Morning Dew

Jumat 19 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
1 Petrus 1:15-18 "tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.  
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas..."

‎Hidup kudus bukanlah anjuran, tapi satu perintah utk kita kerjakan, tapi pada kenyataannya, kedagingan kita sulit sekali utk bisa hidup didlm kekudusan... kita didorong utk kembali dan terus menerus menikmati hidup didlm kelemahan daging kita sendiri. Satu kebenaran yg Firman Tuhan melalui surat Petrus yg pertama mengajarkan rahasia ini, yg dgn sederhana dikatakan: "...maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini."
Sebagian besar kita tdk merasa hidup didunia ini sementara dan hanya sekedar menumpang saja...

‎Tahukah saudara mengapa Israel hidup dgn sangat tersiksa di tanah Mesir, sekalipun mereka tinggal di Gosyen, ditanah terbaik diseluruh Mesir? Sebab bapa leluhur mereka menyimpulkan sikap bangsa itu selama mereka ada di Mesir spt ini, perhatikan perkataan Yakub atau Israel kpd Firaun di Kejadian 47:9  "Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." 

Yakub menegaskan bahwa dirinya sebenarnya hanyalah sbg seorang 'pengembara', spt layaknya orang asing... sikap ini lah sebanarnya yg dimaksud oleh Firman Tuhan yg dituliskan oleh Petrus, anggaplah bahwa hidup kita ini hanyalah sementara dan tdk kekal, kita hanya sekedar lewat lalu pulang kembali kpd Bapa Surgawi, dgn demikian, pandangan dan pola pikir kita tdk terfocus dan terkunci oleh sekedar perkara perkara duniawi semata mata..., tapi kpd apa yg Bapa ingin kita kerjakan...

Pada waktu saya kuliah dahulu, saya termaksud orang yg paling cepat menyelesaikan tuntutan kuliah saya, namun tetap bisa selesai dgn angka yg sangat memuaskan. Bahkan yg paling menonjol adalah, saya mengeluarkan uang paling sedikit dibandingkan dgn anak anak yg lain‎. Karena setiap liburan musim panas saya tetap sekolah, ketika anak anak lain berlibur dan jalan jalan. Ketika ada liburan istirahat musim semi, ketika semua anak pergi berlibur, saya pergi bekerja dan cari uang... Apa yg membedakan saya dgn anak anak lainnya? Saya menganggap hari hari saya itu sementara, dan bukan kekal, sehingga saya dpt menyelesaikan semuanya dgn baik dan tepat waktu. 

Pola pandang bahwa hidup ini sementara saja akan membuat kita terfocus bukan kpd diri sendiri dan mengikuti keinginan daging kita, tapi terfocus kpd kehendak dan rencana Tuhan...

Coba periksa dan teliti hari hari kita, utk tujuan apa waktu waktu-mu engkau habiskan?
Periksa keuangan pribadimu, utk keperluan apa uangmu sebagian besar dihabiskan?

Dari 2 hal diatas, jika kita jujur, kita akan tahu apa tujuan hidup kita, bahkan siapa yg memerintah dan menjadi Tuhan bagi kita....

Hari ini (karena sudah bukan pagi lagi), koreksi hidup kita masing-masing...

Smile for its Friday 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-19 04:51:48

Kamis 18 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini :
Yakobus 4:13-17 "...Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 
Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 
Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."

‎Alkitab kita memberi judul kepada perikop di atas dengan judul:
"Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan.‎"

Ini satu nasehat sederhana tapi sangat penting untuk kita perhatikan dan ingat-ingat kembali. Pada umumnya, manusia ‎itu cenderung untuk lupa, apalagi ketika kita mengerjakan hal-hal rutin atau mengerjakan hal-hal yg menjadi keahlian kita sendiri. Kebiasaan seperti itu kemudian berkembang dan bertumbuh sehingga ketika kita harus membuat rencana-rencana kerja, rencana masa depan, rencana rumah tangga dll, kita lakukan semua itu tanpa perlu campur tangan Tuhan... disitulah terjadi dosa. Ayat 17 di atas dengan tegas menyatakan hal itu, "...Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." ‎Dalam konteks kita tahu bahwa kita harus melibatkan Tuhan tapi kita sengaja untuk melakukan-nya tanpa melibatkan Tuhan, maka hal itu menjadi dosa. Sebaliknya, ketika kita melangkah dengan melibatkan Tuhan dalam perencanaan kita sekalipun, tetap saja kita akan diajar untuk siap apabila perencanaan kita dibubarkan atau dihentikan oleh TUHAN. Ketika tiba-tiba ditengah-tengah perjalanan, sesuatu yang kita rencanakan itu gagal karena perkara perkara yang diluar bayangan dan kemampuan kita untuk dicegah, maka kita akan hadapi semua itu dengan tetap bersyukur...

Terkadang kita tidak memahami bahwa sekalipun semua sudah direncanakan dan dikerjakan dengan sebaik mungkin, namun tiba tiba bisa gagal,... seringkali Tuhan interfensi seperti itu agar Dia bisa mengarahkan pandangan kita ke arah lain yang Dia mau. Itulah sebabnya, ketika kita membuat rencana, libatkan Tuhan dan jika kita benar-benar melibatkan Tuhan, maka kita akan selalu siap dihentikan setiap saat oleh campur tangan Tuhan, tetap bersemangat dan tidak kecewa.

1 Samuel 23 menceritakan tentang Daud yang menolong menyelamatkan penduduk kota ‎Kehila. Daud lakukan semua itu setelah dia tanya Tuhan dan Tuhan katakan 'kerjakan...' Setelah Daud membebaskan kota Kehila dari orang-orang Filistin, Daud mendengar khabar bahwa Saul datang dengan tentara yang besar untuk membunuhnya. Daud bertanya lagi kepada Tuhan, apakah penduduk kota Kehila akan menyerahkan Daud ketangan Saul dan dengan begitu menghianati semua pertolongan dan pengorbanan Daud, Tuhan katakan, penduduk kota Kehila akan menyerahkan Daud...

Bayangkan jika kita menjadi Daud, tidak kah pantas untuk kita menjadi kecewa dan sakit hati? Tapi Daud terima itu sebagai interfensi Tuhan, Daud tinggalkan kekayaan dan keberhasilan di Kehila, dan pergi lagi merantau. Secara daging, pengorbanan Daud di Kehila sia sia dan gagal. Daud mulai lagi dari nol, tapi tidak sekalipun Daud menjadi kecewa dan sakit hati, sebab Daud melibatkan Tuhan di dalam perencanaan...‎ dari semua itu, Tuhan terus pimpin Daud sampai dia benar-benar duduk sebagai raja atas semua Israel, termaksud Kehila.

Apa rencanamu untuk tahun 2018 ini? Ingin punya rumah sendiri? Ingin mulai usaha baru? Ingin menikah? Ingin memulai satu pelayanan, atau apapun, libatkan Tuhan... bawa perencanaanmu kedalam tangan Tuhan, sharingkan dengan para hamba-hamba Tuhan yang bisa dipercaya dan dengarkan tuntunan Tuhan... jika gagal ditengah jalan, jgn takut, berdoa lagi dan buat rencana baru, sebab TUHAN tidak pernah gagal.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-18 01:51:25

Rabu 17 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Yakobus 2:14-17 "... Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? 
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."

Kita mengerti bahwa sesuai dengan Firman Tuhan, kita diselamatkan oleh karena iman, dan bukan oleh karena hasil‎ perbuatan kita. Inilah yang membedakan Kekristenan dan agama agama yang ada. Keselamatan kita adalah karena percaya dengan iman kepada penebusan yang Yesus sudah kerjakan di atas kayu salib bagi kita.

Kebenaran tersebut kemudian telah banyak diremehkan atau bahkan diselewengkan oleh beberapa orang percaya dengan mengatakan dan mengajarkan, sebagai orang beriman yang sudah percaya dan dibabtis, bahwa keselamatan kita itu kekal dan sekalipun kita terus menerus hidup dalam dosa, keselamatan itu tidak akan bisa hilang...

Coba kita renungkan sebentar apa yang Firman Tuhan di atas katakan, iman itu harus disertai dengan perbuatan, sebab iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati... Jadi mungkinkah kita berkata saya orang beriman tapi hidup kita tidak ada bedanya dengan orang yang tidak kenal Tuhan? Sesungguhnya Firman Tuhan di atas mengajarkan dan menuntun kita untuk terus melangkah sesuai dengan perkataan Firman Nya... Iman kristiani adalah iman yang bergerak, yang hidup, yang mempengaruhi kharakter dan pola pikir kita, jika tidak demikian, ternyata kita belum benar-benar percaya dan mengimani iman Kristus tersebut. Mengimani iman Kristus itu bukan sebatas percaya akan diberkati Tuhan, percaya akan disembuhkan, percaya akan dibuat naik, dan sebagainya... dan sebagainya... tapi sesungguhnya, iman Kristus itu percaya kepada Firman Tuhan dan melakukan Firman tersebut, itulah iman yang benar dan hidup.

Dengan demikian, orang-orang diluar akan melihat pola pikir Kristus, gaya hidup Kristus, dan tutur kata Kristus melalui orang-orang Kristen yang ada. Ingat, ada 5 Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan Kristen), dan sebagian besar orang tidak pernah akan membaca ke 4 Injil yang pertama, hidup Kristen lah, bagi banyak orang, yang akan merupakan satu-satunya Injil yang akan pernah mereka baca seumur hidup mereka...

Jadilah Injil yang terbuka, yang dapat membuat orang diluar sana melihat perbuatan imanmu...‎ Yesus sudah segera datang, kerjakan iman kita...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-17 01:36:45

Selasa 16 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Yakobus 1:2-5 "...Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan untuk dan tak kekurangan suatu apa pun.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya..."

Ada satu sifat yang sangat kental dari Tuhan Allah kita yang juga adalah Bapa kita yang terkasih.‎ Bapa Surgawi selalu siap dan sangat rindu untuk memimpin, menuntun dan menjaga kita anak-anak-Nya, bahkan lebih dari kerinduan yang ada pada bapa duniawi. Bagaimana Bapa Surgawi menuntun dan menasehati anak-anak-Nya setiap saat, terutama ketika kita harus menghadapi tekanan dan kesulitan hidup ini?

Satu perkara, HIKMAT adalah satu bentuk tuntunan dan pemeliharaan Tuhan bagi setiap anak-anak Tuhan. Jika kita sering berdoa minta kaya, belum tentu Tuhan beri kita kaya, jika kita berdoa untuk berhasil baik dalam sekolah, kuliah, pekerjaan dan usaha, belum tentu doa-doa kita dikabulkan seperti yang kita minta, tapi jika kita minta HIKMAT, Dia pasti kabulkan doa kita. Ingat ketika Tuhan datang keoada Salomo dan menawarkan permintaan apa saja, justru Salomo meminta hikmat, dan akibatnya, yang lain lainnya ditambahkan juga oleh Tuhan kepada Salomo.

Coba lihat dan perhatikan sekali lagi perkataan Firman Tuhan melalui Yakobus di atas, yaitu dari Yakobus 1:4-5 "Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya..."

Janji Tuhan di atas dinyatakan bahwa kita tidak akan kekurangan suatu apapun, lalu kemudian Yakobus mengatakan bahwa jika kita kurang hikmat, mintalah kepada Tuhan yang akan memberika kepada semua orang dengan murah hati... Inilah rahasia yang kita perlu mengerti,....

Masalah kita bukanlah kita kurang uang atau tidak ada berkat...
Masalah kita bukan rumah tangga yang selalu cek cok dan tidak ada damai sejahtera...
Masalah kita bukan kurang pergaulan dan dijauhi banyak orang...

Masalah kita adalah kita kurang hikmat....
Kita kurang hikmat dalam ‎mengelola keuangan yang Tuhan percayakan sehingga selalu kekurangan...
Kita kurang hikmat untuk bekerja dan berusaha sehingga semua usaha adalah usaha menjaring angin...
Kita tidak berhikmat mengatur rumah tangga, memperlakukan istri atau suami, mendidik anak-anak, sehingga semua terasa tegang dan tidak ada damai sejahtera...

‎Pagi ini, datang dengan rendah hati kepada Bapa mu, katakan seperti Salomo berkata:
Bapa, tugas dan tanggung jawab ini terlalu besar bagiku, aku tidak mengerti bagaimana menjadi ayah yang benar, menjadi pengusaha yang benar, atau menjadi pelayan Tuhan yang benar... aku perlu hikmat... beri aku Hikmat, tuntun aku dengan Hikmat-Mu...‎ "Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya...." (Amsal 8:11) 

Sebelum memulai semua aktivitasmu hari ini, berdoa sebentar dan minta hikmat dan Bapamu...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-16 03:47:12

Senin 15 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 12:26-28 "...Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." 
Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut."

Pagi ini kita akan belajar betapa pentingnya bagi setiap anak-anak Tuhan untuk memiliki pola pikir dan pandangan yang benar tentang segala hal, termaksud tentang hidup dan tujuannya juga tentang Tuhan sendiri. 

Firman Tuhan di atas menegaskan akan datang waktunya bahwa segala sesuatu akan digoncangkan agar tinggal tetap satu-satu yang tidak tergoncangkan, yaitu Kristus Yesus dengan Kerajaan-Nya. Yang akan digoncangkan ternyata bukan bumi saja, tapi juga langit juga.

Apa sebenarnya 'langit' yang akan digoncangkan itu? Kata langit disebut juga 'heaven' yang adalah juga ungkapan Surga yang kita kenal‎ dalam bahasa Indonesia, sesungguhnya, hari-hari terakhir ini, yang akan digoncangkan bukan hanya perkara perkara di bumi yang biasa kita kenal, tapi juga pola pandang dan pemahaman kita tentang Surga atau tentang Tuhan, itulah yang hari-hari ini sedang terus Tuhan sempurnakan. Tuhan sudah lakukan sejak dahulu dan berulang ulang kali di dalam sejarah agar manusia yang Dia kasihi memiliki pola pikir dan pandangan yang benar tentang Tuhan. Satu contoh, perhatikan peristiwa pada hidup Daud ini yang dicatat sebagai penyebabnya, kemudian reaksi Tuhan sebagai akibatnya:

Akibat Daud menghitung jumlah pasukan Israel yang dikisahkan di 1 Tawarikh 21, murka Tuhan turun atas Daud, sehingga Tuhan memperhadapkan Daud kepada 3 pilihan, yaitu:
1.‎ tiga tahun kelaparan... 
2. tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawan...
3. Atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri itu...

Kemudian Daud berkata di1 Tawarikh 21:13  "Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."
‎Daud menyerahkan dirinya kedalam kedaulatan tangan Tuhan sendiri...
Tapi jika saudara memperhatikan di kitab 2 Samuel 24, kita akan menemukan ternyata Tuhan sendirilah yang mendorong hati Daud untuk melakukan perhitungan terh‎adap jumlah tentara Israel, lalu kenapa Tuhan kemudian murka kepada Daud? Jika Dia mendorong hati Daud untuk menghitung jumlah tentara atau melakukan sensus pada saat itu, mengapa kemudian Tuhan juga murka dan hendak menghukum Daud?

Perhatikan kebenaran ini, dihadapan Tuhan, hati yang angkuh, hati yang keras yang tidak bisa ditegur itu lebih fatal dan mematikan dari pada kesalahan dan dosa-dosa yang memalukan sekalipun, seperti perselingkuhan dan lain-lain. Bukan berarti yang biasa berzinah dan berselingkuh hari ini saudara merdeka untuk tetap berselingkuh, tapi kondisi hati yang sombong dan keras itu menghalangi kuasa Tuhan untuk bekerja di dalam hati kita, untuk menyadarkan hati kita akan dosa-dosa kita sendiri. Dosa perselingkuhan itu mudah disadarkan, karena akan menerima penghakiman secara langsung, yaitu dipermalukan dan rumah tangga yang hancur, tapi dosa kesombongan bisa tetap berjalan terus tanpa penghakiman... bisa terus berkotbah dan melayani, bisa terus naik mimbar, padahal di hadapan Tuhan sudah tertolak. Pola pikir inilah yang Tuhan sedang goncangkan dalam peristiwa di atas dalam hidup Daud, sehingga Daud kemudian tampil sebagai pribadi yang begitu lembut, begitu rendah hati dan bisa diajar Tuhan... tapi dia harus lewati goncangan itu lewat ‎3 hari pedang Tuhan dalam bentuk penyakit sampar di Israel...
‎Pagi ini, belajarlah untuk berserah dan biarkan tangan Bapa Surgawi melatih, mendidik dan bila perlu, menggoncang bukan hanya bumi dimana engkau berpijak, tapi juga langit yang menjadi atap penudung bagimu, yaitu pandangan kita yang keliru, pola pikir yang salah, konsep-konsep yang selama ini kita mengerti dan pegang kuat-kuat, ternyata bisa saja salah, biarkan tangan Allahmu menggoncangkan semua itu, sebab Dia mengasihimu, sama seoert Dia mengasihi Daud. Ingat satu kebenaran ini yang keluar dari mulut nabi Yeremia ketika dia meratap karena susah hati:

Ratapan 3:32 "Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya..."

Smile, it's a new day... Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-15 02:23:16

Jumat 12 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 11:1-2, 33, 36-40 "...Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. 
yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 
Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  
Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 
Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita;..."

Kita memahami tentang 'arti iman' lewat kupasan Ibrani 11 ini bersama dengan serentetan nama-nama besar di dalamnya seperti Abraham, Musa, Gideon dan lain-lain... tapi ternyata bagian terakhir dari Ibrani 11 menuliskan sesuatu yang membingungkan dan kurang kita mengerti sebagai iman, sebab‎.... "Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  
Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 
Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik..." 
---> Apakah itu juga iman? Bukankah iman itu berarti percaya dan kemudian terjadilah yg kita percayai?... kenapa mereka yang begitu giat dan luar biasa bekerja karena iman percaya mereka bahkan mati dgn cara mengenaskan, tapi tidak memperoleh apa yang dijanjikan.... Dan justru iman mereka telah memberikan kesaksian yang baik buat kita semua...

Disinilah letak pemahaman yang benar dan sempurna. Iman tidak bisa difahami tanpa kedaulatan Tuhan... Iman itu percaya yang Tuhan buat itu selalu yang terbaik...
Contohnya, bukankah Musa itu disebut sebagai salah satu pahlawan iman, kenapa hanya karena kesalahan kecil, yaitu 'pukul batu' bukan pukul orang yang diurapi Tuhan atau pukul jemaat, tapi sekedar pukul batu, Musa tidak diperkenankan masuk ke tanah perjanjian, padahal seluruh hidupnya dihabiskan untuk memimpin dan membawa seluruh bangsa Israel keluar Mesir untuk masuk tanah perjanjian... kenapa kesalahan kecil dan padahal Musa sudah minta ampun dan bahkan menangis merengek-rengek kepada Tuhan, tapi Tuhan katakan: 'cukup Musa... lihat saja dan engkau tidak boleh masuk....'‎ Bagian terakhir dari ayat Ibrani 11 berkata: "...Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita;..."
Apa yang mungkin bisa dikatakan sebagai sesuatu yang lebih baik dari pada masuk menikmati janji di tanah perjanjian?... Lama setelah itu, ketika Yesus sudah ada di bumi, dimana kedatangan Yesus ditentang para ahli ahli Taurat karena dianggap tidak sejalan dengan kitab-kitab Taurat Musa, Yesus kemudian dipermuliakan di atas gunung Tabor ditanah perjanjian, di situ ada Musa dan Elia sedang bersama sama dengann Yesus menikmati kemuliaan Allah...

Musa berdiri dihadapan Yesus, bercakap cakap muka ketemu muka di dalam kemuliaan yang penuh ditanah perjanjian. Peristiwa ini menegaskan minimal 2 perkara:
1. Mematahkan pendapat bahwa Yesus itu bukan Mesias yang diceritakan oleh kitab-kitab Taurat dan kitab para nabi, sebab bahkan Musa sendiri berdiri dipihak Yesus di dalam kemuliaan...
2. Musa sesungguhnya tetap diperkenankan masuk dan menginjakan kaki ditanah perjanjian, tapi ditahan untuk satu moment yang jauh lebih mulia, jauh lebih dimuliakan... ---> tahukah saudara, ada satu gereja yang dibangun di gunung Tabor hari ini, disana diingat-ingat 3 pribadi sesuai perkataan Petrus, yaitu Kristus Yesus sendiri, lalu Musa dan Elia, seandainya Musa masuk dulu bersama sama Yosua dan lain-lain, belum tentu Musa diberi kesempatan untuk hadir di dalam kemuliaan bersama Yesus di tanah perjanjian... Tuhan tahan ribuan tahun lamanya untuk satu moment yang lebih baik, karena iman Musa...

Jika saudara perhatikan serentetan peristiwa yang dilukiskan oleh Ibrani 11 yaitu tentang para pahlawan iman yang tidak menerima janji, yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan, yang dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; yang mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan... bukankah itu bercerita tentang murid-murid Tuhan, para rasul.... bukankah untuk mereka kita juga tahu sesuai kitab Wahyu, mereka menjadi soko guru, tiang tiang penyanggah, mutiara mutiara yang cemerlang sebagai hiasan mulia di dalam kerajaan surga?...

Sekali lagi, iman harus tetap berjalan seirama dengan kedaulatan Tuhan, jangan paksakan kehendakmu dengn embel-embel 'beriman'... ungkapan keinginan-keinginanmu dalam doa dan ucapan syukur... bersyukur kalau belum dijawab, bersyukur kalau jawabannya lain dari yang engkau harapkan, karena Allahmu berdaulat... Allah tahu yang terbaik, dan Dia berikan yang terbaik bagimu....

‎Smile, it's Friday...
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-12 02:10:30

Kamis 11Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 9:1-6 "Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. 
Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. 
Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,  
dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci. 
Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,..."

‎Jika kita perlahan-lahan membaca ayat-ayat di atas dan jika saudara masih ingat akan apa yang kitab Keluaran katakan tentang apa-apa yang harus ditata di dalam kemah Tabernacle yang dibuat Musa sesuai dengan pola dan gambar yang Tuhan perlihatkan sendiri, kita akan menemukan kejanggalan yang sangatl membingungkan.

Seharusnya sesuai dengan pola yang Tuhan perlihatkan kepada Musa di kitab Keuaran, di dalam ruang suci, seharusnya ada 3 perabot, yaitu Kaki Dian, Meja Roti Sajian, dan Meja Dupa Ukupan. Sedangkan di dalam Ruang Maha Suci, dibalik tirai, yang ada hanyalah Tabut Perjanjian dengan tutupnya atau Tutup Pendamaian. Tapi di kitab Ibrani, Paulus melihat pola Tabernacle yang berbeda, dimana di dalam Ruang Suci hanya ada 2 perabot, yaitu Kaki Dian, Meja Roti Sajian, sedangkan Meja Dupa Ukupan ada di Ruang Maha Suci dibalik Tirai bersama dengan Tabut Perjanjian.

Ingat, Paulus adalah mantan seorang ahli taurat, seorang yang sangat terpelajar dan pakar dalam kitab kitab Taurat Musa, bukan seperti Petrus yang adalah mantan nelayan, jadi dia tidak mungkin Paulus keliru‎ dalam menceritakan hal dasar seperti ini. Tapi sesungguhnya, inilah pewahyuan yang menjadi pelajaran penting buat kita pagi ini:
Ada beberapa kali kejadian aneh di dalam Alkitab yang menunjukan kejanggalan akan 'keadaan Tuhan yang menjadi tidak berdaya atau bertentangan dengan perkataan-Nya sendiri. Contohnya:
- Tuhan berkata kepada Musa ketika Musa ingin melihat wajah Tuhan, Tuhan katakan bahwa tidak seorangpun yang dapat melihat wajah Tuhan dan tetap hidup. Kata-Nya kepada seluruh bangsa Israel dan dihadapan Harus dan Miriam, Tuhan berkata: Bilangan 12:7-8 "Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" 
- Injil Yohanes menerangkan satu peristiwa yaitu mujizat pertama yang Yesus kerjakan di bumi:‎ ketika Maria meminta pertolongan Yesus, Yesus berkata: 'apa yang engkau mau Aku perbuat ibu? WaktuKu belum tiba...' Jika benar demikian, mengapa Tuhan buat juga mujizat hari itu? Bukankah waktu-Nya belum tiba?
‎- Dan juga peristiwa perabot kemah Tabernacle di atas, kenapa terjadi kejanggalan seakan-akan TUHAN melanggar perkataan-Nya sendiri...
Disinilah letak pelajaran penting untuk kita perhatikan: Tuhan adalah Allah yang juga Bapa yabg merindukan dan mengasihi terjadinya hubungan mesra antara Dia dengan kita gereja-Nya. Kerinduan akan terjadinya hubungan mesra itu lebih penting dari pada semua aturan dan tata krama...
Kita yang memiliki anak-anak, seringkali bapa lebih rindu untuk memeluk anak-anaknya dari pada anak-anak memeluk bapanya. Terkadang jika hal itu harus dikerjakan dengan melanggar tata krama atau protokol yang ada, seorang bapa yang adalah president pun tidak mau dibatasi dengan protokoler yang ada untuk dapat bertemu dan memeluk anak-anaknya...
Meja Dupa Ukupan itu adalah lambang hubungan doa dan penyembahan anak-anak Tuhan dihadapan-Nya, dan karena begitu rindunya Tuhan agar hubungan Bapa dan anak itu menjadi begitu dekat, maka tirai dibalik ruang suci itu terbelah dan sekarang kita melihat terjadi hubungan langsung antara Bapa dan Gereja-Nya di dslam persekutuan kasih mesra yang sangat indah.
Sudahkah engkau menyapa Bapamu pagi ini? Dia ada dihadapan kita, katakan kepada-Nya isi hatimu, minimal, sapa Dia dgn hal ini:
Good morning Father... Good morning Holy Spirit,... Good morning Jesus...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-11 01:48:50

Rabu 10 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 8:1-6 "...Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.
Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.
Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.
Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."  
Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.‎"
Apakah arti dan tujuan hidup ini menurut Yesus sendiri? Coba renungkan sebentar... kira-kira dari apa yang sudah kita lihat dari seluruh isi Alkitab yang dicatat tentang Yesus dan yang Dia kerjakan sampai sekarang, dan jika kita bertanya, apakah arti hidup ini sesungguhnya menurut Yesus sendiri, jika ada satu kata yang harus Dia gunakan untuk melukiskan arti hidup ini, apa kira-kira kata yang akan Dia pakai?

Perhatikan perkataan Yesus ini: Yohanes 5:16-17 "Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
Dari perkataan Yesus di atas dan kebenaran Firman Tuhan di Ibrani 8 di atas, saya percaya jika ada satu kata untuk melukiskan arti dan tujuan hidup ini, maka kata itu adalah "SERVICE atau PELAYANAN" Itulah arti dan tujuan hidup. Yesus ketika ada dibumi, Dia bekerja sangat kuat dan luar biasa, bahkan pada hari Sabat sekalipun... kemudian Dia mati dan naik ke Surga, ternyata di Surga-pun Dia tetap bekerja keras, yaitu menjadi  ‎pengantara bagi kita, dan semua yang Yesus kerjakan sampai saat ini, dirumuskan dengan satu kata: "PELAYANAN atau pengabdian, memperhambakan diri sendiri", itulah fungsi dan arti hidup bagi Kristus. Ayat 6 dari Kitab Ibrani 8 di atas menegaskan kebenaran tersebut demikian: "Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.‎"

‎Kehidupan yang ada di bumi, ternyata seharusnya adalah refleksi dari apa yang terjadi di Surga. Jika Yesus mengerjakan segala sesuatunya dalam arti sebagai satu pelayanan atau pengabdian atau sikap memperhambakan diri sendiri, benarkah seperti itu semua yang kita kerjakan sehari hari? Di dalam pelayanan, harus ada kata 'korban yang dipersembahkan...' bahkan ketika seorang anak Tuhan bekerja sekalipun, sebenarnya itu adalah satu bentuk pelayanan, bukan sekedar untuk mencari upah. Tentu seorang pelayan pun berhak untuk mendapatkan upahnya, tapi bukan untuk tujuan itu kita bekerja. Betapa agung dan mulianya hidup setiap kita jika saja semua yang kita kerjakan itu bermotivasi 'pelayanan', jika kita bekerja, itu bentuk pelayanan kita untuk melayani istri dan anak-anak kita supaya ada makanan bagi mereka, ada masa depan bagi mereka... jika kita masak dan mempersiapkan sarapan atau makan malam, itu adalah pelayanan dan pengabdian yang tulus yang kita kerjakan untuk suami dan anak-anak kita, sebab tidak ada yang akan mengupah kita untuk semua pelayanan tersebut... Jika kita melihat kesusahan orang lain, lalu kita membantu mereka yang kesusahan, itu kita kerjakan untuk melayani mereka... betapa mulianya semua hal itu.
Contoh kontras yang akan membantu kita untuk berfikir arti pelayanan dan mencari kepentingan diri sendiri adalah demikian: 
Ada 2 bokor yg digunakan oleh 2 pribadi yang berbeda, mungkin saja 2 bokor yang serupa, tapi penggunanya menunjukan 2 makna yang sangat berbeda:
1.‎ Ketika dalam keadaan terjepit dan sekalipun tidak menemukan kesalahan dari terdakwanya, yaitu Yesus yang di tuntut mati oleh tua-tua Yahudi, Pilatus akhirnya memilih untuk mengambil bokor dan cuci tangan tanda tidak mau terlibat dan tidak mau disalahkan...
2. Ketika dalam keadaan yang sangat susah dan ditinggalkan banyak orang, Yesus dalam keadaan yang paling membutuhkan perhatian dan sangat perlu dilayani,... Dia mengambil bokor dan membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia melayani.
Mengertikah saudara arti pelayanan? Pelayanan adalah mengesampingkan kepentingan pribadi dan mendahulukan tugas dan kepentingan yang lain... Pelayanan adalah korban bukan cari untung... Saya mendorong setiap pribadi mulai memasuki tahun 2018 ini dengan tekad saya mau hidup melayani sebagai hormat saya kepada Tuhan yang menciptakan dan memiliki hidup ini.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-10 02:15:00

Selasa 09 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 6:1-3, 11-12, 19-20 "...Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 
yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 
di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya..."

Pada masa tuanya, Paulus yang mendekam di dalam penjara, melihat perjalanan dan perkembangan kehidupan anak-anak Tuhan, dan dia sangat prihatin dengan kehidupan ke Kristenan yang tidak bertumbuh hari-hari itu, itu sebabnya dia memberi nasehat yang sangat penting, yang juga berarti buat kita semua, coba perhatikan nasehat Firman Tuhan ini:
‎"...marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh." 

Apakah asas-asas pertama yang dari padanya kita harus bergerak dan berjalan maju? 

‎"...Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 
yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.‎"
---> banyak ‎anak-anak Tuhan sibuk memperdebatkan, sampai hari-hari ini, hal hal yang seharusnya sudah lama kita bergerak daripadanya. Gereja tidak bisa bersatu Karena berbeda doktrine tentang babtisan air, yang mempercayai babtisan selam menganggap yang dipercik sesat dan masuk neraka, juga sebaliknya... kita malah bertengkar soal-soal sepele yang sama sekali tidak berfaedah. Ada satu hamba Tuhan yang mengadakan KKR akbar dan setengah dari kotbahnya adalah menyerang dan mengata-ngatai gereja aliran lain atau hamba Tuhan lain... sampai kedengarannya memuakkan utk terus didengar, sebab isinya bukan Firman Tuhan lagi, tapi sekedar umpatan kepada hamba Tuhan lain atau cemoohan dan penghakiman terhadap aliran gereja lain. Semua menonjolkan merek gereja dan doktrine nya lebih tinggi diatas kebenaran Firman Tuhan... Ada juga yg terlalu sibuk menggali dan membicarakan tentang hari kiamat atau akhir jaman, sampai lupa untuk hidup 'hari ini...', buktinya mereka sibuk mempersiapkan hari kiamat, mengajarkan hal-hal yang aneh dan belum tentu benar, tapi tidak berbuat apa apa untuk hormat dan kemuliaan Tuhan hari ini.

Paulus berpesan, tinggalkan asas-asas itu, mari bergerak maju dan focus kepada apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.‎ Apa yang Firman Tuhan ajarkan untuk kita kerjakan? Ayat 19 & 20 di atas menuliskan agar kita jemaat Tuhan berjalan dan menjadi teguh akan pengharapan kita. Mengikuti pengajaran Firman Tuhan yang kita terima dan menjadi penurut penurut Firman yang sabar dan tekun... tetap berharap sekalipun tidak masuk akal, sebab pengharapan kita di dalam Kristus adalah sauh yang kuat yang membuat hidup kita tidakk mudah goyah.. Berhenti untuk berdebat yang tidak ada gunanya, sebaliknya, rangkul dan topang satu sama lain, agar nama Tuhan dipermuliakan.

‎Dahulu waktu saya sekolah minggu, saya belajar satu lagu lama yang sangat baik maknanya, yang berkata begini:

ku tak pandang dari gereja mana...
Asal‎ kau berdiri atas Firman-Nya...
Kalau hatimu sperti hatiku...
Kau lah saudara dan saudariku...

Sekarang anak-anak kita tidak lagi diajarkan lagu seperti itu, sebab kita sebagai orang tuapun mungkin kurang setuju, kita masih pandang ini gereja si anu atau si itu, bukan aliran saya. Kita tidak bisa menggenapi kerinduan Tuhan yang sampai 3 kali berkata, 'jadikan mereka satu, sama seperti KITA (Bapa, Anak dan Roh Kudus) adalah satu‎...


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-09 01:27:25

Senin 08 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Ibrani 3:7-11 "...Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 
di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 
Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 
sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 

‎Apa sesungguhnya yang dikerjakan oleh nenek moyang bangsa Israel di padang gurun selama empat puluh tahun? Apa yang mereka lakukan sehingga mendatangkan murka Tuhan sedemikian rupa, sampai sampai Tuhan bersumpah didlm murka-Nya bahwa mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian Tuhan? 

Saudaraku, ini bukan perkara sederhana, ini bukan masalah ringan utk kita teliti dan perhatikan, tapi ini menunjuk kepada ‎keselamatan kita pada akhirnya. Jangan pernah anggap sepele kebenaran ini... Coba perhatikan apa sebenarnya yang dikerjakan oleh nenek moyang bangsa Israel sehingga mendatangkan murka Tuhan sedemikian rupa?
Bangsa itu melihat dan mengecap semua mujizat dan kebaikan Tuhan, tidak mungkin mereka salah menangkap dari mana asal usul semua berkat-berkat dan pemeliharaan yang mereka nikmati, tapi berkali kali juga mereka bukan hanya tidak percaya, bahkan mereka menantang kedaulatan Tuhan...

Disatu pihak mereka menikmati semua kebaikan dan pemeliharaan Tuhan, namun di pihak lain mereka terus menerus melawan Tuhan dgn cara mengabaikan Firman-Nya. Inilah yang mendatangkan dosa atas mereka.

Berapa sering kita anak-anak Tuhan yang sudah mengenal TUHAN, menikmati kebaikan Tuhan, tapi terus menerus hidup didlm perkara perkara yang mendukakan Roh Kudus... kita terus menikmati dosa dan berbuat semau kita sendiri. 

Dosa memang terkesan nikmat ketika dicicipi, tapi tahukan saudara gambaran dosa yang sebenarnya? Betapa menakutkan dan mengerikannya wajah dosa itu... 2 Korintus 5:21 melukiskan wajah dosa demikian: "...Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,..." 
 
Dosa itu diseret, disesah oleh cambuk yang bermata kail, sehingga setiap cambukan, ada daging yang tercabut, terkoyak... Dosa menancap di kepala dengan duri-duri panjang yang tajam... syaraf-syaraf dikepala menjerit karena menahan rasa sakit yang tidak tertahankan... Dosa membuat manusia tertancap dan terpaku tidak berdaya, dosa mengeliat geliat diatas kayu salib seperti ikan yang hidup-hidup digoreng... manusia tidak mampu memandang dosa... begitu mengerikan dan sangat menusuk hati... semua manusia menutup muka ketika melihat dosa menjerit, merintih kesakitan...‎ dosa bahkan ditinggalkan oleh Bapa di Surga...

Masihkah kita mau tetap hidup di dalam dosa seperti nenek moyang bangsa Israel? Relakah kita menyalibkan Kristus untuk kedua atau kesekian kalinya karena dosa dosa kita yang terus menerus kita pertahankan?...

Memasuki tahun yang baru ini, mari tinggalkan hidup dan gaya hidup yang lama... terima pengampunan dari Salib Kristus dan tinggalkan dosa...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-08 03:44:58

Jumat 05 Januari 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Ibrani 1:1-3 "...Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,..."

‎Banyak ketidak pastian dirasakan oleh para pengusaha yang saya ajak bicara di awal tahun 2018 ini... banyak keragu raguan bahkan rasa takut yang mereka alami... Apalagi jika kita berbicara tentang masa depan, hari esok, siapakah yang bisa menjamin semua itu?

Pagi ini penulis kitab Ibrani menegaskan satu rahasia kebenaran tentang hakekat Tuhan, coba perhatikan sekali lagi hakekat Tuhan Yesus yang kita sembah itu: ‎"...maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah‎ DAN MENOPANG SEGALA YANG ADA DENGAN FIRMAN-NYA YANG PENUH KEKUASAAN..."
---> Itulah hakekat Firman Tuhan yang adalah Tuhan sendiri!!!

Perhatikan juga perkataan Ayub tentang Tuhan yang pada waktu itu belum dia mengerti, namun nalarnya mengatakan ada sesuatu yang besar yang ada pada Tuhan : Ayub 26:7-8 "...Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. 
Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek."

Ayub tidak mengerti, science atau ilmu pengetahuanpun tidak dapat memberi jawabnya, bagaimana bumi dan semua planet planet yang ada itu bisa tergantung di kekosongan... siapa yang menopang semua itu? Tidak ada alasnya, tidak ada tali penggantungnya, lalu apa yang menopang semua benda benda maha raksasa itu... kenapa tidak berjatuhan dan saling bertabrakan... Didalam ketidak mengertiannya, Ayub hanya dapat berkata 'Allah membentangkan semua itu didalam kekosongan...' kemudian Paulus didalam kitab Ibrani baru menjelaskan bahwa : ‎"TUHAN YESUS  MENOPANG SEGALA YANG ADA DENGAN FIRMAN-NYA YANG PENUH KEKUASAAN..."
‎---> Jika bumi dan semua planet yang ada saja bisa tetap ada sampai saat ini hanya karena ditopang oleh Firman Tuhan yang penuh kekuasaan, apakah perlu engkau takut dengan masa depanmu?... masihkah wajar kita khawatir tentang hari esok, tentang apa yang akan dipakai untuk dan bagaimana kita bisa membayar sekolah anak-anak, bagaimana masa depan anak-anak, bukankah Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup dan begitu berkuasa, yang bahkan mampu menopang bukan hanya hidupmu dan hidupku, bahkan seluruh bumi dan alam semesta ada di topangan Firman-Nya...

Seorang professor seminary dari Oklahoma sedang singgah di Tennessee dan sarapan disatu restaurant kecil, dimana disitu juga ada seorang pria tua berambut putih ‎yang sangat ramah dan mengunjungi setiap meja yang ada... ketika tiba dimeja sang professor, pria tua itu segera menyodorkan tangan dan karena melihat sang professor itu bukan dari Tennessee, maka mulailah sang pria tua bercerita tentang seorang anak kecil yang tinggal dibalik gunung tidak jauh dari restaurant dimana mereka sedang sarapan.

Dulu disana ada seorang anak laki laki kecil yang lahir diluar pernikahan dan selalu menjadi olok olokan teman temannya, anak itu sangat takut bertemu orang, sebab dia takut jika ditanya, 'who is your father.... siapakah bapak mu...?' bahkan pergi kegereja-pun anak itu selalu datang terlambat dan pulang paling duluan, sebab dia ingin menghindari percakapan dengan orang-orang lain... sampai satu ketika, saat dia sedang ada digereja dan begitu menikmati hadirat Tuhan, dia lupa bergegas keluar, sehingga waktu dia mau keluar, orang-orang lain sudah ada didepannya, terpaksa dia ikut antrian orang-orang yang akan keluar dan bersalaman dengan sang gembala.

Ketika tiba saatnya dia bersalaman dengan pak gembala, bapak gembala langsung bertanya kepada anak itu, 'hey anak muda, siapa bapa mu?...' anak itu tertunduk diam, lalu sang gembala berkata: 'oh saya tahu, wajahmu mirip bapakmu... kamu itu anak Tuhan, anak Bapa Surgawi!' Sejak saat itu, anak yatim yang minder itu tahu rahasia untuk menjawab pertanyaan yang paling dia takutkan, 'saya anak Tuhan, anak Bapa Surgawi...' Jika tanpa pengertian itu, anak itu tidak akan punya masa depan apa apa..

Dengan perkataan itu pria tua berambut putih itu pergi meninggalkan sang professor sendirian,... lalu sang professor memanggil waitress ‎dan bertanya, apakah waitress itu kenal siapa pria tua berambut putih tadi? Dengan tegas sang waitrss berkata, 'tentu... semua orang disini kenal siapa dia, dia adalah Ben Walker Hooper, mantan Gubernur Tennessee...

Masihkah engkau takut dan khawatir, jika engkau mengenal hakekat dan kharakter siapa Tuhan mu... siapa Bapamu... seorang anak yatim yang tidak punya masa depan saja bisa menjadi seorang Gubernur state of Tennessee, bumi dan semua planet bisa di topang-Nya, apalagi masa depan dan hidupmu... percaya dan berharaplah kepada Tuhan Bapamu...

Smile, it's Friday....

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-05 01:18:30

Kamis 04 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Filemon 1:8-16 "Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus  
— dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 
Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —. 
Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan..."

Surat Paulus kepada Filemon yang hanya berisi 1 pasal, namun menjadi bagian penting dari seluruh 66 kitab-kitab di dalam Alkitab kita, sesungguhnya ber-isi-kan hanya tentang satu urusan kecil yaitu satu permohonan dari seorang Paulus yang menempatkan diri sebagai seorang sahabat kepada Filemon yang juga sahabat yang telah ditolong entah masalah apa oleh Paulus, sehingga sekarang Paulus memohon dengan sangat untuk Filemon mengampuni dan menerima kembali seorang bekas karyawannya yang bernama Onesimus yang pernah berbuat salah dimasa lalu terhadap Filemon.

Di dalam suratnya keoada Filemon, Paulus memohon dengan sangat kepada Filemon dan berkata agar Filemon menerima kembali Onesimus sebab dia berguna bagi Paulus (karena Paulus sudah tua dan sendirian di penjara, sehingga sebenarnya Onesimus dapat menjadi teman dan pelayan yang akan sangat meringankan tugas Paulus), namun juga berguna bagi Filemon.

---> Pertanyaan yang sangat mengganggu saya, jika Onesimus itu berguna sekarang bagi Filemon, mengapa Paulus harus memohon, bahkan menjamin Filemon bahwa jika sampai Onesimus berbuat curang kembali atau mencuri kembali, maka Paulus-lah yang akan menanggung?... kalau benar Onesimus itu berguna bagi Filemon, maka Paulus tidak perlu memohon apalagi menjamin Filemon tentang Onesimus... Ini perlu, sebab disinilah letak rahasi kebenaran Firman Tuhan yang hari ini kita mau sama sama belajar. Perhatikan kebenaran ini. Coba baca dan renungkan ayat ini: Matius 5:39 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu."
---> Perkataan Yesus di Matius 5:39 di atas sebenarnya mengajarkan ‎kepada kita gereja-Nya satu kebenaran yang dunia sama sekali tidak sependapat, yaitu: 'Berani untuk terluka atau dilukai 2 kali atau lebih...', itulah arti perkataan Yesus tentang 'jika ditampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu juga...'

Dunia sama sekali tidak sejalan apalagi setuju dengan perkataan Yesus tadi, dunia akan menuduh kita bodoh... dunia akan mengajarkan kita menuntut balas atau minimal menjaga jarak... Dunia sama sekali tidak akan memberikan kesempatan kedua atau ketiga apalagi kesekian kalinya kepada orang yang telah sengaja berbuat dosa... 
Tapi Firman Tuhan di kitab Filemon mengajarkan satu kebenaran, yaitu setiap manusia rindu utk menerima kesempatan kedua dan kesempatan kesekian kalinya... setiap manusia termaksud kita sendiri, rindu untuk menerima pengampunan dan diterima kembali... Kita hanya akan mampu melakukannya apabila kita menanamkan di dalam hati dan pikiran kita sendiri bahwa 'SAYA RELA UTK DISAKITI 2 KALI...' Itulah sebabnya Paulus berkata kepada Filemon bahwa Onesimus berguna 'bagimu dan bagiku...' Sebab Filemon pun untuk disempurnakan lewat kehadiran Onesimus di dalam hidupnya...

Jika kita teringat akan saudara, anggota keluarga, atau teman teman yang pernah ‎menyakiti bahkan merugikan kita sendiri, inilah saatnya untuk kita belajar mengampuni dan menerima mereka kembali... sebab itu berguna bagimu dan bagiku...


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-04 00:41:13