Morning Dew

Rabu,07 Agustus 2019

Shalom, selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Kidung Agung 8:11-12 
"Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 
Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Coba simak baik baik ayat ayat yg barusan kita baca, ayat 11diatas melukiskan kehidupan yg wajar, yg masuk akal dan banyak terjadi didlm praktek hidup sehari hari, sebab orang orang yg bekerja di kebun anggur milik orang lain, qtau dlm konteks ini adalah milik Salomo, dan masing masing menyerahkan 1000 keping perak utk hasilnya. Hal itu wajar dan biasa kita temukan. Itulah lukisan wajah "agama" yg bergerak atas dasar hukum timbal balik, tabur tuai. Agama akan berkata: banyak memberi supaya banyak diberkati... banyak berbuat baik supaya masuk surga...

Namun coba renungkan ayat 12 sekali lagi: 
"Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Bagi mempelai Salomo, sekalipun kebun anggur itu adalah miliknya sendiri, namun secara sukarela dia berkata kpd mempelainya: "...bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Inilah gambaran kharakter seorang mempelai Kristus... 
Mempelai Kristus memberi bukan karena dia harus memberi, dia memberi karena dorongan cinta-nya...

Mempelai Kristus hati-nya penuh kerelaan, dia bekerja, memberi bukan karena harus-lah demikian, tapi karena cinta-nya, maka dia rela memberi... bahkan mempelai wanita juga memperhatikan orang orang lain disekitarnya.

Bagaimana dgn kita, adakah kita bekerja, melayani dan memberi karena kita merasa wajib utk hal itu, atau karena kita rela dan karena kita cinta kpd Tuhan Allah kita?

Greetings from Surabaya
Jesus loves you and so do I

dibuat : 2019-08-10 00:08:44