Morning Dew

Kamis, 14 Juli 2016

2 Raja-raja 14:1-3
"Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya..." ‎
2 Raja-raja 15:1-3, 8-9, 17-18, 23-24, 27-28  "Dalam tahun kedua puluh tujuh zaman Yerobeam, raja Israel, Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja. 
Ia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya...
 ‎
Dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Azarya, raja Yehuda, Zakharia, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam bulan lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun ketiga puluh sembilan zaman Azarya, raja Yehuda, Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah sepuluh tahun lamanya di Samaria.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sepanjang umurnya ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...

Dalam tahun kelima puluh zaman Azarya, raja Yehuda, Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah dua tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula...
 
Dalam tahun kelima puluh dua zaman Azarya, raja Yehuda, Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah dua puluh tahun lamanya.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula..." 

---> Hidup benar adalah pilihan, coba perhatikan kembali hidup serentetan raja raja di Israel dan Yehuda, ada yg hidup benar ada yg hidup dgn jahat dimata Tuhan, dan yg menarik, yg dicatat didlm kitab raja raja bukan berapa besar kekayaan dan hikmat raja raja tsb,... juga bukan berapa banyak prestasi mereka dlm mengalahkan raja raja musuh, tapi dari serentetan raja raja Israel dan Yehuda yg baru saja kita lihat, yg dicatat hanyalah "BAGAIMANA MEREKA HIDUP - BENAR ATAU JAHAT! " h‎anya itulah yg berarti utk dicatat. 

Beberapa waktu yg lampau, seorang philosopher America dgn faham capitalist nya berkata: 'those who died with the most toys win! Mereka yg mati dgn paling banyak mengumpulkan mainan (harta) akan menang' tapi filosophy tsb tdk sejalan dgn Firman Tuhan, sebab bagi TUHAN yg menang adalah yg mati setelah hidup benar dihadapan Tuhan. Mengapa Daud begitu berkenan dihadapan Tuhan, bahkan disebut sbg biji mata Tuhan? 'sebab bagi Daud, setelah dia menyelesaikan semua kehendak Allah baginya pada generasinya,‎ lalu dia mati...' (Kisah Rasul 13:36) 

Pilihlah utk hidup benar, sebab itulah yg berarti dan memiliki nilai kekekalan, nilai yg luhur...

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-13 19:55:00

Rabu, 13 Juli 2016

2 Raja-raja 13:14, 20-21
"Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri..." ‎

---> Kita semua tahu bagaimana Elisa hidup dan menjadi berkat luar biasa, namun coba perhatikan kematiannya.
Elisa tdk spt Elia, yg diangkat hidup hidup ke Surga oleh Tuhan, Elisa secara tubuh benar benar mati. Namun coba perhatikan beberapa hal yg janggal, dlm menjelang matinya, raja Yoas melihat dan mengucapkan kata kata yg persis sama yg Elisa katakan kpd Elia, baik Elisa dan Yoas melihat kuda tentara malaikat Tuhan dtg menjemput. 
--> inilah yg menjadi kekuatan bagi orang percaya, kematian bukan akhir segalanya, tubuh Elisa yg mati sama sekali tdk berbeda dgn Elia yg diangkat hidup hidup ke Surga, dua duanya di jemput oleh Bala tentara Surga yg perkasa.‎
Bahkan tulang tulang Elisa masih menjadi sarana utk menyalurkan mujizat saat matinya... bukankah itu luar biasa.‎

Pelajaran penting bagi kita pagi ini adalah, hidup dan mati orang benar akan berdampak bagi orang lain. Bukan berapa lama orang benar itu hidup, bukan juga bagaimana dia mati, tapi bagaimana dia hidup, itulah yg membedakan hidup orang benar dan orang fasik. Sampai matinyapun, hidup orang benar masih berdampak... sampai hari ini, ketika orang mengingat hidup pahlawan pahlawan iman spt Abraham Lincoln, mother Theresa, John Wesley dll, sampai hari inipun, hidup dan karya hidup mereka masih menjadi buah bibir yg menyebarkan jiwa. Begitu banyak kotbah kotbah mereka atau kotbah yg disampaikan dgn mengutip hidup mereka dan masih memberkati banyak orang jauh setelah mereka mati...bukankah itu sama spt tulang Elisa yg menghidupkan dan membangkitkan tubuh yg telah mati? Spt itulah hidup dan mati orang benar. Satu kali semua kita akan mati, mungkin anak cucu kita dan orang yg pernah mengenal kita akan mengingat ingat kenangan yg pernah terjadi dgn kita, spt apa kira kira yg mereka ingat? Baik atau busuk kah? Tentukan dan putuskan hari ini, jika engkau ingin memiliki dampak sampai sesudah kematianpun, hiduplah sbg orang benar hari ini dan seterusnya...

Be more faithful and remember...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-12 19:20:46

Selasa, 12 Juli 2016

2 Raja-raja 9:1-4
"Kemudian nabi Elisa memanggil salah seorang dari rombongan nabi dan berkata kepadanya: "Ikatlah pinggangmu, bawalah buli-buli berisi minyak ini dan pergilah ke Ramot-Gilead.
Apabila engkau sampai ke sana, carilah Yehu bin Yosafat bin Nimsi; masuklah, ajak dia bangkit dari tengah-tengah temannya dan bawalah dia ke ruang dalam.
Kemudian ambillah buli-buli berisi minyak itu, lalu tuangkan isinya ke atas kepalanya dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Telah Kuurapi engkau menjadi raja atas Israel! Sesudah itu bukalah pintu, larilah dan jangan berlambat-lambat." 
Lalu nabi muda itu pergi ke Ramot-Gilead..."‎

Pagi ini kita akan merenungkan betapa berkuasanya perkataan Firman Tuhan, sekalipun akal pikiran kita tdk memahaminya....

---> Nama Yehu cucu Nimsi pertama tama disebut di Alkitab pada jaman ketika Elia baru saja menyembelih 450 nabi nabi baal dan 400 nabi nabi Asyera di bukit Karmel. Setelah Elia takut dan melarikan diri dari Izebel istri Ahab, Tuhan memberi tugas kpd Elia demikian:‎
1 Raja-raja 19:15-16 "Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau." ‎

Ada kurun waktu yg cukup panjang sebelum semua tugas yg Tuhan berikan itu dilaksanakan. Elia pertama tama mengurapi Elisa sbg penggantinya, kemudia mulai hidup berjalan bersama Elisa selama kurang lebih 10 tahun, lalu Elisa meneruskan pelayanan Elia... lama setelah Elisa melayani, perkataan Tuhan kpd Elia utk mengurapi Yehu cucu Nimsi belum terlaksana, barulah kemudian, melalui seorang anak rohani dari Elisa, seorang nabi muda, perintah Firman Tuhan tsb dilaksanakan. Elisa pada ayat 2 raja raja 9 kemudian memerintahkan agar nabi muda tsb mengurapi Yehu cucu Nimsi menjadi raja atas Israel...

Hal penting yg perlu kita renungkan hari ini adalah, Firman Tuhan tdk bisa gagal! Apa yg Tuhan perkataan akan mencapai tujuan-Nya. Ingat Firman ini: ‎Yesaya 55:11 "...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." ‎
Jika kita berdoa utk keselamatan anak anak kita, keluarga kita dan terus mengajarkan kasih Kristus kpd mereka, mungkin sampai saat ini masih belum mendapatkan hasilnya... ingatlah satu perkara, Firman yg engkau bagikan tsb, satu kali pasti tumbuh dan akan mencapai hasilnya sesuai pada waktunya Tuhan. Elia sudah naik kesurga ketika murid Elisa yg adalah murid Elia (3 keturunan pemuridan) melakukan mandat yg Tuhan sampaikan kpd Elia, mungkin saja Elia sudah tdk ada lagi, tapi Firman itu tetap ada dan tdk dapat mati. Tetaplah setia, sebab Firman Tuhan itu hidup dan berkuasa!

Greetings from Bali,
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-11 19:30:16

Senin, 11 Juli 2016

2 Raja-raja 7:1-2
"...Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."
Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

---> Satu ketika, setelah sekian lama Samaria mengalami kelaparan karena embargo yg dilakukan oleh tentara Aram, hari pembebasan bagi Samaria telah tiba, dan Tuhan memakai hamba-Nya, Elisa utk melepaskan nubuatan. Ketika Elisa mulai bernubuat, berkatalah perwira raja kpd Elisa, menimpali perkataan Elisa demikian: 'masalah mungkin bisa begitu...'

Hari ini kita belajar satu kebenaran, yaitu utk belajar menahan lidah dan perkataan kita. Ada banyak hal yg tdk kita mengerti dan fahami‎, namun bukan berarti hal itu tdk ada atau tdk benar. Hikmat akan mengajarkan kita utk bisa menahan perkataan kita ketika kita tdk mengerti atau kita belum memahami kebenaran tsb, jgn terlalu cepat utk mengeluarkan pernyataan apalagi yg memang tdk kita mengerti, sebab hal itu bisa menjadi batu sandungan bagi diri kita sendiri.

Sesungguhnya pernyataan yg Elisa katakan berlaku bagi seluruh penduduk Samaria, tapi kebodohan dari perwira raja yg bukan bertanya, namun meragukan, bahkan lebih parah lagi, dia menyatakan satu perkataan yg tdk dia mengerti dan hal itu bisa membuat orang lainpun 'meragukan' pernyataan Firman Tuhan yg disampaikan oleh Elisa. ‎Itulah sebabnya pernyataan perwira raja itu sangat berbahaya sebab dapat membuat orang lainpun menjadi lemah dan meragukan perkataan Firman Tuhan. 

Akibat dari pernyataan bodoh yg diucapkan tanpa dipikir apalagi didorong oleh pengertian yg benar telah membuat perwira raja tsb hanya bisa melihat ketika kebenaran tsb menjadi kenyataan, namun tdk pernah dpt menikmatinya... ketika berkat melimpah itu turun atas Samaria, penduduk kota keluar utk menjarah makanan, dan perwira raja tsb justru jatuh terinjak injak dan mati saat kelimpahan datang... betapa menyedihkan...

Pagi ini TUHAN mau kita belajar menahan lidah kita dari berkata kata yg sia sia, apalagi yg bohong... menahan lidah dari mengucapkan perkataan negative yg bisa membunuh diri kita sendiri dan melemahkan orang lain. Ucapkan yg benar! Ucapkan yg positif, ucapkan perkataan Firman Tuhan, itulah yg membawa pemulihan... ingat seluruh bumi dan isinya kecuali manusia diciptakan hanya oleh perkataan Firman yg keluar dari mulut Tuhan...

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-10 19:25:42

Jumat, 8 Juli 2016

2 Raja-raja 6:5-7
"...Dan Terjadilah, Ketika Seorang Sedang Menumbangkan Sebatang Pohon, Jatuhlah Mata Kapaknya Ke Dalam Air. Lalu Berteriak-teriaklah Ia: "Wahai Tuanku! Itu Barang Pinjaman!"
Tetapi Berkatalah Abdi Allah: "Ke Mana Jatuhnya?" Lalu Orang Itu Menunjukkan Tempat Itu Kepadanya. Kemudian Elisa Memotong Sepotong Kayu, Lalu Dilemparkannya Ke Sana, Maka Timbullah Mata Kapak Itu Dibuatnya.
Lalu Katanya: "Ambillah." Orang Itu Mengulurkan Tangannya Dan Mengambilnya..." ‎

‎--> Ada Satu Pewahyuan Rahasia Yg Terbesar Sepanjang Sejarah Umat Manusia Yg Berkali Kali Diungkapkan Didlm Kitab Nabi Nabi Dan Kembali Di Nubuatkan Dan Diterangkan Secara Specific Oleh Elisa.

Ketika Rombongan Nabi Sedang Menebang Pohon, Tiba Tiba Kapak Yg Ada Ditangan Mereka Terlepas Dan Jatuh... Lalu Mereka Berteriak Kpd Elisa Minta Tolong... Sebab Kapak Tsb Adalah Barang Pinjaman,... Atau Mereka Terhutang Karena Hal Tsb.

Dosa Dan Kejatuhan Membuat Manusia Terhutang Atas Dosa Dosanya Tsb... Kita Tdk Akan Sanggup Membayar Hutang Dosa Dan Kejatuhan Ke Dalam Dosa...‎Lalu Elisa Melemparkan 'sepotong Kayu' Lalu Terjadilah Sesuatu Yg Supra-natural Terjadi, Mata Kapak Yg Terbuat Dari Besi, Terapung Ketika Sepotong Kayu Dilemparkan Ditempat Mata Kapak Tsb Terjatuh.‎

Pagi Ini Kita Diingatkan Bahwa Solusi Thdp Dosa Dan Kejatuhan Manusia Ada Pada 'sepotong Kayu', Itulah Nubuatan Tentang Kayu Salib Yg Akan Menghapus Hutang Dosa Yg Tdk Dapat Kita Bayar Sendiri... Secara Akal Sehat, Keselamatan Itu Tdk Masuk Akal, Filosopher Berusaha Mencari Jawabannya... Agama Berusaha Menyodorkan Solusinya, Dgn Membayar Melalui Karma,... Atau Dgn Berusaha Beramal Baik... Semua Usaha Manusia Sia Sia... The Bible Atau Alkitab Adalah Satu Satunya Kitab Yg Menerangkan Pewahyuan Akan Hutang Dosa Ini,... Kita Tdk Mampu Menyelamatkan Diri Kita Sendiri Dari Hutang Dosa, Kristus Yg Tergantung Pada Sepotong Kayu Itulah Jawaban Utk Keluar Dari Hutang Hutang Dosa.

Jesus Loves You And So Do I.

dibuat pada : 2016-07-07 21:56:09

Kamis, 7 Juli 2016

2 Raja-raja 5:1-5 "...Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 
Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian..."‎

---> Pagi ini, ketika saya membaca ayat ayat diatas, ada satu hal yg menyentuh hati saya, dan inilah yg akan kita renungkan bersama pagi ini.

>>> Tuhan mau kita belajar utk menghargai siapapun, termaksud orang orang yg dianggap rendah oleh masyarakat, spt para budak, pelayan, hamba hamba atau orang orang miskin, sama spt Tuhan menghargai dan memandang semua orang berharga dimata Tuhan... Kadang tanpa kita sadari, orang yg paling rendah yg dianggap tdk berharga oleh masyarakat sama sekali, justru Tuhan memakai mereka utk memberikan jawaban atas masalah kita yg paling berat . 

Coba perhatikan apa yg terjadi atas Naaman: ‎lihat ayat 2 & 3:
"...Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."‎
‎--> Seandainya Naaman dan istri adalah tuan yg bengis, yg tdk ramah dan tdk menghargai orang kecil, tentu budak perempuan yg ada pada istri Naaman tdk akan berani utk ikut campur masalah keluarga Naaman. Kusta adalah penyakit yg memalukan, seorang budak utk angkat bicara tentang penyakit kusta tuannya, akan bisa dianggap sangat menyinggung dan kurang ajar,... seorang tuan dan nyonya yg bengis dan kasar akan berkata: 'kamu jgn kurang ajar!...' atau 'kamu jgn ikut campur, apakah kamu tdk tahu sopan santun?..' kusta yg dibicarakan hamba perempuan istri Naaman itu secara langsung atau tdk langsung berarti hamba itu melihat dan mengetahui 'kenajisan sang tuan' dan berani angkat bicara tentang kenajisan tsb. Tuan spt apa yg mau kebobrokannya, kenajisannya, atau ketidak tahirannya di lihat dan dibicarakan oleh hambanya?

Saya percaya hubungan keramahan telah terjalin didlm rumah tangga Naaman, suami istri Naaman itu sudah terbiasa menghargai pendapat orang kecil, sehingga budak perempuan pun berani bicara yg ternyata adalah pewahyuan terbesar sepanjang umur Naaman, di Samaria, bukan hanya kusta nya sembuh, Naaman bertemu dgn Allah Israel.

Bagaimana dgn saudara dan saya? Adakah kita membiasakan diri utk menghargai orang kecil, orang terhina? Kadang tanpa kita sadari, rahasia terbesar dlm hidupmu telah Tuhan titipkan kpd salah satu dari mereka namun diperlukan kerendahan hati utk menghargai orang lain, terutama mereka yg tdk dipandang oleh masyarakat.

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-06 21:38:36

Rabu, 6 Juli 2016

2 Raja-raja 4:1-7
"... Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 
Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 
Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

---> Pagi ini kita akan belajar membedakan apakah berkat itu dari Tuhan asalnya atau bukan. Lihat kembali apa yg terjadi dgn janda nabi yg dtg kpd Elisa karena hutang yg begitu besar:

1. Pertama tama, berkat Tuhan itu bekerja dgn 'apa yg ada pada kita' bukan apa yg tdk ada...‎perhatikan jawab Elisa kpd janda nabi tsb: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Sama spt mujizat 5 roti dan 2 ikan, Tuhan tdk menciptakan roti baru atau ikan baru, tapi Tuhan bertanya kpd murid muridNya, 'apa yg ada padamu..?' lalu Tuhan melipat gandakannya...Jika kita menyadari dan memahami kebenaran ini, berkat Tuhan akan mengalir dan melimpah ketika kita memberdaya gunakan 'apa yg ada pada kita!!!' Entah mungkin padamu ada kekuatan utk bekerja... atau kemahiran dlm hal sesuatu, talenta tertentu, atau sekedar sedikit modal.... apapun yg ada padamu, bawa kpd Tuhan dlm doa mu dan tanya Tuhan, apa yg harus aku perbuat dgn talenta ini? Dgn kekuatan ini? Itulah awal mula berkat Tuhan bekerja.

2. ‎Berkat Tuhan akan terus mengalir sebanyak 'bejana' yg kita siapkan! Itu bicara mengenai hati kita dan kapasitas kita. Jika hatimu luas, maka engkau akan mampu lebih banyak menjadi berkat buat lebih banyak orang, jika engkau memperluas kapasitas mu, maka seluas itu pula berkat Allah mengalir didlm hidupmu. Lihat apa yg terjadi dgn janda nabi tsb:‎
"...Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir..." Minyak berhenti mengalir ketika tdk adalagi bejana utk menampungnya.

3. ‎Berkat yg dtgnya dari Tuhan tdk akan mematikan atau menjerumuskan kita, namun akan mengajar hati kita utk hidup benar, mengajar dan menyulam kharakter Kristus didlm diri kita. Lihat apa yg Elisa katakan kpd janda nabi  tsb: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu." Jika berkat membuatmu lupa bayar hutang, pasti itu berkat dari hasil rampokan, bukan berkat Tuhan! Berkat Tuhan akan mengajar kita, hutang adalah hutang! Sesudah diberkati, cepat cepat bayar hutang, baru nanti ada sisanya utk diri kita dan anak anak kita nikmati.

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-05 20:48:24

Selasa, 5 Juli 2016

2 Raja-raja 2:10 "...Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."‎

--> Elisa dipilih bukan oleh Elia, tapi Tuhan sendiri yg menentukannya. Tuhan memerintahkan Elia utk mengurapi Elisa, tapi hal itu tdk berarti secara otomatis Elisa akan mendapatkan lawatan dan pengurapan yg luar biasa yg dia terima dari Tuhan... sama spt Yosua yg harus 'mengerjakan bagiannya' yaitu menyebrang sungai Yordan, demikian juga Elisa harus menyelesaikan bagiannya.  Bagi Elisa, bagian yg Tuhan tentukan utk dia lakukan adalah 'dapat melhat apa yg Tuhan kerjakan' dlm hidup Elia tuannya. Renungkan sebentar kebenaran ini, yg diminta Elisa, yaitu mendapatkan pengurapan double porsi atau 2 bagian dari yg ada pada Elia, adalah hal yg sukar... dan utk hal yg sukar tsb, syaratnya adalah 'dapat melihat apa yg Tuhan kerjakan' melalui hidup Elia, sebab Elisa akan meneruskan pelayanan yg tdk diselesaikan Elia, dan jika Elisa tdk mampu melihat karya tangan Tuhan yg bekerja melalui Elisa, maka tdk mungkin dia dpt mengenali rencana Tuhan yg begitu besar yg harus dia kerjakan.

Dgn kata lain, itulah yg disebut iman, yaitu dpt melihat rencana besar Tuhan. Kitab Ibrani 11:24, 27 menerangkan arti iman yg ada pada Musa demikian: "...Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎

Perhatikan kembali bagian terakhir ayat diatas: "...‎Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan..."‎ Musa disebut sbg orang yg beriman sebab dia mampu melihat rencana Agung Tuhan... itulah juga yg membuat Elisa berhasil menerima pengurapan ganda, iman yg melihat rencana dan karya kerja tangan Tuhan. 

Kenali karya Tuhan yg besar atasmu... Tuhan punya rencana...

Smile and minal aidin, mohon maaf lahir batin.
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-04 21:47:50

Senin, 4 Juli 2016

1 Raja-raja 22:4-9, 13-18 "Lalu katanya kepada Yosafat: "Maukah engkau pergi bersama-sama aku untuk memerangi Ramot-Gilead?" Jawab Yosafat kepada raja Israel: "Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu."
Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: "Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN." 
Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, kira-kira empat ratus orang banyaknya, kemudian bertanyalah ia kepada mereka: "Apakah aku boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?" Jawab mereka: "Majulah! Tuhan akan menyerahkannya ke dalam tangan raja." 
Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?" 
Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian."
Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawai istana, katanya: "Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!" 
Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: "Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik." 
Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan." 
Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: "Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau kami membatalkannya?" Jawabnya kepadanya: "Majulah dan engkau akan beruntung, sebab TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja." 
Tetapi raja berkata kepadanya: "Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran demi nama TUHAN?" 
Lalu jawabnya: "Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat."  
Kemudian raja Israel berkata kepada Yosafat: "Bukankah telah kukatakan kepadamu: Tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan hanya malapetaka?"

--> ‎ G.K. Chesterton berkata: 'memberikan kebenaran kpd mereka yg tdk mencintai kebenaran, hanyalah menambahkan alasan kepadanya utk mencari celah...'

Benarlah perkataan Chesterton tsb, sebab banyak orang mendengar kebenaran atau mengetahui kebenaran tapi hatinya penuh dgn kebusukan dan kejahatan... kebenaran yg mereka dengar hanyalah menjadi tambahan alasan utk mencari cari celah, memutar balikan fakta, dan membuat buat argumentasi. Oleh sebab itulah, target Firman Tuhan adalah hati kita, yg jendelanya adalah pikiran kita. Sikap yg benar dlm mencari dan mendengarkan kebenaran adalah: 'pikiran dan hati saya salah,... Saya mau diajar dan dibentuk... sehingga ketika kita mendengar kebenaran Tuhan, jika ada yg berbeda dgn pengertian dan sikap hati kita selama ini, bukannya ‎ ‎Firman it yg harus dikompromikan, tapi kitalah yg harus berubah.

Ahab mengakhiri hidupnya dgn puncak kedegilan hatinya yg sudah begitu membatu... coba renungkan sekali lagi:
1. Terhadap rencana Ahab, Yosafat raja Yehuda berkata, coba tanyakan dahulu Firman Tuhan... tapi kemudian Ahab bertanya kpd 'para nabi nabi' kira kira 400 orang banyaknya. Tdk disebutkan mereka itu adalah nabi nabi Tuhan, hanya nabi nabi Ahab...

2.Yosafat sudah bisa merasakan aroma nasehat yg keluar dari mulut 'nabi nabi' tsb berbau 'sumbang', itu sebabnya Yosafat berkata lagi, "Tdk adakah lagi disini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?" kemudian Ahab menjawab, ada, tapi aku benci dia, sebab dia tdk bicara baik tentang aku...'. Dapatkah saudara mencium aroma hati yg degil dan busuk? Ahab tdk mendengar suara kebenaran, sebab kebenaran itu mengusik hatinya, dia bahkan benci dgn kebenaran... akibatnya,

3. Ketika Mikha bin Yimla, nabi Tuhan itu dijemput, Mikha harus diancam dan diberikan pesan sponsor utk bicara 'Amien' saja terhadap perkataan Ahab dan ke 400 nabi nabinya. Ketika Mikha berkata Amien, Ahab masih mencoba bersandiwara dgn  berkata: "Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran demi nama TUHAN?"  Tapi kemudian setelah Mikha berkata yg benar, dia justru dipenjarakan...

Saudaraku, hari ini kita belajar akan perlunya memiliki sikap hati yg benar, yg mau diajar, yg rela dibentuk, itu jauh lebih penting daripada mendengar pengajaran ini itu yg begitu banyaknya, tapi jika hati dan pikiran kita bebal, maka pengajaran Firman sebaik apapun akan kita injak injak spt babi menginjak injak mutiara... jika pikiran dan sikap hatimu bukan spt babi, maka seharusnya lah kita merendahkan diri dan membiarkan Firman Tuhan merubah hidup kita, mengatur jalan jalan kita, agar kita terhindar dari jerat iblis dan malapetaka.

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-04 19:26:16

Jumat, 1 Juli 2016

1 Raja-raja 21:1-4, 15-16 "...Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, Memphis kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 
Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 
Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan..."

Kemudian Izebel istri Ahab merancangkan kematian bagi Nabot, fitnah dan pembunuhan atas Nabot pun dilakukan atas rencana Izebel, ayat 15-16 berkata:‎ "...Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya."‎

--> Iman Kristiani yg benar adalah iman yg berani menekan atau menolak 'keinginan ‎keinginan yg tdk selaras dgn kebenaran Firman Tuhan. Tanpa kerelaan dan tekad utk menekan keinginan keinginan keliru tsb, seberapa diurapi-Nya kita, pasti kita akan hancur sia sia. Ada terlalu banyak contoh hidup hamba hamba Tuhan hebat yg begitu diurapi, tapi tdk mampu sebab tdk membiasakan diri utk menekan dan menguasai keinginan keinginan dirinya sendiri... akibatnya, beban kemuliaan Tuhan yg begitu kuat dan beratnya, menghancurkan dirinya sendiri akibat keinginan yg di umbar umbar, bukannya di kuasai.

Ajar anak anak kita utk bisa menerima 'NO!!!' atau 'TIDAK!!!' sbg jawaban... atau 'TUNGGU!!!' sbg jawaban... jika anak anak selalu dibiasakan tdk mengerti atau bisa menerima kata tidak atau tunggu sbg jawaban, satu kali nanti dia besar dan kuat, dia tdk terbiasa menerima kata tdk atau tunggu... Jika dia anak pria dewasa, ketika berpacaran dan libidonya mulai muncul, dia akan tiduri pacarnya atau jika pacarnya menolak, dia akan perkosa pacarnya sendiri... bukankah itu yg berkali kali terjadi di bangsa ini?

Jika dia bekerja nantinya, dia ingin naik pangkat cepat, dia akan ambil jalan pintas, sikut kanan kiri, fitnah ini itu, jilat sana sini... yg wanita ketika ingin sesuatu, siap jadi pacar orang yg sudah bersuami, yg penting punya banyak uang... tdk sedikit gadis gadis menjual dirinya demi uang...

Bukankah spt itu yg terjadi atas Ahab dan Izebel? Mereka adalah suami istri yg tdk bisa terima NO sbg jawaban, bahkan, bukankah Ahab itu raja, apakah tdk cukup tanah kebun yg dia miliki? Kenapa harus terlalu serakah spt itu?‎ Bagaimana menghindari diri dari dosa spt Ahab dan Izebel? Coba lihat nasehat Firman Tuhan ini:
Ibrani 13:5 "...Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  
--> belajarlah mencukupkan diri dlm segala hal, mulailah berkata 'CUKUP TUHAN...' income ku cukup, buktinya apa? Bahkan aku bisa berbagi dgn orang lain... istriku itu cukup bagiku, buktinya, aku cintai dia dan berikan yg terbaik yg bisa aku berikan... suami ku cukup bagiku, buktinya aku selalu bersuka kalau dia pulang dan melayani dia... Pelayananku cukup, buktinya jemaat yg Tuhan percayakan aku rawat baik baik, bukan sibuk buat ini dan itu...‎

Mari pagi ini‎ masing masing berlutut dan berkata 'cukup ya Tuhan, semua sudah cukup... aku bersyukur utk kebaikan dan pemeliharaan MU!'

Smile, it's Friday...‎
‎Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-07-01 09:07:31

Rabu, 29 Juni 2016

1 Raja-raja 17:7-14 "Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. 
Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 
Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
 
--> Cara Tuhan memelihara hamba hambaNya kadang tdk masuk akal, ditepi sungai Kerit, Tuhan memelihara Elia melalui campur tangan burung burung gagak... sekarang sungai Kerit pun menjadi kering, Tuhan menuntun Elia ke Sarfat, disana Tuhan sudah mempersiapkan bahkan 'MEMERINTAHKAN ' seorang janda di Sarfat utk memberi Elia makan, coba lihat lagi ayat ini: ‎"...Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: 
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." ‎Jadi ternyata sebelum Elia dtg ke Sarfat, Tuhan sudah memerintahkan janda di Sarfat utk memberi makan Elia, jika benar demikian, mengapa janda itu masih bertanya kpd Elia, ketika Elia berkata buatkan aku sepotong roti, begini: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Bukankah sebelumnya Tuhan berkata kpd Elia bahwa TUHAN sudah memerintahkan janda di Sarfat tsb, kenapa janda tsb masih bertanya lagi?

Inilah pelajaran penting pagi ini:

1. Ketika Firman Tuhan berkata dan memberi perintah kpd kita, itu sama atau identik dgn kebajikan atau perkenanan Tuhan atas kita. Jika Tuhan memberi mandat atau perintah apapun isinya, perintah Tuhan tsb mendatangkan kebajikan Tuhan bagi kita juga. Burung burung gagal diperintahkan utk mengantarkan roti dan daging bagi Elia selama musim kering, bukankah hal itu berarti burung burung tsb harus tetap hidup utk bisa terbang dan cukup kuat utk membawa bawa roti dan daging bagi Elia? Dan jika burung burung tsb harus tetap hidup, artinya bagi merekapun harus ada makanan dan minuman selama musim kering dan paceklik... itulah kebenaran pewahyuan ini, perintah Tuhan selalu identik dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan, jadi jgn sekali kali membiasakan diri utk mengabaikan 'perintah Tuhan' dgn tawar menawar atau bermalas malasan.

2. Perintah Tuhan selalu diarahkan kpd hati hati yg berkenan kpd Dia, yg menghormati Tuhan. Tuhan melihat hati kita, bukan kemampuan kita... utk memberi makan Elia, jika Tuhan melihat kemampuan, maka seharusnya Elia diutus kpd seorang petani kaya, sebab padanya banyak gandum, tapi justru kpd janda, dan kenapa kpd janda di Sarfat?‎ Lihat ayat ini: Lukas 4:24-26 " Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. ‎
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon."‎
--> sekalipun banyak janda pada jaman Elia di Israel, tetapi hati Tuhan tertarik kpd janda di Sarfat, sebab‎ hati janda Sarfat tsb 'menghargai Tuhan' sedangkan hati janda janda di Israel memandang remeh Tuhan... Jika hatimu menghargai dan menghormati Tuhan, perintah Tuhan akan turun atasmu...

3. Janda Sarfat tsb mungkin tdk mengerti bahwa doa doanya telah sampai kpd Surga, dan Surga bermaksud utk mendatangkan kebajikanNya hari itu, namun test terakhir adalah 'KETAATAN ', beranikah sekarang janda Sarfat tsb taat kpd perkataan perintah Tuhan? Sebab ingat, perintah Tuhan itu sama dgn kebajikan dan perkenanan Tuhan....

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-28 19:12:32

Selasa, 28 Juni 2016

1 Raja-raja 17:1-6 "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 
"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."
Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."‎

--> Pagi ini kita belajar satu kebenaran Firman Tuhan, yaitu tentang penyertaan dan pemeliharaan Tuhan... Ada kalanya Tuhan ijinkan malapetaka atau kekeringan melanda satu bangsa, spt Israel pada jaman Ahab dan jaman Elia, demi utk mengubah hati bangsa itu... tapi hal itu berarti seorang hamba Tuhan yg setia spt Elia sekalipun akan mengalami kekeringan juga... Pada saat spt itulah, keajaiban supra natural yg dari Tuhan terlihat jelas utk menyatakan penyertaan-Nya dan pemeliharaan-Nya atas kita. 

Burung gagak itu makan daging, dan saat itu adalah waktu waktu kekeringan... bagaimana mungkin naluri binatang tsb tdk langsung saja menelan daging yg ada di paruhnya? Atau roti yg di bawanya? Bukankah memang saat itu sulit mendapatkan makanan?... dari mana burung burung gagak tsb mendapatkan roti dan daging utk Elia... Mungkinkah Tuhan secara khusus menyiapkan roti dan daging hanya utk memelihara hambaNya yg setia, Elia?...

Betapa luar biasanya penyertaan Tuhan dan pemeliharaan-Nya atas hamba hambaNya... Kadang menghadapi situasi politik dan perekonomian yg keruh spt sekarang ini, timbul kekhawatiran akan hari esok, akan masa depan anak anak... tapi pagi ini, Bapa di Surga mengingatkan kita, kalau dulu Dia bisa memutar balikan hukum alam demi utk menunjukan CintaNya pada Elia, apakah Dia tdk sanggup utk lakukan yg sama bagi kita?

Kuncinya adalah, lihat sekali lagi ayat ini: ‎ "... Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani,.." Jika saya memiliki karyawan, yg bekerja bagi saya, saya yg jahat saja bisa memikirkan dan merencanakan pemeliharaan bagi orang orang tsb, apalagi Bapa di Surga yg begitu baik... jika hidupmu terus melayani Dia, ingatlah satu hal, ada pemeliharaan Tuhan atas mu dan atas keluargamu... apakah hidup yg melayani adalah menjadi pendeta di gereja? Buka hanya spt itu, lakukan dan hidupi Firman Tuhan, dgn demikian engkau sedang melayani Tuhan dgn tubuhmu!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-27 20:24:12