Morning Dew

Selasa 06 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 1:4-8 "...Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, 
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —  
dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. 
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir yang Tuhan sampaikan kepada kita gereja-Nya. Permulaan dari Kitab Wahyu dimulai dengan ‎perintah untuk disampaikan Shalom kepada ke tujuh jemaat Tuhan di Asia Kecil yang sesungguhnya mewakili kita semua...

Shalom atau salam dari Tuhan kepada jemaat jemaat-Nya berisi tentang pernyataan Roh yang melukiskan satu kebenaran bahwa ‎ada hidup setelah kematian sekalipun... Hidup ini tidak berakhir hanya karena kita menghembuskan nafas yang terakhir. 

Pada nantinya, ketika Yesus datang kembali untuk kedua kalinya, semua orang akan melihat kemuliaan-Nya, bahkan, ‎juga termaksud orang-orang yang telah menikam atau menusuk Dia... coba perhatikan ayat ke 7 dari wahyu 1 ini:  Wahyu 1:7 "...Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin."

Saudaraku, tidak dikatakan 'juga dia (maksudnya Yudas Iskariot saja) yang telah menikam Dia, tapi dikatakan 'juga mereka yang telah menikam Dia...'
Ternyata ada orang-orang yang hidup dan selama hidupnya digunakan untuk menghabisi dan menikam Yesus,... mereka menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya... Siapakah dan bagaimanakah mungkin Yesus dapat di tikam untuk kedua kalinya? PENGHIANATAN... itulah cara manusia menikam dan menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya...

Yesus disalibkan bukan oleh para serdadu Romawi, bukan oleh paksaan keputusan Pilatus, tapi oleh dosamu dan dosaku, itulah yang membuat Dia tegantung di kayu Salib, dosa adalah penyebab kematian Yesus diatas kayu Salib...

Yesus adalah Allah, Dia Tuhan yang maha sanggup untuk melakukan segala galanya, tapi aneh jika saudara perhatikan selama Dia hidup dibumi... Dia ternyata harus meminta atau memohon sesuatu... Dia sanggup mengampuni dosa, bahkan Dia sendiri mengatakan di Lukas 5:24 (a) "...Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa", tapi aneh bahwa setiap kali Dia selesai menyembuhkan dan mengampuni dosa seseorang, Dia selalu berkata: 'pulang dan jangan berbuat dosa lagi... go and sin no more...' Kenapa Yesus harus berpesan spt itu? Bukankah Dia mampu mengampuni dosa? Kalau toh mereka berdosa lagi, Dia masih sanggup dan berkuasa untuk mengampuni dosa-nya lagi... lalu kenapa Dia harus memohon seperti itu?

Ingat, ada dosa yang dimengerti sebagai dosa penghianatan, dosa mempermainkan kasih karunia Allah... Orang-orang yang telah menerima penebusan, telah diampuni dosanya, tapi secara sengaja untuk terus menerus hidup mempermainkan dan menganggap murahan karya pengampunan Allah baginya, itulah dosa penghianatan, dosa yang menikam Dia untuk kedua kalinya... Pada jaman akhir, semua orang termaksud mereka yang telah ditebus tapi memilih untuk menghianati Dia berkali kali, memilih untuk menikam Dia kembali,‎ mata mereka akan melihat Dia di dalam kemuliaan-Nya... bayangkan perasaan dan isi hati mereka, tahukah saudara bagaimana isi hati mereka? 

Di provinsi Hunan‎ didataran China, ada sepasang suami istri yang baru saja menikah... Sang istri tidak cantik bahkan tergolong buruk rupa tapi dia anak seorang bangsawan kaya raya, suaminya adalah anak seorang karyawan bangsawan tersebut, jadi anak bawahannya, tapi anak muda itu gagah dan tampan rupanya... Karena pernikahan itu diatur oleh orang tua mereka dimana sang bangsawan rela memberikan anak gadisnya kepada anak seorang karyawannya karena anak gadisnya buruk rupa dan anak karyawan tersebut tampan. Mereka akan mewarisi kekayaan sang bangsawan... beberapa tahun kemudian, matilah sang bangsawan, dan anak muda tampan itu menguasai seluruh kekayaan dan usaha mertuanya...

Masalah mulai timbul, sang istri yang buruk rupa tapi berhati mulia disia siakan... bahkan diperlakukan dengan kasar... sedemikian kasarnya, sampai akhirnya suami muda itu mengambil seorang istri lagi yang cantik dan memperlakukan istri pertamanya sebagai pembantu yang menyiapkan makanan dan kebutuhan mereka... istri yang buruk rupa dengan setia melayani suami dan istri mudanya... 

Satu ketika, dalam satu kecelakaan, mata sang suami menjadi rusak dan harus dioperasi atau menjadi buta seumur hidup...‎ singkat cerita, operasi berjalan baik dan pada hari hasil operasi mata akan dibukakan dan sang suami akan mampu melihat kembali, seluruh keluarga ada di samping tempat tidur suami tersebut. Ketika matanya dibukakan, dia melihat istrinya yg cantik ada disampingnya bersama dgn anak anak mereka... lalu jauh dibelakang, istri yang buruk rupa duduk terbalut matanya... Baru kemudian diberitahu bahwa mata istrinya yang buruk rupa itulah yang dia pakai untuk melihat saat ini...

Coba bayangkan dan renungkan,... tempatkan diri kita sebagai suami yang tampan, yang melihat dengan mata yang dia terima dari istri yang dia sia siakan, dia hianati selama ini?.... semua yang ada sebenarnya adalah milik sang istri yang buruk rupa, bukankah itu harta milik ayah dari istri yang buruk rupa?... bahkan mata yang dia pakai untuk melihat adalah mata dari istri yang buruk rupa,... tapi hari itu, dia harus membuka matanya untuk melihat wajah pribadi yang selama ini dia sia siakan, dia hianati, dia tikam untuk kepentingannya sendiri...

Jika hal itu terlalu sulit dan mengganggu hati nuranimu, puji Tuhan,... berarti hati nuranimu masi‎h berfungsi... Tapi saya khawatir ada beberapa orang yang bahkan tidak terganggu sama sekali dengan pemandangan seperti itu... bertobat dan pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi di dalam hidupmu, sebab Yohanes dipulau Patmos berkata, akan tiba waktunya, semua mata akan melihat Dia... termaksud mereka ysng telah menikam Dia...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-06 01:56:21

Senin 05 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Yudas 1:3-4, 11-12 "...Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. 
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali..."

Pagi ini melalui kitab Yudas, kita belajar tentang pribadi-pribadi yang sengaja masuk ke dalam bilangan orang-orang percaya untuk mengacaukan dan memporak porandakan gereja Tuhan bahkan juga kehidupan anak-anak Tuhan lainnya. ‎Pribadi-pribadi perusak tersebut diibaratkan seperti Kain, Bileam, dan Korah.

Apakah persamaan dari ketiga pribadi tersebut di dalam sejarah, pada generasi yang berbeda?... satu persamaan yang nyata adalah: 'bergerak atas nama TUHAN dengan dasar yang terkutuk!...' Itulah persamaan dari ketiganya.
- Bileam dikuasai kerakusan untuk bergerak dan bernubuat atas nama Tuhan Allah Israel untuk dan demi kerakusannya sendiri‎...
- Korah menggerakkan ratusan orang-orang ternama untuk merebut kekuasaan dari Musa demi memenuhi ambisi kerakusannya sendiri...
- Lalu Kain, bukankah Kain hanya mempersembahkan korban bakaran? Dan pada waktu itu, belum ada Taurat Musa yang mengajarkan bahwa persembahan korban bakaran itu harus dari binatang kosher yang tercurah darahnya... sehingga Kain mempersembahkan apa yang dia miliki, yaitu ‎korban dari hasil tanahnya... Inilah catatan Firman Tuhan tentang hal itu:
Kejadian 4:3-5 "...Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  
tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

---> waktu sekolah minggu dulu, saya pernah diajarkan oleh seorang guru sekolah minggu bahwa Kain mempersembahkan sayur-sayuran busuk... atau buah yang tidak baik kepada Tuhan, sehingga korban bakarannya tidak diterima Tuhan. Hal itu sama sekali tidak dituliskan di dalam Firman Tuhan, dan itu hanyalah interpretasi semata mata yang tidak berdasar sama sekali. Namun yang benar adalah, Kain mempersembahkan hasil dari tanahnya‎... sedangkan kita tahu bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa, tanah itu menjadi terkutuk... Jika kemudian Kain mempersembahkan sesuatu dari hasil tanahnya, bukankah itu berarti dia mempersembahkan hasil dari hal yang terkutuk?

Pagi ini saudara ku, perhatikan perkataan Firman Tuhan ini, ada penyesatan diantara anak-anak Tuhan yang menghalalkan segala cara demi untuk mendapatkan keuntungan. Kemudian gereja menjadi begitu tumpulnya akan kebenaran, selama gereja diuntungkan, selama persembahan dan persepuluhan itu masuk ke dalam gereja, dari hasil yang benar atau tidak benar, itu bukan masalah... Ciri-ciri yang nyata dari hal ini adalah berita yang keluar dari atas mimbar, perhatikan berapa banyak dan berapa sering berita tentang persembahan, persepuluhan, buah sulung, dan lain lain diberitakan dibandingkan dengan berita kekudusan dan hidup di dalam kebanaran?...seakan akan hampir seperti ingin disampaikan: 'hasil dari masa itu tidak penting, yang penting kembalikan persepuluhan dan buah sulung...' Hati-hati dengan kompromi yang menyusup diantara perkumpulan anak-anak Tuhan... Kebenaran adalah kebenaran, jangan bawa barang yang terkutuk ke dalam rumah tanggamu sendiri, juga jangan bawa ke dalam rumah TUHAN, yaitu hidupmu, bukankah tubuhmu adalah bait Allah?


Perhatikan makanan, tindakan, perkataan yang kita bawa ke dalam hidup kita sendiri, adakah itu dari hal-hal yang terkutuk? Bawalah perkara-perkara yang mulia ke dalam hidupmu, ke dalam hati dan pikiranmu seperti yang Firman Tuhan ajarkan:

Filipi 4:8 "...Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-02-05 02:59:52

Jumat 02 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
3 Yohanes 1:9-12 "...Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar..."

Di dalam setiap jemaat Tuhan di dalam satu gereja lokal, pasti ada yang disebut 'biang kerok atau bad apple', tapi ada juga yang digolongkan sebagai 'catalyst atau motor penggerak kearah yang baik', dan umumnya ‎biang kerok itu tidak banyak, dan catalyst juga tidak banyak,... yang banyak adalah team horeee atau pengikut dan pengembira... Terkadang team horeee bisa ikut biang kerok, tapi terkadang bisa ikut kepada Catalyst, tergantung yang mana yang lebih dominant dan lebih meyakinkan atau lebih menyenangkan...

Dalam pelayanannya dimasa tuanya, rasul Yohanes menemukan figure seperti Diotrefes yang tidak lain adalah apple busuk atau biang kerok, tapi ditempat yang sama, Yohanes juga menemukan Demetrius seorang catalyst yang menggerakkan jemaat menuju ke arah yang baik, yang memulai pergerakan perubahan ke arah yang benar, yg hidupnya menjadi kesaksian.

Ciri-ciri apple busuk adalah dia harus tularkan agar semua apple disekelilingnya jadi busuk... Diotrefes menuntut perhatian atau menuntut untuk lebih diperhatikan, jika tidak disapa atau tidak diperlakukan cukup ramah, type apple busuk akan mengeluarkan bau busuknya... lalu mulai meleter atau mengata ngatai semuanya termaksud gereja, gembala, mungkin akhirnya Tuhan sendiri di cela... itu type apple busuk...

Type catalyst adalah memberi kesaksian, bahkan, coba lihat perkataan Firman Tuhan diatas sekali lagi:
3 Yohanes 1:12 "...Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, MALAH KEBENARAN SENDIRI MEMBERI KESAKSIAN YANG DEMIKIAN. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar."

Dapat kah saudara melihat keanehan tersebut? KEBENARAN sendiri memberi kesaksian yang demikian... Siapakah KEBENARAN itu sendiri? Bukankah itu YESUS KRISTUS sendiri? Dan dengan tegas Yohanes mengatakan, bagi seorang yang tergolong type Catalyst, Kristus sendiri memberikan kesaksian tentang orang tersebut...‎ Saudaraku, pada satu ketika, orang-orang yang bersikap dan berkharakter seperti Demitrius, seorang catalyst yang mengerjakan dan mendorong yang lainnya kearah hidup yang berkenan kepada Tuhan akan melihat bukan sekedar pembelaan Tuhan, tapi keberpihakan Tuhan secara langsung, dimana orang lainpun akan melihat dan menyaksikan bahwa Tuhan berpihak dan membela dia...

Pagi ini, saudaraku, nasehat Firman Tuhan bagi semua kita adalah, berhenti menjadi biang kerok atau apple busuk yang menuntut perhatian dan menyebarkan kebusukan di dalam lingkungan kita...

Jadilah seperti seorang Demitrius yang satu ketika akan melihat pembelaan dan keberpihakan Tuhan sebab hidupnya adalah seperti satu catalyst yang menggerakkan perubahan kearah yang baik...

Jika engkau selama ini hanya berfungsi sebagai team horeee, cepatlah berubah dan ikuti jejak Demitrius yang hidupnya memberkati orang lain. Team horee‎ tidak akan mampu bertahan lama... mudah bimbang dan mudah diombang ambingkan.

Smile, it's Friday, 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-02 02:39:59

Kamis 01 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ini : 
1 Yohanes 5:21 "Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala..."

Perkataan singkat ini adalah kesimpulan dan dorongan rasul Yohanes di bagian terakhir dari suratnya yang pertama kepada jemaat-jemaat Tuhan. Yohanes menempatkan dirinya bukan sebagai rasul, tapi sebagai bapa kepada anak-anak rohaninya yang mengingatkan dan mendorong anak-anak rohaninya untuk menjaga sungguh untuk menghindari yang satu ini, yaitu 'berhala-berhala...' ‎Terjemahan KJV berkata: "...keep yourselves from idols. Amen - jauhkan dirimu dari berhala-berhala.."

‎Ini nasehat sederhana tapi sungguh benar dan sangat bermanfaat. Yohanes yang sudah mulai menua, sebagai bapa dia tahu persis bahaya dari berhala... Berhala itu mengikat, berhala itu merampas keinginan kita, berhala itu tidak akan berhenti sampai dia puas menghabisi kita, sebab tujuan berhala adalah kehancuran dan kebinasaan kita ... Perhatikan perbedaan yang sangat mendasar dari Tuhan dan berhala: Yohanes 10:10 "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Tuhan itu memberi hidup dengan kelimpahan tujuan Tuhan di dalam hidup tersebut, berhala itu sama seperti pencuri, dia tidak akan berhenti sampai engkau hancur dan binasa... itulah perbedaannya!

Inilah yang perlu kita renungkan‎ pagi ini... Berhala berhala itu tidak selalu dalam rupa sebuah patung mengerikan yang kita sembah, tapi segala sesuatu yang mengikat, yang merusak dan tidak akan berhenti sampai kita hancur atau berhala itu yang kita hancurkan terlebih dahulu...
Coba renungkan, adakah hal-hal di dalam hidupmu yang telah berfungsi dan bermanifestasi seperti berhala?... apa yang telah mengikat hidupmu sehingga kita tidak bisa bergerak sesuai rencana Tuhan? 
Apakah itu tidur nyenyak dan kemalasan sehingga kita tidak bisa bangun pagi uuntukk berlutut dan bersyukur untuk hari itu kepada Tuhan Allah kita?...

Apakah iming-iming keuntungan besar begitu mempesona kita sehingga kita lebih focus kepada keuntungan dari pada kepada Tuhan sendiri dan orang lain?

Atau mungkin bahkan keluarga dan hobi kita begitu berharganya sampai kita abaikan semua yang lain? ‎Terkadang, bahkan pelayananpun bisa menggantikan Tuhan dihati kita, sebab pelayanan menghasilkan sesuatu, dan Tuhan dianggap nomor 2. Ada begitu banyak pelayanan yang hancur sebab memang sudah tidak ada lagi Tuhan disitu... yang ada hanyalah ritual ritual agamawi...

Ada seorang raja Yehuda bernama Hizkia yang mendobrak praktek-praktek penyembahan berhala pada jaman-nya. Tahukah saudara apa bentuk berhala yang dihancurkan oleh Hizkia? Ular tembaga yang dahulu dipakai oleh Musa untuk mendatangkan kesembuhan dari gigitan ular beludak, sehingga bangsa Israel tidak perlu binasa... lihat ayat ini: 
2 Raja-raja 18:3-4 "...Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan."
---> Bayangkan sebentar, ular tembaga yang dahulu menjadi simbol kebangunan rohani besar, yang dahulu menjadi alat dan sarana pekerjaan Tuhan untuk mendatangkan kesembuhan, tapi setelah sekian ratus tahun, oleh bangsa Israel disimpan dan disembah sembah seperti layaknya menyembah Tuhan, sedangkan Tuhan sendiri terlupakan... Mereka membakar korban bagi ular tembaga tersebut, sama seperti yang mereka lakukan terhadap Yahweh, mereka bahkan memberi nama terhadap ular tembaga tsb yaitu Nehustan...
Bukankah praktek-praktek penyembahan terhadap 'nehustan' masih dilakukan banyak gereja sampai hari ini... gereja menyembah denominasi,... menyembah hamba-hamba Tuhan yang haus untuk dijilati... menyembah organisasi atau menyembah apapun yang bukan Tuhan sendiri.

Sekali lagi, perhatikan nasehat penting yang keluar dari hati seorang rasul yang menempatkan diri sebagai bapa:
1 Yohanes 5:21 "Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala..."

Jesus loves you and so do I


dibuat pada : 2018-02-01 01:51:31

Rabu 31 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Yohanes 2:3-6 "...Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

Pengenalan akan Tuhan tidak ditunjukan atau di buktikan dari berapa besar kalung salib yang engkau pakai, atau model pakaianmu, atau bahkan pernyataan mu ketika engkau berada di dalam gereja atau dilingkungan anak-anak Tuhan, tapi surat Yohanes diatas dengan tegas menyatakan bahwa pengenalan akan Allah itu dibuktikan dari apakah kita menuruti perintah-perintah-Nya atau tidak...‎ Sebab dikatakan: "...Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya..."

Kita baru akan melihat keajaiban Tuhan dan kuasa-Nya ketika kita berani melangkah untuk melakukan Firman-Nya, bukan sekedar mengetahui Firman tersebut... sebab ada kuasa dan keajaiban ketika saudara dan saya berani belajar untuk melangkah menghidupi Firman Tuhan itu. 

Coba perhatikan ayat-ayat ini:
 Mazmur 104:7-9 "...Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka. 
Batas Kau tentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi..."

Coba renungkan sebentar apa ysng baru saja saudara baca di Mazmur 104, bukankah itu sama sekali tidak masuk akal? Ketika kita masih sekolah dulu, kita belajar hukum gravitasi, dimana air dan benda-benda lainnya semua turun kebawah sampai jika memungkinkan, turun kebawah bumi. Tidak ada, apalagi air yang naik ke atas gunung, yang ada adalah air itu turun ke bawah kaki gunung. Tapi Firman Tuhan di ayat 7 & 8 di atas berkata: "...Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka." kenyataannya, kita sungguh menemukan air di mata mata air di atas gunung ysng sampai meluap-luap keluar lalu turun lagi sebagai air terjun kebawah kaki gunung... bagaimana air itu bisa naik ke atas puncak gunung? 
---> sederhana saja, sebab TUHAN ber Firman menetapkan tempat kearah mana mereka harus bergerak...!

Jika air saja mampu mengerjakan yang tidak masuk akal menjadi biasa, hanya karena taat kepada Firman Tuhan, sebab air mengenal Pencipta-nya, hal yang sama juga akan terjadi bagimu dan bagiku, jika kita sungguh-sungguh mengenal Allah kita, maka kita akan taat melakukan Firman-Nya! 

Lakukan dengan setia Firman Tuhan yang sudah engkau dengar... sebab Allahmu setia!
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I  

dibuat pada : 2018-01-31 02:17:12

Selasa 30 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Yohanes 1:5-10 "...Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita..."

‎Yohanes adalah salah satu dari 12 murid Yesus yang paling dekat dgn Yesus... Yohanes bahkan seperti anak kecil, mungkin Yohanes adalah yang termuda diantara semua murid-murid-Nya... sehingga dia bertindak dan bertingkah seperti seorang anak bungsu yang manja dan suka dekat dengan papahnya.

Yohanes sering membaringkan kepalanya didada Yesus dan persis seperti layaknya seorang anak bungsu yang manja, dia mendengar detak jantung papahnya... Dan dari semua yang dia belajar dari Bapanya, yaitu Kristus sendiri, inilah kesimpulan yang berhasil dia dapat dan bagikan kepada kita semua :
"...Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.‎.. (1 Yoh 1:5)"

Berdasarkan kebenaran ini, Yohanes menerangkan lebih lanjut bahwa jika seseorang menyatakan dirinya ada didlm Kristus, maka dia tidak akan hidup di dalam kegelapan... tidak akan hidup di dalam dosa... Tapi apakah mungkin seorang manusia hidup tidak berdosa sama sekali? ‎Ayat 10 kemudian menegaskan: "...Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita..."

Sederhana, tapi pada kenyataannya sangatlah sulit untuk seorang anak Tuhan mengakui dosa kita sendiri... Mungkin mengaku dosa di dalam doa-doa kita itu lebih mudah dari pada mengakui dosa kepada orang lain.‎..

Yang juga sering terjadi adalah pengakuan dosa yang keluar dari emosi belaka, karena kepepet, karena ketangkap basah, ada beberapa orang yang akhirnya mengaku dosa, tapi pengakuan yang seperti ini seringkali tidak jujur dan tidak akan langgeng,... sebentar lagi, ketika ada kesempatan untuk berbuat dosa lagi, dia akan jatuh lagi... sebab pengakuan seperti ini bukan karena terang yang menerangi hatinya, itu hanya sekedar emosi belaka.

‎Di 1 Samuel 24, ketika Daud berada di En-Gedi, disebuah gua disana, Saul mengejar Daud hendak membunuhnya... ada satu kesempatan, dimana Daud bisa dgn mudah membunuh Saul, yaitu di dalam gua ketika Saul sedang membuang hajat, tapi itu tidak dilakukan Daud. Akibatnya, Saul bertobat dan mengaku salah, coba perhatikan perkataan pertobatan Saul:

1 Samuel 24:16-18 "...Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kau tunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku."

Tapi tidak lama setelah itu, di 1 Samuel 26, Saul kembali mengejar hendak membunuh Daud di bukit Hakhila, dan saat itupun Daud memiliki kesempatan untuk menghabisi nyawa Saul...

Bisakah saudara memahami kebenaran ini? Mengaku salah bahkan menangis itu belum tentu bertobat, sebab pertobatan yang Firman Tuhan katakan adalah akibat terang yang bersinar di dalam hati manusia ketika engkau tinggal di dalam Dia, dan terang itu akan mengusir kegelapan dgn sendirinya...

Jadi sederhananya, jika engkau muak terhadap hidupmu yang lama, dan rindu untuk bertobat, TINGGAL-LAH ‎DI DLM TUHAN... hanya itu solusinya, maka terang itu akan menerangi seluruh hati dan pikiranmu... Bagaimana saya bisa tinggal didlm Tuhan? Lakukan yang Firman Tuhan perintahkan. Disebut sebagai "perintah Tuhan, the 10 commandments" bukan 10 suggestions atau 10 usulan Allah... Disebut sebagai ketetapan Tuhan dan bukan rekomendasi Tuhan sebab memang demikianlah maknanya...

Lakukan semua itu sebagai perintah dari seorang Jendral kepada kita yang ada di bawahnya... apapun perintah tersebut, lakukan dengan setia karena hormat!

Maka engkau akan tinggal di dalam Dia...

Sudahkah engkau membaca dan menerima KETETAPAN TUHAN pagi ini? 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-30 00:54:04

Senin 29 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
2 Petrus 3:9 "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat..."

Menunggu adalah satu pekerjaan yang paling membosankan dan menjengkelkan,... apalagi ketika kita harus menunggu tanpa kepastian atau tanpa seberkas pernyataan akan terjadi. 

Berbeda jika kita harus menunggu yang sudah hampir pasti, seperti menunggu bayi akan lahir 9 bulan lagi,... sekalipun itupun bisa gagal. Atau menunggu supir taxi datang menjemput, itupun kemungkinan kecil bisa tidak jadi dstang...

Tapi ketika kita harus menunggu tanpa kepastian sama sekali, tanpa menerima jawaban akan atau tidak akan terjadi, maka itu adalah pekerjaan yang melelahkan dan menjengkelkan. Saat seperti itu, justru pada saat seperti itu, pemurnian terhadap iman kita akan terjadi, yaitu sampai kita mampu menjawab pertanyaan ini:

SIAPA ATAU APA YANG KITA TUNGGU?... SIAPA ATAU APA YANG KITA NANTI-NANTIKAN?...

Itulah pertanyaan sederhana yang harus kita jawab sendiri. Ketika kita bergumul untuk satu masalah, kita mengimani satu terobosan untuk masalah kita, katakan saja untuk berkat, untuk pekerjaan, untuk pemulihan ekonomi, untuk kesembuhan, untuk pertobatan suami atau istri, dan lain sebagainya... Kita berdoa dan berharap sungguh kepada Tuhan, lalu tidak terjadi jawaban... semakin berlama lama...‎ kesabaran kita akan tergerogoti... hati kita menjadi lelah... semangat kita bisa merosot... Coba berhenti dan bertanya kepada diri kita sendiri pertanyaan tadi, siapa atau apa yang kita tunggu dan nanti-nantikan?... 
Ketika kita menjadi lemah dan takut, kemungkinan besar jika kita jujur, yg kita tunggu dan nanti-nantikan adalah apa yang kita doakan, entah itu berkat, kesembuhan, atau apapun. Umumnya jika kita menjadi lemah dan putus harapan Karena kita tidak menanti-nantikan TUHAN, tapi apa yang Tuhan bisa kerjakan. Ini dua hal yang sangat berbeda, sebab janji Tuhan adalah:
Yesaya 40:31 "...tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Inilah yg Firman Tuhan ajarkan kita pagi ini, ketika kita berdoa dan berharap, 2 Petrus 3:9 diatas menegaskan bahwa "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat..." ‎tapi mengapa banyak kita orang percaya yang tidak mengalami penggenapan janji itu?... sebab kita salah berharap... kita menanti-nantikan sesuatu yang keliru. Seharusnya pengharapan kita dan penantian kita diarahkan kepada Tuhan bukan kepada apa yang Tuhan mampu kerjakan, dengan begitu engkau akan semakin mengenal kharakter Bapamu... Dan engkau akan melihat sidik jari Tuhan disetiap pergumulan hidupmu... sebab ada Tuhan disana... sebab namanya adalah Jehovah Shammah yang berarti "Tuhan hadir disana"

Smile, it's a new day...
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I



dibuat pada : 2018-01-29 07:56:07

Jumat 26 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Petrus 2:1-3 "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda..."

Berkali-kali Firman Tuhan menegaskan betapa berbahayanya penyesatan yang terjadi bukan diluar, tapi di dalam gereja Tuhan, diantara anak-anak Tuhan, yang rajin dan tekun beribadah bahkan melayani Tuhan... Penyesatan itu terjadi di dalam rumah TUHAN, dan jika kita tidak hati-hati atau bahkan tidak memahami kebenaran ini, jangan-jangan kita sendiri tanpa sadar sedang terjebak kedalam penyesatan ini... Coba baca dan renungkan sekali lagi ayat-ayat di atas secara hati hati, 
"Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan,...
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka..."

Jika saya dapat melukiskan ciri-ciri nabi-nabi dan guru-guru palsu sesuai dengan apa yang surat 2 Petrus 2 sampaikan dengan satu kata, maka kata itu adalah: "KESERAKAHAN..." Itulah ciri-ciri dan nafas kepalsuan dari nabi-nabi dan guru-guru palsu... pada akhirnya, keserakahan menjadi begitu kentalnya sampai-samapi tidak lagi punya rasa malu dan dengan terang-terangan '...menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka...', Kristus digantikan dengan uang... segala sesuatu diukur dan dikerjakan karena uang, untuk uang dan demi uang.

Semua itu mungkin sudah kita mengerti, tapi yang menjadi titik pembahasan kita pagi ini bukan siapa dan seperti apa nabi-nabi atau guru-guru palsu itu, tapi kenapa banyak anak-anak Tuhan terpikat dan terseret bersamanya?...

John Maxwell berkata dengan sangat sederhana, yang dia kutib dari Zig Ziglar demikian: 'you attract people like who you are,... not who you want to be... - engkau menarik orang-orang yang seperti dirimu, bukan yang seperti siapa yang engkau mau...' Dengan kata lain, jika sebagai seorang pengusaha, engkau inginkan karyawan yang jujur, maka orang jujur tidak akan tertarik bekerja dengan boss yang tidak jujur... Jika engkau merindukan orang-orang yang hatinya rindu mencari TUHAN, maka orang-orang demikian tidak akan tertarik dengan hamba-hamba Tuhan dan kotbah-kotbah yang isinya sekitar uang dan berkat terus menerus‎...

Sebaliknya, dengarkan hal ini baik-baik, jika hatimu penuh dengan keserakahan dan kerakusan, maka kemungkinan besar engkau akan mengarahkan telingamu terhadap guru-guru dan nabi-nabi palsu, terhadap suara-suara yang penuh dengan isapan jempol seperti yang 2 Petrus 2 katakan... Jadi masalahnya ada pada diri kita sendiri... Jika hati nurani kita menjadi begitu tumpul dan penuh keserakahan, tidak akan mungkin telinga kita akan tertarik mendengarkan suara TUHAN, atau kaki kita melangkah kepada kebenaran Tuhan...

Bagaimana posisi dan kondisi hatimu?‎ Jika kita masih bisa dan mau jujur tapi menemukan kecondongan hati kita selalu lebih tertarik dengan uang, berkat, dan kelimpahan dari pada terhadap Tuhan, artinya kondisi hatimu sudah kotor dan corrupt. Ada satu alat pendeteksi pencemaran udara dipabrik-pabrik kimia yang karena terlalu sering diselubungi oleh pencemaran udara dari bahan-bahan kimia yang ada, maka alat pendeteksi itu lama kelamaan menjadi tidak sensitif dan bahkan tidak berfungsi lagi sebagai alat pendeteksi bahan bahan beracun...
Tuhan menciptakan kita dengan hati nurani, tapi terkadang karena begitu kotornya lingkungan dan kebudayaan disekitar kita, lama-kelamaan hati nurani kitapun menjadi kotor dan tumpul, tidak bisa lagi membedakan gas beracun, suara sumbang, pikiran sesat yang ada disekitar kita, karena semua sudah menjadi seperti biasa saja...

Itulah sebabnya alat pendeteksi udara beracun itu harus lewat process yang dari waktu ke waktu dikerjakan, namanya 'calibration - atau kalibrasi'. Apa yang dikerjakan saat alat tersebut di calibrated? Alat itu disingkirkan, dikhususkan dan dibuat sterile, disitu kondisi udara betul-betul dibuat sangat sterile sehingga alat tersebut tahu mana yang disebut bersih mana yang tidak bersih... setelah melewati masa calibration, alat tersebut menjadi sensitive kembali, dan siap berfungsi mengamankan manusia yang bekerja dibawah pengawasan alat tersebut...

Bagaimana dengan hati nurani mu dan hati nurani ku? Kapan terakhir engkau lakukan calibration terhadap hati nurani mu? Bagaimana caranya? 

Engkau harus duduk diam dibawah kaki Tuhan, baca Firman Tuhan yang murni dan memurnikan hati nuranimu... itulah cara hati nurani kita melewati process calibration...

Sudahkah engkau di calibrated pagi ini?

Smile it's Friday, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-26 02:12:58

Kamis 25 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Petrus 1:5-8 "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita..."

Apa yang membuat Ayub dapat bertahan dan bahkan tidak berdosa ketika menghadapi tekanan dan penderitaan yang begitu luar biasa?
Satu perkara yang semua kita perlu mengerti, yaitu "PENGENALAN AKAN ALLAH" itulah rahasia mengapa Ayub bisa bertahan sekalipun mengalami tekanan dan penderitaan begitu rupa. Terhadap istrinya yang menjadi kecewa karena melihat kehancuran begitu rupa, Ayub berkata‎:
"Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya..." (Ayub 2:10)

Pengenalan akan Allah-nya yang begitu rupa membuat manusia mampu bertahan bahkan tidak berdosa ketika himpitan dan tekanan hidup dialaminya begitu rupa. Sebab dia mengenal kharakter Allahnya, dia tahu sifat dan apa yang ada dipikiran dan hati Allahnya, dia tahu bahwa Tuhan-nya tidak akan mungkin membiarkannya hancur, dan pada waktu-Nya, Tuhan pasti akan bertindak... itulah intisari dari pengenalan akan Allah. Adakah engkau memiliki pengenalan akan Allah seperti ini?

Wang Ming Tao, seorang pengijil asal Shanghai mengalami tekanan dari polisi komunis China dan diancam hukuman penjara jika terus berkotbah dan bersaksi tentang Tuhan, namun sebaliknya, jika dia mau ikut aturan dan hanya mengkotbahkan yang diatur dan diijinkan oleh polisi komunis, yaitu mempropagandakan filosophy komunisme, maka hidupnya akan dijamin...

karena tekanan, Wang Ming Tao bersedia melakukan tuntutan polisi komunis, namun sepanjang hari hati nuraninya menuduh dia... semalam-malaman dia tidak dapat tidur merenungkan betapa dia telah membuat Kristus kecewa dan menangis... itulah bayangan yang mengisi pikirannya sepanjang malam, wajah Kristus yang menangis...

Keesokan harinya Wang Ming Tao dengan berani berkeliling kota Shanghai dan berteriak-teriak, 'panggil aku Petrus... panggil aku Petrus, sebab aku telah menyangkal Tuhanku...!!!'
Wang Ming Tao diseret dan dijebloskan kedalam penjara China yang paling berat... 17 tahun dia berdiam dipenjara bawah tanah diruang yang sangat kecil dan sempit, berkali kali dia disesah dan dipukuli di dalam penjara... beberapa bulan sebelum dia mati, dia dilepaskan dari penjara, dalam keadaan sudah lumpuh, kepala tdk bisa banyak digerakan karena ruas-ruas tulang leher yang rusak dan patah, Wang Ming Tao berkata, 
"...yang menjadi kekuatanku selama menghadapi tekanan tentara komunis di dalam penjara selama 17 tahun adalah, sebab aku mengenal kharakter Allahku...."

Rindukah engkau memiliki 'pengenalan akan Allah'? Jika engkau rindu, perhatikan Firman Tuhan di atas:
"Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita..."
--> Pengenalan akan Allah itu tidak statis tapi progressive... kita harus dengan rajin berusaha menambahkan kebajikan terhadap iman kita,...lalu seterusnya dan seterusnya, hingga akhirnya kita akan memperoleh pengenalan akan Allah... Engkau tidak akan memahami pengenalan akan Allah dengan duduk manis saja di dalam gereja sekalipun... justru ketika engkau berada diluar gereja, lalu apa yang engkau lakukan?...itulah saat pengenalan akan Allah mulai dipupuk dan mulai diaktifkan...

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-01-25 02:10:13

Rabu 24 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Petrus 4:12-16 "...Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu..."

Firman Tuhan pagi ini menyatakan bahwa adalah satu kebahagiaan apabila kita boleh mengalami penderitaan, apakah semua penderitaan bisa dikatakan sebagai penderitaan Kristus atau sesuai kehendak Tuhan? 

Secara sederhana, sebenarnya ada 3 jenis penderitaan yang mungkin dialami oleh manusia:
1. Penderitaan akibat dosa dan kesalahan kita sendiri... 
Ada orang-orang termasuk orang Kristen sekalipun yang harus menderita kerugian besar atau dipermalukan, atau bahkan dipenjarakan, disiksa karena dosanya sendiri. Jika saudara mencuri, merampok, memperkosa, membunuh atau menipu,  sekalipun engkau seorang pendeta, maka engkau harus masuk penjara dan kemungkinan besar ‎engkau akan dipukuli di dalam penjara. Penderitaan seperti ini tidak perlu digumuli dengan doa, cukup diajar untuk bertobat. Ada beberapa kesempatan saya diminta berdoa dipenjara untuk mereka yang dipenjarakan karena hal-hal ini, saran saya, tidak perlu didoakan, tapi perlu diajar dan dibiarkan selama beberapa waktu lamanya untuk dia merasakan penderitaan tersebut dan bertobat!

2. Penderitaan karena kita sendiri kurang berhikmat...
Penderitaan ini bukan karena dosa, tapi karena kebodohan kita sendiri dan karena kita kurang berhikmat. Bisa karena kita terlalu rakus, terlalu serakah, sehingga kita terjebak dalam tipuan orang jahat yang mengiming-imingkan keuntungan besar tanpa kerjaan yang rasional, inilah penderitaan bagi orang bodoh dan rakus. Yang seperti ini terkadang memang harus dibuat jatuh dahulu baru dia merasakan betapa susahnya cari uang sehingga dia tidak bermimpi untuk dapat untung besar dengan duduk-duduk manis... Filosophy seperti inipun masuk ke dalam gereja dengan diajarkan 'meng-claim janji Tuhan'. Banyak anak-anak Tuhan di dlam gereja tidak diajarkan kebenaran yang Alkitabiah sehingga hidup dengan mimpi-mimpi dan cukup berdoa minta diberkati. Arti doa sudah begitu kotornya dikotor‎i oleh orang-orang Kristen yang malas dan rakus dengan memanfaatkan Tuhan untuk kepentingan pribadi... atau jika tidak, banyak yang diiming-iming atau bahkan diintimidasi dengan pengajaran-pengajaran yang keliru, seperti persembahan sulung, persepuluhan, tabur tuai, dan lain-lain. Semua itu memang perlu dilakukan dan diajarkan kepada jemaat, tapi bukan untuk jemaat jadi kaya raya, yang jelas malah pendeta dan gerejanya yg jadi kaya.

3. Penderitaan karena kebenaran Kristus...
Jika kita harus bertahan memegang kebenaran dan karena hal itu kita harus menderita, maka itulah kemenangan besar, itulah penderitaan Kristus. Itulah jalan via-Dolorosa yang masing-masing kita harus lewati untuk disempurnakan... Mengampuni ketika nama baik kita dicampakan itu berat dan menyakitkan hati, tapi itulah kebenaran... Melayani dgn tetap setia sekalipun tidak dihargai manusia itu noble, tapi memilukan, tapi itulah yang Yesus kerjakan... bekerja membanting tulang, kemudian dapat hasil yang dirasakan tidak pernah cukup, namun harus tetap mengembalikan persepuluhan milik Tuhan itu tidak rasional, tapi itu kebenaran, sehingga ada yang harus lebih dihemat lagi, itu penderitaan, tapi itu kebenaran. Coba kita jujur dan lihat, lalu analisa sendiri penderitaan yang kita masing-masing alami, sebenarnya, penderitaan yg saya alami itu termaksud katagori yg mana? Perhatikan kebenaran Firman Tuhan ini, jika penderitaan kita termaksud katagori 1 atau 2 sekalipun, Tuhan mampu menggunakan penderitaan spt itupun untuk maksud kebaikan, untyk mendatangkan kebaikan... rendahkan hati dan lebutkan hati kita, belajar dari masa lalu dan berubah mulai hari ini... minta kekuatan dan hikmat Tuhan... tundukan dirimu kepada pembapaan rohani agar engkau dibimbing dan dituntun keluar dari kesalahan dan dosa masa lalu.

Namun jika yang engkau alami, sungguh-sungguh secara jujur, adalah penderitaan katagori 3, maka berlutut dan bersyukurlah, sebab engkau dilayakan utk melewati jalan yg Kristus sendiri telah lewati...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-24 01:57:13

Selasa 23 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Petrus 3:1-7 "Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang..."
Dari kebenaran Firman Tuhan diatas, secara panjang lebar dari ayat 1 sampai 6 mengajarkan bagaimana seorang istri harus hidup tunduk dan taat kepada suaminya, kemudian ayat 7 mengajarkan bagaimana suami harus hidup bijaksana dan menghormati istrinya sebagai "teman pewaris kasih karunia" yaitu kehidupan agar doa kita tidak terhalang. Saya ingin mengajak saudara untuk merenungkan kebenaran ini, ada doa-doa yang terhalang hanya karena suami hidup tidak bijaksana... suami hidup tidak dengan penuh hormat kepada istrinya sebagai teman pewaris kehidupan ini... apa sebenarnya yang dimaksud dalam kebenaran ini?

Pagi ini kita akan belajar akan pentingnya makna kata 'teman pewaris janji' yang dinyatakan Firman Tuhan di dalam satu pernikahan, betapa sakralnya hal ini.
‎Coba perhatikan Matius pasal 1, disitu dituliskan silsilah dari Abraham sampai kepada Yesus Kristus,... ada 4 nama wanita yang dicantumkan disana, Tamar, ‎Rahab, Ruth, dan Maria. Saya tidak ingin berbicara tentang ke empat nama-nama wanita tersebut yang sekalipun keempatnya sungguh luar biasa...‎Tapi ada satu lagi wanita, yang tidak disebutkan namanya, tapi disebutkan nama suaminya, yaitu Betsyeba yang disebut sebagai istri Uria:
Matius 1:5-6 "Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,..." Ayat ini tidak berkata: 'Daud memperanakkan Salomo dari Bersyeba, tapi dari istri Uria...'

Bukankah Uria sudah mati? Bukankah benar Daud mengambil Betsyeba sbg istrinya? Kenapa nama Uria masih dibawa bawa bahkan sampai untuk melukiskan silsilah sang Juruselamat sekalipun?

Uria adalah contoh prajurit yang setia dan benar, tapi dia juga seorang suami yang bijaksana. Bukan karena kesalahannya sendiri dia mati... dia terang terangan dibunuh oleh Daud dalam satu  ‎jebakan untuk menutup nutupi dosa dan aib yang Daud sudah kerjakan... Ketika semua itu sudah berakhir, dan dari rahim Betsyeba lahir seorang raja bernama Salomo yang kemudian akan menjadi jalur lahirnya seorang Juruselamat, seharusnya nama Uria tidak perlu lagi dicantumkan disitu, sebab memang Uria tidak memiliki andil apapun dalam kelahiran raja Salomo dan seterusnya... 

Juga bandingkan dan renungkan hal ini, bukankah sama seperti Tamar yang dahulu bersuami Er, kemudian Onan, tapi nama kedua mantan suaminya sama sekali tidak disebutkan di dalam silsilah raja besar ini,...

‎Matius 1:3 "Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,..." 
‎Kenapa nama Er dan Onan mantan suami Tamar sama sekali tidak dicantumkan disini, sebaliknya nama Uria justru dimunculkan di dalam silsilah keturunan Yesus, bukankah hal itu memalukan? Bukankah hal itu juga spt memojokan Daud?

Inilah kebenaran yang perlu kita fahami, tidak seperti Er dan Onan yang hidup tidak bijaksana dan menaruh hormat kepada istrinya‎, yang tidak menaruh rasa hormat terhadap kekudusan pernikahan, maka Tuhan sendiri yg membunuh baik Er maupun Oman (Kejadian 38), Uria adalah seorang suami yang bijaksana, penuh tanggung jawab dan sangat menghormati kekudusan pernikahan. Dihadapan Tuhan, terlepas dari benih siapa dan rahim siapa yang dipakai untuk melahirkan Salomo sampai kepada Yesus Kristus, tapi dihadapan Tuhan, Betsyeba adalah istri Uria, sehingga Uria pun sama sama mewarisi hak istimewa sebagai keluarga yang memiliki andil melahirkan keturunan raja-raja besar... inilah rahasia mengapa nama Uria disebut-sebut disitu... Nama Uria disejajarkan dengan nama raja Daud,... Ketika seorang suami belajar untuk hidup bijaksana, hidup penuh hormat terhadap istrinya, tanpa dia sadari, doanya sendirilah yang didengar Tuhan, doa doanya tidak terhalang... sebab TUHAN menghormati seorang suami yang menaruh hormat terhadap kekudusan pernikahan...
Suami-suami, adakah engkau menghormati istrimu? Adakah engkau menaruh hormat terhadap kekudusan pernikahan? Tidak ada doa seorang suami yang adalah imam yang akan didengar Tuhan jika suami tersebut tidak menaruh hormat akan sakralnya pernikahan!!!

Greetings from Lampung

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-23 02:58:19

Senin 22 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Petrus 2:11-17 "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 
Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!..."

Saudaraku, pagi ini ‎ kita mau belajar cara hidup jemaat yang takut akan Tuhan itu seperti apa? Banyak orang bicara bahwa dirinya adalah takut Tuhan tapi sebenarnya arti atau makna dari takut akan Tuhan pun tidak dimengerti oleh nya... Takut akan TUHAN adalah menjauhi kejahatan,... takut akan Tuhan adalah mengenal batas batas yang Tuhan tetapkan, sehingga dalam praktek hidupnya, seorang yang takut akan Tuhan akan hidup dengan tertib dan bijaksana. Takut akan TUHAN adalah hidup penuh hormat!

Jika saya adalah seorang yang takut akan Tuhan, maka di dalam pernikahan saya, saya menaruh hormat akan kekudusan pernikahan... 
Jika saya adalah seorang yang takut akan Tuhan, maka di dalam usaha saya-saya akan menaruh hormat terhadap kesepakatan dan perjanjian yang saya buat, saya akan menaruh hormat terhadap peraturan perpajakan yang ada, saya akan menaruh hormat terhadap teman usaha saya dan hak-hak yang mereka miliki, bahkan saya akan menaruh hormat terhadap hak hak karyawan saya sendiri...
Jika saya adalah seorang yang takut akan Tuhan, maka di dalam rumah tangga, saya akan menaruh hormat terhadap kebijakan papah mamah, atau jika saya seorang jemaat satu gereja lokal, saya akan menaruh hormat terhadap kebijakan gembala sidang...

Semua bukti bukti ini sangat sederhana, jika suami kita atau istri kita terhianati oleh tingkah dan perkataan kita, tidak mungkin ada 'takut akan Tuhan' pada kita. Sebab takut akan Tuhan itu termanifestasikan di dalam perbuatan hormat terhadap manusia.

Takut akan TUHAN adalah hidup penuh hormat...
Belajar dari kemerosotan bangsa America, saya ingin bercerita sedikit, sekitar 25 tahun yang lalu, pelayanan Billy Graham begitu berdampaknya diseluruh bangsa itu, sampai sampai dia dijuluki sebagau the pastor of the nation, gembala satu bangsa America. Dukungan dan dorongan bangsa itu untuk menjadikan Billy Graham menjadi seorang president juga menjadi semakin kuat. Satu ketika, saya melihat interview Larry King kepada Billy Graham, dimana Larry King menyampaikan dan menanyakan tanggapan Billy Graham tentang dorongan rakyat America saat itu. Billy Graham tersenyum dan berkata dgn kiasan, dia katakan, istrinya, Ruth Graham berkata kepada nya waktu pastor Graham bertanya kepada istrinya pertanyaan yang sama, Ruth berkata: 'saya pikir rakyat America tidak akan memilih president yang bercerai...' maksudnya secara bercanda, Ruth akan menceraikan suaminya Billy Graham jika dia berani maju menjadi calon president America. Perkataan itu sekalipun bercanda, tapi itu sungguh-sungguh benar dengan kondisi saat itu yang terjadi di bangsa itu, tapi coba lihat sekarang, Donald Trump sudah 2 kali bercerai dan istrinya saat ini adalah istri yg ketiga akibat 2 kali perceraian, anehnya, serentetan gereja dan hamba hamba Tuhan ikut mati-matian membela dibelakangnya, belum lagi serentetan perselingkuhan yang dengan ringan dilakukan dan dengan penuh pelecehan... kenapa kebudayaan bangsa itu merosot begitu tajam dalam tempo 30 an tahun terakhir? 

Jawabannya, karena tidak ada takut akan Tuhan! Di dalam rumah tangga rumah tangga yang ada, dimeja-meja makan, disekolah-sekolah, di layar televisi, dimasyarakat, kehormatan akan betapa sakralnya pernikahan sudah semakin merosot, bahkan di dalam gerejapun, terlalu banyak kompromi terjadi, sehingga anak-anak bangsa itu bertumbuh dengan tidak menaruh hormat sama sekali akan pernikahan... ketika anak-anak itu menjadi besar dan sudah bisa memilih, mereka memilih monster untuk duduk di bangku kepemimpinan...

Saudaraku, rindukah engkau melihat bangsa ini dipimpin oleh orang-orang yang takut akan Tuhan? Jika engkau rindu, mulai dari diri kita sendiri, mulailah dari rumah tangga kita masing masing, belajarlah menaruh hormat, hidup dengan penuh hormat agar ketika anak-anak kita besar, mereka mengerti apa artinya hidup yang penuh hormat, dan mereka menjadi anak-anak laki-laki dan perempuan yang terhormat, men and women of honor...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-22 03:07:04