Morning Dew

Senin, 19 Desember 2016

Mazmur 78:1-2, 17-20
"Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.
Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.
Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.
Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?
Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?"

----> Pagi ini, melalui Mazmur Asaf, kita akan belajar satu kesalahan bangsa Israel dari jaman Purbakala, agar kita tdk mengulangi kesalahan yg sama. George Santiana berkata: 'mereka yg gagal utk belajar dari kesalahan sejarah dimasa lalu, akan dipaksa utk mengulangi kegagalannya lagi..'
Asaf benar... Santiana juga benar... kita perlu belajar dari sejarah, apalagi sejarah yg dituliskan di Firman Tuhan spt yg Mazmur 78 ini tuliskan.

Ada waktunya, sbg anakpun, kita akan menginginkan sesuatu yg mungkin saja bukan kebutuhan... bagaimana seharusnya kita meminta keinginan keinginan tsb?

Satu pelajaran dari Asaf, 'Jgn mencobai Tuhan melalui keinginanmu' itulah yg Mazmur 78 ingin ajarkan. Kadang anak anak sekalipun semua sudah cukup makan, cukup pakai, tapi masih punya keinginan lain... mungkin saja ingin makan ice cream. Anak tdk butuh ice cream, tapi sekadang ingin ice cream, salahkah hal itu? Tdk salah, tapi cara memintanya harus benar... Bapa yg baik dan benar tahu akan hal itu, apalagi jika bapa itu sanggup, bapa juga ingin melihat anaknya tersenyum dan tertawa.

Pada jaman purbakala, bangsa Israel makan roti makanan malaikat yg namanya manna ‎(Mzm 78:25), tapi mereka ingin makan daging, namun roh rakus lah yg mendorong mereka mengolok olok Tuhan ketika mereka menyampaikan keinginannya,... inilah pemberontakan dan tindakan mereka mencobai Tuhan. Seharusnya sbg anak, sekalipun kita memiliki keinginan, cara yg benar adalah spt yg Firman Tuhan ajarkan adalah: Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

Bawa keinginanmu dlm doa dan pengucapan syukur... bukan keluh kesah dan persungutan... apalagi hujatan dan caci maki kpd Tuhan. Miliki sikap hati yg benar dihadapan Tuhan, yaitu hati yg selalu bersyukur... Dia bapa yg perduli, Dia tahu bahwa selain kebutuhanpun, ada keinginan hatimu yg juga berkenan kpd Nya.. minta dgn benar dan sikap yg benar, yaitu dgn tetap bersyukur...

Di dlm Lukas 11:11-12, Jesus berkata: "Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?..."

--> Kenapa anak minta ikan juga terkadang minta telur? Bukankah keduanya mengandung nutrisi yg sama yaitu protein, kenapa harus ikan dan kadang telur? Saya tdk mengerti, tapi mungkinkah yg Jesus maksudkan adalah, memang terkadang anak punya kebutuhan tapi kadang juga punya keinginan, (kadang protein dari ikan saja sudah cukup, itulah kebutuhan, tapi terkadang anak ingin makan telur juga...) dlm kedua duanya pun, Bapa yg baik tdk memberikan yg jahat... keinginan sekalipun, harus dinyatakan dgn sikap hati yg benar, yaitu dlm doa dan pengucapan syukur kpd Tuhan, bukan dgn memaksa bahkan mengolok olok Dia spt yg leluhur kita Israel di jaman purba telah lakukan, itulah pesan Mazmur 78 pagi ini.

Sudahkah engkau berdoa dan bersyukur pagi ini? Naikan keinginan hatimu dlm doa dan pengucapan syukur, Bapamu itu baik... Bersikaplah yg baik dan benar, sikap hati yg berkenan kpd Bapa adalah sikap hati yg selalu bersyukur bukan bersungut sungut...

Smile,... it's a new day, keep on taking the Journey to Perfection
For Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-12-18 18:46:15

Jumat, 16 Desember 2016

Mazmur 73:1-5, 14, 21-24
"...Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.
Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.
Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,
aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.
Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.
Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan..."

--> Hari ini kita akan belajar satu kebenaran yg‎ bahkan seorang hamba Tuhan spt Asaf sekalipun, yg adalah seorang pemimpin pujian pada kerajaan Daud, tdk mengerti sebelumnya, dan pada saat Tuhan membukakan pengertian-nya, Asaf kemudian bersaksi utk kita semua:

Keadilan Tuhan berlaku universal utk semua... Tuhan memberikan matahari sehingga dinikmati orang benar dan orang fasik juga... Tuhan menurunkan hujan ke tanah orang benar tapi juga ke tanah orang berdosa... hal itu berlaku universal...
Kenapa Tuhan berbuat demikian? Dapatkah itu disebut 'adil'? Bagaimana dgn 'hukum tabur tuai' yg sering kita dengar? Apa yg ditabur orang fasik? Kenapa mereka menuai berkat berkat? Spt itulah isi jeritan hati Asaf di Mazmur 73 jika saudara baca seluruhnya...

Dlm hal inilah Tuhan menyatakan isi hati-Nya kpd Asaf, bahwa reward atau upah bagi Asaf orang benar itu bukan sekedar perkara duniawi atau material semata, sekalipun hal itupun tdk Tuhan terlantarkan,...tapi pada akhirnya Asaf memahami tuntunan Tuhan yg membawa Asaf melihat bahwa upah bagi Asaf adalah kemuliaan kekal yg Tuhan persiapkan, damai sejahtera yg tdk pernah terputus, perlindungan dan pertolongan Bapa tepat pada waktunya, pemeliharaan Bapa yg terus menerus... semua itu adalah bagian Asaf dan orang benar di bumi... Dan pusaka atau bagian orang benar di Surga adalah Tuhan sendiri! Asaf akhirnya menyadari hal itu.

Tapi bagaimana Asaf bisa sampai kpd 'pengenalan akan Tuhan yg benar'? Perhatikan kembali ayat ini:
"...Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.
Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.
Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan..."
‎ Dgn kata lain, JGN LARI DARI TUHAN! Tetap dekat dgn Tuhan sekalipun engkau tdk mengerti, sekalipun jiwamu goncang dan tdk masuk akal, sekalipun engkau tdk bisa merasakan Tuhan, tetap dekat dgn Tuhan, tetap setia, sebab pada waktunya nanti, matamu akan terbuka melihat kasih Tuhan yg tdk pernah terputus...

Pada posisi inilah banyak anak anak Tuhan memilih utk meninggalkan Tuhan, ketika dirasakan 'Tuhan tdk adil...' atau 'Tuhan tdk perduli...' atau bahkan 'Tuhan spt tdk ada...' beranikah engkau tetap percaya dan setia when God doesn't make sense? Ketika TUHAN tdk masuk akal? Itulah saatnya cinta akan Tuhan berpindah dari Jiwa (didlm jiwa ada perasaan, akal budi, dan kehendak) masuk menembus roh-mu... sehingga engkau bisa mengasihi Dia dgn segenap jiwa juga segenap hati atau roh-mu‎...

Ketika TUHAN menuntunmu dijalan yg tdk engkau kenal, menuju kpd kesempurnaan, belajarlah spt Asaf yg dgn tenang berkata:
‎"...Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.
Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan..."

Smile, it's Friday... keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-12-15 18:46:02

Kamis, 15 Desember 2016

Mazmur 72:1, 8, 10, 16-17 "Dari Salomo. Ya Allah, Berikanlah Hukum-Mu Kepada Raja Dan Keadilan-Mu Kepada Putera Raja!
Kiranya Ia Memerintah Dari Laut Ke Laut, Dari Sungai Efrat Sampai Ke Ujung Bumi!
Kiranya Raja-raja Dari Tarsis Dan Pulau-pulau Membawa Persembahan-persembahan; Kiranya Raja-raja Dari Syeba Dan Seba Menyampaikan Upeti!
Biarlah Tanaman Gandum Berlimpah-limpah Di Negeri, Bergelombang Di Puncak Pegunungan; Biarlah Buahnya Mekar Bagaikan Libanon, Bulir-bulirnya Berkembang Bagaikan Rumput Di Bumi.
Biarlah Namanya Tetap Selama-lamanya, Kiranya Namanya Semakin Dikenal Selama Ada Matahari. Kiranya Segala Bangsa Saling Memberkati Dengan Namanya, Dan Menyebut Dia Berbahagia."

---> Perhatikan Serentetan Mazmur Doa Salomo, Perlu Diingat Bahwa Salomo Adalah Orang Terkaya Yg Pernah Ada Di Bumi. Sbg Orang Terkaya Dibumi, ‎seakan Janggal Dan Kedengarannya Sangat Serakah Bagi Salomo Utk Berdoa Spt Yg Dia Katakan: "...kiranya Raja-raja Dari Tarsis Dan Pulau-pulau Membawa Persembahan-persembahan; Kiranya Raja-raja Dari Syeba Dan Seba Menyampaikan Upeti! Biarlah Tanaman Gandum Berlimpah-limpah Di Negeri, Bergelombang Di Puncak Pegunungan; Biarlah Buahnya Mekar Bagaikan Libanon, Bulir-bulirnya Berkembang Bagaikan Rumput Di Bumi..." Berapa Banyak Lagi Kelimpahan Yg Dikehendaki Salomo? Utk Apa Semua Kelimpahan Tsb, Bukankah Dimakan Sampai Keturunan Keturunan Yg Berikutpun Tdk Akan Habis, Lalu Utk Siapa Semua Kekayaan Yg Berlimpah Limpah Itu?

Perhatikan Ayat Ayat Selanjutnya Dari Mazmur Doa Salomo:
Mazmur 72:12-14 "...Sebab Ia Akan Melepaskan Orang Miskin Yang Berteriak Minta Tolong, Orang Yang Tertindas, Dan Orang Yang Tidak Punya Penolong;
Ia Akan Sayang Kepada Orang Lemah Dan Orang Miskin, Ia Akan Menyelamatkan Nyawa Orang Miskin.
Ia Akan Menebus Nyawa Mereka Dari Penindasan Dan Kekerasan, Darah Mereka Mahal Di Matanya."

Inilah Rahasia Kelimpahan Salomo, Sebab Niat Hatinya Diarahkan Kdp Orang Lemah Yg Tdk Punya Penolong, Kpd Orang Miskin Yg Minta Tolong, ‎kpd Anak Anak Yatim, Kpd Janda Janda... Itulah Bagian Dari Doa Salomo Yg Tdk Bisa Dipisahkan... Tdk Heran Tuhan Benar Benar Memberkati Salomo Sedemikian Rupa, Persis Spt Firman-Nya Di Amsal 19:17 Yg Berkata: "Siapa Menaruh Belas Kasihan Kepada Orang Yang Lemah, Memiutangi TUHAN, Yang Akan Membalas Perbuatannya Itu."

‎Hari Ini Kita Belajar,... Jgn Lagi Berdoa Utk Minta Diberkati Terlebih Dahulu,... Namun Berdoa Terutama Agar Hatimu Bersih Dan Tulus Dihadapan Tuhan, Utk Apa? Utk Kepentingan Siapa Engkau Diberkati? Jika Hatimu Secara Jujur Sudah Bertekad Dan Sudah Menjalankan 'meneruskan Berkat Utk Orang Miskin, Orang Tertindas, Janda Janda Dan Yatim Piatu...' Maka Tuhan Berkepentingan Utk Terus Dan Lebih Lagi Memberkatimu...

Sebagian Besar Orang Berkata Kpd Saya, 'ya..‎. Pasti Nanti Kalau Saya Diberkati Spt Salomo, Saya Akan Berikan Juga Sebagian Utk Orang Miskin Dan Janda Janda, Anak Anak Yatim...' Itu Kebohongan Besar... Sebab Jika Benar Hatimu Bertekad Berbagi, Maka Engkau Tdk Akan Menunggu Kaya Raya, Sejak Punya Sedikitpun, Engkau Bisa Rela Berbagi.

Ada Seorang Anak Kecil Yg Pergi Ke Kedai Ice Cream Disatu Kota... Setelah Duduk, Karena Anak Kecil Dan Dgn Pakaian Yg Sangat Sederhana, Dia Tdk Terlalu Digubris Oleh Sang Waitress... Beberapa Saat Kemudian, Setelah Beberapa Kali Memanggil Sang Waitress, Akhirnya Anak Kecil Tsbpun Mulai Dilayani.
'Apa Yg Kamu Mau Pesan?' Tanya Sang Waitress Dgn Agak Ketus...
'Berapa Harga Satu Cup Ice Cream Sundae?' Tanya Sang Anak
'95 Cent Jawab Sang Waitress...' Anak Kecil Tadi Menghitung Coint Nya Lalu Bertanya Lagi: 'Kalau Plain Vanilla Satu Scoop Saja Berapa Harganya?'
'50 Cent' Jawab Sang Waitress Dgn Lebih Ketus Lagi.
Sang Anak Kecil Kembali Menghitung Coint Nya Dan Berkata:
'Ok Saya Pesan Satu Scoop Plain Vanilla Ice Cream'

Setelah Ice Cream Diantar Dan Dinikmati Begitu Rupa, Sang Anak Pergi Dgn Meninggalkan Coint Coint Yg Dia Punya....
Beberapa Saat Kemudian, Sang Waitress Kembali Ke Meja Dari Kecil Tadi Dan Mengambil Coint Coint Tsb, Ternyata Dia Tinggalkan Persis 95 Cent Diatas Meja...

Anak Kecil Itu Bisa Saja Memesan Strawberry Sundae Dgn Uang Yg Ada Padanya, Tapi Jika Itu Yg Dia Lakukan, Dia Tdk Bisa Berbagi Tips Atau Gratuity ‎dgn Sang Waitress Yg Sudah Bekerja Keras...

Sikap Berbagi Atau Memberi Bukan Milik Orang Kaya Raya, Tapi Sikap Itu Milik Anak Anak Kerajaan Yg Jiwanya Kaya, Hatinya Meluap Dgn Ucapan Syukur, Sehingga Bukan Masalah Berapa Yg Ada Padamu, Tapi Bersediakah Aku Hidup Berbagi... Itulah Gaya Hidup Jemaat Mula Mula...

Orang Yahudi Di Israel Sampai Hari Ini Hanya Boleh Makan Makanan Yg Kosher Atau Halal, Tapi Halal Bukan Sekedar Jenis Binatang Tertentu... Bahkan Sayuran Dan Buah Buahan Pun Bisa Tdk Kosher Jika Dipanen Tdk Sesuai Firman Tuhan. Pada Waktu Panen, Ada Sebagian Hasil Panen Tsb Yg Sengaja Dibiarkan Utk Diambil Orang Miskin Dan Janda Janda, (ingat Apa Yg Dilakukan Boas Terhadap Ruth) Dgn Demikian, Hasil Panen Tsb Menjadi Kosher... Tuhan Memberkati Makanan Yg Kosher Yg Dimakan Dgn Cara Yg Benar, Dipanen Dgn Cara Yg Benar...
Beberapa Waktu Lalu, Saya Melihat Technology Pengairan Dan Perkebunan Yg Luar Biasa Di Israel, Padang Gurun Negev Diubah Menjadi Vineyard Dan Kebun Buah Buahan Terbaik Didunia... Kemudian Karena Sekarang Air Tdk Lagi Menjadi Masalah Besar Di Israel Yg Adalah Termaksud Timur Tengah, Sedangkan Negara Tetangga Tetap Kering Kerontang, Mereka Mulai Mengirim Berita Cinta Kpd Tetangga Tetangga Arab Mereka Dgn Berbagi Air, Berbagi Benih, Berbagi Technology... Ambasador Cinta Kpd Negara Negara Arab Membuat West Bank Hari Hari Ini Menjadi Wilayah Pendudukan Israel Yg Paling Aman...

Adakah Makananmu Kosher? Bukan Masalah Makan Babi Atau Kerang Yg Dianggap Tdk Kosher, Tapi Apakah Hasil Panenmu Kosher?‎ Adakah Milik Orang Miskin Dan Janda Janda Yg Sampai Kpd Mereka, Itulah Yg Membuat Makananku Kosher...

Smile And Keep On Taking The Journey To Perfection
Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2016-12-14 19:16:35

Rabu, 14 Desember 2016

Mazmur 71:17-18
"Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang..."

‎---> Ada satu perkara penting yg harus dilakukan oleh setiap orang percaya, yaitu kewajiban utk meneruskan iman,... meng-estafetkan iman percaya kita kpd keturunan berikut. Perhatikan apa yg terjadi dgn Daud:

Sejak kecil dia telah belajar mengenal Tuhan dan belajar hidup dgn takut akan Tuhan sejak kanak kanak... itu sebabnya tdk heran ketika Samuel hendak mengurapi Daud, dia berada di ladang menjaga domba sambil menaikan Mazmur pujian bagi TUHAN...

Lebih luar biasa lagi, Daud berikhtiar sampai masa tuanya, sampai masa putih rambutnya, dia akan memberitakan Tuhan kpd angkatan saat itu dan kpd angkatan yg akan dtg... inilah rahasia kenapa keturunan orang benar spt yg dikatakan di Mzm 37 tdk akan kekurangan atau anak cucunya meminta minta roti,... sebab orang benar itu akan mengajar anak cucunya utk hidup benar...

Jika kita tdk peka terhadap satu hal ini, maka generasi berikutnya akan kehilangan kesempatan utk hidup mengenal TUHAN yg kita sembah. Tuhan sangat perduli agar iman percaya ini diteruskan dan diestafetkan kpd anak cucu kita... kemudian merekalah yg akan meneruskan kpd anak cucu mereka selanjutnya... spt itulah hidup orang benar...

Mengajar anak cucu kita hidup benar bukanlah sekedar mengkotbahkan Firman Tuhan kpd mereka,... Ulangan 6 dgn sempurna menjelaskan bagaimana orang tua bisa meneruskan iman percaya kpd anak anak kita... Saat duduk duduk, ceritakan tentang sejarah keluarga dan kesaksian hidup kita... ketika menjelang tidur, ceritakan kebaikan Tuhan... ketika keluar jalan jalan, jgn segan bicara bahwa semua ada karena kebaikan Tuhan dan pemeliharaan Tuhan... Dgn kata lain, disetiap kesempatan, jadilah saksi yg bisa didengar, tapi juga bisa dilihat dan bisa di tiru... beri contoh kpd anak anak kita bahwa kita menghormati Tuhan dan Firman Nya dgn terlebih dahulu menjadi pelaku Firman...

Seorang ayah yg adalah satu executive di perusahaan besar dipanggil oleh kepala sekolah anaknya, kemudian sang kepala sekolah menerangkan bahwa anak ayah tsb berkali kali suka mencuri barang barang milik sekolah. Sang ayah bertanya, apa yg dia curi? Oh.. tdk banyak, hanya sekedar pencil... penghapus, kertas kertas dsb... Sang ayah mengerutkan dahinya sambil berkata,: saya tdk‎ mengerti kenapa dia lakukan hal itu, sebenarnya dia tinggal minta saja kpd saya, maka saya bisa ambilkan dan bawa pulang semua itu dari kantor...

Siapakah pencuri sebenarnya? Dari mana sang anak belajar mencuri? Dosa itu mengalir dari Bapak dan ibu... sbg orang tua, kita seharusnya meneruskan dan memberi contoh hidup yg takut akan Tuhan kpd anak anak kita, bukan sebaliknya, memberi contoh hidup yg munafik dan menginjak injak kehormatan Tuhan.

Adakah hidup kita menjadi contoh siapakah Tuhan kpd anak anak kita? Jika belum, kitalah yg harus berubah dan bertobat... maka anak anak kita akan melihat Tuhan melalui hidup kita. Jika tdk mau anak anakmu menjadi pencuri dan koruptor besar nantinya, jgn mencuri... jika tdk mau anak anakmu menjadi penjahat atau buronan nantinya, bayar dan kembalikan hutang hutangmu... jika engkau ingin anak anakmu menghormati Tuhan, maka hormati Tuhan dlm setiap aspek hidupmu.

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-12-13 19:17:14

Selasa, 13 Desember 2016

Mazmur 61:1-4
"...Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Dari Daud.
(61-2) Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku!
(61-3) Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.
(61-4) Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.
(61-5) Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! Sela..."

---> Perjalanan hidup menuju kesempurnaan yg Tuhan kerjakan didlm diri seorang anak Tuhan dimulai dgn kerinduan dan kerelaan utk disempurnakan... coba perhatikan kembali doa dan kerinduan Daud ini: ayat 3 --> "...Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku."‎ KJV menuliskannya demikian: "...From the end of the earth will I cry unto thee, when my heart is overwhelmed: lead me to the rock that is higher than I - Dari ujung bumi aku berseru (menangis) kepada-Mu‎, hatiku penuh kerinduan,... tuntunlah aku ke gunung batu yg lebih tinggi dari diriku sendiri..."

Spt itulah jeritan hasrat dan kerinduan Daud... lebih dari kekuatan yg ada yg dipercayai banyak orang spt kekuatan uang, atau kekuatan kereta kuda atau pasukan bala tentara yg kokoh, atau kekuatan pengaruh dan dukungan masa, justru bagi Daud, sumber kekuatan yg dia miliki dan rindukan adalah ‎Tuhan sendiri... Jika kita mau secara jujur memeriksa apa nilai yg paling berharga yg kita pertahanan dan perjuangkan, coba menjawab bagi diri kita sendiri 3 pertanyaan ini:

- apa yg membuatmu menangis?
- apa yg membuatmu sangat berbahagia dan tertawa‎?
- apa yg membuatmu begitu marah?

Jika saudara berani menjawab dgn jujur, itulah jawaban nilia atau value yg ada padamu atau yg saudara pegang, sampai sampai jiwamu meresponi dgn begitu penuh emosional... Jika ejekan atau perkataan manusia itu mampu membuatmu begitu jengkel sehingga engkau tdk dpt tidur karena menahan sakit hati, itulah nilai yg ada padamu... jika karena rugi atau kehilangan engkau menjadi sulit tidur dan gelisah luar biasa, itulah yg sangat bernilai, menjadi value bagimu... atau jika engkau begitu tersentuh karena sesuatu hal, maka itulah yg bernilai bagimu... saya kenal satu orang hamba Tuhan yg begitu tersentuh melihat anak anak di kampung yg tdk bisa sekolah,... dia dgn uang yg sangat terbatas menyewa pos satpam utk mengajar anak anak tsb dgn penuh beban tanpa bayaran... sekarang dilokasi tsb didirikan satu sekolah yg menjadi berkat utk anak anak yg tdk mampu membayar uang sekolah,... dari satu orang yg punya beban sedemikian rupa, sekarang ada beberapa guru yg punya beban yg sama... teori magnetism berkata: 'magnet hanya akan menarik benda benda yg sejenis...' tanpa terasa, kehadiran satu orang yg punya value atau nilai yg luhur telah menarik orang orang lain yg memiliki nilai yg sama juga.

‎Coba renungkan kembali nilai luhur, value yg ada didlm kharakter Daud:
- Tuhan adalah tempat perlindungan yg dia rindukan, dia merendahkan diri sedemikian rupa hingga dia katakan 'biarlah aku menumpang dlm kemahmu...' Daud tinggal di istana, dia memiliki kekuatan kereta kuda yg perkasa, dilayani sbg raja yg maha kaya, tapi Daud rindu MENUMPANG di kemah Tuhan, sebab disitulah ditemukan Daud apa yg menjadi hasrat kerinduannya...disitulah Daud benar benar bisa percaya dan merasa aman.

- Daud mengakui Tuhan sbg 'gunung batu yg lebih tinggi dariku..' Mudah utk dikatakan oleh bibir kita bahwa TUHAN itu lebih tinggi dari kita, tapi pernyataan itu hanya dpt dibuktikan ketika kita berani menerima perkataan Tuhan sbg perkataan yg absolute yg tdk terbantahkan, itulah bukti Dia adalah gunung batu yg lebih tinggi daripada ku... ketika manusia memanggil Tuhan sbg Rajaku,... maka titah raja itu berdaulat penuh, tdk terbantahkan, tdk dpt dikompromikan, kita hanya akan tunduk dan taat total kpd titah raja... Jika Tuhan benar benar raja bagi kita, maka Firman Tuhan akan kita taati dgn hati hati... spt itukah bagimu dan bagiku?

Mulailah belajar taat akan Firman Tuhan spt apa adanya, dgn demikian, engkau akan mulai membangun nilai nilai luhur didlm kharaktermu selagi engkau dituntun berjalan menuju kesempurnaan... Saya menemukan, bahwa orang orang yg hidup berbahagia bukanlah mereka yg punya banyak, tapi mereka yg punya yg bernilai, yg ada valuenya! Adakah didlm kharaktermu engkau memiliki yg bernilai?

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-12-12 19:20:27

Senin, 12 Desember 2016

Mazmur 51:3, 12-13
"...Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!  
(51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 
(51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!..." ‎

---> Ketika tangan TUHAN menyempurnakan orang yg dikasihi-Nya... Tuhan itu penuh kasih dan murah hati... Dia tdk menghajar sampai hancur, sekalipun anak itu bersalah. Lihat Daud, dia telah menghamili istri bawahannya sendiri... kemudian suaminya dibunuh... bukan hanya keadilan dan rumah tangga orang lain telah dia hancurkan, tapi kebenaran diinjak injak... Daud bertindak spt Tuhan, mengambil apapun yg dia inginkan, menentukan siapa boleh hidup dan siapa harus mati... itulah kebenaran yg diinjak injak... Nama TUHAN tdk lagi dia hormati!

Kemudian keadilan Tuhan dilaksanakan... keadilan Tuhan selalu bekerja didlm kasih Tuhan...

Yg menarik dan penting utk kita perhatikan pagi ini adalah isi hati Daud... Ketika judgment atau Keadilan Tuhan dikerjakan, didlm setiap perkara, ketika keadilan itu ditegakkan, manusia yg diadili akan menjaga dan mempertahankan sekuat tenaga sesuatu yg paling berharga utknya...

Ketika John Anthony Walker, penjahat espionasi America yg menjual rahasia negara kpd Soviet selama 18 tahun akhirnya terbukti bersalah, FBI masih belum mengetahui sampai seberapa jauh rahasia yg sudah Dia jual selama itu,... berapa luas jaringan kejahatan tsb... John Walker masih mempertahankan beberapa rahasia kunci yg tdk akan dia akui dan lepaskan... kemudian terbongkar keterlibatan anaknya sendiri sbg agent Penjual rahasia, Michael Walker... FBI menawarkan dua pilihan, anaknya akan di tuntut 2 kali seumur hidup dan tanpa kemungkinan diampuni sama sekali atau dia buka semua kejahatannya...

John Walker Kemp baru membeberkan semua kejahatannya... Michael Walker kemudian dituntut dan dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.‎

Artinya, bagi John Walker, ‎keuntungan di masa depan dan reputasi adalah sangat penting, tapi begitu masa depan anaknya dipertaruhkan, dia memilih utk mengalah dan membiarkan anaknya punya masa depan...

Didlm pengadilan, nilai tertinggi didlm kitalah yg akan kita pertahankan...
Ketika engkau ditegur karena bersalah, apa yg akan kita lakukan? Berusaha membela diri dan menjelaskan kenapa kita seharusnya tdk dianggap bersalah‎, itulah yg mayoritas penjahat lakukan... atau terang terangan ngaku salah? Itu yg Daud lakukan, yg penjahat disebelah Yesus lakukan...
Hanya orang yg demikianlah yg akan dipulihkan dan disempurnakan...

Coba lihat kembali apa yg dipegang dan diusahakan utk tdk dilepaskan oleh Daud: ‎
(51-13) "...Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!..." ‎
‎Daud tdk menangis mempertahankan tahtanya atau kerajaannya atau minimal hartanya yg banyak,... Daud spt anak kecil mempertahankan Roh TUHAN didlmnya... itulah yg dia tangisi...'Jgn ambil Roh Kudusmu dariku...' 

Berhargakah Tuhan bagimu? Apakah benar Roh TUHAN lah yg akan engkau pertahankan ketika pengadilan Tuhan terjadi atasmu?

Keep walking in the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-11 21:04:10

Jumat, 9 Desember 2016

Mazmur 50:7-14
"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 
sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 
Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 
Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 
Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!..." ‎

---> Hari ini kita akan belajar satu pemahaman penting tentang Tuhan atau Lordship. Agama dimanapun akan mengajarkan utk membawa persembahan kpd Tuhan yg mereka sembah sbg bukti pengabdiannya dan baktinya kpd Tuhan... Namun sesungguhnya itu tdk membuktikan dia itu Tuhan bagi kita, jika sekedar kita setia membawa persembahan, sesajian, atau ukupan kpd Tuhan....

Kata Lord atau Tuhan berarti Dia itu pemilik kita... coba renungkan sebentar, jika Dia itu pemilik kita, mungkinkah ada sesuatu yg ada pada kita yg bukan punya Dia? Bahkan hidup dan nyawa kitapun Dia yg punya... jadi bagaimana mungkin manusia bisa memberikan sesuatu kpd Tuhan yg sebenarnya bukan miliknya sendiri, melainkan milik Tuhan semata mata...

Coba perhatikan kembali ayat ayat diatas, dgn terang terangan Tuhan menantang umat-Nya apakah yg mungkin dpt mereka berikan atau persembahkan kpd Tuhan utk menyenangkan atau menarik perkenanan Tuhan kpdnya?... bukankah semua itu milik Tuhan sendiri?...

Namun ada satu hal yg tdk dimiliki Tuhan sekalipun Dia pemilik kita, yaitu 'UCAPAN SYUKUR KITA...' itulah korban yg Tuhan rindukan, yg menyukakan hati Tuhan. ‎Bukankah Tuhan berkata demikian:
"Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 
Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? ‎
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!..." ‎‎

Jika anak Tuhan memberi kpd Tuhan, sesungguhnya kita hanyalah sekedar menyerahkan kembali apa yg sudah kita terima dari Tuhan terlebih dahulu...‎ Namun persembahan yg sangat menyukakan hati Tuhan adalah korban ucapan syukur... Mengapa disebut 'korban'? Sebab kadang kita mengalami keadaan yg tdk membuat hati kita ingin bersyukur... bahkan jika harus berkata 'syukur...' itu sakit di hati... itulah korban ucapan syukur... terutama dlm keadaan yg tdk baik sekalipun, jika Dia itu TUHAN bagimu, engkau bisa tetap berkata: terima kasih Tuhan ku... Terima kasih Allah ku...

Ibu Teresa pernah berkata: 'cintai sampai itu berasa sakit, bersyukur sampai itu berasa sakit...' Sudahkah engkau bersyukur pagi ini, ketika itu berasa sakit, itulah korban ucapan syukur yg bernilai lebih dari ribuan domba jantan dan ‎lembu jantan...

Smile it's Friday... bagi seluruh jemaat GBI Junction dan family churches nya, jgn lupa, Minggu tgl 11 Desember jam 5 sore ibadah natal gabungan di Upper Room dan Camp David, see you there...

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-08 19:49:01

Kamis, 8 Desember 2016

Mazmur 42:2-3:  Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. 
(42-2) "...Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 

‎---> Jika kita memperhatikan hidup Daud yg begitu diberkati dan berkenan kpd Tuhan, kita perlu ingat bagaimana Daud menaruh hormat dan cinta akan Tuhan lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya... Daud mencintai Tuhan spt seorang anak kecil yg mencintai ibunya sendiri...

Pernahkah saudara melihat seorang anak kecil yg menangis mencari mamah? Dia berontak dan menangis minta mamah... orang disekitarnya mencoba membujuk dgn mainan ini dan itu, sebentar saja dia akan terdiam, namun kemudian dia akan berontak dan kembali minta mamah... jika saudara berikan dia bukti deposito 100 milliar pun, anak itu tdk akan tergeming utk tetap menangis minta ketemu sama mamah... itulah cinta tulus seorang anak kecil.‎ Tdk heran jika Yesus sendiri berkata bahwa kerajaan Allah itu hanya akan dimiliki bagi kita yg memiliki sikap hati spt seorang anak kecil yg penuh cinta yg tulus:
Lukas 18:17 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Ada seorang anak kecil satu satunya yg tinggal bersma ibunya didaerah Magelang. Ayahnya sudah lama meninggal, anak kecil itu yg biasa dipanggil 'sinyo' tinggal bersama ibunya saja. Sinyo kecil yg berusia 4 tahun sangat cinta kpd ibunya... atas kehendak TUHAN, sang ibu jatuh sakit dan kemudian meninggal.

Sinyo kecil tdk mengerti semua itu, hatinya goncang... 3 hari pertama hidup tanpa mamah, sinyo kecil menangis tdk berhenti sampai mukanya memar memar...

Setelah 3 hari berkabung, ada kekuatan sedikit, tapi hatinya masih guncang... pada hari ke empat, pagi pagi sinyo bangun dan panggil tukang becak langanan sang ibu, lalu pergi keliling pasar, ke alun alun, ke pusat keramaian dan putar putar kota hendak cari mamah... tiap pagi selama 1 atau 2 jam sinyo kecil panggil pak becak utk mengajaknya keliling keliling cari mamah... tukang becak dgn setia tiap pagi selama beberapa minggu menemani sinyo kecil keliling keliling tanpa bayaran... kalau tetangga tanya, nyo, kamu mau kemana? Aku mau cari mamah... semua tetangga terdiam sambil meneteskan air mata...mereka melihat cinta yg begitu murni, kerinduan hati yg begitu tulus dari anak kecil kepada mamahnya...

Coba renungkan kembali Mazmur Daud ini:‎
(42-2) "...Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 

Bukankah itu ungkapan kerinduan seorang manusia yg spt anak kecil hendak mencari mamah? Pernahkah saudara merindukan Tuhan spt Daud merindukan Tuhan? Spt rusa merindukan air? Atau spt sinyo merindukan mamah? Kalau kita jujur, seberapa rindunya engkau akan Tuhan, bukan sekedar akan pertolongan Tuhan, maka sebesar itu juga Tuhan akan memuaskan hasratmu...

Smile and keep walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-07 19:33:05

Rabu, 7 Desember 2016

Mazmur 37:23-26
"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. 
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti...tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat..." ‎

‎---> Firman Tuhan diatas adalah salah satu Firman yg sangat melegakan dan menghiburkan saya setiap kali saya diingatkan akan ayat ayat tsb...

Bagi orang benar, yg hidupnya berkenan kpd Tuhan, ada satu blue print perjalanan yg harus dia lewati... terkadang jalan itu akan membuat dia sendiri tergelincir dan jatuh, tapi Bapa Surgawi tdk akan berdiam diri,... tangan Bapa menggandeng tangan anak-anak-Nya dgn meletakkan tangan-Nya sendiri dibawah lengan tangan anak-Nya, itulah arti menopang tangannya.‎ Dgn demikian, sekalipun anak Tuhan bisa jatuh, tapi dia tdk akan hancur berantakan... anak Tuhan bisa gagal, tapi dia akan dibangkitkan kembali... sebab Bapa kita tdk rela melihat kita terus terpuruk dan jatuh...

Tapi yg lebih menyejukkan lagi adalah janji Tuhan utk keturunan orang benar, yaitu dia sendiri tdk akan ditinggalkan dan bahkan anak cucunya tdk akan meminta minta roti...terlebih lagi, anak cucu orang benar akan TIAP HARI menaruh belas kasihan, memberi pinjaman dan menjadi berkat!!!

Tahukah saudara apa artinya itu? Anak cucu orang benar itu lebih dari banker yg sangat kaya raya... seorang dermawan... penuh belas kasihan...

Sampai saat ini, kekayaan orang paling kayapun tdk mampu bertahan lebih dari 3 keturunan... sisanya habis oleh anak cucunya... mungkin saudara juga mengenal cucu mantan orang kaya raya yg sekarang kerjanya minta minta bantuan... tdk demikian dgn anak cucu orang benar, mereka akan terus menjadi berkat, itu perkataan dari Sang Pencipta, perkataan dari Tuhan sendiri! Itulah bagianmu dan bagianku.

Tapi siapakah orang benar yg berkenan kpd-Nya? ‎

Mazmur 37:5, 11, 16, 21, 37 ‎menerangkan jawabannya:

Ayat 5: "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak"‎--> orang benar adalah orang berserah dan percaya kpd Tuhan! 

Ayat 11: "Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah."--> orang benar adalah yg rendah hati!
 ‎
Ayat 16: "Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;"--> orang benar adalah orang yg sekalipun terima sedikit, namun penuh dgn ucapan syukur!
 ‎
Ayat 21: "Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah."--> orang benar adalah orang yg bayar hutang!
 ‎
Ayat 37: "Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;" ‎--> orang benar adalah yg suka berdamai dan tulus hatinya!

Adakah engaku tergolong orang benar? Jika hidupmu benar dan berkenan kpd-Nya, maka itu saja cukup sbg jaminan bagi anak cucumu!

Smile and keep walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-07 19:31:44

Selasa, 6 Desember 2016

Mazmur 34:12 - 15:‎
(34-12) "Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 
(34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 
(34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 
(34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!.." ‎

---> Daud mengajarkan takut akan Tuhan kpd anak anaknya, hal ini juga menjadi pelajaran penting bagi setiap kita anak anak Tuhan. 

Takut  akan Tuhan bukanlah spt DNA didlm darah yg mengalir dan diwarisi dgn sendirinya, tapi perlu dibentuk dan diajarkan, itu sebabnya Daud mengatakan kpd anak anaknya, "Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!..." Siapakah yg bertanggung jawab utk ‎mengajarkan 'takut akan Tuhan?' para ayah terutama, atau para orang tua... satu ketika, setelah anak Daud dewasa, Salomo bersaksi demikian: 
Amsal 4:3-4 "Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 
aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup..." ‎
---> Salomo teringat akan apa yg Daud ayahnya ajarkan, sehingga diapun meneruskannya kpd keturunan berikutnya. Takut akan Tuhan itu tanggung jawab yg harus di estafet kan kpd keturunan berikutnya, para orang tua, pastikan kita tdk hanya menafkahi anak anak kita, tapi mengajarkannya utk hidup takut akan Tuhan, tapi bagaimana hidup takut akan Tuhan? 

2 perkara yg Daud ajarkan:
1. Jagalah lidah dari ucapan yg menipu...
2. Jauhi kejahatan...‎

Dgn kata lain, ucapan dan tingkah laku kita akan bersaksi apakah takut akan Tuhan ada di hidup kita atau tdk... jadi jelas, takut akan TUHAN tdk dibuktikan dari berapa hebat pelayananmu, berapa besar persembahanmu, atau berapa banyak karunia atau talenta yg engkau miliki... takut akan Tuhan tdk bisa disangkali jika mulutmu berkata benar dan tindakan atau perbuatanmu itu benar!

Para orang tua, bagaimana kita mengajarkan kpd anak anak kita akan takut akan Tuhan? Berilah contoh kpd mereka, anak anak itu peniru... jika mereka lihat papah itu menderita demi utk tetap berkata benar dan jujur, pada waktu tuamu, engkau akan menutup mata dgn bahagia karena melihat anak anakmu menjadi orang yg jujur dlm segala perkara...
Jika papah mamah selalu mengedepankan kebenaran dan selalu memilih yg benar sekalipun rugi, anak anakmu kelak akan menjadi saksi saksi kebenaran yg telah mereka lihat dan pelajari dari papah mamah...

Penghianatan terbesar sepanjang sejarah espionase America dilakukan oleh seorang angkatan laut America bernama John Anthony Walker, selama 18 tahun dia hidup menghianati negaranya sendiri dgn menjual rahasia kekuatan angkatan laut America kpd Soviet Union, jika bukan karena mantan istrinya yg lapor kpd FBI, John Walker masih beroperasi sampai sekarang... dlm tempo 18 tahun, John mendorong anak laki lakinya Michael Walker utk menjadi anggota angkatan laut America, dan Michael Walker-lah yg meneruskan memberikan informasi agar John tetap bisa melakukan penghianatan kpd negaranya sendiri...‎ 

Tdk sedikit orang tua yg dgn sadar bukannya mengajarkan takut akan Tuhan kpd anak anaknya, melainkan mendorong dan mempersiapkan anak anak kita utk menjadi penghianat akan Tuhan! 

Para ayah, para ibu, jika hari ini secara jujur engkau berhadapan dgn tahta Tuhan, beranikah engkau berkata dan benarkah bahwa dihadapan Tuhan selama ini, engkau telah memberi contoh bagaimana hidup dgn takut akan Tuhan kpd anak anakmu? Engkau bisa menipu gembalamu, teman temanmu, rekan kerja sekantor, atau seluruh duniapun,... bayangkan selama 18 tahun, kebusukan John Walker tdk tercium oleh FBI yg begitu rapih dan nyaris sempurna atau paling sempurna keamanannya diseluruh bumi, tapi di Surga ada Tuhan, Dia tahu yg tersembunyi sekalipun... jika hari ini engaku ‎memahami teguran Tuhan ini, berdoa dan bertobatlah, berjanjilah bahwa mulai hari ini engkau akan menjadi contoh utk mengajarkan anak anakmu utk hidup takut akan Tuhan 

Smile and keep walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-05 19:23:27

Senin, 5 Desember 2016

Mazmur 25:12-14
"...Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. 
Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. 
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." ‎

---> Jika ada satu kharakter yg sangat penting dan dpt dijadikan modal utk menjalani hidup bahkan sampai akhir hidup ini,... utk berjalan menuju kpd kesempurnaan yg Bapa inginkan dari setiap kita, saya berani katakan 'takut akan Tuhan' itulah kharakter yg mutlak harus ada pada setiap orang percaya utk modal atau bekal menjalani hidup yg sesuai dgn kebenaran Firman Tuhan. 

Seringkali kita akan diperhadapkan kpd pilihan pilihan jalan didepan kita yg harus kita pilih... kadang persimpangan jalan (crossroads) tapi kadang jalan yg hampir parallel, dua duanya hampir sama, seakan menuju ke arah yg sama, kelihatannya sama sama baik... tapi yg satu ujungnya ke kanan dan yg satu ujungnya ke kiri... hanya pada akhirnyalah kita akan mengetahui hal tsb... Lalu apa yg harus kita lakukan? Bagaimana kita memilih jalan yg nyaris parallel tsb? Bagaimana kita tahu jalan yg mana yg akan menuntun kpd kehancuran atau yg menuntun kpd kemuliaan dan rencana Tuhan? ‎Mzm 25:12 diatas menerangkan:  "...Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya." Takut akan TUHANlah yg akan berfungsi sbg GPS utk mengarahkan jalan yg harus diambil oleh anak anak Tuhan...Takut akan Tuhan tdk akan berdiam didlm hati nurani kita utk mendorong dan menyatakan pilihan jalan yg harus kita ambil. 

‎Pilihan pilihan jalan ini meliputi pilihan langkah hidup, pilihan persahabatan, pilihan jalan usaha, bahkan pilihan pilihan yg sederhana sekalipun tentang apa dan kapan harus berbicara... takut akan Tuhan akan menuntun langkah langkah dan bahkan ucapan bibir kita dgn benar, sesuai dgn apa yg memuliakan Tuhan dan mendatangkan kebaikan bagi kita. 
Akibat dari pilihan pilihan yg tepat tsb, ayat 13 menyatakan bahwa kebahagiaan‎ yg akan dinikmati orang yg takut akan Tuhan juga akan berlaku bagi anak cucunya sepanjang masa, itulah bagian dari takut akan Tuhan, ... "...Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi." ‎

Bahkan kita akan layak disebut sbg sahabat Tuhan, sebab ‎"...TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." ‎

Hiduplah dgn takut akan Tuhan sejak saat ini, itulah dasar yg sejati utk membangun kharakter Illahi.

Smile and keep walking in your Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-04 18:35:53

Jumat, 2 Desember 2016

Mazmur 24:1-6
"Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." 

---> ‎Mazmur Daud diatas menegaskan bahwa yg empunya bumi dgn segala isinya, dunia dan manusia yg diam didlmnya adalah Tuhan sendiri. Begitu berkuasanya dan perkasanya Tuhan yg menguasai segala galanya...

Kemudian Daud bertanya, siapakah yg boleh naik ke tempat kudus Tuhan dan bahkan layak berdiri dihadapan Dia? ‎Mazmur Daud lebih lanjut menegaskan:
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." ‎

Jadi bukan orang memiliki talenta besar dan karunia luar biasa yg akan dilayakkan utk berdiri dihadapan Tuhan dan tetap hidup,... tapi mereka yg bersih dan murni hatinya, sehingga tdk ada tipu daya di mulut dan perbuatannya, tdk berkata dusta atau bersumpah palsu... ketika manusia dikatakan layak utk berada di gunung TUHAN, orang itulah yg akan menerima berkat dan keadilan Tuhan... tapi spt apakah orang yg murni hatinya? Murni atau pure in heart adalah orang yg tdk memiliki niat ganda atau niat terselubung. Itulah yg dikenal sbg 'integritas'. Orang yg memiliki integritas tdk bercabang lidah, dia akan tampil sbg mana adanya, baik di gereja, di rumah atau ketika tdk ada yg melihat atau mengetahui. Spt itukah hidupmu dan hidupku? Ketika tdk ada seorangpun yg melihat, masihkan engkau berlaku jujur? Ketika tdk seorangpun yg tahu atau yg ada disekitarmu, masih setiakah engkau kpd istri masa mudamu? Atau suami masa mudamu? Orang yg murni hatinya, yg disebut a man or a woman of integrity adalah orang yg niatnya hanya satu, didepan orang spt ini, dibelakang orang juga spt ini. Hati yg murni adalah hati yg lembut, dgn kemurnian hati, Tuhan bisa mengarahkan dan menuntun Abimelekh utk tdk berbuat dosa, sebab kemurnian hati yg juga berarti kelembutan hati akan memampukan hati kita utk rela dituntun Tuhan, sehingga berkat Tuhan mengalir bagi kita yg murni dan lembut hatinya. Bukankah Yesus sendiri didlm salah satu kotbah dibukit berkata:‎
Matius 5:5 "...Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi..."‎

‎Periksalah hatimu... adakah niat niat atau maksud jahat yg engkau masih tutupi dan pelihara? Pastikan hati kita murni dan lembut dihadapan Dia, agar engkau boleh menikmati berkat berkat-Nya hari ini.

Smile,... Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-12-01 19:14:28