Morning Dew

Selasa,18 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 17:55-58 "...Ketika Saul melihat Daud pergi menemui orang Filistin itu, berkatalah ia kepada Abner, panglima tentaranya: "Anak siapakah orang muda itu, Abner?" Jawab Abner: "Demi tuanku hidup, ya raja, sesungguhnya aku tidak tahu." 
Kemudian raja berkata: "Tanyakanlah, anak siapakah orang muda itu." 
Ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, maka Abner memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sedang kepala orang Filistin itu masih ada di tangannya.
Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud: "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu."

‎Baru saja Daud selesai membunuh dan mengalahkan Golliat, raksana tentara bangsa Filistin yg menakutkan itu, sekarang saat penghargaan dan penghormatan tiba, coba lihat sekali lagi ayat ayat diatas, yg pertama tama keluar dari mulut raja Saul adalah: "Tanyakanlah, anak siapakah orang muda itu?." Dan hal itu dilulangi lagi ketika Saul berhadapan langsung dgn Daud muka dgn muka demikian:  "Anak siapakah engkau, ya orang muda?". Kenapa bukan nama Daud yg dipertanyakan? Bukankah lebih pantas jika dikatakan oleh Saul begini: "Tanyakanlah, siapakah nama orang muda itu?." ‎ bukankah yg berjasa adalah Daud dan bukan bapaknya Daud? 

Hati Daud, berbeda dgn hati Eliab kakaknya, Daud sama sekali tdk menyimpan dendam dan iri hati... Daud punya banyak alasan utk kecewa dgn ayahnya Isai, sebab ketika Samuel dtg utk makan dirumah Isai dan hendak mengurapi salah satu dari anak Isai, ketujuh saudara-saudara Daud diundang dan ditampilkan satu per satu, namun Daud dilupakan dan tdk diundang ke perjamuan makan dirumahnya sendiri..., bukankah dia anak Isai juga? 

Oleh Isai Daud sekalipun sudah diurapi sbg raja Israel, tetap saja diberi tugas mengurus dua tiga ekor kambing, mungkin harus tidur dikandang kambing, kapan Daud bisa bertumbuh dan belajar jadi prajurit dan tentara yg handal yg akan memimpin bangsa yg besar kalau tiap-tiap hari hanya mengurus dua tiga ekor kambing? Kenapa Isai tdk memanfaatkan waktu waktu yg ada utk mengajari Daud spt Yakub menyimpan dan mengajari Yusuf di kemahnya utk tujuan yg dia sendiri tdk fahami, baru kemudian dimengerti bahwa Yusuf akan menjadi perdana mentri di tanah Mesir, dan persiapannya dilakukan di kemah Yakub... Kenapa yg justru sudah diketahui, malah tdk dilakukan Isai kpd Daud? 

Daud seakan akan tdk diperhitungkan dan tdk diharapkan didlm keluarga ayahnya, sampai disalah satu Mazmurnya, Daud bermazmur demikian:
‎Mazmur 27:9-11 "...Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. 

Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku...."

---> Pada awal Mazmur diatas, Daud mengakui siapa Tuhan, yaitu penolongnya,... lalu dia akui masalah yg dia hadapi, sbg anak yg tertolak,... Kemudian dia tutup mazmurnya dgn berkata: " tuntunlah aku..." Itulah Mazmur yg Daud nyanyian, dia tdk menuntut balas, dia tdk terkurung didlm pengasihan diri sendiri, dia tdk menyalahkan siapapun, namun dia minta dituntun Tuhan... Ketika saatnya dia hendak diangkat dan dihormati, yg pertama tama harus dia ucapkan dan angkat tinggi adalah nama ayahnya yg tdk mungkin mengecewakan dia dimasa lalu, yg tdk mengindahkannya... Jika Daud itu membenci kelakukan dan perbuatan ayahnya, mungkin jawaban Daud yg pantas adalah:
"...nama ayahku tdk penting, yg penting adalah namaku, akulah Daud, yg telah berhasil membunuh Goliat musuhmu hai raja Saul..." ‎tapi bukan demikian jawaban Daud, sebaliknya Daud menjawab Saul: 
 "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu.", sedangkan namanya sendiri sama sekali tdk dia sebutkan...

Pertama tama Daud mengakui authoritas ayahnya, yaitu Isai, dan Isaipun ada dibawah authoritas raja Saul, itu sebabnya dikatakan "anak hamba tuanku, Isai..."Dan asal usulnya dari Bethlehem juga disebutkan oleh Daud. Bethlehem bukan kota besar, bukan daerah yg megah dan mewah spt Jerusalem, bahkan Alkitab sendiri menyebutkan Bethlehem adalah yg terkecil, yg terendah,... Daud menunjukan bahwa dirinya kecil dan tdk berarti, tapi hari itu, namanya dibuat Tuhan menjadi besar... sebab hati Daud tdk menyimpan kekecewaan dan iri hati sama sekali...


Jika hati kita diperiksa hari ini, adakah ditemukan hati kita spt hatinya Daud? Itulah yg membuat Tuhan berkenan kpd Daud...


Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-09-18 02:16:19

Senin,17 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 16:6-10 "...Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN." 
Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN." 
Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."

Ketika Tuhan hendak mengurapi seorang dari anak Isai, yaitu Daud, Samuel diperhadapkan kpd ‎ke tujuh anak-anak Isai yg tertua. Satu per satu dari ketujuh anak-anak Isai itu berdiri dihadapan nabi Samuel... Coba perhatikan kembali perlahan-lahan ayat ayat diatas. Ketujuh anak-anak Isai itu tdk dipilih TUHAN, namun yg paling tua yaitu Eliab bukan hanya tdk dipilih TUHAN, tapi Eliab di tolak Tuhan. Inilah pernyataan kitab 1 Samuel yg saya temukan sama di terjemahan terjemahan lainnya juga, dan saya temukan sangat mengusik dan menggangu pikiran saya. Kenapa Tuhan menolak Eliab? 1 Samuel 16:7 berkata demikian: "...Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
‎---> ada apa dgn hati Eliab? Apa yg Tuhan temukan dihati Eliab sehingga Dia berkata "Aku telah menolaknya..."? 

‎Tdk banyak tulisan di Alkitab yg dpt menjelaskan hal ini tentang Eliab, kecuali satu ayat ini, jika saudara melihat di pasal berikutnya, ada satu peristiwa dimana Daud diperintahkan oleh ayahnya Isai utk mengantar makanan bagi kakak kakaknya yg sedang berada di medan peperangan melawan tentara Filistin. Saat itu, ketika Daud dtg sbg anak ingusan yg ditugaskan utk membawa makanan, didengarlah oleh Daud bahwa Goliat menantang tentara Israel atau tentara Allah, dan marahlah Daud, lalu Eliab buka suara demikian: 
---> 1 Samuel 17:28 "Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."

Coba perlahan-lahan baca dan renungkan perkataan bibir Eliab, sebab Firman Tuhan berkata ‎di Matius 15:18 (a) demikian: "...Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati.‎.."
‎Dari perkataan mulut Eliab, kita akan menangkap satu nafas "IRI HATI" yg dia miliki terhadap Daud adiknya... sehingga perkataan mulutnya bukan hanya menyudutkan Daud, tapi juga merendahkan Daud. Eliab bahkan berkata: tugas dan pekerjaan Daud itu hanyalah mengurus kambing domba yg dua tiga ekor saja, bukan ikut campur urusan penting spt perang melawan Filistin...

Iri hati yg ada di hati Eliab inilah satu satunya alasan yg dituliskan didlm Alkitab yg membuat dia ditolak, bukan hanya tdk dipilih, tapi ditolak Tuhan... Mari pagi ini, gunakan kesempatan yg Tuhan berikan hari ini utk memeriksa, mendiaknosa, dan mengamat amati, merenungkan bau mulut kita sendiri, sebab jangan jangan ada kebusukan di hati kita yg disebut iri hati yg dpt membuat kita ditolak Tuhan. ‎Terbukalah, minimal harus ada 1 atau lebih orang yg engkau beri hak dan wewenang utk bicara jujur apa adanya tentang bau mulut kita, tentang hati kita, utk mengoreksi hati kita, sebab kita sering tdk dpt mencium bau mulut kita sendiri, biarkan orang lain tsb bicara terbuka kpd kita utk mengoreksi kita sebelum kita tertolak dihadapan Tuhan. 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-17 09:37:44

Jumat,14 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat-ayat ini :
1 Samuel 15:9 "...Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka..."

---> Keangkuhan yg dibiarkan tumbuh subur didlm hati manusia akan terus bertumbuh sampai ujungnya adalah kehancuran diri sendiri... Hal yg paling fatal dari buah keangkuhan atau kesombongan adalah PENOLAKAN AKAN TUHAN. ‎Kemarin kita telah melihat bagaimana keangkuhan Saul yg suka pamer atau suka utk menunjukan keberhasilan-nya sendiri adalah ungkapan keangkuhan hatinya. 

Lebih fatal lagi, ternyata hal itu terus menerus dipelihara oleh Saul, ketika dia perang melawan Amalek, perintah Samuel sangat jelas, yaitu semua manusia dan hewan harus ditumpas, namun kenyataannya, justru raja Amalek yg bernama Agag dan kambing domba serta lembu yg tambun tambun dan baik, justru tdk ditumpas... Kenapa Saul berbuat demikian? Menurut ucapan bibirnya, semua itu di sisakan utk dijadikan korban bagi TUHAN, tapi benarkah demikian? Sebab jika itu disiapkan sbg korban, kenapa Agag raja Amalek tetap dibiarkan hidup? Apakah Agag juga akan disembelih sbg korban bakaran? Kebohongan yg dibalut atas nama Tuhan ini sampai hari ini pun masih dilakukan oleh banyak orang, berbuat ini berbuat itu atas nama TUHAN yg sesungguhnya penuh kebohongan... Bukankah kebohongan Saul itu sama persis spt anak kecil yg mulutnya belepotan coklat, lalu ditanya oleh mommy-nya, kamu makan coklat lagi ya? Dan anak itu geleng geleng kepala tanda 'bukan saya'... padahal pipi dan mulutnya bersaksi lain, bukankah Saul spt demikian?

 Lalu kenapa Saul selamatkan Agag dan lembu kambing domba yg tambun tambun? Kebiasaan para raja-raja saat itu, setelah perang selesai, maka mereka akan kembali diarak arak diseluruh kota-kota bangsa itu, dimana sang raja akan duduk diatas kuda dgn gagah perkasa dan raja yg dikalahkan diseret berjalan kaki dibelakang kuda sang saja, lalu diikuti dgn jarahan jarahan yg berhasil mereka rebut dari peperangan tsb, itulah arak arakan kemenangan utk menghormati keberhasilan sang raja...

Tuhan tahu persis bahwa Saul tdk akan tahan dgn elu eluan atau sanjungan kemenangan, itu sebabnya semua harus ditumpas pada kemenangan pertama, supaya tdk ada perayaan memegahkan diri Saul, sebab dia sangat lemah dlm hal kesombongan ini, tapi justru inilah yg Saul langgar...
Setiap Perkataan Tuhan bagi kita, jika kita bijaksana dan arif, itu adalah obat yg paling tepat utk kelemahan kita, itu sebabnya taati saja semua Firman Tuhan.

Kesombongan Saul akhirnya membuahkan maut, yaitu menolak Tuhan sbg Tuhan baginya, itulah yg terjadi dgn Saul, coba simak baik baik ayat ayat ini:
1 Samuel 15:15, 21, & 30
Ayat 15:
Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, ALLAHMU; tetapi selebihnya telah kami tumpas." 

Ayat ‎21:
Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, ALLAHMU, di Gilgal." 

Ayat 30:
Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, ALLAHMU." 

3 kali dalam pasal 15 ini Saul memiliki kesempatan utk menyatakan siapa itu Tuhan, dan utk ketiga tiganya, Saul menyebut Tuhan sbg Tuhan Allahmu atau Tuhan Allah Samuel, bukan TUHAN Allahku, kenapa demikian? Itulah buah dari keangkuhan...

Rendahkan diri supaya Tuhan Allah Israel yg kita kenal dlm nama Yesus Kristus menjadi Tuhan bagi kita...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-14 13:07:41

Kamis,13 September 2018

Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 13:1, 6-13 
"...Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel. 
Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit — sebab rakyat memang terdesak — maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. 
Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, 
maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." 
Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya..."

Inilah kisah awal kejatuhan Saul, dan banyak kita memahami hal ini sbg bentuk ketidak taatan Saul, sehingga dia memberontak terhadap perintah yg Tuhan sampaikan melalui Samuel, atau tdk taat...

Memang hal itu benar, tapi coba lihat ayat ayat awal dari pasal ini, maka kita akan memahami mengapa Saul sampai bertindak tdk taat?... Mengapa bangsa Filistin sampai menjadi lebih kuat dari Israel?...

Coba simak ayat ayat ini : 
1 Samuel 13:3-4 "...Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." 
Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal."

---> Dapatkah saudara mencium nafas keangkuhan dari hati Saul? Jonathan anak Saul baru saja memukul kalah penduduk Filistin yg ada di Geba, lalu tanpa buang buang waktu, Saul menyuruh MENIUP SANGKAKALA, supaya semua orang tahu dan mendengarnya...

Memang hal ini tdk mudah diterima, sebab seringkali, kitapun anak-anak Tuhan, banyak bersaksi menceritakan kedasyatan dan keajaiban Tuhan, tapi Tuhan dan kita sendiri juga tahu, apakah itu semua utk memuliakan Tuhan dgn menceritakan kedasyatan Tuhan atau sebenar benarnya, semua itu hanya utk mengangkat diri kita sendiri... Hati nurani-ku dan hati nurani-mu akan jujur berkata,... "sebenarnya itu sangkakala utk menunjukan betapa baik dan luar biasanya saya..."

Itulah yg terjadi dgn Saul sebelum dia memilih utk hidup didlm ketidak taatan kpd perintah Tuhan melalui Samuel dan pada akhirnya memberontak terhadap Samuel...‎ Ketidak taatan selalu didahului oleh kesombongan atau keangkuhan, sebab kita berfikir: " saya lebih tahu;... atau saya lebih pandai;... atau saya yg paling tahu dan memahami;..." Apapun alasannya, ketidak taatan kita kpd authoritas yg telah Tuhan tetapkan diatas kita itu adalah buah dari keangkuhan atau kesombongan, dan ini berbahaya sekali, sebab bisa sangat fatal akibatnya. 

Dimana Saul yg dahulu waktu mau diangkat malu malu dan bahkan tdk mau tampil sambil bersembunyi‎ diantara barang barang (1 Samuel 10:22)? Bukankah itu bukti kerendahan hati Saul sebelumnya dan sejak awalnya? Ingat satu perkara, rendah diri bukanlah rendah hati...Saul malu malu dan rendah diri ketika hendak diperkenalkan oleh Samuel sbg raja, namun keangkuhan didlm hatinya, satu kali ketika menjadi matang, akan menghasilkan kehancuran fatal...


Pagi ini, belajarlah utk menjadi rendah hati, tanda tanda sederhana utk mendeteksi apakah saya adalah orang yg rendah hati adalah, saya bisa ditegur... bisa di nasehati... Dan buktinya bahwa saya benar-benar bisa ditegur dan dinasehati adalah TAAT!!! Sesederhana itu.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-13 02:55:42

Jumat,07 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 9:1-3, 16-17 "...Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. 
Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."

Tuhan berkata kpd Samuel di 1 Samuel 9:16-17 demikian:
"Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku." 
Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."

Dari perjalanan awal kisah hidup Saul, kita akan belajar beberapa kebenaran yg sangat penting, pertama-tama :

- Kita tahu bahwa akhir hidup Saul adalah kehancuran... tapi apakah itu kesalahan Tuhan yg mengangkat seorang raja yg akhirnya akan hancur?... Jika kita membaca keseluruhan kitab 1 Samuel 9, kita akan melihat lukisan kharakter Saul yg sangat luhur dan mulia, bukan seorang yg angkuh dan pemberontak... Namun pada akhirnya, Saul sendiri memilih utk hancur. Inilah yg disebut "free will atau kehendak bebas" yg dimiliki oleh manusia... Saul menggunakan kehendak bebasnya utk melakukan sesuatu yg dia mau dan yg dia anggap baik. Itulah sebabnya teladan yg paling sempurna bagi setiap kita anak-anak Tuhan, belajarlah dari Yesus dlm mengatasi kehendak bebas yg ada pada-Nya sbg manusia 100% saat di bumi, yaitu dgn berkata kpd Bapa: "jangan kehendak-Ku yg jadi, tapi biar kehendak-Mu yg jadi..." Dgn sadar dan atas pilihan-Nya sendiri, Yesus menyerahkan kehendak bebas-Nya kpd Bapa Surgawi... Itulah juga yg Dia ajarkan utk kita lakukan spt yg terselip didlm doa Bapa kami... " Jadilah kehendak-Mu... Di bumi spt di Surga..." Jgn salah menggunakan kebebasan yg kita miliki...

- ‎Hal kedua yg sangat penting, coba baca kembali ayat ayat diatas, ternyata kehilangan keledai yg terjadi pada keluarga Saul itu sengaja di rancang Tuhan agar Tuhan menuntun Saul bertemu dgn Samuel dan dgn demikian, Saul diurapi menjadi raja atas Israel...

Beberapa pihak dipakai Tuhan utk hal itu... Keledai taat ketika disuruh TUHAN utk berjalan menghilang, tapi kemudian waktu bingung dicari cari, keledai itu bisa balik pulang tanpa harus dicari cari lagi... Ayah Saul dipakai Tuhan utk memerintahkan Saul yg pergi mencari... Budak Saul ketika mereka hendak pulang kembali, membawa atau mengajak Saul utk bertemu dgn Samuel... Dari semua kebenaran ini, dapatkah disimpulkan demikian: Tidak semua masalah itu buruk... Jika masalah itu terjadi bukan karena kesalahan kita sendiri, termaksud kehilangan yg kita alami, maka belajarlah bersyukur, lihat kpd diri sendiri, mungkin ada yg keliru dan salah didlm kita, sebab mungkin memang masalah itu diijinkan Tuhan terjadi supaya kaki dan seluruh hidup kita dituntun Tuhan menuju kpd sesuatu yg lebih mulia dan lebih besar dari masalah itu sendiri... Nilai seekor keledai tdk ada artinya dgn nilai posisi menjadi seorang raja atas umat-Nya... Dpt kah engkau memahami hal ini?

Inilah perkara penting utk kita fahami hari ini, belajarlah utk tetap bersyukur ketika TUHAN ijinkan masalah itu dtg di hidupmu... Tuhan mempersiapkan sesuatu yg jauh lebih mulia, jauh lebih berharga dari masalah yg engkau hadapi...‎ Perhatikan video kisah keluarga Lorry dan Jeff yg unik dan dipulihkan Tuhan... Anggur baru lebih manis dan lebih nikmat dari yg sebelumnya...

Smile, it's Friday, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-07 20:51:33

Kamis,06 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 7:15-17 "...Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.
Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu,
lalu ia kembali ke Rama, sebab di sanalah rumahnya dan di sanalah ia memerintah atas orang Israel; dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN..."

Zig Ziglar berkata: "the most successful man is the man who come home every evening to his wife and children, his home... - Laki-laki yg disebut berhasil adalah seorang pria yg pulang kpd istri dan anak-anaknya setiap senja, sebab itulah rumahnya..." 

Samuel, seorang hamba Tuhan yg dipakai Tuhan bukan sebagian waktu dari hidupnya spt layaknya raja-raja di Israel, tapi seumur hidupnya, Samuel dipakai Tuhan sbg hakim di tanah Israel... dialah yg dipakai Tuhan utk mengangkat dan menurunkan raja-raja di Israel... Samuel adalah pribadi luar biasa yg dipakai Tuhan utk menggenapi rencana-Nya seumur hidupnya, sejak dia lepas susu. Jika kita bertanya kpd Samuel, apa rahasia kesuksesan-nya yg begitu luar biasa, yg langgeng dan tetap konsisten?.. lihat jawaban-nya:
1 Samuel 7:16-17 "...Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu,
lalu ia kembali ke Rama, sebab di sanalah rumahnya dan di sanalah ia memerintah atas orang Israel; dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN..."
---> Samuel tdk pernah lupa dimana rumahnya... Samuel tdk pernah terlalu sibuk utk kembali lagi ke rumahnya, kpd istri dan anak-anaknya... itulah rahasia kebesaran seorang pria, atau siapapun juga...

Hal ini benar secara rohani maupun secara hidup sehari hari. Tdk akan pernah ada pertumbuhan rohani pada diri seseorang yg hidupnya liar dan tdk memiliki rumah dimana dia menjadi bagian didlmnya. Jemaat yg paling perlu dikasihani adalah jemaat dari "GKJJ, Gereja Kristen Jalan-jalan"‎, sebab merekalah anak-anak yatim yg tdk memiliki rumah utk berteduh. Tdk ada pembapaan dan tuntunan apalagi didikan bagi jemaat yg demikian.

Keberhasilan didlm pekerjaan, career, atau apapun yg kita kejar dan upayakan, tanpa kita memperhatikan pentingnya sebuah 'rumah atau home' adalah keberhasilan yg kosong, tdk memiliki nilai apapun... Apa untungnya jika kita menjadi orang terkaya di bumi tapi anak-anak kita hancur hidupnya... istri kita tdk menaruh hormat terhadap kita spt selayaknya seorang suami di hormati istrinya sendiri... itulah gambaran kekelaman yg terjadi di dunia hari-hari ini. Sesungguhnya, hal yg sama juga terjadi didlm keluarga keluarga Kristen,... mereka sukses dan di sanjung sanjung, namun keluarganya rapuh dan ujungnya berakhir didlm perceraian, atau anak-anak yg terikat dgn pergaulan bebas, alkohol, atau obat obatan, spt itukah yg disebut berhasil? Sekalipun kita sbg hamba-hamba Tuhan yg dipakai Tuhan luar biasa, jika kita gagal menaruh hormat dan sadar akan betapa pentingnya nilai sebuah 'rumah', maka sia sialah semua yg kita kejar...

‎Pagi ini, ingat akan perkataan Firman Tuhan ini,... satu kali seseorang bertanya kpd ibu Theresa, apa yg harus dilakukan oleh kita orang percaya utk merubah dunia ini?... Ibu Theresa terdiam, lalu berkata: " go home and kiss your wife... pulang dan cium istrimu..." 

Jgn lupakan rumah tangga kita masing-masing... Berhenti hidup sbg anak yatim...‎ Dunia memerlukan orang-orang yg ingat dan menghormati nilai sebuah keluarga...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-06 11:45:27

Rabu,05 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 6:1-2, 6-7 "Setelah tujuh bulan lamanya tabut TUHAN itu ada di daerah orang Filistin, 
maka orang Filistin itu memanggil para imam dan para petenung, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang harus kami lakukan dengan tabut TUHAN itu? Beritahukanlah kepada kami, bagaimana kami harus mengantarkannya kembali ke tempatnya." 
Mengapa kamu berkeras hati, sama seperti orang Mesir dan Firaun berkeras hati? Bukankah mereka membiarkan bangsa itu pergi, ketika Ia mempermain-mainkan mereka?
Oleh sebab itu ambillah dan siapkanlah sebuah kereta baru dengan dua ekor lembu yang menyusui, yang belum pernah kena kuk, pasanglah kedua lembu itu pada kereta, tetapi bawalah anak-anaknya kembali ke rumah, supaya jangan mengikutinya lagi..."

Tulah yg menimpa Filistin hanya berlangsung 7 bulan lamanya, tdk spt apa yg terjadi di tanah Mesir, apa sebabnya? Sebab orang-orang Filistin telah belajar dari kesalahan orang Mesir yg mengeraskan hati di masa silam, dan spt itulah perkataan nasehat yg telah mereka terima: 1 Samuel 6:6   "...Mengapa kamu berkeras hati, sama seperti orang Mesir dan Firaun berkeras hati? Bukankah mereka membiarkan bangsa itu pergi, ketika Ia mempermain-mainkan mereka?"

Perkara sederhana, yaitu belajar dari sejarah masa lalu, telah membuat tulah di tanah Filistin tdk berlangsung lama... Inilah satu pelajaran sederhana yg dpt menjadi jawaban dan jalan keluar bagi setiap anak-anak Tuhan... Jika kita perhatikan sungguh-sungguh isi Firman Tuhan didlm Alkitab, maka kita akan menemukan bahwa isinya bertuliskan serentetan sejarah, cerita cerita di masa lalu, keberhasilan dan kegagalan orang-orang yg ada didlm sejarah, mereka semua telah meninggalkan jejak jejak berguna bagi kita yg masih hidup utk belajar dan tdk mengulangi kesalahan mereka didlm sejarah... namun jika kita bebal, maka kita akan gagal utk belajar dari sejarah dan pasti akan mengulangi kembali kesalahan kesalahan didlm sejarah...‎ Bukankah George Santiana berkata: "orang-orang yg gagal utk belajar dari sejarah, akan dipaksa utk mengulangi kesalahan didlm sejarah..."

Mereka para pendahulu kita yg tertulis nama dan riwayat hidupnya didlm sejarah sesungguhnya adalah para pahlawan yg telah memberikan kemurahan utk kita pelajari dan ikuti jejak jejak-nya... hormati mereka dan hormati pengalaman penting yg mereka tinggalkan utk kita...
- Jika engkau perlu hikmat, belajar dari hidup dan tulisan tulisan Salomo di kitab kitab yg Tuhan berikan kpdnya, ikuti nasehat nasehatnya, hindari kesalahan-nya, itulah cara kita belajar dari sejarah para pahlawan...
- Jika engkau kurang iman, baca dan belajar dari serentetan pahlawan iman di kitab Ibrani 11, ikuti jejak jejak mereka...
‎- Mau tahu bagaimana caranya keluar dari godaan hawa nafsu, lihat kitab Kejadian dan belajar dari Yusuf saat di goda istri Potifar...

Semua itu adalah sejarah dari para pahlawan, hormati dan hargai sbg pelajaran berharga bagi kita,... Bahkan President kita yg pertama sendiri berkata saat‎ peringatan hari pahlawan, tgl10 November 1961, president Indonesia pertama, Ir. Soekarno berkata: " bangsa yg besar adalah bangsa yg menghormati jasa pahlawannya..." Jasa para pahlawan itu adalah pelajaran mulia dan berharga bagi kita...

Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin kita dpt belajar dari sejarah yg sangat berguna yg telah terjadi dan dituliskan didlm Alkitab jika kita sendiri tdk selalu setia membaca-nya? Berhenti bermalas malasan, baca dan renungkan Firman Tuhan... Sudahkah engkau membaca Firman Tuhan hari ini?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-05 07:15:16

Selasa,04 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 5:1-2, 6-7 "...Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod. 
Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon. 
Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka: Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya.
Ketika dilihat orang-orang Asdod, bahwa demikian halnya, berkatalah mereka: "Tabut Allah Israel tidak boleh tinggal pada kita, sebab tangan-Nya keras melawan kita dan melawan Dagon, allah kita." 

Tabut Tuhan yg adalah lambang hadirat Tuhan sendiri, seharusnya selalu mendatangkan perkenanan Tuhan atas manusia... sebab dimana Tuhan berada, disitu perlindungan, pertolongan, dan berkat berkat-Nya selalu melimpah atas umat-Nya, tapi tdk demikian di Asdod, diperkemahan orang-orang Filistin... Tabut Tuhan yg diletakan di kuil Dagon, telah membawa malapetaka, bahkan sakit penyakit bagi orang-orang di Asdod...

Inilah pelajaran penting bagi kita pagi ini, kita bisa saja berpura-pura atau bersandiwara dgn dibungkus atau di polesi oleh embel embel pelayanan, kekristenan, atau dgn berbagai bagai cara ibadah yg terlihat orang banyak, tapi jika hidup kita tdk murni dan benar di hadapan TUHAN, maka percampuran antara Tuhan dan hidup yg kotor akan mendatangkan malapetaka bagi kita sendiri...‎ Ada terlalu banyak contoh bahkan sampai hari ini dimana hidup yg tdk mengenal takut akan Allah telah menguasai banyak anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan juga yg berpura-pura rohani dgn bersandiwara di gereja namun sesungguhnya, kehidupannya adalah percampuran antara tabut Tuhan dan dewa dagon,... keduanya dipaksa hidup bersama dibawah satu atap, yaitu dibait Dagon, akibatnya, bait itu sendiri hancur dan dampaknya adalah penyakit yg berbau amis, spt borol borok yg berbau amis dan anyir...

Demikian juga jika kita yg sudah mengenal kebenaran, namun dosa itu terlalu manis utk dilepaskan... Uang hasil curian atau hasil usaha yg tdk wajar dan benar itu nikmat... Wanita yg bukan istrimu itu menawan dan menggairahkan... sebab bukankah Firman Tuhan sendiri di Amsal 9:17 berkata:  "Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya." Tapi ingat dan tanamkan dihati, Kebenaran yg dicampur adukan akan mendatangkan malapetaka... Tubuhmu adalah bait Allah, usahamu adalah wadah utk menerima berkat Tuhan, hatimu adalah tempat dimana Roh Kudus bertahta, jgn pernah campur adukan semua itu dgn kenajisan, keserakahan, dan kebohongan...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-09-05 07:14:34

Senin,03 September 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 3:1-4 "...Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering. 
Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. 
Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." 

Samuel kecil yg tercipta, terdidik, dan tumbuh menjadi orang luar biasa di tangan Tuhan, ternyata punya satu kebiasaan yg jika kita renungkan, kita akan menemukan rahasia kebesaran dan kejayaan seorang manusia, yaitu "DIAM DEKAT TUHAN..."

Coba perhatikan perkataan sederhana yg Firman Tuhan katakan   di : 1 Samuel 3:3 "... Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah." 
----> Dimana Samuel kecil tidur dan berbaring? Didlm bait suci, ditempat Tabut Allah berada... itulah tempat paling nyaman dan tenang yg dipilih Samuel kecil utk beristirahat dan diperbaharui kekuatannya.

Seakan sederhana, tapi inilah rahasia yg sederhana yg dilakukan oleh Samuel sejak kecil, dia suka dekat dgn Tuhan yg hadir diatas tutup pendamaian di tabut Allah, didlm bait suci-Nya... Tdk heran Tuhan beperkara luar biasa kpd Samuel sampai masa dia mengakhiri hidupnya. Bukankah jika kita perhatikan semua orang-orang hebat, para pahlawan iman di Alkitab, kita juga akan menemukan kebiasaan dan kesukaan yg sama? Coba perhatikan hal hal ini: 

Daud berkata di Mazmur 84-11"... Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik...."
---> Tampak sederhana, tapi bisakah saudara melihat kerinduan hatinya yg selalu mau dekat dan menghormati Tuhan? 

Ayub ketika dia merindukan saat saat terbaik didlm hidupnya berkata :

Ayub 29:2-4 "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, 
ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku..."
‎---> Menurut tutur katanya sendiri, the finest hour of his life, saat saat terbaik dihidup Ayub adalah saat Ayub diam dekat dgn Tuhan, saat Tuhan bergaul karib dgn-nya didlm kemah... bukan saat saat dia kaya raya dan diberkati luar biasa...

Maria adalah wanita yg begitu banyak menerima belas kasihan dan perlakuan istimewa dari Tuhan, tahukah saudara apa rahasianya? Lukas 10:39 berkata:  "...Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,..."

Dgn bermodalkan hal ini, yakni sikap hati yg selalu suka mendahulukan Tuhan, ternyata Tuhan menyatakan kebenaran rahasia itu tentang apa yg Maria lakukan:  Lukas 10: 41-42 menyatakan:
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Duduk diam dikaki Tuhan itulah rahasia kebesaran orang-orang ini... bagaimana dgn kita? Masih adakah waktu waktu khusus yg kita khususkan utk duduk dgn Tuhan?... Mulailah dgn tulus hati menyediakan waktu waktu ibadahmu... adakah waktu waktu itupun engkau hormati dan tdk sepelekan atau nomor duakan? Saya terima gambar dan pernyataan  ‎singkat tentang Jonathan Christie pemenang mendali emas kemarin di Asian Games 2018 yg membawa nama harum Indonesia, terlebih lagi hari ini terungkap, dia membawa nama harum Tuhan... coba renungkan, bagaimana jika hal itu adalah kita? Apa yg akan kita lakukan? 

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-09-03 10:57:53

Jumat,31 Agustus 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 1:24-28 & 1 Samuel 2:1
"...Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. 
Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli; 
lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. 
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. 
Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu..."

Hanna yg mandul yg tdk punya anak, yg diolok olok oleh Penina madunya, sekarang telah mengalami kelegaan, anak yg lama dinanti nantikan, sekarang telah Tuhan berikan... Samuel yg lucu yg baru saja lepas susu, saya bayangkan mungkin berusia baru satu setengah tahun maksimal, baru selesai belajar berjalan, sedang lucu lucunya, namun karena nazar-nya kpd Tuhan, Hanna menyerahkan Samuel kecil kpd Tuhan utk dipakai sbg alat Tuhan...

Namun anehnya, Hanna tdk bersedih, dia bahkan bersykur dgn penuh sukacita, itu jelas dilukiskan di 1 Samuel 2:1 dari ucapan doa Hanna demikian: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu..."

Tdk kah hati seorang ibu yg baru saja selesai menyusui anaknya akan bersedih melepaskan anaknya utk pergi meninggalkan dirinya?... Inilah kelebihan Hanna, dia mampu melihat yg tdk semua manusia dapat melihat... sama spt kharakter Tuhan yg disebut El-Roi yg melihat kesusahan Hanna tapi juga melihat jauh kedepan, jauh dibalik kesusahan yg sedang Hanna alami dan merancang yg tdk masuk akal, Hanna juga seakan akan melihat masa depan anak kecil Samuel apabila dia lepaskan ke dalam tangan Tuhan... Samuel tumbuh sbg nabi yg sangat dihormati diseluruh bangsa Israel, hampir spt layaknya seorang raja sekaligus seorang imam, sebab pada saat‎ itu, Israel belum dipimpin oleh raja-raja...

‎Saat itu, Hanna hanya punya 1 anak yaitu Samuel, dan tdk ada janji apapun dari Tuhan akan hal hal lainnya, tdk spt kpd Abraham yg dijanjikan keturunan sebanyak pasir dilaut dan bintang-bintang di langit. Terhadap Hanna, janji itu hanya satu, Samuel... Tapi kerelaan hati Hanna utk melepaskan Samuel ke tangan Tuhan sbg buah sulung dari rahimnya dgn penuh ucapan syukur, kemudian inilah yg Tuhan buat bagi Hanna:

‎1 Samuel 2:20-21 "Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. 
Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN..."

Dari hidup Hanna, kita dpt belajar kharakter Allah kita:
Tuhan itu tdk buta, Dia melihat, termaksud Dia melihat ketulusan dan kerelaan hati kita... Tuhan tdk pernah mau berhutang, apa yg dilepaskan Hanna dgn penuh ucapan syukur, atau apa yg Hanna korbankan sbg korban ucapan syukur, Tuhan lipat gandakan... Bagi Hanna sendiri, 5 anak anak yg lucu lucu dan manis yg Tuhan berikan, juga bagi Hanna, Samuel kecil ditangan Tuhan telah menjadi nabi besar yg sangat luar biasa, yg tangannya mengurapi raja raja Israel, nyaris sama spt Billy Graham bagi America, itulah Samuel bagi Israel...

Apa yg engkau lepaskan ke dlm Tangan Tuhan, tdk akan pernah sia sia, Tuhan mampu melipat gandakannya utk menggenapi rencana-Nya 

Smile, it's Friday...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-08-31 02:20:11

Kamis,30 Agustus 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
1 Samuel 1:1-8 "...Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.
Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.
Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. 
Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.
Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. 
Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya. 
Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. 
Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"

Salah satu nama Allah kita adalah El-Roi, "Allah yg melihat"... Yakinkan diri kita, bahwa Allah itu tdk buta, Dia tdk tuli, dan Dia mengerti pergumulan yg engkau hadapi hari-hari ini, sebab Dia El-Roi, Allah yg melihat... Sbg Bapa yg baik, tdk akan mungkin Dia membiarkan engkau berlama lama menderita, pasti tdk akan mungkin Dia membiarkan engkau berjalan sendirian...

Hana adalah wanita yg sangat menderita,... dia mandul, dan suaminya telah mengambil istri lagi bernama Penina... Istri muda yg bernama Penina itu tdk baik hatinya, dia bukan hanya telah mengambil suami Hana, tapi juga sekarang merasa begitu angkuhnya sebab hanya dari rahim Penina-lah suaminya Elkana memiliki banyak anak-anak...

3 pelajaran dari 3 pribadi yg penting utk kita perhatikan:

1. Elkana melihat Hana menangis, lalu bertanya:
1 Samuel 1:8 "...Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"
---> Elkana melayani Tuhan yg disebut nama-Nya El-Roi, Allah yg melihat, Allah yg mengerti, tapi Elkana buta mata hatinya... Saya begitu geram membaca ayat ini melihat tingkah laku Elkana yg seharusnya jadi imam didlm rumah tangga-nya, tapi begitu degil hatinya dan buta mata-nya... Tdk kah dia melihat, akibat tingkah lakunya sendiri, sekarang istrinya menangis?... Tdk kah dia melihat bagaimana istri mudanya mengolok olok dan sengaja menyakiti hati Hana... Apakah perlu ditanyakan lagi, 'mengapa engkau menangis?...' Inilah gambaran pria pria degil yg seharusnya menjadi Imam, tapi sama sekali tdk berfungsi sbg imam, malah merusak dan menyakiti hati orang-orang yg seharusnya dia lindungi... Nama Elkana‎ berhenti sampai disini... Hidupnya hanya sekedar utk menjadi mesin utk menyalurkan benih atau sperma utk melahirkan seorang nabi Tuhan yg bernama Samuel, namun Samuel-pun tdk pernah dibapai oleh Elkana, sebab sejak kecil, Samuel telah tinggal dgn imam Eli... what a waste of life... betapa sia sia hidup hanya sekedar utk "beranak"... sebab menolak berfungsi sbg imam... Para pria, jadilah imam yg benar bagi rumah tangga kita masing-masing...

2. Penina, seorang wanita yg tdk tahu berterima kasih, sudah diangkat menjadi istri Elkana, sudah diberkati dgn anak-anak, namun hatinya tdk pernah bersyukur...‎ Sungguh aneh ketika perkataan ini dituliskan:
1 Samuel 1:7  "Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan..."
‎---> Hana secara teratur bertahun tahun pergi ke Rumah TUHAN, tapi Penina yg sudah diberkati dgn anak-anak, justru tdk pergi, hanya sekedar bikin orang lain sakit hati...Saudaraku, perhatikan perkataan ini, tdk ada yg ditengah tengah, kita entah menyenangkan hati Tuhan atau menyakiti/mendukakan hati Tuhan... Jika kita sungguh menyenangkan hati Tuhan, kita akan membangun orang lain, tapi jika kita menyakiti/mendukakan hati Tuhan, kita akan menekan dan menjatuhkan orang lain, membuat orang lain sakit hati... tdk ada yg netral atau ditengah tengah... Penina memilih utk tdk dtg ke Rumah TUHAN dan dia juga menyakiti hati Hanna, sekalipun dia punya seribu alasan utk dtg ke Rumah TUHAN utk bersyukur, bukan utk membuat orang lain sakit hati...

Saudaraku, pria maupun wanita, hormati Tuhan, senangkan hati-Nya, dtg sujud beribadah kpd-Nya dgn setia, nanti engkau akan melihat, hidupmu akan selalu menambah nilai bagi orang lain...


3. Hana, hati saya bersorak memahami bahwa kita menyembah Allah yg nama-Nya disebut El-Roi... Dia Allah yg melihat...

‎Ratapan 3:31-36 "...Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.

Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. 

Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia. 

Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, 

kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, 

atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya? "

 

---> Itulah lukisan kharakter El-Roi... Tuhan akhirnya membuka rahim Hanna, dari rahim Hanna lahir seorang nabi Tuhan yg bernama Samuel, seorang yg hampir hampir sempurna dan tdk ditemukan cacatnya. Nama anak-anak Penina tdk disebutkan di Alkitab sama sekali, tapi nama Samuel anak Hanna selalu diingat sbg hakim terakhir sebelum masuk era raja-raja...


Saudaraku, jadilah spt Hanna, bawalah perkaramu ke kaki Tuhan, menangislah jika engkau ingin menangis di kaki Tuhan, bukan dihadapan manusia, sebab TUHAN mu tdk buta, Dia El-Roi... Allah yg melihat!


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-08-30 03:07:36

Rabu,29 Agustus 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Rut 4:1-6 
"...Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk. 
Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.
Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya." 

Sesungguhnya, kitab Ruth pasal 4 ini adalah intisari dari seluruh kitab Ruth yg begitu dalam maknanya, bahkan tdk berlebihan jika saya boleh katakan bahwa inilah intisari dari Kekristenan sebenarnya. 

Boas seorang yg sekalipun kaya raya, mampu melakukan segala-galanya, berhak utk mengambil Ruth sbg istrinya, namun Boas sadar, ada orang lain yg lebih berhak daripada-nya, sehingga dgn jalan yg benar, Boas berusaha mendapatkan Ruth, tapi bukan dgn merampas, melainkan dgn penebusan... bukan harta milik keluarga Naomi atau khawatir memikirkan hartanya sendiri, tapi yg ada di pikiran dan hati Boas adalah Ruth sendiri...

Berbeda dgn pihak penebus lainnya yg mungkin saja lebih berhak, tapi kepeduliannya adalah milik pusakanya, hartanya sendiri, bukan Ruth yg menarik hatinya... itu sebabnya setelah diberitahukan kpdnya bahwa mengambil milik pusaka Naomi berarti dia juga harus menerima Ruth sbg istrinya dan akan berbagi harta pusaka dgn Ruth, itulah yg membuatnya akhirnya menolak hal penebusan tsb.

Sekarang bayangkan pribadi Boas sbg Tuhan Yesus Kristus dan Ruth sbg kita gereja-Nya...‎ Yg ada di hati dan pikiran Kristus, yg menarik bagi-Nya itu bukan harta gereja-Nya, bukan semua yg dimiliki oleh mempelai wanita, tapi yg menarik bagi Dia adalah kita sendiri, gereja-Nya, calon mempelai wanita-Nya...
Dgn segala cara, karya penebusan itu Dia bayar... Sebenarnya setelah manusia jatuh dlm dosa, iblis-lah yg lebih berhak atas hidup manusia, namun yg menarik bagi iblis bukanlah pribadi kita sendiri, tdk spt apa yg menarik bagi Kristus, sehingga Kristus dgn harga yg sangat mahal, yaitu darah-Nya sendiri telah rela melakukan karya penebusan itu...

Akibat pernikahan antara Tuhan dan gereja-Nya, lahiriah keturunan-keturunan orang-orang yg diberkati Tuhan... anak anak perkasa, anak-anak perjanjian, rahim gereja-Nya dibuka spt rahim Lea dan Rachel yg melahirkan ke 12 suku suku Israel, yaitu keturunan yg menerima janji Tuhan, itulah yg menjadi blue print rencana Agung Tuhan bagi kita gereja-Nya...

Patutlah kita bersyukur utk rencana dan karya Agung Tuhan Allah kita...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-08-29 04:40:17