Morning Dew

Jumat 09 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 4:1-4, 10-11 "...Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.  
Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: 
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Setelah dibuka dengan salam dan pernyataan kepada para jemaat, kitab Wahyu memaparkan satu dasar yang sangat terang dan gamblang, yaitu tentang siapa atau apa yang layak untuk duduk di atas tahta....

Perhatikan ayat‎ 2 dari Wahyu 4 diatas: "...Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk SEORANG..."  
----> sangat jelas dan tegas bahwa ‎di atas tahta duduk hanya satu pribadi, Seorang... dan Dia yang duduk di atas tahta adalah pribadi yang nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya... Itulah Kristus Yesus yang sudah dibangkitkan dan menang atas maut...

Kemudian ada pemandangan lain yang juga sangat menakjubkan, disekeliling tahta tersebut, ada 24 tua tua dan semuanya itu memakai mahkota layaknya seorang raja... ‎Mereka mewakili gereja Tuhan, anak anak Tuhan yang sudah ditebus, yang memakai mahkota kemenangan, tapi lihat apa yang dikerjakan oleh ke 24 tua-tua itu? Mereka tersungkur dgn muka sampai ke tanah, mereka menyembah Dia yang ada diatas tahta... mereka bahkan melemparkan mahkota dikepalanya untuk dipersembahkan kepada Dia yang duduk di atas tahta...Itulah pemandangan di dalam kerajaan Surga yang dilihat Yohanes!

‎Jika kita berhenti sejenak dan berdoa seperti doa yang Tuhan sendiri ajarkan, 
Bapa kami yang di Surga... dikuduskanlah namaMu...Jadilah kehendakMu,... Di bumi seperti di Surga...

Jika kita benar-benar mengharapkan di bumi dimana kita berpijak menjadi seperti di Surga dimana Tuhan bertahta, maka di atas tahta itu hanya ada SEORANG yang duduk dan memerintah diatasnya... Semua mahkota dan kemuliaan harus dilemparkan dibawah kaki Dia yang duduk di atas tahta itu...

Inilah satu kebenaran yang perlu kita renungkan, benarkah di dalam tahta hati saya, di dalam hidup saya, duduk hanya SEORANG yang layak untuk memerintah? Siapa atau apa yang mengatur dan menggerakkan langkah-langkah hidupmu? Sebagian orang hidup diperintah oleh perut, ada yang hidupnya diperintah oleh nafsu rakus, atau oleh hawa nafsu kenajisan, oleh keinginan daging... apapun dan siapapun yang duduk di atas tahta hidup kita, itulah atau dialah yang menjadi Tuhan bagimu!!!

Terkadang saya berfikir, kenapa ujian yang Tuhan berikan kepada Abraham begitu tidak manusiawi? Masakan seorang ayah diminta untuk menyembelih anak kandungnya sendiri?...
---> Tuhan lakukan semua itu hanya untuk melihat dan membuktikan siapakah Tuhan bagi Abraham yang akan menjadi bapa bagi satu bangsa yang akan dibangun Tuhan sebagai milik kesayangan-Nya sendiri...

Adakah sesuatu atau seseorang yang terlalu berharga bagimu bahkan lebih dari Tuhan? Jika tidak ada, maka engkau akan menjadi pelaku Firman tanpa alasan... itulah bukti sederhana bahwa yang duduk di atas tahta hatimu adalah SEORANG, Dia-lah yang layak‎ menerima semua mahkota dan penyembahan kita....

Jangan lupa beribadah besok dan Minggu, Persembahkan mahkotamu dan hormatmu di bawah kaki-Nya

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-09 02:02:35

Kamis 08 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 3:1-6 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Pagi ini kita akan melihat dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan kepada Jemaat Tuhan di Sardis, dengan tegas Roh Tuhan berkata tentang jemaat di Sardis‎ demikian: "...Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.‎"

Betapa keras dan tegasnya pernyataan Tuhan kepada jemaat di Sardis ini. Tuhan sendiri katakan bahwa dihadapan-Nya jemaat itu adalah jemaat yang mati... yang tidak lagi berguna dan tidak memiliki kesempatan lagi,... namun kemudian Tuhan menambahkan satu kalimat demikian: ‎"...Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!" Jika jemaat itu telah mati,  lalu mengapa Tuhan masih perlu lagi berkata "turutilah dan bertobatlah!"? Bukankah orang mati tidak mungkin lagi bertobat? 

Ada 2 hal penting ysng sebenarnya disampaikan Tuhan kepada semua kita melalui jemaat di Sardis ini:

Pertama, ketaatan akan menyempurnakan iman percaya kita! Renungkan kebenaran ini. Jemaat di Sardis menjadi mati dan tidak berguna sekalipun mereka adalah jemaat-jemaat Tuhan, sebab sekalipun mereka tahu tentang Firman Tuhan dan mungkin banyak melakukan hal-hal yang memuliakan Tuhan, namun mereka tidak hidup di dalam ketaatan, dan itulah yang menghancurkan hidup mereka... Itu sebabnya Tuhan berpesan ‎"turutilah dan bertobatlah!" sebab ketaatan itulah yang akan menyempurnakan iman percaya jemaat Tuhan. 

Salomo adalah pribadi yang luar biasa, dia penuh hikmat yang dari Tuhan sendiri, hikmat adalah '‎discerning spirit - roh membedakan atau menimbang', dan Salomo memperoleh hikmat yang begitu luar biasa untuk menimbang, untuk membedakan mana yang baik dan jahat... tapi kenapa akhir hidup seorang seperti Salomo yang begitu berhikmat menjadi hancur? Satu hal yang melukiskan kehancuran Salomo adalah "TIDAK TAAT"... Itulah penyebab kehancuran Salomo. Dia tahu apa yang Firman Tuhan katakan tentang pernikahan dgn orang-orang yang tidak seiman, dia langgar sebab dia pikir dia kuat... Dan istri istri beserta gundik gundiknya di masa tuanya menyeret Salomo untuk menyembah dewa-dewa kenajisan dihadapan Tuhan...
Jemaat Tuhan, ketidak taatan akan menghancurkan semua yang mungkin baik yang kita bangun...

Kedua, ternyata diantara jemaat-jemaat di Sardis, sekalipun mereka dikatakan sudah mati, namun ternyata masih ada ‎segelintir anak-anak Tuhan yg hidup di dslam ketaatan, mereka disebut sebagi orang-orang yang menjaga pakaiannya dengan tidak mencemarkan diri, Wahyu 2 : 4 berkata:
"Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.‎" Mereka inilah yg telah berfungsi sbg penahan pembusukan sesuatu yang telah mati, sehingga yang sudah dianggap matipun tidak membusuk dan masih ada kesempatan...
Saudaraku, jika di dalam satu bangsa yang bejat, atau di dalam satu keluarga yang bobrok, tapi masih ditemukan segelintir manusia yang hidup di dalam ketaatan dan menjaga pakaian mereka bersih dihadapan Tuhan, kekudusan mereka akan bersinar seperti terang, dan kebenaran mereka akan berfungsi seperti garam yang menahan pembusukan... sehingga bangsa itu, rumah tangga itu masih memiliki kesempatan untuk dipulihkan dan diselamatkan... 

Itulah khabar baik bagi bangsa ini, jika masih tetap ada anak-anak Tuhan yg hidup benar di dalam ketaatan akan Firman Tuhan, maka ada masa depan bagi bangsa ini.... jika di dalam rumah tangga kita masih ditemukan orang-orang benar yang menjaga kekudusan pakaiannya, masih ada kesempatan bagi seluruh anggota keluarga kita untuk dipulihkan dan bertobat...

‎2 pesan penting Firman Tuhan pagi ini adalah, belajar terus hidup didlm ketaatan dan tetap setia untuk hidup benar, sebab hidupmu akan berfungsi sebagai terang dan garam yang menahan pembusukan...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-08 03:16:10

Rabu 07 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 2:12-14, 18-20 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala..."

Ada 2 dari ke 7 jemaat yg menerima salam dan peringatan dari Tuhan di jaman akhir, yang pada dasarnya atau isinya sama. Yaitu jemaat di Pergamus dan jemaat di Tiatira.

Kepada jemaat di Pergamus, Tuhan dalam kitab Wahyu berkata:
‎"...Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.‎"

Kemudian kpd jemaat di Tiatira, Tuhan berkata:
‎"...Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala..."

Kesamaan dari keduanya adalah, mereka melakukan praktek praktek penyembahan berhala seperti yang diajarkan Bileam, dan perzinahan...
Inilah kedua hal yang sangat merusak tubuh Kristus diakhir jaman. Dgn kata lain, yang pertama, penyembahan berhala seperti yang diajarkan Bileam menunjuk kepada kerakusan dan ketamakan yg sedemikian rupa, hingga menggantikan posisi Tuhan sendiri...‎ Lalu hal kedua yang banyak merusak dan menghancurkan hidup anak-anak Tuhan dan bahkan Gereja-Nya adalah perzinahan.

‎Rasa rakus yang menguasai hati anak-anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan juga telah begitu memalukan sehingga kita hidup bahkan bergereja untuk mencari keuntungan... Paulus memberikan teladan di dalam jemaat Tuhan dengan pesan demikian: Kisah Para Rasul 20:34-35 "...Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Sejujurnya, sebagai gembala sidang, saya menemukan jauh lebih banyak orang yg datang ke dalam Rumah TUHAN dengan tujuan MENERIMA dan jauh lebih sedikit yang datang dengan motivasi MEMBERI... Bahkan diantara hamba-hamba Tuhan sekalipun, saya lebih banyak menemukan mereka yang melayani untuk MENERIMA sesuatu baik dari Tuhan maupun dari jemaat, dari pada mereka yang melayani dan masuk ke ladang Tuhan untuk MEMBERI! Hampir semua surat cinta yang saya terima dari rekan-rekan hamba-hamba Tuhan yang meminta saya untuk datang melayani sambil melihat gedung gerejanya yang kurang ini atau kurang itu... atau menerima proposal untuk kebutuhan anak anak mereka, atau kerinduan untuk pergi ikut seminar ini dan itu.... Semua itu tujuannya satu, yaitu: 'minta uang'! Jarang sekali saya menerima telephone atau surat cinta dari rekan rekan hamba Tuhan yang berkata "Tuhan menggerakkan hati saya untuk berdoa dan membantu kesulitan yang bapak alami...‎Karena roh mengambil atau menerima sesuatu itu sangat kuat bekerja didlm gereja Tuhan dari pada memberi dan berkorban... inilah wujud nyata dari penyesatan ajaran Bileam yg berkata 'apa untungnya buat saya?...'

Yang kedua adalah penyesatan dari roh perzinahan.‎ Perzinahan ini bahaya yang merusak banyak rumah tangga anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan juga... Sesungguhnya tidak seorangpun kebal terhadap dosa ini. Jika hal ini terjadi di dalam gereja Tuhan, maka iblis akan mampu membungkam kesaksian kita bahkan menghancurkan rumah tangga kita. Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa,namun kesaksian hidupnya hancur akibat perzinahan dan perselingkuhan... Anak-anak menjadi malu dan kehilangan sukacitanya ketika papah mamah terpaksa bercerai akibat tdk adanya kekudusan di dalam pernikahan mereka...

Inilah 2 hal penting yang diperingatkan oleh Roh Kudus kepada jemaat-jemaat-Nya diakhir zaman...

‎Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-07 03:00:35

Selasa 06 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Wahyu 1:4-8 "...Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, 
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —  
dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. 
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir yang Tuhan sampaikan kepada kita gereja-Nya. Permulaan dari Kitab Wahyu dimulai dengan ‎perintah untuk disampaikan Shalom kepada ke tujuh jemaat Tuhan di Asia Kecil yang sesungguhnya mewakili kita semua...

Shalom atau salam dari Tuhan kepada jemaat jemaat-Nya berisi tentang pernyataan Roh yang melukiskan satu kebenaran bahwa ‎ada hidup setelah kematian sekalipun... Hidup ini tidak berakhir hanya karena kita menghembuskan nafas yang terakhir. 

Pada nantinya, ketika Yesus datang kembali untuk kedua kalinya, semua orang akan melihat kemuliaan-Nya, bahkan, ‎juga termaksud orang-orang yang telah menikam atau menusuk Dia... coba perhatikan ayat ke 7 dari wahyu 1 ini:  Wahyu 1:7 "...Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin."

Saudaraku, tidak dikatakan 'juga dia (maksudnya Yudas Iskariot saja) yang telah menikam Dia, tapi dikatakan 'juga mereka yang telah menikam Dia...'
Ternyata ada orang-orang yang hidup dan selama hidupnya digunakan untuk menghabisi dan menikam Yesus,... mereka menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya... Siapakah dan bagaimanakah mungkin Yesus dapat di tikam untuk kedua kalinya? PENGHIANATAN... itulah cara manusia menikam dan menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya...

Yesus disalibkan bukan oleh para serdadu Romawi, bukan oleh paksaan keputusan Pilatus, tapi oleh dosamu dan dosaku, itulah yang membuat Dia tegantung di kayu Salib, dosa adalah penyebab kematian Yesus diatas kayu Salib...

Yesus adalah Allah, Dia Tuhan yang maha sanggup untuk melakukan segala galanya, tapi aneh jika saudara perhatikan selama Dia hidup dibumi... Dia ternyata harus meminta atau memohon sesuatu... Dia sanggup mengampuni dosa, bahkan Dia sendiri mengatakan di Lukas 5:24 (a) "...Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa", tapi aneh bahwa setiap kali Dia selesai menyembuhkan dan mengampuni dosa seseorang, Dia selalu berkata: 'pulang dan jangan berbuat dosa lagi... go and sin no more...' Kenapa Yesus harus berpesan spt itu? Bukankah Dia mampu mengampuni dosa? Kalau toh mereka berdosa lagi, Dia masih sanggup dan berkuasa untuk mengampuni dosa-nya lagi... lalu kenapa Dia harus memohon seperti itu?

Ingat, ada dosa yang dimengerti sebagai dosa penghianatan, dosa mempermainkan kasih karunia Allah... Orang-orang yang telah menerima penebusan, telah diampuni dosanya, tapi secara sengaja untuk terus menerus hidup mempermainkan dan menganggap murahan karya pengampunan Allah baginya, itulah dosa penghianatan, dosa yang menikam Dia untuk kedua kalinya... Pada jaman akhir, semua orang termaksud mereka yang telah ditebus tapi memilih untuk menghianati Dia berkali kali, memilih untuk menikam Dia kembali,‎ mata mereka akan melihat Dia di dalam kemuliaan-Nya... bayangkan perasaan dan isi hati mereka, tahukah saudara bagaimana isi hati mereka? 

Di provinsi Hunan‎ didataran China, ada sepasang suami istri yang baru saja menikah... Sang istri tidak cantik bahkan tergolong buruk rupa tapi dia anak seorang bangsawan kaya raya, suaminya adalah anak seorang karyawan bangsawan tersebut, jadi anak bawahannya, tapi anak muda itu gagah dan tampan rupanya... Karena pernikahan itu diatur oleh orang tua mereka dimana sang bangsawan rela memberikan anak gadisnya kepada anak seorang karyawannya karena anak gadisnya buruk rupa dan anak karyawan tersebut tampan. Mereka akan mewarisi kekayaan sang bangsawan... beberapa tahun kemudian, matilah sang bangsawan, dan anak muda tampan itu menguasai seluruh kekayaan dan usaha mertuanya...

Masalah mulai timbul, sang istri yang buruk rupa tapi berhati mulia disia siakan... bahkan diperlakukan dengan kasar... sedemikian kasarnya, sampai akhirnya suami muda itu mengambil seorang istri lagi yang cantik dan memperlakukan istri pertamanya sebagai pembantu yang menyiapkan makanan dan kebutuhan mereka... istri yang buruk rupa dengan setia melayani suami dan istri mudanya... 

Satu ketika, dalam satu kecelakaan, mata sang suami menjadi rusak dan harus dioperasi atau menjadi buta seumur hidup...‎ singkat cerita, operasi berjalan baik dan pada hari hasil operasi mata akan dibukakan dan sang suami akan mampu melihat kembali, seluruh keluarga ada di samping tempat tidur suami tersebut. Ketika matanya dibukakan, dia melihat istrinya yg cantik ada disampingnya bersama dgn anak anak mereka... lalu jauh dibelakang, istri yang buruk rupa duduk terbalut matanya... Baru kemudian diberitahu bahwa mata istrinya yang buruk rupa itulah yang dia pakai untuk melihat saat ini...

Coba bayangkan dan renungkan,... tempatkan diri kita sebagai suami yang tampan, yang melihat dengan mata yang dia terima dari istri yang dia sia siakan, dia hianati selama ini?.... semua yang ada sebenarnya adalah milik sang istri yang buruk rupa, bukankah itu harta milik ayah dari istri yang buruk rupa?... bahkan mata yang dia pakai untuk melihat adalah mata dari istri yang buruk rupa,... tapi hari itu, dia harus membuka matanya untuk melihat wajah pribadi yang selama ini dia sia siakan, dia hianati, dia tikam untuk kepentingannya sendiri...

Jika hal itu terlalu sulit dan mengganggu hati nuranimu, puji Tuhan,... berarti hati nuranimu masi‎h berfungsi... Tapi saya khawatir ada beberapa orang yang bahkan tidak terganggu sama sekali dengan pemandangan seperti itu... bertobat dan pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi di dalam hidupmu, sebab Yohanes dipulau Patmos berkata, akan tiba waktunya, semua mata akan melihat Dia... termaksud mereka ysng telah menikam Dia...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-06 01:56:21

Senin 05 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Yudas 1:3-4, 11-12 "...Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. 
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali..."

Pagi ini melalui kitab Yudas, kita belajar tentang pribadi-pribadi yang sengaja masuk ke dalam bilangan orang-orang percaya untuk mengacaukan dan memporak porandakan gereja Tuhan bahkan juga kehidupan anak-anak Tuhan lainnya. ‎Pribadi-pribadi perusak tersebut diibaratkan seperti Kain, Bileam, dan Korah.

Apakah persamaan dari ketiga pribadi tersebut di dalam sejarah, pada generasi yang berbeda?... satu persamaan yang nyata adalah: 'bergerak atas nama TUHAN dengan dasar yang terkutuk!...' Itulah persamaan dari ketiganya.
- Bileam dikuasai kerakusan untuk bergerak dan bernubuat atas nama Tuhan Allah Israel untuk dan demi kerakusannya sendiri‎...
- Korah menggerakkan ratusan orang-orang ternama untuk merebut kekuasaan dari Musa demi memenuhi ambisi kerakusannya sendiri...
- Lalu Kain, bukankah Kain hanya mempersembahkan korban bakaran? Dan pada waktu itu, belum ada Taurat Musa yang mengajarkan bahwa persembahan korban bakaran itu harus dari binatang kosher yang tercurah darahnya... sehingga Kain mempersembahkan apa yang dia miliki, yaitu ‎korban dari hasil tanahnya... Inilah catatan Firman Tuhan tentang hal itu:
Kejadian 4:3-5 "...Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  
tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

---> waktu sekolah minggu dulu, saya pernah diajarkan oleh seorang guru sekolah minggu bahwa Kain mempersembahkan sayur-sayuran busuk... atau buah yang tidak baik kepada Tuhan, sehingga korban bakarannya tidak diterima Tuhan. Hal itu sama sekali tidak dituliskan di dalam Firman Tuhan, dan itu hanyalah interpretasi semata mata yang tidak berdasar sama sekali. Namun yang benar adalah, Kain mempersembahkan hasil dari tanahnya‎... sedangkan kita tahu bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa, tanah itu menjadi terkutuk... Jika kemudian Kain mempersembahkan sesuatu dari hasil tanahnya, bukankah itu berarti dia mempersembahkan hasil dari hal yang terkutuk?

Pagi ini saudara ku, perhatikan perkataan Firman Tuhan ini, ada penyesatan diantara anak-anak Tuhan yang menghalalkan segala cara demi untuk mendapatkan keuntungan. Kemudian gereja menjadi begitu tumpulnya akan kebenaran, selama gereja diuntungkan, selama persembahan dan persepuluhan itu masuk ke dalam gereja, dari hasil yang benar atau tidak benar, itu bukan masalah... Ciri-ciri yang nyata dari hal ini adalah berita yang keluar dari atas mimbar, perhatikan berapa banyak dan berapa sering berita tentang persembahan, persepuluhan, buah sulung, dan lain lain diberitakan dibandingkan dengan berita kekudusan dan hidup di dalam kebanaran?...seakan akan hampir seperti ingin disampaikan: 'hasil dari masa itu tidak penting, yang penting kembalikan persepuluhan dan buah sulung...' Hati-hati dengan kompromi yang menyusup diantara perkumpulan anak-anak Tuhan... Kebenaran adalah kebenaran, jangan bawa barang yang terkutuk ke dalam rumah tanggamu sendiri, juga jangan bawa ke dalam rumah TUHAN, yaitu hidupmu, bukankah tubuhmu adalah bait Allah?


Perhatikan makanan, tindakan, perkataan yang kita bawa ke dalam hidup kita sendiri, adakah itu dari hal-hal yang terkutuk? Bawalah perkara-perkara yang mulia ke dalam hidupmu, ke dalam hati dan pikiranmu seperti yang Firman Tuhan ajarkan:

Filipi 4:8 "...Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-02-05 02:59:52

Jumat 02 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
3 Yohanes 1:9-12 "...Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar..."

Di dalam setiap jemaat Tuhan di dalam satu gereja lokal, pasti ada yang disebut 'biang kerok atau bad apple', tapi ada juga yang digolongkan sebagai 'catalyst atau motor penggerak kearah yang baik', dan umumnya ‎biang kerok itu tidak banyak, dan catalyst juga tidak banyak,... yang banyak adalah team horeee atau pengikut dan pengembira... Terkadang team horeee bisa ikut biang kerok, tapi terkadang bisa ikut kepada Catalyst, tergantung yang mana yang lebih dominant dan lebih meyakinkan atau lebih menyenangkan...

Dalam pelayanannya dimasa tuanya, rasul Yohanes menemukan figure seperti Diotrefes yang tidak lain adalah apple busuk atau biang kerok, tapi ditempat yang sama, Yohanes juga menemukan Demetrius seorang catalyst yang menggerakkan jemaat menuju ke arah yang baik, yang memulai pergerakan perubahan ke arah yang benar, yg hidupnya menjadi kesaksian.

Ciri-ciri apple busuk adalah dia harus tularkan agar semua apple disekelilingnya jadi busuk... Diotrefes menuntut perhatian atau menuntut untuk lebih diperhatikan, jika tidak disapa atau tidak diperlakukan cukup ramah, type apple busuk akan mengeluarkan bau busuknya... lalu mulai meleter atau mengata ngatai semuanya termaksud gereja, gembala, mungkin akhirnya Tuhan sendiri di cela... itu type apple busuk...

Type catalyst adalah memberi kesaksian, bahkan, coba lihat perkataan Firman Tuhan diatas sekali lagi:
3 Yohanes 1:12 "...Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, MALAH KEBENARAN SENDIRI MEMBERI KESAKSIAN YANG DEMIKIAN. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar."

Dapat kah saudara melihat keanehan tersebut? KEBENARAN sendiri memberi kesaksian yang demikian... Siapakah KEBENARAN itu sendiri? Bukankah itu YESUS KRISTUS sendiri? Dan dengan tegas Yohanes mengatakan, bagi seorang yang tergolong type Catalyst, Kristus sendiri memberikan kesaksian tentang orang tersebut...‎ Saudaraku, pada satu ketika, orang-orang yang bersikap dan berkharakter seperti Demitrius, seorang catalyst yang mengerjakan dan mendorong yang lainnya kearah hidup yang berkenan kepada Tuhan akan melihat bukan sekedar pembelaan Tuhan, tapi keberpihakan Tuhan secara langsung, dimana orang lainpun akan melihat dan menyaksikan bahwa Tuhan berpihak dan membela dia...

Pagi ini, saudaraku, nasehat Firman Tuhan bagi semua kita adalah, berhenti menjadi biang kerok atau apple busuk yang menuntut perhatian dan menyebarkan kebusukan di dalam lingkungan kita...

Jadilah seperti seorang Demitrius yang satu ketika akan melihat pembelaan dan keberpihakan Tuhan sebab hidupnya adalah seperti satu catalyst yang menggerakkan perubahan kearah yang baik...

Jika engkau selama ini hanya berfungsi sebagai team horeee, cepatlah berubah dan ikuti jejak Demitrius yang hidupnya memberkati orang lain. Team horee‎ tidak akan mampu bertahan lama... mudah bimbang dan mudah diombang ambingkan.

Smile, it's Friday, 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-02-02 02:39:59

Kamis 01 Februari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ini : 
1 Yohanes 5:21 "Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala..."

Perkataan singkat ini adalah kesimpulan dan dorongan rasul Yohanes di bagian terakhir dari suratnya yang pertama kepada jemaat-jemaat Tuhan. Yohanes menempatkan dirinya bukan sebagai rasul, tapi sebagai bapa kepada anak-anak rohaninya yang mengingatkan dan mendorong anak-anak rohaninya untuk menjaga sungguh untuk menghindari yang satu ini, yaitu 'berhala-berhala...' ‎Terjemahan KJV berkata: "...keep yourselves from idols. Amen - jauhkan dirimu dari berhala-berhala.."

‎Ini nasehat sederhana tapi sungguh benar dan sangat bermanfaat. Yohanes yang sudah mulai menua, sebagai bapa dia tahu persis bahaya dari berhala... Berhala itu mengikat, berhala itu merampas keinginan kita, berhala itu tidak akan berhenti sampai dia puas menghabisi kita, sebab tujuan berhala adalah kehancuran dan kebinasaan kita ... Perhatikan perbedaan yang sangat mendasar dari Tuhan dan berhala: Yohanes 10:10 "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Tuhan itu memberi hidup dengan kelimpahan tujuan Tuhan di dalam hidup tersebut, berhala itu sama seperti pencuri, dia tidak akan berhenti sampai engkau hancur dan binasa... itulah perbedaannya!

Inilah yang perlu kita renungkan‎ pagi ini... Berhala berhala itu tidak selalu dalam rupa sebuah patung mengerikan yang kita sembah, tapi segala sesuatu yang mengikat, yang merusak dan tidak akan berhenti sampai kita hancur atau berhala itu yang kita hancurkan terlebih dahulu...
Coba renungkan, adakah hal-hal di dalam hidupmu yang telah berfungsi dan bermanifestasi seperti berhala?... apa yang telah mengikat hidupmu sehingga kita tidak bisa bergerak sesuai rencana Tuhan? 
Apakah itu tidur nyenyak dan kemalasan sehingga kita tidak bisa bangun pagi uuntukk berlutut dan bersyukur untuk hari itu kepada Tuhan Allah kita?...

Apakah iming-iming keuntungan besar begitu mempesona kita sehingga kita lebih focus kepada keuntungan dari pada kepada Tuhan sendiri dan orang lain?

Atau mungkin bahkan keluarga dan hobi kita begitu berharganya sampai kita abaikan semua yang lain? ‎Terkadang, bahkan pelayananpun bisa menggantikan Tuhan dihati kita, sebab pelayanan menghasilkan sesuatu, dan Tuhan dianggap nomor 2. Ada begitu banyak pelayanan yang hancur sebab memang sudah tidak ada lagi Tuhan disitu... yang ada hanyalah ritual ritual agamawi...

Ada seorang raja Yehuda bernama Hizkia yang mendobrak praktek-praktek penyembahan berhala pada jaman-nya. Tahukah saudara apa bentuk berhala yang dihancurkan oleh Hizkia? Ular tembaga yang dahulu dipakai oleh Musa untuk mendatangkan kesembuhan dari gigitan ular beludak, sehingga bangsa Israel tidak perlu binasa... lihat ayat ini: 
2 Raja-raja 18:3-4 "...Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan."
---> Bayangkan sebentar, ular tembaga yang dahulu menjadi simbol kebangunan rohani besar, yang dahulu menjadi alat dan sarana pekerjaan Tuhan untuk mendatangkan kesembuhan, tapi setelah sekian ratus tahun, oleh bangsa Israel disimpan dan disembah sembah seperti layaknya menyembah Tuhan, sedangkan Tuhan sendiri terlupakan... Mereka membakar korban bagi ular tembaga tersebut, sama seperti yang mereka lakukan terhadap Yahweh, mereka bahkan memberi nama terhadap ular tembaga tsb yaitu Nehustan...
Bukankah praktek-praktek penyembahan terhadap 'nehustan' masih dilakukan banyak gereja sampai hari ini... gereja menyembah denominasi,... menyembah hamba-hamba Tuhan yang haus untuk dijilati... menyembah organisasi atau menyembah apapun yang bukan Tuhan sendiri.

Sekali lagi, perhatikan nasehat penting yang keluar dari hati seorang rasul yang menempatkan diri sebagai bapa:
1 Yohanes 5:21 "Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala..."

Jesus loves you and so do I


dibuat pada : 2018-02-01 01:51:31

Rabu 31 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Yohanes 2:3-6 "...Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

Pengenalan akan Tuhan tidak ditunjukan atau di buktikan dari berapa besar kalung salib yang engkau pakai, atau model pakaianmu, atau bahkan pernyataan mu ketika engkau berada di dalam gereja atau dilingkungan anak-anak Tuhan, tapi surat Yohanes diatas dengan tegas menyatakan bahwa pengenalan akan Allah itu dibuktikan dari apakah kita menuruti perintah-perintah-Nya atau tidak...‎ Sebab dikatakan: "...Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya..."

Kita baru akan melihat keajaiban Tuhan dan kuasa-Nya ketika kita berani melangkah untuk melakukan Firman-Nya, bukan sekedar mengetahui Firman tersebut... sebab ada kuasa dan keajaiban ketika saudara dan saya berani belajar untuk melangkah menghidupi Firman Tuhan itu. 

Coba perhatikan ayat-ayat ini:
 Mazmur 104:7-9 "...Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka. 
Batas Kau tentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi..."

Coba renungkan sebentar apa ysng baru saja saudara baca di Mazmur 104, bukankah itu sama sekali tidak masuk akal? Ketika kita masih sekolah dulu, kita belajar hukum gravitasi, dimana air dan benda-benda lainnya semua turun kebawah sampai jika memungkinkan, turun kebawah bumi. Tidak ada, apalagi air yang naik ke atas gunung, yang ada adalah air itu turun ke bawah kaki gunung. Tapi Firman Tuhan di ayat 7 & 8 di atas berkata: "...Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka." kenyataannya, kita sungguh menemukan air di mata mata air di atas gunung ysng sampai meluap-luap keluar lalu turun lagi sebagai air terjun kebawah kaki gunung... bagaimana air itu bisa naik ke atas puncak gunung? 
---> sederhana saja, sebab TUHAN ber Firman menetapkan tempat kearah mana mereka harus bergerak...!

Jika air saja mampu mengerjakan yang tidak masuk akal menjadi biasa, hanya karena taat kepada Firman Tuhan, sebab air mengenal Pencipta-nya, hal yang sama juga akan terjadi bagimu dan bagiku, jika kita sungguh-sungguh mengenal Allah kita, maka kita akan taat melakukan Firman-Nya! 

Lakukan dengan setia Firman Tuhan yang sudah engkau dengar... sebab Allahmu setia!
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I  

dibuat pada : 2018-01-31 02:17:12

Selasa 30 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Yohanes 1:5-10 "...Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita..."

‎Yohanes adalah salah satu dari 12 murid Yesus yang paling dekat dgn Yesus... Yohanes bahkan seperti anak kecil, mungkin Yohanes adalah yang termuda diantara semua murid-murid-Nya... sehingga dia bertindak dan bertingkah seperti seorang anak bungsu yang manja dan suka dekat dengan papahnya.

Yohanes sering membaringkan kepalanya didada Yesus dan persis seperti layaknya seorang anak bungsu yang manja, dia mendengar detak jantung papahnya... Dan dari semua yang dia belajar dari Bapanya, yaitu Kristus sendiri, inilah kesimpulan yang berhasil dia dapat dan bagikan kepada kita semua :
"...Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.‎.. (1 Yoh 1:5)"

Berdasarkan kebenaran ini, Yohanes menerangkan lebih lanjut bahwa jika seseorang menyatakan dirinya ada didlm Kristus, maka dia tidak akan hidup di dalam kegelapan... tidak akan hidup di dalam dosa... Tapi apakah mungkin seorang manusia hidup tidak berdosa sama sekali? ‎Ayat 10 kemudian menegaskan: "...Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita..."

Sederhana, tapi pada kenyataannya sangatlah sulit untuk seorang anak Tuhan mengakui dosa kita sendiri... Mungkin mengaku dosa di dalam doa-doa kita itu lebih mudah dari pada mengakui dosa kepada orang lain.‎..

Yang juga sering terjadi adalah pengakuan dosa yang keluar dari emosi belaka, karena kepepet, karena ketangkap basah, ada beberapa orang yang akhirnya mengaku dosa, tapi pengakuan yang seperti ini seringkali tidak jujur dan tidak akan langgeng,... sebentar lagi, ketika ada kesempatan untuk berbuat dosa lagi, dia akan jatuh lagi... sebab pengakuan seperti ini bukan karena terang yang menerangi hatinya, itu hanya sekedar emosi belaka.

‎Di 1 Samuel 24, ketika Daud berada di En-Gedi, disebuah gua disana, Saul mengejar Daud hendak membunuhnya... ada satu kesempatan, dimana Daud bisa dgn mudah membunuh Saul, yaitu di dalam gua ketika Saul sedang membuang hajat, tapi itu tidak dilakukan Daud. Akibatnya, Saul bertobat dan mengaku salah, coba perhatikan perkataan pertobatan Saul:

1 Samuel 24:16-18 "...Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kau tunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku."

Tapi tidak lama setelah itu, di 1 Samuel 26, Saul kembali mengejar hendak membunuh Daud di bukit Hakhila, dan saat itupun Daud memiliki kesempatan untuk menghabisi nyawa Saul...

Bisakah saudara memahami kebenaran ini? Mengaku salah bahkan menangis itu belum tentu bertobat, sebab pertobatan yang Firman Tuhan katakan adalah akibat terang yang bersinar di dalam hati manusia ketika engkau tinggal di dalam Dia, dan terang itu akan mengusir kegelapan dgn sendirinya...

Jadi sederhananya, jika engkau muak terhadap hidupmu yang lama, dan rindu untuk bertobat, TINGGAL-LAH ‎DI DLM TUHAN... hanya itu solusinya, maka terang itu akan menerangi seluruh hati dan pikiranmu... Bagaimana saya bisa tinggal didlm Tuhan? Lakukan yang Firman Tuhan perintahkan. Disebut sebagai "perintah Tuhan, the 10 commandments" bukan 10 suggestions atau 10 usulan Allah... Disebut sebagai ketetapan Tuhan dan bukan rekomendasi Tuhan sebab memang demikianlah maknanya...

Lakukan semua itu sebagai perintah dari seorang Jendral kepada kita yang ada di bawahnya... apapun perintah tersebut, lakukan dengan setia karena hormat!

Maka engkau akan tinggal di dalam Dia...

Sudahkah engkau membaca dan menerima KETETAPAN TUHAN pagi ini? 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-30 00:54:04

Senin 29 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
2 Petrus 3:9 "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat..."

Menunggu adalah satu pekerjaan yang paling membosankan dan menjengkelkan,... apalagi ketika kita harus menunggu tanpa kepastian atau tanpa seberkas pernyataan akan terjadi. 

Berbeda jika kita harus menunggu yang sudah hampir pasti, seperti menunggu bayi akan lahir 9 bulan lagi,... sekalipun itupun bisa gagal. Atau menunggu supir taxi datang menjemput, itupun kemungkinan kecil bisa tidak jadi dstang...

Tapi ketika kita harus menunggu tanpa kepastian sama sekali, tanpa menerima jawaban akan atau tidak akan terjadi, maka itu adalah pekerjaan yang melelahkan dan menjengkelkan. Saat seperti itu, justru pada saat seperti itu, pemurnian terhadap iman kita akan terjadi, yaitu sampai kita mampu menjawab pertanyaan ini:

SIAPA ATAU APA YANG KITA TUNGGU?... SIAPA ATAU APA YANG KITA NANTI-NANTIKAN?...

Itulah pertanyaan sederhana yang harus kita jawab sendiri. Ketika kita bergumul untuk satu masalah, kita mengimani satu terobosan untuk masalah kita, katakan saja untuk berkat, untuk pekerjaan, untuk pemulihan ekonomi, untuk kesembuhan, untuk pertobatan suami atau istri, dan lain sebagainya... Kita berdoa dan berharap sungguh kepada Tuhan, lalu tidak terjadi jawaban... semakin berlama lama...‎ kesabaran kita akan tergerogoti... hati kita menjadi lelah... semangat kita bisa merosot... Coba berhenti dan bertanya kepada diri kita sendiri pertanyaan tadi, siapa atau apa yang kita tunggu dan nanti-nantikan?... 
Ketika kita menjadi lemah dan takut, kemungkinan besar jika kita jujur, yg kita tunggu dan nanti-nantikan adalah apa yang kita doakan, entah itu berkat, kesembuhan, atau apapun. Umumnya jika kita menjadi lemah dan putus harapan Karena kita tidak menanti-nantikan TUHAN, tapi apa yang Tuhan bisa kerjakan. Ini dua hal yang sangat berbeda, sebab janji Tuhan adalah:
Yesaya 40:31 "...tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Inilah yg Firman Tuhan ajarkan kita pagi ini, ketika kita berdoa dan berharap, 2 Petrus 3:9 diatas menegaskan bahwa "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat..." ‎tapi mengapa banyak kita orang percaya yang tidak mengalami penggenapan janji itu?... sebab kita salah berharap... kita menanti-nantikan sesuatu yang keliru. Seharusnya pengharapan kita dan penantian kita diarahkan kepada Tuhan bukan kepada apa yang Tuhan mampu kerjakan, dengan begitu engkau akan semakin mengenal kharakter Bapamu... Dan engkau akan melihat sidik jari Tuhan disetiap pergumulan hidupmu... sebab ada Tuhan disana... sebab namanya adalah Jehovah Shammah yang berarti "Tuhan hadir disana"

Smile, it's a new day...
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I



dibuat pada : 2018-01-29 07:56:07

Jumat 26 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Petrus 2:1-3 "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda..."

Berkali-kali Firman Tuhan menegaskan betapa berbahayanya penyesatan yang terjadi bukan diluar, tapi di dalam gereja Tuhan, diantara anak-anak Tuhan, yang rajin dan tekun beribadah bahkan melayani Tuhan... Penyesatan itu terjadi di dalam rumah TUHAN, dan jika kita tidak hati-hati atau bahkan tidak memahami kebenaran ini, jangan-jangan kita sendiri tanpa sadar sedang terjebak kedalam penyesatan ini... Coba baca dan renungkan sekali lagi ayat-ayat di atas secara hati hati, 
"Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan,...
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka..."

Jika saya dapat melukiskan ciri-ciri nabi-nabi dan guru-guru palsu sesuai dengan apa yang surat 2 Petrus 2 sampaikan dengan satu kata, maka kata itu adalah: "KESERAKAHAN..." Itulah ciri-ciri dan nafas kepalsuan dari nabi-nabi dan guru-guru palsu... pada akhirnya, keserakahan menjadi begitu kentalnya sampai-samapi tidak lagi punya rasa malu dan dengan terang-terangan '...menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka...', Kristus digantikan dengan uang... segala sesuatu diukur dan dikerjakan karena uang, untuk uang dan demi uang.

Semua itu mungkin sudah kita mengerti, tapi yang menjadi titik pembahasan kita pagi ini bukan siapa dan seperti apa nabi-nabi atau guru-guru palsu itu, tapi kenapa banyak anak-anak Tuhan terpikat dan terseret bersamanya?...

John Maxwell berkata dengan sangat sederhana, yang dia kutib dari Zig Ziglar demikian: 'you attract people like who you are,... not who you want to be... - engkau menarik orang-orang yang seperti dirimu, bukan yang seperti siapa yang engkau mau...' Dengan kata lain, jika sebagai seorang pengusaha, engkau inginkan karyawan yang jujur, maka orang jujur tidak akan tertarik bekerja dengan boss yang tidak jujur... Jika engkau merindukan orang-orang yang hatinya rindu mencari TUHAN, maka orang-orang demikian tidak akan tertarik dengan hamba-hamba Tuhan dan kotbah-kotbah yang isinya sekitar uang dan berkat terus menerus‎...

Sebaliknya, dengarkan hal ini baik-baik, jika hatimu penuh dengan keserakahan dan kerakusan, maka kemungkinan besar engkau akan mengarahkan telingamu terhadap guru-guru dan nabi-nabi palsu, terhadap suara-suara yang penuh dengan isapan jempol seperti yang 2 Petrus 2 katakan... Jadi masalahnya ada pada diri kita sendiri... Jika hati nurani kita menjadi begitu tumpul dan penuh keserakahan, tidak akan mungkin telinga kita akan tertarik mendengarkan suara TUHAN, atau kaki kita melangkah kepada kebenaran Tuhan...

Bagaimana posisi dan kondisi hatimu?‎ Jika kita masih bisa dan mau jujur tapi menemukan kecondongan hati kita selalu lebih tertarik dengan uang, berkat, dan kelimpahan dari pada terhadap Tuhan, artinya kondisi hatimu sudah kotor dan corrupt. Ada satu alat pendeteksi pencemaran udara dipabrik-pabrik kimia yang karena terlalu sering diselubungi oleh pencemaran udara dari bahan-bahan kimia yang ada, maka alat pendeteksi itu lama kelamaan menjadi tidak sensitif dan bahkan tidak berfungsi lagi sebagai alat pendeteksi bahan bahan beracun...
Tuhan menciptakan kita dengan hati nurani, tapi terkadang karena begitu kotornya lingkungan dan kebudayaan disekitar kita, lama-kelamaan hati nurani kitapun menjadi kotor dan tumpul, tidak bisa lagi membedakan gas beracun, suara sumbang, pikiran sesat yang ada disekitar kita, karena semua sudah menjadi seperti biasa saja...

Itulah sebabnya alat pendeteksi udara beracun itu harus lewat process yang dari waktu ke waktu dikerjakan, namanya 'calibration - atau kalibrasi'. Apa yang dikerjakan saat alat tersebut di calibrated? Alat itu disingkirkan, dikhususkan dan dibuat sterile, disitu kondisi udara betul-betul dibuat sangat sterile sehingga alat tersebut tahu mana yang disebut bersih mana yang tidak bersih... setelah melewati masa calibration, alat tersebut menjadi sensitive kembali, dan siap berfungsi mengamankan manusia yang bekerja dibawah pengawasan alat tersebut...

Bagaimana dengan hati nurani mu dan hati nurani ku? Kapan terakhir engkau lakukan calibration terhadap hati nurani mu? Bagaimana caranya? 

Engkau harus duduk diam dibawah kaki Tuhan, baca Firman Tuhan yang murni dan memurnikan hati nuranimu... itulah cara hati nurani kita melewati process calibration...

Sudahkah engkau di calibrated pagi ini?

Smile it's Friday, Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2018-01-26 02:12:58

Kamis 25 Januari 2018

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Petrus 1:5-8 "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita..."

Apa yang membuat Ayub dapat bertahan dan bahkan tidak berdosa ketika menghadapi tekanan dan penderitaan yang begitu luar biasa?
Satu perkara yang semua kita perlu mengerti, yaitu "PENGENALAN AKAN ALLAH" itulah rahasia mengapa Ayub bisa bertahan sekalipun mengalami tekanan dan penderitaan begitu rupa. Terhadap istrinya yang menjadi kecewa karena melihat kehancuran begitu rupa, Ayub berkata‎:
"Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya..." (Ayub 2:10)

Pengenalan akan Allah-nya yang begitu rupa membuat manusia mampu bertahan bahkan tidak berdosa ketika himpitan dan tekanan hidup dialaminya begitu rupa. Sebab dia mengenal kharakter Allahnya, dia tahu sifat dan apa yang ada dipikiran dan hati Allahnya, dia tahu bahwa Tuhan-nya tidak akan mungkin membiarkannya hancur, dan pada waktu-Nya, Tuhan pasti akan bertindak... itulah intisari dari pengenalan akan Allah. Adakah engkau memiliki pengenalan akan Allah seperti ini?

Wang Ming Tao, seorang pengijil asal Shanghai mengalami tekanan dari polisi komunis China dan diancam hukuman penjara jika terus berkotbah dan bersaksi tentang Tuhan, namun sebaliknya, jika dia mau ikut aturan dan hanya mengkotbahkan yang diatur dan diijinkan oleh polisi komunis, yaitu mempropagandakan filosophy komunisme, maka hidupnya akan dijamin...

karena tekanan, Wang Ming Tao bersedia melakukan tuntutan polisi komunis, namun sepanjang hari hati nuraninya menuduh dia... semalam-malaman dia tidak dapat tidur merenungkan betapa dia telah membuat Kristus kecewa dan menangis... itulah bayangan yang mengisi pikirannya sepanjang malam, wajah Kristus yang menangis...

Keesokan harinya Wang Ming Tao dengan berani berkeliling kota Shanghai dan berteriak-teriak, 'panggil aku Petrus... panggil aku Petrus, sebab aku telah menyangkal Tuhanku...!!!'
Wang Ming Tao diseret dan dijebloskan kedalam penjara China yang paling berat... 17 tahun dia berdiam dipenjara bawah tanah diruang yang sangat kecil dan sempit, berkali kali dia disesah dan dipukuli di dalam penjara... beberapa bulan sebelum dia mati, dia dilepaskan dari penjara, dalam keadaan sudah lumpuh, kepala tdk bisa banyak digerakan karena ruas-ruas tulang leher yang rusak dan patah, Wang Ming Tao berkata, 
"...yang menjadi kekuatanku selama menghadapi tekanan tentara komunis di dalam penjara selama 17 tahun adalah, sebab aku mengenal kharakter Allahku...."

Rindukah engkau memiliki 'pengenalan akan Allah'? Jika engkau rindu, perhatikan Firman Tuhan di atas:
"Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita..."
--> Pengenalan akan Allah itu tidak statis tapi progressive... kita harus dengan rajin berusaha menambahkan kebajikan terhadap iman kita,...lalu seterusnya dan seterusnya, hingga akhirnya kita akan memperoleh pengenalan akan Allah... Engkau tidak akan memahami pengenalan akan Allah dengan duduk manis saja di dalam gereja sekalipun... justru ketika engkau berada diluar gereja, lalu apa yang engkau lakukan?...itulah saat pengenalan akan Allah mulai dipupuk dan mulai diaktifkan...

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2018-01-25 02:10:13