Morning Dew

Senin,10 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Mazmur 137:1-6 
"Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. 
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. 
Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" 
Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? 
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! 
Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!..."

Mazmur diatas adalah mazmur pujian nostalgia yg diajarkan turun temurun kpd anak anak Israel, sampai mereka mengerti dan belajar dari sejarah nenek moyang mereka di masa lalu...

Kisahnya terjadi kurang lebih pada saat hidupnya nabi nabi besar yaitu Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Saat itu, bangsa Israel sedang ditawan oleh kerajaan Babel dan dibawa ke tanah Babel. Disana, bangsa Israel dijajah dan dijadikan budak oleh kerajaan Babel dan diperlakukan semau-nya oleh bangsa Babel. 

Ada satu peristiwa dimana di tepi sungai Babylonian, bangsa itu dipaksa berbuat spt badut utk menghibur orang orang Babel, penjajah mereka. Bangsa Yahudi itu dipaksa utk bernyayi nyanyian dari Sion, nyanyian sukacita dari Sion. Tapi bagaimana mungkin, tangis mereka,.. bagaimana mungkin menyanyikan lagu sukacita pada saat mereka sedang di jajah dan ditekan, saat mereka di tawan di tanah asing?...

Kisah pilu yg terjadi di tepi sungai Babylonian itu terus diingat dan dilagukan oleh bangsa Israel utk diajarkan turun temurun, sampai di cantumkan didlm kitab Mazmur 137 diatas yg kita baca hari ini, sebab sesungguhnya, melalui peristiwa itu, gereja Tuhan bisa belajar satu perkara, perhatikan point penting ini:

Seringkali manusia harus kehilangan sesuatu yg berharga terlebih dahulu, baru sadar bahwa hal itu berharga... Bangsa Israel sadar betapa berharganya Sion, betapa indahnya tempat dimana Tuhan hadir... Bangsa itu baru sadar bahwa menyanyikan lagu sukacita itu berharga, tapi dulu mungkin mereka tdk terlalu perduli, dan terus berbuat dosa, sampai Tuhan ijinkan mereka ditawan dan di jajah oleh Babel selama 70 tahun.

Banyak orang menangis tak tertahankan di depan peti mati orang tua, istri, suami dll ketika semua sudah berakhir, namun dulu waktu orang tsb masih hidup, kita tdk terlalu perduli dgn nya...

Itulah pelajaran penting dari Mazmur 137 dari nenek moyang bangsa Israel kpd kita sampai hari ini... Sion dimana Tuhan itu ada, itu berharga... Memuliakan Tuhan selama kita bebas memuji dan memuliakan Tuhan itu berharga, beribadah kpd Tuhan selama hal itu memungkinkan, itu berharga, tapi haruskah kita mengulangi kesalahan didlm sejarah? 

Tahun 60 an, Boney M menulis lagu River of Babylon sbg lagu pop biasa yg mungkin kita tdk sadar bahwa sebenarnya lagu tsb diambil kata demi kata dari Mazmur 137 diatas... Mari belajar utk menghargai setiap hal baik yg sudah Tuhan berikan kpd kita, belajar utk menghargai Tuhan...

Enjoy the song,...
Jesus loves you and so do I

dibuat : 2019-06-11 04:16:15