Morning Dew

Kamis, 2 Juni 2016

2 Samuel 12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya..."‎
---> Ini adalah ‎saat setelah Daud jatuh ke dalam dosa, yaitu dosa perzinahan dgn Betsyeba, kemudian Daud bahkan membunuh suaminya, Uria, utk menutup nutupi dosanya sendiri.

Pagi ini ketika saya membaca beberapa ayat ayat si 2 Samuel 11 tentang kejatuhan Daud ke dlm dosa yg memalukan, lalu juga di 2 Samuel 12, tiba tiba timbul didlm pikiran saya satu pertanyaan:
--> Mengapa Nathan baru dtg setelah Daud jatuh ke dlm dosa yg sangat memalukan dan sangat menyedihkan? Dimana Nathan pada saat 2 Samuel 11, ketika...
- Daud memandang seorang wanita mandi pada sore hari...
- Daud memerintahkan utk mengambil wanita tsb, kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud...
- Daud mendengar wanita itu hamil lalu merancangkan penipuan utk memanggil suaminya, Uria, utk pulang dan‎ tidur dgn istrinya supaya kebusukannya tdk diketahui orang, kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud...
- Uria menolak tidur dirumah karena rasa tanggung jawab terhadap teman teman sesama anggota tentara yg lain, lalu Daud merancang pembunuhan thdp Uria dgn menulis surat kpd Yoab panglima Daud utk menempatkan Uria dibaris paling depan, lalu ketika perang sangat berat, Daud memerintahkan utk meninggalkan Uria sendirian agar mati,... kenapa tdk ada suara Tuhan melalui‎ Nathan atau yg lain utk mencegah Daud......,‎ 

‎Semua hal hal tsb berjalan bukan sebentar atau dlm tempo satu hari, saat saat itu, semua seakan tenang dan baik, tdk ada yg mengkhawatirkan, namun dlm kesemuanya itu,... tdk ada suara Tuhan kpd Daud, dimana nabi Nathan ketika semua itu terjadi berkali kali?

‎Inilah pelajaran yg kita perlu renungkan hari ini, Kebenaran tdk bisa disamakan atau ditentukan sekedar oleh 'perasaan'. Pada saat kejatuhan Daud ke dalam dosa demi dosa, berlangsung sekian lama, mungkin sekian bulan,... semua tampak tenang dan aman aman saja... ketika hidupmu, usahamu, rumah tanggamu tenang dan aman aman saja, belum tentu engkau sedang berjalan dlm kebenaran Firman Tuhan! 
Ingat nasehat Paulus tentang berjaga  jaga di 1 Tesalonika 5:1-3 "Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.  
Apabila mereka mengatakan: Semuanya DAMAI DAN AMAN — maka TIBA - TIBA mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput..."‎
‎Perasaan aman dan damai belum tentu benar, jgn terlena dgn sekedar perasaan. Kebenaran harus diatas perasaan. Justru yg perlu kita renungkan adalah, sekalipun ada nabi pada jaman Daud, namun didlm rumah Daud sendiri, didlm istananya, tdk ada kebiasaan saling menegur, saling membangun, contohnya:
- Daud tdk ambil Betsyeba sendiri, dia suruh orang ambil, kenapa tdk dicegah oleh orang suruhan Daud tsb?
- ketika Betsyeba hamil, dia kirim orang kpd Daud, kenapa tdk ditegur sekalian Daud saat itu?‎
- Daud kirim utusan utk panggil ‎Uria pulang, kenapa utusan tsb tdk mencegah Daud?
- Daud suruh Yoab membunuh Uria, kenapa tdk ditolak, atau setidaknya dinasehati?

Inilah kesalahan Daud, tdk ada komunitas yg terbuka didlm rumahnya sendiri, sehingga dosa itu ‎harus menunggu sampai berbuah matang baru terlihat dan tercium baunya. Seandainya saja semua pribadi pribadi disekeliling rumah Daud itu spt nabi Nathan, Daud akan terhindar jauh jauh hari... tapi siapa yg salah dlm semua ini? Orang orang rumahnya kah? Atau Daud sendiri? Hati Daud yg degil, yg keras telah menjadi jerat baginya. Saya percaya atmosphere yg tdk bisa atau biasa saling terbuka atau saling menegur inilah yg gagal dibangun didlm rumah tangga Daud.

Pastikan hatimu lembut, sensitif terhadap dosa, agar kakimu terhindar dari jerat dosa...‎ pastikan hatimu lembut, setiap teguran dari siapapun, itu baik utk menghindari kakimu dari dosa, tanganmu dari menjamah yg bukan milikmu... bangun satu atmosphere yg benar bukan sekedar perasaan aman aman saja...

Greetings from Medan! Horas!!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-06-01 20:44:21

Rabu, 1 Juni 2016

2 Samuel 7:1-5, 8-16, 18-19
"... Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, 
berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."
Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." 
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: 
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? 
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. 
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. 
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 


---> Jika ada seorang manusia yg menerima janji begitu mulia, saya pikir Daud adalah orangnya, setidaknya dia adalah satu dari segelintir manusia yg begitu dikasihi Tuhan sampai menerima janji luar biasa spt itu, tahukah saudara janji apa yg Daud terima? Perhatikan kembali perkataan syukur Daud dihadapan Tuhan:
‎"..Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH..." ‎

Serentetan keturunan yg luar biasa dijanjikan Tuhan bagi Daud, bahkan pada ujungnya, Yesus sendiri lahir dari keturunan Daud utk mengokohkan kerajaan kekal. Apa yg membuat hati Tuhan begitu tergugah oleh Daud? Diayat ayat sebelumnya kita melihat Daud bertekad utk 'membangun rumah Allah' sebab dia sadar, bahwa dia sendiri tinggal nyaman, tapi Tuhan ada dlm kemah...

Dlm arti rohani, Daud sadar dan perduli utk membangun manusia batiniah, manusia rohaninya (tubuhmu adalah Bait Allah, sebab Allah diam didlmnya). Itulah yg menggerakan hati Tuhan. Bukankah ‎Mat 6:33 berkata carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya akan ditambahkan bagimu? Pelajaran penting pagi ini, periksa 'niat hati' kita masing masing, siapa dan apa yg kita kejar? Jika pikiran dan hatimu hanya penuh dgn urusan 'uang dan duit' atau 'kesenangan dan hobi', bagaimanakah mungkin engkau dpt menarik perkenanan Tuhan atas hidupmu? Berapa banyak waktu dan resources (uang, tenaga, pikiran dll) yg kita habiskan utk diri kita sendiri? Belajarlah spt Daud, dia bertekad 'membangun bait Allah, membangun manusia rohaninya, dan itu menggerakan hati Tuhan. 

Bangunlah bait Allah didlm diri kita masing masing, jgn bermalas malasan, belajar utk meninggalkan hidup yg lama dgn terus mengandalkan Tuhan. 

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-31 20:41:29

Selasa, 31 Mei 2016

2 Samuel 6:16, 20-23  
"Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. 
Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"
Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari, ‎
bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati." 
Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..."‎

--> ‎Mikhal istri Daud di ayat 16 'memandang rendah suaminya, Daud', kenapa Mikhal memandang rendah suaminya sendiri? Sebab Mikhal memandang dirinya sendiri terlalu tinggi... Mikhal menganggap tdk pantas bagi mereka, raja raja dan bangsawan bersukacita sekalipun dihadapan Tuhan. Kebusukan dimulai didlm hati Mikhal, kemudian, pada ayat 20-23 kebusukan di hati mulai tercium aromanya keluar dari mulut atau perkataannya. Benarlah perkataan Firman Tuhan ‎ini: Matius 15:18 "Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang..." ‎

Salah satu cara utk menguji, menyelidiki hati kita sendiri adalah dgn memperhatikan perkataan yg keluar dari mulut kita, jika yg keluar adalah caci maki, kebohongan, perkataan perkataan kenajisan atau perkataan kotor, kasar, kesombongan, sudah pasti, didlm hatimu mulai terjadi pembusukan... cepat cepat bertobat dan dtg ke kaki Tuhan, minta Roh Kudus memberikan mu hati yg baru, yg lemah lembut, yg rendah supaya bisa dibentuk Tuhan. 

Alkitab tdk sekalipun menuliskan penyesalan apalagi pertobatan Mikhal binti Saul, dia tetap menganggap dirinya benar, hingga pada akhirnya, coba perhatikan kembali ayat ‎23: "...Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya..."‎ ---> artinya, tdk ada masa depan, tdk ada keturunan yg lahir bagi Mikhal... masa depannya selesai sampai disitu. Hati yg busuk membuat masa depan seseorang hancur.... bukankah Daud didlm salah satu Mazmurnya berkata: "... Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan.."‎ (Mzm (7:37) orang orang yg hatinya membusuk, selalu membawa perkelahian dgn siapapun, termaksud dgn suaminya sendiri, atau istrinya atau orang orang lain disekitarnya, namun orang yg tulus, jujur, dan yg suka damai, memiliki masa depan!!!

Selidiki hatimu dgn mengamat amati aroma perkataanmu, jika keluar bau busuk, itu bukan saja engkau perlu sikat gigi, tapi perlu merendahkan dan melembutkan hati... agar padamupun ada masa depan, ada hari esok!

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-30 19:11:42

Senin, 30 Mei 2016

2 Samuel 5:17-25 "Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.
Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, 
bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu." 
Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim. 
Orang Filistin itu meninggalkan berhalanya di sana, lalu Daud dan orang-orangnya mengangkatnya. 
Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, 
maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin." 
Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer..."‎

--> Ketika Daud memulai perjalanan hidupnya sbg raja atas seluruh Israel, pertama tama orang Filistin dtg utk memerangi Israel. Daud sekalipun dia seorang panglima perang yg handal, sekalipun dia mahir dan berpengalaman dlm berperang, namun kerendahan hati selalu terbukti dari kehidupan doanya yg selalu bertanya dan menyerahkan kpd kedaulatan Tuhan.  
Inilah hal penting yg perlu kita perhatikan, engkau berkata : 'padaku ada kerendahan hati', buktikan kehidupan doamu! Jika engkau tdk merasa perlu utk berdoa, itu tanda engkau tdk ada kerendahan hati, sebab doa itu merendahkan diri dan memuliakan Tuhan...

Kemudian Tuhan mengajarkan satu perkara, di Baal-Perasim, Tuhan memerintahkan Daud utk 'menerobos maju', tapi tdk selalu demikian, pada kali yg kedua, di lembah Rafaim, Tuhan memerintahkan Daud utk berputar dan menyerang dari belakang, lalu Tuhan katakan: ‎‎
"...Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin." Tuhan merubah strategy perang bagi Daud, dan tanda utk bergerak kali ini adalah 'bunyi derap langkah di puncak pohon pohon kertau', itulah bunyi langkah kaki Bala tentara Tuhan, sebab kpd Daud Tuhan katakan, '...waktu itu Tuhan telah keluar berperang didepanmu...' Daud tinggal siapkan jaring dari belakang...

Bagaimana kita bisa, sama spt Daud, mengerti dan memahami 'kapan Tuhan bergerak'? Jika padamu dan padaku ada kerendahan hati utk berdoa... bertanya kpd Tuhan... Daud memulai semua itu dgn ketaatan total kpd kebenaran Firman Tuhan. 

Sudahkah engkau berdoa hari ini? Mulailah hidup taat, kpd Tuhanmu, & kpd authoritas yg Tuhan tempatkan diatasmu... latih diri kita sendiri utk merendah, sebab ke tempat yg rendahlah air itu mengalir...

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-29 20:48:21

Jumat, 27 Mei 2016

2 Samuel 3:1
"... Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah..."‎

--> Saya ingin saudara memperhatikan latar belakang ini, setelah Saul mati, kita sering berfikir Daud adalah raja kedua Israel, ternyata bukan, ‎di 2 Samuel 2, saudara akan temukan bahwa anak Saul Isyboset yg naik menggantikan Saul bapanya sbg raja, siapa yg angkat Isyboset? Abner, panglima Saul. Daud kemudian diangkat menjadi raja Yehuda di Hebron. 

Itulah sebabnya 2 Samuel 3:1 diatas mengatakan bahwa setelah Saul matipun, masih terjadi peperangan atas 2 keluarga ini.‎ Saya tdk memahami apa motivasi Abner mengangkat Isyboset anak Saul menjadi raja menggantikan Saul, padahal pada waktu Abner tersinggung oleh perkataan Isyboset, kebenaran itu keluar dari mulut Abner bahwa dia tahu Tuhan sudah memilih Daud utk menjadi raja, bukan Isyboset :
2 Samuel 3:8-11 "Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: "Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?
Kiranya Allah menghukum Abner, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika tidak kulakukan kepada Daud seperti yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepadanya, ‎yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba." ‎Dan Isyboset tidak dapat lagi menjawab sepatah kata pun kepada Abner, karena takutnya kepadanya..." ‎

Jika Abner sudah tahu sejak semula rencana Tuhan dan bahwa Tuhanlah yg mengangkat Daud menggantikan Saul, kenapa dia justru mengangkat Isyboset? Jawabannya: KEPENTINGAN PRIBADI!!! Lihat ayat ini: 2 Samuel 3:6 "Selama ada peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud, maka Abner makin mendapat pengaruh di antara keluarga Saul..."

Tahukah saudara apa yg terjadi bagi hidup Abner pada akhirnya?
Abner kemudian berpihak kpd Daud karena tersinggung dgn perkataan Isyboset, macan yg dia pelihara sendiri, dan kemudian pada akhirnya Abner mati oleh pedang panglima Daud...

Pelajaran yg kita dptkan hari ini, berlakulah jujur terhadap hati nuranimu sendiri, jgn cari kepentingan pribadi dgn apalagi menjadi musuh atau seterunya Allah spt Abner... kenapa dia harus buat buat manuver politik dgn mengangkat Isyboset anak Saul padahal dia tahu Tuhan telah menetapkan Daud menggantikan Saul? Berapa lama dia pikir dia mampu bertahan dgn scenario politik utk kepentingannya sendiri? Sekali lagi, jaga hati nuranimu, berlakulah jujur jgn terus menerus putar kanan putar kiri, lebih baik terbuka dan siap rugi daripada menjadi musuhnya Tuhan. 

Smile, ... it's Friday!!!
Be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-26 20:31:26

Kamis, 26 Mei 2016

2 Samuel 1:1-16 "...Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag,
maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." 
Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." 
Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: "Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?"
Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: "Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya. 
Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku. 
Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek. 
Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa.
Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku." 
Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. 
Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: "Asalmu dari mana?" Jawabnya: "Aku ini anak perantau, orang Amalek."
Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?" 
Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN." 

--> Saya sengaja menuliskan seluruh perikop ini spy alur kisahnya menjadi jelas buat kita.

Kenapa 'seorang dari tentara Amalek' itu dibunuh oleh Daud? Bukankah dia membunuh Saul atas perintah Saul? ‎Bahkan jika saudara baca juga di pasal sebelumnya, di 1 Samuel 31, Saul juga meminta seorang tentaranya utk menikamkan pedangnya kpd nya, namun pegawai Saul tdk mau karena 
hormat kpd Saul, orang yg diurapi Tuhan. Jadi seharusnya seorang dari tentara Amalek itu telah berbuat baik dgn meringankan beban Saul, apalagi itu diminta sendiri oleh Saul, tapi kenapa Daud malah membunuh orang tsb?

Hari ini kita akan belajar tentang 'inner motive' atau motivasi di dasar hati, coba perhatikan beberapa hal:
1. Pembawa berita tsb adalah 'seorang tentara dari pihak Saul tapi seorang Amalek', dia dtg kpd Daud utk memberi khabar bahwa Saul telah mati dan dialah yg membunuhnya utk meringankan beban Saul, lalu dtg dan bersaksi kpd Daud...

2. Sebelumnya di 1 Sam 31 ayat 2 kita menemukan begini:
‎1 Samuel 31:4-5 "Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
Ketika pembawa senjatanya melihat, bahwa Saul telah mati, ia pun menjatuhkan dirinya ke atas pedangnya, lalu mati bersama-sama dengan Saul..."‎‎
Jadi kita tahu Saul mati bunuh diri, dan hanya mayatnya yg sudah tdk berkepala lagi yg ditancapkan ke tembok, bagaimana mungkin orang Amalek itu berkata 'aku yg bunuh demi permintaannya'?

‎Disini saya menemukan motivasi di dasar hati orang Amalek tsb hanyalah 'CARI MUKA!!!' dia tahu bahwa Daud itu musuh Saul, sebab dia tentara di pihak Saul, dan dia pikir kematian Saul akan membuat dia menjadi pahlawan dimata Daud.

Pesan Tuhan hari ini utk kita semua, berhenti cari muka, hiduplah apa adanya, kerjakan semua demi hormat dan kemuliaan Tuhan bukan utk dilihat dan dipuji orang, sebab satu kali, hikmat Tuhan akan menjegal kita, jika kita terus hidup sbg penjilat yg hobinya cari muka.‎

Smile and be more faithful, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-25 21:05:36

Rabu, 25 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-24 19:23:18

Selasa, 24 Mei 2016

‎1 Samuel 29:6-9 "Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?" 
Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."

Akhis raja Filistin memberikan satu pernyataan compliment yg sangat mulia tentang Daud. Tinggal dan melayani diantara orang orang Filistin yg sesungguhnya adalah musuh Israel selama 2 tahun justru telah membuat Daud disukai dan dicintai oleh raja Filistin, coba perhatikan kembali compliment yg dikatakan Akhis raja Filistin tentang Daud: ‎
‎"Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 
Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu."
Juga ini perkataan Akhis: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita..."‎

--> inilah kunci kebenaran yg kita mau sama sama belajar hari ini, ‎ada orang orang percaya yg disebut sbg 'pembawa damai - peace maker' spt yg di katakan oleh kitab Yesaya 52, namun ada juga type anak anak Tuhan yg spt 'pembuat masalah - trouble maker', dgn sia A bikin ribut, dicampur dgn si B ribut juga, dimana mana dia hadir, bikin ribut dgn banyak orang, atau tdk bisa cocok dgn banyak orang. Masalahnya bukan pada orang lain, masalahnya pada diri kita sendiri! Tdk adanya Tuhan dihati kita membuat kita selalu ingin ribut dgn siapa saja. Bukankah Kristus disebut sbg 'raja Damai'? Jika ada Raja Damai dihatimu, seharusnya engkau bisa hidup dlm damai dgn semua orang, termaksud musuh musuhmu sekalipun... bukankah Filistin itu musuh Israel, tapi raja Filistin bisa melihat Daud spt 'utusan Allah!!!' Akhis raja Filistin melihat Allah didlm Daud, itu sebabnya Daud mendapatkan perkenanan Akhis...

Pastikan ada Raja Damai tinggal dihatimu! Jika ada Raja Damai dihatimu, dlm rumahmu akan ada damai... kantor dimana engkau bekerja ada damai... gereja dimana engkau berbakti ada damai... istrimu akan manis spt buah anggur, dan anak anakmu spt tunas zaitun disekeliling mejamu (Mzm 128), begitukan kehidupan disekelilingmu?

Smile and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-23 21:24:54

Senin, 23 Mei 2016

Ayat 3: "...  Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal."

--> Pada jaman Samuel masih hidup, Saul telah belajar utk hidup takut akan Tuhan dgn menyingkirkan dosa dari antara bangsa Israel, yaitu dgn 'menyingkirkan dari dlm negeri para pemanggil arwah, para juru tenung, atau para peramal...' Itulah yg telah dilakukan Saul, sungguh mulia.

Namun hari ini kita belajar, bahwa dosa itu dimulai dari dlm hati, bukan sekedar yg tampak diluar. Dari luarnya, Saul telah melakukan ketaatan kpd Firman Tuhan dgn tdk membiarkan ada 'dosa tenung, dosa peramal' di seluruh bangsanya, namun kharakter yg sesungguhnya akan nampak dan terlihat ketika manusia dlm keadaan kepepet. Perhatikan tindakan Saul ketika dia kepepet:

Ayat 6 -8: "...‎. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.  
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." 
Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu." 

--> Dptkah saudara melihat degradasi kejatuhan Saul? 

1. Pertama tama di ayat 6, Surga benar benar tertutup bagi Saul! Tdk ada Firman yg keluar‎ bagi Saul, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi‎... semua benar benar sepi! Itulah tanda bahaya total bagi hidup anak anak Tuhan ketika tdk ada lagi suara Tuhan bagi kita, sama spt pada jaman setelah Maleakhi selama 400 tahun, sama sekali tdk ada suara Tuhan. Apa yg menyebabkan Tuhan berdiam? Sebab hati Saul sudah begitu degil dan kerasnya, sekalipun dia tahu kebenaran, itulah hidup yg mendukakan Roh Kudus, tahu kebenaran tapi sengaja terus melawan kebenaran.

2. Akibatnya, seluruh pikiran dan tubuhnya melangkah kpd dosa, melangkah menuju 'juru tenung' bukannya melangkah meninggalkan dosa. Saya kadang bertanya tanya heran, kenapa Saul tdk bertobat saja dan lepaskan jabatan 'raja' yg telah menjerat dia didlm kerakusan begitu rupa? Kenapa Saul tdk menghabiskan sisa waktunya utk mendidik dan mempersiapkan Daud utk menjadi raja yg luar biasa sbg penggantinya? .... sebab hati Saul degil dan keras! Saul lebih mencintai 'tahta-nya dari pada Tuhan-nya'!!! Bagi sebagian anak anak Tuhan hal yg sama juga terjadi, ada dosa dosa yg kita simpan dan bahkan pelihara sedemikian rupa, kita rawat baik baik, sekalipun kita tahu itu dosa yg menyakiti hati Tuhan. ‎Firman Tuhan mengatakan di Galatia 6:7-8 "...Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ‎Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu..."‎

‎Hari ini kita mau belajar utk 'mempraktek-kan Firman Tuhan' Itulah cara kita membiarkan ladang hati kita dibajak dan digemburkan, dan itulah yg membuat ladang hati kita subur. Bukan seberapa banyak Firman yg saudara tahu yg membuat engkau bertumbuh, tapi seberapa rela engkau menerima dan mempraktek-kan Firman Tuhan yg sudah engkau dengar dan mengerti. Sebaliknya, sekalipun engkau tahu banyak, kedegilan hati yg semakin mengeras akan membawa kehancuran diri sendiri.

Bagaimana kondisi hati kita? Adakah hatimu lembut? Jika hatimu lembut, engkau akan mampu mendengar suara Tuhan mu... jika engkau mau melembutkan hatimu, bajaklah! Caranya dgn lakukan, praktekkan Firman Tuhan hari ini.

dibuat pada : 2016-05-22 19:32:04

Jumat, 20 Mei 2016

1 Samuel 26:1-2‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎

--> coba perhatikan dan renungkan kembali kisah hidup Saul, bukankah pasa 1 Samuel 24‎, di padang gurun En Gedi, ketika Saul memang dtg utk membunuh Daud namun justru Daud yg memiliki kesempatan utk menghabisi nyawa Saul, tapi tdk dilakukannya,... lalu Saul menyadari kedegilan hatinya dan 'bersumpah' utk tdk berbuat dosa lagi, bahkan sampai 'BERTANGIS TANGISAN!!!' Bukankah itu tanda pertobatan? Belum tentu! Tdk ada hubungan-nya TANGISAN dgn PERTOBATAN! 

Buktinya, tdk lama setelah itu, kedegilan hati Saul kumat lagi, dan dia kembali bangkit mencari hendak membunuh Daud. Sudahkah Saul lupa akan sumpahnya kpd Tuhan dan kpd Daud? Sudah keringkah air mata tangisan yg mengalir begitu deras di padang gurun En Gedi?‎

Kenapa Saul bisa begitu rapuhnya? Ini pelajaran utk hari ini:

1. Pertobatan harus dimulai dgn Tuhan dan dituntun terus oleh Tuhan. Kita perlu selalu diingatkan dan diperbaharui hari demi hari akan pertobatan kita, bahkan kita sesungguhnya perlu bertobat setiap hari dan dgn rendah hati minta Roh Kudus memimpin kita utk hidup didlm pertobatan kita, sebab kita ini rapuh, semua kita termaksud saya!

2. Jadilah bijak dgn memilih teman atau sahabat yg hanya akan membangun kita, dan TINGGALKAN! sekali lagi TINGGALKAN teman teman yg hanya akan membawa engkau jatuh dlm dosa, jgn berkata kuat dgn tetap bergaul dgn orang fasik, orang berdosa, dan para pencemooh (peng-gossip) bukankah itu yg kitab Mazmur ajarkan? Mazmur 1:1 "..Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,‎.."
Sadarkah saudara bahwa karena salah memilih teman, salah mempercayai nasehat siapa yg harus didengar, Saul yg degil hatinya, jatuh kembali dlm dosa penghianatan yg lebih dalam. Perhatikan ayat 1 dan 2 diatas:‎
Ayat 1-2 : "...Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif.‎.." Nasehat orang Zif itulah yg telah memperdaya dan menjebloskan Saul kembali utk jatuh! Seandainya saja Saul selalu bergaul dgn orang orang yg benar, yg berpegang kpd sumpah, yg jujur, kemungkinan besar Saul tdk akan berbuat dosa yg sama itu itu lagi, namun kebodohannya memilih teman telah menjerumuskan dia.

Ada pepatah yg berkata: 'show me your friends, then I show you your heart...' tunjukan teman temanmu, aku akan tunjukan hatimu! Sebab burung yg bulunya sama, umumnya terbang bersama sama!

Greetings from Medan..

Smile and be more faithful for Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-19 21:53:27

Kamis, 19 Mei 2016

1 Samuel 25:3, 23-34 
Ayat 3: "...Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb..."

Apa yg membuat Abigail disebut sbg wanita bijak?

Ayat 23 -34: "‎..Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.
Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh. 
Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!
Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku.
Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu. 
Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban. 
Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel,
maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini." 
Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; 
terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu — jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing." ‎ 

--> Dari sikap hidup Abigail, gereja Tuhan bisa belajar satu kebenaran: 
" KESETIAAN YG BENAR ADALAH SETIA KPD KEBENARAN, BUKAN KPD MANUSIA!!!" Renungkan sebentar perkataan tadi,... didlm perusahaan, jika saudara adalah direktur dari satu perusahaan Tbk atau perusahaan publik, yg sahamnya di jual belikan di bursa, maka saudara wajib mengikuti dan tunduk kpd peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yg tugas dan tujuannya adalah menjaga kepentingan publik dan keterbukaan informasi. Ada satu hukum yg diambil dari hukum yg dijalankan di America yg disebut 'Fiduciary duty' atau tanggung jawab seorang direktur utk membela kepentingan perusahaan, diatas kepentingan pemegang saham tertentu. Artinya bisa saja perusahaan A dimiliki mayoritas oleh si Udin, namun sbg direktur di perusahaan A Tbk, saya harus membela kepentingan perusahaan diatas kepentingan si Udin.

Jika perusahaan saja bisa memahami kebenaran spt ini, bagaimana mungkin anak anak Tuhan bahkan hamba hamba Tuhan bisa begitu buta terhadap kebenaran ini? Kadang sangat disayangkan, ada wanita bijak yg punya suami bebal spt Abigail, jika suamimu jelas jelas salah dan melawan Tuhan, apa sikapmu? ‎Safira istri Ananias berkeras mati matian membela suami yg bebal, dan dua duanya binasa (kisah Rasul 5), Jika atasanmu rakus dan merencanakan kejahatan, apa posisi yg akan engkau ambil? Mempertahankan pekerjaan atau bicara dgn terbuka sekalipun beresiko spt Daud thdp Saul atau spt Daniel thdp Nebukadnezar? Berapa banyak pemimpin gereja yg telah salah dan terus menerus mempertahankan hidup dlm dosa, namun dilindungi oleh orang orang sekitarnya yg tdk lain adalah penjilat, ... Karena 'setia kawan' ada begitu banyak anak anak muda terjerumus ke dlm dosa pergaulan bebas, mabuk mabukan, judi, narkoba dll.

Hari ini kita belajar utk 'put your faithfulness to the test',... 'ujilah kadar kesetiaanmu sendiri'... Tdk akan mungkin engkau dapat tetap setia kpd Tuhan jika engkau tdk setia kpd Firman - Nya...‎

Keep on smiling...and be more faithful 
For Jesus. GBU.

dibuat pada : 2016-05-18 20:55:40

Rabu, 18 Mei 2016

1 Samuel 24:17-22 
(24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
(24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.
(24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. 
(24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. 
(24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.
(24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku." 
(24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu gunung.

--> ‎Salah satu bagian didlm Mazmur 23 puji pujian Daud yg sangat terkenal berkata begini: '.... Tuhan adalah gembalaku.... Ia (Tuhan) menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku...' Daud berkali kali mengalami kebenaran ini. Pembalasan adalah hak Tuhan, jgn pernah menuntut balas terhadap orang yg berbuat jahat kpdmu. Tuhan itu adil, biarkan saja keadilan Tuhan yg terjadi atas hidupmu dan atas orang orang yg berbuat jahat kpdmu... bagaimana cara Tuhan menunjukan keadilan-Nya bagi umat-Nya? Dgn MENYEDIAKAN HIDANGAN BAGI KITA DIHADAPAN LAWAN LAWAN KITA!!!   Itulah cara Tuhan menegakkan keadilan-Nya. Tuhan sengaja mempertontonkan keberpihakan Tuhan kpd lawan lawanku agar mulut mereka sendiri bisa bersaksi dan menyatakan'engkau benar!!!'

Daud tanpa salah dikejar kejar oleh Saul yg benci dan cemburu karena rakus utk mempertahankan tahtanya, padahal tahta itu adalah pemberian Tuhan utk melaksanakan tujuan Tuhan, dan ketika Saul tdk lagi bersedia menghidupi tujuan Tuhan, maka Tuhan mengambil tahta tsb dan menyerahkannya kpd orang lain yg siap menghidupi dan melaksanakan tujuan Tuhan tsb, dipilih-Nya lah Daud bin Isai utk menggenapi tujuan tsb.

Tapi Saul rakus dan iri hati, berkali kali dia merencanakan pembunuhan atas Daud... kemudian ada kesempatan utk Daud menuntut balas dan mengambil keadilan ditangan-nya sendiri, namun Daud tahu, itu bukan cara keadilan Tuhan terlaksana,...

Pada akhirnya, perhatikan lagi perkataan Saul kpd Daud dihadapan orang banyak:‎ 
(24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu..." 
--> terbukti dihadapan musuh musuh Daud, Saul dan pasukannya, Daud menerima 'hidangan dari Tuhan...' mulut Saul sendiri berkata: 'engkau lebih benar dari padaku...'

Pernah satu kali ada orang yg begitu membenci saya dan berkata kata yg sangat busuk tentang saya. Beberapa waktu berlaku, melalui orang lain, orang tsb berkata, dia ingin menjamu saya utk menunjukan permohonan maaf atas kekeliruan yg pernah dia sebarkan kemana mana... 

Sekali lagi, belajarlah utk tdk menuntut balas, biarkan keadilan Tuhan yg terjadi atasmu, Tuhan akan menyediakan hidangan bagimu bukan ditempat sepi, tapi justru dihadapan lawan lawanmu...

Keep on smiling... and be more faithful...
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-05-17 20:28:57