Morning Dew

Jumat,14 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat-ayat ini :
1 Samuel 15:9 "...Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka..."

---> Keangkuhan yg dibiarkan tumbuh subur didlm hati manusia akan terus bertumbuh sampai ujungnya adalah kehancuran diri sendiri... Hal yg paling fatal dari buah keangkuhan atau kesombongan adalah PENOLAKAN AKAN TUHAN. ‎Kemarin kita telah melihat bagaimana keangkuhan Saul yg suka pamer atau suka utk menunjukan keberhasilan-nya sendiri adalah ungkapan keangkuhan hatinya. 

Lebih fatal lagi, ternyata hal itu terus menerus dipelihara oleh Saul, ketika dia perang melawan Amalek, perintah Samuel sangat jelas, yaitu semua manusia dan hewan harus ditumpas, namun kenyataannya, justru raja Amalek yg bernama Agag dan kambing domba serta lembu yg tambun tambun dan baik, justru tdk ditumpas... Kenapa Saul berbuat demikian? Menurut ucapan bibirnya, semua itu di sisakan utk dijadikan korban bagi TUHAN, tapi benarkah demikian? Sebab jika itu disiapkan sbg korban, kenapa Agag raja Amalek tetap dibiarkan hidup? Apakah Agag juga akan disembelih sbg korban bakaran? Kebohongan yg dibalut atas nama Tuhan ini sampai hari ini pun masih dilakukan oleh banyak orang, berbuat ini berbuat itu atas nama TUHAN yg sesungguhnya penuh kebohongan... Bukankah kebohongan Saul itu sama persis spt anak kecil yg mulutnya belepotan coklat, lalu ditanya oleh mommy-nya, kamu makan coklat lagi ya? Dan anak itu geleng geleng kepala tanda 'bukan saya'... padahal pipi dan mulutnya bersaksi lain, bukankah Saul spt demikian?

 Lalu kenapa Saul selamatkan Agag dan lembu kambing domba yg tambun tambun? Kebiasaan para raja-raja saat itu, setelah perang selesai, maka mereka akan kembali diarak arak diseluruh kota-kota bangsa itu, dimana sang raja akan duduk diatas kuda dgn gagah perkasa dan raja yg dikalahkan diseret berjalan kaki dibelakang kuda sang saja, lalu diikuti dgn jarahan jarahan yg berhasil mereka rebut dari peperangan tsb, itulah arak arakan kemenangan utk menghormati keberhasilan sang raja...

Tuhan tahu persis bahwa Saul tdk akan tahan dgn elu eluan atau sanjungan kemenangan, itu sebabnya semua harus ditumpas pada kemenangan pertama, supaya tdk ada perayaan memegahkan diri Saul, sebab dia sangat lemah dlm hal kesombongan ini, tapi justru inilah yg Saul langgar...
Setiap Perkataan Tuhan bagi kita, jika kita bijaksana dan arif, itu adalah obat yg paling tepat utk kelemahan kita, itu sebabnya taati saja semua Firman Tuhan.

Kesombongan Saul akhirnya membuahkan maut, yaitu menolak Tuhan sbg Tuhan baginya, itulah yg terjadi dgn Saul, coba simak baik baik ayat ayat ini:
1 Samuel 15:15, 21, & 30
Ayat 15:
Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, ALLAHMU; tetapi selebihnya telah kami tumpas." 

Ayat ‎21:
Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, ALLAHMU, di Gilgal." 

Ayat 30:
Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, ALLAHMU." 

3 kali dalam pasal 15 ini Saul memiliki kesempatan utk menyatakan siapa itu Tuhan, dan utk ketiga tiganya, Saul menyebut Tuhan sbg Tuhan Allahmu atau Tuhan Allah Samuel, bukan TUHAN Allahku, kenapa demikian? Itulah buah dari keangkuhan...

Rendahkan diri supaya Tuhan Allah Israel yg kita kenal dlm nama Yesus Kristus menjadi Tuhan bagi kita...
Jesus loves you and so do I

dibuat : 2018-09-14 13:07:41