Daily Devotion

Kamis 11Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Bagaimana mungkin seorang manusia biasa yang hidup dibumi, namun dapat hidup dengan tidak bercela dihadapan Tuhan? Inilah satu rahasia kebenaran yang perlu sama-sama kita perhatikan dan renungkan. Ketika manusia rela untuk hidup dan berjalan atau menjalani hidupnya bersama-sama dengan Tuhan, saat itulah manusia akan mengalami keadaan yang dibalut atau dibenarkan di dalam kesempurnaan Allah sendiri. Ada satu kesempatan yang dilukiskan di Keluaran 33, dimana Musa rindu untuk melihat wajahTuhan, tapi Tuhan ber Firman bahwa tidak seorangpun yang pernah melihat Tuhan dan tetap hidup... Namun demikian, Tuhan berkata begini: 'ada satu tempat dekat dengan KU,' dan di tempat itu Musa tiba-tiba bisa melihat Tuhan dan tetap hidup... Mengapa demikian? Karena Musa berjalan didekat Tuhan, ditempat itu tiba-tiba Musa yang tidak sempurna, yang seharusnya mati karena melihat Tuhan, namun terbalut oleh kebenaran dan kesempurnaan Tuhan sehingga dapat tetap hidup. Itulah rahasia berjalan bersama dengan Tuhan, dimana kebenaran Tuhan membalut manusia yang tidak sempurna sehingga yang terlihat adalah kesempurnaan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-10 22:50:56

Rabu 10 Januari 2018

Shalom...
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Berjalan dan hidup dihadapan Tuhan ini dasar yang berbeda dengan apa yang agama pada umumnya ajarkan dan harapkan. Agama menuntut pengikutnya untuk mati atas nama agama, Tuhan Allah Israel sebaliknya menuntut umat-Nya untuk hidup dihadapan-Nya... Bukan hanya hidup, tapi hidup dan berjalan dihadapan-Nya dengan tidak bercela. Hidup dan berjalan dihadapan Tuhan itulah satu process kehidupan sehari hari, bukan sekedar satu acara ritual keagamaan. Hidup dan berjalan dihadapan Tuhan itu berbicara tentang kharakter yang ditampilkan dihadapan-Nya dan dihadapan orang lain, berbicara tentang kehidupan sehari hari, berbicara tentang tingkah laku dan perangai kita, cara kita memperlakukan sesama, perkataan dan tutur bahasa kita, semua hal itu adalah bagian dari pada hidup dan berjalan dihadapan Tuhan, dan itulah yang Tuhan tuntut dari pada kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-09 23:56:36

Selasa 09 Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Coba lihat dan renungkan sungguh-sungguh apa isi Perjanjian Kekal yang Tuhan tuntut dari kita umat kesayangan-Nya, "...hiduplah atau berjalanlah dihadapan-KU dengan tidak bercela..." Jika kita sungguh-sungguh memperhatikan perkataan Tuhan kepada Abraham ini, disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar antara Kekristenan atau Judeo Christianity dengan semua agama-agama yang ada... Bukan ritual-ritual agama yang Tuhan tuntut dari Abraham dan keturunannya, bukan acara acara ibadah yang Dia minta, bukan juga perbuatan baik ini itu atau sedekah, bukan semedi atau bertapa berjam-jam atau yang mungkin jika kita rohanikan, berdoa berjam jam yang Tuhan harapkan... tapi justru Tuhan menuntut keturunan Abraham untuk hidup dan berjalan di hadapan-Nya dengan tidak bercela... itulah yang Tuhan mau kita kerjakan. Kekristenan adalah pola dan gaya hidup dihadapan Tuhan dengan tidak bercela, bukan sekedar acara agamawi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-08 22:54:56

Senin 08 Januari 2018

Shalom....
Kejadian 17:1-2 "...Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela Genesis 17:1 (KJV - "...walk before Me, and be thou perfect..." ) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Pertama kali Tuhan hendak membangun satu bangsa, satu umat kepunyaan-Nya sendiri, umat kesayangan-Nya, Dia memilih Abraham sebagai benih untuk dibangunNya menjadi bangsa pilihan tersebut, itulah cikal bakal bangsa Israel. Terhadap bangsa ini, Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan mengadakan satu perjanjian kekal, sehingga akibat dari perjanjian kekal yang Tuhan rancangkan dan bangun sendiri, umat-Nya akan hidup di dalam keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Apa yang harus dikerjakan oleh umat-Nya sesuai dengan isi perjanjian kekal tersebut atau the everlasting covenant? Inilah ysng Tuhan minta dari kita: "...hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela"!, bahkan KJV lebih tegas lagi mengatakan: "...walk before Me, and be thou perfect...atau hidup dan berjalan-lah dihadapan KU, dan jadilah sempurna..." Mungkinkah manusia berlaku demikian? Mungkinkah kita dapat berjalan dengan berlaku tidak bercela atau sempurna dihadapan-Nya? Mungkin!, bahkan pasti demikian, jika Perjanjian Kekal Tuhan berlaku dalam hidupmu. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-07 23:03:34

Jumat 05 Januari 2018

Shalom
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Pembawa berita damai sejahtera yang setia adalah pribadi yang rela untuk mengampuni lebih dari satu kali. Coba renungkan apa sebenarnya maksud perkataan Yesus di Matius 18:21-22 ini: "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Bukankah hal ini sesungguhnya meneguhkan apa yang Dia katakan sebelumnya, "Jika pipi kananmu ditampar, berikan juga pipi kirimu" atau dengan kata lain, jangan takut untuk dilukai ke dua kalinya, jangan takut untuk disakiti kembali...tapi dengan setia dan terus menerus membawa kabar damai sejahtera. Inilah yang hanya Kristus didalam diri manusia yang dikuasai Roh Kudus yang dapat mengerjakan hal ini. Untuk menggenapi kebenaran ini, kita membutuhkan kesetiaan yang Roh Kudus mulai bangun dan kerjakan didalam hidup kita, saat itulah kita mendatangkan kesukaan bagi Tuhan. Have a blessed weekend, GBU ‎

dibuat pada : 2018-01-05 00:11:05

Kamis 4 Januari 2018

Shalom....
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Pembawa berita damai sejahtera haruslah menjadi pribadi yang setia untuk membawa berita. Mengapa harus setia? Sebab berita damai sejahtera itu membutuhkan kesabaran, pengampunan, dan melupakan ysng sudah lalu, itulah sebabnya berita damai sejahtera itu harus dikerjakan dengan setia. Kehadiran Yesus di bumi ditandai dengan pengajaran yang sulit diterima akal sehat, bayangkan, Dia berkata di Matius 5:39 "...Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu." Apa sebenarnya makna dari perkataan ini? Ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri? Itulah satu pola pikir anak-anak Tuhan yang rela dan siap untuk disakiti 2 kali. Seringkali kita tidak suka atau sangat membatasi diri untuk rela disakiti lebih dari sekali, bahkan kita anggap sebagai satu kebodohan untuk disakiti 2 kali, tapi jika kita rindu untuk menjadi pembawa berita damai yang setia, kita perlu rela disakiti lebih dari sekali. Renungkan kebenaran ini... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-04 00:30:21

Rabu 03 Januari 2018

Shalom....
Amsal 25:13 "...Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya."

Kesetiaan kita untuk membawa khabar damai sejahtera inilah yang sungguh menyukakan hati Allah. Bukankah Dia sendiri yang berkata di Matius 5:9 "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah..." Dengan demikian, julukan bagi kita anak-anak Tuhan sebagai 'anak-anak Allah' hanya berlaku bagi kita apabila kita dengan setia membawa berita damai sejahtera... itulah tugas kita sebagai anak-anak kerajaan Surga. Kehadiran setiap anak-anak Tuhan di setiap tempat di dalam hidupnya seharusnya disitu juga kita membawa berita damai sejahtera. Bukti rumah tangga yang diberkati Tuhan adalah adanya damai sejahtera di dalam rumah tangga tersebut, demikian juga di dalam satu usaha, satu masyarakat, bahkan satu bangsa. Hanya rumah tangga yang penuh damai sejahtera-lah yang dapat terus-menerus menikmati berkat dan perlindungan Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2018-01-02 23:13:37

Selasa 02 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
2 Timotius 3:15-16 "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran..."

Happy new year 2018...
Tahun yang baru adalah saat yang tepat untuk membuat satu "New Year Resolution", sudahkah saudara memiliki satu resolusi baru untuk hidupmu di tahun baru ini?

Beberapa orang berkata, resolusi saya ditahun 2018 ini adalah :
- saya mau turun 15 kg berat badan saya...
Ada juga yg berkata: 
- saya akan berhenti merokok...
Atau yang lain berkata:
- saya akan belajar bahasa Mandarin tahun ini...

Semua ini mungkin saja tidak salah, tapi coba saya usulkan satu resolusi tahun baru ini, yang mana hal ini akan menjadi satu senjata pamungkas untuk memahami arti dan tujuan hidupmu, memampukanmu untuk mendeteksi rencana dan siasat iblis atau musuh-musuh... dan merubah kharaktermu sekaligus. Semua hal itu engkau akan terima dgn sekedar melakukan satu kebiasaan baru ini, dan ini harus menjadi New Year Resolution bagi kita masing-masing, yaitu:

BERTEKUNLAH MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN TIAP-TIAP HARI!!!

Sesederhana itu. para ahli pendeteksi uang palsu atau counterfeiting itu dilatih selama lebih dari 6 bulan, dan tiap tiap hari, mereka hanya meraba, mencium, memperhatikan, meneliti uang uang Dollar yang asli. Mereka memperhatikan warnanya, bentuk gambar-gambarnya, baunya, merasakan sentuhannya dijari jari mereka, itulah kerja mereka selama 6 bulan lebih, hanya itu, hanya tekun memperhatikan, merasa, mencium, mungkin menjilat yang asli....

Setelah lewat 6 bulan, mereka berdiri dihadapan satu conveyor atau belt yang berjalan dimana ada uang uang Dollar yang lewat didepan mereka... beberapa lembar dari Dollar Dollar tersebut sengaja dicampurkan dengan Dollar yang palsu... tapi lebih dari 98%, mereka berhasil mencurigai yang palsu...
Yang ini,... kok warnanya agak aneh...
Yang ini,... gambarnya kurang sreg di mata...
Oh kalau yang ini,... kok dirabanya agak janggal...

Semua itu mereka dapat kerjakan hanya karena mereka bertekun dan tiap tiap hari memperhatikan yg asli, sehingga ketika yang palsu lewat, panca indra mereka sudah terlatih menolak yang palsu.

Jangan kira penyesatan akan datang dari mesjid-mesjid atau dari wihara atau kuil-kuil Hindu... penyesatan akan datang dari atas mimbar gereja, lewat para hamba-hamba Tuhan yang luar biasa... mampukah saudara sebagai jemaat Tuhan mendeteksi ketika engkau mendengar suara dari mimbar yang sebenarnya bukan suara Tuhan? Bagaimana mungkin saudara mampu jika engkau sendiri tidak mengenal suara Allahmu yang sesungguhnya...

Sebagai gembala sidang, saya sangat merindukan dan berdoa sungguh-sungguh agar saudara semua tanpa terkecuali, mampu tanpa diarahkan oleh gembala, untuk mendeteksi suara gembala Agung kita yaitu Yesus Kristus sendiri. Semua itu hanya akan engkau dapatkan jika engkau punya waktu waktu khusus menyelidiki Firman Tuhan yang benar!

Luangkan waktu untuk melihat dan enjoy cuplikan video di satu farm di‎ Fjeld Gard, Herestua, Norwegia ini... Kenalkah engkau suara Gemba-mu?

Happy new year 2018
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-01 23:26:15

Senin 01 Januari 2018

Shalom
Amsal 25:13 "...Seperti Sejuk Salju Di Musim Panen, Demikianlah Pesuruh Yang Setia Bagi Orang-orang Yang Menyuruhnya. Ia Menyegarkan Hati Tuan-tuannya."

"Pesuruh Yg Setia" Yang Disebutkan Didalam Amsal 25 Diatas Sebenarnya Lebih Tepat Diterjemahankan Oleh King James Sebagai "faithful Messenger" Atau Pembawa Berita Yang Setia. Bagi Dia Yang Memiliki Berita Itu Sendiri, kesetiaan Sang Pembawa Berita Itu Salju Dimusim Panen, Menghembuskan Angin Segar Bagi Hati Sang Pemilik Berita Itu Sendiri. Sesungguhnya, Bagi Setiap Kita Yang Sudah Diselamatkan Dan Telah Menerima Penebusan Dan Pengampunan Dosa, Setiap Kita Adalah "pesuruh atau Pembawa Berita Tersebut", Dan Jika Kita Rela Untuk Berlaku Setia Dalam Membawakan Berita Yang Tuhan Titipkan Kepada Kita, Maka Kita Akan Menyukakan Hati Sang Pemilik Berita, Yaitu Sesuatu Yang Menyegarkan Hati Tuhan. Bukan Seberapa Baik Kita Menyampaikan Berita Tersebut Atau seberapa Fasih Lidah Kita Ketika Sedang Menyampaikan Berita Tersebut, Tapi Berapa Setia Kita, Itulah Yang Menyukakan Hati Sang Pemilik Berita. Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2018-01-01 01:11:03

Jumat 29 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Kehidupan anak-anak Tuhan yang berkenan kepada Tuhan adalah bukan sekedar hidup ibadahnya yang benar, tapi hidupnya itu sendiri benar... Hidup yang benar adalah hidup yang juga benar diluar waktu atau acara ritual ibadah, sebab pada umumnya, manusia agamawi akan tampil benar hanya pada waktu waktu ibadah. Hal yang paling menonjol dari kehidupan ibadah adalah korban yang tidak disertai kebenaran dan keadilan. Ketika kita sekedar melakukan atau memberi korban, siapapun dan apapun alasannya, akan sangat mudah untuk menarik pujian dan pengagungan dari orang lain atas apa yang kita kerjakan, sehingga seringkali hal ini dikerjakan orang bukan keluar dari hati yang murni karena kasih. Pada waktu anak anak, kita menceritakan kepahlawanan Robin Hood yang luar biasa, yang merampok orang-orang kaya dan menebarkan harta bagi orang miskin, mungkin itu dianggap sebagai korban yang baik hati, tapi apakah hal itu benar? Belajarlah untuk hidup benar dan adil, maka akibat luapan kebenaran dan keadilan yang hidup dihati kita, hidup kita rela untuk mempersembahkan korban. Have a blessed weekend, GBU

 

dibuat pada : 2017-12-28 23:34:35

Kamis 28 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Tidak sedikit orang-orang percaya yang mengerjakan yang persis sama seperti yang Yudas Iskariot juga lakukan, ketika mereka tersingkap kesalahan dan dosanya, jika mereka tidak melakukan seperti yang Adam dan Hawa kerjakan, yaitu menunjuk atau menyalahkan orang lain yang menurut pendapat-nya telah berdosa atau bersalah lebih dari pada diri mereka sendiri, hal kedua yang paling sering dilakukan orang percaya adalah mencoba untuk menebus atau lebih tepatnya, menutupi kesalahan dan dosanya dengan 'membayar harganya atau membayarnya dengan sesuatu' kepada rumah TUHAN. Hal itu bisa dalam bentuk persembahan, active beribadah, atau pelayanan, atau hal hal rohani lainnya. Dengan demikian, bukankah kita kembali kepada kekelaman masa suram gereja di masa dulu, ketika gereja menjadi begitu sesatnya sampai sampai memperjual belikan 'surat pengampunan dosa'? Sekali lagi, Tuhan lebih berkenan kepada kebenaran dan keadilan dari pada korban... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-27 23:47:51

Rabu 27 Desember 2017

Shalom...
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Hal lain yang sering dilakukan oleh manusia yang bahkan sudah menjadi kebiasaan dan sangat merusak hubungan kita dengan Tuhan adalah dengan 'berkorban' ketika dosa kita terungkap, atau dengan kata lain yang lebih vulgar, mencoba menyogok Tuhan dengan korban dan persembahan kita. Ingat apa yang terjadi dengan Yudas Iskariot? ‎Matius 27:3-5 "...Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, & berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri..."Pertobatan Yudas ditandai dengan Yudas 'melemparkan uang hasil curiannya ke dalam Bait Allah. Yudas berfikir, itulah cara yang tepat untuk dia lakukan, dia berfikir dengan membayar korban, semua kesalahan menjadi selesai. Sebaliknya Firman Tuhan katakan: "Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban." Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-27 00:17:31