Morning Dew

Senin, 26 September 2016

‎Nehemia 3:1-2
"...Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel. 
Berdekatan dengan mereka orang-orang Yerikho membangun, dan berdekatan dengan orang-orang itu Zakur bin Imri...."

Kemudian lihat ayat ayat selanjutnya di Nehemia pasal 3:
‎"...Pintu gerbang Ikan dibangun oleh bani Senaa. Mereka memasang balok-balok....‎
Berdekatan dengan mereka Meremot bin Uria bin Hakos mengadakan perbaikan, dan berdekatan dengan dia Mesulam bin Berekhya bin Mesezabeel. Berdekatan dengan dia Zadok bin Baana mengadakan perbaikan,
dan berdekatan dengan dia orang-orang Tekoa.... ‎
Pintu gerbang Lama diperbaiki oleh Yoyada bin Paseah dan Mesulam bin Besoja... ‎
Berdekatan dengan mereka Melaca, orang Gibeon, dan Yadon, orang Meronot, mengadakan perbaikan beserta orang-orang Gibeon dan Mizpa,...‎
Berdekatan dengan mereka Uziel bin Harhaya, salah seorang tukang emas, mengadakan perbaikan,‎
Berdekatan dengan mereka Refaya bin Hur, penguasa setengah wilayah Yerusalem yang satu mengadakan perbaikan..... ‎"

Dan masih banyak lagi serentetan orang orang yg 'berdekatan' satu sama lain utk sama sama membangun kembali tembok tembok Yerusalem. Saudara akan menemukan nama nama tsb sebagian besar tdk pernah lagi disebutkan didlm Alkitab kecuali saat itu dimana mereka ambil bagian, berpartisipasi utk membangun tembok tembok Yerusalem diwilayah mereka.

Seandainya orang orang tsb, tdk ambil bagian, kemungkinan besar nama nama merekapun tdk akan pernah dicatat di dlm Alkitab sama sekali.‎ Saya membayangkan saat ini, ketika mereka semua sudah kembali ke rumah Bapa di Surga, mereka mungkin bertanya tanya, kenapa saya ada disini? Apa yg sudah saya perbuat utk layak menerima Surga?... Dan ketika mereka tahu bahwa 'kerelaan hati mereka utk bekerja sama, utk membangun bahu membahu' telah membawa nama mereka tercatat didlm kumpulan kitab kitab para nabi.... sekalipun mereka bukan nabi, bukan imam, bukan para rohaniawan, namun sikap hati yg rela utk dipimpin telah membawa nama nama mereka sejajar dgn para nabi nabi Tuhan, mereka pasti akan tdk habis habisnya bersyukur... 

Jgn anggap remeh ‎sikap hati yg rela dipimpin, sebab itulah yg disebut 'kelemah lembutan', kelemah lembutan adalah dasar dari penyempurnaan pekerjaan Tangan Tuhan utk membentuk kharakter kita. Bayangkan jika orang orang itu berkata: 'kenapa harus saya? Bagaimana dgn dia? Apa untungnya bagi saya? ...' Seandainya spt itu sikap hati mereka, tembok tembok kota tua Yerusalem tdk akan berdiri hari ini. Bayangkan, orang orang biasa, para petani, nelayan, para budak budak, telah membangun satu bangunan yg sampai saat ini sudah lebih kurang 2,500 tahun tapi masih kokoh berdiri. Jika saudara ke kota tua Yerusalem, engkau akan masih bisa melihat gerbang Domba, gerbang ikan, gerbang sampah dll masih berdiri kokoh sampai saat ini, itulah karya hati hati yg rela dipimpin, mereka melahirkan maha karya yg tdk ternilai harganya.

Rindukah saudara hidupmu menjadi berarti? Jika benar begitu, belajar utk rela dipimpin, lembutkan hatimu.... Jgn biasakan hidup dgn hati yg keras, yg merasa paling pintar sendiri, paling tahu dan tdk punya kerelaan utk dipimpin.

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-09-25 20:55:40

Jumat, 23 September 2016

‎Nehemia 2:1-6
"... Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, 
bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.
Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 
Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 
kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya..." ‎

---> Ada beberapa perkara mulia yg kita bisa belajar bagaimana seseorang dpt dipakai utk menggenapi rencana besar surgawi:

1. ‎Ayat 1: "... Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,..."
--> Nehemia didlm memikul tugas dan pekerjaannya sehari hari, selalu menampilkan sikap yg ceriah dan sukacita, bukan sikap sedih atau bersungut sungut. Inilah dasar penting yg pertama, 'Miliki sikap hati yg benar, yg menyenangkan...' ‎Ada perkataan bijak yg berkata begini: 
'All things being equal, the likable person will win... all things not being equal, the likeable person will still win! - Jika semuanya sama, orang yg sikapnya menyenangkan akan menang, jika tdk semuanya sama, orang yg memiliki sikap yg menyenangkan tetap akan menang!'‎
apakah engkau termaksud orang yg memiliki sikap yg likable? Yg menyenangkan? Sebagian besar orang suka atau malas bertemu kita? Kalau kita jujur dan orang lebih banyak menghindari kita, berarti kita bukanlah a likable person. Masalahnya ada di sikap hati kita yg kemudian terpancar melalui perkataan dan perangai kita. Nehemia berkata bahwa hari itu dia sedih, namun tdk biasa biasanya dia spt itu didlm pekerjaannya, dia selalu menampilkan sikap yg ceriah dan sukacita, menyenangkan dan bukan penuh dgn perbantahan. Nehemia adalah seorang pribadi yg 'likable mudah utk dikasihi dan dicintai'. Engkau ingin berhasil, jadilah pribadi yg likable!

2. Ketika raja bertanya, apa yg kamu kehendaki, Nehemia langsung berdoa meminta kebranian Tuhan dan bicara minta utk diutus. Kemudian raja bertanya lagi, berapa lama? Nehemia menjawab satu jawaban yg precise atau persis waktunya. 
--> Disini kita melihat bahwa sebelum ditanya dan dpt kesempatan emas, Nehemia selalu melibatkan Tuhan. Juga Nehemia adalah satu pribadi yg selalu siap dgn mengerjakan PR nya terlebih dahulu, hal itu terlihat jelas dari jawabannya kpd raja. Ketika ditanya, berapa lama? Nehemia menjawab dgn persis waktu yg dia butuhkan, bahkan bantuan bantuan atau dukungan yg dia butuhkan, Nehemia telah mengerjakan PR nya terlebih dahulu!

Tuhan bisa pakai siapa saja, Louise Pasteur berkata: 'dlm hal penemuan (invention), kemungkinan kemungkinan selalu berpihak kpd hati yg siap, chances always favoured a prepared heart'. Saudara mengerti itu, seorang ilmuwan spt Pasteur saja berkata penemuan penemuan tsb tdk terjadi spt turun dari langit, tdk terjadi secara random, namun terjadi bagi hati yg telah siap, pribadi yg mempersiapkan diri, mengerjakan PR nya, melakukan pekerjaannya dgn terperinci dan benar.

Hal yg sama juga berlaku dlm hidupmu dan hidupku, jika engkau ingin melihat campur tangan Tuhan dan berkat berkatNya, lakukan hal hal ini:
1. Miliki sikap hati yg menyenangkan, jadilah a likable person!
2. Persiapkan dirimu, kerjakan bagianmu, selesaikan PR mu, kemudian tunggu waktunya Tuhan! 

Smile, it's Friday! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-22 20:33:29

Kamis, 22 September 2016

Nehemia 1:1-4
"Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 
datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.
Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." 
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,..."‎

---> Nehemia adalah seorang yg hidup ‎bersamaan pada jaman Ezra. Namun bedanya, Nehemia bukanlah seorang nabi atau seorang imam atau bahkan bukan juga seorang dari kaum Lewi yg biasa dipakai utk satu pekerjaan Tuhan. Nehemia adalah seorang biasa namun memiliki posisi dan kepercayaan yg sangat luar biasa di dlm kerajaan Persia pada saat pemerintahan raja Artahsasta. 

Coba perhatikan apa yg menjadi pelajaran penting bagi semua kita anak anak Tuhan : Saudara tdk harus menjadi pendeta atau nabi atau imam utk bisa dipakai Tuhan! Seorang juru minum spt Nehemia juga bisa dipakai Tuhan utk satu pekerjaan besar menggenapi rencana Tuhan. Bagaimana caranya? Sikap hati spt apa yg bisa dipakai Tuhan? Apa yg kita bisa belajar dari Nehemia? 

1. Nehemia sudah mengalami ‎semua kelegaan dan kelimpahan... Nehemia memiliki pekerjaan yg baik, masa depan yg baik, tinggal di istana raja, semua serba berkelimpahan, sebab tdk sembarang orang bisa dipercaya utk menjadi juru minum raja Persia, apalagi dia seorang asing dari bangsa yg dijajah oleh Persia. Namun Nehemia memiliki satu kharakter yg sangat mulia dan luhur, dia perduli akan kesusahan orang lain. Coba perhatikan ayat ayat ini sekali lagi, ketika Nehemia mendengar khabar dari Hanani tentang apa yg terjadi di Yerusalem, inilah sikap Nehemia:
‎"...Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,..."‎
---> saudaraku, orang orang, apalagi Tuhan, tdk perduli seberapa banyak engkau tahu,... tapi orang dan juga Tuhan tahu seberapa banyak engkau perduli! Coba renungkan sebentar hal itu... kita berlomba lomba menambah pengetahuan tapi kemudian tdk buat apa apa bagi orang lain. Kita sibuk menghiasi diri sendiri, hidup sendiri tapi tdk menambah nilai sedikit-pun bagi hidup orang lain. Kapan terakhir kali engkau duduk berdoa sambil berpuasa, menangis bagi orang lain? Jika saudara rindu hidupmu dipakai utk kemuliaan TUHAN, pastikan sikap hatimu itu ingin berbuat sesuatu bagi orang lain, ingin menambah nilai bagi orang lain. 

2.‎ Perhatikan kembali ayat 1 & 2 : "...Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 
datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem..."‎

---> Keperdulian Nehemia diawali dgn satu pertanyaan bukan tentang dirinya sendiri, atau tentang kaum keluarganya, tapi tentang orang lain yg terluput dan terhindar dari penawanan... coba bayangkan, Nehemia sendiri adalah seorang tawanan, sekalipun ternyata dia hidup sukses dan diberkati selama hidup sbg tawanan, sebagian besar orang yg hatinya penuh dgn persungutan akan melihat keburukan atau melihat ketidak adilan dari peristiwa ini. Seandainya kita adalah Nehemia, mungkin kita akan berkata, boro boro mikirin mereka yg tdk tertawan, sudah syukur mereka tdk ditawan jadi budak, kita kita ini justru yg harus dipikirin, yg ditawan jadi budak! Namun bukan spt itu sikap hati Nehemia, dia justru menanyakan nasib mereka yg lebih beruntung seharusnya, kaum Yehuda yg tdk ditawan... sebab hati Nehemia penuh dgn kemurahan. Yesus sendiri berkata: "...Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan..." (Matius 5:7)
Bukankah semua kita perlu kemurahan hati Tuhan utk hari ini? Hiduplah dgn murah hati...

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-21 19:42:34

Rabu, 21 September 2016

Ezra 10:1-4
"Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras. 
Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: "Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel. 
Marilah kita sekarang mengikat perjanjian dengan Allah kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat tuan dan orang-orang yang gemetar karena perintah Allah kita. Dan biarlah orang bertindak menurut hukum Taurat. 
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!" 

---> Sungguh merupakan sesuatu hal yg sangat sulit utk di fahami dan di nikmati, kitab Ezra berakhir bukan dgn 'happy ending' spt yg biasa kita harapkan dari sebuah film atau cerita... kitab Ezra ditutup dgn peristiwa yg memilukan, perpisahan antara orang Israel dgn istri istri dan bahkan anak anak mereka yg sudah dilahirkan dari istri istri mereka yg adalah orang orang asing... selama sekian lama Israel menjadi budak, mereka hidup spt budak yg tdk memahami hukum Tuhan dan mengambil wanita wanita dari tanah tsb sbg istri mereka, padahal tentang hal itu TUHAN sudah memberikan peringatan keras, sebab takut bahwa istri istri tsb akan menyesatkan hati mereka.

Jgn dilihat perkara ini dari susut pandang manusiawi kita, sebab pasti secara kemanusiaan hal itu tdk mungkin bisa diterima, namun coba lihat dari sudut pandang Surgawi, kekudusan yg bercampur dgn kecemaran akan membuahkan buah cemar atau sikap, tindakan dan perkataan cemar.

Kita Ezra ditutup dgn lukisan Bait Allah tdk dijelaskan selesai atau tdk dibangun, namun dilukiskan dgn 'perpisahan yg memilukan'! Dgn kata lain, Bait Allah didlm diri saudara dan saya itu hanya akan selesai atau tdk selesai dibangun, itu tergantung dari berani atau tdknya kita utk memutuskan agar yg kudus (Bait Allah), yaitu tubuh mu dan tubuhku akan atau tdk akan bercampur dgn yg cemar atau najis. Jika yg kudus itu bercampur dgn yg najis, maka buahnya, anak anaknya adalah cemar dan najis.

Beberapa kali dihidup saya, saya menemukan diri saya mengatakan hal hal yg kasar dan kejam, itulah kenajisan... saya juga menemukan diri saya melakukan tindakan kejahatan, itu juga buah cemar yg saya hasilkan.... masalahnya dimana? Tuhan tunjukan pagi ini sebab saya menikmati 'kawin campur' atau mencampur adukan yg kudus dgn yg najis dan cemar, sehingga ada buah buah kecemaran yg memalukan, perkataan yg kotor dan jahat, tindakan yg keras dan sombong, semua bentuk dosa yg saya hasilkan adalah akibat 'kawin campur' didlm diri saya sendiri!

Mari kita sama sama bertobat dan putuskan dosa sama sekali, sebab.... Bait Allah yg kudus hanya bisa dibangun dan diselesaikan apabila kita rela utk tdk kawin campur, tdk mencampurkan yg najis dgn yg kudus...

Berdoa spt ini pagi ini:
' Roh Kudus, mampukan dan Kuatkan saya utk meninggalkan dosa dan anak anaknya... mengusir dosa dari hidup saya dan tdk lagi berhubungan dgn dosa.... hidupku adalah Bait Mu yg Kudus!' Hallelujah!!!

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-20 21:03:39

Selasa, 20 September 2016

‎Ezra 8:1, 15, 21-23
"Inilah kepala-kepala kaum keluarga dan silsilah orang-orang yang berangkat pulang bersama-sama aku dari Babel pada zaman pemerintahan raja Artahsasta:.....
Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi..... ‎
Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. 
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 
Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami...."‎

---> Ketika TUHAN menyatakan kebajikan-Nya kpd umat-Nya melalui raja Persia, raja Artahsasta memerintahkan imam Ezra utk memimpin umat Tuhan kembali ke Yerusalem dan memperbaiki rumah Allah di Yerusalem. ‎

Hari ini kita akan belajar satu sikap yg benar yg ditunjukan oleh Ezra sbg seorang imam, seorang hamba Tuhan, sikap inilah yg sudah mulai langka diantara anak anak Tuhan hari hari ini.

Coba perhatikan kembali ayat‎ 21 & 22: ‎
"Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi..... ‎
Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. 
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." ‎
---> Bagi Ezra, dia tdk mau membawa malu akan nama TUHAN, Ezra memilih utk merendahkan hati, berpuasa dan mencari Tuhan dari pada minta tolong utk mendapatkan perlindungan raja Artahsasta, sebab Ezra sudah berkata dgn mulutnya sendiri: ‎"Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka,..."

Coba renungkan sebentar, semua kita yg menyebut diri anak anak Tuhan, apalagi hamba Tuhan, adakalanya kita menghadapi kesusahan dan kebutuhan mendesak, pertolongan siapa yg kita cari? Pertolongan Tuhan atau manusia? Jauh lebih nyaman mendapatkan pertolongan dari manusia, sebab itu instant dan bisa dicampur dgn dibohongi, tapi tdk membawa pendewasaan apapun, tdk akan mengukir nilai nilai luhur... Sebaliknya pertolongan Tuhan itu sering tdk nyaman, kadang Tuhan biarkan kita kesakitan dahulu supaya kita belajar dan sadar akan rencana Tuhan, kadang sptnya Tuhan bisa terlambat, pada saat Maria dan Martha mencari pertolongan Tuhan utk Lazarus adiknya, Tuhan sengaja bernama lama, hingga Lazarus sampai sudah mati selama 4 hari...,‎ tapi Yesus tdk pernah terlambat!... Kadang Dia berdiam saja, sebab Dia mau kita belajar akan kebodohan dan kedegilan hati kita sendiri... kadang Dia mau kita merendahkan diri agar kita tahu bahwa kita perlu Tuhan! 

Dlm keadaan takut dan butuh pertolongan, Ezra tdk mau mempermalukan Allahnya, Ezra memilih utk mencari Tuhan dan merendahkan diri dihadapan Tuhan...

Apakah engkau membutuhkan sesuatu hari ini? Pertolongan siapa yg engkau cari dan harapkan? Orang kaya? Pejabat, Hamba Tuhan, kerabat, sahabat?‎ Atau pertolongan Tuhan? Daud ketika kejepit berkata begini:
‎Mazmur 121:1-5 "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 
TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu..."‎

Rendahkan diri kita dan cari pertolongan Tuhan! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-19 19:58:03

Senin, 19 September 2016

‎Ezra 7:10, 27-28
"...Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel....
Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem, 
dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku..."‎

---> ayat 10 dari Ezra 7 melukiskan tekad yg diambil oleh Ezra,... kemudian ayat 27 - 28 melukiskan akibat yg dialami Ezra:

Ketika Ezra memutuskan, bertekad utk meneliti Firman Tuhan dan meneruskan-Nya kpd bangsa Israel, kemudian secara supra natural, ‎perlindungan tangan Tuhan menyertainya, sehingga bahkan raja Media-Persia pun menyukai Ezra. 

Tekad yg sudah diambil Ezra ‎sebenarnya memiliki 2 aspek penting, yaitu keputusan dan ketekunan (decision and discipline‎). Tanpa ke dua aspeck ini, tekad adalah sekedar puisi atau permainan kata kata kosong belaka. Ketika seorang anak Tuhan memiliki tekad yg mengandung kedua sisi spt sebuah mata pedang, maka tekad yg demikian sangat sangat powerful!‎ Apalagi ketika tekad tsb selaras dgn Firman Tuhan, kita akan melihat campur tangan Illahi yg mendorong, menguatkan dan memeteraikan keputusan dan ketekunan yg kita ambil. Betapa luar biasanya kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad yg benar', yg memiliki 2 aspek tsb, yaitu keputusan dan ketekunan. 
- Daniel bertekad atau berketetapan utk tdk menajiskan dirinya,... penyertaan Tuhan yg melampaui segala akal terjadi didlm hidup Daniel.
- Yusuf bertekad utk hidup takut akan Tuhan sehingga dia menjauhi dosa dan diangkat Tuhan begitu tingginya...
Dan masih banyak lagi,... secara singkat ingin saya sampaikan, jgn anggap remeh kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad' yg memiliki 2 aspek, sebab itulah cara manusia batiniah kita bertumbuh dan menjadi kokoh.

Adakah engkau memiliki tekad utk hidup benar? Jika belum benar, coba periksa ke dua aspek dari tekad,... mungkin keputusan sudah diambil, namun perlu diperlengkapi dgn ketekunan, sebab keputusan tanpa ketekunan adalah spt pepesan kosong atau angat angat tahi ayam!‎

Smile and be more faithful! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-18 20:48:13

Jumat, 16 September 2016

Ezra 5:1-3
"Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.
Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah. 
Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?" ‎

Kemudian lihat keputusan raja Darius:
‎Ezra 6:1-2, 6-7, 11-12 "Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan.
Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: ....‎
"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana.
Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula.
Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 
Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." 

---> Tekanan utk menggagalkan rencana pembangunan rumah Tuhan begitu kuatnya, sampai pada awal pemerintahan Darius. Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka dtg kpd orang orang Yahudi di Yerusalem bukan hanya utk mengintimidasi, namun juga utk mencari cari perkara utk menghentikan process pembangunan bait Allah di Yerusalem. Tatnai bahkan menulis surat kpd raja Darius utk mencari tahu apakah benar dahulu raja Koresh pernah memerintahkan pembangunan bait Allah utk dilaksanakan oleh umat Tuhan. 

Hari ini kita mau belajar satu hal, jika tujuan kita adalah murni dan benar, maka penyertaan Tuhan itu akan melakukan hal hal yg diluar pikiran. Tatnai bermaksud busuk dgn mengorek ngorek perkara, namun sebaliknya raja Darius dgn tegas bahkan bukan hanya membiarkan, namun menetapkan undang undang yg memihak kpd pembangunan bait Allah di Yerusalem dgn berkata kpd Tatnai:  ‎"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. ‎Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. ‎Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu..."

Saya diingatkan kpd satu ayat: ‎Amsal 21:1 "Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini..."‎
Dlm kisah Darius dan para mantan buangan, nabi Hagai dan nabi Zakharia yg adalah nabi nabi Tuhan menyatakan nubuatannya akan penyertaan Tuhan, dan ketika bangsa itu melangkah atas Firman Tuhan tsb, rencana busuk Tatnaipun diubahkan Tuhan utk menggenapi Amsal 21:1, Tuhan mengarahkan hati raja Darius utk mengalir ke arah yg Tuhan mau... sejak saat itu, sekalipun bukan dibawah authoritas seorang raja Israel, bait Allah tetap dibangun kembali pada zaman raja Persia, raja Darius.

Jika tujuanmu murni, jika motivasimu benar, hambatan spt apapun, bawa dlm doa, biarkan tangan Allah kita yg mengalirkan batang air ke arah yg mendukung kita. Jgn pakai hikmat sendiri... jgn pakai intrik intrik dan taktik yg keliru, berlutut dan berdoa, biarkan tangan Tuhan yg bekerja. CS Lewis berkata: 'Ada 2 golongan manusia, kesatu adalah orang yg berlutut dan berkata dgn hormat kpd Tuhan, ...biar kehendakMu jadi... kedua adalah orang yg tdk bersedia berlutut dihadapan Tuhan dgn rendah hati, kpd orang spt itu, Tuhan lah yg akan berkata, ....biar kehendakmu jadi...'

Pastikan semua kita menjadi golongan yg pertama! Rendahkan diri, let HIS will be done!

Greetings for the weekend!
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-15 20:55:28

Kamis, 15 September 2016

Ezra 4:1-5
"Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun Bait Suci bagi TUHAN, Allah Israel, 
maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari." 
Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: "Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia." 
Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun. 
Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka..."‎

---> Pada zaman Koresh raja Persia, Tuhan buka jalan bagi umat Tuhan utk mendapatkan kelegaan utk membangun kembali bait Allah di Yerusalem. Hati raja Persia telah digerakkan Tuhan utk membuka jalan akan hal itu, namun coba perhatikan lagi ayat ayat di atas dari Kitab Ezra 4. Pelajaran bagi kita pagi ini adalah:

1. Kapan para musuh orang Yehuda dan Benyamin ‎dtg utk 'berpura pura mau membantu', bahkan kemudian mereka malah bikin susah dgn: "...Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka...‎" (ayat 5)? Ketika mereka mendengar bahwa 'bait Allah sedang mulai dibangun, itulah saat musuh musuh umat Tuhan berpura pura baik, kemudian berupaya sekuat tenaga utk membatalkan pembangunan bait Allah tsb! Ketika seorang percaya memutuskan utk hidup benar dgn memegang teguh prinsip Firman Tuhan, hati hatilah, sebab akan dtg serigala berbulu domba yg pura pura mau membantu, kemudian akan mulai tampil taringnya dgn upaya busuk termaksud berhianat dan dusta dgn menyogok penguasa utk membatalkan. Atau menghancurkan upaya upaya utk membangun tubuh Kristus yg adalah bait Allah didlm dirimu. Jgn mundur, jika hal itu terjadi, tetap sabar dan berharap kpd Tuhan sendiri.

2. ‎Bagi saudara yg memiliki niat 'membantu pembangunan bait Allah' atau mau memuridkan, mau mendewasakan, mau melayani orang orang yg memutuskan utk hidup sesuai Firman Tuhan, atau yg sedang bertekad membangun Bait Allah, kunci atau prinsip utk memahami ketulusan hati kita sendiri adalah demikian: Jika niat baik mu ditolak, dan engkau kecewa, itu berarti yg ada adalah niat busuk! Hati hatilah, sebab engkau sedang melangkah menjadi seteru umat Tuhan yg hidup dlm naungan Tuhan sendiri! Jika engkau kecewa karena tdk diijinkan melayani, tdk diijinkan membantu, atau tdk diminta membantu, kemudian engkau menjadi kecewa, periksa motivasimu sendiri, sebab itulah yg terjadi dihati musuh musuh bangsa Yehuda, kemudian niat busuk menjadi semakin busuk, mereka berani menghalalkan segala cara utk membatalkan semua, sebab suara hati mereka berkata: 'jika bukan melalui saya!... biar hancur sekalian...!' --> Tuhan mau masing masing kita menguji niat luhur hati kita masing masing.

Dari 2 kharakter di Ezra 4, yg mana yg lebih mirip dgn kita? Umat Tuhan yg sedang membangun? Atau umat Tuhan juga (sebab merekamengakui diri sbg umat Tuhan Allah Israel) namun yg berhati busuk, yg memiliki motivasi terselubung, sehingga mudah kecewa jika yg dia inginkan dan harapkan tdk terjadi? Jika engkau termaksud yg kedua, bertobatlah sebelum terlambat, rendahkan dirimu dan biarkan Roh Kudus memulihkan engkau dan segera serahkan dirimu utk dimuridkan!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-14 23:53:38

Rabu, 14 September 2016

Ezra 3:1-2, 4, 6, 10-13
"...Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem.
Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah.  
Mereka juga mengadakan hari raya Pondok Daun, sesuai dengan yang ada tertulis, dan mempersembahkan korban bakaran hari demi hari menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan, yakni setiap hari menurut yang ditetapkan untuk hari itu.  
Sejak hari pertama bulan yang ketujuh mereka mulai mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, namun dasar Bait Suci TUHAN belum juga diletakkan.... 

Pada waktu dasar Bait Suci TUHAN diletakkan oleh tukang-tukang bangunan, maka tampillah para imam dengan memakai pakaian jabatan dan membawa nafiri, dan orang-orang Lewi, bani Asaf, dengan membawa ceracap, untuk memuji-muji TUHAN, menurut petunjuk Daud, raja Israel. 
Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.  
Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena kegirangan. 
Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh..."‎

---> Dari sebagian cuplikan ayat ayat dari Ezra 3 diatas, kita dpt belajar beberapa hal:

1. Adalah mungkin bagi seseorang utk mempersembahkan ‎korban bagi TUHAN namun dasar bait Allah didlm dirinya belum dibangun. Ada banyak 'dermawan' didunia yg menabur harta atas nama kemanusiaan, namun tanpa 'dasar bait Allah' yg telah dibangun, atau tanpa Kristus. Bukankah Alkitab sendiri menyatakan di ‎1 Korintus 3:11: "...Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."

2. Bahkan mungkin saja ritual ritual agamawi dilakukan namun tanpa dasar bait Allah yg dibangun. Saat itu, ketika orang orang Ibrani baru kembali ketanah Yudea, mereka selama beberapa waktu lamanya melakukan ibadah ibadah Pondok Daun, dan membakar korban, namun jika kita perhatikan dari ayat 1 sampai ayat 6, tdk ada dampak apapun dari semua ritual agamawi tsb. 

3. Namun ketika dasar bait Allah diletakan, pecahlah sukacita seluruh bangsa itu... ada yg menjerit dgn menangis karena teringat akan betapa manisnya dulu ketika Israel ada dibawah naungan Tuhan,... ada yg bersorak sorai penuh sukacita sambil menari nari‎, bahkan ayat 13 menerangkan: "...Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh..."‎

---> Pelajaran penting buat kita pagi ini adalah, sukacita sejati tdk akan ada kecuali didlm dasar yg telah dibangun yaitu Kristus Yesus. Keharmonisan dan kesetiaan sejati didlm rumah tangga hanya ada didlm Kristus, berkat yg benar hanya didlm Kristus, berhenti utk mencoba atau membuat buat kesibukan dan acara yg mewah, meriah dan menarik namun tanpa Tuhan. Kadang banyak gereja yg membuat acara acara dgn menghadirkan artis artis dgn tujuan menarik orang dtg, membagi bagikan hadiah atau door prize, ini dan itu, semua itu bisa saja terjadi namun pertanyaannya, adakah Tuhan sbg dasarnya? Semua kegiatan yg tanpa Tuhan tdk akan mendatangkan sukacita sejati.

Sebaliknya ketika dasar itu telah selesai dibangun, airmata sukacita karena pengucapan syukurpun terdengar.‎ Lebih jauh lagi, coba perhatikan sekali lagi ayat 13: "...Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh‎..." Dgn kata lain, tdk lagi terdengar mana suara si A atau si B, mana wajah atau warna si A atau si B, sudah tdk lagi dpt dibeda bedakan. Itulah lawatan Tuhan, individualisme sudah tdk terdengar atau terlihat lagi, ‎namun dampaknya,... 'terdengar sampai jauh...' Dptkah saudara mengerti rahasia ini? Hidup dan pelayanan yg dikerjakan diatas dasar Kristus yg sudah dibangun tdk akan menonjolkan sifat sifat manusianya lagi, tapi dampaknya terdengar sampai jauh... bagaimana dgn hidup ibadahmu? Masihkan terlihat warna aslimu? Masihkan kental warna kharaktermu, atau sudah begitu melorotnya sampai warna Kristuslah yg terdengar dan terlihat, namun dampaknya sampai ke tempat tempat jauh... bukankah Yohanes memberikan nasehat bahwa : "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes3:30) ‎

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-13 20:10:36

Selasa, 13 September 2016

Ezra 2:1-2, 36, 43, 55, 59
"...Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 
Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:...

Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;...
 ‎
Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot;...
 ‎
Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda;...
 
Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa,‎ Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel:..."‎

--->‎ 70 tahun bangsa Israel diperbudak oleh raja Nebukadnezar, raja Babel, sampai kerajaan Babel dikalahkan oleh kerajaan Media Persia yg dipimpin oleh rajanya yg bernama Koresh, kemudian bangsa Israel dan keturunannya dikembalikan ke tanah leluhurnya di tanah Yehuda di Israel. Coba simak kembali ayat ayat di Ezra 2 diatas... serentetan nama nama suku dan puak kaum Israel dibeberkan satu persatu... para imam,... para budak,... para hamba hamba Salomo,.... tdk perduli posisi dan status social mereka, semua diperinci satu persatu, mengapa demikian? Seluruh pasal Ezra 2 membicarakan hanya nama nama buangan yg kembali ke Israel, apa yg Tuhan ingin sampaikan kpd gereja-Nya? 

---> Inilah pelajaran pagi ini, sekalipun engkau terpuruk, sekalipun engkau tertindas bahkan jatuh sekalipun, engkau tdk pernah dilupakan. Bapa Surgawi tdk pernah lupa kpd janji-Nya dgn Abraham dan keturunannya, kpd janji-Nya dgn kita umat-Nya, sekalipun sudah 70 tahun menjadi buangan dan budak di Babel, ketika sudah waktunya Tuhan utk memulihkan, satu persatu nama nama mereka dipanggil, diingat kembali, dan dipulihkan kembali.‎ Sesungguhnya, didlm tempo pembuangan di Babel, Yeremia ketika sedang meratapi bangsanya bernubuat: Ratapan 3:31-32 "...Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. ‎Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya..." ‎

Satu bagian dari Kitab Ezra ini hanya menuliskan satu persatu nama nama buangan tsb dgn suku sukunya, dgn puak puaknya, dgn kaum keluarganya...semua itu dilakukan hanya utk meneguhkan kpd setiap kita, Bapamu itu setia!!! Dia setia terhadap janji-Nya, Dia tdk melupakanmu. Bukankah itu alasan yg lebih dari cukup bahwa kita tdk ditinggalkan dan dilupakan sekalipun dlm lembah kekelaman? 

Yesaya bahkan menubuatkan: "...‎Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku... " (Yesaya 49:16)  ‎Pernahkah saudara merenungkan, setelah Yesus bangkit dari kematian, semua luka lukanya sembuh, luka dibagian kepala, dibagian muka, dll kecuali satu hal, yaitu luka di tangan-Nya, sebab ketika Dia bertemu dgn Thomas, Dia berkata, 'cucukanlah jarimu..' kenapa luka itu dibiarkan tdk sembuh? Sebab itulah lukisan gambar kita persis spt yg dinubuatkan Yesaya, "...‎Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;..." itulah gambar cinta dan pengampunan, gambar saudara dan saya yg dulu berdosa, tapi diampuni dan tdk pernah dilupakan, tdk dibuang... bukankah itu saja sungguh satu alasan kuat utk kita bersyukur?‎ Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?

Give thanks and smile...
Jesus loves you and so do I ‎‎‎

dibuat pada : 2016-09-12 21:09:17

Senin, 12 September 2016

‎Ezra 1:1-3
"...Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
"Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem..." ‎

---> Setelah tumbangnya kerajaan Babel, dunia dikuasai oleh kerajaan Media-Persia. Pada jaman kerajaan Babel, Israel hidup didlm perbudakan oleh kerajaan Babilonia, kemudian ketika kerajaan Persia memimpin, raja yg berkuasa saat itu adalah Koresh.

Perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas, Koresh raja Persia justru di tugaskan oleh TUHAN utk membangun rumah TUHAN di Yerusalem, bukan di wilayah Persia yg sekarang adalah Iran. Bagaimana mungkin justru raja Persia yg diperintahkan TUHAN utk membangun rumah TUHAN di Yerusalem? ‎

Pelajaran penting bagi setiap kita hari ini adalah:
1. Bukan apa pekerjaan kita yg memberi nilai atau membuat kita kudus dan benar dihadapan Tuhan, tapi bagaimana dan mengapa kita mengerjakan pekerjaan tsb itulah yg memberi nilai di hidup kita. Koresh sekalipun bukan raja Yehuda, namun dipakai Tuhan utk membangun bait Allah di Yerusalem, dan dgn tegas Alkitab menyatakan hal itu: 
‎Ayat 2: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda..."‎ seorang raja Persia telah digerakkan Tuhan utk membangun rumah Allah di Yerusalem, dan jika kita perhatikan seluruh hidup Koresh, saya berani katakan, itulah satu satunya perkara terbesar atau yg berarti didlm seluruh hidupnya, yaitu ketika dia dpt mengenali suara Tuhan dan dia taat, utk 'mendirikan rumah bagi TUHAN di Yerusalem! '‎
Jika seorang raja Persia bisa memahami kehendak Tuhan bagi hidupnya, bagaimana dgn kita? ‎

2. Pelajaran kedua, bagaimana Tuhan bisa memakai Koresh utk tugas yg begitu mulia dan bagaimana Koresh bisa memahami rencana agung Surgawi? Coba perhatikan sekali lagi ayat 2 tadi: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit..." Koresh mengakui bahwa TUHANlah yg mengaruniakan semua kerajaan bumi kpd Koresh, bukan kekuatannya sendiri... hal ini sangat sangat berbeda dgn apa yg Nebukadnesar raja Babel katakan:‎
Daniel 4:28-30 "...Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; 
sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 
berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"

Karena kerendahan hati Koresh yg mengakui bahwa semua yg ada padanya dari Tuhan asalnya, maka dia bisa dipakai Tuhan utk menjadi orang yg akan membangun kembali bait Allah di Yerusalem, sekalipun dia bukan dari bangsa Yahudi. 

Jika kita rindu agar melalui hidup dan pekerjaan kita, kita akan dpt dipakai Tuhan utk rencana besar Tuhan, pastikan ada kerendahan hati yg mengakui kedaulatan Tuhan didlm setiap aspect dari hidup kita.

Greetings from Pekalongan, ‎
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-11 21:51:16

Jumat, 9 September 2016

2 Tawarikh 36:17-21
"TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan — semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya.  
Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel. 
Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah. 
Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.
Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun..." ‎

---> Zedekia adalah raja Yehuda terakhir yg memerintah sebelum pembuangan ke Babel. Coba perhatikan degradasi atau kemerosotan yg terjadi sebelum umat Tuhan dijadikan budak:

- pertama tama bait Allah dirobohkan dan perkakas perkakasnya di rampas...
‎- kemudian pedang menindas umat Tuhan...
- barulah mereka diperbudak...

Spt itu jugalah yg terjadi diantara anak anak Tuhan, degradasi terjadi ketika 'tembok tembok bait Allah' yaitu manusia batiniah kita, manusia rohani kita sudah bisa dijajah, sehingga perabot perabot didlmnya dirampas. Coba periksa hidup kita masing masing, adakah tembok bait Allah masih berdiri kokoh didlm dirimu? Adakah kerohanianmu masih kokoh berdiri atau sudah mulai keropos? Jika itu tdk diperhatikan, maka sebentar lagi perabot perabot didlmnya akan dirampas... kaki dian contohnya adalah salah satu perabot didlm bait Allah yg berfungsi sbg terang, jika itu dirampas, maka gelaplah semua jadinya, adakah hidupmu menjadi terang atau gelap sehingga banyak yg tersandung oleh batu sandungan, sebab hidup kita penuh kegelapan? Mezbah dupa ukupan adalah salah satu perabot didlm rumah Allah, jika hidup doamu itu dirampok, ciri cirinya adalah tdk ada lagi kehidupan doa yg terus menerus menyala, maka tdk akan ada ukupan atau penyembahan lagi didlm puing puing rumah Allah... Mezbah korban bakaran, berbicara mengenai hidup pertobatan dan persembahan, tdk ada lagi hidup yg bertobat... Dan masih banyak lagi serentetan perabot perabot lainnya. Bagaimana dgn hidupmu dan hidupku? Adakah perabot perabot itu masih berfungsi? Jika mulai bermasalah, coba tengok dinding bait-Nya, yg menjadi batas Rumah Allah, yaitu dirimu sendiri,‎ adakah batas batasNya sudah engkau biarkan runtuh? Adakah hidupmu dan hidupku tetap menjadi hidup yg mengenal batas atas tanpa batas, seenaknya saja, semuanya sendiri saja? Jika itu yg terjadi, jgn heran jika satu kali kita akan temukan perabot perabot didlmnya akan lenyap dan redup.
Sehingga pada akhirnya, hidup kita akan menjadi budak, diperbudak oleh hal hal yg bukan Tuhan. 

Lalu apa tujuan semua itu? Bagaimana kita bisa keluar dari semua itu? Coba lihat ayat ayat selanjutnya:‎
‎2 Tawarikh 36:21 "...Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun..." ‎

---> Tujuannya ialah sampai 'TANAH ITU PULIH!!!' pulih dari apa? 'PULIH DARI DILALAIKANnya TAHUN TAHUN SABAT'. Tujuan semua itu bukan utk menghancurkan hidupmu dan hidupku, tapi utk membawa tanah yaitu hidup kita pulih dari kelalaian akan tahun tahun sabat Tuhan atau melalaikan Tuhan. Itulah yg Tuhan mau bagimu dan bagiku, bangun kembali tembok tembok baitNya yaitu hidupmu dan hidupku, pulihkan tahun tahun Sabat Tuhan, ingat akan Tuhan dan bersyukur.

Sudahkah engkau bersyukur dan membangun tembok baitNya pagi ini?

Greetings from the journey to Semarang! 
Jesus loves you and so do I  ‎‎

dibuat pada : 2016-09-08 22:37:32