batu kita. Cita-cita luhur, mimpi mimpi yg benar dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan adalah yang dibangun dan dipertajam lewat doa dan ucapan syukur... Sampai akhirnya, seekor cicak yang kecil dan tidak berdaya sekalipun, bisa sampai ke istana raja-raja... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-11-02 23:59:56

Kamis 02 November 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 28 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ....

cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja..."

Ada begitu banyak mimpi-mimpi dan cita-cita yang berakhir dengan sia-sia dan hancur, bahkan tidak sedikit yang berakhir dan mengakibatkan kekecewaan... Secara sederhana, semua mimpi dan cita-cita yang luhur harus pertama tama dihidupi oleh pribadi yang memimpikan hal tersebut. Jika kita ingin dan bermimpi untuk menjuarai olimpiade lari cepat, maka kita tidak akan raih semua itu hanya dengan bermalas-malasan sambil terus memikirkan hal itu. Kita sendiri harus berani melatih diri kita sendiri, melatih semua otot dan persendian kita untuk dapat bersaing di dalam pertandingan olimpiade lari cepat, karena semua yang ambil bagian disitu adalah para juara... itulah hikmat untuk mendisiplinkan diri sendiri, tekun melatih diri sendiri, dgn demikian, mimpi-mimpi dan cita-cita kita itu tidak sia-sia... Satu kali kelak, pada waktunya Tuhan, mimpi itu akan menjadi kenyataan sebab diri kita sendiri sudah mulai menghidupinya dengan berani mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-01 18:07:49

Rabu 01 November 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 28 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ....
cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja..."

Semua mimpi dan cita-cita yang luhur adalah cita-cita yang sesuai dengan kehendak dan tujuan Tuhan. Seringkali kita berfikir bahwa mimpi-mimpi dan cita-cita kita itu luhur, karena itu untuk memuliakan Tuhan. Mungkin saja benar demikian, tapi belum tentu itu adalah kehendak Tuhan untuk kita. Satu contoh, memuji-muji nama TUHAN dengan lagu pujian dan penyembahan itu baik karena hal itu memuliakan nama TUHAN, tapi apakah berarti semua orang ditentukan Tuhan untuk menjadi seorang Worship-Leader di gereja? Atau semua anak Tuhan yang suka bernyani perlu mencetak album puji-pujian? Apakah semua yang bisa bicara dan tahu ayat-ayat harus jadi Pengkhotbah? Keberanian untuk melatih diri sendiri akan perlahan-lahan mengajarkan kita bahwa ternyata itu mungkin saja bukan area dimana Tuhan telah tetapkan kita untuk memuliakan Dia. Hanya sekedar karena saya suka bernyani bukan berarti saya pantas menjadi seorang Worship-Leader... Mempersiapkan diri sendiri akan menjadi cermin untuk kita memahami dan mengenali panggilan dan kehendak Tuhan buat kita pribadi, sehingga kita dapat memimpikan yang benar, bercita-cita yang luhur yang sesuai kehendak-Nya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-31 22:47:47

Selasa 31 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 28 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ....

cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja..."

Perhatikan sekali lagi perkataan kitab Amsal diatas, sekalipun cicak itu kecil dan tidak memiliki senjata apapun, tapi cicak juga bisa berada di dalam istana raja raja besar, itulah hikmat yang mengajarkan kita anak-anak Tuhan untuk bermimpi atau memiliki cita-cita yang tinggi luhur. Bukan kebetulan bahwa kitab Amsal menempatkan hikmat ini dibagian terakhir dari keempat hikmat hikmat ini, sebab ada begitu banyak pemimpi pemimpi yang lebih tepat disebut pembual, sebab mimpi atau cita-cita mereka tidak dikerjakan dengan cara yang benar dan tidak dibangun di atas dasar yang benar dan kokoh. Semua mimpi dan cita-cita itu harus dikerjakan dan hanya akan berhasil apabila kita mengerjakan ketiga hikmat yang pertama tadi, yaitu berani mempersiapkan diri sendiri, tekun membawa semua Kerinduan dan hasrat kita kepada Tuhan di dalam doa-doa kita, dan belajar terus menerus mendisiplinkan diri sendiri. Tanpa ketiga hal tersebut, mimpi-mimpi dan semua cita-cita kita hanyalah mimpi disiang hari bolong. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-30 22:13:37