Morning Dew

Senin, 6 Juni 2016

‎2 Samuel 14:1-3, 19-21
"...Ketika Yoab, anak Zeruya, mengetahui, bahwa hati raja merindukan Absalom, ‎maka ia menyuruh orang ke Tekoa menjemput dari sana seorang perempuan yang bijaksana, lalu ia berkata kepada perempuan itu: "Berlakulah pura-pura berkabung, dan pakailah pakaian berkabung, janganlah berurap dengan minyak, dan berlakulah seperti seorang perempuan yang telah lama berkabung karena seorang mati. 
Kemudian masuklah menghadap raja dan berbicaralah kepadanya seperti ini" — lalu Yoab menaruh perkataannya ke dalam mulut perempuan itu.
Kemudian bertanyalah raja: "Adakah Yoab campur tangan dengan engkau dalam semuanya ini?" Perempuan itu menjawab: "Demi hidupmu, tuanku raja, tidaklah mungkin untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala yang tuanku raja katakan. Sesungguhnya hambamu Yoab yang memerintahkan daku; dialah yang menaruh ke dalam mulut hambamu segala perkataan ini. 
Dengan maksud untuk mengubah rupa perkara itu maka hambamu Yoab melakukan perkara ini. Tetapi tuanku bijaksana sama seperti malaikat Allah, sehingga mengetahui semua yang terjadi di bumi."
Sesudah itu berkatalah raja kepada Yoab: "Baik, kukabulkan permohonan ini. Pergilah, bawalah kembali orang muda Absalom itu."

--> Jika saudara membaca keseluruhan 2 Samuel 13 & 14, maka saudara akan memahami kisah ini secara utuh. Absalom telah lari dari Daud, karena telah membunuh Amnon yg telah memperkosa adik Absalom, Tamar... Daud setelah lewat 3 tahun, rindu kepada anaknya, Absalom, tapi dia juga kecewa dan mau menghukum Absalom... Yoab panglima Daud memahami semua ini, dia mulai merancangkan rekonsiliasi antara bapa dan anak, antara Daud dan Absalom, supaya Daud mengampuni Absalom dan menerima dia kembali kedlm keluarga raja. 

Pelajaran penting utk kita pagi ini adalah, dua kali didlm hidup Daud, Tuhan melalui orang lain, menegur kesalahan dan dosa Daud, dgn memberikan contoh illustrasi yg sepertinya benar benar terjadi, melalui dosa orang lain. -->Ketika Daud berselingkuh dan membunuh suami Betsyeba, ada nabi Nathan yg melukiskan kisah seorang miskin dgn satu satunya anak domba miliknya yg diambil dgn paksa oleh orang kaya raya yg rakus... Daud geram dan melihat dgn jelas dosa orang kaya yg rakus tsb.
‎-->Ketika Daud marah kpd Absalom dlm kisah diatas, Yoab menyuruh 'seorang wanita bijaksana' utk bercerita tentang kesusahannya, dgn harapan menggugah hati bapa pada Daud... Daud akhirnya menerima kembali kehadiran Absalom anaknya.

Pelajaran pentingnya adalah:
Hampir semua orang mampu melihat dosa itu dosa, tapi sangat sangat sedikit orang yg mampu melihat dosa orang lain, lalu bertobat karena teringat bahwa dosa yg sama ada pada saya juga!
Daud melihat dosa orang kaya yg rakus, kemudian jari Nathan menunjuk kpd Daud, 'engkaulah orangnya!!!' lalu Daud berlutut dan menangis, bertobat yg isi pertobatannya bisa kita lihat di Mazmur 51. Daud melihat hati wanita bijak yg kehilangan anak dan kegeraman penduduk kota yg haus akan darah utk menumpas anak wanita bijak tsb yg tinggal satu, Daud mempertaruhkan tahtanya utk menjaga anak wanita tsb sekalipun sudah bersalah, kemudian diketahui Daud bahwa kisah tsb adalah tentang dirinya dan Absalom. Lalu Daud bertobat...

Diperlukan hati yg lembut dan rendah utk bisa melihat dosa orang lain lalu sadar akan dosa kita sendiri... dibutuhkan campur tangan orang lain utk menegur kita, perlu Nathan, perlu Yoab, perlu wanita bijak yg mengelilingi Daud supaya dia mudah disadarkan dan bisa ditegur. Nathan bicara tentang pembapaan rohani, figure bapa,... Yoab panglima Daud bicara tentang rekan kerja atau sahabat, soul mate, sebab setelah Jonathan mati, Yoab lah yg paling dekat dan selalu ada disamping Daud, Yoab peka akan perlunya menolong sahabat keluar dari kebencian... wanita bijak adalah istrimu, .... Para imam, para suami, adakah Nathan dihidupmu yg berbicara tegas dan keras tentang kesalahan dan dosamu? Adakah Yoab sahabat yg membawa engkau lebih dekat dgn Tuhan atau sebaliknya malah menjadi kompor yg membawa engkau semakin panas hati dan tambah benci? Jika temanmu bukan spt kharakter Yoab, tinggalkan dia segera, cari soulmate yg baru, cari sahabat yg benar. Adakah para istri menjadi wanita bijak bagi suamimu, yg bicara jujur utk kemuliaan Tuhan, bicara sejujurnya, bicara benar tapi dgn penuh hormat....‎

Renungkan kebenaran ini, inilah rahasia bagaimana Daud bisa hidup berkenan dihadapan Tuhan nya.

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-05 19:59:11

Jumat, 3 Juni 2016

2 Samuel 13:1-5, 11-14 
Ayat 1 -5 : "...Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya.
Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia.
Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik.
Katanya kepada Amnon: "Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?" Kata Amnon kepadanya: "Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu." 
Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: "Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya."

Ayat 11 -14:‎ "...Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku."
Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu."
Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia."‎

--> Apa yg terjadi dgn Amnon, juga sering terjadi diantara anak anak Tuhan. Kita sering diperhadapkan kpd 2 pernyataan nasehat yg berbeda bahkan bertolak belakang. Amnon memiliki keinginan hati, kemudian dia mendapat 2 nasehat yg berbeda:
Pertama dari Yonadab yg berkata: 'pura pura saja, kemudian rapas,ambil saja yg engkau inginkan! Perkosa Tamar...'
Sebaliknya Tamar berkata: 'minta dgn cara yg benar kepada ayahku... lakukan dgn Norma Norma yg benar yg selaras dgn hukum dan Firman Tuhan...'

Apa yg salah dgn Amnon? Kenapa dia memilih nasehat Yonadab yg menyesatkan dan menjadi jerat bagi hidupnya?
--> Pertama tama Alkitab tdk menjelaskan bahwa Amnon 'bergaul' dgn Tamar atau bapanya, Daud,...sebaliknya 2 Samuel 13:3 mengatakan: "Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik..."‎
 ‎Yonadab & Amnon bersahabat!, karena salah memilih sahabat, Amnon terjerumus kedalam dosa yg menghancurkan... 

--> Namun sesungguhnya hal ke dua yg mungkin bahkan lebih penting adalah sikap hati Amnon yg 'lebih condong' kpd hal hal yg salah. Kecondongan kayu, jerami dan rumput kering itu sangat 'responsive' terhadap api sehingga mudah sekali terbakar dan hancur, sebaliknya ‎emas, perak dan batu permata tdk terlalu tertarik dgn api, sehingga tdk mudah terbakar. Inilah kedua jenis golongan dasar hati manusia (1 Kor 3), ... Jika hatimu condong utk 'tertarik' kpd bermacam macam bujukan jahat dan sesat, jgn cepat cepat mengalahkan iblis, tapi lihat hatimu sendiri. Banyak orang menyalahkan 'ikan yg ditaruh sembarangan' sehingga di gondol kucing, padahal memang kucingnya yg bebal... ikan itu sudah mati, tdk memiliki hak utk memilih tempat, tapi kucing yg bebal dan rakus itu hatinya degil, tdk perduli ikan siapa, langsung di makan! 

Lihat dan uji hatimu sendiri,... jika engkau temukan kenajisan disana, bawa dlm doa doamu kpd Tuhan utk minta hati yg baru, yg tahir, supaya engkau dpt memilih nasehat dan pernyataan yg benar... pastikan engkau dikelilingi oleh orang orang yg akan membangun dirimu sendiri, bukan yg menjatuhkan. Nasehat yg keras belum tentu salah, nasehat yg manis belum tentu benar... minta hikmat Tuhan utk menimbang nimbang nasehat!

Smile and be more faithful...
It's Friday... Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-02 19:57:42

Kamis, 2 Juni 2016

2 Samuel 12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya..."‎
---> Ini adalah ‎saat setelah Daud jatuh ke dalam dosa, yaitu dosa perzinahan dgn Betsyeba, kemudian Daud bahkan membunuh suaminya, Uria, utk menutup nutupi dosanya sendiri.

Pagi ini ketika saya membaca beberapa ayat ayat si 2 Samuel 11 tentang kejatuhan Daud ke dlm dosa yg memalukan, lalu juga di 2 Samuel 12, tiba tiba timbul didlm pikiran saya satu pertanyaan:
--> Mengapa Nathan baru dtg setelah Daud jatuh ke dlm dosa yg sangat memalukan dan sangat menyedihkan? Dimana Nathan pada saat 2 Samuel 11, ketika...
- Daud memandang seorang wanita mandi pada sore hari...
- Daud memerintahkan utk mengambil wanita tsb, kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud...
- Daud mendengar wanita itu hamil lalu merancangkan penipuan utk memanggil suaminya, Uria, utk pulang dan‎ tidur dgn istrinya supaya kebusukannya tdk diketahui orang, kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud...
- Uria menolak tidur dirumah karena rasa tanggung jawab terhadap teman teman sesama anggota tentara yg lain, lalu Daud merancang pembunuhan thdp Uria dgn menulis surat kpd Yoab panglima Daud utk menempatkan Uria dibaris paling depan, lalu ketika perang sangat berat, Daud memerintahkan utk meninggalkan Uria sendirian agar mati,... kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud......,‎ 

‎Semua hal hal tsb berjalan bukan sebentar atau dlm tempo satu hari, saat saat itu, semua seakan tenang dan baik, tdk ada yg mengkhawatirkan, namun dlm kesemuanya itu,... tdk ada suara Tuhan kpd Daud, dimana nabi Nathan ketika semua itu terjadi berkali kali?

‎Inilah pelajaran yg kita perlu renungkan hari ini, Kebenaran tdk bisa disamakan atau ditentukan sekedar oleh 'perasaan'. Pada saat kejatuhan Daud ke dalam dosa demi dosa, berlangsung sekian lama, mungkin sekian bulan,... semua tampak tenang dan aman aman saja... ketika hidupmu, usahamu, rumah tanggamu tenang dan aman aman saja, belum tentu engkau sedang berjalan dlm kebenaran Firman Tuhan! 
Ingat nasehat Paulus tentang berjaga  jaga di 1 Tesalonika 5:1-3 "Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.  
Apabila mereka mengatakan: Semuanya DAMAI DAN AMAN — maka TIBA - TIBA mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput..."‎
‎Perasaan aman dan damai belum tentu benar, jgn terlena dgn sekedar perasaan. Kebenaran harus diatas perasaan. Justru yg perlu kita renungkan adalah, sekalipun ada nabi pada jaman Daud, namun didlm rumah Daud sendiri, didlm istananya, tdk ada kebiasaan saling menegur, saling membangun, contohnya:
- Daud tdk ambil Betsyeba sendiri, dia suruh orang ambil, kenapa tdk dicegah oleh orang suruhan Daud tsb?
- ketika Betsyeba hamil, dia kirim orang kpd Daud, kenapa tdk ditegur sekalian Daud saat itu?‎
- Daud kirim utusan utk panggil ‎Uria pulang, kenapa utusan tsb tdk mencegah Daud?
- Daud suruh Yoab membunuh Uria, kenapa tdk ditolak, atau setidaknya dinasehati?

Inilah kesalahan Daud, tdk ada komunitas yg terbuka didlm rumahnya sendiri, sehingga dosa itu ‎harus menunggu sampai berbuah matang baru terlihat dan tercium baunya. Seandainya saja semua pribadi pribadi disekeliling rumah Daud itu spt nabi Nathan, Daud akan terhindar jauh jauh hari... tapi siapa yg salah dlm semua ini? Orang orang rumahnya kah? Atau Daud sendiri? Hati Daud yg degil, yg keras telah menjadi jerat baginya. Saya percaya atmosphere yg tdk bisa atau biasa saling terbuka atau saling menegur inilah yg gagal dibangun didlm rumah tangga Daud.

Pastikan hatimu lembut, sensitif terhadap dosa, agar kakimu terhindar dari jerat dosa...‎ pastikan hatimu lembut, setiap teguran dari siapapun, itu baik utk menghindari kakimu dari dosa, tanganmu dari menjamah yg bukan milikmu... bangun satu atmosphere yg benar bukan sekedar perasaan aman aman saja...

Greetings from Medan! Horas!!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-01 20:44:21

Rabu, 1 Juni 2016

2 Samuel 7:1-5, 8-16, 18-19
"... Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, 
berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."
Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." 
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: 
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? 
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. 
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. 
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 


---> Jika ada seorang manusia yg menerima janji begitu mulia, saya pikir Daud adalah orangnya, setidaknya dia adalah satu dari segelintir manusia yg begitu dikasihi Tuhan sampai menerima janji luar biasa spt itu, tahukah saudara janji apa yg Daud terima? Perhatikan kembali perkataan syukur Daud dihadapan Tuhan:
‎"..Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH..." ‎

Serentetan keturunan yg luar biasa dijanjikan Tuhan bagi Daud, bahkan pada ujungnya, Yesus sendiri lahir dari keturunan Daud utk mengokohkan kerajaan kekal. Apa yg membuat hati Tuhan begitu tergugah oleh Daud? Diayat ayat sebelumnya kita melihat Daud bertekad utk 'membangun rumah Allah' sebab dia sadar, bahwa dia sendiri tinggal nyaman, tapi Tuhan ada dlm kemah...

Dlm arti rohani, Daud sadar dan perduli utk membangun manusia batiniah, manusia rohaninya (tubuhmu adalah Bait Allah, sebab Allah diam didlmnya). Itulah yg menggerakan hati Tuhan. Bukankah ‎Mat 6:33 berkata carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya akan ditambahkan bagimu? Pelajaran penting pagi ini, periksa 'niat hati' kita masing masing, siapa dan apa yg kita kejar? Jika pikiran dan hatimu hanya penuh dgn urusan 'uang dan duit' atau 'kesenangan dan hobi', bagaimanakah mungkin engkau dpt menarik perkenanan Tuhan atas hidupmu? Berapa banyak waktu dan resources (uang, tenaga, pikiran dll) yg kita habiskan utk diri kita sendiri? Belajarlah spt Daud, dia bertekad 'membangun bait Allah, membangun manusia rohaninya, dan itu menggerakan hati Tuhan. 

Bangunlah bait Allah didlm diri kita masing masing, jgn bermalas malasan, belajar utk meninggalkan hidup yg lama dgn terus mengandalkan Tuhan. 

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-31 20:41:29

Selasa, 31 Mei 2016

2 Samuel 6:16, 20-23  
"Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. 
Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"
Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari, ‎
bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." 
Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..."‎

--> ‎Mikhal istri Daud di ayat 16 'memandang rendah suaminya, Daud', kenapa Mikhal memandang rendah suaminya sendiri? Sebab Mikhal memandang dirinya sendiri terlalu tinggi... Mikhal menganggap tdk pantas bagi mereka, raja raja dan bangsawan bersukacita sekalipun dihadapan Tuhan. Kebusukan dimulai didlm hati Mikhal, kemudian, pada ayat 20-23 kebusukan di hati mulai tercium aromanya keluar dari mulut atau perkataannya. Benarlah perkataan Firman Tuhan ‎ini: Matius 15:18 "Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang..." ‎

Salah satu cara utk menguji, menyelidiki hati kita sendiri adalah dgn memperhatikan perkataan yg keluar dari mulut kita, jika yg keluar adalah caci maki, kebohongan, perkataan perkataan kenajisan atau perkataan kotor, kasar, kesombongan, sudah pasti, didlm hatimu mulai terjadi pembusukan... cepat cepat bertobat dan dtg ke kaki Tuhan, minta Roh Kudus memberikan mu hati yg baru, yg lemah lembut, yg rendah supaya bisa dibentuk Tuhan. 

Alkitab tdk sekalipun menuliskan penyesalan apalagi pertobatan Mikhal binti Saul, dia tetap menganggap dirinya benar, hingga pada akhirnya, coba perhatikan kembali ayat ‎23: "...Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..."‎ ---> artinya, tdk ada masa depan, tdk ada keturunan yg lahir bagi Mikhal... masa depannya selesai sampai disitu. Hati yg busuk membuat masa depan seseorang hancur.... bukankah Daud didlm salah satu Mazmurnya berkata: "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan.."‎ (Mzm (7:37) orang orang yg hatinya membusuk, selalu membawa perkelahian dgn siapapun, termaksud dgn suaminya sendiri, atau istrinya atau orang orang lain disekitarnya, namun orang yg tulus, jujur, dan yg suka damai, memiliki masa depan!!!

Selidiki hatimu dgn mengamat amati aroma perkataanmu, jika keluar bau busuk, itu bukan saja engkau perlu sikat gigi, tapi perlu merendahkan dan melembutkan hati... agar padamupun ada masa depan, ada hari esok!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-30 19:11:42

Senin, 30 Mei 2016

2 Samuel 5:17-25 "Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.
Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, 
bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu." 
Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim. 
Orang Filistin itu meninggalkan berhalanya di sana, lalu Daud dan orang-orangnya mengangkatnya. 
Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, 
maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin." 
Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer..."‎

--> Ketika Daud memulai perjalanan hidupnya sbg raja atas seluruh Israel, pertama tama orang Filistin dtg utk memerangi Israel. Daud sekalipun dia seorang panglima perang yg handal, sekalipun dia mahir dan berpengalaman dlm berperang, namun kerendahan hati selalu terbukti dari kehidupan doanya yg selalu bertanya dan menyerahkan kpd kedaulatan Tuhan.  
Inilah hal penting yg perlu kita perhatikan, engkau berkata : 'padaku ada kerendahan hati', buktikan kehidupan doamu! Jika engkau tdk merasa perlu utk berdoa, itu tanda engkau tdk ada kerendahan hati, sebab doa itu merendahkan diri dan memuliakan Tuhan...

Kemudian Tuhan mengajarkan satu perkara, di Baal-Perasim, Tuhan memerintahkan Daud utk 'menerobos maju', tapi tdk selalu demikian, pada kali yg kedua, di lembah Rafaim, Tuhan memerintahkan Daud utk berputar dan menyerang dari belakang, lalu Tuhan katakan: ‎‎
"...Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin." Tuhan merubah strategy perang bagi Daud, dan tanda utk bergerak kali ini adalah 'bunyi derap langkah di puncak pohon pohon kertau', itulah bunyi langkah kaki Bala tentara Tuhan, sebab kpd Daud Tuhan katakan, '...waktu itu Tuhan telah keluar berperang didepanmu...' Daud tinggal siapkan jaring dari belakang...

Bagaimana kita bisa, sama spt Daud, mengerti dan memahami 'kapan Tuhan bergerak'? Jika padamu dan padaku ada kerendahan hati utk berdoa... bertanya kpd Tuhan... Daud memulai semua itu dgn ketaatan total kpd kebenaran Firman Tuhan. 

Sudahkah engkau berdoa hari ini? Mulailah hidup taat, kpd Tuhanmu, & kpd authoritas yg Tuhan tempatkan diatasmu... latih diri kita sendiri utk merendah, sebab ke tempat yg rendahlah air itu mengalir...

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-29 20:48:21

Jumat, 27 Mei 2016

2 Samuel 3:1
"... Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah..."‎

--> Saya ingin saudara memperhatikan latar belakang ini, setelah Saul mati, kita sering berfikir Daud adalah raja kedua Israel, ternyata bukan, ‎di 2 Samuel 2, saudara akan temukan bahwa anak Saul Isyboset yg naik menggantikan Saul bapanya sbg raja, siapa yg angkat Isyboset? Abner, panglima Saul. Daud kemudian diangkat menjadi raja Yehuda di Hebron. 

Itulah sebabnya 2 Samuel 3:1 diatas mengatakan bahwa setelah Saul matipun, masih terjadi peperangan atas 2 keluarga ini.‎ Saya tdk memahami apa motivasi Abner mengangkat Isyboset anak Saul menjadi raja menggantikan Saul, padahal pada waktu Abner tersinggung oleh perkataan Isyboset, kebenaran itu keluar dari mulut Abner bahwa dia tahu Tuhan sudah memilih Daud utk menjadi raja, bukan Isyboset :
2 Samuel 3:8-11 "Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: "Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?
Kiranya Allah menghukum Abner, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika tidak kulakukan kepada Daud seperti yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepadanya, ‎yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba." ‎Dan Isyboset tidak dapat lagi menjawab sepatah kata pun kepada Abner, karena takutnya kepadanya..." ‎

Jika Abner sudah tahu sejak semula rencana Tuhan dan bahwa Tuhanlah yg mengangkat Daud menggantikan Saul, kenapa dia justru mengangkat Isyboset? Jawabannya: KEPENTINGAN PRIBADI!!! Lihat ayat ini: 2 Samuel 3:6 "Selama ada peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud, maka Abner makin mendapat pengaruh di antara keluarga Saul..."

Tahukah saudara apa yg terjadi bagi hidup Abner pada akhirnya?
Abner kemudian berpihak kpd Daud karena tersinggung dgn perkataan Isyboset, macan yg dia pelihara sendiri, dan kemudian pada akhirnya Abner mati oleh pedang panglima Daud...

Pelajaran yg kita dptkan hari ini, berlakulah jujur terhadap hati nuranimu sendiri, jgn cari kepentingan pribadi dgn apalagi menjadi musuh atau seterunya Allah spt Abner... kenapa dia harus buat buat manuver politik dgn mengangkat Isyboset anak Saul padahal dia tahu Tuhan telah menetapkan Daud menggantikan Saul? Berapa lama dia pikir dia mampu bertahan dgn scenario politik utk kepentingannya sendiri? Sekali lagi, jaga hati nuranimu, berlakulah jujur jgn terus menerus putar kanan putar kiri, lebih baik terbuka dan siap rugi daripada menjadi musuhnya Tuhan. 

Smile, ... it's Friday!!!
Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-26 20:31:26

Kamis, 26 Mei 2016

2 Samuel 1:1-16 "...Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag,
maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." 
Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." 
Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: "Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?"
Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: "Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya. 
Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku. 
Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek. 
Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa.
Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku." 
Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. 
Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: "Asalmu dari mana?" Jawabnya: "Aku ini anak perantau, orang Amalek."
Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?" 
Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN." 

--> Saya sengaja menuliskan seluruh perikop ini spy alur kisahnya menjadi jelas buat kita.

Kenapa 'seorang dari tentara Amalek' itu dibunuh oleh Daud? Bukankah dia membunuh Saul atas perintah Saul? ‎Bahkan jika saudara baca juga di pasal sebelumnya, di 1 Samuel 31, Saul juga meminta seorang tentaranya utk menikamkan pedangnya kpd nya, namun pegawai Saul tdk mau karena 
hormat kpd Saul, orang yg diurapi Tuhan. Jadi seharusnya seorang dari tentara Amalek itu telah berbuat baik dgn meringankan beban Saul, apalagi itu diminta sendiri oleh Saul, tapi kenapa Daud malah membunuh orang tsb?

Hari ini kita akan belajar tentang 'inner motive' atau motivasi di dasar hati, coba perhatikan beberapa hal:
1. Pembawa berita tsb adalah 'seorang tentara dari pihak Saul tapi seorang Amalek', dia dtg kpd Daud utk memberi khabar bahwa Saul telah mati dan dialah yg membunuhnya utk meringankan beban Saul, lalu dtg dan bersaksi kpd Daud...

2. Sebelumnya di 1 Sam 31 ayat 2 kita menemukan begini:
‎1 Samuel 31:4-5 "Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, ia pun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul..."‎‎
Jadi kita tahu Saul mati bunuh diri, dan hanya mayatnya yg sudah tdk berkepala lagi yg ditancapkan ke tembok, bagaimana mungkin orang Amalek itu berkata 'aku yg bunuh demi permintaannya'?

‎Disini saya menemukan motivasi di dasar hati orang Amalek tsb hanyalah 'CARI MUKA!!!' dia tahu bahwa Daud itu musuh Saul, sebab dia tentara di pihak Saul, dan dia pikir kematian Saul akan membuat dia menjadi pahlawan dimata Daud.

Pesan Tuhan hari ini utk kita semua, berhenti cari muka, hiduplah apa adanya, kerjakan semua demi hormat dan kemuliaan Tuhan bukan utk dilihat dan dipuji orang, sebab satu kali, hikmat Tuhan akan menjegal kita, jika kita terus hidup sbg penjilat yg hobinya cari muka.‎

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-25 21:05:36

Rabu, 25 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-24 19:23:18

Selasa, 24 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-23 21:24:54

Senin, 23 Mei 2016

Ayat 3: "...  Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal."

--> Pada jaman Samuel masih hidup, Saul telah belajar utk hidup takut akan Tuhan dgn menyingkirkan dosa dari antara bangsa Israel, yaitu dgn 'menyingkirkan dari dlm negeri para pemanggil arwah, para juru tenung, atau para peramal...' Itulah yg telah dilakukan Saul, sungguh mulia.

Namun hari ini kita belajar, bahwa dosa itu dimulai dari dlm hati, bukan sekedar yg tampak diluar. Dari luarnya, Saul telah melakukan ketaatan kpd Firman Tuhan dgn tdk membiarkan ada 'dosa tenung, dosa peramal' di seluruh bangsanya, namun kharakter yg sesungguhnya akan nampak dan terlihat ketika manusia dlm keadaan kepepet. Perhatikan tindakan Saul ketika dia kepepet:

Ayat 6 -8: "...‎. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.  
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." 
Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu." 

--> Dptkah saudara melihat degradasi kejatuhan Saul? 

1. Pertama tama di ayat 6, Surga benar benar tertutup bagi Saul! Tdk ada Firman yg keluar‎ bagi Saul, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi‎... semua benar benar sepi! Itulah tanda bahaya total bagi hidup anak anak Tuhan ketika tdk ada lagi suara Tuhan bagi kita, sama spt pada jaman setelah Maleakhi selama 400 tahun, sama sekali tdk ada suara Tuhan. Apa yg menyebabkan Tuhan berdiam? Sebab hati Saul sudah begitu degil dan kerasnya, sekalipun dia tahu kebenaran, itulah hidup yg mendukakan Roh Kudus, tahu kebenaran tapi sengaja terus melawan kebenaran.

2. Akibatnya, seluruh pikiran dan tubuhnya melangkah kpd dosa, melangkah menuju 'juru tenung' bukannya melangkah meninggalkan dosa. Saya kadang bertanya tanya heran, kenapa Saul tdk bertobat saja dan lepaskan jabatan 'raja' yg telah menjerat dia didlm kerakusan begitu rupa? Kenapa Saul tdk menghabiskan sisa waktunya utk mendidik dan mempersiapkan Daud utk menjadi raja yg luar biasa sbg penggantinya? .... sebab hati Saul degil dan keras! Saul lebih mencintai 'tahta-nya dari pada Tuhan-nya'!!! Bagi sebagian anak anak Tuhan hal yg sama juga terjadi, ada dosa dosa yg kita simpan dan bahkan pelihara sedemikian rupa, kita rawat baik baik, sekalipun kita tahu itu dosa yg menyakiti hati Tuhan. ‎Firman Tuhan mengatakan di Galatia 6:7-8 "...Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ‎Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu..."‎

‎Hari ini kita mau belajar utk 'mempraktek-kan Firman Tuhan' Itulah cara kita membiarkan ladang hati kita dibajak dan digemburkan, dan itulah yg membuat ladang hati kita subur. Bukan seberapa banyak Firman yg saudara tahu yg membuat engkau bertumbuh, tapi seberapa rela engkau menerima dan mempraktek-kan Firman Tuhan yg sudah engkau dengar dan mengerti. Sebaliknya, sekalipun engkau tahu banyak, kedegilan hati yg semakin mengeras akan membawa kehancuran diri sendiri.

Bagaimana kondisi hati kita? Adakah hatimu lembut? Jika hatimu lembut, engkau akan mampu mendengar suara Tuhan mu... jika engkau mau melembutkan hatimu, bajaklah! Caranya dgn lakukan, praktekkan Firman Tuhan hari ini.

dibuat pada : 2016-05-22 19:32:04

Jumat, 20 Mei 2016

1 Samuel 26:1-2‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎

--> coba perhatikan dan renungkan kembali kisah hidup Saul, bukankah pasa 1 Samuel 24‎, di padang gurun En Gedi, ketika Saul memang dtg utk membunuh Daud namun justru Daud yg memiliki kesempatan utk menghabisi nyawa Saul, tapi tdk dilakukannya,... lalu Saul menyadari kedegilan hatinya dan 'bersumpah' utk tdk berbuat dosa lagi, bahkan sampai 'BERTANGIS TANGISAN!!!' Bukankah itu tanda pertobatan? Belum tentu! Tdk ada hubungan-nya TANGISAN dgn PERTOBATAN! 

Buktinya, tdk lama setelah itu, kedegilan hati Saul kumat lagi, dan dia kembali bangkit mencari hendak membunuh Daud. Sudahkah Saul lupa akan sumpahnya kpd Tuhan dan kpd Daud? Sudah keringkah air mata tangisan yg mengalir begitu deras di padang gurun En Gedi?‎

Kenapa Saul bisa begitu rapuhnya? Ini pelajaran utk hari ini:

1. Pertobatan harus dimulai dgn Tuhan dan dituntun terus oleh Tuhan. Kita perlu selalu diingatkan dan diperbaharui hari demi hari akan pertobatan kita, bahkan kita sesungguhnya perlu bertobat setiap hari dan dgn rendah hati minta Roh Kudus memimpin kita utk hidup didlm pertobatan kita, sebab kita ini rapuh, semua kita termaksud saya!

2. Jadilah bijak dgn memilih teman atau sahabat yg hanya akan membangun kita, dan TINGGALKAN! sekali lagi TINGGALKAN teman teman yg hanya akan membawa engkau jatuh dlm dosa, jgn berkata kuat dgn tetap bergaul dgn orang fasik, orang berdosa, dan para pencemooh (peng-gossip) bukankah itu yg kitab Mazmur ajarkan? Mazmur 1:1 "..Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,‎.."
Sadarkah saudara bahwa karena salah memilih teman, salah mempercayai nasehat siapa yg harus didengar, Saul yg degil hatinya, jatuh kembali dlm dosa penghianatan yg lebih dalam. Perhatikan ayat 1 dan 2 diatas:‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎.." Nasehat orang Zif itulah yg telah memperdaya dan menjebloskan Saul kembali utk jatuh! Seandainya saja Saul selalu bergaul dgn orang orang yg benar, yg berpegang kpd sumpah, yg jujur, kemungkinan besar Saul tdk akan berbuat dosa yg sama itu itu lagi, namun kebodohannya memilih teman telah menjerumuskan dia.

Ada pepatah yg berkata: 'show me your friends, then I show you your heart...' tunjukan teman temanmu, aku akan tunjukan hatimu! Sebab burung yg bulunya sama, umumnya terbang bersama sama!

Greetings from Medan..

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-19 21:53:27