Morning Dew

Kamis, 15 Agustus 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Yesaya 7:1-4 
"Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: "Aram telah berkemah di wilayah Efraim," maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,
dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya..."

Ada masa dimana Ahas raja Yehuda dan seluruh rakyat Yehuda menjadi begitu ketakutan sebab dikepung dan hendak dihancurkan oleh 2 bangsa, yaitu Aram dan Israel. 

Apa yg dilihat dan didengar oleh Ahas dan Yehuda adalah hal yg menakutkan, namun kemudian Tuhan mengirim dan membangkitkan Yesaya, nabi-Nya utk dtg kpd Ahas dan meneguhkan hati Ahas. Ayat 3 & 4 diatas adalah apa yg Tuhan katakan kpd Yesaya utk disampaikan kpd Ahas...

Dgn kata lain, Tuhan melalui Yesaya mengajarkan satu kebenaran hari itu kpd Ahas raja Yehuda demikian:
"Tantangan bukan berarti fakta... ada perbedaan antara fakta dan tantangan. Fakta adalah sesuatu yg tdk bisa dirubah, namun tantangan adalah sesuatu yg dapat dirubah... dan diatas segalanya, Firman dan perkataan Tuhan adalah fakta yg paling sejati, the ultimate fact..."
Itulah kesimpulan yg Tuhan nyatakan kpd raja dan rakyat Yehuda.

Kemudian jika saudara membaca ayat ayat selanjutnya dari Yesaya 7, Tuhan menantang Ahas utk minta tanda, tanda apa saja bahwa apa yg Tuhan katakan itu "YA & AMIEN"... namun Ahas enggan dan takut utk minta tanda apapun, kemudian Tuhan sendiri yg memberikan pernyataan utk tanda, demikian:

Yesaya 7:13-14 "Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel..."

Sadarkah saudara bahwa sesungguhnya tanda akan betapa perkataan Tuhan itu ya dan amien, dan orang orang yg hidup berdasarkan perkataan Tuhan dan bukan yg menganggap tantangan sbg fakta, maka mereka itu akan hidup dihadapan Tuhan... mereka akan memiliki hari depan... Tanda peneguhan itu adalah
"...Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel..."
---> tanda nya adalah kelahiran Yesus Kristus oleh seorang perawan, yaitu Maria... 

Pagi ini, masihkah engkau ragu akan perkataan Tuhan Allahmu?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-15 06:54:10

Rabu,14 Agustus 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Yesaya 6:1-4 
"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"  
Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap..."

Ada satu pemandangan yg aneh yg melukiskan kejadian di 2 alam yg berbeda, coba simak baik baik: 

Para Serafim, para malaikat malaikat Tuhan didlm alam roh, sedang berada dihadapan Tuhan di atas ambang pintu bait Allah... Mereka kemudian bersorak sorai memuliakan Tuhan dgn berseru seru demikian: "kudus... kudus... kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya..."

Sekali lagi, itu terjadi didlm alam roh dimana Tuhan dipermuliakan oleh malaikat malaikat-Nya...

Namun yg sangat penting utk diperhatikan adalah, coba lihat apa yg terjadi di alam nyata, alam natural dimana Yesaya berada: 
"Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap..."

Kejadian yg terjadi di alam roh, membuat perubahan terjadi di alam natural, itulah pemandang aneh yg saya maksudkan... Dapatkah saudara memahami kebenaran ini? 

Spt itu jugalah seharusnya yg terjadi di hidup orang percaya... Ketika sesuatu terjadi di alam roh... ketika Tuhan dipermuliakan, maka ambang pintu, palang palang-nya bait suci, yaitu tubuhmu dan tubuhku yg adalah bait suci, sesuatu perubahan terjadi saat itu... bergoncanglah ambang ambang pintu bait suci... Sekali lagi, perubahan di alam roh, membuat perubahan di alam real atau alam natural. Jika kita sungguh sungguh dtg dan menyembah Tuhan, maka seharusnya-lah perubahan terjadi di hidup kita...

Samson adalah nazir Allah, dia dipersiapkan khusus utk tujuan Tuhan... ketika dia dewasa, ayahnya menasehati dia utk tdk bergaul dgn wanita Filistin, tapi hatinya degil... mata hati-nya buta dan dia tdk bisa melihat betapa mulianya rencana agung Tuhan didlm hidupnya...
Pada saat menjelang sebelum dia mati, mata jasmaninya dicungkil oleh orang orang Filistin... Kebutaan mata hati Samson membuat buta jasmaninya buta kemudian...

Sekali lagi, apa yg terjadi pada kita di alam roh, akan terpancar kpd hidup kita di alam nyata...

Permuliakanlah Tuhan dgn tubuhmu...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-15 06:52:32

Selasa,13 Agustus 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:

Yesaya 5:1-7 
"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. 
Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. 
Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. 
Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? 
Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; 
Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. 
Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran."

Satu perumpamaan yg Tuhan nyatakan kpd umat-Nya pada jaman Yesaya, yaitu spt seorang pemilik kebun anggur yg telah melakukan segalanya bagi kebun anggur-Nya,... Sang Pemilik telah menanaminya dengan pokok anggur pilihan;... mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur;... lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Seharusnya, tdk ada alasan sama sekali utk kebun anggur itu utk gagal, sebab semua yg terbaik sudah di curahkan utk kebun anggur-Nya... Bukankah itu yg Tuhan sudah juga perbuat bagi kita?... 

Namun buah yg diterima sang pemilik adalah buah anggur yg asam, bukan yg manis dan baik...

Pada akhirnya, Tuhan sbg pemilik hidup ini juga mengharapkan buah buah yg baik dari hidup kita. Spt apakah buah yg asam itu? Spt apakah buah yg manis yg Tuhan harapkan? Perhatikan lebih lanjut lagi...

Perhatikan sekali lagi Yesaya 5:7 "Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran..."

Buah yg manis yg diharapkan sang pemilik kebun anggur adalah "KEADILAN & KEBENARAN" dan bukan "kelaliman dan keonaran"... Namun spt apakah yg disebut keadilan dan kebenaran?

Perhatikan nyanyian kemenangan Musa setelah bangsa Israel keluar dari ancaman tentara Mesir yg mengejar mereka dan ketika Tuhan membelah laut Merah didepan mata bangsa itu,... lagu itu masih akan dinyayikan lagi oleh orang percaya pada saat penyelamatan nanti. Inilah yg kitab Wahyu tuliskan:
Wahyu 15:3 "Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!..."

Thema lagu kemenangan Musa adalah "adil dan benar", dan itulah jalan Tuhan...
Buah anggur yg manis yg diharapkan oleh Tuhan sang pemilik kebun anggur kita adalah ada di jalan Tuhan... melakukan apa yg Firman Tuhan sampaikan, itulah yg disebut "keadilan dan kebenaran..."

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-15 06:48:01

Senin,12 Agustus 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Yesaya 4:2-4 
"Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup,
apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar..."

Jika saudara perhatikan dari pasal 3 kitab Yesaya ini, di pasal 3 dilukiskan bagaimana tekanan dan kesulitan besar yg menekan penduduk kota Yerusalem dan Sion... kemudian, akibat dari tekanan dan penderitaan di Yerusalem tsb, dituliskanlah Yesaya 4 yg pada intinya berbicara tentang orang orang yg tampil cemerlang di Sion dan di Yerusalem...

Secara sederhana, mereka yg menang, yg disebut kudus, yg dihapuskan kesalahannya adalah mereka yg setia...

Yesaya 4:3 diatas menerangkan demikian: "...Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup,..." Yg disebut kudus, yg beroleh hidup adalah mereka yg tetap setia, yaitu yg tertinggal dan tetap berada di Yerusalem  dan tinggal di Sion. Itulah gambaran kehidupan anak anak Tuhan... Pada akhirnya, ukuran Tuhan bukan berapa banyak persembahan yg kita bawa, atau betapa hebat saya melayani, tapi apakah saya setia sampai akhir... Itulah yg akan membuat saya menjadi kudus dan beroleh hidup yg kekal...

Tetaplah setia... mengucap syukurlah dlm tekanan sekalipun...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-15 06:40:38

Rabu,07 Agustus 2019

Shalom, selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Kidung Agung 8:11-12 
"Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 
Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Coba simak baik baik ayat ayat yg barusan kita baca, ayat 11diatas melukiskan kehidupan yg wajar, yg masuk akal dan banyak terjadi didlm praktek hidup sehari hari, sebab orang orang yg bekerja di kebun anggur milik orang lain, qtau dlm konteks ini adalah milik Salomo, dan masing masing menyerahkan 1000 keping perak utk hasilnya. Hal itu wajar dan biasa kita temukan. Itulah lukisan wajah "agama" yg bergerak atas dasar hukum timbal balik, tabur tuai. Agama akan berkata: banyak memberi supaya banyak diberkati... banyak berbuat baik supaya masuk surga...

Namun coba renungkan ayat 12 sekali lagi: 
"Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Bagi mempelai Salomo, sekalipun kebun anggur itu adalah miliknya sendiri, namun secara sukarela dia berkata kpd mempelainya: "...bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya..."

Inilah gambaran kharakter seorang mempelai Kristus... 
Mempelai Kristus memberi bukan karena dia harus memberi, dia memberi karena dorongan cinta-nya...

Mempelai Kristus hati-nya penuh kerelaan, dia bekerja, memberi bukan karena harus-lah demikian, tapi karena cinta-nya, maka dia rela memberi... bahkan mempelai wanita juga memperhatikan orang orang lain disekitarnya.

Bagaimana dgn kita, adakah kita bekerja, melayani dan memberi karena kita merasa wajib utk hal itu, atau karena kita rela dan karena kita cinta kpd Tuhan Allah kita?

Greetings from Surabaya
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-10 00:08:44

Senin,05 Agustus 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Kidung Agung 6:1-3 
— "Ke mana perginya kekasihmu, hai jelita di antara wanita? Ke jurusan manakah kekasihmu pergi, supaya kami mencarinya besertamu? 
— Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung. 
Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung..."

Kitab Kidung Agung adalah kitab yg dituliskan khusus utk melukiskan percintaan yg terjadi antara Salomo sbg mempelai pria dan Sulamit atau gadis Sulam sbg mempelai wanita-nya. Itulah lukisan percintaan yg ada antara Tuhan dan gereja-Nya. 

Gadis Sulam itu berbeda dgn semua permaisuri dan gundik atau selir yg ada di istana Salomo. Di ayat ayat selanjutnya, Salomo sendiri mengakui dan melukiskan hidup gadis Sulam ini yg menjadi buah bibir dari semua putri putri yg ada...
Kidung Agung 6:8-9 "Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. 
Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya..."

Mengapa gadis Sulam ini begitu dipuji? Apa kelebihan gadis Sulam dibandingkan dgn putri putri di Yerusalem atau bahkan di istana Salomo? Jawabannya ada di ayat ayat diatas, coba simak dan perhatikan sekali lagi...

Gadis Sulam itu tahu persis kemana dan dimana kekasihnya berada... gadis Sulam itu menjadi tempat para putri bertanya, kemana raja Salomo pergi... dimana dia dpt ditemukan... supaya para putri itu dpt pergi bersama dgn gadis Sulam menemui dan menyambut raja Salomo...

Ternyata raja itu berada di kebunnya sendiri sedang menggembalakan domba domba...

Inilah pelajaran yg meneguhkan apa yg saudara dengar kemarin, Gembala Agung yg dilukiskan oleh figure Salomo, itu selalu ada di kebun gembalaan-Nya... disanalah Dia menggembalakan domba domba-Nya... Dari semua putri putri Yerusalem, gadis Sulam lah satu satunya yg tahu, sedangkan yg lain spt tersesat, lepas arah, tdk tahu kemana harus melangkah, tdk punya tujuan... Tapi syukur ada pribadi spt gadis Sulam yg tahu persis, kekasihnya, Gembala Agung-nya ada dimana, sehingga dia bisa menjadi penunjuk jalan...

Itulah lukisan anak anak Tuhan yg sungguh dekat dgn Tuhan-nya, dia tahu Tuhan ada dimana... sebab dia tdk focus hanya kpd makan rumput yg hijau, tapi melihat dan mendengar suara Gembala Agung-nya.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-08-10 00:06:48

Kamis,25 Juli 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Pengkhotbah 9:11-12 
"...Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. 
Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba..."

Kemarin kita sudah melihat satu sisi dari kebenaran Firman Tuhan diatas bahwa kemenangan yg Firman Tuhan katakan bukanlah bagian mereka yg cepat, yg berhikmat, yg kaya raya atau para cerdik cendikiawan, Tuhan lah yg menentukan kemenangan dan masa depan kita...

Jika bukan semua mereka itu yg akan menang, jika bukan yg  lalu siapakah yg akan menang? Jika bukan yg cepat, atau yang kuat, juga bukan yang berhikmat, atau yang cerdas, dan bukan untuk yang cerdik cendekia, lalu apa kriteria utk menang? Siapakah yg akan menang?

Mereka yg menang adalah mereka yg SETIA sampai akhir... sekalipun tdk lebih cepat, tdk lebih pandai atau tdk lebih berhikmat, tdk cerdas dan tdk cerdik cendikia spt ukuran yg dunia tampilkan sbg creteria yg akan menang, tapi bagi Tuhan, kita anak anak-Nya disebut sbg pemenang apabila kita bisa dan rela bertahan setia sampai akhir...

Dunia di celikan matanya pada Olympiade 1968 di Mexico City, ketika seorang pelari marathon dari Tanzania bernama John Stephen Akhwari terluka kakinya, sehingga harus dibalut dan diminta utk berhenti meneruskan pertandingan... Semangat yg hidup didlm diri John Stephen Akhwari itu menunjukan kharakter yg ter mulia dari semangat seorang manusia... spt itulah catatan sejarah di Mexico city th 1968,
"The finest of the true meaning of human spirit..."

John Stephen Akhwari tdk mau menyerah, pantang mundur dan tetap bergerak maju... Dlm bahasanya sendiri, ketika ditanya oleh para wartawan, mengapa tdk menyerah saja?

John Stephen Akhwari berkata: 
"Negaraku tdk mengirim aku 5000 miles utk memulai pertandingan,... tapi negaraku mengirim aku 5000 miles utk menyelesaikan pertandingan..."

Sejarah sudah lama lupa siapa pemenang Olympiade marathon tahun itu, tapi sejarah tdk pernah lupa siapa pemenang yg sejati yg sesungguhnya, yg semangatnya tdk pernah patah...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-25 10:43:54

Rabu,24 Juli 2019

Shalom, selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Pengkhotbah 9:11-12 
"Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. 
Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba..."

Berbeda dengan pola dunia, dimana kaum elite atau hanya segelintir manusia saja-lah yang akan menikmati sebagian besar dari semua yang ada, pola surgawi tidak demikian. Pola dunia membuat manusia berlomba lomba saling mendahului, saling sikut, saling menjatuhkan bila perlu agar saingan semakin sedikit... tapi pola surgawi adalah seperti yan g dituliskan di kitab Amsal diatas, coba simak sekali lagi: "Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia..."

Bukan yg cepat, atau yg kuat, yg lebih berhikmat, atau yg cerdas, apalagi yg cerdik cendikia yg akan berhasil, karena Tuhan memberi kpd mereka yg lemah dan justru miskin dihadapan Allah (Matius 5:3).

Seringkali justru manusia yg paling bersyukur dan mengandalkan Tuhan adalah mereka yg merasa tdk kuat, tdk pandai, dan tdk mampu apa apa... tapi justru itulah kunci kemenangan kita karena campur tangan Tuhan ada pada orang yg miskin dihadapan Tuhan...

Pagi ini, Firman Tuhan mengajar dan mengingatkan kita agar sungguh sungguh merendahkan hati dihadapan Dia, jgn andalkan kekuatan kita sendiri...

Greetings from Kupang
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-24 03:24:41

Selasa,23 Juli 2019

Shalom, selamat pagi,... perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Pengkhotbah 8:10-13 
"...Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk, sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus dan dilupakan dalam kota. Ini pun sia-sia.
Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.
Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.
Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah."

Salah satu alasan kenapa manusia sulit utk bertobat dan hidup benar sesuai dgn Firman Tuhan sebab dosa itu tdk langsung berdampak akibatnya...

Tdk semua pencuri itu langsung tertangkap dan dipenjarakan... tdk semua perselingkuhan dan perzinahan itu langsung ketahuan dan dipermalukan atau mengakibatkan kehancuran rumah tangga. Seringkali, akibat atau dampak dari dosa itu datang lama setelah itu... sehingga manusia menjadi begitu nyaman dan tdk segan segan utk mengulangi dosa itu berulang ulang kali, sebab sudah menjadi biasa dan toh tdk dirasakan dampak negative apapun, bahkan yg dirasakan adalah kenikmatan dan kesenangan... Itulah sebenarnya yg kitab Amsal katakan diatas, coba perhatikan sekali lagi: 

"...Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk, sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus dan dilupakan dalam kota. Ini pun sia-sia.
Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat..."

Firman Tuhan diatas tdk berhenti sampai disitu... tdk utk selamanya dosa akan di rasakan nyaman dan menyenangkan, sebab satu kali nanti, ada upah dari dosa, yaitu maut dan kehancuran... Oleh sebab itu, hiduplah hati hati dan penuh hormat akan Firman Tuhan... Tinggalkan hidup yg lama dan berjalan lah dlm kasih karunia Tuhan...

Greetings from Kupang
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-23 07:33:03

Senin, 22 Juli 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Pengkhotbah 7:13-14 
"...Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? 
Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya..."

 Satu perkara yg manusia perlu sungguh sungguh sadari adalah arti dari kedaulatan Allah. Tuhan Allah kita adalah Allah yg berdaulat, berdaulat artinya berkuasa penuh... berhak penuh... Inilah satu hakekat dari Allah kita yg mutlak harus difahami oleh semua orang percaya... Baru apabila kita sungguh sungguh menyadari arti dari kedaulatan Tuhan inilah, kita akan dapat dgn hati yg tenang utk percaya dan bersyukur kpd-Nya dgn sungguh.

Pengkotbah diatas mengatakan bahwa baik hari mujur maupun hari malang, dua duanya Tuhan yg jadikan dan ijinkan terjadi di hidup kita. Tujuan Tuhan adalah supaya kita tdk tahu yg mana yg akan dtg berikutnya, sehingga manusia terus menerus bergantung kdp Tuhan dan pertolongan Tuhan sendiri. Lalu bagaimana kita bisa mempersiapkan diri kita dan kondisi hati kita utk menghadapi hari hari yg tdk kita ketahui?

Belajar utk mengandalkan Tuhan dgn menanamkan satu kebenaran ini: Tuhan itu Bapa kita... Bapa itu baik bagi kita. Jika Tuhan itu Bapa yg baik, tenanglah hidup ini... sebab Dia sendiri berkata di
Lukas 11:11-13 demikian: "Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Percaya dan andalkan Bapa kita... Dia baik bagimu. Hidupmu akan aman aman saja...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-23 07:30:28

Kamis,18 Juli 2019

Shalom selamat pagi,perhatikan ayat-ayat ini :

Pengkhotbah 2:1-9 
"Aku berkata dalam hati: "Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia."
Tentang tertawa aku berkata: "Itu bodoh!", dan mengenai kegirangan: "Apa gunanya?" 
Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, — sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat —, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu. 
Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur;
aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; 
aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. 
Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. 
Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik. 
Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku..."

Jika kita perlahan lahan membaca ayat ayat diatas, sungguh, tdk kah hal itu akan membuat kita bingung, bagaimana tdk, seorang yg kaya raya, seorang yg punya segalanya, seorang yg begitu terhormat dan memiliki kekuasaan yg luar biasa, namun menyimpulkan bahwa hidupnya itu sia sia... 

Inilah kesimpulan hidup raja Salomo yg begitu luar biasa:
Pengkhotbah 2:11, 18 
"...Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. 
Aku membenci segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari, sebab aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku."

Pelajaran apa yg bisa kita tarik dari kesia siaan hidup Salomo? Selain spt yg kemarin kita lihat, bahwa Salomo selalu focus kpd apa yg ada di bawah matahari, bukan yg ada di atas matahari, hari ini kita akan melihat secara konsistent kesaksian hidup Salomo yg sia sia yg dia sendiri katakan, coba perhatikan:

Pengkhotbah 2:3 "Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan TUBUHKU dengan anggur,..."

Pengkhotbah 2:4 "Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan BAGIKU rumah-rumah,..."

Pengkhotbah 2:5 "aku mengusahakan BAGIKU kebun-kebun dan taman-taman,..."

Pengkhotbah 2:6 "aku menggali BAGIKU kolam-kolam..."

Secara konsistent Salomo terus menerus mengatakan bagiku, bagiku, untukku... itulah sebabnya dia menemukan hidupnya menjemukan dan sia sia, sebab sekalipun dia kaya hebat dan punya segalanya, semua itu dia kumpulkan bagi dirinya sendiri...

Renungkan kebenaran ini...
JESUS loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-18 07:19:51

Rabu,17 Juli 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:

Pengkhotbah 1:1-8
"...Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. 
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. 
Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? 
Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. 
Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. 
Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar..."

Coba renungkan dan bayangkan, perkataan diatas keluar dari mulut orang paling kaya sedunia sepanjang sejarah, dari mulut orang yg paling berhikmat dan paling berkuasa, keluar dari mulut orang yg istri dan gundiknya paling banyak... Bagaimana mungkin Salomo dpt berkata SEMUA SIA -SIA!!!

Ternyata uang dan kekayaan tdk pernah dpt membuat manusia berbahagia atqu memiliki hidup yg berarti dan bernilai...
Bahkan hikmat dan pendidikan pun akan berhenti dan tdk pernah dpt membuat manusia berbahagia atau membuat hidup menjadi berarti...
Demikian juga dgn kekuasaan dan pangkat, semua itu sementara...
Apalagi kesenangan dunia spt hiburan, sex, dan semua hal hal tsb, semua tdk akan pernah membuat manusia puas dan berbahagia...

Salomo menemukan pada masa tuanya, hidupnya menjadi kosong dan sia sia. Jika demikian, apa sebenarnya yg salah? Kenapa Salomo tdk mampu menemukan arti hidup dari semua hal hal tadi  padahal sampai hari inipun, semua kita masih menghabiskan sebagian besar waktu kita utk mencari dan mengejar semua itu, tdk kah demikian? Berapa jam sehari yg kita habisi utk bekerja mencari uang, utk belajar dan mengejar pendidikan, utk membangun karir dan masa depan, berapa banyak uang dikucurkan didlm dunia entertainment, bahkan gereja gerejapun banyak yg lebih condong kearah sajian entertainment dari pada mengajarkan jemaat utk takut akan Tuhan. Jika semua itu sia sia belaka, mengapa kita masih mengejar semua itu sebagian besar waktu?

Inilah yg akan kita renungkan pagi ini. Salomo menemukan semua itu adalah sia sia, sebab focus pandangan Salomo adalah kpd semua perkara perkara tsb. Coba perhatikan sekali lagi ayat 3 diatas:
"Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?..."
---> Salomo tdk menemukan kepuasan dan arti hidup dari semua itu sebab focus nya adalah kpd semua yg ada di bawah matahari, sehingga dia menemukan semua hasil upayanya adalah sia sia belaka...

Bekerja, belajar dan berusaha itu baik, selama tujuan dan focus kita diarahkan kpd sesuatu yg ada DIATAS, bukan DIBAWAH matahari... Itulah rahasia lantun keluhan Salomo...

Pagi ini, ingatkan diri kita sendiri, adakah saya mengarahkan focus saya didlm hidup ini kpd hal hal yg duniawi saja atau semua itu utk tujuan Tuhan... Renungkan dan pegang satu ayat ini:
Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita..."

JESUS loves you and so do I

dibuat pada : 2019-07-18 07:17:55