Morning Dew

Selasa, 2 Agustus 2016

1 Raja-raja 15:25-30, 33-34
"...Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel dalam tahun kedua zaman Asa, raja Yehuda. Ia memerintah atas Israel dua tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, serta hidup menurut tingkah laku ayahnya dan menurut dosa ayahnya, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
Dan Baesa bin Ahia, dari kaum Isakhar, mengadakan persepakatan melawan dia. Baesa menewaskan dia di Gibeton yang termasuk wilayah orang Filistin, sedang Nadab dan seluruh Israel mengepung Gibeton itu.
Baesa membunuh dia dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, dan menjadi raja menggantikan dia. 
Segera sesudah ia menjadi raja, ia membunuh seluruh keluarga Yerobeam; tidak ada yang bernafas yang ditinggalkannya hidup dari pada Yerobeam, sampai dipunahkannya semuanya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya Ahia, orang Silo itu,  
oleh karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, oleh sebab sakit hati yang ditimbulkannya pada TUHAN, Allah Israel. 
Dalam tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, Baesa bin Ahia menjadi raja atas seluruh Israel di Tirza. Ia memerintah dua puluh empat tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN serta hidup menurut tingkah laku Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..."‎

Setelah Yerobeam diangkat menjadi raja karena kejahatan Rehabeam anak Salomo, ternyata Yerobeam hidup bahkan lebih jahat lagi... dia seakan spt kacang lupa kulit, lupa bahwa TUHAN-lah yg telah mengangkat dia sedemikian rupa utk tugas yg begitu mulia, tapi dia bahkan membuat seluruh Israel berdosa bahkan anak cucunya berbuat dosa yg sama. Nadab anak Yerobeam kemudian menggantikan dia, namun Nadab hidup dlm dosa yg menyakitkan hati Tuhan... kemudian Baesa dari kaum Isakhar membunuh Nadab bahkan seluruh kaum keturunan Yerobeam....‎

Namun perhatikan ayat ke 34:
--> ‎"...Ia (Baesa) melakukan apa yang jahat di mata TUHAN serta hidup menurut tingkah laku Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..."‎

‎---> inilah yg menjadi renungan kita pagi ini, Baesa tahu apa yg membuat Tuhan mengijinkan dia naik tahta menggantikan Nadab anak Yerobeam, karena dosa yg dilakukan Yerobeam juga Nadab yg membuat sakit hati Tuhan sampai membawa orang Israel berdosa juga terhadap TUHAN. Baesa bahkan membunuh semua kaum keluarga Yerobeam... namun dosa Yerobeam tdk dibunuhnya, ayat 34 diatas bahkan dgn jelas menuliskan 'Ia melakukan yg jahat dan hidup menurut tingkah laku Yerobeam...'

Saudaraku, kita memang perlu memilih pergaulan yg benar, namun ‎teramat lebih mudah utk meninggalkan manusia yg kelihatan daripada meninggalkan pengaruh dosa yg tdk kelihatan. Jauh lebih mudah utk keluar dari Mesir daripada mengeluarkan pengaruh Mesir dari hati Israel.

Lalu bagaimana caranya kita bisa melepaskan diri dari pengaruh dosa yg sulit dikeluarkan dari hati dan pikiran kita? Sederhananya spt ini, jika terang itu hadir, maka gelap dgn sendiri-nya akan hilang. Jika Tuhan itu hadir didlm hati dan pikiran kita, maka dosa dgn sendiri-nya akan tersingkir, ritual agamawi hanyalah satu usaha yg terlihat mata sama spt Baesa berusaha membunuh seluruh keluarga Yerobeam, namun dosa Yerobeam tetap tinggal di hati Baesa. 

Kita perlu Tuhan, saya perlu Roh Kudus utk memimpin hidupku, hati dan pikiran saya sepanjang hari... itu sebabnya Mazmur Daud berkata berbahagialah orang yg kesukaannya ialah merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, itulah cara mengusir gelap, dgn mendatangkan terang dipikiranmu dan didlm hatimu.

Sudahkah engkau merenungkan Firman Tuhan pagi ini?

Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-01 21:01:15

Senin, 1 Agustus 2016

1 Raja-raja 13:16-22 "Tetapi jawabnya: "Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini,
sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu."
Lalu jawabnya kepadanya: "Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." Tetapi ia berbohong kepadanya.
Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya. 
Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman TUHAN kepada nabi yang telah membawa dia pulang. 
Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: "Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, 
tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, — maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu."

---> Jika saudara membaca keseluruhan pasal 13 diatas, kita akan melihat kisah seorang nabi yg telah menerima mandat yg begitu besar dari Tuhan utk menyampaikan pesan penting bagi ‎Yerobeam dan bahkan bagi seluruh Yehuda, namun Tuhan juga memberikan satu batasan yg mutlak harus dilakukan oleh nabi tsb, yaitu dia hanya boleh berfungsi sbg 'utusan tanpa boleh menerima apapun' baik itu makanan atau minuman dari misi perjalanan-Nya. Sptnya terlalu berlebihan batasan yg Tuhan berikan ini, bukankah dia juga bisa merasa lapar dan haus, bukankah seorang nabi berhak menerima upahnya? 

Masalahnya adalah bukan sesederhana itu, tapi batasan batasan yg Tuhan berikan itu justru akan berfungsi spt pagar bagi nabi tsb, agar dia tetap murni & hanya menyampaikan apa yg Tuhan mau sampaikan dan tdk terpengaruh dgn roti atau minuman apapun, dgn demikian dia tdk mudah utk melakukan kompromi atas kebenaran yg dia sampaikan. ‎

Namun kenapa justru seorang nabi tua, nabi senior yg telah mencelakakan dia? Perhatikan pelajaran dari kisah diatas, ‎ingat Yakobus 1:3 yg mengatakan: "sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan..." Ternyata iman percaya kita pun akan mengalami ujian... ujian yg paling sederhana adalah ketika orang yg tdk mengenal Tuhan diijinkan utk mempengaruhi dan membawa tekanan bagi kita, apakah kita bisa tetap beriman?... kemudian sesama anak anak Tuhan akan diijinkan mengecewakan bahkan menjegal langkahmu, menghianatimu, akankah engkau tetap berpegang kpd iman percayamu?... lalu bahkan hamba hamba Tuhan diijinkan utk menekan dan mengecewakan mu, adakah engkau tetap berpegang kpd imanmu?... puncaknya, bagaimana jika Tuhan sendiri seakan melawan engkau, engkau dibuat bingung dgn pikiran Tuhan dan perbuatanNya... namun jika engkau mengenal betul kharakter Allahmu, engkau mampu bertahan dan menang,... ingat perempuan Siro-Finisia yg kpdnya Yesus berkata: 'tdk pantas melemparkan roti yg dipersiapkan bagi anak kpd anjing...' jika wanita tsb imannya lemah dan mempertanyakan 'betulkah Yesus ini TUHAN? Kenapa Dia menganggap aku anjing, bukankah aku diciptakan sama dgn orang Yahudi? Bukan mauku atau salahku aku lahir sbg orang Siro-Finisia dan bukan Yahudi, mungkinkah Tuhan itu membeda bedakan dan mencampakan aku karena perbedaan yg bukan aku sendiri kerjakan??? Namun dlm semua hal itu, wanita tsb tetap melangkah dgn mantap, sebab dia mengenal kharakter Allahnya. Belum tentu seorang nabipun mengenal kharakter Allahnya, buktinya nabi muda di 1 Raja raja 13 ini, dia dapat dikecohkan ketika nabi lain berkata bohong, 'langgar batasan batasan yg Tuhan tetapkan, sebab itulah perintah Tuhan...' Nabi tua itu bahkan membawa bawa nama Tuhan... Di America ada seorang hamba Tuhan senior yg berdiri di atas mimbar dan berkata, 'saya mendengar bisikan roh bahwa gereja boleh memberkati pernikahan sejenis, sebab itulah era dimana gereja dituntun Tuhan...' dan banyak yg ikut. Berbahaya sekali jika anak Tuhan apalagi hamba Tuhan tdk mengenal kharakter Allahnya dgn benar, sebab dia akan mudah disesatkan.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-31 19:31:35

Jumat, 29 Juli 2016

1 Raja-raja 12:1-11
"Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.
Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat — pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo — maka kembalilah ia dari Mesir.
Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:
"Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu."
Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu.
Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?"
Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu."
Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,
katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?"‎
Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami — beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!
Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." ‎ 

---> Sesudah Salomo mati, anaknya Rehabeam menjadi raja menggantikan Salomo. Sungguh sangat aneh, Salomo adalah raja atau orang terkaya diseluruh bumi sepanjang sejarah, namun pada masa akhir hidupnya, Salomo menerapkan beban pajak yg begitu berat atas bangsanya Israel, sampai sampai rakyat begitu tertekan... bukankah pada jaman Salomo perak tdk berharga? Emas melimpah ruah? Raja raja dari segala bangsa dtg membawa upeti? Kenapa pada akhir masa pemerintahannya justru Salomo merasa perlu utk menerapkan pajak yg begitu beratnya atas bangsanya sendiri? Saya pernah mendapat tawaran bekerja di Dubai, dan dari seluruh salary yg mereka tawarkan negara tdk mengenakan pajak income bagi individu, sedemikian kayanya negara UEA tsb, sampai mereka membebaskan income tax utk individu dan memberikan social benefits yg begitu luar biasa. UEA tdk ada apa apanya dibandingkan dgn Israel pada jaman Salomo, tapi sampai bisa sedemikian terpuruknya dlm tempo 40 tahun, apa yg terjadi? Dosa cenderung akan mendatangkan kemiskinan, namun bukan berarti miskin itu pasti karena dosa! Salomo terlalu nyaman dgn bergenit genit dgn istri istri dan gundik gundiknya, pemborosan terjadi dimana mana, foya foya dan perta pora adalah hal sehari hari, tdk heran harta dan emas murni setinggi gunungpun akan habis dimakan dlm satu periods kehidupan! Akibatnya, rakyat yg ditekan utk terus menyalurkan dan menyediakan dana utk mendukung gaya hidup Salomo... beban yg terlalu berat dirasakan oleh rakyat sampai mereka dtg memohon keringanan dari Rehabeam anak Salomo...

Namun yg menjadi perenungan kita pagi ini adalah dosa melahirkan dosa... kebodohan itu warisan yg sangat berbahaya. Rehabeam menerima keberatan rakyat lalu bertanya nasehat kpd ‎'para tua tua' dan nasehat 'orang muda'. Alkitab mencatat Rehabeam MENGABAIKAN nasehat para tua tua tsb dan memilih nasehat orang muda. Apakah karena Rehabeam tdk mengerti yg benar dan salah? Atau dia memang benar benar bodoh? 

Sama spt Rehabeam, apa yg ada di hati kita akan menentukan nasehat mana yg akan kita ikuti. Telinga dan kaki kita akan condong kpd apa yg ada di hati kita... Jika hatimu degil dan kotor, nasehat yg mendukung utk tetap hidup kotorlah yg akan menarik hati, sebaliknya jika hati kita tulus dan murni, maka nasehat kebenaran lah yg akan kita ikuti.

Ada begitu banyak nasehat disekeliling kita, kita akan cenderung mencondongkan telinga dan pikiran kpd nasehat orang yg sama dgn kita, ingat burung yg bulunya sama akan terbang bersama sama... kita cenderung mengikuti orang yg spt kita bukan yg kita mau atau harapkan. ‎Dgn demikian, masalah yg perlu kita perhatikan adalah 'hati kita sendiri' perkataan dan tindakan kita hanyalah cerminan dari apa yg ada didlm hati kita... pastikan hatimu dan hatiku tulus dan murni dihadapan Tuhan....

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-28 20:16:23

Kamis, 28 Juli 2016

1 Raja-raja 11:1-2
"...Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta..."  ‎

--> Salomo telah mengalami perkenanan dan menerima berkat Tuhan yg begitu luar biasa. Hikmat dan kekayaan yg diterima Salomo melebihi semua raja raja yg pernah ada... Seringkali, ketika semua sudah baik dan sangat nyaman, ada satu penyakit yg biasanya tumbuh sangat subur di dlm keadaan spt itu, dan penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan! Sekali lagi sangat berbahaya dan mematikan, itulah yg disebut 'kenyamanan!'

Setiap manusia ingin 'hidup nyaman' tapi jika kita tdk siap utk melatih diri kita sendiri, ketika kemapanan itu dicapai, ketika semua baik, semua serba berkecukupan bahkan berkelimpahan, ketika semua yg kita inginkan dapat kita peroleh, hati hatilah, virus 'rasa nyaman' biasanya akan berkembang pesat saat saat spt itu, ketika virus itu sudah begitu kuatnya, maka tanda atau symptoms yg biasanya ditimbulkan adalah:

1. Tdk mau susah atau dibuat susah...
2. Td‎k dpt ditegur...
3. Egois atau selfish ‎
4. Tdk perduli dgn orang lain‎, dll
‎ Akibat dari semua ini, prioritas hidup orang nyaman akan berubah, coba perhatikan hidup Salomo pada puncaknya, kekayaan dan sanjungan itu lama kelamaan menjadi racun baginya... Salomo tdk lagi mau berpegang kpd Firman Tuhan sepenuhnya spt Daud, hatinya lebih condong kpd wanita wanita cantik... sekalipun dia tahu kebenaran... hidupnya sudah terlalu nyaman, setiap hari dia dihibur oleh wanita wanita cantik secara bergantian, siapa yg dpt tahan hidup spt itu? Seorangpun tdk ada... Salomo tdk lagi mengenal batas batas...

Kenyamanan membuat manusia lengah dan menganggap remeh kebenaran Firman Tuhan sekalipun. Alkitab dgn jelas mengingatkan kita akan hal tsb:‎

2 Tawarikh 29:11 "Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya."

Dan:‎
Amsal 13:13 "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." ‎
‎‎
--->‎ bagaimana kita dpt memerangi 'rasa nyaman'?
- Hiduplah dgn disiplin, buka hidupmu utk dikoreksi orang lain, jgn pilih yg selalu bilang yes kpd mu, tapi buka hidupmu kpd orang yg berani menegurmu. Saya kadang melamun, didlm sejarah hidup Salomo saudara tdk akan menemukan nabi Tuhan satupun, tdk spt di hidup Daud yg berkali kali ada beberapa nama nama nabi dan imam Tuhan yg membayang bayangi hidupnya... hidup yg bisa dikoreksi oleh orang lain yg sama sekali tdk memiliki kepentingan apapun di hidup kita adalah anugrah besar.

Adakah nabi Nathan atau imam Zadok dihidupmu?‎

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-27 19:38:27

Rabu, 27 Juli 2016

1 Raja-raja 6:1, 7
"...Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN. 
Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu..."

‎‎---> Beberapa waktu yg lalu, ketika saya sedang membangun rumah, saya memperhatikan seorang tukang batu yg sedang bekerja di pembangunan rumah tsb. Saya melihat tukang batu tsb bekerja spt layaknya seorang tukang pahat, dia sedang memahat dan membentuk batu tsb dgn satu design atau bentuk khusus yg ada di pikirannya. Ketika saya bertanya, apa yg sedang dia kerjakan, dia berkata sambil menunjuk satu bagian celah dari bangunan rumah yg belum selesai dan berkata: 'lihat celah di atas sana... saya pahat dan bentuk batu ini dibawah sini, utk kemudian pas dan tepat utk diletakan diatas sana...'
Perkataan tukang batu tsb menjadi rhema bagi saya, sebab bukankah itu juga yg terjadi saat bait Allah pertama dibangun oleh Salomo? Coba perhatikan ayat 7 diatas sekali lagi:

"‎...Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu..."‎

---> Pekerjaan batu batu yg dipotong, dipahat, dipukul, dan dibentuk terjadi di BAWAH... Di tempat penggalian batu, sehingga ketika bait Allah dibangun, batu batu yg sudah ditempa dan dipahat dibawah, cukup sekedar disusun di ATAS sana, ketika Bait Allah dibangun.

Mengertikah saudara akan pewahyuan ini, hidup kita dibumi, dibawah saat ini, adalah tempat penggalian, dimana batu batu utk bait Allah itu digali, dibongkar, dipahat dan dipukul, tujuannya bukan utk dihancurkan, tapi utk dibentuk‎, itulah masa persiapan utk satu tujuan mulia diatas sana. Ketika batu itu yg adalah saudara dan saya, telah selesai dipahat dan dibentuk, yg sesuai dgn ukuran dan tujuan 'sang pemahat', maka kita akan ditempatkan sbg satu bagian dari Bait Allah di atas sana... bukankah itu yg Yohanes lihat dlm pewahyuan tentang kerajaan Surga di kitab wahyu:

Wahyu 3:12 "Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.."‎

Saudaraku, jika hidupmu hari hari ini mengalami rasa sakit tempaan, rasa beban yg berat spt batu yg ditekan, mengalami pengasingan spt batu di tempat penggalian, ingatlah, engkau ada di tempat yg tepat! Sebab tangan sang padai batu, sang penjunan sedang merancang dan membentuk hidupmu agar layak dipakai sbg 'sokoguru' atau pilar pilar didlm bait suci kerajaan Surga. Miliki pikiran yg ada didlm Kristus, semua yg Tuhan ijinkan terjadi didlm hidupmu adalah baik, sebab tujuannya adalah baik, yaitu utk tujuan kekekalan yg ada di pikiran Bapa Surgawi!

Smile and be more faithful...
For Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-26 19:13:59

Selasa, 26 Juli 2016

‎1 Raja-raja 3:16, 20-28
"Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.... ‎
Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku. 
Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."
Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja. 
Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."
Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja. 
Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!" 
Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."
Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan..."‎

---> Suara hikmat yg pertama yg diperhadapkan kpd Salomo adalah demikian: pemilik yg benar, ibu yg sejati adalah ibu yg rela melepaskan demi supaya hidup, bukan ibu yg menuntut bagian, sekalipun akibatnya mati.‎ Jadi dgn kata lain, kepentingan orang lain lebih tinggi dan mulia dibandingkan kesenangan diri sendiri,...

Dlm hal yg sama, ini berlaku utk segala sesuatu yg lain pun. Warisan atau berkat yg dari Tuhan itu adalah milik orang yg dapat berfungsi ‎spt ibu yg sejati, yg berani melepaskan demi utk anak itu hidup, bukan bagi orang yg menuntut utk mendapatkan bagiannya utk kesenangannya, sekalipun anak itu harus mati. 

Coba bayangkan, bagi ibu yg jahat dan palsu, apa untungnya anak itu dibelah dua? Dia tdk akan menikmati apa apa dari anak yg sudah mati tsb,... bangkai sebelah anak tsb juga akan perlahan lahan berbau busuk dan dibuang,... kenapa tdk membiarkan anak itu hidup dgn ibunya yg sejati agar dirawat, dibesarkan, dicintai?

Saudara mungkin berkata benar itu,‎... tapi coba renungkan, berapa banyak baju baju didlm lemarimu yg sangat jarang digunakan atau bahkan sudah terlupakan, kenapa tetap disana? Satu kali akan termakan oleh ngengat dan serangga,... tapi jika dilepaskan dan diberi kpd yg lain, yg tdk memiliki cukup pakaian, pasti akan jadi berkat... Berapa banyak makanan dibuang karena sudah membusuk, tapi kita tdk belajar utk berbagi... atau dimakan terlalu banyak karena terlalu rakus sampai menimbulkan penyakit...Berapa banyak kesenangan, liburan, pesta pora yg melelahkan, tapi tdk terbesit utk berbagi dgn orang lain....

Prinsip yg harus kita terima pagi ini adalah, ibu yg sejati, yg akan menerima upah dari sang raja, adalah ibu yg rela melepaskan supaya anak itu hidup. Ketika semua yg ada pada kita, entah itu berkat materi, talenta, ataupun waktu waktu yg ada, semua kita habiskan utk diri sendiri bahkan seringkali menjadi sia sia..., kita bukanlah ibu yg sejati yg dpt menerima kepercayaan lebih besar lagi.‎ Adakah engkau ibu yg sejati? Yg rela letting go... utk kemuliaan TUHAN....

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-25 19:21:24

Senin, 25 Juli 2016

1 Raja-raja 1:1, 5-6
"Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin. 
Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.
Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Ia pun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom..."‎

---> Seakan tdk henti hentinya masalah dan pemberontakan terjadi didlm keluarga Daud... Setelah Absalom berontak ingin menjadi raja, lalu sekarang kita menemukan Adonia anak kedua juga berontak, dia juga ingin bangkit menjadi raja... 
Kita tahu bahwa pemberontakan Absalom anak pertama diakibatkan karena sakit hati terhadap sang ayah, namun bagi Adonia, perkara lain lagi.‎

Ada satu catatan menarik yg perlu kita perhatikan dari pemberontakan Adonia di ayat ke 6 demikian :
"‎Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?..."‎ ‎

---> entah apa yg menyebabkan Daud berlaku demikian, tapi catatan kecil ini didlm riwayat hidup Adonia telah menjadikan dia seorang anak sekalipun sangat elok perawakannya, namun tanpa memiliki kharakter yg luhur. Teguran dan didikan adalah sesuatu yg sangat bernilai dan berharga di hidup setiap manusia, dan dari dlm rumah tangga lah teguran dan didikan itu harus pertama tama dimulai.‎ Nilai nilai luhur tdk mengalir didlm darah Adonia, sebab papah tdk pernah merasa punya waktu utk menegur dan mendidik anaknya, atau tdk merasa perlu... Bukankah kitab Amsal berkata: ‎
‎Amsal 23:13-14 "... Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati."

Tugas kita sbg orang tua, terutama papah, adalah menjadi imam: perantara yg mewakili keluarga kita dihadapan Tuhan, yaitu berdoa dan bersyafaat bagi keluarga kita... Dan menjadi nabi: perantara yg mewakili Tuhan bagi keluarga kita, yaitu menyuarakan suara Tuhan, teguran, pengajaran, didikan, dan bila perlu rotan sekali waktu, namun juga ada kalanya pujian dan sanjungan...

Para ayah, adakah imam dan nabi di rumahmu? Jika tdk ada nabi, siapa yg akan menegur anak anak kita? Jika tdk ada imam, siapa yg akan mengajarkan anak anak bagaimana caranya menghormati Tuhan?  Siapa yg akan mengajarkan perbuatan ajaib yg Tuhan lakukan diantara bangsa Israel dan juga di keturunan kita sebelumnya? Dari mana anak anak akan kenal Bapa di Surga jika bapa dibumi hidupnya hancur hancuran, tdk bisa menjadi teladan?

Anak anak perlu figur Tuhan, orang tualah yg diberikan mandat akan hal tsb oleh Bapa di Surga...‎ itulah hak istimewa yg dimiliki orang tua, menjadi figur Tuhan bagi anak anak kita.
 ‎
Mulailah dgn yg baru, papah mamah jadilah imam dan nabi bagi anak anakmu, bukan sekedar senang senang sendiri.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-24 19:52:08

Kamis, 21 Juli 2016

2 Samuel 23:1-7
"...Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 
Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 
Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 
ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 
Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 
Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 
tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!" 

Melalui perkataan Daud yg terakhir, kita dpt melihat perbedaan yg sangat menyolok dari 2 macam manusia:
1. Orang orang yg hidup takut akan Tuhan & adil, maka merekalah yg akan bersinar spt fajar diwaktu pagi,...Dan hidup mereka membuat rumput muda, orang orang lain berkilauan. Cahaya radiasi dari orang golongan pertama ini akan terpantul kpd hidup orang orang lain disekitarnya. Rumput tdk memiliki cahaya sendiri, tapi rumput bisa memantulkan cahaya fajar sehingga tampak berkilauan. Coba periksa hidup orang disekitarmu, apakah mereka layu atau berkilauan?

Kemudian perhatikan hidup orang golongan pertama ini, hidupnya teratur dlm segala galanya dan terjamin... adakah hidupmu teratur? Atau ambur adul? Adakah waktu waktu di hidup kita teratur? Kapan bangun, kapan saat teduh, kapan bekerja, kapan pulang kpd keluarga? Atau seenaknya sendiri? Tdk mengenal aturan...

Sebaliknya golongan kedua adalah:
2. ‎Orang orang dursila adalah spt duri, tdk bisa dipegang! Tdk dpt diusik! Kecuali dihajar oleh sebatang besi atau tombak dan dibakar...
Inilah orang orang angkuh, orang keras kepala, merasa pintar padahal bodoh, tdk mau mengalah... selalu mau menang sendiri.

Jika gambaran golongan kedua lebih mirip dgn kita, bertobatlah hari ini selagi masih ada waktu. Lembutkan hatimu, biarkan hidupmu dipimpin dan digembalakan Tuhan melalui orang lain, jgn berlagak pintar dan berhikmat. Setiap manusia perlu bisa dipegang! Bisa dituntun.

Don't forget to smile...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-20 20:09:31

Rabu, 20 Juli 2016

‎2 Samuel 21:1, 7
"... Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
...Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul."  ‎

Melanjutkan apa yg kita renungkan kemarin, dari semua pilihan yg harus diserahkan dan dibunuh dari keluarga Saul utk membayar hutang darah, hutang karena penghianatan akan sumpah, seharusnya Mefiboset cucu Saul yg cacat, yg timpang kakinya adalah pilihan ‎yg paling tepat utk dikorbankan... tapi Daud merasa sayang kpdnya... Daud tdk bersedia mengorbankan Mefiboset, mengapa? Ayat 7 dlm terjemahan lain berkata:
Sebab ketika Daud melihat Mefiboset, Daud melihat sumpah demi TUHAN yg telah Daud buat dgn Jonathan ayah Mefiboset hidup didlm diri Mefiboset.... saudara dengar itu? Sumpah setia mengalir didlm diri Mefiboset, sehingga pedang yg ditangan Daud, pedang yg dia terima dari Jonathan ayah mefiboset, tdk sampai menghabisi nyawanya...

Saya membayangkan ketika pedang itu diayunkan, pedang yg dipegang oleh Daud... dan Daud melihat Mefiboset lalu menoleh kpd pedang ditangan-nya yg dia terima dari Jonathan ayah Mefiboset, Daud diingatkan akan sumpahnya sendiri... bagaimana mungkin dia bisa membayar ketidak setiaan dgn melanggar sumpahnya sendiri?... kemudian Daud menyelamatkan Mefiboset...‎

---> Pelajaran penting pagi ini adalah: Ketidak setiaan tdk akan terlunasi atau dapat dilunasi dgn membayar melalui pelanggaran lagi atau dgn membalas ketidak setiaan... coba renungkan sebentar... inilah yg kita kenal dgn 'balas dendam atau getting even'

Terlalu banyak anak anak Tuhan merasa bahwa jika saya ditipu, maka saya punya hak utk menipu... jika suami saya selingkuh, maka saya berhak utk berselingkuh... jelas hal demikian tdk akan menyelesaikan masalah, pembalasan dendam dgn melakukan kesalahan yg sama bukanlah solusi yg berkenan di hati Tuhan! Daud tdk membalaskan kpd keluarga Saul kesalahan akibat pelanggaran sumpah yg Israel buat dgn Gibeon dgn cara melanggar sumpah yg dia buat dgn Jonathan... sebab Daud tdk membalas ketidak setiaan dgn ketidak setiaan.... Daud sebaliknya membalas ketidak setiaan dgn kesetiaan... bukankah ini juga yg Yesus ajarkan, kasihilah musuhmu...‎berkati musuhmu...

Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg sangat perduli akan kesetiaan...‎ satu ketika Daud bertanya kpd Tuhan dlm doa doanya, 'siapakah yg boleh menumpang didlm kemah-Mu?' lalu Tuhan menjawab dgn satu kesimpulan, 'orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi... (Mzm 15)' Adakah saudara dan saya termaksud orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi? Itulah caranya menghormati ikat janji! 

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-19 21:01:10

Selasa, 19 Juli 2016

2 Samuel 21:1-7
"...Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 
Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, — orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, -- 
Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?" 
Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: "Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel." Tetapi kata Daud: "Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?" 
Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: "Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di mana pun di daerah Israel,
biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka." 
Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul...."  ‎
 

---> Tuhan yg kita sembah adalah Allah yg menghargai 'sumpah setia'. Tuhan membenci penghianatan dan ingkar janji. Pada jaman Yosua, bangsa Israel telah bersumpah setia dgn orang Gibeon sehingga mereka menjadi bagian dari Israel, namun pada jaman Saul, Saul telah menghianati sumpah setia tsb dgn membunuh orang orang Gibeon, dan itu mendatangkan murka TUHAN. 

Coba renungkan sekali lagi, Tuhan murka dan menghukum Israel umat pilihan-Nya demi utk membela sumpah setia dgn Gibeon, bangsa yg tadinya tdk mengenal TUHAN. 

Pelajaran penting pagi ini adalah: Tuhan yg kita sembah didlm Yesus Kristus adalah Allah yg sangat menghormati arti 'ikat janji' atau 'covenant' yg dibuat diantara anak anak manusia... yg terjadi antara suami dan istri adalah 'covenant' satu ikat janji, sumpah setia sampai mati, dan jika itu dibatalkan, mendatangkan kebencian Tuhan, bukankah di kitab Maleakhi Dia berkata 'Aku benci perceraian!' Hal yg lebih sepele adalah janji diantara rekan business, hubungan usaha, kadang ada kontrak kadang hanya kesepakatan lisan, jika engkau sudah berjanji, lakukan dan tepati janjimu sekalipun hal itu berarti engkau harus menderita kerugian, sebab jika tdk demikian, engkau sedang melawan Tuhan dan mengusik naungan Tuhan atas hidup dan usahamu...

Berapa banyak kita mendengar dan melihat anak anak Tuhan usahanya sikat sana sikat sini, tipu sana tipu sini, berhutang tapi sama sekali tdk merasa berhutang, tdk mau bayar hutang bahkan mengakui berhutangpun tdk, seakan semua sudah lunas dgn darah Yesus... itulah penyesatan besar,... darah Yesus mengampuni dosamu, tapi hutangmu harus engkau bayar sendiri, bekerja sungguh sungguh dan bayar hutangmu agar dihadapan Tuhan engkau tdk memiliki hutang darah spt keluarga Saul...

Betapa sakralnya arti sumpah atau covenant dihadapan Tuhan, dan Allah yg kita sembah, the God of the Bible yg dikenal didlm Judeo Christian adalah satu satunya Tuhan yg sangat menghormati sumpah! Tdk ada allah dlm agama manapun yg sedemikian hormatnya terhadap sumpah setia spt Kristus Tuhan kita, itu sebabnya, hormati sumpah, hormati janji dan berlakulah setia terhadap janji atau covenant yg telah kita buat!

Smile and be more faithful for...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-18 19:42:29

Senin, 18 Juli 2016

2 Raja-raja 20:1-5, 12, 14-19
Ada dua Kejadian di hidup raja Hizkia yg ditulis didlm satu pasal ini, yg pertama adalah pada ayat 1-5 demikian:‎
 "...Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 
"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN..." 

‎Yg kedua pada ayat 14-19 demikian:
"Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!" 
Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku." 
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN! 
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.  
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 

Pada Kejadian atau kisah yg pertama kita melihat fakta:
1. Hizkia adalah orang yg takut akan Tuhan, hidup benar dan seorang pendoa yg luar biasa...
2. Tuhan menyembuhkan Hizkia oleh karena ‎Tuhan sendiri dan karena Daud leluhur Hizkia, ayat 6 berkata: "...Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."
‎3. Hizkia memahami betul akan pentingnya 'DOA SYAFAAT BAGI KETURUNAN KITA & BAGI ORANG LAIN' persis spt itu yg dilakukan Daud leluhurnya‎.

--> Disinilah masalah yg kita temukan. Hizkia tdk pernah berfungsi sbg imam, dia hanya menjadi raja utk dirinya sendiri. Imam adalah orang yg berdiri mewakili orang lain dihadapan Tuhan, nabi adalah orang yg berdiri mewakili Tuhan dihadapan orang lain. Baik imam maupun nabi tdk pernah dihidupi oleh Hizkia, dia hanya berfungsi bagi dirinya sendiri. Ketika dia sakit, dia meraung raung dihadapan Tuhan, dia tahu bagaimana harus berdoa, namun ketika kejatuhan Yerusalem dinubuatkan, Hizkia berkata: ‎
"Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" Dgn kata lain, Hizkia berkata: 'I don't care!!! - Aku tdk perduli!!!' selama aku seumur hidupku baik, mau keturunan ku atau bangsa ku dijadikan budak nantinya, I don't care!

Hizkia berhenti sampai disitu, dia bahkan melahirkan anak yg paling jahat di sepanjang sejarah Israel dan Yehuda, namanya Manasye.... sebab dia ayah yg sama sekali bukan imam, dia tdk perduli akan keselamatan orang lain. Tiap tiap ayah, ibu, anak anak, tumbuhkan keperdulian bagi orang lain dihatimu...‎

Betapa memilukannya hidup yg demikian, hidup bagi diri sendiri, pastikan keperdulian kpd orang lain ada di hati dan pikiran kita... sebab,...

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-17 19:44:16

Jumat, 15 Juli 2016

2 Raja-raja 18:1-5
"... Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.  
Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎

Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran yg Tuhan kerjakan melalui hidup Hizkia bin Ahaz, raja Yehuda. Hizkia hidup benar dihadapan Tuhan, ‎bahkan Alkitab mencatat betapa luar biasanya hidup Hizkia demikian:‎ "...Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia..."‎ 

Namun demikian, sekalipun Hizkia hidup benar sedemikian rupa, tdk berarti dia tdk akan pernah menghadapi tantangan dari orang orang yg berikhtiar menghancurkan dia dan seluruh Yehuda. Utusan raja Asyur ‎dtg dgn sengaja menyemburkan perkataan perkataan yg melemahkan kpd seluruh rakyat Yehuda, bahkan ketika tua tua bangsa itu meminta dgn penuh hormat agar utusan raja berbicara dalam bahasa Aram saja supaya tdk dimengerti oleh seluruh rakyat, justru utusan raja Asyur bicara dgn berdiri dan dgn suara nyaring dalam bahasa Ibrani agar seluruh rakyat juga turut mendengar dan menjadi takut, inilah warna dari bahasa bahasa para pendakwa yg selalu menyebarkan ketakutan dan kekhawatiran dihidup orang percaya, dihidup orang yg takut akan Tuhan sekalipun. 

Dlm hal ini benarlah perumpamaan yg Yesus sampaikan tentang orang orang yg membangun rumah‎ diatas batu karang dan diatas pasir, kpd kedua duanya, sama persis kita melihat angin badai, hujan dan banjir dtg menghantam rumah rumah mereka, baik yg membangun diatas kebenaran atau kefasikan. Bedanya adalah, 'ada penyertaan Tuhan yg membuat mereka yg hidup benar mampu bertahan'. 

Dlm hal Hizkia, tangan Tuhan menguatkan Hizkia‎, sekalipun dirasakan sangat berat bagi Hizkia, coba perhatikan doa dan perkataan Hizkia kpd bangsa Yehuda: 2 Raja-raja 19:3-4 "...Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
Mungkin TUHAN, Allahmu, sudah mendengar segala perkataan juru minuman agung yang telah diutus oleh raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga TUHAN, Allahmu, mau memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Maka baiklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tinggal ini!"

Dpt kah saudara melihat betapa beratnya tekanan yg dia hadapi, dia lukisan spt wanita yg sudah sampai waktu melahirkan tapi tdk ada kekuatan utk melahirkan, artinya sebentar lagi ibu dan bayi akan mati bersama sama sebab tdk ada kekuatan sama sekali... pernahkah saudara mengalami saat saat lemah spt itu? ... saat spt itu, berdoa tdk ada kekuatan, berharap tdk ada yg bisa diharapkan, yg kita bisa lakukan hanya berdiam dibawah kaki Tuhan... kadang Tuhan tuntun kita ke posisi spt itu utk menyatakan satu kebenaran: 'I AM GOD - Akulah Tuhan ' Bukankah kitab Mazmur ‎46-11 a berkata:  "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!.." Saya beberapa kali mengalami moment moment spt itu, dimana tdk ada harapan utk berharap, tdk ada kekuatan utk beriman, dan Tuhan mengajar saya utk berdiam diri sehingga saya mengenali Tuhan yg saya sembah... jika hari hari ini engkau mengalami saat saat dilembah spt Hizkia, berdiam dirilah dihadapan Tuhan, Dia tetap berkuasa dan Dia akan bertindak agar matamu melihat siapa Tuhan yg engkau sembah!

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-14 19:41:35