Morning Dew

Kamis,09 Agustus 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Hakim-hakim 2:7-11 
"...Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. 
Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; 
ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.
Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal..."

Setelah Musa menjadi tua dan hampir mati, Musa sempat mengurapi Yosua utk menggantikan-nya menjadi pemimpin atas umat Tuhan, atau lebih tepatnya menjadi bapa bagi anak-anak Israel. Namun setelah Yosua mati, tdk ada bapa bagi bangsa itu, coba perhatikan kitab Hakim-hakim diatas yg menegaskan kebenaran ini:

"...Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua,...
Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal..."

Betapa mengenaskan nasib bangsa yg baru saja ditolong Tuhan dan dituntun-Nya masuk ke tanah perjanjian, namun sekarang harus hancur karena tdk lagi mengenal TUHAN dgn benar... Apa yg salah? Perhatikan kebenaran ini:
"TIDAK ADA SEORANGPUN YG DAPAT BERTUMBUH DALAM KHARAKTER DAN BERAKAR DIDALAM TUHAN ‎TANPA MEMILIKI PEMBAPAAN YANG BENAR..."  Inilah yg terjadi bagi Israel pada jaman setelah Yosua. Keberadaan seorang bapa itu memastikan terjadinya penerusan DNA (jika kita mengerti secara biologis), tapi secara rohani, Keberadaan seorang bapa akan memastikan iman itu diteruskan lewat pembapaan, lewat didikan, dan lewat hardikan, apabila diperlukan. Inilah yg hilang setelah lewat jaman Yosua, sehingga Firman Tuhan di kitab Hakim-hakim diatas dgn jelas menegaskan bahwa pengenalan akan Tuhan tdk ada lagi saat itu... Pembapaan rohani itu terjadi tdk sekedar karena kedekatan seseorang, pembapaan rohani itu terjadi apabila kita memiliki hati yg rela, persis spt apa yg kita renungkan kemarin, "if you are willing and obedient,... you shall eat the good of the land - jika engkau rela dan mau taat, maka engkau akan memakan hasil baik dari tanah ini..." (Yes 1:19) Kerelaan utk menerima pembapaan itu mutlak sebelum kita dpt menikmati hasil baik ditempat yg Tuhan tetapkan, dan belajar mengenal TUHAN secara benar.

Didlm pembapaan, kita perlu merelakan diri kita utk ditegur, diarahkan, dan dinasehati, itulah kerendahan hati. Tdk akan pernah ada pertumbuhan rohani dan kharakter tanpa pembapaan rohani! Sebagai Allah Putra yg merupakan 1 dari Trinitas, Yesus tetap menempatkan Diri-Nya kepada pembapaan Bapa Surgawi. ‎Yesus bahkan bisa berkata dgn begitu rendah hati-Nya pernyataan ini: "...Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 5:30)

‎Hari-hari ini, saya menemukan begitu banyak kekerdilan rohani dan kharakter anak-anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan sekalipun Karen tdk adanya pembapaan rohani yg terjadi, akibatnya mereka hanya sekedar menjadi "anak anak yatim" yg dikuasai oleh roh anak yatim - the spirit of fatherless. Anak-anak yatim tdk akan pernah menerima warisan, sebab hanya anak-anaklah yg akan menerima warisan. Anak yatim hanya akan menerima sedekah sebagai imbalannya... Sebaliknya, Tuhan merindukan kita menjadi anak-anak yg dikuasai oleh Roh Keputraan - spirit of Sonship, sehingga kitapun dapat menerima warisan bapa, yaitu DNA pengenalan akan Tuhan...


‎Inilah yg perlu kita renungkan pagi ini, biarkanlah hidup kita dikuasai kerelaan utk menerima pembapaan rohani. Utk hal tsb, saya terlalu percaya bahwa setiap anak-anak Tuhan harus tergabung didlm salah satu gereja lokal dimana kita bisa dibapai, diajar, ditegur, dan diarahkan... bukan sekedar jalan jalan kesana sini spt layaknya anak-anak yatim yg mengemis kemana mana. Itulah cara mendapatkan pengenalan akan Tuhan...


Jesus loves you and so do I

dibuat : 2018-08-09 22:55:06