Morning Dew

Selasa, 10 Mei 2016

1 Samuel 14:47-48 "...Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya: melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang Filistin. Dan ke mana pun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan. 
Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, memukul kalah orang Amalek, dan melepaskan Israel dari tangan orang-orang yang merampasi mereka."

‎Saya menemukan betapa pentingnya utk semua anak anak Tuhan memperhatikan kebenaran ini : 'talenta, pengurapan, atau karunia karunia, tdk sama dgn kharakter!' Seseorang bisa saja sangat sangat diurapi dan mendapatkan karunia karunia hebat yg luar biasa, namun jika kharakternya tdk bertumbuh, hal itu hanya spt bom waktu yg sekali kali akan meledak dan menghancurkan dirinya sendiri dan menyakiti juga orang orang disekitarnya. 

Coba renungkan kembali ayat ayat diatas, setelah Saul diurapi menjadi raja atas Israel, pengurapan tsb diikuti dgn karunia karunia hebat yg membuat Saul menjadi pahlawan yg gagah perkasa dan selalu menang, pertumbuhan karunia akibat pengurapan-nya tdk berjalan seimbang dgn pertumbuhan kharakternya. Saul tetap kerdil dan tdk menjadi dewasa dlm pertumbuhan kharakter-nya. Sampai pada satu ketika, saat pengurapan tsb sudah terlalu berat bagi kharakternya utk menopang dia, Saul terjungkal dan jatuh. Kharakter itu spt fondasi, yg dibangun kebawah, tdk terlihat tapi terasa, kharakter berguna utk menopang karunia karunia hebat yg terlihat, semakin terlihat atau semakin tinggi karunia karunia atau bangunan diatas fondasi tsb, semakin dalam dan kokoh fondasinya seharusnya, sebab jika tdk, satu saat, ketika terjadi gempa atau goncangan kecil saja, bangunan itu akan roboh dan hancur berantakan.

Pesan Tuhan pagi ini, jgn bangga akan apa yg kelihatan, focus kpd yg tdk terlihat, Saul hebat, selalu menang, itu karena dia diurapi Tuhan, bukan karena dia bayar harga. Kapan terakhir kali saudara menengok kondisi kharaktermu? Apakah rapuh dan mulai membusuk? Jika demikian, engkau perlu Tuhan dan orang lain utk terus menerus menegurmu utk merenovasi kharaktermu.

Smile and be more faithful, for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-09 19:36:13

Senin, 9 Mei 2016

1 Samuel 14:24-29, 31-33
"Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu. 
Dan seluruh orang itu sampailah ke suatu hutan dan di sana ada madu di tanah. 
Ketika rakyat sampai ke hutan itu, tampaklah ada di sana madu meleleh, tetapi tidak ada seorang pun yang mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, sebab rakyat takut kepada sumpah itu.
Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. 
Dan seorang dari rakyat berbicara, katanya: "Ayahmu telah menyuruh rakyat bersumpah dengan bersungguh-sungguh, katanya: Terkutuklah orang yang memakan sesuatu pada hari ini; sebab itu rakyat letih lesu."

--> Lebih lanjut kita melihat dan belajar dari buah kesombongan dan ketidak taatan yg dipelihara oleh Saul. Jika kita adalah seorang pemimpin yg 'angkuh dan tidak ada ketaatan', kita akan mendatangkan malapetaka besar atas diri sendiri dan juga orang lain. Berita baiknya adalah, setiap kita adalah 'seorang pemimpin', baik itu di gereja, dimasyarakat kecil, atau didlm keluarga, atau dikelompok kelompok kecil, jadi setiap kita ada ditempat yg sangat rawan utk sombong dan tdk taat!

Saul yg memelihara keangkuhan dan ketidak taatan, kemudian melahirkan dosa lain, yaitu 'penyesatan!' Coba perhatikan lagi ayat ayat diatas, terutama ayat‎ 24: "...Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan ‎
Begitu mendengar bahwa Jonathan anaknya telah membuat bangsa Filistin takut dan jatuh mati 20 orang dari bangsa Filistin ditangan Yonatan sendiri, tiba tiba Saul jadi 'pahlawan kesiangan', jadi 'sok jagoan' akhirnya keputusannya begitu bodoh dan ngawur, sekalipun seakan akan menggunakan ‎embel embel rohani, yaitu 'puasa!', namun perhatikan motivasinya: "...sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." ‎ Semua yg dilakukan oleh orang sombong adalah berpusat kpd 'aku!!!' dendamku, musuhku, utk kemuliaanku!.

Akibatnya, bangsa itu, rakyat yg dipimpinnya, bukan saja lelah‎, namun juga berdosa melanggar perintah Tuhan yg disampaikan melalui Musa, karena lelah dan lapar namun dipaksa berperang. Coba perhatikan:

Ayat 31-33‎
Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini.
Dan pada hari itu mereka memukul kalah orang Filistin dari Mikhmas sampai ke Ayalon. Rakyat sudah sangat letih lesu,
sebab itu rakyat menyambar jarahan; mereka mengambil kambing domba, lembu dan anak lembu, menyembelihnya begitu saja di atas tanah, dan memakannya dengan darahnya.
Lalu diberitahukanlah kepada Saul, demikian: "Lihat, rakyat berdosa terhadap TUHAN dengan memakannya dengan darahnya." 

Sekali lagi, pesan Tuhan pagi ini utk saya dan setiap kita, 'jgn pelihara hati yg sombong!, hiduplah dlm ketaatan!' supaya kita tdk menjadi penyesat penyesat.

Greetings from Pontianak, 
Smile and be more faithful, for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-08 19:37:38

Jumat, 6 Mei 2016

1 Samuel 13:3-4 "Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." 
Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal..."

Sebelum Saul jatuh didlm keadaan terdesak di Gilgal yg membuatnya melanggar perintah yg Samuel katakan kpd-nya, Saul terlebih dahulu jatuh didlm dosa 'KESOMBONGAN '!

Coba perhatikan kembali ayat tadi: 
Yonatan-lah yg memukul kalah pasukan penduduk orang Filistin,... namun Saul-lah yg menyuruh meniup sangkakala 'suruh buat hiruk pikuk, gembar gembor' supaya orang orang Ibrani mendengarnya!' bukan agar orang Filistin dengar dan jadi takut, tapi supaya orang Ibrani dengar dan jadi hormat kpd Saul.

Dptkah saudara melihat nafas kesombongan itu? Kesombongan selalu menuju kepada kehancuran... kesombongan selalu mendahului malapetaka. Saul sudah menjadi raja, sudah terkenal dan sudah dihormati, namun didlm dasar hatinya dia terlalu haus akan kehormatan... Saul ingin disanjung lebih lagi, ingin semua Israel tahu bahwa dia hebat dan perkasa, bunyi bunyian sangkakala yg ditiupkan dikhususkan utk memuja Saul, bukan memuja Allah Israel. Itulah yg disebut angkuh, kesombongan!

Pagi ini saya diingatkan Tuhan utk rendah hati dan mengembalikan hormat seluruhnya kpd Tuhan, sebab semua dari Dia, oleh Dia, dan utk kemuliaan TUHAN sendiri semua boleh ada.

Keep on smiling... sudahkah engkau bersyukur kpd Tuhan pagi ini? 

Greetings from Pontianak, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-05 21:25:27

Rabu, 4 Mei 2016

‎1 Samuel 12:1-5
"...Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu.
Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 
Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." 
Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapa pun."
Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nya pun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi."

Ayat ayat diatas melukiskan kata kata perpisahan antara Samuel hamba Tuhan yg setia dan jujur itu dgn bangsa Israel, bangsa yg dipimpinnya sejak masa mudanya.

Ada begitu banyak pemimpin yg sukses dan luar biasa di dunia sejak jaman sejarah sampai hari ini, namun sangat sangat sedikit orang orang yg telah mengakhiri hidup dan pelayanannya dgn yg pantas disebut 'FINISHING WELL', Samuel adalah salah satunya dari yg sangat sedikit itu.

Coba kita belajar dari kepemimpinan Samuel, bagaimana dia bisa 'FINISHING WELL':

1.  ‎"... Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya, aku akan mengembalikannya kepadamu." ‎
--> Beranikah kita berkata, tolong koreksi saya... ajari saya jika saya salah... berikan kesaksian tentang tingkah laku, perkataan, dan perangai saya... itulah hati yg teachable! Engkau tdk akan mencapai 'finishing well' jika hatimu‎ keras dan degil, tdk mau diajar, tdk bersedia menerima teguran dan masukan. Adakah hatimu spt Samuel yg berani berkata: 'Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan manusia...'‎ atau engkau selalu benar? Ada orang orang yg saya temukan, dlm area area tertentu (mungkin berbeda dari satu orang ke orang lain), mereka sama sekali tdk mau diajar, bagi saya, saya akan kebaskan jubah dan move on utk menangani kebutuhan dan keperluan yg lain, sebab orang spt itu sama sekali tdk mau diusik dlm area tsb yg dia anggap 100% dia benar, itu artinya tdk memiliki hati yg teachable.


2. "...Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? ‎
--> Keberhasilan dan uang spt dua sisi mata coin... dua duanya berjalan bersamaan. Tdk salah menerima uang dan kebaikan Tuhan dan orang lain, tapi hati nuranimu, kalau engkau mau jujur mendengarkannya, akan bersaksi bahwa engkau 'jujur atau rakus!'‎ perkataan perkataan kita, seberapa banyak kita membuat pernyataan yg meminta minta dan mengasihi diri sendiri, seakan akan kita seorang pengemis, terutama jika saudara menyebut dirimu 'hamba Tuhan ', perlukah saudara mengemis? Tdkkah engkau percaya Tuhan mu sanggup mencukupkan kebutuhanmu? (bukan keinginanmu!). Jika sampai kekurangan, coba periksa, apa yg salah? Atau mungkin Tuhan sekedar sedang membawa kita kepada pembelajaran utk percaya dan hidup benar...


3. "...‎Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." ‎
--> Sbg hamba Tuhan, kita bisa terjebak dgn kemunafikan dan tampil 'dua muka!' kpd orang yg memberi kpd kita, perkataan kita manis dan ramah, kpd yg tdk memberi apa apa, kita bisa kasar dan nyelekit!, itu sama saja dgn menerima suap!!!

Rindukah saudara mencapai garis akhir dgn '‎FINISHING WELL!!!'? 
Mulailah belajar dari hidup Samuel,...

Smile and be more faithful for Jesus loves you.

dibuat pada : 2016-05-03 21:03:39

Selasa, 3 Mei 2016

‎1 Samuel 11:1-7 "...Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: "Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu."
Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: "Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel." 
Para tua-tua Yabesh berkata kepadanya: "Berilah kelonggaran kepada kami tujuh hari lamanya, supaya kami mengirim utusan ke seluruh daerah Israel; dan jika tidak ada seorang pun yang menyelamatkan kami, maka kami akan keluar menyerahkan diri kepadamu." 
Ketika para utusan itu sampai di Gibea-Saul, dan menyampaikan hal itu kepada bangsa itu, menangislah bangsa itu dengan suara nyaring.
Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya, dan ia bertanya: "Ada apa dengan orang-orang itu, sehingga mereka menangis?" Mereka menceritakan kepadanya kabar orang-orang Yabesh itu.
Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.
Diambilnyalah sepasang lembu, dipotong-potongnya, lalu potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: "Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian." Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak..."‎

Perhatikan ayat 6 dan ayat 7, saya berdoa biar kebenaran ini akan membuka mata Rohani kita mulai saat ini.

Ayat 6: "...‎maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat..."

Ayat 7: "‎...Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak..."‎


‎Apakah saudara melihat itu? Bagaimana mungkin Roh Allah berkuasa atas seseorang, lalu dia menjadi marah? Bukankah amarah itu yg kita kenal selama ini adalah berasal dari iblis? Bagaimana juga dgn 'ketakutan'? Bagaimana mungkin TUHAN mendatangkan ketakutan?

Bahasa Indonesia menterjemahkan baik 'anger‎' maupun 'anguish' dgn kata yg sama, 'amarah' sebenarnya ada perbedaan mendalam antara keduanya. Bedanya adalah utk tujuan apa? Utk kepentingan siapa? Atas dasar apa engkau marah, disitulah bedanya. Bukankah Musa juga marah sampai melemparkan 2 loh batu yg ditulis jari Tuhan sendiri demi utk menghancurkan anak lembu tuangan yg disembah sembah Israel dibawah kaki gunung Sinai? Bukankah Yesus juga begitu marah dan membalikan meja meja penukar uang yg berdagang di bait Allah? Bukankah kitab Amsal mengajarkan kita utk menggunakan rotan utk mendidik anak anak kita bila perlu? Utk tujuan apa dan bagi kepentingan siapa mereka marah?
Tapi yg terjadi seringkali, kita marah bukan karena dikuasai Roh TUHAN, melainkan roh rakus dan roh tersinggung, benarkah itu?

Rasa takut sering kali Tuhan sengaja berikan agar kita sadar bahwa kita perlu Tuhan, siapa dan apa yg kita cari waktu kita takut itu penting. Jadi bukan masalah takutnya yg penting, tapi respon kita ketika kita takut, itulah yg penting. Pastikan tujuan dan langkahmu menuju kpd Kristus sendiri!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-02 20:05:32

Senin, 2 Mei 2016

1 Samuel 10:1, 9 "Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: 
Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.‎.."

‎Sesuatu pelajaran yg sangat menarik yg kita bisa belajar dari hidup Saul:
1. Saul menerima pengurapan luar biasa dari Tuhan melalui hambaNya Samuel.
2 Tuhan bahkan mengubah hati Saul menjadi baru.‎ Ayat 10 berkata: "Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain.‎.." The Message Bible berkata: 'Tuhan membuat Saul menjadi manusia baru...' King James menjelaskan 'Tuhan memberikan Saul hati yg baru'.
3. Saul bahkan menerima pengurapan nabi dan berkata kata spt salah seorang nabi nabi...

Jika demikian, bagaimana mungkin Saul bisa bertumbuh melenceng begitu jauh dari pengurapan yg telah dia terima? Pada saat Saul telah menjadi raja atas Israel dan menjadi kuat, bagaimana mungkin Saul yg begitu diurapi Tuhan bisa menjadi seteru atau lawan Tuhan? 

Perhatikan prinsip kebenaran ini: 
1. 'Pengurapan atau karunia tdk sama dgn kharakter'‎
--> Jika kharakter saudara dan saya tdk bertumbuh sejajar dgn pengurapan yg Tuhan berikan, maka satu kali, bahkan karunia dan pengurapanmu akan menjadi batu sandungan bagi dirimu sendiri, renungkan hal ini...

2. 'Kekayaan atau keberhasilan tdk mengubah kharakter seseorang, tapi hanya mengungkapkan kharakter yg ada sejak lama'
--> Banyak orang berkata: 'memang kekayaan atau keberhasilan bisa merubah sifat atau kharakter orang, dulu baik setelah kaya jadi sombong,.. dulu semangat dan rendah hati, setelah berhasil jadi angkuh...' Saya temukan itu sama sekali tdk benar! Keberhasilan dan kekayaan tdk merubah sifat atau kharakter seseorang, namun sekedar mengungkapkan yg selama ini tdk terlihat! Seperti emas palsu yg diangkat keatas dan disinari sinar yg terang, kemilaunya akan lama kelamaan pudar, bukan karena emas murni yg berubah menjadi palsu.

Lalu apa yg bisa kita petik dari pelajaran ini? Pastikan kharakter kita bertumbuh sejajar dgn pengurapan yg Tuhan berikan. Ada pendapat yg berkata: 'seorang yg makin bertambah usia, kharakternya semakin matang, dia semakin dewasa..' sama sekali tdk benar... usia tdk selalu berjalan bersama sama dgn kematangan dan pertumbuhan kharakter, kadang usia jalan sendirian... berapa umurmu tdk membuktikan engkau semakin matang, berapa lama engkau keluar masuk gereja dan menjadi anak anak Tuhan juga tdk menjadi jaminan engkau semakin matang...

Pengurapan atau karunia adalah urusan Tuhan,... dikerjakan langsung oleh TUHAN sendiri... (ingat bagaimana Tuhan memberi Saul hati yg baru... menjadikan Saul manusia baru...) itu semua pekerjaan Tuhan, kita tdk ada jasa apa apa dlm hal tsb.

Pertumbuhan kharakter itu dimulai dari 'SAYA!!!' ‎Saya harus rela utk berubah dan dibentuk, bahan bakunya adalah 'rendah hati dan lemah lembut!' Itulah teachable spirit!

Adakah engkau memiliki hati yg teachable? Semakin dipakai dan diberkati Tuhan, pastikan kita semakin teachable!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-05-01 21:18:54

Jumat, 29 April 2016

1 Samuel 9:5-8 "Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: "Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita."‎
Tetapi orang ini berkata kepadanya: "Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini." 
Jawab Saul kepada bujangnya itu: "Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?" 
Jawab bujang itu pula kepada Saul: "Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada abdi Allah itu, maka ia akan memberitahukan kepada kita tentang perjalanan kita."

‎Ketika Tuhan hendak memakai hidup seseorang atau memberkati seseorang, Dia bisa lakukan apa saja utk membuat 'perjumpaan Illahi' itu terlaksana. Dlm kisah diatas, kita melihat dgn jelas, Saul hampir hampir tdk mendapatkan kesempatan utk mengalami 'perjumpaan Illahi' seandainya saja tdk ada suara bujang-nya yg berkata: 'TUNGGU!!!'

Penantian yg akhirnya membuahkan pengurapan Saul menjadi raja atas Israel bermula dari kata itu: 'tunggu'. Inilah yg disebut menanti nantikan Tuhan. ‎Yesaya berkata: "... Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!" (Yesaya 30:18)

Ternyata bukan hanya kita yg menanti nantikan Tuhan, Tuhanpun menanti nantikan waktu-Nya, Kairos-Nya utk menyayangi kita. Disinilah kunci kharakter terbangun, ter-rajut menjadi gambar yg indah didlm kita, utk menjadi semakin serupa dgn Dia, belajar kesabaran dan hikmat melalui 'penantian akan Tuhan'! Saul perlu belajar akan hal ini, bujangnya dipakai Tuhan utk mengajarkan hal tsb, sebab sekarang kita semua tahu, satu kali nanti, Saul terjegal dan ditolak hanya karena Saul gagal utk terus belajar 'menantikan waktunya Tuhan. ' Ketika Samuel berkata, 'tunggu sampai aku datang,' Saul tdk sabar dan bergerak diluar waktunya Tuhan. 

Adakah engkau mau bertumbuh dlm kharaktermu? Belajar satu kata ini: 'WAIT!!! atau TUNGGU!!!‎' Anak anak kecil biasanya sulit utk belajar kata ini, itu sebabnya harus dilatih dan dipukul jika perlu utk belajar arti kata 'tunggu', sebab jika tdk demikian, setelah dewasa, dia tdk mau menunggu, ketika mau uang, dia ingin cepat kaya... dgn cara apapun. Ketika suka dgn seorang wanita atau pria, dia tdk mau menunggu, tdk perduli Norma Norma kebenaran, sekalipun sudah punya istri atau istri orang!... demi posisi yg bukan atau belum jatahnya, demi warisan yg belum jatuh tempo,..banyak orang saling menggugat, bahkan membunuh, kharakter dan gambar Tuhan hancur karena kita gagal memahami makna satu kata ini: WAIT!!! atau TUNGGU!!!‎'‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-04-28 19:18:54

Kamis, 28 April 2016

1 Samuel 8:4-5 "Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama d‎an berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." ‎

Saya hampir tdk pernah memperhatikan ayat ayat ini sebelumnya, pagi ini saya diarahkan utk melihat apa syarat syarat yg harus Israel berikan kpd raja mereka yg Tuhan sendiri sampaikan utk mereka taati.‎ Tuhan itu sesungguhnya Allah juga Raja bagi setiap kita. Allah artinya Dia berdaulat penuh, dan Raja artinya Dia berhak dan memerintah hidup kita. 
Yeremia 10:10 "Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. "‎

Ada 3 perkara yg harus kita serahkan yg menjadi hak Raja, coba lihat sekali lagi ayat ayat selanjutnya:

1. Anak anak kita, satu keluarga harus hidup melayani sang Raja...‎
1 Samuel 8:11-13 "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; i‎a akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. A‎nak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan..." ‎

2. Hasil yg terbaik dari hidupmu adalah milik Rajamu...
‎1 Samuel 8:14 "...Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya..."

3. Sepersepuluh dari pendapatanmu adalah milik Rajamu...
‎1 Samuel 8:15, 17 "...dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya...."‎

Adakah Kristus menjadi Rajamu? Jika Dia Raja, adakah ketiga hal tadi engkau serahkan dgn rela dan sukacita kpd Nya?

Greetings from Medan,‎
Smile and be more Faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-04-27 19:33:46

Rabu, 27 April 2016

‎1 Samuel 7:13, 15-17 "Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,.... 
Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya. 
Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu,
lalu ia kembali ke Rama, sebab di sanalah rumahnya dan di sanalah ia memerintah atas orang Israel; dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN...." ‎

Bagian terakhir dari ayat 13 diatas yg berkata: "‎...Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,.... " seakan akan menyatakan selama Samuel masih hidup, bangsa yg memusuhi Israel, Filistin tdk akan mampu berkutik, sebab tangan Tuhan melawan mereka, dan itu ditentukan oleh satu orang, Samuel! Betapa luar biasanya hamba Tuhan ini... apa yg membuat Samuel begitu berdampak bagi bangsa-nya? Coba perhatikan ayat ke 17: "... sebab di sanalah rumahnya.... dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN...." ‎Saudara melihat itu? Dimana Samuel menjadikan rumahnya, disitu juga dia membangun mezbah bagi Tuhan! 

Seakan akan Samuel teringat masa kecilnya, ketika dia diminta oleh imam Eli utk tidur di Ruang Maha Kudus, disamping tabut perjanjian, disitulah rumah bagi Samuel kecil, disitu juga dia merasakan penyertaan dan belaian belas kasihan tangan Tuhan... disitu disamping hadirat Tuhan, Samuel kecil menerima berkat berkat Tuhan....
Sesudah dia menjadi besar dan menjadi seorang imam, hal itulah yg dia ingat, betapa manisnya tinggal didlm hadirat Tuhan... itulah sebabnya ketika dia besar dan menjabat sbg seorang imam dan hakim atas Israel, dia hanya tahu satu hal dan hal itu yg dia lakukan: 'TINGGAL DEKAT DGN HADIRAT TUHAN!!!' dan Samuel menjadikan satu prinsip hidupnya, dimana dia tinggal, disitu dia buat mezbah bagi Tuhan... akibatnya di sekitar Samuel dan hidupnya, nama Tuhan diagungkan.

Itulah pelajaran penting buat kita pagi ini, adakah mezbah bagi Tuhan di rumahmu? (bukan di gereja atau dipelayananmu... tapi dirumahmu?) Adakah waktu khusus atau prioritas utama di rumahmu yg memuliakan Tuhan? Atau semua dikhususkan utk uang, pekerjaan, dan kesenangan? Jika saudara rindu mengalami penyertaan Tuhan seumur hidupmu, lakukan spt yg Firman Tuhan ajarkan pagi ini, 'dimana engkau tinggal, disitu juga engkau membangun mezbah bagi Tuhan Allahmu!'

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-04-26 18:55:46

Selasa, 26 April 2016

1 Samuel 6:1-4 "Setelah tujuh bulan lamanya tabut TUHAN itu ada di daerah orang Filistin, 
maka orang Filistin itu memanggil para imam dan para petenung, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang harus kami lakukan dengan tabut TUHAN itu? Beritahukanlah kepada kami, bagaimana kami harus mengantarkannya kembali ke tempatnya." 
Lalu kata mereka: "Apabila kamu mengantarkan tabut Allah Israel itu, maka janganlah kamu mengantarkannya dengan tangan hampa, melainkan haruslah kamu membayar tebusan salah kepada-Nya; maka kamu akan menjadi sembuh dan kamu akan mengetahui, mengapa tangan-Nya tidak undur dari padamu." 
Sesudah itu bertanyalah mereka: "Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepada-Nya?" Jawab mereka: "Menurut jumlah raja-raja kota orang Filistin, lima borok emas dan lima tikus emas, sebab tulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu..."‎

Satu perbedaan yg sangat menonjol dilukiskan di ayat ayat diatas jika kita bandingkan dgn apa yg kita renungkan beberapa hari lalu.

Pada Samuel, sama spt pada Obed orang Edom, berada dekat tabut perjanjian atau dekat hadirat Tuhan telah membuat mereka sungguh diberkati... tapi bagi orang orang Filistin, tujuh bulan lamanya tabut itu ada ditanah mereka, justru mereka mendapatkan malapetaka dan penyakit sampar... apa yg salah? Apakah Tuhan pilih kasih? Kenapa bisa berbeda dan bertolak belakang begitu jauh?

Pelajaran penting bagi gereja Tuhan pagi ini, bukan simbol simbol, ritual ataupun acara ibadah yg mendatangkan berkat Tuhan, tapi sikap hati saudara dan saya yg akan menentukan perbedaan...

Samuel dan Obed menerima, bukan merampas hadirat Tuhan dgn penuh kerelaan dan sukacita, maka mereka diberkati oleh hadirat Tuhan... Filistin merampas dgn tujuan supaya mendatangkan celaka bagi orang lain, celaka bagi Israel, justru celaka menimpa mereka sendiri... Tuhan tahu isi hatimu, Tuhan melihat jauh kedalam lubuk hatimu... jika hatimu bengkok, sekalipun engkau melakukan ibadah, memberikan persembahan yg besar, semua itu merupakan kekejian bagi TUHAN, ... namun jika hatimu lembut dan rela menerima Tuhan, pengajaran-Nya, teguran-Nya... maka semua itu menjadi berkat atasmu.

Spt apakah hatimu? Coba berkaca dan tatap sungguh sungguh, adakah engkau secara jujur dan rela menerima Tuhan dan Firman-Nya tanpa rasa terpaksa, tanpa motivasi yg bengkok? Sebab jika benar spt itu, kerelaan hatimu akan menuntun engkau kpd berkat berkat Tuhan hari ini!!!

dibuat pada : 2016-04-25 19:39:08

Senin, 25 April 2016

1Samuel 5:1-5 "...Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod. 
Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon. 
Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya. 
Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal.
Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini...."

Filistin berhasil merebut 'tabut perjanjian' dimana Allah Israel hadir diatas-nya, diatas tutup pendamaian-nya, diantara kedua sayap kerubium. Kemudian mereka menempatkan tabut perjanjian itu bersama sama dgn patung dagon, bersebelahan dgn patung dagon... dua kali ‎secara berturut turut Tuhan mengajarkan kita satu perkara, dan pada kali yg kedua, kerusakannya jauh lebih parah, dari pada kali pertama, Dagon terbalik dgn mukanya menghadap tabut perjanjian, lambang Dagon bertekuk lutut menyembah kpd Allah Israel, namun pada kali kedua, Dagon hancur total, kepalanya putus, tangan tangannya juga putus, total hancur, bahkan sampar terjadi di kota itu...

Kekudusan Tuhan tdk dpt ditempatkan sejajar dgn dosa... sekali lagi saya  katakan, ...Kekudusan Tuhan tdk dpt ditempatkan sejajar dgn dosa‎!!!

Inilah pelajaran yg Tuhan mau kita renungkan hari ini, hadirat Tuhan memang luar biasa berkuasanya didlm hidup orang percaya, namun jika hadirat Tuhan itu dicampur adukan dgn kenajisan, ketidak kudusan, maka kehancuranlah yg akan terjadi. ‎Inilah yg banyak terjadi didlm rumah tangga anak anak Tuhan hari hari ini, anggur yg dipersembahkan kehadapan Tuhan tdk lagi murni, tapi bercampur dgn kebencian, kerakusan, atau kenajisan... demi kasih Kristus saya ingin sampaikan, jgn lagi kita mencampur adukan ladang hati kita dgn dua benih... Itu kekejian bagi Tuhan! 

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita utk hidup murni tanpa menyimpan atau mempertahankan dosa... kenajisan itu dosa, termaksud pornography, pelacuran, dan perselingkuhan... berkat Tuhan itu baik, tapi rakus itu dosa... bedanya adalah, orang rakus akan menghalalkan segala cara utk dpt keuntungan, termaksud menipu dan berbohong atau bahkan memperdaya atau merugikan orang lain. Kebencian itu dosa, jgn simpan kebencian didlm lubuk hatimu dimana ada hadirat Tuhan. 

Hiduplah murni apa adanya, jgn campur adukan ladang hatimu dgn dua benih, jgn sandingkan Tabut Allah dgn patung Dagon!!! 

dibuat pada : 2016-04-24 19:47:51

Jumat, 22 April 2016

‎1 Samuel 3:6-7 "Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya..."‎

Samuel muda yg tdk banyak mengerti, namun telah mendapatkan perkenanan Tuhan yg begitu luar biasa.‎ Ayat 7 dgn gampang berkata: "...Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya..."‎ Jika demikian, jika Samuel belum mengenal Tuhan, sementara imam Eli sudah jauh mengenal Tuhan dan sudah terbiasa melayani Tuhan, namun mengapa Tuhan memilih utk berbicara kpd orang yg belum kenal Dia dibandingkan dgn berbicara kpd atau melalui seorang imam yg bukan saja sudah kenal siapa Tuhan, tapi juga sudah terbiasa melayani Tuhan?  

Benarlah perkataan Yesus ini: "...Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." (Lukas 12:48)‎

Hari ini, kita belajar satu kebenaran yg disebut 'tanggung jawab'! Jgn anggap sepele hal ini, jika kita terbiasa melalaikan tanggung jawab kita, mungkin utk sementara waktu, manusia akan memaklumkan hal tsb, tapi itu bagi Tuhan adalah satu kejahatan dan dosa, ingat hamba yg menerima 1 talenta, yg tdk dilipat gandakan, atau hanya di simpan, itu sama spt tanggung jawab yg tdk dikerjakan, akibatnya dia dibuang ketempat yg ditemukan ratapan dan kertak gigi, dan sang tuan menyebutnya sbg hamba yg 'malas dan jahat'. Hamba tsb bukan saja malas, tapi juga jahat, kenapa jahat? Sebab ukuran yg sang tuan pakai utk dosa adalah Yakobus 4:17 "...Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa...." itulah ukuran dosa, itulah sebabnya dia disebut hamba yg jahat!

Imam Eli berkali kali didlm kitab 1 Samuel 'melalaikan atau bahkan meremehkan' tanggung jawab Imamat yg dia terima dari Tuhan, sehingga pada waktu  ada hal penting berikutnya yg harus Tuhan sampaikan, Tuhan memilih utk berbicara dgn seorang anak kecil yg belum terkontaminasi apa apa, satu lembaran putih yg bersedia utk hidup dgn memikul tanggung jawab dgn benar.

Saudaraku, jgn anggap sepele mengabaikan tanggung jawab. Bagi para suami, imam yg harus bekerja, bekerjalah dgn sungguh sungguh, sebab itu tanggung jawabmu! Para pelayan Tuhan, layani Tuhan jgn alakadarnya, lakukan dgn sungguh sungguh, sebab itu adalah tanggung jawab mu!

Jika kita tetap menjadi hamba yg bertanggung jawab, maka satu kali nanti engkau akan mendengar suara Allahmu, sama spt Samuel kecil yg mendengar suara Bapa Surgawi: ‎"....Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.‎..(Matius 25:21).

dibuat pada : 2016-04-21 21:22:22