Daily Devotion

Jumat 08 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Di dalam kitab Imamat, ada satu pernyataan Tuhan yang sangat jarang kedengarannya, coba perhatikan:‎ Imamat 19:29 "...Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum..." Coba renungkan sekali lagi, apa hubungan-nya ketika seorang ayah, dalam hal ini seorang imam, sekalipun dia telah berdosa besar dengan menjadikan anak gadisnya sebagai perempuan sundal, lalu apa yang membuat hingga sampai negri dimana mereka tinggal menjadi negri yang penuh dengan kemesuman? Sebab ketika manusia itu berdosa, maka tanah dimana dia berpijak juga menjadi tercemar... Para imam terutama, pertahankanlah hidup kekudusan, agar tanah dimana engkau dan keluargamu hidup tidak tercemar. Have a blessed weekend, GBU 

dibuat pada : 2017-12-07 23:43:03

Kamis 07 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kĸekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Sama seperti Adam ketika seorang kepala rumah tangga jatuh ke dalam dosa, dosa itu bukan hanya berakibat bagi dirinya sendiri yang tercela dan menerima hukuman, tapi tanah dimana dia berpijak turut menjadi terkutuk. Akibatnya bukan hanya dirinya sendiri yang mengalami akibat dari pada dosa ysng dia perbuat, tapi seluruh keluarga-nya juga mengalami akibatnya. Dipundak kita para kepala keluarga, ada hak istimewa untuk menentukan berkat atau kutuk, tapi hak istimewa itu selalu berjalan bersamaan dengan tanggung jawab yang harus kita kerjakan dengan benar dan bisa mempengaruhi seluruh keluarga kita. Ada begitu banyak istri dan anak-anak yang mengalami tekanan dan penderitaan akibat kesalahan suami dan ayah mereka. Itulah satu pelajaran penting untuk kita perhatikan, lingkungan dimana kita berada itu sangat dipengaruhi oleh apa yang kita kerjakan. Rumah tangga kita, tempat usaha kita, gereja lokal bahkan masyarakat dimana kita berada sangat ditentukan oleh apa yang kita sendiri kerjakan... Jadilah berkat agar tanah dimana engkau berpijak diberkati. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-06 23:36:40

Rabu 06 Desember 2017

Shalom.....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Berdasarkan kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita lihat sejauh ini, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa berkat atau kutuk yang akan terjadi diatas tanah dimana kita berpijak itu tergantung kepada kita sendiri.Kitalah yang menentukan apakah berkat Tuhan akan turun keatas tanah dimana kita berpijak atau kutuk keatas kita. Ingat apa yang Musa juga katakan kepada bangsa Israel setelah Musa membeberkan serentetan janji janji berkat maupun janji kutuk? Inilah yang Musa katakan: "Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau,.." (Ulangan 30:1) Dari kebenaran FirmanTuhan ini, kita memahami bahwa dipundak kita bukan hanya ada tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan, tapi juga ada hak istimewa untuk memilih berkat atau kutuk. Jika kita menjalani tanggung jawab hidup kita sesuai dgn apa yang Tuhan katakan, maka semua berkat berkat yang Tuhan janjikan menjadi bagian hidupmu... Hallelujah! Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-05 22:44:30

Selasa 05 Desember 2017

Shalom....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Bagi kita orang-orang percaya yg sudah menerima penebusan Tuhan, jangan anggap remeh hidup yang engkau jalani ini. Pada pundakmu ada beban tanggung jawab untuk menjalani pemerintahan atau kekuasaan untuk memerintah atas dominion yang Tuhan percayakan kepada masing-masing kita. Dominion yang paling sederhana atau wilayah kekuasaan yang paling sederhana yang Tuhan titipkan kepada masing-masing kita adalah rumah dimana kita hidup, lingkungan dimana kita bermasyarakat, dan tempat bekerja dimana kita mencari makan. Itulah dominion atau wilayah kekuasaan kita masing-masing. Apa yang harus saudara dan saya kerjakan diatas wilayah kekuasaan tersebut? Perhatikan pesan Tuhan kepada Adam atau manusia:

"...Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej1:28) Pada pundak kita ada wibawa kekuasaan spt layaknya seorang raja diwilayahnya.

Jika seorang raja memerintah dengan adil, maka makmurlah bangsanya, tapi jika tidak, hancurlah bangsanya... bagaimana dengan wilah kekuasaanmu? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-04 23:11:04

Senin 04 Desember 2017

Shalom.....
Kejadian 6:11-12 "...Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 

Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Perhatikan satu kebenaran yang terjadi pada jaman Nuh, ketika manusia yang hidup diatas tanah pada jaman itu menjalani hidup yang rusak, hidup yang penuh dosa, maka akibat-nya, tanah atau bumi dimana manusia itu berpijak menjadi rusak. Hal itu sama persis seprti keadaan manusia 10 generasi sebelumnya, yaitu manusia pertama. Pada jaman Adam, ketika Adam jatuh dalam dosa, Tuhan ber-Firman demikian : ‎"Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu..." (Kej 3:17) Tanah menjadi terkutuk sehingga manusia harus dengan bersusah payah bekerja mencari rezekinya akibat dosa yang dikerjakan manusia di atas tanah tersebut. Bagaimana dengan tanah ditempat kita berpijak? Adakah tanah tersebut diberkati atau dikutuk? Tergantung bagaimana manusia yang hidup di atasnya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-12-03 23:09:46

Jumat 01November 2017

Shalom......
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Tidak ada yang kekal selain Tuhan sendiri. Terkadang kita menganggap kita mencari TUHAN, namun sesungguhnya belum tentu Tuhan yang kita cari, manusia sering kali hanya sekedar mencari simbol simbol tentang Tuhan... Pengejaran akan simbol simbol agamawi tidak akan pernah membawa perubahan kharakter sama sekali, itu sebabnya orang-orang agamawi bisa bahkan lebih jahat dan menjadi batu sandungan bagi orang lain, sebab orang lain akan berfikir bahwa jika seseorang yang kenal Tuhan dan melayani Tuhan saja bisa begitu jahat, apalagi Tuhan-nya.... Ingat, bukan tentara Romawi yang tidak kenal Tuhan yang mengadili Kristus, sebab bahkan Pilatus berkata dia tidak menemukan kesalahan apapun pada Kristus, tapi para tua-tua Yahudi, para imam, para pemimpin agama lah yang telah mengadili dan menyeret Kristus ke atas kayu Salib... Pesan Tuhan hari ini buat semua kita, carilah Tuhan, bukan yang berbau-bau Tuhan...

Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-12-01 00:11:12

Kamis 30 November 2017

Shalom....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Di Gilgal bangsa Israel mengalami peneguhan Tuhan untuk melakukan 'sunat' secara daging. Sekali lagi, di posisi ini, anak-anak Tuhan akan mengalami pengalaman pengalaman agamawi, dan pengalaman agamawi ini belum tentu atau bukan berarti itu adalah pengalaman Rohani, sebab itu 2 hal yang sangat berbeda. Pengalaman agamawi seprti sunat jasmani yang terjadi di Gilgal ternyata tidak membawa bangsa itu menjadi bangsa yang hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan. Tindakan-tindakan agamawi yang sekedar merupakan ritual ritual agama tidak akan secara otomatis menjadikan kita sebagai orang-orang yang mencari wajah Tuhan. Ada begitu banyak tindakan kejahatan, perbuatan kenajisan atau keserakahan yang dilakukan atas nama 'kegiatan kegiatan agamawi', bahkan di dalam gereja sekalipun. Semua perbuatan-perbuatan kedagingan yang mengatas namakan agama itulah yang Tuhan hardik secara keras melalui nabi Amos ini, sebab banyak orang kecewa dan terpuruk ke dalam berbagai bagai dosa sekalipun sudah bekerja keras mencari Betel atau Gilgal yang belum tentu Tuhan. Carilah Tuhan dan kebenaran-Nya... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-30 00:06:23

Rabu 29 November 2017

Shalom.....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Beth-El atau Rumah TUHAN juga bisa berbicara tentang segala macam kegiatan ritual agamawi yang terjadi di dalam-nya... Segala pernak pernik, tindak tanduk agamawi sering kali hanya sekedar membuat kita 'merasa senang' atau 'merasa dikuatkan kembali' setelah kita keluar dari sana... Tentu hal itu tidak salah, tapi bukan itu tujuan ibadah. Tujuan ibadah adalah mempermuliakan Tuhan... merendahkan diri sendiri sehingga Tuhan menjadi semakin berkuasa atas hidup kita. Namun bahayanya, hal-hal ini sudah banyak hilang dari dalam gereja... Banyak gereja menjadi terlalu sibuk untuk membuat jemaat merasa nyaman, merasa sukacita, merasa lebih baik... tapi berubah atau tidak berubah hidup dan kharakternya, itu bukan persoalan... Inilah yang harus kita pegang benar-benar, setiap pribadi yang mengalami perjumpaan Illahi, hidupnya pasti berubah, kharakternya semakin serupa dengan Dia, itulah tandanya kita mencari TUHAN. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-28 22:38:34

Selasa 28 November 2017

Shalom....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 

Sebagai orang percaya yang dari minggu ke minggu keluar masuk gereja, yang dari waktu ke waktu ikut ibadah ini dan itu, tentu kita akan berkata, '...saya selalu cari Tuhan...' Apakah benar demikian? Apakah pasti jaminan jika saya keluar masuk rumah TUHAN maka itu artinya saya selalu mencari TUHAN? Coba lihat kembali ayat-ayat di atas, terutama ayat 5: "Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." Apa arti Betel? Betel atau Beth-El adalah Beth-Elohim atau Rumah Allah, Bait Allah. Tapi jika begitu, kenapa Firman Tuhan lewat nabi Amos berkata: 'jangan kamu mencari Betel?' Sebab sering kali, bahkan sejak jaman nabi Amos sekalipun, banyak orang-orang yang pergi ke Rumah TUHAN tapi bukan mencari TUHAN. Bagaimana dengan kita? Ketika saya pergi ke Rumah TUHAN, apakah benar saya mencari TUHAN disana? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-27 20:19:50

Senin 27 November 2017

Shalom.....
Amos 5:4-5 "Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 

Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."

Perkataan Firman Tuhan yang diucapkan oleh nabi Amos di atas seharusnya menjadi cermin untuk masing-masing kita melihat dan mengoreksi ketulusan pengiringan kita akan TUHAN. Manusia hanya akan hidup ketika manusia mencari TUHAN, dan hanya mencari TUHAN sendiri... bukan yang lainnya. Ketika kami sekeluarga pergi makan di luar dan berdoa bersama sebelum makan, jika itu giliran mamah saya yang pimpin doa, dia selalu seperti latah berkata begini menutup doanya: "...hanya di dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama TUHAN Yesus Kristus, tidak ada yabg lain... Amien" Awalnya, saya menemukan hal itu seperti latah dan agak janggal kedengarannya, sebab saya tidak pernah mendengar seseorang mengakhiri doa doanya dengan perkataan 'tidak ada yang lain...' selain doa mamah saya. Tapi sebenarnya masing-masing kita perlu juga untuk melihat dan bertanya kepada diri kita sendiri, benarkah yang saya cari itu TUHAN dan tidak ada yabg lain? Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-11-26 22:13:34

Jumat 24 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Ada satu pribadi yang sangat menonjol di dalam Kisah kerajaan Media Persia, seorang gadis berkebangsaan Yahudi, tapi kemudian mendapatkan penghormatan yang sangat tinggi di Persia, menjadi ratu bagi raja Ahasyweros,namanya Ester. Ester bukanlah pribadi yang sangat menonjol, latar belakang keluarga nya pun tidak menarik. Ester diangkat anak oleh Mordekhai yang masih family dengan Ester, karena Ester adalah seorang anak yatim-piatu... tidak ada yang istimewa, tidak ada yang menonjol dari Ester, dia bahkan sangat merendah, cenderung minder dan boleh dikatakan kampungan... ketika para gadis diberi kesempatan untuk masuk satu kali saja kehadapan raja dan boleh memilih mengenakan pakaian dan perhiasan apa saja, Ester sama sekali tidak mengenal perhiasan dan pakaian mahal mahal tersebut, sehingga dia tidak bisa memilih... kemudian dia serahkan pilihan tersebut kepada Hegai kepala penjaga para gadis, namun justru itulah yang membuat Ester diangkat tinggi... dihormati dan dijadikan ratu bagi raja Ahasyweros... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-11-23 23:00:50

Kamis 23 November 2017

Shalom....
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan - (KJV) The fear of the LORD is the instruction of wisdom; and before honour is humility..."

Ayat di atas tidak sekedar menyatakan kepada kita tentang tuntutan atau suara keras yang hikmat perkatakan, tapi kemudian dinyatakan juga bahwa bukan saja hikmat itu bersuara keras mengajarkan kita untuk hidup takut akan Tuhan, tapi juga menyatakan bahwa : "...kerendahan hati itu mendahului kehormatan" Kebudayaan yang ada dimasyarakat kita hari-hari ini bukanlah kebudayaan yang menonjolkan atau mendorong kita untuk menjadi 'rendah hati' untuk mendapatkan penghormatan, sebaliknya, kita hidup di dalam satu kebudayaan yang sangat menitik beratkan untuk berani 'unjuk gigi', dengan demikian, jika kita berhasil unjuk gigi atau membuktikan 'siapa saya', maka saya akan dihormati. Bukanlah demikian suara hikmat yang dari Tuhan, justru suara hikmat Tuhan akan mengajarkan kita merendahkan diri sendiri agar dengan demikian, penghormatan akan kita dapatkan. Have a blessed day, GBU 

dibuat pada : 2017-11-22 22:45:42