Morning Dew

Jumat, 1 Juli 2016

1 Raja-raja 21:1-4, 15-16 "...Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, Memphis kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 
Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 
Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan..."

Kemudian Izebel istri Ahab merancangkan kematian bagi Nabot, fitnah dan pembunuhan atas Nabot pun dilakukan atas rencana Izebel, ayat 15-16 berkata:‎ "...Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya."‎

--> Iman Kristiani yg benar adalah iman yg berani menekan atau menolak 'keinginan ‎keinginan yg tdk selaras dgn kebenaran Firman Tuhan. Tanpa kerelaan dan tekad utk menekan keinginan keinginan keliru tsb, seberapa diurapi-Nya kita, pasti kita akan hancur sia sia. Ada terlalu banyak contoh hidup hamba hamba Tuhan hebat yg begitu diurapi, tapi tdk mampu sebab tdk membiasakan diri utk menekan dan menguasai keinginan keinginan dirinya sendiri... akibatnya, beban kemuliaan Tuhan yg begitu kuat dan beratnya, menghancurkan dirinya sendiri akibat keinginan yg di umbar umbar, bukannya di kuasai.

Ajar anak anak kita utk bisa menerima 'NO!!!' atau 'TIDAK!!!' sbg jawaban... atau 'TUNGGU!!!' sbg jawaban... jika anak anak selalu dibiasakan tdk mengerti atau bisa menerima kata tidak atau tunggu sbg jawaban, satu kali nanti dia besar dan kuat, dia tdk terbiasa menerima kata tdk atau tunggu... Jika dia anak pria dewasa, ketika berpacaran dan libidonya mulai muncul, dia akan tiduri pacarnya atau jika pacarnya menolak, dia akan perkosa pacarnya sendiri... bukankah itu yg berkali kali terjadi di bangsa ini?

Jika dia bekerja nantinya, dia ingin naik pangkat cepat, dia akan ambil jalan pintas, sikut kanan kiri, fitnah ini itu, jilat sana sini... yg wanita ketika ingin sesuatu, siap jadi pacar orang yg sudah bersuami, yg penting punya banyak uang... tdk sedikit gadis gadis menjual dirinya demi uang...

Bukankah spt itu yg terjadi atas Ahab dan Izebel? Mereka adalah suami istri yg tdk bisa terima NO sbg jawaban, bahkan, bukankah Ahab itu raja, apakah tdk cukup tanah kebun yg dia miliki? Kenapa harus terlalu serakah spt itu?‎ Bagaimana menghindari diri dari dosa spt Ahab dan Izebel? Coba lihat nasehat Firman Tuhan ini:
Ibrani 13:5 "...Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  
--> belajarlah mencukupkan diri dlm segala hal, mulailah berkata 'CUKUP TUHAN...' income ku cukup, buktinya apa? Bahkan aku bisa berbagi dgn orang lain... istriku itu cukup bagiku, buktinya, aku cintai dia dan berikan yg terbaik yg bisa aku berikan... suami ku cukup bagiku, buktinya aku selalu bersuka kalau dia pulang dan melayani dia... Pelayananku cukup, buktinya jemaat yg Tuhan percayakan aku rawat baik baik, bukan sibuk buat ini dan itu...‎

Mari pagi ini‎ masing masing berlutut dan berkata 'cukup ya Tuhan, semua sudah cukup... aku bersyukur utk kebaikan dan pemeliharaan MU!'

Smile, it's Friday...‎
‎Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-01 09:07:31

Rabu, 29 Juni 2016

1 Raja-raja 17:7-14 "Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. 
Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 
Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
 
--> Cara Tuhan memelihara hamba hambaNya kadang tdk masuk akal, ditepi sungai Kerit, Tuhan memelihara Elia melalui campur tangan burung burung gagak... sekarang sungai Kerit pun menjadi kering, Tuhan menuntun Elia ke Sarfat, disana Tuhan sudah mempersiapkan bahkan 'MEMERINTAHKAN ' seorang janda di Sarfat utk memberi Elia makan, coba lihat lagi ayat ini: ‎"...Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." ‎Jadi ternyata sebelum Elia dtg ke Sarfat, Tuhan sudah memerintahkan janda di Sarfat utk memberi makan Elia, jika benar demikian, mengapa janda itu masih bertanya kpd Elia, ketika Elia berkata buatkan aku sepotong roti, begini: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Bukankah sebelumnya Tuhan berkata kpd Elia bahwa TUHAN sudah memerintahkan janda di Sarfat tsb, kenapa janda tsb masih bertanya lagi?

Inilah pelajaran penting pagi ini:

1. Ketika Firman Tuhan berkata dan memberi perintah kpd kita, itu sama atau identik dgn kebajikan atau perkenanan Tuhan atas kita. Jika Tuhan memberi mandat atau perintah apapun isinya, perintah Tuhan tsb mendatangkan kebajikan Tuhan bagi kita juga. Burung burung gagal diperintahkan utk mengantarkan roti dan daging bagi Elia selama musim kering, bukankah hal itu berarti burung burung tsb harus tetap hidup utk bisa terbang dan cukup kuat utk membawa bawa roti dan daging bagi Elia? Dan jika burung burung tsb harus tetap hidup, artinya bagi merekapun harus ada makanan dan minuman selama musim kering dan paceklik... itulah kebenaran pewahyuan ini, perintah Tuhan selalu identik dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan, jadi jgn sekali kali membiasakan diri utk mengabaikan 'perintah Tuhan' dgn tawar menawar atau bermalas malasan.

2. Perintah Tuhan selalu diarahkan kpd hati hati yg berkenan kpd Dia, yg menghormati Tuhan. Tuhan melihat hati kita, bukan kemampuan kita... utk memberi makan Elia, jika Tuhan melihat kemampuan, maka seharusnya Elia diutus kpd seorang petani kaya, sebab padanya banyak gandum, tapi justru kpd janda, dan kenapa kpd janda di Sarfat?‎ Lihat ayat ini: Lukas 4:24-26 " Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. ‎
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon."‎
--> sekalipun banyak janda pada jaman Elia di Israel, tetapi hati Tuhan tertarik kpd janda di Sarfat, sebab‎ hati janda Sarfat tsb 'menghargai Tuhan' sedangkan hati janda janda di Israel memandang remeh Tuhan... Jika hatimu menghargai dan menghormati Tuhan, perintah Tuhan akan turun atasmu...

3. Janda Sarfat tsb mungkin tdk mengerti bahwa doa doanya telah sampai kpd Surga, dan Surga bermaksud utk mendatangkan kebajikanNya hari itu, namun test terakhir adalah 'KETAATAN ', beranikah sekarang janda Sarfat tsb taat kpd perkataan perintah Tuhan? Sebab ingat, perintah Tuhan itu sama dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan....

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-28 19:12:32

Selasa, 28 Juni 2016

1 Raja-raja 17:1-6 "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."
Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."‎

--> Pagi ini kita belajar satu kebenaran Firman Tuhan, yaitu tentang penyertaan dan pemeliharaan Tuhan... Ada kalanya Tuhan ijinkan malapetaka atau kekeringan melanda satu bangsa, spt Israel pada jaman Ahab dan jaman Elia, demi utk mengubah hati bangsa itu... tapi hal itu berarti seorang hamba Tuhan yg setia spt Elia sekalipun akan mengalami kekeringan juga... Pada saat spt itulah, keajaiban supra natural yg dari Tuhan terlihat jelas utk menyatakan penyertaan-Nya dan pemeliharaan-Nya atas kita. 

Burung gagak itu makan daging, dan saat itu adalah waktu waktu kekeringan... bagaimana mungkin naluri binatang tsb tdk langsung saja menelan daging yg ada di paruhnya? Atau roti yg di bawanya? Bukankah memang saat itu sulit mendapatkan makanan?... dari mana burung burung gagak tsb mendapatkan roti dan daging utk Elia... Mungkinkah Tuhan secara khusus menyiapkan roti dan daging hanya utk memelihara hambaNya yg setia, Elia?...

Betapa luar biasanya penyertaan Tuhan dan pemeliharaan-Nya atas hamba hambaNya... Kadang menghadapi situasi politik dan perekonomian yg keruh spt sekarang ini, timbul kekhawatiran akan hari esok, akan masa depan anak anak... tapi pagi ini, Bapa di Surga mengingatkan kita, kalau dulu Dia bisa memutar balikan hukum alam demi utk menunjukan CintaNya pada Elia, apakah Dia tdk sanggup utk lakukan yg sama bagi kita?

Kuncinya adalah, lihat sekali lagi ayat ini: ‎ "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani,.." Jika saya memiliki karyawan, yg bekerja bagi saya, saya yg jahat saja bisa memikirkan dan merencanakan pemeliharaan bagi orang orang tsb, apalagi Bapa di Surga yg begitu baik... jika hidupmu terus melayani Dia, ingatlah satu hal, ada pemeliharaan Tuhan atas mu dan atas keluargamu... apakah hidup yg melayani adalah menjadi pendeta di gereja? Buka hanya spt itu, lakukan dan hidupi Firman Tuhan, dgn demikian engkau sedang melayani Tuhan dgn tubuhmu!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-27 20:24:12

Senin, 27 Juni 2016

1 Raja-raja 16:29-34 "Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria.
Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya. 
Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. 
Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria. 
Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya. 
Pada zamannya itu Hiel, orang Betel, membangun kembali Yerikho. Dengan membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Yosua bin Nun..." ‎

---> Ahab raja Israel bukan hanya sengaja melanggar titah ke dua dari 10 perintah Allah melalui Musa utk tdk membuat patung patung utk disembah, dia juga melecehkan titah pertama yaitu menempatkan yg lain yg bukan Tuhan sbg tuhan... dosa kesalahannya ditambah lagi dgn mengambil Izabel binti Eibaal menjadi istrinya, dan akibatnya dia dan bahkan seluruh Israel melacurkan diri dlm penyembahan berhala kpd baal.

Hari ini akan belajar satu kebenaran, apa yg tertulis didlm ‎2 Tesalonika 2:7-8 "Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali."‎

--> Memang ayat itu berbicara tentang pengangkatan gereja Tuhan sebelum anti-Kris menyatakan dirinya. Tapi coba perhatikan kembali, ternyata hal yg sama juga terjadi, ketika 'fungsi penahan' dari satu keluarga, satu komunitas disingkirkan dan digantikan dgn yg tdk memiliki fungsi penahan tsb, maka pendurhakaan akan muncul atau pembusukan akan muncul. Jika ikan digarami, maka daging ikan tsb tdk akan membusuk, sebab garam memiliki fungsi bukan hanya sbg penyedap rasa, tapi juga penahan pembusukan. Bukankah Firman Tuhan berkata 'engkaulah garam dunia...' jika anak anak Tuhan sungguh berfungsi sbg garam, maka sekelilingmu tdk akan mampu membusuk, pendurhakaan tdk akan mampu tampil.

Kembali kpd kisah Ahab, pada jalannya, ketika dia tampil, justru tampil dlm jamannya itu seorang yg bernama Hiel orang Betel, dia melakukan:
1. Membangun kembali ‎kota Yerikho
2. ‎Membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan
3. Dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya,...

Bukankah hal hal tsb sudah dinubuatkan oleh Yosua bin Nun ketika dia menghancurkan tembok Yerikho dan membunuh Akhan yg rakus itu? ‎
‎(Yosua 6:26)

Kenapa Hiel sekarang muncul, tdk kah dia ingat akan nubuatan Yosua bapa leluhurnya? Pendurhakaan akan tumbuh subur ketika tdk ada 'fungi garam' disekitarnya...

Pagi ini, jadilah garam bagi keluargaku, tempat engkau bekerja, di lingkunganmu, agar tdk terjadi pendurhakaan dan pembusukan...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-26 20:31:40

Jumat, 24 Juni 2016

1 Raja-raja 15:1-4, 7-8 "...Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam bin Nebat menjadi rajalah Abiam atas Yehuda. 
Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Maakha, anak Abisalom. 
Abiam hidup dalam segala dosa yang telah dilakukan ayahnya sebelumnya, dan ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, moyangnya. 
Tetapi oleh karena Daud maka TUHAN, Allahnya, memberikan keturunan kepadanya di Yerusalem dengan mengangkat anaknya menggantikan dia dan dengan membiarkan Yerusalem berdiri, ‎
Selebihnya dari riwayat Abiam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? Dan ada perang antara Abiam dan Yerobeam.‎
Kemudian Abiam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Asa, anaknya, menjadi raja menggantikan dia."‎

---> Pagi ini bacaan Firman TUHAN sekali lagi mengingatkan‎ kita bahwa hidup manusia, siapapun dia, raja Yehuda sekalipun, ada batasnya... Coba renungkan sekali lagi ayat ayat diatas,...
Abiam, raja Yehuda, riwayat sejarah hidupnya adalah spt ini:
--> lahir, jada raja selama 3 tahun di Yerusalem, berbuat dosa dan tdk sepenuh hati berpaut kpd Tuhan, punya anak, lalu mati...

Itulah ringkasan sejarah hidup Abiam. What a failure! Betapa gagal dan hancurnya sejarah hidup yg demikian... bahkan ibukota kerajaannya, Yerusalem sebenarnya akan dihancurkan Tuhan, namun karena Tuhan teringat kpd Daud leluhurnya Abiam, Yerusalem tetap berdiri sampai hari ini. Lalu bagaimana dgn kita, setiap kita akan mati satu kali nanti, kira kira spt apa ringkasan sejarah hidup kita yg akan‎ diingat orang atau yg akan ditulis didlm catatan buku kehidupan nantinya? 

Sebaliknya, nama Daud masih terus terbawa bawa sekalipun didlm catatan ringkas sejarah Abiam orang yg gagal dlm menjalani hidupnya... apa catatan ringkas hidup Daud?
Salah satu ayat favorite saya adalah Kisah Rasul 13:36 tentang catatan ringkas hidup Daud, King James Bible menjelaskan dgn begitu indahnya demikian:‎ "... sebab bagi Daud, setelah dia menggenapi semua kehendak Allah baginya pada generasinya, lalu ia mati...". Siapa yg tdk mau tulisan spt itu ditulis dibatu Nisan kita saat kita mati? 'Disini telah berbaring dgn tenang seorang yg telah menggenapi semua kehendak Tuhan baginya pada generasinya, Rest in Peace...(lalu nama kita)"

Sekaranglah waktunya utk kita mengerjakan dan mempersiapkan catatan hidup kita yg akan ditulis di buku kehidupan dan yg akan tersulam di hidup dan benak orang orang yg hidup satu‎ generasi dgn kita, keluarga kita, masyarakat sebangsa kita, bahkan penduduk bumi yg hidup saat kita hidup... jika hidup kita hanya lah sekedar menjadi kaya raya lalu mati, engkau sedang mengulangi kesalahan Abiam... tapi jika engkau mau merajut hidup spt Daud, genapi seluruh kehendak Tuhan bagimu pada generasi disaat engkau hidup! Sampai orang lain menulis utk kita spt Paulus menulis untuk Daud...

Just keep smiling... just keep smiling...
Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-23 20:32:44

Kamis, 23 Juni 2016

1 Raja-raja 14:22-27 "Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.
Sebab mereka pun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. 
Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel.  
Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. 
Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo. 
Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja..."‎

Inilah tanda yg paling nyata dari kejatuhan seseorang,... Rehabeam anak Salomo, cucu Daud telah melakukan apa yg jahat dihadapan Tuhan, dia bahkan membawa penyesatan terhadap penduduk kerajaan Yehuda‎.

Ketika dia jatuh ke dlm dosa, posisi atau jabatannya tdk bergeser... kekayaannya masih tetap melimpah... namun perkakas didlm rumah Tuhan yg dibangun ayahnya Salomo terdegradasi atau turun drastis kadarnya. Coba perhatikan sekali lagi ayat 25-27 dari ayat ayat diatas:
 "...‎Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. ‎Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo. ‎Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja..."‎

---> Saudara lihat itu? Karena kejahatan dan dosa Rehabeam, atas seijin Tuhan, raja Mesir, Sisak melawan Yehuda dan merampas perkakas ‎rumah Allah, perisai perisai emas didlm Rumah Allah dirampas musuh, dan akibatnya perkakas emas tsb diganti dgn perisai perisai dari tembaga.

Bukankah itu satu degradasi kadar kemurnian, kadar kemuliaan dan kemerosotan nilai nilai yg terjadi? Didlm rumah Tuhan terlebih dahulu degradasi itu terjadi!

Perhatikan pelajaran penting bagi kita semua pagi ini, ketika dosa sudah mulai berkuasa atas hidup manusia rohani, yg paling pertama tama bisa kita deteksi adalah kemerosotan didlm perkakas perkakas bait Allah, yaitu diri kita sendiri. Perisai atau perlindungan kita, yaitu iman percaya kita, doa doa kita yg berfungsi sbg Perisai Pertahanan bagi kita dan seisi rumah tangga kita akan pertama tama tergerogoti dan jika masih ada sekalipun, maka kadar atau nilainya akan mulai merosot, sampai satu kali hilang sama sekali!

Jika hari hari ini, kehidupan doa dan saat teduh kita tdk lagi menyala terang spt dulu, hampir pasti perabot rumah TUHAN didlm diri kita sedang terdegradasi, segera sadar dan bertobat... jika ada dosa, mengaku dihadapan Tuhan dan cepat bertobat agar perisaimu jgn turun nilainya...

Sudahkah engkau berdoa pagi ini?
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-22 20:09:22

Rabu, 22 Juni 2016

1 Raja-raja 12:25-29 "...Kemudian Yerobeam memperkuat Sikhem di pegunungan Efraim, lalu diam di sana. Ia keluar dari sana, lalu memperkuat Pnuel.
Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: "Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud. 
Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda."
Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."  
Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan."‎

Siapakah Yerobeam? dia adalah pembantu ‎Salomo, Yerobeam menerima janji yg tdk terbayangkan, begitu luar biasanya, dengarkan perkataan nabi Ahia bagi Yerobeam: 
1 Raja-raja 11:37-38 "Maka engkau ini akan Kuambil, supaya engkau memerintah atas segala yang dikehendaki hatimu dan menjadi raja atas Israel & ‎jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud, dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu."‎
‎---> Janji Tuhan bagi Yerobeam adalah, jika saja dia hidup menurut jalan yg Tuhan tunjukan dan melakukan yg benar dimata Tuhan,... maka Tuhan akan membangun baginya satu keluarga yg teguh spt yg Tuhan bangun bagi Daud... semua kita tahu apa yg Tuhan bangun bagi Daud, keturunan raja raja yg tetap dihadapan Tuhan, apa yg mungkin lebih baik dari hal itu?

Namun tdk lama setelah Yerobeam menjadi raja atas Israel tanpa suku  Yehuda dan suku Benyamin‎,... hatinya mulai berubah,... dan sama spt Salomo atau orang orang bijaksana, Yerobeam juga melakukan 'pertimbangan pertimbangan', coba lihat kembali ayat 28 diatas: "...Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas‎..."

Bukankah hikmat itu adalah 'spirit of discernment - roh penimbang'? ‎Mengapa setelah menimbang nimbang justru Yerobeam membuat berhala yg menyesatkan seluruh bangsa Israel dan mencampakan janji Tuhan yg begitu luar biasa?‎
‎ Inilah yg akan kita renungkan pagi ini:

--> Hikmat yg benar, yg dtgnya dari Tuhan itu diawali dgn takut akan Tuhan, kitab ‎Amsal 9:10 berkata: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian..." ‎Hikmat tdk sama dgn akal bulus atau licik, sekalipun keduanya membutuhkan pertimbangan, tapi tujuannya berbeda, fondasinya berbeda.

Sepanjang sejarah, ada banyak tampil para filosophers dan pemikir pemikir hebat, orang membayar begitu banyak uang utk mendapatkan hikmat hikmat mereka utk mendapatkan keuntungan dari 'hikmat tsb'. Banyak pengusaha bahkan hamba hamba Tuhan menggunakan 'hikmat' utk menarik customers atau jemaat, yg ujungnya agar mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi... benarkah itu hikmat? Tentu itu hikmat, tapi bukan hikmat Tuhan! Karena hikmat yg dari Tuhan selalu dilandasi oleh 'TAKUT AKAN TUHAN! '

Ketika Yerobeam mengerahkan 'roh penimbang atau hikmat tsb' karena dasarnya bukan terbuat dari takut akan Allah, hasil pertimbangannya adalah kesesatan...‎

Jika engkau ingin mengejar hikmat Tuhan, mulailah dgn membangun fondasinya, yaitu takut akan Tuhan... Takut akan Tuhan adalah men‎genal batas batas perhinggaan yg tdk akan kita lewati (Yer 5:22), adakah engkau memiliki dan menjaga batas batas didlm hidupmu? Dlm hubungan suami istri, keluarga dan masyarakat, kenali batas batas tsb dan jgn langgar... dlm hal usaha dan bekerja, kenali batas batas dan jgn pernah langgar batas tsb,... itulah takut akan Tuhan utk membangun fondasi hikmat.
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-21 19:21:01

Selasa, 21 Juni 2016

1 Raja-raja 11:6-9, 14, 23, 26, 40 ‎
Perhatikan apa yg terjadi dgn Salomo, pada ayat 6 - 9:
"...dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 
Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. 
Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,..."

Lalu Tuhan mencoba menegur Salomo dgn mendatangkan tekanan baginya, yaitu dgn membangkitkan 3 orang musuh melawan dia, perhatikan ayat 14, 23, & 26:
"...Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom... ‎
Allah membangkitkan pula seorang lawan Salomo, yakni Rezon bin Elyada, yang telah melarikan diri dari tuannya, yakni Hadadezer, raja Zoba...‎
Juga Yerobeam bin Nebat, seorang Efraim dari Zereda, seorang pegawai Salomo, nama ibunya Zerua, seorang janda, memberontak terhadap raja.‎"

Namun respon Salomo terhadap teguran Tuhan terhadap 'musuh musuh' tsb yg sesungguhnya TUHAN sendiri yg membangkitkan mereka adalah, lihat ayat 40:
"..Lalu Salomo berikhtiar membunuh Yerobeam, tetapi Yerobeam bangkit dan melarikan diri ke Mesir, kepada Sisak, raja Mesir, dan di Mesirlah ia tinggal sampai Salomo mati..."‎

---> Pelajaran yg perlu kita perhatikan hari ini adalah, Tuhan mengasihi kita spt seorang ayah mengasihi anak anak-nya. Jika anak itu salah, maka ayah yg benar akan menegur anaknya tsb, jika tdk mau dengar, kadang seorang bapa harus menggunakan rotan utk memukul dan menyadarkan anaknya dari kesalahannya tsb. Sesungguhnya, bahkan Salomo sendiri memahami akan kebenaran tsb, Salomo didlm salah satu Amsalnya menulis:

Amsal 3:11-12 "Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi..." ‎

Tapi mengapa justru Salomo berupaya menolak didikan Tuhan dgn 'memerangi, bahkan berikhtiar utk membunuh' musuh musuh yg Tuhan bangkitkan melawan dia? Bukankah musuh musuh tsb berfungsi spt rotan yg digunakan ayah bagi anak yg dikasihinya? 

Disinilah pentingnya kita belajar dari sejarah, bukankah Alkitab penuh dgn cerita cerita spt sejarah? Bukankah Solomo belajar dari kejatuhan Saul kpd ayahnya sendiri Daud, sebab Saul 'menolak didikan Tuhan'? Kenapa dia sendiri sekarang menolak didikan Tuhan? George Santiana berkata: 'orang yg gagal belajar dari kesalahan didlm sejarah, akan dipaksa utk mengurangi sejarah tsb!'

--> Lembutkan hati kita sendiri... jika ada orang yg membencimu atau memusuhimu, jgn menengking mereka dlm doa doamu atau menghujat mereka, jgn mengumpat mereka, jgn marah kpd mereka, sebab siapa tahu Tuhan sendiri yg membangkitkan mereka melawan kita supaya kita sadar akan kesalahan dan dosa dosa kita sendiri... gunakan beberapa menit setiap hari utk mengevaluasi hidup kita hari ini... apa yg kita buat... apa yg kita katakan... apa yg kita pikirkan dan renungkan... adakah Tuhan dipermuliakan?

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-20 20:37:19

Senin, 20 Juni 2016

1 Raja-raja 10:14-15
"...Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, 
belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu."‎

---> Betapa luar biasanya karya Tuhan didlm hidup Salomo, hikmat yg berlimpah limpah..., kekayaan yg tdk terhitung..., ketenaran yg sampai kepenjuru bumi..., sungguh tdk mampu dilukiskan kebaikan Tuhan bagi Salomo... tapi mengapa dlm pertengahan dan menjelang akhir hidupnya, justru dia jatuh? Salomo mengumpulkan begitu banyak istri dan gundik, termaksud dari bangsa bangsa yg tdk mengenal TUHAN Allah Israel, kenapa hal tsb bisa terjadi bagi seorang yg begitu berhikmat?

---> hari ini kita akan belajar satu kebenaran Firman Tuhan yg ditulis didlm : 1 Timotius 6:10 "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang..." 
Bahkan Salomo sendiri menyadari hal itu pada akhirnya, ini yg Salomo katakan pada masa tuanya:‎ Pengkhotbah 5:10 "...Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya..."‎

Banyak kita melihat kesalahan Salomo hanya sebatas banyak istri dan gundik, apalagi dari kalangan yg tdk kenal Tuhan, itu betul sekali, tapi coba selidiki, bagaimana hal itu terjadi? Apa penyebab utamanya?... Saya hanya menemukan bahwa Salomo membiasakan dirinya menjadi pejabat atau hamba Tuhan yg suka terima upah, atau lebih kasar lagi uang suap! Tiap tiap kali dia menyatakan hikmatnya, upah atau upeti mengalir begitu banyak... hal tsb pasti akan membuat Salomo ada rasa 'hutang budi' kpd para raja raja tsb... ketika mereka menyodorkan anaknya sbg calon istri supaya terjalin hubungan bilateral yg lebih mesra, bagaimana bisa ditolak? Sekalipun mungkin benar Salomonya sendiri memang mata keranjang... tapi intinya, tdk seorangpun tahan terhadap kekuatan suap yg terus menerus diterima. Tahukah saudara kenapa Elisa didlm ‎2 Raja-raja 5:16‎ berkata, ketika disodorkan hadiah hadiah berlimpah oleh Naaman panglima raja Aram demikian: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak..." Sebab Elisa mau menjaga kemurnian hatinya terhadap kekuatan 'cinta akan uang!'

Jadi apakah salah menerima upah? Tentu tdk salah, tapi berhati hatilah, beranikan hati dan pikiran mu bertanya kpd dirimu sendiri, utk apa saya menerima ini? Apakah hal ini bisa merubah posisi hati saya? Sbg hamba Tuhan yg sering menerima kebaikan Tuhan melalui jemaat, saya harus berani berkata NO! Kpd pemberian pemberian apalagi yg berlebihan, sebab jika tdk, maka saya akan 'impotent' dlm menyatakan kebenaran Firman Tuhan kpd orang yg sudah terlalu banyak memberi kpd saya, kedua, saya akan menjadi rakus dan focus kpd 'uang suapan tsb', sekalipun judulnya beda, mungkin persembahan kasih, mungkin persepuluhan dll. 

Lalu apa yg harus kita lakukan:
1. Pastikan berkat itu jgn diam ditempat. Tahukah saudara apa yg Salomo lakukan dgn kekayaan yg begitu berlimpah? Coba baca ulang kita 1 Raja raja sebelumnya, utk istana nya saja, dia membangun selama 20 tahun... berapa banyak kuda, makanan dll... jika berkat itu tinggal pada kita sendiri, maka itulah tanda 'cinta akan uang'! Atau rakus, kikir...

2. Libatkan orang lain utk menimbang apakah boleh diterima atau tdk, dan jika boleh, disalurkan kemana yg diterima tsb, beranikah para hamba hamba Tuhan, termaksud kita semua utk belajar spt ini? Ingat, yg ada pada kita bukan seluruhnya milik kita...Pada jaman Salomo, kita tdk akan menemukan suara suara kenabian spt Nathan dan Samuel bagi Daud.

Hal yg menarik yg dituliskan di‎ ayat diatas, coba perhatikan sekali lagi:
1 Raja-raja 10:14-15   "...Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, 
belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu."‎‎

Tiap tiap tahun, secara simbolik, Tuhan sudah membisikan bahaya kpd Salomo, sebab dia terima "...dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta,... atau 666 talenta emas..." itulah angka antiKris... tiap tiap tahun itulah butir butir penyesatan yg diterima Salomo, tdk heran dia hancur pada akhirnya... kenapa Salomo tdk sadar akan hal tsb? Sebab tdk ada suara kenabian yg ada disekitar Salomo, tdk ada penyeimbang baginya, dia pikir hikmatnya sendiri bisa menjawab semuanya.

Kita perlu orang lain, saya perlu saudara utk menegur dan mengoreksi saya, harus spt itulah sikap kita.

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-19 20:56:49

Jumat, 17 Juni 2016

‎1 Raja-raja 8:62-63 "...Lalu raja bersama-sama segenap Israel mempersembahkan korban sembelihan di hadapan TUHAN. 
Sebagai korban keselamatannya kepada TUHAN Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan segenap Israel mentahbiskan rumah TUHAN itu." ‎

Saya tertegun heran membaca ayat diatas, coba bayangkan bagaimana dlm satu kali persembahan, utk pentahbisan saja, Salomo mempersembahkan 22,000 ekor sapi dan 120,000 domba... tahukah saudara, kebutuhan daging sapi diseluruh jabodetabek per hari saja sekitar 15,000, itupun sebagian di dapatkan dari daging beku, bagaimana logistics yg dikerjakan oleh Salomo utk persembahan tsb?

Hal yg menggelitik saya adalah, ketika berkorban bagi Tuhan Allahnya, Salomo sama spt Daud ayahnya, bukan 'sekedar lips service', bukan alakadarnya. Disitulah perbedaan 'agamawi dan hati yg sungguh sungguh mencintai Tuhan '. ‎
Kebenaran yg satu ini, dimana Tuhan memerintahkan Israel baik diperjanjian lama maupun didlm Perjanjian Baru, utk 'mengasihi Tuhan Allah kita dgn segenap hati kita, segenap jiwa kita, dan segenap kekuatan kita' itu tdk akan pernah dpt dilakukan alakadarnya. Bukan sekedar masalah jumlahnya, namun komitment dan cinta akan membuat manusia habis habisan, saya mengenal seorang suami yg menjual semua harta bendanya utk pengobatan istrinya tercinta... Saya mengenal seorang ayah yg setelah semuanya dijual, satu ginjalnya pun dijual utk anaknya bisa kuliah... you tell me, bukankah itu cinta yg berani berkorban? Bagaimana jika utk Tuhan Allah kita,... mungkin masih ada kebiasaan buruk yg terlalu nyaman dan menyenangkan utk kita simpan, beranikah atas nama cinta kita serahkan dikaki Tuhan? 

"...Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu..."  ‎Ulangan 6:4-5

Jika janji Tuhan kpd Abraham, Ishak dan Yakub,... juga yg di tegaskan kembali kpd Daud ingin engkau terus miliki, maka hari ini kita diingatkan utk menguji kembali kasih kita akan Tuhan, ... para agamawi akan mengasihi alakadarnya... tapi anak Daud berani membayar harganya... Maria berani memecahkan minyak narwastu murni bagi Yesus... anak kecil didekat danau Galilea berani menyerahkan bekalnya yg hanya 5 ketul roti dan 2 ikan... maka yg kita letakan ditangan Tuhan menjadi berkat utk memberkati banyak orang.

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I .

dibuat pada : 2016-06-16 20:23:27

Kamis, 16 Juni 2016

‎1 Raja-raja 6:11-13 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Salomo, demikian: 
"Mengenai rumah yang sedang kaudirikan ini, jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud, ayahmu, 
yakni bahwa Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel." 

---> The hallmark ‎dari kehidupan Salomo adalah 'pembangunan bait Allah' di atas bukit Moria, yg kadang dikenal juga sbg 'bait Salomo'. Bisa dikatakan bahwa dari keseluruhan hidup Salomo, center focus utamanya adalah pembangunan baik Allah tsb. Utk hal tsb, Tuhan memperdengarkan perkataan ini: 
"Mengenai rumah yang sedang kaudirikan ini, jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud, ayahmu, 
yakni bahwa Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel." ‎

Hal yg sama juga Tuhan ingatkan dan perkatakan kpd setiap kita pagi ini, entah apapun yg engkau perjuangkan dan kerjakan,... jika dari semuanya itu, kita tetap hidup menurut segala ketetapan Tuhan dan tdk menyimpang dari padaNya,... maka Tuhan akan diam ditengah tengah perjuanganmu! Itulah salah satu nama Tuhan, Jehovah Shammah, 'Tuhan hadir disitu '.

Pastikan kebenaran ini tdk membengkokkan kita dari tujuan utama kita, yaitu tetap berpegang kpd Firman Tuhan, to be more faithful! 

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-15 20:32:43

Rabu, 15 Juni 2016

1 Raja-raja 5:1-7 "...Hiram, raja Tirus, mengutus pegawai-pegawainya kepada Salomo, karena didengarnya, bahwa Salomo telah diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya, sebab Hiram senantiasa bersahabat dengan Daud.
Lalu Salomo mengutus orang kepada Hiram dengan pesan: 
"Engkau tahu bahwa Daud, ayahku, tidak dapat mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahnya, oleh karena musuh-musuhnya memerangi dia dari segala jurusan, sampai TUHAN menyerahkan mereka ke bawah telapak kakinya. 
Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa.
Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku. 
Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang bagiku pohon-pohon aras dari gunung Libanon, dan biarlah hamba-hambaku membantu hamba-hambamu, dan upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta, sebab engkau tahu, bahwa di antara kami tidak ada seorang pun yang pandai menebang pohon sama seperti orang Sidon." 
Maka segera sesudah Hiram mendengar pesan dari Salomo itu, ia sangat bersukacita serta berkata: "Terpujilah TUHAN pada hari ini, karena Ia telah memberikan kepada Daud seorang anak yang bijaksana untuk mengepalai bangsa yang besar ini."‎

---> ‎Hari ini kita akan melihat bagaimana hikmat yg Tuhan berikan kpd Salomo terjelma melalui tindakan tindakan-nya. Perhatikan aroma yg keluar dari mulut hikmat, nafas hikmat itu spt demikian: ayat 6 perkataan Salomo : "Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang bagiku pohon-pohon aras dari gunung Libanon, dan biarlah hamba-hambaku membantu hamba-hambamu, dan upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta, sebab engkau tahu, bahwa di antara kami tidak ada seorang pun yang pandai menebang pohon sama seperti orang Sidon." ‎
Perkataan Salomo tsb sampai membuat Hiram raja Tirus terheran heran, pelajaran yg Tuhan berikan pagi ini:‎

 1. --> Hikmat yg dari Tuhan akan mengajar kita utk bisa mengakui dan menghargai kelebihan orang lain. Sekali lagi, diperlukan hikmat Tuhan utk mengakui dan menghargai kelebihan dan kepandaian orang lain. Salomo bisa saja memerintahkan siapapun utk menebang pohon, tapi dia tdk lakukan hal tsb, dia akui kelebihan orang Sidon dan dia memohon kpd raja nya yg berkuasa, dan dgn demikian, dia membangun persahabatan dgn Hiram raja Tirus yg berkuasa juga atas Sidon.‎

2. --> Namun bukan hanya mengakui, Salomo juga berani membayar harga, dia menghargai orang Sidon dgn tdk memanfaatkannya. Inilah yg langka,... perhatikan hal ini, kemunafikan akan berkata: '...yah,.. kamu kan lebih pinter masak, sudah kamu saja yg masak...' tapi hanya sampai disitu. Itu memanfaatkan orang lain namanya! Itulah kemunafikan, sptnya mengangkat orang lain, tapi pada porosnya mau terima masakan gratis, tdk mau merepotkan diri sendiri. Hikmat Tuhan akan selalu mengajarkan kita utk 'menghargai hasil usaha orang lain, dan berani membayar harganya!' Sbg gembala, kadang ada jemaat atau pengerja yg punya usaha, kalau gembala yg rakus dan tamak, dia akan pura pura baik dan menyerempet nyerempet utk minta sesuatu, dan jika dikasih, diapun tdk mau membayar harganya. Itu bukan hikmat! Itu akal busuk namanya! Solomo berkata kpd Hiram: ‎"...upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta,.." Saudara lihat itu? Hikmat Tuhan tdk menjadikan engkau sbg pengemis, sekalipun engkau hamba Tuhan! Hikmat Tuhan membuat engkau menjadi penyalur berkat, bukan pengemis. 
‎ ‎
‎Kedua applikasi hikmat hari ini akan menjadi pegangan utk kita berjalan hari ini, hargai kelebihan dan kemampuan orang lain, berikan pujian sebagaimana diperlukan... hikmat tdk menjadikan kita penjilat atau pengemis, sedapat mungkin, jgn hidup dari meminta minta, gunakan tanganmu, kekuatan yg Tuhan berikan utk mencukupkan kebutuhanmu sendiri, agar nama Tuhan dimuliakan orang orang disekitarmu.

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-14 20:17:44