Morning Dew

Rabu, 22 Februari 2017

Yesaya 53:6-9 "...Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya..."

---> Pagi ini kita akan belajar akan betapa pentingnya utk setiap anak-anak Tuhan memahami arti sebuah keputusan bebas yg masing-masing kita harus memilih dan mengambilnya... itulah yg disebut 'free will' atau kehendak bebas manusia. Jika kita meneliti karya penciptaan, satu satunya ciptaan yg diciptakan sesuai dgn peta dan teladan-Nya Allah adalah manusia, binatang tdk diciptakan demikian, sehingga binatang tdk mewarisi 'kehendak bebas' yg ada pada Allah, tapi kita memiliki hal itu. Beberapa kali didlm Firman Tuhan dikatakan jikalau engkau mau taat... jikalau engkau mau mendengarkan... itu semua menunjuk kpd 'kehendak bebas yg ada pada manusia. Ketika kita salah menggunakannya, akibatnya akan sangat fatal!

Kita sudah mengerti dan sering mendengar ayat ayat nubuatan Yesaya. 53 ini yg sesungguhnya menubuatkan tentang kematian Yesus di kayu salib... sekitar 800 tahun sebelum Yesus sendiri dilahirkan ke bumi, Yesaya sudah menubuatkan apa apa yg akan terjadi pada Yesus secara persis dan detail... dari anak siapa (taruk dari pangkal Isai... Yesaya 11), bagaimana Dia akan hidup dan mati, bagaimana Dia akan dikuburkan didlm kuburan orang kaya (Yesaya 53:9 KJV, The Message), juga Dia akan mati tergantung diantara para penjahat...

Semua itu persis terjadi pada kematian Yesus dikayu salib, sekalipun sebenarnya hal hal tsb itu janggal dan tdk lazim terjadi. Contohnya, seorang penjahat yg mati disalibkan, karena salib itu melambangkan kutuk, maka jasad atau mayat orang yg mati disalib umumnya tdk dikuburkan, melainkan dibiarkan dimakan burung burung pemakan bangkai sampai habis dan tengkorak nya di tebarkan begitu saja di pembuangan mayat mayat yg terkutuk, sebab orang-orang Yahudi pada waktu itu juga tdk ingin ‎mencemarkan tanah yg menerima orang-orang yg terkutuk... Namun demikian, justru mayat Yesus diminta oleh Yusuf dari Arimatea utk dikuburkan dikubur yg baru yg dia miliki (Lukas 20:50 - 53).

Namun saya ingin mengajak saudara merenungkan satu kejanggalan dari nubuatan tentang kematian Kristus di kayu Salib, semua terjadi persis spt yg sudah dinubuatkan, kecuali satu hal, perhatikan Yesaya 53:9 tadi sekali lagi:
"....‎Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di ANTARA PENJAHAT-PENJAHAT, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya..."
‎Kita tahu sekalipun memang Yesus disalibkan diantara penjahat-penjahat, tapi satu dari penjahat itu bertobat dan merendahkan diri dan menerima keselamatan melalui darah Yesus beberapa saat sebelum dia mati.... apakah hal itu tdk penting utk dilukiskan atau dinubuatkan secara detail? Jika semua detail yg lain spt dari keturunan siapa, cara mati-Nya, apa yg dikerjakan orang dgn mayat-Nya, dll telah dilukiskan dgn sempurna, mengapa fakta penting tentang pertobatan satu penjahat disebelah-Nya justru tdk dinubuatkan?

---> Itulah yg disebut free will, kehendak bebas... Tuhan setia utk menyerahkan satu hal ini kpd kita masing-masing... akankah kita menerima keselamatan yg Tuhan sudah berikan atau malah menyia-nyiakan nya... akankah kita hidup benar sesuai Firman Tuhan atau mengolok olok dan menginjak injak-Nya spt ‎babi menginjak injak mutiara (Matius 7:6)... semua itu adalah keputusan yg masing-masing...
kita harus memilih dan menentukannya sendiri... gunakan free will yg Tuhan berikan dgn benar dan bijaksana... itulah sebabnya mengapa Yesaya hanya menubuatkan 'diantara penjahat-penjahat...' dan satu memilih pertobatan, yg lain memilih mengolok olok Yesus.... Sebaliknya jika secara specific dikatakan 'diantara penjahat dimana yg satu kemudian bertobat...' maka pertobatan bukan karena hasil kehendak atau keputusan orang tsb...pilihan spt apa yg akan engkau ambil hari ini? Jgn salah menggunakan kehendak bebasmu... berdoa minta Roh Kudus utk menolongmu mengambil keputusan dan pilihan...

dibuat pada : 2017-02-21 20:41:11

Selasa,21 Februari 2017

Yesaya 50:1-3
"...Beginilah Firman TUHAN: "Di Manakah Gerangan Surat Cerai Ibumu Tanda Aku Telah Mengusir Dia? Atau Kepada Siapakah Di Antara Penagih Hutang-Ku Aku Pernah Menjual Engkau? Sesungguhnya, Oleh Karena Kesalahanmu Sendiri Kamu Terjual Dan Oleh Karena Pelanggaranmu Sendiri Ibumu Diusir.
Mengapa Ketika Aku Datang Tidak Ada Orang, Dan Ketika Aku Memanggil Tidak Ada Yang Menjawab? Mungkinkah Tangan-Ku Terlalu Pendek Untuk Membebaskan Atau Tidak Adakah Kekuatan Pada-Ku Untuk Melepaskan? Sesungguhnya, Dengan Hardik-Ku Aku Mengeringkan Laut, Aku Membuat Sungai-sungai Menjadi Padang Gurun; Ikan-ikannya Berbau Amis Karena Tidak Ada Air Dan Mati Kehausan.
Aku Mengenakan Pakaian Kelam Kepada Langit Dan Menyelimutinya Dengan Kain Kabung."

---> Pagi Ini Kita Akan Belajar Utk Tdk Mengulangi Kesalahan Yg Terjadi Dimasa Lalu. George Santiana Berkata 'orang-orang Yg Gagal Utk Belajar Dari Kesalahan Didlm Sejarah, Akan Dipaksa Utk Mengulangi Sejarah...'

Ada Waktunya Spt Seorang Bapa Yg Sekalipun Dgn Berat Hati, Harus Dgn Terang Terangan Berkata Kpd Anak Kandungnya Sendiri: 'JANGAN MENJADI ANAK YG BEBAL!!!'‎ Hal Yg Sama Juga Tuhan Katakan Kpd Kita Gereja-Nya. Kadang Kita, Saya Termaksud, Merasa Apakah Tuhan Masih Sanggup Berbuat Spt Yg Diceritakan Didlm Alkitab? Apakah Dia Mendengar? Bagaimana Lagi Saya Harus Berdoa Dan Bergumul?.... Semua Itu Bahkan Sempat Terpintaskan Didlm Pikiran Saya Sendiri Ketika Saya Berdoa Dlm Tekanan Yg Sangat Berat... Tapi Hari Ini TUHAN Mau Kita Sadar Bahwa Kedegilan Hati Kitalah Yg Membuat Kita Tdk Melihat Pekerjaan Tangan-Nya... Kebodohan Kita Sendirilah Yg Membuat Kita Terperosok Sedemikian Jauhnya...

Perhatikan Apa Yg Tuhan Katakan ‎diayat 2 Diatas:
"...Mengapa Ketika Aku Datang Tidak Ada Orang, Dan Ketika Aku Memanggil Tidak Ada Yang Menjawab? Mungkinkah Tangan-Ku Terlalu Pendek Untuk Membebaskan Atau Tidak Adakah Kekuatan Pada-Ku Untuk Melepaskan? ..."
---> Inilah Pelajaran Penting Buat Kita Yg Mau Bertumbuh‎, Sebagian Besar Orang Percaya, Mereka Mengenal TUHAN Hanya Sebatas Satu Pribadi Yg Dpt Menolong, Tuhan Bagi Sebagian Besar Orang Kristen Adalah Sebatas 'Seorang Penolong'. Itu Memang Tdk Salah, Tapi Apa Bedanya Jika Demikian Tuhan Dgn Berhala Berhala Dan Dukun Dukun? Saudara Sakit, Tuhan Bisa Tolong, Tapi Dukun Dan 'orang Pintar' Juga Kadang Bisa Tolong.... Saudara Miskin Ingin Diberkati, Tuhan Bisa Tolong, Tapi Berhala Berhala Di Gunung Kawi Juga Bisa Tolong... Lalu Buat Apa Kita Cari Tuhan Jika Hanya Sebatas Sbg 'Penolong'?

Jika Saudara Rindu Bertumbuh Dan Dituntun Masuk Kedlm Kedewasaan Rohani Dan Kharakter, Maka Engkau Akan Semakin Disempurnakan, Belajar Utk Menerima Tuhan Juga Sbg Bapa Yg Mendidik, Sbg Guru Yg Mengajar, Dan Jika Engkau Lakukan Hal Itu, Maka Pasti Kita Mau Mendengar Dan MENTAATI Yg Kita Dengar. Dgn Demikian, Tdk Akan Terjadi Spt Yg Dia Katakan Kpd Umat-Nya Israel, "...Mengapa Ketika Aku Datang Tidak Ada Orang, Dan Ketika Aku Memanggil Tidak Ada Yang Menjawab?..."

Bukti Yg Sangat Nyata Bahwa Kita Adalah Anak Yg Taat Dan Murid Yg Setia, Terbukti Ketika Tdk Ada Masalah Apa Apapun, Kita Selalu Dtg Dan Siap Utk Mendengar Dan MENTAATI Firman-Nya, Sebab Ketika Kita Susah, Lalu Kita Cari Tuhan, Itu Bukan Ukuran Ketaatan... Pada Saat Peristiwa 11 September Di New York Dan Beberap Kota Di America, Beberapa Minggu Setelah Itu, Gereja Gereja Di America Mengalami Gelombang Pertumbuhan Jemaat Yg Sangat Dasyat... Orang Orang Menjadi Takut Sebab Pikirnya America Dlm Bahaya Besar, Bahkan Mereka Sendiri Tdk Tahu Bahwa Musuh Musuh Bangsa Itu Sudah Masuk Sedemikian Dalamnya Bahkan Sudah Ada Dan Menyerang Disebelah Rumah Mereka Dan Itu Tdk Terdeteksi Sama Sekali... Ketika Orang Menjadi Takut, Mereka Masuk Ke Rumah TUHAN, Mereka Kenal Tuhan Sbg Penolong... Tapi Hati Manusia Begitu Bebal Dan Degilnya... Setelah Beberapa Saat, Semua Menjadi Normal Dan Biasa Kembali, Rumah TUHAN Mulai Ditinggalkan Kembali... Jika Itu Keadaan Hidupmu, Engkau Hanya Sekedar Buang Buang Waktu Sia Sia...

Inilah Kemudian Nasehat Tuhan Bagi Kita Diayat Ayat Selanjutnya:

Yesaya 50:4-5:
"...Tuhan ALLAH Telah Memberikan Kepadaku Lidah Seorang Murid, Supaya Dengan Perkataan Aku Dapat Memberi Semangat Baru Kepada Orang Yang Letih Lesu. Setiap Pagi Ia Mempertajam Pendengaranku Untuk Mendengar Seperti Seorang Murid.
Tuhan ALLAH Telah Membuka Telingaku, Dan Aku Tidak Memberontak, Tidak Berpaling Ke Belakang."

Miliki Lidah Seorang Murid Dan Telinga Seorang Murid... Dtg Utk Mendengar Dan Lakukan Yg Kita Dengar,...Jgn Mudah Memberontak..

TUHAN YESUS MEMBERKATI....

dibuat pada : 2017-02-20 19:09:31

Senin 20 Feb 2017

Yesaya 48:17-20 "...Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."
Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim! Beritahukanlah dengan suara sorak-sorai dan kabarkanlah hal ini! Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi! Katakanlah: "TUHAN telah menebus Yakub, hamba-Nya!"

Coba bayangkan apa dan bagaimana rasanya mengemudikan sebuah kapal besar yg berlayar ditengah tengah samudera raya.... mereka tdk melihat apa apa,... sang kapten tdk mampu mengetahui dimana persisnya dia berada, kemana jalan yg dia harus tempuh, sebab sekelilingnya hanya terlihat air dan gelombang air... kapten bahkan tdk tahu dimana angin besar itu ada, dimana batu batu karang yg tajam itu berada, sedikit saja salah mengambil jalan, kapal sebesar apapun bisa robek dan hancur berantakan ditengah tengah samudera raya... Ada wilayah yg gelombang-gelombang nya terlalu besar dan berbahaya, itu sebabnya wilayah tsb harus dihindari... ada wilayah yg sekalipun ombaknya tenang tapi batu batu karang yg tajam terlalu tinggi dan berada hanya sedikit dibawah permukaan laut sehingga berbahaya bagi tubuh kapal... lalu bagaimana sang kapten memilih jalan dan jalur yg tepat?

Sang kapten mengandalkan buku petunjuk yg sudah dibuat berdasarkan penelitian dan penelusuran sebelumnya, dibuat oleh orang yg tahu persis jalan jalan diwilayah wilayah yg aman utk berlayar, utk mengetahui wilayah wilayah yg boleh dan aman utk ditempuh, tapi kapten juga mengandalkan radar spt GPS yg selalu mengarahkan sang kapten sebab kadang tiba tiba berdasarkan ramalan cuaca, ada gelombang besar disatu wilayah, sehingga kapten dianjurkan utk mengambil jalan atau jalur yg lain...

Menjalani kehidupan didunia ini, bukankah sama spt kapal yg mengarungi samudera raya? Tdk ada formula baku spt membawa mobil, ambil lajur kiri, setelah 35 km belok kiri, lalu putar ke kanan, lurus lagi sampai 25 km lalu ambil jalur lambat dan belok kiri... dst... tdk ada jalan baku yg bisa kita lihat, semua sama dan semua sewarna... mungkinkah kita tersesat? Sangat mungkin...

Firman Tuhan pagi ini mengajarkan dan menjanjikan satu tuntunan agar kita sampai ketujuan, bahkan sampai melihat anak cucu kita pun sampai ditujuan... coba lihat dan perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas:
Yesaya 48:18-19 "...Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."
---> Janji Tuhan bagi kita pagi ini adalah, dlm menempuh perjalanan hidup yg tdk pasti, yg tdk kita ketahui sekalipun, engkau akan melihat dan mengalami:
- damai sejahtera yg tdk pernah putus, terus menerus sepanjang musim berganti musim... spt sungai yg mengalir disetiap musim... sungai yg mengalir membawa kehidupan, sumber makanan, kelegaan dan ketenangan, itulah damai sejahtera yg selalu dan senantiasa akan engkau rasakan, disaat badai sekalipun...

- engkau juga akan mengalami kebahagiaan yg terus menerus berlimpah, bukan sekedar pas pasan, tapi berlimpah spt gelombang laut yg tdk pernah berhenti... kebahagiaan satu engkau alami, tdk jauh didepan ada gelombang kebahagiaan lain yg sedang akan dtg... terus menerus sepanjang masa....
Yg terpenting adalah, bahkan anak cucumu tdk akan dilenyapkan dan ditiadakan dari hadapan TUHAN pencipta langit dan bumi... inilah janji yg paling melegakan dan menghibur saya sbg seorang ayah, sebab satu kali sayapun akan pergi menghadap Bapa di Surga, tapi bagaimana dgn anak cucu saya? Akankah merekapun berkenan dihadapan Bapa Surgawi? Saya pegang janji ini, janji yg keluar dari mulut Tuhan sendiri, anak cucu kita tdk akan dilenyapkan dari hadapan TUHAN, bahkan mereka akan tetap dan lebih luar biasa dihadapan Tuhan dari pada kita sendiri.

Semua janji Tuhan itu akan berlaku bagi hidupmu dan hidupku apabila kita memahami dan mengerjakan Firman Tuhan ini:

Yesaya 48:17-18 "....Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.....Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,... "

Adakah kita menempatkan diri kita sbg anak atau spt murid yg selalu mau :
DIAJARI... tentang apa yg benar dan memberi faedah, spt anak kecil yg selalu mau DIGANDENG dan DITUNTUN papahnya jika berjalan... spt seorang bawahan atau hamba yg selalu mau MEMPERHATIKAN dan MENTAATI perintah-perintah sang tuan atau majikan... itulah radar GPS kita, Firman Tuhan itulah buku petunjuk perahu kehidupan kita... Jika hal itu engkau perhatikan, maka engkau tdk akan tersesat dan perahumu tdk akan kandas. Jadilah pelaku Firman, jgn bebal yg hanya tahu banyak hal tapi hatimu keras sehingga Firman yg adalah benih tdk dpt tumbuh disana... lembutkan hatimu, kerjakan Firman Tuhan yg sudah engkau dengar dan permuliakan Bapamu.

dibuat pada : 2017-02-19 20:31:51

Jumat, 17 Februari 2017

Yesaya 45:1-4
"Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.
Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku..."

‎---> Kita akan melihat dan belajar pagi ini dari kehidupan seorang yg dipakai Tuhan, tapi agak janggal utk pemahaman theology kita pada umumnya. Koresh adalah seorang raja Persia yg berhasil mematahkan kekuasaan Babel atau Kasdim... dibawah kekuasaan Koresh, bahkan kerajaan Media di kuasainya juga, sehingga kedua kerajaan tsb disebut sbg kerajaan Media - Persia... hal ini terjadi persis spt nubuatan Daniel dihadapan Nebukadnezar raja Babel. Koresh bukan orang Yahudi, dia tdk benar benar mengenal Allah Israel, bahkan nubuatan Yesaya diatas diayat 4 mengatakannya: "... Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku..."

Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang yg tdk mengenal Tuhan dgn benar tapi sudah ditetapkan utk dipakai Tuhan secara luar biasa, bahkan nubuatan Yesaya di pasal sebelumnya di Yesaya 44, Koresh disebut sbg gembala Jehovah... pujian dan penghormatan dari mulut Tuhan yg begitu luar biasa atas seorang manusia apalagi yg belum mengenal TUHAN dgn benar... bagaimana hal itu mungkin?

Inilah yg akan kita renungkan pagi ini. Perhatikan hidup kepahlawanan Koresh pada jaman Ezra, lihat dan amat amati sikap dan perkataannya:

Ezra 1:1-3 "... Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
"Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem."

Pertama tama sekalipun tdk terlalu mengenal TUHAN dgn benar, Koresh hatinya lembut, dia bergerak karena hatinya digerakkan Tuhan ayat 1: "...TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia,..." ---> Koresh bukan seorang imam, bukan ahli taurat, bukan orang Lewi, bahkan orang Yahudipun bukan, tapi hatinya lembut, ketika Tuhan Allah Israel berbicara dan menggerakkan hatinya, dia bergerak.... inilah sikap luar biasa dari Koresh!

Koresh bukan hanya tergerak, tapi dia bergerak utk menggenapi apa yg Tuhan katakan kpdnya, dia bahkan menggunakan segala kemampuannya utk menggenapi apa yg Tuhan perintahkan kpdnya... sesungguhnya, Koresh adalah pribadi yg tahu persis tujuan hidupnya... Koresh hidup dan memerintah begitu agungnya atas Media Persia hanya utk membebaskan umat Tuhan utk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali bait Allah di Yerusalem, bukan di Persia, bukan utk dirinya sendiri, itulah kharakter Koresh... Koresh hidup hanya sekedar utk memenuhi kehendak Tuhan baginya. ‎Kerajaan Persia saat ini adalah modern Iran yg kita kenal sekarang, Shah Iran yg terakhir sebelum digulingkan oleh Khomeni bernama Mohamad Reza Pahlavi, dia memberi gelar kpd dirinya sendiri 'Shahansha' atau king of kings, raja segala raja... sampai hari ini dia tdk lagi diijinkan masuk kenegaranya sendiri Iran, dgn angkuhnya shah of Iran menyebut dirinya raja segala raja, 'shahansha' yg seharusnya hanya milik Tuhan sendiri, dan Pahlavi menyatakan dirinya adalah keturunan Koresh agung... namun ternyata buah bisa jatuh mengelinding begitu jauh dari pohonnya...

‎Pelajaran penting buat kita pagi ini adalah, pengenalan akan Tuhan itu satu perjalanan, satu process yg tdk singkat dan bukan instant.... semakin saudara dan saya setia melakukan apa yg Tuhan Firman-kan dan gerakan di hati kita, semakin dlm pengenalanmu akan Tuhan akan bertumbuh... jika kita hanya menjadi pendengar dan kemudian berlalu begitu saja, maka kita tdk akan pernah bertumbuh didlm pengenalan akan Dia... itu sebabnya tdk heran ketika Yesus berkata: "...Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." (Matius 8:11-12)

Spt perenungan kita kemarin, mari belajar utk melembutkan hati, lakukan apa yg sudah engkau dengar dari Firman-Nya, jadilah pelaku Firman bukan sekedar pendengar yg budiman...

Smile it's Friday, keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-16 19:42:16

Kamis, 16 Februari 2017

Yesaya 43:1-3
"...Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu."

Coba perhatikan dan renungkan kembali ayat ayat diatas, betapa luar biasanya penyertaan Tuhan bagi orang percaya, sebab siapakah selain umat Tuhan yg mengalami penggenapan janji Firman Tuhan ini :
‎"...Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau."

Jadi tdkkah heran mengapa Sadrackh, Messakh, dan Abednego berjalan didlm dapur api namun tdk terbakar atau terluka, mengapa Israel pada jaman Musa dan Yosua berjalan ditanah laut yg terbelah dan kering.... semua karena penyertaan Tuhan yg begitu dasyatnya.

Namun perhatikan sekali lagi, kpd siapakah penyertaan Tuhan itu berlaku? Apakah kpd semua orang yg dtg beribadah? Jika demikian, kenapa banyak dari umat Tuhan yg gugur di padang gurun?‎ Jawabannya ada di ayat ke 3:
‎"...Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu."

‎---> Apabila Tuhan, Allah Israel, Allah Jehovah itu menjadi Tuhan, Allahmu, maka penyertaan itu berlaku bagimu... Pertanyaannya, benarkah Dia itu Tuhan Allahmu? Jgn tergecoh dgn istilah istilah dan pemahaman agamawi, hanya karena saudara dan saya disebut orang Kristen, orang percaya, belum tentu Kristus itu menjadi TUHAN Allahmu... Pada saat terjepit atau pada saat tersanjung tinggi dgn berkat berkat melimpah, dlm kedua saat itulah engkau akan mengenali sungguh-sungguh apakah TUHAN itu benar benar Tuhan Allahmu...

Perhatikan perkataan Saul kpd Samuel dibeberapa ayat ini ketika keputusan Tuhan sudah jatuh atas Saul bahwa posisinya sbg raja sudah dicabut dan diberikan Tuhan kpd orang lain:

1 Samuel 15:15, 21, 30
Ayat 15: "Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."

Ayat 21: "Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

Ayat 30: "Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."

Tiga kali Saul memiliki kesempatan utk mengidentifikasikan siapakah Tuhan itu sebenarnya, dan jawaban Saul adalah: 'Tuhan Allah-mu...' Kenapa Saul menyebut Tuhan sbg Tuhan Allah-mu atau Allah Samuel? Kenapa tdk disebut Saul 'Tuhan Allahku'? Sebab memang Tuhan tdk pernah menjadi Tuhan Allah bagi Saul... dari mana kita tahu hal itu, perhatikan jawab Samuel di pasal yg sama:
1 Samuel 15:22 "...Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan..." ‎Saul sesungguhnya tahu apa yg Tuhan melalui Samuel katakan, namun Dia tdk bersedia melakukannya... itulah cara sederhana menolak Tuhan sbg Tuhan Allahmu!!!!


Pagi ini TUHAN menuntun kita utk sungguh-sungguh mengevaluasi kembali hidup kita sendiri, adakah Tuhan itu sungguh-sungguh menjadi Tuhan Allahku? Jika Dia itu TUHAN Allahku, maka aku akan setia melakukan Firman Tuhan yg telah aku dengar dan aku mengerti... setiap pagi saya harus meneliti kebenaran Firman Tuhan ini utk memeriksa, apakah saya sendiri sudah mengerjakan apa yg Firman Tuhan katakan kpd saya melalui apa yg saya baca dari perenungan setiap hari, dari Firman yg saya dengar dari waktu ke waktu, atau dari suara TUHAN didlm hati saya yg selalu Dia ucapkan... jika saya sendiri hanya tahu namun tdk mengerjakannya, bukankah itu sama spt Saul? Lalu bagaimana mungkin saya mengharapkan penyertaan-Nya yg luar biasa itu?

Lakukan Firman Tuhan sbg hormatmu kpd Tuhan Allahmu...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-15 19:23:31

Rabu, 15 Februari 2017

Yesaya 42:1-4
"...Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya."
‎---> Pagi ini kita akan belajar salah satu kharakter Kristus dari nubuatan yg disampaikan oleh Yesaya kpd umat Tuhan yaitu kelemahlembutan didlm perbuatan...

Bagi para hamba hamba Tuhan, para orang tua, para pemimpin baik pemimpin rohani, pemimpin didunia sekuler, maupun pemimpin 1 atau 2 orang saja, perhatikan kebenaran ini sbg teladan bagi kita.

Orang-orang yg berkenan kpd Tuhan, yg hidupnya dipegang Tuhan, dimana Roh TUHAN berkuasa atasnya, maka warna kelemah lembutan ini tdk akan pernah luntur dari padanya...

Dunia menghargai dan menyanjung tinggi pemimpin yg kharismatic, yg suaranya menggelegar dan lantang, kita menyebutnya sbg pemimpin yg 'tegas'... tapi Kristus itu tdk demikian, ‎"...Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan." ‎ Sebaliknya justru secara konsistent Dia mengajar, membalut, membangun, tapi tetap menegur dan menyatakan hukum hukum, the Amplified Bible menyebutnya sbg 'setting what is right...- menetapkan kebenaran'.

Dlm pernyataan sederhana ini, kelembutan Kristus itu memiliki 2 sisi, disatu sisi Dia lemah lembut, tdk dgn kekerasan mengajar dan membimbing, disisi lain Dia tdk kompromi terhadap kesalahan dan dosa, inilah hal yg sulit dilakukan manusia pada umumnya... kita cenderung condong ke kiri atau ke kanan, jika kita terlalu keras dgn aturan aturan kebenaran, bahkan sampai menetapkan hukuman dgn keras, kita bisa terjebak dlm perangkap agamawi... didaerah tertentu, melanggar sedikit aturan agama, maka orang bisa dicambuk, dipotong jarinya dll...

hukuman dan ketegasan memang perlu, tapi kita sering lupa sisi lainnya, yaitu bagian yg sudah salah itu tetap perlu dibalut, perlu ditopang, bukan malah dihancurkan... buluh yg terkulai perlu dipulihkan, bukan diputuskan atau dipatahkan... Namun terlalu focus kpd 'membalut' akan membuat kita cenderung tanpa mendidik, tanpa pengajaran, sebaliknya Kristus terus menerus menetapkan atau mengajarkan, mengukirkan hukum-hukum-Tuhan, setting what is right.

Inilah arti kelemah lembutan Kristus didlm memimpin orang lain kpd kebenaran, Dia membalut ketika jatuh, tapi tdk berarti menyetujui dosa dosanya, Dia mengasihi orang berdosa tapi membenci dosanya... bukankah itu sering terbalik dgn yg kita lakukan? Jika ada mantan pelacur digerejamu, kira kira akankah para ibu ibu membiarkan mantan pelacur itu duduk disebelahmu dan suamimu? Sebaliknya Yesus makan dgn mantan pelacur... Jika ada bekas narapidana, bekas pencuri, bekas buronan melamar diperusahaanmu, mungkinkah engkau berikan dia pekerjaan? Jika semua kita tutup pintu, bagaimana dia bisa dpt makanan secara halal kecuali mencuri lagi?

Hal hal inilah yg perlu kita renungkan, sebab jika kita hanya mau yg babat bibit bobotnya baik baik saja, maka sayapun tdk masuk hitungan, semua kita tdk masuk hitungan jika kita jujur... Pagi ini TUHAN ingatkan dan ajarkan kita utk menghidupi kelemahlembutan dlm perbuatan utk kita kerjakan terutama terhadap orang-orang yg sudah terlanjur berdosa, terlahir jatuh, terlanjur berbuat salah... miliki belas kasihan agar mereka bisa ditolong dan diberi kesempatan baru...

Smile, it's voting day... gunakan hak dan tanggung jawab memilih saudara... berdoa sebelum memilih...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-14 18:54:53

Selasa, 14 Februari 2017

Yesaya 39:1-8
"... Pada Waktu Itu Merodakh-Baladan Bin Baladan, Raja Babel, Menyuruh Orang Membawa Surat Dan Pemberian Kepada Hizkia, Sebab Telah Didengarnya Bahwa Hizkia Sakit Tadinya Dan Sudah Kuat Kembali.
Hizkia Bersukacita Atas Kedatangan Mereka, Lalu Diperlihatkannyalah Kepada Mereka Gedung Harta Bendanya, Emas Dan Perak, Rempah-rempah Dan Minyak Yang Berharga, Segenap Gedung Persenjataannya Dan Segala Yang Terdapat Dalam Perbendaharaannya. Tidak Ada Barang Yang Tidak Diperlihatkan Hizkia Kepada Mereka Di Istananya Dan Di Seluruh Daerah Kekuasaannya.
Kemudian Datanglah Nabi Yesaya Kepada Raja Hizkia Dan Bertanya Kepadanya: "Apakah Yang Telah Dikatakan Orang-orang Ini? Dan Dari Manakah Mereka Datang?" Jawab Hizkia: "Mereka Datang Dari Negeri Yang Jauh, Dari Babel!"
Lalu Tanyanya Lagi: "Apakah Yang Telah Dilihat Mereka Di Istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua Yang Ada Di Istanaku Telah Mereka Lihat. Tidak Ada Barang Yang Tidak Kuperlihatkan Kepada Mereka Di Perbendaharaanku."
Lalu Yesaya Berkata Kepada Hizkia: "Dengarkanlah Firman TUHAN Semesta Alam!
Sesungguhnya, Suatu Masa Akan Datang, Bahwa Segala Yang Ada Dalam Istanamu Dan Yang Disimpan Oleh Nenek Moyangmu Sampai Hari Ini Akan Diangkut Ke Babel. Tidak Ada Barang Yang Akan Ditinggalkan, Demikianlah Firman TUHAN.
Dan Dari Keturunanmu Yang Akan Kauperoleh, Akan Diambil Orang Untuk Menjadi Sida-sida Di Istana Raja Babel."
Hizkia Menjawab Kepada Yesaya: "Sungguh Baik Firman TUHAN Yang Engkau Ucapkan Itu!" Tetapi Pikirnya: "Asal Ada Damai Dan Keamanan Seumur Hidupku!"

----> Pagi Ini Kita Akan Meneliti Dan Belajar ‎satu Akar Masalah Mengapa Seseorang Sulit Utk Bisa Hidup 'bertanggung Jawab'...

Berani Bertanggung Jawab Adalah Satu Nilai Yg Sangat Luhur Yg Membedakan Seorang Anak Tuhan Yg Sungguh-sungguh Sudah Lahir Baru Dgn Yg Lainnya... Membedakan Kedewasaan Seseorang, Baik Secara Mental Maupun Rohani, Seorang Yg Sudah Dewasa Akan Terlihat Bukan Dari Kumisnya Atau Nada Suaranya, Tapi Dari Sikap Tanggung Jawab Nya... Bisakah Dia Mulai Hidup Bertanggung Jawab Utk Dirinya Sendiri Pertama Tama, Kemudian Semakin Dewasa, Dia Akan Semakin Mengambil Tanggung Jawab Utk Keluarganya, Bahkan Bagi Orang Lain Dlm Skala Yg Lebih Besar Lagi... Seorang Yg Berguna Bagi Orang Lain Bahkan Bagi Masyarakyat Luas Lainnya Adalah Seorang Yg Berani Menempatkan Kepentingan Orang Banyak Diatas Pundaknya Sendiri, Itulah Satu Nilai Luhur, Nilai Bertanggung Jawab, Itulah Bukti Kedewasaan Seseorang... Dewasa Secara Mental, Tapi Juga Dewasa Dlm Secara Rohani, Berani Memikul Beban Orang Lain...

Kemarin Kita Sudah Melihat Bagaimana Hizkia Mengabaikan Perintah Tuhan Yg Disampaikan Oleh TUHAN Melalui Yesaya, Yaitu Utk 'set Your House In Order... Menata Dan Mengatur Rapih Dan Benar Rumah Tangga Nya Sendiri...' Namun Hal Itu Sama Sekali Tdk Dilakukannya, Sebaliknya, Hizkia Malah Terlalu Sibuk Dan Ngotot Utk Membeberkan Jasa Jasanya Dihadapan Tuhan Dgn Memintah Perpanjangan Waktu...‎ Memang Tdk Salah Utk Berdoa Minta Apapun, Tapi Karena Begitu Terobsesinya Hizkia Utk Minta Bagi Dirinya Sendiri, Maka Dia Sampai Mengabaikan Sama Sekali Perintah TUHAN Baginya Utk Mengatur, Menata Rumah Tangga Nya Dgn Rapih Dan Benar... Akibatnya, Dlm Masa Perpanjangan Waktu, Hizkia Memiliki Anak Yg Bernama Manasye Yg Menjadi Raja Atas Umat Tuhan Dan Manasye Adalah Orang Paling Jahat Dan Keji Dihadapan Tuhan, Bahkan, Alkitab Sampai Membandingkan Manasye Dgn Orang-orang Yg Tdk Kenal Tuhan Dari Bangsa Bangsa Lain, Dan Manasye Tetap Lebih Jahat... Kenapa Hal Itu Terjadi? Sebab Hizkia Mengabaikan Perintah-Nya, Set Your House In Order...

Tapi Dari Mana Cikal Bakal Kedegilan Hati Hizkia, Orang Yg Sebenarnya Kenal Tuhan Dgn Luar Biasa Itu.... Perhatikan Renungan Kita Pagi Ini, Ketika TUHAN Sekali Lagi Berbicara Kpd Hizkia Melalui Yesaya Akan Apa Yg Akan Terjadi Nantinya Bagi Keturunan Dan Bangsa Israel, Bahwa Orang Orang Babel Akan Menawan Dan Merampas Mereka, Orang-orang Babel Akan Memperbudak Bangsan Israel Dan Keturunan Hizkia, Tahukah Saudara Apa Yg Hizkia Lakukan? Perhatikan Ayat‎ 8 Diatas:
"....Hizkia Menjawab Kepada Yesaya: "Sungguh Baik Firman TUHAN Yang Engkau Ucapkan Itu!" Tetapi Pikirnya: "Asal Ada Damai Dan Keamanan Seumur Hidupku!"
---> Atau Dgn Kata Lain, Inilah Respond Hizkia: "I DON'T CARE!!!"‎ Atau 'AKU TIDAK PERDULI!!!' Itulah Respond Yg Timbul Dihati Hizkia... Itulah Akar Mengapa Hizkia Mengabaikan Firman Tuhan Yg Kita Renungkan Kemarin...

Keperdulian Akan Memupuk Rasa Tanggung Jawab Didlm Diri Seseorang..., Orang Yg Mau Perduli Dgn Kepentingan Orang Lain Akan Memperbesar Kapasitas Dan Memperluas Hatinya Sendiri... Tanpa Disadari, Orang Yg Perduli Akan Bertumbuh Dan Berkembang Lebih Luas Dan Lebih Dalam Secara Kharakter Dan Kedewasaan Dibandingkan Dgn Orang Yg Egois Dan Hanya Tahu Kepentingan Nya Sendiri...

‎Siapakah Orang-orang Yg Akan Masuk Dan Menikmati Kebahagiaan Raja Segala Raja? Dengarkan Apa Yg Yesus Sendiri Katakan Di Matius 25:23
"...Maka Kata Tuannya Itu Kepadanya: Baik Sekali Perbuatanmu Itu, Hai Hambaku Yang Baik Dan Setia, Engkau Telah Setia Memikul Tanggung Jawab Dalam Perkara Yang Kecil, Aku Akan Memberikan Kepadamu Tanggung Jawab Dalam Perkara Yang Besar. Masuklah Dan Turutlah Dalam Kebahagiaan Tuanmu..."

---> Semua Tentang Tanggung Jawab... Yg Setia Memikul Tanggung Jawab Kecil, Akan Mendapatkan Tanggung Jawab Besar!‎ Ukuran Yg Raja Katakan Adalah Setia Memikul Tanggung Jawab...

Smile It's Valentines Day!
Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2017-02-13 19:05:03

Senin, 13 Februari 2017

Yesaya 38:1-3
"... Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat."

Coba perhatikan ayat pertama di atas dlm terjemahan the Amplified Bible:
"... IN THOSE days King Hezekiah of Judah became ill and was at the point of death. And Isaiah the prophet, the son of Amoz, came to him and said, Thus says the Lord: Set your house in order, for you shall die and not live...."

Sekali lagi, pesan Tuhan kpd Hizkia melalui Yesaya sebelum dia mati adalah: '...set your house in order... for you shall die... -...tatalah, aturlah rumah tanggamu,... sebab engkau akan mati...' Akibat atau respond Hizkia terhadap perintah tsb adalah menangisi dirinya sendiri dan mengumbarkan semua Jasa Jasa baiknya dihadapan Tuhan... Apakah Tuhan tdk tahu semua Jasa Jasa baik dan tdk baik dari Hizkia? Sampai sampai dia harus membela diri dihadapan Tuhan?

Singkat cerita, Hizkia diperpanjang umurnya 15 tahun lagi, kemudian dlm process perpanjangan waktu hidup itu, dia melahirkan seorang anak yg bernama Manasye, yg ketika masih berumur 12 tahun, diangkat menjadi raja menggantikan Hizkia ayahnya, berarti setelah 3 tahun sembuh, Hizkia memiliki Manasye sbg putra mahkotanya...
‎Tahukah saudara apa yg Alkitab tuliskan tentang Manasye setelah dia menjadi raja menggantikan ayahnya Hizkia?
2 Raja-raja 21:11 "Oleh karena Manasye, raja Yehuda, telah melakukan kekejian-kekejian ini, berbuat jahat lebih dari pada segala yang telah dilakukan oleh orang Amori yang mendahului dia, dan dengan berhala-berhalanya ia telah mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula,..."

----> Pagi ini kita belajar bahwa KETAATAN itu jauh lebih berarti daripada doa yg merengek rengek... Tuhan sudah katakan kpd Hizkia, 'set your house in order - perbaharui, tatalah, aturlah rumah tanggamu dgn benar...' bukan kejarlah kekuasaan yg lebih lama dan lebih besar atau mintalah berkat lebih banyak... Justru yg Tuhan perintahkan tdk dikerjakan oleh Hizkia, dia sama sekali tdk 'menata rumah tangganya dgn benar sesuai Firman Tuhan yg dia dengar...

Firman Tuhan yg sama yg dikatakan Yesaya kpd Hizkia, hari ini menjadi Firman Tuhan utk saudara dan saya, terutama para imam dan para orang tua... 'set your house in order... atur dan perbaharui rumah tangga mu...' bukan kumpukan harta lebih banyak lagi, atau lakukan pelayanan lebih hebat lagi, atau beri persembahan lebih besar lagi, tapi Firman Tuhan utk kita pagi ini, set your house in order... pastikan anak anakmu mengenal TUHAN yg disembah papah dan mamah... pastikan anak anakmu hidup dlm takut akan Tuhan... biar jika kita satu kali nanti mati dan pulang ke Rumah Bapa di Surga, anak anak kita sudah ada dlm cengraman kasih Roh Kudus...

Jgn sepelekan hal ini, utk itu, papah mamah sendirilah yg harus pertama tama menempatkan Tuhan sbg yg pertama dan terutama bagi hidup orang tua, maka anak anak akan melihat dan meniru, meneladani apa yg papah mamah kerjakan...

‎Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-12 19:56:54

Jumat, 10 Februari 2017

Yesaya 32:15-17
"...Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran.
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya..."

---> Setiap manusia, bahkan yg belum kenal Tuhan sekalipun, merindukan kehidupan yg penuh damai sejahtera, penuh ketenangan dan ketenteraman utk selama-lamanya... mungkin bagi sebagian kita, yg selama ini tdk mengalami gejolak hidup yg begitu berarti, kita sering menganggap remeh arti satu ketenangan dan ketentraman... tapi coba tempatkan diri saudara yg sedang mengalami perpecahan rumah tangga... suami yg selingkuh, istri yg tdk bisa dinasehati, boros, anak anak yg memberontak, papah yg kasar, pemabuk, pejudi,... atau jika saudara tinggal didaerah konflik spt di Syria, di Allepo, atau di Iraq, tiap tiap waktu mereka cemas kalau kalau musuh dtg dan merampas istri dan anak anak gadis mereka sbg budak sex para penjahat...

Jika mereka ditanya, semua akan menjawab, mereka haus akan hidup dlm damai sejahtera, hidup penuh ketenangan dan ketenteraman selama-lamanya... itu lebih berharga dari pada kemewahan apapun...

Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita akan kebenaran ini, coba kita perhatikan dan periksa hidup kita masing-masing, dimana kita berada?
--> Jika saudara berada di padang gurun, maka, 'Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan...' inilah warna hidupmu, yg dituntut 'sekedar keadilan!' Keadilan akan berteriak: 'mata ganti mata... nyawa ganti nyawa...' di dlm tuntutan, tdk mengenal kata,'pengampunan...' tdk ada kata 'kesempatan kedua, apalagi penerimaan... itulah hidup di padang gurun... rumah tangga yg hidup dipasang gurun pasti tdk akan mampu bertahan, sebab siapakah yg tdk pernah salah? Jika yg satu salah dan yg lain menuntut keadilan, maka hancurlah rumah tangga...

--> Sebaliknya jika saudara berada di ‎kebun buah-buahan, maka 'di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran...' itulah warna kebun buah buahan, kebenaran!. Yesus menyatakan sendiri Diri-Nya adalah Jalan, KEBENARAN, dan hidup... Dia sendirilah KEBENARAN itu! Jika hidupmu ada di kebun buah buahan, maka warna warna nilai nilai kebenaran lah yg akan kental terjadi disana... suami istri akan hidup berpatokan kpd kebenaran, mereka mengajar anak-anaknya utk hidup sesuai kebenaran Tuhan, mereka mengelola keuangan mereka dgn nilai nilai kebenaran... barulah disitu akan timbul damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya...

Mungkinkah hidup kita berubah? PASTI!!! Lihat kembali ayat tadi:
Yesaya 32:15 "...Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan..."
Kuncinya adalah, ... sampai dicurahkan kpd kita Roh dari atas... sampai Roh Kudus dicurahkan didlm hidup dan rumah tangga kita, maka perubahan akan terjadi, yg tadinya hidup padang gurun, akan berubah menjadi kebun buah-buahan... yg sudah menjadi kebun buah-buahan, akan berubah bahkan menjadi spt hutan, semakin luas dan semakin berlimpah limpah... itulah karya Roh Kudus.

Secara sederhana, sbg ukurannya, hidup yg belum berubah, aromanya adalah keadilan, utk ku, demi aku, dan bagi ku sendiri, tapi hidup yg sudah diubahkan, yg menjadi spt kebun buah-buahan, aromanya adalah memberkati, memberi dan menjadi berkat...

Padang gurun Negev sebelum perang 7 hari, dikuasai oleh Mesir, disana kering kerontang dan gersang, sungguh-sungguh hanyalah padang gurun... yg ada disana hanyalah ular ular berbisa yg hidup di padang gurun... Sekarang jika saudara ke Israel, didaerah Negev, diwilayah paling selatan Israel, disana ditemukan kebun buah-buahan, bahkan vineyard atau perkebunan anggur dan winery terbaik didunia ada disana...
mereka bahkan mengirim bibit dan pupuk organik, technology perkebunan dan pertanian kpd negara negara tetangga bahkan keseluruh dunia, Thailand bisa menghasilkan beras terbaik yg disebut the king rice, sebab raja Thailand saat itu raja Bumibol, mengirim utusan utk belajar di Israel... pertanian Thailand sekarang yg terbaik di Asia.

Jika padang gurun Negev bisa menjadi kebun anggur dan perkebunan buah-buahan, bisakah rumah tangga mu, kehidupanmu dan usahamu yg sekarang ada di padang gurun, diubahkan menjadi kebun buah-buahan? Atau bahkan dibuat melimpah menjadi spt hutan yg begitu luas? ... Berdoa minta Roh Kudus utk turun keatas rumah tangga, usaha dan hidup kita pagi ini, itulah jawabannya....

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-09 20:01:17

Kamis, 9 Februari 2017

Yesaya 29:13-16
"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."
Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? ...."

‎---> Pagi ini Firman Tuhan mengajarkan kita akan betapa pentingnya memiliki 'integritas' didlm hidup dan ibadah ibadah kita...
Integritas atau berasal dari kata dasar integer, didlm ilmu mathematics, integer adalah a whole number atau satu angka yg bulat dan bukan angka pecahan atau berdesimal. Satu kesatuan, itulah arti integer yg dari padanya kita mengenal kata integritas.

Seorang yg memiliki integritas, apa yg keluar dari mulutnya dgn isi hatinya dan pikirannya itu sama, tdk terpecah atau terbagi bagi... Ketika seorang anak Tuhan, seberapa rohaninya dia sekalipun, jika mulut dan hatinya berbeda, pikiran dan perbuatannya berbeda, maka tdk ada integritas padanya... Dan ini satu kejijikan yg akan membuahkan kerusakan didlm hidupnya. Coba lihat kembali beberapa ayat ayat diatas tadi:
"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,..." kemudia kita tahu, yg dulunya ‎berhikmat, hikmatnya akan hilang... yg dulunya arif dan bijaksana, kearifannya akan tersembunyi... tapi bagaimana itu mungkin? Sebab tdk adanya integritas akan membuat manusia menjadi munafik... Dan itulah kekejian bagi TUHAN.

Lebih jauh lagi, kemunafikan akan membuat manusia bahkan menjadi pemberontak, merasa lebih tahu dari pada TUHAN, dan tdk mau menerima Firman Tuhan apa adanya:
"Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? ...."‎ ---> inilah yg disebut pendurhakaan... pendurhakaan adalah pemberontakan melawan Tuhan dan Firman-Nya... dimulai dgn tdk hidup dgn integritas, tapi berujung kpd maut dan pendurhakaan... jgn anggap remeh jika mulut dan hatimu tdk kompak... jgn anggap sepele jika pikiran dan perkataan atau perbuatanmu tdk sama... sebab itu akan memupuk kemunafikan dan berujung kpd kedurhakaan.

Bagaimana saya dpt mengawasi langkah hidup saya agar tdk terjerumus kedlm dosa ini? JUJUR... belajarlah utk berkata JUJUR apa adanya... kejujuran akan menghindari langkah langkah mu utk terjerumus kedlm kemunafikan...

Sudahkah engkau berdoa dan membacara Firman Tuhan pagi ini? Sudahkah engkau bersyukur kpd Tuhan utk kasih setia-Nya pagi ini? Jika belum lakukan segera... berlakulah jujur sekalipun tdk ada yg melihat...

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-08 19:44:16

Rabu, 8 Februari 2017

Yesaya 24:1-5
"...Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.
Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam, seperti nasib hamba laki-laki demikianlah nasib tuannya, seperti nasib hamba perempuan demikianlah nasib nyonyanya, seperti nasib pembeli demikianlah nasib penjual, seperti nasib peminjam demikianlah nasib yang meminjamkan, seperti nasib orang yang berhutang demikianlah nasib orang yang berpiutang.
Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab TUHANlah yang mengucapkan firman ini.
Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama.
Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi."

---> ‎Ketika Yesaya melukiskan keadaan akhir jaman yg membuat bumi rusak dan hancur, lukisan yg diucapkan oleh Yesaya sungguh sangat mengerikan, coba baca kembali ayat ayat diatas dari ayat 1 sampai ayat 4 dari Yesaya 24.

Kunci dari kehancuran yg ditimpakan ke atas bumi dan isinya dilukiskan di ayat 5, coba perhatikan sekali lagi ayat 5 tadi:
‎"...Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi."
---> Dgn demikian kita tahu, siapa yg bertanggung jawab atas kehancuran bumi? 'PENDUDUKNYA!!!' Apa yg dilakukan penduduknya sehingga bumi atau tanah dihancurkan?
Karena kita:
- melanggar undang undang
- mengubah ke‎tetapan
- dan mengingkari perjanjian abadi

Itulah ketiga hal yg membuat bumi hancur... Saudaraku, sbg orang percaya yg menyatakan diri pengikut Kristus, tdk kah sepantasnya dlm bekerja, melayani, bermasyarakat, dan berumah tangga kitapun meniru yg Yesus sudah teladani? Minimal kita akan berusaha sungguh sungguh utk melangkah dijalan yg sudah Dia lewati, itulah arti meniru teladan Nya...

Jika tdk demikian, jika focus kita adalah kenyamanan diri sendiri, mustahil saudara dan saya sedang meniru teladan Kristus dlm melayani...
ketika Dia melihat orang susah, hati-Nya menjadi susah dan bahkan menangis... hati nurani-Nya tersentuh... bagaimana dgn kita?
‎Ketika Dia melihat orang jatuh dlm dosa, amarah karena kekudusan dan belas kasihan bertabrakan, kemudian Dia mengangkat dan berpesan, '...pulang dan jgn berbuat dosa lagi...' bagaimana dgn kita?
Ketika melihat orang lapar dan haus, Dia melakukan sesuatu utk memberi mereka makanan... apakah demikian juga dgn kita?

Masih banyak lagi yg Yesus lakukan sbg teladan bagi kita... dlm hal mengikuti undang undang dan peraturan yg ada, Yesus membayar pajak dan bukan menyogok pemungut pajak, begitu jugalah dgn pengusaha Kristen?

Dlm hal perjanjian abadi, Yesus selalu terdorong utk memegang janji dan ikrar janji,... beberapa orang menyudutkan Dia utk dpt alasan menceraikan istrinya, tapi Yesus dgn tegas berkata di Matius 19:8 "Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian."
Yesus selalu setia kpd janji dan janji abadi, begitu jugalah engkau dan saya?

Saudaraku, jgn anggap remeh perkara perkara ini, sebab oleh pelanggaran pelanggaran inilah, bumi dimana kita berpijak menjadi terkutuk dan hancur... kadang saya heran, kenapa jika manusia berdosa, bumi ditempat dia berpijak dan mendapatkan makanan justru bumi itulah yg terkutuk? Ingat ketika ‎Adam jatuh dlm dosa, kutuk itu jatuh bukan kpd Adam saja, tapi kpd tanah dimana Adam berpijak dan mencari makanan:
Kejadian 3:17 "Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu..."

Terutama kpd para pria, para imam dan kepala rumah tangga, hiduplah hati hati agar jgn kita menghalalkan segala cara demi kenyamanan dan keuntungan sendiri, sebab dosa itu mendatangkan kutuk bukan hanya bagi kita, tapi bagi tanah dimana kita berpijak dan berusaha...
Belajarlah utk ‎:
- TIDAK melanggar undang undang
- TIDAK mengubah ke‎tetapan
- dan TIDAK mengingkari perjanjian abadi

Hiduplah dgn setia kpd istri dan anak anakmu...
Taati dan hormati authoritas baik di usaha, di masyarakat, didlm gereja yg sudah Tuhan tetapkan atasmu... itulah cara utk berjalan meneladani Kristus

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-07 19:23:27

Selasa, 7 Februari 2017

Yesaya 22:15-25
Ayat 15 - 19, tentang Sebna:
"... Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:
Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?
Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat
dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu!
Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan...."

Sebna adalah kepala istana kerajaan Yehuda, hati Sebna ketika menghadapi tekanan yg berat, condong dan focus utk membangun monument bagi dirinya sendiri... dia menggali kubur utk dirinya dipuncak gunung yg tinggi, memahatnya dari batu batu pahatan yg indah... semua dia lakukan dihadapan bahaya agar namanya bisa tetap dikenal sepanjang masa...

‎Sebaliknya, bawahan Sebna, Elyakim bin Hilkia, dipromosikan sedemikian rupa, coba perhatikan perlahan lahan perkataan Tuhan tentang Elyakim:
‎Ayat 20 - 25, Tentang Elyakim bin Hilkia
"Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:
Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.
Dan padanya akan digantungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.
Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kokoh itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya."

Bukankah itu luar biasa? Sebab jika tdk hati hati membaca, kita akan berfikir bahwa itu nubuatan tentang Yesus Kristus, sebab dikatakan:
- Tuhan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya...
- apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka....
- Menjadi penopang yg teguh selamanya...
Bukankah semua itu adalah attributes yg dilukiskan Firman Tuhan tentang Yesus? Kenapa justru sekarang dipakai utk seorang bawahan yg tugas nya sehari hari menyimpang gulungan kitab? Seorang bernama Elyakim bin Hilkia...

Saya dorong saudara baca juga Yesaya 36, engkau akan melihat kepahlawanan Elyakim...

Secara singkat, dpt saya simpulkan, Elyakim adalah seorang yg setia, sama sekali tdk memikirkan kepentingannya sendiri, tdk spt Sebna atasannya, tapi focus pikiran dan hasratnya adalah kepentingan Rajanya,... sesederhana itu, dan itulah kharakter Kristus, bukankah Dia berkata di Yohanes 4:34 : "...Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."
--> Itulah hasrat dan kerinduan Kristus, dan jika kita memiliki kerinduan yg sama spt Kristus, satu kali, engkau akan tercengang cengang ketika hidupmu, kharaktermu, attribute tentang engkau, disebut orang dan Tuhan sama spt yg Bapa sebut utk melukiskan Kristus Yesus...

Miliki kerinduan utk selalu menyenangkan Tuhan... bela dan lakukan kepentingan Kristus lebih daripada kepentinganmu sendiri..

Smile and keep on taking the Journey to Perfection
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-02-06 19:43:01