Morning Dew

Kamis,18 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini :
Mazmur 57:3 - 6
(57-3) "...Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. 
(57-4) Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya. 
(57-5) Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam. 
(57-6) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!..."

Bangsa ini baru saja keluar dari pesta demokrasi yg baik dan aman, Tuhan sudah memberikan kita kasih karunia-Nya dan damai sejahtera-Nya, namun demikian, ada saja suara suara yg mencoba menghembuskan rasa takut dan cemas... Jgn takut, Tuhan kita beserta kita!!!

Lakukan spt apa yg pemazmur lakukan, berseru kpd Tuhan... maka Dia yg sudah memulai sesuatu yg baik, pasti akan setia menyelesaikannya bagi kita... Tinggikan saja nama TUHAN, permuliakan Dia...‎ maka sama spt yg Pemazmur katakan, engkau akan terbaring dgn aman, sekalipun berada di tengah-tengah singa yg mengaum...

Persiapkan hati dan pikiran kita utk masuk Jumat Agung besok dan hari Paskah hari Minggu nanti...

Happy Easter...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-18 04:06:36

Selasa,16 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini :
Mazmur 56:4 - 5
(56-4) "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; 
(56-5) kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?..."

Menjadi takut itu sesuatu yg tdk bisa lepas dari kita selama kita adalah manusia yg punya darah dan daging, bahkan Yesus sbg manusia 100% dan Allah 100% saat Dia masih di bumi, Dia pun sempat merasa takut. Alkitab bahkan mencatat demikian: Lukas 22:44 "Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah..."
‎Kenapa Yesus bisa takut saat itu? Sebab Dia sekalipun Allah 100%, Dia juga manusia 100%. Jadi selama kita ini manusia di bumi, rasa takut itu wajar, namun yg tdk wajar adalah tindakan yg kita lakukan setelah kita menjadi takut. Manusia pada umumnya lari kemana mana mencari pertolongan ketika takut, atau bahkan berbuat yg aneh aneh dan tdk berguna, bahkan seringkali justru merusak,... tapi Daud itu belajar dan berlaku sama spt Kristus, Daud memilih utk percaya ketika dia menjadi takut, itulah juga yg Yesus lakukan ketika Dia menjadi takut, Dia berdoa dan menyerahkan semua kedalam tangan Tuhan yg berdaulat...

Besok bangsa ini akan masuk ke dalam pesta demokrasi, banyak khabar khabar menakutkan yg membuat orang menjadi cemas dan risau... Apa yg akan terjadi di Pemilu besok?... Apa yg akan juga terjadi setelah Pemilu?... Bagaimana kalau ada yg tdk puas?... Bagaimana masa depan bangsa ini?... Jgn takut dan jgn lari kemana mana, lari saja kpd Tuhan dgn berdoa spt yg Yesus lakukan, juga yg Daud kerjakan...

Belajar dari Yesus, belajar dari Daud, ketika kita takut, belajarlah utk percaya dan berserah kpd Tangan Tuhan yg berdaulat dan perkasa. Masa depan bangsa ini ada didlm pikiran dan hati-Nya Tuhan... Bersyukur saja dan tetap berdoa, Tuhan punya rencana utk masa depan Indonesia. 

God bless Indonesia
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-18 03:54:50

Senin,15 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 55:23 "...Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah..."

Memang tdk mudah utk menjadi tdk khawatir, sebab manusia itu dagingnya masih ada. Kita mau tdk khawatir, tapi yg terjadi disekeliling kita dan kenyataan yg kita lihat itu menghawatirkan... Kita mau percaya dan tdk lagi khawatir, tapi yg kita rasakan itu mencemaskan. Tapi coba perhatikan ayat diatas sekali lagi: "...Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah..." ‎Mazmur Daud disini mengajarkan kita utk setelah tahu bahwa hal hal yg terjadi itu memang menghawatirkan, namun kita diajar utk memilih utk berserah dan menyerahkan semuanya kedalam tangan Tuhan, sebab memang tdk ada yg dpt kita lakukan utk mencegah dan melawan apa yg sedang kita hadapi...

Ada 2 peristiwa di Perjanjian Baru yg mana kita dpt belajar dari padanya tentang menyerahkan kekhawatiran kita kpd Tuhan :

Pertama dari Petrus, ketika dia melihat Tuhan berjalan diatas air dan meminta Tuhan utk mengijinkan dia juga dtg dan berjalan diatas air, lalu Tuhan berkata, marilah... dtglah... setelah mulai berjalan diatas air beberapa langkah, Petrus mulai melihat dan merasakan kenyataan itu berbeda dgn iman percayanya... akal sehat Petrus mulai berkata 'ini janggal dan berbahaya... ini tdk lazim...' Saat itulah Petrus mulai tenggelam, ketika dia mulai khawatir, namun secepat kilat sang pelaut atau nelayan handal ini tanpa malu malu, tanpa rasa bangga akan kemampuannya dan pengalamannya sendiri berteriak: " Tuhan tolonglah aku!..."

Berserah atau menyerahkan kekhawatiran kita kpd Tuhan berarti belajar merendahkan diri dan mengakui kelemahan kita sendiri... sadar bahwa sekalipun saya pelaut dan sejak kecil bertugas sbg nelayan, sedangkan Yesus itu anak tukang kayu, namun anak tukang kayu ini juga adalah Anak Allah yg kpd-Nya saya bisa berseru minta tolong!!!

Kedua,‎ ada seorang ayah yg anaknya kerasukan setan, tdk ada pengobatan yg mampu menolong dia,... bahkan rasul-rasul pun tdk mampu mengusir setan tsb... Ketika dibawa kpd Yesus, Yesus kemudian berkata kpd sang ayah: Markus 9:23-24 "...Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" 
Dlm terjemahan bahasa English perkataan sang ayah dikatakan demikian: " I believe, help me to overcome my unbelief..." atau seharusnya diterjemahkan: " Aku percaya, tapi bantu aku mengatasi ketidak percayaanku..." Ayah itu sadar bahwa imannya tdk sempurna, apa yg dia percayaipun tdk sempurna, ada bagian bagian yg dia tahu dia tdk mampu menyempurnakan kepercayaannya, itu sebabnya dia berkata: help me  to overcome my unbelief... 

Ayah itu sadar bahwa Tuhan lah yg mampu menyempurnakan iman dan percaya kita, itu sebabnya kita diajar utk menyerahkan kekhawatiran kita kpd Tuhan.

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2019-04-16 19:53:30

Jumat,12 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 52:1-11
"...Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud, 
(52-2) ketika Doëg, orang Edom itu, datang memberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh. 
(52-3) Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?  
(52-4) Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu seperti pisau cukur yang diasah, hai engkau, penipu! 
(52-5) Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik, dan dusta lebih dari pada perkataan yang benar. Sela 
(52-6) Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan, hai lidah penipu! 
(52-7) Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. Sela
(52-8) Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut, dan mereka akan menertawakannya: 
(52-9) "Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya, yang percaya akan kekayaannya yang melimpah, dan berlindung pada tindakan penghancurannya!" 
(52-10) Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 
(52-11) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!..."

Mazmur Daud diatas adalah sebuah lagu pengajaran yg penting utk kita gereja Tuhan perhatikan. Saudara‎ perlu membaca seluruh kitab 1 Samuel 21&22 utk mengetahui dan memahami kisah yg terjadi dgn Doëg, seorang pahlawan Saul dari Edom.

Doëg begitu mencinta posisi yg tinggi, dan tentunya dgn posisi yg tinggi, dia akan mendapatkan harta dan keuntungan yg besar, sedemikian rupa hingga Doëg rela utk menghalalkan segala cara termaksud bermain dua muka dihadapan imam Ahimelek dan raja Saul.‎ Akibat tindakan Doëg yg munafik dan bermain dua muka, banyak orang lain dicelakakan, termaksud tujuan Tuhan ingin dihancurkan oleh Doëg orang Edom itu.

Kemunafikan itu motivasinya adalah keuntungan diri sendiri, entah itu karena uang atau posisi, atau bahkan dua duanya. Mazmur pengajaran Daud pagi ini menjelaskan bahwa apapun motivasinya, kemunafikan tdk akan langgeng... it's pay day some day, kita tdk dpt terus-menerus berlaku munafik dgn pakai muka suci didlm gereja dan sebaliknya diluar gereja.

Tdk ada berkat Tuhan utk orang-orang yg berlaku munafik dgn bermuka ganda, satu ketika, kejahatan yg kita simpan rapat rapat itu akan terungkap keluar, itulah pentingnya anak-anak Tuhan memperhatikan sikap hati kita sendiri, bukan sekedar tingkah laku terutama ketika kita berada didlm gereja. Perhatikan yg tdk terlihat, sebab kharakter itu adalah apa yg kita kerjakan dan pikirkan ditempat yg tersembunyi. Itulah rahasia kemurahan Tuhan yg dinikmati oleh Daud :
 "...Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 
Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!..."

Berlakulah jujur dan apa adanya, jgn mengejar keuntungan diri sendiri, apalagi jika hal itu harus merugikan orang lain...

Jesus loves you and so do I 
Greetings from Labuan bajo

dibuat pada : 2019-04-12 12:00:14

Kamis,11 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 51:1-4  "...Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, 
(51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. 
(51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!  
(51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu..."

Daud adalah pribadi yang sangat tepat untuk mengajarkan bagaimana manusia biasa bisa hidup sedemikian rupa hingga berkenan dihadapan Tuhan. Daud bukan tidak pernah berdosa, bahkan sejujurnya, dosa dan kesalahan Daud itu lebih besar daripada dosa dan kesalahan Saul sekalipun, namun bagi Daud seakan Tuhan selalu ada di pihaknya, sehingga Daud selalu mengalami pengampunan dan pemulihan yang Tuhan kerjakan didalam hidupnya... Tuhan bahkan menyebut Daud sebagai 'biji mata-Nya'...

Apa qualitas yang ada pada Daud yang dari padanya kita dapat belajar? Secara sederhana, Mazmur 51, yaitu Mazmur doa Daud ketika dia jatuh dalam dosa dan ditegur oleh nabi Nathan, menjelaskan beberapa perkara penting bagi kita gereja Tuhan dan juga kita para hamba-hamba Tuhan :

1. Coba perhatikan, mazmur 51 dimulai dengan perkataan ini:
"Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba..."
---> inilah bukti adanya pembapaan rohani bagi Daud yang dia dapatkan melalui nabi Nathan, sehingga Tuhan tidak langsung menghabisi Daud setelah dia jatuh dalam dosa sekalipun. Fakta kebenaran ini ternyata selalu mewarnai hidup Daud seterusnya... Pada awalnya, ada nabi Samuel di sisi Daud yang selalu setia menasehati, menegur, dan mengarahkan langkah-langkah Daud. Kemudian ada nabi Gad yang menjadi penasehat Daud yang bahkan menegur Daud didalam 2 Samuel 24 ketika Daud menjadi angkuh, lalu di sini kembali kita menemukan nabi Tuhan, nabi Nathan yang menegur Daud dengan terang terangan demi untuk menyelamatkan hidup Daud. Perjalanan hidup Daud sampai matinya tidak pernah tanpa pembapaan rohani!

Tidak semua orang-orang hebat dan yang sedang dipakai Tuhan itu memiliki hati seperti Daud, terutama dibuktikan pada saat dia jatuh dalam dosa.
- Saul menolak teguran Samuel dan lebih memilih untuk melindungi kehormatan-nya dihadapan bangsanya dari pada dipermalukan untuk ditegur, sebab dia merasa tinggi sebagai raja Israel!!! Untouchable karena hatinya Unteachable!!!
‎- Herodes malah memenggal kepala Yohanes pembabtis setelah ditegur oleh hamba Tuhan itu...
- Korah di Bilangan 16 tidak bisa menerima teguran Musa setelah hati mereka haus akan jabatan, sekalipun mereka sudah diangkat tinggi dengan posisi orang Lewi,... Dan masih banyak lagi...

Itulah qualitas pertama yang kental dengan kharakter Daud, dia ada bapa rohaninya dan bersedia dibapai! Adakah juga seperti itu bagi kita?

2. ‎Daud sadar bahkan mengenal kelemahannya sendiri, dia katakan: Sebab "...aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku."
---> Di masing-masing kita, hamba-hamba Tuhan sekalipun, kita punya kelemahan yang ada dan nyata didalam kharakter kita. Ada diantara kita yang cenderung serakah dan begitu mata duitan, cinta akan uang. Tidak sedikit hamba-hamba Tuhan pun sama. Jika saudara dan saya sadar akan kelemahan diri kita sendiri, yaitu rakus atau tamak, yang salah satu manifestasinya adalah pelit atau kikir, maka hindari 100% untuk mengurus keuangan gereja atau bila perlu juga keuangan dirimu sendiri, biarkan istri atau suamimu yang melakukan hal tersebut, sebab disitu engkau lemah!

Ada anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan sekalipun yang cenderung mata keranjang dan suka atau mudah untuk jatuh dalam dosa perselingkuhan, nyatakan hal tersebut kepada bapa rohanimu dan beberapa sahabat sahabat dekat agar mereka membantu menjaga langkah-langkah hidupmu. Hindari kemana mana tanpa istrimu, sebab istrimu akan menjadi penolong bagimu untuk tidak berbuat dosa Jika saudara seperti saya yang condong memiliki hati yang angkuh, jangan mengejar jabatan, bila perlu, jangan mengejar gelar... Hindari pelayanan pelayanan yang spectakuler, sebab itu berbahaya bagi kita

Itulah 2 pelajaran penting dari Mazmur 51 dari hidup Daud.

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2019-04-11 06:56:02

Rabu,10 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 50:1, 7-14 
Mazmur Asaf. "...Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. 
"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 
sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 
Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 
Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 
Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!..."

Asaf yg tugasnya adalah menjadi kepala para pemuji dan penyembah di kerajaan Daud, pagi ini mengajarkan dan mengingatkan kita akan satu kebenaran yg penting utk kita perhatikan :

Perkenanan Tuhan ‎atas umat-Nya tdk ditentukan oleh seberapa banyak engkau memberikan persembahan, tapi ditentukan dari bagaimana sikap hati kita dihadapan Tuhan. Tuhan berfirman dan mengajarkan kebenaran ini kpd Asaf bahwa bukan karena semua persembahanmu yg membawa perkenanan Tuhan, sekalipun semua itu selalu ada dan dibawa bangsa Israel dihadapan Tuhan. Namun satu perkara yg Tuhan tuntut dari umat-Nya adalah belajar utk hidup dgn penuh pengucapan syukur... itulah kehendak Bapa Surgawi atas hidup kita.

Firman Tuhan kpd Asaf mengajarkan bahwa bersyukur itu lebih berharga dari pada memberi persembahan, sebab bersyukur itu mengajar dan membentuk hati nurani kita utk merendah dihadapan Tuhan dan mengakui bahwa semua ini adalah karena TUHAN. 

Ada 10 orang kusta yg memohon belas kasihan Tuhan, mereka minta ditahirkan... Kemudian atas kasih karunia Tuhan, semua atau sepuluh sepuluhnya disembuhkan, namun dari 10, hanya 1 yg kembali dtg utk bersyukur... inilah yg Firman Tuhan katakan kemudian :
Lukas 17:15-19 "...Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 
Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

kpd yg satu yg kembali utk bersyukur, dan hanya kpd yg satu itu, Tuhan Yesus berkata :‎ "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Dgn demikian, kita mengerti bahwa: diberkati, disembuhkan, ditolong Tuhan, belum tentu karena iman, itu semua karena kebaikan dan kemurahan Tuhan, tapi bersyukur kpd Tuhan itu harus dgn iman, sebab percaya dan sadar bahwa semua itu datangnya dari Tuhan...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-10 02:56:30

Selasa,09 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 49: 6 - 11:
(49-6) Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku, 
(49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? 
(49-8) Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, 
(49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya — 
(49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur. 
(49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungu pun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain..."

Ketakutan bukan berasal dari Tuhan, ketakutan dan takut akan TUHAN itu dua hal yg berbeda. Ketakutan itu berasal dari diri sendiri, karena cinta akan diri sendiri, takut akan Tuhan itu berasal dari Tuhan, karena didorong oleh rasa hormat dan cinta akan Tuhan. 

Ketakutan yg didorong oleh cinta akan diri sendiri, membuat manusia menjadi tdk normal bahkan seringkali spt tdk waras.‎ Takut mati, takut miskin, takut dimusuhi, takut dihianati dsb itu adalah bentuk bentuk manifestasi dari cinta akan diri sendiri yg tdk wajar... Bukankah semua orang akan mati? Orang paling kaya atau paling berkuasapun akhirnya mati juga... Cinta akan diri sendiri membuat manusia jadi berangan angan yg tdk wajar dan mengambil tindakan yg salah bahkan berdosa demi utk menghindari rasa takutnya... Orang merampok, karena takut miskin atau ingin cepat kaya. Orang berdusta dan melakukan penipuan karena ingin tetap terlihat terhormat... Semua itu awalnya adalah cinta akan diri sendiri.

Mazmur diatas pagi ini mengajarkan kita utk berhati hati dan menjaga diri kita sendiri utk ‎tdk terjebak didlm pengasihan dan cinta akan diri sendiri. Inilah yg banyak terjadi di akhir jaman tanpa kita sadari. Firman TUHAN sudah memperingatkan kita akan hal tsb:
2 Timotius 3:1-2 "...Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar...
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,"
Bukankah benar spt itulah keadaan manusia hari-hari ini? Akarnya adalah yg pertama-tama dikatakan oleh Paulus kpd anak rohaninya Timotius,  "...Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar... Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang." 

Begitu banyak yg kita alami dan temukan didlm, mungkin, diri kita sendiri atau dibanyak anak-anak Tuhan, yaitu kita terjebak dgn pengasihan akan diri sendiri, sehingga kita diperbudak atau menjadi hamba uang. Kebenaran ini berlaku buat semua kita termaksud hamba-hamba Tuhan spt saya juga. Utk keperluan siapa saya melakukan ini dan itu? Utk kemuliaan siapa saya melayani?... jika utk diri saya sendiri, mudah sekali dideteksi, bagaimana cara saya mengatur keuangan saya atau keuangan gereja... itu satu bukti yg paling nyata dan tdk perlu diperdebatkan lagi.

Pagi ini, Firman Tuhan mengingatkan kita utk menyadari bahwa tujuan Tuhan atas hidup kita bukanlah utk memanjakan atau mengasihani diri sendiri... sebaliknya, Tuhan mau kita belajar menyangkal diri sendiri, menyangkal keinginan daging kita sendiri, dgn demikian, kita tdk akan diperbudak atau diperhamba oleh uang, namun sebaliknya, kitalah yg akan memperbudak uang.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-10 02:52:17

Senin,08 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 48:13 - 15
(48-13) Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya, 
(48-14) perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian
(48-15) Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!..."

Ingat apa yang kita dengar dan belajar kemarin di ibadah raya, tugas gereja sesuai dengan Ulangan 31 dan tugas ‎orang tua didalam keluarga adalah sama, yaitu untuk mengajarkan dan memastikan agar anak cucu yang bernaung didalamnya itu belajar takut akan TUHAN. 

Hal ini tidak terjadi secara tiba-tiba, namun memerlukan waktu... Yang terpenting adalah orang-orang tua dan opa oma itu terlebih dahulu mengenal kharakter Tuhan mereka agar merekapun dapt dengan benar menceritakan, bahkan memperagakan dan menunjukan pribadi dan kharakter Tuhan secara utuh dan benar kepada anak-anak dan cucu-cucunya.

Itulah kebenaran yang Pemazmur katakan pagi ini:
"Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,...
perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian‎..."
Sebelum orang tua sanggup dan cakap utk menceritakan tentang Tuhan kepada angkatan yang kemudian, kita wajib untuk: mengelilingi Sion... menjalani puri-purinya... menghitung atau menyelidiki menaranya... dan memperhatikan tembok temboknya... Dengan kata lain, kitalah yang pertama-tama harus sungguh-sungguh mengenal Tuhan dengan benar dengan memiliki waktu waktu khusus untukk belajar mengenal Tuhan dengann benar, dengan merenungkan dan melakukan Firman-Nya, barulah kita dapat dengan benar menyaksikan dan menceritakan tentang Tuhan kepada anak dan cucu kita...

Anak-anak akan belajar takut akan TUHAN dar‎i dalam keluarga, lewat hidup papah mamah, itulah tugas utama kita didlm rumah tangga dan juga didalam gereja-Nya. 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-08 21:28:16

Jumat,05 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 42:1-6
 "Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. 
(42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!..."

Perhatikan dan baca perlahan lahan ucapan Mazmur Daud diatas, tentu kita akan dapat memahami keberadaan atau kondisi yang sedang dialami Daud saat itu, Daud sedang mengalami tekanan yang berat,...‎ jiwanya gundah gulana,... gelisah,... entah pergumulan apa yang sedang dialami Daud saat itu, tapi yang sangat menarik untuk kita pelajari dan amati disini adalah, bagaimana sikap Daud dan apa yang dia kerjakan saat dia mengalami tekanan yang berat. Berbeda dgn banyak anak-anak Tuhan pada umumnya, Daud justru semakin giat mencari TUHAN saat dia mengalami masa dan musim paceklik di hidupnya. Pada ayat 5 diatas, Daud berkata: "...Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan."

Inilah sebenarnya satu kebenaran Firman Tuhan yang perlu di fahami oleh semua anak-anak Tuhan, justru pada saat kita mengalami tekanan berat dan pergumulan yg hebat, saat kita sedang berada di musim paceklik di hidup kita, justru saat seperti itulah kita akan belajar mengenal kharakter dan kepribadian Allah kita... Saat itulah kita akan menikmati kasih karunia Tuhan sebanyak banyaknya, sebab " Dia memberikan kasih karunia-Nya kpd yg tertindas..." (NASB)

Jika kita sadar akan kebenaran ini, jangan mudah patah semangat dan tawar hati saat mengalami musim paceklik di hidupmu, justru semakin giat dan sungguh-sungguh mencari TUHAN, sebab itulah kesempatan bagimu untuk menerima kasih karunia Tuhan yang berlimpah dan menenal kharakter Bapamu yang di Surga...

Smile, it's Friday, Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2019-04-05 02:32:03

Rabu,03 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
Mazmur 40:7-9
"...Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. 
(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; 
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." 

Apa sesungguhnya maksud perkataan Pemazmur ini? Tentang siapakah dia berbicara ketika Daud berkata "aku datang... dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku... atau aku suka melakukan kehendak-Mu..."

Coba lihat perkataan yg sama dikutib oleh Paulus di kitab Ibrani demikian:

Ibrani 10:5-7 "Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki — tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku —. 
Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. 
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." 

Jadi sesungguhnya Daud dipakai Tuhan utk menyatakan jauh tentang nubuatan nubuatan tentang Kristus sendiri. Ada banyak tulisan dari kitab Mazmur ini dimana Daud dipakai Tuhan utk menyatakan tentang Kristus, namun cara Tuhan menyatakan Diri-Nya dan apa yg akan terjadi jauh hari nanti pada Diri Kristus, Tuhan gunakan Daud utk menyatakan Pribadi-Nya melalui pribadi Daud, sehingga Daud berkata "aku"....

Betapa luhur dan mulianya apabila seorang manusia biasa layak dipakai Tuhan utk menyatakan pribadi Tuhan, itulah kebenaran dimana kita layak dipakai menjadi spt Kristus...

Daud sederhana, bukan tdk pernah berbuat dosa, namun Daud merendahkan diri dihadapan Tuhan dgn membiarkan dirinya dipakai sesuai kehendak Tuhan, itulah sebabnya kharakter dan kepribadian Tuhan layak diimpartasikan lewat hidup Daud.

Pagi ini, ingatlah satu kebenaran ini, Tuhan tdk mencari orang sempurna utk dipakai-Nya... tapi Tuhan menyempurnakan orang yg mau Dia pakai...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-03 10:29:30

Selasa,02 April 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 37:1-8 
"Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 
sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan..."

Setiap orang percaya perlu belajar utk memahami kebenaran ini, bahwa Tuhan itu tdk buta... Tuhan melihat dan tahu apa yg kita alami. Ada waktu waktu dimana kita merasa hidup seenaknya, hidup semuanya sendiri spt orang yg tdk kenal Tuhan itu lebih menguntungkan dan lebih makmur...‎ Asaf seorang pemimpin pujian, seorang imam puji pujian juga merasakan hal yg sama, didlm Mazmur 73, Asaf berkata: 
Mazmur 73:2-6 "Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.
Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. 
Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; 
mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. 
Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan..."

Itulah pandangan yg sering ada dihati anak-anak Tuhan juga, kita merasa hidup sesuai Firman Tuhan itu tdk menguntungkan dan bahkan sulit kaya raya. Pola pandang yg cetek dan egois inilah yg telah membuat begitu banyak penyesatan penyesatan terjadi dimana mana, termaksud didlm gereja Tuhan. Kita menghubungkan kebaikan Tuhan didlm diri seseorang dgn kekayaan dan berkat yg mereka terima, tanpa disadari, hal itu mendorong banyak anak-anak Tuhan utk hidup menghalalkan segala cara.

Pola pandang inipun telah menjadi hambatan dan batu sandungan bagi pertumbuhan kharakter anak-anak Tuhan. Manusia menjadi tdk lagi menghargai kesetiaan, ketekunan, pengampunan, panjang sabar dan smua hal hal baik yg mengalir dari kharakter Kristus... 

Ketika manusia merasa dirugikan oleh siapapun, entah itu pasangan hidupnya, atasannya, bahkan didlm gereja lokal, maka dgn mudah semua akan dia tinggalkan, tdk perduli dgn janji setia atau sumpah setia yg pernah dia ucapkan sebelumnya, yg penting saya harus nyaman, itu prinsip penyesatan yg hidup subur diantara anak-anak Tuhan hari-hari ini. Tuhan memanggil kita utk PIKUL SALIB, bukan utk hidup nyaman sendiri... Tanpa kita sadari, kebobrokan kharakter spt ini telah membuat anak-anak Tuhan dan gereja menjadi mandul dan tdk berdampak apa apa kecuali makin gemuk dan makin tertidur, inilah roh anti Kris yg tumbuh subur hari hari ini, persis spt ‎apa yg Paulus peringatkan kpd Timotius tentang akhir jaman: 
2 Timotius 3:1-2, 5 "...Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!"

Pagi ini, mari kita koreksi diri kita sendiri utk melihat, apakah roh hidup nyaman dan untung sendiri yg sedang ‎aktif bekerja diantara umat manusia itu juga ada pada kita?... jika benar demikian, belajar dan terus bertobat demi kemuliaan nama Tuhan.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-04-02 23:04:33

Senin,01 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 32:1-5 
"...Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! 
Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; 
sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela 
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku..."

Daud mengawali mazmurnya diatas dengan berkata: ‎"...Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!..."
---> Sungguh inilah kebahagiaan yang dicari dan dirindukan semua mahluk, semua manusia... ketika dosa dan pelanggaran kita diampuni dan tidak lagi diperhitungkan oleh TUHAN. 

Pada pertama kali Billy Graham pergi menginjili negara India, dia berada didekat sungai Gangga yang disakralkan oleh orang-orang Hindu India... Ada seorang wanita yang berkata kepada Billy Graham hari itu: Mister,... kami punya lebih dari 300,000 tuhan dan dewa dewa di India, apa yg mungkin dapat diberikan oleh Yesusmu itu?... Billy Graham terdiam sejenak, lalu dia berkata: Yesus memberikan engkau pengampunan, tidak-kah engkau mau menerima pengampunan tersebut?... Wanita itu meneteskan air mata dan tertunduk...

Pada intinya, semua manusia rindu menerima pengampunan dan ditutupi pelanggarannya. Itulah yang Daud saksikan kepada kita pagi ini.‎ Tapi siapakah manusia yang berbahagia yang diampuni dosa-dosanya itu? Coba perhatikan kebenaran ini sekali lagi: 
"...Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!..."
---> Siapakah manusia yang tidak berjiwa penipu? Ayat ayat berikutnya menerangkan: 
"...Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; 
sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela 
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku..."‎

Ada waktunya dimana Daud sengaja berdiam diri, dia pikir dengan berlaku demikian, semuanya akan selesai... itu adalah tindakan Daud untuk menutup nutupi kesalahannya sendiri, lalu akibatnya, Daud merasakan tulang-tulangnya menjadi lesu... sumsum di tulangnya menjadi kering... sebab tangan Tuhan kuat menekan Daud. Kenapa Tuhan menekan Daud? Tujuan Tuhan adalah agar supaya Daud belajar jujur dan berani mengakui pelanggarannya sendiri... Barulah setelah dia berkata jujur, maka kemudian Daud menerima pengampunan yang Tuhan berikan...

Pagi ini, berlakulah jujur kepada Tuhan akan pelanggaran kita sendiri, Tuhan itu maha kasih dan penuh pengampunan, namun itu hanya berlaku bagi kita yang bersedia mengakui kesalahan kita sendiri dihadapan Tuhan....

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2019-04-01 22:56:47