Morning Dew

Jumat, 30 September 2016

‎Nehemia 6:1
"...Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,..." 

---> Batas atau pagar yg ketiga yg dikerjakan oleh Nehemia ‎adalah :
‎"...membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang‎ - dlm KJV disebutkan: I had builded the wall, and that there was no breach left therein;...‎" Nehemia memastikan sebelum pintu pintu gerbang tembok kota Yerusalem dipasang rapih dan selesai, seluruh tembok di kota tsb 'tdk ada lagi lobang'. Semua celah, semua lobang, semua retakan di tutup rapat rapat sehingga orang tdk lagi menemukan celah! 

Jika kita aplikasikan didlm hidup kita sehari hari, mungkinkah seorang manusia biasa spt kita hidup tanpa celah? Hidup tanpa melanggar aturan?‎

Coba renungkan sekali lagi apa yg King James katakan, 'lobang atau celah' digunakan kata 'breach', yg sebetulnya ‎dlm English modern diartikan sbg 'pelanggaran'. Orang sering berkata : 'breach of law atau breach of contract yg berarti pelanggaran hukum atau pelanggaran kesepakatan atau kontrak'. Pagar atau batas yg ketiga yg di bangun Nehemia sebelum seluruh tembok itu selesai dan pintunya terpasang adalah:

--> Nehemia memastikan bahwa dia maupun orang orang yg ‎bekerja di pembangunan tembok kota itu adalah orang orang yg tdk sedikitpun ditemukan kesengajaan atau secara sadar dan sengaja sedang berjalan ke arah yg 'melanggar perjanjian' atau dgn kata lain, mereka adalah 'Men & Women of Covenant - pria dan wanita yg memegang sumpah!'

Itulah pagar ketiga yg dikerjakan Nehemia, dia menutup semua bentuk pelanggaran! Terutama pelanggaran yg disengaja. Nehemia berjalan dan hidup sbg orang yg berpegang kpd sumpah, itulah sebabnya dia diijinkan Tuhan utk mengerjakan dan menyelesaikan rencana Tuhan bagi umat-Nya, membangun tembok Yerusalem! Bukankah didlm Mazmur 15, Daud sendiri bertanya, 'siapakah Tuhan yg boleh menumpang di Kemah Mu?... lalu dgn satu kalimat Tuhan berkata: 'orang yg takut akan Tuhan, yaitu orang yg berpegang kpd sumpah sekalipun rugi!'

Hari hari ini, kharakter 'setia kpd janji atau berpegang kpd sumpah apalagi sampai harus rugi' itu sangat sangat langka ditemukan! Bahkan diantara anak anak Tuhan atau hamba hamba Tuhan sekalipun, sangat jarang nilai luhur ini ditemukan, padahal inilah nilai luhur yg Tuhan cari didlm diri kita agar kita boleh masuk dan menumpang dikemah Tuhan. Kita cenderung utk menghalalkan pelanggaran dgn berbagai dalih utk membela diri agar layak dibenarkan melakukan pelanggaran, padahal jelas jelas Firman Tuhan katakan: 'berpegang kpd sumpah sekalipun rugi!' 

Saudaraku, suami istri, salah satu bisa salah, tapi apakah kesalahan yg satu secara otomatis memberikan hak kpd yg lainnya utk membatalkan sumpah setia? Dlm hal itu, akan terlihat jelas yg mana yg hidup takut akan Tuhan & yg mana yg berlagak takut akan Tuhan. Berhenti berdalih dalih, tutuplah semua lubang, tutup semua pelanggaran, dgn apa? Bagaimana caranya?‎
Perhatikan: Amsal 10:12 "...Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." ‎

Smile it's Friday... Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-29 21:19:34

Kamis, 29 September 2016

Nehemia 5:14-19
"Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 
Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 
Aku pun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu.
Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami.
Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat.
Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini..."

Pagar kedua yg dibangun Nehemia sebelum batas tembok kota Yerusalem secara fisik selesai dibangun adalah:

Dari juru minum atau 'pembantu kepercayaan raja', Nehemia naik pangkat sekarang sbg bupati tanah Yehuda, dan inilah yg Nehemia lakukan:‎
Nehemia memastikan bahwa dia hidup, bekerja, melayani bukan didorong oleh hak hak tapi oleh tanggung jawab, 'accountability driven life, not right driven'. Yg membuat Nehemia berbeda dgn semua bupati-bupati tanah Yehuda yg sebelum dia adalah, semua bupati-bupati tsb bekerja atau hidup hanya didorong oleh 'tuntutan hak hak' yg mereka boleh nikmati, sebaliknya Nehemia berbeda, dia hidup dan bekerja didorong oleh tuntutan tanggung jawab dan kewajiban, bahkan dia menolak atau tdk mengambil hak hak-nya sbg bupati.‎

Itulah bedanya sikap hati seorang tuan atau pemilik dgn sikap hati seorang hamba atau pengelola. Seorang yg berhati atau bersikap sbg 'tuan' itu berhak utk minta dilayani, berhak utk minta perlakuan yg baik, berhak utk menuntut dihormati, sebaliknya seorang hamba, seorang pengelola, mereka focus kpd apa yg dia harus kerjakan, apa yg harus diselesaikan tepat waktu, apa apa tanggung jawabnya, sama sekali tdk terlintaskan hak hak apa yg dia akan dapatkan.

Ketika hak dan tanggung jawab bertabrakan, kita akan melihat bukti nyata, yg mana hati tuan dan yg mana hati hamba.
‎---> ketika kejepit dgn keputusan yg harus diambil, pilatus diperhadapkan kpd keputusan yg aman dan menyelamatkan posisi dan hak haknya, atau keputusan yg benar yg sesuai dgn fakta dan hati nuraninya, namun hal itu akan membuat posisinya yg tentu berkaitan langsung dgn hak haknya yg akan hilang. Pada saat spt itu, pertimbangan utk mempertahankan hak bersuara jauh lebih kuat dihati Pilatus dari pada suara utk melakukan tanggung jawabnya dgn benar. Pilatus membasuh tangannya dgn air dari satu bokor sbg tanda melepaskan tanggung jawabnya atas darah Yesus dan memilih utk kembali ke posisi atau hak haknya. Ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, Pilatus memilih mempertahankan hak!

---> Beberapa jam sebelumnya, Yesus dgn‎ bokor yg mungkin dibuat oleh tukang periuk yg sama, dgn ukuran yg mungkin sama, memiliki segala macam hak utk dilayani, dihibur, ditopang, karena itulah saat saat terberat didlm hidup-Nya di muka bumi. Namun Dia memilih utk berlutut dan melepaskan hak haknya, sebaliknya Dia memilih utk mengerjakan tanggung jawab-Nya yg terakhir utk menguatkan dan mengajar murid-murid-Nya sebelum Dia mati di salib.... Dia berlutut dan membasuh kaki murid-murid-Nya. Ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, Yesus memilih utk melakukan tanggung jawab dan melepaskan hak.

Bagaimana dgn kita? Ada banyak kesempatan didlm hidup saya ketika hak & tanggung jawab bertabrakan, saya memilih utk mempertahankan hak, tahukah saudara mengapa? Sebab sangat berat utk memilih tanggung jawab. Saya menyesali pilihan pilihan tsb setiap kali saya salah memilih, dan saya berdoa minta kekuatan yg mengalir di hati Yesus agar saya juga bisa selalu memilih tanggung jawab....

Belajar dari Yesus, belajar dari Nehemia... ketika hak dan tanggung jawab bertabrakan, selalu memilih utk mengerjakan tanggung jawab kita, itulah pagar atau batasan kedua yg harus dibangun sebelum pagar tembok bisa selesai dibangun!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-28 19:25:53

Rabu, 28 September 2016

‎Nehemia 5:1-6
"Maka terdengarlah keluhan yang keras dari rakyat dan juga dari pihak para isteri terhadap sesama orang Yahudi.
Ada yang berteriak: "Anak laki-laki dan anak perempuan kami banyak dan kami harus mendapat gandum, supaya kami dapat makan dan hidup."
Dan ada yang berteriak: "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan."
Juga ada yang berteriak: "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas ladang dan kebun anggur kami.
Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain."
Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu..." ‎

---> ‎Pelayanan Nehemia adalah pelayanan 'membangun pagar kota'. Tembok berbicara tentang pagar atau batas, bagi satu kota pun, utk dpt terlindungi dari serangan musuh, kota itu harus memiliki pagar. Bagaimana dgn hidup kita, perlukah kita memiliki pagar atau batas batas? Adakah yg dpt kita belajar dari Kitab Nehemia akan rencana dan kehendak Bapa Surgawi bagi kita, batas batas apa yg harus kita perhatikan dan jaga?‎

Pelajaran pertama dari membangun pagar dari hidup Nehemia :‎

---> Sebelum pagar secara fisik yg adalah tembok kota Yerusalem dibangun, Tuhan menuntun Nehemia utk membangun terlebih dahulu pagar pagar yg rusak di hidup umat Tuhan, ada batas batas yg telah mereka langgar, dan itu yg harus dibenahi dahulu.‎ 
Batas atau pagar pertama yg telah rusak dan dilanggar umat Tuhan adalah ketika kesusahan besar terjadi di tanah Kanaan, umat Tuhan tdk bisa mendapatkan cukup makan bagi mereka dan anak anak mereka. Mereka minta tolong kpd sesama umat Tuhan yg kaya, tapi yg kaya terlalu sayang kpd hartanya utk dibagikan dgn yg miskin, akhirnya mereka membuat kesepakatan, si miskin dijadikan budak bagi si kaya, anak anak perempuannya di jual kpd orang lain sbg wanita penghibur, betapa berat hati orang orang miskin ditanah Yehuda saat itu, mereka tdk hanya lapar, sekarang harus dipisahkan dari anak anaknya karena tdk ada makanan.

Ketika Nehemia mendengar hal itu, hatinya hancur dan marah, dia memilih utk menyelesaikan dahulu pagar hidup yg telah dilanggar bangsa Tuhan. Sebelumnya, pada jaman Musa, Tuhan telah memberikan satu batasan, satu perintah bagi umat-Nya yaitu:‎
Imamat 25:38-39 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.
Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia...."‎
Dan masih banyak lagi perkataan yg sama juga dituliskan di: ‎Keluaran 21, Ulangan 15, dll‎.

‎Apa sesungguhnya batasan yg Tuhan ingin sampaikan? 
Bagi semua umat Tuhan, menerima untung itu tdk masalah, menikmati kesukaan itu ‎boleh saja, tapi jgn sampai keuntungan yg engkau terima itu akibat kesusahan orang lain! Jgn pernah nikmati kesenangan yg harus mengorbankan orang lain, apalagi saudaramu sendiri. Jika orang kaya di jaman Musa diajar utk berbagi tanpa menerima imbalan, sebab TUHAN lah yg telah memberikan kekayaan dan berkat itu bagi mereka. Tdk ada Tuhan dimuka bumi ini yg begitu perduli tentang 'sharing atau berbagi' spt Tuhan yg menyatakan Diri-Nya melalui Alkitab ini, the God of the Bible! 

Itulah pagar yg telah rubuh pada jaman Nehemia, batas batas yg telah dilanggar umat Tuhan, tdk heran tembok secara fisik di kota mereka menjadi puing puing... sebelum tembok secara fisik dibangun, tembok secara spiritual harus terlebih dahulu dibangun. Mulailah bangun keperdulian satu sama lain. Tdk semua yg ada padamu itu utk engkau makan sendiri sepuasnya, ada bagian orang miskin yg Tuhan titipkan padamu, jgn tahan hak janda janda dan orang orang miskin, sebab mata sang Pencipta mereka mengamat amati sikap hati kita.

Smile and be more faithful 
Jesus Loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-27 23:22:06

Selasa, 27 September 2016

Nehemia 4:1, 6-8, 11
"Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi...

Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.
Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.
Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana....

Tetapi lawan-lawan kami berpikir: "Mereka tidak akan tahu dan tidak akan melihat apa-apa, sampai kita ada di antara mereka, membunuh mereka dan menghentikan pekerjaan itu..."‎

---> Itulah serentetan tantangan yg dihadapi Nehemia dan orang orang Yahudi yg ada di ‎Yerusalem. Musuh musuh bangsa itu tdk tinggal diam, coba perhatikan sekali lagi:

1. Awalnya mereka marah dan mengolok olok (ayat 1).
2. Kemudian ‎mengadakan persepakatan untuk memerangi dan membuat kekacauan (ayat 8).
3. Sampai akhirnya mereka berupaya utk membunuh dan menghentikan langkah umat Tuhan (ayat 11).‎ ‎
Bukankah itu yg iblis atau pencuri lakukan? Tuhan sendiri sudah memperingati kita akan hal itu di Yohanes 10:10 "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Oleh sebab itu, jgnlah heran jika langkah langkahmu utk menuju kepada rencana Tuhan itu berkali kali dihambat oleh orang orang yg lebih memilih utk dipakai iblis utk menjadi penghambat. Ingat, setiap pekerjaan besar yg Tuhan kehendak kita kerjakan, selalu akan timbul orang orang spt Sanbalat dan Tobia. Dlm perjalananmu utk bertobat dan hidup benar, ada orang yg memilih utk menjadi pengolok olok... kemudian semakin engkau bertumbuh, merekapun semakin bertambah busuknya, sekarang menjadi pembuat kekacauan dgn tujuan agar focusmu buyar dan terpecah, dan jika engkau tetap bertumbuh dlm kharaktermu, orang orang demikian akan berupaya mendatangkan celaka atasmu. ‎

Tahukah saudara apa yg dilakukan Nehemia dan orang-orang Yahudi di Yerusalem sampai semua pekerjaan membangun tembok itu selesai? Ini yg dilakukan mereka:‎‎
Nehemia 4:1, 21-23 ‎:
"Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian dari pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar sampai terbitnya bintang-bintang.
Pada waktu itu juga aku berikan perintah kepada rakyat: "Setiap orang dengan anak buahnya harus bermalam di Yerusalem, supaya mereka mengadakan penjagaan bagi kami pada malam hari, dan melakukan pekerjaannya pada siang hari." ‎
Demikianlah aku sendiri, saudara-saudaraku, anak buahku dan para penjaga yang mengikut aku, kami semua tidak sempat menanggalkan pakaian kami. Setiap orang memegang senjata dengan tangan kanan."‎

3 hal yg mereka lakukan:
1. Terus maju (ayat 21)
2. Berjaga jaga (ayat 22)
3. Dan tdk menanggalkan perlengkapan senjata mereka (ayat 23)

Rindukah saudara menang? Jgn menyerah, kalau gagal, bagkit lagi, sambil berdoa dan Berjaga jaga, dan jgn pernah lengah dgn menanggalkan perlengkapan senjata imanmu!

Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-09-26 20:44:46

Senin, 26 September 2016

‎Nehemia 3:1-2
"...Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel. 
Berdekatan dengan mereka orang-orang Yerikho membangun, dan berdekatan dengan orang-orang itu Zakur bin Imri...."

Kemudian lihat ayat ayat selanjutnya di Nehemia pasal 3:
‎"...Pintu gerbang Ikan dibangun oleh bani Senaa. Mereka memasang balok-balok....‎
Berdekatan dengan mereka Meremot bin Uria bin Hakos mengadakan perbaikan, dan berdekatan dengan dia Mesulam bin Berekhya bin Mesezabeel. Berdekatan dengan dia Zadok bin Baana mengadakan perbaikan,
dan berdekatan dengan dia orang-orang Tekoa.... ‎
Pintu gerbang Lama diperbaiki oleh Yoyada bin Paseah dan Mesulam bin Besoja... ‎
Berdekatan dengan mereka Melaca, orang Gibeon, dan Yadon, orang Meronot, mengadakan perbaikan beserta orang-orang Gibeon dan Mizpa,...‎
Berdekatan dengan mereka Uziel bin Harhaya, salah seorang tukang emas, mengadakan perbaikan,‎
Berdekatan dengan mereka Refaya bin Hur, penguasa setengah wilayah Yerusalem yang satu mengadakan perbaikan..... ‎"

Dan masih banyak lagi serentetan orang orang yg 'berdekatan' satu sama lain utk sama sama membangun kembali tembok tembok Yerusalem. Saudara akan menemukan nama nama tsb sebagian besar tdk pernah lagi disebutkan didlm Alkitab kecuali saat itu dimana mereka ambil bagian, berpartisipasi utk membangun tembok tembok Yerusalem diwilayah mereka.

Seandainya orang orang tsb, tdk ambil bagian, kemungkinan besar nama nama merekapun tdk akan pernah dicatat di dlm Alkitab sama sekali.‎ Saya membayangkan saat ini, ketika mereka semua sudah kembali ke rumah Bapa di Surga, mereka mungkin bertanya tanya, kenapa saya ada disini? Apa yg sudah saya perbuat utk layak menerima Surga?... Dan ketika mereka tahu bahwa 'kerelaan hati mereka utk bekerja sama, utk membangun bahu membahu' telah membawa nama mereka tercatat didlm kumpulan kitab kitab para nabi.... sekalipun mereka bukan nabi, bukan imam, bukan para rohaniawan, namun sikap hati yg rela utk dipimpin telah membawa nama nama mereka sejajar dgn para nabi nabi Tuhan, mereka pasti akan tdk habis habisnya bersyukur... 

Jgn anggap remeh ‎sikap hati yg rela dipimpin, sebab itulah yg disebut 'kelemah lembutan', kelemah lembutan adalah dasar dari penyempurnaan pekerjaan Tangan Tuhan utk membentuk kharakter kita. Bayangkan jika orang orang itu berkata: 'kenapa harus saya? Bagaimana dgn dia? Apa untungnya bagi saya? ...' Seandainya spt itu sikap hati mereka, tembok tembok kota tua Yerusalem tdk akan berdiri hari ini. Bayangkan, orang orang biasa, para petani, nelayan, para budak budak, telah membangun satu bangunan yg sampai saat ini sudah lebih kurang 2,500 tahun tapi masih kokoh berdiri. Jika saudara ke kota tua Yerusalem, engkau akan masih bisa melihat gerbang Domba, gerbang ikan, gerbang sampah dll masih berdiri kokoh sampai saat ini, itulah karya hati hati yg rela dipimpin, mereka melahirkan maha karya yg tdk ternilai harganya.

Rindukah saudara hidupmu menjadi berarti? Jika benar begitu, belajar utk rela dipimpin, lembutkan hatimu.... Jgn biasakan hidup dgn hati yg keras, yg merasa paling pintar sendiri, paling tahu dan tdk punya kerelaan utk dipimpin.

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-09-25 20:55:40

Jumat, 23 September 2016

‎Nehemia 2:1-6
"... Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, 
bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.
Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 
Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 
kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya..." ‎

---> Ada beberapa perkara mulia yg kita bisa belajar bagaimana seseorang dpt dipakai utk menggenapi rencana besar surgawi:

1. ‎Ayat 1: "... Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,..."
--> Nehemia didlm memikul tugas dan pekerjaannya sehari hari, selalu menampilkan sikap yg ceriah dan sukacita, bukan sikap sedih atau bersungut sungut. Inilah dasar penting yg pertama, 'Miliki sikap hati yg benar, yg menyenangkan...' ‎Ada perkataan bijak yg berkata begini: 
'All things being equal, the likable person will win... all things not being equal, the likeable person will still win! - Jika semuanya sama, orang yg sikapnya menyenangkan akan menang, jika tdk semuanya sama, orang yg memiliki sikap yg menyenangkan tetap akan menang!'‎
apakah engkau termaksud orang yg memiliki sikap yg likable? Yg menyenangkan? Sebagian besar orang suka atau malas bertemu kita? Kalau kita jujur dan orang lebih banyak menghindari kita, berarti kita bukanlah a likable person. Masalahnya ada di sikap hati kita yg kemudian terpancar melalui perkataan dan perangai kita. Nehemia berkata bahwa hari itu dia sedih, namun tdk biasa biasanya dia spt itu didlm pekerjaannya, dia selalu menampilkan sikap yg ceriah dan sukacita, menyenangkan dan bukan penuh dgn perbantahan. Nehemia adalah seorang pribadi yg 'likable mudah utk dikasihi dan dicintai'. Engkau ingin berhasil, jadilah pribadi yg likable!

2. Ketika raja bertanya, apa yg kamu kehendaki, Nehemia langsung berdoa meminta kebranian Tuhan dan bicara minta utk diutus. Kemudian raja bertanya lagi, berapa lama? Nehemia menjawab satu jawaban yg precise atau persis waktunya. 
--> Disini kita melihat bahwa sebelum ditanya dan dpt kesempatan emas, Nehemia selalu melibatkan Tuhan. Juga Nehemia adalah satu pribadi yg selalu siap dgn mengerjakan PR nya terlebih dahulu, hal itu terlihat jelas dari jawabannya kpd raja. Ketika ditanya, berapa lama? Nehemia menjawab dgn persis waktu yg dia butuhkan, bahkan bantuan bantuan atau dukungan yg dia butuhkan, Nehemia telah mengerjakan PR nya terlebih dahulu!

Tuhan bisa pakai siapa saja, Louise Pasteur berkata: 'dlm hal penemuan (invention), kemungkinan kemungkinan selalu berpihak kpd hati yg siap, chances always favoured a prepared heart'. Saudara mengerti itu, seorang ilmuwan spt Pasteur saja berkata penemuan penemuan tsb tdk terjadi spt turun dari langit, tdk terjadi secara random, namun terjadi bagi hati yg telah siap, pribadi yg mempersiapkan diri, mengerjakan PR nya, melakukan pekerjaannya dgn terperinci dan benar.

Hal yg sama juga berlaku dlm hidupmu dan hidupku, jika engkau ingin melihat campur tangan Tuhan dan berkat berkatNya, lakukan hal hal ini:
1. Miliki sikap hati yg menyenangkan, jadilah a likable person!
2. Persiapkan dirimu, kerjakan bagianmu, selesaikan PR mu, kemudian tunggu waktunya Tuhan! 

Smile, it's Friday! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-22 20:33:29

Kamis, 22 September 2016

Nehemia 1:1-4
"Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 
datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.
Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." 
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,..."‎

---> Nehemia adalah seorang yg hidup ‎bersamaan pada jaman Ezra. Namun bedanya, Nehemia bukanlah seorang nabi atau seorang imam atau bahkan bukan juga seorang dari kaum Lewi yg biasa dipakai utk satu pekerjaan Tuhan. Nehemia adalah seorang biasa namun memiliki posisi dan kepercayaan yg sangat luar biasa di dlm kerajaan Persia pada saat pemerintahan raja Artahsasta. 

Coba perhatikan apa yg menjadi pelajaran penting bagi semua kita anak anak Tuhan : Saudara tdk harus menjadi pendeta atau nabi atau imam utk bisa dipakai Tuhan! Seorang juru minum spt Nehemia juga bisa dipakai Tuhan utk satu pekerjaan besar menggenapi rencana Tuhan. Bagaimana caranya? Sikap hati spt apa yg bisa dipakai Tuhan? Apa yg kita bisa belajar dari Nehemia? 

1. Nehemia sudah mengalami ‎semua kelegaan dan kelimpahan... Nehemia memiliki pekerjaan yg baik, masa depan yg baik, tinggal di istana raja, semua serba berkelimpahan, sebab tdk sembarang orang bisa dipercaya utk menjadi juru minum raja Persia, apalagi dia seorang asing dari bangsa yg dijajah oleh Persia. Namun Nehemia memiliki satu kharakter yg sangat mulia dan luhur, dia perduli akan kesusahan orang lain. Coba perhatikan ayat ayat ini sekali lagi, ketika Nehemia mendengar khabar dari Hanani tentang apa yg terjadi di Yerusalem, inilah sikap Nehemia:
‎"...Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,..."‎
---> saudaraku, orang orang, apalagi Tuhan, tdk perduli seberapa banyak engkau tahu,... tapi orang dan juga Tuhan tahu seberapa banyak engkau perduli! Coba renungkan sebentar hal itu... kita berlomba lomba menambah pengetahuan tapi kemudian tdk buat apa apa bagi orang lain. Kita sibuk menghiasi diri sendiri, hidup sendiri tapi tdk menambah nilai sedikit-pun bagi hidup orang lain. Kapan terakhir kali engkau duduk berdoa sambil berpuasa, menangis bagi orang lain? Jika saudara rindu hidupmu dipakai utk kemuliaan TUHAN, pastikan sikap hatimu itu ingin berbuat sesuatu bagi orang lain, ingin menambah nilai bagi orang lain. 

2.‎ Perhatikan kembali ayat 1 & 2 : "...Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 
datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem..."‎

---> Keperdulian Nehemia diawali dgn satu pertanyaan bukan tentang dirinya sendiri, atau tentang kaum keluarganya, tapi tentang orang lain yg terluput dan terhindar dari penawanan... coba bayangkan, Nehemia sendiri adalah seorang tawanan, sekalipun ternyata dia hidup sukses dan diberkati selama hidup sbg tawanan, sebagian besar orang yg hatinya penuh dgn persungutan akan melihat keburukan atau melihat ketidak adilan dari peristiwa ini. Seandainya kita adalah Nehemia, mungkin kita akan berkata, boro boro mikirin mereka yg tdk tertawan, sudah syukur mereka tdk ditawan jadi budak, kita kita ini justru yg harus dipikirin, yg ditawan jadi budak! Namun bukan spt itu sikap hati Nehemia, dia justru menanyakan nasib mereka yg lebih beruntung seharusnya, kaum Yehuda yg tdk ditawan... sebab hati Nehemia penuh dgn kemurahan. Yesus sendiri berkata: "...Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan..." (Matius 5:7)
Bukankah semua kita perlu kemurahan hati Tuhan utk hari ini? Hiduplah dgn murah hati...

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-21 19:42:34

Rabu, 21 September 2016

Ezra 10:1-4
"Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras. 
Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: "Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel. 
Marilah kita sekarang mengikat perjanjian dengan Allah kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat tuan dan orang-orang yang gemetar karena perintah Allah kita. Dan biarlah orang bertindak menurut hukum Taurat. 
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!" 

---> Sungguh merupakan sesuatu hal yg sangat sulit utk di fahami dan di nikmati, kitab Ezra berakhir bukan dgn 'happy ending' spt yg biasa kita harapkan dari sebuah film atau cerita... kitab Ezra ditutup dgn peristiwa yg memilukan, perpisahan antara orang Israel dgn istri istri dan bahkan anak anak mereka yg sudah dilahirkan dari istri istri mereka yg adalah orang orang asing... selama sekian lama Israel menjadi budak, mereka hidup spt budak yg tdk memahami hukum Tuhan dan mengambil wanita wanita dari tanah tsb sbg istri mereka, padahal tentang hal itu TUHAN sudah memberikan peringatan keras, sebab takut bahwa istri istri tsb akan menyesatkan hati mereka.

Jgn dilihat perkara ini dari susut pandang manusiawi kita, sebab pasti secara kemanusiaan hal itu tdk mungkin bisa diterima, namun coba lihat dari sudut pandang Surgawi, kekudusan yg bercampur dgn kecemaran akan membuahkan buah cemar atau sikap, tindakan dan perkataan cemar.

Kita Ezra ditutup dgn lukisan Bait Allah tdk dijelaskan selesai atau tdk dibangun, namun dilukiskan dgn 'perpisahan yg memilukan'! Dgn kata lain, Bait Allah didlm diri saudara dan saya itu hanya akan selesai atau tdk selesai dibangun, itu tergantung dari berani atau tdknya kita utk memutuskan agar yg kudus (Bait Allah), yaitu tubuh mu dan tubuhku akan atau tdk akan bercampur dgn yg cemar atau najis. Jika yg kudus itu bercampur dgn yg najis, maka buahnya, anak anaknya adalah cemar dan najis.

Beberapa kali dihidup saya, saya menemukan diri saya mengatakan hal hal yg kasar dan kejam, itulah kenajisan... saya juga menemukan diri saya melakukan tindakan kejahatan, itu juga buah cemar yg saya hasilkan.... masalahnya dimana? Tuhan tunjukan pagi ini sebab saya menikmati 'kawin campur' atau mencampur adukan yg kudus dgn yg najis dan cemar, sehingga ada buah buah kecemaran yg memalukan, perkataan yg kotor dan jahat, tindakan yg keras dan sombong, semua bentuk dosa yg saya hasilkan adalah akibat 'kawin campur' didlm diri saya sendiri!

Mari kita sama sama bertobat dan putuskan dosa sama sekali, sebab.... Bait Allah yg kudus hanya bisa dibangun dan diselesaikan apabila kita rela utk tdk kawin campur, tdk mencampurkan yg najis dgn yg kudus...

Berdoa spt ini pagi ini:
' Roh Kudus, mampukan dan Kuatkan saya utk meninggalkan dosa dan anak anaknya... mengusir dosa dari hidup saya dan tdk lagi berhubungan dgn dosa.... hidupku adalah Bait Mu yg Kudus!' Hallelujah!!!

Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-20 21:03:39

Selasa, 20 September 2016

‎Ezra 8:1, 15, 21-23
"Inilah kepala-kepala kaum keluarga dan silsilah orang-orang yang berangkat pulang bersama-sama aku dari Babel pada zaman pemerintahan raja Artahsasta:.....
Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi..... ‎
Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. 
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 
Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami...."‎

---> Ketika TUHAN menyatakan kebajikan-Nya kpd umat-Nya melalui raja Persia, raja Artahsasta memerintahkan imam Ezra utk memimpin umat Tuhan kembali ke Yerusalem dan memperbaiki rumah Allah di Yerusalem. ‎

Hari ini kita akan belajar satu sikap yg benar yg ditunjukan oleh Ezra sbg seorang imam, seorang hamba Tuhan, sikap inilah yg sudah mulai langka diantara anak anak Tuhan hari hari ini.

Coba perhatikan kembali ayat‎ 21 & 22: ‎
"Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi..... ‎
Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. 
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." ‎
---> Bagi Ezra, dia tdk mau membawa malu akan nama TUHAN, Ezra memilih utk merendahkan hati, berpuasa dan mencari Tuhan dari pada minta tolong utk mendapatkan perlindungan raja Artahsasta, sebab Ezra sudah berkata dgn mulutnya sendiri: ‎"Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka,..."

Coba renungkan sebentar, semua kita yg menyebut diri anak anak Tuhan, apalagi hamba Tuhan, adakalanya kita menghadapi kesusahan dan kebutuhan mendesak, pertolongan siapa yg kita cari? Pertolongan Tuhan atau manusia? Jauh lebih nyaman mendapatkan pertolongan dari manusia, sebab itu instant dan bisa dicampur dgn dibohongi, tapi tdk membawa pendewasaan apapun, tdk akan mengukir nilai nilai luhur... Sebaliknya pertolongan Tuhan itu sering tdk nyaman, kadang Tuhan biarkan kita kesakitan dahulu supaya kita belajar dan sadar akan rencana Tuhan, kadang sptnya Tuhan bisa terlambat, pada saat Maria dan Martha mencari pertolongan Tuhan utk Lazarus adiknya, Tuhan sengaja bernama lama, hingga Lazarus sampai sudah mati selama 4 hari...,‎ tapi Yesus tdk pernah terlambat!... Kadang Dia berdiam saja, sebab Dia mau kita belajar akan kebodohan dan kedegilan hati kita sendiri... kadang Dia mau kita merendahkan diri agar kita tahu bahwa kita perlu Tuhan! 

Dlm keadaan takut dan butuh pertolongan, Ezra tdk mau mempermalukan Allahnya, Ezra memilih utk mencari Tuhan dan merendahkan diri dihadapan Tuhan...

Apakah engkau membutuhkan sesuatu hari ini? Pertolongan siapa yg engkau cari dan harapkan? Orang kaya? Pejabat, Hamba Tuhan, kerabat, sahabat?‎ Atau pertolongan Tuhan? Daud ketika kejepit berkata begini:
‎Mazmur 121:1-5 "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 
TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu..."‎

Rendahkan diri kita dan cari pertolongan Tuhan! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-19 19:58:03

Senin, 19 September 2016

‎Ezra 7:10, 27-28
"...Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel....
Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem, 
dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku..."‎

---> ayat 10 dari Ezra 7 melukiskan tekad yg diambil oleh Ezra,... kemudian ayat 27 - 28 melukiskan akibat yg dialami Ezra:

Ketika Ezra memutuskan, bertekad utk meneliti Firman Tuhan dan meneruskan-Nya kpd bangsa Israel, kemudian secara supra natural, ‎perlindungan tangan Tuhan menyertainya, sehingga bahkan raja Media-Persia pun menyukai Ezra. 

Tekad yg sudah diambil Ezra ‎sebenarnya memiliki 2 aspek penting, yaitu keputusan dan ketekunan (decision and discipline‎). Tanpa ke dua aspeck ini, tekad adalah sekedar puisi atau permainan kata kata kosong belaka. Ketika seorang anak Tuhan memiliki tekad yg mengandung kedua sisi spt sebuah mata pedang, maka tekad yg demikian sangat sangat powerful!‎ Apalagi ketika tekad tsb selaras dgn Firman Tuhan, kita akan melihat campur tangan Illahi yg mendorong, menguatkan dan memeteraikan keputusan dan ketekunan yg kita ambil. Betapa luar biasanya kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad yg benar', yg memiliki 2 aspek tsb, yaitu keputusan dan ketekunan. 
- Daniel bertekad atau berketetapan utk tdk menajiskan dirinya,... penyertaan Tuhan yg melampaui segala akal terjadi didlm hidup Daniel.
- Yusuf bertekad utk hidup takut akan Tuhan sehingga dia menjauhi dosa dan diangkat Tuhan begitu tingginya...
Dan masih banyak lagi,... secara singkat ingin saya sampaikan, jgn anggap remeh kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad' yg memiliki 2 aspek, sebab itulah cara manusia batiniah kita bertumbuh dan menjadi kokoh.

Adakah engkau memiliki tekad utk hidup benar? Jika belum benar, coba periksa ke dua aspek dari tekad,... mungkin keputusan sudah diambil, namun perlu diperlengkapi dgn ketekunan, sebab keputusan tanpa ketekunan adalah spt pepesan kosong atau angat angat tahi ayam!‎

Smile and be more faithful! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-18 20:48:13

Jumat, 16 September 2016

Ezra 5:1-3
"Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.
Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah. 
Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?" ‎

Kemudian lihat keputusan raja Darius:
‎Ezra 6:1-2, 6-7, 11-12 "Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan.
Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: ....‎
"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana.
Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula.
Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 
Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." 

---> Tekanan utk menggagalkan rencana pembangunan rumah Tuhan begitu kuatnya, sampai pada awal pemerintahan Darius. Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka dtg kpd orang orang Yahudi di Yerusalem bukan hanya utk mengintimidasi, namun juga utk mencari cari perkara utk menghentikan process pembangunan bait Allah di Yerusalem. Tatnai bahkan menulis surat kpd raja Darius utk mencari tahu apakah benar dahulu raja Koresh pernah memerintahkan pembangunan bait Allah utk dilaksanakan oleh umat Tuhan. 

Hari ini kita mau belajar satu hal, jika tujuan kita adalah murni dan benar, maka penyertaan Tuhan itu akan melakukan hal hal yg diluar pikiran. Tatnai bermaksud busuk dgn mengorek ngorek perkara, namun sebaliknya raja Darius dgn tegas bahkan bukan hanya membiarkan, namun menetapkan undang undang yg memihak kpd pembangunan bait Allah di Yerusalem dgn berkata kpd Tatnai:  ‎"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. ‎Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. ‎Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu..."

Saya diingatkan kpd satu ayat: ‎Amsal 21:1 "Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini..."‎
Dlm kisah Darius dan para mantan buangan, nabi Hagai dan nabi Zakharia yg adalah nabi nabi Tuhan menyatakan nubuatannya akan penyertaan Tuhan, dan ketika bangsa itu melangkah atas Firman Tuhan tsb, rencana busuk Tatnaipun diubahkan Tuhan utk menggenapi Amsal 21:1, Tuhan mengarahkan hati raja Darius utk mengalir ke arah yg Tuhan mau... sejak saat itu, sekalipun bukan dibawah authoritas seorang raja Israel, bait Allah tetap dibangun kembali pada zaman raja Persia, raja Darius.

Jika tujuanmu murni, jika motivasimu benar, hambatan spt apapun, bawa dlm doa, biarkan tangan Allah kita yg mengalirkan batang air ke arah yg mendukung kita. Jgn pakai hikmat sendiri... jgn pakai intrik intrik dan taktik yg keliru, berlutut dan berdoa, biarkan tangan Tuhan yg bekerja. CS Lewis berkata: 'Ada 2 golongan manusia, kesatu adalah orang yg berlutut dan berkata dgn hormat kpd Tuhan, ...biar kehendakMu jadi... kedua adalah orang yg tdk bersedia berlutut dihadapan Tuhan dgn rendah hati, kpd orang spt itu, Tuhan lah yg akan berkata, ....biar kehendakmu jadi...'

Pastikan semua kita menjadi golongan yg pertama! Rendahkan diri, let HIS will be done!

Greetings for the weekend!
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-15 20:55:28

Kamis, 15 September 2016

Ezra 4:1-5
"Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun Bait Suci bagi TUHAN, Allah Israel, 
maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari." 
Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: "Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia." 
Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun. 
Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka..."‎

---> Pada zaman Koresh raja Persia, Tuhan buka jalan bagi umat Tuhan utk mendapatkan kelegaan utk membangun kembali bait Allah di Yerusalem. Hati raja Persia telah digerakkan Tuhan utk membuka jalan akan hal itu, namun coba perhatikan lagi ayat ayat di atas dari Kitab Ezra 4. Pelajaran bagi kita pagi ini adalah:

1. Kapan para musuh orang Yehuda dan Benyamin ‎dtg utk 'berpura pura mau membantu', bahkan kemudian mereka malah bikin susah dgn: "...Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka...‎" (ayat 5)? Ketika mereka mendengar bahwa 'bait Allah sedang mulai dibangun, itulah saat musuh musuh umat Tuhan berpura pura baik, kemudian berupaya sekuat tenaga utk membatalkan pembangunan bait Allah tsb! Ketika seorang percaya memutuskan utk hidup benar dgn memegang teguh prinsip Firman Tuhan, hati hatilah, sebab akan dtg serigala berbulu domba yg pura pura mau membantu, kemudian akan mulai tampil taringnya dgn upaya busuk termaksud berhianat dan dusta dgn menyogok penguasa utk membatalkan. Atau menghancurkan upaya upaya utk membangun tubuh Kristus yg adalah bait Allah didlm dirimu. Jgn mundur, jika hal itu terjadi, tetap sabar dan berharap kpd Tuhan sendiri.

2. ‎Bagi saudara yg memiliki niat 'membantu pembangunan bait Allah' atau mau memuridkan, mau mendewasakan, mau melayani orang orang yg memutuskan utk hidup sesuai Firman Tuhan, atau yg sedang bertekad membangun Bait Allah, kunci atau prinsip utk memahami ketulusan hati kita sendiri adalah demikian: Jika niat baik mu ditolak, dan engkau kecewa, itu berarti yg ada adalah niat busuk! Hati hatilah, sebab engkau sedang melangkah menjadi seteru umat Tuhan yg hidup dlm naungan Tuhan sendiri! Jika engkau kecewa karena tdk diijinkan melayani, tdk diijinkan membantu, atau tdk diminta membantu, kemudian engkau menjadi kecewa, periksa motivasimu sendiri, sebab itulah yg terjadi dihati musuh musuh bangsa Yehuda, kemudian niat busuk menjadi semakin busuk, mereka berani menghalalkan segala cara utk membatalkan semua, sebab suara hati mereka berkata: 'jika bukan melalui saya!... biar hancur sekalian...!' --> Tuhan mau masing masing kita menguji niat luhur hati kita masing masing.

Dari 2 kharakter di Ezra 4, yg mana yg lebih mirip dgn kita? Umat Tuhan yg sedang membangun? Atau umat Tuhan juga (sebab merekamengakui diri sbg umat Tuhan Allah Israel) namun yg berhati busuk, yg memiliki motivasi terselubung, sehingga mudah kecewa jika yg dia inginkan dan harapkan tdk terjadi? Jika engkau termaksud yg kedua, bertobatlah sebelum terlambat, rendahkan dirimu dan biarkan Roh Kudus memulihkan engkau dan segera serahkan dirimu utk dimuridkan!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-14 23:53:38