Morning Dew

Kamis,23 Mei 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 112:1-6 
"...Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 
Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya..."

Kebahagiaan yg sesungguhnya itu ada pada orang yang takut akan TUHAN spt yg Pemazmur diatas katakan:
"...Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya..."

Tidak seorangpun yg keberatan apabila dia diberkati atau dijanjikan berkat yg spt demikian itu, anak cucu-nya menjadi perkasa, orang benar akan diberkati dgn harta kekayaan didlm rumahnya, kebajikan Tuhan terus berlaku utk selama-lamanya... Namun kita perlu mengerti bagaimana berkat bagi orang yg takut akan Tuhan itu terjadi, bagaimana sampai anak cucunya tetap diberkati dan dipercaya orang banyak, sebab tdk semua anak cucu orang kaya akan tetap dipercaya orang lain, sebab seringkali, reputasi dan kharakter ayah mereka terus menerus menjadi buah bibir dan melekat spt bayang-bayang yg terus menerus mengikuti jalan hidup anak cucu semua kita.

Adakah satu perkara yg dari kebenaran Firman Tuhan kita dpt belajar utk meninggalkan jejak jejak noble dan terhormat bagi anak cucu kita? Ada!, coba perhatikan kembali Mazmur diatas, terutama pada ayat 5, "...Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya."

Dua kharakteristik orang yang takut akan TUHAN spt yg Pemazmur katakan:

1. Orang yg takut akan Tuhan adalah orang yang selalu menaruh belas kasihan terhadap orang lain.
2. Orang yg takut akan Tuhan adalah orang yang melakukan urusannya dgn sewajarnya.... Apa arti "sewajajrnya", sebab apa yg satu orang anggap wajar, belum tentu wajar bagi orang lain, Si A menghabiskan 10 milliar utk acara pesta buat anaknya yg belum bisa menghasilkan apa apa, dan karena dia orang kaya, 'crazy rich Indonesian', hal itu dianggap wajar baginya, sedangkan bagi si B, hal itu bukan hanya tdk wajar, tapi tindakan gila. Jadi  apa maksud sewajarnya? KJV menjelaskan lebih tepat dikatakan:
‎"...he will guide his affairs with discretion. - dia yg mengerjakan urusannya dgn 'pertimbangan' atau 'kebijaksanaan' atau dgn 'tenggang rasa'..." Itulah arti sewajarnya yg lebih tepat.

Satu perkara yg benar bagi setiap anak-anak Tuhan, jika kita sungguh-sungguh orang yg takut akan Tuhan, maka kita pastilah akan mengerjakan urusan kita, baik itu business dan usaha kita, atau mengatur rumah tangga kita atau memperlakukan istri dan anak-anak kita, atau memperlakukan orang-orang disekitar kita dgn pertimbangan atau dgn bijaksana. ‎Benarkah demikian yg kita kerjakan? Cara kita berbusinesss akan diingat dan dikenang orang, sehingga sekalipun kita sudah mati, orang lain akan melihat anak cucu kita dgn nama yg harum dan baik, sebab anak cucu kita adalah keturunan orang-orang yg takut akan Tuhan. 

Jesus loves you and so do I 

dibuat : 2019-05-23 11:20:32