Daily Devotion

Senin 30 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 28
"Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ....

cicak yang dapat kau tangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja..."

Hikmat yang luar biasa yang kita telah lihat dari perkara-perkara kecil dan sederhana, telah membawa banyak anak-anak Tuhan untuk mencapai kepenuhan yang maksimal untuk melangkah dan menghidupi rencana Tuhan yang amat besar di dalam hidupnya. Dari semut kita telah belajar hikmat dari satu kekuatan untuk berani mempersiapkan diri (power to prepare); kemudian dari pelanduk kita belajar hikmat kekuatan yang diperoleh ketika kita berani berlari kepada Gunung Batu yaitu Tuhan sendiri (power to climb the mountain); dan dari belalang kita telah belajar satu kekuatan akibat berani untuk melatih atau mendisiplinkan diri sendiri (power of self-disipline).

Ketika kita sungguh-sungguh berani mengerjakan 3 perkara sederhana tadi, mempersiapkan diri sendiri, membawa perkara-perkara kita dalam doa kepada Tuhan, dan melatih untuk mendisiplinkan diri sendiri, sekarang kita akan mampu untuk menghidupi hikmat ke empat yang dimiliki cicak, yaitu the power to dream, atau hikmat untuk bermimpi atau memiliki cita-cita yang tinggi. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-29 22:18:12

Jumat 27 Oktober 2017

Shalom
Amsal 30:24, 27 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." 

Coba sekali lagi perhatikan ayat ayat diatas, akibat dari hikmat yang dimiliki oleh belalang, atau the power to self-discipline atau kekuatan dari melatih dan mendisiplinkan diri sendiri' inilah yang mengakibatkan semuanya bisa berbaris dengan teratur... Lawan kata dari sesuatu yang teratur adalah kacau atau berantakan. Jika belalang sekalipun tanpa raja, tapi bisa rapih teratur sebab hatinya sudah terbiasa bergerak tanpa harus diawasi dan diperintah, sebaliknya coba bandingkan dengan keadaan umat Tuhan Israel pada jaman Mikha: Hakim-hakim 17:6 "...Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." Betapa memalukan jika kita renungkan kebenaran ini... apakah belalang lebih berhikmat? Apakah belalang lebih bijaksana dari manusia atau umat Tuhan sekalipun? Kenapa belalang bisa hidup teratur tanpa raja sekalipun, sedangkan manusia menjadi kacau tanpa raja? Belalang dan manusia sama sama diciptakan Tuhan, tapi belalang rela untuk hidup taat kepada Pencipta-nya sehingga ada atau tidak ada yang mengatur, mereka selalu diatur oleh Pencipta-nya, sedangkan manusia sering memilih untuk memberontak...Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-10-26 23:18:24

Kamis 26 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 27 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." 

Tanpa sikap hati yang siap untuk melatih diri sendiri dengan disiplin yang tetap setia untuk berlaku benar, berkata benar, bertindak benar dan mengerjakan yang benar sekalipun saat tidak ada yang melihat, maka tidak mungkin kharakter kita akan bisa berubah atau bertumbuh. Seorang suami yang tidak berani melatih dirinya sendiri untuk berlaku setia kepada sumpah setianya yang kepada istrinya ketika dia tidak sedang berada disekitar istrinya, maka bukan hanya kharakternya tidak akan bertumbuh, tapi dia bahkan sedang memupuk kemunafikan bagi dirinya sendiri. Seorang pelayan Tuhan yang bersikap berbeda dihadapan jemaat Tuhan dan ditempat lain sebenarnya bukan hamba Tuhan, sebab dia tidak menampilkan kemuliaan TUHAN ketika berada diluar pelayanan... demikian juga dengan seorang pekerja, jika dia harus bekerja hanya ketika diawasi oleh atasannya, maka itu bukan kharakter yang lahir dari hikmat Tuhan. Inilah keistimewaan kharakter belalang, bekerja dan bergerak bukan karena diperintah, bukan karena diawasi, bukan karena diancam, tapi karena tahu akan tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Disiplin-kan dirimu sendiri untuk berlaku benar dan penuh tanggung jawab. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-25 22:05:19

Rabu 25 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 27 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." 

Tahukah saudara apa artinya 'melakukan sesuatu saat tidak seorangpun melihatnya?' itulah yang disebut 'kharakter'!!!. Jika engkau ingin mengetahui warna kharaktermu yang sesungguhnya, coba ingat-ingat apa yang engkau kerjakan saat tidak seorangpun melihatmu, ditempat yang tersembunyi... itulah kharaktermu. Belalang melatih dan mendisiplinkan diri sendiri untuk bekerja, bergerak tanpa komando, dengan demikian, hikmat ini mengajarkan kita untuk mengukir dan melatih kharakter kita sendiri terlebih dahulu, sehingga akibatnya sama seperti yang Amsal 30:27 diatas katakan, semua dapat berjalan dengan teratur sekalipun tidak ada yang memperhatikannya. Jika engkau ingin melihat rumah tangga yang berjalan teratur, perhatikan kharakter para penghuninya, terutama papah & mamah di dalam rumah tangga tersebut. Adakah papah seorang yang jujur dan lurus yang berlaku sama ketika dilihat mamah atau tidak dilihat mamah? Sebaliknya juga dengan mamah... Jika kharakter-kharakter itu ingin dibangun, biasakan dengan mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-24 22:26:15

Selasa 24 September 2017

Shalom.....
Amsal 30:24, 27 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." 

Coba perhatikan bagaimana hikmat yang dimiliki belalang itu membawa dampak yang begitu luar biasa. Tidak seperti lebah yang punya 'ratu lebah' atau pemimpinnya, belalang tidak memiliki pemimpin. Pertama tama, karena hikmat yang berani mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu itu terjelma di dalam cara mereka bekerja, bertindak dan mengambil sikap, sekalipun ada atau tidak adanya pemimpin atau orang yang mengawasi pekerjaan mereka, belalang telah membiasakan diri sendiri utk bekerja dan bertindak sesuai dengan tugas dan tujuan hidupnya, sekalipun tidak dilihat siapapun, itulah disiplin pribadi, dan itulah kekuatan hikmat belalang. Pada umumnya semua manusia suka akan pujian dan sanjungan, itu sebabnya kita suka untuk mengerjakan sesuatu yang dilihat oleh orang banyak. Sifat ini bahkan sampai dibawa masuk ke dalam gereja, kita suka untuk melayani dan berdoa supaya dilihat oleh orang lain, bukan karena kita mau menyenangkan hati Tuhan dan mentaati Firman-Nya... Bukan demikian dengan hikmat belalang, mereka telah terbiasa dan membiasakan diri untuk mendisiplinkan diri sendiri sekalipun tidak terlihat orang lain. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-23 22:16:27

Senin 23 Oktober 2017

Shalom.....
Amsal 30:24, 27 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." 

Setelah kita melihat hikmat kekuatan yang dimiliki oleh semut, yaitu 'the power to prepare atau kekuatan yang dimiliki akibat rela membuat Persiapan...'; kemudian juga kita sudah melihat kekuatan yang dimiliki oleh pelanduk, yaitu 'the power to climb to the mountain atau kekuatan untuk berlari ketempat yang tinggi...'; hari ini kita akan melihat satu kekuatan atau hikmat Tuhan lagi, yaitu kekuatan yang dimiliki oleh belalang, yaitu 'the power of self-disipline atau kekuatan dan hikmat yang diperoleh dari biasa hidup mendisiplinkan diri sendiri'. Coba lihat dan perhatikan sekali lagi ayat 27 diatas: "...belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,..." Inilah satu kekuatan sederhana, sering terabaikan, tapi kekuatan hikmat yang satu ini sungguh luar biasa, orang-orang yang memiliki hikmat pemahaman ini akan tahu persis bagaimana dia mendisiplinkan dirinya sendiri entah ada atau tidak ada yang mengawasi. Hikmat inilah yang merubah dan merancang sampai membentuk satu kharakter baru di dalam diri kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-22 21:12:36

Jumat 20 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 26 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,..."

Kekuatan untuk berlari ke atas Gunung Batu, berlari kepada Tuhan sendiri adalah satu keputusan yang sepertinya mudah, tapi itulah hikmat untuk memilih dan mengambil keputusan yang benar. Tiap-tiap hari di dalam hidup kita ini, kita diperhadapkan kepada serentetan pilihan yang harus kita ambil atau tentukan. Hikmat Tuhan itulah yang akan menuntun langkah-langkah kita untuk berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Diperlukan keberani‎an untuk menentukan sikap untuk datang kepada Tuhan, terkadang hal itu berarti kita harus berani untuk mengaku salah, terkadang kelemahan kita akan terlihat orang lain, atau terkadang hal itu akan memakan korban perasaan atau dipermalukan,... itulah yang disebut kebranian untuk menentukan sikap, dimana kita akan berpijak. Hikmat dan kebranian Illahi akan menuntun anak-anak Tuhan untuk dapat menentukan sikap yang benar... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-10-19 23:55:23

Kamis 19 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24, 26 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,..."

Kita mengetahui sesuai dengan perkataan Tuhan sendiri di Keluaran 33:20 ketika Dia melarang Musa untuk dapat melihat wajah Tuhan, sebab tidak seorangpun dapat melihat wajah Tuhan dan tetap hidup. Namun demikian, kemudian Tuhan memberikan satu jalan keluar, yaitu bersembunyi di lekuk Gunung Batu, dan disitulah Musa bukan hanya terlindung, tapi dia juga dapat memandang Tuhan. Lama setelah itu, tiba tiba Musa sudah menjadi terbiasa melihat Tuhan dan tidak mati, bahkan Tuhan sendiri mengatakannya di Bilangan 12:6-8: "Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepada-nya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 

Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, & ia memandang rupa TUHAN..." Pengalaman berlari dan bersembunyi di Gunung Batu inilah yang kita kenal dengan berlari kekaki Tuhan di dalam doa dan penyembahan kita, disitulah kita akan aman dan terlindung, bahkan akan bertemu Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-18 22:47:36

Rabu 18 Oktober 2017

Shalom.....
Amsal 30:24, 26 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,..."

Sebenarnya apa yang Firman Tuhan maksudkan tentang 'The Power to climb up the Mountain - Kekuatan untuk mendaki keatas gunung'? Inilah hikmat yang memberikan kita keberanian bahwa sekalipun kekuatan kita tidak seberapa, sekalipun kita tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri, bagi kitapun ada sumber kekuatan yang lebih besar dari apapun yang kita mampu lakukan ataupun yang musuh dapat kerjakan untuk menghancurkan kita, yaitu berlari ke atas Gunung Batu kita yaitu Tuhan kita Yesus Kristus (Mzm 18:3). Sekalipun kekuatan kita tidak seberapa, di dalam lekuk Gunung Batu itulah kita akan aman terlindungi, sebab justru sekarang kekuatan dan kekokohan Gunung Batu itulah yang akan menjadi perisai dan tempat perlindungan dan kubu pertahanan yang paling aman. Hikmat dan keberanian untuk berlari ke atas Gunung Batu itu jugalah yang menyelamatkan Musa sehingga sekalipun dia manusia berdosa sama seperti yang lainnya, tapi Musa tetap mampu terlindung bahkan memandang Tuhan... Have a blessed day.

dibuat pada : 2017-10-17 22:23:21

Selasa 17 Oktober 2017

Shalom......
Amsal 30:24, 26 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,..."

Kekuatan untuk berlari dan berlindung di celah celah atau di lekuk gunung batu di atas gunung adalah hikmat yang dimiliki seekor pelanduk yang mereka terima dan belajar dari Tuhan sendiri. Ingatkah saudara ketika Musa merengek-rengek untuk dapat melihat wajah Tuhan dan kemuliaan-Nya? Tuhan katakan: 'tidak mungkin Musa, sebab tidak seorangpun yang pernah melihat Tuhan dan tetap hidup...' Tapi kemudian Tuhan memberikan solusinya, yaitu yang ditulis di kitab ‎Keluaran 33:21-23: "Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan." Di celah-celah atau di lekuk gunung batu itulah Musa diletakkan sehingga Musa terlindungi dan tetap bisa melihat Tuhan. Bukankah pelanduk itu meniru dan hikmat yang ada padanya itu sekedar dia terima dari Pencipta-nya? Jika Musa aman terlindungi, Pelanduk berhikmat bahwa bagi merekapun akan aman... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-16 22:40:29

Senin 16 Oktober 2017

Shalom.....
Amsal 30:24, 26 "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi membuat rumahnya di bukit batu,..."

Ada satu kekuatan yang sangat penting sekalipun tampak sederhana tapi inilah rahasia hikmat yang Tuhan nyatakan kepada kita umat-Nya. Ada jenis binatang yang disebut pelanduk, bentuknya seperti rubah kecil, tidak dapat berlari terlalu cepat, tidak punya taring yang kuat dan kokoh, tidak bertanduk, intinya pelanduk tidak memiliki senjata apapun dari dirinya sendiri, tapi mereka punya hikmat. Mereka tidak dapat membuat istana atau sarang atau rumah yang kokoh, tapi mereka memiliki hikmat luar biasa, sehingga dengan hikmat itulah mereka menemukan dan memiliki rumah ysng kokoh, lebih kokoh dari binatang-binatang lainnya, yaitu mereka bisa menemukan celah di bukit-bukit batu diatas gunung, sehingga mereka dapat tinggal dengan aman... Pelanduk tidak membuat sendiri rumahnya, tapi dia bisa menemukan perlindungan yang sudah disediakan Sang Pencipta baginya... itulah yang kalau boleh saya sebut sebagai 'The Power to climb the Mountain - Kekuatan untuk mendaki keatas gunung'. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-15 21:12:37

Jumat 13 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24-25 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ‎ semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..."

Boros dan tidak berfikir panjang adalah sifat kharakter lain yang juga bertentangan dengan hikmat yang ada pada semut. Kemiskinan tidak selalu karena malapetaka dan tidak ada kesempatan, tapi seringkali karena tidak ada persiapan dan kerelaan untuk mempersiapkan diri. Ada beberapa orang yang hidupnya terus menerus tinggal di rumah kontrakan. Tidak kah mereka ingin memiliki rumah sendiri? Tentu semua mau, tapi apakah kita juga mau dan rela menabung? Rela menghemat sedemikian rupa dengan mengencangkan ikat pinggang dan hidup prihatin? Bahkan tidak sedikit anak-anak Tuhan yang saya temukan kaget ketika sadar bahwa dia tidak memiliki biaya untuk memperpanjang kontrakan rumah bulan depan? Apakah semua karena malapetaka yang tidak terhindari lagi atau karena keborosan dan tidak mau mempersiapkan diri dengan menabung sejak lama? Saudaraku, memang ini tidak ada hubungan-nya dengan keselamatan hidup kita, tapi hikmat Tuhan yang Tuhan ajarkan minggu ini adalah supaya kita bisa menikmati berkat berkat Tuhan pada masa paceklik sekalipun... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-10-12 21:21:38