Daily Devotion

Kamis 12 Oktober 2017

Shalom.....
Amsal 30:24-25 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ‎ semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..."

Cepat merasa puas dan kemalasan adalah sifat yang sangat bertentangan dengan kharakter seekor semut yang rela mempersiapkan diri. Banyak waktu dan kesempatan yang ada namun kita sia-siakan, sebab kita terlalu malas untuk mempersiapkan diri sendiri. Pintar dan berpotensi itu adalah satu perkara, namun keberhasilan apalagi kesuksesan yang berdampak bagi banyak orang tidak akan dapat diraih hanya sekedar karena kita memiliki kepintaran dan talenta yang luar biasa. Roy Black salah seorang pengacara tenar yang berhasil membela dan membuktikan ketidak bersalahannya anak dari mantan president America John F Kenedy ketika ditanya oleh para wartawan, apa kunci kesuksesannya berkata begini: 'The will to win is meaningless, obviously everyone wants to win, but the will to prepare to win is what make a difference - kehendak utk menang itu tdk ada artinya, sebab jelas semua orang ingin menang, tapi kehendak untuk mempersiapkan kemenangan itulah yang membuat perbedaan...'‎. Adakah di dalam dirimu kehendak atau kekuatan untuk mempersiapkan diri? Have a blessed day, GBU 

dibuat pada : 2017-10-11 21:50:59

Rabu 11 Oktober 2017

Shalom....
Amsal 30:24-25 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ‎ semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..."

Ada begitu banyak talenta dan karunia yang disia-siakan oleh orang-orang yang memilikinya... Secara sederhana saja, di Indonesia, saya melihat ada begitu banyak ahli-ahli Matematika dan Fisika yang berhasil memenangkan perlombaan perlombaan tingkat dunia sampai batas bangku SMA, bahkan sesungguhnya mutu pendidikan Matematika di Indonesia itu jauh lebih tinggi dari apa yang diajarkan sampai bangku SMA di America sekalipun, namun kenapa tidak pernah ada satupun ahli-ahli Matematika dan Fisika Indonesia yang berhasil meraih piala Nobel? Atau yang berhasil menembus status penemuan yang berdampak luas di dunia? Apa yang salah disini? Sejujurnya saya berani katakan bahwa inilah bukti talenta dan karunia yang gagal dipupuk, gagal di kembangkan karena kemalasan kita sendiri untuk terus-menerus mempersiapkan diri. Kegagalan kita untuk berani mempersiapkan diri sendiri inilah bukti kemalasan seseorang ya g tidak rela untuk belajar dari seekor semut. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-10 21:45:25

Selasa 10 Oktober 2017

Shalom.....
Amsal 30:24-25 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ‎ semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..."

Banyak orang-orang hebat yang sebenarnya sangat-sangat berpotensi, sangat luar biasa talenta dan karunia yang dia miliki, namun mereka tidak pernah mencapai full kapasitas dari kemampuan-nya, sebab mereka terlalu mengandalkan atau sekedar menitik beratkan kepada karunia dan talentanya semata mata. Mereka-lah orang-orang yang sekalipun berpotensi tapi malas mempersiapkan diri. Sebaliknya mungkin kita juga menemukan orang-orang lain yang tidak terlalu besar karunia dan talentanya, namun karena mereka memahami kebenaran ini, yaitu berani dan rela untuk melangkah mempersiapkan dirinya, maka perlahan-lahan kapasitasnya bertumbuh dan menjadi besar. Mengertikah saudara akan hal ini? Kerelaan untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan diri sendiri adalah hikmat yang Salomo ajarkan yang dari padanya kita dapat belajar dan bertumbuh, yaitu hikmat yang Tuhan berikan kepada semut binatang kecil dan sederhana, namun mereka bisa bertahan hidup dimusim dingin atau musim paceklik sekalipun, sebab semut tahu rahasia dari satu kekuatan untuk mempersiapkan diri, yaitu dengan cara menabung pada saat musim panas... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-09 22:10:51

Senin 09 Oktober 2017

Shalom Senin.....
Amsal 30:24-25 "...Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: ‎ semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..."

Ada 4 binatang kecil yang seakan akan tidak berarti, tidak mungkin dapat mengerjakan perkara perkara besar dan dasyat, namun hikmat Tuhan yang disampaikan melalui perkataan kitab Amsal justru mengajarkan kita akan kekuatan yang ada dan dimiliki oleh keempat binatang kecil ini. Dari keempat binatang kecil yang tidak berarti dan tidak berharga inilah, hikmat yang Firman Tuhan sampaikan untuk kita sama-sama belajar akan menyingkapkan rahasia yang sangat luar biasa. Yang pertama adalah 'semut'. Kitab Amsal 30:25 menyatakan kehebatan dan kekuatan dari semut, yaitu: "...semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,..." Dengan satu kalimat, kekuatan semut atau hikmat yang kita bisa belajar dari semut adalah: 'The Power to Prepare - Kekuatan yang diperoleh dari kemauan atau kerelaan untuk mempersiapkan'. Inilah rahasia sederhana namun banyak diabaikan oleh orang-orang pintar, hebat, berpotensi namun tidak berhikmat. Banyak dari mereka yang gagal karena tidak memahami kekuatan untuk mempersiapkan, the power to prepare. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-08 21:11:17

Jumat 06 Oktober 2017

Shalom.....
Kidung Agung 8:11-12 "Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 

Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Sekali lagi perhatikan ayat 12 diatas: "...Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..." Bukan hanya gereja Tuhan yang dilambangkan dengan seorang mempelai wanita itu dengan rela hati telah menyerahkan apa yang sekalipun tidak diwajibkan, tapi dengan penuh kerelaan hati, mempelai wanita itu menyerahkan bagian dari miliknya sendiri kepada kekasihnya, tapi juga lebih dari pada itu, mempelai wanita itu menyerahkan sebagian lagi dari miliknya sendiri kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Coba bandingkan ayat 11 & ayat 12, kita akan menemukan justru di ayat 12, mempelai wanita itu telah lebih lagi menjadi berkat untuk orang-orang lain yang ada disekitarnya. Itulah kebahagiaan yang lebih daripada Salomo... milikilah hati yang mencintai Tuhan mu dan penuh kerelaan... Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-10-05 20:30:41

Kamis 05 Oktober 2017

Shalom....
Kidung Agung 8:11-12 "Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 

Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Perkataan mempelai wanita diayat 12 di atas yang menunjukan warna cinta yang sangat luhur, yang dengan penuh kerelaan melakukan ini dan itu, bukan karena terpaksa dan bukan sekedar karena diwajibkan oleh hukum, tapi karena keluar dari hati yang rela dan penuh cinta, itulah satu nilai yang disebut oleh kitab Kidung Agung sebagai sesuatu nilai yang lebih berbahagia dari pada Salomo. Segala kemewahan dan kelimpahan yang mungkin mampu ditawarkan oleh dunia sekalipun, tidak akan pernah mampu menandingi kebahagiaan dari hati yang mencinta Tuhan nya dengan rela... Inilah hati yang tidak pernah kosong dan kering, sebab cinta Tuhan yang keluar dari hati yang rela akan terus menerus melimpah dan memberkati bukan hanya diri kita sendiri, tapi juga banyak orang disekitar kita. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-04 22:28:33

Rabu 04 Oktober 2017

Shalom......
Kidung Agung 8:11-12 "Salomo Mempunyai Kebun Anggur Di Baal-Hamon. Diserahkannya Kebun Anggur Itu Kepada Para Penjaga, Masing-masing Memberikan Seribu Keping Perak Untuk Hasilnya. 

Kebun Anggurku, Yang Punyaku Sendiri, Ada Di Hadapanku; Bagimulah Seribu Keping Itu, Raja Salomo, Dan Dua Ratus Bagi Orang-orang Yang Menjaga Hasilnya..."

Jika Kita Termasuk Orang Percaya Yang Mengembalikan Persepuluhan Karena Aturan, Itu Bukanlah Yang Disebut Sebagai Orang-orang Yang Lebih Berbahagia Daripada Salomo. Sebab Itu Bukanlah Kharakter Seorang Pengantin perempuan Seperti Sulamit. Coba Perhatikan Ayat 12 Dari Ayat Di Atas, Inilah Perkataan Seorang Mempelai Wanita Yang Lebih Berbahagia Dari Pada Salomo : "Kebun Anggurku, Yang Punyaku Sendiri, Ada Di Hadapanku; Bagimulah Seribu Keping Itu, Raja Salomo, Dan Dua Ratus bagi Orang-orang Yang Menjaga Hasilnya..." Sekalipun Kebun Anggur Itu Milik Dia Sendiri, Mempelai Wanita Yang Lebih Berbahagia Dari Salomo Memiliki Hati Yang Begitu Rela Hingga Berkata, 'inilah Yang Akan Aku Persembahkan Karena Cinta...' Bukan Karena Diatur Oleh hukum, Tapi Karena Cinta... Seorang Ayah Yang Bangun Pagi-pagi Bekerja Hingga Larut Malam Karena Cinta Akan Istri Dan Anak Anaknya Adalah Yang Paling Berbahagia... Demikian Juga Istri Yang Bekerja Di Rumah Untuk Suami Dan Anak-anaknya Karena Cinta Adalah Yang Paling berbahagia. Bagaimana Dengan Kita Terhadap TUHAN? Have A Blessed Day, GBU

dibuat pada : 2017-10-03 21:24:37

Selasa 03 Oktober 2017

Shalom.....
Kidung Agung 8:11-12 "Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 

Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Seperti apakah sebenarnya kebahagiaan di dalam Tuhan yang dikatakan lebih bahagia daripada Salomo itu? Coba simak ayat-ayat di atas sekali lagi, ada aturan yang ditetapkan oleh Salomo sendiri untuk kebun anggur milik Salomo yang dikelola oleh para penjaga kebun anggur tersebut, yaitu mengembalikan 1000 keping perak untuk hasilnya kepada Salomo sebagai pemilik kebun anggur tersebut. Bayangkan jika saja ayat di atas melukiskan Tuhan kepada kita, dimana seluruh yang ada adalah milik Dia, dan kita dikenakan pajak 1000 keping perak untuk hasil yang kita kerjakan dari kebun anggur milik Dia, bukankah itu sebenarnya wajar? Katakanlah itu yang kita kenal sebagai persepuluhan, kita kembalikan sepersepuluh dari semua income atau pendapatan kita kepada Tuhan, sebab Dia yang memiliki segalanya bahkan nyawa kitapun dari Dia awalnya, dan oleh karena Dia lah, kita dapat menikmati semua yang ada. Itu saja sudah disebut hidup yang berbahagia, sebab kita hidup di bawah naungan perkataan Tuhan atau Firman Tuhan sendiri. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-02 21:27:15

Senin 02 Oktober 2017

Shalom......
Kidung Agung 8:11-12 "Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 

Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Jika kita melihat perikop ayat-ayat diatas melalui Alkitab kita yang diterbitkan oleh LAI, perikop diatas diberi judul oleh LAI 'Lebih Bahagia daripada Salomo'. Kita tahu Salomo adalah seorang raja Israel yang sangat kaya raya, sangat berhikmat dan hidupnya dikelilingi oleh kenikmatan dan kemewahan yang begitu luar biasa,... jadi jika demikian, adakah sesuatu yang dapat dikatakan 'lebih berbahagia' dari semua kemegahan dan kemewahan yang ada pada Salomo? C.S. Lewis pernah berkata, keadaan kesepian atau kebosanan yang paling parah adalah bukan kesepian atau kebosanan terhadap tekanan dan kesulitan, tapi kesepian dan kebosanan atau kemuakan terhadap kesenangan atau pleasures. Beberapa manusia sampai sampai melakukan tindakan yang begitu merusak sampai membunuh dirinya sendiri karena mabuk dengan kemewahan dan kesuksesan... Firman TUHAN hari ini mengingatkan kita, dibalik semua kemewahan dan kelimpahan yang dimiliki Salomo, ada kebahagiaan yang lebih dari semua itu, yaitu kebahagiaan di dalam  Tuhan. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-10-01 22:43:17

Jumat 29 September 2017

Shalom.....
1 Petrus 2:11-12 "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai penadatang & perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka..."

Pada akhirnya, ketika kita mulai berani hidup dengan pola pikir yang berbeda, maka hidup anak-anak Tuhan akan menunjukan kontras yang sangat tajam dan berbeda dengan orang dunia lainnya. Pada saat itulah sekalipun engkau terlihat aneh, tapi orang lain akan mampu melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada waktu Tuhan melawat orang-orang tersebut... Betapa melegakan perkataan Firman Tuhan ini, sebab dengan jelas dikatakan bahwa hidup yang benar itu sekalipun pada awalnya mungkin diolok-olok dan tidak dihiraukan orang lain, atau bahkan dicemooh orang lain, namun pada akhirnya nanti, ketika Tuhan mencelikan mata rohani mereka, mereka akan memuliakan Tuhan dan akan berterima kasih kepadamu untuk kesetiaanmu yang terus-menerus menjadi saksi yang hidup lewat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan benar... Tetaplah setia melakukan yang benar dan baik, dan nantikan waktu Tuhan melawat orang-orang yang kepadanya engkau terus bersaksi. Have a blessed weekend, GBU

dibuat pada : 2017-09-28 22:01:03

Kamis 28 September 2017

Shalom......
1 Petrus 2:11-12 "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yg baik & memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka..."

Pola pandang akan hidup ini yang seperti seorang perantau akan mempengaruhi keinginan-keinginan daging kita, sehingga kita dapat memiliki gaya hidup yang berbeda dari orang-orang dunia. Persis seperti yang Firman Tuhan diatas ajarkan : "...Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka..." Dengan pola pandang akan hidup yang sementara yang seperti seorang perantau akan membuat anak-anak Tuhan hidup berbeda dengan orang-orang dunia lainnya, sebab system nilai-nilai hidup anak-anak Tuhan akan berbeda total. Dunia akan mengukir segala sesuatu dari berapa banyak yang kita miliki atau peroleh dari orang lain, hidup anak-anak Tuhan akan diukur dari berapa banyak kita sudah menjadi berkat buat orang lain. System nilai dunia akan mengukur berapa tinggi posisimu di masyarakat, Yesus sebaliknya mengajarkan berapa rendah engkau siap melayani... Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-09-27 20:39:25

Rabu 27 September 2017

Shalom......
1 Petrus 2:11-12 "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang & perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang g baik & memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka..."

Sekali lagi, kemakmuran dan kenyamanan yang diakibatkan karena pola pikir yang salah, yang terlalu menikmati kehidupan dunia seakan-akan seperti orang yang akan menetap disini selamanya, akhirnya telah memaksa bangsa Israel untuk terus menerus melayani tuntutan keinginan-keinginan dagingnya sendiri... Sampai-sampai mereka tidak sadarkan diri telah menetap sekian lama sampai kemudian keinginan-keinginan tersebut telah menjadikan mereka budak ditanah Gosyen. Gosyen memang menyenangkan, Gosyen memang baik dan nikmat, tapi Gosyen itu bukan tujuan yang Tuhan kehendaki bagi bangsa Israel. Tuhan menghendaki Kanaan atau tanah Perjanjian bagi tempat tinggal bangsa Israel, itulah isi sumpah Tuhan dengan nenek moyang bangsa itu, yakni Abraham. Namun kenikmatan dan kemakmuran Gosyen sudah sedemikian jauh menguasai hati bangsa itu... ketika keinginan-keinginan itu matang, maka keinginan-keinginan tersebut telah menguasai dan memperbudak bangsa pilihan Tuhan di Gosyen. Pola pandang sebagai pendatang dan perantau di dalam dunia inilah yang diajarkan Firman Tuhan agar keinginan-keinginan daging itu tidak memperbudak kita seterusnya. Have a blessed day, GBU

dibuat pada : 2017-09-26 21:22:46