Morning Dew

Kamis, 28 Juli 2016

1 Raja-raja 11:1-2
"...Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta..."  ‎

--> Salomo telah mengalami perkenanan dan menerima berkat Tuhan yg begitu luar biasa. Hikmat dan kekayaan yg diterima Salomo melebihi semua raja raja yg pernah ada... Seringkali, ketika semua sudah baik dan sangat nyaman, ada satu penyakit yg biasanya tumbuh sangat subur di dlm keadaan spt itu, dan penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan! Sekali lagi sangat berbahaya dan mematikan, itulah yg disebut 'kenyamanan!'

Setiap manusia ingin 'hidup nyaman' tapi jika kita tdk siap utk melatih diri kita sendiri, ketika kemapanan itu dicapai, ketika semua baik, semua serba berkecukupan bahkan berkelimpahan, ketika semua yg kita inginkan dapat kita peroleh, hati hatilah, virus 'rasa nyaman' biasanya akan berkembang pesat saat saat spt itu, ketika virus itu sudah begitu kuatnya, maka tanda atau symptoms yg biasanya ditimbulkan adalah:

1. Tdk mau susah atau dibuat susah...
2. Td‎k dpt ditegur...
3. Egois atau selfish ‎
4. Tdk perduli dgn orang lain‎, dll
‎ Akibat dari semua ini, prioritas hidup orang nyaman akan berubah, coba perhatikan hidup Salomo pada puncaknya, kekayaan dan sanjungan itu lama kelamaan menjadi racun baginya... Salomo tdk lagi mau berpegang kpd Firman Tuhan sepenuhnya spt Daud, hatinya lebih condong kpd wanita wanita cantik... sekalipun dia tahu kebenaran... hidupnya sudah terlalu nyaman, setiap hari dia dihibur oleh wanita wanita cantik secara bergantian, siapa yg dpt tahan hidup spt itu? Seorangpun tdk ada... Salomo tdk lagi mengenal batas batas...

Kenyamanan membuat manusia lengah dan menganggap remeh kebenaran Firman Tuhan sekalipun. Alkitab dgn jelas mengingatkan kita akan hal tsb:‎

2 Tawarikh 29:11 "Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya."

Dan:‎
Amsal 13:13 "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." ‎
‎‎
--->‎ bagaimana kita dpt memerangi 'rasa nyaman'?
- Hiduplah dgn disiplin, buka hidupmu utk dikoreksi orang lain, jgn pilih yg selalu bilang yes kpd mu, tapi buka hidupmu kpd orang yg berani menegurmu. Saya kadang melamun, didlm sejarah hidup Salomo saudara tdk akan menemukan nabi Tuhan satupun, tdk spt di hidup Daud yg berkali kali ada beberapa nama nama nabi dan imam Tuhan yg membayang bayangi hidupnya... hidup yg bisa dikoreksi oleh orang lain yg sama sekali tdk memiliki kepentingan apapun di hidup kita adalah anugrah besar.

Adakah nabi Nathan atau imam Zadok dihidupmu?‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-27 19:38:27

Rabu, 27 Juli 2016

1 Raja-raja 6:1, 7
"...Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN. 
Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu..."

‎‎---> Beberapa waktu yg lalu, ketika saya sedang membangun rumah, saya memperhatikan seorang tukang batu yg sedang bekerja di pembangunan rumah tsb. Saya melihat tukang batu tsb bekerja spt layaknya seorang tukang pahat, dia sedang memahat dan membentuk batu tsb dgn satu design atau bentuk khusus yg ada di pikirannya. Ketika saya bertanya, apa yg sedang dia kerjakan, dia berkata sambil menunjuk satu bagian celah dari bangunan rumah yg belum selesai dan berkata: 'lihat celah di atas sana... saya pahat dan bentuk batu ini dibawah sini, utk kemudian pas dan tepat utk diletakan diatas sana...'
Perkataan tukang batu tsb menjadi rhema bagi saya, sebab bukankah itu juga yg terjadi saat bait Allah pertama dibangun oleh Salomo? Coba perhatikan ayat 7 diatas sekali lagi:

"‎...Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu..."‎

---> Pekerjaan batu batu yg dipotong, dipahat, dipukul, dan dibentuk terjadi di BAWAH... Di tempat penggalian batu, sehingga ketika bait Allah dibangun, batu batu yg sudah ditempa dan dipahat dibawah, cukup sekedar disusun di ATAS sana, ketika Bait Allah dibangun.

Mengertikah saudara akan pewahyuan ini, hidup kita dibumi, dibawah saat ini, adalah tempat penggalian, dimana batu batu utk bait Allah itu digali, dibongkar, dipahat dan dipukul, tujuannya bukan utk dihancurkan, tapi utk dibentuk‎, itulah masa persiapan utk satu tujuan mulia diatas sana. Ketika batu itu yg adalah saudara dan saya, telah selesai dipahat dan dibentuk, yg sesuai dgn ukuran dan tujuan 'sang pemahat', maka kita akan ditempatkan sbg satu bagian dari Bait Allah di atas sana... bukankah itu yg Yohanes lihat dlm pewahyuan tentang kerajaan Surga di kitab wahyu:

Wahyu 3:12 "Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.."‎

Saudaraku, jika hidupmu hari hari ini mengalami rasa sakit tempaan, rasa beban yg berat spt batu yg ditekan, mengalami pengasingan spt batu di tempat penggalian, ingatlah, engkau ada di tempat yg tepat! Sebab tangan sang padai batu, sang penjunan sedang merancang dan membentuk hidupmu agar layak dipakai sbg 'sokoguru' atau pilar pilar didlm bait suci kerajaan Surga. Miliki pikiran yg ada didlm Kristus, semua yg Tuhan ijinkan terjadi didlm hidupmu adalah baik, sebab tujuannya adalah baik, yaitu utk tujuan kekekalan yg ada di pikiran Bapa Surgawi!

Smile and be more faithful...
For Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-26 19:13:59

Selasa, 26 Juli 2016

‎1 Raja-raja 3:16, 20-28
"Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.... ‎
Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku. 
Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."
Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja. 
Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."
Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja. 
Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!" 
Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."
Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan..."‎

---> Suara hikmat yg pertama yg diperhadapkan kpd Salomo adalah demikian: pemilik yg benar, ibu yg sejati adalah ibu yg rela melepaskan demi supaya hidup, bukan ibu yg menuntut bagian, sekalipun akibatnya mati.‎ Jadi dgn kata lain, kepentingan orang lain lebih tinggi dan mulia dibandingkan kesenangan diri sendiri,...

Dlm hal yg sama, ini berlaku utk segala sesuatu yg lain pun. Warisan atau berkat yg dari Tuhan itu adalah milik orang yg dapat berfungsi ‎spt ibu yg sejati, yg berani melepaskan demi utk anak itu hidup, bukan bagi orang yg menuntut utk mendapatkan bagiannya utk kesenangannya, sekalipun anak itu harus mati. 

Coba bayangkan, bagi ibu yg jahat dan palsu, apa untungnya anak itu dibelah dua? Dia tdk akan menikmati apa apa dari anak yg sudah mati tsb,... bangkai sebelah anak tsb juga akan perlahan lahan berbau busuk dan dibuang,... kenapa tdk membiarkan anak itu hidup dgn ibunya yg sejati agar dirawat, dibesarkan, dicintai?

Saudara mungkin berkata benar itu,‎... tapi coba renungkan, berapa banyak baju baju didlm lemarimu yg sangat jarang digunakan atau bahkan sudah terlupakan, kenapa tetap disana? Satu kali akan termakan oleh ngengat dan serangga,... tapi jika dilepaskan dan diberi kpd yg lain, yg tdk memiliki cukup pakaian, pasti akan jadi berkat... Berapa banyak makanan dibuang karena sudah membusuk, tapi kita tdk belajar utk berbagi... atau dimakan terlalu banyak karena terlalu rakus sampai menimbulkan penyakit...Berapa banyak kesenangan, liburan, pesta pora yg melelahkan, tapi tdk terbesit utk berbagi dgn orang lain....

Prinsip yg harus kita terima pagi ini adalah, ibu yg sejati, yg akan menerima upah dari sang raja, adalah ibu yg rela melepaskan supaya anak itu hidup. Ketika semua yg ada pada kita, entah itu berkat materi, talenta, ataupun waktu waktu yg ada, semua kita habiskan utk diri sendiri bahkan seringkali menjadi sia sia..., kita bukanlah ibu yg sejati yg dpt menerima kepercayaan lebih besar lagi.‎ Adakah engkau ibu yg sejati? Yg rela letting go... utk kemuliaan TUHAN....

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-25 19:21:24

Senin, 25 Juli 2016

1 Raja-raja 1:1, 5-6
"Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin. 
Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.
Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Ia pun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom..."‎

---> Seakan tdk henti hentinya masalah dan pemberontakan terjadi didlm keluarga Daud... Setelah Absalom berontak ingin menjadi raja, lalu sekarang kita menemukan Adonia anak kedua juga berontak, dia juga ingin bangkit menjadi raja... 
Kita tahu bahwa pemberontakan Absalom anak pertama diakibatkan karena sakit hati terhadap sang ayah, namun bagi Adonia, perkara lain lagi.‎

Ada satu catatan menarik yg perlu kita perhatikan dari pemberontakan Adonia di ayat ke 6 demikian :
"‎Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?..."‎ ‎

---> entah apa yg menyebabkan Daud berlaku demikian, tapi catatan kecil ini didlm riwayat hidup Adonia telah menjadikan dia seorang anak sekalipun sangat elok perawakannya, namun tanpa memiliki kharakter yg luhur. Teguran dan didikan adalah sesuatu yg sangat bernilai dan berharga di hidup setiap manusia, dan dari dlm rumah tangga lah teguran dan didikan itu harus pertama tama dimulai.‎ Nilai nilai luhur tdk mengalir didlm darah Adonia, sebab papah tdk pernah merasa punya waktu utk menegur dan mendidik anaknya, atau tdk merasa perlu... Bukankah kitab Amsal berkata: ‎
‎Amsal 23:13-14 "... Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati."

Tugas kita sbg orang tua, terutama papah, adalah menjadi imam: perantara yg mewakili keluarga kita dihadapan Tuhan, yaitu berdoa dan bersyafaat bagi keluarga kita... Dan menjadi nabi: perantara yg mewakili Tuhan bagi keluarga kita, yaitu menyuarakan suara Tuhan, teguran, pengajaran, didikan, dan bila perlu rotan sekali waktu, namun juga ada kalanya pujian dan sanjungan...

Para ayah, adakah imam dan nabi di rumahmu? Jika tdk ada nabi, siapa yg akan menegur anak anak kita? Jika tdk ada imam, siapa yg akan mengajarkan anak anak bagaimana caranya menghormati Tuhan?  Siapa yg akan mengajarkan perbuatan ajaib yg Tuhan lakukan diantara bangsa Israel dan juga di keturunan kita sebelumnya? Dari mana anak anak akan kenal Bapa di Surga jika bapa dibumi hidupnya hancur hancuran, tdk bisa menjadi teladan?

Anak anak perlu figur Tuhan, orang tualah yg diberikan mandat akan hal tsb oleh Bapa di Surga...‎ itulah hak istimewa yg dimiliki orang tua, menjadi figur Tuhan bagi anak anak kita.
 ‎
Mulailah dgn yg baru, papah mamah jadilah imam dan nabi bagi anak anakmu, bukan sekedar senang senang sendiri.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-24 19:52:08

Kamis, 21 Juli 2016

2 Samuel 23:1-7
"...Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 
Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 
Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 
ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 
Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 
Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 
tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!" 

Melalui perkataan Daud yg terakhir, kita dpt melihat perbedaan yg sangat menyolok dari 2 macam manusia:
1. Orang orang yg hidup takut akan Tuhan & adil, maka merekalah yg akan bersinar spt fajar diwaktu pagi,...Dan hidup mereka membuat rumput muda, orang orang lain berkilauan. Cahaya radiasi dari orang golongan pertama ini akan terpantul kpd hidup orang orang lain disekitarnya. Rumput tdk memiliki cahaya sendiri, tapi rumput bisa memantulkan cahaya fajar sehingga tampak berkilauan. Coba periksa hidup orang disekitarmu, apakah mereka layu atau berkilauan?

Kemudian perhatikan hidup orang golongan pertama ini, hidupnya teratur dlm segala galanya dan terjamin... adakah hidupmu teratur? Atau ambur adul? Adakah waktu waktu di hidup kita teratur? Kapan bangun, kapan saat teduh, kapan bekerja, kapan pulang kpd keluarga? Atau seenaknya sendiri? Tdk mengenal aturan...

Sebaliknya golongan kedua adalah:
2. ‎Orang orang dursila adalah spt duri, tdk bisa dipegang! Tdk dpt diusik! Kecuali dihajar oleh sebatang besi atau tombak dan dibakar...
Inilah orang orang angkuh, orang keras kepala, merasa pintar padahal bodoh, tdk mau mengalah... selalu mau menang sendiri.

Jika gambaran golongan kedua lebih mirip dgn kita, bertobatlah hari ini selagi masih ada waktu. Lembutkan hatimu, biarkan hidupmu dipimpin dan digembalakan Tuhan melalui orang lain, jgn berlagak pintar dan berhikmat. Setiap manusia perlu bisa dipegang! Bisa dituntun.

Don't forget to smile...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-20 20:09:31

Rabu, 20 Juli 2016

‎2 Samuel 21:1, 7
"... Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
...Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul."  ‎

Melanjutkan apa yg kita renungkan kemarin, dari semua pilihan yg harus diserahkan dan dibunuh dari keluarga Saul utk membayar hutang darah, hutang karena penghianatan akan sumpah, seharusnya Mefiboset cucu Saul yg cacat, yg timpang kakinya adalah pilihan ‎yg paling tepat utk dikorbankan... tapi Daud merasa sayang kpdnya... Daud tdk bersedia mengorbankan Mefiboset, mengapa? Ayat 7 dlm terjemahan lain berkata:
Sebab ketika Daud melihat Mefiboset, Daud melihat sumpah demi TUHAN yg telah Daud buat dgn Jonathan ayah Mefiboset hidup didlm diri Mefiboset.... saudara dengar itu? Sumpah setia mengalir didlm diri Mefiboset, sehingga pedang yg ditangan Daud, pedang yg dia terima dari Jonathan ayah mefiboset, tdk sampai menghabisi nyawanya...

Saya membayangkan ketika pedang itu diayunkan, pedang yg dipegang oleh Daud... dan Daud melihat Mefiboset lalu menoleh kpd pedang ditangan-nya yg dia terima dari Jonathan ayah Mefiboset, Daud diingatkan akan sumpahnya sendiri... bagaimana mungkin dia bisa membayar ketidak setiaan dgn melanggar sumpahnya sendiri?... kemudian Daud menyelamatkan Mefiboset...‎

---> Pelajaran penting pagi ini adalah: Ketidak setiaan tdk akan terlunasi atau dapat dilunasi dgn membayar melalui pelanggaran lagi atau dgn membalas ketidak setiaan... coba renungkan sebentar... inilah yg kita kenal dgn 'balas dendam atau getting even'

Terlalu banyak anak anak Tuhan merasa bahwa jika saya ditipu, maka saya punya hak utk menipu... jika suami saya selingkuh, maka saya berhak utk berselingkuh... jelas hal demikian tdk akan menyelesaikan masalah, pembalasan dendam dgn melakukan kesalahan yg sama bukanlah solusi yg berkenan di hati Tuhan! Daud tdk membalaskan kpd keluarga Saul kesalahan akibat pelanggaran sumpah yg Israel buat dgn Gibeon dgn cara melanggar sumpah yg dia buat dgn Jonathan... sebab Daud tdk membalas ketidak setiaan dgn ketidak setiaan.... Daud sebaliknya membalas ketidak setiaan dgn kesetiaan... bukankah ini juga yg Yesus ajarkan, kasihilah musuhmu...‎berkati musuhmu...

Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg sangat perduli akan kesetiaan...‎ satu ketika Daud bertanya kpd Tuhan dlm doa doanya, 'siapakah yg boleh menumpang didlm kemah-Mu?' lalu Tuhan menjawab dgn satu kesimpulan, 'orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi... (Mzm 15)' Adakah saudara dan saya termaksud orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi? Itulah caranya menghormati ikat janji! 

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-19 21:01:10

Selasa, 19 Juli 2016

2 Samuel 21:1-7
"...Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, — orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, -- 
Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?" 
Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: "Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel." Tetapi kata Daud: "Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?" 
Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: "Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di mana pun di daerah Israel,
biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka." 
Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul...."  ‎
 

---> Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg menghargai 'sumpah setia'. Tuhan membenci penghianatan dan ingkar janji. Pada jaman Yosua, bangsa Israel telah bersumpah setia dgn orang Gibeon sehingga mereka menjadi bagian dari Israel, namun pada jaman Saul, Saul telah menghianati sumpah setia tsb dgn membunuh orang orang Gibeon, dan itu mendatangkan murka TUHAN. 

Coba renungkan sekali lagi, Tuhan murka dan menghukum Israel umat pilihan-Nya demi utk membela sumpah setia dgn Gibeon, bangsa yg tadinya tdk mengenal TUHAN. 

Pelajaran penting pagi ini adalah: Tuhan yg kita sembah didlm Yesus Kristus adalah Allah yg sangat menghormati arti 'ikat janji' atau 'covenant' yg dibuat diantara anak anak manusia... yg terjadi antara suami dan istri adalah 'covenant' satu ikat janji, sumpah setia sampai mati, dan jika itu dibatalkan, mendatangkan kebencian Tuhan, bukankah di kitab Maleakhi Dia berkata 'Aku benci perceraian!' Hal yg lebih sepele adalah janji diantara rekan business, hubungan usaha, kadang ada kontrak kadang hanya kesepakatan lisan, jika engkau sudah berjanji, lakukan dan tepati janjimu sekalipun hal itu berarti engkau harus menderita kerugian, sebab jika tdk demikian, engkau sedang melawan Tuhan dan mengusik naungan Tuhan atas hidup dan usahamu...

Berapa banyak kita mendengar dan melihat anak anak Tuhan usahanya sikat sana sikat sini, tipu sana tipu sini, berhutang tapi sama sekali tdk merasa berhutang, tdk mau bayar hutang bahkan mengakui berhutangpun tdk, seakan semua sudah lunas dgn darah Yesus... itulah penyesatan besar,... darah Yesus mengampuni dosamu, tapi hutangmu harus engkau bayar sendiri, bekerja sungguh sungguh dan bayar hutangmu agar dihadapan Tuhan engkau tdk memiliki hutang darah spt keluarga Saul...

Betapa sakralnya arti sumpah atau covenant dihadapan Tuhan, dan Allah yg kita sembah, the God of the Bible yg dikenal didlm Judeo Christian adalah satu satunya Tuhan yg sangat menghormati sumpah! Tdk ada allah dlm agama manapun yg sedemikian hormatnya terhadap sumpah setia spt Kristus Tuhan kita, itu sebabnya, hormati sumpah, hormati janji dan berlakulah setia terhadap janji atau covenant yg telah kita buat!

Smile and be more faithful for...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-18 19:42:29

Senin, 18 Juli 2016

2 Raja-raja 20:1-5, 12, 14-19
Ada dua Kejadian di hidup raja Hizkia yg ditulis didlm satu pasal ini, yg pertama adalah pada ayat 1-5 demikian:‎
 "...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 
"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN..." 

‎Yg kedua pada ayat 14-19 demikian:
"Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!" 
Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku." 
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN! 
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.  
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 

Pada Kejadian atau kisah yg pertama kita melihat fakta:
1. Hizkia adalah orang yg takut akan Tuhan, hidup benar dan seorang pendoa yg luar biasa...
2. Tuhan menyembuhkan Hizkia oleh karena ‎Tuhan sendiri dan karena Daud leluhur Hizkia, ayat 6 berkata: "...Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."
‎3. Hizkia memahami betul akan pentingnya 'DOA SYAFAAT BAGI KETURUNAN KITA & BAGI ORANG LAIN' persis spt itu yg dilakukan Daud leluhurnya‎.

--> Disinilah masalah yg kita temukan. Hizkia tdk pernah berfungsi sbg imam, dia hanya menjadi raja utk dirinya sendiri. Imam adalah orang yg berdiri mewakili orang lain dihadapan Tuhan, nabi adalah orang yg berdiri mewakili Tuhan dihadapan orang lain. Baik imam maupun nabi tdk pernah dihidupi oleh Hizkia, dia hanya berfungsi bagi dirinya sendiri. Ketika dia sakit, dia meraung raung dihadapan Tuhan, dia tahu bagaimana harus berdoa, namun ketika kejatuhan Yerusalem dinubuatkan, Hizkia berkata: ‎
"Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" Dgn kata lain, Hizkia berkata: 'I don't care!!! - Aku tdk perduli!!!' selama aku seumur hidupku baik, mau keturunan ku atau bangsa ku dijadikan budak nantinya, I don't care!

Hizkia berhenti sampai disitu, dia bahkan melahirkan anak yg paling jahat di sepanjang sejarah Israel dan Yehuda, namanya Manasye.... sebab dia ayah yg sama sekali bukan imam, dia tdk perduli akan keselamatan orang lain. Tiap tiap ayah, ibu, anak anak, tumbuhkan keperdulian bagi orang lain dihatimu...‎

Betapa memilukannya hidup yg demikian, hidup bagi diri sendiri, pastikan keperdulian kpd orang lain ada di hati dan pikiran kita... sebab,...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-17 19:44:16

Jumat, 15 Juli 2016

2 Raja-raja 18:1-5
"... Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.  
Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎

Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran yg Tuhan kerjakan melalui hidup Hizkia bin Ahaz, raja Yehuda. Hizkia hidup benar dihadapan Tuhan, ‎bahkan Alkitab mencatat betapa luar biasanya hidup Hizkia demikian:‎ "...Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎ 

Namun demikian, sekalipun Hizkia hidup benar sedemikian rupa, tdk berarti dia tdk akan pernah menghadapi tantangan dari orang orang yg berikhtiar menghancurkan dia dan seluruh Yehuda. Utusan raja Asyur ‎dtg dgn sengaja menyemburkan perkataan perkataan yg melemahkan kpd seluruh rakyat Yehuda, bahkan ketika tua tua bangsa itu meminta dgn penuh hormat agar utusan raja berbicara dalam bahasa Aram saja supaya tdk dimengerti oleh seluruh rakyat, justru utusan raja Asyur bicara dgn berdiri dan dgn suara nyaring dalam bahasa Ibrani agar seluruh rakyat juga turut mendengar dan menjadi takut, inilah warna dari bahasa bahasa para pendakwa yg selalu menyebarkan ketakutan dan kekhawatiran dihidup orang percaya, dihidup orang yg takut akan Tuhan sekalipun. 

Dlm hal ini benarlah perumpamaan yg Yesus sampaikan tentang orang orang yg membangun rumah‎ diatas batu karang dan diatas pasir, kpd kedua duanya, sama persis kita melihat angin badai, hujan dan banjir dtg menghantam rumah rumah mereka, baik yg membangun diatas kebenaran atau kefasikan. Bedanya adalah, 'ada penyertaan Tuhan yg membuat mereka yg hidup benar mampu bertahan'. 

Dlm hal Hizkia, tangan Tuhan menguatkan Hizkia‎, sekalipun dirasakan sangat berat bagi Hizkia, coba perhatikan doa dan perkataan Hizkia kpd bangsa Yehuda: 2 Raja-raja 19:3-4 "...Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
Mungkin TUHAN, Allahmu, sudah mendengar segala perkataan juru minuman agung yang telah diutus oleh raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga TUHAN, Allahmu, mau memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Maka baiklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tinggal ini!"

Dpt kah saudara melihat betapa beratnya tekanan yg dia hadapi, dia lukisan spt wanita yg sudah sampai waktu melahirkan tapi tdk ada kekuatan utk melahirkan, artinya sebentar lagi ibu dan bayi akan mati bersama sama sebab tdk ada kekuatan sama sekali... pernahkah saudara mengalami saat saat lemah spt itu? ... saat spt itu, berdoa tdk ada kekuatan, berharap tdk ada yg bisa diharapkan, yg kita bisa lakukan hanya berdiam dibawah kaki Tuhan... kadang Tuhan tuntun kita ke posisi spt itu utk menyatakan satu kebenaran: 'I AM GOD - Akulah Tuhan ' Bukankah kitab Mazmur ‎46-11 a berkata:  "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!.." Saya beberapa kali mengalami moment moment spt itu, dimana tdk ada harapan utk berharap, tdk ada kekuatan utk beriman, dan Tuhan mengajar saya utk berdiam diri sehingga saya mengenali Tuhan yg saya sembah... jika hari hari ini engkau mengalami saat saat dilembah spt Hizkia, berdiam dirilah dihadapan Tuhan, Dia tetap berkuasa dan Dia akan bertindak agar matamu melihat siapa Tuhan yg engkau sembah!

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-14 19:41:35

Kamis, 14 Juli 2016

2 Raja-raja 14:1-3
"Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya..." ‎
2 Raja-raja 15:1-3, 8-9, 17-18, 23-24, 27-28  "Dalam tahun kedua puluh tujuh zaman Yerobeam, raja Israel, Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya...
 ‎
Dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Azarya, raja Yehuda, Zakharia, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam bulan lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun ketiga puluh sembilan zaman Azarya, raja Yehuda, Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah sepuluh tahun lamanya di Samaria.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sepanjang umurnya ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun kelima puluh zaman Azarya, raja Yehuda, Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah dua tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...
 
Dalam tahun kelima puluh dua zaman Azarya, raja Yehuda, Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah dua puluh tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..." 

---> Hidup benar adalah pilihan, coba perhatikan kembali hidup serentetan raja raja di Israel dan Yehuda, ada yg hidup benar ada yg hidup dgn jahat dimata Tuhan, dan yg menarik, yg dicatat didlm kitab raja raja bukan berapa besar kekayaan dan hikmat raja raja tsb,... juga bukan berapa banyak prestasi mereka dlm mengalahkan raja raja musuh, tapi dari serentetan raja raja Israel dan Yehuda yg baru saja kita lihat, yg dicatat hanyalah "BAGAIMANA MEREKA HIDUP - BENAR ATAU JAHAT! " h‎anya itulah yg berarti utk dicatat. 

Beberapa waktu yg lampau, seorang philosopher America dgn faham capitalist nya berkata: 'those who died with the most toys win! Mereka yg mati dgn paling banyak mengumpulkan mainan (harta) akan menang' tapi filosophy tsb tdk sejalan dgn Firman Tuhan, sebab bagi TUHAN yg menang adalah yg mati setelah hidup benar dihadapan Tuhan. Mengapa Daud begitu berkenan dihadapan Tuhan, bahkan disebut sbg biji mata Tuhan? 'sebab bagi Daud, setelah dia menyelesaikan semua kehendak Allah baginya pada generasinya,‎ lalu dia mati...' (Kisah Rasul 13:36) 

Pilihlah utk hidup benar, sebab itulah yg berarti dan memiliki nilai kekekalan, nilai yg luhur...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-13 19:55:00

Rabu, 13 Juli 2016

2 Raja-raja 13:14, 20-21
"Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri..." ‎

---> Kita semua tahu bagaimana Elisa hidup dan menjadi berkat luar biasa, namun coba perhatikan kematiannya.
Elisa tdk spt Elia, yg diangkat hidup hidup ke Surga oleh Tuhan, Elisa secara tubuh benar benar mati. Namun coba perhatikan beberapa hal yg janggal, dlm menjelang matinya, raja Yoas melihat dan mengucapkan kata kata yg persis sama yg Elisa katakan kpd Elia, baik Elisa dan Yoas melihat kuda tentara malaikat Tuhan dtg menjemput. 
--> inilah yg menjadi kekuatan bagi orang percaya, kematian bukan akhir segalanya, tubuh Elisa yg mati sama sekali tdk berbeda dgn Elia yg diangkat hidup hidup ke Surga, dua duanya di jemput oleh Bala tentara Surga yg perkasa.‎
Bahkan tulang tulang Elisa masih menjadi sarana utk menyalurkan mujizat saat matinya... bukankah itu luar biasa.‎

Pelajaran penting bagi kita pagi ini adalah, hidup dan mati orang benar akan berdampak bagi orang lain. Bukan berapa lama orang benar itu hidup, bukan juga bagaimana dia mati, tapi bagaimana dia hidup, itulah yg membedakan hidup orang benar dan orang fasik. Sampai matinyapun, hidup orang benar masih berdampak... sampai hari ini, ketika orang mengingat hidup pahlawan pahlawan iman spt Abraham Lincoln, mother Theresa, John Wesley dll, sampai hari inipun, hidup dan karya hidup mereka masih menjadi buah bibir yg menyebarkan jiwa. Begitu banyak kotbah kotbah mereka atau kotbah yg disampaikan dgn mengutip hidup mereka dan masih memberkati banyak orang jauh setelah mereka mati...bukankah itu sama spt tulang Elisa yg menghidupkan dan membangkitkan tubuh yg telah mati? Spt itulah hidup dan mati orang benar. Satu kali semua kita akan mati, mungkin anak cucu kita dan orang yg pernah mengenal kita akan mengingat ingat kenangan yg pernah terjadi dgn kita, spt apa kira kira yg mereka ingat? Baik atau busuk kah? Tentukan dan putuskan hari ini, jika engkau ingin memiliki dampak sampai sesudah kematianpun, hiduplah sbg orang benar hari ini dan seterusnya...

Be more faithful and remember...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-12 19:20:46

Selasa, 12 Juli 2016

2 Raja-raja 9:1-4
"Kemudian nabi Elisa memanggil salah seorang dari rombongan nabi dan berkata kepadanya: "Ikatlah pinggangmu, bawalah buli-buli berisi minyak ini dan pergilah ke Ramot-Gilead.
Apabila engkau sampai ke sana, carilah Yehu bin Yosafat bin Nimsi; masuklah, ajak dia bangkit dari tengah-tengah temannya dan bawalah dia ke ruang dalam.
Kemudian ambillah buli-buli berisi minyak itu, lalu tuangkan isinya ke atas kepalanya dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Telah Kuurapi engkau menjadi raja atas Israel! Sesudah itu bukalah pintu, larilah dan jangan berlambat-lambat." 
Lalu nabi muda itu pergi ke Ramot-Gilead..."‎

Pagi ini kita akan merenungkan betapa berkuasanya perkataan Firman Tuhan, sekalipun akal pikiran kita tdk memahaminya....

---> Nama Yehu cucu Nimsi pertama tama disebut di Alkitab pada jaman ketika Elia baru saja menyembelih 450 nabi nabi baal dan 400 nabi nabi Asyera di bukit Karmel. Setelah Elia takut dan melarikan diri dari Izebel istri Ahab, Tuhan memberi tugas kpd Elia demikian:‎
1 Raja-raja 19:15-16 "Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau." ‎

Ada kurun waktu yg cukup panjang sebelum semua tugas yg Tuhan berikan itu dilaksanakan. Elia pertama tama mengurapi Elisa sbg penggantinya, kemudia mulai hidup berjalan bersama Elisa selama kurang lebih 10 tahun, lalu Elisa meneruskan pelayanan Elia... lama setelah Elisa melayani, perkataan Tuhan kpd Elia utk mengurapi Yehu cucu Nimsi belum terlaksana, barulah kemudian, melalui seorang anak rohani dari Elisa, seorang nabi muda, perintah Firman Tuhan tsb dilaksanakan. Elisa pada ayat 2 raja raja 9 kemudian memerintahkan agar nabi muda tsb mengurapi Yehu cucu Nimsi menjadi raja atas Israel...

Hal penting yg perlu kita renungkan hari ini adalah, Firman Tuhan tdk bisa gagal! Apa yg Tuhan perkataan akan mencapai tujuan-Nya. Ingat Firman ini: ‎Yesaya 55:11 "...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." ‎
Jika kita berdoa utk keselamatan anak anak kita, keluarga kita dan terus mengajarkan kasih Kristus kpd mereka, mungkin sampai saat ini masih belum mendapatkan hasilnya... ingatlah satu perkara, Firman yg engkau bagikan tsb, satu kali pasti tumbuh dan akan mencapai hasilnya sesuai pada waktunya Tuhan. Elia sudah naik kesurga ketika murid Elisa yg adalah murid Elia (3 keturunan pemuridan) melakukan mandat yg Tuhan sampaikan kpd Elia, mungkin saja Elia sudah tdk ada lagi, tapi Firman itu tetap ada dan tdk dapat mati. Tetaplah setia, sebab Firman Tuhan itu hidup dan berkuasa!

Greetings from Bali,
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-11 19:30:16