Morning Dew

Jumat 16 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 28:1-9 "Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.
Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.
Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.
Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham." 
Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.
Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ — pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: "Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan" — 
dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram, 
maka Esau pun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. 
Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot..."

Pagi ini kita akan belajar memahami kebenaran ini, kita tahu sesuai dengan Roma 13 : 7, hormat itu tidak tergantung apakah orang tersebut layak atau tidak layak dihormati, tapi jika dia ada di tempat yg memang Tuhan tetapkan sebagai authority diatas kita, maka kita wajib memberikan hormat kita kepada nya, sama seperti hutang pajak dan hutang cukai. Lebih jauh pagi ini kita akan belajar bahwa hormat itu tidak selalu mengalir karena kita sudah terlebih dahulu menerima cinta atau kasih seseorang,... ada begitu banyak contoh anak-anak kandung sendiri ternyata tidak menaruh hormat kepada orang tuanya yang sebenarnya lebih mengasihi dia daripada anak pungut, sebab hormat tidak automatis mengalir akibat sudah dicintai atau dikasihi...

Kita tahu dari perenungan kita sebelumnya, Ishak lebih mengasihi Esau dari pada Yakub... Esah adalah buah hati papah, tapi coba perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas...

Apa yang membuat Esau melakukan apa yang melukai atau mendukakan hati ayahnya? Sebab Esau mengambil istri istri dari perempuan Kanaan. Mungkin saja Esau tidak mengerti bahwa hal itu akan mendukakan hati ayahnya,... TIDAK MUNGKIN!!! Pertama tama, sudah menjadi kebiasaan atau kebudayaan pada waktu itu, ayahlah yang mengambilkan istri bagi anak laki-laki nya, ingat kisah Abraham di Kejadian 24 yang menyuruh Eliezer pergi ke pada sanak saudara Abraham untuk mengambil Ribkha sebagai istri bagi Ishak, dan Ishak adalah ayah dari Esau sendiri, jadi sudah pasti hal itu akan menjadi pembicaraan berulang ulang kali pada waktu makan malam...

Kedua, bukankah anak anak Ishak semua mengerti bahwa berkat yang akan diwariskan oleh Ishak ayahnya itu penting dan merupakan berkat yang luar biasa, sebab berkat tersebut diwariskan dari Tuhan sendiri kepada Abraham dan diteruskan kepada anak anak Abraham... Tapi mereka juga tahu, bahwa berkat itu mengandung satu syarat, yaitu anak-anak Abraham harus hidup sesuai ketetapan Tuhan, dan salah satu ketetapan Tuhan bagi kita adalah menjadi pasangan yang seimbang, seiman... itulah sebabnya Ishak sangat kecewa dan berduka atas apa yang Esau telah kerjakan...

Pagi ini kita akan belajar untuk memahami dan menghidupi satu kebenaran ini, sekalipun Esau sadar bahwa dirinya lebih dicintai oleh Ishak ayahnya dari pada Yakub adiknya, tapi Esau tidak pernah menaruh rasa hormat yang seharusnya dia berikan kepada Ishak ayahnya,‎ Esau bahkan dengan sengaja mengambil istri istri dari perempuan Kanaan yang jelas jelas akan membawa sakit hati dan akan mendukakan ayahnya, sebab dengan demikian, Esau secara terang terangan menolak untuk menerima berkat Abrahamic Covenant yang diterima oleh Ishak melalui Abraham, yang Abraham terima dari Tuhan sendiri...
itu sebabnya berkat itu mengalir kepada Yakub adiknya. Pelajaran penting bagi kita pagi ini adalah, HORMAT ITU TIDAK MENGALIR AKIBAT TELAH TERLEBIH DAHULU DICINTAI ATAU DIKASIHI, TAPI HORMAT ITU MENGALIR DARI HATI NURANI YANG TULUS DAN BERSIH SEKALIPUN MUNGKIN TIDAK MENERIMA CINTA YANG SEPERTI DIHARAPKAN...


‎Betapa pentingnya kita menjaga dan membangun hati nurani yang bersih dan tulus, sebab tanpa hal itu, tidak akan mungkin kita dpt melakukan Firman Tuhan yang sederhana ini:

- Keluaran 20:12 "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu..."

- ‎Imamat 19:30 "Kamu harus memelihara hari-hari sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku; Akulah TUHAN..."

- Efesus 5:33 "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya..."

- 1 Timotius 5:3 "Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda..."

- 1 Timotius 5:17 "Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar..."

- 1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"


Dan masih banyak lagi... ternyata ada begitu banyak orang-orang yg dituntut Tuhan untuk kita hormati, belajarlah untuk memberi hormat dan dengan demikian, engkau terus menerus menjaga ketulusan hati nuranimu...


Smile,... for it's Friday, 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-16 01:38:05

Kamis 15 Maret 2018

Ada satu jalur komunikasi yang rusak antara suami istri, akibatnya, jalur komunikasi yang rusak itu malah tambah merusak hubungan mereka dengan anak-anak dan hubungan diantara anak-anak...


‎Pagi ini, mari kita suami istri periksa bagaimana jalur komunikasi diantara suami istri? Jika hubungan komunikasi itu tdk baik atau rusak, maka jangan heran kalau didepan nanti engkau melihat permusuhan dan pemberontakan... Para suami, belajar untuk rendah hati mendengarkan suara hati istrimu, sebab seringkali Tuhan tidak bicara kepada kita langsung, tapi lewat istri kita.‎ Jika kita terlalu bebal dan angkuh, kita akan kehilangan begitu banyak kesempatan untuk menggenapi rencana Tuhan yang sudah Tuhan bukakan kepada istri kita. Ingat, bukan Manoah yang menerima rencana Tuhan, tapi istrinya sehingga Simson lahir sebagai nasir Allah... Bukan Yusuf yang menerima khabar rencana besar Tuhan, tapi Maria istrinya, sehingga Juruselamat kita Yesus Kristus itu lahir,... Bukan Ishak, tapi lewat Ribkha istrinya, rencana pembentukan bangsa Israel itu Tuhan nyatakan, tapi berita itu rusak dan tidak diteruskan oleh sang istri, mungkin karena suaminya terlalu keras atau terlalu angkuh untuk menghargai suara hati istrinya,...


Tapi mungkin juga sang istri yang memang tidak berusaha menjalin hubungan komunikasi yang sehat... Coba perhatikan apa apa yang mendominasi pembicaraan diantara kita suami istri? Apakah sekedar hal hal keluhan kita sendiri atau kemauan kita sendiri? Atau apa yang kita dapatkan dari Tuhan?...


Mulailah belajar untuk terbuka dan berbagi diantara suami istri agar tidak adalagi rencana Tuhan yang dirusak iblis didalam hidup kita.


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-15 02:27:25

Rabu 14 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 26:1-6, 17-22 "...Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.  
Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."
Jadi tinggallah Ishak di Gerar. 
Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ. 
Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. 
Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya.
Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana.
Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.
Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini." 

Sama seperti ayahnya, Abraham, Ishak juga dituntun Tuhan untuk membuat keputusan bukan berdasarkan perkataan jiwanya, tapi dari hati nuraninya. Coba lihat kembali ayat-ayat diatas, ketika ‎timbul kelaparan di tanah perjanjian, Ishak hendak pergi mencari kesempatan lain. Itu adalah wajar karena memutuskan sesuatu berdasarkan pikiran yang sehat dan kehendak yang masuk akal... tapi kemudian Tuhan berkata, 'belajar dari ayahmu...'. Sehingga Ishak tetap tinggal di tanah perjanjian...

Tapi tidak berhenti sampai disitu, berkali kali Ishak menggali sumur yang dulu pernah digali ayahnya dan menemukan sumber air, tapi kemudian dirampas orang lain, dan Ishak biarkan itu terjadi berkali kali, sampai akhirnya dia menemukan Rehobot, atau 'kelonggaran dari Tuhan...'

Pada akhirnya, bahkan ‎penduduk Gerar mendatangi Ishak untuk memohon satu perdamaian dengan Ishak karena mereka melihat penyertaan Tuhan atasnya... Orang-orang yang tadinya mengusir dan mengikhtiarkan celaka atas Ishak, justru sekarang datang untuk berdamai dengan nya...

‎Inilah satu kebenaran yg perlu kita fahami... persis seperti apa yang Firman Tuhan di Amsal 16:7 katakan: "Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia..." 
---> Ini satu kunci untuk memahami apakah perkenanan Tuhan ada pada kita, pada usaha kita atau pada rumah tangga kita, coba secara jujur bertanya kepada diri kita sendiri, masih adakah musuh musuh yang begitu benci kepada kita? Masih adakah orang-orang yang memusuhi rumah tangga kita? Atau terus menerus memusuhi usaha kita? Sebab jika Tuhan berkenan kepada kita, maka musuh kita itupun akan didamaikan Tuhan dengan kita....‎ itulah yang terjadi dengan Ishak, sebab dia diajar Tuhan untuk dituntun oleh hati nuraninya, bukan oleh jiwanya...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-14 02:59:27

Selasa 13 Maret 2018

Shalom Selamat Pagi, Perhatikan Ayat Ayat Ini : 
Kejadian 23:1-6, 12-16 "...Sara Hidup Seratus Dua Puluh Tujuh Tahun Lamanya; Itulah Umur Sara. 
Kemudian Matilah Sara Di Kiryat-Arba, Yaitu Hebron, Di Tanah Kanaan, Lalu Abraham Datang Meratapi Dan Menangisinya.
Sesudah Itu Abraham Bangkit Dan Meninggalkan Isterinya Yang Mati Itu, Lalu Berkata Kepada Bani Het: 
"Aku Ini Orang Asing Dan Pendatang Di Antara Kamu; Berikanlah Kiranya Kuburan Milik Kepadaku Di Tanah Kamu Ini, Supaya Kiranya Aku Dapat Mengantarkan Dan Menguburkan Isteriku Yang Mati Itu." 
Bani Het Menjawab Abraham: 
"Dengarlah Kepada Kami, Tuanku. Tuanku Ini Seorang Raja Agung Di Tengah-tengah Kami; Jadi Kuburkanlah Isterimu Yang Mati Itu Dalam Kuburan Kami Yang Terpilih, Tidak Akan Ada Seorang Pun Dari Kami Yang Menolak Menyediakan Kuburannya Bagimu Untuk Menguburkan Isterimu Yang Mati Itu." 
Lalu Sujudlah Abraham Di Depan Penduduk Negeri Itu 
Serta Berkata Kepada Efron Dengan Didengar Oleh Mereka: "Sesungguhnya, Jika Engkau Suka, Dengarkanlah Aku: Aku Membayar Harga Ladang Itu; Terimalah Itu Dari Padaku, Supaya Aku Dapat Menguburkan Isteriku Yang Mati Itu Di Sana." 
Jawab Efron Kepada Abraham: 
"Tuanku, Dengarkanlah Aku: Sebidang Tanah Dengan Harga Empat Ratus Syikal Perak, Apa Artinya Itu Bagi Kita? Kuburkan Sajalah Isterimu Yang Mati Itu."
Lalu Abraham Menerima Usul Efron, Maka Ditimbangnyalah Perak Untuk Efron, Sebanyak Yang Dimintanya Dengan Didengar Oleh Bani Het Itu, Empat Ratus Syikal Perak, Seperti Yang Berlaku Di Antara Para Saudagar.‎"

Integritas Seseorang Akan Terlihat Bukan Sekedar Ketika Kita Berani Berkata Jujur, Tapi Sangat Jelas Ditunjukan Dari Tindakan Yang Kita Lakukan Saat Kita Berada Di Posisi Yang Berpengaruh Atau Saat Sedang Memegang Kekuasaan. 
Berpengaruh Atau Memegang Kekuasaan Bukan Sekedar Diartikan Yang Sedang Duduk Di Kursi Kekuasaan, Tapi Bisa Juga ‎ketika Seseorang Ada Diposisi Yang Sangat Menentukan, Sekalipun Bukan Sebagai Penguasa.

Sebagai Seorang Hamba Tuhan, Kita Tahu Perkataan Kita Akan Didengar Orang-orang Yang Kita Gembalakan, Mudah Sekali Untuk Memanfaatkan Orang-orang Tersebut Untuk Kepentingan Kita Sendiri.... Integritas Akan Terlihat Jelas Dalam Hal Ini.

Sebagai Seorang Yang Kekurangan Didalam Gereja Lokal, Kita Tahu Bahwa Saya Perlu Ditolong, Kita Bisa Dengan Mudah Memanfaatkan Orang-orang Lain Atas Nama Kekurangan Kita Demi Tujuan Memenuhi Kemauan Atau Keinginan Diri Sendiri.... Integritas Akan Terlihat Jelas Dalam Hal Ini.

Sebagai Seorang Yang Memegang Sedikit Berkat Berkat Tuhan, Atau Seorang Pe-business, Terkadang Kita Diperhadapkan Dengan Kesempatan Untuk Berdagang Dengan Orang Lain, Keputusan Atau Cara Kita Berbusiness Itu Akan Sangat Jelas Menunjukan Integritas Yang Ada Pada Kita...

Abraham Sangat Dihormati Di Hebron Yang Adalah Masuk Wilayah Tanah Kanaan, Tanah Perjanjian. Satu Kali, Sarah Istri Abraham Meninggal Di Kiryat-Arba Yaitu Wilayah Hebron... Abraham Hendak Mencari Sebuah Kuburan Untuk Istrinya, Dan Figure Abraham Adalah Pribadi Yang Sangat Dihormati Di Hebron Bahkan Diseluruh Tanah Kanaan... Seluruh Penduduk Hebron Dengan Sukacita Dan Rela Memberikan Tanpa Bayaran Tanah Dan Gua Kuburan Untuk Menguburkan Sarah Disana... Mereka Bahkan Memaksa Abraham Untuk Tidak Memusingkan Semua Itu Dan Ambil Saja... 

Abraham Tidak Meminta Untuk Dapat Gratis, Dia Juga Tidak Memperdaya Orang Lain, Apalagi Merampas Milik Orang Lain, Tapi Suara Hati Nuraninya Berkata: JANGAN!!! Bayar Harganya Yang Wajar Sesuai Dengan Permintaan Dari Mereka Atau Sesuai Harga Pasar... Sehingga Sekalipun Dipaksa Ambil, Abraham Berkata, Tidak... Bukan Seperti Itu, Sebutkan Harganya... Aku Akan Bayar... Itulah Integritas Abraham Bapa Leluhur Kita...

Disepanjang Alkitab, Banyak Contoh Contoh Kesaksian Suara Hati Nurani Yang Berintegritas Dan Juga Yang Jahat...

‎Di 2 Samuel 24, Ada Seorang Pemilik Pengirikan, Orang Yebus Bernama Arauna. Daud Mendapat Perintah Tuhan Untuk Membangun Mezbah Di Tempat Pengirikan Arauna Tersebut Demi Untuk Menghentikan Tulah Bagi Israel. Daud Hendak Membeli Tempat Tersebut, Tapi Arauna Memaksa Untuk Menyerahkannya Secara Gratis, Namun Ditolak Oleh Daud,sebab Memang Bukan Daud Tidak Memiliki Uang Tersebut.. Daud Tidak Berlaku Salah Jika Dia Terima Saja Pemberian Arauna, Tapi Integritas Didlm Hati Nuraninya Bersaksi, Jangan... Bayar Penuh Harganya...


Sebaliknya Raja Ahab Ketika ‎ingin Menguasai Kebun Anggur Nabot Yang Berada Disamping Istananya, Ketika Nabot Menolak Menjualnya, Ahab Dengan Bantuan Izabel Istrinya Merampas Kebun Anggur Tersebut Sesuka Hatinya, Itulah Integritas Ahab Dan Izabel...


Pagi Ini Kita Belajar Betapa Pentingnya Untuk Menjaga Hati Nurani Yang Murni Dan Bersih, Mulai Dengan Menimbang Nimbang Keuntungan Yang Datang Didepan Mata Kita... Tidak Semua Yang Kuning Kuning Panjang Itu Pisang... Sebab Ada Juga Yang Kuning Kuning Ngambang Dikali Ternyata Bukan Pisang... Jadi Jangan Lahap Semua Yang Kelihatannya Baik. Tidak Semua Yang Kelihatannya Baik Atau Yang Menguntungkan Itu Datangnya Dari Tuhan, Timbang Dan Gunakan Hati Nuranimu... Senjata Penimbang Yang Paling Benar Adalah Apa Yang Yesus Katakan: " Kasihi Sesamamu Manusia Spt Dirimu Sendiri..." Dengan Dasar Ini, Coba Tempatkan Diri Kita Diposisi Orang Tersebut, Bersediakah Saya Diperlakukan Seperti Saya Sedang Merencanakan Memperlakukan Orang Tersebut? Kalau Kita Jujur, Guiding Principle Ini Akan Menjadi Patok Yang Kokoh...


Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2018-03-13 10:03:49

Senin 12 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 15:5-6 "Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 
Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran..."  

---> Perkataan diatas diucapkan Tuhan ‎kpd Abraham dan terhadap perkataan Tuhan tersebut, Abraham percaya... Pada saat itu, sekalipun Alkitab berkata Abraham percaya, tidak terjadi sesuatu yang berarti.

Kemudian, beberapa pasal setelah itu, ketika iman percaya Abraham sudah mulai bertumbuh dan semakin dewasa dalam Tuhan, ada satu peristiwa lain yang terjadi, dimana Allah meminta Abraham menyerahkan Ishak anaknya yg sangat dia kasihi sebagai korban persembahan kepada Allah, dan Abraham rela menyerahkan Ishak kepada Tuhan, coba perhatikan:

Kejadian 22:14-18 "Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 
kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."  

---> Perbedaan perkataan Tuhan disini dgn apa yg Tuhan katakan di Kejadian 15 adalah, Tuhan memeteraikan janji-Nya dengan pribadi-Nya sendiri... Tuhan menambahkan diatas janji tersebut, sumpah demi diri-Nya sendiri... Dengan kata lain, ‎pada Kejadian 15, thema-nya adalah Abraham percaya.... kemudian pada Kejadian 22, thema-nya adalah Allah mempercayakan Diri-Nya kepada Abraham, hal itu persis seperti yang Yohanes 2:23-25 ceritakan:
"Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 
dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia..."

‎Inilah yang akan menjadi perenungan kita pagi ini. Percaya kepada Tuhan itu adalah iman yang luar biasa. Tapi sering kali, percaya itu bermain dan bergerak hanya sampai dibatas jiwa kita. Kita percaya karena pikiran atau perasaan kita setuju untuk percaya, atau bahkan karena kita memilih untuk percaya... itu semua ada didalam jiwa manusia. Tapi untuk dipercaya oleh Tuhan atau untuk Tuhan mempercayakan Diri-Nya kepada manusia, Tuhan menilik hati nurani kita, itulah sebabnya Yohanes 2 diatas menyatakan: 
"...Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 
dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia (conscience atau hati nurani)..."

Jiwa Abraham memilih untuk percaya sekalipun tidak melihat apa dan bagaimana janji Tuhan itu akan digenapi, itulah iman yang luar biasa... namun yang membuat Tuhan meneguhkan dan mempercayakan Diri-Nya kepada Abraham adalah ketika dilihat TUHAN hati nurani Abraham yang sungguh-sungguh tulus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, saat itulah Tuhan memeteraikan sumpah-Nya dengan Diri-Nya sendiri kepada Abraham. 

‎Pagi ini, percaya kepada Tuhan itu baik dan luar biasa, tapi adakah Tuhan mempercayakan Diri-Nya kepada kita? Inilah jawaban kenapa ada banyak anak-anak Tuhan yang sudah puluhan tahun menjadi orang percaya, namun kharakternya sama sekali tidak berubah? Jawabannya sederhana, karena Tuhan tidak mempercayakan Diri-Nya kepadanya... sebab jika Tuhan mempercayakan Diri-Nya kepada manusia, pasti kharakter kita akan berubah menjadi semakin seperti Dia.... itulah impartasi Diri Tuhan pada manusia itulah impartasi Diri Tuhan pada manusia... Dan semua itu dimulai dari hati nurani yang tulus...


Bagaimana kondisi hati nuranimu dan hati nuraniku hari ini? Hal itu menentukan apakah impartasi Diri-Nya Tuhan akan terjelma didlm mu dan didalam ku atau tidak...


Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-12 01:26:46

Jumat 09 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 13:8-12 "...Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —  
Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom..."

Hidup adalah serentetan pilihan demi pilihan... Sejak usia kanak kanak, kita telah diajar untuk memilih. Seringkali, pilihan pilihan yang kita ambil itu ditentukan atau didorong oleh 'apa dan siapa' yang paling dominant didalam kita. Jika kita mengidolakan satu pribadi, kita akan condong memilih seperti yang pribadi tersebut pilih... Tapi semua orang akan menjatuhkan pilihannya yang sangat dipengaruhi oleh‎ kekuatan yang ada didalam dirinya sendiri. 

Jika roh nya lemah, maka jiwa manusia tersebut akan menjadi begitu kuatnya, sehingga semua pilihan yang dia ambil selalu berdasarkan dorongan jiwanya, yaitu pikirannya sendiri, perasaannya, atau kehendaknya sendiri. Namun jika roh nya kuat, maka roh nya lah yg akan mempengaruhi jiwanya. Didalam roh manusia ada yang namanya hati nurani, dan hati nurani yang dipelihara bersih itulah yang akan menuntun jalan hidup manusia tersebut, tanpa disadari, hati nurani itulah yg akan membuat pilihan demi pilihan...

Coba renungkan kembali Firman Tuhan diatas, 
Abram atau yang kemudian diubah namanya oleh Tuhan menjadi Abraham, ‎sebelumnya di Kejadian 12 telah menerima janji Tuhan untuk dibawa ke satu negeri yang tidak disebut namanya dan tidak diketahui tempatnya, bukankah itu sama spt semua janji janji Tuhan yang pernah kita terima dari Dia? Kita juga tidak tahu bagaimana caranya, kapan akan terjadi, apa bentuknya... semua itu seperti dirahasiakan dari kita oleh TUHAN, tapi tangan-Nya akan menuntun kita kesana...

Lalu Abraham taat dan berjalan saja... sampai di satu tempat, ‎di tempat perbatasan antara Betel dan Ai, terjadilah percekcokan antara kubu Abraham dan kubu Lot, lalu Abraham mengambil sikap begini:
Sudahlah, jangan bertengkar, silahkan kamu pilih, kalau kamu ke kiri, saya akan ke kanan, atau kalau kamu ke kanan, sayalah yang akan ke kiri...

Tahukah saudara apa makna dibalik pernyataan ini? Abraham secara sadar sedang mematikan kekuatan jiwanya sendiri. Abraham tidak perlu lagi membiarkan pikirannya mengambil keputusan, ke kiri atau ke kanan... Perasaannya dimatikan, dia tidak perlu lagi menimbang dengan perasaan untuk memilih. Kehendaknya sendiri dilucuti, dia tidak akan menentukan pilihan...
Namun tanpa disadari, kemudian Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —  ‎Itulah pilihan Lot, sehingga yg tersisa yg bukan dipilih sendiri oleh jiwa Abraham adalah :

‎Kejadian 13:12 "...Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom..."

---> Apakah itu tanah Kanaan? Itulah tanah Perjanjian yg Tuhan maksudkan ketika Dia menuntun Abraham keluar dari tanah leluhurnya... Abraham dan keturunannya sampai hari ini, bangsa Israel menduduki tanah Kanaan yaitu tanah perjanjian yg dgn sumpah Tuhan berikan kpd keturunan Abraham... Tanpa di sadari oleh Abraham, setelah jiwanya ditekan dan hati nuraninya bersuara utk memilih, disitulah campur tangan Tuhan terjadi, suara hati nurani Abraham berkata: 'silahkan... pilih duluan... ' Suara hati nurani selalu mendahulukan kepentingan orang lain terlebih dahulu, dan tanpa disadari,disitulah kekuatan Roh Kudus yang bekerja didalam hati nurani mulai bergerak...


Masihkah hati nuranimu bersuara hari hari ini? Jika tidak lagi, mungkin jiwamu terlalu kuat... sehingga mengambil alih posisi hati nuranimu...


Smile, it's Friday 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-09 02:37:23

Kamis 8 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 12:1-3 "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 

Setiap anak anak Tuhan perlu untuk memahami dengan benar panggilan yang kita terima dari Tuhan lewat perjanjian yang Tuhan buat dengan Abraham, bapa leluhur orang-orang percaya, sebab oleh karena Abrahamic Covenant inilah, kitapun menerima janji berkat untuk menjadi berkat buat bangsa-bangsa. 

Abrahamic Covenant diterima oleh Abraham pertama tama lewat pemisahan dari orang-orang sebangsanya yang menyembah dewa-dewa. Tuhan kemudian tuntun Abraham menuju satu negeri yang menjadi tujuan Tuhan dan diperuntukan untuk keturunan Abraham sampai hari ini, tapi semua itu dimulai dari satu langkah: PERGI.... PISAHKAN dirimu... KELUAR dari hidup yang lama... Inilah yang disebut pertobatan... keluar dan tinggalkan hidup yang lama, baru setelah itu Roh Kudus dapat menuntun hidup kita untuk berjalan menuju rencana Agung-Nya. 

Sesungguhnya hidup keKristenan yang benar adalah yang seperti panggilan Tuhan bagi Abraham... Semua harus dimulai dari respond positif yang kita berikan kepada Tuhan yang meminta kita keluar mengambil langkah pertama, baru kemudian langkah-langkah berikutnya itu Tuhan yang akan menuntun kita. Tapi langkah pertama utk keluar dari hidup yang lama itu harus diambil oleh Abraham sendiri,"Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;..."

Inilah awal perjalanan kekristenan kita, sekarang pertanyaan untuk diri kita masing-masing, coba isi titik titik ini sendiri, "Pergilah dari.........." Jika bagi bapa leluhur kita, Tuhan menyatakan kepada Abraham, "Pergilah dari orang-orang sebangsamu yang masih menyembah berhala berhala..." Bagaimana dengan saudara dan saya? Dari hal apakah Tuhan mau kita melangkah keluar?

- Bagi beberapa kita, mungkin kita harus melangkah pergi dan tinggalkan praktek business dan usaha yang tidak berkenan kepada Tuhan... pergi dan tinggalkan hal itu....

‎- Bagi beberapa yang lain, mungkin ada kehidupan perzinahan yang engkau tutup rapat rapat dan sangat engkau pertahankan dan nikmati,...pergi dan tinggalkan hal itu....

- Ada hubungan yang tidak kudus dan benar yang dari padanya saudara harus melangkah meninggalkannya,...pergi dan tinggalkan hal itu....

- Mungkin ada dosa dan masa lalu yg terus menerus engkau simpan dan sangat mengganggu hidupmu, tapi belum pernah engkau bereskan dan akui,... pergi dan tinggalkan hal itu....

- Atau ada hutang dan hak orang lain yang engkau terlantarkan, pergi, akui dan bereskan hutangmu,....

Apapun bentuk hidup lama yang masih engkau pertahankan, hari ini Allah yang disembah Abraham yang juga Allahmu dan Allahku mengingatkan kita semua, ambil langkah pertama,... pergi dan tinggalkan...

Take the first step
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-08 02:01:07

Rabu 07 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Kejadian 9:11-17 "...Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."
Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 
Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 
maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Kita akan melihat satu kharakter Allah kita ysng mungkin tidak terlalu kita perhatikan selama ini:
Ketika manusia menjadi jahat dan hidup tanpa mengenal batas dengan bertindak semuanya sendiri, kenajisan dan kejahatan tidak dapat selamanya hidup dihadapan Tuhan... Sehingga Tuhan memusnahkan manusia dengan segala binatang kecuali Nuh dan keluarganya dan binatang-binatang yang ada padanya di dalam bahtera yang dibangun Nuh sesuai perintah TUHAN. 

Setelah semua itu selesai, lalu Tuhan menyatakan satu perjanjian dengan Nuh, itulah yang dikenal sebagai 'Perjanjian Pelangi', dimana Tuhan sendiri menyatakan di Kejadian 9:13-15 "... Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 
maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup di bumi..."

Sejak saat itu, setiap kali kita melihat hujan yang turun begitu banyaknya, kemudian hujan itu berhenti, dan kita melihat busur Tuhan dalam rupa pelangi berwarna warni yang menaungi bumi... hujan turun bukan lagi untuk tujuan pemusnahan, tapi karena kebaikan Tuhan untuk bumi dan seisinya,... supaya daratan mendapatkan cukup air,... pohon-pohon dapat tumbuh subur, manusia dan binatang dapat makan-makanannya dengan baik.‎ Sesuatu yang dahulu digunakan untuk memusnahkan, sekarang dipakai untuk memelihara dan memberkati... itulah GRACE...

Grace atau kasih karunia adalah apabila kita layak menerima hukuman, tapi justru kita menerima kebajikan, bukan sekedar pengampunan...

Wujud paling nyata untuk Grace adalah dari kesaksian penglihatan Billy Graham. 
Satu kali ketika Billy Graham sedang berdoa, dia melihat sejumlah tentara pasukan yang begitu marah & siap untuk melepaskan semua anak panahnya dan senjata-senjatanya... Mereka seakan-akan sedang menunggu komando sang Jendral untuk memberikan authoritas kepada mereka untuk menyerang...
Billy Graham takut dan bingung melihat seluruh Bala tentara Surga yang sedang siap-siaga 1 utk berperang habis habisan... Lalu Billy Graham yang sedang kebingungan ini dibawa menuju ketempat utama dari medan pertempuran, dan dia melihat ditengah-tengah, lalu keluarlah perintah ini: "Bapa... Ampunilah mereka..."

Kemudian satu persatu dari malaikat tersebut menurunkan busurnya dan tidak jadi menghukum bumi atas kesalahan dan dosa yang telah kita kerjakan...

Perjanjian Pelangi juga dilukiskan dengan kayu salib yang diangkat dari bumi, tapi membentang horizontal ke barat dan timur...
Itulah Grace... Mulai hari ini, setiap kali hujan turun dan engkau melihat tanda busur Tuhan, berdoa sebentar dan ucapkan syukur... sebab yang kita terima adalah kasih karunia bukan hukuman, jadi, masihkah kita tega mempermainkan kasih karunia Allah yang kita terima dari pada-Nya?

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-07 01:52:49

06 Maret 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 8:1-4 "Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit, 
dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari. 
Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat..."

Aneh sekali jika kita memperhatikan apa yang terjadi dengan bahtera Nuh‎... Ketika tiba saatnya air bah itu berhenti, bahtera Nuh tertambat diatas pegunungan Ararat. Mengapa bahtera itu tidak terus mengalir mengikuti air dan berakhir disamudera raya? Inilah satu rahasia hidup Nuh yang perlu kita perhatikan bersama. Ketika TUHAN membangun satu bahtera bagi Nuh dan keluarganya, Tuhan secara sangat detail menjelaskan bagaimana Nuh harus membuat bahtera tersebut... Coba perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 6:14-16 "Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas..."

---> Secara sangat specific Tuhan menjelaskan bagaimana bahtera itu harus dibuat, bahan bakunya Tuhan tetapkan, panjangnya sekian sekian, lebarnya sekian sekian, tingginya sekian sekian, atapnya harus dibuat begini, pintunya harus terletak dimana, ruang ruangannya seperti ini dan itu,... semua sangat terperinci dan jelas. Namun satu hal terpenting seakan terlupakan dan sama sekali tidak disentuh, yaitu kemudinya, bagaimana bentuknya, dimana dll. Bahkan terlihat bahwa bahtera tersebut dibangun sama sekali tanpa kemudi... itulah sebabnya bahtera itu hanya seperti perahu karet yang dibangun tanpa dayung,... sekedar terapung apung tanpa tujuan, tapi benarkah tanpa tujuan? Sehingga ketika tiba saatnya mendarat, sebuah bahtera besar terdampar di atas pegunungan Ararat, bukan di Samudera raya. 

Atau mungkinkah memang semua ini sudah dirancang sendiri oleh Bapa Surgawi sebagai pelajaran bagi semua kita... Bahtera kehidupan yang saudara dan saya bangun, harus persis seperti yang Tuhan tunjukan, pola-nya, bahan baku-nya, ukuran-nya dan lain sebagainya, semua harus dibangun persis seperti yang Tuhan telah tetapkan, namun demikian, kemudi-nya tetap adalah Tuhan sendiri... Tuhan akan menuntun bahtera kehidup‎an orang percaya, sehingga dapat diarahkan dibawa ke tempat kemana saja Tuhan mau menuntun kita. Selama kemudi-nya ada ditangan Tuhan, hidupmu akan tetap aman...

Dari bahtera yang dibangun oleh Nuh, kita belajar satu kebenaran bagaimana kehidupan yang berserah total kepada rencana dan tuntunan tangan Tuhan, 
1. Jika Tuhan yang memegang kendali hidupmu, maka Dia akan membawa kita ketempat yang paling aman, yang pertama tama menikmati kelepasan dan kebebasan ketika pertolongan TUHAN terjadi... pegunungan Ararat adalah wilayah pertama yang surut dan terbebas dari genangan air bah... Kesitulah Tuhan tuntun bahtera Nuh.

2. Hidup yang berserah bukanlah hidup yang seperti orang kalah... Beberapa hamba hamba Tuhan terlalu menyederhanakan pengertian 'berserah' seperti seseorang yang menyerahkan segalanya tanpa perlu ‎melakukan apapun. 
‎Sekalipun kita sudah menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan, ada bagian yang tetap harus kita kerjakan, yaitu melawan iblis dengan iman yang teguh... Seandainya Nuh tidak melangkah dengan iman percayanya untuk membangun bahtera sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan, bagaimana mungkin ‎Tuhan dapat menyelamatkan Nuh? Hidup yang berserah harus tetap berjalan didalam ketaatan, biarkan Tuhan menjadi pengendali didalam hidupmu...

‎Greetings from Singapore, 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-06 01:32:11

Senin 5 Maret 2018

Shalom Selamat Pagi, Perhatikan Ayat Ayat Ini :
Kejadian 6:1, 5-8 "...Ketika Manusia Itu Mulai Bertambah Banyak Jumlahnya Di Muka Bumi, Dan Bagi Mereka Lahir Anak-anak Perempuan,
Ketika Dilihat TUHAN, Bahwa Kejahatan Manusia Besar Di Bumi Dan Bahwa Segala Kecenderungan Hatinya Selalu Membuahkan Kejahatan Semata-mata,
Maka Menyesallah TUHAN, Bahwa Ia Telah Menjadikan Manusia Di Bumi, Dan Hal Itu Memilukan Hati-Nya. 
Berfirmanlah TUHAN: "Aku Akan Menghapuskan Manusia Yang Telah Kuciptakan Itu Dari Muka Bumi, Baik Manusia Maupun Hewan Dan Binatang-binatang Melata Dan Burung-burung Di Udara, Sebab Aku Menyesal, Bahwa Aku Telah Menjadikan Mereka." 
Tetapi Nuh Mendapat Kasih Karunia Di Mata TUHAN."

Coba Simak Baik Baik Ayat 5 Diatas,"... Ketika Dilihat TUHAN, Bahwa Kejahatan Manusia Besar Di Bumi Dan Bahwa Segala Kecenderungan Hatinya Selalu Membuahkan Kejahatan Semata-mata,‎..." 
---> Besarnya Kejahatan Yang Dibuat Manusia Adalah Karena 'kecenderungan Hatinya' Atau Hati Nuraninya Yang Selalu Membuahkan Kejahatan Semata Mata...
Kita Mengerti Bahwa Hati Nurani Adalah Satu Bagian Yang Ada Didalam Roh Manusia, Dimana Didalam Roh Manusia Kita Akan Menemukan 3 Perkara: 
1.‎ intuition Atau Pewahyuan‎. Manusia Hanya Mampu Menangkap Rhema Pewahyuan Firman Tuhan Melalui Roh Nya Yg Dikuasai Roh Kudus, Bukan Dengan Jiwanya Seperti Perasaan, Pikiran, Dan Kehendak.
2. Fellowship Atau Persekutuan, Saudara Dan Saya Hanya Dapat Bersekutu Dengan Tuhan Lewat Roh Dan Kebenaran, Persis Seperti Yang Tuhan Cari, Yaitu Penyembah Penyembah Benar Yang Menyembah Allah Dalam Roh Dan Kebenaran. ‎Bukan Sekedar Perasaan Dan Pikiran Kita Sendiri...
3. Conscience Atau Hati Nurani, Inilah Yang Berfungsi Seperti Alarm Atau GPS Didalam Diri Manusia Untuk Menuntun Kita Berjalan Menuju Tuhan, Dan Memberi Tahu Kita Ketika Kaki Kita Melangkah Ke Jalan Yang Salah, Atau Ketika Tangan Kita Menjamah Yang Bukan Milik Kita, Maka Hati Nurani Itu Akan Berdetak Dan Mengganggu Kita Untuk Jangan Berjalan Lebih Jauh Lagi...

‎Anehnya, Justru Tidak Lama Setelah Penciptaan, Yaitu Pada Jaman Nuh, Hanya 10 Keturunan Setelah Adam, Tiba Tiba, Satu Radar Atau Sumber Pengarah Suara Tuhan Yang Tuhan Tempatkan Pada Manusia, Yaitu Di Hati Nuraninya, Tiba Tiba, Pada Kejadian 6 Diatas, Kita Menemukan Bahwa Hati Nurani Manusia Bisa Menjadi Begitu Jahat Dan Kotor, Bahkan Kecenderungannya Selalu Membuahkan Kejahatan Semata-mata... Bagaimana Mungkin Hati Nurani Manusia Bisa Begitu Kotor, Hanya Dalam Waktu 10 Keturunan?

Jika Kita Melihat Kitab Ibrani Dan Titus, Kita Akan Menemukan Keadaan Manusia Yang Hati Nuraninya Disebut Jahat, 'evil Conscience' Dan Ada Juga Yang Hati Nuraninya Dikatakan Najis, 'defiled Conscience', Dan Semua Itu Terjadi Karena Suara Hati Nurani Yang Murni Telah Terlalu Lama Diabaikan Dan Tidak Digubris... Lama Kelamaan Bukan Saja Hati Nurani Manusia Menjadi Tumpul Dan Tdk Berguna, Malah Menjadi Senjata Yang Mendorong‎ Kita Untuk Melangkah Menuju Kehancuran... Itulah Yang Terjadi Pada Jaman Nuh, Tuhan Melihat bahwa Kejahatan Manusia Besar Di Bumi Dan Bahwa Segala Kecenderungan Hatinya Selalu Membuahkan Kejahatan Semata-mata,‎...

Tapi Syukur Kepada Tuhan, Setelah Keadaan Manusia Begitu Kacau Dan Hancur, Tiba Tiba Kita Untuk Pertama Kalinya Kita Menemukan Kata 'GRACE...' Jika Saudara Cari Diseluruh Isi Alkitab, Saudara Akan Menemukan Bahwa Grace Atau Kasih Karunia Untuk Pertama Kali Disebutkan Didalam Alkitab Yaitu Pada Jaman Nuh...

Kejadian 6:8 "...Tetapi Nuh Mendapat Kasih Karunia Di Mata TUHAN."

Didalam Kekacauan Dan Keadaan Yang Hancur, Tiba Tiba Seperti Air Yang Sejuk Yang Turun Dari Surga, Tuhan Memperkenalkan Satu Kata Yang Begitu Indah, Grace... Kasih Karunia... Dan Nuh Mendapat Kasih Karunia Allah. 

Pertanyaannya Adalah, Kenapa Nuh? Kenapa Bukan Yang Lain? Apa Yang Membuat Nuh Dapat Menerima Kasih Karunia? Satu Kata: 'OBEDIENT - TAAT' Itulah Qualitas Yang Ada Pada Nuh... Ketika Seorang Amatir Yang Tidak Pernah Membuat Kapal, Disuruh Membuat Bahtera, Nuh Taat...
Ketika Diolok Olok Oleh Manusia Sejamannya, Nuh Tetap Taat...
Ketika Hujan Tidak Turun Turun Apalagi Banjir Air Bah, Nuh Selalu Taat...
Nuh Membangun Bahtera Dan Menunggu Air Ketika Hujan Tidak Turun Turun Apalagi Banjir Air Bah, Nuh Selalu Taat...

Nuh Membangun Bahtera Dan Menunggu Air Bah Itu Turun Selama 100 Tahun, Tapi Nuh Tetap Taat...


‎Saya Hanya Menemukan Satu Perkara Itu Yang Membuat Nuh Menerima Kasih Karunia, Taat... Itu Saja. Didalam Ketaatan Harus Ada Kerendahan Hati Dan Kelembutan Hati Yang Mau Dipimpin, Diarahkan...


Rindukah Engkau Akan Kasih Karunia Allah Untuk Memulihkan Hati Nurani Yang Sudah Rusak? Hiduplah Didalam Ketaatan Akan Firman Tuhan. 


Embrace His Grace, For Grace Leads Back To The First Love

Jesus Loves You And So Do I 

dibuat pada : 2018-03-05 01:15:26

Jumat 02 Maret 2018


Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 5:1-3 "...Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya." 

Tidakkah ayat ayat diatas membuat kita terhenti dan tertegun sejenak? Ingat apa yang Tuhan lakukan terhadap manusia pertama?
Kejadian 1:27 "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka..."

Kemudian ‎setelah manusia pertama hidup seratus tiga puluh tahun, maka Adam memiliki keturunan yg bernama Set, dan ini yang dicatat didalam Firman Tuhan :
‎"Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya."

Ternyata turun temurun bukan saja rupa atau image kita diwariskan kepada anak anak kita, tapi juga gambar atau likeness, kharakter kita akan kita wariskan kpd anak anak...
Apa yang orang tua kerjakan, apa yang orang tua anggap berharga, cepat atau lambat akan juga menjadi berharga buat anak anak kita...‎ Ada satu lagu berjudul 'Cat's in the cradle' by Harry Chappin, silahkan saudara lihat dan baca perlahan lahan lyric dari lagu tersebut, saudara akan melihat dan menemukan kebenaran ini, satu kali kelak, anak anak kita akan bertumbuh menjadi persis seperti kita!

Inilah DNA yang tumbuh karena melihat, mengamati, bergaul, dan karena hidup bersama sama... Tanggung jawab untuk meneruskan iman percaya ini ada pada kita para orang tua‎. Jika kita hidup dengan tidak menaruh hormat terhadap orang tua kita, jangan heran jika satu kali kelak anak-anak kita tidak akan menaruh hormat kepada kita... Jika kita anggap remeh hidup takut akan Tuhan, maka jangan lah heran jika anak-anak kitapun akan menghina Tuhan satu kali kelak... Bukan hanya dosa itu turun temurun, tapi iman percaya juga turun temurun...

Inilah pesan Firman Tuhan yang sangat penting bagi semua kita orang tua, lukiskan gambar Tuhan dgn benar kepada anak-anak kita dengan kita sendiri menjadi pelaku pelaku Firman Tuhan, agar anak-anak dapat belajar dan mengenal pribadi Tuhan dengan benar... Tunjukan sikap hidup penuh hormat dan tanggung jawab, sopan dan berintegritas, maka anak-anak akan mencontoh gaya hidup kita. Ajarkan berulang ulang kepada anak-anak kita agar mereka memahami kebenaran ini.

Teruskan iman, estafet-kan kharakter yang luhur kepada anak anak kita sampai satu kali nanti, orang lain melihat kharakter Kristus di hidup anak cucu kita seperti yang dilihat Paulus didalam diri Timotius :
‎2 Timotius 1:4-5 "...Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu."

Smile, it's Friday, 
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-02 23:46:46

Kamis 01 Maret 2018

Morning dew

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
Kejadian 4:1-5 "Kemudian dia manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 
Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  
tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram..."

Pagi ini Firman Tuhan akan membawa pemahaman kita tentang iman kepada Kristus yang sesuai dengan perkataan Tuhan sendiri. Kita mengenal iman adalah bukti bahwa kita mempercayai Tuhan dengan sesuatu yang belum kita lihat sekalipun. Tapi pandangan ini banyak diselewengkan oleh begitu banyak anak-anak Tuhan untuk tujuan menuntut sesuatu dari Tuhan, atau lebih gamblangnya, untuk merampok Tuhan. 

‎Coba kita perhatikan apa yang terjadi diantara kedua anak anak Adam, mereka adalah orang-orang pertama di bumi yg mempersembahkan korban bagi TUHAN. Yang satu mempersembahkan korban dan "Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya" (Kej 4:4), sedangkan "...tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya." (Kejadian 4:5). Perhatikan sekali lagi ‎kedua ayat tadi, bukan hanya persembahan Habel dindahkan atau berkenan kepada Tuhan, tapi terlebih dahulu pribadinya yang membawa persembahan itu sendirilah, yaitu Habel disebut berkenan dihadapan Tuhan, sedangkan Kain sendiri tidak berkenan dihadapan Tuhan, sehingga persembahannya juga tidak berkenan dihadapan-Nya. Coba sungguh-sungguh baca kembali ayat ayat diatas supaya kita mengerti benar apa yang Firman Tuhan katakan. 

Mengapa Tuhan berkenan kepada Habel dan persembahannya, sedangkan Kain dan persembahannya tidak berkenan dihadapan Tuhan?  ‎Coba lihat apa yang kitab Ibrani katakan tentang kedua anak anak Adam ini:
Ibrani 11:4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati."

---> Ternyata IMAN-lah yang membedakan kedua anak-anak Adam ini, Habel beriman dan mempersembahkan korban dengan iman-nya, yaitu korban yang lebih baik, sedangkan Kain tidak beriman, sehingga korbannyapun keluar bukan dari buah atau tindakan iman, tapi sekedar korban.

Apa beda buah persembahan atau korban yang keluar dari‎ iman dan yang bukan? Coba perhatikan sekali lagi Kej 4 tadi, perlahan lahan baca kedua ayat ayat ini: 
Kejadian 4:3-4 "Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,..."
---> Persembahan yang keluar dari hati Kain disebut sebagai 'sebagian dari hasil tanah...' tapi persembahan dari hati Habel disebut sebagai 'persembahan dari anak sulung...' Itulah perbedaannya!

Buah yang keluar dari iman yang benar adalah buah yang sulung atau yang pertama, bukan sekedar ala kadarnya. Inilah yang perlu kita perhatikan pagi ini. Jika benar benar kita menyebut diri kita sebagai orang yang beriman, maka yg sulung atau yang terdahulu, yang pertama tama, yang terkemuka adalah TUHAN!!! Bukan soal jumlahnya berapa, bukan soal bentuknya apa, tapi buah korban yang keluar dari hati yang beriman adalah ketika yang sulung, yang terdahulu, yang termulia dan terpenting didalam hidup kita adalah Tuhan, maka itulah korban yang diindahkan Tuhan, yang berkenan kepada-Nya...  

Persembahkan hidupmu pertama tama untuk hormat dan kemuliaan TUHAN, maka perkenanan Tuhan akan selalu ada padamu...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-03-01 02:12:22