Daily Devotion

Selasa 26 Desember 2017

Shalom....
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Sejak pertama kali dosa masuk kedalam dunia, dosa itu tidak ditanggapi dengan pengakuan bersalah apalagi pertobatan yan dimulai dengan permintaan maaf, justru apa yang terjadi? Bagi Adam, dia berkata: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." (Kej 3:12), lalu ketika Hawa ditanya, Hawa menjawab: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kej 3:13)

Hanya ular yang tidak ditanya, tapi langsung dikutuk. Sudah sejak manusia pertama jatuh kedalam dosa, manusia selalu mencari pembenaran untuk dirinya sendiri dengan membeberkan kesalahan orang lain yang dianggap lebih berdosa dari pada dirinya sendiri. Dengan cara demikian, dosa tidak akan pernah menemukan penyelesaiannya, tapi sekedar melemparkan kesalahan kepada orang lain. Sebaliknya, jika kita mau belajar untuk hidup benar dihadapan Tuhan, belajarlah untuk membiarkan Tuhan yang menguji hati kita, dan membenarkan kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-25 23:26:06

Senin 25 Desember 2017

Shalom
Amsal 21:2-3 "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban."

Membenarkan diri sendiri adalah sifat dan kebiasaan manusia untuk menutup-nutupi kesalahan-nya sendiri. Tidak perlu diajarkan, bahkan sejak kecil sekalipun, kita sudah fasih untuk berbohong atau mengalihkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain. Kebiasaan yang sering kita temukan diantara para koruptor yang tertangkap dan dipenjarakan, mereka berusaha membela diri sendiri dengan cara bersaksi untuk menyatakan kesalahan orang lain. Hal ini dibenarkan oleh hukum, contohnya, General Michael Flynn yang sedang diinterogasi oleh special counsel Robert Mueller dengan beberapa dakwaan korupsi dan kejahatan kriminalitas lainnya, Flynn terancam hukuman penjara 60 tahun jika semua tuntutan special counsel dapat dibuktikan, akhirnya Flynn memutuskan untuk berkolaborasi dengan jaksa penggugat tersebut dengan bersedia bersaksi secara terbuka yang mungkin akan membeberkan kesalahan orang-orang diatasnya, yang kemungkinan besar akan membawa kejatuhan president Donald Trump. Untuk itu Flynn akan mendapatkan keringanan hukuman hanya sebatas 6 sampai 12 bulan kurungan. Apakah tindakan Flynn itu benar? Secara hukum benar, tapi apakah dia lakukan atas dasar berbuat benar dan dengan hati nurani yang mulia? Belum tentu,... sebab jika tanpa imbalan pengurangan hukuman, apakah mungkin dia mau tetap bersaksi yang benar? Itulah makna : "Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati..." Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-25 02:17:48

Jumat 22 Desember 2017

Shalom...
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Pemerintahan Kristus sebagai Tuhan dan Raja di hidup manusia menandai datangnya Natal dihati kita secara pribadi. Pemerintahan-Nya akan ditandai dengan keajaiban, keperkasaan, dan kedamaian dan semua itu ada di dalam kekekalan... Yesaya menubuatkan lambang pemerintahan Kristus diatas bahu-Nya demikian: ‎"...Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: PenasihatAjaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yes 9:6). Hari ini, jika sungguh Kristus itu sudah lahir dihidup kita, adakah lambang atau tanda tanda itu menyertai hidup kita? Keajaiban Tuhan,... Keperkasaan atau kekuatan dan teguh utk bertahan dlm keadaan apapun,... kedamaian yang terus menerus... semua itu warna dari pemerintahan Kristus yg permulaan pemerintahan-Nya sudah sejak purbakala, dan sekarang hidup di hidupmu dan hidupku...

Merry Christmas, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-21 21:13:49

Kamis 21Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Tuhan Allah kita yang menjadi Juru selamat kita bukan hanya akan datang memerintah nanti pada akhir jaman, tapi nubuatan kitab Mikha dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahan Tuhan kita itu sudah dimulai sejak purbakala, sejak pada awal pertama sekali, sebab Mikha menubuatkan bahwa "...dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Kebenaran ini menegaskan dan memberi kita kepastian bahwa bagi kita orang-orang percaya, sudah seharusnyalah kita tidak perlu takut dan tawar hati, sebab hidupmu ada dibawah pemerintahan Tuhan yang maha adil dan dasyat... Jika pada jaman pemerintahan Salomo saja semua rakyat hidup dengan makmur, sebab Saloma sangat kaya raya, dan pada jaman Daud seluruh Israel hidup dengan aman, sebab Daud itu seorang pahlawan yang gagah perkasa, dan pada jaman Samuel, semua rakyat Israel hidup dengan damai, apalagi jika kita hidup di bawah pimpinan Tuhan, semua kedamaian, kemakmuran dan keamanan adalah bagian kita, sebab Raja kita itu adalah Raja Damai ysng gagah perkasa dan maha kaya... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-20 23:20:40

Rabu 20 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi Engkau, Hai Betlehem Efrata, Hai Yang Terkecil Di Antara Kaum-kaum Yehuda, Dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, sejak Dahulu Kala."

Tuhan Allah Kita Yang Menjadi Juru Selamat Kita Bukan Hanya Akan Datang Memerintah Nanti Pada Akhir Jaman, Tapi Nubuatan Kitab Mikha Dengan Tegas Menyatakan Bahwa Pemerintahan Tuhan Kita Itu Sudah Dimulai Sejak purbakala, Sejak Pada Awal Pertama Sekali, Sebab Mikha Menubuatkan Bahwa "...dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, Sejak Dahulu Kala." Kebenaran Ini Menegaskan Dan Memberi Kita Kepastian bahwa Bagi Kita Orang-orang Percaya, Sudah Seharusnyalah Kita Tidak Perlu Takut Dan Tawar Hati, Sebab Hidupmu Ada Dibawah Pemerintahan Tuhan Yang Maha Adil Dan Dasyat... Jika Pada Jaman Pemerintahan Salomo Saja Semua Rakyat Hidup Dengan Makmur, Sebab Saloma Sangat kaya Raya, Dan Pada Jaman Daud Seluruh Israel Hidup Dengan Aman, Sebab Daud Itu Seorang Pahlawan Yang Gagah Perkasa, Dan Pada Jaman Samuel, Semua Rakyat Israel Hidup Dengan Damai, Apalagi Jika Kita Hidup Di Bawah Pimpinan Tuhan, Semua Kedamaian, Kemakmuran Dan Keamanan adalah Bagian Kita, Sebab Raja Kita Itu Adalah Raja Damai Ysng Gagah Perkasa Dan Maha Kaya... Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-12-20 22:43:03

Selasa 19 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi Engkau, Hai Betlehem Efrata, Hai Yang Terkecil Di Antara Kaum-kaum Yehuda, Dari Padamu Akan Bangkit Bagi-Ku Seorang Yang Akan Memerintah Israel, Yang Permulaannya Sudah Sejak Purbakala, sejak Dahulu Kala."

Kedaulatan Tuhan Untuk Menentukan Keputusan Keputusana-Nya Sesungguhnya Semua Itu Menunjuk Kepada Kharakter-Nya Yang Sangat Luar Biasa. Kenapa Tuhan Tidak Memilih Babelonian Yang Megah Dan Menjulang?... Atau Kota kota Di Roma Yang Begitu Luar Biasa, Bukankah Waktu Itu Kejayaan Romawi-lah Yang Memerintah Hampir Seluruh Muka Bumi,... Atau Mungkin Dari Athena Kota Grika Yang Penuh Dengan Hikmat-hikmat Para Philosopher, Tapi Justru Tuhan Memilih Yang Terkecil, Yang Tidak Terpandang Sama sekali, Yaitu Betlehem Efrata... Semua Itu Menunjukan Kepada Kharakter Dan Kepribadian Allah Kita. Tuhan Sering Justru Memakai Pribadi Pribadi Yang Dianggap Kecil Dan Tidak Berarti, Pribadi Yang Lemah Dan Tidak Berdaya, Sebab Justru Tuhan Senang Dengan Kerendahan Hati Pribadi Yang Hendak Dia Pakai Untuk Kemuliaan Nama-Nya. Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-12-18 23:04:41

Senin 18 Desember 2017

Shalom....
Mikha 5:2 "... Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala."

Minggu-minggu ini seluruh anak-anak Tuhan diseluruh dunia merayakan hari Kelahiran Juruselamat kita Yesus Kristus di bumi. Sesungguhnya melalui satu peristiwa ini saja, kita menemukan bahwa ke-Ilahian Kristus itu sungguh terbukti. Tidak satu figure pemimpin agamapun yang seperti Yesus Tuhan kita. Jauh sebelum Dia dilahirkan, nubuatan demi nubuatan yang saling meneguhkan telah dinyatakan oleh para nabi nabi dari jaman yang berbeda tentang apa yang Bapa Surgawi akan kerjakan untuk menyempurnakan karya penyelamatan bagi umat-Nya yang telah Dia ciptakan. Bahkan kota dimana Dia akan dilahirkan pun sudah ditetapkan..."hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel..." Semua peristiwa sejarah yang sungguh terjadi itu sebenarnya sekedar meneguhkan dan menggenapi semua nubuatan-nubuatan tentang Kristus Juruselamat kita. Hallelujah, have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-17 22:10:36

Jumat 15 Desember 2017

Shalom.....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Memberi diri untuk tidak bosan-bosannya dinasehati oleh kebenaran apapun apalagi oleh Firman Tuhan, bukanlah hal yang mudah. Kadang orang tua memberi nasehat yang diulang-ulang berkali-kali, sampai kita menjadi hafal betul akan perkataan dan nasehatnya, atau cerita ceritanya... sebagai anak, kita bisa bosan mendengarnya, sayapun juga mengalami dan merasakan hal tersebut. Tapi sebagai orang tua, sayapun kembali melakukan hal yang sama seperti yang orang tua saya lakukan. Apakah hal itu salah dan keliru? Sama sekali tidak, justru memang nasehat dan didikan itu harus dikerjakan dan dikatakan berulang ulang, sama seperti yang Tuhan ajarkan kepada Israel lewat Musa di Ulangan 6:6-7:  "...Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun..." Kita sendirilah yang harus belajar rendah hati utk menerima nasehat kebenaran itu sekalipun hal itu disampaikan berulang-ulang... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-12-15 00:42:01

Kamis 14 Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Pengajaran tentang kasih karunia yang terlalu menyepelekan arti dan nilai kasih karunia Allah itu telah merusak begitu banyak kharakter dan mental anak-anak Tuhan. Seakan akan karena dikatakan bahwa Kasih karunia Allah itu tidak bisa dibatalkan oleh sebab apapun, tidak perlu atau sama sekali tidak ada yang bisa kita gereja-Nya kerjakan untuk menerima dan meresponi kasih karunia Allah. Sesungguhnya, pengajaran seperti itu sama sekali tidak berlandaskan Firman Tuhan secara seutuhnya, sebab Kasih Karunia Allah memang berlaku bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8), ketika kita tidak berdaya untuk menyelamatkan diri kita sendiri, tapi kasih karunia Allah itu bisa saja disia siakan oleh beberapa orang yang terlalu menganggap sepele dan tidak berharga kasih karunia-Nya (2 Korintus6:1). Bagaimanakah kita dapat menyia-nyiakan Kasih Karunia Allah? Ketika Dia sebagai Bapa mulai mendidik dan mengajar kita anak-anak-Nya, tapi kita buang dan lemparkan dan sama sekali tidak mengubris didikan Bapa, maka itulah cara kita menyia-nyiakan Kasih karunia Allah. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-14 00:10:24

Rabu 13 Desember 2017

Shalom.....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Inilah yang menjadi satu peringatan keras bagi setiap kita anak-anak Tuhan. Jika ada satu perkara yang membuat Tuhan tidak mampu bekerja, itulah hati yang tidak teachable, hati yang keras dan angkuh... Didlm hati yang demikian, tangan Tuhan tidak mungkin mampu bekerja, sehingga Tuhan sebagai Bapa bagi orang percaya tidak pernah terjadi,... sebab jika Dia itu Bapa, maka pembapaan akan selalu berjalan bergandengan tangan dengan didikan, teguran, arahan, bukan sekedar belaian dan sanjungan... Satu kali karena begitu beratnya beban yang ada dihati Tuhan, Dia berkata: "...Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu?..." (Maleakhi 1:6.a) Benarkah Tuhan itu Bapa kita? Benarkah kita ini anak-Nya? Sebab jika benar kita ini anak-anak-Nya, maka kitapun pasti akan menerima teguran dan didikan Firman Tuhan... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-12 22:29:49

Selasa 12 Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Hubungan yang terjadi antara anak dan bapa adalah hubungan yang selalu disertai dengan kata 'didikan'. Tidak pernah terjadi pembapaan tanpa didikan. Didikan hanya bisa terjadi apabila ada kerelaan hati yang mau menerima didikan itu sendiri, itulah yang disebut 'teachable spirit atau teachable heart'. Tanpa jiwa dan hati yang rela menerima didikan, tidak akan mungkin terjadi pembapaan. Sesungguhnya, inilah yang dapat membuat kekristenan itu bisa bertumbuh...dan kharakter kita bisa disempurnakan. Tanpa memiliki hati yang teachable, Tuhan akan dibuat seperti tidak berdaya sama sekali untuk mengubahkan atau memulihkan hidup kita. Kembali kepada kisah perjalanan hidup Firaun, sekalipun dia sudah berkali kali melihat mujizat dan menerima peringatan Tuhan, tapi hatinya tidak teachable, dia tidak bisa diajar, maka Tuhan sendiri berkata demikian kepada Musa: ‎"Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat..." (Kel 3:20). Israel memang akhirnya dibiarkan pergi, tapi kekerasan hati dan keangkuhan Firaun telah membuat dirinya sendiri hancur dan tidak bisa dipulihkan lagi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-12 00:20:19

Senin 11Desember 2017

Shalom....
Amsal 3:1, 11-12 "...Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 

Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."

Jika ada satu perkara yang membuat tangan Tuhan benar-benar terikat dan dibuat tidak berdaya untuk mengubahkan hidup seseorang, maka saya percaya hal itu adalah kekerasan hati seseorang. Jika seseorang anak Tuhan ingin mengalami hidup yang dipulihkan, sesungguhnya hal itu sangatlah sederhana bagi TUHAN, tapi seringkali keangkuhan hati kita menahan dan bahkan menolak Roh Kudus untuk dapat bekerja di dalam hidup kita... Seberapa banyak mujizat dan tanda-tanda ajaib sekalipun yang boleh hadir didepan mata kita, sedikitpun semua tanda ajaib dan mujizat itu tidak akan pernah mampu mengubah hati manusia, kecuali dirinya sendiri yang melembutkan hati, kemudian barulah Roh Kudus bisa bekerja secara sempurna di dalam hidup kita... Jika mujizat dan tanda ajaib bisa mengubah hidup seseorang, saya percaya seharusnya-lah Firaun sudah lama bertobat dan membiarkan umat-Tuhan pergi beribadah kepada Tuhan, tapi sebab Firaun mengeraskan hati, itulah yang mendatangkan malapetaka. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-10 23:30:08