Morning Dew

Rabu, 12 Oktober 2016

Ester 4:10-16
"...Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 
"Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." 
Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 
"Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."‎

---> Pada ayat 13 dan 14 dari Ester 4 ini, bisa saya katakan bahwa inilah jantung dari keseluruhan kitab Ester, perhatikan sekali lagi: ‎
"...Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." ‎
Bahkan mungkin tdk berlebihan jika saya katakan, inilah dasar utama utk memahami arti hidup yg dituliskan didlm Firman Tuhan. 

Bagi setiap kita, setiap individu yg sedang menjalani hidup utk mengenal rencana Tuhan bahkan yg mengejar utk semakin serupa dgn gambar Kristus, perhatikan satu nasehat luhur yg disampaikan Mordekhai kpd Ester yg saya percaya juga berguna utk semua kita. 

Pada akhirnya, setiap manusia akan diperhadapkan kpd mezbah spt Abraham, dimana 'Ishak kita' akan kita persembahkan di altar tsb atau tdk. Hal itu hanya terjadi satu hari, satu moment, satu waktu di hidup masing masing kita... Itulah test hidup yg harus masing masing kita lewati. Betapa pentingnya test hidup tsb, sehingga Tuhan mempersiapkan Abraham sedemikian rupa, jauh jauh waktu yaitu kharakternya, mentalnya, rohaninya utk tdk gagal dlm masuk ke test hidup tsb. Sesungguhnya, kalau kita lihat kebelakang, seluruh hidup Abraham, bapa orang percaya itu, tdk ada gunanya sama sekali tanpa dia lulus melewati test hidup dihadapan mezbah di gunung Moria. Satu hari menentukan seluruh hidup Abraham, sejak hari itu, Tuhan bersumpah demi kekudusan-Nya utk menjadikan Abraham bapa satu bangsa yg besar, yg berkenan kpd-Nya. 

Hal yg sama juga terjadi dgn Ester,... secara undang undang memang Ester benar utk tdk sembarangan masuk ke ruang raja... apalagi ketika tdk diundang. Namun keadaan memaksa, jika tdk melakukan interfensi, maka kematian bisa melanda seluruh umat Yahudi di benteng Susan. Mordekhai berpesan kpd Ester:‎ "...Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." ‎

2 hal penting yg menjadi pesan Mordekhai :
1. Rencana Tuhan atas bumi ini, atas umat manusia tdk akan gagal, namun jika engkau dan saya menolak utk digunakan didlm pemenuhan rencana besar Tuhan, maka rencana besar itu akan digenapi Tuhan melalui orang lain.‎"...Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain,..."

2. Posisi kita, talenta kita, berkat yg kita terima dari Tuhan, bukan sekedar utk dinikmati sendiri... Ester menjadi ratu bukan karena dia cantik atau karena Tuhan mau memberkati Ester,... tapi Ester menjadi ratu utk satu hari itu, dimana dia akan mempertaruhkan posisi dan jabatannya sbg ratu, bahkan nyawanya sbg orang hidup utk hidup bagi banyak orang. itulah nasehat Mordekhai bagi Ester dan juga nasehat Firman Tuhan bagi kita semua. Utk siapa engkau hidup? Utk apa semua talenta dan berkat yg Tuhan berikan kpdmu? Utk bersenang senang sendiri atau utk hidup orang banyak?‎

‎Bagi Ester yg hatinya mau dinasehati Mordekhai, hidupnya dia letakan diatas altar spt Abraham meletakan Ishak... karir dan jabatannya siap disembelih diatas mezbah spt Abraham siap menancapkan pisau itu ke jantung Ishak. Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: "...‎aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."‎

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-11 22:09:20

Selasa, 11 Oktober 2016

Ester 3:12-15
"Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja, kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya; surat itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja. 
Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas — yakni bulan Adar —, dan supaya dirampas harta milik mereka.
Salinan surat itu harus diundangkan di dalam tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, supaya mereka bersiap-siap untuk hari itu.
Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar..." ‎

--> Ketika niat Haman bin Hamedata telah bulat dan berhasil membujuk raja Ahasyweros utk membinasakan semua bangsa Yahudi menjadi undangan undang, perhatikan peristiwa sangat kontras yg terjadi di istana raja, yaitu di puri Susan dan di seluruh kota Susan, perhatikan kembali ayat 15 diatas:
‎"...Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar..." ‎

Diseluruh kota Susan, terjadi kegemparan dan ketakutan luar biasa, namun didlm istana raja, Haman bin Hamedata sedang 'duduk minum minum...' Dpatkah saudara bayangkan pemandangan yg sangat bertolak belakang ini? Inilah yg disebut 'kusta di hati'!.

Orang yg terkena penyakit kusta, di alkitab disebut sbg penyakit yg najis, dimana orang yg terkena kusta tdk diijinkan masuk ke dlm hadirat Tuhan, bahkan lewat diantara orang Israel pun mereka tdk diperkenankan. Penyakit kusta menyerang syaraf syaraf perasa dari seseorang. Orang yg kena kusta bisa duduk melipat kakinya sepanjang malam tanpa terasa pegal atau sakit, lama kelamaan terjadi pembusukan dan bagian bagian tertentu mulai copot atau terlepas dari tubuhnya. Jari jarinya bisa memegang wajan panas dan tdk terasa sakit, lama kelamaan membusuk dan mati, terputus dgn seluruh tubuh.... Apa jadinya jika hatimu kena kusta? Spt itulah jadinya. 

Orang yg hatinya kena kusta, bukan hanya tdk mampu merasakan hadirat Tuhan, tapi juga menjadi sama sekali tdk peka terhadap sekelilingnya. Beberapa hari yg lalu di CNN.COM ada satu pemandangan kehancuran total dari kota Aleppo‎, Syria, dimana hampir tdk ada batu yg tdk dibalikan, semua bangunan hancur, anak kecil mencungkil cungkil reruntuhan batu mencari remah remah roti yg mungkin ada,... sementara di Damaskus, president Basyar Al Assad sedang berpesta dgn tamu tamunya... bukankah itu kusta di hati?

Lalu bagaimana dgn kita? Berapa banyak yg masih belum ada makanan di kota kita? Berapa banyak yg harus putus sekolah, berapa banyak yg sakit dan menunggu mati karena tdk bisa berobat, sementara kita duduk duduk minum dan pesta pora... Saudaraku, demi kasih Kristus, menangislah spt orang kusta yg dtg kpd Krsitus,... Rabuni,... tahirkan aku... minta Tuhan berikan kita hati yg peka terhadap sesama. Didlm gereja lokal saudara masing masing, saya percaya ada department diakonia, department misi, dll, buat agar gereja Tuhan terlepas dari kusta hati, belajar berbagi melalui wadah wadah tsb, supaya minimal didlm gereja kita masing masing, jgn ada yg kelaparan, jgn ada yg harus putus sekolah, dan jika sakit bisa diobati.

Haman bin Hamedata memelihara kusta dihati, beberapa hari lagi saudara akan melihat dlm pasal pasal berikutnya, penyakit kusta tdk akan berdiam diri sampai seluruh tubuh hancur dan binasa.

Berdoa hari ini demikian:
Bapaku,... Allahku, kasihanilah aku,... tahirkan hatiku... bersihkan aku dari kusta di hati. Terima kasih Yesus... Amien!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-10 21:21:09

Senin, 10 Oktober 2016

Ester 3:1, 8-11
"Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 
Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: "Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa.
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja." 
Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu,
kemudian titah raja kepada Haman: "Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik."

---> Sebelum kita melihat lebih jauh dan belajar dari hidup Haman bin Hamedata, coba lihat satu ayat ini:
‎Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu..." ‎

Apa sebenarnya yg dimaksud dgn 'mengakui Tuhan didlm segala tingkah laku kita? Apakah spt orang latah yg dikit dikit kalau kaget keluar perkataannya adalah 'eh Yesus eh Yesus'? Atau gampang sekali bersumpah 'demi Tuhan...'? Bukankah tindakan dan perkataan spt itu lebih tepat disebut sbg penggenapan dari perintah ketiga dari 10 perintah Allah yg diajarkan Musa: "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan,.... " (Keluaran 20:7)‎ . Lalu bagaimana kita 'mengakui Tuhan ' dlm setiap laku kita? Secara sederhana, Paulus menjelaskan hal ini dlm satu ayat kpd jemaat di Kolose: Kolose 3:23 "...Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."‎

Sesederhana itu, untuk keperluan siapa perbuatan dan hidup kita tertuju? Bagi kemuliaan siapa kita lakukan semua dihidup ini, hal ini akan membedakan sangat sangat jauh antara orang benar yg sedang mengerjakan kehendak Bapa dgn orang yg berlagak benar yg mengerjakan kehendaknya sendiri.

‎Haman bin Hamedata adalah seorang yg mendapatkan kasih karunia Tuhan didlm hidupnya begitu luar biasa... Dari semua pegawai pegawai raja Ahasyweros, Haman telah diangkat begitu tinggi melebihi semua pegawai raja yg lainnya. Jika saja Haman melakukan apa yg Firman Tuhan di Amsal 3 dan di Kolose 3 diatas katakan, saya yakin Haman pasti terhindar dari malapetaka dan kehancuran yg dia ciptakan sendiri. Sebaliknya karena hatinya yg rakus dan gila hormat, semua tindakan dan tingkah lakunya diarahkan kpd dirinya sendiri semata. Haman bahkan berani menyogok raja Ahasyweros dgn 10,000 talenta perak utk membantai seluruh kaum dan bangsa Mordekhai, yaitu umat Yahudi di Babel, hanya karena dia merasa dihina dan tdk mendapatkan cukup hormat. Utk siapa Haman hidup? Ketika dia mendapatkan promosi dan kedudukan yg tinggi, bagi siapa semua kedudukan yg tinggi itu ditujukan? Apakah utk TUHAN atau utk dirinya sendiri semata mata? 

Jika saudara perhatikan seluruh kitab Ester, ada 2 atau 3 pribadi yg mendapatkan kasih karunia Tuhan yg begitu besar, begitu luar biasa, Ester sbg ratu, Haman sbg tangan kanan raja, dan Mordekhai sbg pengganti Haman. Bedanya adalah, pada persimpangan perjalanan hidupnya, Ester berada dipersimpangan jalan, hidup demi dirinya sendiri dan kedudukannya atau hidup bagi orang lain, Ester pilih 'siap mati', mempertaruhkan nyawanya dan hidup bagi orang lain. Haman juga sempat berada di persimpangan jalan, hidup bagi kehormatannya atau hidup bagi orang lain, merelakan sesuatu hilang dari dirinya, dan Haman memilih dirinya sendiri.

Saudaraku, ingat betul betul satu perkara ini, semua yg ada pada kita itu adalah dari Tuhan, bukan dari kita sendiri. Jika engkau sadar akan hal itu, lakukan apa yg Amsal 3 katakan, 'akuilah Tuhan dlm segala lakumu!' Jgn rakus dan gila hormat, ada bagian orang lain yg harus engkau relakan sbg pengakuanmu bahwa talentamu, karuniamu, bahkan hartamu adalah dari Tuhan, dan bagi kemuliaan Tuhan lah itu semua.‎

Kembalikan hormat bagi Dia, maka kesejahteraanmu akan berlanjut, berkatmu akan terus berlanjut... saya lihat betul dlm perjalanan hidup saya melayani Tuhan, ada berkat yg Tuhan pindahkan spt Dia pindahkan dari Haman kpd Mordekhai, hanya karena didapati orang tsb tdk layak diberkati, tdk layak menerima kemurahan Tuhan yg begitu besar.‎ Bukankah Yesus sendiri berkata di Matius 5:7 : "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Bermurah hatilah kpd saudara saudaramu, jika sekedar makanan yg mereka butuhkan dan itu ada padamu, berbagilah, sebab bukankah yg ada padamu itu dari Tuhan asalnya? jika pengampunan yg mereka butuhkan, lepaskan pengampunan, bukankah engkau sendiri telah terlebih dahulu diampuni?‎

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-09 20:30:40

Jumat, 7 Oktober 2016

Ester 2:19-23
"...Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja. 
Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.
Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros. 
Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.
Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja..."‎

---> Pagi ini kita akan belajar betapa berharganya satu perkara yg disebut 'delayed favour atau kasih karunia yg tertunda'‎. Kasih karunia yg tertunda adalah spt tabungan yg disimpan, tdk langsung dinikmati, tetapi dlm masa masa penyimpanan,... kasih karunia itu spt fine wine, akan semakin bertambah nilainya, atau spt tabungan semakin berbunga bunga...

Mordekai paman Ester menemukan satu rencana pembunuhan, dan dia menjadi pahlawan yg sangat berjasa menyelamatkan nyawa raja saat itu... apa yg terjadi setelah itu? NOTHING!!! Bahkan jika saudara perhatikan‎ persis setelah ayat 23 dari Ester 2, setelah semua peristiwa kepahlawanan Mordekhai ditulis didlm kitab sejarah,... inilah ayat berikutnya:
‎Ester 3:1 "...Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda."

Saudara lihat itu? Ester 3 dimulai dgn perkataan ' ...Sesudah peristiwa-peristiwa ini ...' persis setelah Jasa Jasa Mordekai ditulis di kitab sejarah, maka promosi diberikan kpd Haman bin Hamedata orang Agag, yg kemudian menjadi musuh utama bangsa Yahudi, orang yg membenci Mordekhai. 

Coba bayangkan sebentar, tdkkah hal itu terlihat aneh dan tdk adil? Kenapa Jasa Mordekhai dilupakan dan hanya ditulis di kitab sejarah, dan promosi justru jatuh kpd Haman orang yg gila hormat dan musuh banga Yahudi? Kenapa bukan bagi Mordekhai promosi tsb diberikan? Inilah yg disebut dgn DELAYED FAVOUR - kasih karunia yg ditunda. Saat delayed favour terjadi, sikap manusiawi kita akan berontak, minimal bertanya tanya, why??? Kenapa??? Dimana Tuhan??? Apakah Dia melihat??? Apa yg salah dgn saya??? Kenapa tdk ada keadilan bagiku??? Seribu satu pertanyaan akan sangat sulit utk dijawab, namun Tuhan mau kita belajar dari Mordekhai pagi ini, yg dpt dirangkumkan dgn satu ayat:‎‎
‎Mazmur 46:11 a "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" ‎
Itulah yg dilakukan Mordekhai, dia diam dan duduk kembali ditempat dimana Tuhan telah tempatkan dia... dgn tenang Mordekhai menanti nantikan Tuhan. Jika saudara lihat kitab Ester selanjutnya, pada kesempatan yg akan dtg nanti, saudara akan tercengang cengang, sebab ternyata delayed favour tadi telah bertumbuh dan berlipat lipat, sehingga pada waktu kasih karunia itu sungguh sungguh dibutuhkan, kasih karunia yg tertunda tadi keluar dan sudah jauh lebih besar nilainya, sehingga bukan hanya dinikmati Mordekhai atau berguna bagi karirnya, tapi juga menyelamatkan seluruh umat Yahudi dari, early holocaust, pembantaian bangsa Yahudi yg lebih awal. (holocaust adalah peristiwa pembunuhan jutaan orang Yahudi pada saat NAZI hitler).

Kenapa delayed favour bisa begitu berharga?‎ Apa yg membuat delayed favour itu memiliki nilai? Perhatikan ayat terakhir bagian terakhir dari Kitab Ester 2 : 23: "...Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja..."‎ 
--> Sebab itu bukan kitab sejarah biasa, itu ditulis dihadapan raja! Sbg peringatan bagi raja! ‎Bersyukurlah jika bagimu dan bagiku hari hari ini ada kebajikan Tuhan atau kasih karunia Tuhan yg tertunda,... jgn bersungut sungut, sebab delayed favour itu memiliki tujuan, yaitu utk membuat hidupmu berdampak dan menjadi berkat! Semua itu ditulis dihadapan Raja Surga!  Hallelujah! 

Smile if your favour is delayed today...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-06 20:46:27

Kamis, 6 Oktober 2016

Ester 2:15-17
"Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. 
Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh — yakni bulan Tebet — pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti..." ‎

---> Kemarin kita melihat bagaimana Wasti ditolak sbg ratu, sbg mempelai karena 'ketidak taatannya', sekarang kita melihat apa yg membuat Ester atau Hadassah berbeda dgn semua gadis gadis cantik di jaman itu? Bukan karena parasnya yg lebih cantik, sebab semua gadis gadis itu adalah cantik cantik luar biasa, bukan karena talentanya atau kemampuannya melakukan ini atau itu, sebab hal itu sama sekali tdk diuji, tapi ada satu kharakter yg sangat menonjol dari Ester, coba perhatikan:‎
 "Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia..."‎

--> Ternyata sama spt Wasti ditolak karena ketidak taatannya, Ester justru diterima karena KETAATAN-nya'. Semua yg Ester minta atau inginkan utk masuk menghadap raja akan diserahkan kpdnya, namun Ester tdk menghendaki apapun kecuali apa yg dikehendaki Hegai sida sida raja tsb. Kita akan belajar lebih jauh pintu pintu apa yg akan dpt dibuka oleh kunci 'ketaatan'. Tanpa disengaja, ketaatan Ester terhadap kehendak Hegai, telah membuat Ester dikasihi oleh orang terdekat raja, yaitu Hegai, mentri raja yg bertanggung jawab memilih dan merawat seorang mempelai bagi raja.‎ Jika ada seorang yg tahu kesukaan raja atau apa yg menyenangkan hati raja, orang itu adalah Hegai. Dgn ketaatan Ester kpd kehendak Hegai, tanpa diseegaja, Ester telah menemukan dan membuka rahasia utk membuka pintu hati raja, dia berdandan dan berias sesuai apa yg menyukakan hati raja, dan hal itu tdk dilakukan gadis gadis cantik lainnya. Itulah rahasia keberhasilan Ester menjadi mempelai bagi raja Ahasyweros. 

Perjalanan hidup dan pertumbuhan kharakter anak anak Tuhan ternyata sangat sederhana, bukan kepintaran atau kemampuan khusus yg akan membuat seorang anak Tuhan bertumbuh menjadi spt Kristus, tapi kerelaan hati yg mau dipimpin, dibentuk, diajar dan diarahkan, itulah ketaatan. Ketaatan dan penundukan diri akan memastikan kita memperoleh perkenanan Tuhan dan manusia. Setiap orang percaya akan berkata, 'saya orang yg taat kpd Firman Tuhan', tapi betulkah demikian? Bagi masing masing kita, pasti ada orang orang yg Tuhan taruh menjadi authoritas diatas kita. Sebagai seorang warga negara, kita memiliki president yg Tuhan tempatkan diatas kita, adakah kita taat akan Pemerintah yg diatas kita? Sbg istri, ada suami yg Tuhan tempatkan, suami ada atasan juga gembala yg Tuhan tempatkan, anak anak ada orang tua, dan seterusnya,... mulailah belajar taat dlm penundukan diri, sebab itulah kunci membuka pintu perkenanan raja. 

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-10-05 20:09:07

Rabu, 5 Oktober 2016

‎Ester 1:1-3, 7-8, 10-12, 22
"...Pada zaman Ahasyweros — dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia —,
pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 
pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.
Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: "Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya." 

Pagi ini kita akan mulai masuk menyelidiki kitab Ester, sangat aneh jika saudara perhatikan, tdk satu kalipun disebut kata 'Tuhan‎ atau Allah' diseluruh kitab Ester... Seolah olah kitab ini menyatakan satu keadaan yg melukiskan gambaran yg berbeda. Didlm dunia sehari hari yg didlmnya kita hidup, ada tatanan yg berlaku, dan yg tertinggi didlm posisi hirarkhi tsb adalah Tuhan yg juga sbg Raja yg memerintah. Tapi kitab Ester ini hanya menyebut posisi raja yg kedaulatan kekuasaannya melintasi wilayah India sampai ke Etiopia. Dgn demikian, sesungguhnya kitab ini sedang menceritakan posisi Tuhan yg berdaulat penuh atas seluruh bumi dan gereja Tuhan adalah mempelai-Nya. Dgn modal pemahaman tsb, coba perhatikan beberapa hal:

Ada kejanggalan yg sangat nyata, coba bandingkan ke dua ayat ini:
Ayat 7&8: "....Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.‎"

Bandingkan dgn ayat ‎10-12:
‎"...Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.‎"

---> Dptkah saudara melihat seakan akan ada standard ganda yg digunakan oleh raja yg melukiskan 'pribadi Allah sendiri'? Kpd para undangan, standard utk minum adalah 'tanpa paksaan... masing masing boleh minum sekehendak hatinya sendiri...' Namun terhadap ratu atau mempelainya, ketika Wasti menolak utk dtg atas perintah raja, Wasti ditolak sbg ratu, bukankah ini standard ganda? Kenapa demikian?

---> Sebab Wasti adalah mempelai!...Gereja Tuhan, jika‎ engkau rindu menjadi mempelai Kristus, Raja Surga, ukuran atau takaran yg berlaku bagi seorang mempelai adalah 'ketaatan total atau penyerahan hidup yg total kpd kehendak Tuhan atau Suami bagi gereja-Nya', sedangkan utk diselamatkan, utk minum dan menikmati kebaikan Tuhan, itu berdasarkan kerelaan hati masing masing. Seberapa kita mau membuka diri utk minum anggur kebaikan Tuhan, sebanyak itu juga kita akan tenggelam didlm kebaikan Tuhan, itu bukan paksaan.

Pelajaran utama yg sangat penting dari Kitab Ester ini adalah pelajaran utk hidup didlm ketaatan total sbg mempelai Kristus... Sebab sekalipun Wasti itu cantik dan menawan, namun tanpa ketaatan, maka hancurlah seluruh urapan dan kedudukannya dihadapan suaminya. Ketaatan itu bukan hal sederhana, sebab didlmnya ada kerendahan hati dan penundukan diri, ingat apa yg membuat Saul terjungkal?‎ Inilah yg Samuel katakan kpd Saul: 
"...Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan..." 
(1 Samuel 15: 22)‎
 Belajarlah utk hidup didlm ketaatan, itulah syarat utama seorang mempelai!

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-10-04 20:45:10

Selasa, 4 Oktober 2016

Nehemia 13:4-5, 10-11
"Tetapi sebelum masa itu imam Elyasib yang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik rumah Allah kami, dan yang mempunyai hubungan erat dengan Tobia,
menyediakan sebuah bilik besar bagi Tobia itu. Sebelumnya orang membawa ke bilik itu korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas dan persembahan persepuluhan dari pada gandum, anggur dan minyak yang menjadi hak orang-orang Lewi, para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, dan persembahan khusus bagi para imam. 
Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya.
Aku menyesali para penguasa, kataku: "Mengapa rumah Allah dibiarkan begitu saja?" Lalu kukumpulkan orang-orang Lewi itu dan kukembalikan pada tempatnya..."‎

---> Pagi ini kita akan belajar dari satu kebenaran dari Kitab Nehemia. Ketika tembok kota Yerusalem telah selesai dibangun dan pintu pintu gerbangnya selesai dipasang, pentahbisan dan perayaan demi perayaan telah selesai dilaksanakan‎... maka kembalilah penduduk kota Yerusalem ke hidup sehari hari. Ingat dan perhatikan hal ini, kadar rohani dan kharakter seseorang tdk dilihat dan dibuktikan disaat perayaan dan acara acara itu terjadi... tapi kadar rohani dan kharakter seseorang terlihat pada hidup sehari hari setelah pesta berakhir. Ingat siapa Ayub? Kenapa Tuhan sendiri menyebut Ayub sbg seorang yg saleh... takut akan Tuhan... Dan menjauhi kejahatan? Sebab inilah sikap Ayub setelah pesta, yaitu di hidup sehari hari:
Ayub 1:5 "...Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian,...."

Itulah kebiasaan Ayub sehari hari, itulah juga kharakter Ayub dan kadar rohaninya... Kembali kpd kisah bangsa Israel di Yerusalem, setelah semua perayaan berakhir, penderitaan selesai, tembok perlindungan didirikan kokoh... atau dlm kesehari harian kita, setelah usaha semua lancar dan baik, perekonomian kita menjadi solid dan terlindungi, keluarga semua sejahtera,... lalu apa? 
Bagi penduduk kota Yerusalem, mereka mulai melupakan tanggung jawab mereka terhadap orang Lewi, sampai sampai tdk cukup makanan bagi orang Lewi dan mereka terpaksa kembali ke ladangnya, bekerja dan bercocok tanam supaya bisa makan, padahal bangsa itu tahu bahwa kewajiban merekalah utk memelihara orang orang Lewi yg bekerja pada rumah Allah... sebaliknya, Tobia, ingat siapa Tobia? Orang yg bersama dgn Sanbalat memerangi rencana pembangunan tembok Yerusalem, namun karena mungkin posisinya dipemerintahan, Tobia mendapatkan rumah didekat gerbang kota dan mereka memberi Tobia begitu banyak perhatian...

Saudara mengerti hal itu? Orang Yehuda menelantarkan kaum Lewi sampai sampai utk makan saja mereka harus kembali ke ladang, namun uang yg begitu banyak dihambur hamburkan utk menjilat penguasa dan pejabat... supaya mereka makin kaya, makin kokoh, makin beruntung! 

Itulah penyakit kemapanan! Sangat berbahaya dan mematikan, sebab hati manusia degil! Kita menyalurkan berkat yg Tuhan berikan utk memuaskan hati kita sendiri dan bahkan kita abaikan tanggung jawab. Orang Yehuda tahu bahwa mereka harus menanggung hidup saudaranya kaum Lewi, tapi mereka memilih meng-entertain pejabat dan penguasa, sebab ada timbal baliknya, ujung ujungnya 'self centered - focus kpd diri sendiri'! 

Hindari kedegilan hati dan rasa rakus spt ini! Perhatikan kebiasaanmu sehari hari setelah perayaan berakhir... adakah engkau orang yg perduli dan bertanggung jawab?

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-10-03 20:59:38

Senin, 3 Oktober 2016

Nehemia 8:9-11
"...Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.
(8-11) Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" 
(8-12) Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!"‎

‎Ketika tembok kota Yerusalem selesai dibangun dan pintu pintu gerbangnya selesai dipasang, ingat apa yg kita renungkan minggu lalu, setelah semua batas batas atau pagar di dlm hidup kita kita dirikan, maka tiba saatnya utk tembok kota siap didirikan beserta pintu pintu gerbangnya, kemudian kitab kita Firman Tuhan dibacakan dan respons para penduduk Yerusalem adalah dgn begitu laparnya mereka sampai menangis hanya karena mendengar kitab kitab itu dibacakan...

---> Pelajaran yg perlu kita renungkan pagi ini adalah:
Setiap kali kitab kitab itu dibacakan, maka hari itu disebut 'hari yg kudus,... harinya Tuhan ' dan orang orang tdk boleh bersusah hati, melainkan semua yg mendengar kitab kitab itu dibacakan, harus bersukacita pada harinya Tuhan. Nehemia dan Ezra berkata: 'THIS IS THE DAY OF THE LORD!! Let us rejoice and be glad in it!!! Hari ini adalah harinya Tuhan, mari kita bersukacita didlm harinya Tuhan! 

Utk membuat 'hari ini' menjadi harinya Tuhan, maka kitab kitab Perjanjian harus dibaca,... adakah kitab kita Tuhan engkau baca hari ini? Jika telah engkau baca, maka ini adalah the Lord's day utk saudara, dan engkau akan bersuka cita dihari ini. Adakah hari ini sbg harinya Tuhan bagimu?

Bersuka citalah! Sebab hari ini adalah harinya Tuhan bagi kita!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-10-02 20:47:37

Jumat, 30 September 2016

‎Nehemia 6:1
"...Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,..." 

---> Batas atau pagar yg ketiga yg dikerjakan oleh Nehemia ‎adalah :
‎"...membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang‎ - dlm KJV disebutkan: I had builded the wall, and that there was no breach left therein;...‎" Nehemia memastikan sebelum pintu pintu gerbang tembok kota Yerusalem dipasang rapih dan selesai, seluruh tembok di kota tsb 'tdk ada lagi lobang'. Semua celah, semua lobang, semua retakan di tutup rapat rapat sehingga orang tdk lagi menemukan celah! 

Jika kita aplikasikan didlm hidup kita sehari hari, mungkinkah seorang manusia biasa spt kita hidup tanpa celah? Hidup tanpa melanggar aturan?‎

Coba renungkan sekali lagi apa yg King James katakan, 'lobang atau celah' digunakan kata 'breach', yg sebetulnya ‎dlm English modern diartikan sbg 'pelanggaran'. Orang sering berkata : 'breach of law atau breach of contract yg berarti pelanggaran hukum atau pelanggaran kesepakatan atau kontrak'. Pagar atau batas yg ketiga yg di bangun Nehemia sebelum seluruh tembok itu selesai dan pintunya terpasang adalah:

--> Nehemia memastikan bahwa dia maupun orang orang yg ‎bekerja di pembangunan tembok kota itu adalah orang orang yg tdk sedikitpun ditemukan kesengajaan atau secara sadar dan sengaja sedang berjalan ke arah yg 'melanggar perjanjian' atau dgn kata lain, mereka adalah 'Men & Women of Covenant - pria dan wanita yg memegang sumpah!'

Itulah pagar ketiga yg dikerjakan Nehemia, dia menutup semua bentuk pelanggaran! Terutama pelanggaran yg disengaja. Nehemia berjalan dan hidup sbg orang yg berpegang kpd sumpah, itulah sebabnya dia diijinkan Tuhan utk mengerjakan dan menyelesaikan rencana Tuhan bagi umat-Nya, membangun tembok Yerusalem! Bukankah didlm Mazmur 15, Daud sendiri bertanya, 'siapakah Tuhan yg boleh menumpang di Kemah Mu?... lalu dgn satu kalimat Tuhan berkata: 'orang yg takut akan Tuhan, yaitu orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi!'

Hari hari ini, kharakter 'setia kpd janji atau berpegang kpd sumpah apalagi sampai harus rugi' itu sangat sangat langka ditemukan! Bahkan diantara anak anak Tuhan atau hamba hamba Tuhan sekalipun, sangat jarang nilai luhur ini ditemukan, padahal inilah nilai luhur yg Tuhan cari didlm diri kita agar kita boleh masuk dan menumpang dikemah Tuhan. Kita cenderung utk menghalalkan pelanggaran dgn berbagai dalih utk membela diri agar layak dibenarkan melakukan pelanggaran, padahal jelas jelas Firman Tuhan katakan: 'berpegang kpd sumpah sekalipun rugi!' 

Saudaraku, suami istri, salah satu bisa salah, tapi apakah kesalahan yg satu secara otomatis memberikan hak kpd yg lainnya utk membatalkan sumpah setia? Dlm hal itu, akan terlihat jelas yg mana yg hidup takut akan Tuhan & yg mana yg berlagak takut akan Tuhan. Berhenti berdalih dalih, tutuplah semua lubang, tutup semua pelanggaran, dgn apa? Bagaimana caranya?‎
Perhatikan: Amsal 10:12 "...Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." ‎

Smile it's Friday... Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-29 21:19:34

Kamis, 29 September 2016

Nehemia 5:14-19
"Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 
Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 
Aku pun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu.
Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami.
Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat.
Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini..."

Pagar kedua yg dibangun Nehemia sebelum batas tembok kota Yerusalem secara fisik selesai dibangun adalah:

Dari juru minum atau 'pembantu kepercayaan raja', Nehemia naik pangkat sekarang sbg bupati tanah Yehuda, dan inilah yg Nehemia lakukan:‎
Nehemia memastikan bahwa dia hidup, bekerja, melayani bukan didorong oleh hak hak tapi oleh tanggung jawab, 'accountability driven life, not right driven'. Yg membuat Nehemia berbeda dgn semua bupati-bupati tanah Yehuda yg sebelum dia adalah, semua bupati-bupati tsb bekerja atau hidup hanya didorong oleh 'tuntutan hak hak' yg mereka boleh nikmati, sebaliknya Nehemia berbeda, dia hidup dan bekerja didorong oleh tuntutan tanggung jawab dan kewajiban, bahkan dia menolak atau tdk mengambil hak hak-nya sbg bupati.‎

Itulah bedanya sikap hati seorang tuan atau pemilik dgn sikap hati seorang hamba atau pengelola. Seorang yg berhati atau bersikap sbg 'tuan' itu berhak utk minta dilayani, berhak utk minta perlakuan yg baik, berhak utk menuntut dihormati, sebaliknya seorang hamba, seorang pengelola, mereka focus kpd apa yg dia harus kerjakan, apa yg harus diselesaikan tepat waktu, apa apa tanggung jawabnya, sama sekali tdk terlintaskan hak hak apa yg dia akan dapatkan.

Ketika hak dan tanggung jawab bertabrakan, kita akan melihat bukti nyata, yg mana hati tuan dan yg mana hati hamba.
‎---> ketika kejepit dgn keputusan yg harus diambil, pilatus diperhadapkan kpd keputusan yg aman dan menyelamatkan posisi dan hak haknya, atau keputusan yg benar yg sesuai dgn fakta dan hati nuraninya, namun hal itu akan membuat posisinya yg tentu berkaitan langsung dgn hak haknya yg akan hilang. Pada saat spt itu, pertimbangan utk mempertahankan hak bersuara jauh lebih kuat dihati Pilatus dari pada suara utk melakukan tanggung jawabnya dgn benar. Pilatus membasuh tangannya dgn air dari satu bokor sbg tanda melepaskan tanggung jawabnya atas darah Yesus dan memilih utk kembali ke posisi atau hak haknya. Ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, Pilatus memilih mempertahankan hak!

---> Beberapa jam sebelumnya, Yesus dgn‎ bokor yg mungkin dibuat oleh tukang periuk yg sama, dgn ukuran yg mungkin sama, memiliki segala macam hak utk dilayani, dihibur, ditopang, karena itulah saat saat terberat didlm hidup-Nya di muka bumi. Namun Dia memilih utk berlutut dan melepaskan hak haknya, sebaliknya Dia memilih utk mengerjakan tanggung jawab-Nya yg terakhir utk menguatkan dan mengajar murid-murid-Nya sebelum Dia mati di salib.... Dia berlutut dan membasuh kaki murid-murid-Nya. Ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, Yesus memilih utk melakukan tanggung jawab dan melepaskan hak.

Bagaimana dgn kita? Ada banyak kesempatan didlm hidup saya ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, saya memilih utk mempertahankan hak, tahukah saudara mengapa? Sebab sangat berat utk memilih tanggung jawab. Saya menyesali pilihan pilihan tsb setiap kali saya salah memilih, dan saya berdoa minta kekuatan yg mengalir di hati Yesus agar saya juga bisa selalu memilih tanggung jawab....

Belajar dari Yesus, belajar dari Nehemia... ketika hak dan tanggung jawab bertabrakan, selalu memilih utk mengerjakan tanggung jawab kita, itulah pagar atau batasan kedua yg harus dibangun sebelum pagar tembok bisa selesai dibangun!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-28 19:25:53

Rabu, 28 September 2016

‎Nehemia 5:1-6
"Maka terdengarlah keluhan yang keras dari rakyat dan juga dari pihak para isteri terhadap sesama orang Yahudi.
Ada yang berteriak: "Anak laki-laki dan anak perempuan kami banyak dan kami harus mendapat gandum, supaya kami dapat makan dan hidup."
Dan ada yang berteriak: "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan."
Juga ada yang berteriak: "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas ladang dan kebun anggur kami.
Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain."
Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu..." ‎

---> ‎Pelayanan Nehemia adalah pelayanan 'membangun pagar kota'. Tembok berbicara tentang pagar atau batas, bagi satu kota pun, utk dpt terlindungi dari serangan musuh, kota itu harus memiliki pagar. Bagaimana dgn hidup kita, perlukah kita memiliki pagar atau batas batas? Adakah yg dpt kita belajar dari Kitab Nehemia akan rencana dan kehendak Bapa Surgawi bagi kita, batas batas apa yg harus kita perhatikan dan jaga?‎

Pelajaran pertama dari membangun pagar dari hidup Nehemia :‎

---> Sebelum pagar secara fisik yg adalah tembok kota Yerusalem dibangun, Tuhan menuntun Nehemia utk membangun terlebih dahulu pagar pagar yg rusak di hidup umat Tuhan, ada batas batas yg telah mereka langgar, dan itu yg harus dibenahi dahulu.‎ 
Batas atau pagar pertama yg telah rusak dan dilanggar umat Tuhan adalah ketika kesusahan besar terjadi di tanah Kanaan, umat Tuhan tdk bisa mendapatkan cukup makan bagi mereka dan anak anak mereka. Mereka minta tolong kpd sesama umat Tuhan yg kaya, tapi yg kaya terlalu sayang kpd hartanya utk dibagikan dgn yg miskin, akhirnya mereka membuat kesepakatan, si miskin dijadikan budak bagi si kaya, anak anak perempuannya di jual kpd orang lain sbg wanita penghibur, betapa berat hati orang orang miskin ditanah Yehuda saat itu, mereka tdk hanya lapar, sekarang harus dipisahkan dari anak anaknya karena tdk ada makanan.

Ketika Nehemia mendengar hal itu, hatinya hancur dan marah, dia memilih utk menyelesaikan dahulu pagar hidup yg telah dilanggar bangsa Tuhan. Sebelumnya, pada jaman Musa, Tuhan telah memberikan satu batasan, satu perintah bagi umat-Nya yaitu:‎
Imamat 25:38-39 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.
Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia...."‎
Dan masih banyak lagi perkataan yg sama juga dituliskan di: ‎Keluaran 21, Ulangan 15, dll‎.

‎Apa sesungguhnya batasan yg Tuhan ingin sampaikan? 
Bagi semua umat Tuhan, menerima untung itu tdk masalah, menikmati kesukaan itu ‎boleh saja, tapi jgn sampai keuntungan yg engkau terima itu akibat kesusahan orang lain! Jgn pernah nikmati kesenangan yg harus mengorbankan orang lain, apalagi saudaramu sendiri. Jika orang kaya di jaman Musa diajar utk berbagi tanpa menerima imbalan, sebab TUHAN lah yg telah memberikan kekayaan dan berkat itu bagi mereka. Tdk ada Tuhan dimuka bumi ini yg begitu perduli tentang 'sharing atau berbagi' spt Tuhan yg menyatakan Diri-Nya melalui Alkitab ini, the God of the Bible! 

Itulah pagar yg telah rubuh pada jaman Nehemia, batas batas yg telah dilanggar umat Tuhan, tdk heran tembok secara fisik di kota mereka menjadi puing puing... sebelum tembok secara fisik dibangun, tembok secara spiritual harus terlebih dahulu dibangun. Mulailah bangun keperdulian satu sama lain. Tdk semua yg ada padamu itu utk engkau makan sendiri sepuasnya, ada bagian orang miskin yg Tuhan titipkan padamu, jgn tahan hak janda janda dan orang orang miskin, sebab mata sang Pencipta mereka mengamat amati sikap hati kita.

Smile and be more faithful 
Jesus Loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-27 23:22:06

Selasa, 27 September 2016

Nehemia 4:1, 6-8, 11
"Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi...

Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.
Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.
Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana....

Tetapi lawan-lawan kami berpikir: "Mereka tidak akan tahu dan tidak akan melihat apa-apa, sampai kita ada di antara mereka, membunuh mereka dan menghentikan pekerjaan itu..."‎

---> Itulah serentetan tantangan yg dihadapi Nehemia dan orang orang Yahudi yg ada di ‎Yerusalem. Musuh musuh bangsa itu tdk tinggal diam, coba perhatikan sekali lagi:

1. Awalnya mereka marah dan mengolok olok (ayat 1).
2. Kemudian ‎mengadakan persepakatan untuk memerangi dan membuat kekacauan (ayat 8).
3. Sampai akhirnya mereka berupaya utk membunuh dan menghentikan langkah umat Tuhan (ayat 11).‎ ‎
Bukankah itu yg iblis atau pencuri lakukan? Tuhan sendiri sudah memperingati kita akan hal itu di Yohanes 10:10 "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Oleh sebab itu, jgnlah heran jika langkah langkahmu utk menuju kepada rencana Tuhan itu berkali kali dihambat oleh orang orang yg lebih memilih utk dipakai iblis utk menjadi penghambat. Ingat, setiap pekerjaan besar yg Tuhan kehendak kita kerjakan, selalu akan timbul orang orang spt Sanbalat dan Tobia. Dlm perjalananmu utk bertobat dan hidup benar, ada orang yg memilih utk menjadi pengolok olok... kemudian semakin engkau bertumbuh, merekapun semakin bertambah busuknya, sekarang menjadi pembuat kekacauan dgn tujuan agar focusmu buyar dan terpecah, dan jika engkau tetap bertumbuh dlm kharaktermu, orang orang demikian akan berupaya mendatangkan celaka atasmu. ‎

Tahukah saudara apa yg dilakukan Nehemia dan orang-orang Yahudi di Yerusalem sampai semua pekerjaan membangun tembok itu selesai? Ini yg dilakukan mereka:‎‎
Nehemia 4:1, 21-23 ‎:
"Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian dari pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar sampai terbitnya bintang-bintang.
Pada waktu itu juga aku berikan perintah kepada rakyat: "Setiap orang dengan anak buahnya harus bermalam di Yerusalem, supaya mereka mengadakan penjagaan bagi kami pada malam hari, dan melakukan pekerjaannya pada siang hari." ‎
Demikianlah aku sendiri, saudara-saudaraku, anak buahku dan para penjaga yang mengikut aku, kami semua tidak sempat menanggalkan pakaian kami. Setiap orang memegang senjata dengan tangan kanan."‎

3 hal yg mereka lakukan:
1. Terus maju (ayat 21)
2. Berjaga jaga (ayat 22)
3. Dan tdk menanggalkan perlengkapan senjata mereka (ayat 23)

Rindukah saudara menang? Jgn menyerah, kalau gagal, bagkit lagi, sambil berdoa dan Berjaga jaga, dan jgn pernah lengah dgn menanggalkan perlengkapan senjata imanmu!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-09-26 20:44:46