Morning Dew

Senin, 7 November 2016

Ayub 31:1, 5-10, 13, 16-17, 19, 21, 39-40
"Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? 
Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya, 
biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah. 
Jikalau langkahku menyimpang dari jalan, dan hatiku menuruti pandangan mataku, dan noda melekat pada tanganku, 
maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah tercabut apa yang tumbuh bagiku. 
Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di pintu sesamaku, 
maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia. 
Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan, ketika mereka beperkara dengan aku, 
Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, 
atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya 
jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, 
jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, 
jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya, 
maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub..." ‎

---> ayat ayat diatas adalah sebagian kata kata pembelaan Ayub terakhir didlm episode percakapannya dgn ke tiga sahabatnya ketika Ayub sedang mengalami tekanan dan sengsara besar dan sebelum Tuhan pada akhirnya menjawab Ayub...

Sebetulnya perkataan Ayub yg terakhir ini adalah lukisan dari bukti nyata tentang pagar pagar yg ada disekitar hidup Ayub yg kalau boleh saya rangkumkan, itulah aroma takut akan Tuhan yg memagari hidup Ayub, coba lihat sekali lagi:

- bagi mata Ayub, ‎ada pagar yg dia jaga:
‎"Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?..."

- bagi lidah Ayub, ada pagar utk tdk berucap dusta:
"‎Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah ke tipu daya, ‎biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah..."

- bagi ‎kaki Ayub, ada pagar batas utk melangkah dijalan jalan kebenaran:
‎Jikalau langkahku menyimpang dari jalan,... ‎maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah tercabut apa yang tumbuh bagiku." ‎

- bagi‎ hati Ayub, ketulusan dan kemurnian selalu memagari hatinya:
"Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di pintu sesamaku, maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia." ‎

- bahkan bagi ‎uang dan hartanya sendiri, ada pagar bagi Ayub, inilah pagarnya:
‎"Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan,...‎
Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya... ‎
jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, 
jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, 
jikalau aku memakan habis hasilnya dengan tidak membayar, dan menyusahkan pemilik-pemiliknya, 
maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub..." ‎

‎Itulah takut akan Tuhan... ada pagar disekeliling hidup kita...

Adakah pagar pagar yg tdk akan pernah engkau langgar disekeliling aspeck hidup mu? Kemarin malam saya melihat satu movie berjudul 'Hacksaw Ridge' Jika saudara ingin melihat secara nyata apa arti takut akan Tuhan yg menjadi motor dari conviction atau keteguhan hati seorang manusia, segera nonton film tsb... saat saat ini sedang ditayangkan di cinema cinema, ajak anak anak saudara utk melihat kisah nyata tsb yg dilukiskan didlm bentuk hiburan di layar lebar.

Keep on walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-06 18:41:34

Jumat, 4 November 2016

Ayub 30:16, 20
"...Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku; hari-hari kesengsaraan mencekam aku. 
Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku." ‎

Bukan saja Ayub tdk dpt merasakan Tuhan didlm hidupnya... didlm penderitaannya, namun bahkan semua pandangan theology yg pernah dia ketahuinya tdk mampu menolongnya... dia bahkan berteriak teriak minta tolong kpd Bapa,... namun Ayub tdk mendapat jawaban...‎. Namun perhatikan satu kalimat yg Ayub selipkan di rintihannya di ayat 20: ‎
"...Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku." ‎‎

---> Ayub berkata: '‎aku berdiri menanti...' utk apa Ayub tetap berdiri menanti? Bukankah dia tdk temukan Tuhan diTimur, barat, selatan dan utara? Bukankah ketika Ayub berseru seru minta tolong, Tuhan tdk menjawab? Kenapa Ayub tetap berdiri menanti?

Inilah satu pelajaran penting buat kita pagi ini, KENALI KHARAKTER BAPA kita! Itulah modal yg sangat penting. Dari ketujuh Roh Allah yg dilukiskan oleh kitab Wahyu dan kitab Yesaya, salah satunya adalah Roh Pengenalan akan Tuhan, inilah kekuatan utk bertahan, inilah energy yg memompa dan membuat kita bisa terus teguh dan bertahan bahkan tetap mampu berjalan sekalipun melewati badai...

Ayub tdk melihat Tuhan... Ayub berteriak namun tdk mendengar jawaban... bukti bukti yg terjadi di hidupnya bersaksi bahwa Tuhan seakan sedang meninggalkan dan bahkan memusuhi Ayub, namun Ayub didlm dasar hatinya mengenal kharakter Tuhan nya... Ayub memilih utk tetap memegang teguh pengenalannya akan kharakter Bapanya... akal sehat Ayub berkata, Tuhan tdk adil! Tapi pengenalan akan Tuhan didasar hati Ayub berkata Tuhan itu adil dan benar... ketika kenyataan bertabrakan dgn imannya yg didorong oleh pengenalan akan Allah, Ayub memilih diam tapi tetap berdiri menanti... Ayub tetap memegang pengenalan akan Allahny‎a.

Tahun 1989, terjadi satu gempa berkekuatan 7 scala richter yg menghancurkan satu bangunan sekolah, menguburkan seluruh anak anak dan guru yg sedang belajar saat itu. Ada seorang anak bernama Joseph yg tekurung dibawah puing puing bersama 4 orang temannya. Joseph menguatkan hati teman temannya dgn berkata: 'papahku berjanji akan jemput aku pulang sekolah... kita tenang saja, semua kita pasti selamat, karena papah tdk pernah ingkar janji.‎

Baru setelah 36 jam kemudian Joseph dan keempat temannya bisa diselamatkan... semua regu penyelamat sudah putus asa... semua berkata tdk ada yg hidup setelah sekian lama dibawah puing, tapi papah Joseph tdk tertidur sedikitpun, terus menerus dia memanggil manggil nama anaknya, setelah lewat jam ke 29, papah Joseph mendengar rintihan anaknya dgn suara sangat jauh dan sangat lemah... 'papah... aku disini bersama teman teman...' dgn modal suara itulah, regu penyelamat bekerja sepanjang malam utk membongkar reruntuhan yg menghimpit anak anak tsb...

Pengenalan akan kharakter bapanya telah menyelamatkan Joseph, ... pengenalan akan kharakter Bapanya juga telah menyelamatkan Ayub.

Kenalkah engkau akan kharakter Allahmu?
Berdoa pagi ini, minta Roh Kudus utk memberikan kita Roh Pengenalan akan Tuhan. 

Smile it's Friday! Go on the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-11-03 20:45:21

Kamis, 3 November 2016

Ayub 23:1-3, 8-12
"...Tetapi Ayub menjawab: 
"Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 
Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 
Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 
di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 
Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 
Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 
Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya..."

Spt yg pernah kita renungkan beberapa waktu lalu, coba kembali lihat keadaan jiwa Ayub ketika tekanan terasa begitu berat... tapi dari semua penderitaan, tdk ada yg lebih berat dari pada penderitaan dimana perasaan dan seluruh jiwa Ayub bersaksi melawan Tuhan... Ayub selama ini percaya bahwa Tuhan tdk pernah meninggalkannya... Tuhan selalu menyertai orang benar... namun justru ketika tekanan menjadi begitu berat,... jiwa Ayub sendiri bersaksi bahwa Tuhan tdk ada disekitarnya... perhatikan ayat 8 & 9 sekali lagi:‎
"...Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia..." 

Spt anak kecil yg luka berdarah akibat jatuh, menangis berteriak cari papah... tapi papah tdk ada disekitarnya... dia lari ketimur... papah tdk ada, dia berjalan kebarat, disana papah juga tdk ada, dia menengok ke utara tapi tdk dilihatnya papah, diselatan juga papah tdk ada... penderitaan anak tsb bukan luka dikakinya, tapi kondisi papah yg tdk ada disekitarnya...

Ada satu anak Indonesia teman anak saya yg kuliah di George Washington University, beberapa waktu lalu orang tuanya bercerai,... kemudian papahnya menikah lagi dan karena satu dua hal, papahnya tdk lagi bersedia membayar biaya kuliah dan hidupnya di Washington DC... sikap anak tsb menjadi aneh dan tdk lazim spt anak anak lainnya, sebab dia bingung... jiwanya goncang, masa depannya suram... 

Betapa setiap anak perlu papah... setidaknya ada pribadi yg dianggap sbg papah yg bisa menjadi tempat bersandar... bagi Ayub, papah adalah Bapa di Surga... namun justru saat dia tertekan, papah tdk ditemukan,... jiwanya tdk bisa merasakan Tuhan disekitarnya...

Dlm keadaan spt itulah, Firman yg adalah Tuhan sendiri (Yohanes 1:1) menjadi satu satunya pegangan Ayub... Firman atau perkataan bibir Tuhan itulah satu satunya yg dipegang Ayub, dan Firman itulah yg disimpan didlm sanubari Ayub, didlm roh Ayub... saudara lihat itu? Ketika jiwanya tdk lagi mampu mendeteksi dan menangkap hadirat Tuhan, maka Firman itu masuk lebih jauh sampai kedlm roh... ("..Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya..."‎ Ayub 23:12).
Disitulah tempat yg paling aman utk menyimpan hadirat Tuhan, dan Perkataan Tuhan, didlm roh manusia, didlm dasar hati kita.‎ Bukankah Daud mengatakan:  di Mazmur 119:11 "...Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."

Pelajaran hari ini, ketika jiwamu bersaksi melawan Firman Tuhan yg selama ini engkau mengerti, ketika perasaanmu tdk dpt merasakan Tuhan, ketika pikiranmu tdk dpt menerima pekerjaan Tuhan, ... tetap diam dan bersyukur,... pegang betul perkataan Firman Tuhan, sebentar lagi Firman itu akan meresap ke dlm dagingmu, masuk menembus jiwamu, sampai berkuasa dan mempengaruhi seluruh hatimu dan memerintah didlm roh mu... spt daging yg direndam, being marinated... sampai rasa bumbu itu mempengaruhi rasa daging, sampai kelembutan daging dipengaruhi oleh bumbu bumbu tsb... Itulah yg Firman Tuhan sedang kerjakan didlm dirimu.

Smile and keep giving thanks while taking the Journey to Perfection.
Jesus loves you and so do I .

dibuat pada : 2016-11-02 20:19:45

Rabu, 2 November 2016

Ayub 22:1, 3, 5-10
"...Maka Elifas, orang Téman, menjawab: 
Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh? 
Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan? 
Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu, dan merampas pakaian orang-orang yang melarat; 
orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan, 
tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya. 
Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan. 
Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba." ‎

---> Perhatikan degradasi dari pada dosa,... awalnya teman teman Ayub dtg seakan akan ingin menunjukan rasa simpatik terhadap sahabatnya, Ayub. Kemudian kepura puraan tsb berkembang menjadi sindiran, sindiran ketika di bicarakan terus menerus menjadi kebencian, pada akhirnya kebencian berkembang menjadi fitnahan yg busuk,... bukankah perkataan Elifas sahabat Ayub di Ayub 22 lebih tepat disebut 'FITNAHAN' dari pada nasehat? Kenapa bisa sedemikian jauh bertumbuhnya dosa dihati manusia?

Tuhan tahu benih benih apa yg ada di hati sahabat sahabat Ayub... Tuhan sengaja membiarkan benih benih itu tumbuh agar sahabat sahabat Ayub mengenali isi hati mereka sendiri. Jadi bukan utk keperluan Tuhan semua itu terjadi, tapi justru agar sahabat sahabat nya mengenali sendiri benih apa yg di simpan didlm hati mereka...

Coba bayangkan, awalnya tampak baik, dtg utk menghibur, bukankah itu mulia? Tapi mereka sendiri tdk sadar bahwa ada iri hati, ada benih benih dosa dan kebencian yg mereka simpan terhadap Ayub... ketika benih dosa itu dibiarkan hidup dan bahkan dipupuk, maka tumbuh dan menjadi besarlah benih dosa tsb,... akibatnya kebencian membuahkan buah yg matang yaitu fitnah yg busuk.

Saudaraku, sadari bahwa dihati kita seringkali ada 'benih benih dosa' yg tdk kita lihat, kenali sedini mungkin ketika baunya mulai keluar, ketika bentuknya mulai muncul, sedapat mungkin, cabut sampai keakar akarnya ketika engkau sudah mengenali benih benih dosa tsb... Benih itu ditabur oleh musuh musuh, dlm hal ini oleh orang orang disekitar kita yg rela dan siap dipakai iblis utk menabur kebencian lewat 'ngobrol ngobrol ringan'... atau 'lewat pertemanan atau persahabatan yg salah'. Jika orang yg biasa engkau bergaul benci atau tdk suka kpd satu orang, hampir hampir pasti dia akan bicara negatif tentang orang yg dia benci kpdmu... itulah benih dosa yg sedang dia taburkan... semakin sering engkau mendengar gossip spt itu, semakin banyak benih benih kebencian yg ditaburkan dihatimu...lewat waktu, lewat peristiwa, jika benih itu tdk disingkirkan, benih itu akan tumbuh dan engkau akan membenci orang yg dibenci temanmu, sekalipun engkau tdk pernah diperlakukan salah oleh orang tsb atau tahu secara pribadi kesalahan temanmu tadi... itulah benih yg sudah tumbuh!‎

Apa yg bisa kita lakukan utk menjaga hati kita bersih? Perhatikan nasehat Firman Tuhan melalui Paulus di Kisah Para Rasul 7:51 "Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu..."

2 hal yg Paulus nasehatkan, :
1. Sunat hatimu
2. Sunat telingamu.
 Sunat hati bicara tentang perasaan, pikiran, pendapat dan pandangan yg harus terus menerus dipotong dan diselaraskan dgn Firman Tuhan. 
Sunat telinga berbicara tentang memilih apa apa dan siapa siapa yg sepantasnya engkau berikan telinga dan perkataan apa yg harus engkau tinggalkan utk didengarkan. Kadang ada perasaan tdk enak atau sungkan utk meninggalkan pencemooh, tapi lebih baik ditinggalkan daripada hatimu menjadi kotor... kadang kita bisa kehilangan seorang teman yg sering membantu kita, itulah pilihan yg harus kita ambil. Jgn keliru dlm hal ini, yg bertanggung jawab utk menjaga hati kita adalah kita sendiri, bukan Tuhan, ingat apa yg ‎Amsal 4:23 katakan: "...Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ‎

Smile and give thanks while taking the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-11-01 20:28:03

Selasa, 1 November 2016

Ayub 19:1-6
"...Tetapi Ayub menjawab: ‎
"Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 
Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku. 
Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu. 
Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku, 
insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku..." ‎

---> Satu hal yg sulit utk dimengerti dan diterima akal sehat, kenapa sahabat sahabat Ayub begitu gencarnya menyalahkan dan menyudutkan Ayub... mereka bahkan sampai 10 kali menyalahkan dan menekan Ayub... Kenapa mereka lakukan spt itu kpd seorang sahabat? 

Lebih jauh lagi, jika kita perhatikan perkataan sahabat sahabat Ayub, ternyata perkataan mereka sebenarnya tdk salah... Pandangan theology yg mereka percayai sebenarnya tdk keliru dan sangat Alkitabiah, bukankah memang Tuhan itu adil... Tuhan membalas orang benar dgn kebajikan-Nya... tdk pernah orang benar di tinggalkan-Nya...
Itulah yg mereka mengerti dan itulah juga yg mereka katakan kpd Ayub, bagaimana hal itu bisa dianggap salah?

Disinilah terjadi process pendewasaan... sahabat sahabat Ayub dan Ayub sendiri juga tdk pernah tahu apa yg terjadi ketika Tuhan merancangkan sesuatu tentang Ayub diatas sana... itulah yg disebut kedaulatan Tuhan... Banyak hal tdk kita mengerti sebab pikiran kita terbatas, sangat terbatas utk mengetahui semua jalan pikiran Tuhan. Ada perkara yg terlalu berat bagi kita, ada gunung yg terlalu tinggi utk didaki, berdoalah spt Daud berdoa: ‎
"...‎Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! ‎Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku..." ( Mazmur 61:1-2)

Karena sadar bahwa pikiran, perasaan dan emosi kita terbatas utk mampu menyelami kedalaman hikmat Tuhan, maka terkadang berdiam diri dan menanti nantikan Tuhan sambil mengucap syukur adalah sikap yg paling mulia dan benar.‎ Itulah yg gagal dilakukan oleh teman teman Ayub. 

Asaf juga pernah mengalam keadaan yg 'membingungkan akal sehatnya', Asaf melihat Tuhan tdk berlaku adil terhadap orang benar dan orang fasik... namun ketika dia berseru seru, Surga hening... sampai akhirnya Asaf. Berkata: "...Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku..." (Mazmur 73:21-23) ‎‎

Pelajaran bagi setiap kita, belajar utk lebih lagi mengucap syukur dlm setiap perkara yg kita hadapi,... kadang sulit utk dpt diterima dgn akal sehat, biarkanlah tangan Sang Pencipta itu menyulam 'pengenalan akan Tuhan' jauh lebih dlm lagi di hati kita, sampai cinta akan Tuhan itu terukir didlm roh kita, sehingga kita dpt mengasihi Tuhan dgn segenap roh, segenap jiwa dan dgn segenap tubuh kita. ‎

Sudahkah engkau mengucap syukur pagi ini? Tuhan itu baik, Bapa kita baik, layaklah kita bersyukur kpd Nya...
Keep up the good works while walking in the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-31 20:57:36

Senin, 31 Oktober 2016

Ayub 13:17-18, 23-24
"Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku. 
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar. 
Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu. 
Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?" ‎

---> Ayub dlm tekanan yg begitu berat, jiwanya berubah ubah dari 'bingung' spt yg dia ungkan dia Ayub 13 diatas, dimana dia bertanya kpd Tuhan: '...apa salahku?... apa dosaku? Sehingga tanganMu begitu kuat menekanku?... Sampai Ayub berubah keadaan jiwanya dari bingung kepada 'pasrah'‎, perhatikan doa doanya sekarang:
‎Ayub 14:13, 16-17 "... Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula! 
Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku; 
pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa..."‎

---> Dgn kata lain, kalau harus mati ya matilah... kedlm tangan Tuhan yg adil aku berserah... spt itulah sekarang doa Ayub, karena pikirannya, yg ada didlm jiwa tdk lagi mampu memahami jalan jalan Tuhan,... sehingga yg bisa dia lakukan hanyalah berserah.

Namun yg menarik disini adalah, sedemikian jauh 'Roh Tuhan' bergerak didlm jiwa Ayub, berpindah pindah dari perasaan kpd pikiran, sampai pikiranpun tdk mampu lagi menyelami, kemudian Roh TUHAN mulai meresap kedlm roh Ayub, dimana Ayub mulai 'berserah', atau mau mati ya matilah... selama tetap dlm tangan Tuhan..., tapi sahabat sahabat Ayub tetap degil... mereka terus menerus menyalahkan Ayub! Kenapa sikap mereka demikian? Coba perhatikan perkataan salah satu sahabat Ayub:‎

Ayub 15:1-6 "Maka Elifas, orang Téman, menjawab: 
"Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin? 
Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah? 
Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah. 
Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih. 
Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau."‎

‎---> inilah pelajaran penting bagi setiap pribadi yg rindu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Firman Tuhan berkata di dlm Amsal 17:17 : "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."
‎Ada qualitas penting yg tdk bisa hilang didlm arti kata 'sahabat', yaitu "kasih dan persaudaraan", itulah 2 kata utama sbg bahan baku utama menjadi seorang sahabat. Dlm bahasa English ada kata: 'benefit of the doubt' yg kurang lebih artinya 'memberikan hak istimewa utk meragu ragukan', contohnya, jika saya mendengar sahabat saya di katakan orang lain telah berbuat begini dan begitu, didlm dasar hati saya, yg pertama tama timbul adalah 'benefit of the doubt atau hak istimewa yg saya spontan berikan kpd sahabat saya utk meragu ragukan tuduhan tsb...' itulah sahabat. Semua itu bisa terjadi sebab bahan baku utama persahabatan adalah kasih dan persaudaraan... didlm kasih kita tahu bahwa 'kasih menutupi segala sesuatu....' didlm persaudaraan karena sahabat saya itu saudara dgn saya, satu darah dgn saya, maka jika keburukan itu terjadi dgn dia, sayapun ikut andil didlm keburukan tsb...

Tuhan sangat perduli utk gereja-Nya menjadi sahabat sahabat bagi satu sama lain, bukan spt yg sahabat Ayub lakukan, yg hanya bisa menambah beban bagi penderitaan Ayub. Pelajaran penting bagi kita semua hari ini adalah, jadilah seorang sahabat bagi orang lain yg siap memikul beban sahabat mu... menopang ketika dia jatuh... memberi semangat ketika sahabatmu lemah dan letih... memberi air utk dia minum ketika dia haus... memberi pundak utk dia menangis dan pelukan utk memberi semangat... Simon Kirene tdk pernah menyangka bahwa kerelaannya utk memberi pundaknya membantu memikul salib Kristus telah membuat namanya tertulis didlm kitab kitab Injil dan KITAB KEHIDUPAN!!!, Simon orang Kirene hanya sekedar 'menjadi sahabat' pada saat yg paling tepat, ketika semua sahabat sahabat yg juga murid-murid Kristus lari bercereran menyelamatkan diri masing-masing... Simon Kirene ada disana dan rela memberikan pundaknya bagi sahabat. Bersediakan engkau menjadi sahabat bagi Yesus? Memberi pundakmu bagi Dia?  "...Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu telah melakukannya juga untuk Aku."  (Matius 25:40)  ‎

Lakukanlah utk orang lain... jadilah sahabat bagi orang lain, dgn demikian engkau melakukannya bagi Kristus...

Smile and keep walking in the Journey to Perfection ‎
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-31 00:42:38

Jumat, 28 Oktober 2016

Ayub 10:1-3
"Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku. 
Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. 
Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik? ..."‎

---> ketika saya membaca dan merenungkan penderitaan Ayub, sejujurnya saya bertanya tanya, bagaimana sebenarnya perasaan Tuhan ketika Ayub yg tdk bersalah itu berseru seru kpd Tuhan meminta keadilan Tuhan ‎?... sbg Bapa yg baik, bagaimana perasaan-Nya ketika anak-Nya yg tdk bersalah itu menangis kebingungan?...

Dlm kesemuanya inilah saya melihat bagaimana tangan Bapa di Surga menuntun Ayub utk lebih mengenal kharakter Bapa-nya... sekalipun Ayub tdk bersalah, selama ini Ayub mengenal Bapa Surgawi dgn banyak keterbatasan... Ayub selama ini beranggapan bahwa hukum timbal balik itu berlaku mutlak didlm hidup manusia. Jika saya begini pasti hasilnya begitu... jika saya tdk berbuat salah, pasti saya diberkati...

Coba bayangkan sebentar kebenaran ini, jika itu yg terjadi, buat apa kita perlu Tuhan? Sebab semua ditentukan sendiri oleh saya... saya begini, pasti akan terjadi begitu... Tuhan hanyalah sekedar mengikuti tindakan saya, tdk ada bedanya dgn Computer, jika saya masukan data spt ini, pasti keluarnya hasil spt itu...‎ Itulah pandangan Ayub, coba lihat lagi keluhan Ayub ini: ‎
Ayub 13:17-18, 23 "Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku. 
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar. 
Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu." ‎

Melalui penderitaan dan tekanan, Tuhan menyatakan kharakter-Nya kpd Ayub, Tuhan lah perancang dan pengatur perjalanan hidup manusia,... jika ada hal hal yg tdk kita mengerti, bukan berarti kita langsung memiliki hak utk menantang kedaulatan-Nya, tapi justru didlm semua itu, Tuhan mau kita belajar utk rendah hati dan bisa menerima process yg sedang Tuhan kerjakan didlm diri kita. ‎

Namun bagaimana dgn perasaan Bapa ketika Ayub berteriak teriak kebingungan memohon keadilan Tuhan? 

Dlm hal inilah saya menemukan kedlman hati Bapa, sbg Bapa yg baik, Tuhan jauh lebih peduli agar kita anak anak-Nya utk bertumbuh didlm pengenalan kita akan Tuhan dari pada mementingkan perasaan-Nya sendiri. Seandainya saya adalah Tuhan, maka sbg bapa yg tdk sempurna, saya akan mementingkan perasaan saya sendiri,... karena tdk tahan mendengar jeritan anak saya dan melihat keluh kesah anak saya, saya akan bertindak... namun tdk demikian dgn Bapa di Surga...Dia lebih perduli agar kita anak anak-Nya bertumbuh dan mengenal Dia dgn benar, sementara Dia rela mengesampingkan perasaan-Nya sendiri... itulah hati Bapa Surgawi. 

Belajarlah utk bertumbuh didlm pengenalan kita akan Tuhan...

Greetings from Cirebon, in the journey to Temanggung,...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-27 20:06:39

Kamis, 27 Oktober 2016

Ayub 4:1, 12-17
"...Maka berbicaralah Elifas, orang Téman: 
Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya, 
waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang. 
Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar. 
Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku. 
Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar: 
Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?" ‎

---> Hari ini kita akan belajar satu manifestasi dari perkataan bibir. Kita sudah melihat bahwa apa yg keluar dari bibir kita, sesungguhnya berasal dari dalam hati. Coba perhatikan nasehat Elifas seorang sahabat Ayub. Jika saudara perhatikan keseluruhan pasal 4 dari Kitab Ayub, maka saudara akan melihat 'alasan atau sumber' dari hikmat perkataan Elifas, dari mana Elifas mendapatkan hikmat utk semua nasehat yg dia sampaikan kpd Ayub, yg sesungguhnya bukan nasehat namun lebih tepat dikatakan penghakiman yg dia sampaikan kpd Ayub. Lihat dan perhatikan kembali ayat 12-16: "...Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya, 
waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang. 
Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar. 
Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku. 
Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:..."

Saya melihat 2 kemungkinan yg terjadi dlm hidup Elifas, e‎ntah dia 'tdk mengenal TUHAN atau tdk dia benar benar tdk memiliki hubungan yg baik dgn Tuhan'. Sehingga sumber hikmatnya berasal dari 'suatu roh melewati dia... Dan tegaklah bulu romanya... rupanyapun tdk dikenalnya.' saudara lihat itu? Itulah pengakuan Elifas dari mana sumber hikmat dan perkataannya berasal, dari satu roh yg lewat... yg tdk dia kenal... dan roh itu 
‎membisikannya perkataan perkataan yg kemudian dia teruskan kpd Ayub yg sptnya nasehat, tapi sebenarnya penyesatan.

Ini pelajaran penting bagi setiap 'counsellors' yg sering melakukan counselling‎ juga setiap hamba hamba Tuhan, dan tentunya setiap orang tua yg selalu memberi nasehat dan arahan kpd anak anaknya. Jika hubunganmu dgn Tuhan hanya sebatas superficial atau tdk pernah engkau anggap serius dan penting, maka nasehat nasehatmu akan bersumber dari tempat lain yg bukan Tuhan. Bahkan bagi seorang hamba Tuhan besar sekalipun, penyesatan penyesatan terjadi karena tdk pernah sungguh sungguh menganggap hubungan dgn Tuhan adalah sesuatu yg berharga dan penting... beberapa kali kita temukan, hamba Tuhan menghalalkan segala cara utk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri, setelah ditegur, segala macam alasan termaksud yg nyerempet alkitabiah pun dia sampaikan... ada seorang hamba Tuhan di America yg menceraikan istrinya dan menikah dgn seorang laki laki dan diatas mimbar dia katakan, kita memasuki era yg berbeda... dia mendengar 'bisikan roh' utk naik ke tingkat yg lebih tinggi lagi, itu sebabnya dia lakukan apa yg dia baru saja umumkan... saudaraku, jika tindakan tindakan hamba hamba Tuhan tsb mungkin menjijikan buat saudara, bagaimana dgn kita? Perkataan bibir spt apa yg keluar dari mulut kita? Sesuaikah itu dgn Firman Tuhan? Atau engkau sama sekali tdk perduli itu sesuai atau tdk, selama engkau nyaman, maka engkau akan kerjakan dan katakan hal itu? 

Pelajaran penting bagi setiap anak anak Tuhan hari ini adalah, pastikan engkau memiliki hubungan yg benar dgn Tuhan Allah mu, sehingga engkau dpt membedakan suara Tuhan atau suara 'roh lewat'. Hal kedua yg bisa menjadi patokan bagi kita adalah,... bisa juga sebenarnya itu suara hati kita sendiri yg 'menipu atau yg berusaha mencari alasan menutupi kesalahan atau kelemahan kita.' Coba perhatikan ayat ayat ini: ‎
‎‎Ayub 6:22-27 "Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu, 
atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim? 
Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. 
Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? 
Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin? 
Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan..." ‎

Ayub seorang yg saklek, yg bicara tanpa tedeng aling aling,... ternyata Elifas adalah pribadi yg kikir... terhadap anak yatim saja dia kikir apalagi terhadap Ayub... kekikiran Elifas telah membuat dia mencari alasan utk menasehati, menyalahkan atau menegur Ayub sehingga hartanya tdk perlu dia keluarkan utk membantu sahabat yg sedang susah... 

Tahukah saudara, sampai akhir episode kitab Ayub, berkat atas sahabat sahabat Ayub tdk pernah turun sampai mereka melakukan 2 hal:
1. Mengakui kesalahannya dlm berbicara dan minta maaf...
2. Berbagi dgn Ayub...

Smile and keep on walking in the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-26 19:01:47

Rabu, 26 Oktober 2016

Ayub 3:1-4
"Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya. 
Maka berbicaralah Ayub: 
"Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. 
Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya."‎

---> Hari ini kita akan belajar kekuatan yg dimiliki oleh anak anak Tuhan yg cintanya kpd Tuhan-nya telah berakar begitu dlm. ‎Firman TUHAN mengajarkan kita utk mengasihi Tuhan Allah kita dgn segenap hati (segenap roh kita), segenap jiwa, dan dgn segenap kekuatan kita (segenap tubuh kita). Kenapa ketiga aspek dari kemanusiaan ini penting utk mengasihi Tuhan? Sebab jika tdk demikian, maka kadar cinta kita kpd Tuhan akan mudah luntur... 

Dlm tekanan yg begitu berat, Ayub digerogoti tubuhnya dgn sakit penyakit, kekuatannya dari tubuh mulai merosot,... akan ada waktunya bagi setiap anak anak Tuhan sekalipun, tubuhmu tdk akan mampu lagi utk terus mengasihi Tuhan, sekalipun engkau mau... ketika kita terbaring sakit, sekalipun kita mau membawa tubuh kita utk menyembah Tuhan, namun kita tdk mampu lakukan,... itulah keterbatasan t:ubuh.

Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran, dan kehendak. Ada juga waktunya dimana kita akan 'merasa Tuhan tdk ada didekat kita'. Kita merasa ditinggalkan, dilupakan,... ada saatnya pikiran kita kalud karena tekanan pergumulan yg begitu berat. Tidak sedikit orang yg takut akan Tuhan pun merasa lebih baik mati dari pada hidup menghadapi tekanan yg terlalu berat, itulah sebabnya Ayub di kitab Ayub pasal 3 ini memulai keluhan keluhannya dgn 'mengutuki hari kelahirannya sendiri...' 
Ayub bukan satu satunya hamba Tuhan yg karena tekanan begitu berat telah mengutuki hari kelahirannya sendiri, Yeremia salah satu nabi besar itupun juga telah melakukan hal yg sama. Di kitab ‎Yeremia 20:14-15 dituliskan: "...Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! 
Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: "Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!" yang membuat dia bersukacita dengan sangat."

Bayangkan jika hamba hamba Tuhan itu, spt Ayub atau Yeremia hanya mengasihi Tuhan sebatas 'jiwa mereka', ketika tekanan begitu berat, ketika mereka 'tidak mampu merasakan Tuhan', atau jika perbuatan dan campur tangan Tuhan tdk masuk akal lagi, maka jika cinta kita hanya sebatas jiwa, sebatas perasaan atau pikiran semata mata, ‎pada saat spt itu, kita akan pasti menyangkal Tuhan. (bagi yg belum baca, saya sangat sarankan saudara membaca buku karangan Dr James Dobson yg berjudul 'When God doesn't make sense - ketika Tuhan tdk masuk akal'). 

Itulah sebabnya cinta kita kpd Allah kita perlu dibawa lebih dlm lagi sampai roh kita manunggal dan mencintai Allah kita, mengasihi Tuhan dgn segenap hati kita. Sehingga ketika jiwa kita lemah, sama spt Daud, roh nya bisa memerintahkan jiwanya utk bangkit kembali dan memuji Tuhan. Mazmur 103:1 "Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!..." ‎

‎Belajarlah utk mengasihi Allah kita dgn segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan atau tubuh kita.

Smile and keep on walking in the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-25 19:14:18

Selasa, 25 Oktober 2016

Ayub 2:3-5, 9-10
"Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan." 
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. 
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."‎

---> Serangan beruntun ke dua yg iblis kerjakan dlm diri Ayub adalah menyerang tubuhnya, menyerang kesehatannya. Namun dlm hal inipun, sama spt ketika semua harta bendanya diserang habis, Ayub telah menang... Dari dua serangan beruntun ini, dpt dipastikan bahwa Tuhan bagi Ayub itu lebih berharga daripada harta dan juga lebih bernilai daripada kesehatan atau nyawa sekalipun...

Coba renungkan kembali apa yg iblis katakan kpd Tuhan tentang bagaimana Ayub akan dpt menyangkal Tuhan :
Ayat 4&5: "... ‎Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. 
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." ‎
---> iblis memiliki pemahaman bahwa 'hukum timbal balik' spt yg agama ajarkan adalah sikap seorang anak Tuhan spt Ayub. Kitab ‎taurat di Imamat 24:19-20 mengatakan: "Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya."

Dgn demikian ketika iblis ditanya Tuhan, iblis langsung berfikir dan menjawab, kulit ganti kulit, jika tubuh Ayub di buat sengsara setengah mati, pasti dia akan menyangkal Tuhan dan menuntut keadilan Tuhan. 

Bukankah ada terlalu banyak 'orang percaya' yg bersikap spt yg iblis bayangkan? Baru kena sengsara sedikit, langsung hitung hitungan dgn Tuhan... saya sudah setia, saya sudah beribadah, saya sudah melayani, saya sudah mengembalikan persepuluhan dll... kenapa saya begini?

Saudaraku, dengarkan satu kebenaran ini, jgn sekedar hidup berdasarkan hukum tabur tuai. Banyak hamba hamba Tuhan mengiming imingkan jemaat utk diberkati dgn memberi lebih banyak, dgn alasan hukum tabur tuai. Sekalipun itu tdk salah, tapi itu sangat kanak kanak dan hanya akan membuat kharakter mu menjadi kerdil! Bergerak maju... jadilah dewasa... beri karena engkau mencintai Tuhan mu... karena engkau mengenal kata tanggung jawab... Ketika saya kanak kanak, saya pelit utk berbagi permen yg ada ditangan saya, kecuali kalau permen itu ditukar dgn yg lebih banyak... sekarang saya sudah punya anak, jika sikap yg sama saya tunjukan, maka sengsaralah istri dan anak anak saya... belum lagi ketika Tuhan percayakan jemaat jemaat, jika sikap hati saya selalu menganut faham 'timbal balik' maka tdk akan mungkin rencana Tuhan yg besar digenapi didlm hidup kita.‎

Hari ini kita belajar akan kematangan kharakter Ayub yg tdk hidup dgn hukum 'timbal balik' atau tabur tuai semata mata, tapi hukum kasih dan tanggung jawab... spt emas yg dimurnikan lewat api, demikianlah Ayub keluar murni sbg emas...‎ Ayub bahkan masih bisa menegur dan menasehati istrinya dgn berkata: "...Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" ‎

‎Saudaraku, kasihilah TUHAN ALLAH mu dgn segenap hatimu (segenap rohmu), segenap jiwamu, dan dgn segenap kekuatanmu (segenap tubuhmu)... jika cintamu kpd Allahmu spt itu kadarnya, maka terpaan malapetaka tekanan atau goncangan sebesar apapun tdk akan mampu menarik cinta Tuhan dari dlm kharaktermu...

Smile and keep on going in the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-24 19:32:30

Senin, 24 Oktober 2016

Ayub 1:8-11, 20-22
"Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?  
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut..."‎

---> Dlm pandangan iblis, takut akan TUHAN itu wajar jika semua yg kita inginkan itu diberikan atau jika hidup kita diberkati Tuhan. Itu sebabnya iblis berkata menjawab pernyataan Tuhan demikian:‎
Ayat 9: "...Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?"

Namun Tuhan tahu kedalaman hati Ayub, Tuhan ijinkan iblis utk mengambil semua berkat berkat yg Dia berikan bagi Ayub,... Tuhan bahkan ijinkan agar pagar disekeliling hidup Ayub itu dicabut. Setelah semua berkat itu habis, inilah yg keluar dari mulut Ayub:‎‎
Ayat 21: "‎Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" ‎

‎Inilah yg akan menjadi perenungan kita pagi ini. Ada waktunya Tuhan ijinkan ujian terjadi atas hidup kita, ujian dlm bentuk tekanan, kesusahan, masalah, semua itu bukan utk menghancurkan kita, tapi sekedar utk mengetahui APA ISI KHARAKTER KITA yg terdalam... Sebenarnya bukan Tuhan belum tahu isi kharakter kita, tapi kita sendiri kadang tdk mengetahui isi kharakter kita yg terdalam, sehingga ujian itu dibutuhkan agar kita dibuat sadar akan isi manusia batiniah kita sendiri dan setelah sadar, kita dpt dgn rendah hati berdoa minta Tabib yg Ajaib itu merubah dan memberi kita hati yg baru. Bukankah ‎Amsal 30:32-33 berkata: "Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!  Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul..."

Dlm hal yg sama, jika hidupmu ditekan, keadaan sekelilingku menjadi bergitu berat, apa yg keluar dari mulutmu? Itulah isi hatimu...

Bagi Ayub, ketika iblis beranggapan, oh.. tentu saja dia takut akan Tuhan, sebab dia diberkati dan dilindungi... tapi Tuhan lebih tahu... Ayub takut akan Tuhan bukan karena berkat Tuhan, tapi karena benar benar hatinya takut akan Tuhan. Ketika dia ditekan, semua yg ada padanya habis lenyap, Ayub berdiri dan berkata: "...Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" ‎‎

‎Pelajaran penting bagi kita pagi ini, perhatikanlah apa yg keluar dari bibirmu... terutama ketika engkau dlm keadaan terdesak dan tertekan... ketika spt Amsal 30 katakan, ketika susu itu ditekan,... seharusnya isi dlmnya yaitu sari sarinya keluar, mentega itu keluar... ketika keadaan dan situasimu begitu menekan, isi kharaktermu akan keluar pertama tama lewat mulutmu... coba perhatikan perkataan mulutmu...

Rick Warren berkata: ketika satu bungkus teh celup dilemparkan kedlm air mendidih, maka barulah kita tahu teh jenis apa yg ada didlm bungkus teh celup tsb,... apakah teh hijau, camomile, English breakfast atau jenis lainnya...

Bagaimana dgn warna dan kadar kharakter kita? Jika engkau ingin tahu, dlm keadaan terpaksa dan tertekan, perkataan bibirmu itulah cerminan kharaktermu.

Smile and keep walking on the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-23 19:15:05

Jumat, 21 Oktober 2016

Ayub 1:1, 4-5
"...Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."‎

---> Ayub adalah orang yg sangat diberkati Tuhan, bahkan Alkitab menyatakan, bahwa Ayub adalah yg terkaya di Timur pada waktu itu.

Jauh lebih sulit utk ingat dan memuliakan Tuhan ketika kita sedang diberkati Tuhan, adalah jauh lebih mudah utk mencari Tuhan dan berdoa sungguh sungguh ketika kita ada dlm tekanan dibandingkan ketika kita sedang mengalami berkat berkat melimpah. Namun tdk demikian dgn Ayub, dlm keadaan sangat sangat diberkati sekalipun, dia tetap hidup setia dan tdk menyangkal kebesaran Tuhan. 

Ayub juga tetapkan hal itu bagi anak anaknya, Ayub sungguh telah menjadi imam didlm rumah tangganya sendiri.‎ Inilah kebiasaan yg dilakukan Ayub didlm rumahnya dan bagi anak anaknya :
‎"...Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."‎

Hampir semua pribadi yg disebut 'SETIA' didlm Firman Tuhan adalah pribadi yg menunjukan rasa syukur dan kesetiaannya 'setelah hari hari pesta berlalu'. Coba perhatikan beberapa ini:‎
1. Didlm Lukas 17 dikisahkan ada 10 orang kusta yg dtg minta disembuhkan oleh Yesus, lalu Yesus memerintahkan kpd semua mereka, tunjukan dirimu kpd imam... diperjalanan menuju imam, semua mereka sembuh secara supranatural... itulah hari pesta bagi ke sepuluh penderita kusta. Apa yg kemudian mereka lakukan? Satu dari sepuluh 'setelah hari pesta berlalu' kembali berlutut dan bersyukur kpd Tuhan, sedangkan bagi yg sembilan lainnya tdk ada ucapan syukur setelah hari pesta...

2 kita baru saja selesai merenungkan kitab Ester, setelah arak arakan utk menghormati Mordekhai selesai diberikan, setelah Mordekhai selesai di hormati sedemikian rupa, itulah hari pesta bagi Mordekhai, kemudian dia kembali duduk di depan pintu gerbang, mengerjakan kembali pekerjaannya dgn rendah hati dan mengembalikan kemuliaan bagi TUHAN, itulah yg dilakukan Mordekhai setelah hari hari pesta berlalu...

3. Setelah hari hari pesta berlalu, Ayub memanggil anak anaknya dan menguduskan mereka... kemudian Ayub membawa korban dihadapan Tuhan bagi masing masing anak anaknya...

Setiap sore ketika semua anak sudah pulang, sepanjang hari mereka bisa saja mendapat celaka, namun tdk demikian yg terjadi... banyak anak kelaparan sebelum tidur, namun tdk demikian dgn anak anak saudara dan saya... bukankah itu hari pesta buat mereka? Lalu apa yg engkau lakukan? Adakah engkau memanggil dan menguduskan mereka? Lalu membakar korban ucapan syukur bagi masing masing mereka? Itu tugas dan tanggung jawab setiap imam, setiap orang tua di dalam rumah tangga masing masing. ‎

Ayub disebut sbg seorang yg jujur, takut akan TUHAN dan menjauhi kejahatan sebab kebiasaannya setelah hari hari pesta berlalu adalah menguduskan diri dan mengembalikan hormat bagi TUHAN sendiri! Jika engkau ingin melihat hari harimu dibuat baik dan disertai Tuhan senantiasa, pastikan ada hormat dan ucapan syukur setelah hari hari pesta berlalu. 

Smile while walking in the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-20 18:42:06