Morning Dew

Rabu,06 Februari 2019

Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ester 1:5-18
"...Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan. 
Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam. 
Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.
Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros. 
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman — karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum;
adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan —, tanya raja: 
"Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang-undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida?"
Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: "Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros.
Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 
Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran..."

Baca perlahan-lahan sekali lagi ayat ayat diatas dgn sungguh-sungguh dan lihat kejanggalan yg sangat nyata yg terjadi di Persia saat itu. Kitab Ester adalah satu satunya kitab yg sama sekali kata "Tuhan atau Allah" sama sekali tdk pernah disebutkan, sebab ini adalah refleksi yg terjadi didlm konteks kerajaan Allah sendiri, dimana rajanya adalah Tuhan dan gereja-Nya adalah mempelai wanita-Nya. Tanamkan dahulu kebenaran ini... Ketika pesta diadakan oleh sang Raja, ada 2 hukum yg berlaku:

1. Bagi semua orang, utk menikmati sukacita dan anggur pesta, hukumnya adalah sukarela, 'berbuat menurut keinginan hatinya sendiri...', coba perhatikan ayat ini :
Ester 1:7-8 "...Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang..."

‎2. Namun dipihak lain, terhadap ratu Wasti, terhadap mempelai-nya, raja menempatkan hukum yg berbeda, coba perhatikan:Ester 1:17-18 "Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 

Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran.‎"

Kenapa bagi mempelai yaitu ratu Wasti, tdk terjadi hukum 'semuanya atau sekehendak hatinya' spt yg ditetapkan kpd orang banyak? Kenapa 'freewill atau kehendak bebas' tdk lagi berlaku bagi ratu Wasti, padahal dia itu ratu, sedangkan bagi semua orang banyak, mereka boleh berlaku sekehendak hatinya?...


Inilah pelajaran penting pagi ini bagi semua kita, semakin kita dipercaya, semakin kita diberi hak istimewa, semakin tinggi tongak tuntutan Tuhan atas kita. Jika pada awalnya, spt terhadap semua orang, keselamatan itu cuma cuma, berlaku utk siapa saja semau mereka, siapa saja yg mau minum, silahkan minum sepuas hatinya, gratis... tapi yg tdk mau minum, merekapun tdk akan dipaksa minum... Itulah keselamatan yg Tuhan berikan dan tawarkan bagi semua kita... bagi semua orang...


Namun ketika kita sudah ditebus, sudah menerima keselamatan dan hak istimewa tsb, tingkat kita berubah dari 'orang banyak' menjadi 'mempelai wanita' didlm kerajaan Allah, dan hukum yg berlaku adalah "KETAATAN TOTAL DAN PENUNDUKAN DIRI!!!" Inilah yg sering gagal dimengerti oleh banyak anak anak Tuhan. Memang benar mengikut Tuhan itu cuma cuma, sangat menyenangkan, sukacita selalu, sekehendak hati kita... Namun, semakin saudara menerima, semakin besar tanggung jawab yg harus kita fahami. ‎Hidup kita harus semakin berkurang, less of me, dan penyerahan hidup utk kemuliaan Tuhan, more of Him, harus terjadi... Itulah kegagalan ratu Wasti, dia penuh dgn dirinya sendiri, full of herself, sehingga dia tdk lagi menghiraukan titah raja...

Renungkan sungguh-sungguh perkataan ini, biar kiranya Roh Kudus menerangkan kpd masing-masing kita lebih dalam lagi...


Jesus loves you and so do I

dibuat : 2019-02-06 03:49:25