Morning Dew

Senin 18 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Filipi 3:10-12 "...Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus."

Untuk belajar mengenal Kristus ‎dan kuasa kebangkitan-Nya yang luar biasa itu, banyak anak-anak Tuhan berpaling kepada Tuhan seperti layaknya agama-agama lainnya, mereka mengkultuskan ritual-ritual tertentu, bahkan tidak sedikit yang sengaja diselewengkan tanpa dasar kebenaran Firman Tuhan sama sekali. 
Banyak datang ibadah, berdoa dan berpuasa, memberi amal sedekah, tidak sedikit yang bahkan menyiksa diri, karena ingin melihat dan mengalami kuasa Tuhan yang supra natural. Jika itu yang kita lakukan, apa bedanya kekristenan dengan agama-agama lainnya, atau bahkan praktek perdukunan? Bukankah hal itu berarti kita mendapatkan kuasa Allah yang luar biasa dengan membayarnya sendiri? Bukankah itu yang agama lakukan? Bukankah itu juga berarti kita sedang menolak 'Grace atau kasih karunia Allah' yang menyelamatkan kita, bukan karena usaha kita sendiri.

Tapi jika kita remehkan kasih karunia itu seperti sesuatu yang murahan, maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kurang ajar dan sedang menyia-nyiakan kasih karunia itu, sama sekali tidak perlu bertobat dan menyangkal kedagingan, sebab Grace itu dianggap murahan, itulah sebabnya tumbuh pengajaran seperti 'hyperGrace' yang menganggap sekali selamat, apapun yang kita kerjakan, akan tetap selamat... itulah yang disebut menyia-nyiakan kasih karunia Allah.

Firman Tuhan melalui Paulus mengajarkan ‎kepada jemaat Tuhan pagi ini, yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah mengenal Dia dengan kuasa kebangkitan-Nya melalui persekutuan penderitaan-Nya, itulah yang membuat anak-anak Tuhan menjadi serupa dengan Dia. Bagaimana sebenarnya kita dapat menerima persekutuan dengan penderitaan-Nya? 

Para pengikut Kristus pada jaman rasul-rasul, menerima pengajaran dari para hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan mereka untuk hidup setia dan benar melakukan Firman Tuhan, tapi mereka menerima tekanan dan siksaan dari tentara Romawi saat itu. Ada satu hukuman yang diterapkan bagi para tawanan saat itu, mereka dipaksa untuk diikatkan dengan mayat dari hamba hamba Tuhan yang sudah mati, dan mereka berjalan, tidur, makan terikat dengan mayat tersebut... sampai kebusukan dari daging mayat tersebut perlahan-lahan menyatu dan mulai membusuk-kan daging mereka sendiri...sehingga daging yang hidup menjadi serupa dengan daging yang sudah mati...

‎Sebetulnya lukisan inilah yang ada dibenak pikiran Paulus ketika dia menuliskan pesan ini kepada jemaat di Filipi. Kehidupan anak-anak Tuhan harus senantiasa membawa 'kematian Kristus' atau lebih jelas lagi, membawa 'jeritan hati Kristus yang membuat Dia disalibkan dan mati!' Saudara jangan pernah berfikir bahwa Kristus itu mati karena diseret dan dipaksa naik ke atas kayu Salib, Yesus sendiri dengan jelas dan terang-terangan berkata di Yohanes 10:17-18 "...Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." Yesus dgn sadar dan penuh kerelaan hati menyerahkan nyawa-Nya untuk mati dikayu Salib karena kasih dan juga karena dorongan ‎"tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku." ‎Itulah yang disebut 'sense of duty, atau rasa beban tanggung jawab'. Dalam hal yang sama, yang Firman Tuhan pagi ini ajarkan kepada kita semua, pikul-lah beban hati yang sama yang telah membawa Yesus naik keatas kayu salib, yaitu karena kasih dan tanggung jawab... Sangkalilah daging kita sendiri demi Kristus dengan hati yang sama yang ada pada Kristus waktu Dia naik kekayu Salib, yaitu karena cinta dan demi tanggung jawab... Hari-hari menjelang Natal ini, belajarlah meletakan dosa. Karena cinta dan tanggung jawab kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan demi orang-orang lain, dengan demikian, kita sedang berjalan dengan persekutuan di dalam kematian-Nya... itulah kado Natal kita bagi Dia!


Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love

‎Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-18 02:49:45

Jumat 15 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ini : 
Filipi 1:6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus..."

‎Sungguh merupakan satu penghiburan tersendiri bagi saudara yang sampai saat ini masih terus bertekun utk berdoa bagi masa depanmu atau bagi anggota keluargamu yang sangat engkau kasihi, ada satu janji setia yang Tuhan ucapkan bagi kita, yaitu Dia yang sudah "memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus..."

‎Perjalanan hidup, jatuh bangunnya hidup orang-orang percaya tdk kita ketahui, tapi ujungnya dijamin oleh TUHAN sendiri, bahwa pada ujungnya, Tuhan akan terus menyempurnakan apa yang Tuhan sudah kerjakan didlm hidup kita dan keluarga orang-orang percaya. Bukankah bagi setiap kita yang sudah menerima taburan Firman Tuhan dari waktu ke waktu, benih Firman Tuhan itu akan satu kali bertumbuh? Bukankah Tuhan sendiri berkata: 
 "Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya..." ( Yesaya 55:11)

Dari kebenaran Firman Tuhan ini, pesan Tuhan pagi ini buat semua kita adalah agar kita tidak menjadi jemu untuk terus menerus menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak kita, kepada orang-orang yang kita kasihi dan yang ada disekitar kita, sebab itu bukan saja merupakan tanggung jawab kita, tapi juga menjadi benih yang ditaburkan yang satu saat nanti pasti akan bertumbuh dan berbuah buah...

Pegang pesan Tuhan ini ketika engkau sedang menghadapi kemelut usaha atau rumah tangga atau masalah apapun, jika engkau hidup sesuai Firman Tuhan, Dia ‎yang sudah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus... Jangan tawar hati dan jangan menjadi lemah... Seberapa besar percayamu kepada janji Tuhan, sebesar itulah kesempatan Tuhan untuk menghidupkan dan menolongmu.

Louise adalah gadis kecil berusia 7 tahun yang hidup di Armenia. Pagi hari itu, dia diantar ayahnya ke sekolah dgn satu janji, 'papah pasti akan datang menjemput-nya dan akan mengajak Louise ke restaurant untuk makan makanan kesukaannya... 2 jam setelah sekolah dimulai, ada gempa bumi yang hebat di sana dan semua bangunan roboh. Yang berhasil selamat adalah mereka yang terjebak dihimpitan puing puing tiang yang berjatuhan... Louise terjebak disana dengan beberapa teman temannya.
3 hari berturut-turut regu penyelamat mencoba mencari tanda-tanda orang-orang yang masih hidup, sampai setelah lewat 70 jam, mereka menyerah dan menyatakan tidak ada lagi yang mungkin hidup...

Tapi ayah Louise tidak pernah menyerah, ‎sekalipun regu penyelamat sudah menyatakan tidak mungkin lagi ada yang bisa hidup, sang ayah karena belum menemukan jasad Louise, dia masih berfikir Louise pasti masih hidup.
Sungguh, Louise dan teman temannya masih hidup, bertahan dengan sekedar 'RASA PERCAYA AKAN JANJI PAPAH', Louise bahkan menguatkan teman-teman nya... semalaman sang ayah terus menggali dan memanggil manggil nama anaknya, Louise... Louise... menjelang pagi, suara kecil dan lemah terdengar dari bawah puing-puing, 'papah... aku disini...'

Dibantu oleh alat-alat dan banyak orang lain, akhirnya 25 anak berhasil diselamatkan, semua sekedar karena sebuah janji bahwa diakhir nanti, papah akan datang...! 

Beranikah kita pegang janji Bapa Surgawi diatas? Bahwa ‎Tuhan Allahmu dan Allahku yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus... Hallelujah!!!

Smile, it's Friday, so embrace His Grace, 
For Grace leads back to the first love
Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-15 01:32:27

Kamis 14 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 5:1-5 "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 
dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah..."

Menjadi anak anak kekasih Tuhan yang juga penurut-penurut Allah seperti yang Paulus sampaikan kepada jemaat Tuhan di Efesus ternyata masih sangat relevant hari-hari ini di dalam gereja Tuhan sekalipun. 

Hal-hal apa yang menandai anak-anak kekasih y-g menjadi penurut-penurut Allah? ‎Mereka hidup "...di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah..."

Bagaimana umat Tuhan bisa hidup di dalam kasih? Sebab mereka telah menyerahkan dirinya sendiri sama seperti Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang harum bagi Allah. Inilah kunci rahasia hidup di dalam kasih.

Secara sederhana, seorang suami untuk sungguh-sungguh bisa hidup mengasihi istrinya, tidak menceburkan diri ke dalam percabulan dan persundalan, kita, saya termaksud, harus rela menyerahkan hidup kita demi istri kita sbg 'KORBAN' yang berbau harum... 
---> Sejujurnya, setelah kita menikah sekian tahun, seberapa cantik dan luar biasanya istri kita, ada waktu waktu dimana seorang suami yang adalah hamba Tuhan sekalipun, akan mengalami masa masa jenuh dan bisa saja tergoda oleh kehadiran wanita lain dihidupnya. Kalau semua kita mau jujur, setiap kita akan mengalami masa masa itu... tapi bedanya, ada yang menyangkal keinginan dagingnya dan ada juga yang mengikuti keinginan dagingnya. Bagaimana kita dapat menyangkal keinginan daging kita agar tdk jatuh ke dalam percabulan dan kecemaran? Tanamkan di dalam hati dan pikiran kita masing-masing bahwa saya untuk berkenan kepada Tuhan dan demi menguduskan pernikahan saya sendiri, saya harus dan bersedia dgn rela untuk menjadi korban... sekalipun saya memiliki kesempatan, sekalipun hati saya sangat tergoda, sekalipun hal ini adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, tapi karena saya sudah beristri, saya lebih memilih untuk mati dari pada jatuh ke dalam kecemaran. Bukankah ini yang dikatakan oleh Efesus 5:25 : "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya..." Bagaimana Kristus mengasihi jemaat-Nya? Dia mati bagi jemaat-Nya... Beberapa tahun silam saya pernah bermimpi, di dalam mimpi tersebut, saya bertemu dengan seorang wanita yang baru selesai berenang di pantai dan wanita tsb tersenyum kepada saya begitu rupa seperti yang tidak pernah saya jumpai di dalam hidup sebelumnya. Wanita itu hampir seperti malaikat yang begitu sempurna,... dan hati saya sangat tergoda, lalu kaki saya mulai melangkah mendekatinya... ketika saya hanya beberapa meter dekat dengan wanita tersebut, tiba-tiba ada kekuatan suara lain yang mendorong ayat untuk berkata, 'cabut nyawa saya sekarang Tuhan!....' Lalu saya terbangun dengan sangat ketakutan...

Saya renungkan begitu lama, dan saya bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana jika hal itu benar benar terjadi? Beranikah saya mati demi menjaga keutuhan dan kekudusan pernikahan? Saudaraku, pagi ini Tuhan mau kita mematikan keinginan daging kita untuk berbuat cabul dan cemar, demi mempersembahkan korban yang berbau harum... Relakah kita menyerahkan hal itu sbg hadiah Natal tahun ini?

 Bukan hanya percabulan dan kecemaran yang dikatakan Firman Tuhan, tapi keserakahan juga sangat diperhatikan oleh TUHAN. Semua kita ingin memiliki lebih, seorang John D Rockefeller , orang terkaya di America saat itu, begitu kayanya tapi masih begitu rakusnya, sampai ketika ditanya oleh seorang wartawan, berapa banyak lagi harta yang engkau ingini? Rockefeller berkata: 'just a little bit more... sedikit lagi saja...' Berapa banyak 'sedikit lagi'? Belajarlah utk berkata 'CUKUP ' untuk bisa mengucap syukur?... Jangan halalkan segala cara untuk mendapatkan 'sedikit lagi...' Persembahkan ucapan syukur dengan rasa cukup di hari Natal ini sebagai hadiah bagi TUHAN dan Allah kita,... 2 hadiah ini, kematian kedagingan dan ucapan syukur karena rasa cukup adalah hadiah yang berbau harum bagi TUHAN kita... Mari Persembahkan 2 hal itu kepada Raja yang telah lahir di Bethlehem...

Embrace the King of kings... for Grace leads back to the first love

‎Jesus loves you and so do I 

dibuat pada : 2017-12-14 03:20:04

Rabu 13 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini :
Efesus 4:1 "...  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu..."
Ephesians 4:1 (ISVN)  "...I, therefore, the prisoner of the Lord, urge you to live in a way that is worthy of the calling to which you have been called,"
Mark Twain berkata, 'ada dua hari penting di dalam hidup manusia, hari dimana dia dilahirkan, dan hari dimana dia menemukan alasannya...'
Tepat sekali hal itu, namun sayangnya tidak semua orang sadar dan mengerti alasan mengapa dia ada di bumi ini, khususnya dibangsa dimana dia ditempatkan, dikota dimana dia tinggal, dikomunitas dimana dia hidup, dan dikeluarga dimana dia menjadi bagian di dalamnya...
Namun yang lebih fatal adalah keadaan manusia ketika dia sudah tahu betul tujuan hidupnya namun dia tidak berjalan sesuai dengan tujuan hidupnya, inilah orang yang paling merana dibumi.
Ada satu film kartoon Disney yang berjudul 'Lady and the tramp - atau Lady dan pengembara'. Film ini mengisahkan tentang perjalanan anjing peliharaan rumah yang bernama Darling, the Lady, dalam kesesatannya, Lady bertemu dengan anjing liar sang pengembara, the Tramp. Sifat kharakter Lady dan the Tramp sangat berbeda, ada satu episode, dimana mereka berdua sedang berdiri di atas bukit, memandang kearah kota dimana Lady tinggal di dalamnya, lalu Tramp berkata, 'coba lihat, sekarang kita hidup tanpa ada pagar disekeliling kita... kita bisa pergi kemana saja dengan bebas dan melompat, melakukan apa saja sesuka hati kita,... lalu Lady dengan bingung dan takut berkata: 'tapi kita ini seekor anjing... siapa yang akan menjaga rumah dan anak tuan kita?'

---> percakapan yang sangat sederhana, tapi bermakna sangat dalam. Tramp memang seekor anjing liar, dia bisa kemana saja dia mau, dia bisa mendapatkan apa saja yang dia suka, dia juga tahu tujuan hidupnya, tapi dia sampai saat itu, memilih untuk tidak hidup menghidupi tujuannya.... Lady mungkin hidup dengan dibatasi pagar, dia tidak hidup sebebas Tramp, tapi Lady bukan hanya tahu tujuan hidupnya, dia dengan rela dan sadar menjalani tujuan hidupnya, menghidupi tujuan hidupnya. Itulah yang Paulus nasehatkan kepads jemaat di Efesus, dan yang juga berlaku bagi kita semua pagi ini, "...  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, SUPAYA HIDUPMU SEBAGAI ORANG-ORANG YANG TELAH DIPANGGIL BERPADANAN DENGAN PANGGILAN ITU ..."
Bukankah tanpa sadar duniapun sebenarnya mengharapkan demikian, seorang guru sepantasnyalah hidup seperti layaknya seorang guru, menjadi contoh dan teladan bagi murid-murid-nya, seorang ayah, hiduplah sebagai panutan dan bersikap seperti layaknya seorang papah, demikian juga seorang mamah, seorang pemimpin dll. Lalu bagaimana dengan seorang hamba Tuhan? Bukankah sepantasnya kita hidup sama seoerti Kristus yang kita layani? Anak-anak Tuhan, bukankah sepantasnya kita mencerminkan kharakter Bapa di Surga? Jika engkau tahu tujuan hidupmu, namun menolak untuk menghidupi tujuan tersebut, pagi ini dengar dan perhatikan Firman Tuhan, kerinduan dan peringatan Tuhan bagi setiap kita agar dunia diselamatkan, agar nama Tuhan dihormati, sudah saatnya...HIDUPMU SEBAGAI ORANG-ORANG YANG TELAH DIPANGGIL BERPADANAN DENGAN PANGGILAN ITU ... supaya kita layak menyandang pangilan tersebut,.. worthy of the calling to which you have been called,"

Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-13 01:53:05

Selasa 12 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 3:14-19 "...Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 
yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
Pelajaran penting pagi ini buat semua kita orang-orang beriman, yang setia berdoa dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan mengimani doa-doa kita dengan sepenuh hati, perhatikan doa dan kerinduan hati Paulus yang juga adalah kerinduan yang keluar dari hati Tuhan : Efesus 3:16-17 "...Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih."
Kenapa iman kita harus berakar dan berdasar di dalam kasih? Bukankah iman itu saja sudah luar biasa? Iman itu menyelamatkan... iman itu menarik mujizat terjadi atas kita, lalu untuk apa iman kita itu harus berakar dan berdasar di dalam kasih?
‎Ada begitu banyak doa orang beriman tapi tidak berdasar dan berakar di dlam kasih. Yakobus 4:2-3 bahkan mengingatkan akan hal ini: "...Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."
---> Coba kita jujur dan melihat kepada diri kita sendiri, berapa banyak doa-doa kita itu persis seperti yang Yakobus 4:3 katakan? Kita berdoa supaya diberkati, diberikan ini dan itu, semua hanya untuk memuaskan diri kita sendiri. Tidak sedikit bahkan gereja-gereja terjebak dalam kesalahan yang sama, hamba-hamba Tuhan berlomba-lomba mempertaruhkan iman percayanya, bermain main dengan hikmat kata-kata dan tanda-tanda mujizat untuk mengeruk kekayaan bagi dirinya sendiri, hindari orang-orang seperti ini, sekalipun mereka menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan hebat, sebab iman percayanya tidak berakar dan berdasar di dalam kasih!
Dengan demikian, barulah kita... " dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.... & supaya kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
 ‎‎Inilah yang banyak hilang dari antara anak-anak Tuhan hari-hari ini, kita tidak dapat mengenal kasih Tuhan di dalam sepenuh kepenuhan Allah, sebab hati dan pikiran kita bercabang. Satu test sederhana, jika engkau diperhadapkan kepada UNTUNG BESAR tapi harus menyimpang dari tujuan Tuhan di dalam hidupmu, akankah engkau justify dirimu sendiri untuk mengambil UNTUNG BESAR itu? 
Atau jika engkau akan menerima kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang sudah lama engkau idam-idamkan, atau yang terlalu manis untuk dilepaskan, tapi hal itu akan merugikan orang lain, contoh sederhananya, jika hatimu terpikat kepada keuntungan atau kepada seorang wanita tapi dia bukan istrimu, mengambil keuntungan tersebut atau menjamah wanita tersebut akan membuat orang lain dirugikan dan terhianati, minimal istrimu akan terhianati, adalakah engkau terus melangkah dan membiarkan kakimu maju terus, juga tanganmu menjamah sesuatu yang bukan hakmu atau milikmu?
Hal hal sederhana itu membuat kita tidak pernah dapat mengenal kepenuhan kasih Allah sebab hati dan pikiran kita penuh dengan kerakusan dan keinginan diri sendiri... kita bahkan merohanikan semua itu dgn membawanya dalam doa-doa kita. Ada terlalu banyak contoh memalukan yg membuat hidup anak-anak Tuhan menjadi batu sandungan bagi orang lain, sebab iman percaya kita tdk berakar dan berdasar dlm kasih...
Jika iman kita berdasar dan berakan di dalam kasih, maka pastilah kita akan melihat perbedaan, bedanya adalah "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." ( 1 Korintus 13:4-10 )  
Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-12 02:08:35

Senin 11Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 2:19-22 "...Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 
Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh..."
‎Kehidupan anak-anak Tuhan atau gereja Tuhan, seharusnyalah menggenapi dan dibangun diatas dasar yang dijelaskan oleh Paulus kepada jemaat di Efesus di atas. Coba perhatikan kebenaran ini:

1. Kehidupan anak-anak Tuhan yang sehat dan mau bertumbuh haruslah dibangun dengan kesadaran penuh bahwa kita membutuhkan persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Perhatikan sekali lagi ayat 19 di atas:
 "...Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,..."

Tidak akan pernah ada kehidupan kekristenan yang sehat dan kuat tanpa didahului oleh satu persekutuan diantara saudara-saudara seiman, atau yang disebut oleh Paulus sebagai 'kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah...', sekalipun memang benar bahwa akan ada waktunya dimana kita sebagai anak Tuhan harus berdiri sendiri hanya bersama Tuhan melewati masalah yang Tuhan sedang kerjakan di hidup kita, tapi pada umumnya, kekristenan yang kuat dan stabil itu sangat membutuhkan persekutuan diantara saudara-saudara seiman.
Di dalam persekutuan orang-orang percaya itulah, kharakter Illahi akan mulai dibentuk, kita akan merasa sepenanggungan, memiliki dan merasakan beban ‎yang juga dirasakan oleh saudara-saudara kita di dalam persekutuan orang-orang yang diselamatkan. Keperdulian diantara anak-anak Tuhan inilah yang menjadi rahasia kekuatan Gereja Tuhan yang tidak mampu dimengerti oleh musuh...
Pada awal awal penyiksaan hamba-hamba Tuhan di gereja bawah tanah di China, tentara komunis menangkap para hamba-hamba Tuhan gereja bawah tanah itu dan membiarkan mereka melihat satu sama lain yang telah terlebih dahulu ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, namun mereka sama sekali tidak dibiarkan bertemu satu sama lain... di dalam pengasingan selama beberapa waktu, mereka di cuci otak dengan dikatakan kepada masing-masing mereka bahwa informasi tuduhan kepada mereka masing-masing itu diterima oleh agent rahasia China dari saudara mereka yang lain-nya. Misalnya kepada si A dikatakan semua tuduhan itu didapatkan dari si B, lalu kepada si B dikatakan bahwa semua tuduhan itu diterima lewat‎ si C, dan begitu seterusnya, sehingga mereka merasakan telah dihianati oleh satu sama lain... hal ini terus menerus secara bertubi tubi dilontarkan kepada mereka, sehingga mereka dibiarkan untuk merasa kecewa dan dihianati oleh sesama hamba-hamba Tuhan yang lain...
Betapa kagetnya para tentara komunis ketika mereka semua akhirnya dipertemukan, tentara komunis China berpikir bahwa hal pertama yang akan mereka lakukan satu sama lain ketika akhirnya mereka dipertemukan adalah mereka akan baku hantam dan saling tuding diantara mereka, namun itu tidak terjadi, justru hal pertama ysng mereka lakukan adalah, mereka saling berpelukan dan menangis bahagia sebab bisa bertemu saudara seiman sekali lagi... mereka saling menopang, saling memperhatikan, mereka malah menanyakan tentang keluarga masing-masing, jemaat Tuhan masing-masing... Sama sekali tidak ada yang mengubris perkataan tentara komunis China yang beberapa waktu lamanya menanamkan kebencian terhadap satu sama lain...

Terbukti bahwa siasat jahat manusia tidaj mampu memecahkan persekutuan diantara tubuh Kristus di China, sebab persekutuan tubuh Kristus itu lebih kuat dan siasat jahat iblis. Semua kita perlu 'fellowship' dgn sesama tubuh Kristus, tahukah saudara apa arti kata fellowship? 'two or more fellows in one ship - dua atau tiga orang didlm satu perahu' itulah arti kata fellowship. 

2. ‎Kehidupan Kekristenan yang kuat dan kokoh harus dan mutlak harus dibangun diatas dasar Kristus! Coba perhatikan ayat 20 & 21 diatas: dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan."
Tapi apakah selalu dan semua demikian? Kenyataannya, sangat menyedihkan untuk dikatakan bahwa tidak semua pelayanan, kehidupan anak-anak Tuhan dibangun di atas dasar Kristus! Ada yang dibangun di atas kepentingan-kepentingan terselubung, itu sebabnya mudah terbakar dan habis lenyap... 

3.‎ Ada satu otoritas yg mutlak berkuasa, yaitu Roh Kudus didlm hidup dan persekutuan orang-orang percaya. Ayat 22 berkata:
‎"Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh..." Namun kembali sekali lagi saya ingin tegaskan, benarkah demikian? Billy Graham pernah berkata, 'jika Roh Kudus diangkat hari ini, ada lebih dari 80% gereja dan pelayanan yang akan tetap berjalan tanpa ada bedanya...' Bukankah itu menakutkan? Bagaimana dengan kita sendiri secara pribadi, jika setelah mendukakan Roh Kudus dengan secara sengaja berbuat dosa, kita masih tetap nyaman dan biasa saja menyembah Tuhan, melayani Tuhan, jangan jangan kita termaksud yg 80% lebih itu yg dikatakan oleh Billy Graham?...
‎Saudaraku, dlm hal inilah, kita perlu Roh takut akan Tuhan, supaya setiap kali kita keliru, damai sejahtera Tuhan akan berbicara mengingatkan kita. Orang-orang yang takut akan Tuhan, bukan hanya terhindar dari dosa, mereka bahkan tidak berbuat dosa lagi... bukankah itu Firman Tuhan melalui Musa: Keluaran 20:20 "Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud SUPAYA TAKUT AKAN TUHAN ADA PADAMU, AGAR KAMU JGN BERBUAT DOSA..."
‎Embrace His Grace, for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-11 02:50:07

Jumat 08 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Efesus 1:3-4 "...Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.‎"

‎Apa arti atau bukti bahwa kita sungguh-sungguh telah menerima Grace atau kasih karunia Allah dan tidak sedang menyia-nyiakan atau melemparkan begitu saja seperti sampah semua kasih karunia Allah yang sudah kita terima? 

Coba renungkan beberapa kejadian yang sempat dicatat di ke empat Injil untuk kita fahami:

- Di pinggir kolam Bethesda, Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang sudah 38 tahun menjadi lumpuh. Tidak mungkin lagi dipulihkan,  kemudian kasih karunia turun atasnya, dan Yesus berkata:
‎Yohanes 5:8, 14 "...Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

- ‎Dalam perjalanan ke bukit Zaitun, Yesus dipertemukan oleh seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Menurut hukum Taurat, dia harus mati dirajam... kemudian kasih karunia turun atasnya, dan Yesus berkata: Yohanes 8:10-11 "Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Sepertinya kata-kata inilah yang selalu ada di pikiran dan hati Yesus setelah Dia memberikan kasih karunia yang sesungguhnya tidak layak kita terima: 'pergi dan jangan berbuat dosa lagi...' Itulah juga menjadi bukti bahwa kita telah menerima dan tidak sedang menyia-nyiakan kasih karunia yang Tuhan sudah berikan,... anugrahkan bagi kita. Hal itu juga yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Efesus sbg tujuan Tuhan atas semua kebaikan dan anugrah-Nya, "...Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.‎"

Menjadi kudus dan tidak bercacat dihadapan-Nya adalah impian Tuhan bagi setiap kita, bahkan hal itu merupakan tuntutan Tuhan bagi setiap kita yang sudah menerima kasih karunia-Nya, tapi mungkinkah manusia menjadi kudus dan tidak bercacat dihadapan-Nya? Pertanyaan yang lebih tepat adalah, jika itu merupakan kehendak Tuhan, Dia pasti akan memampukan kita untuk menjadi kudus...

Bagian kita adalah berdoa minta kekuatan Tuhan untuk kita bisa menjadi kudus dan tidak bercacat, lalu juga kita harus belajar untuk menyangkal kedagingan kita sendiri. Yang sering terjadi adalah anak-anak Tuhan yang bolak balik jatuh kembali kepada dosa yang lama, entah itu perzinahan, kerakusan, perseteruan, kemabukan dll, mereka memutuskan dan sungguh-sungguh percaya bahwa mereka tidak mungkin berubah, sehingga mereka terus saja hidup didlm dosa. Kita perlu belajar untuk percaya dan sepakat dengan Tuhan sendiri, jika Dia berani berkata: 'go and sin no more, pergi dan jangan berbuat dosa lagi,...' sepakati perkataan Tuhan itu... aminkan yang Yesus katakan, dan minta Roh Kudus bimbing dan bantu kita melangkah pergi dengan tidak berbuat dosa lagi... dengan demikia, kita sedang menggenapi tujuan Tuhan atas hidup kita...

Greetings from Lampung
Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-08 01:43:38

Kamis 07 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
Galatia 4:22-26, 28-30 "...Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 
Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --
Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab — dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 
Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 
Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 
Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."

Kepada jemaat di Galatia, Paulus menasehati bagaimana agar jemaat jemaat Tuhan disana dapat hidup untuk menggenapi semua janji janji Tuhan. Paulus menggunakan kiasan tentang 2 anak-anak Abraham, yaitu Ismael dan Ishak. Yang satu adalah Anak yang diperanakan dan lahir lewat daging atau kedagingan, yaitu Ismael, dan yang lain adalah anak yang dilahirkan karena janji, yaitu Ishak.‎ Anak yang dilahirkan lewat kedagingan adalah anak yang dikandung di rahim perhambaan yaitu Hagar, sedangkan anak yang dilahirkan lewat janji adalah anak yang dikandung oleh istri yang adalah buah dari satu 'ikat janji' dihadapan Tuhan, yaitu pernikahan.

Ketika kedua anak itu mulai bertumbuh bersama, sering terjadi percekcokan diantara keduanya, yang satu melawan yang lain... sampai pada akhirnya, Sara, ibu dari anak hasil sebuah ikat janji berkata: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." Sekali lagi, ini adalah lukisan atau kiasan yang Paulus gunakan bukan secara lahiriah, tapi untuk menggambarkan kehidupan kerohanian. Ibu sebuah ikat janji berkata: 'usirlah kedagingan dan buah kedagingan itu... sebab jika tidak demikian, maka kedagingan dan buah kedagingan itu akan merusak bahkan menghancurkan HAK WARIS dari sebuah ikat janji...' Itulah sebenarnya isi perkataan Paulus diatas.

Coba ‎ bayangkan dan applikasikan kepada hidup kita masing-masing, setiap pribadi diantara kita sudah menerima sebuah janji dari hasil pernikahan antara pemilik janji yaitu Tuhan sendiri dan kita. Roh TUHAN adalah buah janji itu didlm hidup kita,... tapi seringkali, secara bersamaan, ada kedagingan yang masih bekerja sekuat tenaga untuk sama sama hidup di dalam kita. Buah buah kedagingan itu seperti yang Firman Tuhan katakan:  "...Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah..." ( Galatia 5:19-21)
---> Bukankah buah buah kedagingan itu masih sangat semarak di dalam geraja Tuhan sekalipun? Terkadang walaupun memalukan, tidak sedikit percabulan masih ada diantara anak anak Tuhan,... iri hati, kemabukan, egois,... bukankah semua itu bukti bahwa anak daging masih bersama sama hidup satu rumah dengan anak ikat janji? Siapa yang bertanggung jawab? Siapa yg harus bertindak? 

SAYA SENDIRI YG HARUS BERTINDAK DAN MENGUSIR KEDAGINGAN!!!

Jangan biarkan kedagingan dan Roh TUHAN hidup bersamaan di dalam kita, supaya kedagingan dan buah buahnya tidak merusak dan menghancurkan janji Tuhan bagi kita...
Itulah pesan Firman Tuhan pagi ini...

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 
Jesus love

dibuat pada : 2017-12-07 02:15:46

Rabu 06 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
Galatia 2:1-2, 9 "...Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Titus pun kubawa juga.
Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi — dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang —, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 
Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat..."

Jika kita melihat dari judul yg diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia untuk Galatia 2 ini, kita akan menemukan judul yang berkata: 'Paulus diakui oleh‎ para Rasul'. Apa sesungguhnya yang diupayakan oleh Paulus sehingga akhirnya dia diakui oleh para rasul-rasul yang lain? Berapa lama Paulus berjuang hingga akhirnya dia diakui dan diterima oleh para rasul pada waktu itu?

Ayat pertama dari Kitab Galatia 2 berkata:  "...Kemudian setelah lewat empat belas tahun,..."‎ 
Kemudian ayat 9 berkata: " Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat..."

Coba bayangkan, demi untuk satu kebenaran yang Tuhan ingin Paulus kerjakan, yaitu untuk menyatakan Kasih Tuhan kepada orang-orang bukan Yahudi‎, Paulus harus menerima penolakan bahkan dari dalam kalangan para rasul sendiri... hingga setelah 14 tahun kemudian, barulah para rasul melihat dan menjadi yakin atas apa yang Tuhan ingin kerjakan bagi mereka saat itu.

Inilah satu kebenaran yang perlu kita fahami dan benar-benar kita juga alami. Terkadang untuk satu kebenaran sekalipun, kita perlu melewati kurun waktu yang cukup panjang untuk dapat diterima dan diakui oleh orang-orang lain disekitar kita.‎ Paulus tahu persis dan begitu yakin akan panggilan Tuhan bagi dirinya. Paulus berjuang untuk keselamatan orang-orang yang bukan Yahudi, dan tugas ini dia terima dari Tuhan sendiri, tapi untuk tugas semulia inipun, dia tidak langsung diterima dan diakui oleh para rasul-rasul yang lain... diperlukan waktu 14 tahun sampai dia benar-benar diterima dan diakui panggilan-nya.Yang menarik untuk kita tiru adalah, Paulus tidak berjuang untuk mendapatkan pengakuan tersebut, tapi dia tanpa mengenal lelah, berjuang untuk tugas dan panggilan tersebut... itulah yang berbeda dengan kita hari-hari ini. Kita lebih banyak berjuang untuk mempromosikan dan membela diri sendiri, tapi kita santai atau sama sekali tidak berjuang untuk tugas dan visi yang Tuhan berikan kepada kita, bukankah benar seperti itu adanya pada kita? 

Jika hari-hari ini kita menjadi kecewa dan bahkan frustasi karena kemurnian hatimu tidak diterima atau tidak diakui oleh orang-orang disekitarmu, jangan kecewa, memang untuk sesuatu yang mulia, dibutuhkan waktu untuk menilai kemurniannya... ‎sebaliknya jika engkau terlalu cepat untuk dipuji dan diberi sambutan yang meriah, seringkali yang seperti itu adalah entah palsu atau ada niat busuk dibaliknya.

Biarkan tangan Tuhan yang bekerja dan membentuk hidup kita... bersabar jika kita harus menghadapi penolakan sekalipun, Tuhan tidak buta,... Tuhan tidak tuli,... pada waktunya Tuhan, orang-orang lain akan dicelikan untuk melihat penyertaan dan keberpihakan Tuhan kepada kita. Tetap sabar dan tetap setia...

Embrace His Grace,... for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-06 02:04:50

Selasa 05 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ini :
Galatia 1:24 "...Dan mereka memuliakan Allah karena aku...."

--> Inilah kesaksian hidup Paulus,... 'mereka memuliakan Allah KARENA AKU...' dapatkah kita sebagai orang percaya berkata dengan jujur kebenaran ini? Dapatkah kita sejujurnya berkata: 'orang-orang itu memuliakan Allah karena aku?...' Ini adalah pernyataan kebenaran yg terus menerus saya doakan dan gumuli agar setiap kita jemaat jemaat Tuhan yang tergabung di dalam gereja-gereja lokal bisa benar benar menyatakan kebenaran ini seperti Paulus, karena kitalah, karena melihat hidup kitalah, orang-orang disekitar kita memuliakan Tuhan. Disinilah bedanya bersaksi dan menjadi saksi!

Sebagai gembala, sering saya menjumpai jemaat yang rindu bersaksi di atas mimbar, mau memberitakan Firman diatas mimbar, tapi hidupnya belum tentu menjadi kesaksian... Sudah saatnya gereja benar benar menjadi saksi bukan sekedar bersaksi... Jika saudara lihat di YouTube, ada begitu banyak olok-olokan diarahkan kepada kami para hamba hamba Tuhan yang bagi sayapun, sangat menjijikan melihat tingkah laku dan kerakusannya para hamba hamba Tuhan tersebut... Focusnya adalah diri sendiri dan kemakmuran yang ujung ujungnya juga untuk dirinya sendiri... mereka dipermalukan, diolok-olok, sama sekali tidak ada hormat kpd 'orang-orang yang diurapi Tuhan...' tapi salah siapa? Bagaimana dunia bisa sadar bahwa kami para hamba hamba Tuhan itu seharusnya layak untuk menerima penghormatan,... sedangkan kehidupan kita sendiri lebih tepat disebut setengah pendeta setengah perampok... ‎atau setengah pendeta setengah pelacur...

Jika kita benar-benar murid Yesus, maka sudah seharusnyalah kita semakin hari semakin serupa seperti Kristus... apa tanda pertumbuhan Yesus ketika Dia ada dimuka bumi? Coba perhatikan hal ini:
Lukas 2:52 "...Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."

---> ketika Yesus semakin besar, semakin dewasa, Dia semakin dikasihi oleh Allah dan manusia... Adakah hal itu juga terjadi dengan saya? Adakah saya semakin lama mengiring Tuhan, semakin lama melayani Tuhan, semakin lama mengenal TUHAN, adakah orang-orang disekitar saya semakin mengasihi saya? Adakah saya semakin berkenan kepada Tuhan? Sebab sudah seharusnyalah jika saya menyebut diri saya sebagai hamba Kristus, sebagai murid Tuhan, bukankah sepantasnya saya semakin serupa seperti Dia? Yesus semakin dikasihi Allah dan juga semakin dikasihi manusia...

Berapa lama kita sudah menikah? Bagaimana tanggapan istri, suami atau anak-anak kita tentang kita? Adakah mereka ‎ semakin melihat perubahan kharakter pada kita?

Mari kita belajar lebih jauh dari hidup Paulus, apa yang dia kerjakan sehingga dia bisa berkata:  "...Dan mereka memuliakan Allah karena aku...." ‎(Galatia 1:24)? Coba lihat kesaksian hidup Paulus beberapa ayat sebelumnya:

Galatia 1:10 "...Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."
---> Itulah kunci kesaksian Paulus, dia bukan berupaya mencari kesukaan manusia atau berusaha mencari perkenanan manusia, tapi sebaliknya, yang Paulus kejar adalah hatinya Tuhan, perkenanan Tuhan... Dan ketika Paulus berkenan kepada Tuhan, radiasi perkenanan Tuhan akan membuat orang-orang disekitarnyapun mengasihi dia, sama seperti Kristus, sebab Yesus mengejar hati Bapa, mengejar perkenanan Bapa, maka Dia bertumbuh semakin dikasihi Allah, juga manusia... Sebab tidak mungkin kita berkata, saya hanya berkenan kepada Tuhan tapi kehadiran kita selalu membawa huru-hara, membawa perpecahan dan kerugian orang lain... dapatkah dikatakan itu sebagai sikap hidup hamba Tuhan? Jika dimana kita hadir, didunia business, kehadiran kita disitu membuat orang lain dirugikan... diantara keluarga kita, kehadiran kita membuat suami istri hendak bercerai sebab istrinya saya nodai... anak-anak menjadi pemberontak sebab kita racuni dengan kemaksiatan dan kerakusan kita sendiri, atau jika kita bergabung dengan satu gereja lokal, gereja tersebut tidak lama kemudian pecah sebab gereja tersebut tidak lama kemudian pecah sebab kita punya agenda tersembunyi...

Hari ini, berhenti bermain sandiwara... belajar hidup benar seperti Kristus, seperti Paulus, shingga kitapun bisa berkata:

Galatia 1:24 "...Dan mereka memuliakan Allah karena aku...."

‎Embrace His Grace,... for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-05 02:06:48

Senin 04 Desember 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
2 Korintus 12:7-10 "...Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."

Jika kita membaca dari ayat 1 sampai ayat 6 didlm 2 Korintus 12 diatas, kita akan menemukan bagaimana Paulus membanggakan kesaksian orang lain, bukan kesaksian dirinya sendiri... 
Kemudian diayat 7 sampai ayat 10, kita melihat bagaimana Paulus menjelaskan cara Tuhan menjaga dan memelihara dirinya, hatinya untuk tetap merendah dihadapan Tuhan, yaitu dengan menempatkan duri didlm daging baginya. Renungkan sebentar kebenaran ini, Paulus, seorang Rasul yang begitu luar biasa, yg dipakai Tuhan untuk menuliskan sebagian besar dari Kitab kitab di Perjanjian Baru, tapi bagi TUHAN, dia masih perlu untuk belajar 'rendah hati', dan untuk memastikan bahwa hati Paulus tidak melambung dan akhirnya dia hancur di dalam kesombongan karena merasa besar dan kuat, maka Tuhan buat Paulus selalu merasa lemah dan perlu Tuhan...‎ Dan itulah kesimpulan kesaksian Paulus, coba perhatikan sekali lagi:
‎"...Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."

Yang dia gembar gemborkan sebagai thema atau kesimpulan dari kesaksiannya adalah, kurang lebih seperti ini, jika Paulus diminta bersaksi di KKR besar saat ini dan hanya diberi waktu 5 menit, maka saya bayangkan, inilah yang akan Paulus katakan:

" Shalom saudara saudariku... Puji Tuhan, kebaikan Tuhan di dalam hidup saya adalah dia membuat saya menjadi lemah dan tidak berdaya...
Dulu saya hebat sbg orang Farisi dan ahli Taurat, sekarang saya dikejar kejar spt anjing kurus yg tidak berdaya....

Dulu posisi saya hebat dan terpandang, sekarang saya yang terbelakang dari semuanya... bahkan diantara orang yang paling berdosa, saya dibuat lebih hina daripadanya...

Dulu saya kaya raya sebab posisi dan jabatan saya, sekarang saya melarat dan sering terpaksa tdk makan karena tidak ada yang bisa dimakan...

Tapi Puji Tuhan, Tuhan biarkan saya tetap lemah dan tidak berdaya sehingga saya terus bergantung kepada Tuhan hari demi hari... Saya merasakan pemeliharaan dan sukacita Surgawi melalui kelemahan kelemahan saya... Puji Tuhan..."

Itulah kesaksian singkat Paulus‎... bisakah kira kira Gereja di akhir jaman menghargai kesaksian seperti ini? Kita lebih suka mendengar kesaksian yang berkata: 
- dulu saya melarat, sekarang saya kaya raya...
- dulu saya tidak punya pekerjaan, sekarang saya pengusaha sukses...
- dulu saya tidak terpandang, sekarang saya menjadi pejabat yg terpandang...
 Tapi seringkali kesaksian seperti ini tidak menceritakan satu bagian penting, yaitu: 
- dulu saya sering berlutut dan menangis dikaki Tuhan, sekarang saya terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan pelayanan...

Ini adalah perkataan yang persis tanpa saya kurangi sedikitpun yang ‎ saya kutib dari majalah Christianity Today. Interview dgn Richard Dortch, PTL senior vice president dan orang kedua di PTL (Praise The Lord TV Evangelism yang dipimpin oleh Jim Baker), Richard Dortch, Richard Dortch mengatakan: "...We made many mistakes. Sometimes I think the church doesn’t know anything about true success. It’s all tied down to how many stations we have on our network or how big our building is. It is so easy to lose control, to compromise without recognising it. At PTL, there was not time taken for prayer or family because the show had to go on. We were so caught up in God’s work that we forget about God..." 

‎" Kami telah membuat banyak kesalahan, kami berfikir gereja tidak tahu apa-apa tentang sukses, semua ditentukan oleh berapa banyak stasiun televisi didlm network kami... atau berapa besar gedung kami... Mudah sekali menjadi terlena dan berkompromi tanpa mengenali tujuan utamanya. Di PTL, kami tidak punya waktu lagi untuk berdoa, sebab show dan pelayanan harus terus berjalan... tidak ada waktu untuk keluarga. Kami sibuk di dalam ladang Tuhan, dan kami lupa akan TUHAN..."

Benarkah perkataan kesaksian Paulus di atas. Masihkah engkau punya waktu untuk berdoa? Masihkah ada waktu untuk keluarga? Atau kita terlalu sibuk melayani, bekerja, berbuat ini itu?... jika engkau masih merasa lemah, engkau pasti punya waktu untuk berlutut dan berdoa, itulah cara Tuhan mengajarkan kita utk rendah hati....

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-04 02:17:47

Jumat 01November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Korintus 11:1-3 "...Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! 
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya..."

Ada satu kekhawatiran Paulus bagi jemaat jemaat Tuhan di Korintus, yaitu kekhawatiran yang ada di hati seorang bapa bagi anak-anaknya. Yang paling dikhawatirkan dan ditakutkan Paulus bukanlah ‎bagaimana jemaat bisa terus berkecukupan, tapi kalau-kalau pikiran mereka disesatkan dari kesetiannya yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular dengan kelicikannya...

Sadarkah saudara apa yang sebenarnya iblis dalam rupa ular memperdaya Hawa dengan kelicikannya? 

Iblis tidak pernah menanamkan kebencian atau kemarahan di dalam hati Hawa terhadap TUHAN. Iblis hanya sekedar menanamkan keragu-raguan dihati Hawa tentang kedaulatan Tuhan. Coba perhatikan percakapan ular dgn Hawa ditanam Eden:
Kejadian 3:2-5 "...Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jaha‎t..."

Dari perkataan ular kepada Hawa, iblis menanamkan keragu-raguan dihati dan pikiran Hawa tentang Tuhan, mungkin‎ saja Hawa berfikir demikian sebelum dia mengulurkan tangannya dan mengambil buah pengetahuan baik dan jahat tersebut, Hawa berfikir:
‎- Mungkinkah Tuhan menahan sesuatu yang terbaik bagiku?...
- Atau mungkinkah Tuhan tidak mau tersaingi oleh kita manusia?...
- Mungkinkah Tuhan tidak benar-benar mengasihiku seperti yang Dia katakan?...
- Mungkinkah Tuhan memang sengaja menahan kita untuk tidak menjadi sama seperti Dia, tahu yang baik dan jahat, sehingga kita selalu harus tanya Tuhan?...

Keragu-raguan dipikiran Hawa menuntun kpd tangannya yang diulurkan mengambil buah terlarang tersebut... Tahukah saudara, ketika Hawa hendak mengambil buah yang dilarang Tuhan tersebut, maka dialam Roh, Hawa harus melepaskan gengaman tangan Tuhan yang selalu menuntunnya,... Hawa lepaskan Tuhan demi untuk memberontak kepada perkataan Firman Tuhan...
Itulah dampak dari keragu-raguan yang membawa kepada penyesatan di dalam pikiran manusia...

Saudaraku, hidup mempercayai Tuhan bukan berarti engkau tidak akan pernah mengalami kesulitan dan tekanan, tapi jangan pernah meragukan Firman Tuhan, sebab keragu-raguan itu seperti retakan kecil pada tubuh kapal. Jika retakan kecil itu engkau biarkan, tidak lama lagi, seluruh tubuh kapal yang besar sekalipun akan tenggelam oleh masuknya air ke dalam tubuh kapal.

Surat khabar USA Today 9 April 1997 menuliskan satu article hasil temuan para ilmuwan, mereka menggunakan technology Ultra-Sonographic utk melihat tubuh kapal Titanic yg tenggelam dalam perjalanan perdananya dari England menuju New York. Mereka menemukan ada beberapa celah seperti retakan dan celah celah itulah yang dipercayai mengakibatkan tenggelamnya kapal mega besar dan kokoh Titanic...

Sadarlah kita sekarang betapa berbahayanya pikiran yang meragukan kesetiaan Tuhan yang sempat iblis tanamkan di dalam pikiran anak anak Tuhan, sebab sekalipun hal itu sederhana, tapi dampaknya bisa sangat merusak...

‎Tetaplah percaya dan tetaplah setia... Tuhan tahu yang terbaik bagi hidupmu dan hidupku...

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-12-01 02:26:28