Morning Dew

Jumat, 19 Agustus 2016

2 Tawarikh 6:34-35, 38-40
"...Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 
maka Engkau kiranya mendengar dari sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.
apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,
maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu. 
Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini..."‎

‎---> Setelah Rumah Tuhan atau Bait Allah selesai didirikan, berdoalah Salomo dan seluruh umat Tuhan saat itu, ayat ayat diatas adalah ayat ayat pengajaran yg diserap atau dikutib dari sebagian doa doa Salomo dihadapan Tuhan di bait Allah yg baru selesai didirikan dihadapan tabut TUHAN. 

Jika kita perhatikan baik baik, ada ‎satu perkara yg Firman Tuhan ajarkan melalui doa Salomo pada saat pentahbisan bait Allah, yg juga berlaku bagi kita semua. Ada kalanya sbg anak Tuhan sekalipun, kita memiliki sifat sifat lama, kharakter buruk yg masih melekat didiri kita, bahkan menjadi spt musuh yg menggerogoti jiwa kita.... ada juga anak anak Tuhan yg ditawan oleh kedagingan yg dikuasai iblis. Saya menemukan anak anak Tuhan yg tdk bisa lepas dari rokok, atau dari pornography, atau dari Alkohol!, atau obat obatan, dari tampil mewah sekalipun harus hutang dan tipu sana sini, semua itu adalah bentuk ikatan ikatan yg menguasai kita spt musuh yg melawan, sehingga kita menjadi budak musuh musuh tsb... bagaimana kita bisa keluar dari ikatan ikatan tsb? Perhatikan doa Salomo:
 Ayat 34: "...Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,...

Ayat ‎38-39: ...apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,
maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu..." ‎

--> dua kali dlm doanya Salomo menyebutkan 'apabila ‎mereka berdoa dgn berkiblat kpd Tuhan...', inilah rahasia terlepas dari belenggu belenggu dosa, yaitu ketika hati dan pikiran kita didlm doa maupun keseharian kita terarah atau berkiblat kpd Tuhan sendiri. Perhatikan mengapa saya katakan 'doa dan keseharian'? Sebab para agamawi juga berdoa dan berkiblat tapi belum tentu hidup sehari harinya terarah kpd Tuhan. Jika hati dan pikiran mu terarah atau tertuju kpd Tuhan, maka tangan Tuhan lah yg akan membebaskanmu dari ikatan ikatan, Roh TUHAN akan memulai dgn mengubah 'kesukaanmu' kemudian 'kebiasaanmu' sampai akhirnya 'kharaktermu dan destiny atau tujuan hidupmu berubah'!

Ke arah mana kiblatmu? Ke arah keuntungankah, atau ketenaran atau kesuksesan semata? Jika kiblatmu bukan Tuhan, sia dialah hidup yg sukses sekalipun.

Smile and be more faithful...
It's Friday... Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-08-21 22:37:40

Kamis, 18 Agustus 2016

2 Tawarikh 2:5-6
"...Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah. 
Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?..."  

---> Salomo mendapatkan perkenanan Tuhan utk membangun 'Rumah TUHAN atau Bait Allah', pagi ini pesan Tuhan utk setiap kita adalah, kenali tujuan bait Allah didlm diri kita masing masing, sebab ‎sesuai dgn Firman Tuhan di 1 Korintus 6:19 yg berkata: "...Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" Jadi kita inilah bait Allah! ‎Dan jika kita adalah bait Allah, apakah tujuan bait Allah itu dibangun? Coba perhatikan sekali lagi setelah hikmat Tuhan turun atas Salomo, inilah yg dikatakan Salomo:
"Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?..."  ‎Jelas bait Allah bukan utk megah megahan sebab semegah apapun tdk akan pantas utk menampung Raja Surga, Raja diatas segala raja raja... bukan harus sebesar mungkin, sebab langit yg mengatasi segala langitpun tdk dpt memuat Raja Surga, lalu utk tujuan apa? Bagian terakhir perkataan Salomo di ayat 6 berkata: "....sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?..." Itulah tujuan utama bait Allah! Sbg wadah utk bersyukur... berterima kasih... itulah yg dimaksud utk membakar‎ korban dihadapan-Nya.

Bukankah Paulus juga mengingatkan kita akan kebenaran itu? ‎Kpd jemaat di Tesalonika, Paulus berpesan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu...".    (‎1 Tesalonika 5:18)  ‎Itulah tujuan bait Allah yg adalah diri kita masing masing, dibangun utk, BERSYUKUR!!!

Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?
Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-17 20:01:44

Rabu, 17 Agustus 2016

1 Tawarikh 29:29
"...Sesungguhnya, riwayat raja Daud dari awal sampai akhir tertulis dalam riwayat Samuel, pelihat itu, dan dalam riwayat nabi Natan, dan dalam riwayat Gad, pelihat itu,..."

---> Itulah ayat yg menegaskan bagaimana perjalanan kehidupan Daud dari awal sampai akhir ditulis,... siapa yg menulis,... bagaimana isinya... Perjalanan kehidupan Daud, seorang raja besar di Israel, namun kisah hidupnya diwarnai dan tertulis didlm riwayat serentetan nabi nabi spt Samuel, nabi Natan, dan Nabi Gad... 

Bandingkan dgn riwayat hidup raja raja lainnya, dimana riwayat hidup mereka tertulis? Siapa yg mewarnai hidup mereka? Apa apa yg dianggap layak utk dituliskan, coba perhatikan:‎

-->1 Raja-raja 11:41 "Selebihnya dari riwayat Salomo dan segala yang dilakukannya dan hikmatnya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab riwayat Salomo?"‎
--> ‎1 Raja-raja 14:19 "Selebihnya dari riwayat Yerobeam, bagaimana ia berperang dan bagaimana ia memerintah, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel."‎‎
--> ‎1 Raja-raja 14:29 "Selebihnya dari riwayat Rehabeam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?‎"

Saudara lihat perbedaan perbedaan itu, dimana riwayat hidup para raja raja tsb tertulis? Apa yg dianggap perlu dituliskan? Dan siapa siapa yg menggoreskan tulisan didlm riwayat hidup mereka?
Bagi Daud, riwayat hidupnya diwarnai oleh tulisan tulisan para hamba hamba Tuhan yg banyak menggoreskan warna di hidup Daud... dgn kata lain, yg banyak ditulis didlm riwayat hidup Daud adalah apa apa yg dinasehati dan di ajarkan para hamba hamba Tuhan tsb kpd Daud. Sekalipun Daud adalah raja terbesar yg pernah dimiliki Israel, namun yg dianggap penting utk dituliskan didlm riwayat hidup Daud bukanlah kekayaannya atau posisinya atau kejayaannya, namun apa apa yg diajarkan para hamba hamba Tuhan tsb kpd Daud, itulah yg dianggap penting utk mewarnai riwayat hidup Daud. ‎Bahkan karya karya Daud, tahukah saudara dimana karya karyanya dituliskan? Bukan dikitab raja raja atau di sejarah raja raja, namun coba lihat:
2 Samuel 1:17-18 "Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, ‎dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur."‎

Itulah warna hidup Daud yg sangat kental diwarnai oleh nasehat, bimbingan, teguran dan bahkan hardikan para nabi nabi Tuhan, sehingga karya karya hidupnya ditulis di 'Kitab Orang Jujur...'

Sebaliknya raja raja lainnya, spt Salomo, riwayat hidupnya ditulis di 'kitab riwayat Salomo' (‎1 Raja-raja 11:41) atau seakan dia menulis sendiri autobiography-nya..., atau ‎Yerobeam yg riwayat hidupnya ditulis di, kitab sejarah raja raja Israel (‎1 Raja-raja 14:19 )... atau Rehabeam, yg riwayat hidupnya ditulis didlm kitab sejarah raja raja Yehuda (‎‎1 Raja-raja 14:29)‎. Dgn kata lain, bagi raja raja tsb, hal hal yg seakan dianggap bernilai atau layak dituliskan hanyalah sekedar 'posisinya' ketika dia hidup, berapa istrinya, berapa anaknya, apa jabatannya, berapa besar kekayaannya, berapa luas wilayah kerajaannya dll itulah yg ada di kitab kitab sejarah raja raja... namun bukan itu yg terjadi dgn Daud, yg menuliskan goresan goresan warna didlm hidupnya adalah para nabi nabi Tuhan, penuh nasehat dan bimbingan, sampai sampai karya hidupnya dituliskan di Kitab Orang Jujur...

Saudaraku, saat saat ini, saudara dan saya sedang merancang apa apa yg akan ditulis didlm riwayat hidup kita, siapa yg akan menggoreskan tinta tinta di sejarah hidup kita, apa apa yg dianggap perlu utk dituliskan... jika hati dan pikiranmu puas dan condong hanya kpd kekayaan, berkat, posisi dan kesenangan, hanya itulah yg akan dituliskan di hidupmu, bahkan jika hati dan pikiran kita condong kpd 'pelayanan semata', akhir nanti dibatu Nisan kita akan dituliskan: 'disini dibaringkan seorang yg gerejanya terbesar dikota ini' atau 'inilah orang terkaya di kota ini' atau 'terbaring disini pemain music, atau penyanyi lagu rohani terbaik'... itukah yg saudara rindukan? Ataukah engkau merindukan namumu dituliskan didlm 'KITAB ORANG JUJUR '? Jika benar begitu, pastikan dirimu siap utk dibapai, dibimbing dan siap dinasehati oleh serentetan orang orang yg takut akan Tuhan yg akan menggoreskan warna warna di hidupmu.

MERDEKA!!! Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-17 01:20:25

Selasa, 16 Agustus 2016

1 Tawarikh 28:20-21
"...Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Sesungguhnya, rombongan para imam dan para orang Lewi ada untuk melakukan segala ibadah di rumah Allah, dan ada beberapa sukarelawan yang ahli dalam setiap tugas yang dapat membantu engkau. Juga para pemimpin dan seluruh rakyat ini sepenuhnya ada di bawah perintahmu." 

--->‎ Melanjutkan apa yg kita renungkan kemarin, setelah semua persiapan dilakukan sang ayah utk mempersiapkan anaknya agar siap membangun bait Allah didlm dirinya sendiri dgn menjadi model atau contoh bagi anaknya ketika Daud berkata: 'kenalilah Allah ayahmu...', sekarang Daud harus membiarkan Salomo berjalan sendiri tanpa Daud, namun sang ayah sekali lagi memberikan pesan pesan yg sangat penting kpd Salomo anaknya bagaimana Salomo dpt membangun bait Allah dgn benar,... bagaimana sikap hati yg benar?

Perhatikan pesan pesan Daud ini, sebab pesan ini penting buat kita semua dlm membangun bait Allah didlm diri kita sendiri:‎

1. "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu... sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.‎"
---> Sikap hati seorang anak Tuhan yg benar didlm membangun kerajaan Allah didlm hidup kita adalah dgn menanamkan tekad 'SAMPAI SELESAI!' jadi tdk ada kata menyerah atau berhenti ditengah jalan. Sikap spt ini, sikap yg ‎'sampai selesai' akan membedakan seorang pemenang dgn pecundang.

Bagi para athletes yg berhasil sampai ke titik athletes olimpiade, semua mereka dpt berbangga mendapat mendali apapun atau tdk mendapatkan mendali sekalipun jika saja mereka dpt dgn jujur berkata:
- saya telah mempersiapkan diri
- saya akan tetap berpegang dgn aturan yg berlaku
 Namun bagi mereka yg ingin menang, harus tambah satu lagi sikap, yaitu:
- saya tdk akan menyerah sampai akhir
 Sikap 'sampai selesai' inilah yg akan menentukan apakah kita akan mencapai garis akhir atau berhenti ditengah jalan, dgn kata lain SETIA adalah kharakter mutlak setiap pribadi yg ingin membangun bait Allah didlm dirinya. Adakah engkau setia dgn hal hal kecil? Bagaimana dgn tugas dan tanggung jawabmu sbg orang percaya, sbg hamba Tuhan, sbg suami, sbg istri atau anak anak sekalipun? Adakah engkau setia dgn perkara perkara kecil dan sederhana? Bait Allah hanya akan selesai dikerjakan jika yg membangun memiliki tekad 'sampai selesai!'

2.‎ "...Sesungguhnya, rombongan para imam dan para orang Lewi ada untuk melakukan segala ibadah di rumah Allah, dan ada beberapa sukarelawan yang ahli dalam setiap tugas yang dapat membantu engkau."
---> Daud mengingatkan kpd Salomo, tdk seorangpun akan dpt membangun bait Allah sendirian, padamu dan padaku ada 'rombongan para imam, para Lewi, para sukarelawan' yg akan membantu engkau utk membangun bait Allah didlm dirimu, sadarkah saudara akan hal itu? Tdk ada seorangpun yg dpt membangun bait Allah didlm dirinya sekalipun sendirian, kita membutuhkan campur tangan orang lain utk mengajar kita, menegur kita, membimbing, menguatkan dan menghiburkan kita, itulah mereka yg tergolong didlm rombongan para imam, para Lewi, dan para sukarelawan. Miliki komunitas yg sehat yg selalu perduli akan pertumbuhan kharakter dan rohanimu, bukan sekedar komunitas yg menyenangkan, yg ngomongnya nyambung, yg senasib, tapi tdk membangun apa apa. Dgn siapa saudara bergaul? Spt itulah engkau akan jadi...

Itulah nasehat Daud ketika melepaskan anaknya Salomo utk membangun bait Allah, itu juga nasehat Tuhan bagi kita pagi ini.

Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-15 20:01:46

Senin, 15 Agustus 2016

‎1 Tawarikh 28:9-11
"...Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.
Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu."
Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian."‎

----> Pesan Daud terakhir sebelum dia mati kpd anaknya Salomo adalah satu pelajaran penting bagi setiap kita. Sebelum matinya, yg ada dipikiran Daud dan yg ada di dlm hatinya adalah menanamkan pentingnya Salomo utk 'MEMBANGUN RUMAH TUHAN' dgn benar. Utk itu, inilah garis besar yg Daud pesankan kpd anaknya: ‎
- Kenali Allah ayahmu...
- Beribadahlah kpd Allah ayahmu dgn tulus iklas dan rela hati
- Cari Tuhan dan jgn tinggalkan Dia

Kemudian Daud :
--> menyerahkan RENCANA bangunan bait Allah dgn ruang ruang perbendaharaannya, kamar kamarnya dan ruang utk tutup pendamaian...

Dari semua hal ini, Daud sbg ayah mewariskan kpd anaknya warisan yg paling berharga, sbg raja sekalipun, bukan uang dan tahta yg sibuk memenuhi pikiran Daud utk disampaikan kpd anaknya sebelum dia mati, tapi justru bagaimana anaknya bisa 'membangun bait Allah' sesudah Daud mati, itulah yg ada dipikiran Daud. 

Masing masing kita adalah bait Allah, anak anak kitapun adalah bait Allah yg mungkin belum selesai dibangun,... perdulikah engkau akan process pembangunan bait Allah didlm diri anak anakmu? Atau engkau lebih perduli tentang uangmu dan usahamu agar di kelola dgn lebih menguntungkan oleh anak anakmu? Karena keperdulian Daud tsb, Daud menempatkan dirinya sbg blue print, sbg model kpd anaknya,... Kenali Allah ayahmu!
Bukan hanya itu, Daud bahkan memberikan 'rencana' atau blue print dari bait Allah itu kpd anaknya,... dgn kata lain, Daud berkata: 'anakku... spt ini nanti kamu bangun bait Allah... Allah ayahmu yg juga Allahmu...' Daud memberi contoh bagaimana bait Allah itu rupanya... Daud mewariskan blue print melalui hidupnya sendiri (Allah ayahmu..) sbg rencana pembangunan bait Allah didlm diri Salomo.‎

Para orang tua, adakah contoh bait Allah yg sedang engkau perlihatkan kpd anak anakmu? Sampai sebelum matipun Daud masih memikirkan hal itu, berarti utk bisa memberi atau memperlihatkan contoh tentang bait Allah kpd anak anakmu, engkau harus serius,... engkau sendiri harus total committed akan betapa pentingnya 'membangun bait Allah' didlm diri kita sendiri terlebih dahulu, dan blue print nya dari bait Allah itu adalah hidupmu sendiri...itulah warisan terbesar dan termulia yg orang tua bisa berikan kpd anak anaknya. 

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-14 20:22:21

Jumat, 12 Agustus 2016

1 Tawarikh 21:17-18, 21-24
"...Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu." 
Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu. 
Ketika Daud sampai kepada Ornan, maka Ornan mengangkat mukanya dan melihat Daud, lalu keluarlah ia dari tempat pengirikan, kemudian sujudlah ia kepada Daud dengan mukanya ke tanah.
Berkatalah Daud kepada Ornan: "Berikanlah kepadaku tempat pengirikan ini, supaya aku mendirikan di sini mezbah bagi TUHAN; baiklah berikan itu kepadaku dengan harga penuh, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat." 
Jawab Ornan kepada Daud: "Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan." 
Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." ‎

----> Ada satu ketika dimana Daud telah berlaku salah dan berdosa sekalipun spt-nya sepele, namun hal itu telah mendatangkan tulah bagi Israel. Yg sangat menarik adalah respond Daud terhadap dosanya sendiri, coba perhatikan: 

1. ‎Ayat 17: "...Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu." 
---> Dgn tegas dan berani Daud tdk melempar kesalahan itu kpd orang lain atau mencoba memutar balikan situasi sehingga dia sendiri tdk terlihat terlalu berdosa... Daud bisa saja berkata: 'apa sih salahnya melakukan census penduduk?, aku toh tdk berzinah spt dulu, tdk mencuri atau melakukan dosa yg merugikan orang lain,... cuma sekedar menghitung kekuatanmu, masa harus menanggung akibat sebesar ini...' Sama sekali hal itu tdk terucap dari mulut Daud, Daud hanya berkata: 'aku sendiri‎ yg salah dan berdosa... Biarlah aku sendiri yg menanggung semua ini...'‎
Dgn kata lain, Daud berani bertanggung jawab!

2. ‎Ayat 24: "...Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." ‎

‎---> Tulah itu dirasakan seluruh bangsa, begitu banyak yg mati... Daud mendapat perintah utk membuat mezbah agar tulah berhenti dan Ornan adalah bagian dari bangsa Israel. Ornan telah dgn rela hati menyerahkan semua itu bagi TUHAN, namun Daud berkata: 'TIDAK! ', sebab Daud tdk mau mempersembahkan sesuatu bagi TUHAN tanpa membayar apa apa.
Dgn kata lain, Daud berani dan rela membayar harga!‎

Dua hal inilah kharakter yg dimiliki Daud yg banyak menolong perjalanan hidupnya dihadapan Tuhan dan yg patut semua kita renungkan dan hidupi sehari hari:
- menjadi pribadi yg bertanggung jawab dan
- menjadi pribadi yg berani dan rela membayar harga 

Bangsa ini akan jauh bertumbuh jika saja semua orang yg mengaku dirinya anak Tuhan menjadi pribadi spt Daud... coba perhatikan setiap aspect hidup kita, benarkah saya orang yg bertanggung jawab?‎ Relakah saya membayar harga? Apakah saya orang yg taat hukum?

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-11 19:51:55

Kamis, 11 Agustus 2016

‎1 Tawarikh 17:1-4, 11-13, 16-17
"... Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda." 
Lalu berkatalah Natan kepada Daud: "Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau."
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian: 
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami. 
Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya. 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau. 
Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah..."‎

---> Hari ini kita akan belajar tentang attitude atau sikap hati.‎ Ada pribahasa yg berkata: 'your attitude will determine your altitude - sikap hatimu akan menentukan seberapa tinggi engkau bisa naik...' Itu betul sekali!

Pada umumnya orang beranggapan bahwa sikap kita kpd orang lain itu tergantung dari perlakuan orang tsb kpd kita... (sebagian besar orang kalau mau jujur memang demikian...) mereka berkata, kalau dia sopan, saya juga akan lebih sopan, kalau dia jahat, saya bisa lebih jahat... itu sesat! Itu bukan sikap seorang yg sudah ditebus Kristus!!! Dlm hal yg sama, sebagian besar orang percaya memiliki pandangan sikap kpd Tuhan sebanding dgn apa yg dia anggap Tuhan sudah perbuat baginya, jika dia diberkati, dia akan setia, jika tdk ditolong ketika susah atau sakit, dia akan tinggalkan Tuhan, bukankah itu sikap seorang 'pelacur'? Baik kpd yg membayar? Jika sikap kita kpd Tuhan demikian, tdk lah heran kita mudah kecewa.... jgn lagi menjadi pelacur rohani... orang yg demikian beranggapan bahwa sikap kita tergantung dari pengaruh keadaan diluar, spt berkat yg kita terima, kesehatan kita, dll, itupun bukan sikap hati yg benar yg mencerminkan kharakter Kristus. 

Sikap yg benar adalah sikap hati yg ditentukan atau diputuskan dihati kita, sikap dari dalam keluar, tdk perduli bagaimana sikap orang terhadap kita, apa yg sedang kita alami, tapi sikap hati kita keluar dari keputusan kita yg benar. Coba lihat sikap Habakuk:‎ Habakuk 3:17-18 "...Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 
namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." ‎
‎---> Habakuk memutuskan utk beria Ria, itulah sikap hatinya, ...sekalipun.... ini tdk enak itu tdk baik...

Sama spt Habakuk, coba renungkan kisah hidup Daud, Daud memiliki niat yg luhur, dia ingin membangun rumah Tuhan, bait Allah, sebab tabut perjanjian masih ditempatkan di tenda tenda... tapi Tuhan berkata 'TIDAK! '... seandainya kita adalah Daud, kira kira bagaimana sikap kita? Bagaimana response kita jika niat luhur kita ditolak? Sbg gembala, saya temukan banyak jemaat yg tersinggung jika diperlakukan spt itu, apalagi jika dikatakan sebab tangan mu banyak berlumuran darah, atau engkau banyak dosanya,... jadi tdk boleh melayani... berdiam diri dahulu... lebih dari 70% pengerja yg diminta berdiam diri, berakhir hilang sama sekali... Terlalu banyak anak Tuhan tdk bisa bertumbuh karena sikapnya buruk, tdk bisa ditegur... tdk bisa menerima perlakuan kurang enak... jika spt itu sikap kita, kita akan sangat kecewa satu kali nanti.‎

Namun lihat sikap hati Daud:‎ "...Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? ‎Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah..."‎

---> Itulah sikap hati yg benar, bisa melihat keindahan dibalik penolakan sekalipun... melihat kemuliaan dibalik kegagalan... ingat sekali lagi, 'your attitude will determine your altitude!'

Smile and be more faithful 
Jesus love you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-10 20:48:26

Rabu, 10 Agustus 2016

1 Tawarikh 16:1-2, 4-5, 38
"...Tabut Allah itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tengah-tengah kemah yang dipasang Daud untuk itu, kemudian mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Allah.
Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN. 
Juga diangkatnya dari orang Lewi itu beberapa orang sebagai pelayan di hadapan tabut TUHAN untuk memasyhurkan TUHAN, Allah Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya. 
Kepala ialah Asaf dan sebagai orang kedua ialah Zakharia; lalu Yeiel, Semiramot, Yehiel, Matica, Eliab, Benaya, Obed-Edom dan Yeiel yang harus memainkan gambus dan kecapi, sedang Asaf harus memainkan ceracap
juga Obed-Edom dan saudara-saudara sepuaknya yang enam puluh delapan orang itu; Obed-Edom bin Yedutun dan Hosa adalah penunggu-penunggu pintu gerbang..."‎

Kita semua tahu apa yg terjadi ketika tabut perjanjian singgah dan tinggal selama 3 bulan di rumah Obed Edom, atau Obed dari Edom... keluarga Obed Edom diberkati dgn sangat luar biasa, sampai hal itu terdengar di telingga Daud... saya membayangkan betapa luar biasanya berkat yg dialami dan di nikmati oleh Obed Edom selama 3 bulan itu... kira kira apa yg akan kita lakukan seandainya saya atau saudara adalah Obed yg mengalami berkat berlimpah limpah secara supra natural selama 3 bulan? Atau coba bayangkan apa yg pertama tama akan saudara lakukan jika saja saudara menerima 100 milliar hari ini? Atau lebih neyelekit lagi saya tanyakan, apa yg saudara siap atau bersedia lakukan utk menerima 100 milliar?

Utk pertanyaan pertama, sebagian orang akan berkata, setidaknya jika dia jujur,... oh saya akan pergi tamasya... lalu menyisihkan sebagian utk sekolah anak anak, dan sisanya utk menambah modal usaha... itu baik dan tdk salah...   ‎

Utk pertanyaan kedua, survey di America menunjukan:
- 45% orang bersedia utk meninggalkan keluarganya jika mendapat imbalan 100 milliar rupiah
- 30% orang bersedia melacurkan dirinya dgn siapapun utk 100 milliar
- 25% orang bersedia menyerahkan kewarga negaraannya demi 100 milliar
- 20% orang bersedia melakukan apa saja utk 100 milliar.

Betapa ‎jauhnya degradasi moral yg terjadi di jaman kita ini, sampai sampai demi uang orang rela bahkan meninggalkan anak istrinya, negaranya, bangsanya, bahkan jika perlu Tuhan dan gereja-Nya. Itu pendapat di America, tapi jika pertanyaan atau kesempatan itu sungguh sungguh diberikan bagi saudara, kira kira apa jawaban saudara?

Obed dari Edom yg juga orang Lewi, tahu persis tanggung jawabnya... dia diberkati luar biasa selama 3 bulan menerima tabut Allah, tapi tdk sedikitpun berkat akibat ada di hadirat Tuhan yg telah dpt menyilaukan matanya... tdk spt kebanyakan orang yg merencanakan kesenangan utk dirinya sendiri setelah menerima uang, Obed Edom jauh lebih tertarik kpd sumber berkat yaitu Tuhan sendiri dari pada kpd berkat berkat Tuhan. 

Setelah tabut TUHAN dibawa masuk ke kemah pertemuan, ke rumah Tuhan, ternyata Obed tdk tinggal diam dirumahnya yg sudah penuh dgn berkat,... sekarang Obed dari Edom ikut berjalan dan menjadi penunggu setia di kemah dimana tabut Allah ada dan diletakan. Obed Edom telah menemukan rahasia yg ditemukan Daud didlm 'the hidding place - tempat persembunyian' yaitu dekat dgn Tuhan, disitulah ada damai sejahtera, ada sukacita kekal, ada ketenangan dan penghiburan Tuhan... tdk sedikitpun dari emas perak dan permata yg dihasilkan selama 3 bulan persinggahan tabut Allah di rumah Obed Edom yg dpt menyilaukan matanya, focusnya tetap tertuju kpd Dia yg bertahta diatas tabut Perjanjian. 

Temukan bagi dirimu sendiri sukacita dan nikmat yg kekal didlm hadirat Tuhan...

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-09 19:24:41

Selasa, 9 Agustus 2016

2 kali Daud memukul kalah Filistin dgn 2 methods yg berbeda yg Tuhan berikan, pertama:‎

1 Tawarikh 14:10-11, 13-16 "...  bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu." 
Lalu majulah ia ke Baal-Perasim, dan Daud memukul mereka kalah di sana. Berkatalah Daud: "Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.

Lalu yg kedua di ayat 13 - 16:‎
Ketika orang Filistin menyerbu sekali lagi di lembah itu, 
maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. 
Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau keluar bertempur, sebab Allah telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin."
Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari Gibeon sampai Gezer.‎"‎

---> Dari 2 cara yg Tuhan ajarkan, kita mau belajar hikmat Tuhan pagi ini utk mengalahkan musuh musuh kedagingan kita didlm hidup ini:
1. Baal-Perasim yg berarti menerobos, ditempat itulah Tuhan mengajarkan satu taktik kpd Daud utk tdk berjalan sesuai arus (main stream). Daud harus berjalan menerobos arah sungai dan angin sehingga aroma kehadiran pasukan Israel tdk tercium oleh Filistin. Dunia dimana saudara dan saya hidup saat ini telah memutar balikan norma norma kebenaran, pernikahan tdk harus lagi antara satu laki laki dgn satu wanita, ke sakralan akan kudusnya lembaga pernikahan tdk lagi dihormati sbg yg sakral, bahkan lebih jauh lagi, main stream mulai berkata laki laki dgn laki laki juga boleh atau sebaliknya, bukankah itu persis yg terjadi di Sodom dan Gomorah yg membuat sakit hati Tuhan sedemikian rupa? Perselingkuhan menjadi gaya hidup bukan hanya orang dunia, tapi juga anak anak Tuhan bahkan pelayan Tuhan, ... kecurangan, kerakusan, dll semua itu menjadi biasa... itulah main stream saat saat ini. Jika engkau ingin menang atas daging, bergerak melawan arus.... jgn ikuti cara dunia... Baal-Perasim! 

2. Di Lembah‎ dekat Gibeon, Daud diajar utk 'menunggu sampai Tuhan bergerak'! Daud diajar utk peka, the Message Bible bahkan menjelaskan bahwa Tuhan akan berjalan 2 langkah didepan pasukan Israel, jadi Israel tdk boleh berjalan mendahului Tuhan, sebaliknya mereka harus berjalan dibelakang Tuhan, mengikuti langkah Tuhan. Inilah hal tersulit didlm hidup kita, satu kata sederhana, 'TUNGGU!' memiliki kekuatan yg sangat luar biasa dlm membangun kharakter Illahi didlm kita. Dibutuhkan penguasaan diri, kesabaran, dan ketekunan utk membangun satu 'tunggu atau menanti nantikan Tuhan '. Doa adalah satu cara yg paling ampuh utk memulai membangun makna kata 'tunggu' di hidup kita. Biasakan memulai hari hatimu dgn doa dan pengucapan syukur, lalu biarkan Roh Kudus menjamah dan mengajari kita, saya temukan hal tsb sbg satu langkah yg sangat ampuh utk membangun kharakter penguasaan diri dan kesabaran. Jika Tuhan adalah TUHAN bagi kita, maka kita akan bersedia menunggu sampai Dia bergerak. Ingat, Saul jatuh dan ditolak sebab dia tdk mau menunggu Samuel utk dtg dan membakar korban, padahal itu bukan bagiannya.

Kedua senjata ampuh ini akan banyak menolong kita dlm membangun kharakter Illahi didlm diri kita.

Ada waktunya engkau harus memutuskan utk menerobos, tdk menjadi sama dgn dunia,... namun ada waktunya engkau harus menanti nantikan Tuhan. 

Smile and be more faithful, ...
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2016-08-08 20:21:36

Senin, 8 Agustus 2016

1 Tawarikh 11:15-19
"...Sekali datanglah tiga orang dari ketiga puluh kepala ke gunung batu mendapatkan Daud dekat gua Adulam, sedang tentara orang Filistin berkemah di lembah Refaim.
Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem.
Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!"
Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN, 
katanya: "Jauhlah dari padaku, ya Allah, untuk berbuat demikian! Patutkah aku meminum darah taruhan nyawa orang-orang ini? Sebab dengan mempertaruhkan nyawanya mereka membawanya." Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu..."‎

----> Tuhan mau agar kita anak anak Tuhan dpt menikmati kesenangan yg menghiburkan diri kita sendiri... ada waktu berlibur dgn keluarga dan teman dekat... ada waktu makan keluar sambil bersuka cita, ada waktu menikmati apa yg sudah Tuhan berikan didlm hidup kita ini,... semua itu tdk salah bahkan baik bagi jiwa kita. Namun camkan hal ini baik baik, bukan tekanan atau kesusahan yg menghancurkan hidup manusia, melainkan kenikmatan yg tdk mengenal batas! Salomo hancur bukan karena ditekan, tapi karena tdk dpt menguasai diri akibat kesenangan yg tdk mengenal batas... Simson hancur bukan karena ditekan musuh, tapi karena tdk dpt mengenal batas kenikmatan yg boleh dan tdk boleh dia cicipi...

Adakah batasan batasan yg perlu kita perhatikan, sehingga kita tahu kenikmatan mana yg boleh dan pantas kita nikmati dan yg mana yg tdk pantas atau tdk boleh kita nikmati?

Dari hidup Daud diayat ayat diatas, kita dpt melihat dgn jelas batasan batasan yg sesuai dgn Firman Tuhan :
Daud sangat rindu minum air dari sumur di Betlehem, namun dia tdk ada dekat situ,.. dan Daud sedang dikelilingi oleh musuh musuh... Kemudian ketiga pahlawan Daud mendengar kerinduan hati Daud, lalu berinisiative utk menerobos barisan musuh... mempertaruhkan nyawa mereka demi memberi bagi hasrat keinginan Daud, mengambil air dari sumur di Betlehem. Ketika air tsb diserahkan kpd Daud, Daud hampir hampir menegak air tsb, kemudian dia bertanya, dari mana air ini? Bagaimana kamu mendapatkannya? Lalu ketiga perwira itu menerangkan apa yg telah mereka lakukan.... Daud hampir hampir mencicipi air itu utk melepaskan dahaga dan hasratnya, kemudia Daud menumpahkan air tsb ke tanah sbg korban curahan bagi TUHAN. Daud kemudian berkata diayat 19: "Jauhlah dari padaku, ya Allah, untuk berbuat demikian! Patutkah aku minum darah taruhan nyawa orang-orang ini? Sebab dengan mempertaruhkan nyawanya mereka membawanya." ‎‎

Kebenaran yg perlu kita perhatikan adalah, kesenangan atau kenikmatan yg dinikmati dgn mempertaruhkan kepentingan orang lain, itu bukan dari Tuhan! ‎Daud menolak utk menikmati air dari sumur di Betlehem sebab air itu didapatnya dgn mempertaruhkan nyawa orang lain!

Kesenangan apa yg sedang saudara nikmati? Pelacuran atau perselingkuhankah? Ada hati istri yg dikorbankan, ada hati suami wanita tsb yg engkau korbankan, ada hati orang tua yg sedang engkau buat pedih...‎ kesenangan akan harta yg tdk jujurkah yg engkau sedang nikmati? Ada hati pemiliknya yg engkau korbankan... terlebih,... ada hati Tuhan yg engkau korbankan...Intinya, segala macam kenikmatan yg kita nikmati, jika itu mengorbankan kepentingan orang lain, itu pasti bukan kesenangan yg Tuhan mau kita nikmati!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-07 20:53:37

Jumat, 5 Agustus 2016

1 Tawarikh 4:9  
"...Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." 
‎Terjemahan dari the Message Bible adalah demikian:
"Jabez was a better man than his brothers, a man of honor. His mother had named him Jabez, saying, “A painful birth! I bore him in great pain!” ‎‎
Atau demikian dlm bahasa Indonesia:
"Yabes adalah manusia yg lebih luhur daripada saudara saudaranya, seorang yg terhormat.‎ Nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "sakit persalinan! Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan yg besar."‎

--->‎ Pagi ini kita akan merenungkan kehidupan satu orang pribadi yg bernama Yabes atau Jabez. Ketika kita mendengar nama itu, sebagian besar orang Kristen akan teringat kpd 'doa Yabes' yg begitu luar biasa, sebab Yabes berdoa dan dia lebih diberkati..., lebih dipermuliakan..., diperluas daerahnya... dll. Bahkan tdk sedikit gereja yg menggunakan doa Yabes spt mantera utk menarik berkat dan perluasan wilayah kekuasaan bagi dirinya sendiri.

Silahkan saja berdoa demikian, namun jika benar doa spt itulah yg membuat Yabes diberkati sedemikian rupa, kenapa orang orang yg berdoa demikian tdk diberkati spt Yabes?

--> Perhatikan pribadi atau kharakter Yabes sebelum doanya diucapkan, sebab sama spt Ya‎bes, Yakobus menjelaskan tentang doa orang benar demikian: '...sebab doa orang benar bila dgn yakin didoakan, sangat besar kuasanya..' Tapi siapakah orang benar? Bagian awal ayat tsb menerangkan bahwa orang benar adalah orang yg dibenarkan Tuhan karena telah mengakui dosa dosanya. (Yakobus 5:16)

Yabes begitu di berkati dan menerima penghormatan yg luar biasa sebab dia memiliki kharakter yg luar biasa, coba perhatikan sekali lagi:
1. The Message Bible mengatakan '‎Jabez was a better man than his brothers,... Yabes lebih baik dari saudara saudaranya, lebih baik apanya? Yabes lebih luhur hatinya, murni dan tulus'
2. Bahkan disebutkan Jabez is a man of honor... Yabes adalah orang terhormat.
3. Yabes lahir lewat kesakitan besar bukan lewat ketawa ketiwi dan sorak sorai.

Renungkan kebenaran ini, inilah yg membuat Yabes begitu dipermuliakan, sebab kharakternya luhur... dia seorang yg terhormat... Dan semua itu lahir melalui process tekanan dan kesakitan yg besar. Ingat, intan berlian dan batu bara, bahan bakunya sama, yaitu karbon, namun tekanan yg diterima keduanya berbeda jauh... panas bumi yg dialami keduanya sangat berbeda... process waktu pembentukan keduanya jauh berbeda... itulah sebabnya harganya berbeda bumi dan langit, digunakan utk tujuan yg berbeda pula, kemilau kemuliaannya sangat berbeda.‎

Jika engkau dan saya bersedia di angkat spt Yabes, jalani process kesakitan besar... pastikan engkau dan saya adalah orang yg luhur kharakternya, disebut orang sbg orang terhormat, a man or woman of honor,...bukan berangkat, sebab banyak orang berpangkat tapi tdk terhormat.

‎Don't forget to smile... and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-04 20:20:39

Kamis, 4 Agustus 2016

1 Raja-raja 19:5-8
"...Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!" 
Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb..."‎

---> Ayat ayat diatas adalah sebagian kecil dari ayat ayat yg mengisahkan perjalanan hidup Elia. Pagi ini kita akan belajar satu kebenaran melalui hidup Elia yg juga sering kita alami dan lalui didlm hidup ini.

- Elia baru saja mengalami sukses besar di gunung Karmel, sekarang dia dlm keadaan takut, letih, lemah, dan tdk berdaya, total spt bankrupt di gunung Allah, gunung Horeb...‎
- Di gunung Karmel seluruh Israel bersorak sorai mengelu elukan Tuhan dan Elia, di gunung Allah, gunung Horeb Elia sendirian, tanpa suara tepuk tangan...
- Di gunung Karmel Tuhan tampil begitu dasyat dlm bentuk api yg memakan habis korban, di gunung Allah, gunung Horeb, Tuhan tampil dlm angin sepoi sepoi basa., sederhana dan lemah lembut.
- Namun di Karmel Tuhan yg menikmati makanan‎ korban bakaran, di Horeb Elia yg makan... dgn makanan tsb, dia kuat berjalan 40 hari 40 malam.

Setiap anak Tuhan akan mengalami gunung Karmel di hidupnya, tapi tdk selamanya dia ada di gunung Karmel, sebab akan dtg waktunya dia harus turun lalu naik ke gunung TUHAN, gunung Horeb, disana dia akan diajar bagaimana rasanya :
- sendirian namun tdk ditinggalkan...
- semua rencananya dan kejayaannya tumbang, namun dia menemukan rencana yg baru, rencana Tuhan. 
- lapar namun dipelihara dan dikenyangkan
- letih dan lemah namun dikuatkan.

---> Saat saat di gunungnya Tuhan barulah Elia tahu kharakter Allah yg sesungguhnya, Dia Immanuel, Allah yg tdk pernah meninggalkan,... Dia setia... Dia Allah yg perduli... Bapa yg penuh kasih... Allah hadir dgn kelembutan dlm angin sepoi sepoi basa spt seorang ibu yg mengusap usap kening anaknya yg sakit dan lelah lalu menciumnya...

Dimana saudara hari hari ini? Di Karmel? Atau dlm perjalanan meninggalkan Karmel menuju gunungnya Allah, gunung Horeb? Atau bahkan mungkin sedang di Horeb? ‎Tetaplah setia, Allahmu setia.
Tanpa Horeb, Elia tdk akan pernah melihat 'chariot of fire - kereta kuda yg menyala nyala' dari Tuhan yg membawa Elia naik ke Surga sbg satu dari segelintir manusia yg dipermuliakan sedemikian rupa.

Jika engkau sedang di Horeb, tenang dan sabar saja, nikmati makanan yg Tuhan berikan, bangun makanlah... supaya engkau kuat...‎ Di Horeb Tuhan melayani Elia, menyediakan makanan baginya,... spt juga yg dialami Daud yg dia lukiskan di Mazmur 23: '... Tuhan menyediakan makanan bagiku dihadapan lawanku...'

Be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-08-03 19:12:14