Morning Dew

Senin,16 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini :
Keluaran 10:21-23 
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. 
Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."

Akibat kekerasan hati Firaun, sekalipun dia sudah melihat tanda tanda heran dan ajaib, tetap saja dia mengeraskan hatinya... Hati yang keras ini adalah lawan kata dari hati yang lemah lembut... Hati yang keras itu tidak bisa menerima teguran atau nasehat, termaksud dari orang-orang terdekatnya sekalipun.‎ Sebelum tulah yang kedelapan, para pegawai Firaun bahkan mencoba menasehati rajanya dengan nasehat yang tegas dan tanpa tedeng aling aling demikian: Keluaran 10:7 "Sesudah itu berkatalah para pegawai Firaun kepadanya: "Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?" 

Satu pelajaran berharga untuk kita belajar pagi ini adalah untuk melembutkan hati kita sendiri, yaitu dengan cara, MENDENGARKAN NASEHAT NASEHAT!!! Seringkali nasehat yang datang dari tempat yang paling sederhana itulah yang paling berharga namun paling sulit untuk kita terima... Bagi para suami, bisakah kita menerima nasehat jika itu datang dari istri kita? ‎Bukankah Firman Tuhan di kitab 1 Petrus 3:7 mengajarkan: "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang..." Bagaimana kita menghormati istri kita sendiri? Dengan mendengarkan nasehat dan keluhannya... Memberinya rasa aman dan rasa tentram.

Pada satu ketika, satu tulah sebelum tulah yang terakhir yaitu kematian kekal, tulah kesembilan ini adalah tulah yang sangat berbahaya, sebab tidak mengambil apa apa, tidak menimbulkan rasa sakit dan kerugian, namun inilah satu langkah sebelum hancur total, yaitu kegelapan total...

Didalam hidup Mesir saat itu, tulah kesembilan itu hanya berlalu selama 3 hari, dan itu tidak membawa dampak kerugian apa apa, tidak membawa rasa sakit sama sekali, hanya dirasakan seperti liburan long weekend saja, selama 3 hari gelap gulita menutupi Mesir, mereka semua tinggal dirumah untuk menikmati liburan gelap gelapan... tapi tidak ada yang mati, tidak ada yang dirugikan, tidak ada sakit penyakit, semua baik, hanya saja gelap gulita!

‎Tapi yang aneh, di tanah Gosyen di wilayah dimana anak anak Tuhan itu hidup, diperkemahan orang-orang Israel, di ayat 23 diatas berkata:
"Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."
---> Inilah pelajaran penting bagi kita pagi ini
- Orang-orang yang hidup didalam kegelapan, TIDAK MENGENALI TEMAN TEMAN ATAU SAHABAT-SAHABATNYA ... karena kegelapan membuat kita menjadi buta!
‎Betapa berarti dan berharganya hidup ini, jika kita dapat menemukan 2 atau 3 orang yang akan menjadi sahabat bagi kita, sebab seperti yang kitab Amsal 17:17 katakan,: "...Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." 
Namun Pertanyaan-nya, adakah saya sudah menjadi seorang "SAHABAT" bagi orang lain di hidup ini? Adakah saya seperti yang Amsal 17:17 katakan, menaruh kasih setiap waktu? Atau bahkan menjadi saudara dalam kesusahan? Itulah tanda pertama bahwa saya hidup didalam kegelap gulitaan atau tidak. Adakah saya sudah menjadi seorang teman atau sahabat bagi orang lain... sampai dikenali orang lain bahwa saya adalah sahabatnya...

- Seorang yang tidak hidup didalam gelap gulita, akan selalu "DAPAT BANGUN UTK SAHABAT SAHABAT-NYA..." Bagaimana dengan kita? Jika engkau adalah seorang sahabat bagi orang lain, tidak akan mungkin engkau berdiam diri selama 3 hari berturut turut tanpa mengenali bahwa sahabatku sedang mengalami kesusahan dan engkau tetap tidur dan tidak bangun untuk sahabat-sahabatmu... itulah tandanya engkau hidup didalam gelap gulita...


Kegelapan itulah yang terjadi di Mesir sebelum tulah terakhir, yaitu kehancuran total, tapi di perkemahan orang-orang Israel, ayat 23 berkata:  

"...Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya..."


Dimana engkau saat ini berada? Adakah terang padamu?

Jesus loves you and so do I

dibuat : 2018-04-16 04:32:13