Morning Dew

Jumat, 28 Oktober 2016

Ayub 10:1-3
"Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku. 
Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. 
Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik? ..."‎

---> ketika saya membaca dan merenungkan penderitaan Ayub, sejujurnya saya bertanya tanya, bagaimana sebenarnya perasaan Tuhan ketika Ayub yg tdk bersalah itu berseru seru kpd Tuhan meminta keadilan Tuhan ‎?... sbg Bapa yg baik, bagaimana perasaan-Nya ketika anak-Nya yg tdk bersalah itu menangis kebingungan?...

Dlm kesemuanya inilah saya melihat bagaimana tangan Bapa di Surga menuntun Ayub utk lebih mengenal kharakter Bapa-nya... sekalipun Ayub tdk bersalah, selama ini Ayub mengenal Bapa Surgawi dgn banyak keterbatasan... Ayub selama ini beranggapan bahwa hukum timbal balik itu berlaku mutlak didlm hidup manusia. Jika saya begini pasti hasilnya begitu... jika saya tdk berbuat salah, pasti saya diberkati...

Coba bayangkan sebentar kebenaran ini, jika itu yg terjadi, buat apa kita perlu Tuhan? Sebab semua ditentukan sendiri oleh saya... saya begini, pasti akan terjadi begitu... Tuhan hanyalah sekedar mengikuti tindakan saya, tdk ada bedanya dgn Computer, jika saya masukan data spt ini, pasti keluarnya hasil spt itu...‎ Itulah pandangan Ayub, coba lihat lagi keluhan Ayub ini: ‎
Ayub 13:17-18, 23 "Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku. 
Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar. 
Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu." ‎

Melalui penderitaan dan tekanan, Tuhan menyatakan kharakter-Nya kpd Ayub, Tuhan lah perancang dan pengatur perjalanan hidup manusia,... jika ada hal hal yg tdk kita mengerti, bukan berarti kita langsung memiliki hak utk menantang kedaulatan-Nya, tapi justru didlm semua itu, Tuhan mau kita belajar utk rendah hati dan bisa menerima process yg sedang Tuhan kerjakan didlm diri kita. ‎

Namun bagaimana dgn perasaan Bapa ketika Ayub berteriak teriak kebingungan memohon keadilan Tuhan? 

Dlm hal inilah saya menemukan kedlman hati Bapa, sbg Bapa yg baik, Tuhan jauh lebih peduli agar kita anak anak-Nya utk bertumbuh didlm pengenalan kita akan Tuhan dari pada mementingkan perasaan-Nya sendiri. Seandainya saya adalah Tuhan, maka sbg bapa yg tdk sempurna, saya akan mementingkan perasaan saya sendiri,... karena tdk tahan mendengar jeritan anak saya dan melihat keluh kesah anak saya, saya akan bertindak... namun tdk demikian dgn Bapa di Surga...Dia lebih perduli agar kita anak anak-Nya bertumbuh dan mengenal Dia dgn benar, sementara Dia rela mengesampingkan perasaan-Nya sendiri... itulah hati Bapa Surgawi. 

Belajarlah utk bertumbuh didlm pengenalan kita akan Tuhan...

Greetings from Cirebon, in the journey to Temanggung,...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-27 20:06:39

Kamis, 27 Oktober 2016

Ayub 4:1, 12-17
"...Maka berbicaralah Elifas, orang Téman: 
Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya, 
waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang. 
Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar. 
Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku. 
Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar: 
Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?" ‎

---> Hari ini kita akan belajar satu manifestasi dari perkataan bibir. Kita sudah melihat bahwa apa yg keluar dari bibir kita, sesungguhnya berasal dari dalam hati. Coba perhatikan nasehat Elifas seorang sahabat Ayub. Jika saudara perhatikan keseluruhan pasal 4 dari Kitab Ayub, maka saudara akan melihat 'alasan atau sumber' dari hikmat perkataan Elifas, dari mana Elifas mendapatkan hikmat utk semua nasehat yg dia sampaikan kpd Ayub, yg sesungguhnya bukan nasehat namun lebih tepat dikatakan penghakiman yg dia sampaikan kpd Ayub. Lihat dan perhatikan kembali ayat 12-16: "...Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya, 
waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang. 
Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar. 
Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku. 
Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:..."

Saya melihat 2 kemungkinan yg terjadi dlm hidup Elifas, e‎ntah dia 'tdk mengenal TUHAN atau tdk dia benar benar tdk memiliki hubungan yg baik dgn Tuhan'. Sehingga sumber hikmatnya berasal dari 'suatu roh melewati dia... Dan tegaklah bulu romanya... rupanyapun tdk dikenalnya.' saudara lihat itu? Itulah pengakuan Elifas dari mana sumber hikmat dan perkataannya berasal, dari satu roh yg lewat... yg tdk dia kenal... dan roh itu 
‎membisikannya perkataan perkataan yg kemudian dia teruskan kpd Ayub yg sptnya nasehat, tapi sebenarnya penyesatan.

Ini pelajaran penting bagi setiap 'counsellors' yg sering melakukan counselling‎ juga setiap hamba hamba Tuhan, dan tentunya setiap orang tua yg selalu memberi nasehat dan arahan kpd anak anaknya. Jika hubunganmu dgn Tuhan hanya sebatas superficial atau tdk pernah engkau anggap serius dan penting, maka nasehat nasehatmu akan bersumber dari tempat lain yg bukan Tuhan. Bahkan bagi seorang hamba Tuhan besar sekalipun, penyesatan penyesatan terjadi karena tdk pernah sungguh sungguh menganggap hubungan dgn Tuhan adalah sesuatu yg berharga dan penting... beberapa kali kita temukan, hamba Tuhan menghalalkan segala cara utk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri, setelah ditegur, segala macam alasan termaksud yg nyerempet alkitabiah pun dia sampaikan... ada seorang hamba Tuhan di America yg menceraikan istrinya dan menikah dgn seorang laki laki dan diatas mimbar dia katakan, kita memasuki era yg berbeda... dia mendengar 'bisikan roh' utk naik ke tingkat yg lebih tinggi lagi, itu sebabnya dia lakukan apa yg dia baru saja umumkan... saudaraku, jika tindakan tindakan hamba hamba Tuhan tsb mungkin menjijikan buat saudara, bagaimana dgn kita? Perkataan bibir spt apa yg keluar dari mulut kita? Sesuaikah itu dgn Firman Tuhan? Atau engkau sama sekali tdk perduli itu sesuai atau tdk, selama engkau nyaman, maka engkau akan kerjakan dan katakan hal itu? 

Pelajaran penting bagi setiap anak anak Tuhan hari ini adalah, pastikan engkau memiliki hubungan yg benar dgn Tuhan Allah mu, sehingga engkau dpt membedakan suara Tuhan atau suara 'roh lewat'. Hal kedua yg bisa menjadi patokan bagi kita adalah,... bisa juga sebenarnya itu suara hati kita sendiri yg 'menipu atau yg berusaha mencari alasan menutupi kesalahan atau kelemahan kita.' Coba perhatikan ayat ayat ini: ‎
‎‎Ayub 6:22-27 "Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu, 
atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim? 
Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. 
Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? 
Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin? 
Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan..." ‎

Ayub seorang yg saklek, yg bicara tanpa tedeng aling aling,... ternyata Elifas adalah pribadi yg kikir... terhadap anak yatim saja dia kikir apalagi terhadap Ayub... kekikiran Elifas telah membuat dia mencari alasan utk menasehati, menyalahkan atau menegur Ayub sehingga hartanya tdk perlu dia keluarkan utk membantu sahabat yg sedang susah... 

Tahukah saudara, sampai akhir episode kitab Ayub, berkat atas sahabat sahabat Ayub tdk pernah turun sampai mereka melakukan 2 hal:
1. Mengakui kesalahannya dlm berbicara dan minta maaf...
2. Berbagi dgn Ayub...

Smile and keep on walking in the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-26 19:01:47

Rabu, 26 Oktober 2016

Ayub 3:1-4
"Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya. 
Maka berbicaralah Ayub: 
"Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. 
Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya."‎

---> Hari ini kita akan belajar kekuatan yg dimiliki oleh anak anak Tuhan yg cintanya kpd Tuhan-nya telah berakar begitu dlm. ‎Firman TUHAN mengajarkan kita utk mengasihi Tuhan Allah kita dgn segenap hati (segenap roh kita), segenap jiwa, dan dgn segenap kekuatan kita (segenap tubuh kita). Kenapa ketiga aspek dari kemanusiaan ini penting utk mengasihi Tuhan? Sebab jika tdk demikian, maka kadar cinta kita kpd Tuhan akan mudah luntur... 

Dlm tekanan yg begitu berat, Ayub digerogoti tubuhnya dgn sakit penyakit, kekuatannya dari tubuh mulai merosot,... akan ada waktunya bagi setiap anak anak Tuhan sekalipun, tubuhmu tdk akan mampu lagi utk terus mengasihi Tuhan, sekalipun engkau mau... ketika kita terbaring sakit, sekalipun kita mau membawa tubuh kita utk menyembah Tuhan, namun kita tdk mampu lakukan,... itulah keterbatasan t:ubuh.

Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran, dan kehendak. Ada juga waktunya dimana kita akan 'merasa Tuhan tdk ada didekat kita'. Kita merasa ditinggalkan, dilupakan,... ada saatnya pikiran kita kalud karena tekanan pergumulan yg begitu berat. Tidak sedikit orang yg takut akan Tuhan pun merasa lebih baik mati dari pada hidup menghadapi tekanan yg terlalu berat, itulah sebabnya Ayub di kitab Ayub pasal 3 ini memulai keluhan keluhannya dgn 'mengutuki hari kelahirannya sendiri...' 
Ayub bukan satu satunya hamba Tuhan yg karena tekanan begitu berat telah mengutuki hari kelahirannya sendiri, Yeremia salah satu nabi besar itupun juga telah melakukan hal yg sama. Di kitab ‎Yeremia 20:14-15 dituliskan: "...Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! 
Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: "Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!" yang membuat dia bersukacita dengan sangat."

Bayangkan jika hamba hamba Tuhan itu, spt Ayub atau Yeremia hanya mengasihi Tuhan sebatas 'jiwa mereka', ketika tekanan begitu berat, ketika mereka 'tidak mampu merasakan Tuhan', atau jika perbuatan dan campur tangan Tuhan tdk masuk akal lagi, maka jika cinta kita hanya sebatas jiwa, sebatas perasaan atau pikiran semata mata, ‎pada saat spt itu, kita akan pasti menyangkal Tuhan. (bagi yg belum baca, saya sangat sarankan saudara membaca buku karangan Dr James Dobson yg berjudul 'When God doesn't make sense - ketika Tuhan tdk masuk akal'). 

Itulah sebabnya cinta kita kpd Allah kita perlu dibawa lebih dlm lagi sampai roh kita manunggal dan mencintai Allah kita, mengasihi Tuhan dgn segenap hati kita. Sehingga ketika jiwa kita lemah, sama spt Daud, roh nya bisa memerintahkan jiwanya utk bangkit kembali dan memuji Tuhan. Mazmur 103:1 "Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!..." ‎

‎Belajarlah utk mengasihi Allah kita dgn segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan atau tubuh kita.

Smile and keep on walking in the Journey to Perfection 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-25 19:14:18

Selasa, 25 Oktober 2016

Ayub 2:3-5, 9-10
"Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan." 
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. 
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."‎

---> Serangan beruntun ke dua yg iblis kerjakan dlm diri Ayub adalah menyerang tubuhnya, menyerang kesehatannya. Namun dlm hal inipun, sama spt ketika semua harta bendanya diserang habis, Ayub telah menang... Dari dua serangan beruntun ini, dpt dipastikan bahwa Tuhan bagi Ayub itu lebih berharga daripada harta dan juga lebih bernilai daripada kesehatan atau nyawa sekalipun...

Coba renungkan kembali apa yg iblis katakan kpd Tuhan tentang bagaimana Ayub akan dpt menyangkal Tuhan :
Ayat 4&5: "... ‎Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. 
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." ‎
---> iblis memiliki pemahaman bahwa 'hukum timbal balik' spt yg agama ajarkan adalah sikap seorang anak Tuhan spt Ayub. Kitab ‎taurat di Imamat 24:19-20 mengatakan: "Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya."

Dgn demikian ketika iblis ditanya Tuhan, iblis langsung berfikir dan menjawab, kulit ganti kulit, jika tubuh Ayub di buat sengsara setengah mati, pasti dia akan menyangkal Tuhan dan menuntut keadilan Tuhan. 

Bukankah ada terlalu banyak 'orang percaya' yg bersikap spt yg iblis bayangkan? Baru kena sengsara sedikit, langsung hitung hitungan dgn Tuhan... saya sudah setia, saya sudah beribadah, saya sudah melayani, saya sudah mengembalikan persepuluhan dll... kenapa saya begini?

Saudaraku, dengarkan satu kebenaran ini, jgn sekedar hidup berdasarkan hukum tabur tuai. Banyak hamba hamba Tuhan mengiming imingkan jemaat utk diberkati dgn memberi lebih banyak, dgn alasan hukum tabur tuai. Sekalipun itu tdk salah, tapi itu sangat kanak kanak dan hanya akan membuat kharakter mu menjadi kerdil! Bergerak maju... jadilah dewasa... beri karena engkau mencintai Tuhan mu... karena engkau mengenal kata tanggung jawab... Ketika saya kanak kanak, saya pelit utk berbagi permen yg ada ditangan saya, kecuali kalau permen itu ditukar dgn yg lebih banyak... sekarang saya sudah punya anak, jika sikap yg sama saya tunjukan, maka sengsaralah istri dan anak anak saya... belum lagi ketika Tuhan percayakan jemaat jemaat, jika sikap hati saya selalu menganut faham 'timbal balik' maka tdk akan mungkin rencana Tuhan yg besar digenapi didlm hidup kita.‎

Hari ini kita belajar akan kematangan kharakter Ayub yg tdk hidup dgn hukum 'timbal balik' atau tabur tuai semata mata, tapi hukum kasih dan tanggung jawab... spt emas yg dimurnikan lewat api, demikianlah Ayub keluar murni sbg emas...‎ Ayub bahkan masih bisa menegur dan menasehati istrinya dgn berkata: "...Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" ‎

‎Saudaraku, kasihilah TUHAN ALLAH mu dgn segenap hatimu (segenap rohmu), segenap jiwamu, dan dgn segenap kekuatanmu (segenap tubuhmu)... jika cintamu kpd Allahmu spt itu kadarnya, maka terpaan malapetaka tekanan atau goncangan sebesar apapun tdk akan mampu menarik cinta Tuhan dari dlm kharaktermu...

Smile and keep on going in the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-24 19:32:30

Senin, 24 Oktober 2016

Ayub 1:8-11, 20-22
"Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?  
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut..."‎

---> Dlm pandangan iblis, takut akan TUHAN itu wajar jika semua yg kita inginkan itu diberikan atau jika hidup kita diberkati Tuhan. Itu sebabnya iblis berkata menjawab pernyataan Tuhan demikian:‎
Ayat 9: "...Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?"

Namun Tuhan tahu kedalaman hati Ayub, Tuhan ijinkan iblis utk mengambil semua berkat berkat yg Dia berikan bagi Ayub,... Tuhan bahkan ijinkan agar pagar disekeliling hidup Ayub itu dicabut. Setelah semua berkat itu habis, inilah yg keluar dari mulut Ayub:‎‎
Ayat 21: "‎Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" ‎

‎Inilah yg akan menjadi perenungan kita pagi ini. Ada waktunya Tuhan ijinkan ujian terjadi atas hidup kita, ujian dlm bentuk tekanan, kesusahan, masalah, semua itu bukan utk menghancurkan kita, tapi sekedar utk mengetahui APA ISI KHARAKTER KITA yg terdalam... Sebenarnya bukan Tuhan belum tahu isi kharakter kita, tapi kita sendiri kadang tdk mengetahui isi kharakter kita yg terdalam, sehingga ujian itu dibutuhkan agar kita dibuat sadar akan isi manusia batiniah kita sendiri dan setelah sadar, kita dpt dgn rendah hati berdoa minta Tabib yg Ajaib itu merubah dan memberi kita hati yg baru. Bukankah ‎Amsal 30:32-33 berkata: "Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!  Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul..."

Dlm hal yg sama, jika hidupmu ditekan, keadaan sekelilingku menjadi bergitu berat, apa yg keluar dari mulutmu? Itulah isi hatimu...

Bagi Ayub, ketika iblis beranggapan, oh.. tentu saja dia takut akan Tuhan, sebab dia diberkati dan dilindungi... tapi Tuhan lebih tahu... Ayub takut akan Tuhan bukan karena berkat Tuhan, tapi karena benar benar hatinya takut akan Tuhan. Ketika dia ditekan, semua yg ada padanya habis lenyap, Ayub berdiri dan berkata: "...Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" ‎‎

‎Pelajaran penting bagi kita pagi ini, perhatikanlah apa yg keluar dari bibirmu... terutama ketika engkau dlm keadaan terdesak dan tertekan... ketika spt Amsal 30 katakan, ketika susu itu ditekan,... seharusnya isi dlmnya yaitu sari sarinya keluar, mentega itu keluar... ketika keadaan dan situasimu begitu menekan, isi kharaktermu akan keluar pertama tama lewat mulutmu... coba perhatikan perkataan mulutmu...

Rick Warren berkata: ketika satu bungkus teh celup dilemparkan kedlm air mendidih, maka barulah kita tahu teh jenis apa yg ada didlm bungkus teh celup tsb,... apakah teh hijau, camomile, English breakfast atau jenis lainnya...

Bagaimana dgn warna dan kadar kharakter kita? Jika engkau ingin tahu, dlm keadaan terpaksa dan tertekan, perkataan bibirmu itulah cerminan kharaktermu.

Smile and keep walking on the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-23 19:15:05

Jumat, 21 Oktober 2016

Ayub 1:1, 4-5
"...Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."‎

---> Ayub adalah orang yg sangat diberkati Tuhan, bahkan Alkitab menyatakan, bahwa Ayub adalah yg terkaya di Timur pada waktu itu.

Jauh lebih sulit utk ingat dan memuliakan Tuhan ketika kita sedang diberkati Tuhan, adalah jauh lebih mudah utk mencari Tuhan dan berdoa sungguh sungguh ketika kita ada dlm tekanan dibandingkan ketika kita sedang mengalami berkat berkat melimpah. Namun tdk demikian dgn Ayub, dlm keadaan sangat sangat diberkati sekalipun, dia tetap hidup setia dan tdk menyangkal kebesaran Tuhan. 

Ayub juga tetapkan hal itu bagi anak anaknya, Ayub sungguh telah menjadi imam didlm rumah tangganya sendiri.‎ Inilah kebiasaan yg dilakukan Ayub didlm rumahnya dan bagi anak anaknya :
‎"...Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."‎

Hampir semua pribadi yg disebut 'SETIA' didlm Firman Tuhan adalah pribadi yg menunjukan rasa syukur dan kesetiaannya 'setelah hari hari pesta berlalu'. Coba perhatikan beberapa ini:‎
1. Didlm Lukas 17 dikisahkan ada 10 orang kusta yg dtg minta disembuhkan oleh Yesus, lalu Yesus memerintahkan kpd semua mereka, tunjukan dirimu kpd imam... diperjalanan menuju imam, semua mereka sembuh secara supranatural... itulah hari pesta bagi ke sepuluh penderita kusta. Apa yg kemudian mereka lakukan? Satu dari sepuluh 'setelah hari pesta berlalu' kembali berlutut dan bersyukur kpd Tuhan, sedangkan bagi yg sembilan lainnya tdk ada ucapan syukur setelah hari pesta...

2 kita baru saja selesai merenungkan kitab Ester, setelah arak arakan utk menghormati Mordekhai selesai diberikan, setelah Mordekhai selesai di hormati sedemikian rupa, itulah hari pesta bagi Mordekhai, kemudian dia kembali duduk di depan pintu gerbang, mengerjakan kembali pekerjaannya dgn rendah hati dan mengembalikan kemuliaan bagi TUHAN, itulah yg dilakukan Mordekhai setelah hari hari pesta berlalu...

3. Setelah hari hari pesta berlalu, Ayub memanggil anak anaknya dan menguduskan mereka... kemudian Ayub membawa korban dihadapan Tuhan bagi masing masing anak anaknya...

Setiap sore ketika semua anak sudah pulang, sepanjang hari mereka bisa saja mendapat celaka, namun tdk demikian yg terjadi... banyak anak kelaparan sebelum tidur, namun tdk demikian dgn anak anak saudara dan saya... bukankah itu hari pesta buat mereka? Lalu apa yg engkau lakukan? Adakah engkau memanggil dan menguduskan mereka? Lalu membakar korban ucapan syukur bagi masing masing mereka? Itu tugas dan tanggung jawab setiap imam, setiap orang tua di dalam rumah tangga masing masing. ‎

Ayub disebut sbg seorang yg jujur, takut akan TUHAN dan menjauhi kejahatan sebab kebiasaannya setelah hari hari pesta berlalu adalah menguduskan diri dan mengembalikan hormat bagi TUHAN sendiri! Jika engkau ingin melihat hari harimu dibuat baik dan disertai Tuhan senantiasa, pastikan ada hormat dan ucapan syukur setelah hari hari pesta berlalu. 

Smile while walking in the Journey to Perfection...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-20 18:42:06

Kamis, 20 Oktober 2016

Ester 10:1-3
"...Maka raja Ahasyweros mengenakan upeti atas negeri dan daerah-daerah pesisir juga. 
Segala perbuatannya yang hebat serta gagah dan pemberitaan yang seksama tentang kebesaran yang dikaruniakan raja kepada Mordekhai, bukankah semuanya itu tertulis di dalam kitab sejarah raja-raja Media dan Persia?
Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya..." ‎

---> Inilah catatan terakhir dari Kitab Ester yg menyimpulkan kebesaran dan kepahlawanan Mordekhai, paman Ester. Kadang saya bertanya, kenapa tdk disebut kitab Mordekhai? Sebab sptnya lebih kental kepahlawanan Mordekhai dibanding Ester sendiri... jikapun Ester berhasil melakukan ini dan itu, itu semua karena ketaatannya kpd nasehat Mordekhai. 

Coba kembali renungkan ayat ayat diatas, pada ayat 2 dikatakan:
"...‎Segala perbuatannya yang hebat serta gagah dan pemberitaan yang seksama tentang kebesaran yang dikaruniakan raja kepada Mordekhai, bukankah semuanya itu tertulis di dalam kitab sejarah raja-raja Media dan Persia?‎" Mengapa perbuatan hebat serta gagah dari Mordekhai justru ditulis di kitab raja raja Media dan Persia? Bukankah dia orang Yahudi? Bukankah Mordekhai bukan raja, apalagi raja Media dan Persia? Itulah yg disebut penghormatan atau promosi yg dtgnya dari Tuhan sendiri... Jika Tuhan mengangkat, tdk seorangpun yg sanggup menurunkannya..., tdk ada yg dpt menghalanginya... Tapi apa sebenarnya inti dari kehebatan serta perbuatan gagah yg dilakukan oleh Mordekhai? Jika saya dpt menyimpulkan semua perbuatan hebat dan gagah Mordekhai, saya percaya di ayat 3 adalah kesimpulan yg paling lengkap dan mendasar, coba perhatikan:

Ayat 3: "...Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya..." ‎‎
---> Pada ayat ini kita akan melihat begitu banyak pelajaran berharga:
1. The power of positif thinking yg ramai dibicarakan oleh para motivators bahkan dibawa masuk ke dlm gereja bukanlah ‎apa yg Tuhan anggap hebat. Positif thinking yg ramai dibicarakan itu bertujuan utk DIRI SENDIRI, utk saya lebih kaya, lebih menarik, lebih bergairah dll. Sekalipun tdk salah, tapi tdk ada kemuliaan bagi nama TUHAN didlm semua hal tsb, itu hanya filosophy bukan Firman Tuhan. Tapi hidup yg positif atau positif living adalah hidup yg berdampak bagi orang lain, itulah yg dilakukan Mordekhai, dan itu juga yg Alkitab sebut sbg sesuatu yg hebat dan gagah perkasa.

2. Kegagahan Mordekhai adalah karena dia 'berikhtiar yg baik'‎ bagi bangsanya dan 'berbicara utk keselamatan orang lain'. Mordekhai bukan hanya memiliki tekad dan niat yg luhur, tapi dia juga menjadi juru bicara dan penyambung lidah bagi orang yg tdk dpt berbicara bagi dirinya sendiri, Mordekhai mengumandangkan keselamatan, kesejahteraan orang lain. Spt itulah mulut orang yg berkenan kpd Tuhan, dia bicara benar dan membangun utk orang lain, bukan sekedar utk dirinya sendiri. Ada begitu banyak orang yg tdk dpt berbicara utk dirinya sendiri, mungkin mereka dianggap terlalu hina, terlalu tdk berarti, terlalu bersalah, atau apapun alasannya,... bersediakah engkau berbicara atas nama mereka utk kesejahteraan mereka? Itulah yg disebut sbg doa syafaat. Ketika anda berdoa, bagi siapa engkau berdoa? Bagiku, bagi keluargaku, bagi usahaku, dll, itu tdk salah, tapi kalau engkau rindu naik tingkat, ke level Mordekhai, mulailah belajar berdoa utk orang lain... ucapkan sejahtera dihadapan Tuhan utk orang lain, lepaskan berkat utk orang lain, meratap utk orang lain... dgn cara demikian, hatimu akan dibuat menjadi baru, sebentar lagi engkau akan melihat, doa yg demikian akan merubah hatimu, sehingga engkau bisa bermurah hati,... bisa memberi,... bisa berbagi dgn orang lain.

Itulah kepahlawanan Mordekhai... saya percaya saudara dan saya juga bisa menjadi spt itu, asal kita mau...

Sudahkah engkau berdoa utk orang lain pagi ini?

Keep on walking the Journey to Perfection....
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-19 19:10:36

Rabu, 19 Oktober 2016

Ester 9:1, 24-26, 29-31
"...Dalam bulan yang kedua belas — yakni bulan Adar —, pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka. 
Sesungguhnya Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru semua orang Yahudi itu, telah merancangkan hendak membinasakan orang Yahudi dan dia pun telah membuang pur — yakni undi — untuk menghancurkan dan membinasakan mereka,  
akan tetapi ketika hal itu disampaikan ke hadapan raja, maka dititahkannyalah dengan surat, supaya rancangan jahat yang dibuat Haman terhadap orang Yahudi itu dibalikkan ke atas kepalanya. Maka Haman beserta anak-anaknya disulakan pada tiang. 
Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur. Oleh sebab itu jugalah, yakni karena seluruh isi surat itu dan karena apa yang dilihat mereka mengenai hal itu dan apa yang dialami mereka,
Lalu Ester, sang ratu, anak Abihail, menulis surat, bersama-sama dengan Mordekhai, orang Yahudi itu; surat yang kedua tentang hari raya Purim ini dituliskannya dengan segala ketegasan untuk menguatkannya.
Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia,
supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap..." ‎

----> Bagi orang benar, yg hidup sungguh berpegang kpd kebenaran Firman Tuhan, akan dtg waktunya 'hari raya Purim, atau hari raya perubahan nasib' bagi kita. Persis spt Mazmur Daud di kitab Mazmur 30, Tuhan mengubahkan ratapan kita menjadi tari tarian, itulah juga yg terjadi bagi Ester dan seluruh umat Tuhan di benteng Susan dan seluruh kerajaan Ahasyweros. 

Tuhan adalah 'perancang' yg penuh dgn kejutan... dari semua perjalanan kitab Ester, kita gereja Tuhan dituntun utk belajar utk berani mempercayakan hidup kita kedlm tangan-Nya dan kedlm rencana-Nya. Selama hidupmu benar dihadapan Tuhan, segala rencana busuk orang jahat sekalipun tdk akan menghancurkan hidupmu, sebab Bapamu menyertaimu. Tuhan adalah pribadi yg suka membuat anak anak-Nya tersenyum bahagia, sama spt kita bapa bapa, kadang kita pulang membawa kejutan atau makanan buat anak anak dirumah, tujuannya adalah supaya kita melihat anak anak tersenyum dan bahagia... apalagi Bapa di Surga, tdk kah lebih lagi Dia rindu mendatangkan senyum dan kebahagiaan ke dlm rumah tangga anak anak-Nya, yaitu rumah tanggamu dan rumah tanggaku?

Hari ini kita diingatkan Tuhan utk tetap setia dan tetap percaya, sekalipun engkau harus melewati lembah dan padang gurun sementara waktu,... ingat, didepan sana ada tanah perjanjian,... didepan nanti akan ada hari raya Purim, dimana ratapanmu akan diubahkan menjadi tari tarian... ambil waktu utk bersyukur sebab Bapamu baik, Dia punya rencana Purim bagimu dan bagiku... tenang dan bersyukurlah pagi ini.

Smile and be joyful while walking in the journey to perfection...‎
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-10-18 18:41:25

Selasa, 18 Oktober 2016

Ester 7:2-3, 5-6, 9
"...Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi." 
Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba. 
Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: "Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?"
Lalu jawab Ester: "Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!" Maka Haman pun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.
Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: "Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya." Lalu titah raja: "Sulakan dia pada tiang itu." 

Ada 2 perkara yg sangat penting utk kita simak baik baik dari Ester pasal 7 ini, pagi ini kita akan lihat satu saja:

1. ‎Perhatikan kembali ayat 3 dari Ester 7 diatas:‎
"Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba."

Itulah jawaban dari permintaan Ester atas pertanyaan raja. Ester tahu persis bahwa raja telah menyakan keputusannya dan telah dibubuhi meterai raja, itu telah menjadi undang undang, jika permintaan Ester yg jelas bertentangan dgn undang undang mengusik hati raja, saat itu juga Ester atau seluruh bangsa Yahudi bisa langsung dibunuh seketika. Ingat Adonia kakak Salomo yg minta agar Abisag gadis Sunem yg menemani Daud sebelum mati, diminta agar boleh menjadi istri bagi Adonia, permintaan itu mengusik hati Salomo dan langsung Adonia dipenggal kepalanya. Meminta sesuatu kpd raja di jaman jaman itu adalah sangat berbahaya, karena jika salah meminta, kepala kita taruhannya, tapi coba lihat kharakter Ester yg terungkap dari bahasa permintaannya:‎
"...karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba."‎
---> Ester dgn tegas sampai 2 kali menyatakan '...atas permintaan hamba,... atas keinginan hamba' Ester bisa saja berkata, Mordekhai yg minta saya bicara, dgn demikian, jika permintaan tsb dianggap raja keliru, maka kepala Mordekhai yg terputus duluan, tapi bukan itu yg keluar dari mulut Ester, Ester adalah gambaran pribadi yg berani bertanggung jawab, berani ambil resiko, bukan pengecut yg lempar batu sembunyi tangan. 

Inilah kharakter luhur yg Bapa cari, anak anak Tuhan yg berani bertanggung jawab atas perbuatan dan perkataannya sendiri. Ini tdk ada hubungan-nya dgn umur saudara dan saya, banyak orang umurnya sudah tua tapi kharakternya kanak kanak, kerdil, tdk berani berkata, 'aku yg salah...' 

Jika saudara rindu dituntun masuk kedalam kedewasaan kharakter, mulai biasakan utk berani mengaku salah, berani jujur dan tampil apa adanya.‎

‎Smile while taking the Journey to Perfection,...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-17 21:06:22

Senin, 17 Oktober 2016

Ester 6:1, 6-12
"...Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 
Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 
hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya,
dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!"
Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 
Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 
Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya."‎

John Maxwell mengatakan bahwa kharakter seseorang itu akan terlihat ketika sesuatu benturan atau kejadian kejadian yg tdk lazim itu terjadi atas diri orang tsb. Spt layaknya isi sup yg sedang di bawa oleh seorang waiter atau pelayan restaurant, diluar hal normal yaitu ketika waktunya sup tsb dihidangkan, isi mangkok tsb merupakan misteri sampai tiba tiba terjadi benturan yg mengakibatkan mangkok sup tsb tumpah, barulah diketahui apa isi mangkok tsb...‎

Ada waktu waktu didlm hidup saudara dan saya, didlm hidup setiap manusia, dimana benturan benturan atau goncangan goncangan itu terjadi, kadang goncangan yg menyenangkan, spt tiba tiba untung besar spt menerima durian runtuh... tapi seringkali goncangan goncangan yg tdk menyenangkan, spt kerugian, sakit penyakit, kehilangan, kecelakaan dll. Pada saat saat spt itu, isi manusia batiniah mu akan terlihat jelas... kharaktermu akan terang terangan terlihat. Jika engkau mengalami tekanan spt Ayub, masihkah mulutmu memuliakan Tuhan? Belum tentu akan ditemukan 1 dari 1000 orang yg dpt tetap memuliakan Tuhan ketika mengalami tekanan Ayub. Bahkan Tuhan sendiri berkata kpd iblis tentang Ayub: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8)‎

Qualitas kharakter spt itu langka, bahkan lebih langka lagi adalah kharakter yg tetap setia sekalipun menerima goncangan berkat yg tiba tiba dan begitu dasyatnya... Itulah isi kharakter Mordekhai. 

Coba perhatikan kisah di ayat ayat diatas, ketika raja Ahasyweros sadar bahwa belum ada hadiah dan penghormatan yg diberikan raja kpd Mordekhai, maka pada waktu raja sedang berfikir dan berangan angan, tepat pada waktu itu juga Haman hadir dihadapan raja, dan sebelum Haman mengungkapkan isi hatinya utk menggantung Mordekhai ditiang gantungan yg sudah dia siapkan semalam malaman, raja berbicara dan bertanya terlebih dahulu...‎ hadiah apa yg pantas diberikan bagi orang yg kpdnya raja berkenan? Haman berfikir, tentu maksud raja adalah utk dirinya, sebab kpd siapa lagi raja berkenan? Lalu mulailah Haman membual bualkan penghormatan yg begitu luar biasa, yg tdk pernah terjadi sebelumnya atau diberikan kpd siapapun. Kemudian‎ raja bertitah, lakukan itu tanpa ada yg diabaikan sedikitpun bagi Mordekhai! 

Tiba tiba keadaan berubah total 180 derajat, total berbalik. Hati raja yg penuh dgn ucapan terima kasih kpd Mordekhai ditunjukan pagi itu dihadapan Haman, dan Haman tdk bisa berkata kata sepatah katapun, dan langsung mengerjakan titah raja.

Yg paling menarik adalah, perhatikan apa yg terjadi setelah Haman mengarak arak Mordekhai dgn penghormatan seorang raja,lihat kembali ayat ayat ini:‎
Ester 6:12 ‎"...Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya.‎"

---> Diayat inilah, kharakter Haman dan Mordekhai tumpah spt isi sup yg tumpah dari mangkoknya. Ketika benturan itu terjadi, 
- Haman ‎'tergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya.‎' Haman tdk mampu melihat orang lain dihormati dan diberkati sedemikian rupa, kebencian yg ada di hati Haman itu tumpah ketika Mordekhai diangkat dan dihormati begitu rupa, ketika dia sadar bahwa raja begitu berkenan kpd Mordekhai... Haman langsung pulang dgn hati sedih dan berselubung kepala... tapi tetap tdk ada pertobatan! 

- Mordekhai yg baru saja di hormati, diarak arak sedemikian rupa, dan penghormatan tsb dilakukan atau dipimpin langsung oleh Haman orang yg paling membenci nya diseluruh kota Susan atau mungkin diseluruh bumi, baru saja setelah semua itu selesai, ‎Alkitab mencatat: '...Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja,‎' Lihat kejanggalan tsb, kenapa Mordekhai tdk langsung panggil wartawan dan LSM utk melakukan pers conference? Kenapa tdk panggil pendeta utk buat 'ucapan syukur' besar besaran yg intinya adalah pamer? Kenapa tdk telphone kanan kiri memberitahukan apa yg baru saja terjadi? Tapi justru Mordekhai kembali ke pintu gerbang, kembali kpd tugasnya dan duduk lagi dipintu gerbang sbg seorang penjaga pintu.

Itulah kharakter keduanya. Jika hari hari ini benturan terjadi bagimu, ingat, tujuan Tuhan adalah utk kita sendiri belajar mengenal isi jeroan kita sendiri, isi kharakter kita, jika isinya berbau busuk, segera bertobat dan berubahlah melalui perubahan budimu, yaitu perubahan cara mu berfikir, Metanoya. 

Smile and keep persuing the journey to perfection ‎
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-16 20:04:19

Jumat, 14 Oktober 2016

Ester 6:1-6
"...Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 
Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun." 
Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 
Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk."
Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 

---> Ketika Ester seakan berlambat lambat dlm memaksa pertolongan dari raja, sementara itu Haman bin Hamedata telah bersiap-siap utk memaksa raja utk menggantung Mordekhai. Tiang gantungan yg tingginya 50 hasta itu telah disiapkan oleh Haman utk Mordekhai. Coba bayangkan malam itu, ketika 2 hal terjadi di 2 tempat yg berbeda pada 2 orang yg focusnya ditujukan kpd satu orang, yaitu Mordekhai :
1. Peristiwa pertama di rumah Haman,... Haman dan orang orangnya sibuk bekerja membuat tiang gantungan bagi Mordekhai...
2. Peristiwa kedua, raja Ahasyweros tdk bisa tidur semalaman, sehingga buku sejarah harus dibacakan baginya, dan muncullah kisah kepahlawanan Mordekhai yg belum menerima reward atau imbal jasa sama sekali (ingat apa yg kita bicarakan beberapa waktu lalu tentang delayed favor atau karunia, anugrah yg tertunda?). Malam itulah saatnya Surga menggenapi janji-Nya utk membayar upah bagi orang benar! Malam itu interfensi Surga begitu kuat sehingga raja tdk bisa tidur dan utk menghibur raja, ada puluhan atau bahkan ratusan hiburan yg dpt membuat raja tidur, raja bisa dihibur oleh para penyanyi bersuara merdu utk mengantarkan dia tidur... raja bisa diberi anggur yg terbaik utk dinikmati sebelum tidur... atau apapun juga, namun hati raja diusik utk mendengar kitab kitab sejarah... Dari sekian banyak kitab kitab sejarah, kenapa sejarah tentang kepahlawanan Mordekhai itulah justru yg dibacakan bagi raja? 

Bukankah dari kesemuanya ini, kita melihat sidik jari Tuhan yg bergerak utk satu tujuan, memutuskan keberpihakan Tuhan atas 2 perkara yg terjadi dlm waktu yg sama, di 2 tempat berbeda, pada 2 orang berbeda utk nasib satu pribadi yg sama. Pada Amsal 21:1 ada ditulis: "... Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. " Dptkah saudara melihat sidik jari Tuhan yg bekerja malam itu? Spt itulah juga yg Tuhan lakukan bagi orang-orang yg benar, yg hidup takut akan Tuhan,... tenang saja, akan tiba waktunya engkau melihat sidik jari Tuhan yg bekerja utk menyatakan keberpihakan Tuhan bagi orang benar.

Pelajaran penting pagi ini bagi kita semua adalah: hidup dan mati orang benar ada pada kehendak Allah, jgn pusingkan hal itu. Jatuh bangun orang benar, masa depan orang benar bukan ada pada keputusan orang fasik atau penguasa sekalipun, tapi ada pada tangan Tuhan. Tuhan bisa gerakan hati penguasa bahkan alam semesta bisa diatur diarahkan sekehendak hati Tuhan sendiri utk menggenapi rencana-Nya. 

Jika hidupmu ditekan kanan kiri, lihat keatas, berseru kpd yg memiliki mu, Tuhan ALLAH semesta alam didlm nama Yesus, sebab pada-Nya ada jalan keluar!

It's Friday...
Smile because Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-10-13 19:30:04

Kamis, 13 Oktober 2016

Ester 5:1-8
"...Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu. 
Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. 
Tanya raja kepadanya: "Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu."
Jawab Ester: "Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja."
Maka titah raja: "Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester." Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.
Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi."
Maka jawab Ester: "Permintaan dan keinginan hamba ialah: 
Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja." 

Ketika Ester dlm keadaan terjepit, sekalipun mengandung resiko utk mati jika dia dtg kpd raja tanpa diundang, ratu Ester ‎tetap memberanikan diri utk dtg. Saudara bandingkan dgn ratu Wasti yg tadinya menjadi ratu bagi raja Ahasyweros, Wasti menolak utk dtg kpd raja sekalipun diundang utk dtg, sebaliknya Ester masuk dan dtg kpd raja sekalipun tdk diundang. Inilah bedanya antara orang yg memahami posisinya dihadapan raja dgn yg tdk. Ester memegang prinsip 'love always win... cinta selalu menang'. Memang hukum istana berkata bahwa tdk seorangpun berhak masuk kpd raja tanpa diundang, tapi cinta akan mengalahkan hukum... Ester tahu ada cinta raja dihatinya, dan dgn modal itu dia berani melangkah.

Tapi coba perhatikan sikap hati Ester, ketika raja berkenan kpd-nya sampai raja berkata setengah dari kerajaanpun akan kuberikan, apa permintaanmu? Tapi Ester tdk langsung minta apa apa, dia undang raja utk makan ke pestanya dulu, dia senangkan hati raja dulu... kemudian dipesta raja bertanya lagi, apa permintaanmu, sampai ‎setengah dari kerajaanpun akan kuberikan kpdmu? Tapi sekali lagi Ester malah mengundang raja utk dtg ke pesta yg dia buat bagi raja...
Seakan akan Ester mengulur ulur waktu, sehingga ‎sebelum perjamuan kedua dikunjungi raja, Haman bin Hamedata atas saran istrinya telah membuat tiang gantungan setinggi 50 hasta utk menggantung Mordekhai, paman Ester... Jika terlambat, Mordekhai akan mati duluan, kenapa harus buang buang waktu? Kenapa tdk langsung saja minta mumpung raja berkenan?

Inilah kharakter yg kita perlu belajar dari Ester, yg dilukiskan dgn satu kata: 'wait atau tunggu'. Sangat sederhana kedengarannya, tapi sangat luas dan dlm maknanya. Tdk banyak anak Tuhan yg memahami kata 'tunggu', kita jauh lebih suka sesuatu yg istant. Jika kita berdoa minta tolong jawabannya harus terjadi dan tersedia sebelum amien‎... sikap hati yg spt itu akan membuat kharakter kita kerdil dan lemah... seringkali penantian yg tanpa kepastian akan membuat imam kita kokoh dan penyerahan diri kita kpd Tuhan semakin sempurna. Kata 'tunggu' akan mengukir kharakter penguasaan diri didlm diri manusia, sehingga kita dpt menang atas pencobaan. Semua cobaan yg ada dihidup kita sesungguhnya lebih banyak bukan mendorong kita memilih benar atau salah, kiri atau kanan, tapi sekarang atau nanti... mau diberkati sekarang atau nanti? Kalau mau cepat, nyolong atau pinjam saja, tapi kalau mau nanti bekerja dulu... 

Itulah sikap yg Ester tunjukan dihadapan raja, penguasaan diri,... belajarlah utk menguasai dirimu sendiri, belajar utk 'menunggu, menanti nantikan waktunya Tuhan. Jgn paksakan utk hidup instant, Tuhan tdk pernah terlambat!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-12 20:08:18