Morning Dew

Jumat,20 April 2018

Morning dew 

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 15:1, 9-13 
"...Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. 
Kata musuh: Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan; nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku; tanganku akan melenyapkan mereka! 
Engkau meniup dengan taufan-Mu, laut pun menutupi mereka; sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat. 
Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? 
Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumi pun menelan mereka. 
Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus..."

Ada satu nyanyian, satu Mazmur yang dinyanyikan yang keluar dari hati Musa, dan Mazmur yang dinyanyikan Musa inilah satu satunya Mazmur yang masih dan akan dinyanyikan juga oleh kita para tebusan Tuhan pada sampai pada akhir jaman, jika saudara melihat di kitab Wahyu 15, saudara akan menemukan bahwa para tebusan yang telah menang oleh Darah Anak Domba menyanyikan nyanyian Musa ini... Daud juga mengutip nyanyian Musa dalam beberapa mazmurnya... Begitu luar biasa-nya nyanyian Musa ini, sebab didalamnya terdapat pengajaran yang sungguh benar akan iman kekristenan yang sesungguhnya...

Sebagian kecil dari nyanyian Musa tersebut saya kutib di ayat ayat diatas yang intinya mengajarkan satu kebenaran bagi setiap kita.

Ada kalanya seberapa sempurna-nya saudara hidup, sekalipun... seberapa jujurnya saudara sebagai anak Tuhan telah berlaku, seberapa benar dan takut akan Tuhan-nya hidupmu, tetap saja tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang Tuhan biarkan hidup dengan cara yang keji dan jahat yang terus menerus berusaha memerangi dan mencelakakan hidupmu. Itu hal biasa dan engkaupun tidak dapat menghindari semua itu... bahkan jika engkau berdoa sekalipun, Tuhan tetap akan ijinkan hal-hal seperti itu terjadi... engkau tidak bisa menengking perkara perkara seperti ini... Jika hal itu mungkin disingkirkan dengan doa, doa siapakah dimuka bumi ini yang lebih berkuasa dari doa Yesus ditaman Getsemani? Mungkinkah ada manusia yang bisa berdoa lebih bersungguh-sungguh dan lebih berkuasa dari apa yang Yesus doakan ditaman Getsemani? Ketika Dia berkata: "Bapa... kalau boleh, biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku..." Kenyataannya cawan sengsara itu tidak berlalu... tetap saja cawan sengsara itu harus diminum oleh-Nya... Kenapa demikian? Bukankah Yesus sudah berdoa dengan sungguh-sungguh bahkan sampai keringat-Nya menetes dengan butir butir darah dari pembuluh darah yang pecah.... Dia sangat tertekan,... Dia stress berat saat itu... Tapi Bapa berkehendak itu harus terjadi... Tapi justru melalui kehendak Bapa itulah, kemenangan yang tidak pernah ada bandingannya sepanjang sejarah umat manusia terjadi saat itu... dosamu dan dosaku bisa diampuni oleh tetesan darah-Nya...

Kunci pelajaran penting pagi ini yang juga dinyatakan dari nyanyian Musa diatas adalah: KEEP CALM... GOD IS IN CONTROL!!!
Bukankah ‎Mazmur 46:11 mengatakan:  "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" Be still... and know that I AM GOD!!!

Dalam tekanan dan kesulitan yang engkau hadapi, dalam masalah dan kecurangan orang lain sekalipun, bisakah engkau berkata kepada dirimu sendiri: "Tenanglah hai jiwaku,... kenalilah kharakter Allahmu hai jiwaku..."

Hari itu didepan mata Musa dan seluruh bangsa Israel, Tuhan membuktikan keperkasaan-Nya,... Dia menunjukan keberpihakan-Nya, yaitu kepada umat-Nya yang kudus... hati Musa ciut dan gentar, matanya meneteskan air mata, bibirnya gemetar, lalu keluarlah satu Kidung puji pujian yang baru Musa sadari,... God is in control...

Ternyata selama ini Tuhan itu memperhatikan dan melindungi, namun kita tidak sadar sampai sedemikian jauhnya Tuhan melindungi kita... belajarlah berdiam diri dan menerima apa yang kurang baik sekalipun yang orang lain kerjakan kepada mu... Tuhan mu itu hidup dan melihat... let God be God...


So KEEP CALM... AND LET GOD BE GOD 

Smile, it's Friday, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-20 04:29:47

Kamis,19 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 14:8, 19-22 
"...Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.
Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka."

Bagi orang-orang percaya, ada satu contoh luar biasa yg terjadi ketika bangsa Israel sengaja oleh kehendak Tuhan ditempatkan di posisi yg kepepet dan sangat terjepit. Ingat, Tuhan sendiri yg menentukan agar bangsa Israel berkemah ditepi‎ laut, Tuhan sendirilah yg mengatur langkah-langkah mereka:
Keluaran 14:1-4 "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian: 
"Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut.
Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka.
Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN." Lalu mereka berbuat demikian."

Sungguh, ketika benar-benar langkah bangsa itu berada diposisi terjepit, justru saat itulah bangsa itu melihat satu mujizat luar biasa yg terjadi. Coba perhatikan perlahan lahan ayat 20 diatas:
‎Ayat 20: "...Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu."

Terjemahan ini kurang tepat dan tidak menjelaskan keajaiban yang sesungguhnya terjadi saat itu, coba lihat apa yang NIV katakan:
"...Throughout the night the cloud brought darkness to the one side and light to the other side; so neither went near the other all night long.‎"
‎---> sepanjang malam, tiang awan itu MEMBAWA KEGELAPAN DI SATU SISI & MEMBAWA TERANG DISISI YG LAINNYA,...sehingga yg satu tidak dapat mendekat kepada yang lainnya...

Bisakah saudara memahami keajaiban ini? Tiang awan yang sama, terjadi ditempat yang sama, pada waktu yang sama, tapi terhadap Firaun dan bangsa Mesir, ‎tiang awan itu membawa kegelapan, namun terhadap bangsa Israel, tiang awan itu membawa terang... Bukankah kebenaran yang sama terjadi berkali kali di dalam sejarah Alkitab? Kehadiran Tuhan dalam tabut perjanjian membawa malapetaka bagi bangsa Filistin, tapi dirumah Obed Edom, justru membawa berkat luar biasa... Kehadiran Yesus mejadi batu sandungan bagi ahli ahli taurat, namun membawa khabar baik bagi orang-orang miskin dan orang-orang buangan... Ada yang sangat diberkati mendengar Firman Tuhan didalam satu ibadah, tapi ada juga yang sangat bosan dan tidak sedikit yang marah dan kecewa kepada Tuhan... Bagaimana bisa begitu kontras dampaknya?  Saudaraku, kita bisa bersandiwara sampai satu titik, namun kita tidak mungkin dapat bersandiwara selamanya... satu ketika, apa yang ada dihati kita, apa yang sungguh-sungguh kita cari dan kejar, akan terlihat jelas... Jika hatimu condong dan mencari TUHAN, maka satu ketika engkau akan bertemu Tuhan... namun jika hatimu memberontak dan mengejar hal-hal yang bukan TUHAN tapi seperti berbau agama, itupun akan terlihat dalam kehancuran...

‎‎Bagaimana ciri ciri orang-orang yang melawan Tuhan dan apa bedanya dengan mereka yang hidup mencari TUHAN? Perhatikan ayat 8 diatas: 


"...Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan...."

---> Mereka yg mencari Tuhan, hidupnya berjalan dan dipimpin oleh "tangan yang dinaikan..." Itulah gambaran pengucapan syukur dan penyerahan total,... Langkah-langkah hidupnya dipimpin oleh Firman Tuhan sendiri dan mereka berserah kepada tuntunan yang Firman Tuhan ajarkan...


Sebaliknya orang-orang yang melawan Tuhan, mereka mengeraskan hatinya... Lembutkan hatimu, biarlah Firman-Nya menuntun langkah-langkah hidup mu.


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-19 01:07:58

Rabu,18 April 2018

Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 13:1-2 
"...Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 
"Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka." 

‎Kebenaran ini tidak pernah dibatalkan sejak semula, yang sulung, yang pertama, yang terutama adalah milik Tuhan, harus dikuduskan dan dikhususkan hanya untuk Tuhan...

Atas dasar kebenaran inilah, bangsa Israel belajar untuk memberikan 'buah sulung' atau hasil pertama dari ladang dan peternakan mereka sebagai persembahan khusus untuk Tuhan. Demikian juga dengan konsep Israel mengembalikan persepuluhan, yaitu dengan PERTAMA-TAMA atau 10% pertama dikembalikan kepada Tuhan, bukan dari sisanya, yaitu jika masih tersisa 10% lagi atau jika cukup untuk membiayai pengeluaran yang ada‎, maka sisanya akan saya berikan sebagai persepuluhan, jika tidak ada lagi, ya apa boleh buat. Dengan konsep atau cara pandang mengembalikan persepuluhan dengan pola manusiawi ini, yaitu bukan 10% pertama, maka ini bukanlah persepuluhan yang Tuhan kehendaki, dan seringkali memang tidak cukup, pastinya persepuluhan yang bukan 10% pertama itu dikembalikan, itu dikembalikan tanpa perlu iman, hanya kalau memang ada lebih... dari sisa sisanya... Sesungguhnya, seperti itulah  juga pandangan kita tentang Tuhan yang kita sembah....

Anak anak sulung bangsa pilihan Tuhan itu menjadi milik pusaka bagi TUHAN, mereka dikhususkan untuk hormat kemuliaan bagi Tuhan.

‎Kebenaran kesulungan ini juga dihidupi didalam kehidupan anak-anak Tuhan tiap tiap pagi... Daud didalam salah satu mazmurnya berkata:
‎Mazmur 5-4 "... TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu."
---> Kenapa Daud datang kepada Tuhan pada waktu pagi? Kenapa Daud mengatur persembahannya pada waktu pagi? Sebab Daud memahami dan menghormati hak kesulungan yang adalah milik Tuhan! Waktu waktu dihidupnya dimulai pada waktu pagi, dan pada waktu permulaan itulah Daud mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai korban buah sulung yang adala‎h milik Tuhan...

Kata dikuduskan artinya dipisahkan, dikhususkan untuk Tuhan, inilah yang mau kita kerjakan dan hidupi dari perkara sederhana. Tiap-tiap pagi, semua anak-anak Tuhan perlu bangun dan ambil waktu utk bersyukur kepada Tuhan, punya waktu pribadi dengan Tuhan dan membaca Firman Tuhan sebagai tuntunan sepanjang hari itu, itulah cara yang berkenan kepada Tuhan dengan memberikan buah sulung hari itu kepada Tuhan... maka engkau sendiri akan melihat penyertaan dan perlindungan Tuhan sepanjang hari. Jangan anggap remeh kuasa doa.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-18 03:54:26

Selasa,17 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 12:12-15 
"...Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. 
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. 
Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.  
Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel..."

Hari itu adalah awal permulaan perayaan hari raya Paskah atau passover bagi bangsa Israel, yang kemudian ‎kita peringati sampai hari ini oleh semua orang percaya diseluruh dunia...

Ada 2 perkara, sebenarnya 3 perkara penting yang menandai terjadinya Paskah pertama: Darah Anak Domba yang dioleskan ke ambang pintu rumah rumah orang percaya, lalu makan roti tidak Beragi dan dimakan bersama sayur pahit, Keluaran 12:7-8 "...Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit."

‎Inilah satu pelajaran sederhana namun sangat penting untuk kita perhatikan. Paskah tidak akan terjadi tanpa pencurahan darah Anak Domba Paskah... itulah pengorbanan Kristus diatas kayu salib... Tanpa pengorbanan yang Kristus telah kerjakan, keselamatan kita adalah sia sia... namun penting untuk diperhatikan bahwa domba Paskah itu harus dimakan bersama sama dengan sayur pahit dan roti tidak beragi... inilah iman kekristenan yang sesungguhnya.

Roti tidak beragi itu bicara tentang kemunafikan. Dalam satu perkataan-Nya, Yesus dengan tegas mengingatkan murid-murid-Nya untuk berhati hati dengan satu dosa kemunafikan ini. ‎Lukas 12:1 "... Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi."
‎Kemunafikan akan mendorong manusia untuk menjadi lebih agamawi, tanpa perlu untuk bertobat dan meninggalkan dosa yang lama. Kemunafikan akan membuat manusia tinggi hati dan merasa benar, bahkan tidak memerlukan Tuhan dan pengampunan, sebab merasa diri sudah benar... Hati hati dengan roh ini, Darah Kristus harus diterima dengan hati yang merendah, yang merasa perlu untuk menerima pengampunan... itulah roti tidak beragi bagi kita.

Daging Domba Paskah juga harus dimakan dengan sayur pahit, inilah yang disebut penyangkalan diri... terkadang sesuatu yang pahit yang harus kita makan bukan berarti itu salah, justru seringkali itulah cara Tuhan meneguhkan rencana-Nya didalam hidup kita. Bukti bahwa seseorang telah menerima pengorbanan Kristus diatas kayu Salib adalah dia dengan rela dan tekun berani untuk menyangkali kedagingannya sendiri... sekalipun hal itu pahit dan tidak enak, tapi itulah kebenaran yang harus kita hidupi.

Pagi ini, Firman TUHAN mengingatkan kita kembali untuk menerima pengorbanan Domba Paskah kita dengan hidup yang tidak lagi munafik dan dengan penyangkalan daging, itulah cara yang benar dan berkenan untuk makan dan minum keselamatan kita lewat pengorbanan Kristus di kayu Salib...

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-04-17 04:45:15

Senin,16 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini :
Keluaran 10:21-23 
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. 
Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."

Akibat kekerasan hati Firaun, sekalipun dia sudah melihat tanda tanda heran dan ajaib, tetap saja dia mengeraskan hatinya... Hati yang keras ini adalah lawan kata dari hati yang lemah lembut... Hati yang keras itu tidak bisa menerima teguran atau nasehat, termaksud dari orang-orang terdekatnya sekalipun.‎ Sebelum tulah yang kedelapan, para pegawai Firaun bahkan mencoba menasehati rajanya dengan nasehat yang tegas dan tanpa tedeng aling aling demikian: Keluaran 10:7 "Sesudah itu berkatalah para pegawai Firaun kepadanya: "Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?" 

Satu pelajaran berharga untuk kita belajar pagi ini adalah untuk melembutkan hati kita sendiri, yaitu dengan cara, MENDENGARKAN NASEHAT NASEHAT!!! Seringkali nasehat yang datang dari tempat yang paling sederhana itulah yang paling berharga namun paling sulit untuk kita terima... Bagi para suami, bisakah kita menerima nasehat jika itu datang dari istri kita? ‎Bukankah Firman Tuhan di kitab 1 Petrus 3:7 mengajarkan: "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang..." Bagaimana kita menghormati istri kita sendiri? Dengan mendengarkan nasehat dan keluhannya... Memberinya rasa aman dan rasa tentram.

Pada satu ketika, satu tulah sebelum tulah yang terakhir yaitu kematian kekal, tulah kesembilan ini adalah tulah yang sangat berbahaya, sebab tidak mengambil apa apa, tidak menimbulkan rasa sakit dan kerugian, namun inilah satu langkah sebelum hancur total, yaitu kegelapan total...

Didalam hidup Mesir saat itu, tulah kesembilan itu hanya berlalu selama 3 hari, dan itu tidak membawa dampak kerugian apa apa, tidak membawa rasa sakit sama sekali, hanya dirasakan seperti liburan long weekend saja, selama 3 hari gelap gulita menutupi Mesir, mereka semua tinggal dirumah untuk menikmati liburan gelap gelapan... tapi tidak ada yang mati, tidak ada yang dirugikan, tidak ada sakit penyakit, semua baik, hanya saja gelap gulita!

‎Tapi yang aneh, di tanah Gosyen di wilayah dimana anak anak Tuhan itu hidup, diperkemahan orang-orang Israel, di ayat 23 diatas berkata:
"Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."
---> Inilah pelajaran penting bagi kita pagi ini
- Orang-orang yang hidup didalam kegelapan, TIDAK MENGENALI TEMAN TEMAN ATAU SAHABAT-SAHABATNYA ... karena kegelapan membuat kita menjadi buta!
‎Betapa berarti dan berharganya hidup ini, jika kita dapat menemukan 2 atau 3 orang yang akan menjadi sahabat bagi kita, sebab seperti yang kitab Amsal 17:17 katakan,: "...Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." 
Namun Pertanyaan-nya, adakah saya sudah menjadi seorang "SAHABAT" bagi orang lain di hidup ini? Adakah saya seperti yang Amsal 17:17 katakan, menaruh kasih setiap waktu? Atau bahkan menjadi saudara dalam kesusahan? Itulah tanda pertama bahwa saya hidup didalam kegelap gulitaan atau tidak. Adakah saya sudah menjadi seorang teman atau sahabat bagi orang lain... sampai dikenali orang lain bahwa saya adalah sahabatnya...

- Seorang yang tidak hidup didalam gelap gulita, akan selalu "DAPAT BANGUN UTK SAHABAT SAHABAT-NYA..." Bagaimana dengan kita? Jika engkau adalah seorang sahabat bagi orang lain, tidak akan mungkin engkau berdiam diri selama 3 hari berturut turut tanpa mengenali bahwa sahabatku sedang mengalami kesusahan dan engkau tetap tidur dan tidak bangun untuk sahabat-sahabatmu... itulah tandanya engkau hidup didalam gelap gulita...


Kegelapan itulah yang terjadi di Mesir sebelum tulah terakhir, yaitu kehancuran total, tapi di perkemahan orang-orang Israel, ayat 23 berkata:  

"...Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."


Dimana engkau saat ini berada? Adakah terang padamu?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-16 04:32:13

Jumat,13 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 9:13-16, 34 
"...Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun dan katakan kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 
Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. 
Bukankah sudah lama Aku dapat mengacungkan tangan-Ku untuk membunuh engkau dan rakyatmu dengan penyakit sampar, sehingga engkau terhapus dari atas bumi;
akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi. 
Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya..."

Kalau ada contoh orang yqng degil didalam Firman Tuhan, mungkin Firaun adalah contoh yang paling nyata. Berkali kali Tuhan tunjukan kedasyatan kuasa-Nya didepan matanya sendiri, namun baru saja dia merasakan kelegaan, dia kembali lagi mengeraskan hatinya... Tuhan bahkan secara terang terangan berkata kepada Firaun melalui Musa bahwa jika Tuhan mau membunuh Firaun sejak hari pertama, tentulah Tuhan bisa lakukan,... namun Tuhan memilih untuk memberi Firaun kesempatan demi kesempatan agar dia bertobat dan meninggalkan dosa dan kekerasan hatinya... 

Inilah bahayanya dosa yang diakibatkan oleh hati yang keras dan degil... Dosa itu tidak akan berhenti sampai dosa itu membuahkan maut dan kehancuran fatal.

Melalui perumpamaan seorang penabur di Matius 13, Yesus memberikan contoh benih benih yang ditabur dan menjadi sia sia... hal pertama yang Yesus contohkan adalah benih yang jatuh dipinggir jalan, benih benih tersebut tidak sempat untuk berakar apalagi bertumbuh, sebab tanahnya keras dan benih benih tersebut akan segera mati dimakan burung burung diudara... inilah kesia sia-an... Kondisi dan kelembutan tanah akan sangat menentukan apakah benih yang jatuh akan bertumbuh atau hanya sekedar akan mati sia sia...

Betapa pentingnya untuk memahami kondisi hati kita masing-masing, test yang sangat sederhana adalah dengan mendeteksi respond kita terhadap teguran, terhadap kejadian kejadian yang Tuhan ijinkan terjadi dihidup kita, terhadap semua perkara dihidup kita ini, bagaimana respond kita, reaksi kita terhadap semua itu?....

Jika bola itu ditendangkan ke arah tanah yang keras, maka bola itu akan memantul dan terpental kembali ke arah dari mana bola itu datang atau ke arah lain... itulah tandanya tanah itu keras, namun jika tanah itu gembur, maka bola yang ditendangkan ke tanah yang gembur akan terbenam didalam nya...
Hati yang keras akan membuat teguran dan nasehat itu seperti bola yang menyentuh dasar yang keras, yaitu mental dan berbalik...
Perkara sederhana yang sering dapat kita lihat‎ lihat jika terhadap hati kita sendiri adalah bagaimana respond kita terhadap teguran dan nasehat atau kejadian kejadian kecil yang Tuhan ijinkan terjadi atas kita, jika itu seperti bola yang terpantul kearah lain, maka dapat dipastikan bahwa hati kita keras...

Ketika Saul berdosa, teguran Samuel datang atasnya, dan teguran itu terpantul dan terpental ke arah lain, yaitu: 
- kearah Samuel sendiri: 'sebab kamu tidak datang setelah saya menunggu tujuh hari...'
- kearah rakyat: 'sebab rakyat sudah panik dan resah...'

Berbeda dengan Daud, ketika nabi Nathan menegur Daud karena dosa, bola itu menancap bukan terpantul, sebab itu Daud berkata: 'kepada Tuhan sendiri aku telah berdosa... jangan ambil Rohmu dari ku ya Tuhan....'

Itulah test case yang sangat sederhana, bola tidak akan mental dan terpantul jika jatuh ditanah yang lembut dan gembur...
Bagaimana dengan tanah hatimu? Lembutkah hatimu terhadap nasehat dan teguran?

Smile it's Friday 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-13 02:31:41

Kamis,12 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 8:5-10 
"...Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tanganmu dengan tongkatmu ke atas sungai, ke atas selokan dan ke atas kolam, dan buatlah katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir."
Lalu Harun mengulurkan tangannya ke atas segala air di Mesir, maka bermunculanlah katak-katak, lalu menutupi tanah Mesir.
Tetapi para ahli itu pun membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga mereka membuat katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir.
Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN." 
Kata Musa kepada Firaun: "Silakanlah tuanku katakan kepadaku, bila aku akan berdoa untukmu, untuk pegawaimu dan rakyatmu, supaya katak-katak itu dilenyapkan dari padamu dan dari rumah-rumahmu, dan hanya tinggal di sungai Nil saja." 
Katanya: "Besok." Lalu kata Musa: "Jadilah seperti katamu itu, supaya tuanku mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti TUHAN, Allah kami."

Didalam 2 Timotius 3, Paulus mengingatkan Timotius akan pengaruh dari roh yang sama yang ada pada ahli ahli sihir di Mesir yang bernama Yanes dan Yambres pada jaman Musa. Yanes dan Yambres bekerja sebagai kepala ahli ahli sihir di Mesir dan selalu mereka berusaha membuktikan bahwa dengan tandingan sihir dan kuasa gelapnya, merekapun mampu melakukan sesuatu yang hampir sama seperti yang Musa kerjakan.... Saya katakan hampir sama, sebab coba perlahan lahan perhatikan tipu daya iblis. 

Pada saat Musa atas perintah Tuhan melemparkan tongkatnya ketanah dan tongkat itu menjadi ular, ahli ahli nujum atau Yanes dan Yambres juga melakukan hal yang sama, namun tongkat Musa yang telah menjadi ular menelan ular ular dari tongkat Yanes dan Yambres (Kel 7)...

Sekali lagi, saat tongkat Musa diarahkan ke sungai sungai dan air, lalu timbullah katak yang berbicara tentang kenajisan, Yanes dan Yambres melakukan hal yang sama juga, coba perhatikan:
‎Keluaran 8:7 "...Tetapi para ahli itu pun membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga mereka membuat katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir."

Tapi yang aneh adalah, untuk menangani dan mengusir kenajisan atau katak katak tersebut, Firaun harus pergi minta tolong kepada Musa,... kenapa tidak minta tolong saja dari kekuatan sihir dan nujum dari Yanes dan Yambres yang sudah mereka lakukan? ‎Keluaran 8:8 "Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN." 
‎----> Kenapa Firaun harus meminta Musa dan Harun untuk berdoa kepada Tuhan? Tidak sanggupkah kuasa sihir Yanes dan Yambres yang bisa membuat katak katak, namun sekarang tidak mampukah kuasa itu mengusir katak katak kenajisan?

Inilah bedanya kuasa yang mengalir dari Tahta Allah Bapa kita, kuasa itu mampu mengusir kegelapan dan kenajisan... kuasa sihir dan kuasa kuasa jahat hanya mampu membuat malapetaka, mampu memporak porandakan dan mampu membuat kenajisan, namun tidak mampu mengatasi badai... sebaliknya kuasa Allah kita yang diberikan kepada Musa dan Harun mampu bekerja membereskan yang rusak, menyucikan dan membersihkan yang kotor...

Pagi ini, mungkin engkau telah gagal dalam banyak hal, keadaanmu mungkin saja sudah kotor dan berantakan, jangan lari kemana mana, cari wajah Bapamu yang di Surga, pada-Nya ada pengampunan, pada-Nya ada belas kasihan dan pemulihan.... Kalau Mesir yang bobrok saja bisa dibersihkan dari katak katak saat itu, apalagi hidupmu...

Jangan keraskan hati seperti Firaun, ... Bapamu megasihimu...
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-12 02:16:55

Selasa,10 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 5-24
"... Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya."


Perubahan tidak selalu berarti pertobatan,... ada perubahan pada diri manusia yang tidak diakibatkan oleh karena pertobatan, contohnya adalah apa yang baru saja kita baca. Firaun begitu bebal dan degil-nya, mujizat demi mujizat dihadapkan didepannya, tulah demi ‎tulah diperlihatkan Tuhan didepan matanya, tapi hatinya sudah terlalu keras dan degil,... Firaun sama sekali tidak bergeming untuk berubah, sebab perubahan yang didorong oleh pertobatan selalu dimulai dari hati nurani yang bertobat, bukan sekedar perbuatan yang berbeda...

Akhir hidup Firaun benar benar tragis dan sangat disesalkan, seorang yang diberikan begitu banyak fasilitas dan kekuasaan selama hidupnya, seorang raja yang memerintah diseluruh Mesir dengan kebudayaannya yang sangat menonjol dibanding dengan negara negara lainnya,... namun seakan akan semua itu dipersiapkan hanya untuk satu hari, yaitu hari kehancuran...

Pelajaran berharga bagi kita pagi ini, belajar-lah untuk sering sering memeriksa dan mengoreksi hati nurani kita sendiri sendiri... Adakah saya adalah seorang yang hatinya lembut?... atau berhati keras?....
Jika hati saya lembut, maka saya akan mudah diarahkan, mudah ditegur, mudah dipimpin oleh Roh Kudus... dan Roh Kudus bisa memakai siapa saja atau bahkan apa saja untuk menyatakan kesalahan dan dosa dosa kita...‎ Dan jika kita tidak peka, maka suara lembut Roh Kudus tidak akan kita abaikan...

Kepada Yusuf, Roh Kudus berbicara lewat mimpi untuk tidak ragu ragu mengambil Maria sebagai istrinya,... sebab dikatakan Yusuf itu berhati tulus...

‎Kepada Daud Roh Kudus berbicara banyak tentang kemuliaan dan rencana-Nya lewat langit, lewat cakrawala,... sebab hati nuraninya itu bisa diajar, teachable...

Lewat ketaatan dan hormat, Salomo mengakui di Amsal 4:4 bahwa ia diajari oleh ayahnya, Daud...

Dan masih banyak lagi, jika kita rela membuka mata hati kita dan belajar dari kebenaran Firman Tuhan, maka hatimu akan menjadi bijaksana, dan langkah kakimu akan terhindar dari malapetaka...

Bagaimana dgn posisi hatimu hari ini? Siapkah engkau diajari Tuhan lewat perkara perkara sederhana hari ini?...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-10 02:08:04

Selasa,10 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 5-24
"... Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya."


Perubahan tidak selalu berarti pertobatan,... ada perubahan pada diri manusia yang tidak diakibatkan oleh karena pertobatan, contohnya adalah apa yang baru saja kita baca. Firaun begitu bebal dan degil-nya, mujizat demi mujizat dihadapkan didepannya, tulah demi ‎tulah diperlihatkan Tuhan didepan matanya, tapi hatinya sudah terlalu keras dan degil,... Firaun sama sekali tidak bergeming untuk berubah, sebab perubahan yang didorong oleh pertobatan selalu dimulai dari hati nurani yang bertobat, bukan sekedar perbuatan yang berbeda...

Akhir hidup Firaun benar benar tragis dan sangat disesalkan, seorang yang diberikan begitu banyak fasilitas dan kekuasaan selama hidupnya, seorang raja yang memerintah diseluruh Mesir dengan kebudayaannya yang sangat menonjol dibanding dengan negara negara lainnya,... namun seakan akan semua itu dipersiapkan hanya untuk satu hari, yaitu hari kehancuran...

Pelajaran berharga bagi kita pagi ini, belajar-lah untuk sering sering memeriksa dan mengoreksi hati nurani kita sendiri sendiri... Adakah saya adalah seorang yang hatinya lembut?... atau berhati keras?....
Jika hati saya lembut, maka saya akan mudah diarahkan, mudah ditegur, mudah dipimpin oleh Roh Kudus... dan Roh Kudus bisa memakai siapa saja atau bahkan apa saja untuk menyatakan kesalahan dan dosa dosa kita...‎ Dan jika kita tidak peka, maka suara lembut Roh Kudus tidak akan kita abaikan...

Kepada Yusuf, Roh Kudus berbicara lewat mimpi untuk tidak ragu ragu mengambil Maria sebagai istrinya,... sebab dikatakan Yusuf itu berhati tulus...

‎Kepada Daud Roh Kudus berbicara banyak tentang kemuliaan dan rencana-Nya lewat langit, lewat cakrawala,... sebab hati nuraninya itu bisa diajar, teachable...

Lewat ketaatan dan hormat, Salomo mengakui di Amsal 4:4 bahwa ia diajari oleh ayahnya, Daud...

Dan masih banyak lagi, jika kita rela membuka mata hati kita dan belajar dari kebenaran Firman Tuhan, maka hatimu akan menjadi bijaksana, dan langkah kakimu akan terhindar dari malapetaka...

Bagaimana dgn posisi hatimu hari ini? Siapkah engkau diajari Tuhan lewat perkara perkara sederhana hari ini?...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-10 02:03:55

Senin,09 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 5:1-5 
"...Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun." 
Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi." 
Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang." 
Tetapi raja Mesir berkata kepada mereka: "Musa dan Harun, mengapakah kamu bawa-bawa bangsa ini melalaikan pekerjaannya? Pergilah melakukan pekerjaanmu!"
Lagi kata Firaun: "Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya!"

Tujuan utama ketika Tuhan hendak membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dari tanah perbudakan, sebenarnya adalah untuk "beribadah kepada Tuhan..."!!!
Dan untuk tujuan tsb, Tuhan harus mengacungkan tangan-Nya yang kuat untuk melawan dan merampas umat-Nya dari cengkraman kekuatan Firaun yang ingin terus menerus memperbudak umat Tuhan.

Hasrat dan tujuan Tuhan dahulu tdk pernah berubah sampai hari ini... Dengan segala kekuatan-Nya, Tuhan akan mengacungkan tangan-Nya utk membebaskan umat-Nya agar umat Tuhan dpt beribadah dgn benar untuk kemuliaan nama TUHAN...‎ Tuhan bahkan tidak menyayangkan semua kemewahan dan kekuatan tentara Mesir demi untuk membebaskan umat-Nya agar bisa beribadah kepada Tuhan dengan benar...

Inilah nilai dan arti ibadah dihadapan Tuhan....‎Tuhan seperti Bapa yang rindu untuk bertemu dan membelai anak-anak-Nya... Dia rela bayar berapapun harganya, untuk dapat bertemu dan bersekutu dengan kita anak-anak-Nya,... Dapatkah saudara menyelami betapa rindunya Tuhan untuk satu persekutuan itu...

Pertanyaan-nya, seperti apakah ibadah itu sebenarnya? Kenapa tidak beribadah saja di Mesir?, bukankah itu yang Firaun usulkan akhirnya.... Kenapa harus pergi keluar dari Mesir?...
Inilah arti ibadah yang perlu kita mengerti,...
Ibadah harus memiliki nilai nilai berikut:
1. Ada korban yang disembelih dan dipersembahkan untuk satu ibadah... Dan hal itu adalah kekejian bagi orang Mesir... Ibadah tanpa daging yang tersayat, tanpa penyangkalan daging, adalah kebohongan, namun justru bagi dunia, penyangkalan kedagingan itu adalah satu kerugian dan kebodohan...
2.  Firaun kemudian berkata, ok, silahkan pergi, tapi hanya para pria saja yang pergi,... Hal itupun tidak sesuai Firman Tuhan, Tuhan mau seluruh keluarga datang menyembah Tuhan bersama sama... itulah ibadah dengan unity satu keluarga...
3. Akhirnya Firaun mencoba hal terakhir, semua boleh pergi, tapi harta mereka yaitu lembu, kambing dan domba harus ditinggal di Mesir, itupun tdk sesuai dengan isi hati-Nya Tuhan, sebab bukankah Firman Tuhan berkata, 'dimana hartamu, disitulah hatimu...' Ibadah harus dengan sepenuh hati...

Mari kita gunakan prinsip prinsip ini untuk melihat diri kita sendiri,... ketika saya berkata bahwa saya adalah orang-orang yang beribadah kepada Tuhan, adakah pola pikir Tuhan tentang ibadah sudah kita genapi? Atau mungkin kita masih dipengaruhi oleh pola pikir Mesir yang mencoba membatalkan dan menggagalkan ibadah yang benar....

Jesus loves you and so do I


dibuat pada : 2018-04-09 02:41:57

Jumat, 06 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 3:1-7 
"Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 
Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka... "

Musa sudah jauh melarikan diri... Musa sudah lama terlupakan dari kemegahan dan hiruk pikuk di Mesir, sekarang Musa mengungsi di Midian dan dari seorang putera kerajaan Mesir, Musa sekarang hanya menjadi seorang gembala kambing domba, dan itupun bukan miliknya, tapi milik mertuanya... Dari perjalanan hidup Musa ini, kita belajar bagaimana Tuhan melaksanakan kehendak-Nya didalam hidup saudara dan saya...

‎Ketika semua yang kita alamai didalam hidup ini tenang, namun tiba tiba langkah kaki Musa seakan digiring sampai ke "Gunung Allah"... Dan sejak saat itu langkah kaki dan tujuan hidup Musa berubah haluan... berubah total... digunung Allah itulah, rencana Tuhan dinyatakan kepada Musa...

Sebenarnya, sudah lama Tuhan menunggu dan menantikan Musa di Gunung Allah, tapi baru kali itu, ketika hati Musa sudah siap, maka langkah langkah kakinya dituntun Tuhan. Tiba tiba setelah langkah Musa dihentak dengan satu pemandangan yang berbeda, yaitu semak duri yang menyala tapi tidak dimakan api, maka hal itu membuat kaki Musa terhenti... itulah yang disebut Divine interfention atau interfensi Illahi...‎ Pada saat 'interfensi Illahi' terjadi atas manusia, langkah hidupmu akan berubah... tujuan hidupmu akan berbeda, namun sering kali sebelum interfensi Illahi terjadi, engkau akan mengalami masa masa sepertinya ditinggalkan, diabaikan, dan sendirian... itulah masa telur sedang dierami, atau ulat sedang berdiam diri di kepompongnya, sabar saja, sebab sebentar lagi satu kehidupan yang baru akan keluar, telur akan berubah menjadi ayam kecil yang lucu, ulat akan berubah menjadi kupu kupu yang indah... seorang gembala domba yang kotor yang tidak dikenal berubah menjadi pemimpin umat Israel yang membelah laut merah, yang berbicara dengan Tuhan muka dgn muka... yang mengeluarkan air dari gunung batu, yang memerintahkan angin untuk membawa burung burung puyuh menjadi makanan satu bangsa... Siapa yang pernah menyangka semua itu akan terjadi? Jangan anggap remeh Divine Interfention... dimulai dengan masa masa menanti nantikan dibawah gunung Allah. 

Tadinya Musa sekedar lari dan menyelamatkan diri dengan menggembalakan domba milik mertuanya... tiba tiba setelah pandangan atau pola pikirnya diubahkan, setelah interfensi Illahi terjadi atasnya, maka sejak saat itu juga, Musa punya satu tujuan hidup yang baru dan arah hidup yg baru...‎ Musa tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri...Musa hidup untuk rencana Tuhan, untuk memberkati banyak orang...
Inilah pertama kali Musa mendengar suara TUHAN didalam hidupnya... Dan Tuhan membagikan kpd Musa apa yang ada didalam hatiNya... yaitu jeritan kesakitan orang Israel... Tuhan memperlakukan Musa sebagai sahabat berbagi beban... Dan Tuhan gunakan atau impartasikan hidup Musa untuk menjadi 'sepertiTuhan' bagi bangsa Israel... menyelesaikan isi hati Tuhan membebaskan bangsa itu...
Pagi ini, entah dimana dalam perjalanan hidupmu engkau sedang berada, apakah engkau sedang berlari keluar dari Mesir, dari masa lalumu... atau sedang diasingkan dan dilupakan oleh banyak orang, sedang menanti nantikan Tuhan... sabar... Tuhan tidak pernah melupakan perbuatan Tangan-Nya, pada waktu-Nya, Dia akan menjumpai kita, itulah yang disebut Divine Interfention...


Smile, it's Friday, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-06 02:31:03

Kamis,05 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Keluaran 2:1-9 " Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 
lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 
Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan tér, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 
kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. 
Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. 
Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?"
Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 
Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.‎.."

Dari kisah kelahiran bahkan sampai Musa dibesarkan, ada satu ‎makna penting yang perlu diperhatikan oleh setiap anak-anak Tuhan yaitu satu kebenaran ini: "TIDAK SEORANG PUN DAPAT BERHASIL DAN MENGGENAPI SEMUA RENCANA TUHAN TANPA BANTUAN ORANG LAIN..." ---> Inilah kebenaran yang perlu kita renungkan hari ini.

Proses lahir dan hidupnya Musa kecil memang sudah menjadi rencana besar Tuhan, sebab bukan hanya Tuhan sudah menubuatkan kepada Abraham sebelumnya, bahwa ket‎urunan-nya akan dibawa masuk ke negeri yang tidak mereka kenal dan kemudian pada keturunan ke empat, mereka akan kembali ke tanah perjanjian (Kejadian 15:16). Musa adalah keturunan keempat dari mereka yang masuk ke Gosyen pada jaman Yusuf, juga Tuhan punya rencana agar hidup Musa dipakai untuk menjadi pemimpin yang membebaskan umat-Nya...

Namun yang penting untuk diperhatikan pagi ini adalah serentetan orang-orang didalam hidup Musa dan disekitar Musa yang turut dipakai Tuhan untuk mengenapi rencana Bapa Surgawi... Coba perhatikan,...

Ada seorang laki-laki Lewi dengan seorang perempuan Lewi yang bersedia untuk membangun rumah tangga dan untuk tetap setia satu sama lain sehingga dari hasil rumah tangga tersebut, Tuhan membuka kandungannya dan lahirlah beberapa anak, sampai akhirnya Musa dilahirkan...

‎Ada kakak perempuan yang rela dengan setia menjaga dan mengamat amati bayi kecil Musa yang dihanyutkan di sungai Nil, dengan setia sang kakak menjaga dan mengawasi adik bayinya... 

Ada dayang dayang Putri Firaun yang punya hati menyelamatkan anak bayi yang terhanyut... 

Ada Putri Firaun yang hatinya penuh belas kasihan dan rela mengambil anak bayi tersebut sebagai bayinya sendiri, padahal sang Firaun telah memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki Ibrani... 

Ada ibu yang rela menyusui anaknya sekalipun dianggap hanya sebagai inang pengasuh... Dan masih banyak lagi rentetan orang-orang sederhana yang dipakai Tuhan sebelum Musa siap untuk dipakai Tuhan menjadi alat-Nya...

Semua itu terus ‎menerus bergulir sampai tiba waktunya, Musa ditemukan matang pada waktu-Nya Tuhan...

Bisakah saudara melihat semua ini?... Inilah satu rahasia kebenaran yang akan membuat kita belajar untuk rendah hati, sebab KITA TIDAK DENGAN SENDIRINYA MENJADI BESAR DAN BERHASIL... KITA MENJADI BESAR DAN BERHASIL KARENA TANGAN TUHAN MEMAKAI BANYAK ORANG-ORANG LAIN UNTUK MEMBESARKAN KITA!!!!

Jika kita sadar akan hal itu, kita akan menghargai kehadiran orang-orang lain yang mungkin berbeda sifat dan kepribadian dengan kita... ada orang-orang yang tegas dan keras untuk mengajar kita untuk disiplin... ada orang-orang yang lemah lembut untuk mengajarkan kita berbelas kasihan...
ada orang-orang yang rela mengorbankan miliknya dan perasaannya atau waktunya untuk kita supaya kita dapat berhasil dan memperoleh kelegaan... Intinya, tidak seorangpun dapat hidup tanpa orang lain!!! Kita perlu orang lain untuk mengajar dan menuntun kita, menguatkan dan membalut ketika kita jatuh, menghardik dan menegur kita ketika kita salah melangkah... 


Kekristenan tidak pernah menganut spirit of independent (tidak tergantung siapapun), kekristenan juga tidak mungkin bertumbuh dengan dasar spirit of dependency ‎(tergantung kepada orang lain)... Kekristenan harus dan hanya akan bertumbuh dengan dasar spirit or interdependent (saling tergantung, saling terkait).... seperti layaknya mata mata rantai yang saling terikat satu sama lain, barulah kita bisa menjadi rantai yang kuat dan kokoh...


Utk hal itu, Kekristenan yang benar selalu perlu satu komunitas yang kuat dan benar... adakah engkau dikelilingi oleh orang-orang yang berani menegurmu ketika engkau salah? Rela menopangmu ketika engkau jatuh? Sejujurnya, saya lebih banyak menemukan bahwa kita sendirilah yang menolak komunitas tersebut... kedegilan daging kita umumnya menolak untuk ditegur ketika kita salah... dengan beribu ribu alasan kita tidak suka ditegur, sebab hati nurani kita menolak untuk berubah... Jika saja Musa menolak saat itu untuk dihanyutkan ke sungai Nil, nama Musapun tidak akan pernah disebut orang...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-05 09:49:42