Morning Dew

Senin, 15 Agustus 2016

‎1 Tawarikh 28:9-11
"...Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.
Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu."
Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian."‎

----> Pesan Daud terakhir sebelum dia mati kpd anaknya Salomo adalah satu pelajaran penting bagi setiap kita. Sebelum matinya, yg ada dipikiran Daud dan yg ada di dlm hatinya adalah menanamkan pentingnya Salomo utk 'MEMBANGUN RUMAH TUHAN' dgn benar. Utk itu, inilah garis besar yg Daud pesankan kpd anaknya: ‎
- Kenali Allah ayahmu...
- Beribadahlah kpd Allah ayahmu dgn tulus iklas dan rela hati
- Cari Tuhan dan jgn tinggalkan Dia

Kemudian Daud :
--> menyerahkan RENCANA bangunan bait Allah dgn ruang ruang perbendaharaannya, kamar kamarnya dan ruang utk tutup pendamaian...

Dari semua hal ini, Daud sbg ayah mewariskan kpd anaknya warisan yg paling berharga, sbg raja sekalipun, bukan uang dan tahta yg sibuk memenuhi pikiran Daud utk disampaikan kpd anaknya sebelum dia mati, tapi justru bagaimana anaknya bisa 'membangun bait Allah' sesudah Daud mati, itulah yg ada dipikiran Daud. 

Masing masing kita adalah bait Allah, anak anak kitapun adalah bait Allah yg mungkin belum selesai dibangun,... perdulikah engkau akan process pembangunan bait Allah didlm diri anak anakmu? Atau engkau lebih perduli tentang uangmu dan usahamu agar di kelola dgn lebih menguntungkan oleh anak anakmu? Karena keperdulian Daud tsb, Daud menempatkan dirinya sbg blue print, sbg model kpd anaknya,... Kenali Allah ayahmu!
Bukan hanya itu, Daud bahkan memberikan 'rencana' atau blue print dari bait Allah itu kpd anaknya,... dgn kata lain, Daud berkata: 'anakku... spt ini nanti kamu bangun bait Allah... Allah ayahmu yg juga Allahmu...' Daud memberi contoh bagaimana bait Allah itu rupanya... Daud mewariskan blue print melalui hidupnya sendiri (Allah ayahmu..) sbg rencana pembangunan bait Allah didlm diri Salomo.‎

Para orang tua, adakah contoh bait Allah yg sedang engkau perlihatkan kpd anak anakmu? Sampai sebelum matipun Daud masih memikirkan hal itu, berarti utk bisa memberi atau memperlihatkan contoh tentang bait Allah kpd anak anakmu, engkau harus serius,... engkau sendiri harus total committed akan betapa pentingnya 'membangun bait Allah' didlm diri kita sendiri terlebih dahulu, dan blue print nya dari bait Allah itu adalah hidupmu sendiri...itulah warisan terbesar dan termulia yg orang tua bisa berikan kpd anak anaknya. 

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-14 20:22:21

Jumat, 12 Agustus 2016

1 Tawarikh 21:17-18, 21-24
"...Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu." 
Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu. 
Ketika Daud sampai kepada Ornan, maka Ornan mengangkat mukanya dan melihat Daud, lalu keluarlah ia dari tempat pengirikan, kemudian sujudlah ia kepada Daud dengan mukanya ke tanah.
Berkatalah Daud kepada Ornan: "Berikanlah kepadaku tempat pengirikan ini, supaya aku mendirikan di sini mezbah bagi TUHAN; baiklah berikan itu kepadaku dengan harga penuh, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat." 
Jawab Ornan kepada Daud: "Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan." 
Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." ‎

----> Ada satu ketika dimana Daud telah berlaku salah dan berdosa sekalipun spt-nya sepele, namun hal itu telah mendatangkan tulah bagi Israel. Yg sangat menarik adalah respond Daud terhadap dosanya sendiri, coba perhatikan: 

1. ‎Ayat 17: "...Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu." 
---> Dgn tegas dan berani Daud tdk melempar kesalahan itu kpd orang lain atau mencoba memutar balikan situasi sehingga dia sendiri tdk terlihat terlalu berdosa... Daud bisa saja berkata: 'apa sih salahnya melakukan census penduduk?, aku toh tdk berzinah spt dulu, tdk mencuri atau melakukan dosa yg merugikan orang lain,... cuma sekedar menghitung kekuatanmu, masa harus menanggung akibat sebesar ini...' Sama sekali hal itu tdk terucap dari mulut Daud, Daud hanya berkata: 'aku sendiri‎ yg salah dan berdosa... Biarlah aku sendiri yg menanggung semua ini...'‎
Dgn kata lain, Daud berani bertanggung jawab!

2. ‎Ayat 24: "...Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." ‎

‎---> Tulah itu dirasakan seluruh bangsa, begitu banyak yg mati... Daud mendapat perintah utk membuat mezbah agar tulah berhenti dan Ornan adalah bagian dari bangsa Israel. Ornan telah dgn rela hati menyerahkan semua itu bagi TUHAN, namun Daud berkata: 'TIDAK! ', sebab Daud tdk mau mempersembahkan sesuatu bagi TUHAN tanpa membayar apa apa.
Dgn kata lain, Daud berani dan rela membayar harga!‎

Dua hal inilah kharakter yg dimiliki Daud yg banyak menolong perjalanan hidupnya dihadapan Tuhan dan yg patut semua kita renungkan dan hidupi sehari hari:
- menjadi pribadi yg bertanggung jawab dan
- menjadi pribadi yg berani dan rela membayar harga 

Bangsa ini akan jauh bertumbuh jika saja semua orang yg mengaku dirinya anak Tuhan menjadi pribadi spt Daud... coba perhatikan setiap aspect hidup kita, benarkah saya orang yg bertanggung jawab?‎ Relakah saya membayar harga? Apakah saya orang yg taat hukum?

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-11 19:51:55

Kamis, 11 Agustus 2016

‎1 Tawarikh 17:1-4, 11-13, 16-17
"... Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda." 
Lalu berkatalah Natan kepada Daud: "Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau."
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian: 
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami. 
Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya. 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau. 
Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah..."‎

---> Hari ini kita akan belajar tentang attitude atau sikap hati.‎ Ada pribahasa yg berkata: 'your attitude will determine your altitude - sikap hatimu akan menentukan seberapa tinggi engkau bisa naik...' Itu betul sekali!

Pada umumnya orang beranggapan bahwa sikap kita kpd orang lain itu tergantung dari perlakuan orang tsb kpd kita... (sebagian besar orang kalau mau jujur memang demikian...) mereka berkata, kalau dia sopan, saya juga akan lebih sopan, kalau dia jahat, saya bisa lebih jahat... itu sesat! Itu bukan sikap seorang yg sudah ditebus Kristus!!! Dlm hal yg sama, sebagian besar orang percaya memiliki pandangan sikap kpd Tuhan sebanding dgn apa yg dia anggap Tuhan sudah perbuat baginya, jika dia diberkati, dia akan setia, jika tdk ditolong ketika susah atau sakit, dia akan tinggalkan Tuhan, bukankah itu sikap seorang 'pelacur'? Baik kpd yg membayar? Jika sikap kita kpd Tuhan demikian, tdk lah heran kita mudah kecewa.... jgn lagi menjadi pelacur rohani... orang yg demikian beranggapan bahwa sikap kita tergantung dari pengaruh keadaan diluar, spt berkat yg kita terima, kesehatan kita, dll, itupun bukan sikap hati yg benar yg mencerminkan kharakter Kristus. 

Sikap yg benar adalah sikap hati yg ditentukan atau diputuskan dihati kita, sikap dari dalam keluar, tdk perduli bagaimana sikap orang terhadap kita, apa yg sedang kita alami, tapi sikap hati kita keluar dari keputusan kita yg benar. Coba lihat sikap Habakuk:‎ Habakuk 3:17-18 "...Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 
namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." ‎
‎---> Habakuk memutuskan utk beria Ria, itulah sikap hatinya, ...sekalipun.... ini tdk enak itu tdk baik...

Sama spt Habakuk, coba renungkan kisah hidup Daud, Daud memiliki niat yg luhur, dia ingin membangun rumah Tuhan, bait Allah, sebab tabut perjanjian masih ditempatkan di tenda tenda... tapi Tuhan berkata 'TIDAK! '... seandainya kita adalah Daud, kira kira bagaimana sikap kita? Bagaimana response kita jika niat luhur kita ditolak? Sbg gembala, saya temukan banyak jemaat yg tersinggung jika diperlakukan spt itu, apalagi jika dikatakan sebab tangan mu banyak berlumuran darah, atau engkau banyak dosanya,... jadi tdk boleh melayani... berdiam diri dahulu... lebih dari 70% pengerja yg diminta berdiam diri, berakhir hilang sama sekali... Terlalu banyak anak Tuhan tdk bisa bertumbuh karena sikapnya buruk, tdk bisa ditegur... tdk bisa menerima perlakuan kurang enak... jika spt itu sikap kita, kita akan sangat kecewa satu kali nanti.‎

Namun lihat sikap hati Daud:‎ "...Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? ‎Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah..."‎

---> Itulah sikap hati yg benar, bisa melihat keindahan dibalik penolakan sekalipun... melihat kemuliaan dibalik kegagalan... ingat sekali lagi, 'your attitude will determine your altitude!'

Smile and be more faithful 
Jesus love you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-10 20:48:26

Rabu, 10 Agustus 2016

1 Tawarikh 16:1-2, 4-5, 38
"...Tabut Allah itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tengah-tengah kemah yang dipasang Daud untuk itu, kemudian mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Allah.
Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN. 
Juga diangkatnya dari orang Lewi itu beberapa orang sebagai pelayan di hadapan tabut TUHAN untuk memasyhurkan TUHAN, Allah Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya. 
Kepala ialah Asaf dan sebagai orang kedua ialah Zakharia; lalu Yeiel, Semiramot, Yehiel, Matica, Eliab, Benaya, Obed-Edom dan Yeiel yang harus memainkan gambus dan kecapi, sedang Asaf harus memainkan ceracap
juga Obed-Edom dan saudara-saudara sepuaknya yang enam puluh delapan orang itu; Obed-Edom bin Yedutun dan Hosa adalah penunggu-penunggu pintu gerbang..."‎

Kita semua tahu apa yg terjadi ketika tabut perjanjian singgah dan tinggal selama 3 bulan di rumah Obed Edom, atau Obed dari Edom... keluarga Obed Edom diberkati dgn sangat luar biasa, sampai hal itu terdengar di telingga Daud... saya membayangkan betapa luar biasanya berkat yg dialami dan di nikmati oleh Obed Edom selama 3 bulan itu... kira kira apa yg akan kita lakukan seandainya saya atau saudara adalah Obed yg mengalami berkat berlimpah limpah secara supra natural selama 3 bulan? Atau coba bayangkan apa yg pertama tama akan saudara lakukan jika saja saudara menerima 100 milliar hari ini? Atau lebih neyelekit lagi saya tanyakan, apa yg saudara siap atau bersedia lakukan utk menerima 100 milliar?

Utk pertanyaan pertama, sebagian orang akan berkata, setidaknya jika dia jujur,... oh saya akan pergi tamasya... lalu menyisihkan sebagian utk sekolah anak anak, dan sisanya utk menambah modal usaha... itu baik dan tdk salah...   ‎

Utk pertanyaan kedua, survey di America menunjukan:
- 45% orang bersedia utk meninggalkan keluarganya jika mendapat imbalan 100 milliar rupiah
- 30% orang bersedia melacurkan dirinya dgn siapapun utk 100 milliar
- 25% orang bersedia menyerahkan kewarga negaraannya demi 100 milliar
- 20% orang bersedia melakukan apa saja utk 100 milliar.

Betapa ‎jauhnya degradasi moral yg terjadi di jaman kita ini, sampai sampai demi uang orang rela bahkan meninggalkan anak istrinya, negaranya, bangsanya, bahkan jika perlu Tuhan dan gereja-Nya. Itu pendapat di America, tapi jika pertanyaan atau kesempatan itu sungguh sungguh diberikan bagi saudara, kira kira apa jawaban saudara?

Obed dari Edom yg juga orang Lewi, tahu persis tanggung jawabnya... dia diberkati luar biasa selama 3 bulan menerima tabut Allah, tapi tdk sedikitpun berkat akibat ada di hadirat Tuhan yg telah dpt menyilaukan matanya... tdk spt kebanyakan orang yg merencanakan kesenangan utk dirinya sendiri setelah menerima uang, Obed Edom jauh lebih tertarik kpd sumber berkat yaitu Tuhan sendiri dari pada kpd berkat berkat Tuhan. 

Setelah tabut TUHAN dibawa masuk ke kemah pertemuan, ke rumah Tuhan, ternyata Obed tdk tinggal diam dirumahnya yg sudah penuh dgn berkat,... sekarang Obed dari Edom ikut berjalan dan menjadi penunggu setia di kemah dimana tabut Allah ada dan diletakan. Obed Edom telah menemukan rahasia yg ditemukan Daud didlm 'the hidding place - tempat persembunyian' yaitu dekat dgn Tuhan, disitulah ada damai sejahtera, ada sukacita kekal, ada ketenangan dan penghiburan Tuhan... tdk sedikitpun dari emas perak dan permata yg dihasilkan selama 3 bulan persinggahan tabut Allah di rumah Obed Edom yg dpt menyilaukan matanya, focusnya tetap tertuju kpd Dia yg bertahta diatas tabut Perjanjian. 

Temukan bagi dirimu sendiri sukacita dan nikmat yg kekal didlm hadirat Tuhan...

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-09 19:24:41

Selasa, 9 Agustus 2016

2 kali Daud memukul kalah Filistin dgn 2 methods yg berbeda yg Tuhan berikan, pertama:‎

1 Tawarikh 14:10-11, 13-16 "...  bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu." 
Lalu majulah ia ke Baal-Perasim, dan Daud memukul mereka kalah di sana. Berkatalah Daud: "Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.

Lalu yg kedua di ayat 13 - 16:‎
Ketika orang Filistin menyerbu sekali lagi di lembah itu, 
maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. 
Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau keluar bertempur, sebab Allah telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin."
Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari Gibeon sampai Gezer.‎"‎

---> Dari 2 cara yg Tuhan ajarkan, kita mau belajar hikmat Tuhan pagi ini utk mengalahkan musuh musuh kedagingan kita didlm hidup ini:
1. Baal-Perasim yg berarti menerobos, ditempat itulah Tuhan mengajarkan satu taktik kpd Daud utk tdk berjalan sesuai arus (main stream). Daud harus berjalan menerobos arah sungai dan angin sehingga aroma kehadiran pasukan Israel tdk tercium oleh Filistin. Dunia dimana saudara dan saya hidup saat ini telah memutar balikan norma norma kebenaran, pernikahan tdk harus lagi antara satu laki laki dgn satu wanita, ke sakralan akan kudusnya lembaga pernikahan tdk lagi dihormati sbg yg sakral, bahkan lebih jauh lagi, main stream mulai berkata laki laki dgn laki laki juga boleh atau sebaliknya, bukankah itu persis yg terjadi di Sodom dan Gomorah yg membuat sakit hati Tuhan sedemikian rupa? Perselingkuhan menjadi gaya hidup bukan hanya orang dunia, tapi juga anak anak Tuhan bahkan pelayan Tuhan, ... kecurangan, kerakusan, dll semua itu menjadi biasa... itulah main stream saat saat ini. Jika engkau ingin menang atas daging, bergerak melawan arus.... jgn ikuti cara dunia... Baal-Perasim! 

2. Di Lembah‎ dekat Gibeon, Daud diajar utk 'menunggu sampai Tuhan bergerak'! Daud diajar utk peka, the Message Bible bahkan menjelaskan bahwa Tuhan akan berjalan 2 langkah didepan pasukan Israel, jadi Israel tdk boleh berjalan mendahului Tuhan, sebaliknya mereka harus berjalan dibelakang Tuhan, mengikuti langkah Tuhan. Inilah hal tersulit didlm hidup kita, satu kata sederhana, 'TUNGGU!' memiliki kekuatan yg sangat luar biasa dlm membangun kharakter Illahi didlm kita. Dibutuhkan penguasaan diri, kesabaran, dan ketekunan utk membangun satu 'tunggu atau menanti nantikan Tuhan '. Doa adalah satu cara yg paling ampuh utk memulai membangun makna kata 'tunggu' di hidup kita. Biasakan memulai hari hatimu dgn doa dan pengucapan syukur, lalu biarkan Roh Kudus menjamah dan mengajari kita, saya temukan hal tsb sbg satu langkah yg sangat ampuh utk membangun kharakter penguasaan diri dan kesabaran. Jika Tuhan adalah TUHAN bagi kita, maka kita akan bersedia menunggu sampai Dia bergerak. Ingat, Saul jatuh dan ditolak sebab dia tdk mau menunggu Samuel utk dtg dan membakar korban, padahal itu bukan bagiannya.

Kedua senjata ampuh ini akan banyak menolong kita dlm membangun kharakter Illahi didlm diri kita.

Ada waktunya engkau harus memutuskan utk menerobos, tdk menjadi sama dgn dunia,... namun ada waktunya engkau harus menanti nantikan Tuhan. 

Smile and be more faithful, ...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-08-08 20:21:36

Senin, 8 Agustus 2016

1 Tawarikh 11:15-19
"...Sekali datanglah tiga orang dari ketiga puluh kepala ke gunung batu mendapatkan Daud dekat gua Adulam, sedang tentara orang Filistin berkemah di lembah Refaim.
Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem.
Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!"
Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN, 
katanya: "Jauhlah dari padaku, ya Allah, untuk berbuat demikian! Patutkah aku meminum darah taruhan nyawa orang-orang ini? Sebab dengan mempertaruhkan nyawanya mereka membawanya." Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu..."‎

----> Tuhan mau agar kita anak anak Tuhan dpt menikmati kesenangan yg menghiburkan diri kita sendiri... ada waktu berlibur dgn keluarga dan teman dekat... ada waktu makan keluar sambil bersuka cita, ada waktu menikmati apa yg sudah Tuhan berikan didlm hidup kita ini,... semua itu tdk salah bahkan baik bagi jiwa kita. Namun camkan hal ini baik baik, bukan tekanan atau kesusahan yg menghancurkan hidup manusia, melainkan kenikmatan yg tdk mengenal batas! Salomo hancur bukan karena ditekan, tapi karena tdk dpt menguasai diri akibat kesenangan yg tdk mengenal batas... Simson hancur bukan karena ditekan musuh, tapi karena tdk dpt mengenal batas kenikmatan yg boleh dan tdk boleh dia cicipi...

Adakah batasan batasan yg perlu kita perhatikan, sehingga kita tahu kenikmatan mana yg boleh dan pantas kita nikmati dan yg mana yg tdk pantas atau tdk boleh kita nikmati?

Dari hidup Daud diayat ayat diatas, kita dpt melihat dgn jelas batasan batasan yg sesuai dgn Firman Tuhan :
Daud sangat rindu minum air dari sumur di Betlehem, namun dia tdk ada dekat situ,.. dan Daud sedang dikelilingi oleh musuh musuh... Kemudian ketiga pahlawan Daud mendengar kerinduan hati Daud, lalu berinisiative utk menerobos barisan musuh... mempertaruhkan nyawa mereka demi memberi bagi hasrat keinginan Daud, mengambil air dari sumur di Betlehem. Ketika air tsb diserahkan kpd Daud, Daud hampir hampir menegak air tsb, kemudian dia bertanya, dari mana air ini? Bagaimana kamu mendapatkannya? Lalu ketiga perwira itu menerangkan apa yg telah mereka lakukan.... Daud hampir hampir mencicipi air itu utk melepaskan dahaga dan hasratnya, kemudia Daud menumpahkan air tsb ke tanah sbg korban curahan bagi TUHAN. Daud kemudian berkata diayat 19: "Jauhlah dari padaku, ya Allah, untuk berbuat demikian! Patutkah aku minum darah taruhan nyawa orang-orang ini? Sebab dengan mempertaruhkan nyawanya mereka membawanya." ‎‎

Kebenaran yg perlu kita perhatikan adalah, kesenangan atau kenikmatan yg dinikmati dgn mempertaruhkan kepentingan orang lain, itu bukan dari Tuhan! ‎Daud menolak utk menikmati air dari sumur di Betlehem sebab air itu didapatnya dgn mempertaruhkan nyawa orang lain!

Kesenangan apa yg sedang saudara nikmati? Pelacuran atau perselingkuhankah? Ada hati istri yg dikorbankan, ada hati suami wanita tsb yg engkau korbankan, ada hati orang tua yg sedang engkau buat pedih...‎ kesenangan akan harta yg tdk jujurkah yg engkau sedang nikmati? Ada hati pemiliknya yg engkau korbankan... terlebih,... ada hati Tuhan yg engkau korbankan...Intinya, segala macam kenikmatan yg kita nikmati, jika itu mengorbankan kepentingan orang lain, itu pasti bukan kesenangan yg Tuhan mau kita nikmati!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-07 20:53:37

Jumat, 5 Agustus 2016

1 Tawarikh 4:9  
"...Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." 
‎Terjemahan dari the Message Bible adalah demikian:
"Jabez was a better man than his brothers, a man of honor. His mother had named him Jabez, saying, “A painful birth! I bore him in great pain!” ‎‎
Atau demikian dlm bahasa Indonesia:
"Yabes adalah manusia yg lebih luhur daripada saudara saudaranya, seorang yg terhormat.‎ Nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "sakit persalinan! Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan yg besar."‎

--->‎ Pagi ini kita akan merenungkan kehidupan satu orang pribadi yg bernama Yabes atau Jabez. Ketika kita mendengar nama itu, sebagian besar orang Kristen akan teringat kpd 'doa Yabes' yg begitu luar biasa, sebab Yabes berdoa dan dia lebih diberkati..., lebih dipermuliakan..., diperluas daerahnya... dll. Bahkan tdk sedikit gereja yg menggunakan doa Yabes spt mantera utk menarik berkat dan perluasan wilayah kekuasaan bagi dirinya sendiri.

Silahkan saja berdoa demikian, namun jika benar doa spt itulah yg membuat Yabes diberkati sedemikian rupa, kenapa orang orang yg berdoa demikian tdk diberkati spt Yabes?

--> Perhatikan pribadi atau kharakter Yabes sebelum doanya diucapkan, sebab sama spt Ya‎bes, Yakobus menjelaskan tentang doa orang benar demikian: '...sebab doa orang benar bila dgn yakin didoakan, sangat besar kuasanya..' Tapi siapakah orang benar? Bagian awal ayat tsb menerangkan bahwa orang benar adalah orang yg dibenarkan Tuhan karena telah mengakui dosa dosanya. (Yakobus 5:16)

Yabes begitu di berkati dan menerima penghormatan yg luar biasa sebab dia memiliki kharakter yg luar biasa, coba perhatikan sekali lagi:
1. The Message Bible mengatakan '‎Jabez was a better man than his brothers,... Yabes lebih baik dari saudara saudaranya, lebih baik apanya? Yabes lebih luhur hatinya, murni dan tulus'
2. Bahkan disebutkan Jabez is a man of honor... Yabes adalah orang terhormat.
3. Yabes lahir lewat kesakitan besar bukan lewat ketawa ketiwi dan sorak sorai.

Renungkan kebenaran ini, inilah yg membuat Yabes begitu dipermuliakan, sebab kharakternya luhur... dia seorang yg terhormat... Dan semua itu lahir melalui process tekanan dan kesakitan yg besar. Ingat, intan berlian dan batu bara, bahan bakunya sama, yaitu karbon, namun tekanan yg diterima keduanya berbeda jauh... panas bumi yg dialami keduanya sangat berbeda... process waktu pembentukan keduanya jauh berbeda... itulah sebabnya harganya berbeda bumi dan langit, digunakan utk tujuan yg berbeda pula, kemilau kemuliaannya sangat berbeda.‎

Jika engkau dan saya bersedia di angkat spt Yabes, jalani process kesakitan besar... pastikan engkau dan saya adalah orang yg luhur kharakternya, disebut orang sbg orang terhormat, a man or woman of honor,...bukan berangkat, sebab banyak orang berpangkat tapi tdk terhormat.

‎Don't forget to smile... and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-04 20:20:39

Kamis, 4 Agustus 2016

1 Raja-raja 19:5-8
"...Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!" 
Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb..."‎

---> Ayat ayat diatas adalah sebagian kecil dari ayat ayat yg mengisahkan perjalanan hidup Elia. Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran melalui hidup Elia yg juga sering kita alami dan lalui didlm hidup ini.

- Elia baru saja mengalami sukses besar di gunung Karmel, sekarang dia dlm keadaan takut, letih, lemah, dan tdk berdaya, total spt bankrupt di gunung Allah, gunung Horeb...‎
- Di gunung Karmel seluruh Israel bersorak sorai mengelu elukan Tuhan dan Elia, di gunung Allah, gunung Horeb Elia sendirian, tanpa suara tepuk tangan...
- Di gunung Karmel Tuhan tampil begitu dasyat dlm bentuk api yg memakan habis korban, di gunung Allah, gunung Horeb, Tuhan tampil dlm angin sepoi sepoi basa., sederhana dan lemah lembut.
- Namun di Karmel Tuhan yg menikmati makanan‎ korban bakaran, di Horeb Elia yg makan... dgn makanan tsb, dia kuat berjalan 40 hari 40 malam.

Setiap anak Tuhan akan mengalami gunung Karmel di hidupnya, tapi tdk selamanya dia ada di gunung Karmel, sebab akan dtg waktunya dia harus turun lalu naik ke gunung TUHAN, gunung Horeb, disana dia akan diajar bagaimana rasanya :
- sendirian namun tdk ditinggalkan...
- semua rencananya dan kejayaannya tumbang, namun dia menemukan rencana yg baru, rencana Tuhan. 
- lapar namun dipelihara dan dikenyangkan
- letih dan lemah namun dikuatkan.

---> Saat saat di gunungnya Tuhan barulah Elia tahu kharakter Allah yg sesungguhnya, Dia Immanuel, Allah yg tdk pernah meninggalkan,... Dia setia... Dia Allah yg perduli... Bapa yg penuh kasih... Allah hadir dgn kelembutan dlm angin sepoi sepoi basa spt seorang ibu yg mengusap usap kening anaknya yg sakit dan lelah lalu menciumnya...

Dimana saudara hari hari ini? Di Karmel? Atau dlm perjalanan meninggalkan Karmel menuju gunungnya Allah, gunung Horeb? Atau bahkan mungkin sedang di Horeb? ‎Tetaplah setia, Allahmu setia.
Tanpa Horeb, Elia tdk akan pernah melihat 'chariot of fire - kereta kuda yg menyala nyala' dari Tuhan yg membawa Elia naik ke Surga sbg satu dari segelintir manusia yg dipermuliakan sedemikian rupa.

Jika engkau sedang di Horeb, tenang dan sabar saja, nikmati makanan yg Tuhan berikan, bangun makanlah... supaya engkau kuat...‎ Di Horeb Tuhan melayani Elia, menyediakan makanan baginya,... spt juga yg dialami Daud yg dia lukiskan di Mazmur 23: '... Tuhan menyediakan makanan bagiku dihadapan lawanku...'

Be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-03 19:12:14

Rabu, 3 Agustus 2016

1 Raja-raja 18:1-4
"...Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi."
Lalu pergilah Elia memperlihatkan diri kepada Ahab. Adapun kelaparan itu berat di Samaria. 
Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN. 
Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka..."‎

---‎>  Obaja yg bekerja sbg kepala istana raja Ahab memiliki satu kharakter yg luar biasa. Alkitab dari ayat ayat diatas menjelaskan bahwa Obaja adalah orang yg sungguh sungguh takut akan Tuhan... Ketika Alkitab menyatakan kebenaran ini, Firman Tuhan juga menjelaskan contoh alasannya mengapa Obaja disebut sbg orang yg sungguh-sungguh takut akan Tuhan. Perhatikan ayat 4 tadi:
‎"...Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka..."‎

Takut akan Tuhan bukan berarti takut sbg rasa takut yg banyak kita mengerti, takut akan Tuhan justru membuat manusia berani menentukan sikap dimana dia berdiri, kpd siapa dia berpihak. Obaja bekerja sbg kepala istana, raja Ahab dan Izebel ratunya adalah boss Obaja, namun Izebel telah berikhtiar dan bergerak melawan Firman Tuhan dan nabi nabi-Nya. Tdk ada seorangpun yg akan menyalahkan Obaja jika saja dia cukup diam tenang, namun jika dia bergerak bertentangan dgn perintah Izebel, dia ber-resiko kehilangan pekerjaan bahkan nyawanya sendiri, itulah takut akan TUHAN, Obaja mengesampingkan kepentingannya dan berpihak kpd kepentingan Allah.

Ketika Nazi berkuasa di Eropa, hampir semua negara negara di Eropa berpihak kpd Nazi dan berkolaborasi dgn Nazi utk menyerahkan orang orang Yahudi di wilayah mereka utk dibantai oleh Nazi.

Ada satu kampung kecil di Perancis bernama: ‎Le Chambon, kampung kecil namun salah satu kampung yg paling banyak menyelamatkan orang orang Yahudi di Eropa... setiap penduduknya, para petani, para ibu rumah tangga, pedagang roti, semua dgn creativitas yg Tuhan berikan berupaya menyelamatkan orang Yahudi dan anak anaknya. Ada ibu yg pura pura menyusui bayi Yahudi seakan bayinya sendiri, ada yg menerima anak anak Yahudi dirumah sbg anak mereka, ada yg berlagak merawat seorang tua seakan ibunya sendiri padahal itu wanita Yahudi... berbagai alasan mereka kerjakan utk menentang kebijakan Nazi. Mereka melakukan hal tsb dgn resiko, namun keberanian dari Tuhan melingkupi mereka ketika Roh Takut akan Tuhan menguasai mereka. Lama setelah perang dunia kedua selesai, beberapa surat khabar menginterview penduduk kampung Le Chambon, inilah kesimpulan jawaban mereka: 'setiap minggu, gembala kami, pastor Trochme berbicara tentang kharakter Allah dan mengajarkan takut akan Tuhan,... ketika tiba saatnya, kami akan selalu siap melakukan apa yg sudah kami dengar...'‎

Takut akan Tuhan tdk akan membuat kita berpangku tangan dan berdiam diri ketika kebenaran diinjak injak... Coba renungkan sebentar, berapa banyak orang orang susah yg engkau dan saya temui sehari hari dibangsa ini? Berapa banyak anak anak harus putus sekolah karena tdk ada biaya utk itu, orang sakit terpaksa mati tanpa diobati... Lalu apa reaksi kita? Oh saya berdoa, itu baik! Tapi apa yg bisa engkau lakukan selain berdoa? Pada jamannya, utk generasinya, Obaja menyelamatkan 100 orang nabi Tuhan sehingga mereka tdk perlu mati sia sia karena kejahatan Izebel. ‎Bagaimana dgn jaman dan generasi kita? Adakah takut akan Tuhan di kota kita pada jaman ini, jika ada apa yg mereka lakukan, orang orang yg berkata padaku ada takut akan Tuhan? 

Takutlah akan Allah...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-02 19:29:50

Selasa, 2 Agustus 2016

1 Raja-raja 15:25-30, 33-34
"...Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel dalam tahun kedua zaman Asa, raja Yehuda. Ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, serta hidup menurut tingkah laku ayahnya dan menurut dosa ayahnya, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
Dan Baesa bin Ahia, dari kaum Isakhar, mengadakan persepakatan melawan dia. Baesa menewaskan dia di Gibeton yang termasuk wilayah orang Filistin, sedang Nadab dan seluruh Israel mengepung Gibeton itu.
Baesa membunuh dia dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, dan menjadi raja menggantikan dia. 
Segera sesudah ia menjadi raja, ia membunuh seluruh keluarga Yerobeam; tidak ada yang bernafas yang ditinggalkannya hidup dari pada Yerobeam, sampai dipunahkannya semuanya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya Ahia, orang Silo itu,  
oleh karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, oleh sebab sakit hati yang ditimbulkannya pada TUHAN, Allah Israel. 
Dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, Baesa bin Ahia menjadi raja atas seluruh Israel di Tirza. Ia memerintah dua puluh empat tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN serta hidup menurut tingkah laku Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..."‎

Setelah Yerobeam diangkat menjadi raja karena kejahatan Rehabeam anak Salomo, ternyata Yerobeam hidup bahkan lebih jahat lagi... dia seakan spt kacang lupa kulit, lupa bahwa TUHAN-lah yg telah mengangkat dia sedemikian rupa utk tugas yg begitu mulia, tapi dia bahkan membuat seluruh Israel berdosa bahkan anak cucunya berbuat dosa yg sama. Nadab anak Yerobeam kemudian menggantikan dia, namun Nadab hidup dlm dosa yg menyakitkan hati Tuhan... kemudian Baesa dari kaum Isakhar membunuh Nadab bahkan seluruh kaum keturunan Yerobeam....‎

Namun perhatikan ayat ke 34:
--> ‎"...Ia (Baesa) melakukan apa yang jahat di mata TUHAN serta hidup menurut tingkah laku Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..."‎

‎---> inilah yg menjadi renungan kita pagi ini, Baesa tahu apa yg membuat Tuhan mengijinkan dia naik tahta menggantikan Nadab anak Yerobeam, karena dosa yg dilakukan Yerobeam juga Nadab yg membuat sakit hati Tuhan sampai membawa orang Israel berdosa juga terhadap TUHAN. Baesa bahkan membunuh semua kaum keluarga Yerobeam... namun dosa Yerobeam tdk dibunuhnya, ayat 34 diatas bahkan dgn jelas menuliskan 'Ia melakukan yg jahat dan hidup menurut tingkah laku Yerobeam...'

Saudaraku, kita memang perlu memilih pergaulan yg benar, namun ‎teramat lebih mudah utk meninggalkan manusia yg kelihatan daripada meninggalkan pengaruh dosa yg tdk kelihatan. Jauh lebih mudah utk keluar dari Mesir daripada mengeluarkan pengaruh Mesir dari hati Israel.

Lalu bagaimana caranya kita bisa melepaskan diri dari pengaruh dosa yg sulit dikeluarkan dari hati dan pikiran kita? Sederhananya spt ini, jika terang itu hadir, maka gelap dgn sendiri-nya akan hilang. Jika Tuhan itu hadir didlm hati dan pikiran kita, maka dosa dgn sendiri-nya akan tersingkir, ritual agamawi hanyalah satu usaha yg terlihat mata sama spt Baesa berusaha membunuh seluruh keluarga Yerobeam, namun dosa Yerobeam tetap tinggal di hati Baesa. 

Kita perlu Tuhan, saya perlu Roh Kudus utk memimpin hidupku, hati dan pikiran saya sepanjang hari... itu sebabnya Mazmur Daud berkata berbahagialah orang yg kesukaannya ialah merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, itulah cara mengusir gelap, dgn mendatangkan terang dipikiranmu dan didlm hatimu.

Sudahkah engkau merenungkan Firman Tuhan pagi ini?

Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-01 21:01:15

Senin, 1 Agustus 2016

1 Raja-raja 13:16-22 "Tetapi jawabnya: "Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini,
sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu."
Lalu jawabnya kepadanya: "Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." Tetapi ia berbohong kepadanya.
Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya. 
Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman TUHAN kepada nabi yang telah membawa dia pulang. 
Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: "Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, 
tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, — maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu."

---> Jika saudara membaca keseluruhan pasal 13 diatas, kita akan melihat kisah seorang nabi yg telah menerima mandat yg begitu besar dari Tuhan utk menyampaikan pesan penting bagi ‎Yerobeam dan bahkan bagi seluruh Yehuda, namun Tuhan juga memberikan satu batasan yg mutlak harus dilakukan oleh nabi tsb, yaitu dia hanya boleh berfungsi sbg 'utusan tanpa boleh menerima apapun' baik itu makanan atau minuman dari misi perjalanan-Nya. Sptnya terlalu berlebihan batasan yg Tuhan berikan ini, bukankah dia juga bisa merasa lapar dan haus, bukankah seorang nabi berhak menerima upahnya? 

Masalahnya adalah bukan sesederhana itu, tapi batasan batasan yg Tuhan berikan itu justru akan berfungsi spt pagar bagi nabi tsb, agar dia tetap murni & hanya menyampaikan apa yg Tuhan mau sampaikan dan tdk terpengaruh dgn roti atau minuman apapun, dgn demikian dia tdk mudah utk melakukan kompromi atas kebenaran yg dia sampaikan. ‎

Namun kenapa justru seorang nabi tua, nabi senior yg telah mencelakakan dia? Perhatikan pelajaran dari kisah diatas, ‎ingat Yakobus 1:3 yg mengatakan: "sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan..." Ternyata iman percaya kita pun akan mengalami ujian... ujian yg paling sederhana adalah ketika orang yg tdk mengenal Tuhan diijinkan utk mempengaruhi dan membawa tekanan bagi kita, apakah kita bisa tetap beriman?... kemudian sesama anak anak Tuhan akan diijinkan mengecewakan bahkan menjegal langkahmu, menghianatimu, akankah engkau tetap berpegang kpd iman percayamu?... lalu bahkan hamba hamba Tuhan diijinkan utk menekan dan mengecewakan mu, adakah engkau tetap berpegang kpd imanmu?... puncaknya, bagaimana jika Tuhan sendiri seakan melawan engkau, engkau dibuat bingung dgn pikiran Tuhan dan perbuatanNya... namun jika engkau mengenal betul kharakter Allahmu, engkau mampu bertahan dan menang,... ingat perempuan Siro-Finisia yg kpdnya Yesus berkata: 'tdk pantas melemparkan roti yg dipersiapkan bagi anak kpd anjing...' jika wanita tsb imannya lemah dan mempertanyakan 'betulkah Yesus ini TUHAN? Kenapa Dia menganggap aku anjing, bukankah aku diciptakan sama dgn orang Yahudi? Bukan mauku atau salahku aku lahir sbg orang Siro-Finisia dan bukan Yahudi, mungkinkah Tuhan itu membeda bedakan dan mencampakan aku karena perbedaan yg bukan aku sendiri kerjakan??? Namun dlm semua hal itu, wanita tsb tetap melangkah dgn mantap, sebab dia mengenal kharakter Allahnya. Belum tentu seorang nabipun mengenal kharakter Allahnya, buktinya nabi muda di 1 Raja raja 13 ini, dia dapat dikecohkan ketika nabi lain berkata bohong, 'langgar batasan batasan yg Tuhan tetapkan, sebab itulah perintah Tuhan...' Nabi tua itu bahkan membawa bawa nama Tuhan... Di America ada seorang hamba Tuhan senior yg berdiri di atas mimbar dan berkata, 'saya mendengar bisikan roh bahwa gereja boleh memberkati pernikahan sejenis, sebab itulah era dimana gereja dituntun Tuhan...' dan banyak yg ikut. Berbahaya sekali jika anak Tuhan apalagi hamba Tuhan tdk mengenal kharakter Allahnya dgn benar, sebab dia akan mudah disesatkan.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-31 19:31:35

Jumat, 29 Juli 2016

1 Raja-raja 12:1-11
"Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.
Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat — pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo — maka kembalilah ia dari Mesir.
Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:
"Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu."
Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu.
Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?"
Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu."
Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,
katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?"‎
Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami — beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!
Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." ‎ 

---> Sesudah Salomo mati, anaknya Rehabeam menjadi raja menggantikan Salomo. Sungguh sangat aneh, Salomo adalah raja atau orang terkaya diseluruh bumi sepanjang sejarah, namun pada masa akhir hidupnya, Salomo menerapkan beban pajak yg begitu berat atas bangsanya Israel, sampai sampai rakyat begitu tertekan... bukankah pada jaman Salomo perak tdk berharga? Emas melimpah ruah? Raja raja dari segala bangsa dtg membawa upeti? Kenapa pada akhir masa pemerintahannya justru Salomo merasa perlu utk menerapkan pajak yg begitu beratnya atas bangsanya sendiri? Saya pernah mendapat tawaran bekerja di Dubai, dan dari seluruh salary yg mereka tawarkan negara tdk mengenakan pajak income bagi individu, sedemikian kayanya negara UEA tsb, sampai mereka membebaskan income tax utk individu dan memberikan social benefits yg begitu luar biasa. UEA tdk ada apa apanya dibandingkan dgn Israel pada jaman Salomo, tapi sampai bisa sedemikian terpuruknya dlm tempo 40 tahun, apa yg terjadi? Dosa cenderung akan mendatangkan kemiskinan, namun bukan berarti miskin itu pasti karena dosa! Salomo terlalu nyaman dgn bergenit genit dgn istri istri dan gundik gundiknya, pemborosan terjadi dimana mana, foya foya dan perta pora adalah hal sehari hari, tdk heran harta dan emas murni setinggi gunungpun akan habis dimakan dlm satu periods kehidupan! Akibatnya, rakyat yg ditekan utk terus menyalurkan dan menyediakan dana utk mendukung gaya hidup Salomo... beban yg terlalu berat dirasakan oleh rakyat sampai mereka dtg memohon keringanan dari Rehabeam anak Salomo...

Namun yg menjadi perenungan kita pagi ini adalah dosa melahirkan dosa... kebodohan itu warisan yg sangat berbahaya. Rehabeam menerima keberatan rakyat lalu bertanya nasehat kpd ‎'para tua tua' dan nasehat 'orang muda'. Alkitab mencatat Rehabeam MENGABAIKAN nasehat para tua tua tsb dan memilih nasehat orang muda. Apakah karena Rehabeam tdk mengerti yg benar dan salah? Atau dia memang benar benar bodoh? 

Sama spt Rehabeam, apa yg ada di hati kita akan menentukan nasehat mana yg akan kita ikuti. Telinga dan kaki kita akan condong kpd apa yg ada di hati kita... Jika hatimu degil dan kotor, nasehat yg mendukung utk tetap hidup kotorlah yg akan menarik hati, sebaliknya jika hati kita tulus dan murni, maka nasehat kebenaran lah yg akan kita ikuti.

Ada begitu banyak nasehat disekeliling kita, kita akan cenderung mencondongkan telinga dan pikiran kpd nasehat orang yg sama dgn kita, ingat burung yg bulunya sama akan terbang bersama sama... kita cenderung mengikuti orang yg spt kita bukan yg kita mau atau harapkan. ‎Dgn demikian, masalah yg perlu kita perhatikan adalah 'hati kita sendiri' perkataan dan tindakan kita hanyalah cerminan dari apa yg ada didlm hati kita... pastikan hatimu dan hatiku tulus dan murni dihadapan Tuhan....

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-28 20:16:23