Daily Devotion

Kamis, 31 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi Orang-orang Samaria Itu Tidak Mau Menerima Dia, Karena Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem." Hal Kedua Yg Kita Bisa Dptkan Dari Penolakan Orang Orang Samaria Terhadap Perjalanan Yesus Ke Yerusalem Adalah, Perhatikan Ayat Ini: Yohanes 4:9 "Maka Kata Perempuan Samaria Itu Kepada-Nya: "Masakan Engkau, Seorang Yahudi, Minta Minum Kepadaku, Seorang Samaria?" (Sebab Orang Yahudi Tidak Bergaul Dengan Orang Samaria.) Orang Orang Samaria Yg Adalah Hasil Kawin Campur Antara Orang Yahudi Dan Bangsa Lain, Dan Mereka Itu Tdk Pernah Mau Bercampur Dgn Orang Orang Yahudi Yg Tinggal Di Yerusalem. Kebencian Diantara Mereka (antara Orang Samaria Dan Orang Yahudi) Terus Menerus Dipertahankan Sedemikian Rupa, Sampai Sampai Kebencian Tsb Telah Membuat Beberapa Orang Samaria Harus 'menolak Kristus'! Perhatikan Kebenaran Ini, Jgn Pernah Membiarkan Hatimu Dan Hatiku Dikuasai Oleh Kebencian. Kebencian Itu Spt Sampah Yg Membusuk, Semakin Lama Disimpan Akan Semakin Membusuk Dan Membuat Yg Lainnya Juga Membusuk. Satu Apple Busuk Yg Dicampur Didlm Satu Keranjang Yg Sama Dgn Apple Apple Baik Yg Lain, Dan Dibiarkan Spt Itu, Akan Membuat Semua Apple Disitu Segera Juga Membusuk. Kebusukan Itu Menular Dan Menjalar Spt Cancer, Jgn Pelihara Kebusukan Yg Diakibatkan Dari Kebencian. Hatimu Dan Hatiku Bukanlah Wadah Yg Dirancang Utk Menampung Kebencian, Lepaskan Dan Buang Jauh Jauh Kebencian... Supaya Engkau Tdk Harus Menolak Kristus.

dibuat pada : 2016-03-30 19:03:23

Rabu, 30 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem."‎ Mudah bagi kita utk berkata saya cinta Tuhan pada saat semua terasa baik, pada saat mata kita melihat tanda tanda heran dan ajaib yg Tuhan buat didlm hidup kita,... namun tdk akan selamanya demikian, pendewasaan kekristenan akan terbukti dimana saat kita mengalami ketidak enakan, kekurangan, dan kesakitan, namun ketika kita masih tetap bisa berkata: 'saya tetap ikut Tuhan...' Hal sederhana didlm pertumbuhan kekristenan kita adalah, akan ada kharakter Illahi yg harus semakin bertumbuh dan kedagingan yg harus semakin diperangi dan dimatikan, namun kenyataannya, ada terlalu banyak orang percaya yg tdk pernah memiliki tekad dan kesadaran utk memupuk pertumbuhan kharakter Illahi tsb dan mematikan kedagingan. Bagi saudara dan saya, perjalanan kekristenan kitapun akan pada satu ketika harus berjalan ke arah Yerusalem, kearah kematian daging, tdk akan ada jalan lain, kedagingan mu dan kedaginganku harus diperangi dan dimatikan, semakin disangkali, dan sesungguhnya hal itu tdk nyaman bagi kita, sebab itu merugikan kita. Coba renungkan tentang kelemahan kelemahan daging kita,.. ada beberapa dari kita yg sangat rakus akan uang, begitu rakusnya sampai kita rela menipu dan memperalat atau memanfaatkan orang lain demi uang, sangkali kerakusan tsb, bertindak sebaliknya dgn berani membantu dan memberi buat orang lain, menolong orang lain, itulah perjalanan mu menuju Yerusalem.

dibuat pada : 2016-03-29 19:39:25

Selasa, 29 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem." Perjalanan hidup orang percaya kadang harus berjalan menuju kpd 'kesengsaraan', dan naluri setiap orang akan cenderung utk menghindari atau menjauhi 'kesengsaraan'. Bukankah itu yg terjadi bagi orang orang percaya di Samaria, mereka tahu siapa Yesus, mereka telah melihat perbuatan tangan-Nya, mereka melihat mujizat dan tanda tanda ajaib yg Yesus perbuat, namun ketika sampai kpd satu kebenaran bahwa Yesus yg mereka terima sbg Tuhan, akan berjalan menuju ke Yerusalem, hanya sekedar utk diadili dan di hukum mati di kayu salib (Matius 20:17-18), bukankah hanya utk tujuan itulah Yesus pergi ke Yerusalem? Maka orang orang Samaria memilih utk 'tdk mau menerima Dia...' Kebenaran yg sama akan menjadi titik penentu didlm perjalanan hidup kekristenan saudara dan saya, mungkin selama ini engkau mengalami 'air yg tenang dan padang rumput yg hijau', tapi tdk akan selamanya demikian, akan dtg waktunya dimana Yesus yg kita ikuti dan sembah, akan berjalan menuju Yerusalem, hanya sekedar utk menderita... Dgn demikian, perjalanan kekristenan saudara dan sayapun akan dibawa masuk menuju Yerusalem, menuju kpd kayu Salib... pada saat itulah, kemurnian kasihmu kpd Allahmu akan terlihat nyata, akankah engkau tetap setia mengiring Tuhan mu menuju Yerusalem ataukah engkau akan menolak Dia spt orang orang Samaria?

dibuat pada : 2016-03-28 21:10:53

Senin, 28 Maret 2016

Lukas 9:53 "Tetapi Orang-orang Samaria Itu Tidak Mau Menerima Dia, Karena Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem."‎Coba Renungkan Sekali Lagi Ayat Diatas, Seakan Sangat Sederhana, Hanya Karena Yesus Memutuskan Utk Meneruskan Perjalanan-Nya Menuju Yerusalem, Orang Orang Samaria Memilih Utk Tdk Lagi Mau Menerima Kristus.‎ Apa Yg Akan Terjadi Bagi Yesus Di Yerusalem? Kenapa Hanya Karena Dia Memilih Utk Meneruskan Perjalanan-Nya Ke Yerusalem, Orang Orang Samaria Itu Menolak Dia? Perhatikan Apa Yg Yesus Sendiri Katakan Kpd Murid Murid-Nya: ‎Matius 20:17-18 "Ketika Yesus Akan Pergi Ke Yerusalem, Ia Memanggil Kedua Belas Murid-Nya Tersendiri Dan Berkata Kepada Mereka Di Tengah Jalan:
"Sekarang Kita Pergi Ke Yerusalem Dan Anak Manusia Akan Diserahkan Kepada Imam-imam Kepala Dan Ahli-ahli Taurat, Dan Mereka Akan Menjatuhi Dia Hukuman Mati..." Perjalanan Yesus Menuju Yerusalem Ternyata Hanyalah Sekedar Utk Menggenapi Kehendak Bapa Utk Mati Di Kayu Salib,... Utk Menderita... Kebenaran Itu Tdk Populer Bagi Banyak Orang, Sekalipun Mereka Telah Melihat Begitu Banyak Tanda Tanda Mujizat Yg Yesus Perbuat, Mendengar Begitu Banyak Firman Tuhan, Namun Ketika Diperhadapkan Kpd Kebenaran Bahwa Kristus Yg Mereka Ikuti Akan Berjalan Menuju Kpd 'penderitaan', Mereka Memilih Utk Tdk Lagi Mau Menerima Dia.

dibuat pada : 2016-03-27 18:41:59

Jumat, 25 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah Hamba-Mu, Juga Terhadap Orang Yang Kurang Ajar; Janganlah Mereka Menguasai Aku! Maka Aku Menjadi Tak Bercela Dan Bebas Dari Pelanggaran Besar..." Keangkuhan Akan Pasti Membuat Mulut Kita Berkata Tdk Jujur, Mulut Kita Akan Cenderung Membesar Besarkan Diri Sendiri, Sampai Pada Akhirnya, Kita Dikuasai Oleh Kebohongan Kita Sendiri. Mulailah Utk Mengambil Waktu Utk Masing Masing Kita Berdoa Spt Daud, 'jauhkan Aku Dari Kebohongan, Agar Aku Bisa Hidup Jujur! Coba Periksa Doa Doa Kita Sendiri, Apa Yg Paling Sering Engkau Dan Saya Doakan? Kemakmuran Kita? Berkat Utk Usaha Dan Utk Pekerjaan, Berkat Utk Anak Anak? Masalah Kita? Atau Terciptanya Kembali Kharakter Illahi Didlm Diri Kita? Kadang Tekanan Dan Masalah Membuat Kita Lupa Bahwa Hidup Ini Sementara Dan Satu Kali Kelak, Kita Akan Menghabiskan Waktu Di Kekekalan, Dan Kharakter Kristus Itulah Yg Akan Kita Tetap Pegang Bukan Hal Hal Duniawi Ini Yg Sering Kali Menyita Begitu Banyak Waktu Kita. Syukuri Hari Ini, Sebab Tuhan Kita Telah Mati Bagi Kita Agar Kita Boleh Hidup Bagi Dia.

dibuat pada : 2016-03-25 06:59:41

Kamis, 24 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..." Renungkan kembali doa Daud diatas sesuai versi KJV, "Jauhkan hamba-Mu ini terhadap berkuasanya dosa keangkuhan, jgn biarkan dosa itu berkuasa atas-ku, agar aku bisa hidup jujur dan bebas dari pelanggaran besar..." Sesuai kebenaran Firman Tuhan ini, maka sesungguhnya kejujuran hanyalah bisa didapatkan atau hanya bisa bertumbuh ketika hati kita tdk dikuasi dosa keangkuhan. Keangkuhan akan mendorong kita utk membesar besarkan diri sendiri, sehingga tdk akan mungkin utk bisa hidup jujur jika hati kita dikuasai boleh keangkuhan. Dgn demikian, jika kita ingin hidup jujur, kuncinya bukan diperkataan jujur yg harus kita latih, namun hati yg rendah atau kerendahan hati itulah yg harus kita pupuk, sehingga ketika hati kita merendah, mulut kitapun akan terbiasa utk berkata jujur, apa adanya, tdk ada keperluan utk membesar besarkan cerita atau berusaha membenarkan diri sendiri. Dengan begitu, benarkah perkataan Firman Tuhan ini : Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Seringkali banyak hamba hamba Tuhan menitik beratkan utk 'melatih mulut', spt berkata kata positif, sekalipun mungkin tdk benar, namun sumbernya yaitu hati orang tsb tdk disentuh sama sekali. 
‎Bukan perkataan mulut yg merubah hati, tapi perubahan hati yg merubah perkataan mulut, sebab dari hati tumpah melalui perkataan mulut.

dibuat pada : 2016-03-23 18:47:54

Rabu, 23 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..." Ternyata jerat akibat pergaulan yg menyesatkan bukan hanya berlaku bagi dosa dosa kecanduan spt alkohol, pelacuran, narkota, rokok dsb, namun juga kebiasaan kebiasaan buruk yg merusak kharakter. Perhatikan sekali lagi doa permohonan Daud, yg dia minta agar Tuhan lindungi dan hindari dia utk tdk terjerat adalah 'terhadap orang yang kurang ajar'. Coba renungkan sebentar, Daud begitu perduli demi utk menjaga hatinya dan perkataan mulutnya agar dia tdk jatuh kedlm dosa kekurang ajaran yg mengakibatkan pelanggaran besar. Sebenarnya terjemahan yg sesungguhnya dari 'kurang ajar' pada ayat ini adalah ' 'presumptuous sins - atau dosa keangkuhan'. King James menuliskan ayat ini: "Keep back thy servant also from presumptuous sins; let them not have dominion over me: then shall I be upright, and I shall be innocent from the great transgression - Jauhkan hamba-Mu ini terhadap berkuasanya dosa keangkuhan, jgn biarkan dosa itu berkuasa atas-ku, agar aku bisa hidup jujur dan bebas dari pelanggaran besar..." Kesombongan atau keangkuhan itulah dosa yg sangat ditakuti oleh Daud, dia tdk ingin dikuasai olehnya supaya bisa hidup jujur. Pernahkah kita sedemikian perdulinya akan pertumbuhan kharakter kita agar bisa hidup upright atau jujur, tulus? Sedemikian perdulinya sampai doa kita spt Daud, jauhkan aku dari dikuasai dosa kesombongan,... hanya supaya aku bisa hidup jujur.

dibuat pada : 2016-03-22 21:24:46

Selasa, 22 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."
Pergaulan yg merusak, bukan hanya bisa mempengaruhi cara berfikir dan kebiasaan kita, namun kebiasaan buruk yg tercipta melalui pergaulan yg salah dpt menjerat bahkan menjadi 'berkuasa' atas kita. Bukan rahasia lagi dimana dosa dosa yg merusak dan mengikat atau yg biasa kita kenal sbg 'kecanduan' itu dimulai dari coba coba, lalu sungkan sama teman, akhirnya tdk mampu kita lepaskan... para perokok, peminum, pemain perempuan, pecandu narkoba, bukankah semua mereka memiliki komunitas yg justru mendorong dan menjaga agar mereka tetap ada di dlm dosa kecanduan tsb? Saya mengenal beberapa anak anak muda yg terikat dgn obat obatan terkadang, process kesembuhan mereka sangat susah payah, yg satu hal utama yg harus mereka putuskan sebelum pulih total adalah 'putus hubungan sama sekali dgn teman teman lamanya'! Dgn demikian, benarlah perkataan Firman Tuhan yg menjadi doa Daud ini: Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."

dibuat pada : 2016-03-21 19:17:24

Senin, 21 Maret 2016

Mazmur 19:14 "...Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar..."
Didlm perjalanan hidup setiap orang, benarkah perkataan ini, 'dgn siapa engkau bergaul, spt itu jugalah engkau akan bertumbuh'. Itulah sebabnya bagian pertama dari Kitab Mazmur mengajarkan kita akan kebenaran ini:
Mazmur 1:1 "...Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,..."Namun, apakah salah memiliki banyak teman? Bukankah Yesus sendiri makan sehidangan dgn pemungut cukai, dgn orang orang berdosa, bahkan menjadi sahabat bagi perempuan sundal? Bagaimana kita dpt memahami perbedaan antara kitab Mazmur 1:1 dgn apa yg Yesus sendiri lakukan?. Secara sederhana, jika engkau sungguh sungguh yakin bahwa iman-mu dan keteguhan hatimu jauh melebihi siapapun atau setara spt Kristus, silahkan bergaul dgn semua orang orang tsb, sebab engkau tdk akan terpengaruh dgn mereka, sebaliknya, merekalah yg akan engkau pengaruhi, namun benarkah demikian? Beranikah seorang hamba Tuhan sehebat apapun berkata, saya pasti tdk akan goyah dan terpengaruh? Sebaliknya, karena semua kita itu sadar akan kelemahan kita sendiri, dengarkan nasehat Firman Tuhan ini:
Matius 26:41 "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.", bahkan doa Bapa Kami sendiri mengajarkan: '...janganlah membawa kami kedlm pencobaan... jadilah bijaksana, hindari pergaulan yg merusak!

dibuat pada : 2016-03-20 19:27:54

Jumat, 18 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari." Kita sudah belajar mengenali akan betapa rentannya hati kita akan dosa dosa yg bahkan tdk kita sadari. Lebih lagi bahkan dosa dosa terselubung itu bisa menjadi sumber penyesatan kpd diri kita sendiri. Jgn anggap remeh mulut yg sering menyembur nyemburkan kesombongan atau membesar besarkan diri sendiri, sebab itulah yg terjadi atas Lucifer sebelum dia jatuh! Jgn anggap remeh mulut yg sering mengucapkan perkataan kotor atau perkataan bergenit genit, seakan akan lucu dan menghibur, itulah bukti betapa angkuhnya dan najisnya hati kita, jgn anggap remeh mulut yg sering berkata merendahkan suku atau golongan tertentu, sebab itulah bukti kebencian yg mulai membusuk,  jika semua itu tdk cepat cepat dibereskan, kebusukan tsb akan menghancurkan rumah tangga kita, bahkan hidup kita sendiri. Tuhan memperlengkapi kita dgn tanda tanda kondisi hati kita melalui perkataan mulut kita, dan jika kita jujur dan rendah hati, kita masih bisa dipulihkan. Mulailah membiasakan diri utk menganalisa kembali perkataan ‎perkataan kita sendiri, mintalah istri dan suami kita utk jujur mengoreksi perkataan kita, milikilah 2 atau 3 orang sahabat yg menjadi soul-mates atau belahan jiwa yg berani berkata, 'kamu kedengaran angkuh... kamu mulai genit... atau kamu terlalu penuh penghakiman, atau terlalu prejudice atau membenci satu pribadi atau satu golongan tertentu... Dgn demikian, kharaktermu bisa dipulihkan, jiwamu diselamatkan!

dibuat pada : 2016-03-18 22:59:10

Kamis, 17 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Lebih Berbahaya Lagi, Ternyata Dosa Yg Tdk Kita Sadari, Jika Tdk Segera Di Putuskan, Akan Bertumbuh Spt Cancer Dan Akibatnya Hal Tsb Dpt Menghancurkan Hidup Kita Seluruhnya. Coba Perhatikan Kembali Perkataan Mazmur Daud Diatas:  "Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Ternyata Dosa Yg Tdk Kita Sadari, Pada Saatnya Akan Bertumbuh Menjadi Cikal Bakal Penyesatan! Benar, Menjadi Dasar Penyesatan. Tahun 60 An, Dimulai Dari Satu Pengajaran Yg Benar, David Berg Yg Kemudian Dikenal Sbg David Moses, Bertumbuh Kemudian Menjadi Pemimpin Dari Satu Secte Yg Kita Kenal Dgn Sebutan COG (children Of God). Dlm Secte Tsb, David Moses Mengajarkan Begitu Banyak Penyesatan, Termaksud Hidup Komunal, Sex Bebas Diantara Para Pengikutnya, Mendewakan Dirinya Dsb. Sesungguhnya, Benih Benih Kebusukan Tsb Sudah Lama Tercium Dan Terdeteksi Ketika David Berg Masih Hidup Sbg Seorang Hamba Tuhan Yg Benar Dan Berjalan Sesuai Firman Tuhan. Dlm Banyak Kesempatan, Rekan Rekan Sepelayanannya Mengingat Bagaimana David Moses Terkadang Terbesit Perkataan Perkataan Kenajisan Yg Sebenarnya Tdk Pantas Diucapkan Seorang Hamba Tuhan, Ada Juga Kalanya Perkataan Yg Terlalu Membesarkan Diri Sendiri Atau Keangkuhan Seakan Akan Dia Ingin Merasakan Menjadi 'spt Tuhan '. Jika Saja David Moses Atau Orang Disekitarnya Berani Utk Terang Terangan Berbicara Dgn Dia Utk Menyadarkan Akan Betapa Bahayanya Kebusukan Hatinya Yg Dimanifestasikan Melalui Perkataan Mulutnya, Saya Percaya Masih Ada Jalan Keluar Utk Memulihkan Dirinya.

dibuat pada : 2016-03-18 22:57:32

Rabu, 16 Maret 2016

Mazmur 19:13 "... Siapakah Yang Dapat Mengetahui Kesesatan? Bebaskanlah Aku Dari Apa Yang Tidak Kusadari." Sama Spt Isi Perut Kita Akan Tercium Melalui Nafas Yg Keluar Dari Mulut Kita, Demikianlah Isi Hati Kita, Sepandai Pandainya Kita Bersandiwara, Akan Dtg Saatnya, Dimana Tanpa Dirancang Rancang, Tanpa Di Scenariokan, Mulut Kita Akan Tiba Tiba Saja Mengucapkan Perkataan Yg Melukiskan Keadaan Hati Kita Yg Sesungguhnya. Lama Kelamaan, Bersandiwara Itu Melelahkan, Kita Tdk Akan Terus Menerus Mampu Bersandiwara Dgn Berkata Kata Manis Dan Seakan Akan Baik. Perkataan Mulut Kita Akan Satu Ketika Mengucapkan Isi Hati Kita Yg Sesungguhnya... Pernahkah Saudara Sadar Dan Terkejut Akan Perkataanmu Sendiri? Kenapa Saya Bisa Berkata Spt Itu? Entah Itu Perkataan Marah Yg Keluar Secara Spontan, Atau Perkataan Hujatan Yg Sangat Sangat Nyelekit Dan Sangat Menyakiti Hati Orang Lain, Atau Mungkin Perkataan Kebencian Terhadap Satu Suku Atau Satu Kelompok Orang Tertentu? Sesungguh Sungguhnya, Itulah Yg Tuhan Kerjakan Utk Menunjukan Kpd Dirimu Sendiri Akan Betapa Bobroknya Isi Hatimu. Jika Saja Kita Mau Melembutkan Hati Kita Sendiri, Dgn Mengevaluasi Dari Waktu Ke Waktu Perkataan Mulut Kita, Maka Kita Akan Dibuat Mengerti Akan 'dosa Tersembunyi Yg Tdk Kita Sadari' Dan Membawa Dosa Tsb Ke Kaki Tuhan Dlm Doa Dan Per'tobatan Kita.

dibuat pada : 2016-03-18 22:55:52