Morning Dew

Senin,16 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 21:15-17 
"Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, 
maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung. 
Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan." 

Ada satu kebenaran yg kita perlu sungguh-sungguh fahami dgn benar, yaitu "hak kesulungan" yg‎ adalah milik Tuhan itu tdk ada hubungan-nya sama sekali dgn perasaan. Coba simak baik baik perkataan Firman Tuhan diatas, warisan atas hak kesulungan yg harus diteruskan oleh umat Tuhan kpd anaknya, apabila ia memiliki lebih dari satu istri, yg tua tdk dicintai dan yg muda lebih dicintai, maka anak sulung dari istri yg tdk dicintai itu tetap berhak atas hak kesulungan miliknya. 

Saudara perlu memahami kebenaran ini dgn konteks Firman Tuhan dgn benar, pada masa itu, memang masih terjadi seorang suami memiliki lebih dari satu istri, namun tdk berarti sama sekali hal itu dibenarkan oleh Firman Tuhan pada masa sekarang ini. Pernyataan itu persis spt apa yg terjadi dgn Yakub, yg memiliki Lea sbg istri pertama yg tdk dicintai, dan Rachel sbg istri kedua yg lebih muda dan dicintai. Jika menurut maunya Yakub, mungkin Yusuf atau Benjamin-lah yg akan mewarisi hak kesulungan, tapi Tuhan tetap pilih Yehuda anak Lea.

Lalu apa yg kita perlu mengerti dari kebenaran Firman Tuhan ini? Hak kesulungan tdk ada hubungan-nya dan tdk boleh di kait kaitkan dgn perasaan. Itu kebenaran Firman Tuhan dan itu milik Tuhan. Beberapa waktu yg lalu kita telah membahas tentang 'hak Tuhan' dlm pola pengaturan keuangan, yaitu persepuluhan. Ada 2 fondasi penting yg harus terjadi didlm persepuluhan yg dikembalikan oleh anak-anak Tuhan, yaitu 'penebusan dan kesulungan', inilah 2 fondasi penting yg dari padanya kita membangun dan mengembalikan milik Tuhan. 

1. 10 itu bicara tentang angka penebusan, dgn mengembalikan 10% dari semua income atau keuntungan kita, maka penebusan terhadap yg 90% itu berlaku atas hasil panen umat-Nya. Itulah sebabnya makanan bangsa Israel disebut kosher atau halal bukan karena apa yg dia makan, tapi bagaimana cara mereka memanen-nya, memperoleh hasilnya, itulah yg menentukan makanan kita menjadi kosher atau tdk.

2. Persepuluhan yg benar adalah harus mengandung unsur 'hak kesulungan' yg adalah milik Tuhan. Cara yg benar sesuai Firman Tuhan adalah kita mengembalikan persepuluhan sbg yg pertama kita belanjakan atau yg pertama kita keluarkan, sebelum semua pengeluaran pengeluaran yg lainnya di belanjakan. Jadi persepuluhan itu diambil yg pertama, bukan diambil dari sisa sisa setelah dipakai utk ini dan itu. Itu sebabnya banyak gereja memberikan kesempatan kpd jemaat jemaat utk mengembalikan persepuluhan pada minggu yg pertama tiap tiap bulan, hal ini utk meneguhkan dan menanamkan arti kebenaran ini.

Namun yg terpenting disini, hak kesulungan sama sekali tdk boleh dikait kaitkan dgn 'perasaan', sebab ini bukan berdasarkan sukarela, tapi ini pengembalian milik Tuhan. Ada kalanya saya sendiri 'merasa' tdk ingin mengembalikan 'hak kesulungan' yg adalah milik Tuhan, mungkin karena merasa gembalanya mata duitan, atau pengelolaan uang gereja yg menurut kita tdk baik, atau merasa sayang kalau diberikan semua persepuluhan itu, atau apapun alasannya, itu semua perasaan yg dipadukan dgn kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita buat sendiri keputusan keputusan yg salah berdasarkan perasaan, bukan berdasarkan kebenaran. Ingat kisah diatas, seorang suami yg tdk mencintai istri pertamanya,tetap HARUS memberikan hak kesulungan kpd anak sulungnya dari istri pertamanya, bukan kpd anak dari istri yg dia cintai... Coba berhenti sebentar dan renungkan dalam dalam kebenaran ini... inilah hukum tentang hak kesulungan sesuai dgn Firman Tuhan, tdk ada unsur perasaan yg boleh terlibat didlmnya.


Lalu bagaimana dgn gembala yg mata duitan, dgn management gereja yg rakus dan memperkaya diri sendiri? Itu tanggung jawab sang gembala kpd Tuhan pencipta langit dan bumi. Saya melihat tdk sedikit hamba-hamba Tuhan yg spt itu harus dipermalukan dan dijatuhkan karena menghina kekudusan Tuhan! Firman Tuhan ini spt pedang bermata dua, bagi jemaat jemaat, lakukan saja dgn setia dan jujur dgn mengembalikan hak kesulungan milik Tuhan, bagi para gembala-gembala, takutlah akan TUHAN!!! Berlakulah jujur dgn uang milik Tuhan, itu bukan utk dirimu sendiri, itu utk pekerjaan Tuhan.


‎Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-16 13:32:10

Jumat,13 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 20:1, 4 
"Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau. 
sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu..."

Memang betul bahwa kekristenan tdk dpt dibangun berdasarkan pengalaman belaka, namun jika kita bijaksana, pengalaman pengalaman yg pernah ada, seharusnya dapat menjadi pelajaran penting utk kita belajar dan bertumbuh didlm kedewasaan. Terkadang kita sendiri-lah yg harus melewati pengalaman berharga tsb, dan itu tentu sangat berarti dan sangat mahal harganya. Tapi jika kita benar-benar bijaksana, pengalaman orang tua kita, pengalaman sahabat sahabat kita, atau pengalaman para pendahulu kita, pengalaman orang lain akan juga sangat berharga bagi kita. Pada kenyataannya, Alkitab penuh dgn cerita cerita pengalaman berharga orang-orang yg berhasil melewati hidup ini dgn nyaris sempurna, tapi ada juga yg gagal total karena kebodohan dan kedegilan hatinya sendiri. George Santiana berkata, 'orang yg gagal utk belajar dari sejarah, akan dipaksa utk mengulangi kesalahan sejarah itu sendiri...'

Kita melihat bahkan diantara umat Tuhan, berkali kali mereka jatuh dan gagal tersandung pada batu yg sama dan itu itu lagi... siapa yg salah? Batukah yg salah? Kenapa dia ada didepan jalan orang-orang percaya,... atau Tuhan kah yg salah, kenapa Dia tdk mendatangkan angin badai utk menggeser batu sandungan?... Saudara bisa melihat betapa semua usaha mencari kambing hitam adalah sangat kekanak kanakan dan bukti betapa dangkalnya mental dan rohani seseorang...

‎Coba baca sekali lagi ayat pertama dari Ulangan 20 diatas:
"Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau..."
Tuhan tdk memberikan strategy baru kpd Israel bagaimana cara berperang menghadapi musuh musuh mereka, Tuhan tdk menetapkan methods yg baru utk semua pergumulan yg akan mereka hadapi, Tuhan hanya mengingatkan kembali bagaimana Tuhan bekerja di masa lalu, didlm sejarah... bagi orang tua mereka, bagi umat-Nya di waktu waktu silam, dan Tuhan yg sama juga masih dpt melakukan kedasyatan tsb, hanya sekedar perlu "PERCAYA DAN TAAT "‎ itu saja yg Tuhan minta...

 ‎Pergumulan dan tekanan yg engkau hadapi hari ini bukanlah barang baru, itu sudah pernah terjadi dahulu, sebagian mungkin engkau sudah alaminya sendiri, sebagian lagi telah dialami oleh para pendahulu kita. Pernahkah engkau melihat satu orang benar ditinggalkan Tuhan, tanpa Tuhan punya rencana yg lebih besar lagi?... Daud sendiri berkata :
Mazmur 37:25-26 "...Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..."

Belajar dari masa lalu, itulah sebabnya anak-anak Tuhan perlu dan harus terus menerus membaca dan merenungkan Firman Tuhan, supaya kita diingatkan akan kedasyatan Tuhan, supaya kita dikuatkan, dibangun dan diteguhkan oleh perkataan perkataan Firman Tuhan. 

Sudahkah engkau membaca Firman-Nya pagi ini? Sudahkah engkau melihat rencana Tuhan bagi hidupmu spt yg dikatakan oleh Firman-Nya bagimu pagi ini?

Smile, it's Friday, Jesus loves you and so do I 
Jangan lupa dtg ibadah besok dan hari Minggu

dibuat pada : 2018-07-13 22:26:34

Kamis,12 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 19:1-2 , 7-8 
"Apabila TUHAN, Allahmu, sudah melenyapkan bangsa-bangsa yang negerinya diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan engkau sudah menduduki daerah mereka dan diam di kota-kota dan rumah-rumah mereka, 
maka engkau harus mengkhususkan tiga kota di dalam negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki. 
Itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: tiga kota haruslah kau khususkan. 
Dan jika TUHAN, Allahmu, sudah meluaskan daerahmu nanti, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, dan sudah memberikan kepadamu seluruh negeri yang dikatakan-Nya akan diberikan kepada nenek moyangmu,..."

Sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan atau tanah Perjanjian, maka ‎Tuhan mengajarkan satu perkara kpd seluruh umat-Nya, yaitu utk membangun kota-kota perlindungan. Ada 3 kota Perlindungan yg harus dikhususkan utk menjadi tempat perlindungan bagi umat-Nya. 

Di kota-kota perlindungan, umat-Nya yg telah berbuat dosa dan kesalahan yg tdk disengaja, mereka tdk boleh dihakimi, tdk di tuntut dan tdk dibunuh mati, sebab itulah kota-kota perlindungan, dan orang-orang yg sudah berbuat salah dan dosa tanpa disengaja, mereka dpt setiap waktu lari kesana dan menerima perlindungan...

Apa makna 'kota-kota perlindungan' saat ini? Coba perhatikan perkataan Naomi, mertua Ruth kpd anaknya Ruth :
Rut 3:1 "...Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?"
---> Ketika Naomi yg berfungsi sbg seorang ibu bagi Ruth, berkata kpd anaknya Ruth, "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?"‎, kita tahu persis sebenarnya yg dimaksud oleh Naomi adalah 'seorang suami, sebuah rumah tangga' itulah yg dimaksud oleh Naomi dgn istilah 'tempat perlindungan'. Hal yg sama masih berlaku sampai hari ini, dan inilah yg seharusnya terjadi diantara anak-anak Tuhan, sebuah rumah tangga adalah sebuah kota perlindungan, dimana semua yg telah berlaku salah dgn tdk sengaja, harus dilindungi, dipulihkan dan tdk dihukum mati..., itulah yg seharusnya terjadi dari sebuah rumah tangga. 

Kerinduan hati Tuhan adalah membangun kota-kota perlindungan utk orang-orang yg dpt lari dan berlindung didlmnya. Tuhan merindukan agar tiap-tiap rumah tangga menjadi sebuah tempat perlindungan yg selalu rela melepaskan pengampunan, bersedia membalut, dan memulihkan yg terluka, itulah makna sebuah rumah tangga.

Lalu kenapa harus dibangun 3 kota? Setiap rumah tangga yg kokoh, harus mengandung 3 pilar atau 3 bagian penting yg saling terkait dan bersatu yg membentuk sebuah ikatan yg ‎kokoh, persis spt yg Firman Tuhan di Pengkhotbah 4:12 katakan: "...Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan." ‎Ketiga unsur penting didlm sebuah rumah tangga yg kokoh adalah Tuhan, suami, dan istri, ketiganya sangat mutlak dibutuhkan utk membangun sebuah rumah tangga yg kokoh. Tuhan sudah pasti mau terlibat dan menuntun sebuah rumah tangga, tapi pertanyaan nya adalah, apakah sang suami rela dan bersedia dituntun Tuhan, menjadi contoh dan panutan? Apakah sang istri rela dan bersedia dituntun Tuhan dan berperan dlm bagiannya? Jika ketiganya dibangun bersama sama, maka rumah tangga akan menjadi kota perlindungan yg kokoh dan kuat.

Bangunlah rumah tangga kita masing-masing dgn melibatkan Tuhan, suami dan istri yg takut akan Tuhan

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-12 22:29:56

Rabu,11Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 16:1-4 
"Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. 
Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana. 
Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir. 
Janganlah terdapat padamu ragi di seluruh daerahmu, tujuh hari lamanya; dan dari daging hewan yang kausembelih pada waktu petang pada hari pertama, janganlah ada yang bermalam sampai pagi..."

Ada hari raya Paskah dimana bangsa Israel dituntun Tuhan dgn tangan yg kuat utk keluar dari perbudakan di Mesir‎, dan utk hari hari spt itu, Tuhan mengajarkan umat-Nya utk mengingat dan merayakannya dgn cara makan daging domba Paskah dan roti yg tdk beragi. 

Kenapa harus diingat ingat? Dirayakan sbg peringatan? Sebab manusia sering lupa, apalagi dgn asal usulnya. Banyak manusia lupa dari mana mereka berasal. Dulu miskin, malang dan melarat, utk makan saja susah, tapi sekarang sudah kaya raya dan memiliki posisi tinggi, manusia sering lupa daratan... spt kacang lupa kulitnya. Manusia cenderung lupa asal usulnya, lupa akan kebaikan orang lain, tapi kalau kesalahan orang lain, kita selalu ingat dgn mendetail.‎ Tuhan mengajar umat-Nya utk tdk pernah melupakan pertolongan TUHAN... Semua itu terjadi karena TUHAN lah yg menolong umat-Nya, Tuhan lah dgn tangan yg kuat yg telah memaksa Mesir utk melepaskan umat-Nya... Tuhan lah yg mendatangkan tulah demi tulah utk menekan Mesir sehingga umat-Nya bisa bebas dan merdeka... Tuhan lah yg mengerjakan semua itu... Itulah sebabnya Tuhan berkata, buat peringatan, ingat ingat dan jgn lupa kebaikan Tuhan. 

Pada saat saat peringatan, selalu ada 'roti tdk beragi' yg dibuat dan dimakan di hari hari peringatan ‎spt itu, apa maknanya?
Ragi, ‎itu berfungsi utk mengembangkan roti, membuat adonan roti menjadi lebih besar sehingga lebih empuk dari semestinya. Unsur ragi yg mengelembungkan atau mengembangkan inilah yg sama sekali tdk boleh ada didlm perayaan peringatan akan kebaikan Tuhan, itulah yg dikenal sbg keangkuhan atau kesombongan. Keangkuhan lah yg berkata, semua ini karena kerja keras saya... karena hikmat saya, karena saya. Manusia diajarkan utk selalu merendah dan mengakui kedaulatan Tuhan, semua karena TUHAN. Tuhan yg memberi hikmat, Tuhan yg memberi kekuatan, Tuhan yg menolong, menghibur, memberkati,... semua karena TUHAN. Unsur ragi sama sekali tdk boleh ada didlm peringatan peringatan akan TUHAN. 

Buanglah unsur unsur ragi didlm diri kita, supaya kita layak membangun peringatan dan perayaan bagi TUHAN. 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-12 22:29:02

Selasa,10 Juli 2018

Shalom Selamat Pagi, Perhatikan Ayat Ayat Ini : 
Ulangan 15:1, 6-8 
"Pada Akhir Tujuh Tahun Engkau Harus Mengadakan Penghapusan Hutang. 
Apabila TUHAN, Allahmu, Memberkati Engkau, Seperti Yang Dijanjikan-Nya Kepadamu, Maka Engkau Akan Memberi Pinjaman Kepada Banyak Bangsa, Tetapi Engkau Sendiri Tidak Akan Meminta Pinjaman; Engkau Akan Menguasai Banyak Bangsa, Tetapi Mereka Tidak Akan Menguasai Engkau. 
Jika Sekiranya Ada Di Antaramu Seorang Miskin, Salah Seorang Saudaramu Di Dalam Salah Satu Tempatmu, Di Negeri Yang Diberikan Kepadamu Oleh TUHAN, Allahmu, Maka Janganlah Engkau Menegarkan Hati Ataupun Menggenggam Tangan Terhadap Saudaramu Yang Miskin Itu,
Tetapi Engkau Harus Membuka Tangan Lebar-lebar Baginya Dan Memberi Pinjaman Kepadanya Dengan Limpahnya, Cukup Untuk Keperluannya, Seberapa Ia Perlukan..."

Ada Satu Kebenaran Dan Peraturan Firman Tuhan Yg Tuhan Tetapkan Bagi Umat-Nya Yg Disebut Tahun Penghapusan Hutang. Sulit Utk Diterima Dgn Akal Sehat, Namun Berkali Kali Kebenaran Ini Ditegaskan Oleh Tuhan. 

Sesungguhnya Dasar Dari Perintah Ini Adalah Keperdulian Dan Belas Kasihan. Ada Hutang Yg Sangat Menjerat Dan Mengikat Seseorang, Sehingga Hutang Itu Spt Mencekik Dirinya. Pikiran, Perasaan, Dan Pandangan Hidupnya Menjadi Buyar Dan Sulit Berkonsentrasi, Sebab Dikejar Kejar Hutang. Ada Juga Yg Berlangsung Terlalu Lama Dan Hal Itu  sungguh Menekan Dan Memberatkan Yg Berhutang,‎ Mungkin Karena Bunga Yg Terlalu Besar Atau Kemampuan Bayar Tdk Mungkin Dilakukan. Dlm Keadaan Spt Itu, Sang Penghutang Menjadi Budak Dari Sang Pemberi Hutang. Haruskah Hal Ini Terus-menerus Terjadi? Kadang, Sampai Kpd Anak-anaknya, Keturunannya Itu Terpaksa Terus-menerus Menjadi Budak Karena Hutang Orang Tua Sebelumnya. 

Hal Ini Juga Terjadi Dlm Sejarah Modern, Di America, Saat Saat Paling Gelap Adalah Saat Perbudakan Masih Terjadi, Ketika Si Miskin Menjadi Budak Si Kaya. Bahkan Anak Anaknya Si Miskin Terus-menerus Menjadi Budak.

Bagaimana Pandangan Tuhan Tentang Hal Ini? Setujukah Tuhan Dgn Konsep Hutang Spt Ini Yg Membuahkan Perbudakan? 

Ayat Ayat Diatas Adalah Sebagian Dari Banyak Ayat Ayat Lain Yg Menegaskan Posisi Hatinya Tuhan, Tuhan Menetapkan Bagi Umat-Nya, Hari Hari Penghapusan Hutang. Saya Mohon Semua Saudara Tdk Melihat Firman Ini Dari Kaca Mata Saudara Sbg Orang Yg Berhutang Dan Aji Mumpung Inilah Isi Perenungan Kita Pagi Ini, Sebab Semua Orang Percaya Yg Mau Hidup Benar Dan Yg Telah Berhutang, Dia Harus Berusaha Sungguh-sungguh Utk Membayar Hutangnya, Bila Perlu, Lepaskan Segala Galanya Utk Membayar Hutang.‎ Tapi Firman Tuhan Ini Mengajar Kpd Anak-anak Tuhan, Orang Israel Yg Telah Diberkati, Utk Bisa Merasakan Penderitaan Orang Lain, Utk Berani Belajar Melepaskan Haknya Atas Hutang Hutang Tsb, Demi Kasih-nya Kpd Tuhan ALLAH-nya. Itulah Tahun Penghapusan Hutang, Yg Pada Intinya Berani Berbagi Utk Meringankan Beban Orang Lain, Sebab Itulah Hatinya Tuhan. 

Israel Sbg Bangsa Muncul Kembali Pada Tgl 14 May 1948, Dan Sejak Hari Ini, Israel Terus Bertumbuh Dan Semakin Diberkati, Kekuatan Militernya Menjadi Sangat Kuat, Perekonomian Israel Menjadi Begitu Solid-nya. Hari Ini, Israel Adalah 16 Negara Terbesar Yg Memberikan Pinjaman Kpd Dunia, Bukan Sbg Negara Miskin Yg Meminjam. Mereka Hidup Dgn Konsep Ini, Dan Tahun Ini, Tepat 70 Tahun Israel Merdeka Dan Berdaulat, Israel Mulai Membagi Bagikan Berkat Hikmat Yg Mereka Terima Secara Cuma-cuma Dari Tuhan Kpd Negara Negara Yg Memusuhinya Sekalipun.

Di Video Clip Singkat Ini, Saudara Akan Melihat, Pernyataan Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu Yg Menegaskan Bahwa Israel Bersimpati Kpd Keadaan Yg Terjadi Dan Dialami Orang-orang Iran. Pemerintah Iran Mengatakan 98% Rakyat Iran Menderita Kekurangan Air Bersih, Dan 50% Pertanian Akan Gagal Karena Kekeringan Yg Terjadi. Israel Juga Ada Di Timur Tengah, Juga Mengalami Kekeringan, Tapi Tuhan Beri Israel Hikmat Utk Mengolah 98% Air Yg Terpakai Utk Di Recycled, Merubah Air Laut Utk Diminum Dan Utk Pertanian, Mengambil Air Dari Udara Utk Diminum, Negara Israel Adalah Pioneer Dlm Hal Ini Didunia.Sekalipun Iran Menolak Dan Tdk Mengijinkan Bangsanya Dtg Utk Belajar Ke Israel, Sekarang Tahun Ini, Israel Membuat Website Dlm Bahasa Persia Yg Menjelaskan Bagaimana Bangsa Iran Dpt Menerapkan Technology Tsb Bagi Dirinya Sendiri Dan Bagi Pertaniannya. Iran Berteriak 'death To Israel - Mati Bagi Israel' Tapi Israel Berteriak 'hidup Bagi Iran'. Tdk Heran, Bangsa Yg Mau Ikut Sungguh-sungguh Melakukan Kebenaran Firman Tuhan Akan Dipelihara, Bahkan Mewarisi Janji Abraham, Yaitu Menjadi Berkat Buat Bangsa-bangsa. 


Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2018-07-12 22:26:07

Jumat,06 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 11:13-15, 18-19, 22-23 
"...Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 
maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, 
dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang. 
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. 
Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;
Sebab jika kamu sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya, 
maka TUHAN akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu..."

Jika ada satu perkara yg benar-benar menjadi kunci akan favor of God atau perkenanan Tuhan itu dibukakan atas kita, saya menemukan satu perkara, yaitu HORMAT... Berkali kali saya menemukan kebenaran ini, ketika kita belajar memberi hormat kpd manusia, maka kita akan menerima perkenanan manusia itu balik. Buktikan sendiri mulai hari ini, ucapkan selamat pagi kpd tukang kebun di jalan jalan depan rumah mu... tanyakan apa khabar kpd satpam di kantormu,... sapa orang-orang sederhana yg melayani makan siangmu, coba perhatikan, apakah mereka tdk akan melayanimu lebih baik dan lebih sungguh-sungguh lagi?...
Lakukan itu kpd atasanmu, hormati orang tuamu, layani istrimu, coba perhatikan sikapnya setelah itu, tdk kah mereka akan lebih lagi mencintaimu?

Itulah rahasia dari 'hormat'! Sekarang bayangkan jika hormat itu dikembalikan atau diberikan kpd Tuhan... Tdk kah Dia akan lebih lagi membukakan pintu pintu perkenanan atau favor kpdmu? 

Ingat kisah Ester, bagaimana Ester memikat perkenanan raja Ahasyweros, sekalipun‎ saat itu Ester telah menjadi ratu, Ester tdk sembarangan dtg memaksakan diri ke hadapan raja Ahasyweros, karena hormat akan raja. Ester bahkan tdk langsung meminta pertolongan utk perkaranya, Ester terlebih dahulu menjamu raja sampai 2 kali utk penghormatan akan raja... Sampai tiba waktunya, Ester mendapatkan favor of the king, perkenanan sang raja...

Itu semua terjadi bagi manusia yg memberi hormat terhadap manusia lainnya, apalagi jika kita‎ berikan hormat kpd Tuhan. Saya menemukan bahwa pintu pintu perkenanan Tuhan terbuka hanya bagi kita yg tahu bagaimana menghormati Tuhan. Lalu secara nyata dan sederhana, bagaimana kita dpt belajar menghormati Tuhan? TAAT, itulah cara manusia belajar menghormati Tuhan. Coba perhatikan kembali ayat ayat diatas, Tuhan hanya minta kpd Musa dan seluruh bangsa Israel utk taat memegang semua perintah Tuhan, lalu mengajarkannya berulang-ulang kpd anak anak mereka, hanya itu saja, kemudian dari pihak Tuhan, Dia berjanji satu janji pemeliharaan, janji berkat berkat-Nya, janji dibedakan dari semua bangsa lainnya, itulah favor of God yg turun dari ketaatan.

Seorang dtg bertanya kpd Mrs Lincoln, ibunda dari mantan president America Abraham Lincoln, ibu,... bagaimana ibu mendidik seorang putra terbaik yg pernah memimpin bangsa ini? Mrs. Lincoln berkata, saya ajar Abe (panggilan kecil Abraham Lincoln) utk selalu hidup didlm ketaatan! Itu saja... Sesederhana itu dpt mencetak seorang pemimpin besar spt Abraham Lincoln,... Ajarkan anak-anakmu utk selalu taat... Dan itu dimulai dari kita sendiri yg harus hidup didlm ketaatan.

Smile, it's Friday 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-07 00:15:36

Kamis,06 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 10:1-4 
"Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Pahatlah dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula, naiklah kepada-Ku ke atas gunung, dan buatlah sebuah tabut dari kayu;
maka Aku akan menuliskan pada loh itu firman-firman yang ada pada loh yang mula-mula yang telah kaupecahkan itu, kemudian letakkanlah kedua loh ke dalam tabut itu.
Maka aku membuat sebuah tabut dari kayu penaga dan memahat dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula; kemudian aku mendaki gunung dengan kedua loh itu di tanganku.
Dan pada loh itu Ia menuliskan, sama dengan tulisan yang mula-mula, Kesepuluh Firman yang telah diucapkan TUHAN kepadamu di atas gunung dari tengah-tengah api pada hari kamu berkumpul; sesudah itu TUHAN memberikannya kepadaku..."

Sesungguhnya, siapakah yg menuliskan perkataan sepuluh perintah Allah di loh loh batu kedua yg baru? ‎Tuhan sendiri, atau Musa?
Pada Ulangan 10:1-2 dikatakan: "Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Pahatlah dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula,..."

Kemudian ayat 2 berkata: "...maka Aku akan menuliskan pada loh itu firman-firman yang ada pada loh yang mula-mula yang telah kaupecahkan itu, kemudian letakkanlah kedua loh ke dalam tabut itu."

Namun jika kita memperhatikan di Keluaran 34:1 &  4 "...Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.
Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya..."

Jadi sebenarnya siapa yg memahat loh batu kedua, Tuhan sendiri atau Musa?
Setelah loh loh batu pertama dihancurkan karena dosa, loh loh batu kedua yg berisikan hukum hukum Tuhan yg sama harus dibangun, dan pada saat itulah ‎kerjasama antara Tuhan dan manusia terjadi... Tuhan menyatakan hukum-hukum-Nya dan Musa memahatkan persis spt yg Tuhan katakan...

Inilah pelajaran penting utk kita renungkan pagi ini, transformasi atau pemulihan kharakter yg terjadi pada diri manusia adalah itu terjadi karena campur tangan Tuhan didlm diri orang tsb, namun ikut campur atau bagian yg harus dikerjakan oleh manusia itu sendiri juga mutlak dibutuhkan.

Pertobatan itu dimulai dari Tuhan, namun jika kita sendiri tdk bersedia menyangkal kedagingan kita, tdk akan pernah terjadi pemulihan yg spt Firman Tuhan katakan. ‎Inilah cara Bapa Surgawi mengajar Musa dan seluruh bangsa Israel.
 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-06 00:07:26

Rabu,04 Juli 2018


Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 9:1-3 
"Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit — 
suatu bangsa yang besar dan tinggi, orang Enak, yang kaukenal dan yang tentangnya kaudengar orang berkata: Siapakah yang dapat bertahan menghadapi orang Enak?
Maka ketahuilah pada hari ini, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan di depanmu laksana api yang menghanguskan; Dia akan memunahkan mereka dan Dia akan menundukkan mereka di hadapanmu. Demikianlah engkau akan menghalau dan membinasakan mereka dengan segera, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN..."

Bagaimanakah manusia bisa percaya kpd Tuhan, padahal manusia tdk dpt melihat Tuhan?...inilah kebenaran yg perlu kita kenali pagi ini, percaya saudara dan saya kpd Tuhan itu didasari oleh pilihan kita sendiri, bukan berdasarkan pengalaman yg kita miliki. 

Bangsa Israel sudah sama sama mengetahui siapa orang-orang yg ada di seberang sungai Yordan, yaitu orang-orang Enak yg tubuhnya besar dan kuat, bangsa yg bahkan lebih kuat dari Israel sendiri, namun Tuhan telah menyatakan janji-Nya utk menyertai dan menyerahkan bangsa-bangsa itu kpd umat-Nya Israel. Sebagian akan percaya dan tdk tawar hati, namun sebagian lagi akan gentar dan tdk percaya... Apa yg membedakan keduanya? Pilihan mereka sendiri.‎.. Mereka sama sama melihat keajaiban dan pemeliharaan Tuhan... Mereka sama sama menikmati berkat dan kebaikan Tuhan,... mereka juga sama sama telah mendengar janji-Nya, tapi sebagian memilih utk percaya dan yg lain memilih utk tdk percaya atau mengeraskan hatinya...

Itulah 'free-will atau kehendak bebas' yg Tuhan berikan kpd manusia saat manusia diciptakan, dan itulah juga yg akan membedakan langkah-langkah hidupmu kedepan. Berlakulah bijaksana terhadap respond yg kita berikan kpd kebenaran Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan itu YA dan AMIEN!!!

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-06 00:06:09

Selasa,03 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 8:2-6 
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 
Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.  
Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.
Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 
Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia..."

Sebelum bangsa Israel dibawa masuk ke dlm Tanah Perjanjian, Tuhan memimpin mereka selama 40 tahun berputar putar di padang gurun. 40 tahun adalah waktu utk 1 generasi, dan dlm process‎ perjalanan yg begitu panjang, banyak korban yg jatuh, tapi ada juga yg bertahan hidup. Apa sesungguhnya tujuan Tuhan bagi umat-Nya utk berjalan melewati padang gurun? Coba simak kembali apa yg Firman Tuhan di Ulangan 8:2-3 "...Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu... Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN..."

Ternyata padang gurun itu diijinkan Tuhan terjadi atas orang percaya hanya utk tujuan agar kita BELAJAR UTK RENDAH HATI!!!, sesederhana itu. Dlm keadaan kuat atau kaya atau mampu, manusia sulit utk rendah hati, manusia bahkan sulit utk sadar bahwa dia perlu Tuhan dlm keadaan demikian. Didlm wahyu 3, terhadap jemaat di ‎Laodekia, Tuhan berpesan dan menasehati bahwa keadaan mereka yg suam suam kuku itu terjadi karena mereka merasa tdk membutuhkan apa apa, mereka dikatakan oleh kitab Wahyu merasa "...Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa..." Namun kenyataannya, Tuhan menghardik mereka dgn menyatakan bahwa mereka miskin, malang, melarat, buta dan telanjang... 

Sampai manusia sadar bahwa mereka tdk memiliki apa apa yg berarti utk menghadap Tuhan atau utk dibandingkan dgn Tuhan, maka manusia tdk mampu utk belajar rendah hati!‎ Itulah sebabnya Tuhan ijinkan kita melewati padang gurun didlm kehidupan kita, hanya sekedar utk kita dpt belajar menjadi spt Kristus yg rendah hati.

Inilah pelajaran penting pagi ini, bersyukurlah ketika engkau‎ dan saya diijinkan Tuhan utk berjalan melewati padang gurun, sebab TUHAN tdk akan membiarkan engkau mati kelaparan atau kehausan disitu,... semua itu hanya terjadi utk menundukkan kharakter terbaik didlm dirimu, yaitu kerendahan hati.

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-07-03 12:47:38

Senin,02 Juli 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ini : 
Ulangan 7: 26
"Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan." 

Ketika sebelum Tuhan hendak membawa umat-Nya masuk ke tanah perjanjian, Tuhan berpesan kpd seluruh bangsa itu agar mereka memegang teguh dgn setia semua perkataan Firman Tuhan, maka mereka akan melihat berkat berkat Tuhan akan terus-menerus terjadi dan mengalir didlm hidup mereka...

Ada satu perkara yg Tuhan nyatakan dgn tegas yg harus dan mutlak bangsa itu lakukan, coba perhatikan sekali lagi ayat Ulangan 7:26 diatas:
"... Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan." 

‎----> Bangsa Israel ditanah Kanaan akan melihat dan menyaksikan kekejian, kenajisan dan kejahatan yg biasa dilakukan oleh bangsa bangsa yg tdk mengenal TUHAN, namun Tuhan dgn tegas memperingati bangsa Israel utk sekali kali tdk membawa masuk semua kenajisan ke dalam rumah mereka masing-masing, semua kebiasaan dan gaya hidup, juga hasil atau buah kekejian yg biasa dikerjakan oleh bangsa bangsa yg tdk mengenal Tuhan yg ada dan hidup disekitar mereka. Kenapa Tuhan bergitu tegas dlm hal ini? Sebab rumah tangga atau home adalah kubu pertahankan orang-orang percaya, jika rumah tangga kita dipenuhi, diisi dan diwarnai oleh perkara-perkara yg najis dan tdk berkenan kpd Tuhan, maka benteng pertahanan kita akan goyah! 

Coba renungkan kebenaran ini, di dlm rumah lah, anak-anak dan istri kita merasa aman dan tentram... Jika kubu pertahanan yg seharusnya membuat semua penghuninya merasa aman dan tentram, justru ‎telah terkontaminasi dgn perkara-perkara yg najis dan tdk benar, bukankah hal itu sama spt kita sedang menghancurkan dan berusaha merobohkan kubu atau benteng pertahanan dari dalam benteng itu sendiri?

Ada kisah ketika negri China membangun tembok raksasa demi tujuan menutup dan menjaga negri tsb dari serangan musuh. Tembok yg megah dan perkasa itu yg bahkan sampai hari ini menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia itu sungguh mengagumkan, sebab tembok itu tdk mungkin dpt di tembus oleh tentara musuh karena begitu kokohnya... 

Namun tentara Mongolia melihat pintu pintu kecil yg dijaga ketat oleh serdadu serdadu China, dari pintu pintu itulah, tentara Mongolia mulai menyogok tentara China dan dgn demikian, tanpa harus lompat tembok, tentara Mongolia keluar masuk negri China tanpa tertangkap...‎ Mereka memberika uang sogokan, barang barang indah dan berharga, sehingga pintu pintu tembok itu selalu terbuka bagi musuh...

Itulah pelajaran sederhana, jika kubu pertahanan kita, yaitu rumah tangga kita dimasukan barang barang atau kebiasaan yg salah dan tdk berkenan kpd Tuhan, sebentar lagi engkau akan melihat manusia yg ada didlm rumah itupun akan hancur berantakan...

Para suami, para istri, kitalah penjaga penjaga kubu pertahanan di rumah kita masing-masing... adakah kebiasaan dan gaya hidup yg tdk berkenan kpd Tuhan yg kita sendiri bawa masuk ke dlm rumah kita? 
Contoh sederhana-nya, diluar sana, ibadah dan hidup tertib utk berdoa, membaca Firman Tuhan adalah kebiasaan yg dianggap buang buang waktu, kalau sempat, ya boleh dikerjakan, namun kalau ada urusan lain, maka kita tinggalkan waktu ibadah dan saat teduh prribadi... Jika gaya hidup ini kita biasakan dan bawa masuk ke dalam rumah tangga kita, anak anak kita akan jauh lebih memandang rendah akan kekudusan Tuhan... Camkan sungguh kebenaran ini!

Adakah barang barang curian, kenajisan hasil kekerasan yg kita bawa masuk ke dalam rumah tangga kita? Ingat Akhan melakukan hal itu, sehingga seisi rumah tangga nya harus dibinasakan (Yosua 7).
Pagi ini, kebenaran Firman Tuhan mengajarkan kita utk sungguh-sungguh memperhatikan kubu pertahanan kita masing-masing, yaitu rumah tangga kita, jgn pernah membawa masuk yg keji, yg najis, yg tdk berkenan kpd Tuhan, supaya anak anak dan istri kita bahkan seluruh isi rumah tangga kita dapat hidup dgn aman dan penuh damai sejahtera...


Hiduplah kudus, sebab tanpa kekudusan, tdk seorangpun dpt melihat Tuhan....

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-07-03 12:45:34

Jumat,29 Juni 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 6:4-9 
"...Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.  
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 
dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu..."

Ada satu pelajaran penting yang Tuhan sampaikan kepada umat-Nya melalui perkataan Firman Tuhan ini, sampai hari ini, doa umat Yahudi yang paling terkenal dan selalu diucapkan adalah doa dari perkataan kitab Ulangan 6 ini‎ yang disebut Shema Yisrael atau dengar hai Israel. Sedemikian pentingnya sampai setiap orang Yahudi diharuskan menghafal doa Shema Yisrael ini seperti layaknya doa Bapa Kami, namun yang terpenting adalah pelajaran yang Tuhan sampaikan disini, yaitu bagaimana caranya agar kebenaran itu bisa masuk ke dalam hati umat-Nya dan terukir didasar hati umat Tuhan, yaitu dengan satu cara: "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang..." ‎yaitu ketika sedang duduk di rumah,... atau ketika sedang dalam perjalanan,... atau sedang berbaring dan apabila sudah bangun.‎.. Bahkan, Israel diwajibkan utk mengikatkan tulisan doa ini sebagai tanda pada tangan dan menjadi lambang di dahi mereka, dan juga mereka harus menuliskannya pada tiang pintu rumah mereka dan pada pintu gerbangnya..."‎ Jika saudara ke kamar kamar hotel di Israel, saudara masih akan menemukan tanda tanda itu didepan pintu kamar hotel yg disebut Mezuzah. Kuncinya adalah pengulangan atau berulang ulang utk menanamkan kebenaran. Inilah cara membentuk sebuah kharakter! 

Perhatikan kebenaran ini, apa yang biasa engkau pikirkan akan menjadi kebiasaanmu...
Kebiasaanmu akan menjadi gaya hidupmu...
Gaya hidupmu akan menjadi kharaktermu...
Dan kharaktermu akan membawa engkau kepada destiny atau tujuan hidupmu..

Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan kepada Musa untuk diteruskan kepada semua bangsa Tuhan untuk terus menerus, berulang ulang, menanamkan kebenaran, sampai itu terukir dihati mereka masing-masing. Dengan kata lain, kharakter itu terbentuk oleh ketekunan yang kita kerjakan terus menerus tanpa mengenal lelah...

Jika saudara mau melihat hasil yang baik, perhatikan apa yang engkau masukan ke dlm pikiranmu dan engkau kerjakan berulang ulang kali. Jika yang engkau masukan ke dalam pikiran mu dan engkau kerjakan secara tekun adalah sampah, jangan heran engkau akan melihat kharakter yang berbau busuk. Sebaliknya jika yang engkau pikirkan dan kerjakan berulang-ulang adalah kebenaran Firman Tuhan, engkau akan melihat kharakter Kristus didalam hidupmu, sesederhana itu... Oleh karenanya, mulailah perhatikan pola pikirmu dan gaya hidupmu, belajarlah tekun dan setia mengerjakannya.

Smile, it's Friday, 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-06-29 13:25:20

Kamis,28 Juni 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ulangan 5:1-2, 7-9, 11-12 "...Musa memanggil seluruh orang Israel Berkumpul dan berkata kepada mereka: "Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia.
TUHAN, Allah kita, telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb. 
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 
Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu..."

Tuhan melalui Musa mengajarkan 10 perintah Allah, dan jika kita memperhatikan keseluruhan dari 10 perintah Allah tersebut, kita akan melihat sesungguhnya hal itu dibagi menjadi 2 bagian besar, dimana 4 perintah pertama yang baru saja kita baca diatas berbicara tentang mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan kita‎ atau dengan kata lain roh, jiwa dan tubuhmu dituntut untuk mengasihi Tuhan sepenuhnya, itulah intisari dari ke 4 hukum perintah Tuhan yang pertama. 

- Jangan ada allah lain dihadapan Tuhan pada kita...
- jangan sujud dan menyembah patung atau berhala berhala...
- jangan menyebut nama TUHAN kita dengan sia sia...
- Kuduskan hari hari Sabat bagi TUHAN...

Itulah bagian atau bukti kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan (tubuh) kita.

Kita memahami betul bahwa illah illah atau berhala berhala yang ada pada manusia modern saat ini tidak selalu berbentuk patung lembu emas atau pahatan pahatan lain seperti yang kita kenal ditulis didalam Perjanjian Lama di Alkitab, ‎namun Firman Tuhan yang dituliskan Paulus kpd jemaat di Kolose yang ada di Kolose 3:5 berkata: "...Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,.."

---> Ternyata penyembahan berhala berhala ‎yang dimaksudkan oleh Firman Tuhan adalah menghidupkan atau menuruti keinginan keinginan daging seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan dll, semua itu adalah SAMA DENGAN PENYEMBAHAN BERHALA!!! menurut perkataan Firman Tuhan. Itu sebabnya Yesus ketika menyatakan dan merangkumkan kebenaran seluruh isi kitab kitab Taurat dan kitab para nabi, Dia katakan sbg hukum yang pertama di Markus 12:29-30,  Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu..."

---> ada bagian yang disebut "kekuatanmu", itulah yang kita kenal sebagai kekuatan untuk menyangkal keinginan daging kita sendiri, tanpa kerelaan dengan sungguh-sungguh untuk menyangkali keinginan daging, tidak mungkin kita dapat berkata, 'saya mengasihi Tuhan dengan segenap roh, jiwa dan tubuh'

Lebih jauh lagi, hukum keempat yang dituliskan Musa adalah 
-ingat dan kuduskanlah hari Sabat... Inilah gaya hidup orang-orang percaya, mereka tidak menghabiskan seluruh waktu waktunya untuk keperluan dirinya sendiri, ada hari hari Sabat yang mereka kuduskan untuk kemuliaan TUHAN. Belajarlah untuk merenungkan kebenaran ini, bukan untuk membuat saudara dan saya menjadi agamawi, tapi untuk menghormati Tuhan!

Paulus kepada jemaat di Ibrani menegaskan satu pernyataan yang juga memberikan konfirmasi kepada kita akan betapa pentingnya hal ini, coba perhatikan Ibrani 10:25
 "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."

‎Sekali lagi, datang dengan membawa diri ke rumah TUHAN itu bukan sekedar agamawi, tapi itulah cara hidup orang-orang percaya. Tanamkan didalam hatimu dan jiwamu sendiri, saya harus membawa tubuh saya dan seluruh keluarga saya untuk sujud menyembah Tuhan didalam Rumah TUHAN tiap tiap waktu sebagai hormat saya akan Tuhan, itulah cara menguduskan hari-hari Sabat.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-06-28 03:13:49