Morning Dew

Rabu, 20 Juli 2016

‎2 Samuel 21:1, 7
"... Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
...Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul."  ‎

Melanjutkan apa yg kita renungkan kemarin, dari semua pilihan yg harus diserahkan dan dibunuh dari keluarga Saul utk membayar hutang darah, hutang karena penghianatan akan sumpah, seharusnya Mefiboset cucu Saul yg cacat, yg timpang kakinya adalah pilihan ‎yg paling tepat utk dikorbankan... tapi Daud merasa sayang kpdnya... Daud tdk bersedia mengorbankan Mefiboset, mengapa? Ayat 7 dlm terjemahan lain berkata:
Sebab ketika Daud melihat Mefiboset, Daud melihat sumpah demi TUHAN yg telah Daud buat dgn Jonathan ayah Mefiboset hidup didlm diri Mefiboset.... saudara dengar itu? Sumpah setia mengalir didlm diri Mefiboset, sehingga pedang yg ditangan Daud, pedang yg dia terima dari Jonathan ayah mefiboset, tdk sampai menghabisi nyawanya...

Saya membayangkan ketika pedang itu diayunkan, pedang yg dipegang oleh Daud... dan Daud melihat Mefiboset lalu menoleh kpd pedang ditangan-nya yg dia terima dari Jonathan ayah Mefiboset, Daud diingatkan akan sumpahnya sendiri... bagaimana mungkin dia bisa membayar ketidak setiaan dgn melanggar sumpahnya sendiri?... kemudian Daud menyelamatkan Mefiboset...‎

---> Pelajaran penting pagi ini adalah: Ketidak setiaan tdk akan terlunasi atau dapat dilunasi dgn membayar melalui pelanggaran lagi atau dgn membalas ketidak setiaan... coba renungkan sebentar... inilah yg kita kenal dgn 'balas dendam atau getting even'

Terlalu banyak anak anak Tuhan merasa bahwa jika saya ditipu, maka saya punya hak utk menipu... jika suami saya selingkuh, maka saya berhak utk berselingkuh... jelas hal demikian tdk akan menyelesaikan masalah, pembalasan dendam dgn melakukan kesalahan yg sama bukanlah solusi yg berkenan di hati Tuhan! Daud tdk membalaskan kpd keluarga Saul kesalahan akibat pelanggaran sumpah yg Israel buat dgn Gibeon dgn cara melanggar sumpah yg dia buat dgn Jonathan... sebab Daud tdk membalas ketidak setiaan dgn ketidak setiaan.... Daud sebaliknya membalas ketidak setiaan dgn kesetiaan... bukankah ini juga yg Yesus ajarkan, kasihilah musuhmu...‎berkati musuhmu...

Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg sangat perduli akan kesetiaan...‎ satu ketika Daud bertanya kpd Tuhan dlm doa doanya, 'siapakah yg boleh menumpang didlm kemah-Mu?' lalu Tuhan menjawab dgn satu kesimpulan, 'orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi... (Mzm 15)' Adakah saudara dan saya termaksud orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi? Itulah caranya menghormati ikat janji! 

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-19 21:01:10

Selasa, 19 Juli 2016

2 Samuel 21:1-7
"...Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, — orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, -- 
Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?" 
Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: "Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel." Tetapi kata Daud: "Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?" 
Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: "Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di mana pun di daerah Israel,
biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka." 
Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul...."  ‎
 

---> Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg menghargai 'sumpah setia'. Tuhan membenci penghianatan dan ingkar janji. Pada jaman Yosua, bangsa Israel telah bersumpah setia dgn orang Gibeon sehingga mereka menjadi bagian dari Israel, namun pada jaman Saul, Saul telah menghianati sumpah setia tsb dgn membunuh orang orang Gibeon, dan itu mendatangkan murka TUHAN. 

Coba renungkan sekali lagi, Tuhan murka dan menghukum Israel umat pilihan-Nya demi utk membela sumpah setia dgn Gibeon, bangsa yg tadinya tdk mengenal TUHAN. 

Pelajaran penting pagi ini adalah: Tuhan yg kita sembah didlm Yesus Kristus adalah Allah yg sangat menghormati arti 'ikat janji' atau 'covenant' yg dibuat diantara anak anak manusia... yg terjadi antara suami dan istri adalah 'covenant' satu ikat janji, sumpah setia sampai mati, dan jika itu dibatalkan, mendatangkan kebencian Tuhan, bukankah di kitab Maleakhi Dia berkata 'Aku benci perceraian!' Hal yg lebih sepele adalah janji diantara rekan business, hubungan usaha, kadang ada kontrak kadang hanya kesepakatan lisan, jika engkau sudah berjanji, lakukan dan tepati janjimu sekalipun hal itu berarti engkau harus menderita kerugian, sebab jika tdk demikian, engkau sedang melawan Tuhan dan mengusik naungan Tuhan atas hidup dan usahamu...

Berapa banyak kita mendengar dan melihat anak anak Tuhan usahanya sikat sana sikat sini, tipu sana tipu sini, berhutang tapi sama sekali tdk merasa berhutang, tdk mau bayar hutang bahkan mengakui berhutangpun tdk, seakan semua sudah lunas dgn darah Yesus... itulah penyesatan besar,... darah Yesus mengampuni dosamu, tapi hutangmu harus engkau bayar sendiri, bekerja sungguh sungguh dan bayar hutangmu agar dihadapan Tuhan engkau tdk memiliki hutang darah spt keluarga Saul...

Betapa sakralnya arti sumpah atau covenant dihadapan Tuhan, dan Allah yg kita sembah, the God of the Bible yg dikenal didlm Judeo Christian adalah satu satunya Tuhan yg sangat menghormati sumpah! Tdk ada allah dlm agama manapun yg sedemikian hormatnya terhadap sumpah setia spt Kristus Tuhan kita, itu sebabnya, hormati sumpah, hormati janji dan berlakulah setia terhadap janji atau covenant yg telah kita buat!

Smile and be more faithful for...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-18 19:42:29

Senin, 18 Juli 2016

2 Raja-raja 20:1-5, 12, 14-19
Ada dua Kejadian di hidup raja Hizkia yg ditulis didlm satu pasal ini, yg pertama adalah pada ayat 1-5 demikian:‎
 "...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 
"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN..." 

‎Yg kedua pada ayat 14-19 demikian:
"Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!" 
Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku." 
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN! 
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.  
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 

Pada Kejadian atau kisah yg pertama kita melihat fakta:
1. Hizkia adalah orang yg takut akan Tuhan, hidup benar dan seorang pendoa yg luar biasa...
2. Tuhan menyembuhkan Hizkia oleh karena ‎Tuhan sendiri dan karena Daud leluhur Hizkia, ayat 6 berkata: "...Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."
‎3. Hizkia memahami betul akan pentingnya 'DOA SYAFAAT BAGI KETURUNAN KITA & BAGI ORANG LAIN' persis spt itu yg dilakukan Daud leluhurnya‎.

--> Disinilah masalah yg kita temukan. Hizkia tdk pernah berfungsi sbg imam, dia hanya menjadi raja utk dirinya sendiri. Imam adalah orang yg berdiri mewakili orang lain dihadapan Tuhan, nabi adalah orang yg berdiri mewakili Tuhan dihadapan orang lain. Baik imam maupun nabi tdk pernah dihidupi oleh Hizkia, dia hanya berfungsi bagi dirinya sendiri. Ketika dia sakit, dia meraung raung dihadapan Tuhan, dia tahu bagaimana harus berdoa, namun ketika kejatuhan Yerusalem dinubuatkan, Hizkia berkata: ‎
"Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" Dgn kata lain, Hizkia berkata: 'I don't care!!! - Aku tdk perduli!!!' selama aku seumur hidupku baik, mau keturunan ku atau bangsa ku dijadikan budak nantinya, I don't care!

Hizkia berhenti sampai disitu, dia bahkan melahirkan anak yg paling jahat di sepanjang sejarah Israel dan Yehuda, namanya Manasye.... sebab dia ayah yg sama sekali bukan imam, dia tdk perduli akan keselamatan orang lain. Tiap tiap ayah, ibu, anak anak, tumbuhkan keperdulian bagi orang lain dihatimu...‎

Betapa memilukannya hidup yg demikian, hidup bagi diri sendiri, pastikan keperdulian kpd orang lain ada di hati dan pikiran kita... sebab,...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-17 19:44:16

Jumat, 15 Juli 2016

2 Raja-raja 18:1-5
"... Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.  
Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎

Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran yg Tuhan kerjakan melalui hidup Hizkia bin Ahaz, raja Yehuda. Hizkia hidup benar dihadapan Tuhan, ‎bahkan Alkitab mencatat betapa luar biasanya hidup Hizkia demikian:‎ "...Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎ 

Namun demikian, sekalipun Hizkia hidup benar sedemikian rupa, tdk berarti dia tdk akan pernah menghadapi tantangan dari orang orang yg berikhtiar menghancurkan dia dan seluruh Yehuda. Utusan raja Asyur ‎dtg dgn sengaja menyemburkan perkataan perkataan yg melemahkan kpd seluruh rakyat Yehuda, bahkan ketika tua tua bangsa itu meminta dgn penuh hormat agar utusan raja berbicara dalam bahasa Aram saja supaya tdk dimengerti oleh seluruh rakyat, justru utusan raja Asyur bicara dgn berdiri dan dgn suara nyaring dalam bahasa Ibrani agar seluruh rakyat juga turut mendengar dan menjadi takut, inilah warna dari bahasa bahasa para pendakwa yg selalu menyebarkan ketakutan dan kekhawatiran dihidup orang percaya, dihidup orang yg takut akan Tuhan sekalipun. 

Dlm hal ini benarlah perumpamaan yg Yesus sampaikan tentang orang orang yg membangun rumah‎ diatas batu karang dan diatas pasir, kpd kedua duanya, sama persis kita melihat angin badai, hujan dan banjir dtg menghantam rumah rumah mereka, baik yg membangun diatas kebenaran atau kefasikan. Bedanya adalah, 'ada penyertaan Tuhan yg membuat mereka yg hidup benar mampu bertahan'. 

Dlm hal Hizkia, tangan Tuhan menguatkan Hizkia‎, sekalipun dirasakan sangat berat bagi Hizkia, coba perhatikan doa dan perkataan Hizkia kpd bangsa Yehuda: 2 Raja-raja 19:3-4 "...Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
Mungkin TUHAN, Allahmu, sudah mendengar segala perkataan juru minuman agung yang telah diutus oleh raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga TUHAN, Allahmu, mau memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Maka baiklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tinggal ini!"

Dpt kah saudara melihat betapa beratnya tekanan yg dia hadapi, dia lukisan spt wanita yg sudah sampai waktu melahirkan tapi tdk ada kekuatan utk melahirkan, artinya sebentar lagi ibu dan bayi akan mati bersama sama sebab tdk ada kekuatan sama sekali... pernahkah saudara mengalami saat saat lemah spt itu? ... saat spt itu, berdoa tdk ada kekuatan, berharap tdk ada yg bisa diharapkan, yg kita bisa lakukan hanya berdiam dibawah kaki Tuhan... kadang Tuhan tuntun kita ke posisi spt itu utk menyatakan satu kebenaran: 'I AM GOD - Akulah Tuhan ' Bukankah kitab Mazmur ‎46-11 a berkata:  "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!.." Saya beberapa kali mengalami moment moment spt itu, dimana tdk ada harapan utk berharap, tdk ada kekuatan utk beriman, dan Tuhan mengajar saya utk berdiam diri sehingga saya mengenali Tuhan yg saya sembah... jika hari hari ini engkau mengalami saat saat dilembah spt Hizkia, berdiam dirilah dihadapan Tuhan, Dia tetap berkuasa dan Dia akan bertindak agar matamu melihat siapa Tuhan yg engkau sembah!

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-14 19:41:35

Kamis, 14 Juli 2016

2 Raja-raja 14:1-3
"Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya..." ‎
2 Raja-raja 15:1-3, 8-9, 17-18, 23-24, 27-28  "Dalam tahun kedua puluh tujuh zaman Yerobeam, raja Israel, Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya...
 ‎
Dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Azarya, raja Yehuda, Zakharia, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam bulan lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun ketiga puluh sembilan zaman Azarya, raja Yehuda, Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah sepuluh tahun lamanya di Samaria.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sepanjang umurnya ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun kelima puluh zaman Azarya, raja Yehuda, Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah dua tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...
 
Dalam tahun kelima puluh dua zaman Azarya, raja Yehuda, Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah dua puluh tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..." 

---> Hidup benar adalah pilihan, coba perhatikan kembali hidup serentetan raja raja di Israel dan Yehuda, ada yg hidup benar ada yg hidup dgn jahat dimata Tuhan, dan yg menarik, yg dicatat didlm kitab raja raja bukan berapa besar kekayaan dan hikmat raja raja tsb,... juga bukan berapa banyak prestasi mereka dlm mengalahkan raja raja musuh, tapi dari serentetan raja raja Israel dan Yehuda yg baru saja kita lihat, yg dicatat hanyalah "BAGAIMANA MEREKA HIDUP - BENAR ATAU JAHAT! " h‎anya itulah yg berarti utk dicatat. 

Beberapa waktu yg lampau, seorang philosopher America dgn faham capitalist nya berkata: 'those who died with the most toys win! Mereka yg mati dgn paling banyak mengumpulkan mainan (harta) akan menang' tapi filosophy tsb tdk sejalan dgn Firman Tuhan, sebab bagi TUHAN yg menang adalah yg mati setelah hidup benar dihadapan Tuhan. Mengapa Daud begitu berkenan dihadapan Tuhan, bahkan disebut sbg biji mata Tuhan? 'sebab bagi Daud, setelah dia menyelesaikan semua kehendak Allah baginya pada generasinya,‎ lalu dia mati...' (Kisah Rasul 13:36) 

Pilihlah utk hidup benar, sebab itulah yg berarti dan memiliki nilai kekekalan, nilai yg luhur...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-13 19:55:00

Rabu, 13 Juli 2016

2 Raja-raja 13:14, 20-21
"Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri..." ‎

---> Kita semua tahu bagaimana Elisa hidup dan menjadi berkat luar biasa, namun coba perhatikan kematiannya.
Elisa tdk spt Elia, yg diangkat hidup hidup ke Surga oleh Tuhan, Elisa secara tubuh benar benar mati. Namun coba perhatikan beberapa hal yg janggal, dlm menjelang matinya, raja Yoas melihat dan mengucapkan kata kata yg persis sama yg Elisa katakan kpd Elia, baik Elisa dan Yoas melihat kuda tentara malaikat Tuhan dtg menjemput. 
--> inilah yg menjadi kekuatan bagi orang percaya, kematian bukan akhir segalanya, tubuh Elisa yg mati sama sekali tdk berbeda dgn Elia yg diangkat hidup hidup ke Surga, dua duanya di jemput oleh Bala tentara Surga yg perkasa.‎
Bahkan tulang tulang Elisa masih menjadi sarana utk menyalurkan mujizat saat matinya... bukankah itu luar biasa.‎

Pelajaran penting bagi kita pagi ini adalah, hidup dan mati orang benar akan berdampak bagi orang lain. Bukan berapa lama orang benar itu hidup, bukan juga bagaimana dia mati, tapi bagaimana dia hidup, itulah yg membedakan hidup orang benar dan orang fasik. Sampai matinyapun, hidup orang benar masih berdampak... sampai hari ini, ketika orang mengingat hidup pahlawan pahlawan iman spt Abraham Lincoln, mother Theresa, John Wesley dll, sampai hari inipun, hidup dan karya hidup mereka masih menjadi buah bibir yg menyebarkan jiwa. Begitu banyak kotbah kotbah mereka atau kotbah yg disampaikan dgn mengutip hidup mereka dan masih memberkati banyak orang jauh setelah mereka mati...bukankah itu sama spt tulang Elisa yg menghidupkan dan membangkitkan tubuh yg telah mati? Spt itulah hidup dan mati orang benar. Satu kali semua kita akan mati, mungkin anak cucu kita dan orang yg pernah mengenal kita akan mengingat ingat kenangan yg pernah terjadi dgn kita, spt apa kira kira yg mereka ingat? Baik atau busuk kah? Tentukan dan putuskan hari ini, jika engkau ingin memiliki dampak sampai sesudah kematianpun, hiduplah sbg orang benar hari ini dan seterusnya...

Be more faithful and remember...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-12 19:20:46

Selasa, 12 Juli 2016

2 Raja-raja 9:1-4
"Kemudian nabi Elisa memanggil salah seorang dari rombongan nabi dan berkata kepadanya: "Ikatlah pinggangmu, bawalah buli-buli berisi minyak ini dan pergilah ke Ramot-Gilead.
Apabila engkau sampai ke sana, carilah Yehu bin Yosafat bin Nimsi; masuklah, ajak dia bangkit dari tengah-tengah temannya dan bawalah dia ke ruang dalam.
Kemudian ambillah buli-buli berisi minyak itu, lalu tuangkan isinya ke atas kepalanya dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Telah Kuurapi engkau menjadi raja atas Israel! Sesudah itu bukalah pintu, larilah dan jangan berlambat-lambat." 
Lalu nabi muda itu pergi ke Ramot-Gilead..."‎

Pagi ini kita akan merenungkan betapa berkuasanya perkataan Firman Tuhan, sekalipun akal pikiran kita tdk memahaminya....

---> Nama Yehu cucu Nimsi pertama tama disebut di Alkitab pada jaman ketika Elia baru saja menyembelih 450 nabi nabi baal dan 400 nabi nabi Asyera di bukit Karmel. Setelah Elia takut dan melarikan diri dari Izebel istri Ahab, Tuhan memberi tugas kpd Elia demikian:‎
1 Raja-raja 19:15-16 "Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau." ‎

Ada kurun waktu yg cukup panjang sebelum semua tugas yg Tuhan berikan itu dilaksanakan. Elia pertama tama mengurapi Elisa sbg penggantinya, kemudia mulai hidup berjalan bersama Elisa selama kurang lebih 10 tahun, lalu Elisa meneruskan pelayanan Elia... lama setelah Elisa melayani, perkataan Tuhan kpd Elia utk mengurapi Yehu cucu Nimsi belum terlaksana, barulah kemudian, melalui seorang anak rohani dari Elisa, seorang nabi muda, perintah Firman Tuhan tsb dilaksanakan. Elisa pada ayat 2 raja raja 9 kemudian memerintahkan agar nabi muda tsb mengurapi Yehu cucu Nimsi menjadi raja atas Israel...

Hal penting yg perlu kita renungkan hari ini adalah, Firman Tuhan tdk bisa gagal! Apa yg Tuhan perkataan akan mencapai tujuan-Nya. Ingat Firman ini: ‎Yesaya 55:11 "...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." ‎
Jika kita berdoa utk keselamatan anak anak kita, keluarga kita dan terus mengajarkan kasih Kristus kpd mereka, mungkin sampai saat ini masih belum mendapatkan hasilnya... ingatlah satu perkara, Firman yg engkau bagikan tsb, satu kali pasti tumbuh dan akan mencapai hasilnya sesuai pada waktunya Tuhan. Elia sudah naik kesurga ketika murid Elisa yg adalah murid Elia (3 keturunan pemuridan) melakukan mandat yg Tuhan sampaikan kpd Elia, mungkin saja Elia sudah tdk ada lagi, tapi Firman itu tetap ada dan tdk dapat mati. Tetaplah setia, sebab Firman Tuhan itu hidup dan berkuasa!

Greetings from Bali,
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-11 19:30:16

Senin, 11 Juli 2016

2 Raja-raja 7:1-2
"...Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."
Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

---> Satu ketika, setelah sekian lama Samaria mengalami kelaparan karena embargo yg dilakukan oleh tentara Aram, hari pembebasan bagi Samaria telah tiba, dan Tuhan memakai hamba-Nya, Elisa utk melepaskan nubuatan. Ketika Elisa mulai bernubuat, berkatalah perwira raja kpd Elisa, menimpali perkataan Elisa demikian: 'masalah mungkin bisa begitu...'

Hari ini kita belajar satu kebenaran, yaitu utk belajar menahan lidah dan perkataan kita. Ada banyak hal yg tdk kita mengerti dan fahami‎, namun bukan berarti hal itu tdk ada atau tdk benar. Hikmat akan mengajarkan kita utk bisa menahan perkataan kita ketika kita tdk mengerti atau kita belum memahami kebenaran tsb, jgn terlalu cepat utk mengeluarkan pernyataan apalagi yg memang tdk kita mengerti, sebab hal itu bisa menjadi batu sandungan bagi diri kita sendiri.

Sesungguhnya pernyataan yg Elisa katakan berlaku bagi seluruh penduduk Samaria, tapi kebodohan dari perwira raja yg bukan bertanya, namun meragukan, bahkan lebih parah lagi, dia menyatakan satu perkataan yg tdk dia mengerti dan hal itu bisa membuat orang lainpun 'meragukan' pernyataan Firman Tuhan yg disampaikan oleh Elisa. ‎Itulah sebabnya pernyataan perwira raja itu sangat berbahaya sebab dapat membuat orang lainpun menjadi lemah dan meragukan perkataan Firman Tuhan. 

Akibat dari pernyataan bodoh yg diucapkan tanpa dipikir apalagi didorong oleh pengertian yg benar telah membuat perwira raja tsb hanya bisa melihat ketika kebenaran tsb menjadi kenyataan, namun tdk pernah dpt menikmatinya... ketika berkat melimpah itu turun atas Samaria, penduduk kota keluar utk menjarah makanan, dan perwira raja tsb justru jatuh terinjak injak dan mati saat kelimpahan datang... betapa menyedihkan...

Pagi ini TUHAN mau kita belajar menahan lidah kita dari berkata kata yg sia sia, apalagi yg bohong... menahan lidah dari mengucapkan perkataan negative yg bisa membunuh diri kita sendiri dan melemahkan orang lain. Ucapkan yg benar! Ucapkan yg positif, ucapkan perkataan Firman Tuhan, itulah yg membawa pemulihan... ingat seluruh bumi dan isinya kecuali manusia diciptakan hanya oleh perkataan Firman yg keluar dari mulut Tuhan...

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-10 19:25:42

Jumat, 8 Juli 2016

2 Raja-raja 6:5-7
"...Dan Terjadilah, Ketika Seorang Sedang Menumbangkan Sebatang Pohon, Jatuhlah Mata Kapaknya Ke Dalam Air. Lalu Berteriak-teriaklah Ia: "Wahai Tuanku! Itu Barang Pinjaman!"
Tetapi Berkatalah Abdi Allah: "Ke Mana Jatuhnya?" Lalu Orang Itu Menunjukkan Tempat Itu Kepadanya. Kemudian Elisa Memotong Sepotong Kayu, Lalu Dilemparkannya Ke Sana, Maka Timbullah Mata Kapak Itu Dibuatnya.
Lalu Katanya: "Ambillah." Orang Itu Mengulurkan Tangannya Dan Mengambilnya..." ‎

‎--> Ada Satu Pewahyuan Rahasia Yg Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia Yg Berkali Kali Diungkapkan Didlm Kitab Nabi Nabi Dan Kembali Di Nubuatkan Dan Diterangkan Secara Specific Oleh Elisa.

Ketika Rombongan Nabi Sedang Menebang Pohon, Tiba Tiba Kapak Yg Ada Ditangan Mereka Terlepas Dan Jatuh... Lalu Mereka Berteriak Kpd Elisa Minta Tolong... Sebab Kapak Tsb Adalah Barang Pinjaman,... Atau Mereka Terhutang Karena Hal Tsb.

Dosa Dan Kejatuhan Membuat Manusia Terhutang Atas Dosa Dosanya Tsb... Kita Tdk Akan Sanggup Membayar Hutang Dosa Dan Kejatuhan Ke Dalam Dosa...‎Lalu Elisa Melemparkan 'sepotong Kayu' Lalu Terjadilah Sesuatu Yg Supra-natural Terjadi, Mata Kapak Yg Terbuat Dari Besi, Terapung Ketika Sepotong Kayu Dilemparkan Ditempat Mata Kapak Tsb Terjatuh.‎

Pagi Ini Kita Diingatkan Bahwa Solusi Thdp Dosa Dan Kejatuhan Manusia Ada Pada 'sepotong Kayu', Itulah Nubuatan Tentang Kayu Salib Yg Akan Menghapus Hutang Dosa Yg Tdk Dapat Kita Bayar Sendiri... Secara Akal Sehat, Keselamatan Itu Tdk Masuk Akal, Filosopher Berusaha Mencari Jawabannya... Agama Berusaha Menyodorkan Solusinya, Dgn Membayar Melalui Karma,... Atau Dgn Berusaha Beramal Baik... Semua Usaha Manusia Sia Sia... The Bible Atau Alkitab Adalah Satu Satunya Kitab Yg Menerangkan Pewahyuan Akan Hutang Dosa Ini,... Kita Tdk Mampu Menyelamatkan Diri Kita Sendiri Dari Hutang Dosa, Kristus Yg Tergantung Pada Sepotong Kayu Itulah Jawaban Utk Keluar Dari Hutang Hutang Dosa.

Jesus Loves You And So Do I.

dibuat pada : 2016-07-07 21:56:09

Kamis, 7 Juli 2016

2 Raja-raja 5:1-5 "...Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 
Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian..."‎

---> Pagi ini, ketika saya membaca ayat ayat diatas, ada satu hal yg menyentuh hati saya, dan inilah yg akan kita renungkan bersama pagi ini.

>>> Tuhan mau kita belajar utk menghargai siapapun, termaksud orang orang yg dianggap rendah oleh masyarakat, spt para budak, pelayan, hamba hamba atau orang orang miskin, sama spt Tuhan menghargai dan memandang semua orang berharga dimata Tuhan... Kadang tanpa kita sadari, orang yg paling rendah yg dianggap tdk berharga oleh masyarakat sama sekali, justru Tuhan memakai mereka utk memberikan jawaban atas masalah kita yg paling berat . 

Coba perhatikan apa yg terjadi atas Naaman: ‎lihat ayat 2 & 3:
"...Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."‎
‎--> Seandainya Naaman dan istri adalah tuan yg bengis, yg tdk ramah dan tdk menghargai orang kecil, tentu budak perempuan yg ada pada istri Naaman tdk akan berani utk ikut campur masalah keluarga Naaman. Kusta adalah penyakit yg memalukan, seorang budak utk angkat bicara tentang penyakit kusta tuannya, akan bisa dianggap sangat menyinggung dan kurang ajar,... seorang tuan dan nyonya yg bengis dan kasar akan berkata: 'kamu jgn kurang ajar!...' atau 'kamu jgn ikut campur, apakah kamu tdk tahu sopan santun?..' kusta yg dibicarakan hamba perempuan istri Naaman itu secara langsung atau tdk langsung berarti hamba itu melihat dan mengetahui 'kenajisan sang tuan' dan berani angkat bicara tentang kenajisan tsb. Tuan spt apa yg mau kebobrokannya, kenajisannya, atau ketidak tahirannya di lihat dan dibicarakan oleh hambanya?

Saya percaya hubungan keramahan telah terjalin didlm rumah tangga Naaman, suami istri Naaman itu sudah terbiasa menghargai pendapat orang kecil, sehingga budak perempuan pun berani bicara yg ternyata adalah pewahyuan terbesar sepanjang umur Naaman, di Samaria, bukan hanya kusta nya sembuh, Naaman bertemu dgn Allah Israel.

Bagaimana dgn saudara dan saya? Adakah kita membiasakan diri utk menghargai orang kecil, orang terhina? Kadang tanpa kita sadari, rahasia terbesar dlm hidupmu telah Tuhan titipkan kpd salah satu dari mereka namun diperlukan kerendahan hati utk menghargai orang lain, terutama mereka yg tdk dipandang oleh masyarakat.

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-06 21:38:36

Rabu, 6 Juli 2016

2 Raja-raja 4:1-7
"... Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 
Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 
Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

---> Pagi ini kita akan belajar membedakan apakah berkat itu dari Tuhan asalnya atau bukan. Lihat kembali apa yg terjadi dgn janda nabi yg dtg kpd Elisa karena hutang yg begitu besar:

1. Pertama tama, berkat Tuhan itu bekerja dgn 'apa yg ada pada kita' bukan apa yg tdk ada...‎perhatikan jawab Elisa kpd janda nabi tsb: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Sama spt mujizat 5 roti dan 2 ikan, Tuhan tdk menciptakan roti baru atau ikan baru, tapi Tuhan bertanya kpd murid muridNya, 'apa yg ada padamu..?' lalu Tuhan melipat gandakannya...Jika kita menyadari dan memahami kebenaran ini, berkat Tuhan akan mengalir dan melimpah ketika kita memberdaya gunakan 'apa yg ada pada kita!!!' Entah mungkin padamu ada kekuatan utk bekerja... atau kemahiran dlm hal sesuatu, talenta tertentu, atau sekedar sedikit modal.... apapun yg ada padamu, bawa kpd Tuhan dlm doa mu dan tanya Tuhan, apa yg harus aku perbuat dgn talenta ini? Dgn kekuatan ini? Itulah awal mula berkat Tuhan bekerja.

2. ‎Berkat Tuhan akan terus mengalir sebanyak 'bejana' yg kita siapkan! Itu bicara mengenai hati kita dan kapasitas kita. Jika hatimu luas, maka engkau akan mampu lebih banyak menjadi berkat buat lebih banyak orang, jika engkau memperluas kapasitas mu, maka seluas itu pula berkat Allah mengalir didlm hidupmu. Lihat apa yg terjadi dgn janda nabi tsb:‎
"...Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir..." Minyak berhenti mengalir ketika tdk adalagi bejana utk menampungnya.

3. ‎Berkat yg dtgnya dari Tuhan tdk akan mematikan atau menjerumuskan kita, namun akan mengajar hati kita utk hidup benar, mengajar dan menyulam kharakter Kristus didlm diri kita. Lihat apa yg Elisa katakan kpd janda nabi  tsb: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu." Jika berkat membuatmu lupa bayar hutang, pasti itu berkat dari hasil rampokan, bukan berkat Tuhan! Berkat Tuhan akan mengajar kita, hutang adalah hutang! Sesudah diberkati, cepat cepat bayar hutang, baru nanti ada sisanya utk diri kita dan anak anak kita nikmati.

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-05 20:48:24

Selasa, 5 Juli 2016

2 Raja-raja 2:10 "...Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."‎

--> Elisa dipilih bukan oleh Elia, tapi Tuhan sendiri yg menentukannya. Tuhan memerintahkan Elia utk mengurapi Elisa, tapi hal itu tdk berarti secara otomatis Elisa akan mendapatkan lawatan dan pengurapan yg luar biasa yg dia terima dari Tuhan... sama spt Yosua yg harus 'mengerjakan bagiannya' yaitu menyebrang sungai Yordan, demikian juga Elisa harus menyelesaikan bagiannya.  Bagi Elisa, bagian yg Tuhan tentukan utk dia lakukan adalah 'dapat melhat apa yg Tuhan kerjakan' dlm hidup Elia tuannya. Renungkan sebentar kebenaran ini, yg diminta Elisa, yaitu mendapatkan pengurapan double porsi atau 2 bagian dari yg ada pada Elia, adalah hal yg sukar... dan utk hal yg sukar tsb, syaratnya adalah 'dapat melihat apa yg Tuhan kerjakan' melalui hidup Elia, sebab Elisa akan meneruskan pelayanan yg tdk diselesaikan Elia, dan jika Elisa tdk mampu melihat karya tangan Tuhan yg bekerja melalui Elisa, maka tdk mungkin dia dpt mengenali rencana Tuhan yg begitu besar yg harus dia kerjakan.

Dgn kata lain, itulah yg disebut iman, yaitu dpt melihat rencana besar Tuhan. Kitab Ibrani 11:24, 27 menerangkan arti iman yg ada pada Musa demikian: "...Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎

Perhatikan kembali bagian terakhir ayat diatas: "...‎Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎ Musa disebut sbg orang yg beriman sebab dia mampu melihat rencana Agung Tuhan... itulah juga yg membuat Elisa berhasil menerima pengurapan ganda, iman yg melihat rencana dan karya kerja tangan Tuhan. 

Kenali karya Tuhan yg besar atasmu... Tuhan punya rencana...

Smile and minal aidin, mohon maaf lahir batin.
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-04 21:47:50