Morning Dew

Selasa,18 Juni 2019

Shalom, selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
Mazmur 146:5-8 
"Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar..."

Ketika PBB menyetujui munculnya negara Israel yg kembali menduduki sebagian wilayah tanah perjanjian, sejak waktu itu, kebencian terhadap Israel muncul dari pihak bangsa bangsa Arab yg adalah tetangga dari Israel.

Secara diam diam, bangsa bangsa Arab yg di pelopori oleh Mesir yg saat itu dipimpin oleh Gamel Abdul Naser mempersiapkan serangan yg membabi buta terhadap Israel. Mesir sendiri memiliki saat itu, kekuatan militer yg jauh lebih kuat dari pada Israel, negara baru yg baru muncul pada tahun 1948. Bersama dgn Siria dan Yordania, didukung oleh Iraq, maka kekuatan koalisi negara negara Arab itu puluhan kali lipat dibandingkan kekuatan Israel.

Pada saat itu, Levy Eshkol, perdana mentri Israel berusaha meminta bantuan senjata utk mempersiapkan diri dari kemungkinan serangan negara negara Arab, terutama Mesir yg terus menerus mengancam secara terbuka dgn olok oloknya sama spt Goliat dahulu mengolok olok tentara Israel. Namun America sendiri sedang sibuk menghadapi perang di Vietnam yg telah begitu banyak memakan korban dan melumpuhkan semangat rakyat America di dlm negri sendiri.

Mentri pertahanan America saat itu, Moshe Dayan, sang Jendral mata satu, memiliki strategy yg ampuh, dia memilih utk maju menyerang sebelum diserang.

Sesuatu yg jangal terjadi di bulan Juni 1968 saat itu,...
1. Karena begitu yakinnya utk menang, jendral Mesir 2 hari sebelum serangan perang 6 hari, memanggil seluruh kepala kepala pasukan Mesir di Selatan utk pesta merayakan hari baik, padahal perang belum dimulai, apalagi di menangkan, tapi sudah berpesta, sehingga pasukan di Sinai Mesir dlm keadaan tanpa kepemimpinan.

Mesir mengganti kode rahasia komunikasi dgn Siria dan Yordania tanpa memberitahukan ke 2 sekutunya itu, sehingga kacau balau komunikasi diantara mereka.

Dlm tempo beberapa jam, kekuatan militer Mesir hancur dan lumpuh ditembaki oleh pesawat tempur Israel dari udara, tanpa perlawanan... dan karena tdk sadar akan apa yg sudah terjadi, demikian juga kekuatan militer Siria dan Yordania menjadi bulan bulanan kekuatan udara Israel. Dlm 6 hari Israel memenangkan perang itu dan teritori Israel bertambah hampir 3 kali lipat dari sebelumnya. Utk pertama kalinya  Yerusalem yg tadinya dikuasai Yordania, saat itu menjadi bagian dari Israel, pegunungan dan dataran Sinai di Mesir menjadi bagian Israel, dataran tinggi Golan, menjadi milik Israel...

Moshe Dayan menyebut perang 6 hari itu sbg 6 hari penciptaan... dan hati ke 7 mereka ber shabat.

Utk menutupi rasa malunya, bangsa bangsa Arab menuduh di PBB keterlibatan America yg membela dan membantu Israel, sehingga Israel menang dgn telak yg ditulis didlm sejarah. Lyndon Johnson president America saat itu berkata:

"Memang Israel ada yg menolong, tapi penolongnya bukan America,... penolongnya adalah Sang Pencipta-nya.."
Mazmur 146:5 "Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya..."

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-18 15:48:35

Senin,17 Juni 2019

Shalom, selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Mazmur 145:17-19 
"...TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 
Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka."

Pagi ini kita belajar akan betapa besar dan agung-nya keadilan Tuhan. Mazmur diatas melukiskan keagungan Tuhan demikian:

Pertama tama, keagungan Tuhan ditunjukan lewat keadilan-Nya, ayat 17 diatas menyatakan:
"TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya." ---> segala jalan Tuhan itu adil, itu berlaku umum bagi semua orang. Bahkan, keadilan Tuhan berlaku universal bagi siapapun. Hukum keadilan Tuhan berlaku bagi orang percaya maupun orang yg tdk kenal Tuhan. Contohnya, hukum tabur tuai itu berlaku bagi semua orang. Orang jahat yg menabur benih jagung akan menuai buah jagung, dan orang benar yg menabur benih lalang juga akan menuai lalang. Hukum itu berlaku universal.

Lebih jauh lagi, ayat 18 meneguhkan keadilan Tuhan yg berkata demikian:
"TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan."
Siapapun manusia yg berseru kpd Tuhan didlm kesetiaan-Nya, Dia akan bertindak. Hal ini berlaku bukan hanya bagi orang Israel atau hanya bagi orang percaya, bagi semua orang yg berlari dan berseru kpd Tuhan, Tuhan tdk akan menjauhkan diri dari padanya.

Namun perhatikan ayat 19, disinilah letak perbedaan yg paling mendasar:
"Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka."
---> Hanya kpd orang yg takut akan Dia lah, keselamatan dari Tuhan berlaku... kpd orang yg takut akan Dia lah, kehendak dan teriak minta tolongnya didengarkan Tuhan. Disinilah letak perbedaan orang benar dan orang fasik, orang yg beribadah kpd Tuhan dan orang berdosa, yaitu mereka yg takut akan Tuhan, bagi merekalah berkat Tuhan berlaku...

Hiduplah dgn takut dan gentar akan Dia, Jesus loves you and so do I

Greetings from Solo

dibuat pada : 2019-06-18 15:41:57

Kamis,13 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 141:1-5 
"Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu! 
Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. 
Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 
Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. 
Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka..."

Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran dari Firman Tuhan yg diajarkan didlm salah satu mazmur Daud diatas.‎ Daud berdoa, dan didlm doanya, Daud memohon demikian:
Mazmur 141:3-4 " Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!  Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka."
Itulah isi doa Daud, dia memohon supaya tdk tersesat didlm hatinya dan perbuatannya spt orang-orang fasik yg condong berbuat jahat.

Kemudian Daud meneruskan perkataan-perkataan mazmurnya dgn satu jawaban yg sangat bijaksana, coba perhatikan diayat ayat selanjutnya:
Mazmur 141:5 "Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka."
---> Inilah cara Tuhan menjaga langkah langkah kita utk tdk berbuat jahat dan tdk sombong, yaitu dgn satu kalimat: "Adanya Pembapaan Rohani" itulah yg menjaga kaki dan hati kita tdk melenceng keluar dari rencana Tuhan. Caranya pembapaan rohani itu berfungsi adalah, coba lihat lagi ayat 5 diatas,  "Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih,... ( KJV Let the righteous smite me; it shall be a kindness...)"
‎Adakah orang benar yg engkau terima hardikan, bahkan pukulannya kpd mu dan engkau anggap sbg kasih atau kebajikan? Sebab pada umumnya, jauh lebih banyak anak-anak Tuhan, termaksud para hamba-hamba Tuhan juga yg menolak ditegur, apalagi di disiplinkan ketika sudah berbuat salah dan melakukan dosa. Jauh lebih banyak yg memilih utk keluar dari gereja atau pindah sinode, meninggalkan pembapaan ketika dirinya ditemukan sdg ditegur atau apalagi dipukul. Berbeda dgn Daud, justru Daud berkata: 
"Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih,... ( KJV Let the righteous smite me; it shall be a kindness...)"

Adakah hati kitapun spt Daud? Itulah cara Tuhan menjaga kaki kita agar tdk salah melangkah...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-14 00:48:40

Rabu,12 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 140:13 - 14
(140-13) "...Aku tahu, bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin. 
(140-14) Sungguh, orang-orang benar akan memuji nama-Mu, orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu..."

Daud menemukan satu‎ kebenaran ini didlm sepanjang perjalanan hidupnya, yaitu: "...bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin." Sungguh  betapa menyejukan kebenaran ini, terutama apabila saudara dan saya sedang berada didlm penindasan dan kita tdk mampu membela diri terhadap mereka yg berlaku semena mena. Apabila kita ditemukan benar dihadapan Tuhan, ingat sungguh-sungguh kebenaran ini, Tuhan berpihak kpd orang benar, tapi kita sungguh-sungguh harus benar, bukan merasa benar. Ingat apa yg terjadi bagi Israel selama 400 tahun di tanah Mesir, ketika Tuhan melangkah membela perkara orang-orang benar, sptnya kita ingin berkata: " Sudah Tuhan, cukup Tuhan,... jgn turunkan tulah tulah lagi..." Tahukah saudara, Alkitab dgn jelas berkata, Tuhan malah sengaja mengeraskan hati Firaun, sehingga dgn dipaksa oleh tangan TUHAN sendiri, barulah Firaun melepaskan umat-Nya. 

Kemudian Daud menambahkan satu kesaksian lagi, ‎yaitu: hanya orang-orang jujurlah yg dpt tahan berdiri dihadapan Tuhan (ayat 14).

Coba renungkan sebentar kebenaran ini, sungguh benar perkataan kitab Mazmur 140 : 14 diatas, hanya orang jujur yg tahan berdiri dihadapan Tuhan! Tapi bagaimana jika kita tdk benar? Bagaimana jika kita berdosa? Selama kita mau bersikap dan berkata jujur, kita akan mampu berdiri dihadapan Tuhan. Bukankah Dia berkata bahwa Dia itu setia, barangsiapa yg mengakui dosa-dosanya, Tuhan setia mengampuninya. Sederhana kedengarannya, namun sangat sulit dikerjakan. Manusia terutama apabila kita memiliki posisi yg tinggi, kekayaan yg banyak, atau seorang hamba Tuhan yg besar, sangat sulit utk kita berani berkata: " maafkan saya, saya yg bersalah..."

Pagi ini, kita belajar satu kebenaran, semua argumentasi dan gelar atau pangkat kita tdk akan membuat kita mampu berdiri dihadapan Tuhan, hanya kejujuran kitalah yg membuat kita mampu tegak berdiri dihadapan Tuhan. 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-14 00:39:52

Selasa,11 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 139:7-14 
"...Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. 
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, 
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. 
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," 
maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. 
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya..."

Jika kita hanya sepintas saja membaca ayat ayat diatas, maka kita akan sangat sulit memahami rahasia yg terkandung didlm nya... Coba perhatikan, betapa luar biasanya hidup Daud, Daud seakan akan tdk pernah mampu menjauh dari Tuhan. Kemanapun Daud pergi, disitu ada Tuhan. Bahkan ketika Daud lari menjauhi Tuhan, masuk ke dlm dunia orang mati atau ke dlm lembah kekelaman dan kegelapan, disitupun ada Tuhan, atau dgn kata lain, ketika Daud ‎mencoba masuk ke dlm kehidupan yg gelap dan dunia yg jahat, ternyata disitupun ada Tuhan. 

Coba sejenak bayangkan, bagaimana dgn kebanyakan manusia, mengapa banyak orang yg berada di tempat tempat yg tdk berkenan di hadapan TUHAN, namun mereka sama sekali tdk merasakan ada Tuhan disana... Mereka berbuat tanpa ragu ragu spt tdk ada mata TUHAN yg melihat, sehingga dosa semakin bertambah-tambah... Apakah hanya bagi Daud saja Tuhan itu maha hadir?

Inilah rahasianya, Daud selalu sadar bahwa dimanapun dia berada, disitu ada Tuhan yg tdk pernah undur dari padanya, sedangkan banyak orang, didlm gereja sekalipun bisa merasa, disana tdk ada Tuhan. Jelas bukan Tuhan nya yg berbeda dan pilih kasih, tapi pribadi manusianya lah yg tdk bisa peka terhadap kehadiran Tuhan. Kepekaan terhadap kehadiran Tuhan itu harus dibangun dan dipelihara, takut akan TUHAN-lah yg akan menjaga kita selalu peka akan kehadiran Tuhan yg IMMANUEL.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-14 00:38:14

Senin,10 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Mazmur 137:1-6 
"Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. 
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. 
Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" 
Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? 
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! 
Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!..."

Mazmur diatas adalah mazmur pujian nostalgia yg diajarkan turun temurun kpd anak anak Israel, sampai mereka mengerti dan belajar dari sejarah nenek moyang mereka di masa lalu...

Kisahnya terjadi kurang lebih pada saat hidupnya nabi nabi besar yaitu Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Saat itu, bangsa Israel sedang ditawan oleh kerajaan Babel dan dibawa ke tanah Babel. Disana, bangsa Israel dijajah dan dijadikan budak oleh kerajaan Babel dan diperlakukan semau-nya oleh bangsa Babel. 

Ada satu peristiwa dimana di tepi sungai Babylonian, bangsa itu dipaksa berbuat spt badut utk menghibur orang orang Babel, penjajah mereka. Bangsa Yahudi itu dipaksa utk bernyayi nyanyian dari Sion, nyanyian sukacita dari Sion. Tapi bagaimana mungkin, tangis mereka,.. bagaimana mungkin menyanyikan lagu sukacita pada saat mereka sedang di jajah dan ditekan, saat mereka di tawan di tanah asing?...

Kisah pilu yg terjadi di tepi sungai Babylonian itu terus diingat dan dilagukan oleh bangsa Israel utk diajarkan turun temurun, sampai di cantumkan didlm kitab Mazmur 137 diatas yg kita baca hari ini, sebab sesungguhnya, melalui peristiwa itu, gereja Tuhan bisa belajar satu perkara, perhatikan point penting ini:

Seringkali manusia harus kehilangan sesuatu yg berharga terlebih dahulu, baru sadar bahwa hal itu berharga... Bangsa Israel sadar betapa berharganya Sion, betapa indahnya tempat dimana Tuhan hadir... Bangsa itu baru sadar bahwa menyanyikan lagu sukacita itu berharga, tapi dulu mungkin mereka tdk terlalu perduli, dan terus berbuat dosa, sampai Tuhan ijinkan mereka ditawan dan di jajah oleh Babel selama 70 tahun.

Banyak orang menangis tak tertahankan di depan peti mati orang tua, istri, suami dll ketika semua sudah berakhir, namun dulu waktu orang tsb masih hidup, kita tdk terlalu perduli dgn nya...

Itulah pelajaran penting dari Mazmur 137 dari nenek moyang bangsa Israel kpd kita sampai hari ini... Sion dimana Tuhan itu ada, itu berharga... Memuliakan Tuhan selama kita bebas memuji dan memuliakan Tuhan itu berharga, beribadah kpd Tuhan selama hal itu memungkinkan, itu berharga, tapi haruskah kita mengulangi kesalahan didlm sejarah? 

Tahun 60 an, Boney M menulis lagu River of Babylon sbg lagu pop biasa yg mungkin kita tdk sadar bahwa sebenarnya lagu tsb diambil kata demi kata dari Mazmur 137 diatas... Mari belajar utk menghargai setiap hal baik yg sudah Tuhan berikan kpd kita, belajar utk menghargai Tuhan...

Enjoy the song,...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-11 04:16:15

Kamis,06 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatijan ayat ayat ini:
Mazmur 131:1-3
"Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!"

Daud dgn jelas dan berani berkata di hadapan Tuhan, "...TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku..."

Luar biasa apabila kita ingat bahwa Tuhan maha tahu dan bahwa tdk ada manusia yg sempurna, namun Daud dgn lantang berani berkata kpd Tuhan bahwa "aku tdk tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong", dan perkataan itu dibenarkan dihadapan Tuhan... Mari kita belajar dari Firman Tuhan ini, dua perkara yg perlu kita sungguh sungguh renungkan:

1. Keangkuhan dan kesombongan itu timbul ketika manusia mengejar perkara yg terlalu ajaib atau terlalu tinggi bagi dirinya sendiri. Ingat satu hal, ambisi tdk sama dgn visi. Ambisi adalah apa yg saya mau, visi adalah apa yg Tuhan mau buat saya. AW Tozer berkata, seseorang yg sudah sungguh sungguh bertemu dgn Tuhan, maka 3 perkara akan terlihat didlm hidupnya:
A. Dia akan berjalan menuju satu tujuan, one way direction, yaitu kpd kehendak atau tujuan Tuhan...
B. Dia tdk dpt mundur kembali, no turning back...
C. Dia tdk memiliki cita cita atau kehendaknya sendiri, yg ada hanyalah kehendak Allah didlm dirinya...

2. Keangkuhan itu ada didlm jiwa, sebab didlm jiwa ada perasaan, keinginan dan kehendak. Inilah media dimana keangkuhan dan kesombongan itu tumbuh subur. Coba perhatikan kembali apa yg Daud lakukan diayat ayat diatas: 
"...Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku."

Belajarlah utk mengatur, menenangkan jiwa kita spt seorang anak sekalipun sudah lepas susu, namun berbaring tenang disamping ibunya. Anak yg sudah lepas susu itu belajar makan apa yg ibunya beri dia makan, dia sudah belajar sejak bayi menerima makanan dan sumber kehidupan dari sang mamah, susu mamah adalah satu satunya sumber makanan bagi anak bayi tsb, sekarang setelah dia lepas susu, dia menerima suapan makanan dari mamah..., itu sebabnya dia tenang ketika dia bisa tidur disamping mamah... dekat dgn mamah, mendengar detak jantung mamah... Kemana mamah pergi, anak itupun akan berjalan pergi. 

Ajarlah jiwa kita tunduk kpd roh kita yg sudah terlebih dahulu tunduk kpd Roh Allah, lalu jiwa kitapun akan belajar utk berkata cukup dan bersyukur. Ingat anak kecil tdk akan menginginkan apapun lebih dari pada dia menginginkan utk dekat dgn mamahnya... ketika anak kecil menangis minta mamah, saudara tdk akan dpt membujuknya dgn rumah yg bagus atau mobil mewah atau apapun, dia tetap ingin mamah... itulah seorang anak lepas susu, sudah kenal mamah, sudah biasa dgn suara mamah...

Ajarlah jiwa kita spt demikian,

Greetings from Batu Malang
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-06-06 12:26:11

Senin,03 Juni 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat dibawah ini:

Mazmur 128:1-6 

"...Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!..."


Benarlah perkataan Firman Tuhan di Yesaya 33:6 yg berkata: "takut akan Tuhan adalah harta benda Sion...", sebab tdk ada harta kekayaan apapun yg lebih berharga dari pada kekayaan yg dimiliki oleh orang yg takut akan Tuhan.


Mazmur 128 diatas melukiskan bagaimana Tuhan memberkati orang laki laki yg hidup takut akan Tuhan,  sebab mereka bukan hanya memakan hasil jerih payah tangan-nya sendiri, mereka juga akan melihat istri dan anak anaknya hidup dlm rukun dan mendatangkan damai sejahtera Allah. Bahkan sepanjang umur orang itu, dia akan melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupnya, atau kebahagiaan anak cucunya yg dipelihara oleh Tuhan. Coba renungkan sebentar, apakah yg mungkin lebih berharga dari semua itu, yaitu semua yg akan diterima oleh orang orang yg takut akan Tuhan?... kekayaan tdk dpt membeli kebahagiaan dan sukacita Illahi yg melihat anak cucu kita hidup benar dan ada didlm perlindungan Tuhan... harta sebanyak apapun tdk akan dpt menjadikan rumah tangga yg harmonis dan penuh damai sejahtera, namun hidup orang laki laki yg takut akan Tuhan akan membuat semua yg pernah kita idam idamkan dari sebuah keluarga, itulah yg akan menjadi upah orang yg takut akan Tuhan...


Greetings from Malang,

Jesus loves you and so do I

 

dibuat pada : 2019-06-06 12:22:57

Rabu,29 Mei 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 126:1-6 
"...Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" 
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! 
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."

Cara Tuhan bukanlah cara manusia, seringkali Tuhan bekerja dgn cara yg tdk kita mengerti... Tuhan dapat memulihkan jalan hidup manusia spt Dia memulihkan batang air kering di tanah Negeb... Ada sungai sungai yg telah menjadi kering kerontang di tanah Negeb. Tanah Negeb atau Negev itu terletak diselatan Israel, berbatasan dgn dataran tandus Sinai. Begitu kering dan matinya tanah Negev, sampai tdk ada tumbuh-tumbuhan yg dpt hidup disana. Sampai satu ketika, para ilmuwan Yahudi menemukan bahwa udara diatas padang pasir Negev itu cukup lembab dan kadar air diudara itu dpt diprocess menjadi air di tanah utk kebutuhan tumbuh-tumbuhan... Kemudian para ilmuwan Yahudi itu juga menemukan cara menyuling air laut dari laut Mediterranean yg ada di barat dari dataran kering Negev... Dgn begitu, sekarang jika saudara pergi ke tanah Negev, saudara tdk akan lagi melihat padang gurun yg tandus, melainkan yg ada hanyalah kebun buah buahan, vineyard atau kebun anggur dan winery utk memprocess buah-buah anggur tsb menjadi wine, salah satu wine terbaik di dunia...

Orang-orang Israel percaya kpd perkataan Firman Tuhan diatas yg dinyanyikan Daud tentang pemulihan tanah Negev, dan mereka bekerja sungguh-sungguh utk mencari solusinya sebab mereka sungguh mempercayai perkataan Firman Tuhan tadi.

Apabila hidupmu dan hidupku juga sungguh-sungguh mempercayai kebenaran Firman Tuhan dan melakukan-Nya, maka kitapun akan melihat penggenapan dari Firman Tuhan yg terjadi di hidup kita. 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-05-30 02:01:40

Selasa,28 Mei 2019

Shalom selamat pagi, coba perhatikan ayat ayat ini:
Mazmur 120:1-7
"...Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku: 
"Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu." 
Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu? 
Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar. 
Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar! 
Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. 
Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang..."

Coba renungkan satu pengajaran dari Daud lewat mazmur-nya diatas, betapa mulia dan luhurnya hati Daud, tdk heran jika Tuhan begitu berkenan kpd Daud, sebab hatinya begitu murni dan bersih.

Apa yg saudara dan saya atau yg manusia kebanyakan akan lakukan apabila mereka terjepit atau berada didlm kesesakan? Berdoa minta diberi kelegaan (dan apabila harus berbohong demi tertolong, yah apa boleh buat) atau berdoa minta supaya tdk berbohong, apapun alasannya? 

Daud justru berdoa minta kekuatan Tuhan ketika berada di dlm kesesakan sekalipun, utk tdk berdusta, sekalipun dia tinggal diantara orang orang pendusta. 

Menjaga lidah utk tdk berdusta memang tdk mudah, dibutuhkan satu hati yg tulus dan murni yg tdk mementingkan keberhasilan dan keuntungan diatas kebenaran, itulah yg harus dimiliki orang percaya apabila kita mau dan rela memiliki hati dan bibir yg tdk mau berdusta...

Kebohongan tdk akan merubah kenyataan, itu hanya menutup nutupi kenyataan utk sementara waktu. 
Ada satu movie anak anak berjudul Aladin yg saat ini sedang di putar di banyak cinemas. Pada puncak kejayaan Aladin, dia diperhadapkan kpd dua pilihan, tetap bertingkah dan mengatakan bahwa dia adalah seorang pangeran atau dia akan jujur dan berkata, dia sesungguhnya adalah seorang miskin yg dulunya hanya bisa mencuri... Jika dia berkata jujur, maka dia tdk akan bisa menikahi putri Sultan yg menurut hukum memang diatur demikian.

Dgn banyak pertimbangan dan keputusan yg berat, Aladin memutuskan utk mengakui dgn jujur bahwa dia bukan pangeran, lalu dia berjalan keluar istana dgn hati yg plong dan bebas dari tuduhan hati nuraninya sendiri,... namun justru saat itulah hal yg tdk dibayangkan sebelumnya terjadi, putri Sultan diangkat menjadi Sultan dan sang Sultan baru merubah undang undang bahwa seorang Sultan boleh menikah dgn orang biasa, dan Aladin akhirnya menjadi suami sang Sultan... Ini kisah sederhana, tapi ini adalah pelajaran bernilai bagi anak anak, bagaimana dgn kita orang tua, adakah kita juga percaya bahwa kejujuran itu berharga di mata Tuhan? 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-05-28 08:33:07

Senin,27 Mei 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 119:1-8 
"...Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. 
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, 
yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. 
Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. 
Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! 
Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. 
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali..."

Bagi orang percaya, terkadang ada kata kata yg abstract yg sulit utk di fahami‎, spt : 
"hidup yg tdk bercela", mungkinkah seorang manusia dibumi bisa hidup tdk bercela?... atau,
"Mencari Tuhan dgn segenap hati", kemana dan dimana manusia bisa mencari TUHAN? Apakah didlm Rumah Tuhan? Apakah dgn sepanjang hari ikut acara ibadah dan lain sebagainya kita sedang mencari TUHAN dgn segenap hati?...

Inilah yg pemazmur ajarkan pagi ini, semua itu akan dpt kita kerjakan hanya apabila kita sekedar mau dan rela utk melakukan Firman Tuhan yg sudah kita dengar, sesederhana itu. Kekristenan bukan sekedar pengetahuan, sebab pengetahuan hanya utk konsumsi otak atau pikiran kita, tapi kekristenan itu adalah gaya hidup yg kita lakukan sehari hari‎ dari kebenaran Firman Tuhan yg sudah kita dengar, itulah yg akan merubah hidup anak-anak Tuhan menjadi pribadi yg sesuai dgn kehendak-Nya. 

Di Berea ada sekumpulan orang-orang Yahudi yg memiliki kharakter lebih baik dari orang-orang Yahudi di Tesalonika, hal itu bukan karena mereka menerima pengajaran yg lebih atau lebih diurapi, tapi coba lihat apa yg kitab Kisah Para Rasul 17:11 katakan:  "...Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Hanya karena menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dgn rela hati, kharakter mereka diubahkan. Pagi ini, sudahkah saudara membaca dan menerima Firman Tuhan dgn hati yg rela?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2019-05-28 08:28:29

Kamis,23 Mei 2019

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Mazmur 112:1-6 
"...Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 
Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya..."

Kebahagiaan yg sesungguhnya itu ada pada orang yang takut akan TUHAN spt yg Pemazmur diatas katakan:
"...Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya..."

Tidak seorangpun yg keberatan apabila dia diberkati atau dijanjikan berkat yg spt demikian itu, anak cucu-nya menjadi perkasa, orang benar akan diberkati dgn harta kekayaan didlm rumahnya, kebajikan Tuhan terus berlaku utk selama-lamanya... Namun kita perlu mengerti bagaimana berkat bagi orang yg takut akan Tuhan itu terjadi, bagaimana sampai anak cucunya tetap diberkati dan dipercaya orang banyak, sebab tdk semua anak cucu orang kaya akan tetap dipercaya orang lain, sebab seringkali, reputasi dan kharakter ayah mereka terus menerus menjadi buah bibir dan melekat spt bayang-bayang yg terus menerus mengikuti jalan hidup anak cucu semua kita.

Adakah satu perkara yg dari kebenaran Firman Tuhan kita dpt belajar utk meninggalkan jejak jejak noble dan terhormat bagi anak cucu kita? Ada!, coba perhatikan kembali Mazmur diatas, terutama pada ayat 5, "...Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya."

Dua kharakteristik orang yang takut akan TUHAN spt yg Pemazmur katakan:

1. Orang yg takut akan Tuhan adalah orang yang selalu menaruh belas kasihan terhadap orang lain.
2. Orang yg takut akan Tuhan adalah orang yang melakukan urusannya dgn sewajarnya.... Apa arti "sewajajrnya", sebab apa yg satu orang anggap wajar, belum tentu wajar bagi orang lain, Si A menghabiskan 10 milliar utk acara pesta buat anaknya yg belum bisa menghasilkan apa apa, dan karena dia orang kaya, 'crazy rich Indonesian', hal itu dianggap wajar baginya, sedangkan bagi si B, hal itu bukan hanya tdk wajar, tapi tindakan gila. Jadi  apa maksud sewajarnya? KJV menjelaskan lebih tepat dikatakan:
‎"...he will guide his affairs with discretion. - dia yg mengerjakan urusannya dgn 'pertimbangan' atau 'kebijaksanaan' atau dgn 'tenggang rasa'..." Itulah arti sewajarnya yg lebih tepat.

Satu perkara yg benar bagi setiap anak-anak Tuhan, jika kita sungguh-sungguh orang yg takut akan Tuhan, maka kita pastilah akan mengerjakan urusan kita, baik itu business dan usaha kita, atau mengatur rumah tangga kita atau memperlakukan istri dan anak-anak kita, atau memperlakukan orang-orang disekitar kita dgn pertimbangan atau dgn bijaksana. ‎Benarkah demikian yg kita kerjakan? Cara kita berbusinesss akan diingat dan dikenang orang, sehingga sekalipun kita sudah mati, orang lain akan melihat anak cucu kita dgn nama yg harum dan baik, sebab anak cucu kita adalah keturunan orang-orang yg takut akan Tuhan. 

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2019-05-23 11:20:32