Morning Dew

Rabu,4 April 2018

‎Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 

Keluaran 1:15-21
"Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
"Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?"
Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin."
Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 
Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga..."

Ada satu kebenaran yang diselipkan oleh perkataan Firman Tuhan tentang apa yang terjadi dan apa yang Tuhan kerjakan pada zaman ketika Musa hendak dilahirkan... Coba perlahan lahan simak aroma kebenaran Firman Tuhan ini:

Para bidan telah menerima perintah dari Firaun, raja Mesir utk membunuh semua bayi laki-laki,... tapi karena takut akan Tuhan, maka perintah yang gila dan tidak sejalan dengan kebenaran‎ Firman Tuhan itu terpaksa mereka langgar, demi untuk memilih dan berpihak kepada kebenaran Firman Tuhan. Inilah hal pertama yang perlu kita perhatikan, Yesus mengajarkan 2 hukum, dan lewat 2 hukum ini, semua isi Alkitab dan kitab kitab para nabi bergantung di kedua hukum ini, yaitu:
1. Kasihi Tuhan Allahmu...
2. Kasihi sesamamu manusia spt dirimu sendiri...

Kedua hukum ini tidak boleh dibolak balik, yang pertama tama adalah harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati... baru kemudian kita juga belajar untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri... Para bidan ditanah Mesir, karena takut akan Tuhan, memilih untuk tetap mengasihi Tuhan dengan tetap ikut perintah Firman Tuhan, bukan sekedar menjilat dan melakukan apa yang paling nyaman buat mereka, yang nantinya akan dipuji puji oleh Firaun, mereka mempertaruhkan jabatan bahkan nyawa mereka sendiri demi untuk berpihak kepada kebenaran Firman Tuhan. 

Hal kedua yg sangat penting untuk diperhatikan adalah apa yang Tuhan katakan sebagai hadiah atau reward bagi para bidan bidan Mesir tersebut, coba perhatikan kembali ayat‎ 20 & 21 diatas:

Keluaran 1:20-21 "Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 
Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga..."
Dlm salah satu terjemahan bahasa English dikatakan: "...God bles‎s and established household of their own... Tuhan kemudian memberkati dan membangun keluarga bagi para bidan bidan tsb..." 

Akibat dari berbuat baik kpd ibu ibu bangsa Israel yang didorong oleh takut akan Allah, maka para bidan bidan itupun diberkati dan dibangunkan keluarga-nya masing-masing yang diberkati Tuhan karena mereka memberkati keluarga orang lain sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Itulah rahasia dari hukum kedua, '...kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri...'

Hukum ini adalah Golden Rule atau hukum emas yang harus kita hidupi sendiri. Jika engkau berbuat curang, jangan heran jika satu kali nanti orang lain akan mencurangimu... Jika dalam bisnismu engkau berbuat benar, maka Tuhan sendiri akan memberkatimu dan menjaga bisnismu sendiri... sebab itulah yang Dia lakukan kepada para bidan-bidan di Mesir, "Tuhan memberkati dan membangun keluarga bagi para bidan bidan tersebut..."

Lewat peristiwa di tanah Mesir pada jaman Musa, kita pagi ini diingatkan akan ke dua hukum yang Yesus sampaikan dan diatas dasar kedua hukum inilah, seharusnya semua anak-anak Tuhan itu hidup... bukankah kedua hukum ini jika hendak dilukis dalam satu gambar, maka kita akan melihat satu gambar Salib, yaitu 2 hubungan Vertikal dan Horizontal, yang Vertikal melukiskan hubungan kita dengan Allah kita, sedangkan yang Horizontal adalah hubungan sesama manusia... Tanpa 2 barang kayu yang melukiskan 2 hubungan, tidak akan pernah membentuk Salib, dan Salib itulah keselamatan bagi kita‎...


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-04 02:32:19

Selasa,03 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 50:18-21 "...Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? 
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. 
Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya..."

Pada masa setelah Yakub mati dan dikuburkan, saudara-saudara Yusuf kembali merasa takut dan gentar, jangan jangan Yusuf sekarang akan membalas dendam atas apa yang telah saudara-saudaranya lakukan terhadapnya...

Tapi coba perhatikan perlahan lahan perkataan Yusuf:
Ayat 20 "...Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar..."
---> Jika saudara memperhatikan perkataan Yusuf diatas, kita akan menemukan kebenaran ini, 
-Pertama tama, Tuhan tidak menghentikan kejadian ketika saudara-saudara Yusuf mereka-rekakan yang jahat...
-Tuhan juga tidak merubah reka-rekaan yang jahat tersebut,...
-Jadi semua reka-rekaan atau rencana dan tindakan yang jahat yang dibuat -saudaranya Yusuf tetap terjadi dibawah pengawasan Tuhan, tidak satupun Dia hentikan, semua tetap berjalan spt itu, semua tetap merupakan reka-rekaan yang jahat,...
-Namun Tuhan membiarkan semua rencana dan perbuatan jahat‎ orang lain untuk tujuan dan rancangan yang baik yang ada di pikiran dan hati-Nya Tuhan....

Jadi rancangan atau perbuatan jahatnya tetap terjadi tanpa dihentikan Tuhan, namun tujuannya diubahkan untuk ‎kebaikan yang sesuai rencana Tuhan. Itulah yang terjadi dengan Yusuf... Bisakah saudara melihat betapa murninya hati nurani Yusuf? Yusuf memegang kekuasaan untuk melakukan apapun yang dia mau lakukan... juga memang saudara-saudaranya telah berbuat sangat jahat dan tidak manusiawi, tapi hati nurani Yusuf penuh dengan takut akan Tuhan, dia lebih melihat pekerjaan tangan Tuhan daripada kejahatan saudara-saudaranya... itulah kuasa pengampunan yang mengalir di hidup Yusuf,... dia mampu membalas, tapi memilih untuk melepaskan pengampunan... bukankah itu juga yang Yesus kerjakan dikayu Salib bagimu dan bagiku...

‎Hal jahat dan buruk apa yang sedang engkau alami akibat kebusukan saudaramu hari ini? Engkau punya 2 pilihan, membalas atau melepaskan pengampunan... Yesus memilih paku dan kayu Salib, reka-rekaan jahat tetap Dia alami, tapi Dia juga memilih pengampunan... justru lewat reka-rekaan jahat dan kayu Salib itulah keselamatan bagi seluruh dunia terjadi...

Yusuf punya kuasa untuk menekan dan membalas kejahatan saudara-saudaranya, namun dia memilih pengampunan,... lewat kejahatan saudara-saudaranya, keselamatan bagi seluruh keluarga besarnya bahkan bagi seluruh Mesir terjadi...

Ada satu pemandangan luar biasa yang dikerjakan banteng ‎korban matador di Spanyol, lewat gambar ini, sebuah kisah besar terjadi... simak dan perhatikan baik baik...

Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-04-03 00:59:34

Senin,02 April 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 49:1-7 "Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.
Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. 
Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan. 
Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku! 
Simeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan. 
Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya rohku bersatu dengan perkumpulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka telah membunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting lembu. 
Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel..."

Sebelum Yakub menutup mata dan pergi kepada Bapa di Surga, Yakub memberkati anak-anaknya satu persatu... Dimulai dari anak yang tertua sampai yang paling muda, diberkati semua mereka. Jika kita melihat berkat bagi ke 3 anak-anaknya yang besar, kita akan menemukan ‎bahwa apa yang Yakub ucapkan itu bukanlah berkat, malah lebih tepat disebut sebagai kutuk. Bagaimana mungkin seorang ayah mengucapkan kutuk kpd anak-anaknya sendiri? 

Inilah satu perkara yang saudara dan saya perlu perhatikan, ‎kitab Ulangan dengan tegas menyatakan bahwa Musa atas perintah Tuhan mempersembahkan berkat dan kutuk sebagai pilihan bagi orang-orang percaya, apabila kita memilih untuk hidup benar sesuai Firman Tuhan, maka berkatalah yang menjadi warisan kita, sebaliknya apabila kita memilih utk tetap hidup didalam dosa, maka kutuklah yang menjadi upahnya. Jadi tidaklah mungkin seorang yang tetap memilih untuk hidup dalam dosa namun ditumpang tangan oleh hamba Tuhan besar sehingga hidupnya mewarisi berkat... itulah yang disebut penyesatan!

Baik terhadap Ruben anak tertua, maupun Simeon dan Lewi anak kedua dan ketiga, buah dari perbuatan mereka menentukan mengapa mereka mewarisi kutuk.
Dari 2 peristiwa ini, yang satu adalah apa yang dikerjakan Ruben, yang satu lagi adalah apa yang dikerjakan Simeon dan Lewi, kita akan belajar bagaimana kutuk itu datang bukan hanya atas kita sendiri, tapi juga atas keturunan kita.

1. Dosa yang dikerjakan oleh Ruben adalah dosa perzinahan, dan bukan hanya itu saja, perzinahan Ruben bahkan melakukan apa yang disebut melanggar hormat ayahnya sendiri. Itulah yang mendatangkan kutuk bagi Ruben dan akibatnya, hak kesulungan yg mengalir dari Abraham, tidak mengalir lewat keturunan Ruben.

Hati hati dan jangan anggap remeh dosa perzinahan. Terlalu banyak contoh rumah rumah tangga bahkan pelayana‎n yang hancur berantakan karena suami yang tidak dapat menahan nafsu birahi-nya yang seperti binatang. Dan karena sudah berkali kali jatuh bangun, lama kelamaan hal itu dianggap biasa, dulu selingkuh toh akhirnya aman aman saja, pasti kali ini juga tidak masalah... Hati hati saudaraku, it's pay day someday, ada hari dimana engkau harus bayar kesalahanmu satu kali nanti, dan jika yang bayar itu adalah keturunanmu, menangis dengan mencucurkan darahpun, tidak akan mampu merubahnya...

Terutama kita para pria, bukan berarti wanita tidak bisa jatuh, tapi kita lebih bobrok dalam hal menjaga kesucian ini, kita sering tergoda, dan sebagian dari kita sengaja menceburkan diri didalam godaan ini... Bertobat dan berhenti berbuat cemar, sebab kecemaran ini ada harganya... tidak ada orang cemar yang bisa masuk ke dalam kerajaan Allah...

2. Simeon dan Lewi adalah pelayan, bahkan Lewi diberi hak untuk menjadi Imam imam dan pelayan mimbar... Satu pelajaran penting bagi semua kita, jangan pernah melayani dengan emosi dan amarah... karena hal itu akan mendatangkan kerusakan fatal! Terkadang kita bisa kecewa melihat tingkah laku orang-orang yg bebal, tapi jangan terpancing menjadi emosi dan meluapkan amarah... 


Hal ini bukan saja bicara tentang pelayan mimbar, tapi juga tentang setiap kita... Ibu ibu yang lelah menyediakan makanan untuk seisi rumah tangga-nya, terkadang tidak begitu dihargai, lalu timbullah amarah dan mulai mencaci maki,... semua itu akan membuat masakan yang engkau persiapkan tidak menjadi kosher atau menguduskan dirimu sendiri dan keluargamu... Ayah yang bekerja lelah lalu menemukan masalah dirumah, lalu tiba tiba saja timbul amarah, hasil usahamu tidak akan memberkati isi rumahmu...


Belajarlah untuk melayani dgn tidak dicampuri amarah...


Itulah 2 hal yang bukan mendatangkan berkat bagi rumah tangga kita,...

Jangan berzinah, dan jangan melayani dengan amarah...


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-04-02 01:02:45

Kamis,29 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 47:23-25 "...Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: "Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu.
Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu."
Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun."

Di tanah Mesir, Yusuf sebagai penguasa di sana, mulai menerapkan satu pola hidup seperti yang ada di Israel. Hanya bedanya, di Israel yang menjadi Raja adalah Yahweh Allah Abraham, namun di Mesir, penguasanya adalah Firaun. 

Namun demikian, pola hidup yang‎ ditetapkan oleh Yusuf terhadap penguasa yang berdaulat atas hidup mereka, orang-orang Mesir diperintahkan untuk menyisihkan sebagian hasil yang mereka terima untuk Firaun sebagai penguasa yang telah menebus dan membeli dengan harga lunas tanah mereka, lalu sebgian besar lagi dipersilahkan untuk mereka nikmat sebagai benih dan sebagai makanan.

Inilah pola management keuangan Surgawi yang perlu kita sama sama mengerti. Jika Tuhan itu benar-benar Tuhan sang penguasa yang berdaulat dan penebus hidup kita, mudah saja untuk dibuktikan, yaitu dengan melihat bagaimana cara saudara dan saya mengelola hasil tanah dimana kita berpijak dan berusaha... Jika hasilnya 100% engkau habisi untuk dirimu dan keluargamu sendiri, dengan sangat sederhana dan dapat dipastikan bahwa engkau sendirilah tuhan dan penebus bagi dirimu sendiri... Tidak ada Allah bagimu selain dirimu sendiri, sebab hasil ladangmu engkau pakai hanya untuk kepentingan dirimu sendiri...
 
Kita mengenal yang disebut persepuluhan, tapi dalam hal ini, Yusuf mengajarkan untuk menyerahkan bahkan 1/5 dari hasilnya. Jangan lupa, diluar hak milik Tuhan, ada juga bagian orang-orang miskin yang harus kita berikan kepada mereka, itulah cara orang-orang Israel memanen hasil ladang mereka... Bangsa Tuhan itu tidak berhak menikmati semua hasil ladangnya untuk dirinya sendiri, harus ada bagian orang-orang miskin, janda janda dan anak-anak yatim yang harus diserahkan kepada mereka... itulah yang menjadikan makanan mereka kosher atau halal... Itu sebabnya Yusuf mengajarkan bangsa Mesir menyerahkan lebih dari sekedar persepuluhan.

Namun diluar itu, ada satu pola pengajaran yang Yusuf ajarkan kepada orang-orang Mesir, yaitu pola menikmati hasil panen, yaitu untuk digunakan sebagai BENIH bagi ladang kita, dan sebagai MAKANAN untuk semua yang ada didalam rumah kita... Inilah pola pikir orang yang punya hari esok. Yaitu ada sebagian hasil yang ditabung, itulah benih... Dalam hal ini, perlu saya tegaskan, cukup atau tidak cukup, itu relative... ada orang yang pengeluaran bulanannya mendekati 500 juta sebulan, ada yang hanya 500 atau 700 ribu sebulan. Tapi keduanya sama sama hidup dan bisa tersenyum, bahkan mungkin yang menghabiskan 500 juta sebulan lebih stress dan lebih sakit sakitan karena terlalu rakus dibandingkan dengan yang menghabiskan 700 ribu sebulan. Cukup itu relative, kitalah yang harus menempatkan syarat bagi diri kita sendiri, budget berapa yang harus cukup, sehingga semua yang diatas itu dipangkas dan ditekan... itulah pola pikir anak-anak Kerajaan.

Dari hikat Yusuf pagi ini, mari kita lihat pola management keuangan rumah tangga kita masing-masing, adakah saya hidup dengan pola pikir, pola management kerajaan Surgawi atau pola kita sendiri?

Ingat engkau telah ditebus oleh Darah Kristus, hiduplah sesuai pola pikir Kristus,... lakukan management keuanganmu seperti layaknya orang-orang yang telah ditebus...

Jesus loves you and so do I 
See you at Good Friday service tomorrow.

dibuat pada : 2018-03-29 02:24:04

Rabu 28 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 45:2-8 "Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.
Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir..."

Di‎ hari-hari Minggu Palm menjelang kematian dan kebangkitan Yesus dari kematian ini, kita diingatkan akan satu makna cinta yang teramat mulia yang menjadi landasan dari semua hubungan cinta yang ada, yaitu cinta yang sejati pasti mengandung 2 unsur ini, PENGORBANAN & PENGAMPUNAN, tanpa kedua hal ini, kita dapat pastikan itu bukan cinta, tapi hanya sekedar perasaan atau romance picisan... Itulah yang terjadi diatas kayu salib, pengorbanan dan pengampunan...

Jika itu di applikasikan ke dalam kehidupan sehari hari, di level sesama manusia, maka kita akan menemukan wujud cinta yang sangat nyata didalam hidup Yusuf. Coba simak dan baca kembali ayat ayat diatas...

Yusuf telah di hianati oleh orang-orang yang seharusnya menjaga dan menolong dia... Kakak kakak-nya yang lebih tua, lebih kuat dan lebih berpengalaman, telah menerima mandat dari ayah mereka untuk berjaga jaga atas hidup Yusuf, namun sebaliknya, merekalah yang mencelakakan Yusuf..

Setalah lewat lebih dari 13 tahun, setelah semua drama kesusahan hidup Yusuf berlalu, sekarang tiba the final chapter, bab terakhir dari perjalanan sukses Yusuf,... semua mimpi mimpi yang pernah Tuhan berikan kepadanya dulu lama sekali, dimana dia melihat 11 ikat gandum sujud menyembah kepada ikat gandum Yusuf,... juga matahari dan bulan dan 11 bintang sujud kepadanya,... sekarang semuanya menjadi kenyataan. Yusuf dipermuliakan sedemikian rupa. ‎Pada puncak perjalanan rencana Tuhan dan dihadapan orang-orang yang telah mencelakakan dia, Yusuf berkata degan penuh kuasa demikian: 
"...Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.‎"

Dapatkah saudara melihat betapa besarnya jiwa pahlawan iman ini? Dihadapan orang-orang yg telah menghianati dan mencelakakan dirinya, Yusuf berkata, bukan kamu yang berbuat, tapi Allah menyuruh aku untuk datang duluan guna memelihara hidupmu... hampir bukan seperti manusia yang punya daging yang berbicara... Yusuf menyadari bahwa kegagalan bahkan kejahatan orang lain pun itu diijinkan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, termaksud bagi mereka yg telah berbuat jahat... itulah kasih yang sejati... didalamnya ada pengampunan dan pengorbanan.

Bukankah itu juga yang terjadi diatas kayu salib? Dosamu dan dosaku lah yang telah menyalibkan Yesus, tapi Dia mati untuk mu dan untukku...

Sudahkah engkau bersyukur untuk semua pengorbanan-Nya bagi mu dan bagi ku? 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-28 09:33:17

Selasa, 27 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 44:18, 27-34 "Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri. 
Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;
yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. 
Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.
Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia,
tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya.
Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Pagi ini kita akan melihat dan merenungkan satu kharakter sederhana yang sangat berharga dan menyentuh hati Tuhan hingga menarik perkenanan Tuhan atas hidup manusia.

Kepahlawanan Yehuda, isi hati nuraninya keluar saat tekanan yang berat itu terjadi.‎ Sekalipun itu hanyalah scenario yang dibuat oleh Yusuf untuk melihat isi hati saudara-saudaranya, tapi hal itu sama seperti apa yang Tuhan lakukan terhadap Abraham... Jauh sebelumnya, Tuhan sudah siapkan domba jantan yang tertambat tanduknya dekat mezbah dimana Ishak akan dipersembahkan,... Tuhan hanya ingin melihat isi hati nurani Abraham. Seprti itu juga yg Yusuf lakukan, ternyata dari 11 kakak kakak-nya, Yehuda-lah yang tampil paling menonjol untuk membuktikan bahwa hak kesulungan memang melekat pada dirinya, sebab Yehuda-lah satu satunya yang menunjukan sikap penuh tanggung jawab. Tanggung jawab berarti berani dan rela untuk bayar harga dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri... itulah aroma kharakter yang penuh tanggung jawab...

Tanggung jawab tidak perlu diminta atau dikondisikan... tanggung jawab itu muncul demi kepentingan orang lain. Kharakter tanggung jawab tidak akan pernah tumbuh jika seseorang termaksud manusia yang egois dan kikir, sebab tanggung jawab adalah lawan kata dari selfishness dan kekikiran...

‎Ketika Yehuda menunjukan kharakter yang bertanggung jawab, sesungguhnya, tanpa dia sadari, dia sedang memberi hormat kepada kelangsungan hidup ayahnya Yakub atau Israel. Rasa hormat itu selalu mengiringi sifat tanggung jawab yang ada pada diri seseorang. Ketika seorang ayah bekerja sungguh-sungguh untuk menghidupi atau menafkahi keluarganya, sesungguhnya dia bukan saja bertanggung jawab, tapi dia sedang menghormati keluarganya sendiri... 

Ketika tiba saatnya berkat Israel turun, tahukah saudara kepada siapa berkat Abrahamic Covenant itu diturunkan? Kepada Yehuda sekalipun dia bukan anak pertama dari Yakub... Tanggung jawab yang ditujukan Yehuda membuktikan bahwa dialah sesungguhnya 'anak sulung' keluarga Yakub...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-27 01:48:33

Senin 26 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 41:9-14 "Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu.
Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti.
Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri.
Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing.
Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung."
Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun..."

Pagi ini kita akan belajar betapa pentingnya memahami waktu atau Kairos-nya Tuhan, yaitu waktu yang tepat sesuai rencana Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya, itulah yang disebut Kairos Tuhan. 

Kenyataannya kita tidak pernah tahu dan sering kali, kitapun tidak dibuat mengerti kapan kairos Tuhan bagi kita akan digenapi, sebab dengan demikian kita bisa belajar utk sabar dan tekun didalam penantian,... tetap setia kepada Tuhan sekalipun kita belum melihat dan belum menerima janji - janji-Nya. 
Masa-masa penantian yang tidak menentu dan seperti tidak berujung akan membuktikan kemurnian iman percaya kita... Tapi justru melalui penantian yang tidakk berujung inilah, kita belajar untuk percaya dan berserah total...

‎Perjalanan Yusuf ke tahta perdana menteri atas seluruh Mesir dimulai dari dihianati oleh saudara-saudara kandungannya sendiri, kemudian dijual dipasar budak, lalu di fitnah dan dijebloskan ke dalam penjara,... sampai akhirnya kebaikannya didalam penjarapun dilupakan... Sebagai manusia biasa, apalagi sebagai seorang muda, pasti Yusuf kecewa dan mungkin saja dia protes kepada Tuhan.... Setelah membaca Morning dew ini, coba dengarkan nyayian jeritan hati Yusuf yang diangkat film cartoon anak anak ini, ada begitu banyak pertanyaan di hati dan pikiran Yusuf, kenapa saya dihianati?.... Apa kesalahanku?... dimana keadilan Tuhan?.... kenapa semua ini terjadi?... 
Tapi kemudian lagu ini mengumpulkan, "You know better than I... Engkau lebih tahu daripada aku sendiri..."

Tidak pernah dipikiran oleh Yusuf bahwa selama 13 tahun kebaikannya dilupakan oleh juru minum raja, teryata ditahan oleh tangan Tuhan untuk satu hari berharga. Coba perhatikan kembali ayat ini:

Ayat 9: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu...." Menyebutkan kesalahan apa? KJV menjelaskan dgn lebih tepat:
Genesis 41:9 "Then spake the chief butler unto Pharaoh, saying, I do remember my faults this day... - ‎aku teringat akan kesalahanku?..."

Tiba tiba, setelah lewat 13 tahun, juru minum raja baru teringat akan janjinya untuk membalas kebaikan Yusuf... itu sebabnya dia berkata, "Aku sekarang teringat akan kesalahanku..." ‎Tuhan ijinkan kebaikan Yusuf dilupakan sekian lama, sebab bagi Tuhan, semua itu seperti gandum yang sengaja disimpan, ditabung di lumbung Tuhan dan akan baru dikeluarkan pada masa paceklik ketika benar-benar dibutuhkan... Bukankah Firman-Nya berkata:  di Mazmur 56:9 "...Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu..." Seharusnya anggur yg berharga lah yang disimpan didalam kirbat, tapi tangisanmu,... jeritanmu, doa doamu, sengaja disimpan didalam kirbat-kirbat Tuhan, sebab bagi Dia, itu berharga dan akan dikeluarkan pada saat sungguh-sungguh dibutuhkan dan pada waktu-Nya sendiri. Itulah yang terjadi bagi Yusuf,...

Seandainya setelah keluar langsung kebaikan Yusuf dibayar dengan dibebaskan saat itu juga, maka kemungkinan besar Yusuf hanya akan menjadi gembala domba domba Yakub, kemudian ketika paceklik datang, Yusuf dan seluruh keluarga Israel akan mati... Bisakah engkau melihat keajaiban Tuhan didalam semua itu? Itulah kedaulatan Tuhan...

Dengarkan lagu tangisan Yusuf ini, lalu ambil waktu utk bersyukur...
Jesus loves you and so do i...

dibuat pada : 2018-03-26 02:04:09

Jumat, 23 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 39:1, 6-8, 11-13 "Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 
Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah.
Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,..." 

Apa yang dikerjakan Yusuf ketika digoda oleh istri Potifar adalah sesuatu yang berbeda total dengan apa yang Firman Tuhan ini katakan:
‎Yakobus 4:7 "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

‎Kenapa Yusuf tidak melakukan Firman Tuhan dengan melawan serangan iblis lewat istri Potifar? Inilah kebenaran yang perlu kita fahami, dalam hal godaan yang diarahkan terhadap kita lewat godaan lawan jenis, tidak ada solusi lain selain LARI DAN TINGGALKAN!!!

Jangan pernah merasa sok kuat atau berargumentasi apapun tentang godaan yang seprti ini, saudara dan saya pasti tidak akan kuat... cukup tinggalkan dan bila perlu, jangan bergaul lagi dengan penggoda penggoda yang akan menyesatkan dan menjerumuskan kita nantinya... Godaan yang seperti ini tidak bisa ditengking, tidak bisa dilawan dengan bahasa Roh atau di doa puasakan, cukup ditinggalkan, dan itulah cara yang Firman Tuhan ajarkan. 

Terlalu banyak contoh hamba-hamba Tuhan yang bolak balik jatuh dalam. Hal yang satu ini karena merasa kuat terhadap serangan dosa seperti ini... justru bahayanya, serangan ini menyenangkan dan sangat kita harapkan, jika kharaktermu kerdil, maka saudara tidak akan lagi merasa ini sebagai sebuah serangan tapi seperti sebuah kelegaan yang membawa kenikmatan...

Apa yang Yusuf lakukan dlm hal ini? Yusuf pertama tama menghindari untuk berada di tempat tertentu sendirian dengan wanita yang bukan istrinya, coba lihat ayat ini: Kejadian 39:11-12 " Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah.
Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar..."
---> Terhadap itulah sebenarnya Yusuf lari... Inilah juga rahasia yang Billy Graham katakan bagaimana dia bisa bertahan dan berhasil menyelesaikan tugas panggilannya untuk finishing well sampai usia 99 tahun tetap dengan setia tanpa harus jatuh dalam dosa perzinahan, sebab Billy Graham berkata: " saya menghindari untuk berada di ruangan tertutup berdua dgn wanita lain selain istri dan anak anak saya...

Kedua, Yusuf tidak mengandalkan kekuatannya untuk sok kuat, dia lari kepada Tuhan dengan menjauhi dosa, itulah takut akan Tuhan...

Pagi ini, Firman TUHAN ingatkan kita untuk pergi dan tinggalkan dosa perzinahan, perselingkuhan,... semua itu tidak datang tiba tiba, kita harus berjaga dengan lari menjauh...

Smile for its Friday,  
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-23 02:35:37

Kamis 22 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 36:6-8 "...Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ternaknya, segala hewannya dan segala harta bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu. 
Sebab harta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penumpangan mereka tidak dapat memuat mereka karena banyaknya ternak mereka itu.
MAKA MENETAPLAH ESAU di pegunungan Seir; Esau itulah Edom..."

Kemudian bandingkan dengan ayat ini di pasal selanjutnya:

Kejadian 37:1 "Adapun Yakub, IA DIAM DI NEGERI PENUMPANGAN  ayahnya, yakni di tanah Kanaan..."

---> Setelah Ishak bapa kedua anak kembar ini, yaitu Esau dan Yakub mati dan dikuburkan, sungguhlah terjadi sesuatu yang sangat menarik, 2 bangsa yang dinubuatkan Tuhan kepada Ribkha ibu mereka hari itu dengan ditandainya kematian Ishak benar benar terjadi...

Tanpa dimengerti, Esau memilih untuk pergi meninggalkan tanah Kanaan yang sebenarnya adalah tanah perjanjian yang diberikan Tuhan kepada Abraham, dan Ishak ayah mereka,... pergi ke pegunungan Seir. Di sanalah Esau menetap dan menjadi bapa bangsa Edom‎, itulah yang hari ini kita kenal sebagai kerajaan Jordania yang terletak disebelah timur sungai Yordan. 

2 hal penting yang perlu kita cermati dari apa yang Esau putuskan dan dicatat didalam Firman Tuhan:

Pertama, ketika Esau memilih untuk pergi meninggalkan 'tanah perjanjian', sebenarnya dengan tegas Esau menyatakan bahwa hak kesulungan yang dijanjikan Tuhan dan warisan Abrahamic Covenant itu dia tolak dan dia serahkan kepada adiknya Yakub yang memilih untuk tetap tinggal di negri penumpangan ayahnya Ishak dan Abraham...‎ Abrahamic Covenant itu melekat dengan tempat dimana berkat dan janji Tuhan itu akan berlaku baginya. Apa yang menjadi dasar Esau memutuskan untuk pergi ke pegunungan Seir? Ayat 7 di Kejadian 36 diatas menyatakan karena terlalu banyaknya hartanya...ternaknya... Pergi ke pegunungan Seir itu alasan yang paling masuk akal, sebab di pegunungan itulah terdapat banyak rumput hijau dan mata mata air. Harta menjadi alasan mengapa Esau memilih untuk melepaskan hak kesulungan, dan kali ini tanpa dipaksa atau tanpa diminta, dia sendiri yang terlebih dahulu memutuskan,... sehingga Yakub harus tetap tinggal di Kanaan, di tanah perjanjian...

Kedua, kepergian Esau ke pegunungan Seir itu disebut di Kejadian 36 sebagai "menetap di sana...", sedangkan tinggalnya Yakub di Kanaan disebutkan sebagai "menumpang di sana..."‎. Saya percaya bukan kebetulan Alkitab mencatat hal ini, tapi hal ini menegaskan tentang posisi hati manusia dalam cara kita memandang dunia ini dan segala isinya. Jika engkau menganggap dunia dan semua kekayaannya itu kekal, maka pandanganmu adalah engkau akan menetap dan mendahulukan hal itu diatas segalanya... namun jika pandanganmu terhadap dunia dan segala isinya itu tidak kekal, maka engkau akan melihat hal itu sebagai sementara... Hal ini terus menerus dipegang oleh Yakub, bahkan ketika dia berhadapan dengan Firaun untuk menyusul Yusuf anaknya yang telah menjadi orang kedua di Mesir, terhadap Firaun Yakub berkata demikian: Kejadian 47:9 "Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." Pandangan Yakub terhadap hidup dan segala kemegahannya adalah sementara, sedangkan pandangan Esau terhadap semua kekayaan hidup adalah kekal...

Bagaimana dengan pandangan saudara terhadap hidup dan segala kemegahan dan kesenangannya? Sederhana saja, ‎apa yang engkau perjuangan habis habisan, yang dipertahankan dan dipegang erat erat, itulah yang kekal bagimu... bagaimana posisi hatimu dengan uang? Atau dengan hobimu? Atau dengan kesukaan kesukaanmu? Atau dengan dosa tersembunyi yang terlalu manis untuk dilepaskan?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-22 17:15:29

Rabu 14 Maret 2018


Kejadian 35:1-5 "Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu."
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar..."

Setelah mengalami banyak jatuh bangun dan malapetaka di Sikhem, Tuhan kembali berpesan dan mengingatkan Yakub untuk kembali ke Bethel dan membangun mezbah disana...
Untuk hal itu, maka sekarang Yakub berpesan kepada seluruh anggota keluarganya untuk menjauhkan dewa dewa asing yang ada ditengah tengah mereka...

Pagi ini, kita akan belajar satu kebenaran, yaitu:
"Ketaatan untuk hidup didalam kekudusan dan kebenaran, hanya akan memperpanjang malapetaka dan kehancuran..." Itulah intisari perenungan kita pagi ini.

‎Yakub sebagai kepala rumah tangga dan seorang hamba Tuhan, dia tahu persis bahwa ternyata ada 'dewa dewa asing' didlm rumahnya atau pada keluarga besarnya, tapi dia tunggu sekian lama sampai ketika TUHAN bicara kepada nya untuk pergi ke Bethel untuk membangun mezbah disana, barulah dia sadar bahwa dia tidak mungkin ke Bethel tanpa membersihkan semua berhala berhala yang ada pada rumah tangga-nya. Bagaimana Yakub sebagai imam dan hamba Allah tahu bahwa masih ada berhala berhala didalam rumah tangga-nya? Saya hanya teringat satu peristiwa yang membuktikan hal tersebut, ditulis di 
Kejadian 31:26, 30, 34-35 demikian:

"...berkatalah Laban kepada Yakub: "Apakah yang kauperbuat ini, maka engkau mengakali aku dan mengangkut anak-anakku perempuan sebagai orang tawanan?
Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?"
Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan memasukkannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atasnya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya.
Lalu kata Rahel kepada ayahnya: "Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid." Dan Laban mencari dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu."

Pertanyaannya, sekalipun ada kurun waktu yang cukup lama dari saat Rahel menyembunyikan 'berhala atau terafim' milik Laban ayahnya, sampai ketika Yakub sudah menetap di Sikhem dan setelah malapetaka terjadi terhadap keluarga Yakub, barulah Yakub disadarkan kembali ketika TUHAN berkata, kembali ke Bethel... Kenapa Yakub menunda nunda waktu untuk membiarkan berhala tetap ada didalam rumah tangga-nya sekian lamanya?...

Ada beberapa kemungki‎nan, tapi yang paling menonjol yang saya perhatikan adalah cinta Yakub terhadap Rahel istrinya... begitu besarnya cinta Yakub terhadap Rahel sampai sampai Yakub tidak lagi dapat berfungsi sebagai imam didalam rumahnya sendiri. Bukankah Yesus mengajarkan 2 hukum yang terhadapnya, semua kitab kitab para nabi tergantung, yaitu:
Kasihi Tuhan Allah mu.... sebagai hukum yang pertama dan terutama, juga
Kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri sebagai hukum yang kedua,
 Posisi kedua hukum ini tidak pernah boleh dibolak balik, sebab jika kita bolak balik, maka kehancuran lah yang akan terjadi... Seandainya Yakub lebih mengasihi Allahnya, tidak perlu dia membiarkan berhala berhala itu tetap ada pada istrinya selama itu, sebab kasihnya kepada Allahnya lebih utama dari semuanya...

Yakub menunda nunda hal itu, akibatnya kehancuran besar di Sikhem terjadi atas keluarganya (Kejadian 34)...
‎Para imam, para hamba-hamba Tuhan dan semua anak-anak Tuhan, lakukan kebenaran dan hidupi ‎Para imam, para hamba-hamba Tuhan dan semua anak-anak Tuhan, lakukan kebenaran dan hidupi hidup yang Kudus tanpa ditunda tunda lagi, sebab semua penundaan itu hanya akan menambah dan memperpanjang kehancuran... Penundaan untuk hidup benar dan kudus sering kali karena cinta kita terhadap dosa itu sendiri... ada hobby yang menyesatkan yang sangat kita cintai, sehingga kita terus berharap bisa mengiring Tuhan dan tetap mengerjakan hobby tersebut... Ada pergaulan atau hubungan yang sesat atau tidak berkenan dihadapan Tuhan, tapi hubungan tersebut terlalu manis untuk diputuskan,... Ada usaha dan praktek praktek usaha yang terlalu menggiurkan keuntungannya, sehingga kita tunda tunda untuk hidup benar,... Apapun bentuknya, putuskan sekarang... jangan perpanjang kehancuran,


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-21 01:08:28

Selasa 20 Maret 2018

Kejadian 31:1-7 "Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya."
Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya. 
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau." 
Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya, 
lalu ia berkata kepada mereka: "Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.
Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu. 
Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku..."

Sering kali, ketika TUHAN memproses dan membentuk karakter seseorang, Tuhan ijinkan kita melewati proses dan ukuran yang sama yang kita kenakan kepada orang lain. Bukankah Firman Tuhan sendiri katakan di
Matius 7:2 demikian: "... Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Yakub diberi nama itu oleh ayahnya sebab ketika dia lahir, tangannya memegang tumit kakak-nya Esau, seakan akan dia hendak menghalang-halangi Esau untuk lahir duluan, itulah arti nama Yakub, 'the heel grabber - yang memegang tumit'.

Sepanjang umur hidupnya, Yakub hidup untuk menghidupi arti namanya, dia menjadi penipu dan pembohong, dia bahkan menerima penumpangan tangan ayahnya akibat hasil tipuan-nya... Lalu benarkah orang-orang yang seumur hidupnya sudah bobrok dan hancur tidak bisa lagi dipulihkan? Alkitab penuh dengan serentetan nama nama orang-orang yang hidupnya telah hancur namun kemudian dipulihkan, bahkan silsilah kelahiran Yesus dari Abraham, kita akan menemukan begitu banyak nama nama orang yang hancur hidupnya, ada penipu, ada pembunuh, ada pelacur, ada pezinah dan masih banyak lagi... toh mereka bisa dipulihkan hidupnya. 

Tapi yang menjadi perenungan kita pagi ini adalah cara bagaimana Tuhan memproses hidup orang-orang demikian seperti Yakub‎... Yakub adalah penipu sepanjang hidupnya sampai dia bertemu Tuhan dan dipulihkan, tapi sebelum dia bertemu Tuhan, Tuhan memproses dan membentuk hidup Yakub sang penipu dengan cara dia ditipu oleh mertuanya sendiri sampai 10 kali, coba perhatikan lagi ayat ini, terhadap istri istrinya Yakub berkata demikian:
"...Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu. Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku..."‎
---> Dalam hal inilah hukum tabur tuai berlaku untuk memproses dan membentuk Yakub, sebelum dia diberkati dan disebut namanya menjadi Israel... Jangan lupa, ada pribahasa Inggris kuno yang berkata "IT'S PAY DAY SOMEDAY... ‎ada hari dimana kita harus bayar harga-nya satu kali nanti..."

‎Saya menemukan Firman Tuhan itu sangat konsisten dengan hal ini, ingat masalah Daud? Daud adalah pezinah yang melecehkan perasaan dan harga diri orang lain dengan mengambil istrinya seenaknya sendiri, bagi Daud, nabi Natan berpesan:
‎2 Samuel 12:7, 9-12 "Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri.Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.  

Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."


Dan persis seperti demikian, ‎Absalom di 2 Samuel 16, seorang anak Daud, meniduri istri istri Daud didepan mata semua orang Israel tanpa memperhatikan kekudusan Tuhan, sebab Daud melakukan hal yang sama terhadap Betsyeba istri Uria...


‎Saudaraku, jika kita terus menerus bermain main diarea dimana kita lemah dan sering jatuh, hati hati sebab itu sama dengan mempermainkan Tuhan... bertobat dan tinggalkan dosa saat ini juga!


Yang sering menipu dan mengambil keuntungan dengan tidak benar, dengan merugikan orang lain, bertobat seperti Zakius dengan mengembalikan yang sudah dia rugikan‎...


Yang sering mempermainkan perempuan seenaknya tanpa rasa takut akan Tuhan, berhenti berbuat dosa, mata TUHAN melihat...


Yang hidup semaunya sendiri, jangan sampai engkau diperlakukan semaunya oleh Tuhan atau orang lain...


Tuhan memang maha pengampun, tapi jangan hidup sembarangan, sebab it's pay day someday....


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-20 09:24:16

Senin 19 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 29:31-35 "...Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. 
Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku." 
Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.
Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi. 
Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi."

Pagi ini, manna yang Tuhan bagikan kepada saya dan saya pungut untuk makanan kita semua keluarga besar adalah hal ini:

"KUASA DARI PENGUCAPAN SYUKUR...."
Kita tahu bahwa bukan karena kesalahan Lea, dia tidak dicintai oleh Yakub suaminya sendiri... Tuhan memperhatikan sekalipun bibir Lea tidak mengatakan apapun, tapi suara hatinya sampai ketelinga Tuhan...
Ayat 31 diatas mengatakan:  "...Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul..."
Lea mengandung dan melahirkan anak demi anak itu karena kebaikan Tuhan, karena Tuhan membuka rahimnya...

Anak pertama Lea lahir dan diberi nama ‎Ruben, dan ketika Ruben dilahirkan, perkataan bibir Lea adalah: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku." 

Kemudian anak kedua Lea lahir, perhatikan lagi perkataan bibir Lea: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.

Lalu anak ketiga Lea lahir, dan inilah perkataan bibirnya: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.

Bisakah saudara melihat dan memahami benang merah diantara ketiga anak anak Lea ini? Semuanya terfokus kepada SAYA dan untuk juga demi SAYA... yaitu supaya saya lebih dicintai lagi, tapi semua itu membuat Lea menjadi kecewa, sebab Yakub tidak pernah lebih mencintai Lea sampai Rahel mati...

Tiba tiba, pada anak yang keempat, lahirlah Yehuda, ucapan bibir Lea berbeda, perhatikan ucapan bibirnya: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda...Dan Yehuda adalah anak terakhir dari rahim Lea, Lea berhenti melahirkan anak anak bagi Yakub.

Tahukah saudara apa yang terjadi dengan keempat anak anak Lea itu?
- Ruben satu ketika melecehkan ayahnya sendiri dengan meniduri istri ayahnya, yaitu Bilha gundiknya...(Kejadia 35:22)
‎- Simeon dan Lewi membawa celaka dan membusuk-kan nama Yakub ayahnya dgn melanggar janji dan membunuh orang-orang Kanaan dan orang Feris (Kejadian 34:30)  
- Yehuda sebaliknya adalah anak yang berani mempertaruhkan nyawanya membela Benjamin adiknya demi untuk menyelamatkan nyawa ayahnya yang sudah tua... Kemudian Yehuda-lah yang menerima pengurapan dan warisan Abrahamic Covenant dari Tuhan melalui Israel...

‎Inilah rahasia dari bibir yang mengucap syukur... bukan hanya untuk hari ini, ucapan bibir yang bersyukur akan merubah masa depan mu dan masa depan anak anak mu... Bukan kekayaan dan keahlian yang menentukan masa depanmu, tapi Tuhan sendiri.... Dan Tuhan mencintai hati yang meluap sampai kpd ucapan bibir yang bersyukur... 

Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-19 01:51:00