Morning Dew

Jumat, 27 Mei 2016

2 Samuel 3:1
"... Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah..."‎

--> Saya ingin saudara memperhatikan latar belakang ini, setelah Saul mati, kita sering berfikir Daud adalah raja kedua Israel, ternyata bukan, ‎di 2 Samuel 2, saudara akan temukan bahwa anak Saul Isyboset yg naik menggantikan Saul bapanya sbg raja, siapa yg angkat Isyboset? Abner, panglima Saul. Daud kemudian diangkat menjadi raja Yehuda di Hebron. 

Itulah sebabnya 2 Samuel 3:1 diatas mengatakan bahwa setelah Saul matipun, masih terjadi peperangan atas 2 keluarga ini.‎ Saya tdk memahami apa motivasi Abner mengangkat Isyboset anak Saul menjadi raja menggantikan Saul, padahal pada waktu Abner tersinggung oleh perkataan Isyboset, kebenaran itu keluar dari mulut Abner bahwa dia tahu Tuhan sudah memilih Daud utk menjadi raja, bukan Isyboset :
2 Samuel 3:8-11 "Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: "Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?
Kiranya Allah menghukum Abner, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika tidak kulakukan kepada Daud seperti yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepadanya, ‎yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba." ‎Dan Isyboset tidak dapat lagi menjawab sepatah kata pun kepada Abner, karena takutnya kepadanya..." ‎

Jika Abner sudah tahu sejak semula rencana Tuhan dan bahwa Tuhanlah yg mengangkat Daud menggantikan Saul, kenapa dia justru mengangkat Isyboset? Jawabannya: KEPENTINGAN PRIBADI!!! Lihat ayat ini: 2 Samuel 3:6 "Selama ada peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud, maka Abner makin mendapat pengaruh di antara keluarga Saul..."

Tahukah saudara apa yg terjadi bagi hidup Abner pada akhirnya?
Abner kemudian berpihak kpd Daud karena tersinggung dgn perkataan Isyboset, macan yg dia pelihara sendiri, dan kemudian pada akhirnya Abner mati oleh pedang panglima Daud...

Pelajaran yg kita dptkan hari ini, berlakulah jujur terhadap hati nuranimu sendiri, jgn cari kepentingan pribadi dgn apalagi menjadi musuh atau seterunya Allah spt Abner... kenapa dia harus buat buat manuver politik dgn mengangkat Isyboset anak Saul padahal dia tahu Tuhan telah menetapkan Daud menggantikan Saul? Berapa lama dia pikir dia mampu bertahan dgn scenario politik utk kepentingannya sendiri? Sekali lagi, jaga hati nuranimu, berlakulah jujur jgn terus menerus putar kanan putar kiri, lebih baik terbuka dan siap rugi daripada menjadi musuhnya Tuhan. 

Smile, ... it's Friday!!!
Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-26 20:31:26

Kamis, 26 Mei 2016

2 Samuel 1:1-16 "...Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag,
maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." 
Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." 
Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: "Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?"
Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: "Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya. 
Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku. 
Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek. 
Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa.
Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku." 
Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. 
Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: "Asalmu dari mana?" Jawabnya: "Aku ini anak perantau, orang Amalek."
Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?" 
Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN." 

--> Saya sengaja menuliskan seluruh perikop ini spy alur kisahnya menjadi jelas buat kita.

Kenapa 'seorang dari tentara Amalek' itu dibunuh oleh Daud? Bukankah dia membunuh Saul atas perintah Saul? ‎Bahkan jika saudara baca juga di pasal sebelumnya, di 1 Samuel 31, Saul juga meminta seorang tentaranya utk menikamkan pedangnya kpd nya, namun pegawai Saul tdk mau karena 
hormat kpd Saul, orang yg diurapi Tuhan. Jadi seharusnya seorang dari tentara Amalek itu telah berbuat baik dgn meringankan beban Saul, apalagi itu diminta sendiri oleh Saul, tapi kenapa Daud malah membunuh orang tsb?

Hari ini kita akan belajar tentang 'inner motive' atau motivasi di dasar hati, coba perhatikan beberapa hal:
1. Pembawa berita tsb adalah 'seorang tentara dari pihak Saul tapi seorang Amalek', dia dtg kpd Daud utk memberi khabar bahwa Saul telah mati dan dialah yg membunuhnya utk meringankan beban Saul, lalu dtg dan bersaksi kpd Daud...

2. Sebelumnya di 1 Sam 31 ayat 2 kita menemukan begini:
‎1 Samuel 31:4-5 "Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, ia pun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul..."‎‎
Jadi kita tahu Saul mati bunuh diri, dan hanya mayatnya yg sudah tdk berkepala lagi yg ditancapkan ke tembok, bagaimana mungkin orang Amalek itu berkata 'aku yg bunuh demi permintaannya'?

‎Disini saya menemukan motivasi di dasar hati orang Amalek tsb hanyalah 'CARI MUKA!!!' dia tahu bahwa Daud itu musuh Saul, sebab dia tentara di pihak Saul, dan dia pikir kematian Saul akan membuat dia menjadi pahlawan dimata Daud.

Pesan Tuhan hari ini utk kita semua, berhenti cari muka, hiduplah apa adanya, kerjakan semua demi hormat dan kemuliaan Tuhan bukan utk dilihat dan dipuji orang, sebab satu kali, hikmat Tuhan akan menjegal kita, jika kita terus hidup sbg penjilat yg hobinya cari muka.‎

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-25 21:05:36

Rabu, 25 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-24 19:23:18

Selasa, 24 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-23 21:24:54

Senin, 23 Mei 2016

Ayat 3: "...  Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal."

--> Pada jaman Samuel masih hidup, Saul telah belajar utk hidup takut akan Tuhan dgn menyingkirkan dosa dari antara bangsa Israel, yaitu dgn 'menyingkirkan dari dlm negeri para pemanggil arwah, para juru tenung, atau para peramal...' Itulah yg telah dilakukan Saul, sungguh mulia.

Namun hari ini kita belajar, bahwa dosa itu dimulai dari dlm hati, bukan sekedar yg tampak diluar. Dari luarnya, Saul telah melakukan ketaatan kpd Firman Tuhan dgn tdk membiarkan ada 'dosa tenung, dosa peramal' di seluruh bangsanya, namun kharakter yg sesungguhnya akan nampak dan terlihat ketika manusia dlm keadaan kepepet. Perhatikan tindakan Saul ketika dia kepepet:

Ayat 6 -8: "...‎. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.  
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." 
Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu." 

--> Dptkah saudara melihat degradasi kejatuhan Saul? 

1. Pertama tama di ayat 6, Surga benar benar tertutup bagi Saul! Tdk ada Firman yg keluar‎ bagi Saul, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi‎... semua benar benar sepi! Itulah tanda bahaya total bagi hidup anak anak Tuhan ketika tdk ada lagi suara Tuhan bagi kita, sama spt pada jaman setelah Maleakhi selama 400 tahun, sama sekali tdk ada suara Tuhan. Apa yg menyebabkan Tuhan berdiam? Sebab hati Saul sudah begitu degil dan kerasnya, sekalipun dia tahu kebenaran, itulah hidup yg mendukakan Roh Kudus, tahu kebenaran tapi sengaja terus melawan kebenaran.

2. Akibatnya, seluruh pikiran dan tubuhnya melangkah kpd dosa, melangkah menuju 'juru tenung' bukannya melangkah meninggalkan dosa. Saya kadang bertanya tanya heran, kenapa Saul tdk bertobat saja dan lepaskan jabatan 'raja' yg telah menjerat dia didlm kerakusan begitu rupa? Kenapa Saul tdk menghabiskan sisa waktunya utk mendidik dan mempersiapkan Daud utk menjadi raja yg luar biasa sbg penggantinya? .... sebab hati Saul degil dan keras! Saul lebih mencintai 'tahta-nya dari pada Tuhan-nya'!!! Bagi sebagian anak anak Tuhan hal yg sama juga terjadi, ada dosa dosa yg kita simpan dan bahkan pelihara sedemikian rupa, kita rawat baik baik, sekalipun kita tahu itu dosa yg menyakiti hati Tuhan. ‎Firman Tuhan mengatakan di Galatia 6:7-8 "...Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ‎Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu..."‎

‎Hari ini kita mau belajar utk 'mempraktek-kan Firman Tuhan' Itulah cara kita membiarkan ladang hati kita dibajak dan digemburkan, dan itulah yg membuat ladang hati kita subur. Bukan seberapa banyak Firman yg saudara tahu yg membuat engkau bertumbuh, tapi seberapa rela engkau menerima dan mempraktek-kan Firman Tuhan yg sudah engkau dengar dan mengerti. Sebaliknya, sekalipun engkau tahu banyak, kedegilan hati yg semakin mengeras akan membawa kehancuran diri sendiri.

Bagaimana kondisi hati kita? Adakah hatimu lembut? Jika hatimu lembut, engkau akan mampu mendengar suara Tuhan mu... jika engkau mau melembutkan hatimu, bajaklah! Caranya dgn lakukan, praktekkan Firman Tuhan hari ini.

dibuat pada : 2016-05-22 19:32:04

Jumat, 20 Mei 2016

1 Samuel 26:1-2‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎

--> coba perhatikan dan renungkan kembali kisah hidup Saul, bukankah pasa 1 Samuel 24‎, di padang gurun En Gedi, ketika Saul memang dtg utk membunuh Daud namun justru Daud yg memiliki kesempatan utk menghabisi nyawa Saul, tapi tdk dilakukannya,... lalu Saul menyadari kedegilan hatinya dan 'bersumpah' utk tdk berbuat dosa lagi, bahkan sampai 'BERTANGIS TANGISAN!!!' Bukankah itu tanda pertobatan? Belum tentu! Tdk ada hubungan-nya TANGISAN dgn PERTOBATAN! 

Buktinya, tdk lama setelah itu, kedegilan hati Saul kumat lagi, dan dia kembali bangkit mencari hendak membunuh Daud. Sudahkah Saul lupa akan sumpahnya kpd Tuhan dan kpd Daud? Sudah keringkah air mata tangisan yg mengalir begitu deras di padang gurun En Gedi?‎

Kenapa Saul bisa begitu rapuhnya? Ini pelajaran utk hari ini:

1. Pertobatan harus dimulai dgn Tuhan dan dituntun terus oleh Tuhan. Kita perlu selalu diingatkan dan diperbaharui hari demi hari akan pertobatan kita, bahkan kita sesungguhnya perlu bertobat setiap hari dan dgn rendah hati minta Roh Kudus memimpin kita utk hidup didlm pertobatan kita, sebab kita ini rapuh, semua kita termaksud saya!

2. Jadilah bijak dgn memilih teman atau sahabat yg hanya akan membangun kita, dan TINGGALKAN! sekali lagi TINGGALKAN teman teman yg hanya akan membawa engkau jatuh dlm dosa, jgn berkata kuat dgn tetap bergaul dgn orang fasik, orang berdosa, dan para pencemooh (peng-gossip) bukankah itu yg kitab Mazmur ajarkan? Mazmur 1:1 "..Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,‎.."
Sadarkah saudara bahwa karena salah memilih teman, salah mempercayai nasehat siapa yg harus didengar, Saul yg degil hatinya, jatuh kembali dlm dosa penghianatan yg lebih dalam. Perhatikan ayat 1 dan 2 diatas:‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎.." Nasehat orang Zif itulah yg telah memperdaya dan menjebloskan Saul kembali utk jatuh! Seandainya saja Saul selalu bergaul dgn orang orang yg benar, yg berpegang kpd sumpah, yg jujur, kemungkinan besar Saul tdk akan berbuat dosa yg sama itu itu lagi, namun kebodohannya memilih teman telah menjerumuskan dia.

Ada pepatah yg berkata: 'show me your friends, then I show you your heart...' tunjukan teman temanmu, aku akan tunjukan hatimu! Sebab burung yg bulunya sama, umumnya terbang bersama sama!

Greetings from Medan..

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-19 21:53:27

Kamis, 19 Mei 2016

1 Samuel 25:3, 23-34 
Ayat 3: "...Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb..."

Apa yg membuat Abigail disebut sbg wanita bijak?

Ayat 23 -34: "‎..Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.
Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh. 
Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!
Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku.
Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu. 
Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban. 
Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel,
maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini." 
Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; 
terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu — jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing." ‎ 

--> Dari sikap hidup Abigail, gereja Tuhan bisa belajar satu kebenaran: 
" KESETIAAN YG BENAR ADALAH SETIA KPD KEBENARAN, BUKAN KPD MANUSIA!!!" Renungkan sebentar perkataan tadi,... didlm perusahaan, jika saudara adalah direktur dari satu perusahaan Tbk atau perusahaan publik, yg sahamnya di jual belikan di bursa, maka saudara wajib mengikuti dan tunduk kpd peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yg tugas dan tujuannya adalah menjaga kepentingan publik dan keterbukaan informasi. Ada satu hukum yg diambil dari hukum yg dijalankan di America yg disebut 'Fiduciary duty' atau tanggung jawab seorang direktur utk membela kepentingan perusahaan, diatas kepentingan pemegang saham tertentu. Artinya bisa saja perusahaan A dimiliki mayoritas oleh si Udin, namun sbg direktur di perusahaan A Tbk, saya harus membela kepentingan perusahaan diatas kepentingan si Udin.

Jika perusahaan saja bisa memahami kebenaran spt ini, bagaimana mungkin anak anak Tuhan bahkan hamba hamba Tuhan bisa begitu buta terhadap kebenaran ini? Kadang sangat disayangkan, ada wanita bijak yg punya suami bebal spt Abigail, jika suamimu jelas jelas salah dan melawan Tuhan, apa sikapmu? ‎Safira istri Ananias berkeras mati matian membela suami yg bebal, dan dua duanya binasa (kisah Rasul 5), Jika atasanmu rakus dan merencanakan kejahatan, apa posisi yg akan engkau ambil? Mempertahankan pekerjaan atau bicara dgn terbuka sekalipun beresiko spt Daud thdp Saul atau spt Daniel thdp Nebukadnezar? Berapa banyak pemimpin gereja yg telah salah dan terus menerus mempertahankan hidup dlm dosa, namun dilindungi oleh orang orang sekitarnya yg tdk lain adalah penjilat, ... Karena 'setia kawan' ada begitu banyak anak anak muda terjerumus ke dlm dosa pergaulan bebas, mabuk mabukan, judi, narkoba dll.

Hari ini kita belajar utk 'put your faithfulness to the test',... 'ujilah kadar kesetiaanmu sendiri'... Tdk akan mungkin engkau dapat tetap setia kpd Tuhan jika engkau tdk setia kpd Firman - Nya...‎

Keep on smiling...and be more faithful 
For Jesus. GBU.

dibuat pada : 2016-05-18 20:55:40

Rabu, 18 Mei 2016

1 Samuel 24:17-22 
(24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
(24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.
(24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. 
(24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. 
(24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.
(24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku." 
(24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu gunung.

--> ‎Salah satu bagian didlm Mazmur 23 puji pujian Daud yg sangat terkenal berkata begini: '.... Tuhan adalah gembalaku.... Ia (Tuhan) menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku...' Daud berkali kali mengalami kebenaran ini. Pembalasan adalah hak Tuhan, jgn pernah menuntut balas terhadap orang yg berbuat jahat kpdmu. Tuhan itu adil, biarkan saja keadilan Tuhan yg terjadi atas hidupmu dan atas orang orang yg berbuat jahat kpdmu... bagaimana cara Tuhan menunjukan keadilan-Nya bagi umat-Nya? Dgn MENYEDIAKAN HIDANGAN BAGI KITA DIHADAPAN LAWAN LAWAN KITA!!!   Itulah cara Tuhan menegakkan keadilan-Nya. Tuhan sengaja mempertontonkan keberpihakan Tuhan kpd lawan lawanku agar mulut mereka sendiri bisa bersaksi dan menyatakan'engkau benar!!!'

Daud tanpa salah dikejar kejar oleh Saul yg benci dan cemburu karena rakus utk mempertahankan tahtanya, padahal tahta itu adalah pemberian Tuhan utk melaksanakan tujuan Tuhan, dan ketika Saul tdk lagi bersedia menghidupi tujuan Tuhan, maka Tuhan mengambil tahta tsb dan menyerahkannya kpd orang lain yg siap menghidupi dan melaksanakan tujuan Tuhan tsb, dipilih-Nya lah Daud bin Isai utk menggenapi tujuan tsb.

Tapi Saul rakus dan iri hati, berkali kali dia merencanakan pembunuhan atas Daud... kemudian ada kesempatan utk Daud menuntut balas dan mengambil keadilan ditangan-nya sendiri, namun Daud tahu, itu bukan cara keadilan Tuhan terlaksana,...

Pada akhirnya, perhatikan lagi perkataan Saul kpd Daud dihadapan orang banyak:‎ 
(24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu..." 
--> terbukti dihadapan musuh musuh Daud, Saul dan pasukannya, Daud menerima 'hidangan dari Tuhan...' mulut Saul sendiri berkata: 'engkau lebih benar dari padaku...'

Pernah satu kali ada orang yg begitu membenci saya dan berkata kata yg sangat busuk tentang saya. Beberapa waktu berlaku, melalui orang lain, orang tsb berkata, dia ingin menjamu saya utk menunjukan permohonan maaf atas kekeliruan yg pernah dia sebarkan kemana mana... 

Sekali lagi, belajarlah utk tdk menuntut balas, biarkan keadilan Tuhan yg terjadi atasmu, Tuhan akan menyediakan hidangan bagimu bukan ditempat sepi, tapi justru dihadapan lawan lawanmu...

Keep on smiling... and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-17 20:28:57

Selasa, 17 Mei 2016

1 Samuel 18:1-5
"...Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 
Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul."‎

Kemudian baca juga ayat ayat ini:
1 Samuel 23:15-18 "Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa,
maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah
dan berkata kepadanya: "Janganlah takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu." 
Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Dan Daud tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya...."  ‎

--> Renungkan kembali apa yg baru saja saudara baca, sebab kita baru saja membaca sejarah kebesaran jiwa seorang manusia, seorang yg tahu persis tujuan hidupnya, yg memiliki tujuan hidup yg lebih besar dari dirinya sendiri, itulah hidup yg dijalani Jonathan.

Jonathan anak raja Saul, dia memiliki segala alasan utk tdk melakukan apapun, dan hak tahta raja akan jatuh kepada dirinya sbg anak Saul. Tapi Jonathan tahu bahwa ‎Tuhan sendiri telah mengangkat Daud yg bukan anak atau kerabat Saul sbg raja menggantikan ayahnya, dan utk itu, Jonathan siap menjadi 'orang kedua' dibawah Daud. Kedengarannya sederhana, tapi percayalah, ini bukan perkara sederhana, bukan hal mudah utk diterima atau dilakukan, dan jelas ini bukan sikap seorang yg berjiwa kerdil dan ber kharakter rendah! Berapa banyak pemimpin dunia mati matian mempertahankan kekuasaannya dgn segala cara, bahkan didlm rumah Tuhan sekalipun, didlm gereja gereja, terjadi perkelahian yg memalukan dan menjadi kebiasaan bahwa jika gembala meninggal, kepemimpinan otomatis jatuh ketangan istri atau anak, sekalipun mereka tdk dipilih Tuhan utk pekerjaan tsb. Semua hal tsb dipertahankan karena begitu manisnya 'tahta tsb' dan karena ada tujuan pribadi dibalik semua hal tsb.

Percayalah, apa yg dilakukan oleh Jonathan, kepahlawanan Jonathan itu tdk sederhana, bahkan bagi kami para hamba hamba Tuhan pun ini bukan perkara sederhana, dibutuhkan jiwa yg besar, dibutuhkan pribadi yg mengenal betul Allahnya dan tahu persis kemana Tuhan sedang bergerak, lalu hati yg rela utk berjalan mengikuti tujuan Tuhan tsb. 

Jonathan dgn rela menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.... sehingga, ketika ‎Daud maju berperang, Daud selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya‎... sebab pedang yg ditangan Daud itu berasal dari Jonathan, baju perang yg dipakai Daud itu berasal dari Jonathan, bahkan panahnya pun berasal dari panah Jonathan... mungkin bagi beberapa diantara kita, ada yg berhak atas pedang, panah bahkan baju perang milikmu sendiri, tapi mungkin saja Tuhan mau membesarkan namamu dgn menggunakan pedang, panah dan baju perang tsb, namun ditangan orang lain... jika engkau rela dan berjiwa besar, bahkan anak anakmu pun akan 'TETAP MAKAN SEHIDANGAN DGN RAJA SELAMA NYA SBG ANAK ANAK RAJA' spt yg terjadi bagi mefiboset anak Jonathan, sebab ketika Tuhan mengirimkan orang Gibeon menuntut hutang darah atas keluarga Saul kpd Daud, raja Daud merasa sayang dan tdk rela mengayunkan pedang yg berasal dari Jonathan utk membantai anak anak Jonathan, Mefiboset bin Jonathan menerima perkenanan raja sebab bapanya tahu tujuan Tuhan yg lebih besar dari dirinya sendiri!

Smile and be more faithful for Jesus.GBU.

dibuat pada : 2016-05-16 20:54:33

Senin, 16 Mei 2016

1 Samuel 17:31-33, 48-52 
 Saul: "..Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."
Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

Daud: "...Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron..." ‎

--> Setiap orang percaya, setiap anak Tuhan adalah pemimpin, kepala dan bukan ekor (Ulangan 28:13), namun pada kenyataannya, sedikit sekali dari anak anak Tuhan yg hidup menggenapi kebenaran Firman Tuhan ini, mengapa demikian? 

Perhatikan prinsip kebenaran ini, leader atau pemimpin hanya akan menjadi leader atau pemimpin ketika dia diikuti oleh orang lain... bukan karena posisi atau jabatannya adalah pemimpin! Jika engkau mendaki ke gunung dan tdk ada yg ikut dibelakangmu, engkau bukan leader, engkau hanya sedang 'hiking!' Jika engkau berjalan menuju satu arah dan tdk ada yg ikut dibelakangmu, engkau bukan leader, engkau hanya 'jalan jalan iseng!'

Saul adalah raja, pada saat peristiwa yg dicatat di 1 Samuel 17, dia tdk diikuti siapapun, semua lemah dan letih sekalipun ada 'raja atau ada pemimpin yg tdk memimpin disitu'. Daud sebaliknya bukan siapa siapa, dia rakyat jelata, tapi ketika dia melangkah atas nama Tuhan dan memenggal kepala Goliath, seluruh rakyat berlari dibelakang Daud.

Jika kita ingin menggenapi janji Firman Tuhan di Ulangan 28:13 (menjadi kepala dan bukan ekor..) engkau harus melangkah dlm nama Tuhan, melangkah menjalani kebenaran Tuhan, sehingga barulah orang lain akan berjalan dibelakangmu karena melihat engkau mengikuti Tuhan! Dlm rumah tanggamu, kalau semua letih lesu dan kacau, adakah leader disana yg melangkah searah tujuan Tuhan? 

Renungkan kebenaran ini, engkau hanya akan melihat pemulihan setelah engkau berani melangkah melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar banyak tahu tentang Firman Tuhan! Jadilah spt Daud, tahu sedikit, punya sedikit, tapi melangkah dan bergerak maju, dari pada spt Saul, punya banyak, tahu banyak, tapi duduk diam menunggu orang lain melangkah duluan...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-15 19:24:47

Kamis, 12 Mei 2016

‎1 Samuel 16:6-7 "...Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 

Ketika Tuhan memerintahkan Samuel utk mengurapi pengganti Saul, yaitu seorang dari anak Isai, yg tampil pertama adalah Eliab, namun bukan Eliab yg dipilih Tuhan. Inilah pelajaran yg perlu kita perhatikan hari ini:

1. Sekalipun bukan yg pertama tama, sekalipun bukan yg terdahulu maju, sekalipun bukan yg paling menonjol, bahkan sekalipun engkau tdk diperhitungkan, pola Allah berbeda dgn pola dunia. Pola dunia politik mengenal yg namanya 'curi start', tapi itu tdk berlaku dihadapan Tuhan. Bukankah Alkitab berkata : "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Mat: 19:30). Dlm pola engkau bekerja, berprestasi, berusaha, semua akan berduyun duyun mulai duluan, masuk duluan ke pasar, sebab mau mencuri start, mungkin benar dalam beberapa hal, namun jika perkenanan Tuhan yg turun atasmu, sekalipun engkau bukan yg duluan, bukan yg pertama tama, tapi mata TUHAN akan tertarik dan tertuju kpd orang orang yg berkenan dihadapan-Nya. Bagaimana saya bisa menarik perkenanan Tuhan? Inilah pelajaran kedua yg sangat penting:

2. Tuhan melihat hati bukan bungkusnya!‎
Ayat 7: "...Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
‎Jika kita jujur dan berani menilik hati kita sendiri, kira kira apa yg akan kita temukan didlmnya? Kebusukan kah? Ke iri hatian kah? Kebencian kah? Atau hati yg lembut dan rendah hati? Jgn anggap sepele, sebab jeroan mu, isi hatimu menentukan destiny hidup mu!

Keep on smiling, and, off course, be more faithful, ...
For Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-11 20:00:33

Rabu, 11 Mei 2016

‎1 Samuel 15:1-3, 9 "Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN. 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. 
Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." 
Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan‎‎ yg tdk berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka...." ‎

Coba renungkan kembali apa yg baru saja kita baca, hari ini kita akan belajar tentang betapa manis-nya dosa, betapa nikmat-nya utk tetap dipegang erat erat.

Saul mengerti perintah yg Tuhan nyatakan kpd dia melalui Samuel, yaitu: ‎
"...‎Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." ‎
Namun yg Saul lakukan adalah: ‎
"...Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan‎‎ yg tdk berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka...." ‎

Mudah utk meninggalkan dosa yg menjemukan, yg tdk menarik, atau yg merugikan, tapi tdk mudah utk meninggalkan dosa yg memberi rasa nyaman dan menyenangkan daging, masalahnya, sebagian besar dosa atau hampir seluruhnya itu adalah menyenangkan dan memberi rasa nyaman kpd daging. Ada seorang pria yg hidup didlm dosa perselingkuhan, sekian tahun dipertahankan, satu ketika wanita selingkuhan-nya itu mengalami kecelakaan kendaraan, kakinya patah satu, wajahnya berantakan, hidupnya miring, rahang mulutnya bergeser, tapi nyawanya selamat,... sang pria setelah wanita selingkuhan-nya tsb pulih, memilih utk bertobat dgn alasan, dia tdk bisa lagi terus berbuat dosa dan hidup didlm perselingkuhan,... itu munafik namanya!!!, dosa yg tdk lagi manis itu mudah dimuntahkan!‎

Coba lihat sekali lagi, yg ditumpas Saul adalah 'YG TDK BERHARGA & YG BURUK!!! TETAPI YG BAIK, YG TAMBUN DAN YG BERHARGA DI SIMPAN OLEH SAUL!!!' Itulah dosa! 

Masing masing kita jika kita jujur, Roh Kudus pasti akan memberitahu kita apa apa saja yg Dia mau kita tinggalkan, kebiasaan apa saja yg harus kita lepaskan, yaitu yg manis, yg nyaman, yg menyenangkan... beranikah engkau lepaskan dan korbankan sbg korban dikaki Tuhan?.... Jgn ulangi kebodohan Saul, tinggalkan dosa...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-10 20:08:00