Morning Dew

Rabu,16 Mei 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Imamat 2:7-9
"...Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan, haruslah itu diolah dari tepung yang terbaik bersama-sama minyak.
Maka korban sajian yang diolah menurut salah satu cara itu haruslah kaupersembahkan kepada TUHAN, yakni harus disampaikan kepada imam, yang membawanya ke mezbah. 
Kemudian imam harus mengkhususkan dari korban sajian itu bagian ingat-ingatannya lalu membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN."

Ada beberapa macam korban korban yang diajarkan Tuhan kepada umat-Nya, dan salah satunya diingatkan kembali kepada kita pagi ini, yaitu korban ingat ingatan. Ada korban sajian yang dimasak dengan dioleh dari tepung yang terbaik bersama sama dengan minyak, kemudian dibakar oleh imam sebagai korban ingat ingatan yang baunya menyenangkan bagi TUHAN. 

‎Dari waktu ke waktu, setiap anak anak Tuhan, sama seperti Daud perlu untuk mengingat ingat kembali semua kebaikan Tuhan yang pernah dia ketahui. Daud bahkan membuatnya sebagai Mazmur seperti yang satu ini:
‎Mazmur 77:12 - 13 "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.  Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. 
Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?"

Sebab sesungguhnya, ada satu kekuatan besar yang akan kita terima ketika anak-anak Tuhan belajar untuk mengingat ingat kebaikan Tuhan, terutama ketika mereka sedang mengalami tekanan dan kesulitan. Inilah cara Daud membangun dirinya sendiri, yaitu didalam tekanan dan kesulitan, dia mengingat ingat akan kebaikan Tuhan.

Jenny seorang anak kecil berusia 10 tahun seperti biasa diantar ke sekolah oleh ayahnya. Sesampainya disekolah, sang ayah berkata: 'nanti papah akan jemput kamu lagi setelah selesai sekolah, dan kita akan makan makanan yang kamu mau...' Hari itu, beberapa jam setelah tiba disekolah, gempa bumi dasyat menghantam Armenia, dan sekolah dimana Jenny belajar rubuh menjadi reruntuhan...

Setelah 36 jam Kejadian, barulah Jenny dan teman temannya ditemukan di bawah reruntuhan gedung sekolah. Rescue team sudah menyerah dan tidak lagi melihat ada harapan manusia yg masih bisa bertahan hidup setelah lewat 30 jam, namun ayah Jenny dengan setia dan tekun terus menerus mencari dan memanggil namanya diantara puing puing sekolah tersebut. Suara itulah yang akhirnya terdengar oleh Jenny dan teman temannya. Jenny dengan tekun dan gigih mengingatkan kepada teman temannya bahwa ayahnya pasti datang menolong, sebab Jenny teringat akan janji ayahnya... ingatan itulah yang membuatnya bertahan dan tetap hidup.

‎Bagaimana keadaanmu hari-hari ini? Bangkitkan dan bangunlah satu mezbah utk mengingat ingat kebaikan Tuhan pagi ini, Dia Allah yang setia...

Greetings from Washington DC
Jesus loves you and so do I


dibuat : 2018-05-16 15:08:48