Morning Dew

Selasa, 14 Februari 2017

Yesaya 39:1-8
"... Pada Waktu Itu Merodakh-Baladan Bin Baladan, Raja Babel, Menyuruh Orang Membawa Surat Dan Pemberian Kepada Hizkia, Sebab Telah Didengarnya Bahwa Hizkia Sakit Tadinya Dan Sudah Kuat Kembali.
Hizkia Bersukacita Atas Kedatangan Mereka, Lalu Diperlihatkannyalah Kepada Mereka Gedung Harta Bendanya, Emas Dan Perak, Rempah-rempah Dan Minyak Yang Berharga, Segenap Gedung Persenjataannya Dan Segala Yang Terdapat Dalam Perbendaharaannya. Tidak Ada Barang Yang Tidak Diperlihatkan Hizkia Kepada Mereka Di Istananya Dan Di Seluruh Daerah Kekuasaannya.
Kemudian Datanglah Nabi Yesaya Kepada Raja Hizkia Dan Bertanya Kepadanya: "Apakah Yang Telah Dikatakan Orang-orang Ini? Dan Dari Manakah Mereka Datang?" Jawab Hizkia: "Mereka Datang Dari Negeri Yang Jauh, Dari Babel!"
Lalu Tanyanya Lagi: "Apakah Yang Telah Dilihat Mereka Di Istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua Yang Ada Di Istanaku Telah Mereka Lihat. Tidak Ada Barang Yang Tidak Kuperlihatkan Kepada Mereka Di Perbendaharaanku."
Lalu Yesaya Berkata Kepada Hizkia: "Dengarkanlah Firman TUHAN Semesta Alam!
Sesungguhnya, Suatu Masa Akan Datang, Bahwa Segala Yang Ada Dalam Istanamu Dan Yang Disimpan Oleh Nenek Moyangmu Sampai Hari Ini Akan Diangkut Ke Babel. Tidak Ada Barang Yang Akan Ditinggalkan, Demikianlah Firman TUHAN.
Dan Dari Keturunanmu Yang Akan Kauperoleh, Akan Diambil Orang Untuk Menjadi Sida-sida Di Istana Raja Babel."
Hizkia Menjawab Kepada Yesaya: "Sungguh Baik Firman TUHAN Yang Engkau Ucapkan Itu!" Tetapi Pikirnya: "Asal Ada Damai Dan Keamanan Seumur Hidupku!"

----> Pagi Ini Kita Akan Meneliti Dan Belajar ‎satu Akar Masalah Mengapa Seseorang Sulit Utk Bisa Hidup 'bertanggung Jawab'...

Berani Bertanggung Jawab Adalah Satu Nilai Yg Sangat Luhur Yg Membedakan Seorang Anak Tuhan Yg Sungguh-sungguh Sudah Lahir Baru Dgn Yg Lainnya... Membedakan Kedewasaan Seseorang, Baik Secara Mental Maupun Rohani, Seorang Yg Sudah Dewasa Akan Terlihat Bukan Dari Kumisnya Atau Nada Suaranya, Tapi Dari Sikap Tanggung Jawab Nya... Bisakah Dia Mulai Hidup Bertanggung Jawab Utk Dirinya Sendiri Pertama Tama, Kemudian Semakin Dewasa, Dia Akan Semakin Mengambil Tanggung Jawab Utk Keluarganya, Bahkan Bagi Orang Lain Dlm Skala Yg Lebih Besar Lagi... Seorang Yg Berguna Bagi Orang Lain Bahkan Bagi Masyarakyat Luas Lainnya Adalah Seorang Yg Berani Menempatkan Kepentingan Orang Banyak Diatas Pundaknya Sendiri, Itulah Satu Nilai Luhur, Nilai Bertanggung Jawab, Itulah Bukti Kedewasaan Seseorang... Dewasa Secara Mental, Tapi Juga Dewasa Dlm Secara Rohani, Berani Memikul Beban Orang Lain...

Kemarin Kita Sudah Melihat Bagaimana Hizkia Mengabaikan Perintah Tuhan Yg Disampaikan Oleh TUHAN Melalui Yesaya, Yaitu Utk 'set Your House In Order... Menata Dan Mengatur Rapih Dan Benar Rumah Tangga Nya Sendiri...' Namun Hal Itu Sama Sekali Tdk Dilakukannya, Sebaliknya, Hizkia Malah Terlalu Sibuk Dan Ngotot Utk Membeberkan Jasa Jasanya Dihadapan Tuhan Dgn Memintah Perpanjangan Waktu...‎ Memang Tdk Salah Utk Berdoa Minta Apapun, Tapi Karena Begitu Terobsesinya Hizkia Utk Minta Bagi Dirinya Sendiri, Maka Dia Sampai Mengabaikan Sama Sekali Perintah TUHAN Baginya Utk Mengatur, Menata Rumah Tangga Nya Dgn Rapih Dan Benar... Akibatnya, Dlm Masa Perpanjangan Waktu, Hizkia Memiliki Anak Yg Bernama Manasye Yg Menjadi Raja Atas Umat Tuhan Dan Manasye Adalah Orang Paling Jahat Dan Keji Dihadapan Tuhan, Bahkan, Alkitab Sampai Membandingkan Manasye Dgn Orang-orang Yg Tdk Kenal Tuhan Dari Bangsa Bangsa Lain, Dan Manasye Tetap Lebih Jahat... Kenapa Hal Itu Terjadi? Sebab Hizkia Mengabaikan Perintah-Nya, Set Your House In Order...

Tapi Dari Mana Cikal Bakal Kedegilan Hati Hizkia, Orang Yg Sebenarnya Kenal Tuhan Dgn Luar Biasa Itu.... Perhatikan Renungan Kita Pagi Ini, Ketika TUHAN Sekali Lagi Berbicara Kpd Hizkia Melalui Yesaya Akan Apa Yg Akan Terjadi Nantinya Bagi Keturunan Dan Bangsa Israel, Bahwa Orang Orang Babel Akan Menawan Dan Merampas Mereka, Orang-orang Babel Akan Memperbudak Bangsan Israel Dan Keturunan Hizkia, Tahukah Saudara Apa Yg Hizkia Lakukan? Perhatikan Ayat‎ 8 Diatas:
"....Hizkia Menjawab Kepada Yesaya: "Sungguh Baik Firman TUHAN Yang Engkau Ucapkan Itu!" Tetapi Pikirnya: "Asal Ada Damai Dan Keamanan Seumur Hidupku!"
---> Atau Dgn Kata Lain, Inilah Respond Hizkia: "I DON'T CARE!!!"‎ Atau 'AKU TIDAK PERDULI!!!' Itulah Respond Yg Timbul Dihati Hizkia... Itulah Akar Mengapa Hizkia Mengabaikan Firman Tuhan Yg Kita Renungkan Kemarin...

Keperdulian Akan Memupuk Rasa Tanggung Jawab Didlm Diri Seseorang..., Orang Yg Mau Perduli Dgn Kepentingan Orang Lain Akan Memperbesar Kapasitas Dan Memperluas Hatinya Sendiri... Tanpa Disadari, Orang Yg Perduli Akan Bertumbuh Dan Berkembang Lebih Luas Dan Lebih Dalam Secara Kharakter Dan Kedewasaan Dibandingkan Dgn Orang Yg Egois Dan Hanya Tahu Kepentingan Nya Sendiri...

‎Siapakah Orang-orang Yg Akan Masuk Dan Menikmati Kebahagiaan Raja Segala Raja? Dengarkan Apa Yg Yesus Sendiri Katakan Di Matius 25:23
"...Maka Kata Tuannya Itu Kepadanya: Baik Sekali Perbuatanmu Itu, Hai Hambaku Yang Baik Dan Setia, Engkau Telah Setia Memikul Tanggung Jawab Dalam Perkara Yang Kecil, Aku Akan Memberikan Kepadamu Tanggung Jawab Dalam Perkara Yang Besar. Masuklah Dan Turutlah Dalam Kebahagiaan Tuanmu..."

---> Semua Tentang Tanggung Jawab... Yg Setia Memikul Tanggung Jawab Kecil, Akan Mendapatkan Tanggung Jawab Besar!‎ Ukuran Yg Raja Katakan Adalah Setia Memikul Tanggung Jawab...

Smile It's Valentines Day!
Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2017-02-13 19:05:03

Senin, 13 Februari 2017

Yesaya 38:1-3
"... Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat."

Coba perhatikan ayat pertama di atas dlm terjemahan the Amplified Bible:
"... IN THOSE days King Hezekiah of Judah became ill and was at the point of death. And Isaiah the prophet, the son of Amoz, came to him and said, Thus says the Lord: Set your house in order, for you shall die and not live...."

Sekali lagi, pesan Tuhan kpd Hizkia melalui Yesaya sebelum dia mati adalah: '...set your house in order... for you shall die... -...tatalah, aturlah rumah tanggamu,... sebab engkau akan mati...' Akibat atau respond Hizkia terhadap perintah tsb adalah menangisi dirinya sendiri dan mengumbarkan semua Jasa Jasa baiknya dihadapan Tuhan... Apakah Tuhan tdk tahu semua Jasa Jasa baik dan tdk baik dari Hizkia? Sampai sampai dia harus membela diri dihadapan Tuhan?

Singkat cerita, Hizkia diperpanjang umurnya 15 tahun lagi, kemudian dlm process perpanjangan waktu hidup itu, dia melahirkan seorang anak yg bernama Manasye, yg ketika masih berumur 12 tahun, diangkat menjadi raja menggantikan Hizkia ayahnya, berarti setelah 3 tahun sembuh, Hizkia memiliki Manasye sbg putra mahkotanya...
‎Tahukah saudara apa yg Alkitab tuliskan tentang Manasye setelah dia menjadi raja menggantikan ayahnya Hizkia?
2 Raja-raja 21:11 "Oleh karena Manasye, raja Yehuda, telah melakukan kekejian-kekejian ini, berbuat jahat lebih dari pada segala yang telah dilakukan oleh orang Amori yang mendahului dia, dan dengan berhala-berhalanya ia telah mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula,..."

----> Pagi ini kita belajar bahwa KETAATAN itu jauh lebih berarti daripada doa yg merengek rengek... Tuhan sudah katakan kpd Hizkia, 'set your house in order - perbaharui, tatalah, aturlah rumah tanggamu dgn benar...' bukan kejarlah kekuasaan yg lebih lama dan lebih besar atau mintalah berkat lebih banyak... Justru yg Tuhan perintahkan tdk dikerjakan oleh Hizkia, dia sama sekali tdk 'menata rumah tangganya dgn benar sesuai Firman Tuhan yg dia dengar...

Firman Tuhan yg sama yg dikatakan Yesaya kpd Hizkia, hari ini menjadi Firman Tuhan utk saudara dan saya, terutama para imam dan para orang tua... 'set your house in order... atur dan perbaharui rumah tangga mu...' bukan kumpukan harta lebih banyak lagi, atau lakukan pelayanan lebih hebat lagi, atau beri persembahan lebih besar lagi, tapi Firman Tuhan utk kita pagi ini, set your house in order... pastikan anak anakmu mengenal TUHAN yg disembah papah dan mamah... pastikan anak anakmu hidup dlm takut akan Tuhan... biar jika kita satu kali nanti mati dan pulang ke Rumah Bapa di Surga, anak anak kita sudah ada dlm cengraman kasih Roh Kudus...

Jgn sepelekan hal ini, utk itu, papah mamah sendirilah yg harus pertama tama menempatkan Tuhan sbg yg pertama dan terutama bagi hidup orang tua, maka anak anak akan melihat dan meniru, meneladani apa yg papah mamah kerjakan...

‎Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-12 19:56:54

Jumat, 10 Februari 2017

Yesaya 32:15-17
"...Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran.
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya..."

---> Setiap manusia, bahkan yg belum kenal Tuhan sekalipun, merindukan kehidupan yg penuh damai sejahtera, penuh ketenangan dan ketenteraman utk selama-lamanya... mungkin bagi sebagian kita, yg selama ini tdk mengalami gejolak hidup yg begitu berarti, kita sering menganggap remeh arti satu ketenangan dan ketentraman... tapi coba tempatkan diri saudara yg sedang mengalami perpecahan rumah tangga... suami yg selingkuh, istri yg tdk bisa dinasehati, boros, anak anak yg memberontak, papah yg kasar, pemabuk, pejudi,... atau jika saudara tinggal didaerah konflik spt di Syria, di Allepo, atau di Iraq, tiap tiap waktu mereka cemas kalau kalau musuh dtg dan merampas istri dan anak anak gadis mereka sbg budak sex para penjahat...

Jika mereka ditanya, semua akan menjawab, mereka haus akan hidup dlm damai sejahtera, hidup penuh ketenangan dan ketenteraman selama-lamanya... itu lebih berharga dari pada kemewahan apapun...

Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita akan kebenaran ini, coba kita perhatikan dan periksa hidup kita masing-masing, dimana kita berada?
--> Jika saudara berada di padang gurun, maka, 'Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan...' inilah warna hidupmu, yg dituntut 'sekedar keadilan!' Keadilan akan berteriak: 'mata ganti mata... nyawa ganti nyawa...' di dlm tuntutan, tdk mengenal kata,'pengampunan...' tdk ada kata 'kesempatan kedua, apalagi penerimaan... itulah hidup di padang gurun... rumah tangga yg hidup dipasang gurun pasti tdk akan mampu bertahan, sebab siapakah yg tdk pernah salah? Jika yg satu salah dan yg lain menuntut keadilan, maka hancurlah rumah tangga...

--> Sebaliknya jika saudara berada di ‎kebun buah-buahan, maka 'di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran...' itulah warna kebun buah buahan, kebenaran!. Yesus menyatakan sendiri Diri-Nya adalah Jalan, KEBENARAN, dan hidup... Dia sendirilah KEBENARAN itu! Jika hidupmu ada di kebun buah buahan, maka warna warna nilai nilai kebenaran lah yg akan kental terjadi disana... suami istri akan hidup berpatokan kpd kebenaran, mereka mengajar anak-anaknya utk hidup sesuai kebenaran Tuhan, mereka mengelola keuangan mereka dgn nilai nilai kebenaran... barulah disitu akan timbul damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya...

Mungkinkah hidup kita berubah? PASTI!!! Lihat kembali ayat tadi:
Yesaya 32:15 "...Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan..."
Kuncinya adalah, ... sampai dicurahkan kpd kita Roh dari atas... sampai Roh Kudus dicurahkan didlm hidup dan rumah tangga kita, maka perubahan akan terjadi, yg tadinya hidup padang gurun, akan berubah menjadi kebun buah-buahan... yg sudah menjadi kebun buah-buahan, akan berubah bahkan menjadi spt hutan, semakin luas dan semakin berlimpah limpah... itulah karya Roh Kudus.

Secara sederhana, sbg ukurannya, hidup yg belum berubah, aromanya adalah keadilan, utk ku, demi aku, dan bagi ku sendiri, tapi hidup yg sudah diubahkan, yg menjadi spt kebun buah-buahan, aromanya adalah memberkati, memberi dan menjadi berkat...

Padang gurun Negev sebelum perang 7 hari, dikuasai oleh Mesir, disana kering kerontang dan gersang, sungguh-sungguh hanyalah padang gurun... yg ada disana hanyalah ular ular berbisa yg hidup di padang gurun... Sekarang jika saudara ke Israel, didaerah Negev, diwilayah paling selatan Israel, disana ditemukan kebun buah-buahan, bahkan vineyard atau perkebunan anggur dan winery terbaik didunia ada disana...
mereka bahkan mengirim bibit dan pupuk organik, technology perkebunan dan pertanian kpd negara negara tetangga bahkan keseluruh dunia, Thailand bisa menghasilkan beras terbaik yg disebut the king rice, sebab raja Thailand saat itu raja Bumibol, mengirim utusan utk belajar di Israel... pertanian Thailand sekarang yg terbaik di Asia.

Jika padang gurun Negev bisa menjadi kebun anggur dan perkebunan buah-buahan, bisakah rumah tangga mu, kehidupanmu dan usahamu yg sekarang ada di padang gurun, diubahkan menjadi kebun buah-buahan? Atau bahkan dibuat melimpah menjadi spt hutan yg begitu luas? ... Berdoa minta Roh Kudus utk turun keatas rumah tangga, usaha dan hidup kita pagi ini, itulah jawabannya....

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-09 20:01:17

Kamis, 9 Februari 2017

Yesaya 29:13-16
"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."
Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? ...."

‎---> Pagi ini Firman Tuhan mengajarkan kita akan betapa pentingnya memiliki 'integritas' didlm hidup dan ibadah ibadah kita...
Integritas atau berasal dari kata dasar integer, didlm ilmu mathematics, integer adalah a whole number atau satu angka yg bulat dan bukan angka pecahan atau berdesimal. Satu kesatuan, itulah arti integer yg dari padanya kita mengenal kata integritas.

Seorang yg memiliki integritas, apa yg keluar dari mulutnya dgn isi hatinya dan pikirannya itu sama, tdk terpecah atau terbagi bagi... Ketika seorang anak Tuhan, seberapa rohaninya dia sekalipun, jika mulut dan hatinya berbeda, pikiran dan perbuatannya berbeda, maka tdk ada integritas padanya... Dan ini satu kejijikan yg akan membuahkan kerusakan didlm hidupnya. Coba lihat kembali beberapa ayat ayat diatas tadi:
"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,..." kemudia kita tahu, yg dulunya ‎berhikmat, hikmatnya akan hilang... yg dulunya arif dan bijaksana, kearifannya akan tersembunyi... tapi bagaimana itu mungkin? Sebab tdk adanya integritas akan membuat manusia menjadi munafik... Dan itulah kekejian bagi TUHAN.

Lebih jauh lagi, kemunafikan akan membuat manusia bahkan menjadi pemberontak, merasa lebih tahu dari pada TUHAN, dan tdk mau menerima Firman Tuhan apa adanya:
"Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? ...."‎ ---> inilah yg disebut pendurhakaan... pendurhakaan adalah pemberontakan melawan Tuhan dan Firman-Nya... dimulai dgn tdk hidup dgn integritas, tapi berujung kpd maut dan pendurhakaan... jgn anggap remeh jika mulut dan hatimu tdk kompak... jgn anggap sepele jika pikiran dan perkataan atau perbuatanmu tdk sama... sebab itu akan memupuk kemunafikan dan berujung kpd kedurhakaan.

Bagaimana saya dpt mengawasi langkah hidup saya agar tdk terjerumus kedlm dosa ini? JUJUR... belajarlah utk berkata JUJUR apa adanya... kejujuran akan menghindari langkah langkah mu utk terjerumus kedlm kemunafikan...

Sudahkah engkau berdoa dan membacara Firman Tuhan pagi ini? Sudahkah engkau bersyukur kpd Tuhan utk kasih setia-Nya pagi ini? Jika belum lakukan segera... berlakulah jujur sekalipun tdk ada yg melihat...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-08 19:44:16

Rabu, 8 Februari 2017

Yesaya 24:1-5
"...Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.
Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam, seperti nasib hamba laki-laki demikianlah nasib tuannya, seperti nasib hamba perempuan demikianlah nasib nyonyanya, seperti nasib pembeli demikianlah nasib penjual, seperti nasib peminjam demikianlah nasib yang meminjamkan, seperti nasib orang yang berhutang demikianlah nasib orang yang berpiutang.
Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab TUHANlah yang mengucapkan firman ini.
Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama.
Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi."

---> ‎Ketika Yesaya melukiskan keadaan akhir jaman yg membuat bumi rusak dan hancur, lukisan yg diucapkan oleh Yesaya sungguh sangat mengerikan, coba baca kembali ayat ayat diatas dari ayat 1 sampai ayat 4 dari Yesaya 24.

Kunci dari kehancuran yg ditimpakan ke atas bumi dan isinya dilukiskan di ayat 5, coba perhatikan sekali lagi ayat 5 tadi:
‎"...Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi."
---> Dgn demikian kita tahu, siapa yg bertanggung jawab atas kehancuran bumi? 'PENDUDUKNYA!!!' Apa yg dilakukan penduduknya sehingga bumi atau tanah dihancurkan?
Karena kita:
- melanggar undang undang
- mengubah ke‎tetapan
- dan mengingkari perjanjian abadi

Itulah ketiga hal yg membuat bumi hancur... Saudaraku, sbg orang percaya yg menyatakan diri pengikut Kristus, tdk kah sepantasnya dlm bekerja, melayani, bermasyarakat, dan berumah tangga kitapun meniru yg Yesus sudah teladani? Minimal kita akan berusaha sungguh sungguh utk melangkah dijalan yg sudah Dia lewati, itulah arti meniru teladan Nya...

Jika tdk demikian, jika focus kita adalah kenyamanan diri sendiri, mustahil saudara dan saya sedang meniru teladan Kristus dlm melayani...
ketika Dia melihat orang susah, hati-Nya menjadi susah dan bahkan menangis... hati nurani-Nya tersentuh... bagaimana dgn kita?
‎Ketika Dia melihat orang jatuh dlm dosa, amarah karena kekudusan dan belas kasihan bertabrakan, kemudian Dia mengangkat dan berpesan, '...pulang dan jgn berbuat dosa lagi...' bagaimana dgn kita?
Ketika melihat orang lapar dan haus, Dia melakukan sesuatu utk memberi mereka makanan... apakah demikian juga dgn kita?

Masih banyak lagi yg Yesus lakukan sbg teladan bagi kita... dlm hal mengikuti undang undang dan peraturan yg ada, Yesus membayar pajak dan bukan menyogok pemungut pajak, begitu jugalah dgn pengusaha Kristen?

Dlm hal perjanjian abadi, Yesus selalu terdorong utk memegang janji dan ikrar janji,... beberapa orang menyudutkan Dia utk dpt alasan menceraikan istrinya, tapi Yesus dgn tegas berkata di Matius 19:8 "Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian."
Yesus selalu setia kpd janji dan janji abadi, begitu jugalah engkau dan saya?

Saudaraku, jgn anggap remeh perkara perkara ini, sebab oleh pelanggaran pelanggaran inilah, bumi dimana kita berpijak menjadi terkutuk dan hancur... kadang saya heran, kenapa jika manusia berdosa, bumi ditempat dia berpijak dan mendapatkan makanan justru bumi itulah yg terkutuk? Ingat ketika ‎Adam jatuh dlm dosa, kutuk itu jatuh bukan kpd Adam saja, tapi kpd tanah dimana Adam berpijak dan mencari makanan:
Kejadian 3:17 "Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu..."

Terutama kpd para pria, para imam dan kepala rumah tangga, hiduplah hati hati agar jgn kita menghalalkan segala cara demi kenyamanan dan keuntungan sendiri, sebab dosa itu mendatangkan kutuk bukan hanya bagi kita, tapi bagi tanah dimana kita berpijak dan berusaha...
Belajarlah utk ‎:
- TIDAK melanggar undang undang
- TIDAK mengubah ke‎tetapan
- dan TIDAK mengingkari perjanjian abadi

Hiduplah dgn setia kpd istri dan anak anakmu...
Taati dan hormati authoritas baik di usaha, di masyarakat, didlm gereja yg sudah Tuhan tetapkan atasmu... itulah cara utk berjalan meneladani Kristus

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-07 19:23:27

Selasa, 7 Februari 2017

Yesaya 22:15-25
Ayat 15 - 19, tentang Sebna:
"... Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:
Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?
Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat
dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu!
Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan...."

Sebna adalah kepala istana kerajaan Yehuda, hati Sebna ketika menghadapi tekanan yg berat, condong dan focus utk membangun monument bagi dirinya sendiri... dia menggali kubur utk dirinya dipuncak gunung yg tinggi, memahatnya dari batu batu pahatan yg indah... semua dia lakukan dihadapan bahaya agar namanya bisa tetap dikenal sepanjang masa...

‎Sebaliknya, bawahan Sebna, Elyakim bin Hilkia, dipromosikan sedemikian rupa, coba perhatikan perlahan lahan perkataan Tuhan tentang Elyakim:
‎Ayat 20 - 25, Tentang Elyakim bin Hilkia
"Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:
Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.
Dan padanya akan digantungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.
Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kokoh itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya."

Bukankah itu luar biasa? Sebab jika tdk hati hati membaca, kita akan berfikir bahwa itu nubuatan tentang Yesus Kristus, sebab dikatakan:
- Tuhan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya...
- apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka....
- Menjadi penopang yg teguh selamanya...
Bukankah semua itu adalah attributes yg dilukiskan Firman Tuhan tentang Yesus? Kenapa justru sekarang dipakai utk seorang bawahan yg tugas nya sehari hari menyimpang gulungan kitab? Seorang bernama Elyakim bin Hilkia...

Saya dorong saudara baca juga Yesaya 36, engkau akan melihat kepahlawanan Elyakim...

Secara singkat, dpt saya simpulkan, Elyakim adalah seorang yg setia, sama sekali tdk memikirkan kepentingannya sendiri, tdk spt Sebna atasannya, tapi focus pikiran dan hasratnya adalah kepentingan Rajanya,... sesederhana itu, dan itulah kharakter Kristus, bukankah Dia berkata di Yohanes 4:34 : "...Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."
--> Itulah hasrat dan kerinduan Kristus, dan jika kita memiliki kerinduan yg sama spt Kristus, satu kali, engkau akan tercengang cengang ketika hidupmu, kharaktermu, attribute tentang engkau, disebut orang dan Tuhan sama spt yg Bapa sebut utk melukiskan Kristus Yesus...

Miliki kerinduan utk selalu menyenangkan Tuhan... bela dan lakukan kepentingan Kristus lebih daripada kepentinganmu sendiri..

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-06 19:43:01

Senin, 6 Februari 2017

Yesaya 6:1-3
"...Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"

---> Yesaya adalah seorang nabi Tuhan yg dipakai Tuhan utk menyatakan kekudusan Tuhan kpd umat-Nya, utk mengajarkan umat Tuhan utk hidup kudus dan benar dihadapan Tuhan... kuasa Tuhan sungguh-sungguh nyata dan melekat didlm diri Yesaya. Nubuatan demi nubuatan Tuhan mengalir melalui Yesaya, bahkan salah satu kesempatan dimana Yesus menyatakan siapa diri-Nya adalah ketika Dia masuk ke dlm bait Allah dan membaca satu nubuatan dari kitab Yesaya... betapa luar biasanya Yesaya dihadapan Tuhan.

Namun sekalipun demikian, jika saudara memperhatikan Yesaya 6:1, maka kita akan melihat satu kejanggalan yg sangat nyata:
- apakah Tuhan hanya hadir saat itu di Bait-Nya?
- kenapa Yesaya baru melihat Tuhan di Bait-Nya ditahun dimana Uzia mati?
- apakah sebelumnya jubah Tuhan tdk menutupi Bait-Nya?

Uzia adalah seorang raja Yehuda yg diangkat menjadi raja pada usia masih sangat muda... kitab 2 Tawarikh 26 menceritakan tentang kehidupan Uzia. Secara singkat, beberapa ayat ayat ini akan menceritakan gambaran hidup Uzia secara cukup lengkap: 2 Tawarikh 26:1, 4-5, 16 "...Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.
Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.
Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan."

Uzia memulai perjalanan hidupnya dgn penuh hormat dan takut akan TUHAN, namun pada saat dia menjadikan kuat, kesombongan mulai menggerogoti dan mengikis kharakternya, sehingga dia merasa berhak utk mengatur sendiri hidupnya bahkan mengatur tatanan Bait Allah yg sudah ditentukan sendiri oleh TUHAN, atau dgn kata lain, Uzia mau mengatur Tuhan setelah dia menjadi kuat dan merasa besar... itulah kesombongan!

Kembali kpd Yesaya 6:1, hanya pada saat tahun dimana Uzia telah mati, maka Yesaya mulai melihat Tuhan duduk diatas tahta dan ujung jubahnya menutupi bait-Nya... kesombongan adalah penghalang utama engkau tdk dpt melihat Tuhan, sekalipun didlm bait Allah... sebab kesombongan akan mendudukan diri kita sendiri sbg allah, dan yg kita lihat hanyalah diri sendiri, bukan TUHAN.

Hati hati dgn kesombongan atau keangkuhan, yg aromanya adalah, 'saya bisa...' atau 'saya berhak...' atau 'saya hebat...' Sekalipun saya bisa, itu karena Tuhan,... sekalipun saya menerima ini itu, semua itu karena Tuhan... bibir kita tdk henti hentinya mengucap syukur kpd Tuhan.

Cara mematahkan kesombongan adalah dgn selalu merendahkan diri..., selalu siap utk ditegur,... selalu siap utk mengaku salah,... selalu siap utk dikoreksi... mulailah lakukan spt itu, maka kesombongan tdk akan memiliki tempat lagi di hati dan pikiran kita.‎ Baru pada saat itulah, matamu akan melihat Tuhan, juga perlindungan dan janji janji-Nya yg dilambangkan dgn ujung jubah-Nya yg menutupi Bait-Nya akan berlaku bagi kita, sebab kita inilah Bait-Nya...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-05 18:54:22

Jumat, 3 Februari 2017

Yesaya 1:10-17
"....Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!"

---> Pagi ini kita akan belajar apa yg menyenangkan hati Tuhan, yg berkenan kpd-Nya...

Agama akan mengajarkan bahwa persembahan, perbuatan manusia itu menentukan perkenanan Tuhan atas kita... itu sebabnya kita mengenal kata 'sesajen, sedekah, kolekte, persepuluhan, persembahan sulung' dll. Semua itu baik tapi bukan semua itu yg menyukakan hati Allah... Tuhan tdk tergiur oleh berapa besar persembahanmu, Tuhan berkenan kpd hati yg daripadanya keluar kerinduan utk memberi dari pada pemberian itu sendiri. Terlalu banyak orang-orang didlm gereja sekalipun, membawa persembahan-persembahan, tapi tangannya berlumuran darah spt yg kitab Yesaya 1 katakan. Bagi TUHAN hal itu adalah kejijikan dihadapan-Nya.

Agama juga mengajarkan, perbuatan perbuatan kita yg baik akan menyenang‎kan hati Tuhan... agama mengajarkan, nanti pada akhirnya, perbuatan baik kita akan ditimbang dibandingkan perbuatan jahat kita, dan jika yg baik melebihi yg jahat, maka kita menerima Surga, tapi sebaliknya jika yg jahat melebihi yg baik kita menerima imbalan di neraka... itu agama, bukan Firman Tuhan sesuai dgn yg Alkitab katakan!
Jika benar demikian, kenapa Tuhan di Kisah Para Rasul 13:22 mengatakan: "...Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku..."
Bagaimana mungkin Tuhan berkenan kpd seorang pembunuh yg keji, yg merancangkan kecelakaan dan pembunuhan kpd suami seorang perempuan yg telah dia tiduri utk menutup nutupi kesalahannya? Bukankah perbuatan keji spt itu layak menerima hukuman mati dan api neraka? Kenapa Tuhan justru berkenan kpd Daud?

Itulah pelajaran yg perlu kita renungkan pagi ini, Tuhan melihat hati, Tuhan berkenan kpd hati yg benar, yg siap diajar dan bisa dibentuk, bukan terhadap persembahan dan perbuatan perbuatan yg spectacular sekalipun... itu alasan mengapa Tuhan menolak persembahan Israel di Yesaya 1. Ketika kita berani membasuh kemurnian hati kita, maka sbg akibatnya, perbuatan kitapun akan mencerminkan hati baru yg Tuhan sudah berikan.

Pagi ini, berdoalah utk minta hati yg tahir, yg diperbaharui dari waktu ke waktu, hati yg sensitif kpd kehendak Tuhan, dan hati yg demikian selalu aromanya adalah: Rendah hati dan Lemah Lembut!

Smile, it's Friday
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-02 19:12:29

Kamis, 2 Februari 2017

Kidung Agung 5:2-7
"...Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"
"Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?"
Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok..."

---> Pagi ini kita akan belajar akan betapa pentingnya sikap rajin dan kesungguhan hati bagi setiap anak anak Tuhan. Mencintai Tuhan itu memang luar biasa, tapi terkadang antara cinta dan romance itu bedanya hanya selembar benang tipis... Romance yg banyak membuat orang muda maupun orang tua yg gila asmara menjadi mabuk cinta, sebagian besar itu semua hanyalah perasaan belaka... Perasaan kita bisa pudar satu ketika... itu sebabnya banyak cinta cinta monyet yg bubar dan berantakan. Masalahnya, manusia memahami Cinta atau love itu sbg romance belaka, sehingga kita mudah tertipu. Kita terbuai dgn perasaan hangat didada, tersanjung dan perasaan dibutuhkan atau dinanti nantikan... sekalipun itu tdk salah, tapi itu bukan cinta,... itu hanyalah romance picisan dan hanya orang mabuk yg tdk mengetahui perbedaannya.

Bagaimana dgn cinta kita kpd Tuhan? Bisakah kitapun terjebak dlm perasaan cinta tapi sesungguhnya itu sekedar 'romance' belaka? Tentu bisa, bahkan banyak didlm gereja yg terjebak dlm hal itu... apa bedanya?

---> Cinta itu rela membayar harga... memberi dan memberi...‎
Pada waktu saya anak anak, ada satu lagu karangan ibu Sud yg menjadi lagu favorite saya yg berkata:
kasih ibu...
kepada beta...
tak terhingga sepanjang masa...

Hanya memberi...
Tak harap kembali...
Bagai sang Surya menyinari dunia...

Betapa lagu lama yg sangat indah namun penuh makna, itulah kasih... itulah cinta,... to give and give and give again...
Romance sebaliknya, menerima, mau disanjung, mau dibuai, ingin disenangkan, to receive and receive and receive again...

Satu ketika, percintaan antara kita dgn Tuhan akan sampai kpd satu test, is it really love or simply romance? Apakah itu sungguh sungguh cinta atau romance? Perhatikan kembali ayat ayat diatas:

Mempelai wanita sudah tertidur, kemudian Mempelai Pria mengetuk pintu, ingin melimpahkan cinta-Nya, namun sang mempelai wanita bermalas malas, menunda nunda waktu sebab antara keinginan dirinya dgn perasaan romantikanya itu menjadi pertimbangan berat...
Cinta sang Mempelai Pria membutuhkan kerajinan dan response yg benar dan tepat waktu dari mempelai wanita-Nya, sebab kairos itu, waktu Tuhan akan berlalu sebentar lagi...
Sampai akhirnya ketika dia bangun dan membuka pintu, namun Mempelai Pria sudah berlalu, kairos sudah berlalu... yg ada hanyalah sisa sisa bau mur pada pegangan kancing pintu, tapi tdk ada mempelai Pria disana...

Akibatnya, mempelai wanita babak belur:
‎"...akuu ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok..."

Coba renungkan kembali apa yg telah terjadi bagi kita? Kenapa engkau babak belur? Sebab membuka pintu bagi orang yg salah... ketika TUHAN mengetuk, engkau berlama lama dan bermalas malasan.... lalu ketika pintu kau bukakan, ternyata bukan TUHAN disana.

Bagi mempelai wanita sekalipun, bukan jaminan bahwa engkau selalu ada dlm cinta Sang Mempelai Pria... kita sendiri harus membuka hati dan lakukan bagian kita pada waktu Dia mengetuk pintu hati kita. Disitulah pentingnya sikap rajin dan kesungguhan hati anak anak Tuhan, gereja-Nya, mempelai Wanita Kristus... kerjakan bagianmu yg sudah kita sadari itu tugas kita.

jgn biasakan menunda nunda waktu... kerjakan dgn penuh tanggung jawab.

Smile and keep in taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-01 20:31:54

Rabu, 1 Februari 2017

Kidung Agung 1:1, 12-17
"...Kidung agung dari Salomo.
— Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.
Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.
Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.
— Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.
— Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita...."

---> Pagi ini kita mulai masuk utk melihat keintiman yg terjadi di antara suami istri yg diibaratkan oleh percintaan antara Salomo dan istrinya mempelai wanita-Nya... sesungguhnya, kisah cinta ini melukiskan keinginan yg terjadi antara Kristus dan mempelai wanita-Nya yaitu gereja-Nya.

Coba perhatikan sekali lagi dan bayangkan apa yg terjadi saat itu:
...sementara ‎sang Raja duduk pada mejanya,... namun focus sang raja tdk kpd kemegahan istananya sendiri, melainkan kpd kekasihnya... demikian juga sang kekasih, mempelai wanita, sementara bermandikan minyak Narwastu murni yg semerbak, sang mempelai wanita mengakui bahwa bau harum yg semerbak itu adalah dari Sang Mempelai Pria, Sang Raja,... perhatikan perkataan mempelai wanita itu: '.... Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.' Sementara sang mempelai wanita berdandan begitu cantiknya, namun Dia mengakui bahwa yg cantik dan indah adalah mempelai Pria-nya, bukan dirinya sendiri... perhatikan lagi perkataannya : ‎ '...Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.'

Bahkan keduanya sibuk saling memuji dan saling focus satu sama salin, coba lihat sekali lagi:
"— Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.
— Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita...."

Seperti itulah keintiman yg dilukiskan Firman Tuhan yg juga menjadi kerinduan Kristus dari gereja-Nya, yaitu saudara dan saya...

Satu ketika, ibu Theresa ditanya oleh seorang reporter,
'ibu Theresa, kalian orang orang Kristen dan katolik berdoa bernama lama, sebenarnya, ketika ibu berdoa, apa yg ibu ucapkan?'
Jawab mother Theresa: 'oh, saya tdk mengucapkan apa apa, tapi saya mendengar...'
Tanya Reporter sekali lagi: 'lalu apa yg Tuhan ucapkan?'
Jawab mother Theresa: 'oh, Tuhan tdk mengucapkan apa apa, Dia mendengar...'

Sang Reporter menjadi sangat bingung dan karena sadar bahwa reporter tsb tdk mengerti, ibu Theresa berkata: 'anak muda,... kamu tdk faham,... itulah yg disebut intimacy... kami saling focus kpd satu sama lain'

Ketika suami istri itu berdua dikamar tidur, mereka berhubungan dan menikmati hubungan tsb, mereka bukan lagi minta ini itu atau bicara ini itu, tapi mereka menikmati satu sama lain, mereka memperhatikan satu sama lain, dan berusaha menyukakan satu sama lain, itulah intimacy...

Tuhan merindukan intimacy dgn gereja-Nya, bisakah hal itu terjadi? Tentu bisa, itulah yg kita kenal sbg doa dan penyembahan,... nikmati hadirat Tuhan dan TUHAN juga menikmati fellowship dgn gereja-Nya...

Kapan terakhir ‎kali saudara memiliki waktu intim dgn Tuhan? Tuhan sangat merindukan hal itu...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-01-31 19:03:19

Selasa, 31 Januari 2017

Pengkhotbah 12:13-14
"...Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat."

---> Dari seluruh hikmat dan pengalaman seorang yg paling berhikmat, Salomo menyimpulkan 'tugas dan tanggung jawab utama' seorang manusia adalah utk hidup 'takut akan Tuhan ', bahkan jika saudara memperhatikan dari terjemahan lain, saudara akan melihat:

King James mengatakan: "Let us hear the conclusion of the whole matter: Fear God, and keep his commandments: for this is the whole duty of man... - Perhatikanlah kesimpulan dari segala sesuatu, takut-lah akan Tuhan, sebab inilah SELURUH kewajiban seorang manusia..." bahkan Amplified Bible menyatakan : 'sebab inilah keutuhan dari seorang manusia...'

KJV : Seluruh kewajiban seorang manusia adalah hidup takut akan Tuhan, Amplified Bible: menjadi seorang utuh, yg menggenapi tujuan penciptaan adalah hidup takut akan Tuhan... Itulah ‎kesimpulan dari semua hikmat Illahi!

Dgn demikian, jika seseorang ‎telah berhasil mencapai banyak kesuksesan didlm perjalanan hidupnya, banyak berbuat baik bagi orang lain, namun tdk hidup dgn takut akan Tuhan, sesungguhnya dia telah gagal menggenapi tujuan hidupnya dan telah lalai mengerjakan tugas utama-nya... Renungkan hal ini sebentar... kita bekerja, melayani, memberi dgn kesungguhan hati, namun tanpa takut akan Tuhan, sesungguhnya kita telah gagal mengerjakan tugas tugas kita! Apa sebenarnya hidup 'takut akan Tuhan '?

‎Setelah Musa memimpin Israel keluar dari Mesir, Tuhan menyatakan Diri-Nya kpd umat-Nya, namun karena begitu dasyat-nya Tuhan itu, Israel menjadi takut dan berlari menjauhi hadirat Tuhan. Lalu TUHAN melalui Musa berkata kpd bangsa itu demikian:
Keluaran 20:20 "...Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."
‎--> Disinilah letak keganjilan terjadi, perhatikan sekali lagi ayat di Keluaran 20:20 diatas, 'jangan takut!... Tuhan dtg dgn maksud agar Takut Akan Tuhan ada padamu...' disatu pihak Tuhan berkata 'Jangan takut' tapi dipihak lain Dia berkata 'supaya ada Takut akan Tuhan ', apa bedanya?

Ketakutan kpd Tuhan yg bersumber dari dosa atau 'scared of God',‎ itu bukan takut akan Tuhan. Scared of God atau Ketakutan kpd Tuhan membuat Israel berlari menjauhi Tuhan... (ingat ketika Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, manusia takut dan bersembunyi menjauhi Tuhan), namun takut akan Tuhan, the fear of God, akan membuat manusia justru takut utk jauh dari Tuhan... itulah bedanya!

Tugas atau duty seorang manusia adalah 'takut akan Tuhan' yaitu selalu hidup mendekat dgn Tuhan, mencintai Dia dan melakukan Firman - Nya, itulah kesimpulan dari semua hikmat, itulah tujuan utama hidup ini!

Hiduplah takut akan Tuhan, selamat berjalan in the Journey to Perfection,
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-01-30 18:37:35

Senin, 30 Januari 2017

Pengkhotbah 9:11-12
"...Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba."

---> Kita tdk pernah tahu apa yg akan terjadi hari ini atas hidup kita, bahkan beberapa menit kedepanpun tdk kita ketahui... tadi pagi ada seorang jemaat yg mengirimkan video clip berisi beberapa kejadian kejadian tragis yg sempat tertangkap oleh CCTV spt kecelakaan lalu lintas tiba tiba, ada orang orang yg sedang berjalan kaki disebelah gedung yg sedang di‎bangun, namun tiba tiba runtuh dan menimpa beberapa orang, dan sebagainya... kita tdk akan pernah tahu apa yg akan terjadi kedepan, itu satu misteri yg hanya Tuhan sendiri yg tahu... kitab Pengkhotbah diatas menjabarkan misteri tsb, bahkan jika kita perhatikan sungguh sungguh, ada juga misteri lain yg lebih janggal dan sulit utk diterima akal sehat, bagaimana tdk, sebab Pengkhotbah berkata:
‎"...kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.‎"
Bukankah hal ini berbeda dgn conventional wisdom atau pemahaman umum yg kita kenal selama ini? Ternyata hadiah dan keberhasilan tdk selalu menjadi milik orang orang yg cerdas, berhikmat, kuat, cekatan dll, karena semua mereka juga akan mengalami nasib yg juga sama, lalu buat apa menjadi cerdas dan berhikmat? Utk apa kita kuat dan cekatan dlm bekerja dan berusaha, kalau nasibnya sama saja? Apa sebenarnya yg seharusnya kita perjuangkan, jika kekuatan, kecerdasan dll tdk terlalu membedakan jalur hidup manusia?

‎Pengkhotbah tdk berhenti disitu... coba perhatikan beberapa ayat sebelumnya:
Pengkhotbah 9:7-10 "Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi..."

‎Inilah beberapa nasehat penting Firman Tuhan buat semua kita pagi ini:
- Nikmati semua yg Tuhan berikan bagimu dgn hati yg penuh sukacita,... karena hati yg bersuka cita itu memberikan kekuatan dan pengharapan baru..."Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu...."‎ (ayat 7)
‎- Jaga kekudusan hidup, jgn tukarkan kekudusan Tuhan dgn keuntungan yg akan sebentar hilang, atau kesenangan yg tdk kekal,... utk hal itu, kita memerlukan pengurapan Roh Kudus diatas hidup kita spt minyak dikepala kita... "Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu. " (ayat 8)
- Pastikan ada waktu waktu khusus dimana kita menikmati kebaikan Tuhan bersama keluarga kita yg sudah Tuhan percayakan kpd kita... ada pribahasa kuno yg berkata: 'an honorable man always come home every evening to his wife and children... - ‎seorang pria yg terhormat selalu pulang setiap senja kpd istri dan anak anaknya...' Para pria, kapan terakhir kali kita makan bersama istri dan anak anak?
"...Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.‎" (ayat 9)
- ‎Bekerjalah dgn rajin dan setia, sebab itulah kesaksian orang orang yg takut akan Tuhan. "....Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi..."‎ (ayat 10)

Itulah nasehat Firman Tuhan pagi yg indah ini, awal minggu ini utk menghindari kaki kita dari jerat yg tiba tiba,...berjalanlah bersama Tuhan-mu menuju kpd Journey to Perfection, dimana semakin hari kita akan semakin disempurnakan...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-01-29 20:37:01