Morning Dew

Kamis, 24 Maret 2016

Hakim-hakim 2:6-7, 10-12, 16, 18-19 "Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu.
Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. 
Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. 
Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. 
Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. 
Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. 
Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu."

Ada satu kenyataan yg sering kali terulang berkali kali didlm sejarah, yaitu ketika umat Tuhan tdk memiliki 'panutan' dlm rupa pribadi pemimpin rohani atau pembapaan rohani, baik itu Yosua, atau para hakim yg Tuhan angkat, maka Israel mulai kembali berlaku jahat, bahkan semakin lebih jahat, dan mulai beribadah kpd illah illah lain. 

Ternyata manusia memerlukan panutan rohani yg akan terus menerus menegur, mengarahkan, dan membimbing kita. Dlm hal yg sama, para orang tua, terutama para ayah, tugas Imamat itu ada pada kita. Jika imam didlm rumah tdk lagi berfungsi, bagaimana anak anak kita dpt melihat Tuhan? Ingatkah saudara apa yg dikatakan Filipus: ‎
‎‎Yohanes 14:8 "Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 

Itulah jeritan setiap anak anak, termaksud anak anak kita, kebutuhan mereka yg terbesar bukan uang atau pendidikan apalagi entertainment, tapi 'figure bapa' supaya mereka bisa mengenal Tuhan. Melihat 'bapa' saja sudah cukup bagi mereka!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-03-23 20:36:15

Selasa, 22 Maret 2016

Yosua 24:15 " Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" 

Ibadah dan percaya atau beriman adalah pilihan, bukan karunia. Kpd siapa engkau dan seisi rumahmu akan beribadah, itu pilihanmu sendiri. Setiap kita masing masing memiliki jumlah jam yg sama setiap harinya, namun pilihan kitalah yg akan membedakan kpd siapa kita sesungguhnya beribadah. Ibadah itu artinya menyembah dan memuliakan, waktu kita, harta kita akan secara jujur melukiskan kpd siapa sesungguhnya kita beribadah.

Jika salah satu dari big 4 accounting firm di dunia diminta mengaudit keuangan pribadi kita, lalu memberikan opinion nya tentang ‎apa prioritas kita, dgn menarik kesimpulan berdasarkan kemana uang uang kita mengalir, berapa banyak dari kita yg berani jujur berkata, saya beribadah kpd Tuhan? Bukankah Alkitab berkata didlm Yakobus 1:27 "Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia." Orang orang yg sungguh beribadah kpd Tuhan, dari bagian harta yg Tuhan berikan akan mengalir kpd orang orang susah, supaya merekapun bisa bersyukur dan bisa makan, spt itukah kita?


Jika saudara menganalisa waktu waktumu tiap tiap hari, tiap minggu, utk keperluan apa dan siapa waktu waktumu engkau habiskan? Sungguhkah engkau sedang beribadah kpd Tuhan? Atau utk tujuan apa tubuhmu engkau berdayakan? Bukankah Alkitab juga berkata di Roma 12:1 "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."


Mulailah dgn meluangkan waktumu yg pertama tiap hari utk mencari wajah Tuhan dan tuntunan-Nya, baca hukum hukumNya, yaitu Firman Tuhan, maka engkau pasti akan merasakan hadirat Tuhan sepanjang hari... hadirat Tuhan itu tdk akan dgn rela membiarkan engkau berjalan menyimpang dari rencana Agung Tuhan, itulah sumber kekuatanmu. ‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-21 19:50:47

Senin, 21 Maret 2016

Yosua 20:4-6 "Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota tadi, maka haruslah ia tinggal berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberikan tempat kepadanya, dan ia akan diam pada mereka. 
Apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan diserahkan mereka ke dalam tangannya, sebab ia telah membunuh sesamanya manusia dengan tidak ada niat lebih dahulu, dan dengan tidak menaruh benci kepadanya lebih dahulu. 


‎Musa dlm ke lima kitab kitabnya beberapa kali berbicara tentang 'kota kota perlindungan', namun pagi ini, ketika saya membaca kitab Yosua 20 ini, mata saya diarahkan utk memperhatikan ayat 6 yg tdk dituliskan oleh Musa sebelumnya. Perhatikan sekali lagi apa yg dituliskan Yosua disini: "Ia (sang pembunuh atau orang yg berdosa) harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Maka barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri." ‎

Dptkah saudara menerima pewahyuan nubuatan ini, yg bukan kebetulan akan kita peringati di minggu ini,... sang pembunuh harus tetap dlm keadaan 'diadili' sampai imam besar mati! Siapakah imam besar kita? ‎Kitab Ibrani berulang ulang kali menunjukkan dgn terang bahwa Kristuslah Imam besar kita! Seorang berdosa yg lari ke kota perlindungan akan tetap diadili, sampai Imam Besar itu mati, tdkkah kita sepantasnya bersyukur sebab Imam Besar kita telah mati dan bangkit kembali supaya engkau dan saya tdk harus terus ada sbg terdakwa di bangku pengadilan, dituntut akibat dosa dan kesalahan kita.

Pagi ini ketika saya baca dan renungkan kitab ini, saya terkagum kagum, bagaimana mungkin Yosua bisa tahu apa yg akan terjadi ribuan tahun setelah jamannya? Hanya satu jawabannya, sebab Yosua telah naik kehadirat Tuhan, dan di hadirat Tuhan rahasia kebenaran disingkapkan baginya agar engkau dan saya mengerti pagi ini. ‎Saya dorong setiap pribadi, ambil waktu utk bersyukur dan berpuasa dlm minggu Palem ini, sebab Imam Besarmu telah mati menggantikan posisimu, sehingga engkau boleh ke kotamu dan ke rumahmu, kpd masa depanmu!

Be glad for your High Priest was dead and is alive now!
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-20 19:26:34

Kamis, 17 Maret 2016

Yosua 14:10, 13-14 "...Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati."

Pagi ini ketika saya membaca dan merenungkan kitab ini, bagaimana perjalanan hidup seorang pahlawan bernama Kaleb anak Yefune atau Kaleb bin Yefune, Roh Kudus mulai membawa saya utk memahami kebenaran ini.

Betapa luar biasanya Kaleb ini, hatinya tulus dan murni,... dia pahlawan yg berjuang bersama sama dgn Yosua, Kaleb dan Yosua sama sama berkata benar dan berkata yg benar seluruhnya ketika 12 pengintai di utus Musa masuk ke tanah Kanaan, tanah perjanjian. Hanya Kaleb dan Yosua lah yg berkata benar dari 12 pengitai itu.‎ Kalau saudara perhatikan kembali kitab kitab Bilangan, Ulangan yg menceritakan kepahlawanan Kaleb dan Yosua, ada banyak ayat ayat ketika kejujuran dan kepahlawanan mereka diceritakan, ada banyak ayat ayat yg bahkan hanya menyebut nama Kaleb tanpa Yosua. Seakan akan keduanya satu team namun Kaleb lah yg menjadi pemimpin pasukan pengintai dari team Kaleb - Yosua, dan itu sebabnya ketika team ini disebut, kadang hanya nama Kaleb yg disebutkan.
‎ 
Namun ketika posisi penganti Musa diputuskan dan jatuh kpd Yosua, Kaleb jika dia manusia ber kharakter kerdil dan berhati dengki, dia punya alasan utk marah dan kecewa, namun perhatikan apa yg terjadi dgn Kaleb, selama 45 tahun namanya seakan akan terlupakan,... bahkan janji tanah pusaka yg Musa ucapkan dihadapan Tuhan bagi Kaleb anak Yefune, itu juga dilupakan, termaksud dilupakan oleh Yosua sahabat karibnya sendiri,...

Selama 45 tahun, kira kira kalau saja Kaleb adalah seorang yg berkharakter kerdil, dia akan hidup sengsara dlm kepahitan dan pengasihan akan diri sendiri, namun lihat apa yg Alkitab tuliskan Kaleb lakukan selama 45 tahun dilupakan, di anggap tdk ada:‎

‎Yosua 14:10, 14 "Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, KARENA IA (KALEB) TETAP  MENGIKUTI TUHAN, Allah ISRAEL DGN SEPENUH HATI... ‎

‎45 tahun dilupakan, tdk dihargai, tdk diberikan apa yg dijanjikan, tdk dianggap sama sekali, namun Kaleb anak Yefune tetap kuat spt ketika berusia 40 tahun dan terlebih tetap setia mengikuti Tuhan sekalipun semua perlakuan yg dia  terima, namun Kaleb anak Yefune TETAP  MENGIKUTI TUHAN, Allah ISRAEL DGN SEPENUH HATI... , itulah sebabnya pada akhirnya janji Tuhan dinikmati sampai hari ini bagi Kaleb anak Yefune dan keturunan Kaleb, tanah Hebron di Israel direbut kembali pada perang 6 hari dari Jordania kembali kpd pusaka suku Yehuda, suku Kaleb anak Yefune!, dan bahkan setelah selesai perang Yom kippur atau Yom Kippur war di bulan Juni 1973, Hebron tetap menjadi pusaka milik anak anak Yehuda, anak anak Kaleb. Pusaka akan jatuh kpd orang orang setia yg hatinya bersih!

Smile and be more faithful - just like Caleb...‎
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-18 23:03:22

Selasa, 15 Maret 2016

Yosua 9:15-19 "... Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.
Tetapi setelah lewat tiga hari, sesudah orang Israel mengikat perjanjian dengan orang-orang itu, terdengarlah oleh mereka, bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka, bahkan diam di tengah-tengah mereka.
Sebab orang Israel berangkat pergi dan pada hari ketiga sampai ke kota-kota orang-orang itu; adapun kota-kota itu ialah Gibeon, Kefira, Beerot dan Kiryat-Yearim.
Orang Israel tidak menewaskan, sebab para pemimpin umat telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel. Lalu bersungut-sungutlah segenap umat kepada para pemimpin. 
Berkatalah pemimpin-pemimpin itu kepad!a seluruh umat: "Kami telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel; oleh sebab itu kita tidak dapat mengusik mereka."‎

Pelajaran kedua yg sangat ‎menarik perhatian saya ketika saya membaca kisah Yosua dan penduduk Gibeon adalah:

Yosua dibuat Tuhan menjadi besar dan sangat dihormati sebab dia memang manusia terhormat yg sangat menghormati sumpah atau janji! Dgn alasan apapun, Yosua dan para pemimpin Gibeon sudah mengikat janji utk setia dan tdk akan saling membunuh, sekalipun kemudian Israel merasa telah tertipu oleh orang orang Gibeon, namun janji adalah janji, tdk dapat dgn begitu saja di langgar, sebab Tuhan adalah Allah yg setia terhadap janji, dan Dia juga menghormati janji, bahkan menuntut manusia menaruh hormat terhadap janji!

Ada satu ketika dimana Tuhan dgn rela hati mendatangkan malapetaka atas Israel karena pemimpin mereka Saul tdk menaruh hormat terhadap janji:  ‎2 Samuel 21:1 "Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
Akibat kelaparan tsb, banyak korban yg jatuh dari pihak Israel, semua hanya karena Saul melanggar sumpah yg leluhurnya Yosua telah ikat dgn pemimpin Gibeon. 

Betapa sakralnya arti dan nilai yg terkandung pada satu 'ikat janji', bahkan Tuhan sendiri begitu menaruh hormat akan satu ikat janji yg dibuat diantara anak anak manusia. Tdk perduli apa alasan atau latar belakang, atau perkembangan selanjutnya dari satu janji, dihadapan Tuhan, janji adalah janji! 

Ingatkah saudara akan janji yg pernah engkau katakan? Bagaimana dgn janji setia kpd istrimu dan suamimu? Dptkah janji itu dibatalkan oleh sebab apapun? Jika Tuhan tdk sayangkan anak anak dan keturunan Saul, orang yg melanggar sumpah setia kpd anak anak Gibeon, ‎mungkinkah Tuhan memberkatimu jika engkau sedang atau hendak membatalkan janji setia kpd istri atau suamimu? Tuhan adalah Tuhan yg memegang janji. Berlakulah setia terhadap janji! Karena orang orang yg berlaku setia kpd janji, berpegang kpd sumpah sekalipun rugi, itulah yg disebut 'takut akan Tuhan '!:

‎Mazmur 15:1-4 "Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? 
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, 
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; 
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi..." 

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎‎

dibuat pada : 2016-03-18 23:02:29

Senin, 14 Maret 2016

Yosua 9:1, 3-5 "... Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, 
Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, 
maka mereka pun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali, 
dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka."‎

Kisah kesepakatan antara Yosua dan penduduk Gibeon memberikan pelajaran yg sangat berarti bagi kita semua.

Penduduk Gibeon adalah penduduk di wilayah tanah Kanaan yg seharusnya dimusnahkan ‎bersama sama dgn suku suku bangsa lainnya, namun mereka (orang orang Gibeon) berhikmat dan oleh sebab itu mereka tdk dimusnahkan. Perhatikan hikmat mereka: Yosua 9:3:
‎"...Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, 
maka mereka pun BERTINDAK DENGAN MEMAKAI AKAL..."

Penduduk Gibeon mendengar dan melihat penyertaan Tuhan yg luar biasa atas bangsa Israel, dgn hikmat yg benar, mereka memilih utk tdk melawan atau menantang Israel spt yg dilakukan bangsa bangsa lainnya.‎

Sampai hari ini, bangsa Gibeon yg kemudian kawin campur dgn orang Yahudi dikenal sbg suku ‎Falashas atau Beta Israel, yaitu bangsa keturunan Israel yg sempat ber migrasi ke Ethiopia, mereka Berkulit hitam dan berdarah Yahudi. Saat ini mereka benar benar terintegrasi dgn suku suku Israel lainnya. 
Hikmat yg dipakai kaum Gibeon yg telah menyelamatkan mereka dan bahkan membuat mereka termaksud didlm golongan penerima warisan janji Abraham adalah: 'mereka tdk menantang atau mengusik orang orang yg‎ diurapi Tuhan, itulah hikmat!'

Dlm crusade - nya yg terakhir Billy Graham sempat ditanya, apakah rahasia dari kesuksesan dan kelanggengan-nya menjadi seorang penginjil dunia yg sangat berpengaruh? Dr Graham menjawab: 'throughout the years, I keep this commitment that I do not throw the rocks - selama puluhan tahun melayani, saya simpan komitment ini, yaitu saya tdk melemparkan batu..' Ada banyak hamba hamba Tuhan besar yg lebih hebat lebih diurapi Tuhan daripada Billy Graham, yg kemudian tersandung,.. ketika diminta berkomentar atas kejatuhan tsb, Dr Graham sama sekali tdk berani mengusik hamba hamba Tuhan tsb, itulah rahasia hikmat! Bukankah itu juga yg Yesus ajarkan? Terhadap perempuan sundalpun Kristus tdk melemparkan batu, apalagi terhadap hamba hamba-Nya yg tersandung.

Belajarlah utk menahan perkataanmu dari penghakiman dan gossip, sebab itu sangat berbahaya dan dpt merusak gereja Tuhan bahkan menghancurkan hidupmu sendiri. Sebaliknya, hikmat sederhana yg dilakukan bangsa Gibeon, mereka telah berani menahan diri mereka utk menantang Israel, bangsa yg Tuhannya adalah Allah pencipta langit dan bumi, dan mereka bahkan mengikat perjanjian damai dgn bangsa Tuhan, itulah yg membuat mereka ada sampai hari ini, bahkan ikut menerima warisan janji Tuhan. 

Bukankah itu juga yg ada di Firman Tuhan spt yg keluar dari mulut Daud:‎
1 Tawarikh 16:22  "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!" ‎
‎‎
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-15 10:23:16

Senin, 7 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:‎
Yosua 5:1-3 "Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.
Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya." 
Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan..." ‎

Satu perkara yg perlu diperhatikan adalah, baru saja perkara dasyat terjadi atas bangsa Israel, sungai Yordan dibelah, artinya satu langkah lebih dekat utk Israel menguasai seluruh tanah Kanaan, tanah perjanjian, dan penyertaan Tuhan yg begitu dasyat terang terangan diperlihatkan Tuhan dihadapan bangsa bangsa, sampai bangsa bangsa itu ngeri dan ketakutan menghadapi Israel, sebab Tuhan secara langsung menunjukan keberpihakan-Nya. Lihat sekali lagi ayat 1 diatas:
‎"Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu..." 

Namun yg aneh adalah, justru ketika musuh musuh Israel ketakutan menghadapi Israel sebab kuat penyertaan tangan Tuhan, Israel sendiri diajar utk 'disunat atau bersakit sakitan'. Kenapa harus disunat saat itu? Bukankah itu kesempatan emas utk menumpas habis bangsa bangsa di tanah Kanaan selagi semangat mereka sudah patah dan ketakutan luar biasa karena pertolongan Tuhan? ‎ Bukankah dgn bersunat saat itu adalah strategy bunuh diri? Sebab Israel menjadi sangat lemah dan mudah ditumpas.

Disinilah Tuhan mulai mengajarkan umat-Nya utk merendahkan hati, justru di saat saat keberhasilan terjadi. Dgn demikian, Israel tdk dpt berbangga diri atas keberhasilan yg bertubi tubi, seakan akan semua karena dirinya sendiri yg hebat, padahal semata mata hanya karena Tuhan. 

Terlalu sering kita mendengar kesaksian orang orang yg sudah ditolong Tuhan namun sejujurnya yg dimegahkan adalah dirinya sendiri... memang nama Tuhan disebut sebut, dia berkata 'puji Tuhan! ' tapi yg dia megahkan adalah 'aku dan aku sendiri!' Acara acara ucapan syukur yg kita buat, utk siapakah semua itu? Utk Tuhan kah? Atau utk kemuliaan saya? Israel diajarkan utk bersakit sakit dan disunat supaya jika musuh musuh itu mau bergerak saat itu, Israel pasti habis, sebab mereka sudah berada diseberang sungai Yordan dan tdk bisa lari kembali ke padang gurun... Dlm keadaan letih sehabis berjalan menyebrang sungai Yordan, didepan Israel ada bangsa bangsa musuh, dibelakang Israel ada sungai Yordan yg luas, dan saat itu semua laki laki baru selesai disunat dan semua sedang merintih kesakitan, bayangkan hal itu, betapa mudahnya Israel ditumpas habis utk musuh musuhnya saat itu?... tdk kah Israel belajar utk total berserah kpd Tuhan? Sebab jika bukan Tuhan, mereka habis hari itu diseberang sungai Yordan!‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:57:23

Jumat, 4 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
‎Yosua 4:17-19 "...Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari sungai Yordan." 
Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya. 
Bangsa itu telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal sepuluh bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, di batas timur Yerikho."‎

Sering kita mendengar pernyataan yg banyak digunakan oleh hamba hamba Tuhan yg sekalipun tdk salah, tapi telah membelokan kebenaran yg sesungguhnya, yaitu: 'seorang wanita adalah tiang doa bagi suami dan keluarganya...'

Alkitab justru menekankan berkali kali, tanggung jawab Imamat itu ada di pundak suami. Tanggung jawab tsb, selain mengajarkan dan memberi contoh utk melakukan Firman Tuhan, juga dlm kisah Yosua menyebrang sungai Yordan, meliputi:

1. Pasang badan ketika bahaya itu didepan mata, bukan lari dari masalah. Kharakter banci bukan milik seorang imam, imam harus berani pasang badan, itulah yg disebut 'bertanggung jawab'. Para imam dlm kisah Yosua, tetap berdiri didlm air sungai Yordan sampai seluruh bangsa itu selesai menyebrang,... imam tdk sekedar membukakan pintu, tapi tetap ada disana sampai semua masalah selesai, jadi jika sampai sungai itu berbalik dan menghantam barisan Israel, para imam akan hanyut duluan. Para imam tdk melemparkan kesalahan kpd orang lain, itulah yg telah hilang dari diri Adam, sehingga harus dipulihkan kembali martabat dan fungsi Imamat didlm rumah tangga. Para suami, jika anakmu kurang ajar, siapa yg paling bertanggung jawab? Jika istrimu pembuat masalah dan kegaduhan, baik didlm gereja maupun dimasyarakat, siapa yg harus disalahkan? Engkau sendiri yg harus disalahkan!, spt pepatah America berkata: 'the bug stops here... kesalahan ada di saya sendiri!'

2. Para imam melakukan tanggung jawabnya dgn 'memikul tabut perjanjian' sampai seterusnya... tanggung jawab utk berdoa dan bersyafaat bukan tanggung jawab istri kita spt yg banyak digembar gemborkan, 'istri adalah tiang doa'‎. Tanggung jawab memikul 'tabut perjanjian' ada dipundak imam! Saya dorong setiap imam utk berlutut tiap pagi dan pikul tabut itu sambil diucapkan, '...Tuhan, sesuai dgn janji Mu, anak anak dan istriku akan penuh dgn takut akan Tuhan, mereka akan memiliki pengenalan akan Kristus, ajari aku supaya aku bisa mengajari mereka...' selebihnya doakan sekolah, pekerjaan, dll, tapi pikul tabut itu, ucapkan janji Tuhan bagi keluargamu, sbg contoh di Mazmur 128, dll, supaya engkau melakukan tanggung jawab imamatmu. Jgn keluar dari air sebelum semuanya selamat!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:35:11

Kamis, 3 Maret 2016

Shalom selamat pagi, coba perhatikan ayat ayat ini:

Yosua 3:14-16 "...Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai — 
maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho...." ‎

Ada satu kebenaran yg selalu dan secara konsisten dilukiskan dlm perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir:

- diperlukan tangan imam (Musa) yg terangkat sebelum terobosan atau jalan keluar melalui laut Teberau dibelah sehingga Israel dpt berjalan ditanah yg rata dan kering‎...

- diperlukan kaki para imam pada jaman Yosua utk pertama tama melangkah dan menginjakan kaki disungai Yordan sebelum terobosan atau jalan keluar melalui sungai Yordan dibelah sehingga Israel dpt berjalan ditanah yg rata dan kering...

Siapakah 'para imam' hari hari ini?‎ Alkitab berkali kali menjelaskan posisi suami yg adalah kepala dari rumah tangga, dia juga berfungsi sbg imam didlm rumah tangganya, dia lah yg harus pertama tama mengangkat tangan atau bersyafaat bagi rumah tangganya, lalu melangkah-kan kaki utk bertindak, jika dua hal ini dilakukan benar, maka pasti akan terjadi terobosan didlm hidup keluarga keluarga orang percaya.

Para suami, utk keperluan apa tanganmu terangkat? Utk memaki atau menghanjar istrimu kah? Itu yg dilakukan para pengecut diakhir jaman, jelas istrimu tdk sepadan utk menjadi partner boxingmu... atau utk berdoa bagi istrimu dan anak anakmu? Utk memeluk istri dan anak anakmu... itulah tugas imam. 
Kemana kakimu melangkah? Kpd kesenanganmu sendiri-kah? Kpd pelacuran atau perjudian... orang orang yg tdk kenal Tuhan melakukan hal hal demikian, tapi imam imam Tuhan melangkah-kan kakinya utk bekerja, mencari nafkah, membawa pulang hasilnya bagi istri dan anak anaknya dan utk berjalan menyembah Tuhan sambil memberi contoh kpd keluarganya...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:32:02

Senin, 1 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:

Yosua 2:12-13 "...Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."

Rahab yg akhirnya menjadi ibu dari Boaz yg kemudian melahirkan keturunan raja raja besar spt Daud, Salomo, bahkan Kristus sendiri, kira kira apa kelebihan Rahab dibanding banyak wanita lain sejamannya? Mengapa harus Rahab? Bukankah dia dari orang diluar Israel yg masa lalunya kelam, tapi kenapa Rahab menarik perhatian Bapa Surgawi? 

Sebab Rahab memiliki kharakter 'perduli kpd orang lain'!!!
Rahab bisa saja berkata, ok saya selamatkan kalian, tapi berikan aku upah yg banyak dan akui aku sendiri sbg bagian dari kalian (Israel), sebab memang dia sendiri yg berjasa. Rahab masih muda, dan kemungkinan besar cukup cantik, kalau tdk mana mungkin dia bisa jadi perempuan sundal, dia bisa segera memulai hidup baru dibangsa yg baru dgn uang yg banyak tanpa seorangpun tahu siapa dia dahulunya... Tapi bukan itu yg dipilih Rahab, dia memilih utk 'perduli kpd sanak saudaranya bahkan 'orang orang mereka', artinya siapa saja yg mereka kenal. Rahab tdk takut malu kalau masa lalunya ketahuan banyak orang, dan buktinya memang ketahuan, bahkan Yosua sendiri tahu siapa Rahab, dan ditulis dilm kitabnya, ribuan tahun silam, Matius juga tahu siapa Rahab dulunya, tapi dia tdk perduli, dia lebih perduli kpd keselamatan orang lain daripada boroknya dimasa lalu, dia sangat terbuka dan jujur, bukankah itu luar biasa? Mungkin saya bayangkan saat itu Rahab membuat rumahnya penuh sesak dgn orang orang yg akan dia bawa utk diselamatkan bersama dia, bukankah ini hati seorang misionaris? Dia tdk mau selamat sendirian, dia ajak satu kampung berdesak desakan dirumahnya, mungkin dia adakan pesta sehingga banyak orang dtg, masuk, dijamu, baru setelah semua didlm rumah, dia buka rahasia, 'dengar saudaraku, kita semua akan selamat..., jika kita tetap tinggal di rumah ini!'

Mungkinkah kharakter spt itu yg begitu ‎menyentuh hati Bapa Surgawi sampai sampai seorang perempuan sundal masuk dlm silsilah keturunan raja raja besar bahkan Kristus sendiri?

Kapan terakhir kali engkau buka rumahmu, memberi makan orang lain, dan cerita tentang Dia, dgn berkata: '...dengar saudara, semua kita akan selamat, sebab saya sendiri telah menerima janji dgn sumpah itu, dan janji itu berlaku buat semua orang yg ada dlm rumahku...'?

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I. ‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:24:35