Morning Dew

Rabu 03 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :  Titus 2:1-3 "...Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 
Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik"

Jika kita memperhatikan judul dari perikop di atas yang diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, judulnya adalah : kewajiban orang tua, pemuda dan ‎hamba. Nasehat Firman Tuhan ini sungguh benar dan mengandung nilai luhur yang sangat berguna.

Sesungguhnya nasehat ini berlaku bagi setiap rumah tangga - rumah tangga orang percaya, setiap keluarga perlu sungguh-sungguh memperhatikan kebenaran nasehat Firman Tuhan ini.
Sebelum ana‎k-anak atau pemuda menerima nasehat,... sebelum para pembantu di dalam satu rumah atau para karyawan di dalam satu usaha menerima satu nasehat, nasehat pertama turun kepundak para ayah, baru kemudian para ibu... atau kepada para orang tua.

Mudah uuntuk kita mengagumi satu hasil yang luar biasa, termaksud keberhasilan orang-orang hebat...‎ namun semua itu tidak datang tiba-tiba...  
Untuk membangun satu bangunan yang tinggi dan megah, satu pencakar langit, dimulai dari satu blue print yang jelas dan dapat dibaca dan dimengerti oleh para tukang bangunan, sesuatu yang bisa di 'visualised' atau jelas terlihat bukan sekedar bayang-bayang yang samar-samar...‎ Dalam hal yang sama, anak-anak di dalam rumah tangga membutuhkan satu contoh, satu teladan yang dapat ditiru, coba kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri kita sendiri:
- dimana orang tua kita? Apa yang telah kita kerjakan kepada mereka ketika mereka masih hidup? Adakah kita memperhatikan, menghormati dan mengasihi mereka? Anak-anakmu satu kali nanti akan memperlakukan dirimu sama seperti yang mereka lihat engkau telah kerjakan terhadap orang tua mu sendiri...

- para suami, sungguhkah engkau mengasihi istrimu? Berlaku jujur dan bijaksanakah kita terhadap istri kita? Anak-anakmu laki-laki akan memperlakukan istrinya seperti engkau memperlakukan ibu mereka... anak-anakmu perempuan akan diperlakukan oleh suami mereka seperti engkau memperlakukan ibu mereka...

- Seberapa jujur engkau terhadap uang yang Tuhan percayakan kepadamu? Adakah milik Tuhan yang engkau lahap sendiri? Adakah bagian orang lain yang Tuhan titipkan kepadamu, tapi engkau nikmati sendiri? Hamba-hambamu akan memperlakukan uangmu seperti engkau memperlakukan uang Tuhan Allahmu...

Kepada Titus anak rohaninya, Paulus berpesan, hiduplah dengan menjadi teladan... Dan teladan itu harus dimulai dari dalam rumah tangga terlebih dahulu... dimulai dari para orang tua di dalam rumah tangga.
Ditahun yang baru ini, mari kita sama-sama mulai untuk membangun satu blueprint, hiduplah seperti apa yang Firman Tuhan ajarkan, maka anak-anak kita akan berjalan mengikuti pola dan tingkah laku hidup kita...

Beranikah kita berkata: 'perubahan harus dimulai dari saya sendiri... bukan orang lain...'
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-03 02:09:31

Selasa 02 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Timotius 4:9-11, 16-17 "...Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 
karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 
Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 
Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku — kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka —,
tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa."

Ada waktu waktu di dalam hidup setiap pribadi anak-anak Tuhan dimana kita akan harus berjalan dan melewatinya seorang diri tanpa seorangpun mendampingi apalagi membantu-mu...

Semua tokoh tokoh iman di dalam Alkitab juga mengalami hal tersebut,
Yakub mengalami-nya di tepi sungai Yabok...
Elia mengalami-nya di Karmel dan di tepi sungai Kerit...
Abraham mengalami-nya di atas bukit Moria...
Yesus-pun mengalami-nya di bukit Golgota,...

Paulus juga mengalami-nya di dalam penjara. Coba imaginasikan apa yang dialami Paulus:
 "...Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 
karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku...
Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku...
Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku ...."

Justru di puncak pelayanannya, setelah Paulus mengabarkan Injil kemana-mana, setelah dia menolong begitu banyak orang, setelah Paulus menguatkan begitu banyak kaki yang lemah, tulang yang lesu, dan hati yang gentar dengan surat suratnya dan nasehat himat Illahi yang ada padanya, justru setelah semua itu, Paulus harus melewati the final curtain ALONE, SENDIRIAN... Paulus dlm keadaa tua dan sakit sakitan, kedinginan, dia membutuhkan jaket usangnya... sebenarnya dia juga membutuhkan seorang muda yang membantunya untuk berdiri, membantunya untuk membersihkan beberapa hal, dia butuh teman untuk sharing... tapi justru saat saat dimana dia paling membutuhkan semua itu, dia harus berjalan melewati process perjalanannya sendirian... Sesungguhnya, dia tidak sendiri sebab justru saat itulah, dalam keadaan yang sangat tenang dan sepi, Paulus bisa mendengar suara TUHAN yang ada begitu dekat dengan nya yang bercerita,... berbisik denhansangat lembut, sama seperti yang Yesus pernah alami...

Coba saudara bayangkan, salah satu jeritan kesakitan yang keluar dari atas kayu salib adalah bukan kesakitan dari tangan dan kaki yang berlubang paku, bukan dari kepala yang bercucuran darah karena tusukan duri yang tajam, tapi dari hati yang ditinggalkan: 'Eli... Eli... Lama saba‎khtani...' yang berarti: 'Bapaku... Bapaku... mengapa Engkau meninggalkan Aku...' Bagaimana mungkin Bapa Surgawi yang begitu sempurna, yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, tapi justru pada saat sangat dibutuhkan oleh Yesus, Yesus sendiri berkata 'mengapa Engkau meninggalkan Aku...'? Entah apa yang terjadi saat itu, ketika Yesus memandang ke Surga, Dia melihat Bapa memalingkan muka-Nya terhadap Yesus, sebab Bapa mengalami konflik yang sangat berat, disatu pihak Dia tahu bahwa semua itu harus terjadi, tapi dipihak lain, Dia begitu mengasihi Anak-Nya yang tunggal itu, yang saat itu sedang bergeliat geliat kesakitan... tapi Bapa memilih tetap ada disitu bersama sama dengan Yesus, sehingga Dia harus memalingkan muka-Nya karena menahan begitu beratnya hati yang harus memilih... Dia pilih utk tetap ada disana...

Tahukah saudara, ketika engkau melewati masa masa yang harus berjalan sendirian, Tuhan Allahmu memilih untuk tidak meninggalkan-mu... Dia memilih untuk tetap ada disana, sekalipun engkau tetap harus berjalan melewatinya sendirian, Tuhan tetap ada disana, itulah salah satu julukan atau nama TUHAN yang saudara perlu ingat baik baik.

Salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shammah, yang artinya: 'Tuhan ada disana...' Itulah nama yang Tuhan yang saya rindu titipkan bagi setiap saudara untuk menghidupi tahun 2018 ini...


Jehovah Shammah adalah bagianmu.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-02 02:39:05

Senin 01 Januari 2018

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
2 Timotius 3:15-16 "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran..."

Happy new year 2018...
Tahun yang baru adalah saat yang tepat untuk membuat satu "New Year Resolution", sudahkah saudara memiliki satu resolusi baru untuk hidupmu ditahun baru ini?

Beberapa orang berkata, resolusi saya ditahun 2018 ini adalah :
- saya mau turun 15 kg berat badan saya...
Ada juga yang berkata: 
- saya akan berhenti merokok...
Atau yang lain berkata:
- saya akan belajar bahasa Mandarin tahun ini...

Semua ini mungkin saja tidak salah, tapi coba saya usulkan satu resolusi tahun baru ini, yang mana hal ini akan menjadi satu senjata pamungkas untuk memahami arti dan tujuan hidupmu, memampukanmu untuk mendeteksi rencana dan siasat iblis atau musuh musuh... dan merubah kharaktermu sekaligus. Semua hal itu engkau akan terima dengan sekedar melakukan satu kebiasaan baru ini, dan ini harus menjadi New Year Resolution bagi kita masing-masing, yaitu:

BERTEKUNLAH MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN TIAP TIAP HARI!!!

Sesederhana itu. para ahli pendeteksi uang palsu atau counterfeiting itu dilatih selama lebih dari 6 bulan, dan tiap tiap hari, mereka hanya meraba, mencium, memperhatikan, meneliti uang uang Dollar yang asli. Mereka memperhatikan warnanya, bentuk gambar gambarnya, baunya, merasakan sentuhannya dijari jari mereka, itulah kerja mereka selama 6 bulan lebih, hanya itu, hanya tekun memperhatikan, merasa, mencium, mungkin menjilat yang asli....

Setelah lewat 6 bulan, mereka berdiri dihadapan satu conveyor atau belt yang berjalan dimana ada uang uang Dollar yang lewat didepan mereka... beberapa lembar dari Dollar Dollar tersebut sengaja dicampurkan dengan Dollar yang palsu... tapi lebih dari 98%, mereka berhasil mencurigai yang palsu...
Yang ini,... kok warnanya agak aneh...
Yang ini,... gambarnya kurang sreg di mata...
Oh kalau yang ini,... kok dirabanya agak janggal...

Semua itu mereka dapat kerjakan hanya karena mereka bertekun dan tiap tiap hari memperhatikan yang asli, sehingga ketika yang palsu lewat, panca indra mereka sudah terlatih menolak yang palsu.

Jangan kira penyesatan akan datang dari mesjid mesjid atau dari wihara atau kuil kuil Hindu... penyesatan akan datang dari atas mimbar gereja, lewat para hamba-hamba Tuhan yang luar biasa... mampukah saudara sebagai jemaat Tuhan mendeteksi ketika engkau mendengar suara dari mimbar yang sebenarnya bukan suara Tuhan? Bagaimana mungkin saudara mampu jika engkau sendiri tidak mengenal suara Allahmu yang sesungguhnya...

Sebagai gembala sidang, saya sangat merindukan dan berdoa sungguh-sungguh agar saudara semua tanpa terkecuali, mampu tanpa diarahkan oleh gembala, untuk mendeteksi suara gembala Agung kita yaitu Yesus Kristus sendiri. Semua itu hanya akan engkau dapatkan jika engkau punya waktu waktu khusus menyelidiki Firman Tuhan yang benar!

Luangkan waktu untuk melihat dan enjoy cuplikan video di satu farm di‎ Fjeld Gard, Herestua, Norwegia ini... Kenalkah engkau suara Gembala-mu?

Happy new year 2018
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-01 07:37:17

Jumat 29 Desember 2017

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
2 Timotius 2:11-13 "...Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; 
jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; 
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." 

Satu hakekat dari kepribadian Allah kita yang tidak dapat disangkali, bahkan Tuhan sendiri tidak dapat menyangkali kebenaran ini, yaitu Dia Allah yang setia!‎ Sedemikian rupa sampai Dia sendiri mengambil nama untuk sebutan bagi diri-Nya sebagai "Yang Setia dan Yang Benar" (Wahyu 19:11) itulah salah satu Nama Allah kita, sebab kharakter kesetiaan tidak dapat dipisahkan dari diri-Nya. 

Jika kita pada saat saat terakhir di tahun 2017 ini melihat kebelakang, ada begitu banyak kesempatan yang saya pribadi alami, dimana seakan akan saya menghadapi jalan buntu dan tidak ada pertolongan dari manapun... Teman dan sahabat sekalipun tidak dapat menolong ketika kita sedang benar-benar menghadapi jalan buntu, tapi lewat semua ini, sepanjang tahun 2017, bukankah kita semua sudah melihat sidik jadi Allah ada disetiap bagian dari hidup kita? Ketika tidak ada jalan keluar dan seakan hidup kita akan hancur berantakan, Tuhan buka jalan... Dan saya alami itu berkali kali, sehingga tidak mungkin saya dapat secara jujur berkata "TUHAN sudah meninggalkan perbuatan tangan-Nya" sebab tidak pernah terjadi demikian, Dia Allah yang setia...‎ Dan Dia tidak dapat menyangkal kebenaran ini!

Mungkin saja kita ‎mengalami kegagalan dalam banyak hal ditahun 2017 ini, tapi jika engkau tetap setia, engkau menjadi semakin serupa dengan pribadi Tuhan mu, yaitu Dia Allah yang setia!

Setelah sekian tahun melayani di Calcuta India, ibu Theresa ditanya oleh seorang reporter, 'ibu... lihat, sebelum ibu datang ke Calcuta, ada ribuan gembel disini, sekarang, setelah ibu melayani mereka, ada puluhan ribu gembel yang ada di Calcuta... tidak kah ibu merasa telah gagal memperjuangkan kesejahteraan mereka?...'

Ibu Theresa tersenyum dan berkata: 'saya tidak dipanggil untuk ‎berhasil, tapi saya dipanggil untuk setia...'

Tahukah saudara akan panggilan hidupmu? Jadilah setia dengan apa yang Tuhan sudah tetapkan... Jadilah suami yang setia kepada istrimu,... jadilah istri yang setia kepada suamimu..., Jadilah anak anak Tuhan yang tetap setia kepada Tuhan dan Firman-Nya, tetap setia sampai Tuhan datang memanggil kita kembali ke Surga untuk menerima upah kesetiaan kita.

Smile for its Friday 
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-29 01:06:52

Kamis 28 Desember 2017

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini : 
2 Timotius 1:3-5 "... Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu..."

‎Sekadang ada saja keadaan yang tidak semestinya terjadi, tapi justru sering kali, lewat Kejadian yang tidak baik atau yang tidak menguntungkan, karakter baru diukir... lewat tekanan dan kesulitan, justru iman percaya manusia dibentuk dan dibangun...

Seharusnya, sesuai dengan Firman Tuhan, seorang laki lakilah yang berfungsi sebagai kepala rumah tangga dan juga menjadi Imam didalam rumah tangga-nya. Seorang kepala keluarga yang menjadi Imam wajib menuntun anak anak dan istrinya untuk mengenal Tuhan dan hidup dengan penuh takut akan Tuhan..., tapi terkadang keadaan tidak selalu demikian, tapi justru kita perlu peka akan hal itu, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang luar biasa didalam diri kita. Coba simak kembali baik baik perkataan Paulus sebagai Bapa Rohani ketika dia berbicara tentang Timotius:  
"...Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu..."
---> Dimana iman kakek Timotius?.... dimana iman ayah Timotius? Kenapa justru iman luar biasa seperti itu pertama tama muncul di hati seorang nenek bernama Eunike, kemudian turun ke seorang ibu bernama Lois, baru kemudian diteruskan kepada anaknya yaitu Timotius, yang tidak pernah diduga duga akan satu kali menggantikan atau meneruskan pelayanan seorang Rasul yang besar yang menuliskan sebagian besar surat surat di perjanjian baru... Timotius tampil sebagai seorang hamba Tuhan yang sangat berpengaruh di Asia dan Eropa, tapi semua itu dimulai dari iman yang ada dan hidup dihati seorang nenek bernama Eunike, yang kemudian diteruskan kepada anak perempuannya bernama Lois, yang lalu meneruskan iman kepada anaknya Timotius... seakan iman itu seperti balok estafet yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya...

Eunike bisa saja mengeluh dan bersungut-sungut tentang suaminya yang tidak berfungsi sebagai imam dirumah, tapi dia tidak bersungut-sungut, justru dia teruskan tugas Imamat tersebut.. Lois juga tidak mengeluh atas ketidak berfungsi-nya keimamam sang suami, dia teruskan dan topang tugas suami nya dengan mendidik Timotius anaknya sehingga Timotius menjadi pribadi yang begitu luar biasa... Tidak diceritakan apa dan mengapa suami Eunike dan suami Lois tidak berfungsi sebagai imam. Apakah mereka mati muda? Atau mereka hanya tidak pernah berfungsi sebagai imam, yang jelas, kedua wanita hebat ini tetap berjalan menggenapi rencana dan tujuan Tuhan tanpa mengenal lelah dan tanpa persungutan...

Pagi ini kepada para wanita pada umumnya, para single parent, bahkan bagi setiap pribadi, ‎bisa saja keadaanmu tidak menguntungkan,... situasi hidupmu tidak kondusif, melalui semua yang ada dan semua yang terjadi, ada perkara luar biasa yang Tuhan bisa bangun... tetaplah setia dan jangan bersungut-sungut... Tuhan sedang merenda satu karya maha agung... biarkan dirimu dipakai sebagai jarum untuk merenda, atau sebagai benar untuk mewarnai hidup ini...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-28 00:14:17

Rabu 27 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Timotius 6:6-10 "...Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Mengapa ada banyak anak-anak Tuhan yang pulang dari ibadah atau sudah sekian lama beribadah kepada Tuhan dengan melakukan ini dan itu, mengikuti aturan dan apa yang Firman Tuhan ajarkan, namun hidupnya penuh dengan  tekanan dan ketidak damai sejahteraan? Apakah ibadah-nya itu sendiri yang salah atau ada hal hal lain yang tidak benar?

Ada satu fenomena pengajaran yang terjadi‎ diantara anak anak Tuhan, satu pengajaran yang sangat menarik diantara anak-anak Tuhan, yaitu theology kemakmuran. Anak-anak Tuhan akan penuh dengan berkat berkat melimpah, akan dibayang bayangi dan selalu bertaburan dengan hidup berkelimpahan tanpa batas... doa Yabes dipakai menjadi doa kebangsaan mereka. Tidak salah untuk memahami bahwa Tuhan itu adalah Allah yang penuh kasih dan Allah yang rindu memberkati umat-Nya, tapi coba bayangkan kemana jemaat Tuhan akan dituntun jika terus menerus disodorkan dengan pengajaran yang tidak seimbang seperti itu? Doa Yabes bahkan lebih populer dari pada Doa Bapa Kami yang berkata: '...Berilah kami hari ini makanan kami yang secukupnya...'

Theology kemakmuran tidak pernah mengenal kata CUKUP!!!, sedangkan Firman Tuhan dengan tegas mengajarkan kita untuk  belajar hidup dengan rasa cukup, jika ibadah kita disertai dengan rasa cukup, maka ibadah itu mendatangkan faedah atau manfaat yang besar (1 Tim 6:6)‎. Orang-orang yang memiliki rasa cukup akan dapat mengucap syukur didalam segala perkara... akan mampu melihat apa yang Tuhan sedang rencanakan dan kerjakan pada zaman kita dan didalam hidup kita pribadi, dan hanya orang yang memiliki rasa cukup-lah yang bisa berbagi dan perduli kepada orang lain.

Ada seorang wanita yang takut akan Tuhan dan tinggal sendirian di appartmentnya, wanita setengah baya ini yang bernama Jenny adalah wanita sederhana namun hidupnya berlimpah dengan rasa cukup yang melimpah keluar lewat pengucapan syukur...

Satu pagi, dia menerima surat dikotak pos di appartmentnya, dan ketika dia membuka surat tersebut, isinya demikian:
'Dear Jenny,...
Aku mau mampir untuk makan malam dirumahmu pada malam Natal nanti...
Love Jesus'

Jenny sangat kaget bercampur sukacita luar biasa, dia segera membersihkan seluruh appartmentnya yang memang tidak terlalu besar, merapihkan segalanya, dan sedikit mendekorasikan ruangan yang ada, sebab malam nanti tamu istimewa yaitu Pribadi yang lahir dihari Natal itu akan datang untuk makan malam Natal dirumahnya. Setelah semua selesai, Jenny baru sadar, dia tidak punya makanan apa apa dirumah... dia bergegas mengumpulkan sisa uang yang ada dan segera pergi ke supermarket untuk membeli apa yang bisa dibeli dengan uangnya yang sangat terbatas. Dengan dana yang ada, Jenny berhasil membeli sepotong roti panjang dan beberapa potong ham untuk dibuat sandwichs untuk makan malam bersama Yesus Tuhan-nya. 

Dalam perjalanan pulang di cuaca yang sangat dingin, ‎Jenny di sadarkan oleh teguran sepasang suami istri pengemis yang lapar dan keinginan. Sang suami pengemis berkata:
'ma'am... bisakah memberikan kami sedikit makanan? Kami sangat lapar...'
Jenny berkata: 'sir... saya tidak punya apa apa, ini hanya ada sepotong roti besar dan beberapa slices ham, tapi ini aku persiapkan untuk tamu istimewa yg akan datang malam Natal nanti...'
‎Sang pengemis pria kemudian berkata: 'oh it's ok...' lalu memeluk istrinya yang sedang kedinginan...

Beberapa langkah kemudian, Jenny terus terngiang ngiang akan wajah kedua pengemis tersebut, kemudian dia bergegas kembali lagi ke tempat mereka duduk kedinginan, dan berkata:
'sir,... ini ambil saja roti dan ham nya, biarlah nanti saya cari solusi lain untuk tamu istimewa ku...' 

Mereka makan dengan lahap nya kemudian Jenny melepaskan jacketnya untuk sang istri pengemis yang kedinginan, sambil berkata:

'ma'am,... ini, pakai saja jacket ini, engkau lebih membutuhkannya dan aku masih ada satu lagi di rumah...'

Sambil berjalan bingung akan apa yang dapat disediakan bagi tamu istimewanya, Jenny melangkah menuju appartmentnya. Betapa kagetnya dia melihat ada satu surat satu lagi yang datang di kotak post-nya. Tidak biasanya tukang post datang 2 kali dalam sehari...

Ketika dibuka, surat itu berkata:

'Dear Jenny,
Sandwich nya sangat lezat dan Aku sangat menyukainya...

And by the way, thanks untuk jacketnya...

Love Jesus '

Jenny tersenyum lebar sambil menghirup udara segara di malam Natal...

‎Hanya apabila kita bisa hidup dengan rasa cukuplah, kita dpt menggenapi Firman Tuhan ini: Ibrani 13:2 "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat."

Adakah ibadah dan hidup kita dilimpahi rasa cukup? Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?

Jesus is the reason for the season...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-27 01:03:53

Selasa 26 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Timotius 2:8-10 "...Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 
tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah."

Ada satu masa dimana umat Tuhan bahkan secara terang-terangan diminta untuk tadi lagi berdoa dan mengangkat tangan dihadapan Tuhan, bahkan doa dan pengangkatan tangan umat-Nya malah menjadi beban bagi hati Tuhan.  coba perhatikan pernyataan Tuhan di kitab Yesaya ini:
Yesaya 1:14-15 "...Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 
Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah."

Bagaimana mungkin doa umat Tuhan justru menjadi beban yang menjijikan bagi TUHAN? Bukankah orang-orang percaya sudah seharusnya dan lebih banyak lagi berdoa? Kita didorong oleh para hamba-hamba Tuhan untuk banyak berdoa, tapi justru dalam hal ini, doa dan syafaat umat-Nya menjadi beban dan kenajisan bagi TUHAN... Bagaimana seharusnya kita berdoa yang berkenan dihadapan Tuhan? Lihat sekali lagi Firman Tuhan di surat Paulus kepada Timotius diatas:
"...supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.‎.. juga bagi para wanita untuk berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah..."

Jika kita sekedar berdoa hanya untuk memenuhi kewajiban dan tuntutan ritual agamawi, tanpa terjadi perubahan sama sekali didlm hidup kita, maka doa doa kita itu justru menjadi beban dan kejijikan bagi Tuhan, sebab ketika kita mengangkat tangan utk berdoa, tangan kita penuh dengan berlumuran darah... kita berdoa terus menerus tapi kita juga masih mempertahankan hidup di dalam perselisihan dan amarah... kebencian terhadap orang lain kita pertahankan sungguh-sungguh. ‎Bahkan lebih berbahaya lagi, ada banyak anak-anak Tuhan yang justru menjadi batu sandungan buat orang lain yang belum kenal Tuhan justru karena ketaatan kita menjalankan ritual ritual agama, seperti berdoa, beribadah, mengangkat tangan, berpuasa dalam, sebab semua itu terjadi saat dosa dan kenajisan juga terus berjalan...

‎Pagi ini, Firman TUHAN tidak semua doa-doa dan pengangkatan tangan orang percaya itu berkenan dihadapan Tuhan, doa yang berjalan seirama dengan perubahan hidup tanpa perselisihan, tanpa amarah, di dalam hidup yang sederhana, yang perduli kepada kebutuhan orang lain, itulah yang berkenan dihadapan Tuhan. 

Memasuki waktu waktu kedepan, ditahun yang baru, mari kita hidup melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar hidup beragama, ingat, pengalaman agamawi bukan berarti hidup rohani.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-26 02:52:19

Senin 25 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
perhatikan ayat ayat ini :
1 Timotius 1:15-17 "...Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin."

Kita mulai memasuki surat 1 Timotius didalam perenungan kita di Morning dew pagi ini, dan bukan secara sengaja kita melihat nasehat Paulus kepada anaknya Timotius tentang arti Natal yang sesungguhnya, tentang kedatangan Yesus di dunia, terutama didalam diri Paulus itu sendiri‎.

Paulus menegaskan kepada Timotius dan yang juga akan sangat berguna bagi kita semua dihari Natal ini, apa arti Natal bagimu dan bagiku? Inilah arti Natal bagi Paulus, coba lihat sekali lagi:
"Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal..."
‎---> Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, lalu setelah diselamatkan, apa yang harus dikerjakan oleh mantan orang berdosa tersebut? 
"...Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal..."‎

‎Paulus sadar betul bahwa sebagai orang berdosa yang telah diselamatkan, kita diselamatkan bukan sekedar untuk puas dan berhura hura, tapi untuk MENJADI CONTOH BAGI MEREKA YANG KEMUDIAN PERCAYA KEPADA-NYA!!! Itulah tujuan Natal bagimu dan bagiku...

Selama ini mungkin kita berfikir Natal adalah season holiday, masa liburan... masa sukacita utk makan dan tamasya... baju baru, sepatu baru dan semua barang barang indah... Itu semua hanya sekedar ornament ornament Natal, bukan poros tujuan utama dari Natal. Coba kita jujur dan berhenti sebentar utk berfikir tentang diri kita sendiri, apa yang selalu terbesit dipikiran kita bulan bulan sebelum Christmas time? 
- Bagi yang punya uang, 'mau liburan Natal dan akhir tahun kemana?...'
- Bagi yang punya sedikit uang, 'mau beli barang baru apa? Makan enak apa? Bagaimana kita merayakan natal tahun ini...'
- Bagi yang punya uang sangat terbatas, 'kita mau masak apa untuk Natal kali ini?...'

Coba tahun ini berhenti sejenak untuk berfikir dan menghabiskan uang dan waktu untuk diri kita sendiri, coba bertanya kepada diri kita masing-masing, sudahkah saya menggenapi tujuan Natal? ‎Sudahkah saya menjadi contoh atau teladan bagi mereka yang akan kemudian percaya kepada-Nya? Siapa siapa saja yang hidupnya telah diberkati karena melihat kepada hidup kita? 

Itulah nasehat Firman Tuhan melalui Paulus di hari Natal ini, ‎sudah waktunya kitapun mulai hidup menjadi saksi, menjadi teladan bagi orang-orang lain yang belum percaya dan yang akan kita ajak menerima berkat Natal di waktu waktu mendatang...

Merry Christmas
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-25 02:31:15

Jumat 20 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
2 Tesalonika 2:7-9 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. 
Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,..."
---> Ada satu pernyataan yang sangat jelas tentang munculnya dan akan bermanifestasinya anti-Christ di dalam dunia, yang sampai sekarang masih belum mampu muncul sekalipun banyak 'nubuat yang dibuat-buat' oleh beberapa orang-orang yang sesat dengan menyatakan tanggal sekian sekian anti-Christ akan datang disana atau ditempat itu...
Satu kebenaran yang perlu dan harus kita ingat adalah, anti-Christ atau iblis belum dapat muncul dan menyatakan dirinya sebab sampai sekarang masih ada yang menahannya, dan baru apabila yang menahannya itu diangkat, maka iblis atau yang kitab Tesalonika sebutkan sebagai 'pendurhaka' dapat menyatakan dirinya.‎ Ayat 9 & 10 a. menyatakan: 
‎"...Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,‎..."
Siapakah yang menahan munculnya si pendurhaka? Itulah gereja Tuhan,... anak-anak Tuhan,... bukankah kita di sebut sebagai 'terang dunia dan garam dunia'? Apa fungsi terang? Mengusir gelap.... sebab ilmu pengetahuan membuktikan bahwa gelap itu selalu ada, perhatikan ‎kitab Kejadian 1, sebelum terang diciptakan, gelap sudah ada, tapi justru kehadiran terang telah menyingkirkan gelap, demikian juga kehadiran gereja Tuhan atau anak-anak Tuhan, sudah sepantasnyalah atau seharusnya dapat menyingkirkan kegelapan... Garam memiliki dua fungsi, bukan hanya berfungsi sbg penambah rasa sedap, tapi juga garam dapat berfungsi untuk menahan pembusukan. Ikan yg dibiarkan begitu saja akan membusuk dan berbau, tapi jika digarami sebagai ikan asin, dapat bertahan melawan pembusukan. 
Sesungguhnya, itulah yang menjadi rahasia bagi kita anak anak Tuhan, kita tidak perlu memperdebatkan kapan Yesus akan kembali kedua kalinya, kapan Anti-Christ akan muncul, sebab jika kita bijaksana dan memahami kebenaran Firman Tuhan, gereja Tuhan atau kita anak-anak Tuhan akan debgan jelas menyaksikan pengangkatan gereja-Nya sebelum sipendurhaka dapat menyatakan dirinya, itu adalah perkataan Firman Tuhan, bukan sekedar tafsiran.
Namun hal yang penting untuk kita perhatikan disini adalah, ‎benarkah atau sudahkan saya sebagai gereja Tuhan berfungsi sebagai terang dan garam dunia? 
Di dalam rumah tangga kita masing-masing, dilingkungan pekerjaan kita, di dalam masyarakat dimana kita berada dan tinggal, sudahkah saya menjadi terang dan garam dunia? Sangat mudah untuk dibuktikan, tanpa perlu dikatakan, jika benar saya sudah berfungsi sebagai terang dan garam dunia, maka gelap itu pasti akan tersingkir,... pendurhakaan atau kemaksiatan itu juga tidak dapat muncul... Namun jika kita hidup tetap dengan sejahtera ditengah tengah kemaksiatan, bahkan semakin bertambah tambah, coba kita bersama sama secara jujur berdoa dan bertanya kepada Tuhan, apa yang keliru?‎
Ada satu jemaat di kitab Wahyu yang ditegur dan diperingati Tuhan sebagai pelajaran buat setiap kita orang percaya, yaitu jemaat di Effesus demikian:  Wahyu 2:2-4 "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula..."
---> Jemaat di Effesus begitu giat melayani, tapi tinggal ditengah tengah orang-orang jahat yang menyebut diri mereka bahkan rasul-rasul, namun ternyata mereka itu pendusta
Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula..."
---> Jemaat di Effesus begitu giat melayani, tapi tinggal ditengah tengah orang-orang jahat yang menyebut diri mereka bahkan rasul-rasul, namun ternyata mereka itu pendusta... Tapi mengapa bisa tetap hidup berdampingan sedemikian rupa? Bukankah jika jemaat di Efesus berfungsi sebagai garam dan terang dunia, seharusnya gelap dan pembusukan itu hilang? Kenapa tidak demikian? Sederhana, sebab kegiatan agamawi jemaat di Efesus bukan berarti perbuatan Rohani. Aktivitas tidak sama dengan produktivitas... mereka bergiat lelah untuk pekerjaan agamawi tapi dosa tetap bertumbuh subur, itulah sebabnya kitab Wahyu katakan, mereka telah meninggalkan kasih mereka yang mula-mula..
Pagi ini, mari koreksi diri kita sendiri sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan, Tuhan rindu supaya setiap kita berfungsi sebagai garam dan terang dunia yang dapat mengusir kegelapan, menahan pembusukan dan pendurhakaan, biarkan Roh Tuhan menuntun dan mengajar kita agar supaya kita dapat berfungsi seperti yang Tuhan rindukan‎... berikan hati kita dengan belajar merendahkan dan melembutkan hati untuk bisa dipakai sebagai rencana-Nya 

‎Smile, it's Friday before Christmas...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-22 05:03:08

Kamis 21Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
1 Tesalonika 4:3-8 "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 
supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 
dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 
Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu..."
Percabulan adalah satu dosa yang sangat meracuni dan sering kali menghancurkan bukan saja kehidupan dan kharakter seorang anak Tuhan itu sendiri, bahkan sesungguhnya sangat merusak hubungan manusia dengan Tuhan. Jangan pernah anggap remeh tentang dosa percabulan ini, ‎Firman TUHAN di 1 Tesalonika 4 diatas dgn jelas mengatakan: "...Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu..."
Sebagian kecil orang mungkin tidak terlalu tergangu dengan dosa percabulan ini, tapi hampir sebagian besar orang, terutama laki-laki, sangat tersiksa dan terikat dengan dosa percabulan... ‎Dan yang membuat mereka sangat terikat dengan dosa percabulan adalah karena iblis tahu, jika anak-anak Tuhan dapat dikuasai dan diikat dengan satu dosa yang akan menyeret mereka binasa, maka tujuan iblis untuk membawa sebanyak banyaknya anak-anak Tuhan untuk hancur dan binasa akan tercapai. Coba lihat dan perhatikan nubuatan kitab Wahyu tentang akhir jaman Wahyu 12:3-4 "Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya."
---> iblis yang dilambangkan seperti seekor ular naga merah padam itu akan menyeret dan menghancurkan "bintang-bintang dilangit". Bukankah kepada Abraham dikatakan bahwa keturunannya akan seperti pasir dilaut dan bintang-bintang di langit? Siapakah yang berhasil diseret oleh iblis pada akhir jaman yang dilukiskan seperti binatang-binatang dilangit? Apakah itu melukiskan hanya sekedar secara hurufiah planet planet yang ada di alam semesta yang merupakan bintang-bintang, atau sesungguhnya itu berbicara tentang kita anak-anak Abraham yang dipakai Tuhan sehingga bersinar seperti bintang-bintang dilangit? Jelas ini adalah nubuatan bagaimana iblis berhasil menyeret sepertiga dari orang-orang percaya, hamba hamba Tuhan yang bersinar terang seperti bintang-bintang dilangit... Tapi perhatikan bagaimana iblis berhasil menyeret bintang-bintang tersebut, senjata seekor ular ada di mulutnya, di taring dan lidahnya yang berbisa, tapi justru bukan sengatan atau patokan ularlah yang berhasil menyeret sepertiga bintang-bintang di langit, melainkan melalui ekornya-lah ular naga tersebut berhasil menyeret bintang-bintang dilangit. Pada ular, kelamin-nya yang adalah juga alat untuk melakukan hubungan sexual-nya ada di ekornya... itulah senjata iblis untuk menyeret sepertiga anak-anak Abraham, melalui dosa percabulan atau perzinahan, tepat seperti yang 1 Tesalonika 4 diatas katakan, ketika kita menolak untuk hidup kudus tanpa percabulan, kita sedang menolak Tuhan yang telah berFirman!!!
‎Saudaraku, pagi ini Firman Tuhan menekankan sekali lagi pentingnya untuk setiap anak-anak Tuhan menjauhi percabulan, bukan sekedar dimulai dengan menjauhi pelacuran, tapi mulai dengan yang sangat sering menjadi celah untuk percabulan itu masuk, yaitu pornography. Jangan anggap sepele, di America di lakukan survey untuk para gembala-gembala dan pelayan mimbar, termaksud penginjil, worship leaders masih hidup di dalam dosa pornography, bahkan 40 % lebih menyatakan mereka sangat terikat dengan dosa percabulan pornography tersebut... tidak heran jika dikatakan sepertiga dari bintang-bintang dilangit akan mampu diseret lewat kelamin iblis (dosa percabulan) yang menghancurkan kekudusan anak-anak Tuhan...
Jangan tolak untuj hidup kudus dihadapan-Nya, jauhi percabulan supaya kita layak mendekat kepada Tuhan!
Good to be back home...

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-21 01:44:27

Rabu 20 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Tesalonika 2:7-8, 11-12 "...Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 
Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,
dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.‎"

Paulus memainkan posisi pelayanannya kepada jemaat di Tesalonika dengan seakan-akan berubah-ubah, yaitu dengan menjadi figure seperti seorang ibu... tapi juga terkadang menjadi seperti seorang bapa...
Coba lihat kembali ayat-ayat diatas:
 "...Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya...‎" (ayat 7)
‎"...Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,‎..." (ayat 11)
Inilah peran yang kadang membingungkan tapi jelas hal ini menunjukan bahwa kharakter itu bisa diubahkan. Terkadang manusia membuat satu pernyataan yang mengkultuskan pribadi atau gender tertentu, misalnya, seorang laki-laki tidak bisa atau tidak boleh menangis... seorang wanita tidak boleh ‎mengerjakan ini atau itu... hal-hal itu didasari oleh pemahaman bahwa laki-laki tidak mampu berbuat ramah dan lembut seperti seorang ibu, dan seorang wanita tidak dapat menasehati dan memberi didikan seperti seorang ayah. Justru dalam hal inilah, Paulus membuktikan bahwa dia bisa terkadang berfungsi seperti seorang ibu yang dengan ramah dan dengan lembut mengasihi, membelai, dan sekedar memeluk, mengobati jemaat Tuhan yang terluka, tapi terkadang dia juga bisa menjadi seperti seorang ayah yang mendidik dengan tegas dan mengajar jemaat Tuhan di Tesalonika.  Jika semua itu hanya bisa dikerjakan berdasarkan sifat bawaan, maka tidak mungkin Paulus dapat melakukan 2 hal yang berbeda secara bersamaan... 

Inilah rahasia yang terjadi ketika Paulus membiarkan hidupnya dipakai dan diubahkan Tuhan, tiba-tiba dia menjadi semakin serupa seperti Kristus, yang terkadang, ada waktunya bisa ‎memiliki kharakter lembut dan penyayang seperti seorang ibu, coba lihat perkataan Yesus yang rindu memeluk dan melindungi seperti seorang ibu, atau seperti induk ayam: 

Matius 23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau."

Tapi terkadang Dia juga tegas dan dengan keras ketika mendidik dan menghardik... inilah kepribadian yang mampu Yesus tunjukan dan kharakter yang sama perlahan lahan mulai tercermin di dalam hidup Paulus ketika dia rela membiarkan Roh Kudus mengusai dan membentuk hidupnya. 

Biarkan diri kita dikuasai dan dituntun oleh Tuhan melalui Roh Kudus-Nya, maka semakin kita membiarkan diri kita menyerah dan dikuasai Roh Kudus Nya, semakin nyata kharakter-Nya di dalam kita.

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-19 22:16:26

Selasa 19 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Kolose 1:15-18 "...Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu."

Sebelum peristiwa‎ kematian dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati, beberapa kali di dalam Firman Tuhan, Yesus disebut sebagai 'Anak Tunggal', one and only Son, (Yoh 1:14; Yoh 1:18; Yoh 3:16, etc), namun kemudian, status itu berubah setelah Yesus mati di kayu Salib dan dibangkitkan kembali, Dia disebut sebagai Anak Sulung dari banyak saudara... kenapa status itu harus berubah?

Ada satu keluarga bangsawan yang sangat kaya raya di Italy. Suami istri bangsawan ini tidak memiliki keturunan, berkali-kali mereka mencoba berobat namun Tuhan belum mengijinkan mereka memiliki keturunan. Karena khawatir meninggalkan dunia ini tanpa keturunan, mereka kemudian mengadopsi seorang anak laki-laki dari sebuah panti asuhan, ketika anak itu sudah berusia 2 tahun, sang istri tiba-tiba mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki secara natural bagi keluarga tsb. 10 tahun kemudian, di dalam satu peristiwa naas, suami istri bangsawan tersebut mengalami kecelakaan pesawat yang sangat parah ‎dan merengut nyawa mereka seketika itu juga. Keluarga dekat dan kerabat dekat sang suami berusaha untuk sekuat tenaga mencoba membatalkan legalitas dari adopsi yang dilakukan kedua bangsawan tadi, dengan tujuan agar seluruh kekayaan sang bangsawan itu dianugerahkan hanya kepada anak biologisnya sendiri dan sementara anak itu masih kecil, keluarga dan kerabat dekatnyalah yang akan mengelola kekayaan dan harta hartanya. Namun pengadilan memutuskan bahwa seorang anak adopsi memiliki hak yang sama dengan seorang anak biologis dan untuk itu mereka harus sama-sama mewarisi semua kekayaan milik sang bangsawan kaya, ayah mereka...

‎Roma 11 menjelaskan posisi kita sesuai Firman Tuhan, yaitu sebagai 'cabang-cabang liar yang dicangkokan kroada pohon Zaitun, sehingga kitapun berhak menerima makanan dan posisi yang sama seperti barang yang asli... Kristus kemudian disebut sebagai Anak Sulung, sebab kita kemudian mengambil posisi sebagai anak-anak Bapa Surgawi yang ada bersama-sama Kristus sebagai yang sulung dan berhak menerima hak waris seperti layaknya seorang anak Bapa, itulah kasih karunia Allah bagi kita. Kekuatan sebesar apapun tidaj akan pernah mampu untuk membatalkan legalitas dari posisi dan status kita sebagai anak yang sah dari Bapa Surgawi. Sepantasnyalah kita bersyukur untuk Kasih Karunia Allah yang begitu besar... sebab bagimu dan bagiku ada masa depan bersama sama dengan Kristus saudara Sulung kita.

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-18 23:16:51