Morning Dew

Kamis, 17 November 2016

Mazmur 5:7-8, 12
"...Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. 
TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. 
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai."

---> Daud menemukan satu kebenaran bahwa TUHAN itu bergerak dgn Anugrah-Nya yg menjadi pagar dan perisai bagi orang benar... ketika Daud takut dan gentar, Bapa yg baik menyatakan bahwa Anugrah-Nya itulah yg akan memagari dan melindungi sbg perisai bagi orang benar... Tapi siapakah yg disebut orang benar?

Ayat 7 & 8 berkata:  ‎
"...Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. 
TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku...."

Orang benar adalah:
* orang masuk kedlm hadirat Tuhan... sujud menyembah Tuhan dan hidup takut akan Dia...
* orang benar adalah orang yg hidup adil sebab dituntun oleh TUHAN sendiri... 

Akibatnya Tuhan meratakan jalan orang benar.

Jgn takut, sekalipun tdk ada dasar utk berharap, tetaplah berharap, andalkan Tuhan... Anugrah-Nya adalah pagar dan perisai bagi hidupmu dan seluruh keluargamu.

Bersyukur utk Anugrah-Nya hari ini...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-16 18:42:58

Rabu, 16 November 2016

Doa pada waktu pagi:‎
Mazmur 3:8-9 (8)
"Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. ‎
(9) Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela..." ‎

‎Doa pada waktu malam:
Mazmur 4:6, 8-9 (6) "Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN. 
(8) Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 
(9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." ‎

‎----> Pada waktu pagi, Daud berdoa minta pertolongan Tuhan...pada waktu malam, Daud mempersembahkan korban dan bersyukur, lalu tidur dgn aman... spt itulah seharusnya nafas dan kebiasaan hidup orang percaya... mengawal hari harinya dgn doa yg mengandalkan pertolongan Tuhan pada waktu pagi, membiarkan tangan Tuhan sendiri yg bekerja dan menuntun langkah langkah hidup kita, lalu pada waktu malam kita mengakui pertolongan Tuhan dgn mengucapkan syukur atas semua yg boleh terjadi sepanjang hari hari kita.

Jika saudara membiasakan diri utk hidup spt Daud ini, dimana setiap pagi kita berlutut memohon tuntunan Tuhan utk perjalanan hidup sepanjang hari itu, dan setiap malam kita kembali berlutut utk mengucap syukur atas segala sesuatu yg Tuhan kerjakan sepanjang hari itu,... saya terlalu percaya bahwa penyertaan dan campur tangan Tuhan tdk akan pernah undur dari hidupmu, bahkan tanpa terasa, engkau akan semakin dekat hubunganmu dgn Tuhan, engkau akan semakin bersahabat dgn Tuhan.‎

Raja England, king George IV pada waktu ditahbiskan sbg raja, dgn rendah hati berdoa dan berkata: 'berikan aku obor supaya aku dpt berjalan didlm gelap, berikan aku lampu utk menempuh perjalanan yg tdk kukenal...'
Lalu jawaban yg dia terima adalah: 'anak-Ku, letak-kan tanganmu pada tangan Tuhan...itu lebih terang dari pada obor utk berjalan didlm gelap,...dan itu lebih aman & ‎pasti dari pada lampu utk menempuh jalan yg tdk engkau kenal...'

Hiduplah dgn doa tiap pagi dan tiap malam spt Daud... maka Tuhan akan meluruskan jalan jalanmu.

Smile and give thanks while walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-11-15 19:54:05

Selasa, 15 November 2016

Mazmur 1:1-3
"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil..." ‎

‎---> Inilah janji dan berkat Tuhan bagi orang yg suka akan Firman Tuhan dan yg merenungkan Firman Tuhan tsb siang dan malam...
Spt pohon, akarnya,... bagian dari dirinya yg digunakan utk mendapatkan makanan dan minuman akan terus menerus dijaga...pada waktu seharusnya mereka menghasilkan buah buah, yaitu pada musim yg ditentukan oleh Bapa sendiri,... mereka menghasilkannya...penyertaan Tuhan selalu ada pada orang orang tsb, sebab Firman Tuhan yg senantiasa dia nikmati dan direnungkan siang dan malam adalah Tuhan sendiri... itulah cara bagaimana mendatangkan hadirat Tuhan selalu dan senantiasa didlm dirimu dan di hidupmu,... renungkan dan lakukan Firman Tuhan. ‎

Namun coba perhatikan kebalikannya,... kehancuran seorang anak anak Tuhan ketika dia mulai terbiasa utk membiarkan dirinya dipengaruhi oleh kekuatan dari luar... coba lihat bagaimana pengaruh luar itu bergerak dan mencengkram diri seseorang...
Mazmur 1:1 "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,..."

---> coba lihat bagaimana dosa bergerak sedemikian jauh:
* awalnya BERJALAN - berjalan menurut nasehat orang fasik... hanya sekedar menerima nasehat yg tdk benar, namun nasehat nasehat tsblah yg dia pakai utk menjalani hidupnya...

* BERDIRI - berdiri dijalan orang berdosa,... tiba tiba sekarang bukan sekedar berjalan atau sekedar menerima nasehat, tiba tiba sekarang posisinya secara terang terangan dia menyatakan dimana dia berada,... dia berdiri, atau berada, berpihak di jalan jalannya orang berdosa. Hidupnya dipengaruhi oleh cara hidup dosa...

* DUDUK - duduk dlm kumpulan pencemooh,... sekarang bahkan sudah begitu jauhnya, sampai sampai dia duduk atau tinggal dan menetap bersama sama dgn orang yg tdk takut akan Tuhan... bahkan mencemooh Tuhan dan anak anak Tuhan yg lain...‎ ‎

Spt itulah degradasi yg bisa terjadi bagi anak Tuhan sekalipun, yg membiarkan dirinya terpengaruh oleh cara hidup pertemanan yg tdk kenal Tuhan...‎ bukankah Firman Tuhan sendiri menasehati kita di:
1 Korintus 15:33 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik..." ‎

Dgn siapa engkau bergaul? Dgn siapa engkau banyak menghabiskan waktu waktumu? Nasehat nasehat spt apa yg paling banyak engkau terima? Jika hidupmu mau spt pohon yg ditanam di tepi aliran air... yg tetap menghasilkan buah buah,... nasehat Firman Tuhan pagi ini adalah: sudah seharusnyalah engkau selalu punya waktu waktu khusus utk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. 

‎Smile and keep going in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-11-14 19:13:24

Senin, 14 November 2016

Ayub 42:10, 12-13, 16-17
"‎Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. 
Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; ‎
Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur..." ‎

‎---> Pagi ini kita akan melihat bukti nyata dari kesetiaan Tuhan atas orang benar. Setelah semua process ujian dan tekanan berlalu, Tuhan mengembalikan dan memulihkan hidup Ayub bahkan sampai 2 kali lipat (Ayub 42:10)

Coba perhatikan dan bandingkan keberadaan Ayub setelah dipulihkan dgn sebelum diprocess dan diijinkan Tuhan mengalami tekanan:

Dahulu:‎‎
Ayub 1:1-3 "Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. 
Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur." ‎

---> Ayub punya: 
* 7,000 kambing domba,‎
* 3,000 unta
* 500 pasang lembu
* 500 keledai betina 
Dan 7 anak laki laki dan 3 anak perempuan... itu saja dia sudah menjadi yg terkaya di sebelah timur...

‎Sekarang:
Ayub 42:12-13 "TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. 
Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;" ‎

‎Setelah dipulihkan, Ayub sekarang punya: 
* 14,000 kambing domba,‎
* 6,000 unta
* 1,000 pasang lembu
* 1,000 keledai betina 
Dan 7 anak laki laki dan 3 anak perempuan...‎

‎---> Jgn hanya memperhatikan jumlah kambing domba, unta, lembu dan keledai, memang itu TUHAN buat persis 2 kali lipat, tapi coba lihat jumlah anak anak Ayub yg Tuhan berikan kembali setelah kesepuluh anak anaknya yg pertama telah mati,... Kenapa justru utk jumlah anak anaknya, Tuhan hanya memberikan Ayub jumlah yg sama dari yg sebelumnya? Bukankah anak anak lebih berharga dari sebanyak apapun kambing domba, lembu unta dan keledai? Tapi kenapa justru Tuhan hanya memberikan Ayub jumlah yg sama dgn yg sebelumnya?‎

Disinilah letak rahasia kesetiaan Tuhan... ingat apa kebiasaan Ayub selagi ke sepuluh anak anaknya yg pertama masih hidup? Ayub dgn setia selalu berdoa bagi anak anaknya... sekarang mereka telah pulang ke rumah Bapa di Surga sebab papah mereka selalu menguduskan dan mendoakan ke sepuluh anak anaknya yg pertama...
Sekarang Tuhan memulihkan keadaan Ayub, semua hartanya dilipat gandakan, tapi utk jumlah anak anaknya, Tuhan berikan jumlah yg sama, sebab satu kali nanti, ketika semua mereka, Ayub, istrinya dan kesepuluh anak anak yg kedua telah kembali ke Surga, pada saat itulah, mata Ayub akan melihat kesetiaan Tuhan, ada 20 anak anak yg pernah Tuhan berikan kpd Ayub, ternyata itupun Tuhan lipat gandakan...
Justru seandainya Tuhan memberikan Ayub 20 anak pada gelombang kedua, artinya 10 yg pertama telah binasa kekal... bagaimana dapat disebut Tuhan itu setia dan benar jika doa dan pengudusan yg Ayub selalu lakukan ternyata tdk berbuahkan apa apa?...

Berlakulah setia... sudahkah engkau mendoakan dan menguduskan anak anakmu pagi ini? Doa doamu akan mengawal anak anakmu sampai kpd Surga yg kekal, jgn jemu jemu berdoa dan menasehati anak anak kita.

Keep on walking in your Journey to Perfection...‎
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-11-13 19:41:18

Jumat, 11 November 2016

‎Ayub 42: 9-11
"...Maka pergilah Elifas, orang Téman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub. 
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 
Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas..."

Kedua
Ayat 10 berkata  ‎"...Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya,..." Inilah satu kebenaran yg tdk dpt dipertanyakan lagi, lepaskanlah berkat dan doakan orang yg telah mencelakakanmu sebelum engkau akan menerima pemulihan dan perkenanan Tuhan atas hidupmu. Ingat satu bagian dari doa Bapa Kami:
'Bapa kami yg di Surga... ampunilah kesalahan kami sama spt kami juga TELAH‎ mengampuni kesalahan orang lain - (NIV) And forgive us our debts,as we also HAVE FORGIVEN our debtors..."‎

Sebelum Yesus dtg ke dunia dan mengajar murid-murid-Nya, orang orang Yahudi memanggil Tuhan dgn sebutan YHWH (Yahweh). Itu adalah ungkapan yg terlalu suci dan terlalu Agung utk sembarangan diucapkan... kemudian justru Yesus mengajarkan murid-murid-Nya utk memanggil Tuhan dgn sebutan 'Bapa..' satu sebutan yg terang terangan menjalin satu ikatan hubungan yg sangat ‎dekat dan erat antara manusia dan Tuhan... Tuhan tiba tiba menjadi Bapa dan kita menjadi anak anak-Nya. Tapi apa bukti bahwa kita adalah anak? Jika darah saya di test, maka darah saya mengandung DNA dari darah ayah saya... demikian juga jika darah anak saya diperiksa, maka akan ditemukan DNA darah saya di darah anak anak saya...

Bagaimana dgn DNA darah Bapa kita? Ketika darah Kristus mengalir, dari dalam darah tsb menjerit satu tuntutan: '...Bapa ampunilah mereka...sebab mereka tdk tahu apa yg mereka lakukan...' Para tua tua Yahudi, ahli taurat dan seluruh serdadu serdadu Romawi belum mengakui kesalahannya, belum minta maaf, tapi darah Kristus sudah berkata '...ampuni mereka...'
Itulah DNA darah Kristus...

Jika betul engkau anak? Maka darahmu akan mengalir DNA yg sama spt yg mengalir dan tercurah dari kayu salib... ampuni... ampuni...

Tuhan memulihkan keadaan Ayub setelah nafas DNA itu tercium sbg bau bahan yg harum dihadapan Tuhan... ampuni mereka...‎

Adakah pengampunan yg masih engkau tahan? Jika Tuhan itu Bapa mu, maka engkau pun akan melakukan apa yg Tuhan lakukan, melepaskan pengampunan bagi yg tdk berhak diampuni sekalipun, dgn demikian, engkau sedang dipimpin utk berjalan menuju kesempurnaan...‎

Smile it's Friday...
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-11-10 18:46:59

Kamis, 10 November 2016

Ayub 42:1, 7-8
"Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub."

---> Ketika TUHAN hendak memulihkan keadaan Ayub dan ketiga sahabat sahabat nya, justru keadaan ketiga sahabat itulah yg pertama tama Tuhan pulihkan... kenapa bukan keadaan Ayub terlebih dahulu? Perhatikan 2 pelajaran penting hari ini dan besok.

Pertama
Pemulihan terhadap ketiga sahabat sahabat Ayub dimulai dari perintah Tuhan agar ketiga mereka merendahkan diri dihadapan Tuhan,... numun bukan mereka bertigalah yg diminta Tuhan utk berdoa, melainkan Ayub lah yg harus berdoa utk mereka. Coba perhatikan kembali ayat 8 dari Ayub 42:‎
"...Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub."‎

Inilah kebenaran yg Tuhan ingin tekankan,... ketiga sahabat Ayub, sekalipun mereka membawa banyak persembahan dan memohon doa, tetap Tuhan tdk akan mendengarkan doa mereka,.... '‎‎sebab mereka tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub."‎ Kata Tuhan kpd mereka bertiga!

Benarlah perkataan Firman Tuhan ini :‎
Yakobus 5:16 "...Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."‎
---> doa orang benarlah yg besar kuasanya, bukan doa yg benar... Agama akan mengajarkan bagaimana berdoa dgn benar, kapan berdoanya, bagaimana duduknya bagaimana pakaiannya dll,... tapi Tuhan melihat hati dan bibir sang pendoa, jika hati dan bibirnya kotor, penuh tipu daya dan kebohongan, bahkan sahabat sahabat Ayubpun tdk berkenan doanya dihadapan Tuhan. Tetapi doa orang benar, sekalipun waktunya tdk tepat,.. kondisinya tdk layak... tapi hati dan bibirnya bersih... doa orang benarlah yg besar kuasanya!

Pastikan hatimu dan hatiku murni dihadapan-Nya, pastikan bibirmu dan bibirmu berkata yg jujur dan benar... agar doa doa kita tdk terhalang.

Keep on walking in your Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-11-09 18:22:37

Rabu, 9 November 2016

Ayub 42:1-7
"Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 
Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 
Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 
Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." 
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub..."‎

‎---> Baru saja Tuhan menanyai Ayub spt layaknya seorang hakim mengadili seorang terdakwa, sebab Ayub merasa berhak utk membela kebenarannya... Namun tiba tiba di Ayub 42:7 diatas, Tuhan menyimpulkan bahwa Ayub telah berkata benar selama ini, coba lihat: 
‎"...Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub..."‎

Bukankah Tuhan baru saja memarahi Ayub dan menantang Ayub dgn hikmat hikmat yg Ayub sendiri pikir dia miliki? Kenapa sekarang Tuhan justru berubah dan berkata kpd Elifas '...engkau tdk berkata benar spt hamba-Ku Ayub...'

Inilah yg menjadi pelajaran bagi kita pagi ini,... Penyempurnaan itu terjadi ketika seorang berani berkata benar dan apa adanya... Ayub berkeluh kesah bukan karena dia membela diri, namun karena dia tdk mengerti rencana besar Tuhan... namun ketika Tuhan menegur dia, Ayub langsung merendah dan berkata: ‎"....aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." ‎

Ayub bisa saja telah berkata salah dan keliru karena ketidak mengertiannya,... namun Ayub bukan orang yg degil, begitu dia sadar akan kesalahannya utk menantang dan mempertanyakan kedaulatan Tuhan,... langsung dia bertobat dgn perkataannya. ‎

Manusia bisa salah dan jatuh dlm dosa,... tapi adakah hati kita dpt ditegur? Dpt diajar? Atau teachable? Jika saja Ayub saat itu tetap berpegang kpd kebenarannya sendiri dan berkata : 'Tuhan memang tdk adil...!' maka selesailah riwayat Ayub sampai disitu...

Yuri Gagarin adalah astronout pertama yg mencoba utk menginjakan kaki di bulan yg berasal dari Soviet Union. Berkali kali nasehat dan keajaiban Tuhan ditunjukan dihadapannya, namun hatinya degil dan tdk mengakui Tuhan... sebelum terbang ke ruang angkasa, Gagarin berkata, 'saya sudah berkali kali keliling angkasa, sekarang saya akan terbang ke ruang angkasa dan saya akan buktikan bahwa tdk ada Tuhan spt yg kalian katakan...' Pesawatnya meledak dan hancur di ruang angkasa,... saya wonder apa yg akan keluar dari perkataannya ketika Gagarin akhirnya bertemu Tuhan dihadapan Tahta pengadilan-Nya?...

Lembutkan hatimu agar engkau dpt diajar...

Keep moving in your Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-08 19:01:45

Selasa, 8 November 2016

Ayub 38:1-2, 4-6, 8, 12
"Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 
"Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? 
Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! 
Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? — Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? 
Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya 
Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? — 
Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya..." ‎

---> Setelah sekian lama terjadi perbantahan antara Ayub dgn ketiga sahabat sahabatnya, dimana Ayub menyatakan bahwa dia tdk bersalah, tapi kenapa tangan Yang Maha Kuasa begitu kuat menekan dirinya? Sedangkan teman teman Ayub terus menerus menekan dan menyalahkan Ayub... Sampai pada akhirnya, Tuhan sendiri beracara dan bertanya kpd Ayub, coba perhatikan beberapa pertanyaan Tuhan kpd Ayub pada ayat ayat diatas...

Dari sekian pertanyaan pertanyaan tsb, Tuhan bertanya bukan karena Tuhan tdk tahu jawabannya, tapi Tuhan ingin menunjukan kpd Ayub kedalaman pengetahuan Ayub...

Inilah pelajaran yg perlu kita renungkan pagi ini, manusia bergerak dan berkata kata berdasarkan apa yg dia pikirkan, atau apa yg menjadi buah pikiran atau perenungannya, dan juga berdasarkan apa yg dia rasakan. Yg ada didlm pikiran dan hatimu, itulah juga yg akan keluar dari mulut dan yg memimpin langkah kakimu dan mengatur perbuatan tanganmu. Betapa pentingnya utk memastikan agar pikiran manusia itu berpikir dgn benar. Namun pikiran manusia sangat terbatas, tdk akan mungkin otak manusia yg begitu kecil mampu utk menyelami  ‎semua hikmat dan pekerjaan Tuhan yg begitu besar dan luas, sebab sama spt seekor semut dipaksa utk memahami cara kerja partikel partikel terkecil dari Nanotechnology atau menguasai process pngembangan tenaga nuclear... sesuatu yg tdk akan mungkin terjadi, sebab keterbatasan keterbatasan otak manusia. Itu sebabnya Paulus kpd jemaat di Efesus menyatakan satu rahasia:

Efesus 3:16-19 "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.‎.."

Tapi bagaimana mungkin kita dpt 'mengenal' sekalipun itu 'melampaui segala pengetahuan'? Itulah rahasia kerajaan Allah, kuncinya ada diayat 16 & 17: '...Roh-Nya di dalam batinmu, s‎ehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu‎...' Dgn kata lain, ketika Roh TUHAN diam didlm roh kita, bukan sekedar didlm jiwa kita yg meliputi pikiran, perasaan dan kehendak, maka iman itu bertumbuh dan mulai bekerja... sehingga kita akan mampu memahami pekerjaan Tuhan bukan dgn pikiran kita tapi dgn iman kita kpd Kristus... iman tdk selalu harus menuntut pemahaman terlebih dahulu,... iman tdk selalu harus melihat bukti terlebih dahulu,... tapi iman akan selalu berkata, aku percaya, sebab TUHAN itu selalu benar...

Inilah modal utk berjalan menghadapi tekanan hidup hari hari ini,... belajar utk memulai setiap hari dgn iman percaya kpd Kristus... Bapa kita baik, semua yg Dia kerjakan itu baik... jgn menuntut terus menerus, mulailah dgn bersyukur terus menerus, sebab itulah aroma iman, ucapan syukur!

Keep up your Spirit on the Journey to Perfection ‎
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-11-07 19:40:21

Senin, 7 November 2016

Ayub 31:1, 5-10, 13, 16-17, 19, 21, 39-40
"Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? 
Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya, 
biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah. 
Jikalau langkahku menyimpang dari jalan, dan hatiku menuruti pandangan mataku, dan noda melekat pada tanganku, 
maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah tercabut apa yang tumbuh bagiku. 
Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di pintu sesamaku, 
maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia. 
Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan, ketika mereka beperkara dengan aku, 
Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, 
atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya 
jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, 
jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, 
jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya, 
maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub..." ‎

---> ayat ayat diatas adalah sebagian kata kata pembelaan Ayub terakhir didlm episode percakapannya dgn ke tiga sahabatnya ketika Ayub sedang mengalami tekanan dan sengsara besar dan sebelum Tuhan pada akhirnya menjawab Ayub...

Sebetulnya perkataan Ayub yg terakhir ini adalah lukisan dari bukti nyata tentang pagar pagar yg ada disekitar hidup Ayub yg kalau boleh saya rangkumkan, itulah aroma takut akan Tuhan yg memagari hidup Ayub, coba lihat sekali lagi:

- bagi mata Ayub, ‎ada pagar yg dia jaga:
‎"Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?..."

- bagi lidah Ayub, ada pagar utk tdk berucap dusta:
"‎Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya, ‎biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah..."

- bagi ‎kaki Ayub, ada pagar batas utk melangkah dijalan jalan kebenaran:
‎Jikalau langkahku menyimpang dari jalan,... ‎maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah tercabut apa yang tumbuh bagiku." ‎

- bagi‎ hati Ayub, ketulusan dan kemurnian selalu memagari hatinya:
"Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di pintu sesamaku, maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia." ‎

- bahkan bagi ‎uang dan hartanya sendiri, ada pagar bagi Ayub, inilah pagarnya:
‎"Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan,...‎
Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya... ‎
jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, 
jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, 
jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya, 
maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub..." ‎

‎Itulah takut akan Tuhan... ada pagar disekeliling hidup kita...

Adakah pagar pagar yg tdk akan pernah engkau langgar disekeliling aspeck hidup mu? Kemarin malam saya melihat satu movie berjudul 'Hacksaw Ridge' Jika saudara ingin melihat secara nyata apa arti takut akan Tuhan yg menjadi motor dari conviction atau keteguhan hati seorang manusia, segera nonton film tsb... saat saat ini sedang ditayangkan di cinema cinema, ajak anak anak saudara utk melihat kisah nyata tsb yg dilukiskan didlm bentuk hiburan di layar lebar.

Keep on walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-06 18:41:34

Jumat, 4 November 2016

Ayub 30:16, 20
"...Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku; hari-hari kesengsaraan mencekam aku. 
Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku." ‎

Bukan saja Ayub tdk dpt merasakan Tuhan didlm hidupnya... didlm penderitaannya, namun bahkan semua pandangan theology yg pernah dia ketahuinya tdk mampu menolongnya... dia bahkan berteriak teriak minta tolong kpd Bapa,... namun Ayub tdk mendapat jawaban...‎. Namun perhatikan satu kalimat yg Ayub selipkan di rintihannya di ayat 20: ‎
"...Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku." ‎‎

---> Ayub berkata: '‎aku berdiri menanti...' utk apa Ayub tetap berdiri menanti? Bukankah dia tdk temukan Tuhan diTimur, barat, selatan dan utara? Bukankah ketika Ayub berseru seru minta tolong, Tuhan tdk menjawab? Kenapa Ayub tetap berdiri menanti?

Inilah satu pelajaran penting buat kita pagi ini, KENALI KHARAKTER BAPA kita! Itulah modal yg sangat penting. Dari ketujuh Roh Allah yg dilukiskan oleh kitab Wahyu dan kitab Yesaya, salah satunya adalah Roh Pengenalan akan Tuhan, inilah kekuatan utk bertahan, inilah energy yg memompa dan membuat kita bisa terus teguh dan bertahan bahkan tetap mampu berjalan sekalipun melewati badai...

Ayub tdk melihat Tuhan... Ayub berteriak namun tdk mendengar jawaban... bukti bukti yg terjadi di hidupnya bersaksi bahwa Tuhan seakan sedang meninggalkan dan bahkan memusuhi Ayub, namun Ayub didlm dasar hatinya mengenal kharakter Tuhan nya... Ayub memilih utk tetap memegang teguh pengenalannya akan kharakter Bapanya... akal sehat Ayub berkata, Tuhan tdk adil! Tapi pengenalan akan Tuhan didasar hati Ayub berkata Tuhan itu adil dan benar... ketika kenyataan bertabrakan dgn imannya yg didorong oleh pengenalan akan Allah, Ayub memilih diam tapi tetap berdiri menanti... Ayub tetap memegang pengenalan akan Allahny‎a.

Tahun 1989, terjadi satu gempa berkekuatan 7 scala richter yg menghancurkan satu bangunan sekolah, menguburkan seluruh anak anak dan guru yg sedang belajar saat itu. Ada seorang anak bernama Joseph yg tekurung dibawah puing puing bersama 4 orang temannya. Joseph menguatkan hati teman temannya dgn berkata: 'papahku berjanji akan jemput aku pulang sekolah... kita tenang saja, semua kita pasti selamat, karena papah tdk pernah ingkar janji.‎

Baru setelah 36 jam kemudian Joseph dan keempat temannya bisa diselamatkan... semua regu penyelamat sudah putus asa... semua berkata tdk ada yg hidup setelah sekian lama dibawah puing, tapi papah Joseph tdk tertidur sedikitpun, terus menerus dia memanggil manggil nama anaknya, setelah lewat jam ke 29, papah Joseph mendengar rintihan anaknya dgn suara sangat jauh dan sangat lemah... 'papah... aku disini bersama teman teman...' dgn modal suara itulah, regu penyelamat bekerja sepanjang malam utk membongkar reruntuhan yg menghimpit anak anak tsb...

Pengenalan akan kharakter bapanya telah menyelamatkan Joseph, ... pengenalan akan kharakter Bapanya juga telah menyelamatkan Ayub.

Kenalkah engkau akan kharakter Allahmu?
Berdoa pagi ini, minta Roh Kudus utk memberikan kita Roh Pengenalan akan Tuhan. 

Smile it's Friday! Go on the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-11-03 20:45:21

Kamis, 3 November 2016

Ayub 23:1-3, 8-12
"...Tetapi Ayub menjawab: 
"Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 
Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 
Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 
di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 
Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 
Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 
Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya..."

Spt yg pernah kita renungkan beberapa waktu lalu, coba kembali lihat keadaan jiwa Ayub ketika tekanan terasa begitu berat... tapi dari semua penderitaan, tdk ada yg lebih berat dari pada penderitaan dimana perasaan dan seluruh jiwa Ayub bersaksi melawan Tuhan... Ayub selama ini percaya bahwa Tuhan tdk pernah meninggalkannya... Tuhan selalu menyertai orang benar... namun justru ketika tekanan menjadi begitu berat,... jiwa Ayub sendiri bersaksi bahwa Tuhan tdk ada disekitarnya... perhatikan ayat 8 & 9 sekali lagi:‎
"...Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia..." 

Spt anak kecil yg luka berdarah akibat jatuh, menangis berteriak cari papah... tapi papah tdk ada disekitarnya... dia lari ketimur... papah tdk ada, dia berjalan kebarat, disana papah juga tdk ada, dia menengok ke utara tapi tdk dilihatnya papah, diselatan juga papah tdk ada... penderitaan anak tsb bukan luka dikakinya, tapi kondisi papah yg tdk ada disekitarnya...

Ada satu anak Indonesia teman anak saya yg kuliah di George Washington University, beberapa waktu lalu orang tuanya bercerai,... kemudian papahnya menikah lagi dan karena satu dua hal, papahnya tdk lagi bersedia membayar biaya kuliah dan hidupnya di Washington DC... sikap anak tsb menjadi aneh dan tdk lazim spt anak anak lainnya, sebab dia bingung... jiwanya goncang, masa depannya suram... 

Betapa setiap anak perlu papah... setidaknya ada pribadi yg dianggap sbg papah yg bisa menjadi tempat bersandar... bagi Ayub, papah adalah Bapa di Surga... namun justru saat dia tertekan, papah tdk ditemukan,... jiwanya tdk bisa merasakan Tuhan disekitarnya...

Dlm keadaan spt itulah, Firman yg adalah Tuhan sendiri (Yohanes 1:1) menjadi satu satunya pegangan Ayub... Firman atau perkataan bibir Tuhan itulah satu satunya yg dipegang Ayub, dan Firman itulah yg disimpan didlm sanubari Ayub, didlm roh Ayub... saudara lihat itu? Ketika jiwanya tdk lagi mampu mendeteksi dan menangkap hadirat Tuhan, maka Firman itu masuk lebih jauh sampai kedlm roh... ("..Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya..."‎ Ayub 23:12).
Disitulah tempat yg paling aman utk menyimpan hadirat Tuhan, dan Perkataan Tuhan, didlm roh manusia, didlm dasar hati kita.‎ Bukankah Daud mengatakan:  di Mazmur 119:11 "...Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."

Pelajaran hari ini, ketika jiwamu bersaksi melawan Firman Tuhan yg selama ini engkau mengerti, ketika perasaanmu tdk dpt merasakan Tuhan, ketika pikiranmu tdk dpt menerima pekerjaan Tuhan, ... tetap diam dan bersyukur,... pegang betul perkataan Firman Tuhan, sebentar lagi Firman itu akan meresap ke dlm dagingmu, masuk menembus jiwamu, sampai berkuasa dan mempengaruhi seluruh hatimu dan memerintah didlm roh mu... spt daging yg direndam, being marinated... sampai rasa bumbu itu mempengaruhi rasa daging, sampai kelembutan daging dipengaruhi oleh bumbu bumbu tsb... Itulah yg Firman Tuhan sedang kerjakan didlm dirimu.

Smile and keep giving thanks while taking the Journey to Perfection.
Jesus loves you and so do I .

dibuat pada : 2016-11-02 20:19:45

Rabu, 2 November 2016

Ayub 22:1, 3, 5-10
"...Maka Elifas, orang Téman, menjawab: 
Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh? 
Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan? 
Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu, dan merampas pakaian orang-orang yang melarat; 
orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan, 
tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya. 
Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan. 
Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba." ‎

---> Perhatikan degradasi dari pada dosa,... awalnya teman teman Ayub dtg seakan akan ingin menunjukan rasa simpatik terhadap sahabatnya, Ayub. Kemudian kepura puraan tsb berkembang menjadi sindiran, sindiran ketika di bicarakan terus menerus menjadi kebencian, pada akhirnya kebencian berkembang menjadi fitnahan yg busuk,... bukankah perkataan Elifas sahabat Ayub di Ayub 22 lebih tepat disebut 'FITNAHAN' dari pada nasehat? Kenapa bisa sedemikian jauh bertumbuhnya dosa dihati manusia?

Tuhan tahu benih benih apa yg ada di hati sahabat sahabat Ayub... Tuhan sengaja membiarkan benih benih itu tumbuh agar sahabat sahabat Ayub mengenali isi hati mereka sendiri. Jadi bukan utk keperluan Tuhan semua itu terjadi, tapi justru agar sahabat sahabat nya mengenali sendiri benih apa yg di simpan didlm hati mereka...

Coba bayangkan, awalnya tampak baik, dtg utk menghibur, bukankah itu mulia? Tapi mereka sendiri tdk sadar bahwa ada iri hati, ada benih benih dosa dan kebencian yg mereka simpan terhadap Ayub... ketika benih dosa itu dibiarkan hidup dan bahkan dipupuk, maka tumbuh dan menjadi besarlah benih dosa tsb,... akibatnya kebencian membuahkan buah yg matang yaitu fitnah yg busuk.

Saudaraku, sadari bahwa dihati kita seringkali ada 'benih benih dosa' yg tdk kita lihat, kenali sedini mungkin ketika baunya mulai keluar, ketika bentuknya mulai muncul, sedapat mungkin, cabut sampai keakar akarnya ketika engkau sudah mengenali benih benih dosa tsb... Benih itu ditabur oleh musuh musuh, dlm hal ini oleh orang orang disekitar kita yg rela dan siap dipakai iblis utk menabur kebencian lewat 'ngobrol ngobrol ringan'... atau 'lewat pertemanan atau persahabatan yg salah'. Jika orang yg biasa engkau bergaul benci atau tdk suka kpd satu orang, hampir hampir pasti dia akan bicara negatif tentang orang yg dia benci kpdmu... itulah benih dosa yg sedang dia taburkan... semakin sering engkau mendengar gossip spt itu, semakin banyak benih benih kebencian yg ditaburkan dihatimu...lewat waktu, lewat peristiwa, jika benih itu tdk disingkirkan, benih itu akan tumbuh dan engkau akan membenci orang yg dibenci temanmu, sekalipun engkau tdk pernah diperlakukan salah oleh orang tsb atau tahu secara pribadi kesalahan temanmu tadi... itulah benih yg sudah tumbuh!‎

Apa yg bisa kita lakukan utk menjaga hati kita bersih? Perhatikan nasehat Firman Tuhan melalui Paulus di Kisah Para Rasul 7:51 "Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu..."

2 hal yg Paulus nasehatkan, :
1. Sunat hatimu
2. Sunat telingamu.
 Sunat hati bicara tentang perasaan, pikiran, pendapat dan pandangan yg harus terus menerus dipotong dan diselaraskan dgn Firman Tuhan. 
Sunat telinga berbicara tentang memilih apa apa dan siapa siapa yg sepantasnya engkau berikan telinga dan perkataan apa yg harus engkau tinggalkan utk didengarkan. Kadang ada perasaan tdk enak atau sungkan utk meninggalkan pencemooh, tapi lebih baik ditinggalkan daripada hatimu menjadi kotor... kadang kita bisa kehilangan seorang teman yg sering membantu kita, itulah pilihan yg harus kita ambil. Jgn keliru dlm hal ini, yg bertanggung jawab utk menjaga hati kita adalah kita sendiri, bukan Tuhan, ingat apa yg ‎Amsal 4:23 katakan: "...Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ‎

Smile and give thanks while taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-01 20:28:03