Morning Dew

Senin, 11 Juli 2016

2 Raja-raja 7:1-2
"...Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."
Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

---> Satu ketika, setelah sekian lama Samaria mengalami kelaparan karena embargo yg dilakukan oleh tentara Aram, hari pembebasan bagi Samaria telah tiba, dan Tuhan memakai hamba-Nya, Elisa utk melepaskan nubuatan. Ketika Elisa mulai bernubuat, berkatalah perwira raja kpd Elisa, menimpali perkataan Elisa demikian: 'masalah mungkin bisa begitu...'

Hari ini kita belajar satu kebenaran, yaitu utk belajar menahan lidah dan perkataan kita. Ada banyak hal yg tdk kita mengerti dan fahami‎, namun bukan berarti hal itu tdk ada atau tdk benar. Hikmat akan mengajarkan kita utk bisa menahan perkataan kita ketika kita tdk mengerti atau kita belum memahami kebenaran tsb, jgn terlalu cepat utk mengeluarkan pernyataan apalagi yg memang tdk kita mengerti, sebab hal itu bisa menjadi batu sandungan bagi diri kita sendiri.

Sesungguhnya pernyataan yg Elisa katakan berlaku bagi seluruh penduduk Samaria, tapi kebodohan dari perwira raja yg bukan bertanya, namun meragukan, bahkan lebih parah lagi, dia menyatakan satu perkataan yg tdk dia mengerti dan hal itu bisa membuat orang lainpun 'meragukan' pernyataan Firman Tuhan yg disampaikan oleh Elisa. ‎Itulah sebabnya pernyataan perwira raja itu sangat berbahaya sebab dapat membuat orang lainpun menjadi lemah dan meragukan perkataan Firman Tuhan. 

Akibat dari pernyataan bodoh yg diucapkan tanpa dipikir apalagi didorong oleh pengertian yg benar telah membuat perwira raja tsb hanya bisa melihat ketika kebenaran tsb menjadi kenyataan, namun tdk pernah dpt menikmatinya... ketika berkat melimpah itu turun atas Samaria, penduduk kota keluar utk menjarah makanan, dan perwira raja tsb justru jatuh terinjak injak dan mati saat kelimpahan datang... betapa menyedihkan...

Pagi ini TUHAN mau kita belajar menahan lidah kita dari berkata kata yg sia sia, apalagi yg bohong... menahan lidah dari mengucapkan perkataan negative yg bisa membunuh diri kita sendiri dan melemahkan orang lain. Ucapkan yg benar! Ucapkan yg positif, ucapkan perkataan Firman Tuhan, itulah yg membawa pemulihan... ingat seluruh bumi dan isinya kecuali manusia diciptakan hanya oleh perkataan Firman yg keluar dari mulut Tuhan...

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-10 19:25:42

Jumat, 8 Juli 2016

2 Raja-raja 6:5-7
"...Dan Terjadilah, Ketika Seorang Sedang Menumbangkan Sebatang Pohon, Jatuhlah Mata Kapaknya Ke Dalam Air. Lalu Berteriak-teriaklah Ia: "Wahai Tuanku! Itu Barang Pinjaman!"
Tetapi Berkatalah Abdi Allah: "Ke Mana Jatuhnya?" Lalu Orang Itu Menunjukkan Tempat Itu Kepadanya. Kemudian Elisa Memotong Sepotong Kayu, Lalu Dilemparkannya Ke Sana, Maka Timbullah Mata Kapak Itu Dibuatnya.
Lalu Katanya: "Ambillah." Orang Itu Mengulurkan Tangannya Dan Mengambilnya..." ‎

‎--> Ada Satu Pewahyuan Rahasia Yg Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia Yg Berkali Kali Diungkapkan Didlm Kitab Nabi Nabi Dan Kembali Di Nubuatkan Dan Diterangkan Secara Specific Oleh Elisa.

Ketika Rombongan Nabi Sedang Menebang Pohon, Tiba Tiba Kapak Yg Ada Ditangan Mereka Terlepas Dan Jatuh... Lalu Mereka Berteriak Kpd Elisa Minta Tolong... Sebab Kapak Tsb Adalah Barang Pinjaman,... Atau Mereka Terhutang Karena Hal Tsb.

Dosa Dan Kejatuhan Membuat Manusia Terhutang Atas Dosa Dosanya Tsb... Kita Tdk Akan Sanggup Membayar Hutang Dosa Dan Kejatuhan Ke Dalam Dosa...‎Lalu Elisa Melemparkan 'sepotong Kayu' Lalu Terjadilah Sesuatu Yg Supra-natural Terjadi, Mata Kapak Yg Terbuat Dari Besi, Terapung Ketika Sepotong Kayu Dilemparkan Ditempat Mata Kapak Tsb Terjatuh.‎

Pagi Ini Kita Diingatkan Bahwa Solusi Thdp Dosa Dan Kejatuhan Manusia Ada Pada 'sepotong Kayu', Itulah Nubuatan Tentang Kayu Salib Yg Akan Menghapus Hutang Dosa Yg Tdk Dapat Kita Bayar Sendiri... Secara Akal Sehat, Keselamatan Itu Tdk Masuk Akal, Filosopher Berusaha Mencari Jawabannya... Agama Berusaha Menyodorkan Solusinya, Dgn Membayar Melalui Karma,... Atau Dgn Berusaha Beramal Baik... Semua Usaha Manusia Sia Sia... The Bible Atau Alkitab Adalah Satu Satunya Kitab Yg Menerangkan Pewahyuan Akan Hutang Dosa Ini,... Kita Tdk Mampu Menyelamatkan Diri Kita Sendiri Dari Hutang Dosa, Kristus Yg Tergantung Pada Sepotong Kayu Itulah Jawaban Utk Keluar Dari Hutang Hutang Dosa.

Jesus Loves You And So Do I.

dibuat pada : 2016-07-07 21:56:09

Kamis, 7 Juli 2016

2 Raja-raja 5:1-5 "...Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 
Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian..."‎

---> Pagi ini, ketika saya membaca ayat ayat diatas, ada satu hal yg menyentuh hati saya, dan inilah yg akan kita renungkan bersama pagi ini.

>>> Tuhan mau kita belajar utk menghargai siapapun, termaksud orang orang yg dianggap rendah oleh masyarakat, spt para budak, pelayan, hamba hamba atau orang orang miskin, sama spt Tuhan menghargai dan memandang semua orang berharga dimata Tuhan... Kadang tanpa kita sadari, orang yg paling rendah yg dianggap tdk berharga oleh masyarakat sama sekali, justru Tuhan memakai mereka utk memberikan jawaban atas masalah kita yg paling berat . 

Coba perhatikan apa yg terjadi atas Naaman: ‎lihat ayat 2 & 3:
"...Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."‎
‎--> Seandainya Naaman dan istri adalah tuan yg bengis, yg tdk ramah dan tdk menghargai orang kecil, tentu budak perempuan yg ada pada istri Naaman tdk akan berani utk ikut campur masalah keluarga Naaman. Kusta adalah penyakit yg memalukan, seorang budak utk angkat bicara tentang penyakit kusta tuannya, akan bisa dianggap sangat menyinggung dan kurang ajar,... seorang tuan dan nyonya yg bengis dan kasar akan berkata: 'kamu jgn kurang ajar!...' atau 'kamu jgn ikut campur, apakah kamu tdk tahu sopan santun?..' kusta yg dibicarakan hamba perempuan istri Naaman itu secara langsung atau tdk langsung berarti hamba itu melihat dan mengetahui 'kenajisan sang tuan' dan berani angkat bicara tentang kenajisan tsb. Tuan spt apa yg mau kebobrokannya, kenajisannya, atau ketidak tahirannya di lihat dan dibicarakan oleh hambanya?

Saya percaya hubungan keramahan telah terjalin didlm rumah tangga Naaman, suami istri Naaman itu sudah terbiasa menghargai pendapat orang kecil, sehingga budak perempuan pun berani bicara yg ternyata adalah pewahyuan terbesar sepanjang umur Naaman, di Samaria, bukan hanya kusta nya sembuh, Naaman bertemu dgn Allah Israel.

Bagaimana dgn saudara dan saya? Adakah kita membiasakan diri utk menghargai orang kecil, orang terhina? Kadang tanpa kita sadari, rahasia terbesar dlm hidupmu telah Tuhan titipkan kpd salah satu dari mereka namun diperlukan kerendahan hati utk menghargai orang lain, terutama mereka yg tdk dipandang oleh masyarakat.

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-06 21:38:36

Rabu, 6 Juli 2016

2 Raja-raja 4:1-7
"... Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 
Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 
Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

---> Pagi ini kita akan belajar membedakan apakah berkat itu dari Tuhan asalnya atau bukan. Lihat kembali apa yg terjadi dgn janda nabi yg dtg kpd Elisa karena hutang yg begitu besar:

1. Pertama tama, berkat Tuhan itu bekerja dgn 'apa yg ada pada kita' bukan apa yg tdk ada...‎perhatikan jawab Elisa kpd janda nabi tsb: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Sama spt mujizat 5 roti dan 2 ikan, Tuhan tdk menciptakan roti baru atau ikan baru, tapi Tuhan bertanya kpd murid muridNya, 'apa yg ada padamu..?' lalu Tuhan melipat gandakannya...Jika kita menyadari dan memahami kebenaran ini, berkat Tuhan akan mengalir dan melimpah ketika kita memberdaya gunakan 'apa yg ada pada kita!!!' Entah mungkin padamu ada kekuatan utk bekerja... atau kemahiran dlm hal sesuatu, talenta tertentu, atau sekedar sedikit modal.... apapun yg ada padamu, bawa kpd Tuhan dlm doa mu dan tanya Tuhan, apa yg harus aku perbuat dgn talenta ini? Dgn kekuatan ini? Itulah awal mula berkat Tuhan bekerja.

2. ‎Berkat Tuhan akan terus mengalir sebanyak 'bejana' yg kita siapkan! Itu bicara mengenai hati kita dan kapasitas kita. Jika hatimu luas, maka engkau akan mampu lebih banyak menjadi berkat buat lebih banyak orang, jika engkau memperluas kapasitas mu, maka seluas itu pula berkat Allah mengalir didlm hidupmu. Lihat apa yg terjadi dgn janda nabi tsb:‎
"...Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir..." Minyak berhenti mengalir ketika tdk adalagi bejana utk menampungnya.

3. ‎Berkat yg dtgnya dari Tuhan tdk akan mematikan atau menjerumuskan kita, namun akan mengajar hati kita utk hidup benar, mengajar dan menyulam kharakter Kristus didlm diri kita. Lihat apa yg Elisa katakan kpd janda nabi  tsb: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu." Jika berkat membuatmu lupa bayar hutang, pasti itu berkat dari hasil rampokan, bukan berkat Tuhan! Berkat Tuhan akan mengajar kita, hutang adalah hutang! Sesudah diberkati, cepat cepat bayar hutang, baru nanti ada sisanya utk diri kita dan anak anak kita nikmati.

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-05 20:48:24

Selasa, 5 Juli 2016

2 Raja-raja 2:10 "...Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."‎

--> Elisa dipilih bukan oleh Elia, tapi Tuhan sendiri yg menentukannya. Tuhan memerintahkan Elia utk mengurapi Elisa, tapi hal itu tdk berarti secara otomatis Elisa akan mendapatkan lawatan dan pengurapan yg luar biasa yg dia terima dari Tuhan... sama spt Yosua yg harus 'mengerjakan bagiannya' yaitu menyebrang sungai Yordan, demikian juga Elisa harus menyelesaikan bagiannya.  Bagi Elisa, bagian yg Tuhan tentukan utk dia lakukan adalah 'dapat melhat apa yg Tuhan kerjakan' dlm hidup Elia tuannya. Renungkan sebentar kebenaran ini, yg diminta Elisa, yaitu mendapatkan pengurapan double porsi atau 2 bagian dari yg ada pada Elia, adalah hal yg sukar... dan utk hal yg sukar tsb, syaratnya adalah 'dapat melihat apa yg Tuhan kerjakan' melalui hidup Elia, sebab Elisa akan meneruskan pelayanan yg tdk diselesaikan Elia, dan jika Elisa tdk mampu melihat karya tangan Tuhan yg bekerja melalui Elisa, maka tdk mungkin dia dpt mengenali rencana Tuhan yg begitu besar yg harus dia kerjakan.

Dgn kata lain, itulah yg disebut iman, yaitu dpt melihat rencana besar Tuhan. Kitab Ibrani 11:24, 27 menerangkan arti iman yg ada pada Musa demikian: "...Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎

Perhatikan kembali bagian terakhir ayat diatas: "...‎Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎ Musa disebut sbg orang yg beriman sebab dia mampu melihat rencana Agung Tuhan... itulah juga yg membuat Elisa berhasil menerima pengurapan ganda, iman yg melihat rencana dan karya kerja tangan Tuhan. 

Kenali karya Tuhan yg besar atasmu... Tuhan punya rencana...

Smile and minal aidin, mohon maaf lahir batin.
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-04 21:47:50

Senin, 4 Juli 2016

1 Raja-raja 22:4-9, 13-18 "Lalu katanya kepada Yosafat: "Maukah engkau pergi bersama-sama aku untuk memerangi Ramot-Gilead?" Jawab Yosafat kepada raja Israel: "Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu."
Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: "Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN." 
Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, kira-kira empat ratus orang banyaknya, kemudian bertanyalah ia kepada mereka: "Apakah aku boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?" Jawab mereka: "Majulah! Tuhan akan menyerahkannya ke dalam tangan raja." 
Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?" 
Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian."
Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawai istana, katanya: "Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!" 
Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: "Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik." 
Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan." 
Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: "Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau kami membatalkannya?" Jawabnya kepadanya: "Majulah dan engkau akan beruntung, sebab TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja." 
Tetapi raja berkata kepadanya: "Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran demi nama TUHAN?" 
Lalu jawabnya: "Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat."  
Kemudian raja Israel berkata kepada Yosafat: "Bukankah telah kukatakan kepadamu: Tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan hanya malapetaka?"

--> ‎ G.K. Chesterton berkata: 'memberikan kebenaran kpd mereka yg tdk mencintai kebenaran, hanyalah menambahkan alasan kepadanya utk mencari celah...'

Benarlah perkataan Chesterton tsb, sebab banyak orang mendengar kebenaran atau mengetahui kebenaran tapi hatinya penuh dgn kebusukan dan kejahatan... kebenaran yg mereka dengar hanyalah menjadi tambahan alasan utk mencari cari celah, memutar balikan fakta, dan membuat buat argumentasi. Oleh sebab itulah, target Firman Tuhan adalah hati kita, yg jendelanya adalah pikiran kita. Sikap yg benar dlm mencari dan mendengarkan kebenaran adalah: 'pikiran dan hati saya salah,... Saya mau diajar dan dibentuk... sehingga ketika kita mendengar kebenaran Tuhan, jika ada yg berbeda dgn pengertian dan sikap hati kita selama ini, bukannya ‎ ‎Firman it yg harus dikompromikan, tapi kitalah yg harus berubah.

Ahab mengakhiri hidupnya dgn puncak kedegilan hatinya yg sudah begitu membatu... coba renungkan sekali lagi:
1. Terhadap rencana Ahab, Yosafat raja Yehuda berkata, coba tanyakan dahulu Firman Tuhan... tapi kemudian Ahab bertanya kpd 'para nabi nabi' kira kira 400 orang banyaknya. Tdk disebutkan mereka itu adalah nabi nabi Tuhan, hanya nabi nabi Ahab...

2.Yosafat sudah bisa merasakan aroma nasehat yg keluar dari mulut 'nabi nabi' tsb berbau 'sumbang', itu sebabnya Yosafat berkata lagi, "Tdk adakah lagi disini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?" kemudian Ahab menjawab, ada, tapi aku benci dia, sebab dia tdk bicara baik tentang aku...'. Dapatkah saudara mencium aroma hati yg degil dan busuk? Ahab tdk mendengar suara kebenaran, sebab kebenaran itu mengusik hatinya, dia bahkan benci dgn kebenaran... akibatnya,

3. Ketika Mikha bin Yimla, nabi Tuhan itu dijemput, Mikha harus diancam dan diberikan pesan sponsor utk bicara 'Amien' saja terhadap perkataan Ahab dan ke 400 nabi nabinya. Ketika Mikha berkata Amien, Ahab masih mencoba bersandiwara dgn  berkata: "Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran demi nama TUHAN?"  Tapi kemudian setelah Mikha berkata yg benar, dia justru dipenjarakan...

Saudaraku, hari ini kita belajar akan perlunya memiliki sikap hati yg benar, yg mau diajar, yg rela dibentuk, itu jauh lebih penting daripada mendengar pengajaran ini itu yg begitu banyaknya, tapi jika hati dan pikiran kita bebal, maka pengajaran Firman sebaik apapun akan kita injak injak spt babi menginjak injak mutiara... jika pikiran dan sikap hatimu bukan spt babi, maka seharusnya lah kita merendahkan diri dan membiarkan Firman Tuhan merubah hidup kita, mengatur jalan jalan kita, agar kita terhindar dari jerat iblis dan malapetaka.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-04 19:26:16

Jumat, 1 Juli 2016

1 Raja-raja 21:1-4, 15-16 "...Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, Memphis kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 
Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 
Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan..."

Kemudian Izebel istri Ahab merancangkan kematian bagi Nabot, fitnah dan pembunuhan atas Nabot pun dilakukan atas rencana Izebel, ayat 15-16 berkata:‎ "...Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya."‎

--> Iman Kristiani yg benar adalah iman yg berani menekan atau menolak 'keinginan ‎keinginan yg tdk selaras dgn kebenaran Firman Tuhan. Tanpa kerelaan dan tekad utk menekan keinginan keinginan keliru tsb, seberapa diurapi-Nya kita, pasti kita akan hancur sia sia. Ada terlalu banyak contoh hidup hamba hamba Tuhan hebat yg begitu diurapi, tapi tdk mampu sebab tdk membiasakan diri utk menekan dan menguasai keinginan keinginan dirinya sendiri... akibatnya, beban kemuliaan Tuhan yg begitu kuat dan beratnya, menghancurkan dirinya sendiri akibat keinginan yg di umbar umbar, bukannya di kuasai.

Ajar anak anak kita utk bisa menerima 'NO!!!' atau 'TIDAK!!!' sbg jawaban... atau 'TUNGGU!!!' sbg jawaban... jika anak anak selalu dibiasakan tdk mengerti atau bisa menerima kata tidak atau tunggu sbg jawaban, satu kali nanti dia besar dan kuat, dia tdk terbiasa menerima kata tdk atau tunggu... Jika dia anak pria dewasa, ketika berpacaran dan libidonya mulai muncul, dia akan tiduri pacarnya atau jika pacarnya menolak, dia akan perkosa pacarnya sendiri... bukankah itu yg berkali kali terjadi di bangsa ini?

Jika dia bekerja nantinya, dia ingin naik pangkat cepat, dia akan ambil jalan pintas, sikut kanan kiri, fitnah ini itu, jilat sana sini... yg wanita ketika ingin sesuatu, siap jadi pacar orang yg sudah bersuami, yg penting punya banyak uang... tdk sedikit gadis gadis menjual dirinya demi uang...

Bukankah spt itu yg terjadi atas Ahab dan Izebel? Mereka adalah suami istri yg tdk bisa terima NO sbg jawaban, bahkan, bukankah Ahab itu raja, apakah tdk cukup tanah kebun yg dia miliki? Kenapa harus terlalu serakah spt itu?‎ Bagaimana menghindari diri dari dosa spt Ahab dan Izebel? Coba lihat nasehat Firman Tuhan ini:
Ibrani 13:5 "...Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  
--> belajarlah mencukupkan diri dlm segala hal, mulailah berkata 'CUKUP TUHAN...' income ku cukup, buktinya apa? Bahkan aku bisa berbagi dgn orang lain... istriku itu cukup bagiku, buktinya, aku cintai dia dan berikan yg terbaik yg bisa aku berikan... suami ku cukup bagiku, buktinya aku selalu bersuka kalau dia pulang dan melayani dia... Pelayananku cukup, buktinya jemaat yg Tuhan percayakan aku rawat baik baik, bukan sibuk buat ini dan itu...‎

Mari pagi ini‎ masing masing berlutut dan berkata 'cukup ya Tuhan, semua sudah cukup... aku bersyukur utk kebaikan dan pemeliharaan MU!'

Smile, it's Friday...‎
‎Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-01 09:07:31

Rabu, 29 Juni 2016

1 Raja-raja 17:7-14 "Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. 
Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 
Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
 
--> Cara Tuhan memelihara hamba hambaNya kadang tdk masuk akal, ditepi sungai Kerit, Tuhan memelihara Elia melalui campur tangan burung burung gagak... sekarang sungai Kerit pun menjadi kering, Tuhan menuntun Elia ke Sarfat, disana Tuhan sudah mempersiapkan bahkan 'MEMERINTAHKAN ' seorang janda di Sarfat utk memberi Elia makan, coba lihat lagi ayat ini: ‎"...Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." ‎Jadi ternyata sebelum Elia dtg ke Sarfat, Tuhan sudah memerintahkan janda di Sarfat utk memberi makan Elia, jika benar demikian, mengapa janda itu masih bertanya kpd Elia, ketika Elia berkata buatkan aku sepotong roti, begini: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Bukankah sebelumnya Tuhan berkata kpd Elia bahwa TUHAN sudah memerintahkan janda di Sarfat tsb, kenapa janda tsb masih bertanya lagi?

Inilah pelajaran penting pagi ini:

1. Ketika Firman Tuhan berkata dan memberi perintah kpd kita, itu sama atau identik dgn kebajikan atau perkenanan Tuhan atas kita. Jika Tuhan memberi mandat atau perintah apapun isinya, perintah Tuhan tsb mendatangkan kebajikan Tuhan bagi kita juga. Burung burung gagal diperintahkan utk mengantarkan roti dan daging bagi Elia selama musim kering, bukankah hal itu berarti burung burung tsb harus tetap hidup utk bisa terbang dan cukup kuat utk membawa bawa roti dan daging bagi Elia? Dan jika burung burung tsb harus tetap hidup, artinya bagi merekapun harus ada makanan dan minuman selama musim kering dan paceklik... itulah kebenaran pewahyuan ini, perintah Tuhan selalu identik dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan, jadi jgn sekali kali membiasakan diri utk mengabaikan 'perintah Tuhan' dgn tawar menawar atau bermalas malasan.

2. Perintah Tuhan selalu diarahkan kpd hati hati yg berkenan kpd Dia, yg menghormati Tuhan. Tuhan melihat hati kita, bukan kemampuan kita... utk memberi makan Elia, jika Tuhan melihat kemampuan, maka seharusnya Elia diutus kpd seorang petani kaya, sebab padanya banyak gandum, tapi justru kpd janda, dan kenapa kpd janda di Sarfat?‎ Lihat ayat ini: Lukas 4:24-26 " Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. ‎
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon."‎
--> sekalipun banyak janda pada jaman Elia di Israel, tetapi hati Tuhan tertarik kpd janda di Sarfat, sebab‎ hati janda Sarfat tsb 'menghargai Tuhan' sedangkan hati janda janda di Israel memandang remeh Tuhan... Jika hatimu menghargai dan menghormati Tuhan, perintah Tuhan akan turun atasmu...

3. Janda Sarfat tsb mungkin tdk mengerti bahwa doa doanya telah sampai kpd Surga, dan Surga bermaksud utk mendatangkan kebajikanNya hari itu, namun test terakhir adalah 'KETAATAN ', beranikah sekarang janda Sarfat tsb taat kpd perkataan perintah Tuhan? Sebab ingat, perintah Tuhan itu sama dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan....

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-28 19:12:32

Selasa, 28 Juni 2016

1 Raja-raja 17:1-6 "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."
Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."‎

--> Pagi ini kita belajar satu kebenaran Firman Tuhan, yaitu tentang penyertaan dan pemeliharaan Tuhan... Ada kalanya Tuhan ijinkan malapetaka atau kekeringan melanda satu bangsa, spt Israel pada jaman Ahab dan jaman Elia, demi utk mengubah hati bangsa itu... tapi hal itu berarti seorang hamba Tuhan yg setia spt Elia sekalipun akan mengalami kekeringan juga... Pada saat spt itulah, keajaiban supra natural yg dari Tuhan terlihat jelas utk menyatakan penyertaan-Nya dan pemeliharaan-Nya atas kita. 

Burung gagak itu makan daging, dan saat itu adalah waktu waktu kekeringan... bagaimana mungkin naluri binatang tsb tdk langsung saja menelan daging yg ada di paruhnya? Atau roti yg di bawanya? Bukankah memang saat itu sulit mendapatkan makanan?... dari mana burung burung gagak tsb mendapatkan roti dan daging utk Elia... Mungkinkah Tuhan secara khusus menyiapkan roti dan daging hanya utk memelihara hambaNya yg setia, Elia?...

Betapa luar biasanya penyertaan Tuhan dan pemeliharaan-Nya atas hamba hambaNya... Kadang menghadapi situasi politik dan perekonomian yg keruh spt sekarang ini, timbul kekhawatiran akan hari esok, akan masa depan anak anak... tapi pagi ini, Bapa di Surga mengingatkan kita, kalau dulu Dia bisa memutar balikan hukum alam demi utk menunjukan CintaNya pada Elia, apakah Dia tdk sanggup utk lakukan yg sama bagi kita?

Kuncinya adalah, lihat sekali lagi ayat ini: ‎ "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani,.." Jika saya memiliki karyawan, yg bekerja bagi saya, saya yg jahat saja bisa memikirkan dan merencanakan pemeliharaan bagi orang orang tsb, apalagi Bapa di Surga yg begitu baik... jika hidupmu terus melayani Dia, ingatlah satu hal, ada pemeliharaan Tuhan atas mu dan atas keluargamu... apakah hidup yg melayani adalah menjadi pendeta di gereja? Buka hanya spt itu, lakukan dan hidupi Firman Tuhan, dgn demikian engkau sedang melayani Tuhan dgn tubuhmu!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-27 20:24:12

Senin, 27 Juni 2016

1 Raja-raja 16:29-34 "Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria.
Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya. 
Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. 
Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria. 
Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya. 
Pada zamannya itu Hiel, orang Betel, membangun kembali Yerikho. Dengan membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Yosua bin Nun..." ‎

---> Ahab raja Israel bukan hanya sengaja melanggar titah ke dua dari 10 perintah Allah melalui Musa utk tdk membuat patung patung utk disembah, dia juga melecehkan titah pertama yaitu menempatkan yg lain yg bukan Tuhan sbg tuhan... dosa kesalahannya ditambah lagi dgn mengambil Izabel binti Eibaal menjadi istrinya, dan akibatnya dia dan bahkan seluruh Israel melacurkan diri dlm penyembahan berhala kpd baal.

Hari ini akan belajar satu kebenaran, apa yg tertulis didlm ‎2 Tesalonika 2:7-8 "Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali."‎

--> Memang ayat itu berbicara tentang pengangkatan gereja Tuhan sebelum anti-Kris menyatakan dirinya. Tapi coba perhatikan kembali, ternyata hal yg sama juga terjadi, ketika 'fungsi penahan' dari satu keluarga, satu komunitas disingkirkan dan digantikan dgn yg tdk memiliki fungsi penahan tsb, maka pendurhakaan akan muncul atau pembusukan akan muncul. Jika ikan digarami, maka daging ikan tsb tdk akan membusuk, sebab garam memiliki fungsi bukan hanya sbg penyedap rasa, tapi juga penahan pembusukan. Bukankah Firman Tuhan berkata 'engkaulah garam dunia...' jika anak anak Tuhan sungguh berfungsi sbg garam, maka sekelilingmu tdk akan mampu membusuk, pendurhakaan tdk akan mampu tampil.

Kembali kpd kisah Ahab, pada jalannya, ketika dia tampil, justru tampil dlm jamannya itu seorang yg bernama Hiel orang Betel, dia melakukan:
1. Membangun kembali ‎kota Yerikho
2. ‎Membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan
3. Dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya,...

Bukankah hal hal tsb sudah dinubuatkan oleh Yosua bin Nun ketika dia menghancurkan tembok Yerikho dan membunuh Akhan yg rakus itu? ‎
‎(Yosua 6:26)

Kenapa Hiel sekarang muncul, tdk kah dia ingat akan nubuatan Yosua bapa leluhurnya? Pendurhakaan akan tumbuh subur ketika tdk ada 'fungi garam' disekitarnya...

Pagi ini, jadilah garam bagi keluargaku, tempat engkau bekerja, di lingkunganmu, agar tdk terjadi pendurhakaan dan pembusukan...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-26 20:31:40

Jumat, 24 Juni 2016

1 Raja-raja 15:1-4, 7-8 "...Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam bin Nebat menjadi rajalah Abiam atas Yehuda. 
Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Maakha, anak Abisalom. 
Abiam hidup dalam segala dosa yang telah dilakukan ayahnya sebelumnya, dan ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, moyangnya. 
Tetapi oleh karena Daud maka TUHAN, Allahnya, memberikan keturunan kepadanya di Yerusalem dengan mengangkat anaknya menggantikan dia dan dengan membiarkan Yerusalem berdiri, ‎
Selebihnya dari riwayat Abiam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? Dan ada perang antara Abiam dan Yerobeam.‎
Kemudian Abiam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Asa, anaknya, menjadi raja menggantikan dia."‎

---> Pagi ini bacaan Firman TUHAN sekali lagi mengingatkan‎ kita bahwa hidup manusia, siapapun dia, raja Yehuda sekalipun, ada batasnya... Coba renungkan sekali lagi ayat ayat diatas,...
Abiam, raja Yehuda, riwayat sejarah hidupnya adalah spt ini:
--> lahir, jada raja selama 3 tahun di Yerusalem, berbuat dosa dan tdk sepenuh hati berpaut kpd Tuhan, punya anak, lalu mati...

Itulah ringkasan sejarah hidup Abiam. What a failure! Betapa gagal dan hancurnya sejarah hidup yg demikian... bahkan ibukota kerajaannya, Yerusalem sebenarnya akan dihancurkan Tuhan, namun karena Tuhan teringat kpd Daud leluhurnya Abiam, Yerusalem tetap berdiri sampai hari ini. Lalu bagaimana dgn kita, setiap kita akan mati satu kali nanti, kira kira spt apa ringkasan sejarah hidup kita yg akan‎ diingat orang atau yg akan ditulis didlm catatan buku kehidupan nantinya? 

Sebaliknya, nama Daud masih terus terbawa bawa sekalipun didlm catatan ringkas sejarah Abiam orang yg gagal dlm menjalani hidupnya... apa catatan ringkas hidup Daud?
Salah satu ayat favorite saya adalah Kisah Rasul 13:36 tentang catatan ringkas hidup Daud, King James Bible menjelaskan dgn begitu indahnya demikian:‎ "... sebab bagi Daud, setelah dia menggenapi semua kehendak Allah baginya pada generasinya, lalu ia mati...". Siapa yg tdk mau tulisan spt itu ditulis dibatu Nisan kita saat kita mati? 'Disini telah berbaring dgn tenang seorang yg telah menggenapi semua kehendak Tuhan baginya pada generasinya, Rest in Peace...(lalu nama kita)"

Sekaranglah waktunya utk kita mengerjakan dan mempersiapkan catatan hidup kita yg akan ditulis di buku kehidupan dan yg akan tersulam di hidup dan benak orang orang yg hidup satu‎ generasi dgn kita, keluarga kita, masyarakat sebangsa kita, bahkan penduduk bumi yg hidup saat kita hidup... jika hidup kita hanya lah sekedar menjadi kaya raya lalu mati, engkau sedang mengulangi kesalahan Abiam... tapi jika engkau mau merajut hidup spt Daud, genapi seluruh kehendak Tuhan bagimu pada generasi disaat engkau hidup! Sampai orang lain menulis utk kita spt Paulus menulis untuk Daud...

Just keep smiling... just keep smiling...
Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-23 20:32:44

Kamis, 23 Juni 2016

1 Raja-raja 14:22-27 "Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.
Sebab mereka pun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. 
Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel.  
Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. 
Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo. 
Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja..."‎

Inilah tanda yg paling nyata dari kejatuhan seseorang,... Rehabeam anak Salomo, cucu Daud telah melakukan apa yg jahat dihadapan Tuhan, dia bahkan membawa penyesatan terhadap penduduk kerajaan Yehuda‎.

Ketika dia jatuh ke dlm dosa, posisi atau jabatannya tdk bergeser... kekayaannya masih tetap melimpah... namun perkakas didlm rumah Tuhan yg dibangun ayahnya Salomo terdegradasi atau turun drastis kadarnya. Coba perhatikan sekali lagi ayat 25-27 dari ayat ayat diatas:
 "...‎Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. ‎Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo. ‎Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja..."‎

---> Saudara lihat itu? Karena kejahatan dan dosa Rehabeam, atas seijin Tuhan, raja Mesir, Sisak melawan Yehuda dan merampas perkakas ‎rumah Allah, perisai perisai emas didlm Rumah Allah dirampas musuh, dan akibatnya perkakas emas tsb diganti dgn perisai perisai dari tembaga.

Bukankah itu satu degradasi kadar kemurnian, kadar kemuliaan dan kemerosotan nilai nilai yg terjadi? Didlm rumah Tuhan terlebih dahulu degradasi itu terjadi!

Perhatikan pelajaran penting bagi kita semua pagi ini, ketika dosa sudah mulai berkuasa atas hidup manusia rohani, yg paling pertama tama bisa kita deteksi adalah kemerosotan didlm perkakas perkakas bait Allah, yaitu diri kita sendiri. Perisai atau perlindungan kita, yaitu iman percaya kita, doa doa kita yg berfungsi sbg Perisai Pertahanan bagi kita dan seisi rumah tangga kita akan pertama tama tergerogoti dan jika masih ada sekalipun, maka kadar atau nilainya akan mulai merosot, sampai satu kali hilang sama sekali!

Jika hari hari ini, kehidupan doa dan saat teduh kita tdk lagi menyala terang spt dulu, hampir pasti perabot rumah TUHAN didlm diri kita sedang terdegradasi, segera sadar dan bertobat... jika ada dosa, mengaku dihadapan Tuhan dan cepat bertobat agar perisaimu jgn turun nilainya...

Sudahkah engkau berdoa pagi ini?
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-22 20:09:22