Morning Dew

Kamis 30 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini :
2 Korintus 9:7-12 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."  
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah..."

Ada satu keluarga petani gandum di Siberia yang hidup bersama keluarganya hanya dari hasil apa yang mereka tanam dan tuaiannya... Seperti kita ketahui, musim dingin di Siberia adalah salah satu yang paling kejam... tanah tidak bisa menghasilkan apa-apa selama 7 atau 8 bulan dalam setahun... Tanah menjadi kering dan akhirnya membeku dimulai dari bulan October sampai awal April baru bisa mulai dibajak dan ditanami kembali... Pada bulan bulan October sampai Desember, keluarga petani sederhana ini masih bisa makan 3 kali sehari... tapi di bulan January, persediaan makanan mulai menitis, sehingga mereka makan hanya 2 kali sehari... memasuki awal Maret, mereka s‎emua hanya makan sehari sekali, sebab persediaan gandum sudah sangat menipis...
Satu sore di bulan Maret, anak kecil keluarga petani yang baru saja pulang dari bermain di belakang rumah keluarga petani tersebut berlari-lari pulang kerumah dengan wajah sangat sukacita dan penuh harapan...

'Papah... papah... cepat ikut!' Kata sang anak gadis kecil kepada ayahnya.
'Aku menemukan banyak gandum...' Sang ayah dengan tergesa gesa mengikuti tuntunan anak gadisnya menuju ke gudang dibelakang rumahnya. Kemudian anak gadis kecil itu menunjuk kepada 2 karung gandum yang ada di pojok gudang tersebut...
'Itu papah... lihat! Disitu ada banyak gandum kutemukan... kita bisa makan 3 kali sehari lagi mulai sekarang...'
Sang ayah mengusap-usa‎p kepala anaknya dan menggendongnya kembali kedalam rumah sambil berkata, 'Anakku,... itu benih gandum yang harus kita tabur pada musim menabur bulan April nanti... jika kita makan semua benih itu, maka tidak ada lagi yang bisa ditabur... Dan satu kali nanti, tidak ada lagi sama sekali yang akan dituai... sebab kamu harus ingat nak, "...Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga... (2 Korintus 9:6)"... Dan jika kita tidak menabur sama sekali, apa yang mungkin akan kita tuai untuk hari esok?'

Kisah sederhana di atas seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap kita untuk dapat membedakan 2 jenis gandum yang ada pada kita,... tahukah saudara apa 2 jenis gandum itu? Perhatikan sekali lagi apa yang Firman Tuhan di atas katakan:   ‎"...Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu..." (2 Kor 9:10). Yang seringkali membuat orang menjadi jatuh miskin dan kelaparan adalah karena kita tidak mengetahui perbedaan 2 jenis gandum yang ada pada kita... Kita menikmati semua yang ada pada kita seakan akan semua itu adalah roti untuk dimakan, tapi tidak ada yang disisakan sebagai benih untuk ditaburkan... Bagi kelangsungan hidupnya sendiri, tidak ada yang ditabungkan untuk masa depan, semua dilahap habis... sedangkan demi kebenaran Firman Tuhan, orang seperti ini tidak menyediakan benih untuk ditabur bagi orang lain, apalagi bagi pekerjaan Tuhan. Tuhan tidak pernah menantang umat-Nya kecuali dalam satu hal ini, 'buktikan kesetiaan Tuhan!...' Bagi orang-orang Israel sampai hari ini, ketika mereka menuai hasil ladang mereka, tidak semua hasilnya boleh mereka makan sampai habis... ada bagian orang-orang miskin yang harus mereka secara sengaja sisahkan, dan itulah yang membuat makanan mereka menjadi kosher atau diberkati!

Ketika kita menyisihkan benih gandum untuk dimakan, pasti akan menimbulkan rasa sakit... perut yang perih... Sama seperti kisah gadis kecil diatas, saya percaya hati dan pikirannya belum bisa langsung menerima...

Kenapa gandum itu tidak dimakan saja sekarang ketika aku lapar... kenapa dibiarkan disana sedangkan aku lapar...

Saudaraku, ibu Theresa pernah berkata, 'Love till it hurts... give till it hurts..' Kasihi sampai itu berasa sakit... beri sampai itu berasa sakit... 

Masih adakah padamu benih yang sengaja engkau sisihkan untuk ditabur? Pagi ini, biarkan Firman Tuhan menegur dan mengoreksi cara kita membagi kedua jenis gandum yang ada pada kita...

‎Embrace His Grace...

For Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I 

Greetings from Semarang

dibuat pada : 2017-11-30 00:24:31

Rabu 29 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
2 Korintus 7:10-11 "...Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu..."

‎Setiap manusia pasti pernah dan akan terus mengalami 'dukacita' akibat kehilangan sesuatu atau seseorang yang dikasihi, akibat kesulitan dan tekanan, akibat kegagalan atau lain sebagainya.

Tidak semua kedukaan itu buruk, tapi tidak semua kedukaan itu juga baik, tergantung bagaimana kita menerimanya. 
- Pada dasarnya, ada dukacita yang terjadi akibat kesalahan atau kebodohan atau mungkin juga akibat dosa kita sendiri. Seperti,... jika saudara dipenjarakan karena kedapatan mencuri, atau saudara dipermalukan karena kedapatan berselingkuh, dan lain sebagainya,... Jika kita bijaksana dan membiarkan tangan Tuhan yang bekerja di dalam perkara dukacita seperti itupun, Tuhan bisa membuat yang buruk untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, tapi jika kita malah sebaliknya meresponi rasa duka yang salah dengan respon kedagingan kita, maka semua itu hanyalah akan membawa kepada kehancuran dan kematian...
- Tapi ada juga dukacita yang memang Tuhan ijinkan untuk membawa keselamatan dan perubahan kharakter.... Ketika seseorang yang kita sangat kasihi dipanggil pulang, secara manusia kita pasti berduka, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa... Tuhan punya rencana besar dibalik semua itu... Ketika kita bekerja dan bersungguh hati namun terpaksa harus rugi atau kehilangan, seringkali kita memang tidak dapat berbuat apa-apa,... tapi ingat, Tuhan punya rencana untuk membawa kebaikan bagi kita.

Dalam processnya, coba perhatikan bagaimana dukacita yang dialami jemaat di Korintus telah memahat, menempa kharakter mereka... lewat apa Tuhan kerjakan semua itu? Lihat apa yang Paulus katakan:  
"...Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu..."
---> Entah apa yang terjadi persisnya terhadap anak-anak Tuhan di Korintus, mungkin mereka mengalami tekanan dari masyarakat umum dan otoritas, mungkin mereka dipersulit bahkan digugat... secara daging, inilah yang mereka alami: mereka menjadi jengkel... takut... merindukan sesuatu, tapi tertahan... mereka menerima hukuman... Lalu apa yang baik dari semua itu?
Ternyata lewat semua itu, mereka menjadi tekun... mereka lebih berhikmat, mereka menjadi sabar dan tahu arti berterima kasih... bukankah semua itu adalah kharakter yang memiliki nilai nilai kekekalan?

Saudaraku, sebagai hamba Tuhan pun, saya sering mengalami dukacita yang demikian... Saya berdoa dan berharap Tuhan kirimkan penolong untuk meringankan beban saya, tapi justru Tuhan tuntun saya berjalan sendirian hanya dengan Dia... Daging saya menjerit dan merasa sangat menekan... banyak kali pulang ibadah sekalipun, saya harus masuk kamar dan berdoa hanya sekedar berlutut dan menangis tanpa bisa mengucapkan permohonan apapun... kadang terbesit pikiran, dimana Tuhan ketika saya sedang amat sangat membutuhkan Dia... tapi setiap kali saya membaca Firman Tuhan, hati saya dihiburkan... jiwa sayapun menjadi tenang, tiba-tiba ada kekuatan baru yang muncul untuk keep on going...

Bersabarlah dibawah kaki Tuhan... ingat pesan Firman Tuhan ini yang keluar dari mulut hamba-Nya Maleakhi :
"...Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang." (Maleakhi 4:2)

Embrace His Grace...
For Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-29 02:43:39

Selasa 28 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Korintus 6:1-2 "Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu..."

‎Keselamatan yang Firman Tuhan ajarkan tidak sama dengan apa yang agama katakan. Agama akan berkata, jika budi baikmu ditimbang dan melebihi kejahatanmu, maka engkau akan selamat... atau Jika engkau banyak memberi, beramal, berbuat baik, maka engkau akan memperoleh keselamatan... atau yang lain lagi berkata, keselamatanmu diperoleh lewat 'karma', yaitu jika engkau baik, maka engkau akan naik level, jika engkau jahat, maka engkau akan mengalami reinkarnasi jadi binatang, dan seterusnya... itu semua agama... Kekristenan itu menegaskan ‎dengan sangat jelas bahwa manusia tidak mungkin‎ dapat membayar keselamatannya sendiri... manusia perlu juru selamat, yaitu Tuhan sendiri yang membayar semua dosa-dosa manusia, kemudian manusia hanya sekedar membuka hati dan percaya untuk menerima harga penebusan yang Kristus sudah lakukan dikayu Salib untuk kita... itulah yang disebut ANUGRAH atau KASIH KARUNIA! 

Coba perhatikan kembali ayat pertama di atas yang keluar dari hati Tuhan lewat mulut dan tulisan Paulus sebagai bapa Rohani jemaat di Korintus :
 "Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima..."
---> Ternyata ada orang-orang yang sekalipun sudah menerima keselamatan lewat kasih karunia atau anugrah yang begitu luar biasa, namun 'MENYIA-NYIAKAN' kasih karunia Allah tersebut. Disinilah letak kekeliruan dari pandangan pengajaran 'hyper-grace'‎, dimana dikatakan bahwa kasih karunia Allah itu akan terus menerus mengampuni dan menerima kita sebusuk apapun yang kita kerjakan. Seakan akan kita tidak perlu mengalami perubahan hidup, tidak perlu menyangkal diri, nikmati saja kasih karunia cuma-cuma dengan seenaknya...  Benar bahwa kasih karunia Tuhan akan menerima kita seburuk apapun yang sudah kita kerjakan dimasa masa lalu, tapi ada bagian kita yang harus kita kerjakan, bagian kita adalah membiarkan kasih karunia Allah itu masuk dan mempengaruhi hidup kita selanjutnya, siap dituntun oleh karih karunia tersebut,... siap ditegur dan dibentuk oleh Firman Tuhan yang telah memberi kita kasih karunia itu. Itulah cara kita menerima dan tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah...

‎Seberapa jauh hidupmu berubah, sedemikian jauh bukti bahwa kasih karunia Allah sudah mempengaruhi hidupmu... Jika kita mengeraskan hati, sekalipun kita sudah mengalami kebaikan Tuhan begitu rupa, sekalipun kita sudah mengenal kebenaran begitu jauh, namun Roh TUHAN dibuat sama sekali tidak berdaya di dalam diri manusia tersebut,... oleh sebab itu dia tdk mengalami perubahan hidup sama sekali.

Coba kita bercermin dan jujur kepada diri kita sendiri, berapa lama engkau sudah menjadi anak Tuhan? Berapa jauh hidupmu sudah berubah?...

Jika kita mau lebih jujur lagi, coba minta istri atau suamimu atau orang-orang yang dekat dengan mu untuk menilai perubahanmu, sungguhkah saya sudah berubah? Kearah mana saya berubah? Kearah semakin serupa seperti Kristus atas seperti yang lainnya?

‎Dengan kejujuran ini, mari kita terus berlomba-lomba semakin merendahkan hati dan melembutkannya agar kita tidak menyia-nyiakan kasih karunia-Nya. 

Embrace His Grace 
For Grace leads back to the first love 
Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-28 00:24:48

Senin 27 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
2 Korintus 5:2-5 "...Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. 
Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. 
Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita."

Kenapa banyak anak-anak Tuhan, orang-orang yang sudah percaya dan lahir baru, namun tetap saja hidup penuh dengan mengeluh?... Mereka mengalami tekanan hidup sama seperti orang-orang lain, tapi kita yang sudah percaya Tuhan penuh dengan persungutan dan keluhan, sama seperti mereka yang tidak kenal Tuhan... Bukankah seharusnya kita penuh dengan sukacita Tuhan? Bukankah Firman Tuhan di Roma 15:13 berkata: "... Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." Tapi mengapa hal itu tidak terjadi bagi banyak anak-anak Tuhan? 

Pagi ini, perhatikan satu rahasia hidup yang penuh harapan dan sukacita yang Firman Tuhan katakan, alasan mengapa banyak anak-anak Tuhan yang sekalipun sudah menerima janji dan keselamatan yang Tuhan berikan, namun masih hidup dalam keluhan dan persungutan, sebab mereka tidak melakukan apa yang Firman Tuhan ini katakan: 
2 Korintus 5:4 "...Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup."
---> Coba renungkan kembali ayat di atas, alasan yang sering kita alami itu '....karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama,‎' Bukankah hal ini benar adanya? Berapa banyak anak-anak Tuhan... berapa sering kita menemukan hidup orang percaya ataupun hidup kita sendiri yang seringkali rindu untuk menghidupi kebenaran Firman Tuhan, rindu berpegang kepada Firman Tuhan, tapi tidak rela melepaskan hidup yang lama... inilah sumber alasan mengapa banyak anak-anak Tuhan yabg mengeluh dan bersungut-sungut ketika mengalami tekanan...

‎Beberapa waktu lalu saya mengalami kerugian yang dilakukan oleh seseorang kepada saya. Transaksi business yang menipu dan memasukan dokument, sebagai imbalannya, saya menerima sebuah check kontan yang bisa saya cairkan setelah tanggal tertentu. Namun setelah lewat tanggal tersebut, check tersebut ternyata kosong dan tidak ada dana direkeningnya, saya hubungi berkali kali tetap tidak dijawab. Sehingga manusia daging, saya kecewa akibat dirugikan, tetapi ada suara kecil dihati saya yang berkata, sudahlah, belajar dari semua ini, ini terjadi karena saya kurang hati-hati dan ada unsur rakus-nya juga... suara kecil tersebut juga mengajarkan saya untuk 'let go... biarkan dan ampuni saja...' Tapi semua teman, semua kenalan baik tidak terima hal itu, saya didorong untuk gugat, bukti-bukti ada pada saya... Saat-saat dimana saya tidak berani menanggalkan 'manusia lama' atau kedagingan saya sendiri, saya menderita... saya mengeluh... hati saya kecewa dan terasa sangat sakit. Sampai saya belajar untuk menanggalkan sendiri manusia lama saya dan berkata kepada diri saya sendiri 'saya mengampuninya...' dan saya move on atau berjalan lagi selanjutnya, saya baru dapat menanggalkan rasa kecewa dan keluhan tersebut.

Beberapa puluh tahun lalu, ketika saya masih kuliah, ada seorang yang berhutang kepada saya $200 (mungkin tidak seberapa, tapi bagi saya waktu itu, itu sangat besar nilainya) dan masalahnya, orang tersebut bukanlah orang yang susah‎... berkali-kali saya menanyakan tentang uang tersebut, dia menghindar dan terus menerus memberi janji-janji, bahkan ada satu ketika dimana saya sampai tidak bisa makan ketika saya bertemu dgn orang tsb di depan restaurant, saat itu secara tidak sengaja saya lewat didepan restaurant tsb. Orang itu punya uang utk makan direstaurant, sementara dia masih berhutang kepada saya, dan saya terpaksa pulang dengan tidak makan apa-apa malam itu karena memang tidak ada uang untuk makan sama sekali... Lama setelah itu, ketika saya diwisuda dan 2 hari lagi saya akan pulang kerumah, lalu atas kebaikan Tuhan saya bisa mendapatkan kesempatan untuk pergi membawa orang tua saya mampir ke Caribbean, saya bertemu lagi dgn orang tersebut, dan dia membuat janji lama yang diperbaharui lagi... Saat itu karena saya sudah tidak memperdulikan masalah $200 tsb, dan karena focus saya adalah pulang ke rumah yang sudah lebih dari 5 tahun saya belum kembali, sukacita untuk pulang, excitement to come home itu lebih besar dipikiran dan hati saya... sehingga dengan mudah sekali saya bisa berkata, 'sudahlah,... lupakan saja uang itu... itu utkmu...' Sampai saya belajar menaggalkan manusia lama, saya akan terus menerus mengeluh dan kecewa...

Semua orang, tidak perduli anak Tuhan atau bukan, satu ketika akan mengalami tekanan, kerugian atau penghianatan... tapi jangan kita sampai menahan semua kekecewaan dan keluh kesah itu, sebab itu tidak akan membuat kita maju. Belajar-lah untuk menanggalkan manusia lama kita, menanggalkan kedagingan kita sendiri, itulah cara yang Firman Tuhan ajarkan untuk kita tidak lagi hidup di dalam keluh kesah dan kekecewaan...

Ingat, Tuhan punya rencana besar untuk masa depanmu...‎ jangan kotori dengan keluhan dan kekecewaan yang timbul karena kita tidak berani menanggalkan manusia lama kita, kedagingan kita sendiri...

Embrace His Grace... 

For Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-27 03:09:41

Jumat 24 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat ayat ini : 
2 Korintus 4:7-10 "...Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. 
Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami..."

Kesaksian hidup Paulus mewahyukan sesuatu yang sungguh luar biasa, ada satu harta yang Paulus saksikan yang ada padanya, dan harta tersebut disimpan di dalam bejana tanah liat. Tapi dari seluruh tulisan-nya diatas, kita melihat bahwa Paulus melukiskan dan menerangkan bukan tentang harta itu sendiri, tapi tentang wadah-nya atau tempat-nya dimana harta tersebut disimpan.

Harta yang luar biasa itu diletakan di dalam bejana tanah liat, bejana tanah liat itu seharusnya bukan satu tempat yang aman, karena rapuh dan mudah pecah, mudah hancur, tapi coba lihat apa yang terjadi:
"...supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa..."
‎---> ditindas tidak hancur berantakan... dijepit tidak pecah... dianiaya, ditinggalkan, bahkan dihempaskan tapi tidak binasa... 
Coba bayangkan, bejana tanah liat seperti apa yang begitu luar biasa? Begitu kuat? Begitu tangguh menghadapi benturan seperti apapun...
Sesungguhnya, ketika Paulus berbicara tentang harta mulia yang disimpan di dalam bejana tanah liat, dia sedang berbicara tentang harta termulia yaitu Tuhan sendiri yang disimpan di dalam bejana hatinya, bukankah memang manusia terbuat dari tanah liat?... Sekalipun manusia adalah the Magnum Opus, the Masterpiece, ciptaan termulia yang Tuhan buat, tapi manusia itu hanyalah sekedar tanah liat... rapuh dan tidak berarti sebenarnya.

Tapi apa yang membuat bejana tanah liat itu begitu kuat? Perhatikan ayat ini:
‎Yeremia 18:3-4 "...Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. 
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya."

Kuncinya adalah "dimana tanah liat itu berada?" Selama tanah liat itu berada ditangan sang penjunan atau Tuhan sendiri, seberat apapun tekanan dan himpitan yang dia terima, dia bisa dibentuk kembali untuk dipulihkan... ‎bukankah itu juga yang Paulus katakan diayat 7 diatas: "...Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Lalu apa bagian kita selama kita berada ditangan Sang Penjunan itu? 
2 perkara yang saudara dan saya harus pastikan kita miliki:
Rendah hati dan lemah lembut!!! Bejana yang keras tidak akan pernah bisa dibentuk...

Rendah hati artinya bisa ditegur...
Lemah lembut artinya bisa dipimpin, diarahkan...

Adakah kita seperti itu? Semua orang secara gamblang dan berani, pasti akan berkata, saya bisa ditegur... Betulkah demikian? Jika engkau adalah pribadi yang bisa ditegur, engkau akan mudah mengakui salah dan bertobat... sejujurnya, sebagai gembalapun, saya jarang menemukan pribadi seperti ini...
Kerendahan hati bukan karunia yg bisa kita doakan dan minta dari Tuhan. Kita sendirilah yang harus belajar merendahkan hati kita... itu bagian kita yang harus kita kerjakan... akui kalau engkau salah, apalagi sesudah ditegur... segera minta maaf jika engkau tahu engkau salah...

Kelemah lembutan adalah kharakter yang bisa dan siap untuk dipimpin. Banyak orang mau memimpin, tapi jarang yang siap untuk dipimpin... Kuda dan Keledai adalah 2 binatang yang sama-sama bisa digunakan untuk menjadi alat transportasi. ‎Tapi seringkali kuda dipakai untuk perkara-perkara yang lebih mulia dari pada keledai. Bedanya adalah, kuda, sekalipun lebih kuat dan lebih cepat berlarinya, namun bisa dilatih utk dikendalikan, dipimpin oleh tali kendali, itulah yang disebut 'power under control, kekuatan yang terkendalikan' itulah kelemah-lembutan... Bisakah kekuatanmu dikendalikan? Bukti yang sangat nyata bahwa saya itu memiliki kelemah lembutan adalah, saya sedang dan terus-menerus ada dibawah 'pembapaan rohani'. Adakah satu atau dua pribadi yang ketika berkata kepadamu: 'back off...' engkau akan segera mundur? Atau engkau memiliki prinsip maju pantang mundur tanpa mengenal batas-batas? 

Bejana sederhana, yang terbuat dari tanah liat, namun dipakai untuk menyimpan harta mulia, yang diberitakan Paulus adalah bejana hati yang lemah-lembut dan rendah hati... itulah yang membuat kita kuat, sebab ada di dalam tangan Sang Penjunan,... Kemuliaan bagi TUHAN kita Yesus Kristus.

Smile for its Friday... so embrace His Grace

For Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-24 01:53:20

Kamis 23 November 2017

Shalom Selamat Pagi,
Perhatikan Ayat Ayat Ini :
2 Korintus 2:12-13 "...Ketika Aku Tiba Di Troas Untuk Memberitakan Injil Kristus, Aku Dapati, Bahwa Tuhan Telah Membuka Jalan Untuk Pekerjaan Di Sana.
Tetapi Hatiku Tidak Merasa Tenang, Karena Aku Tidak Menjumpai Saudaraku Titus. Sebab Itu Aku Minta Diri Dan Berangkat Ke Makedonia."

---> Betapa Luar Biasa Kasih Yang Ada Dihati Paulus Terhadap Saudara-saudaranya Seiman, Sampai Sampai Dia Tidak Merasa Tenang Sebelum Dia Dapat Bertemu Dan Memastikan Saudaranya Titus Hidup Dalam Pemeliharaan Tuhan, Dan Mungkin Ada Pesan Pesan Khusus Yang Tuhan Ingin Sampaikan Melalui Titus Buat Paulus. 

Salah Satu Perkara Yang Perlu Menjadi Teladan Kebenaran Firman Tuhan Dari Hidup Paulus Yang Penuh Dengan Kasih Mesra Persaudaraan Itu, Yang Benar-benar Nyata Juga Di Dalam Kehidupan  ‎jemaat Yang Mula-mula Ini Adalah Ketulusan Kasihnya Kepada Saudara-saudaranya... 

Coba Perhatikan Lebih Jauh Warna Kasih Persaudaraan Yang Paulus Tunjukan Kepada Saudara-saudaranya Seiman:

2 Korintus 2:14-17 "Tetapi Syukur Bagi Allah, Yang Dalam Kristus Selalu Membawa Kami Di Jalan Kemenangan-Nya. Dengan Perantaraan Kami Ia Menyebarkan Keharuman Pengenalan Akan Dia Di Mana-mana. 
Sebab Bagi Allah Kami Adalah Bau Yang Harum Dari Kristus Di Tengah-tengah Mereka Yang Diselamatkan Dan Di Antara Mereka Yang Binasa.
Bagi Yang Terakhir Kami Adalah Bau Kematian Yang Mematikan Dan Bagi Yang Pertama Bau Kehidupan Yang Menghidupkan. Tetapi Siapakah Yang Sanggup Menunaikan Tugas Yang Demikian?
Sebab Kami Tidak Sama Dengan Banyak Orang Lain Yang Mencari Keuntungan Dari Firman Allah. Sebaliknya Dalam Kristus Kami Berbicara Sebagaimana Mestinya Dengan Maksud-maksud Murni Atas Perintah Allah Dan Di Hadapan-Nya."

Di Dalam Satu Komunitas Dimana Kita Berada, ‎kehadiran Kita Di Dalam Komunitas Tersebut, Baik Itu Di Dalam Satu Gereja Lokal Atau Di Dalam Satu Persekutuan, Perusahaan, Atau Satu Masyarakat, Maka 2 Kemungkinan Bisa Terjadi:
1. Kehadiran Kita Akan Menjadi Bau Yang Harum Diantara Komunitas Tersebut, Atau
2. Kehadiran Kita Akan Menjadi Bau Busuk Diantara Mereka...
(2 Kor 2:15)

Jika Kita Adalah Pribadi Yang Tidak Bisa Lama Bertahan Disatu Komunitas, Tidak Bisa Langgeng Berada Di Dalam Satu Komunitas, Coba Bercermin Dan Bertanya Kepada Diri Kita Sendiri, Apakah Kehadiran Saya Membawa Bau Yang Harum Atau Bau Kematian Yang Membuahkan? Kenapa Saya Selalu Tidak Bisa Langgeng? Kenapa Tidak Ada Satu Konsistency Utk Saya Bisa Bersahabat Dan Berdampak? Bagaimana Agar Kita Bisa Selalu Menjadi Dupa Yang Harum Dimanapun Kita Berada?
Perhatikan Kesaksian Paulus Ini:
‎"Sebab Kami Tidak Sama Dengan Banyak Orang Lain Yang Mencari Keuntungan Dari Firman Allah. Sebaliknya Dalam Kristus Kami Berbicara Sebagaimana Mestinya Dengan Maksud-maksud Murni Atas Perintah Allah Dan Di Hadapan-Nya."
---> Sebagai Hamba Tuhan Atau Sebagai Anak Tuhan Sekalipun, Jika Kehadiran Kita Adalah Sekedar 'mencari Keuntungan', Atau Ada 'maksud-maksud Yang Tidak Murni',... Maka Kita Tidak Mungkin Menjadi Bau Yang Harum Ditempat Dimana Kita Berada. Pasti Kita Tidak Akan Lama Ditempat Itu, Sebab Kita Akan Dicurigai, Dijauhi Dan Menjadi Sumber Pertengkaran... Tapi Sebaliknya Jika Kehadiran Kita Murni Hanya Untuk Tujuan Yang Luhur Dan Mulia, Kita Bisa Berkata Keras, Tapi Tidak Akan Menjadi Bau Yang Busuk...

Bagaimana Aroma Kehadiran Kita Dikomunitas Kita Berada? Adakah Orang-orang Disekitar Kita Mencium Bau Yang Harum Atau Sebaliknya Bau Busuk?...

Embrace His Grace
For Grace Leads Back To The First Love 
Jesus Loves You And So Do I 

dibuat pada : 2017-11-23 02:12:19

Rabu 22 November 2017

Shalom Selamat Pagi,
Perhatikan Ayat-ayat Ini : 
1 Korintus 13:1-9 "...Sekalipun Aku Dapat Berkata-kata Dengan Semua Bahasa Manusia Dan Bahasa Malaikat, Tetapi Jika Aku Tidak Mempunyai Kasih, Aku Sama Dengan Gong Yang Berkumandang Dan Canang Yang Gemerincing.
Sekalipun Aku Mempunyai Karunia Untuk Bernubuat Dan Aku Mengetahui Segala Rahasia Dan Memiliki Seluruh Pengetahuan; Dan Sekalipun Aku Memiliki Iman Yang Sempurna Untuk Memindahkan Gunung, Tetapi Jika Aku Tidak Mempunyai Kasih, Aku Sama Sekali Tidak Berguna.  
Dan Sekalipun Aku Membagi-bagikan Segala Sesuatu Yang Ada Padaku, Bahkan Menyerahkan Tubuhku Untuk Dibakar, Tetapi Jika Aku Tidak Mempunyai Kasih, Sedikit Pun Tidak Ada Faedahnya Bagiku.
Kasih Itu Sabar; Kasih Itu Murah Hati; Ia Tidak Cemburu. Ia Tidak Memegahkan Diri Dan Tidak Sombong. 
Ia Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan Dan Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri. Ia Tidak Pemarah Dan Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain.
Ia Tidak Bersukacita Karena Ketidak Adilan, Tetapi Karena Kebenaran. 
Ia Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Kasih Tidak Berkesudahan; Nubuat Akan Berakhir; Bahasa Roh Akan Berhenti; Pengetahuan Akan Lenyap. 
Sebab Pengetahuan Kita Tidak Lengkap Dan Nubuat Kita Tidak Sempurna."

Menata Prioritas Di Dalam Hidup Adalah Sesuatu Yang Sepertinya Sederhana, Namun Sesungguhnya Tidaklah Mudah Untuk Dikerjakan.‎ 

Di Dalam Pengiringan Kita Akan TUHAN Sekalipun, Kita Sering Terkagum-kagum Dan Mengejar Sesuatu Yang Disebut 'karunia-karunia Rohani'... Kita Kagum Akan Mujizat Kesembuhan, Nubuatan, Perkara Perkara Spectakuler Di Dalam Gereja, Sebab Semua Itu Menyenangkan Tapi Tidak Satupun Dari Hal-hal Tersebut Yang Memiliki Nilai-nilai Kekekalan... Semua Karunia Akan Berakhir Sampai Ketika Karunia Itu Diangkat Atau Ketika Kita Dipanggil Pulang...

Kita Kurang Begitu Menaruh Nilai Penting Terhadap Kharakter Atau Buah-buah Yang Dihasilkan Dari Pertobatan Dan Pertumbuhan Kerohanian Kita. Jika Kita Ingin Buat Ibadah Besar, KKR Akhbar, Kita Lebih Condong Untuk Mengundang Hamba Hamba Tuhan Yang Memiliki Karunia Hebat, Karunia Kesembuhan, Karunia Nubuatan Dan Lain-lain Dibandingkan Dengan Hamba Tuhan Desa Yang Tidak Punya Apa-apa Kecuali Kesaksian Kesetiaannya Melayani Tuhan Sekalipun Hidup Dengan Penuh Perjuangan, Kenapa Demikian? Sebab Tanpa Kita Sadari, Kita Lebih Mengagungkan Karunia Dari Pada Kharakter.

Hal Yang Sama Kita Juga Lakukan Di Dalam Hidup Sehari Hari, Kita Mengejar Sesuatu Yang Tidak Kekal, Sekalipun Itu Tidak Salah, Tapi Ketika Yang Tidak Kekal Itu Bertabrakan Dengan Yang Kekal, Dan Jika Kita Mengorbankan Yang Memiliki Nilai Kekekalan, Maka Itulah Bukti Kita Sedang Melangkah Untuk Hancur...
Contohnya, Semua Kita Mau Untung, Mau Berhasil, Mau Menjaga Kepentingan Diri Sendiri, Tapi Satu Ketika, Kita Akan Berada Dipersimpangan Jalan, Demi Untung Besar, Akankah Kita Akan Korbankan Ketulusan Hati, Kejujuran, Kemurahan Hati, Kasih Setia Dan Semua Kharakter Illahi?... Yang Mana Akan Engkau Ambil Ketika Engkau Berada Dipersimpangan Jalan Seperti Itu? Kearah Mana Engkau Akan Berjalan? Kearah Keuntungan Atau Kearah Kebenaran?

Pagi Ini, Firman TUHAN Melalui Tulisan Paulus Kepada Jemaat Di Korintus Kembali Mengingatkan Kita Bahwa Hanya Kharakter Kristuslah Yang Memiliki Nilai-nilai Kekekalan, Semua Karunia Akan Berhenti...‎ Sebab "Kasih Tidak Berkesudahan; Nubuat Akan Berakhir; Bahasa Roh Akan Berhenti; Pengetahuan Akan Lenyap..."

Ada Satu Tulisan Yang Saya Baca Lama Sekali Dulu Dan Saya Tidak Tahu Siapa Yang Menuliskannya, Saya Pakai Sebagai Tulisan Di Display Picture Di WA Saya Ini, Yg Berbunyi: 
"Only One Life And Soon Will Pass...
‎Only What Is Done For God Will Last..."

Hanya Sekali Saja Hidup Ini, Dan Sebentar Lagi Akan Berakhir...
Hanya Apa Yg Kita Kerjakan Bagi TUHAN Yg Akan Kekal...
(dalam Bahasa Indonesia Memang Tidak Rhyme) 

Kejarlah Yang Kekal, Jangan Korbankan Yang Memiliki Nilai Kekekalan.
Embrace His Grace...
For Grace Leads Back To The First Love 
Jesus Loves You And So Do I

dibuat pada : 2017-11-22 01:54:58

Selasa 21 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 12:12-14, 26 "...Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."

Kekristenan selalu di nyatakan di dalam Firman Tuhan sebagai satu tubuh di dalam Kristus, dengan mendasarkan pandangan kita kepada kebenaran ini, sama sekali tidak dapat dibenarkan jika kekristenan itu mulai mengotak-ngotakan diri sendiri. Saya golongan Kharismatik, saya reformed, saya Injili atau lain sebagainya, atau bahkan dikotak-kotakan berdasarkan Sinode atau gereja tempat kita berasal dan bertumbuh. Sekalipun fungsi gereja local itu penting supaya terjadi pertumbuhan yang wajar, teratur  dan tidak liar, tapi semua itu tidak boleh membatalkan kebenaran bahwa semua kita adalah satu tubuh di dalam Kristus, dimana Kristus sendirilah sebagai kepala dari gereja-Nya. Diluar itu, pasti kita bukan di dalam Kristus!!!

Apa tanda yang paling nyata bagi saya bahwa saya benar-benar ada di dalam tubuh Kristus dan bukan diluar? Perhatikan ayat 26 di atas sekali lagi:
"...Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."
‎---> Sangat sederhana tapi itulah kebenaran, jika engkau sebagai 'mata' di dalam tubuh Kristus, tapi bagian lain yang mungkin paling hina, tidak terlalu mulia, seperti contohnya jempol kaki kirimu kena asam urat dan bengkak, maka matapun akan meneteskan air mata... seluruh tubuh akan tumbang dan sangat sangat menderita... Benarkah seperti itu bagimu?. Ada gereja besar yang sengaja dibangun bukan untuk memenangkan jiwa, tapi untuk menarik jemaat gereja yang lebih kecil, lebih sederhana, dan ketika mereka menderita, yang besar bersorak sorai, benarkah itu tubuh Kristus?. Ada orang-orang susah disekitar kita‎, anak-anak Tuhan juga, sulit untuk makan, tidak ada biaya untuk anak-anak mereka bersekolah, sementara banyak dari kita yang terus menerus pesta pora, makan sampai dimuntahkan, menikmati apa yang ada pada kita terlalu berlebihan, benarkah itu tubuh Kristus?.
Saudaraku, pada akhirnya, kekristenan itu tidak akan bisa terus menerus bersandiwara dengan ritual ritual agamawi, feel good environment, Kekristenan adalah Kristus, dan jika benar-benar saya di dalam Kristus, pasti saya akan merasakan dan bertindak seperti yang Kristus mau... Kepala Gereja yang adalah Kristus pasti akan menangis jika ada yang menderita,... tapi yang bisa membantu adalah anggota yang lainnya, sebab kepala hanya bisa mengirim signal untuk tangan bergerak, kaki melangkah, mulut berbicara dan sebagainya Ada satu tulisan yang tidak disebut pengarangnya yang berbunyi demikian tentang keadaan pada waktu perang dunia ke 2 di Eropa: saat itu mereka menarik anak-anak dan orang tua dari penduduk di kampung sebelah, tapi aku berdiam...
Tidak lama, kudengar mereka menarik semua anggota keluarga yang tinggal disebelah kiri rumahku, tapi aku berdiam...
Minggu lalu mereka menarik dengan paksa anak-anak dan seluruh orang yg ada di rumah disebelah kanan rumahku, tapi aku berdiam...
kini aku dan anak-anakku‎ dihakimi, ditarik keluar menuju pembantaian, tapi dunia berdiam...

‎Persis seperti itulah yang terjadi di Eropa, tidak satupun negara di Eropa kecuali England yang menahan dan membela penduduk bangsanya dari kaum Yahudi ketika kemaksiatan Hitler terjadi di Eropa, semua berdiam... semua bahkan menyerahkan kaum bangsanya sendiri... ketika perang dunia kedua selesai, ketika Germany dipecah oleh America, Rusia dan England, ada begitu banyak warga Eropa terutama warga German yg diperkosa tentara Rusia, dibunuh dan dilecehkan, tapi semua berdiam...

Saudaraku, coba buka mata hatimu, lihat dengan jujur, dan dengarkan suara TUHAN Allahmu sebagai kepala Gereja, apa yang Dia mau engkau kerjakan?... apakah engkau satu tubuh dengan Dia?... jika engkau satu tubuh, maka...

"Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."

Embrace His Grace...

‎For Grace leads back to the first love 

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-21 02:02:25

Senin 20 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 10:11-13 "...Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya..."

‎Coba perhatikan dan renungkan sekali lagi ayat 13 di atas yang sangat terkenal: "...Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya..."

‎Jika Allah hanya membiarkan pencobaan-pencobaan yang tidak melampaui kekuatan kita, bahkan Dia sendiri berjanji bahwa ketika kita dicobai, Dia akan memberikan jalan keluar, sehingga kita dapat menanggung semua itu,...
Jadi untuk apa Tuhan mengijinkan kita anak-anak-Nya mengalami pencobaan-pencobaan yang sedemikian rupa, toh ujung-ujungnya kita juga akan diberikan jalan keluarnya juga... kenapa tidak biarkan saja kita hidup terus menerus dengan nyaman dan penuh damai sejahtera, tanpa goncangan, tanpa pencobaan?

Saudara hanya akan memahami kebenaran ini jika engkau baca keseluruhan pasal 1 Korintus 10 ini, Karena di dalamnya diungkapkan rahasia buah pikiran dan hati-Nya Tuhan...‎ 
Mulai dari ayat 1 di 1 Korintus 10, kita akan melihat perjalanan bangsa Israel yang sudah melewati babtisan air dan Roh yang diumpamakan dengan air dan awan, mereka berjalan dan melihat mujizat demi mujizat... namun demikian, sebagian besar dari mereka binasa dan hancur, sebab sekalipun mereka mengalami Tuhan, namun kedagingan mereka masih begitu kuat. Ayat 6 menuliskan dengan sangat lugas: 1 Korintus 10:6 "...Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,..."

Jadi masalahnya adalah 'KEINGINAN-KEINGINAN' yang ada di hati mereka, itulah yang menyesatkan dan menghancurkan mereka sendiri... Sekalipun mereka ‎sudah mengalami Tuhan, sudah dibabtis dgn air dan Roh, tiap tiap waktu melihat dan mengalami mujizat-mujizat hebat, tapi soal kedagingan, itu harus mereka sendiri yg kalahkan... Roh Kudus tentu akan menuntun, mengingatkan, dan membawa kita untuk terus-menerus menyukakan hati Bapa, tapi pilihan ada pada kita... Lalu bagaimana caranya Tuhan menginterfensi dan mengarahkan hati dan pikiran kita agar terus-menerus berusaha menyenangkan hati Bapa?... Dengan diijinkannya pencobaan-pencobaan yang tidak melebihi kekuatan mu... itulah alasannya... Dan dari semua itu, tetap Tuhan akan memberikan jalan keluarnya...

Oleh ‎sebab itu, ketika kita mengalami pencobaan-pencobaan yang bukan karena kesalahan yang kita buat sendiri, ambil waktu untuk berdiam diri dan bersyukur,... sebab ada rencana besar dan Agung Bapa di Surga yang sedang bekerja didlm hidupmu... Tuhan tidak rela engkau menjadi hancur dan dibinasakan oleh keinginan-keinginan dagingmu sendiri, tapi Tuhan juga sudah memberikan kebebasan untuk kita mengambil keputusan untuk langkah hidup kita sendiri, jadi di dalam dilema seperti ini, Tuhan dengan hikmatNya memilih untuk interfensi dan menuntun kita lewat mengijinkan pencobaan-pencobaan yang tidak melebihi kekuatanmu di dalam hidupmu... pencobaan yang biasa, yang Tuhan sendiri sudah menyediakan jalan keluarnya, tujuannya adalah agar keinginan-keinginan dagingmu mulai terkikis... agar engkau merasa lebih lagi perlu untuk mengandalkan TUHAN dan mencari wajah-Nya...

Adakah engkau sedang mengalami pencobaan-pencobaan yang menurutmu berat hari-hari ini?... Ada 3 berita baik untuk mu:
1. Tuhan sayang kepadamu, sehingga Dia ijinkan semua itu engkau alami agar engkau mendekat kembali kepada-Nya...
2. Tuhan punya jalan keluar,... berharap dan bersandar kepada-Ny ... Nanti nantikan Tuhan...
3. Seperti yang Abraham Lincoln katakan, katakan juga dan ingatkan dirimu sendiri '..this too shall come to pass... juga yang inipun akan berlalu...'

Embrace His Grace...
For Grace leads back to the first love...

Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-20 01:45:20

Jumat 17 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 7:1-5 "...Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 
tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 
Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak."

Saudaraku, jika kita memperhatikan ayat-ayat di atas, disinilah kita akan melihat, menemukan dan memahami kebenaran akan betapa sakral-nya, betapa kudus-nya, betapa mulia-nya arti sebuah pernikahan dihadapan Tuhan. ‎Sedemikian kudus-nya sampai-sampai Tuhan menyetarakan hubungan antara suami-istri itu seperti hubungan antara Tuhan dengan gereja-Nya. 

‎Tuhan bela dan sungguh-sungguh berpihak kepada kekudusan pernikahan, hingga Tuhan lebih memilih untuk mempertahankan kekudusan pernikahan dari pada mempertahankan nyawa kita!!! Perhatikan sekali lagi apa yang barusan saya katakan,  Tuhan lebih memilih untuk mempertahankan kekudusan pernikahan dari pada mempertahankan dan menyelamatkan nyawa kita!!! 

Coba lihat ayat ini sekali lagi:
1 Korintus 7:4 "Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya..."
‎---> Di dalam old English marriage vow atau janji nikah dalam kebudayaan English kuno, seorang calon suami akan berkata begini terhadap istrinya:
"...Elizabeth,... with my body, I thee worship... - dgn tubuhku, aku menyembahmu" ‎demikian juga seorang istri akan berkata kepada suaminya: "...Stephen,... with my body, I thee worship..."

Penghormatan terhadap sang suami dari sang istri, juga penghormatan dari istri terhadap suaminya‎ itu diungkapkan dengan satu ungkapan 'worship with my body - atau menyembah dengan tubuh', itu sebabnya Sarah memanggil suaminya Abraham dengan ungkapan my lord, tuhanku (1 Petrus 3:6)... Dan seperti kita ketahui, pertama kali kata 'worship' digunakan adalah ketika Abraham mendaki ke atas gunung Moria hendak menyembelih Ishak bagi TUHAN sebagai bentuk penyembahan-nya...

Hal yang sama juga dituntut TUHAN, seperti yang Firman Tuhan ‎di 1 Korintus 7:4 katakan, "Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suave, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya..."‎, maka hak hidup atau mati atas tubuh seorang suami, ada pada istrinya, demikian juga sebaliknya, hak hidup atas tubuh seorang istri, ada pada suaminya,... 'with my body, I thee worship,... dengan tubuhku, aku menyembah engkau...' Jadi dihadapan Tuhan, TUHAN lebih memilih dan berpihak untuk membunuh kematian seorang suami yang sengaja menghianati janji setia terhadap istrinya, demi untuk membela kekudusan pernikahan, juga sebaliknya... jangan anggap remeh akan betapa sakralnya pernikahan dihadapan Tuhan...

Pagi ini, Firman TUHAN mengingatkan kita akan betapa sakral-nya, betapa mulia-nya satu pernikahan dihadapan Tuhan... jangan anggap sepele kekudusan pernikahan. Ingat sekali lagi, bagi TUHAN, lebih baik tubuhmu binasa dan mati daripada kekudusan pernikahan dihianati... sadarlah akan kebenaran ini pagi ini... Tuhan sudah dekat... Dia rindu menemukan rumah tangga kita kudus dihadapan-Nya... berlakulah setia terhadap istrimu, berlakulah setia terhadap suamimu...

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love
‎Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-17 00:48:41

Kamis 16 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 7:1-5 "...Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 
tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 
Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak."

Saudaraku, jika kita memperhatikan ayat-ayat di atas, disinilah kita akan melihat, menemukan dan memahami kebenaran akan betapa sakral-nya, betapa kudus-nya, betapa mulia-nya arti sebuah pernikahan dihadapan Tuhan. ‎Sedemikian kudus-nya sampai sampai Tuhan menyetarakan hubungan antara suami-istri itu seperti hubungan antara Tuhan dengan gereja-Nya. 

‎Tuhan bela dan sungguh-sungguh berpihak kepada kekudusan pernikahan, hingga Tuhan lebih memilih untuk mempertahankan kekudusan pernikahan daripada mempertahankan nyawa kita!!! Perhatikan sekali lagi apa yang barusan saya katakan,  Tuhan lebih memilih untuk mempertahankan kekudusan pernikahan daripada mempertahankan dan menyelamatkan nyawa kita!!! 

Coba lihat ayat ini sekali lagi:
1 Korintus 7:4 "Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya..."
‎---> Di dalam old English marriage vow atau janji nikah dalam kebudayaan English kuno, seorang calon suami akan berkata begini terhadap istrinya:
"...Elizabeth,... with my body, I thee worship... - dengan tubuhku, aku menyembahmu" ‎demikian juga seorang istri akan berkata kepada suaminya: "...Stephen,... with my body, I thee worship..."

Penghormatan terhadap sang suami dari sang istri, juga penghormatan dari istri terhadap suaminya‎ itu diungkapkan dengan satu ungkapan 'worship with my body - atau menyembah dengan tubuh', itu sebabnya Sarah memanggil suaminya Abraham dengan ungkapan my lord, tuhanku (1 Petrus 3:6)... Dan seperti kita ketahui, pertama kali kata 'worship' digunakan adalah ketika Abraham mendaki keatas gunung Moria hendak menyembelih Ishak bagi TUHAN sbg bentuk penyembahan-nya...

Hal yang sama juga dituntut TUHAN, seperti yang Firman Tuhan ‎di 1 Korintus 7:4 katakan, "Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suave, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya..."‎, maka hak hidup atau mati atas tubuh seorang suami, ada pada istrinya, demikian juga sebaliknya, hak hidup atas tubuh seorang istri, ada pada suaminya,... 'with my body, I thee worship,... dengan tubuhku, aku menyembah engkau...' Jadi dihadapan Tuhan, TUHAN lebih memilih dan berpihak untuk membunuh seorang suami yang sengaja menghianati janji setia terhadap istrinya, demi untuk membela kekudusan pernikahan, juga sebaliknya... jangan anggap remeh akan betapa sakralnya pernikahan dihadapan Tuhan...

Pagi ini, Firman TUHAN mengingatkan kita akan betapa sakral-nya, betapa mulia-nya satu pernikahan dihadapan Tuhan... jangan anggap sepele kekudusan pernikahan. Ingat sekali lagi, bagi TUHAN, lebih baik tubuhmu binasa dan mati daripada kekudusan pernikahan dihianati... sadarlah akan kebenaran ini pagi ini... Tuhan sudah dekat... Dia rindu menemukan rumah tangga kita kudus dihadapan-Nya... berlakulah setia terhadap istrimu, berlakulah setia terhadap suamimu...

Embrace His Grace... for Grace leads back to the first love
‎Jesus loves you and so do I

dibuat pada : 2017-11-16 01:08:36

Rabu 15 November 2017

Shalom selamat pagi,
Perhatikan ayat-ayat ini : 
1 Korintus 6:9 -10 "...Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 
pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." 

Jika kita memperhatikan ayat-ayat di atas, maka hal ini jelas akan mematahkan pernyataan bahwa keselamatan itu sekali dan tidak mungkin hilang dengan alasan apapun... sebab ayat-ayat tersebut ditulis oleh Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus yang sebenarnya sudah mengenal kebenaran. Tapi masih ada anak-anak Tuhan yang sudah menerima penebusan Tuhan, namun masih terus menerus hidup di dalam kedagingannya... kesenangan mereka akan hidup di dalam dosa-dosa kedagingan lebih kuat dari cintanya akan Tuhan, itu sebabnya sekalipun mereka sudah mengenal kebenaran, namun tidak terjadi perubahan yang nyata di dalam kharakter mereka... itulah tanda tidak adanya tempat dihati manusia bagi Roh Kudus untuk berkarya, sebab jika hati jika diserahkan kepada Roh Kudus, maka buah Roh itu akan mulai bermunculan dan menjadi semakin nyata.

Di dalam perjalanannya, anak-anak Tuhan yang g sudah dikuasai Roh Kudus sekalipun akan tetap saja harus mengalami pergumulan di dalam dagingnya sendiri,... saat seperti itulah dua kekuatan daging dan penundukan diri kepada Tuhan akan bergumul satu sama lain. Siapa yang menang, dialah yang akan berkuasa...

Bagaimana caranya agar kekuatan Roh Kudus itu menjadi semakin kuat dan berkuasa? Perhatikan ayat sebelumnya:
1 Korintus 6:7 "Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?"‎ Tidak seorangpun suka menderita, apalagi menderita karena ketidak adilan... atau menderita karena dirugikan... tapi itulah cara sederhana untuk membiarkan Roh Kudus yang menjadi lebih kuat... Belajar untuk rela melepaskan semua yang bukan TUHAN...

Melepaskan pengampunan ketika engkau dihianati dan ditipu itu sakit, tapi itulah yang Roh Kudus rindukan daripadamu...
Melepaskan orang lain dan membiarkan diri menerima kerugian itu berat, bukankah semua yang ada pada kita itu kita terima terlebih dahulu dari Tuhan? Biarkan Tuhan memberkatimu lewat cara lain... biarkan diri dan berani untuk rugi...

Pertanyaan Firman Tuhan di 1 Kor 6:7 diatas sangat menusuk hati saya pagi ini: "...Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?"‎ ‎sampai kita mampu memahami dan menghidupi pernyataan ini, kedagingan akan menjadi lebih kuat didlm kita...

Jesus loves you and so do I


dibuat pada : 2017-11-15 02:09:21