Morning Dew

Jumat 23 Februari 2018



Shalom Selamat Pagi,
Perhatikan Ayat-Ayat Ini : 
Wahyu 22:11-13 "...Barangsiapa Yang Berbuat Jahat, Biarlah Ia Terus Berbuat Jahat; Barangsiapa Yang Cemar, Biarlah Ia Terus Cemar; Dan Barangsiapa Yang Benar, Biarlah Ia Terus Berbuat Kebenaran; Barangsiapa Yang Kudus, Biarlah Ia Terus Menguduskan Dirinya!"  
"Sesungguhnya Aku Datang Segera Dan Aku Membawa Upah-Ku Untuk Membalaskan Kepada Setiap Orang Menurut Perbuatannya.
Aku Adalah Alfa Dan Omega, Yang Pertama Dan Yang Terkemudian, Yang Awal Dan Yang Akhir."

Bagian Terakhir Dari Kitab Wahyu Ditutup Dengan Perkataan Tuhan Yang Sangat Tegas Dan Penting Untuk Diperhatikan Oleh Gereja-Nya, Yaitu Saudara Dan Saya... 

Yang Terpenting Dari Perjalanan Dan Pertumbuhan Iman Percaya Anak-anak Tuhan Adalah Apa Yang Yesus Katakan Didalam Matius 11:28-29 Demikian: "Marilah Kepada-Ku, Semua Yang Letih Lesu Dan Berbeban Berat, Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu.
Pikullah Kuk Yang Kupasang Dan Belajarlah Pada-Ku, Karena Aku Lemah Lembut Dan Rendah Hati Dan Jiwamu Akan Mendapat Ketenangan..."

Kekristenan ‎kita Hanya Akan Bergerak Maju Dan Bertumbuh Jika Kita Sendiri Memiliki Hati Yang Lemah Lembut Dan Rendah Hati... Saya Menemukan Hanya 2 Bahan Baku Sederhana Inilah Yang Membentuk Dan Mengembalikan Kembali  kharakter Illahi Yang Telah Hilang Dari Manusia Karena Dosa... Itu Sebabnya Yesus Tidak Meminta Murid-murid-Nya Untuk Belajar Hal Hal Spektakuler Dari Pada-Nya. 

Yesus Tidak Pernah Berkata, Belajarlah Berkotbah Dari Pada-Ku, Atau Belajarlah Melakukan Mujizat Dari Pada-Ku, Atau Semua Hal Hal Besar Lainnya. Tapi Dalam 2 Hal Ini, Dia Menuntut Kita Gereja-Nya Untuk Belajar Dari Pada-Nya, Yaitu Kelemah Lembutan Dan Kerendahan Hati...

--> Lemah Lembut Secara Sederhana Artinya Adalah 'bisa Dituntun, Bisa Dibentuk, Atau Bisa Diarahkan... Hati Yang Lentur...'
--> Rendah Hati Artinya Adalah 'bisa Ditegur, Bisa Dinasehati...'

Sesederhana Itu, Tapi Kenyataannya, Terlalu Jarang Anak Anak Tuhan Bahkan Hamba Hamba Tuhan Yang Memiliki 2 Bahan Baku Dasar Untuk Membentuk Kharakter Illahi Didalam Kita. Saya Ingin Berikan Rahasia Sederhana Ini, Saudara Dan Saya Tidak Akan Pernah Dapat Memupuk Ke 2 Dasar Kharakter Kristus Ini Tanpa Saudara Dan Saya Benar Benar Menundukkan Diri Dibawah Satu Pribadi Sebagai Bapa Rohani Bagimu...

Beberapa Hari Yang Lalu, Kita Mendengar Seorang Pahlawan Iman Yang Begitu Dikagumi Dunia, Termaksud Oleh Bukan Orang-orang Percaya Sekalipun, Rev Billy Graham, Dia Meninggal Dan Kembali Kepada Bapa Di Surga Dlm Usia 99 Tahun, Namun Yang Terpenting Adalah Sama Seperti Paulus, Billy Graham Mati Dalam Keadaan 'Finishing Well...'. Berita Berita Dunia Seperti CNN, MSNBC, Fox News Menyatakan Satu Kata Yang Semua Sepakat, Dunia Nyaris Tidak Pernah Mendengar Atau Melihat Ada Scandal Dalam Hidup Dan Pelayanan Billy Graham... 

Baik Dalam Hal Keuangan, Billy Graham International Ministry ‎menguasai Dan Memegang Dana Miliaran Dollar, Tapi Tidak Sepeserpun Dia Ambil Untuk Dirinya Sendiri Selain Dari Apa Yang Memang Diberikan Oleh Board Ministry Kepada-nya Untuk Biaya Hidupnya... Seandainya Itu Pendeta Hari Ini, Kita Akan Tiba Tiba Sadar Bahwa Asset Gereja Sudah Berbalik Nama Menjadi Asset Pribadi, Sebab Siapa Yang Tidak Tergoda Dengan Asset Miliaran Dollar Dan Semua Dibangun Oleh Billy Graham Sendiri...

Atau Dalam Hal Perselingkuhan, Billy Graham Mempertahankan Kesucian Dan Kekudusan Pernikahannya Sampai Pada Hari Kematian-nya...

Apakah Billy Graham Itu Setengah Malaikat? Atau Dia Manusia Tidak Normal? Bukan Semua Itu... Dari Billy Graham Saya Belajar Satu Fakta Kebenaran. Dia Bukan Anak Yatim... Dalam Hal Pertumbuhan Rohani, Dia Berbapa, Yaitu Mordekhai Ham. Dari Kesaksian Hidupnya Yang Saya Ikuti, Billy Graham Menyatakan, Tidak Ada Satu Keputusan Besar Yang Dia Ambil Tanpa Mendapat Restu Dari Bapa Rohaninya, Mordekhai Ham... Kita Tidak Banyak Mendengar Nama Mordekhai Ham, Tapi Itulah Pembapaan... Didalam Pembapaan, Billy Graham Ditegur... Diarahkan,... Dituntun,... Dinasehati...

Seandainya Tidak Ada Kelemah Lembutan Dan Kerendahan Hati, Mungkinkah Semua Itu Terjadi?

Bahkan Lebih Bahaya Lagi Adalah Apa Yang Akhir Kitab Wahyu Katakan:
 "...Barangsiapa Yang Berbuat
Bahkan Lebih Bahaya Lagi Adalah Apa Yg Akhir Kitab Wahyu Katakan: "...Barangsiapa Yang Berbuat Jahat, Biarlah Ia Terus Berbuat Jahat; Barangsiapa Yang Cemar, Biarlah Ia Terus Cemar; Dan Barangsiapa Yang Benar, Biarlah Ia Terus Berbuat Kebenaran; Barangsiapa Yang Kudus, Biarlah Ia Terus Menguduskan Dirinya!" 

---> Pada Jaman Akhir, Kita Akan Melihat Jurang Pemisah Antara Yg Cemar Dan Yang Kudus Semakin Jauh Dan Jelas... Hidup Yang Tanpa 2 Dasar Kharakter Tadi Akan Membuat Manusia Termaksud Hamba Hamba Tuhan Sekalipun, Tidak Sadar Bahwa Dia Sudah Jatuh Dan Melarat... Dia Bahkan Semakin Menjebloskan Dirinya Sendiri Kedalam Kecemaran Dan Kehancuran...


Sebagai Penutup, Perhatikan Kebenaran Ini, Pastikan Semua Kita Belajar Dari Yesus, Yaitu Belajar Kelemah Lembutan Dan Kerendahan Hati... Dia Rela Dituntun Dan Dibimbing Bapa, Bahkan Sampai Dituntun Ke Kayu Salib...


Smile, It's Friday

Embrace His Grace, For Grace Leads Back To The First Love 

Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2018-02-23 01:03:21

Kamis 22 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 19:11 "...Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil..."

Salah satu kharakter Allah kita yang dari pada-Nya kita mewarisi kebenaran tersebut adalah kharakter 'Kesetiaan'. Begitu kentalnya Tuhan dengan sifat dasar ini atau kharakter ini, sampai sampai nama-Nya pun disebut "Yang Setia dan Yang Benar", sebab Dia tidak dapat untuk tidak setia...

Kesetiaan itu sudah lama pudar dari kebudayaan modern saat ini, dan kesetiaan sudah banyak digantikan dengan kata 'hak hidup' akhir-akhir ini...

Suami-istri yang sudah mengenal kebenaran, memutuskan untuk bercerai sekalipun sudah menerima begitu banyak nasehat, argumentasi yang paling sering kita dengar adalah 'irreconcilable differences - atau perbedaan yang tidak dapat dipersatukan kembali...' Masing-masing memilih dan memperjuangkan hak-hak masing-masing untuk hidup lebih baik, untuk menikmati kebahagiaan lebih lagi dari pada bertahan menikah dengan seorang pribadi yang tidak dapat lagi membahagiakan dirinya, bukankah itu jelas berarti bahwa hak pribadi berada diatas kesetiaan?‎ Kesetiaan sudah merupakan kata aneh yang tidak memiliki arti apa-apa, dan kalau toh masih diperkatakan di dalam sumpah setia di dalam satu janji nikah, namun yang berjanji belum tentu sungguh-sungguh sadar dan berniat untuk menggenapinya...

Hal yang juga sangat berbahaya adalah 'kesetiaan' dimengerti atau diterima dengan pengertian yang sangat menyesatkan. Coba perhatikan apa yang Firman Tuhan di atas katakan sebagai nama Tuhan kita: "Yang Setia dan Yang Benar"

Kesetiaan yang tanpa kebenaran adalah orang buta yang tersesat...
Contoh paling sederhana, hari-hari ini, the White House atau istana president America yang disebut Gedung putih, hari-hari ini menjadi tertawaan dan olok-olokan yang sangat memalukan, bukan saja di antara bangsa America, tapi diseluruh dunia, sebab pemimpin nya yang ada disana menuntut dan memaksa kesetiaan kepada dirinya sendiri sekalipun tidak benar, bukan terhadap konstitusi negara tersebut. Akibatnya orang-orang yg memiliki integritas terpaksa dipecat atau mengundurkan diri, dan orang-orang yang menjilat sedang bermain api dgn bersandiwara dan berbohong bahkan terhadap sumpah. Kesetiaan dituntut dengan harga mati terhadap sesuatu atau seseorang yang salah,... kesetiaan berjalan tanpa kebenaran. Itulah bahaya penyesatan yang terjadi hari-hari ini...

Nama TUHAN disebut "Yang Setia dan Yang Benar" , sebab tidak ada kesetiaan tanpa bergandengan tangan dengan kebenaran... Kesetiaan kita harus ditujukan kepada kebenaran, jika tidak demikian, maka kita sedang tersesat dan berlaku setia terhadap seorang diktator... Semua terdakwa kejahatan Nazi  dalam perang dunia ke dua di Nurnberg, tidak satupun sadar dan menyalahkan doktrine Nazi yang gila dan kejam... mereka semua setia kepada Hitler seperti setia kepada Tuhan, itulah penyesatan...

‎Hari ini mari kita koreksi kesetiaan kita, adakah kata setia itu masih berarti apa-apa di hati kita? Benarkah saya pribadi yang setia? Belajar untuk setia kepada sumpah atau janji yang saudara dan saya buat sendiri... sebab Mazmur 15 dengan tegas menyatakan, orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang berpegang kepada sumpah sekalipun rugi...
Kedua, jika engkau merupakan pribadi yang sudah berkharakter setia, pupuk dan bangun kesetiaan mu di atas kebenaran, bukan membabi buta atau di atas keuntungan...
Ketika anak-anak, kita belajar satu lagu perjuangan yang sangat populer  di kalangan‎ anak bangsa ini, lagunya berbunyi:
"Maju tak gentar, membela yang benar..."

Hari hari ini, jauh lebih banyak pemimpin bangsa yang bernyayi lagu ini dengan nada sumbang yang berbunyi:
"Maju tak gentar, membela yang bayar..."

Lagu mana yang masih berbunyi dihati nuranimu?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-22 03:14:49

Rabu 21 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 18:1-4 "...Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.
Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,  
karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." 
Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya..."

Dalam banyak perkara, ketika berhadapan dengan dosa dan kesalahan yang sudah kita lakukan, terlalu banyak anak-anak Tuhan yang menyembunyikan diri... menutup nutupi dosanya rapat-rapat, justru untuk dosa-dosa ini, Firman Tuhan menga‎jarkan kita untuk menghadapi, akui dan selesaikan dengan benar... 

Sebaliknya ada dosa atau godaan kenajisan dan percabulan, justru untuk yang satu ini, tidak ada jalan keluar lain yang lebih benar selain lari dan tinggalkan kenajisan. Jangan hadapi dengan doa, jangan hadapi dengan berpuasa, atau bahkan ditengking, cukup lari dan tinggalkan percabulan dan orang-orang yang mendorong atau menggoda kita untuk jatuh kedalam percabulan.

Coba lihat dan perhatikan pewahyuan tentang Babel kota besar itu‎, Babel menjadi lambang percabulan dan perzinahan, banyak orang yang minum anggur hawa nafsu cabulnya, disitulah berdiam segala roh-roh najis...
Apa yang harus dikerjakan oleh Gereja-Nya? Apa nasehat Kepala Gereja yaitu Kristus sendiri?

Perhatikan ayat 4: ‎"...Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya..."
‎---> Bahkan Tuhan sendiri mengajarkan kepada gereja-Nya 'Pergilah.... pergilah dari padanya....supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya...

Justru dalam hal inilah ada begitu banyak hamba-hamba Tuhan jatuh, sebab dia merasa kuat, itulah keangkuhan... Dalam hal percabulan dan perzinahan, tidak ada jalan lain selain tinggalkan, jauhi... dekatkan dirimu dengan orang-orang yang tidak akan membawamu kepada percabulan... 

Tanpa kita harus mencari-cari sekalipun, dosa ini terus-menerus menggoda dan merayu anak anak Tuhan, apalagi dengan kemajuan technology saat ini, semua media electronics dengan medah menawarkan manusia untuk jatuh kepada dosa kenajisan... pornography menjadi satu alat untuk marketing.

Kenajisan ini tidak hanya subur diluar gereja, tidak sedikit pelayan pelayan mimbar yang hidup di dalam dosa kenajisan dan lebih parahnya lagi, dia sendiri tidak menyadari bahwa hal itu keliru... kita menganggap hal itu biasa dan wajar... Tidak heran jika gereja menjadi impotent dan melenceng dari tujuan Tuhan, sebab roh Babel atau roh kenajisan bekerja leluasa didlm nya...

‎Hal ini sangat berbahaya terutama bagi kita para pria... Kita ditentukan Tuhan untuk menjadi Imam di dalam rumah tangga kita masing-masing,... Kita seharusnya dapat meneruskan berkat dan perlindungan Tuhan bagi istri dan anak-anak kita, dan iblis tahu akan kebenaran tersebut. Itu sebabnya jika imam itu bisa dibuat jatuh, maka rumah tangga itu akan hancur... Satu senjata yang classic namun sangat ampuh untuk menjatuhkan seorang imam adalah dosa perzinahan atau percabulan.

Saudaraku, jangan tantang dosa yang satu ini, cukup jauhi... hindari saja...
Jika engkau mengenal beberapa teman yang terus-menerus mendorong kita untuk berfikir dan berbuat cabul dengan perkataan percandaannya, dengan foto-foto yang dia kirimkan, dengan ajakan-ajakannya, nasehat Tuhan pagi ini, putuskan hubungan dengan orang-orang yang demikian... jauhi mereka... 
Tidak perlu didoakan atau di puasakan, cukup jauhi...

Saudara dan sayalah yang harus berjuang untuk rumah tangga dan pernikahan  kita masing-masing... sebab jika bukan kita, tidak seorangpun akan berjuang untuk keutuhan rumah tangga kita.‎ Gereja hanya bisa menasehati, tapi tidak bisa banyak berbuat apa-apa dalam hal ini... Negara tidak perduli jika engkau bercerai atau utuh... tetanggamu pun tidak akan ambil pusing. Kita sendirilah yang harus berjuang untuk keutuhan rumah tangga kita masing-masing, agar anak-anak kita dapat memahami tatanan kehidupan di Surga, yaitu yang mereka lihat dari dalam keluarga...


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-21 01:50:57

Selasa 20 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 17:12-14 "...Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. 
Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. 
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." 

‎Sering kita mendengar bahkan mengalami-nya  sendiri, dimana kita seakan sudah melakukan Firman Tuhan, namun kenyataannya Firman Tuhan itu tidak bermanfaat apa-apa bagi kita. Kita tidak mengerti mengapa seakan Firman Tuhan itu tidak memiliki kekuatan apa-apa di dalam hidup kita. 

Pagi ini kita diingatkan kembali akan betapa pentingnya untuk menerima dan melakukan Firman Tuhan secara utuh dan benar, bukan sepenggal atau sepotong sepotong sesuai dengan kemauan dan kehendak kita sendiri.

Coba perhatikan ayat-ayat diatas, pada jaman akhir, ada 10 raja yang akan sepakat, mereka akan seia sekata,‎ perhatikan sekali lagi ayat 12 & 13 diatas: "...Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. 
Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu..." 

Jika kita bandingkan dengan perkataan Tuhan di Matius18:19 yang berbunyi: "...Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga."

Tapi kenapa kesepakatan dan ke-seia sekataan 10 raja raja itu tidak berhasil mencapai tujuannya? Bukankah di Matius 18:19 tadi dikatakan bahwa jika 2 atau 3 orang sepakat meminta APAPUN JUGA, artinya apa saja, mengapa kesepakatan ke 10 raja raja tidak membuahkan hasil?

Inilah contoh dari membaca Firman Tuhan secara sepenggal, sebab di Matius 18:20, yaitu yang menerangkan ayat sebelumnya atau ayat 19 diatasnya berbunyi demikian:
‎"...Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Kesepakatan 2 atau 3 orang itu harus ada di dalam nama Tuhan, sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan melawan Tuhan, sedangkan kesepakatan 10 raja-raja di Wahyu 17 adalah untuk melawan Anak Domba, yaitu Kristus sendiri, sehingga sekalipun mereka seia sekata, kesepakatan mereka tidak membuahkan hasil apa-apa... Inilah rahasia perenungan kita pagi ini.

Ketika suami istri bahkan satu keluarga sepakat dan berdoa bersama, adakah kita melihat kuasa doa itu terjadi? Jika tidak terjadi, mari coba kita selidiki sendiri inti kesepakatan dan ke seia sekataan kita, adakah itu didlm nama TUHAN, untuk kemuliaan TUHAN, sesuai kehendak Tuhan sendiri?
Jika tidak, jangan heran ada begitu banyak doa dalam kesepakatan yang berakhir sia-sia, sebab bukan sesuai kehendak Tuhan...

Yg paling benar dan sederhana adalah apa yg Yesus lakukan di taman Getsemany, 'kehendak Mu Bapa yg terjadi, bukan kehendak Ku...'

Belajar utk tunduk dan taat akan kehendak Tuhan didlm doa dan kesepakatanmu mulai hari ini, sebab seringkali saya menemukan diri saya sendiri, ketika doa saya saya meteraikan dgn perkataan Yesus tadi, yaitu biarlah kehendak Mu Bapa yg terjadi, bukan kehendak ku, maka terkadang sekalipun saya gagal menerima apa yg saya doakan, tapi Tuhan memberi saya yg lebih baik yaitu yg sesuai rencana dan kehendak-Nya...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-20 02:48:12

Senin 19 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 14:1-5 "Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela."

Kitab Wahyu ‎adalah kitab yang sulit untuk difahami, kita sungguh-sungguh memerlukan kasih karunia Tuhan untuk bisa memahami penyingkapan dari pewahyuan yang Tuhan sesungguhnya ingin sampaikan... Sedemikian rupa sehingga banyak hamba-hamba Tuhan berusaha dengan hikmatnya sendiri membuat penafsiran penafsiran yang 'wah' dan 'manakjubkan' sehingga terjadi begitu banyak penyesatan penyesatan dari interpretasi satu kitab ini. 

Sesungguhnya, bukan semua hal hal itu yang Tuhan ingin sampaikan kepada jemaat-Nya, Tuhan ingin secara sederhana agar jemaat Tuhan bisa memahami kebenaran isi Firman-Nya, termaksud isi kitab Wahyu.

Dari perikop di atas, kita menemukan ada 144,000 tua-tua yang berdiri dihadapan Anak Domba, dan mereka disebut sebagai korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba... mereka memahami bahasa dan nyanyian yang tidak difahami orang lain... sebab pada mulut mereka tidak terdapat dusta dan tidak ditemukan cela... Jika kita membuat rumit kisah di atas, maka kita akan terjebak dengan hal-hal Theological yang tidak akan memberkati jemaat jemaat, 
‎seperti, kenapa hanya 144,000 orang, apakah nyanyian baru tsb, apakah semua mereka itu tidak pernah menikah, dan lain lain...

Namun sesungguhnya, kitab Wahyu di pasal 14 itu sendiri menjelaskan apa yang penting disini, coba lihat‎ Wahyu 14:12 "...Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." sangat sederhana sekali...

---> Itulah sebabnya sekali lagi saya ingin menegaskan pentingnya setiap anak-anak Tuhan memahami kebenaran ini, seorang percaya itu disebut: sebagai orang Kristen apabila semakin hari kharakternya semakin serupa seperti Kristus... Kita terjebak dengan ajaran ini itu, tapi selama kharaktermu tidak semakin serupa seperti Kristus, semua itu adalah penyesatan belaka. Ijinkan Roh Kudus menguasai dan bekerja di dalam hidup kita, Dia pasti akan menuntun kita untuk semakin serupa seperti Kristus, yang tekun menuruti perintah Bapa Surgawi...

Jika saudara mundur satu pasal lagi, di pasal 13 kitab Wahyu kita juga akan menemukan urat nadi dari Kitab tersebut yang sangat sederhana, coba perhatikan:
Wahyu 13:10 "....Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus." Perhatikan apa yang menurut Firman Tuhan di pasal itu sendiri katakan apa yang penting, ketabahan iman orang percaya!
---> sekali lagi Roh Tuhan membimbing Yohanes di pulau Patmos untuk menuliskan apa yang penting, sederhana, bukankah semua itu menunjuk kepada Kharakter Kristus.

Pagi ini, belajarlah tekun seperti Kristus untuk mengikuti Firman Allah... Terlalu banyak tahu tapi tidak melakukan apa-apa juga sama sekali tidak berguna. Tuhan mencari pelaku-pelaku Firman...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I  

dibuat pada : 2018-02-19 01:57:14

Kamis 15 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 12:1-6, 14-17 "Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. 
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 
Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 
Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.  
Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus..."

Ada satu pemandangan yang aneh, seorang perempuan mengandung, dan perempuan tersebut mengenakan sebuah mahkota dgn 12 ‎bintang di kepalanya. Setelah melahirkan seorang Anak, maka Anak itu di lahirkan ke tahta Allah, sedangkan perempuan itu sendiri lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya... atau 3.5 tahun.

Saya percaya yang dimaksud dengan 'perempuan' disini adalah Gereja Tuhan, gereja Tuhan atau anak-anak Tuhan lah yang akan dilindungi selama waktu tertentu dari serangan iblis atau ular naga itu. Tapi yang menarik dan penting untuk diperhatikan adalah bagaimana iblis menyerang gereja-Nya. Coba perhatikan Wahyu 12:15-16 "...Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya."

Serangan yabg diarahkan iblis terhadap Gereja Tuhan yang telah mengandung dan membuahkan Kristus adalah 'air sebesar sungai...' tujuannya ada supaya gereja Tuhan dihanyutkan oleh air tersebut. Air itu sering diartikan seperti kasih, kebajikan, atau berkat berkat yang mengalir seperti sungai... Dan justru itulah yang iblis pakai untuk menyerang dengan tujuan menghancurkan Gereja-Nya. 

Saudaraku sesama anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan, hati-hati dengan senjata ampuh yang sekalipun sudah kuno yang iblis pakai ini. ‎Firman Tuhan sendiri telah dengan tegas menyatakan bahaya akan kebenaran ini: 
‎"...Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. - 1 Timotius 6:10 (a)"

Ada begitu banyak anak anak Tuhan yang hidupnya hancur hanya karena hanyut oleh uang atau berkat berkat... Tidak sedikit gereja yang tidak lagi mengabarkan kekudusan dan takut akan Tuhan, dan semua digantikan dengan khabar-khabar yang menyenangkan telinga yaitu berkat dan kelimpahan... Saudaraku, jika iblis tidak mampu membuat engkau melarat dan hancur, maka iblis akan sengaja mendorong engkau berkelimpahan agar terhanyut olehnya.  

Bagaimana mengatasi tipuan dan bahaya terhanyut oleh berkat yang iblis semburkan ini? Perhatikan ayat selanjutnya di Wahyu 12:16 
"... Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya."
Biarkan bumi menelan sebagian berkat berkat itu. Inilah concept 'berbagi dgn orang lain' yang diumpamakan seperti bumi oleh kitab Wahyu. Seperti sudah berkali-kali saya sampaikan, bagi orang-orang Yahudi di Israel, mereka diajar oleh Tuhan sendiri cara mereka bercocok tanam dan menuai hasil panen mereka, yaitu tidak dengan dipanen bersih bersih semuanya.... ada sebagian yang harus disisakan untuk orang-orang miskin yang tinggal disekitar mereka.. bahkan ada yang dibiarkan untuk dimakan burung-burung dan jatuh ketanah dimakan bumi... Dan jika mereka mengerjakannya seperti demikian, maka makanan mereka akan menjadi kosher atau halal...

‎Pagi ini, Firman TUHAN dengan sederhana namun tegas mengingatkan kita akan bahaya berkat yang bukan dari Tuhan... Belajar untuk berbagi... Apalagi kalau menghadapi perayaan Imlek seperti ini, kebiasaan membagi bagi berkat itu bukan untuk pamer, tapi untuk menguduskan makananmu...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-15 02:00:05

Rabu 14 Februari 2018

Shalom Selamat Pagi,
Perhatikan Ayat-ayat Ini : 
Wahyu 8:10-11 "...Lalu Malaikat Yang Ketiga Meniup Sangkakalanya Dan Jatuhlah Dari Langit Sebuah Bintang Besar, Menyala-nyala Seperti Obor, Dan Ia Menimpa Sepertiga Dari Sungai-sungai Dan Mata-mata Air.
Nama Bintang Itu Ialah Apsintus. Dan Sepertiga Dari Semua Air Menjadi Apsintus, Dan Banyak Orang Mati Karena Air Itu, Sebab Sudah Menjadi Pahit." 

Ada Satu‎ Nubuatan Yang Terjadi Ketika Sangkakala Ketiga Dibunyikan, Yaitu Jatuhnya Sebuah Bintang Besar Bernama Apsintus. Perhatikan Dimana Bintang Itu Jatuh, Di Sungai Sungai Dan Di Mata-mata Air... Ditempat Dimana Pada Umumnya Air Itu Muncul Dan Mengalir, Sehingga Akibatnya, Sepertiga Dari Mata-mata Air Yang Ada Dan Telah Menerima Kejatuhan Bintang Apsintus Itu, Maka Sungai-sungai Dan Mata-mata Air Tersebut Menjadi Pahit Dan Akibatnya Mengalirkan Air Yang Pahit Juga... Yang Lebih Fatal Lagi, Kejadian Tersebut Tidak Diketahui Oleh Orang-orang Yang Ada Disekitarnya, Sehingga Banyak Orang Tetap Minum Dari Air Yang Mengalir Dari Sungai-sungai Tersebut Yang Sudah Menjadi Pahit Dan Akibatnya Membawa Kepada Kematian.

‎Inilah Bahaya Yang Perlu Diwaspadai Oleh Setiap Anak-anak Tuhan. Jaga Hati Dan Pikiran Kita...jika Sampai Iblis Mampu Membuat Hati Kita Menjadi Pahit, Maka Dalam Keadaan Pahit Seperti Itu, Pasti Kita Tidak Akan Mungkin Mampu Menerima Kepenuhan Dari Rencana Tuhan Yang Tuhan Ingin Kerjakan Di Dalam Hidup Kita... Hati Yang Pahit Itu Merusak Dan Membawa Kepada Kehancuran.

Saya Tahu Seorang Hamba Tuhan Yang Kecewa Dengan Perlakuan Hamba Tuhan Lainnya, Dan Kekecewaan Tersebut Dibawa Sampai Menjadi Kepahitan Ketika Dia Terkena Cancer Dan Akhirnya ‎mati... Beberapa Hari Sebelum Dia Mati, Hamba Tuhan Itu Berpesan Kepada Anak-anaknya,... 'nanti Kalau Papah Meninggal, Dan Jika Oom Itu Datang, Jangan Biarkan Dia Datang Untuk Melihat Jasad Papah...' Hamba Tuhan Itu Menyimpan Dan Membawa Kepahitan Itu Sampai Dia Mati... Betapa Menyedihkan-nya Akhir Hidup Seorang Pelayan Dan Hamba Tuhan Seperti Demikian...

Saudaraku, Pagi Ini Firman Tuhan Mengajarkan Dan Mengingatkan Kita Untuk Menjaga Hati Kita Masing-masing...‎ Bagaimana Caranya? Inilah 3 Pintu Atau 3 Jendela Yang Bisa Masuk Kedalam Hati Kita:

1. Pikiran Kita. Kita Berhak Menentukan Dan Memutuskan Apa-apa Saja Yang Akan Kita Bawa Masuk Ke Dalam Pikiran Kita... Hati-hati Untuk Memikirkan Yang Merusak. Daud Mengajarkan Kita Untuk Memikirkan Dan Merenungkan Firman Tuhan, Dan Itulah Rahasia Perkenanan Tuhan Akan Si Pemazmur...

2. Telinga Atau Pendengaran Kita. Ada Terlalu Banyak Perkara Atau Suara Suara Disekitar Kita, Belajarlah Untuk Memiliki Frequency Yang Benar. Sebuah Radio Itu Hanya Mampu Menangkap Suara Yang Bergerak Di Frequency Tertentu Yang Sudah Ditetapkan Atasnya, Jadi Sekalipun Ada Begitu Banyak Suara Suara Di Udara, Namun Yang Ditangkap Olehnya Adalah Suara Dari Frequency Yang Sudah Ditetapkan Atas‎nya...

3. Mata Atau Penglihatan Kita. Jangan Anggap Sepele Bahaya Dari Apa Yang Engkau Lihat... Engkau Akan Menjadi Seperti Yang Engkau Lihat. Ingat Peristiwa Hikmat Yakub, Dia Memelihara Semua Kambing Domba Yang Polos, Dikawinkan Dengan Kambing Domba Polos Juga, Namun Pada Saat Berkelamin, Mereka Disuruh Melihat Gambar Kayu Yang Bercak-bercak, Akibatnya Anak-anak Yabg Lahir Itu Bercak-bercak... Apa Yang Engkau Lihat Akan Membuahkan Tindakan Yang Engkau Kerjakan.

Jaga Hatimu Dengan Menjaga Jendela-jendelanya, Mata, Telinga Dan Pikiran Kita Jangan Sampai Engkau Minum Air Yang Sudah Menjadi Pahit. Hindari Kekecewaan Dan Kemarahan Yang Berlarut Larut...

‎Embrace His Grace, For Grace Leads Back To The First Love 
Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2018-02-14 05:38:50

Selasa 13 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 7:13-17 "...Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang? "Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.  
Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 
Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." 

Kebenaran Firman Tuhan di atas akan memastikan kita untuk memahami Firman Tuhan secara benar dan menyeluruh... Hari-hari dimana kita hidup bergereja, kita lebih banyak mendengar berita-berita dari atas mimbar yang mengabarkan berita-berita yang menyenangkan telinga kita saja, namun tidak membangun fondasi kebenaran yang murni. Terkadang memang sebagai manusia, kita ‎membutuhkan kata kata manis yang menjanjikan dan menghibur, tapi kita juga perlu untuk bertumbuh, dan pertumbuhan itu terjadi ketika kita siap untuk menerima didikan dan process yang Tuhan ijinkan terjadi...

Seorang dari tua-tua yang ada di Surga melihat sejumlah besar orang-orang dari berbagai bangsa dan bahasa berdiri dihadapan tahta Tuhan, dan tua-tua itu bertanya siapakah mereka yang berdiri dihadapan Tuhan dengan pakaian jubah putih itu? ‎Kemudian malaikat Tuhan menjawab:
‎"...Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba..."

Coba renungkan sebentar, sekelompok orang-orang benar yang berpakaian jubah putih bukanlah mereka yang disebut sebagai :
- orang-orang yang sudah dibabtis...
- atau yang sudah mengalami mujizat besar...
- atau para pendeta pendeta besar...

Tapi orang-orang yang telah keluar dari kesusahan besar... Melalui kesusahan besar itulah, mereka mencuci jubah mereka di dalam darah Anak Domba!  

Inilah satu perkara yang perlu kita renungkan pagi ini, kekristenan itu bukanlah sekedar pesta pora... Kekristenan itu ‎adalah anugrah yang kita terima dengan penuh ucapan syukur,... tanda kita benar benar mensyukuri anugrah besar yang kita terima dari Tuhan itu, kita akan kuat bertahan dan memegang teguh iman percaya kita sekalipun kita melewati kesusahan besar... itulah cara kita mencuci pakaian kita bersih di dalam darah Anak Domba... Kitapun kuat dan rela menjalani kesusahan besar yang Tuhan ijinkan terjadi atas kita, sebab Dia sendiri telah melewatinya. 

Dihadapan Tuhan, hidup yang seperti ini adalah hidup yang berpakaian putih bersih yang dicuci di dalam darah Anak Domba....

Seorang anak gadis kecil bernama Anne dari keluarga Johnson, ditinggalkan menjadi yatim piatu oleh kedua orang tuanya ketika Anne masih sangat kecil, kemudian keluarga Flint mengadopsi Anne, sehingga namany sekarang menjadi Anne Johnson Flint.

Pada usia remaja, Anne menderita penyakit rematik yang akut, sehingga tulang-tulangnya menjadi bongkok dan akhirnya dia lumpuh total...

Tidak lama setelah itu Anne juga yg menderita penyakit gula darah, organ organ tubuhnya mulai rusak, dan matanya menjadi buta total...

Tidak cukup seperti itu, dia mendapat penyakit cancer kulit sehingga sekujur tubuhnya menjadi seperti melepuh dan tumbuh borok-borok...

Karena tidak tahan menahan sakit, dia tidur dialasi 7 sampai 8 bantal untuk menopang tubuhnya yang mengkerut seperti seorang nenek-nenek...

Di dalam kesakitannya, Anne Johnson Flint menuliskan lagu hymne yang sangat indah dan terkenal yang berkata begini:

He giveth more grace as our burdens grow greater, He sendeth more strength as our labors increase; To added afflictions He addeth His mercy, To multiplied trials He multiplies peace.
When we have exhausted our store o
When our strength has failed ere the day is half done, When we reach the end of our hoarded resources Our Father’s full giving is only begun.

‎Bayangkan seorang anak gadis, menjadi yatim piatu, buta, lumpuh, terkena cancer, tapi mulutnya mengalunkan Mazmur pujian, 

Dia memberikan anugrah lebih lagi ketika beban ini semakin bertambah...

Saksi mata melukiskan keadaan Anne Johnson Flint dgn satu kalimat:

" the making of the beautiful... process menjadikan indah..."

‎Itulah contoh manusia manusia yg akan berdiri dihadapan tahta Anak Domba yg berpakaian putih bersih yg sudah dicuci di dalam darah Anak Domba...

Sudahkah engkau mencuci pakaianmu pagi ini? Jgn sekedar mencuci baju kotor kemarin sore, tapi cuci jubahmu didlm darah Kristus...

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-02-13 02:25:53

Senin 12 Februari 2018

Shalom Selamat Pagi,
Perhatikan Ayat-ayat Ini :
Wahyu 5:1-5 "Maka Aku Melihat Di Tangan Kanan Dia Yang Duduk Di Atas Takhta Itu, Sebuah Gulungan Kitab, Yang Ditulisi Sebelah Dalam Dan Sebelah Luarnya Dan Dimeterai Dengan Tujuh Meterai.
Dan Aku Melihat Seorang Malaikat Yang Gagah, Yang Berseru Dengan Suara Nyaring, Katanya: "Siapakah Yang Layak Membuka Gulungan Kitab Itu Dan Membuka Meterai-meterainya?"
Tetapi Tidak Ada Seorang Pun Yang Di Sorga Atau Yang Di Bumi Atau Yang Di Bawah Bumi, Yang Dapat Membuka Gulungan Kitab Itu Atau Yang Dapat Melihat Sebelah Dalamnya.
Maka Menangislah Aku Dengan Amat Sedihnya, Karena Tidak Ada Seorang Pun Yang Dianggap Layak Untuk Membuka Gulungan Kitab Itu Ataupun Melihat Sebelah Dalamnya.
Lalu Berkatalah Seorang Dari Tua-tua Itu Kepadaku: "Jangan Engkau Menangis! Sesungguhnya, Singa Dari Suku Yehuda, Yaitu Tunas Daud, Telah Menang, Sehingga Ia Dapat Membuka Gulungan Kitab Itu Dan Membuka Ketujuh Meterainya."  

Ada Satu Pemandangan Di Dlm Hadirat Tuhan Yang Dilihat Oleh Yohanes Di Pulat Patmos, Yaitu Satu Gulungan Kitab Yang Termeterai Dan Berisi Tulisan Di Bagian Dalam Dan Luarnya... Tidak Seorangpun Di Surga, Di Bumi, Dan Dibawah Bumi Yang Sanggup Dan Layak Membuka Meterai Meterai Tersebut...

Jika Kita Memahami Gulungan Kitab Itu Adalah Firman Allah Yang Termeteraikan Dan Hanya Anak Domba Allah Yang Sudah Mati Disalibkan Bagi Manusia Itulah Yang Layak Membuka Meterai Meterai Dari Gulungan Kitab Tersebut, Itu Benar Adanya... Namun Coba Sebentar Memperhatikan Sudut Pandang Lain, Bukankah Juga Bisa Dimengerti Bahwa Kita, Saudara Dan Saya Adalah Gulungan Kitab Kitab Tersebut? Bukankah Di Dalam Kita Dan Diluar Kita Ada Begitu Banyak Tulisan Tulisan‎ Yang Tidak Bisa Disingkapkan Kecuali Oleh Tuhan Sendiri?

Paulus Menuliskan Demikian Kepada Jemaat-jemaat Di Korintus :
2 Korintus 3:2-3 "Kamu Adalah Surat Pujian Kami Yang Tertulis Dalam Hati Kami Dan Yang Dikenal Dan Yang Dapat Dibaca Oleh Semua Orang.
Karena Telah Ternyata, Bahwa Kamu Adalah Surat Kristus, Yang Ditulis Oleh Pelayanan Kami, Ditulis Bukan Dengan Tinta, Tetapi Dengan Roh Dari Allah Yang Hidup, Bukan Pada Loh-loh Batu, Melainkan Pada Loh-loh Daging, Yaitu Di Dalam Hati Manusia..."  

---> Inilah Rahasia Kebenaran Dari Hidup Seorang Manusia Seperti Paulus, Meterai Dihidupnya Telah Dibukakan Oleh Kristus Sendiri, Sehingga Dari Dalam, Tulisan Tulisan Yang Tercatat Atau Yang Tuhan Tuliskan Bisa Tersingkapkan... Kharak‎ternya Yang Dia Warisi Dari Tuhan Sendiri Dimunculkan Dan Disingkapkan, Sehingga Tulisan Yang Diluar, Yaitu Hidupnya, Mulai Menonjolkan Kesaksian Yang Benar Dan Memuliakan Tuhan... Orang-orang Yang Mengenal Dan Melihat Hidup Paulus Mulai Melantunkan Khabar Baik Dan Khabar Manis Tentang Hidupnya... Mereka Sendiri Bersaksi Melihat Perubahan Dan Pertobatan Hidup Seorang Yang Sudah Merupakan Gulungan Kitab Yang Terbuka...

Bagaimana Dengan Hidupmu Dan Hidupku? Adakah Kitapun Sudah Menjadi Gulungan Kitab Yang Terbuka? Ketika Kita Sudah Merasakan Kuasa Kristus Bekerja Di Dalam Hati Kita, Maka Kharakter-kharakter Illahi Akan Dimunculkan... Dan Dari Luarnya, Orang Lain Akan Melihat Kebenaran Tuhan Di Dalam Hidup Kita Dan Bahkan Menyatakan Kesaksian Yang Benar... Sudahkah Demikian Bagimu Dan Bagiku?

‎Sudahkah Engkau Menjadi Gulungan Kitab Yang Terbuka? Beranikah Engkau Membuka Dirimu Kepada Tuhan Dan Kepada Seseorang Untuk Ditopang Dan Dibimbing?....

Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2018-02-12 01:59:44

Jumat 09 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 4:1-4, 10-11 "...Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.  
Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: 
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Setelah dibuka dengan salam dan pernyataan kepada para jemaat, kitab Wahyu memaparkan satu dasar yang sangat terang dan gamblang, yaitu tentang siapa atau apa yang layak untuk duduk di atas tahta....

Perhatikan ayat‎ 2 dari Wahyu 4 diatas: "...Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk SEORANG..."  
----> sangat jelas dan tegas bahwa ‎di atas tahta duduk hanya satu pribadi, Seorang... dan Dia yang duduk di atas tahta adalah pribadi yang nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya... Itulah Kristus Yesus yang sudah dibangkitkan dan menang atas maut...

Kemudian ada pemandangan lain yang juga sangat menakjubkan, disekeliling tahta tersebut, ada 24 tua tua dan semuanya itu memakai mahkota layaknya seorang raja... ‎Mereka mewakili gereja Tuhan, anak anak Tuhan yang sudah ditebus, yang memakai mahkota kemenangan, tapi lihat apa yang dikerjakan oleh ke 24 tua-tua itu? Mereka tersungkur dgn muka sampai ke tanah, mereka menyembah Dia yang ada diatas tahta... mereka bahkan melemparkan mahkota dikepalanya untuk dipersembahkan kepada Dia yang duduk di atas tahta...Itulah pemandangan di dalam kerajaan Surga yang dilihat Yohanes!

‎Jika kita berhenti sejenak dan berdoa seperti doa yang Tuhan sendiri ajarkan, 
Bapa kami yang di Surga... dikuduskanlah namaMu...Jadilah kehendakMu,... Di bumi seperti di Surga...

Jika kita benar-benar mengharapkan di bumi dimana kita berpijak menjadi seperti di Surga dimana Tuhan bertahta, maka di atas tahta itu hanya ada SEORANG yang duduk dan memerintah diatasnya... Semua mahkota dan kemuliaan harus dilemparkan dibawah kaki Dia yang duduk di atas tahta itu...

Inilah satu kebenaran yang perlu kita renungkan, benarkah di dalam tahta hati saya, di dalam hidup saya, duduk hanya SEORANG yang layak untuk memerintah? Siapa atau apa yang mengatur dan menggerakkan langkah-langkah hidupmu? Sebagian orang hidup diperintah oleh perut, ada yang hidupnya diperintah oleh nafsu rakus, atau oleh hawa nafsu kenajisan, oleh keinginan daging... apapun dan siapapun yang duduk di atas tahta hidup kita, itulah atau dialah yang menjadi Tuhan bagimu!!!

Terkadang saya berfikir, kenapa ujian yang Tuhan berikan kepada Abraham begitu tidak manusiawi? Masakan seorang ayah diminta untuk menyembelih anak kandungnya sendiri?...
---> Tuhan lakukan semua itu hanya untuk melihat dan membuktikan siapakah Tuhan bagi Abraham yang akan menjadi bapa bagi satu bangsa yang akan dibangun Tuhan sebagai milik kesayangan-Nya sendiri...

Adakah sesuatu atau seseorang yang terlalu berharga bagimu bahkan lebih dari Tuhan? Jika tidak ada, maka engkau akan menjadi pelaku Firman tanpa alasan... itulah bukti sederhana bahwa yang duduk di atas tahta hatimu adalah SEORANG, Dia-lah yang layak‎ menerima semua mahkota dan penyembahan kita....

Jangan lupa beribadah besok dan Minggu, Persembahkan mahkotamu dan hormatmu di bawah kaki-Nya

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-09 02:02:35

Kamis 08 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 3:1-6 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Pagi ini kita akan melihat dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan kepada Jemaat Tuhan di Sardis, dengan tegas Roh Tuhan berkata tentang jemaat di Sardis‎ demikian: "...Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.‎"

Betapa keras dan tegasnya pernyataan Tuhan kepada jemaat di Sardis ini. Tuhan sendiri katakan bahwa dihadapan-Nya jemaat itu adalah jemaat yang mati... yang tidak lagi berguna dan tidak memiliki kesempatan lagi,... namun kemudian Tuhan menambahkan satu kalimat demikian: ‎"...Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!" Jika jemaat itu telah mati,  lalu mengapa Tuhan masih perlu lagi berkata "turutilah dan bertobatlah!"? Bukankah orang mati tidak mungkin lagi bertobat? 

Ada 2 hal penting ysng sebenarnya disampaikan Tuhan kepada semua kita melalui jemaat di Sardis ini:

Pertama, ketaatan akan menyempurnakan iman percaya kita! Renungkan kebenaran ini. Jemaat di Sardis menjadi mati dan tidak berguna sekalipun mereka adalah jemaat-jemaat Tuhan, sebab sekalipun mereka tahu tentang Firman Tuhan dan mungkin banyak melakukan hal-hal yang memuliakan Tuhan, namun mereka tidak hidup di dalam ketaatan, dan itulah yang menghancurkan hidup mereka... Itu sebabnya Tuhan berpesan ‎"turutilah dan bertobatlah!" sebab ketaatan itulah yang akan menyempurnakan iman percaya jemaat Tuhan. 

Salomo adalah pribadi yang luar biasa, dia penuh hikmat yang dari Tuhan sendiri, hikmat adalah '‎discerning spirit - roh membedakan atau menimbang', dan Salomo memperoleh hikmat yang begitu luar biasa untuk menimbang, untuk membedakan mana yang baik dan jahat... tapi kenapa akhir hidup seorang seperti Salomo yang begitu berhikmat menjadi hancur? Satu hal yang melukiskan kehancuran Salomo adalah "TIDAK TAAT"... Itulah penyebab kehancuran Salomo. Dia tahu apa yang Firman Tuhan katakan tentang pernikahan dgn orang-orang yang tidak seiman, dia langgar sebab dia pikir dia kuat... Dan istri istri beserta gundik gundiknya di masa tuanya menyeret Salomo untuk menyembah dewa-dewa kenajisan dihadapan Tuhan...
Jemaat Tuhan, ketidak taatan akan menghancurkan semua yang mungkin baik yang kita bangun...

Kedua, ternyata diantara jemaat-jemaat di Sardis, sekalipun mereka dikatakan sudah mati, namun ternyata masih ada ‎segelintir anak-anak Tuhan yg hidup di dslam ketaatan, mereka disebut sebagi orang-orang yang menjaga pakaiannya dengan tidak mencemarkan diri, Wahyu 2 : 4 berkata:
"Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.‎" Mereka inilah yg telah berfungsi sbg penahan pembusukan sesuatu yang telah mati, sehingga yang sudah dianggap matipun tidak membusuk dan masih ada kesempatan...
Saudaraku, jika di dalam satu bangsa yang bejat, atau di dalam satu keluarga yang bobrok, tapi masih ditemukan segelintir manusia yang hidup di dalam ketaatan dan menjaga pakaian mereka bersih dihadapan Tuhan, kekudusan mereka akan bersinar seperti terang, dan kebenaran mereka akan berfungsi seperti garam yang menahan pembusukan... sehingga bangsa itu, rumah tangga itu masih memiliki kesempatan untuk dipulihkan dan diselamatkan... 

Itulah khabar baik bagi bangsa ini, jika masih tetap ada anak-anak Tuhan yg hidup benar di dalam ketaatan akan Firman Tuhan, maka ada masa depan bagi bangsa ini.... jika di dalam rumah tangga kita masih ditemukan orang-orang benar yang menjaga kekudusan pakaiannya, masih ada kesempatan bagi seluruh anggota keluarga kita untuk dipulihkan dan bertobat...

‎2 pesan penting Firman Tuhan pagi ini adalah, belajar terus hidup didlm ketaatan dan tetap setia untuk hidup benar, sebab hidupmu akan berfungsi sebagai terang dan garam yang menahan pembusukan...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-08 03:16:10

Rabu 07 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 2:12-14, 18-20 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala..."

Ada 2 dari ke 7 jemaat yg menerima salam dan peringatan dari Tuhan di jaman akhir, yang pada dasarnya atau isinya sama. Yaitu jemaat di Pergamus dan jemaat di Tiatira.

Kepada jemaat di Pergamus, Tuhan dalam kitab Wahyu berkata:
‎"...Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.‎"

Kemudian kpd jemaat di Tiatira, Tuhan berkata:
‎"...Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala..."

Kesamaan dari keduanya adalah, mereka melakukan praktek praktek penyembahan berhala seperti yang diajarkan Bileam, dan perzinahan...
Inilah kedua hal yang sangat merusak tubuh Kristus diakhir jaman. Dgn kata lain, yang pertama, penyembahan berhala seperti yang diajarkan Bileam menunjuk kepada kerakusan dan ketamakan yg sedemikian rupa, hingga menggantikan posisi Tuhan sendiri...‎ Lalu hal kedua yang banyak merusak dan menghancurkan hidup anak-anak Tuhan dan bahkan Gereja-Nya adalah perzinahan.

‎Rasa rakus yang menguasai hati anak-anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan juga telah begitu memalukan sehingga kita hidup bahkan bergereja untuk mencari keuntungan... Paulus memberikan teladan di dalam jemaat Tuhan dengan pesan demikian: Kisah Para Rasul 20:34-35 "...Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Sejujurnya, sebagai gembala sidang, saya menemukan jauh lebih banyak orang yg datang ke dalam Rumah TUHAN dengan tujuan MENERIMA dan jauh lebih sedikit yang datang dengan motivasi MEMBERI... Bahkan diantara hamba-hamba Tuhan sekalipun, saya lebih banyak menemukan mereka yang melayani untuk MENERIMA sesuatu baik dari Tuhan maupun dari jemaat, dari pada mereka yang melayani dan masuk ke ladang Tuhan untuk MEMBERI! Hampir semua surat cinta yang saya terima dari rekan-rekan hamba-hamba Tuhan yang meminta saya untuk datang melayani sambil melihat gedung gerejanya yang kurang ini atau kurang itu... atau menerima proposal untuk kebutuhan anak anak mereka, atau kerinduan untuk pergi ikut seminar ini dan itu.... Semua itu tujuannya satu, yaitu: 'minta uang'! Jarang sekali saya menerima telephone atau surat cinta dari rekan rekan hamba Tuhan yang berkata "Tuhan menggerakkan hati saya untuk berdoa dan membantu kesulitan yang bapak alami...‎Karena roh mengambil atau menerima sesuatu itu sangat kuat bekerja didlm gereja Tuhan dari pada memberi dan berkorban... inilah wujud nyata dari penyesatan ajaran Bileam yg berkata 'apa untungnya buat saya?...'

Yang kedua adalah penyesatan dari roh perzinahan.‎ Perzinahan ini bahaya yang merusak banyak rumah tangga anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan juga... Sesungguhnya tidak seorangpun kebal terhadap dosa ini. Jika hal ini terjadi di dalam gereja Tuhan, maka iblis akan mampu membungkam kesaksian kita bahkan menghancurkan rumah tangga kita. Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa,namun kesaksian hidupnya hancur akibat perzinahan dan perselingkuhan... Anak-anak menjadi malu dan kehilangan sukacitanya ketika papah mamah terpaksa bercerai akibat tdk adanya kekudusan di dalam pernikahan mereka...

Inilah 2 hal penting yang diperingatkan oleh Roh Kudus kepada jemaat-jemaat-Nya diakhir zaman...

‎Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-07 03:00:35