Morning Dew

Senin, 14 Maret 2016

Yosua 9:1, 3-5 "... Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, 
Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, 
maka mereka pun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali, 
dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka."‎

Kisah kesepakatan antara Yosua dan penduduk Gibeon memberikan pelajaran yg sangat berarti bagi kita semua.

Penduduk Gibeon adalah penduduk di wilayah tanah Kanaan yg seharusnya dimusnahkan ‎bersama sama dgn suku suku bangsa lainnya, namun mereka (orang orang Gibeon) berhikmat dan oleh sebab itu mereka tdk dimusnahkan. Perhatikan hikmat mereka: Yosua 9:3:
‎"...Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, 
maka mereka pun BERTINDAK DENGAN MEMAKAI AKAL..."

Penduduk Gibeon mendengar dan melihat penyertaan Tuhan yg luar biasa atas bangsa Israel, dgn hikmat yg benar, mereka memilih utk tdk melawan atau menantang Israel spt yg dilakukan bangsa bangsa lainnya.‎

Sampai hari ini, bangsa Gibeon yg kemudian kawin campur dgn orang Yahudi dikenal sbg suku ‎Falashas atau Beta Israel, yaitu bangsa keturunan Israel yg sempat ber migrasi ke Ethiopia, mereka Berkulit hitam dan berdarah Yahudi. Saat ini mereka benar benar terintegrasi dgn suku suku Israel lainnya. 
Hikmat yg dipakai kaum Gibeon yg telah menyelamatkan mereka dan bahkan membuat mereka termaksud didlm golongan penerima warisan janji Abraham adalah: 'mereka tdk menantang atau mengusik orang orang yg‎ diurapi Tuhan, itulah hikmat!'

Dlm crusade - nya yg terakhir Billy Graham sempat ditanya, apakah rahasia dari kesuksesan dan kelanggengan-nya menjadi seorang penginjil dunia yg sangat berpengaruh? Dr Graham menjawab: 'throughout the years, I keep this commitment that I do not throw the rocks - selama puluhan tahun melayani, saya simpan komitment ini, yaitu saya tdk melemparkan batu..' Ada banyak hamba hamba Tuhan besar yg lebih hebat lebih diurapi Tuhan daripada Billy Graham, yg kemudian tersandung,.. ketika diminta berkomentar atas kejatuhan tsb, Dr Graham sama sekali tdk berani mengusik hamba hamba Tuhan tsb, itulah rahasia hikmat! Bukankah itu juga yg Yesus ajarkan? Terhadap perempuan sundalpun Kristus tdk melemparkan batu, apalagi terhadap hamba hamba-Nya yg tersandung.

Belajarlah utk menahan perkataanmu dari penghakiman dan gossip, sebab itu sangat berbahaya dan dpt merusak gereja Tuhan bahkan menghancurkan hidupmu sendiri. Sebaliknya, hikmat sederhana yg dilakukan bangsa Gibeon, mereka telah berani menahan diri mereka utk menantang Israel, bangsa yg Tuhannya adalah Allah pencipta langit dan bumi, dan mereka bahkan mengikat perjanjian damai dgn bangsa Tuhan, itulah yg membuat mereka ada sampai hari ini, bahkan ikut menerima warisan janji Tuhan. 

Bukankah itu juga yg ada di Firman Tuhan spt yg keluar dari mulut Daud:‎
1 Tawarikh 16:22  "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!" ‎
‎‎
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-15 10:23:16

Senin, 7 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:‎
Yosua 5:1-3 "Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.
Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya." 
Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan..." ‎

Satu perkara yg perlu diperhatikan adalah, baru saja perkara dasyat terjadi atas bangsa Israel, sungai Yordan dibelah, artinya satu langkah lebih dekat utk Israel menguasai seluruh tanah Kanaan, tanah perjanjian, dan penyertaan Tuhan yg begitu dasyat terang terangan diperlihatkan Tuhan dihadapan bangsa bangsa, sampai bangsa bangsa itu ngeri dan ketakutan menghadapi Israel, sebab Tuhan secara langsung menunjukan keberpihakan-Nya. Lihat sekali lagi ayat 1 diatas:
‎"Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu..." 

Namun yg aneh adalah, justru ketika musuh musuh Israel ketakutan menghadapi Israel sebab kuat penyertaan tangan Tuhan, Israel sendiri diajar utk 'disunat atau bersakit sakitan'. Kenapa harus disunat saat itu? Bukankah itu kesempatan emas utk menumpas habis bangsa bangsa di tanah Kanaan selagi semangat mereka sudah patah dan ketakutan luar biasa karena pertolongan Tuhan? ‎ Bukankah dgn bersunat saat itu adalah strategy bunuh diri? Sebab Israel menjadi sangat lemah dan mudah ditumpas.

Disinilah Tuhan mulai mengajarkan umat-Nya utk merendahkan hati, justru di saat saat keberhasilan terjadi. Dgn demikian, Israel tdk dpt berbangga diri atas keberhasilan yg bertubi tubi, seakan akan semua karena dirinya sendiri yg hebat, padahal semata mata hanya karena Tuhan. 

Terlalu sering kita mendengar kesaksian orang orang yg sudah ditolong Tuhan namun sejujurnya yg dimegahkan adalah dirinya sendiri... memang nama Tuhan disebut sebut, dia berkata 'puji Tuhan! ' tapi yg dia megahkan adalah 'aku dan aku sendiri!' Acara acara ucapan syukur yg kita buat, utk siapakah semua itu? Utk Tuhan kah? Atau utk kemuliaan saya? Israel diajarkan utk bersakit sakit dan disunat supaya jika musuh musuh itu mau bergerak saat itu, Israel pasti habis, sebab mereka sudah berada diseberang sungai Yordan dan tdk bisa lari kembali ke padang gurun... Dlm keadaan letih sehabis berjalan menyebrang sungai Yordan, didepan Israel ada bangsa bangsa musuh, dibelakang Israel ada sungai Yordan yg luas, dan saat itu semua laki laki baru selesai disunat dan semua sedang merintih kesakitan, bayangkan hal itu, betapa mudahnya Israel ditumpas habis utk musuh musuhnya saat itu?... tdk kah Israel belajar utk total berserah kpd Tuhan? Sebab jika bukan Tuhan, mereka habis hari itu diseberang sungai Yordan!‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:57:23

Jumat, 4 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:
‎Yosua 4:17-19 "...Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari sungai Yordan." 
Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya. 
Bangsa itu telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal sepuluh bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, di batas timur Yerikho."‎

Sering kita mendengar pernyataan yg banyak digunakan oleh hamba hamba Tuhan yg sekalipun tdk salah, tapi telah membelokan kebenaran yg sesungguhnya, yaitu: 'seorang wanita adalah tiang doa bagi suami dan keluarganya...'

Alkitab justru menekankan berkali kali, tanggung jawab Imamat itu ada di pundak suami. Tanggung jawab tsb, selain mengajarkan dan memberi contoh utk melakukan Firman Tuhan, juga dlm kisah Yosua menyebrang sungai Yordan, meliputi:

1. Pasang badan ketika bahaya itu didepan mata, bukan lari dari masalah. Kharakter banci bukan milik seorang imam, imam harus berani pasang badan, itulah yg disebut 'bertanggung jawab'. Para imam dlm kisah Yosua, tetap berdiri didlm air sungai Yordan sampai seluruh bangsa itu selesai menyebrang,... imam tdk sekedar membukakan pintu, tapi tetap ada disana sampai semua masalah selesai, jadi jika sampai sungai itu berbalik dan menghantam barisan Israel, para imam akan hanyut duluan. Para imam tdk melemparkan kesalahan kpd orang lain, itulah yg telah hilang dari diri Adam, sehingga harus dipulihkan kembali martabat dan fungsi Imamat didlm rumah tangga. Para suami, jika anakmu kurang ajar, siapa yg paling bertanggung jawab? Jika istrimu pembuat masalah dan kegaduhan, baik didlm gereja maupun dimasyarakat, siapa yg harus disalahkan? Engkau sendiri yg harus disalahkan!, spt pepatah America berkata: 'the bug stops here... kesalahan ada di saya sendiri!'

2. Para imam melakukan tanggung jawabnya dgn 'memikul tabut perjanjian' sampai seterusnya... tanggung jawab utk berdoa dan bersyafaat bukan tanggung jawab istri kita spt yg banyak digembar gemborkan, 'istri adalah tiang doa'‎. Tanggung jawab memikul 'tabut perjanjian' ada dipundak imam! Saya dorong setiap imam utk berlutut tiap pagi dan pikul tabut itu sambil diucapkan, '...Tuhan, sesuai dgn janji Mu, anak anak dan istriku akan penuh dgn takut akan Tuhan, mereka akan memiliki pengenalan akan Kristus, ajari aku supaya aku bisa mengajari mereka...' selebihnya doakan sekolah, pekerjaan, dll, tapi pikul tabut itu, ucapkan janji Tuhan bagi keluargamu, sbg contoh di Mazmur 128, dll, supaya engkau melakukan tanggung jawab imamatmu. Jgn keluar dari air sebelum semuanya selamat!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:35:11

Kamis, 3 Maret 2016

Shalom selamat pagi, coba perhatikan ayat ayat ini:

Yosua 3:14-16 "...Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai — 
maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho...." ‎

Ada satu kebenaran yg selalu dan secara konsisten dilukiskan dlm perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir:

- diperlukan tangan imam (Musa) yg terangkat sebelum terobosan atau jalan keluar melalui laut Teberau dibelah sehingga Israel dpt berjalan ditanah yg rata dan kering‎...

- diperlukan kaki para imam pada jaman Yosua utk pertama tama melangkah dan menginjakan kaki disungai Yordan sebelum terobosan atau jalan keluar melalui sungai Yordan dibelah sehingga Israel dpt berjalan ditanah yg rata dan kering...

Siapakah 'para imam' hari hari ini?‎ Alkitab berkali kali menjelaskan posisi suami yg adalah kepala dari rumah tangga, dia juga berfungsi sbg imam didlm rumah tangganya, dia lah yg harus pertama tama mengangkat tangan atau bersyafaat bagi rumah tangganya, lalu melangkah-kan kaki utk bertindak, jika dua hal ini dilakukan benar, maka pasti akan terjadi terobosan didlm hidup keluarga keluarga orang percaya.

Para suami, utk keperluan apa tanganmu terangkat? Utk memaki atau menghanjar istrimu kah? Itu yg dilakukan para pengecut diakhir jaman, jelas istrimu tdk sepadan utk menjadi partner boxingmu... atau utk berdoa bagi istrimu dan anak anakmu? Utk memeluk istri dan anak anakmu... itulah tugas imam. 
Kemana kakimu melangkah? Kpd kesenanganmu sendiri-kah? Kpd pelacuran atau perjudian... orang orang yg tdk kenal Tuhan melakukan hal hal demikian, tapi imam imam Tuhan melangkah-kan kakinya utk bekerja, mencari nafkah, membawa pulang hasilnya bagi istri dan anak anaknya dan utk berjalan menyembah Tuhan sambil memberi contoh kpd keluarganya...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:32:02

Senin, 1 Maret 2016

Shalom selamat pagi, perhatikan ayat ayat ini:

Yosua 2:12-13 "...Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."

Rahab yg akhirnya menjadi ibu dari Boaz yg kemudian melahirkan keturunan raja raja besar spt Daud, Salomo, bahkan Kristus sendiri, kira kira apa kelebihan Rahab dibanding banyak wanita lain sejamannya? Mengapa harus Rahab? Bukankah dia dari orang diluar Israel yg masa lalunya kelam, tapi kenapa Rahab menarik perhatian Bapa Surgawi? 

Sebab Rahab memiliki kharakter 'perduli kpd orang lain'!!!
Rahab bisa saja berkata, ok saya selamatkan kalian, tapi berikan aku upah yg banyak dan akui aku sendiri sbg bagian dari kalian (Israel), sebab memang dia sendiri yg berjasa. Rahab masih muda, dan kemungkinan besar cukup cantik, kalau tdk mana mungkin dia bisa jadi perempuan sundal, dia bisa segera memulai hidup baru dibangsa yg baru dgn uang yg banyak tanpa seorangpun tahu siapa dia dahulunya... Tapi bukan itu yg dipilih Rahab, dia memilih utk 'perduli kpd sanak saudaranya bahkan 'orang orang mereka', artinya siapa saja yg mereka kenal. Rahab tdk takut malu kalau masa lalunya ketahuan banyak orang, dan buktinya memang ketahuan, bahkan Yosua sendiri tahu siapa Rahab, dan ditulis dilm kitabnya, ribuan tahun silam, Matius juga tahu siapa Rahab dulunya, tapi dia tdk perduli, dia lebih perduli kpd keselamatan orang lain daripada boroknya dimasa lalu, dia sangat terbuka dan jujur, bukankah itu luar biasa? Mungkin saya bayangkan saat itu Rahab membuat rumahnya penuh sesak dgn orang orang yg akan dia bawa utk diselamatkan bersama dia, bukankah ini hati seorang misionaris? Dia tdk mau selamat sendirian, dia ajak satu kampung berdesak desakan dirumahnya, mungkin dia adakan pesta sehingga banyak orang dtg, masuk, dijamu, baru setelah semua didlm rumah, dia buka rahasia, 'dengar saudaraku, kita semua akan selamat..., jika kita tetap tinggal di rumah ini!'

Mungkinkah kharakter spt itu yg begitu ‎menyentuh hati Bapa Surgawi sampai sampai seorang perempuan sundal masuk dlm silsilah keturunan raja raja besar bahkan Kristus sendiri?

Kapan terakhir kali engkau buka rumahmu, memberi makan orang lain, dan cerita tentang Dia, dgn berkata: '...dengar saudara, semua kita akan selamat, sebab saya sendiri telah menerima janji dgn sumpah itu, dan janji itu berlaku buat semua orang yg ada dlm rumahku...'?

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I. ‎

dibuat pada : 2016-03-08 07:24:35