Morning Dew

Senin, 19 September 2016

‎Ezra 7:10, 27-28
"...Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel....
Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem, 
dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku..."‎

---> ayat 10 dari Ezra 7 melukiskan tekad yg diambil oleh Ezra,... kemudian ayat 27 - 28 melukiskan akibat yg dialami Ezra:

Ketika Ezra memutuskan, bertekad utk meneliti Firman Tuhan dan meneruskan-Nya kpd bangsa Israel, kemudian secara supra natural, ‎perlindungan tangan Tuhan menyertainya, sehingga bahkan raja Media-Persia pun menyukai Ezra. 

Tekad yg sudah diambil Ezra ‎sebenarnya memiliki 2 aspek penting, yaitu keputusan dan ketekunan (decision and discipline‎). Tanpa ke dua aspeck ini, tekad adalah sekedar puisi atau permainan kata kata kosong belaka. Ketika seorang anak Tuhan memiliki tekad yg mengandung kedua sisi spt sebuah mata pedang, maka tekad yg demikian sangat sangat powerful!‎ Apalagi ketika tekad tsb selaras dgn Firman Tuhan, kita akan melihat campur tangan Illahi yg mendorong, menguatkan dan memeteraikan keputusan dan ketekunan yg kita ambil. Betapa luar biasanya kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad yg benar', yg memiliki 2 aspek tsb, yaitu keputusan dan ketekunan. 
- Daniel bertekad atau berketetapan utk tdk menajiskan dirinya,... penyertaan Tuhan yg melampaui segala akal terjadi didlm hidup Daniel.
- Yusuf bertekad utk hidup takut akan Tuhan sehingga dia menjauhi dosa dan diangkat Tuhan begitu tingginya...
Dan masih banyak lagi,... secara singkat ingin saya sampaikan, jgn anggap remeh kekuatan yg terkandung didlm satu 'tekad' yg memiliki 2 aspek, sebab itulah cara manusia batiniah kita bertumbuh dan menjadi kokoh.

Adakah engkau memiliki tekad utk hidup benar? Jika belum benar, coba periksa ke dua aspek dari tekad,... mungkin keputusan sudah diambil, namun perlu diperlengkapi dgn ketekunan, sebab keputusan tanpa ketekunan adalah spt pepesan kosong atau angat angat tahi ayam!‎

Smile and be more faithful! 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-18 20:48:13

Jumat, 16 September 2016

Ezra 5:1-3
"Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.
Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah. 
Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?" ‎

Kemudian lihat keputusan raja Darius:
‎Ezra 6:1-2, 6-7, 11-12 "Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan.
Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: ....‎
"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana.
Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula.
Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 
Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." 

---> Tekanan utk menggagalkan rencana pembangunan rumah Tuhan begitu kuatnya, sampai pada awal pemerintahan Darius. Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka dtg kpd orang orang Yahudi di Yerusalem bukan hanya utk mengintimidasi, namun juga utk mencari cari perkara utk menghentikan process pembangunan bait Allah di Yerusalem. Tatnai bahkan menulis surat kpd raja Darius utk mencari tahu apakah benar dahulu raja Koresh pernah memerintahkan pembangunan bait Allah utk dilaksanakan oleh umat Tuhan. 

Hari ini kita mau belajar satu hal, jika tujuan kita adalah murni dan benar, maka penyertaan Tuhan itu akan melakukan hal hal yg diluar pikiran. Tatnai bermaksud busuk dgn mengorek ngorek perkara, namun sebaliknya raja Darius dgn tegas bahkan bukan hanya membiarkan, namun menetapkan undang undang yg memihak kpd pembangunan bait Allah di Yerusalem dgn berkata kpd Tatnai:  ‎"Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. ‎Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. ‎Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu..."

Saya diingatkan kpd satu ayat: ‎Amsal 21:1 "Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini..."‎
Dlm kisah Darius dan para mantan buangan, nabi Hagai dan nabi Zakharia yg adalah nabi nabi Tuhan menyatakan nubuatannya akan penyertaan Tuhan, dan ketika bangsa itu melangkah atas Firman Tuhan tsb, rencana busuk Tatnaipun diubahkan Tuhan utk menggenapi Amsal 21:1, Tuhan mengarahkan hati raja Darius utk mengalir ke arah yg Tuhan mau... sejak saat itu, sekalipun bukan dibawah authoritas seorang raja Israel, bait Allah tetap dibangun kembali pada zaman raja Persia, raja Darius.

Jika tujuanmu murni, jika motivasimu benar, hambatan spt apapun, bawa dlm doa, biarkan tangan Allah kita yg mengalirkan batang air ke arah yg mendukung kita. Jgn pakai hikmat sendiri... jgn pakai intrik intrik dan taktik yg keliru, berlutut dan berdoa, biarkan tangan Tuhan yg bekerja. CS Lewis berkata: 'Ada 2 golongan manusia, kesatu adalah orang yg berlutut dan berkata dgn hormat kpd Tuhan, ...biar kehendakMu jadi... kedua adalah orang yg tdk bersedia berlutut dihadapan Tuhan dgn rendah hati, kpd orang spt itu, Tuhan lah yg akan berkata, ....biar kehendakmu jadi...'

Pastikan semua kita menjadi golongan yg pertama! Rendahkan diri, let HIS will be done!

Greetings for the weekend!
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-15 20:55:28

Kamis, 15 September 2016

Ezra 4:1-5
"Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun Bait Suci bagi TUHAN, Allah Israel, 
maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari." 
Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: "Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia." 
Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun. 
Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka..."‎

---> Pada zaman Koresh raja Persia, Tuhan buka jalan bagi umat Tuhan utk mendapatkan kelegaan utk membangun kembali bait Allah di Yerusalem. Hati raja Persia telah digerakkan Tuhan utk membuka jalan akan hal itu, namun coba perhatikan lagi ayat ayat di atas dari Kitab Ezra 4. Pelajaran bagi kita pagi ini adalah:

1. Kapan para musuh orang Yehuda dan Benyamin ‎dtg utk 'berpura pura mau membantu', bahkan kemudian mereka malah bikin susah dgn: "...Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka...‎" (ayat 5)? Ketika mereka mendengar bahwa 'bait Allah sedang mulai dibangun, itulah saat musuh musuh umat Tuhan berpura pura baik, kemudian berupaya sekuat tenaga utk membatalkan pembangunan bait Allah tsb! Ketika seorang percaya memutuskan utk hidup benar dgn memegang teguh prinsip Firman Tuhan, hati hatilah, sebab akan dtg serigala berbulu domba yg pura pura mau membantu, kemudian akan mulai tampil taringnya dgn upaya busuk termaksud berhianat dan dusta dgn menyogok penguasa utk membatalkan. Atau menghancurkan upaya upaya utk membangun tubuh Kristus yg adalah bait Allah didlm dirimu. Jgn mundur, jika hal itu terjadi, tetap sabar dan berharap kpd Tuhan sendiri.

2. ‎Bagi saudara yg memiliki niat 'membantu pembangunan bait Allah' atau mau memuridkan, mau mendewasakan, mau melayani orang orang yg memutuskan utk hidup sesuai Firman Tuhan, atau yg sedang bertekad membangun Bait Allah, kunci atau prinsip utk memahami ketulusan hati kita sendiri adalah demikian: Jika niat baik mu ditolak, dan engkau kecewa, itu berarti yg ada adalah niat busuk! Hati hatilah, sebab engkau sedang melangkah menjadi seteru umat Tuhan yg hidup dlm naungan Tuhan sendiri! Jika engkau kecewa karena tdk diijinkan melayani, tdk diijinkan membantu, atau tdk diminta membantu, kemudian engkau menjadi kecewa, periksa motivasimu sendiri, sebab itulah yg terjadi dihati musuh musuh bangsa Yehuda, kemudian niat busuk menjadi semakin busuk, mereka berani menghalalkan segala cara utk membatalkan semua, sebab suara hati mereka berkata: 'jika bukan melalui saya!... biar hancur sekalian...!' --> Tuhan mau masing masing kita menguji niat luhur hati kita masing masing.

Dari 2 kharakter di Ezra 4, yg mana yg lebih mirip dgn kita? Umat Tuhan yg sedang membangun? Atau umat Tuhan juga (sebab merekamengakui diri sbg umat Tuhan Allah Israel) namun yg berhati busuk, yg memiliki motivasi terselubung, sehingga mudah kecewa jika yg dia inginkan dan harapkan tdk terjadi? Jika engkau termaksud yg kedua, bertobatlah sebelum terlambat, rendahkan dirimu dan biarkan Roh Kudus memulihkan engkau dan segera serahkan dirimu utk dimuridkan!

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-14 23:53:38

Rabu, 14 September 2016

Ezra 3:1-2, 4, 6, 10-13
"...Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem.
Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah.  
Mereka juga mengadakan hari raya Pondok Daun, sesuai dengan yang ada tertulis, dan mempersembahkan korban bakaran hari demi hari menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan, yakni setiap hari menurut yang ditetapkan untuk hari itu.  
Sejak hari pertama bulan yang ketujuh mereka mulai mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, namun dasar Bait Suci TUHAN belum juga diletakkan.... 

Pada waktu dasar Bait Suci TUHAN diletakkan oleh tukang-tukang bangunan, maka tampillah para imam dengan memakai pakaian jabatan dan membawa nafiri, dan orang-orang Lewi, bani Asaf, dengan membawa ceracap, untuk memuji-muji TUHAN, menurut petunjuk Daud, raja Israel. 
Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.  
Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena kegirangan. 
Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh..."‎

---> Dari sebagian cuplikan ayat ayat dari Ezra 3 diatas, kita dpt belajar beberapa hal:

1. Adalah mungkin bagi seseorang utk mempersembahkan ‎korban bagi TUHAN namun dasar bait Allah didlm dirinya belum dibangun. Ada banyak 'dermawan' didunia yg menabur harta atas nama kemanusiaan, namun tanpa 'dasar bait Allah' yg telah dibangun, atau tanpa Kristus. Bukankah Alkitab sendiri menyatakan di ‎1 Korintus 3:11: "...Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."

2. Bahkan mungkin saja ritual ritual agamawi dilakukan namun tanpa dasar bait Allah yg dibangun. Saat itu, ketika orang orang Ibrani baru kembali ketanah Yudea, mereka selama beberapa waktu lamanya melakukan ibadah ibadah Pondok Daun, dan membakar korban, namun jika kita perhatikan dari ayat 1 sampai ayat 6, tdk ada dampak apapun dari semua ritual agamawi tsb. 

3. Namun ketika dasar bait Allah diletakan, pecahlah sukacita seluruh bangsa itu... ada yg menjerit dgn menangis karena teringat akan betapa manisnya dulu ketika Israel ada dibawah naungan Tuhan,... ada yg bersorak sorai penuh sukacita sambil menari nari‎, bahkan ayat 13 menerangkan: "...Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh..."‎

---> Pelajaran penting buat kita pagi ini adalah, sukacita sejati tdk akan ada kecuali didlm dasar yg telah dibangun yaitu Kristus Yesus. Keharmonisan dan kesetiaan sejati didlm rumah tangga hanya ada didlm Kristus, berkat yg benar hanya didlm Kristus, berhenti utk mencoba atau membuat buat kesibukan dan acara yg mewah, meriah dan menarik namun tanpa Tuhan. Kadang banyak gereja yg membuat acara acara dgn menghadirkan artis artis dgn tujuan menarik orang dtg, membagi bagikan hadiah atau door prize, ini dan itu, semua itu bisa saja terjadi namun pertanyaannya, adakah Tuhan sbg dasarnya? Semua kegiatan yg tanpa Tuhan tdk akan mendatangkan sukacita sejati.

Sebaliknya ketika dasar itu telah selesai dibangun, airmata sukacita karena pengucapan syukurpun terdengar.‎ Lebih jauh lagi, coba perhatikan sekali lagi ayat 13: "...Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh‎..." Dgn kata lain, tdk lagi terdengar mana suara si A atau si B, mana wajah atau warna si A atau si B, sudah tdk lagi dpt dibeda bedakan. Itulah lawatan Tuhan, individualisme sudah tdk terdengar atau terlihat lagi, ‎namun dampaknya,... 'terdengar sampai jauh...' Dptkah saudara mengerti rahasia ini? Hidup dan pelayanan yg dikerjakan diatas dasar Kristus yg sudah dibangun tdk akan menonjolkan sifat sifat manusianya lagi, tapi dampaknya terdengar sampai jauh... bagaimana dgn hidup ibadahmu? Masihkan terlihat warna aslimu? Masihkan kental warna kharaktermu, atau sudah begitu melorotnya sampai warna Kristuslah yg terdengar dan terlihat, namun dampaknya sampai ke tempat tempat jauh... bukankah Yohanes memberikan nasehat bahwa : "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes3:30) ‎

Smile and be more faithful, 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-13 20:10:36

Selasa, 13 September 2016

Ezra 2:1-2, 36, 43, 55, 59
"...Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 
Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:...

Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;...
 ‎
Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot;...
 ‎
Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda;...
 
Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa,‎ Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel:..."‎

--->‎ 70 tahun bangsa Israel diperbudak oleh raja Nebukadnezar, raja Babel, sampai kerajaan Babel dikalahkan oleh kerajaan Media Persia yg dipimpin oleh rajanya yg bernama Koresh, kemudian bangsa Israel dan keturunannya dikembalikan ke tanah leluhurnya di tanah Yehuda di Israel. Coba simak kembali ayat ayat di Ezra 2 diatas... serentetan nama nama suku dan puak kaum Israel dibeberkan satu persatu... para imam,... para budak,... para hamba hamba Salomo,.... tdk perduli posisi dan status social mereka, semua diperinci satu persatu, mengapa demikian? Seluruh pasal Ezra 2 membicarakan hanya nama nama buangan yg kembali ke Israel, apa yg Tuhan ingin sampaikan kpd gereja-Nya? 

---> Inilah pelajaran pagi ini, sekalipun engkau terpuruk, sekalipun engkau tertindas bahkan jatuh sekalipun, engkau tdk pernah dilupakan. Bapa Surgawi tdk pernah lupa kpd janji-Nya dgn Abraham dan keturunannya, kpd janji-Nya dgn kita umat-Nya, sekalipun sudah 70 tahun menjadi buangan dan budak di Babel, ketika sudah waktunya Tuhan utk memulihkan, satu persatu nama nama mereka dipanggil, diingat kembali, dan dipulihkan kembali.‎ Sesungguhnya, didlm tempo pembuangan di Babel, Yeremia ketika sedang meratapi bangsanya bernubuat: Ratapan 3:31-32 "...Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. ‎Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya..." ‎

Satu bagian dari Kitab Ezra ini hanya menuliskan satu persatu nama nama buangan tsb dgn suku sukunya, dgn puak puaknya, dgn kaum keluarganya...semua itu dilakukan hanya utk meneguhkan kpd setiap kita, Bapamu itu setia!!! Dia setia terhadap janji-Nya, Dia tdk melupakanmu. Bukankah itu alasan yg lebih dari cukup bahwa kita tdk ditinggalkan dan dilupakan sekalipun dlm lembah kekelaman? 

Yesaya bahkan menubuatkan: "...‎Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku... " (Yesaya 49:16)  ‎Pernahkah saudara merenungkan, setelah Yesus bangkit dari kematian, semua luka lukanya sembuh, luka dibagian kepala, dibagian muka, dll kecuali satu hal, yaitu luka di tangan-Nya, sebab ketika Dia bertemu dgn Thomas, Dia berkata, 'cucukanlah jarimu..' kenapa luka itu dibiarkan tdk sembuh? Sebab itulah lukisan gambar kita persis spt yg dinubuatkan Yesaya, "...‎Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;..." itulah gambar cinta dan pengampunan, gambar saudara dan saya yg dulu berdosa, tapi diampuni dan tdk pernah dilupakan, tdk dibuang... bukankah itu saja sungguh satu alasan kuat utk kita bersyukur?‎ Sudahkah engkau bersyukur pagi ini?

Give thanks and smile...
Jesus loves you and so do I ‎‎‎

dibuat pada : 2016-09-12 21:09:17

Senin, 12 September 2016

‎Ezra 1:1-3
"...Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
"Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem..." ‎

---> Setelah tumbangnya kerajaan Babel, dunia dikuasai oleh kerajaan Media-Persia. Pada jaman kerajaan Babel, Israel hidup didlm perbudakan oleh kerajaan Babilonia, kemudian ketika kerajaan Persia memimpin, raja yg berkuasa saat itu adalah Koresh.

Perhatikan sekali lagi ayat ayat diatas, Koresh raja Persia justru di tugaskan oleh TUHAN utk membangun rumah TUHAN di Yerusalem, bukan di wilayah Persia yg sekarang adalah Iran. Bagaimana mungkin justru raja Persia yg diperintahkan TUHAN utk membangun rumah TUHAN di Yerusalem? ‎

Pelajaran penting bagi setiap kita hari ini adalah:
1. Bukan apa pekerjaan kita yg memberi nilai atau membuat kita kudus dan benar dihadapan Tuhan, tapi bagaimana dan mengapa kita mengerjakan pekerjaan tsb itulah yg memberi nilai di hidup kita. Koresh sekalipun bukan raja Yehuda, namun dipakai Tuhan utk membangun bait Allah di Yerusalem, dan dgn tegas Alkitab menyatakan hal itu: 
‎Ayat 2: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda..."‎ seorang raja Persia telah digerakkan Tuhan utk membangun rumah Allah di Yerusalem, dan jika kita perhatikan seluruh hidup Koresh, saya berani katakan, itulah satu satunya perkara terbesar atau yg berarti didlm seluruh hidupnya, yaitu ketika dia dpt mengenali suara Tuhan dan dia taat, utk 'mendirikan rumah bagi TUHAN di Yerusalem! '‎
Jika seorang raja Persia bisa memahami kehendak Tuhan bagi hidupnya, bagaimana dgn kita? ‎

2. Pelajaran kedua, bagaimana Tuhan bisa memakai Koresh utk tugas yg begitu mulia dan bagaimana Koresh bisa memahami rencana agung Surgawi? Coba perhatikan sekali lagi ayat 2 tadi: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit..." Koresh mengakui bahwa TUHANlah yg mengaruniakan semua kerajaan bumi kpd Koresh, bukan kekuatannya sendiri... hal ini sangat sangat berbeda dgn apa yg Nebukadnesar raja Babel katakan:‎
Daniel 4:28-30 "...Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; 
sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 
berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"

Karena kerendahan hati Koresh yg mengakui bahwa semua yg ada padanya dari Tuhan asalnya, maka dia bisa dipakai Tuhan utk menjadi orang yg akan membangun kembali bait Allah di Yerusalem, sekalipun dia bukan dari bangsa Yahudi. 

Jika kita rindu agar melalui hidup dan pekerjaan kita, kita akan dpt dipakai Tuhan utk rencana besar Tuhan, pastikan ada kerendahan hati yg mengakui kedaulatan Tuhan didlm setiap aspect dari hidup kita.

Greetings from Pekalongan, ‎
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-11 21:51:16

Jumat, 9 September 2016

2 Tawarikh 36:17-21
"TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan — semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya.  
Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel. 
Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah. 
Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.
Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun..." ‎

---> Zedekia adalah raja Yehuda terakhir yg memerintah sebelum pembuangan ke Babel. Coba perhatikan degradasi atau kemerosotan yg terjadi sebelum umat Tuhan dijadikan budak:

- pertama tama bait Allah dirobohkan dan perkakas perkakasnya di rampas...
‎- kemudian pedang menindas umat Tuhan...
- barulah mereka diperbudak...

Spt itu jugalah yg terjadi diantara anak anak Tuhan, degradasi terjadi ketika 'tembok tembok bait Allah' yaitu manusia batiniah kita, manusia rohani kita sudah bisa dijajah, sehingga perabot perabot didlmnya dirampas. Coba periksa hidup kita masing masing, adakah tembok bait Allah masih berdiri kokoh didlm dirimu? Adakah kerohanianmu masih kokoh berdiri atau sudah mulai keropos? Jika itu tdk diperhatikan, maka sebentar lagi perabot perabot didlmnya akan dirampas... kaki dian contohnya adalah salah satu perabot didlm bait Allah yg berfungsi sbg terang, jika itu dirampas, maka gelaplah semua jadinya, adakah hidupmu menjadi terang atau gelap sehingga banyak yg tersandung oleh batu sandungan, sebab hidup kita penuh kegelapan? Mezbah dupa ukupan adalah salah satu perabot didlm rumah Allah, jika hidup doamu itu dirampok, ciri cirinya adalah tdk ada lagi kehidupan doa yg terus menerus menyala, maka tdk akan ada ukupan atau penyembahan lagi didlm puing puing rumah Allah... Mezbah korban bakaran, berbicara mengenai hidup pertobatan dan persembahan, tdk ada lagi hidup yg bertobat... Dan masih banyak lagi serentetan perabot perabot lainnya. Bagaimana dgn hidupmu dan hidupku? Adakah perabot perabot itu masih berfungsi? Jika mulai bermasalah, coba tengok dinding bait-Nya, yg menjadi batas Rumah Allah, yaitu dirimu sendiri,‎ adakah batas batasNya sudah engkau biarkan runtuh? Adakah hidupmu dan hidupku tetap menjadi hidup yg mengenal batas atas tanpa batas, seenaknya saja, semuanya sendiri saja? Jika itu yg terjadi, jgn heran jika satu kali kita akan temukan perabot perabot didlmnya akan lenyap dan redup.
Sehingga pada akhirnya, hidup kita akan menjadi budak, diperbudak oleh hal hal yg bukan Tuhan. 

Lalu apa tujuan semua itu? Bagaimana kita bisa keluar dari semua itu? Coba lihat ayat ayat selanjutnya:‎
‎2 Tawarikh 36:21 "...Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun..." ‎

---> Tujuannya ialah sampai 'TANAH ITU PULIH!!!' pulih dari apa? 'PULIH DARI DILALAIKANnya TAHUN TAHUN SABAT'. Tujuan semua itu bukan utk menghancurkan hidupmu dan hidupku, tapi utk membawa tanah yaitu hidup kita pulih dari kelalaian akan tahun tahun sabat Tuhan atau melalaikan Tuhan. Itulah yg Tuhan mau bagimu dan bagiku, bangun kembali tembok tembok baitNya yaitu hidupmu dan hidupku, pulihkan tahun tahun Sabat Tuhan, ingat akan Tuhan dan bersyukur.

Sudahkah engkau bersyukur dan membangun tembok baitNya pagi ini?

Greetings from the journey to Semarang! 
Jesus loves you and so do I  ‎‎

dibuat pada : 2016-09-08 22:37:32

Kamis, 8 September 2016

2 Tawarikh 36:1-4
"Rakyat Negeri Menjemput Yoahas Anak Yosia, Dan Mengangkat Dia Menjadi Raja Di Yerusalem Menggantikan Ayahnya.
Yoahas Berumur Dua Puluh Tiga Tahun Pada Waktu Ia Menjadi Raja Dan Tiga Bulan Lamanya Ia Memerintah Di Yerusalem.
Raja Mesir Memecatnya Dari Pemerintahannya Di Yerusalem Dan Mendenda Negeri Itu Seratus Talenta Perak Dan Satu Talenta Emas.
Kemudian Raja Mesir Itu Mengangkat Elyakim, Saudara Yoahas, Menjadi Raja Atas Yehuda Dan Yerusalem, Dan Menukar Namanya Dengan Yoyakim. Tetapi Yoahas, Saudaranya Itu, Ditawan Oleh Nekho, Dan Dibawa Ke Mesir."  

---> Ingat Apa Yg Tuhan Katakan Kpd Daud, Bahwa Keturunannya Tdk Akan Terputus Dari Silsilah Raja Raja Di Israel. Jika Saudara Memperhatikan Injil Matius Pasal 1, Kita Akan Melihat Daftar Silsilah Nama Raja Raja Mulai Dari Abraham, Sampai Kpd Daud, Terus Sampai Kpd Kristus, Dan Kerajaan Kristus Itu Kekal Selama Lamanya. Jadi Tepat Spt Janji Tuhan Kpd Daud, Demikianlah Tuhan Menggenapi Janji-Nya.
 
Namun Coba Perhatikan Kejanggalan Kejanggalan Didlm Process Terjadinya Raja Raja Di Dlm Rumah Daud, Coba Perhatikan Kembali Ayat Ayat Ini:‎
‎Ayat 1: --> "Rakyat Negeri Menjemput Yoahas Anak Yosia, Dan Mengangkat Dia Menjadi Raja Di Yerusalem Menggantikan Ayahnya.‎.."
Kemudian,...
Ayat 3 & 4 --> ‎"...Raja Mesir Memecatnya Dari Pemerintahannya Di Yerusalem Dan Mendenda Negeri Itu Seratus Talenta Perak Dan Satu Talenta Emas. Ke‎mudian Raja Mesir Itu Mengangkat Elyakim, Saudara Yoahas, Menjadi Raja Atas Yehuda Dan Yerusalem,..."‎

‎---> Kita Melihat Campur Tangan Manusia Utk Mengangkat Dan Menurunkan Raja Raja Keturunan Daud, Pertama Tama RAKYAT Yg Mengangkat Yoahas Anak Yosia Menjadi Raja... Kemudian RAJA MESIR Yg Memecat Yoahas Dan Mengangkat Elyakim Menjadi Raja Utk Duduk Di Tahta Daud,... Sekarang Coba Perhatikan Silsilah Raja Raja Di Injil Matius Yg Dari Abraham Sampai Daud Sampai Kristus, Ada Yosia, Kemudian Anak Anak Yosia Yg Tuhan Pilih Utk Menjadi Jalur Kpd Kristus, Coba Simak Baik Baik:

Matius 1:1, 11-13 "Inilah Silsilah Yesus Kristus, Anak Daud, Anak Abraham... ‎Yosia Memperanakkan Yekhonya Dan Saudara-saudaranya Pada Waktu Pembuangan Ke Babel.  
Sesudah Pembuangan Ke Babel, Yekhonya Memperanakkan Sealtiel, Sealtiel Memperanakkan Zerubabel, 
Zerubabel Memperanakkan Abihud, Abihud Memperanakkan Elyakim, Elyakim Memperanakkan Azor,..." ‎

---> Saudara Melihat Itu? Bukan Yoahas Yg Diangkat Rakyat Atau Elyakim Yg Diangkat Raja Mesir Yg Menjadi Jalur Keturunan Raja Raja Utk Sampai Kpd Kristus, Tapi Yekhonya Yg Dikandung Dlm Tempo Pembuangan Di Babel, Justru Dialah Yg Diangkat Tuhan Menjadi Garis Keturunan Bagi Kristus. Kita Tahu Bahwa Pada Saat Yoahas Maupun Elyakim Dan Bahkan Sampai Anak Elyakim, Yehuda Belum Menjadi Tawanan Di Babel, Tapi Didlm Rencana Besar Tuhan, Didlm Blueprint-Nya Tuhan, Bukan Yoahas Yg Dipilih Rakyat, Juga Bukan Elyakim Yg Dipilih Raja Mesir, Tapi Tuhan Punya Rencana, Bahkan Rencana Besar-Nya Dikandung Ketika Tekanan Perbudakan Terjadi Atas Yehuda, Rencana Agung Bapa Surgawi Lahir Didlm Airmata Tekanan.

Seringkali Hal Itu Juga Yg Bisa Terjadi Bagimu Dan Bagiku, Jgn Cari Jalan Pintas Ketika Tangan Tuhan Sedang Menekan, Berserah Kpd-Nya, Percayai Bapa Kita Itu Baik! Seringkali Didlm Tekanan Akan Lahir Raja Besar Yg Akan Menjadi Jalur Dtgnya Kristus Sang Juru Selamat! Abraham Ketika Tertekan Dlm Penantian Ambil Jalan Pintas, Sehingga Melalui Kedagingannya, Lahirlah Ismail Yg Jadi Masalah Sampai Sekarang, Saul Ketika Tertekan Ambil Jalan Pintas Sehingga Merampas Hak Imam Dan Ditolak Oleh TUHAN, Berhenti Ambil Jalan Pintas,... Tuhan Itu Terlalu Bijaksana Utk Ditolong, Tugas Kita Adalah Berserah Dan Kerjakan Firman Nya, Jgn Biarkan Pilihan Kita Mengotori Rencana Besar Tuhan... Justru Didlm Tekanan Perbudakan, Yekhonya Sedang Dikandung,... Didlm Jeritan Kesakitan, Yekhonya Akan Dilahirkan!

Smile And Be More Faithful 
Jesus Loves You And So Do I ‎‎

dibuat pada : 2016-09-08 01:24:43

Rabu, 7 September 2016

2 Tawarikh 35:20-24
"Kemudian dari pada semua ini, setelah Yosia memperbaiki rumah TUHAN, majulah Nekho, raja Mesir, hendak berperang di Karkemis di tepi sungai Efrat. Yosia keluar menghadapinya. 
Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat ini aku tidak datang melawan engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. Allah memerintahkan aku supaya segera bertindak. Hentikanlah niatmu menentang Allah yang menyertai aku, supaya engkau jangan dimusnahkan-Nya!"
Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido.
Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: "Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!"
Orang-orangnya mengangkatnya dari keretanya, lalu mengangkutnya dengan kereta cadangannya lalu membawanya ke Yerusalem. Kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di pekuburan nenek moyangnya. Seluruh Yehuda dan Yerusalem berkabung karena Yosia..." ‎

Yosia adalah seorang raja Yehuda yg hidup sungguh sungguh dan benar dihadapan Tuhan, tapi kenapa bisa hancur? Akhir hidupnya diwarnai dgn kegagalan dan kematian yg tdk seharusnya dialami oleh seorang anak Tuhan yg hidup benar dihadapan Tuhan. ‎
 
---> Hari ini kita akan merenungkan betapa pentingnya utk masing masing kita anak anak Tuhan atau bahkan hamba Tuhan sekalipun, yaitu, tdk seorangpun dari kita yg kebal terhadap dosa keangkuhan, sekali lagi jgn anggap remeh dgn dosa keangkuhan. Bagi seorang hamba Tuhan, yg sangat fatal adalah dosa keangkuhan atau kesombongan rohani, intinya sama dgn keangkuhan atau kesombongan lainnya, hanya yg ini sering dibungkus dgn embel embel rohani, itulah yg menyesatkan dan membuatnya jauh lebih fatal akibatnya. Kesombonganan adalah lawan kata dari kerendahan hati, jika orang rendah hati itu bisa ditegur, maka orang angkuh tdk bisa ditegur. Keangkuhan rohani akan mendorong kita utk berdebat dan berargumentasi utk membela diri sendiri atas nama Firman Tuhan. Pernahkah saudara mendengar hamba hamba Tuhan yg bersilat lidah membela dirinya sendiri, membela dosa dan kedegilan hatinya dgn mengutip ayat ayat Firman Tuhan? Itulah keangkuhan rohani! Jgn anggap remeh kharakter busuk ini!

Yosia seorang anak Tuhan yg setia, ketika dia melihat Nekho raja Mesir maju berperang bukan melawan dirinya, Yosia menghadapi Nekho dgn berfikir Tuhan pasti dipihakku, bukankah aku raja Yehuda dan Nekho itu raja Mesir? Bagaimana mungkin Tuhan tdk ada dipihakku? Itulah sikap hati Yosia.

Nekho memperingati Yosia dgn gamblang berkata: 'mundur... aku diperintahkan TUHAN, bukan melawan engkau, mengapa engkau menghalangi Tuhan? ' ‎Sikap hati dan pikiran Yosia adalah, mana mungkin Tuhan memerintahkan demikian kpd raja Mesir? Bukankah aku yg dikasihi Tuhan? Bukankah aku yg adalah raja umat Tuhan, keturunan Daud, bagaimana mungkin Tuhan berbicara kpd Nekho raja Mesir tapi tdk dgn ku? Itulah sikap hati Yosia!

Tapi anehnya, kenapa Yosia tdk minta petunjuk Tuhan jika dia tdk dengar apa apa dari Tuhan? Kenapa dia tdk mencoba mencari wajah Tuhan? Bukankah dia biasa mencari Tuhan? Jawabannya sederhana: KEANGKUHAN akan membuat seseorang menjadi tuli dan buta telingga dan mata hatinya... itulah yg menghancurkan seorang hebat spt Yosia... betapa memilukan akhir hidup spt itu.

Amsal 3:5-7 berkata: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan..."‎ ---> atau dgn kata lain, 'jgn menganggap dirimu sendiri kuat, tdk seorangpun kuat dan kenal terhadap dosa, itu sebabnya kita perlu selalu diingatkan,...takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan, belajar utk rendah hati, itulah perisai yg kuat bagi manusia batiniah kita.

Smile and be more faithful 
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-06 20:35:12

Selasa, 6 September 2016

2 Tawarikh 34:1-3, 8, 14
"...Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 
Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. 
Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. 
Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa..." ‎

---> Yosia raja Yehuda masih sangat muda ketika dia menjadi raja. Yosia baru berumur 8 tahun ketika dia menjadi raja Yehuda. Coba perhatikan urut urutan ‎silsilah hidup Yosia:

1. Yosia mulai dgn ‎'...pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. 
Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN,' 
--> Yosia memulai dgn hidup didlm pertobatan, yaitu melangkah meninggalkan dosa, menjungkir balikan bukit bukit pengorbanan,... akibat dari pertobatannya, dia juga mentahirkan seluruh negri. ‎
--> Perhatikan Urut urutan tsb, bertobat bagi dirinya sendiri terlebih dahulu baru berdampak bagi negrinya. Pertobatan yg berdampak kpd orang lain adalah pertobatan yg dimulai dari diri sendiri, baru kemudian seluruh negri merasakan akibat dari pertobatan tsb!

‎2. Setelah itu kemudian Yosia mulai 'memperbaiki rumah Tuhan', inilah catatan alkitab: 
‎"...Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. ‎"
‎---> kita adalah bait Allah, setelah bertobat dan menerima Kristus, kita harus membangun diri kita sendiri, membangun kharakter Illahi didlm kita, membangun pengenalan kita akan Kristus.

3. ‎Kemudian sesuatu yg tdk disangka sangka terjadi, "Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa..." ‎
‎---> ketika sudah melangkah dgn bertekad utk membangun bait Allah, mereka menemukan gulungan Firman Tuhan, atau mereka bertemu dgn Tuhan sendiri yg adalah Firman.  (Yohanes 1:1)

Spt itulah perjalanan hidup anak anak Tuhan, dimulai dgn keputusan utk bertobat dan meninggalkan dosa,... lalu pertobatanmu mulai mempengaruhi orang disekitarmu... melangkah lebih jauh utk membangun dirimu sendiri utk hidup didlm pengenalan akan Allah, disitulah engkau akan bertemu dgn Tuhan, didlm rumah tanggamu, didlm usahmu, didlm pelayananmu dan didlm setiap aspek dari hidupmu,... semua harus dimulai dgn satu keputusan utk tinggalkan dosa dan belajar hidup benar. Perjumpaan Illahi bukan didptkan dari kesibukan pelayanan, bukan dgn ritual ritual agamawi, tapi karena perpaduan antara kedaulatan Allah dgn kerelaan hati manusia, itulah tugas dan bagian kita, memastikan hati kita rela... dgn cara: bertobat, bertumbuh kemudian berdampak!

Keep on growing in love...
Jesus loves you and so do I ‎

dibuat pada : 2016-09-05 19:41:19

Senin, 5 September 2016

2 Tawarikh 33:1-2, 10-12, 21-24 

Kisah hidup Manasye:
"... Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.  
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukannya. 
Oleh sebab itu TUHAN mendatangkan kepada mereka panglima-panglima tentara raja Asyur yang menangkap Manasye dengan kaitan, membelenggunya dengan rantai tembaga dan membawanya ke Babel.
Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, 
Amon berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem." 

Kisah hidup Amon, anak Manasye:‎
"Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan Manasye, ayahnya. Amon mempersembahkan korban kepada segala patung yang dibuat Manasye, ayahnya, dan beribadah kepada patung-patung itu.
Tetapi ia tidak merendahkan diri di hadapan TUHAN seperti Manasye, ayahnya, merendahkan diri, malah Amon makin banyak kesalahannya. 
Maka pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan melawan dia, dan membunuhnya di istananya..."‎

Manasye raja Yehuda adalah raja yg paling jahat sepanjang sejarah, namun pada akhir hidupnya, alkitab mencatat spt ini di ayat 12 :
"...Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, 
Amon berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem." ‎
‎ 
---> Manasye merendahkan diri kemudian Tuhan pulihkan hidupnya! Sebaliknya, anak Manasye Amon, juga hidup jahat dihadapan Tuhan, tapi bedanya adalah, ini catatan Alkitab di ayat 24:‎
‎"...Tetapi ia tidak merendahkan diri di hadapan TUHAN seperti Manasye, ayahnya, merendahkan diri, malah Amon makin banyak kesalahannya. 
Maka pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan melawan dia, dan membunuhnya di istananya..."‎‎

‎---> Berbeda dgn ayahnya, Amon memilih utk tdk merendahkan diri, dan hancur! Betapa luar biasanya kekuatan yg dimiliki oleh satu sifat atau sikap ini, 'KERENDAHAN HATI!!!' bahkan orang yg paling jahat dan menyedihkan hati Tuhan spt Manasye-pun bisa dipulihkan hanya sekedar berani merendahkan hati. Terlalu banyak orang orang hebat yg memiliki kharisma dan kesempatan luar biasa, hancur hanya karena tdk rela utk merendahkan hati.

Didlm sejarah Grika ada seorang pegulat muda yg luar biasa dan baru saja memenangkan satu perlombaan gulat international, dgn bangga dan angkuhnya pegulat muda itu berkoar koar membanggakan dirinya sbg yg terhebat dan terkuat!

Dari kejauhan ada seorang tukang sapu tua yg terus memperhatikan tingkah laku pegulat muda tsb, kemudian setelah sebagian besar orang sudah pulang dan ‎pegulat muda itu masih terus berkoar koar, tukang sapu tua itu mendekatinya dan berkata: 'hai anak muda, kamu memang pegulat hebat, tapi tdk sehebat pegulat yg pernah ada', lalu dia menunjuk kpd patung pegulat legendaris yg ada didekat arena gulat tsb, kakek tua tadi berkata, 'aku masih sangat muda ketika sang legendaris memenangkan piala dunia dan kalau dia ada diatas ring dgnmu, pasti dgn satu tindakan dia akan mematahkan barang lehermu'.

Pegulat muda dgn hati kesal meninggalkan tempat itu... semalaman dia tdk bisa tidur memikirkan perkataan sang kakek tukang sapu. Menjelang pagi pegulat muda itu langsung pergi kembali ke arena dan berhadapan dgn patung legendaris, lalu dia menantang patung sang legendaris utk berduel dgnnya, ... dgn celotehan yg sesumbar lalu dia mulai menerkam kaki patung tsb dan patung itu rubuh menimpa pegulat muda tsb, leher pegulat muda itu patah dlm satu benturan....

Keesokan harinya surat khabar menyatakan kematian sang pegulat muda yg baru saja jadi champion, dgn perkataan 'pegulat yg dibunuh oleh sebuah patung...' tapi sang kakek tukang sapu, ketika ditanya utk menjelaskan apa yg terjadi berkata: 'pegulat muda itu mati terbunuh oleh keangkuhannya sendiri!'
Amon mati karena menolak utk merendahkan hati, Saul mati karena menolak utk merendahkan hati, Ahab, Izebel, bahkan Bileam dan masih banyak lagi serentetan orang orang besar mati karena menolak utk merendahkan hati, coba periksa hatimu sendiri pagi ini, adakah engkau terlalu angkuh utk dirimu sendiri atau dihadapan Tuhan dan orang lain? Rendahkan dirimu supaya kemuliaan Tuhan bisa turun mengalir melalui hidupmu!

Be more faithful and humble yourself
Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-04 19:54:39

Jumat, 2 September 2016

2 Tawarikh 32:1, 9-10, 18
"Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya.
Sesudah itu Sanherib, raja Asyur, yang sedang mengepung Lakhis dengan seluruh kekuatan tentaranya, mengutus beberapa pegawai ke Yerusalem, kepada Hizkia, raja Yehuda, dan kepada semua orang Yehuda yang ada di Yerusalem, dengan pesan: 
"Beginilah titah Sanherib, raja Asyur: Apakah yang kamu harapkan, maka kamu tinggal saja di Yerusalem yang terkepung ini?
Dan mereka berseru dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda kepada rakyat Yerusalem yang ada di atas tembok, untuk menakutkan dan mengejutkan mereka, supaya mereka dapat merebut kota itu..."‎

---> Ada saat dimana Hizkia raja Yehuda mengalami tekanan dari musuh musuhnya, sekalipun dia hidup benar dihadapan Tuhan. Sanherib, raja Asyur, berniat menghabisi Yehuda dgn taktik pertama tama mengepung Yerusalem, kemudian mencoba mengerogoti Yerusalem dari dalam dgn menempatkan teror dan ketakutan, coba perhatikan sekali lagi ayat 18:

‎"...Dan mereka berseru dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda kepada rakyat Yerusalem yang ada di atas tembok, untuk menakutkan dan mengejutkan mereka, supaya mereka dapat merebut kota itu..."‎

Taktik yg sama sebenarnya telah digunakan oleh iblis yg membisikan taktik tsb kpd Sanherib utk ditembakan kpd umat Tuhan, yaitu taktik 'menanamkan keragu raguan, ketakutan yg tiba tiba atau mengejutkan!'
Di sepanjang hidup kita sbg anak anak Tuhan sekalipun, tdk akan terlepas dari‎ rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu hal, entah itu takut atau khawatir akan masa depan, takut akan keuangan, atau apapun, semua kita bisa mengalami hal hal demikian, tapi dengar apa kata Firman Tuhan, rasa takut dan kekhawatiran sengaja ditanamkan oleh iblis sama spt Sanherib menanamkan hal itu di hati penduduk Yerusalem dgn tujuan: ".... ‎untuk menakutkan dan mengejutkan mereka, supaya mereka dapat merebut kota itu..."‎ Jika iblis mampu menanamkan rasa takut spt itu, iblis akan juga mampu MEREBUT seluruh hidup anak Tuhan yg membukan celah utk iblis masuk.

Adakah engkau takut akan hari esok? Akan masa depan mu dan anak anakmu? Ketika rasa takut itu dtg, segera dtg kpd Tuhan spt Daud, spt Hizkia... biarkan kasih dan kesetiaan Tuhan menambal celah celah hati dan pikiranmu.

Smile and be more faithful 
It's Friday, Jesus loves you and so do I.

dibuat pada : 2016-09-01 19:55:08