Morning Dew

Selasa, 18 Oktober 2016

Ester 7:2-3, 5-6, 9
"...Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi." 
Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba. 
Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: "Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?"
Lalu jawab Ester: "Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!" Maka Haman pun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.
Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: "Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya." Lalu titah raja: "Sulakan dia pada tiang itu." 

Ada 2 perkara yg sangat penting utk kita simak baik baik dari Ester pasal 7 ini, pagi ini kita akan lihat satu saja:

1. ‎Perhatikan kembali ayat 3 dari Ester 7 diatas:‎
"Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba."

Itulah jawaban dari permintaan Ester atas pertanyaan raja. Ester tahu persis bahwa raja telah menyakan keputusannya dan telah dibubuhi meterai raja, itu telah menjadi undang undang, jika permintaan Ester yg jelas bertentangan dgn undang undang mengusik hati raja, saat itu juga Ester atau seluruh bangsa Yahudi bisa langsung dibunuh seketika. Ingat Adonia kakak Salomo yg minta agar Abisag gadis Sunem yg menemani Daud sebelum mati, diminta agar boleh menjadi istri bagi Adonia, permintaan itu mengusik hati Salomo dan langsung Adonia dipenggal kepalanya. Meminta sesuatu kpd raja di jaman jaman itu adalah sangat berbahaya, karena jika salah meminta, kepala kita taruhannya, tapi coba lihat kharakter Ester yg terungkap dari bahasa permintaannya:‎
"...karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba."‎
---> Ester dgn tegas sampai 2 kali menyatakan '...atas permintaan hamba,... atas keinginan hamba' Ester bisa saja berkata, Mordekhai yg minta saya bicara, dgn demikian, jika permintaan tsb dianggap raja keliru, maka kepala Mordekhai yg terputus duluan, tapi bukan itu yg keluar dari mulut Ester, Ester adalah gambaran pribadi yg berani bertanggung jawab, berani ambil resiko, bukan pengecut yg lempar batu sembunyi tangan. 

Inilah kharakter luhur yg Bapa cari, anak anak Tuhan yg berani bertanggung jawab atas perbuatan dan perkataannya sendiri. Ini tdk ada hubungan-nya dgn umur saudara dan saya, banyak orang umurnya sudah tua tapi kharakternya kanak kanak, kerdil, tdk berani berkata, 'aku yg salah...' 

Jika saudara rindu dituntun masuk kedalam kedewasaan kharakter, mulai biasakan utk berani mengaku salah, berani jujur dan tampil apa adanya.‎

‎Smile while taking the Journey to Perfection,...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-17 21:06:22

Senin, 17 Oktober 2016

Ester 6:1, 6-12
"...Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 
Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 
hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya,
dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!"
Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 
Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 
Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya."‎

John Maxwell mengatakan bahwa kharakter seseorang itu akan terlihat ketika sesuatu benturan atau kejadian kejadian yg tdk lazim itu terjadi atas diri orang tsb. Spt layaknya isi sup yg sedang di bawa oleh seorang waiter atau pelayan restaurant, diluar hal normal yaitu ketika waktunya sup tsb dihidangkan, isi mangkok tsb merupakan misteri sampai tiba tiba terjadi benturan yg mengakibatkan mangkok sup tsb tumpah, barulah diketahui apa isi mangkok tsb...‎

Ada waktu waktu didlm hidup saudara dan saya, didlm hidup setiap manusia, dimana benturan benturan atau goncangan goncangan itu terjadi, kadang goncangan yg menyenangkan, spt tiba tiba untung besar spt menerima durian runtuh... tapi seringkali goncangan goncangan yg tdk menyenangkan, spt kerugian, sakit penyakit, kehilangan, kecelakaan dll. Pada saat saat spt itu, isi manusia batiniah mu akan terlihat jelas... kharaktermu akan terang terangan terlihat. Jika engkau mengalami tekanan spt Ayub, masihkah mulutmu memuliakan Tuhan? Belum tentu akan ditemukan 1 dari 1000 orang yg dpt tetap memuliakan Tuhan ketika mengalami tekanan Ayub. Bahkan Tuhan sendiri berkata kpd iblis tentang Ayub: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8)‎

Qualitas kharakter spt itu langka, bahkan lebih langka lagi adalah kharakter yg tetap setia sekalipun menerima goncangan berkat yg tiba tiba dan begitu dasyatnya... Itulah isi kharakter Mordekhai. 

Coba perhatikan kisah di ayat ayat diatas, ketika raja Ahasyweros sadar bahwa belum ada hadiah dan penghormatan yg diberikan raja kpd Mordekhai, maka pada waktu raja sedang berfikir dan berangan angan, tepat pada waktu itu juga Haman hadir dihadapan raja, dan sebelum Haman mengungkapkan isi hatinya utk menggantung Mordekhai ditiang gantungan yg sudah dia siapkan semalam malaman, raja berbicara dan bertanya terlebih dahulu...‎ hadiah apa yg pantas diberikan bagi orang yg kpdnya raja berkenan? Haman berfikir, tentu maksud raja adalah utk dirinya, sebab kpd siapa lagi raja berkenan? Lalu mulailah Haman membual bualkan penghormatan yg begitu luar biasa, yg tdk pernah terjadi sebelumnya atau diberikan kpd siapapun. Kemudian‎ raja bertitah, lakukan itu tanpa ada yg diabaikan sedikitpun bagi Mordekhai! 

Tiba tiba keadaan berubah total 180 derajat, total berbalik. Hati raja yg penuh dgn ucapan terima kasih kpd Mordekhai ditunjukan pagi itu dihadapan Haman, dan Haman tdk bisa berkata kata sepatah katapun, dan langsung mengerjakan titah raja.

Yg paling menarik adalah, perhatikan apa yg terjadi setelah Haman mengarak arak Mordekhai dgn penghormatan seorang raja,lihat kembali ayat ayat ini:‎
Ester 6:12 ‎"...Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya.‎"

---> Diayat inilah, kharakter Haman dan Mordekhai tumpah spt isi sup yg tumpah dari mangkoknya. Ketika benturan itu terjadi, 
- Haman ‎'tergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya.‎' Haman tdk mampu melihat orang lain dihormati dan diberkati sedemikian rupa, kebencian yg ada di hati Haman itu tumpah ketika Mordekhai diangkat dan dihormati begitu rupa, ketika dia sadar bahwa raja begitu berkenan kpd Mordekhai... Haman langsung pulang dgn hati sedih dan berselubung kepala... tapi tetap tdk ada pertobatan! 

- Mordekhai yg baru saja di hormati, diarak arak sedemikian rupa, dan penghormatan tsb dilakukan atau dipimpin langsung oleh Haman orang yg paling membenci nya diseluruh kota Susan atau mungkin diseluruh bumi, baru saja setelah semua itu selesai, ‎Alkitab mencatat: '...Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja,‎' Lihat kejanggalan tsb, kenapa Mordekhai tdk langsung panggil wartawan dan LSM utk melakukan pers conference? Kenapa tdk panggil pendeta utk buat 'ucapan syukur' besar besaran yg intinya adalah pamer? Kenapa tdk telphone kanan kiri memberitahukan apa yg baru saja terjadi? Tapi justru Mordekhai kembali ke pintu gerbang, kembali kpd tugasnya dan duduk lagi dipintu gerbang sbg seorang penjaga pintu.

Itulah kharakter keduanya. Jika hari hari ini benturan terjadi bagimu, ingat, tujuan Tuhan adalah utk kita sendiri belajar mengenal isi jeroan kita sendiri, isi kharakter kita, jika isinya berbau busuk, segera bertobat dan berubahlah melalui perubahan budimu, yaitu perubahan cara mu berfikir, Metanoya. 

Smile and keep persuing the journey to perfection ‎
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-16 20:04:19

Jumat, 14 Oktober 2016

Ester 6:1-6
"...Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 
Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun." 
Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 
Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk."
Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 

---> Ketika Ester seakan berlambat lambat dlm memaksa pertolongan dari raja, sementara itu Haman bin Hamedata telah bersiap-siap utk memaksa raja utk menggantung Mordekhai. Tiang gantungan yg tingginya 50 hasta itu telah disiapkan oleh Haman utk Mordekhai. Coba bayangkan malam itu, ketika 2 hal terjadi di 2 tempat yg berbeda pada 2 orang yg focusnya ditujukan kpd satu orang, yaitu Mordekhai :
1. Peristiwa pertama di rumah Haman,... Haman dan orang orangnya sibuk bekerja membuat tiang gantungan bagi Mordekhai...
2. Peristiwa kedua, raja Ahasyweros tdk bisa tidur semalaman, sehingga buku sejarah harus dibacakan baginya, dan muncullah kisah kepahlawanan Mordekhai yg belum menerima reward atau imbal jasa sama sekali (ingat apa yg kita bicarakan beberapa waktu lalu tentang delayed favor atau karunia, anugrah yg tertunda?). Malam itulah saatnya Surga menggenapi janji-Nya utk membayar upah bagi orang benar! Malam itu interfensi Surga begitu kuat sehingga raja tdk bisa tidur dan utk menghibur raja, ada puluhan atau bahkan ratusan hiburan yg dpt membuat raja tidur, raja bisa dihibur oleh para penyanyi bersuara merdu utk mengantarkan dia tidur... raja bisa diberi anggur yg terbaik utk dinikmati sebelum tidur... atau apapun juga, namun hati raja diusik utk mendengar kitab kitab sejarah... Dari sekian banyak kitab kitab sejarah, kenapa sejarah tentang kepahlawanan Mordekhai itulah justru yg dibacakan bagi raja? 

Bukankah dari kesemuanya ini, kita melihat sidik jari Tuhan yg bergerak utk satu tujuan, memutuskan keberpihakan Tuhan atas 2 perkara yg terjadi dlm waktu yg sama, di 2 tempat berbeda, pada 2 orang berbeda utk nasib satu pribadi yg sama. Pada Amsal 21:1 ada ditulis: "... Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. " Dptkah saudara melihat sidik jari Tuhan yg bekerja malam itu? Spt itulah juga yg Tuhan lakukan bagi orang-orang yg benar, yg hidup takut akan Tuhan,... tenang saja, akan tiba waktunya engkau melihat sidik jari Tuhan yg bekerja utk menyatakan keberpihakan Tuhan bagi orang benar.

Pelajaran penting pagi ini bagi kita semua adalah: hidup dan mati orang benar ada pada kehendak Allah, jgn pusingkan hal itu. Jatuh bangun orang benar, masa depan orang benar bukan ada pada keputusan orang fasik atau penguasa sekalipun, tapi ada pada tangan Tuhan. Tuhan bisa gerakan hati penguasa bahkan alam semesta bisa diatur diarahkan sekehendak hati Tuhan sendiri utk menggenapi rencana-Nya. 

Jika hidupmu ditekan kanan kiri, lihat keatas, berseru kpd yg memiliki mu, Tuhan ALLAH semesta alam didlm nama Yesus, sebab pada-Nya ada jalan keluar!

It's Friday...
Smile because Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-10-13 19:30:04

Kamis, 13 Oktober 2016

Ester 5:1-8
"...Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu. 
Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. 
Tanya raja kepadanya: "Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu."
Jawab Ester: "Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja."
Maka titah raja: "Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester." Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.
Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi."
Maka jawab Ester: "Permintaan dan keinginan hamba ialah: 
Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja." 

Ketika Ester dlm keadaan terjepit, sekalipun mengandung resiko utk mati jika dia dtg kpd raja tanpa diundang, ratu Ester ‎tetap memberanikan diri utk dtg. Saudara bandingkan dgn ratu Wasti yg tadinya menjadi ratu bagi raja Ahasyweros, Wasti menolak utk dtg kpd raja sekalipun diundang utk dtg, sebaliknya Ester masuk dan dtg kpd raja sekalipun tdk diundang. Inilah bedanya antara orang yg memahami posisinya dihadapan raja dgn yg tdk. Ester memegang prinsip 'love always win... cinta selalu menang'. Memang hukum istana berkata bahwa tdk seorangpun berhak masuk kpd raja tanpa diundang, tapi cinta akan mengalahkan hukum... Ester tahu ada cinta raja dihatinya, dan dgn modal itu dia berani melangkah.

Tapi coba perhatikan sikap hati Ester, ketika raja berkenan kpd-nya sampai raja berkata setengah dari kerajaanpun akan kuberikan, apa permintaanmu? Tapi Ester tdk langsung minta apa apa, dia undang raja utk makan ke pestanya dulu, dia senangkan hati raja dulu... kemudian dipesta raja bertanya lagi, apa permintaanmu, sampai ‎setengah dari kerajaanpun akan kuberikan kpdmu? Tapi sekali lagi Ester malah mengundang raja utk dtg ke pesta yg dia buat bagi raja...
Seakan akan Ester mengulur ulur waktu, sehingga ‎sebelum perjamuan kedua dikunjungi raja, Haman bin Hamedata atas saran istrinya telah membuat tiang gantungan setinggi 50 hasta utk menggantung Mordekhai, paman Ester... Jika terlambat, Mordekhai akan mati duluan, kenapa harus buang buang waktu? Kenapa tdk langsung saja minta mumpung raja berkenan?

Inilah kharakter yg kita perlu belajar dari Ester, yg dilukiskan dgn satu kata: 'wait atau tunggu'. Sangat sederhana kedengarannya, tapi sangat luas dan dlm maknanya. Tdk banyak anak Tuhan yg memahami kata 'tunggu', kita jauh lebih suka sesuatu yg istant. Jika kita berdoa minta tolong jawabannya harus terjadi dan tersedia sebelum amien‎... sikap hati yg spt itu akan membuat kharakter kita kerdil dan lemah... seringkali penantian yg tanpa kepastian akan membuat imam kita kokoh dan penyerahan diri kita kpd Tuhan semakin sempurna. Kata 'tunggu' akan mengukir kharakter penguasaan diri didlm diri manusia, sehingga kita dpt menang atas pencobaan. Semua cobaan yg ada dihidup kita sesungguhnya lebih banyak bukan mendorong kita memilih benar atau salah, kiri atau kanan, tapi sekarang atau nanti... mau diberkati sekarang atau nanti? Kalau mau cepat, nyolong atau pinjam saja, tapi kalau mau nanti bekerja dulu... 

Itulah sikap yg Ester tunjukan dihadapan raja, penguasaan diri,... belajarlah utk menguasai dirimu sendiri, belajar utk 'menunggu, menanti nantikan waktunya Tuhan. Jgn paksakan utk hidup instant, Tuhan tdk pernah terlambat!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-12 20:08:18

Rabu, 12 Oktober 2016

Ester 4:10-16
"...Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 
"Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." 
Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 
"Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."‎

---> Pada ayat 13 dan 14 dari Ester 4 ini, bisa saya katakan bahwa inilah jantung dari keseluruhan kitab Ester, perhatikan sekali lagi: ‎
"...Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." ‎
Bahkan mungkin tdk berlebihan jika saya katakan, inilah dasar utama utk memahami arti hidup yg dituliskan didlm Firman Tuhan. 

Bagi setiap kita, setiap individu yg sedang menjalani hidup utk mengenal rencana Tuhan bahkan yg mengejar utk semakin serupa dgn gambar Kristus, perhatikan satu nasehat luhur yg disampaikan Mordekhai kpd Ester yg saya percaya juga berguna utk semua kita. 

Pada akhirnya, setiap manusia akan diperhadapkan kpd mezbah spt Abraham, dimana 'Ishak kita' akan kita persembahkan di altar tsb atau tdk. Hal itu hanya terjadi satu hari, satu moment, satu waktu di hidup masing masing kita... Itulah test hidup yg harus masing masing kita lewati. Betapa pentingnya test hidup tsb, sehingga Tuhan mempersiapkan Abraham sedemikian rupa, jauh jauh waktu yaitu kharakternya, mentalnya, rohaninya utk tdk gagal dlm masuk ke test hidup tsb. Sesungguhnya, kalau kita lihat kebelakang, seluruh hidup Abraham, bapa orang percaya itu, tdk ada gunanya sama sekali tanpa dia lulus melewati test hidup dihadapan mezbah di gunung Moria. Satu hari menentukan seluruh hidup Abraham, sejak hari itu, Tuhan bersumpah demi kekudusan-Nya utk menjadikan Abraham bapa satu bangsa yg besar, yg berkenan kpd-Nya. 

Hal yg sama juga terjadi dgn Ester,... secara undang undang memang Ester benar utk tdk sembarangan masuk ke ruang raja... apalagi ketika tdk diundang. Namun keadaan memaksa, jika tdk melakukan interfensi, maka kematian bisa melanda seluruh umat Yahudi di benteng Susan. Mordekhai berpesan kpd Ester:‎ "...Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." ‎

2 hal penting yg menjadi pesan Mordekhai :
1. Rencana Tuhan atas bumi ini, atas umat manusia tdk akan gagal, namun jika engkau dan saya menolak utk digunakan didlm pemenuhan rencana besar Tuhan, maka rencana besar itu akan digenapi Tuhan melalui orang lain.‎"...Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain,..."

2. Posisi kita, talenta kita, berkat yg kita terima dari Tuhan, bukan sekedar utk dinikmati sendiri... Ester menjadi ratu bukan karena dia cantik atau karena Tuhan mau memberkati Ester,... tapi Ester menjadi ratu utk satu hari itu, dimana dia akan mempertaruhkan posisi dan jabatannya sbg ratu, bahkan nyawanya sbg orang hidup utk hidup bagi banyak orang. itulah nasehat Mordekhai bagi Ester dan juga nasehat Firman Tuhan bagi kita semua. Utk siapa engkau hidup? Utk apa semua talenta dan berkat yg Tuhan berikan kpdmu? Utk bersenang senang sendiri atau utk hidup orang banyak?‎

‎Bagi Ester yg hatinya mau dinasehati Mordekhai, hidupnya dia letakan diatas altar spt Abraham meletakan Ishak... karir dan jabatannya siap disembelih diatas mezbah spt Abraham siap menancapkan pisau itu ke jantung Ishak. Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: "...‎aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."‎

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-11 22:09:20

Selasa, 11 Oktober 2016

Ester 3:12-15
"Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja, kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya; surat itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja. 
Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas — yakni bulan Adar —, dan supaya dirampas harta milik mereka.
Salinan surat itu harus diundangkan di dalam tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, supaya mereka bersiap-siap untuk hari itu.
Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar..." ‎

--> Ketika niat Haman bin Hamedata telah bulat dan berhasil membujuk raja Ahasyweros utk membinasakan semua bangsa Yahudi menjadi undangan undang, perhatikan peristiwa sangat kontras yg terjadi di istana raja, yaitu di puri Susan dan di seluruh kota Susan, perhatikan kembali ayat 15 diatas:
‎"...Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar..." ‎

Diseluruh kota Susan, terjadi kegemparan dan ketakutan luar biasa, namun didlm istana raja, Haman bin Hamedata sedang 'duduk minum minum...' Dpatkah saudara bayangkan pemandangan yg sangat bertolak belakang ini? Inilah yg disebut 'kusta di hati'!.

Orang yg terkena penyakit kusta, di alkitab disebut sbg penyakit yg najis, dimana orang yg terkena kusta tdk diijinkan masuk ke dlm hadirat Tuhan, bahkan lewat diantara orang Israel pun mereka tdk diperkenankan. Penyakit kusta menyerang syaraf syaraf perasa dari seseorang. Orang yg kena kusta bisa duduk melipat kakinya sepanjang malam tanpa terasa pegal atau sakit, lama kelamaan terjadi pembusukan dan bagian bagian tertentu mulai copot atau terlepas dari tubuhnya. Jari jarinya bisa memegang wajan panas dan tdk terasa sakit, lama kelamaan membusuk dan mati, terputus dgn seluruh tubuh.... Apa jadinya jika hatimu kena kusta? Spt itulah jadinya. 

Orang yg hatinya kena kusta, bukan hanya tdk mampu merasakan hadirat Tuhan, tapi juga menjadi sama sekali tdk peka terhadap sekelilingnya. Beberapa hari yg lalu di CNN.COM ada satu pemandangan kehancuran total dari kota Aleppo‎, Syria, dimana hampir tdk ada batu yg tdk dibalikan, semua bangunan hancur, anak kecil mencungkil cungkil reruntuhan batu mencari remah remah roti yg mungkin ada,... sementara di Damaskus, president Basyar Al Assad sedang berpesta dgn tamu tamunya... bukankah itu kusta di hati?

Lalu bagaimana dgn kita? Berapa banyak yg masih belum ada makanan di kota kita? Berapa banyak yg harus putus sekolah, berapa banyak yg sakit dan menunggu mati karena tdk bisa berobat, sementara kita duduk duduk minum dan pesta pora... Saudaraku, demi kasih Kristus, menangislah spt orang kusta yg dtg kpd Krsitus,... Rabuni,... tahirkan aku... minta Tuhan berikan kita hati yg peka terhadap sesama. Didlm gereja lokal saudara masing masing, saya percaya ada department diakonia, department misi, dll, buat agar gereja Tuhan terlepas dari kusta hati, belajar berbagi melalui wadah wadah tsb, supaya minimal didlm gereja kita masing masing, jgn ada yg kelaparan, jgn ada yg harus putus sekolah, dan jika sakit bisa diobati.

Haman bin Hamedata memelihara kusta dihati, beberapa hari lagi saudara akan melihat dlm pasal pasal berikutnya, penyakit kusta tdk akan berdiam diri sampai seluruh tubuh hancur dan binasa.

Berdoa hari ini demikian:
Bapaku,... Allahku, kasihanilah aku,... tahirkan hatiku... bersihkan aku dari kusta di hati. Terima kasih Yesus... Amien!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-10 21:21:09

Senin, 10 Oktober 2016

Ester 3:1, 8-11
"Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 
Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: "Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa.
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja." 
Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu,
kemudian titah raja kepada Haman: "Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik."

---> Sebelum kita melihat lebih jauh dan belajar dari hidup Haman bin Hamedata, coba lihat satu ayat ini:
‎Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu..." ‎

Apa sebenarnya yg dimaksud dgn 'mengakui Tuhan didlm segala tingkah laku kita? Apakah spt orang latah yg dikit dikit kalau kaget keluar perkataannya adalah 'eh Yesus eh Yesus'? Atau gampang sekali bersumpah 'demi Tuhan...'? Bukankah tindakan dan perkataan spt itu lebih tepat disebut sbg penggenapan dari perintah ketiga dari 10 perintah Allah yg diajarkan Musa: "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan,.... " (Keluaran 20:7)‎ . Lalu bagaimana kita 'mengakui Tuhan ' dlm setiap laku kita? Secara sederhana, Paulus menjelaskan hal ini dlm satu ayat kpd jemaat di Kolose: Kolose 3:23 "...Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."‎

Sesederhana itu, untuk keperluan siapa perbuatan dan hidup kita tertuju? Bagi kemuliaan siapa kita lakukan semua dihidup ini, hal ini akan membedakan sangat sangat jauh antara orang benar yg sedang mengerjakan kehendak Bapa dgn orang yg berlagak benar yg mengerjakan kehendaknya sendiri.

‎Haman bin Hamedata adalah seorang yg mendapatkan kasih karunia Tuhan didlm hidupnya begitu luar biasa... Dari semua pegawai pegawai raja Ahasyweros, Haman telah diangkat begitu tinggi melebihi semua pegawai raja yg lainnya. Jika saja Haman melakukan apa yg Firman Tuhan di Amsal 3 dan di Kolose 3 diatas katakan, saya yakin Haman pasti terhindar dari malapetaka dan kehancuran yg dia ciptakan sendiri. Sebaliknya karena hatinya yg rakus dan gila hormat, semua tindakan dan tingkah lakunya diarahkan kpd dirinya sendiri semata. Haman bahkan berani menyogok raja Ahasyweros dgn 10,000 talenta perak utk membantai seluruh kaum dan bangsa Mordekhai, yaitu umat Yahudi di Babel, hanya karena dia merasa dihina dan tdk mendapatkan cukup hormat. Utk siapa Haman hidup? Ketika dia mendapatkan promosi dan kedudukan yg tinggi, bagi siapa semua kedudukan yg tinggi itu ditujukan? Apakah utk TUHAN atau utk dirinya sendiri semata mata? 

Jika saudara perhatikan seluruh kitab Ester, ada 2 atau 3 pribadi yg mendapatkan kasih karunia Tuhan yg begitu besar, begitu luar biasa, Ester sbg ratu, Haman sbg tangan kanan raja, dan Mordekhai sbg pengganti Haman. Bedanya adalah, pada persimpangan perjalanan hidupnya, Ester berada dipersimpangan jalan, hidup demi dirinya sendiri dan kedudukannya atau hidup bagi orang lain, Ester pilih 'siap mati', mempertaruhkan nyawanya dan hidup bagi orang lain. Haman juga sempat berada di persimpangan jalan, hidup bagi kehormatannya atau hidup bagi orang lain, merelakan sesuatu hilang dari dirinya, dan Haman memilih dirinya sendiri.

Saudaraku, ingat betul betul satu perkara ini, semua yg ada pada kita itu adalah dari Tuhan, bukan dari kita sendiri. Jika engkau sadar akan hal itu, lakukan apa yg Amsal 3 katakan, 'akuilah Tuhan dlm segala lakumu!' Jgn rakus dan gila hormat, ada bagian orang lain yg harus engkau relakan sbg pengakuanmu bahwa talentamu, karuniamu, bahkan hartamu adalah dari Tuhan, dan bagi kemuliaan Tuhan lah itu semua.‎

Kembalikan hormat bagi Dia, maka kesejahteraanmu akan berlanjut, berkatmu akan terus berlanjut... saya lihat betul dlm perjalanan hidup saya melayani Tuhan, ada berkat yg Tuhan pindahkan spt Dia pindahkan dari Haman kpd Mordekhai, hanya karena didapati orang tsb tdk layak diberkati, tdk layak menerima kemurahan Tuhan yg begitu besar.‎ Bukankah Yesus sendiri berkata di Matius 5:7 : "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Bermurah hatilah kpd saudara saudaramu, jika sekedar makanan yg mereka butuhkan dan itu ada padamu, berbagilah, sebab bukankah yg ada padamu itu dari Tuhan asalnya? jika pengampunan yg mereka butuhkan, lepaskan pengampunan, bukankah engkau sendiri telah terlebih dahulu diampuni?‎

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-09 20:30:40

Jumat, 7 Oktober 2016

Ester 2:19-23
"...Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja. 
Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.
Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros. 
Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.
Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja..."‎

---> Pagi ini kita akan belajar betapa berharganya satu perkara yg disebut 'delayed favour atau kasih karunia yg tertunda'‎. Kasih karunia yg tertunda adalah spt tabungan yg disimpan, tdk langsung dinikmati, tetapi dlm masa masa penyimpanan,... kasih karunia itu spt fine wine, akan semakin bertambah nilainya, atau spt tabungan semakin berbunga bunga...

Mordekai paman Ester menemukan satu rencana pembunuhan, dan dia menjadi pahlawan yg sangat berjasa menyelamatkan nyawa raja saat itu... apa yg terjadi setelah itu? NOTHING!!! Bahkan jika saudara perhatikan‎ persis setelah ayat 23 dari Ester 2, setelah semua peristiwa kepahlawanan Mordekhai ditulis didlm kitab sejarah,... inilah ayat berikutnya:
‎Ester 3:1 "...Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda."

Saudara lihat itu? Ester 3 dimulai dgn perkataan ' ...Sesudah peristiwa-peristiwa ini ...' persis setelah Jasa Jasa Mordekai ditulis di kitab sejarah, maka promosi diberikan kpd Haman bin Hamedata orang Agag, yg kemudian menjadi musuh utama bangsa Yahudi, orang yg membenci Mordekhai. 

Coba bayangkan sebentar, tdkkah hal itu terlihat aneh dan tdk adil? Kenapa Jasa Mordekhai dilupakan dan hanya ditulis di kitab sejarah, dan promosi justru jatuh kpd Haman orang yg gila hormat dan musuh banga Yahudi? Kenapa bukan bagi Mordekhai promosi tsb diberikan? Inilah yg disebut dgn DELAYED FAVOUR - kasih karunia yg ditunda. Saat delayed favour terjadi, sikap manusiawi kita akan berontak, minimal bertanya tanya, why??? Kenapa??? Dimana Tuhan??? Apakah Dia melihat??? Apa yg salah dgn saya??? Kenapa tdk ada keadilan bagiku??? Seribu satu pertanyaan akan sangat sulit utk dijawab, namun Tuhan mau kita belajar dari Mordekhai pagi ini, yg dpt dirangkumkan dgn satu ayat:‎‎
‎Mazmur 46:11 a "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" ‎
Itulah yg dilakukan Mordekhai, dia diam dan duduk kembali ditempat dimana Tuhan telah tempatkan dia... dgn tenang Mordekhai menanti nantikan Tuhan. Jika saudara lihat kitab Ester selanjutnya, pada kesempatan yg akan dtg nanti, saudara akan tercengang cengang, sebab ternyata delayed favour tadi telah bertumbuh dan berlipat lipat, sehingga pada waktu kasih karunia itu sungguh sungguh dibutuhkan, kasih karunia yg tertunda tadi keluar dan sudah jauh lebih besar nilainya, sehingga bukan hanya dinikmati Mordekhai atau berguna bagi karirnya, tapi juga menyelamatkan seluruh umat Yahudi dari, early holocaust, pembantaian bangsa Yahudi yg lebih awal. (holocaust adalah peristiwa pembunuhan jutaan orang Yahudi pada saat NAZI hitler).

Kenapa delayed favour bisa begitu berharga?‎ Apa yg membuat delayed favour itu memiliki nilai? Perhatikan ayat terakhir bagian terakhir dari Kitab Ester 2 : 23: "...Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja..."‎ 
--> Sebab itu bukan kitab sejarah biasa, itu ditulis dihadapan raja! Sbg peringatan bagi raja! ‎Bersyukurlah jika bagimu dan bagiku hari hari ini ada kebajikan Tuhan atau kasih karunia Tuhan yg tertunda,... jgn bersungut sungut, sebab delayed favour itu memiliki tujuan, yaitu utk membuat hidupmu berdampak dan menjadi berkat! Semua itu ditulis dihadapan Raja Surga!  Hallelujah! 

Smile if your favour is delayed today...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-10-06 20:46:27

Kamis, 6 Oktober 2016

Ester 2:15-17
"Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. 
Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh — yakni bulan Tebet — pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti..." ‎

---> Kemarin kita melihat bagaimana Wasti ditolak sbg ratu, sbg mempelai karena 'ketidak taatannya', sekarang kita melihat apa yg membuat Ester atau Hadassah berbeda dgn semua gadis gadis cantik di jaman itu? Bukan karena parasnya yg lebih cantik, sebab semua gadis gadis itu adalah cantik cantik luar biasa, bukan karena talentanya atau kemampuannya melakukan ini atau itu, sebab hal itu sama sekali tdk diuji, tapi ada satu kharakter yg sangat menonjol dari Ester, coba perhatikan:‎
 "Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia..."‎

--> Ternyata sama spt Wasti ditolak karena ketidak taatannya, Ester justru diterima karena KETAATAN-nya'. Semua yg Ester minta atau inginkan utk masuk menghadap raja akan diserahkan kpdnya, namun Ester tdk menghendaki apapun kecuali apa yg dikehendaki Hegai sida sida raja tsb. Kita akan belajar lebih jauh pintu pintu apa yg akan dpt dibuka oleh kunci 'ketaatan'. Tanpa disengaja, ketaatan Ester terhadap kehendak Hegai, telah membuat Ester dikasihi oleh orang terdekat raja, yaitu Hegai, mentri raja yg bertanggung jawab memilih dan merawat seorang mempelai bagi raja.‎ Jika ada seorang yg tahu kesukaan raja atau apa yg menyenangkan hati raja, orang itu adalah Hegai. Dgn ketaatan Ester kpd kehendak Hegai, tanpa diseegaja, Ester telah menemukan dan membuka rahasia utk membuka pintu hati raja, dia berdandan dan berias sesuai apa yg menyukakan hati raja, dan hal itu tdk dilakukan gadis gadis cantik lainnya. Itulah rahasia keberhasilan Ester menjadi mempelai bagi raja Ahasyweros. 

Perjalanan hidup dan pertumbuhan kharakter anak anak Tuhan ternyata sangat sederhana, bukan kepintaran atau kemampuan khusus yg akan membuat seorang anak Tuhan bertumbuh menjadi spt Kristus, tapi kerelaan hati yg mau dipimpin, dibentuk, diajar dan diarahkan, itulah ketaatan. Ketaatan dan penundukan diri akan memastikan kita memperoleh perkenanan Tuhan dan manusia. Setiap orang percaya akan berkata, 'saya orang yg taat kpd Firman Tuhan', tapi betulkah demikian? Bagi masing masing kita, pasti ada orang orang yg Tuhan taruh menjadi authoritas diatas kita. Sebagai seorang warga negara, kita memiliki president yg Tuhan tempatkan diatas kita, adakah kita taat akan Pemerintah yg diatas kita? Sbg istri, ada suami yg Tuhan tempatkan, suami ada atasan juga gembala yg Tuhan tempatkan, anak anak ada orang tua, dan seterusnya,... mulailah belajar taat dlm penundukan diri, sebab itulah kunci membuka pintu perkenanan raja. 

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I ‎‎

dibuat pada : 2016-10-05 20:09:07

Rabu, 5 Oktober 2016

‎Ester 1:1-3, 7-8, 10-12, 22
"...Pada zaman Ahasyweros — dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia —,
pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 
pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.
Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: "Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya." 

Pagi ini kita akan mulai masuk menyelidiki kitab Ester, sangat aneh jika saudara perhatikan, tdk satu kalipun disebut kata 'Tuhan‎ atau Allah' diseluruh kitab Ester... Seolah olah kitab ini menyatakan satu keadaan yg melukiskan gambaran yg berbeda. Didlm dunia sehari hari yg didlmnya kita hidup, ada tatanan yg berlaku, dan yg tertinggi didlm posisi hirarkhi tsb adalah Tuhan yg juga sbg Raja yg memerintah. Tapi kitab Ester ini hanya menyebut posisi raja yg kedaulatan kekuasaannya melintasi wilayah India sampai ke Etiopia. Dgn demikian, sesungguhnya kitab ini sedang menceritakan posisi Tuhan yg berdaulat penuh atas seluruh bumi dan gereja Tuhan adalah mempelai-Nya. Dgn modal pemahaman tsb, coba perhatikan beberapa hal:

Ada kejanggalan yg sangat nyata, coba bandingkan ke dua ayat ini:
Ayat 7&8: "....Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.‎"

Bandingkan dgn ayat ‎10-12:
‎"...Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros, 
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.‎"

---> Dptkah saudara melihat seakan akan ada standard ganda yg digunakan oleh raja yg melukiskan 'pribadi Allah sendiri'? Kpd para undangan, standard utk minum adalah 'tanpa paksaan... masing masing boleh minum sekehendak hatinya sendiri...' Namun terhadap ratu atau mempelainya, ketika Wasti menolak utk dtg atas perintah raja, Wasti ditolak sbg ratu, bukankah ini standard ganda? Kenapa demikian?

---> Sebab Wasti adalah mempelai!...Gereja Tuhan, jika‎ engkau rindu menjadi mempelai Kristus, Raja Surga, ukuran atau takaran yg berlaku bagi seorang mempelai adalah 'ketaatan total atau penyerahan hidup yg total kpd kehendak Tuhan atau Suami bagi gereja-Nya', sedangkan utk diselamatkan, utk minum dan menikmati kebaikan Tuhan, itu berdasarkan kerelaan hati masing masing. Seberapa kita mau membuka diri utk minum anggur kebaikan Tuhan, sebanyak itu juga kita akan tenggelam didlm kebaikan Tuhan, itu bukan paksaan.

Pelajaran utama yg sangat penting dari Kitab Ester ini adalah pelajaran utk hidup didlm ketaatan total sbg mempelai Kristus... Sebab sekalipun Wasti itu cantik dan menawan, namun tanpa ketaatan, maka hancurlah seluruh urapan dan kedudukannya dihadapan suaminya. Ketaatan itu bukan hal sederhana, sebab didlmnya ada kerendahan hati dan penundukan diri, ingat apa yg membuat Saul terjungkal?‎ Inilah yg Samuel katakan kpd Saul: 
"...Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan..." 
(1 Samuel 15: 22)‎
 Belajarlah utk hidup didlm ketaatan, itulah syarat utama seorang mempelai!

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-10-04 20:45:10

Selasa, 4 Oktober 2016

Nehemia 13:4-5, 10-11
"Tetapi sebelum masa itu imam Elyasib yang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik rumah Allah kami, dan yang mempunyai hubungan erat dengan Tobia,
menyediakan sebuah bilik besar bagi Tobia itu. Sebelumnya orang membawa ke bilik itu korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas dan persembahan persepuluhan dari pada gandum, anggur dan minyak yang menjadi hak orang-orang Lewi, para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, dan persembahan khusus bagi para imam. 
Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya.
Aku menyesali para penguasa, kataku: "Mengapa rumah Allah dibiarkan begitu saja?" Lalu kukumpulkan orang-orang Lewi itu dan kukembalikan pada tempatnya..."‎

---> Pagi ini kita akan belajar dari satu kebenaran dari Kitab Nehemia. Ketika tembok kota Yerusalem telah selesai dibangun dan pintu pintu gerbangnya selesai dipasang, pentahbisan dan perayaan demi perayaan telah selesai dilaksanakan‎... maka kembalilah penduduk kota Yerusalem ke hidup sehari hari. Ingat dan perhatikan hal ini, kadar rohani dan kharakter seseorang tdk dilihat dan dibuktikan disaat perayaan dan acara acara itu terjadi... tapi kadar rohani dan kharakter seseorang terlihat pada hidup sehari hari setelah pesta berakhir. Ingat siapa Ayub? Kenapa Tuhan sendiri menyebut Ayub sbg seorang yg saleh... takut akan Tuhan... Dan menjauhi kejahatan? Sebab inilah sikap Ayub setelah pesta, yaitu di hidup sehari hari:
Ayub 1:5 "...Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian,...."

Itulah kebiasaan Ayub sehari hari, itulah juga kharakter Ayub dan kadar rohaninya... Kembali kpd kisah bangsa Israel di Yerusalem, setelah semua perayaan berakhir, penderitaan selesai, tembok perlindungan didirikan kokoh... atau dlm kesehari harian kita, setelah usaha semua lancar dan baik, perekonomian kita menjadi solid dan terlindungi, keluarga semua sejahtera,... lalu apa? 
Bagi penduduk kota Yerusalem, mereka mulai melupakan tanggung jawab mereka terhadap orang Lewi, sampai sampai tdk cukup makanan bagi orang Lewi dan mereka terpaksa kembali ke ladangnya, bekerja dan bercocok tanam supaya bisa makan, padahal bangsa itu tahu bahwa kewajiban merekalah utk memelihara orang orang Lewi yg bekerja pada rumah Allah... sebaliknya, Tobia, ingat siapa Tobia? Orang yg bersama dgn Sanbalat memerangi rencana pembangunan tembok Yerusalem, namun karena mungkin posisinya dipemerintahan, Tobia mendapatkan rumah didekat gerbang kota dan mereka memberi Tobia begitu banyak perhatian...

Saudara mengerti hal itu? Orang Yehuda menelantarkan kaum Lewi sampai sampai utk makan saja mereka harus kembali ke ladang, namun uang yg begitu banyak dihambur hamburkan utk menjilat penguasa dan pejabat... supaya mereka makin kaya, makin kokoh, makin beruntung! 

Itulah penyakit kemapanan! Sangat berbahaya dan mematikan, sebab hati manusia degil! Kita menyalurkan berkat yg Tuhan berikan utk memuaskan hati kita sendiri dan bahkan kita abaikan tanggung jawab. Orang Yehuda tahu bahwa mereka harus menanggung hidup saudaranya kaum Lewi, tapi mereka memilih meng-entertain pejabat dan penguasa, sebab ada timbal baliknya, ujung ujungnya 'self centered - focus kpd diri sendiri'! 

Hindari kedegilan hati dan rasa rakus spt ini! Perhatikan kebiasaanmu sehari hari setelah perayaan berakhir... adakah engkau orang yg perduli dan bertanggung jawab?

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-10-03 20:59:38

Senin, 3 Oktober 2016

Nehemia 8:9-11
"...Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.
(8-11) Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" 
(8-12) Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!"‎

‎Ketika tembok kota Yerusalem selesai dibangun dan pintu pintu gerbangnya selesai dipasang, ingat apa yg kita renungkan minggu lalu, setelah semua batas batas atau pagar di dlm hidup kita kita dirikan, maka tiba saatnya utk tembok kota siap didirikan beserta pintu pintu gerbangnya, kemudian kitab kita Firman Tuhan dibacakan dan respons para penduduk Yerusalem adalah dgn begitu laparnya mereka sampai menangis hanya karena mendengar kitab kitab itu dibacakan...

---> Pelajaran yg perlu kita renungkan pagi ini adalah:
Setiap kali kitab kitab itu dibacakan, maka hari itu disebut 'hari yg kudus,... harinya Tuhan ' dan orang orang tdk boleh bersusah hati, melainkan semua yg mendengar kitab kitab itu dibacakan, harus bersukacita pada harinya Tuhan. Nehemia dan Ezra berkata: 'THIS IS THE DAY OF THE LORD!! Let us rejoice and be glad in it!!! Hari ini adalah harinya Tuhan, mari kita bersukacita didlm harinya Tuhan! 

Utk membuat 'hari ini' menjadi harinya Tuhan, maka kitab kitab Perjanjian harus dibaca,... adakah kitab kita Tuhan engkau baca hari ini? Jika telah engkau baca, maka ini adalah the Lord's day utk saudara, dan engkau akan bersuka cita dihari ini. Adakah hari ini sbg harinya Tuhan bagimu?

Bersuka citalah! Sebab hari ini adalah harinya Tuhan bagi kita!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-10-02 20:47:37